BAB I PENDAHULUAN. Bab ini membahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah,

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Bab ini membahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, lingkup penelitian, dan sistematika penulisan.

1.1. Latar Belakang

Kurang kondusifnya lingkungan usaha memiliki peranan yang sangat besar terhadap penurunan daya saing ekonomi suatu negara. Menurut data yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF), daya saing Indonesia pada tahun 2015 berada di peringkat 37, turun tiga peringkat dari tahun 2014 (Supriadi, 2015).

Di ASEAN sendiri daya saing Indonesia kalah dari tiga negara, yakni Singapura (peringkat 2), Malaysia (peringkat 18), dan Thailand (34). Turunnya daya saing tersebut merupakan akibat dari berbagai faktor. WEF mendefinisikan daya saing sebagai serangkaian institusi, kebijakan, dan faktor-faktor yang menentukan level produktivitas sebuah negara tidak terkecuali produktivitas produksi dari suatu industri.

Menurut tolok ukur WEF (Bappenas, 2015) terdapat lima faktor penting yang menonjol terhadap daya saing suatu negara, yang terdiri dari tiga faktor pada tataran makro, yakni tidak kondusifnya kondisi ekonomi makro, buruknya kualitas kelembagaan publik dalam menjalankan fungsinya sebagai fasilitator, dan pusat pelayanan serta lemahnya kebijakan pengembangan teknologi dalam memfasilitasi kebutuhan peningkatan produktivitas. Sedangkan dua faktor lainnya berada pada

(2)

2 tataran mikro yakni rendahnya efisiensi usaha pada tingkat operasionalisasi perusahaan dan lemahnya iklim persaingan usaha.

Sektor industri manufaktur (pengolahan) merupakan salah satu motor bagi pertumbuhan ekonomi, maka dari itu secara tidak langsung peningkatan produktivitas serta efisiensi operasionalisasi di industri ini menjadi hal yang penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Industri manufaktur juga mempunyai peranan terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam negeri. Kontribusi sektor manufaktur suatu negara terhadap perekonomiannya harus mencapai sekitar 40 persen (McKinsey, 2012), berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2014, kontribusi industri manufaktur terhadap PDB sebesar 21,02% (Tabel 1.1).

Tabel 1.1 Pertumbuhan (y-on-y) PDB Industri Manufaktur Tanpa Migas dan Kontribusinya Terhadap PDB Nasional atas Dasar Harga Konstan (%)

Uraian 2011 2012 2013 2014 PDB Nasional 6,17 6,03 5,58 5,02 PDB Industri Pengolahan 6,26 5,62 4,49 4,63 Kontribusi Industri Pengolahan 21,76 21,45 20,98 21,02 Sumber: Laporan BPS 2015

Salah satu sektor industri manufaktur yang ada di Indonesia adalah pengecoran logam. Sebagaimana jenis perusahaan yang berkecimpung pada industri manufaktur pada umumnya, perusahaan pengecoran logam juga melakukan kegiatan pengolahan dan pembelian bahan baku untuk kemudian dijadikan barang setengah jadi atau menjadi barang jadi dengan menggunakan mesin, sumber daya manusia, dan peralatan. Adapun kegiatan pengolahan ini juga kita kenal dengan proses produksi.

(3)

3 Heizer dan Render (2014) mengklasifikasikan empat jenis strategi dalam proses produksi yaitu process focus (job shop), repetitive focus, product focus, dan mass customization focus. Process focus merupakan suatu proses yang fasilitas produksinya ditempatkan di sekitar kegiatan proses untuk memfasilitasi produksi yang bervolume rendah dengan berbagai macam jenis produk. Repetitive focus merupakan proses yang berorientasi pada produk yang menggunakan modul-modul. Product focus merupakan suatu proses yang fasilitas produksinya ditempatkan di sekitar produk serta mempunyai volume produksi yang besar, sedangkan mass customization merupakan suatu strategi yang mengedepankan strategi produksi yang berbiaya rendah.

Industri pengecoran logam sendiri termasuk dalam industri yang perusahaannya mengimplementasikan startegi process focus (job shop). Pengecoran logam adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan ke dalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat (Abdulah, 2008).

Salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan pengecoran logam adalah tuntutan untuk selalu dapat memproduksi dan mengembangkan variasi atas produknya. Hal ini juga merupakan karakteristik dari perusahaan manufaktur yang mengedepankan strategi proses fokus. Proses fokus itu sendiri mempunyai karakteristik utama, yaitu selain variasi atas produk yang beragam juga jumlah produksi yang relatif rendah atau sedikit sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri buat pelaku usaha di industri pengolahan logam untuk menyediakan atau memenuhi permintaan konsumen.

(4)

4 Perusahaan pengecoran logam termasuk perusahaan yang berjenis make-to-order, sehingga produk yang dibuat merupakan produk yang berdasarkan pesanan oleh konsumen. Saat ini konsumen meminta agar barang pesanan mereka dapat segera diterima. Ketidakpastian untuk memenuhi permintaan pasar yang cenderung fluktuatif dan spesifikasi produk yang variatif tetapi dipesan dalam jumlah yang sedikit menyebabkan peningkatan jumlah proses setup pada mesin ikut meningkat.

Proses setup ini sendiri berlangsung pada saat aktivitas changeover terjadi, yakni proses pada saat pergantian produk dari produk terakhir (produk A) yang diproduksi sampai produk pertama dari jenis lain (produk B), untuk memproduksi produk B dibutuhkan penyesuaian terhadap mesin agar dapat mengolah produk tersebut. Pada umumnya proses setup ini sendiri merupakan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah pada suatu produk sehingga total waktu yang dibutuhkan dalam proses setup harus bisa sesingkat mungkin dengan meminimalkan total waktu dari proses setup.

PT. Sinar Semesta (Lampiran 1) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri manufaktur yakni pengolahan atau pengecoran logam dan permesinan yang berlokasi di Klaten. PT. Sinar Semesta juga melakukan proses setup terhadap mesin yang dimiliki agar dapat melakukan produksi sesuai dengan pesanan konsumennya. Proses setup sendiri terdapat di bagian permesinan seperti mesin bubut dan mesin CNC untuk pembuatan pola. Perusahaan agar dapat lebih fleksibel didalam memenuhi permintaan konsumennya, maka waktu proses setup harus dikurangi, sehingga segala aktivitas yang mengandung waste (pemborosan) harus dihilangkan atau dikurangi hingga level terendah.

(5)

5 Metode yang dapat digunakan untuk meminimalkan waste dengan biaya yang tergolong rendah adalah dengan menggunakan Lean Manufacturing. Pengimplementasian metode Lean Manufacturing ini diharapkan dapat mengurangi waktu siklus dan arus proses, sehingga dapat meningkatkan fleksibilitas produksi dan efisiensi, serta meningkatkan produktivitas yang lebih baik agar dapat meningkatkan kepuasan konsumen.

Metode Lean Manufacturing mempunyai berbagai macam tools yang dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Adapun tool atau salah satu teknik dalam Lean Manufacturing yang dapat digunakan untuk mengurangi waktu setup adalah dengan menggunakan Single Minutes Exchange of Dies (SMED). Implementasi dari teknik SMED ini sendiri akan diterapkan pada perusahaan PT. Sinar Semesta, khususnya di bagian permesinan yakni pada salah satu mesin bubut manual yang dimiliki perusahaan. Dengan diimplementasikannya teknik SMED dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan fleksibilitas produksinya, sehingga akhirnya dapat memenuhi permintaan pelanggan yang beragam dengan cepat.

1.2. Rumusan Masalah

Permintaan yang begitu beragam jenisnya dari konsumen, namun pemesanan dalam jumlah yang sedikit, disertai dengan tuntutan waktu pemenuhan permintaan tersebut yang cepat, sehingga sulit untuk dipenuhi oleh perusahaan merupakan masalah utama di PT. Sinar Semesta. Selain itu juga, PT. Sinar Semesta dituntut untuk lebih dapat fleksibel dalam melakukan produksinya, khususnya di bagian mesin bubut. Tidak fleksibelnya proses setup mesin bubut dikarenakan

(6)

6 waktu setup mesin yang relatif tinggi dapat berakibat pada rendahnya produktivitas, dimana mesin tidak digunakan untuk berproduksi selama proses setup berlangsung.

Pada dasarnya konsumen hanya akan membayar apa yang menurut mereka bernilai tambah dan memberikan keuntungan bagi mereka. Proses setup sendiri merupakan waste dan tidak bernilai tambah di mata konsumen, maka dari itu waktu setup sebisa mungkin harus dikurangi atau diminimalkan, sehingga perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi total waktu produksi agar dapat menyelesaikan pesanan konsumen dengan tepat waktu. Berdasarkan hal tersebut, maka yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana memperbaiki proses setup saat ini agar dapat menekan waktu proses setup mesin sehingga dapat meningkatkan fleksibilitas produksi mesin bubut.

1.3. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dijelaskan, maka terdapat pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1) Bagaimanakah proses setup yang dilakukan oleh operator di PT. Sinar Semesta saat ini?

2) Apakah proses dan total waktu setup yang dilakukan saat ini di PT. Sinar Semesta sudah efektif dan terbebas dari aktivitas yang tidak bernilai tambah?

3) Bagaimana cara melakukan perbaikan terhadap proses setup mesin bubut, sehingga dapat berpengaruh terhadap fleksibilitas dalam melakukan produksi?

(7)

7 1.4. Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya yang berupa upaya untuk meningkatkan kecepatan waktu proses setup yang dilakukan oleh perusahaan. Selain tujuan umum, tujuan penelitian ini adalah:

1) Melakukan identifikasi terhadap proses setup yang saat ini dilakukan oleh PT. Sinar Semesta.

2) Melakukan identifikasi terhadap aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah pada proses setup beserta waktunya, sehingga dapat mengetahui keefektifan proses setup saat ini.

3) Melakukan perbaikan pada proses setup untuk mengurangi total waktu setup yang dibutuhkan sehingga dapat lebih fleksibel dalam melakukan pergantian produksi dari produk yang satu ke produk yang lainnya.

1.5. Manfaat Penelitian

Penelitian yang dilakukan pada proses setup di PT. Sinar Semesta diharapkan dapat bermanfaat untuk berbagai pihak, antara lain:

1) Bagi Peneliti

Penelitian ini dapat bermanfaat bagi peneliti untuk mengaplikasikan ilmu mengenai Lean Manufacturing yang telah didapatkan selama masa perkuliahan, khususnya di perkuliahan Strategic Operations Management. 2) Bagi Akademisi

Penelitian ini dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai referensi dalam penelitian selanjutnya terkait proses setup.

(8)

8 3) Bagi Perusahaan

Penelitian ini dapat memberikan masukan terhadap manajemen bagaimana cara untuk meningkatkan produktivitas dengan meningkatkan fleksibilitas produksi yang didapatkan dari mengurangi total waktu dari proses setup pada mesin bubut.

1.6. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian pada proses setup tersebut memiliki ruang lingkup penelitian, sebagai berikut:

1) Penelitian ini dilakukan di PT. Sinar Semesta.

2) Penelitian ini dilakukan pada salah satu proses setup mesin bubut yang ada di PT. Sinar Semesta.

3) Penelitian ini hanya sebatas pada aktivitas yang dilakukan oleh operator dan tidak melakukan pergantian pada perkakas yang dibutuhkan pada proses setup.

1.7. Susunan Penelitian

Penulisan penelitian ini secara sistematika telah diatur dan disusun dalam lima bab, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan susunan penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi tentang penjelasan landasan konseptual yang akan dijadikan sebagai dasar penelitian yang mencakup uraian mengenai teori dan konsep yang

(9)

9 berhubungan dengan permasalahan dan pengolahan data dalam penelitian sehingga dapat ditemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi perusahaan.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini berisi tentang penjelasan mengenai metode penelitian yang menggambarkan sebuah prosedur atau tahapan yang sistematis untuk memandu dalam proses penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi tentang analisa dan evaluasi hasil dari pengolahan data yang bertujuan untuk memperbaiki proses setup, sehingga diharapkan dapat mengurangi total waktu yang dibutuhkan pada saat proses setup dilakukan di PT. Sinar Semesta. BAB V PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan, keterbatasan yang dihadapi peneliti, serta implikasi manajerial sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk mengimplementasikan penelitian ini di perusahaan.

Figur

Tabel 1.1  Pertumbuhan  (y-on-y)  PDB  Industri  Manufaktur  Tanpa  Migas  dan  Kontribusinya  Terhadap  PDB  Nasional  atas  Dasar  Harga  Konstan (%)

Tabel 1.1

Pertumbuhan (y-on-y) PDB Industri Manufaktur Tanpa Migas dan Kontribusinya Terhadap PDB Nasional atas Dasar Harga Konstan (%) p.2

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :