PEMBAHASAN SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER III
TAHUN 2016/2017
MATA KULIAH HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
Disusun oleh
MUHAMMAD NUR JAMALUDDIN
NPM. 151000126
KELAS D
Muh_Nur_JamalD070AF70
08122395673816jamal
muh.jamal08
muh.nurjamaluddin UNIVERSITYKADER HmI KOMHUK UNPAS-BANDUNG
Silakan follow ya
[email protected] muhnurjamaluddin.blogspot.co.id mnurjamaluddin.blogspot.co.id creativityjamal.blogspot.co.id [email protected] SAAT INIJalan PH. Hasan Mustapa Nomor 28, Gang Senang Raharja, RT 02, RW 15, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul,
Kode POS 40124, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia ASAL
Kampung Pasir Galuma, RT 02, RW 06, Desa Neglasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut,
Provinsi Jawa Barat, Indonesia
Renungan
Ya Tuhan, saya lupa
Saya benar-benat lupa, padahal sudah belajar dan menghafalnya Ingat:
Ingatlah Aku, maka akan Ku ingatkan pula semua yang kamu lupa? Ya Tuhan, karena saya lupa
Izinkan saya untuk melihat pekerjaan temanku
Izinkan pula saya untuk menyontek melalui Hand Phone Atau melalui buku yang sudah saya bawa ini
Atau melalui catatan kecil yang sudah saya siapkan ini Ingat:
Bukankah Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui? Bukankah Aku lebih dapat melihat apa yang kamu sembunyikan itu? Ya Tuhan, karena saya ingin mendapat nilai terbaik
Supaya dapat membanggakan diriku, kelurgaku dan juga yang lainnya
Izinkan saya mengahalalkan semua cara ini Ingat:
Bukankah yang memberikan nilai terbaik itu Aku? Dosen hanyalah sebagai perantara saja dariku? Jikalau kamu ingin mendapatkan kebahagian di dunia
Dan juga kebahagiaan di akhirat
Jangan pernah menghalalkan semua yang telah Aku haramkan Ingat:
Kebahagian di dunia itu hanya bersifat sementara bagimu Aku akan siapkan 99% lagi kebahagiaan untukmu kelak di akhirat
FAKULTAS HUKUM
Jalan Lengkong Besar Nomor 68 Bandung 40261 UJIAN AKHIR SEMESTER TAHUN AKADEMIK 2016/2017
MATA KULIAH : HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
HARI, TANGGAL : SELASA, 8 NOVEMBER 2016 KELAS/SEMESTER : A-B-C-D-E-F-G / V
WAKTU : 60 MENIT
DOSEN : TIM DOSEN
SIFAT UJIAN : CLOSE BOOK
Soal:
1. Hukum Administrasi Negara (HAN) menjadi salah satu cabang ilmu hukum yang mempelajari pelaksanaan atau bekerjanya suatu kekuasaan yang telah dilegitimasikan menjadi kewenangan dalam kekuasaan eksekutif (pemerintah) di suatu negara, sehingga banyak pendapat yang mengemukakan pengertian dari Hukum Administrasi Negara. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Jelaskan oleh Saudara:
a. Pengertian Hukum Administrasi Negara menurut beberapa pakar (1 orang pakar Indonesia dan 1 orang pakar asing)!
Jawaban:
1) Menurut Logeman bahwa hukum administrasi negara adalah seperangkat
norma-norma yang berhubungan dangan pejabat administrasi negara melakukan tugasnya dengan cara khusus.
2) Menurut Prajudi Atmosudirdjo bahwa hukum administarsi negara adalah hukum
mengenai operasi dan pengendalian dari kekuasaan-kekuasaan administrasi atau pengawasan terhadap penguasa-penguasa administrasi.
b. Kemukakan unsur-unsur dari Hukum Administrasi Negara!
Jawaban:
Unsur-unsur dalam Hukum Administrasi Negara, yaitu:
1) Hukum mengenai kekuasaan memerintah yang sekaligus dikaitkan dengan hukum mengenai peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pemerintahan atau dikenal dengan istilah keputusan dan kebijakan.
2) Hukum mengenai organisasi pemerintahan.
3) Hukum mengenai perlindungan hukum bagi rakyat.
c. Fungsi dari Hukum Administrasi Negara!
Jawaban:
Menurut Philipus M. Hadjon, ada tiga macam fungsi Hukum Administrasi Negara, yakni
fungsi normatif, fungsi instrumental, dan fungsi jaminan. Ketiga fungsi ini saling
berkaitan satu sama lain. Fungsi normatif yang menyangkut penormaan kekuasaan memerintah jelas berkaitan erat dengan fungsi instrumental yang menetapkan instrumen
yang digunakan oleh pemerintah untuk menggunakan kekuasaan memerintah dan pada
akhirnya norma pemerintahan dan instrumen pemerintahan yang digunakan harus
menjamin perlindungan hukum bagi rakyat. Adapun secara umum bahwa fungsi dari
Hukum Administrasi Negara, yaitu:
1) Mengatur hubungan-hubungan dalam masyarakat.
2) Mengkoordinasikan kepentingan-kepentingan dalam masyarakat.
3) Menjaga agar pelaksanaan administrasi negara berjalan sebagaimana mestinya. 4) Melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
2. Ada dua pendapat yang mengumakakan bahwa antara Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara ada perbedaan prinsipil dan ada pula yang mengemukakan tidak ada perbedaan yang prinsipil untuk HTN dan HAN.
a. Jelaskan ruang lingkup dari Hukum Administrasi Negara dan perbedaannya dengan Hukum Tata Negara!
Jawaban:
Menurut Prajudi Atmosudirdjo bahwa ada enam ruang lingkup yang dipelajari dalam Hukum Administrasi Negara yaitu:
1) Hukum tentang dasar-dasar dan prinsip-prinsip umum dari administrasi negara. 2) Hukum tentang organisasi negara.
3) Hukum tentang aktivitas-aktivitas dari administrasi negara, terutama yang bersifat
yuridis.
4) Hukum tentang sarana-sarana dari administrasi negara terutama mengenai
a) Hukum Administrasi Kepegawaian. b) Hukum Administrasi Keuangan. c) Hukum Administrasi Materiil.
d) Hukum Administrasi Perusahaan Negara. 6) Hukum tentang Peradilan Administrasi Negara.
Kemudian menurut Ni’matul Huda dalam bukunya yang berjudul Hukum Tata Negara Indonesia bahwa ruang lingkup Hukum Tata Negara yaitu:
1) Konstitusi sebagai hukum dasar beserta berbagi aspek mengenai perkembangan dalam sejarah kenegaraan yang bersangkutan.
2) Pola-pola dasar ketatanegaraan yang dianut dijadikan acuan bagi pengorganisasian institusi.
3) Stuktur kelembagaan negara dan mekanisme hubungan antar organ kelembagaan
negara.
4) Prinsip-prinsip kewarganegaraan dan hubungan antar negara dengan warga negara beserta hak-hak dan kewajiban manusia.
b. Sebut dan jelaskan asas-asas Hukum Administrasi Negara!
Jawaban:
Menurut Prajudi Atmosudirdjo dalam bukunya yang berujdul Hukum Administrasi Negara bahwa asas-asas Hukum Administrasi Negara, yaitu:
1) Asas yuridiktas (rechtmatigheid), yakni bahwa tindakan pejabat administrasi negara
tidak boleh melanggar hukum.
2) Asas legalitas (wetmatigdeid), yaitu bahwa setiap tindakan pejabat administrasi
negara harus ada dasar hukumnya.
3) Asas diskresi (freis ermessen), yaitu kebebasan dari pejabat administrasi negara
untuk mengambil keputusan berdasarkan pendapatnya sendiri namun tidak bertentangan dengan asas legalitas.
3. Istilah “Beschikking” diterjemahkan oleh para ahli hukum ke dalam Bahasa Indonesia sebagai
keputusan dan Ketetapan sebagai sebuah Perbuatan atau Tindakan Administrasi
Negara/Pemerintah. Jelaskan oleh Saudara mengenai:
a. Apakah yang dimaksud dengan Perbuatan atau Tindakan Administrasi Negara/Pemerintah?
Jawaban:
Perbuatan atau Tindakan Administrasi Negara/Pemerintah merupakan tindakan hukum yang dilakukan oleh penguasa dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Menurut Romijen, perbuatan atau tindakan administrasi negara/pemerintah yang merupakan “bestuur
handling“ yaitu tiap-tiap dari alat perlengkapan pemerintah. Menurut Van Vallen
Hoven, perbuatan atau tindakan administrasi negara/pemerintah merupakan tindakan secara spontan atas inisiatif sendiri dalam menghadapi keadaan dan keperluan yang timbul tanpa menunggu perintah atasan, dan atas tanggung jawab sendiri demi kepentingan umum.
b. Apa yang dimaksud dengan perbedaan istilah Keputusan dan Ketetapan?
Jawaban:
Menurut Jimly Asshdiqqie dalam bukunya yang berjudul Hukum Acara Pengujian Undang-undang bahwa istilah “keputusan” dapat diartikan secara luas dan sempit. Istilah
“keputusan” yang luas, di dalamnya terkandung juga pengertian “peraturan/regels”, “keputusan/beschikkings” dan “tetapan/vonnis”, sedangkan, dalam istilah “keputusan” dalam arti yang sempit, berarti adalah suatu hasil kegiatan penetapan atau pengambilan keputusan administratif (beschikkings). Kemudian ketetapan (regeling) selalu bersifat
umum dan abstrak (general and abstract). Yang dimaksud bersifat general and abstract, yaitu keberlakuannya ditujukan kepada siapa saja yang dikenai perumusan kaidah umum.
Keputusan (beschikking) Ketetapan (regeling)
Selalu bersifat individual and concrete Selalu bersifat general and abstract Pengujiannya melalui gugatan di
peradilan tata usaha negara.
Pengujiannya untuk peraturan di bawah undang-undang (judicial review) ke Mahkamah Agung, sedangkan untuk undang-undang diuji ke Mahkamah Konstitusi
Bersifat sekali-selesai (enmahlig) Selalu berlaku terus-menerus (dauerhaftig)
c. Kemukakan pengertian dari Beschikking / Ketetapan itu!
Jawaban:
Beschikking menurut Guru Besar Hukum Tata Negara UGM, Prof. Muchsan adalah penetapan tertulis yang diproduksi oleh Pejabat Tata Usaha Negara,
mendasarkan diri pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, bersifat konkret, individual dan final. Jika kita melihat definisi tersebut, maka terdapat 4 (empat)
unsur Keputusan Tata Usaha Negara, yaitu: 1) penetapan tertulis;
3) mendasarkan diri kepada peraturan perundang-undangan; 4) memiliki 3 (tiga) sifat tertentu (konkret, individual dan final).
d. Kemukakan unsur-unsur, syarat, dan macam sebuah beschikking!
Jawaban:
Menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dapat dirumuskan unsur-unsur keputusan sebagai berikut, yaitu:
1) penetapan tersebut tertulis dan dikeluarkan oleh badan atau Pejabat Tata Usaha
Negara;
2) berisi tindakan hukum dalam bidang Tata Usaha Negara; 3) berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; 4) bersifat konkrit, individual, dan final;
5) serta menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Kemudian menurut Prajudi Atmosudirdjo dalam bukunya yang berujdul Hukum Administrasi Negara bahwa syarat ketetapan ini mencakup syarat material dan syarat formal. 1) Syarat-syarat Material
a) Organ pemerintahan yang membuat ketetapan harus berwenang.
b) Karena ketetapan suatu pernyataan kehendak, ketetapan tidak boleh mengandung
kekurangan-kekurangan yuridis, seperti penipuan, paksaan, atau suap.
c) Ketetapan harus berdasarkan suatu keadaan (situasi) tertentu.
d) Ketetapan harus dilaksanakan dan tanpa melanggar peraturan-peraturan lain, serta isi dan tujuan ketetapan itu harus sesuai isi dan tujuan peraturan dasarnya. 2) Syarat Formal
a) Syarat-syarat yang ditentukan berhubungan dengan persiapan dibuatnya ketetapan dan berhubungan dengan cara dibuatnya ketetapan harus dipenuhi.
b) Ketetapan harus diberi bentuk yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dikeluarkannya ketetapan itu.
c) Syarat-syarat berhubungan dengan pelaksanaan ketetapan itu harus dipenuhi. d) Jangka waktu harus ditentukan antara timbulnya hal-hal yang menyebabkan