PERANCANGAN INTERIOR PADA
CHEZLELY CULINARY SCHOOL
An Seul Gi
Binus University, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27 Kemanggisan / Palmerah
Jakarta Barat 11530, +6221 534 5830/ +6221 530 0244, [email protected]
ABSTRACT
The importance of food is that it needs to be processed to fulfill the human nourishment. So at a time technique in the culinary world is not so much needed to provide a nutritious meal. But as time grew and so does lifestyle, culinary has grown a technical process that demands to be studied and becomes an important education.
The presence of a culinary school is proof of how an education of culinary is highly needed. So it is needed to provide a special place dedicated to create an educational environment for culinary studies. In interior designing, it connects to design the desirable need to a learning environment that could accommodate the increase performance of its students by method as well as psychological emotions. This design will try and study how interior environment can affect its students to help perform a better culinary learning ambient.
Keywords : Interior design, Cooking School, Bandung, Focus, etc.
ABSTRAK
Pentingnya aktifitas makan adalah karena makanan harus diolah untuk menyesuaikan atau memenuhi kebutuhan gizi manusia, sehingga tidak perlu tekhnik dalam memasak untuk menghasilkan makanan yang bermanfaat bagi kebutuhan tersebut. Hal ini membuat pengetahuan mengenai tekhnik olah makanan harus dipelajari dan menjadi satu bagian keilmuan.
Keberadaan sekolah masak menjadi satu bukti bahwa pelajaran atau pendidikan memasak sangat dibutuhkan. Sehingga diperlukannya sarana dan prasarana khusus untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Dalam kaitannya dengan desain interior diperlukan perancangan ruang belajar mengajar yang dapat mengakomodir peningkatan performa murid-murid didalamnya baik secara metode maupun emosional psikologi.
Perancangan ini akan mencoba mempelajari bagaimana interior dapat mempengaruhi performa aktifitas belajar memasak menjadi lebih baik.
PENDAHULUAN
Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup untuk bertahan dan hidup. Tanpa makanan, manusia tidak dapat bertahan karena manusia menempati urutan teratas dalam rantai makanan. Pada mulanya manusia hanya melihat makanan sebagai pengisi perut saja untuk bertahan hidup. Namun seiring dengan berjalannya waktu, makanan berubah dari hanya sekedar pengisi perut menjadi sebuah kegiatan yang mengundang selera. Teknik memasak juga semakin berkembang dari waktu ke waktu. Sekarang makanan tidak hanya dilihat dari faktor mengenyangkan perut saja namun dari enak secara visual dan rasa. Sama seperti hal lainnya, makanan pun memiliki standar dalam menyimpan, mengolah, memasak dan menyajikan bahan makanan.
Persaingan menjadi hal yang wajar dalam dunia bisnis. Untuk itu dibutuhkan suatu wadah yang mampu mengembangkan sumber daya menusia agar kuliner bisa bertahan dan dikembangkan lagi. Perkembangan kuliner di Indonesia sendiri memberi dampak positif dalam setiap lapisan masyarakat, tidak dibatasi oleh gender dan ras. Kuliner memiliki potensi yang besar untuk terus diolah dan dikembangkan.
Tema kuliner akan direalisasikan dalam bentuk sebuah sekolah tinggi yang mengajarkan seni memasak yang berstandar internasional dalam segi akademis dan fasilitas.
Suatu sekolah kuliner dapat dikatakan bertaraf internasional apabila memiliki fasilitas yang lengkap, memiliki sirkulasi ruang yang baik dan sesuai dengan stadar ergonomi tubuh manusia.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian, perencanaan dan perancangan yang berjudul “PERANCANGAN INTERIOR PADA CHEZLELY CULINARY SCHOOL”, dimana penelitian ini bertujuan untuk mengolah konsep desain interior sekolah masak yang belum mencapai standar menjadi suatu yang memiliki standar yang cukup. Dengan konsep perencanaan dan perancangan ini dapat disimpulkan apakah desain telah memenuhi standar sebaiknya.
Rumusan Masalah
• Tema dan konsep desain apa yang mampu mendukung sekolah masak?
• Fasilitas apa saja yang harus ada pada sebuah sekolah bertaraf internasional? • Layout studio masak yang seperti apa yang mampu mendukung kinerja user? • Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah studio masak?
Tujuan Penelitian
• Menetukan tema dan konsep yang sesuai dan mampu mendukung kinerja user yang bersekolah mask tersebut.
• Menentukan fasilitas apa saja yang harus ada pada sebuah sekolah bertaraf internasional. • Menentukan layout yang efisien dan mampu mendukung kinerja user di dalamnya.
• Merancang Sekolah masak dengan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan user dalam beraktifitas di dalam ruangan.
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini metode yang akan digunakan adalah penelitian kualitatif dimana pertama-tama penulis melakukan survey lapangan terhadap tiga sekolah masak yang dipilih yaitu Lifestyle Studio yang terletak di Pondok Indah, Tristar yang terletak di Surabaya, dan Chezlely Culinary School di Lebak Bulus. Survey Lapangan mencakup pengambilan data-data berupa foto-foto fasilitas, struktur organisasi dan data lain-lainnya.
Sumber : An Seul Gi, 2013
Data-data yang telah diperoleh kemudian di analisa dan dibandingkan. Selain survey lapangan, penulis juga melakukan wawancara terhadap staff, chef dan murid untuk mencari lebih dalam bagaimana penghuni-penghuni sebuah sekolah masak. Setelah itu Penulis melakukan observasi dimana disini data yang diperloeh berguna untuk melihat kegiatan murid, chef dan staf sepanjang hari. Dari data tersebut dapat dianalisa dan diolah untuk memperoleh data aktifitas fasilitas penghuni, sehingga program kebutuhan ruang dapat dilaksanakan.
Penulis juga melakukan studi literature untuk dapat memahami secara mendalam perihal yang berhubungan dengan sekolah masak. Mulai dari jenis, fungsi, sistem dan semua hal yang berhubungan dengan sekolah masak yang dapat membantu dalam perancangan interior Chezlely Culinary School dari sumber-sumber yang tersedia seperti buku refrensi, jurnal, internet atau brosur.
HASIL DAN BAHASAN
Penulis melakukan konsep berpikir mind mapping yang menjabarkan Chezlely Culinary School kemudian mengambil satu dari jabaran itu untuk dikembangkan dan di kaitkan dengan perencanaan dan perancangan desain.
Sumber : An Seul Gi, 2013
Penulis mengambil ide konsep dari kebutuhan dan keprofesionalitas dari Chezlely Culinary School yaitu fokus dan bersih. Fokus kemudian di impelemtasikan kedalam desain melalui penggunaan warna, citra, ambience, material dan lain sebagainya.
Sumber : An Seul Gi, 2013
CHEZLELY IMAGE CITRA RUANG • STANDAR • PROFESIONAL • INSPIRASI FUNCTIONAL DIKEMBANGKAN SEKOLAH MASAK • PERKEMBANGAN JAMAN • TUNTUTAN MASY. SECARA TIDAK LANSUNG • KEBUTUHAN KULTURAL • WESTERNASI BISNIS RESTORAN LINGKUNGAN •FOKUS & SERIUS UNTUK BELAJAR MEMASAK SECARA PROFESIONAL RUANG ORGANISASI DAN SIRKULASI YANG LEBIH SESUAI BERBASIS LE CORDON BLEU BENTUK DAN WARNA AMBIENCE KEKURANGAN •SIRKULASI •TIDAK RAPIH •KURANG BERSIH MATERIAL •ALUMUNIUM •STAINLESS STEEL •KERAMIK MUDAH DIBERSIHKAN DAN TIDAK MENYIMPAN DEBU WARNA • MERAH • HITAM • PUTIH • COKLAT EMAS BENTUK •KOTAK •KAKU EROPA FOKUS DAN BERSIH BERSIH & RAPIH
Warna yang digunakan tidak hanya dari warna logo Chezlely Culinary School, tetapi menurut studi warna, warna merah berkesan fokus, semangat, gairah dan cinta. Warna putih berkesan putih dan murni. Warna coklat berkesan natural. Warna hitam berkesan tegas dan maskulin. Warna emas memberikan kesan eksklusif dan elegan. Warna merah tidak hanya untuk warna aksen tetapi merah bermaksud untuk menitik fokuskan ruangan dan memberikan peringatan atau kesadaran akan bahaya dapat terjadi dalam ruang masak. Berikut adalah hasil yang diterapkan.
Sumber : An Seul Gi, 2013
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Semakin besarnya keinginan masyarakat untuk belajar kuliner dalam berbagai kultur, semakin banyaknya penyalur edukasi yang didirikan. Sekolah masak berdiri dengan target pasar yang berbeda-beda. Sehingga terbentuk dari suasana interior yang diciptakan.
Beberapa sekolah masak memiliki elemen interior yang berkesan homey. Kebanyakan sekolah masak seperti itu menargetkan ibu rumah tangga yang sekedar memiliki hobi memasak. Mengutamakan kenyamanan layaknya dapur rumah dan unsur dekoratif tinggi dengan berbagai perlengkapan dapur yang memanjakan mata dapat mengganggu konsentrasi pembelajaran. Karena dalam dunia kuliner persisi dan detail sangat penting untuk mencapai cita rasa yang sesuai.
Maka dari itu timbullah ide untuk menciptakan lingkungan memasak yang fokus dan bersih untuk mengutamakan keseriusan murid-murid dari Chezlely Culinary School. Penerapan desain pada elemen-elemen interior melalui tata ruang dengan menitik beratkan fokus ruang pada satu sisi dan menjaga keseimbangan furnitur. Penggunaan warna cerah juga ditujukan untuk memberikan semangat dan gairah memasak untuk murid-murid Chezlely Culinary School.
Saran
Perancangan Interior Chezlely Culinary School diharapkan dapat memberikan alternatif perancangan sekolah masak kepada rekan-rekan desainer yang memiliki keinginan untuk merancang sekolah masak dengan mempertimbangkan keamanan, detail kuliner, situasi masyarakat dan target yang ingin dicapai. Diharapkan perancangan interior ini dapat memberikan jawaban atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam mendesain sebuah sekolah masak.
REFERENSI
Budi Wahyono. Fasilitas Belajar. Diperoleh tanggal 9 Oktober 2013 dari
http://www.pendidikanekonomi.com/2013/01/fasilitas-belajar.html.
Frances E. Ruffin (2004). Kitchen Smarts: Food Safety and Kitchen Equipment. New
York : The Rosen Publishing Group.
Jare Cary (1983). Building Your Own Kitchen Cabinets: Layout, Materials,
Construction, Installation. Taunton Press.
Julius Panero,AIA, ASID and Martin Zelnik, AIA, ASID (1979). Human Dimension,
U.S.A : an imprint of Watson-Guptill Publications.
RIWAYAT PENULIS
An Seul Gi lahir di Korea Selatan, Seoul pada 25 Januari 1991. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Binus University dalam bidang ilmu desain interior. Khususnya dibidang hospitality and commercial pada tahun 2014.