i
PERAN SERIKAT PEKERJA DI KOTA SALATIGA
Oleh: DEA OLIVIA NIM : 212010013
KERTAS KERJA
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian dari
Persyaratan-persyaratan untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
FAKULTAS : EKONOMIKA DAN BISNIS
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA 2016
vi MOTTO
Education is the most powerful weapon which you can use to change the world (Nelson Mandela)
PERSEMBAHAN
Karya tulisku ini kupersembahkan untuk Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua orang tua, anakku, keluarga besarku, teman-teman satu angkatan yang senatiasa memberikan kontribusi terbesar dalam hiduk baik doa, kasih saying, dorongan serta
vii ABSTRACT
The role of unions as a means of creating harmonious industrial relations, dynamic, and justice in accordance with the legislation in force. The purpose of the formation of unions in each company to provide protection, to listen to the aspirations, to defend the rights and interests of the workers to get decent welfare. With the unions, workers feel protected from facing industrial disputes between employers and workers. The aim of research to determine the role of unions in Salatiga. This type of research is qualitative. Data used primary data. The unit of analysis of this research is the role of trade unions in Salatiga while the unit of observation is the leadership and union officers (SPN and SSPI). Using quantitative descriptive analysis techniques. The results showed a major role both union SPSI or SPN is the receiver and channeling all the aspirations and demands of the fight for the rights and interests of its members so that it will create prosperity both members and employees are not unionized. The steps taken is by a discussion with the company in fighting the increase in MSE, a dialogue with the mayor, the council and the government to the aspirations of the workers can be realized.
viii SARIPATI
Peran serikat pekerja sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan terbentuknya serikat pekerja di setiap perusahaan untuk memberikan perlindungan, mendengarkan aspirasi, membela hak dan kepentingan para pekerja untuk mendapatkan kesejahteraan secara layak. Dengan adanya serikat pekerja, pekerja merasa terlindungi dari perselisihan industrial yang dihadapi antara perusahaan dan pekerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran serikat pekerja di kota Salatiga. Jenis penelitian bersifat kualitatif. Jenis data yang digunakan data primer. Unit analisa penelitian ini adalah peran serikat pekerja di Salatiga sedangkan unit amatan adalah pimpinan dan pengurus serikat pekerja (SPN dan SSPI). Teknik analisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan peran utama serikat pekerja baik SPSI maupun SPN adalah penerima dan penyalur semua aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya sehingga akan menciptakan kesejahteraan baik anggota maupun karyawan yang belum tergabung dalam serikat pekerja. Adapun langkah yang ditempuh adalah dengan diskusi dengan perusahaan dalam memperjuangkan peningkatan UMK, mengadakan dialog dengan walikota, DPRD dan pemerintah agar aspirasi dari pekerja dapat terealisasikan.
ix
KATA PENGANTAR
Seiring dengan kemajuan industri para pelaku bisnis mulai bersaing mendirikan usaha dalam membentuk suatu perusahaan yang mampu memproduksi barang yang berkualitas. Dalam hubungan industrial terdapat para pelaku produksi yaitu pengusaha sebagai pemilik /gabungan pengusaha yang menanamkan modal di suatu perusahaan yang memperkerjakan para pekerja untuk melakukan proses produksi yang menghasilkan barang atau jasa bagi perusahaan dengan menerima upah /imbalan jasa atas hasil yang dikerjakan. Selain itu pemerintah memiliki peran penting dalam membuat keputusan dan aturan untuk para pelaku produksi selama terjadinya hubungan kerja. Penulis berharap, kiranya penelitian sederhana ini bermanfaat bagi pembaca umum dan pihak-pihak yang bersangkutan khususnya, maupun peneliti lain. Penulis menyadari bahwa dalam kertas kerja ini masih terdapat kekurangan, untuk itu segala kritik dan saran sangat penulis hargai dengan suka cita, karena semuanya akan menyempurnakan karya ini dan berguna untuk penelitian lanjut dalam topik yang sama.
.
Salatiga, Januari 2015
x
UCAPAN TERIMAKASIH
Dengan segenap hati penulis mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan segala berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak akan berhasil tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan setulus hati penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak Christantius Dwiatmaja, SE, ME , PhD, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana.
2. Ibu Rosaly Franksiska, SE, MBA, selaku Pembimbing Skripsi yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan dab pengarahan dalam penyusunan skripsi ini.
3. Ibu Roos Kities A., SE, MBA,PhD, selaku Kaprogdi Jurusan Manajemen. 4. Bapak Arief Widodo, SE, MM,selaku Wali studi yang juga memberikan
kesempatan kepada penulis.
5. Semua bapak dan ibu dosen Fakultas Ekonomi Program Manajemen UKSW yang telah mentransfer ilmu kepada penulis serta terima kasih atas semua petunjuk dan bimbingannya.
6. Segenap staf tata usaha Fakultas Ekonomi yang telah dengan sabar memberikan pelayanan kepada penulis selama penulis menempuh kuliah. 7. Ucapan terima kasih yang tiada akhir, buat papah yang saat ini sudah berada
disurga bersama Tuhan Yesus dan mamah yang saat ini setia menemani berkat doa dan kasih sayang merekalah yang selalu membangkitkan harapan penulis, sehingga mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini.
8. Anakku Terkasih Xavier Jordy yang selalu menjadi pendukung dan memberikan semangat kepadaku dalam mengerjakan skripsi ini.
9. Kakakku dan adikku tercinta beserta keluarga besarku yang telah memberikan doa dan semangat yang tiada henti saat mengerjakan skripsi.
xi
10. Teman-teman di Salatiga dan di Jakarta yang terus memberikan semangat dan doa.
11. Teman-teman seangkatan yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu terima kasih atas segala kebersamaan dan kegembiraan yang terjalin selama kuliah di FE.
12. Kepada pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu penulis dalam meneyelsaikan skripsi ini.
xii DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Pernyataan Tidak Plagiat ... ii
Persetujuan Akses ... iii
Halaman Persetujuan/Pengesahan ... iv
Pernyataan Keaslian Karya Tulis Kertas Kerja ... v
Motto ... vi
Abstract ... vii
Saripati ... viii
Kata Pengantar ... ix
Ucapan Terima Kasih ... x
Daftar Isi... xii
PENDAHULUAN ... 1
Latar Belakang Penelitian ... 1
TINJAUAN TEORITIS Hubungan Industrial ... 4
Serikat Pekerja ... 5
Peran Serikat Pekerja ... 6
Partisipasi Dalam Serikat Pekerja ... 7
xiii METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian ... 10
Jenis Data ... 10
Unit Analisis dan Unit Pengamatan ... 10
Metode Pengumpulan Data ... 10
Teknik Analisis dan Langkah Analisis ... 11
HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Responden dan Nara Sumber ... 12
Peran Serikat Pekerja ... 12
Pembahasan ... 17
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ... 20
1 PENDAHULUAN
Seiring dengan kemajuan industri para pelaku bisnis mulai bersaing mendirikan usaha dalam membentuk suatu perusahaan yang mampu memproduksi barang yang berkualitas. Dalam hubungan industrial terdapat para pelaku produksi yaitu pengusaha sebagai pemilik /gabungan pengusaha yang menanamkan modal di suatu perusahaan yang memperkerjakan para pekerja untuk melakukan proses produksi yang menghasilkan barang atau jasa bagi perusahaan dengan menerima upah /imbalan jasa atas hasil yang dikerjakan. Selain itu pemerintah memiliki peran penting dalam membuat keputusan dan aturan untuk para pelaku produksi selama terjadinya hubungan kerja.
Dalam hubungan industrial terdapat peraturan hukum yang mengatur sesuai dengan Pasal 1 Angka 1 UUK, tentang ketenagakerjaan segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja (pekerja) pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja. Hal seperti ini tentunya akan membuat hubungan kerja yang terjadi antara pihak pengusaha dan pekerja lebih bertanggung jawab dalam melakukan tugas dan kewajiban yang telah disepakati sesuai dengan perjanjian kerja yang telah dibuat sebelum memulai suatu hubungan kerja. Hingga saat ini banyak sekali permasalahan perselisihan hubungan industrial yang terjadi antara pihak pengusaha dan pekerja. Penyebab Permasalahan yang terjadi di dalam hubungan industrial yaitu adanya perbedaan pendapat antara pekerja dan pengusaha.
Lemahnya posisi para pekerja karna tidak mengetahui aturan hukum ketenagakerjaan dan tidak memiliki kekuatan hukum dalam menyampaikan pendapat membuat pihak perusahaan secara mudah melanggar hak-hak yang dimiliki pekerja kasus ini terjadi di perusahaan PT. Ami Jaya Mandiri Semarang (http://m.kompas.com), PT. Pranata Surya Mandiri Jombang, PT. Isa Mandiri Line Surabaya, PT. SK Food Sidoarjo, PT. Multi Anugerah Lestari Sidoarjo, Pabrik Gula Jatirojo Lumajang, PT. Karya Mitra Budi Santosa Semarang, serta perusahaan milik negara diantaranya PT KAI (Outsourcing) di Jawa Timur, PT Perhutani
2
(Outsourcing) di Jawa Timur, PT. Telkom (Outsourcing) Surabaya, PT PLN (Outsourcing) di Jawa Timur (http://Surabaya.bisnis.com).
Dalam UU No. 21 Tahun 2003 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh ayat (1) fungsi serikat pekerja sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan terbentuknya serikat pekerja di setiap perusahaan untuk memberikan perlindungan, mendengarkan aspirasi, membela hak dan kepentingan para pekerja untuk mendapatkan kesejahteraan secara layak. Dengan adanya serikat pekerja, pekerja merasa terlindungi dari perselisihan industrial yang dihadapi antara perusahaan dan pekerja.
Akibat permasalahan yang dihadapi para pekerja maka pemerintah memutuskan aturan dasar hukum UU No. 21 Tahun 2000 tentang serikat Pekerja adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Peran dan fungsi serikat pekerja dalam hubungan industrial adalah sebagai penguat pekerja dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di perusahaan dalam memperjuangkan hak dan suara pekerja untuk mendapatkan keadilan.
Pekerja memiliki hak kebebasan untuk berpartisipasi dalam serikat pekerja tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Jika pekerja ikut serta berpartisipasi dalam serikat pekerja maka pekerja tidak mudah dikendalikan oleh pihak perusahaan, selain itu serikat pekerja dapat memiliki daya tawar yang tinggi dalam melakukan proses perundingan terhadap pihak manajemen/ perusahaan . Keputusan pekerja bergabung dalam serikat pekerja karena faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak dan penghapusan kondisi yang tidak adil seperti pelanggaran hak-hak (Simamora, 2006).
3
Penelitian Priyo (2013) menyatakan bahwa, gerakan serikat pekerja pada masa orde baru memiliki dinamika sendiri yaitu banyak serikat buruh yang muncul yang menunjukan eksistensinya terhadap realitas dalam melakukan perjuangan terhadap para pekerja. Penelitian Ningsih dkk (2015), menyatakan bahwa serikat pekerja memiliki peran sebagai sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya, sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan keadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna meminimalisir adanya perselisihan pada hubungan industrial. Sementara itu penelitian.
Berdasarkan penelitian terdahulu mengenai permasalahan yang di hadapi serikat pekerja, maka peneliti akan mengakaji permasalahan penelitian : peran Serikat Pekerja di Kota Salatiga. Adapun persoalan penelitian ini adalah bagaimana peran serikat pekerja di Salatiga? Dalam penelitian ini, difokuskan pada peran serikat pekerja di Kota Salatiga yang memiliki konfederasi serikat pekerja SPSI serta SPN. Konfedersi tersebut bergerak dalam sektor industri, perdagangan, dan jasa baik formal maupun informal. Dimana permasalahan yang dihadapi oleh serikat pekerja pada saat ini terkait dengan isu terkini tentang perlawanan terhadap upah murah, outsourcing, serta jaminan pensiun (www.SPSI.or.id).
4 TINJAUAN TEORITIS
Hubungan Industrial
Hubungan industrial menurut Pasal 1 Angka 16 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Dalam hubungan industrial terdapat hukum yang mengatur tentang ketenagakerjaan yang berkaitan tentang pekerja pada waktu selama masa kerja.
Untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan pihak pengusaha dan pekerja membuat perjanjian kerja yang terdiri atas syarat-syarat, hak dan kewajiban kedua belah pihak. Setelah melakukan perjanjian kerja maka terjadi hubungan kerja antara pengusaha/ manajemen, dan pekerja. Dimana pekerja melakukan tugasnya dalam memproduksi barang /jasa atas perintah yang telah ditetapkan oleh pengusaha sesuai dengan kewajibannya demi memajukan perusahaan dengan menerima gaji/ upah atas jasa yang diberikan dalam bentuk lain. Pemerintah juga memiliki peran di dalam hubungan industrial dalam membuat dan menerapkan hukum serta melaksanakan pengawasan.
Selain itu dengan adanya kerjasama antara pihak pengusaha/ manajemen dan pekerja tentunya akan menghasilkan keberhasilan bagi perusahaan dalam mencapai tujuan serta meningkatkan hidup yang lebih sejahtera. Hubungan industrial adalah suatu hubunganan kerjasama yang terjadi antar para pelaku proses produksi yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas perusahaan, serta terdapat hukum yang mengatur. Dengan adanya komunikasi serta menyalurkan aspirasi secara demokratis antara pihak perusahaan dan serikat pekerja/ pekerja dapat menciptakan hubungan industrial yang harmonis, aman dan berkeadilan.
5 Serikat Pekerja
Menurut UU No. 21 Tahun 2000 tentang serikat pekerja adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja baik di perusahaan maupun diluar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja dan buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/ buruh dan keluarganya. Dalam hubungan industrial tentu terdapat banyak sekali permasalahan perselisihan yang terjadi akibat adanya perbedaan pendapat antara pengusaha dan pekerja yang mengakibatkan perselisihan mengenai hak dan kepentingan kedua belah pihak. Oleh karena itu terbentuklah organisasi serikat pekerja yang bertujuan untuk memberikan perlindungan pembelaan hak dan kepentingan pekerja saat terjadi perselisihan hubungan industrial.
Serikat pekerja merupakan suatu organisasi yang bersifat permanen apabila pekerja ikut serta dalam serikat pekerja maka selama menjalin hubungan kerja dengan pihak perusahaan pekerja mendapatkan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan (Putra, 2013). Selain itu serikat pekerja dapat mengatasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang terjadi akibat perbedaan pendapat antar pengusaha dan pekerja secara adil dan demokratis. Pekerja adalah setiap orang yang bekerja dan mampu menghasilkan barang/ jasa dengan menerima gaji. Setiap pekerja memiliki hak untuk ikut serta dalam serikat pekerja secara sukarela tanpa adanya paksaan. Terbentuknya serikat pekerja untuk melindungi para pekerja terhadap hak nya atas upah/ gaji, jam kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, serta kondisi di lingkungan kerja.
Menurut ketentuan Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh.
Pasal 25
1. Serikat pekerja/ serikat buruh, federasi, dan konfederasi serikat pekerja/ serikat buruh yang telah mempunyai nomor bukti pencatatan berhak:
6
b. Mewakili pekerja/ buruh dalam menyelesaikan perselisihan industrial. c. Mewakili pekerja/ buruh dalam lembaga ketenagakerjaan
d. Membentuk lembaga atau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan usaha peningkatan kesejahteraan pekerja/ buruh.
e. Melakukan kegiatan lainnya di bidang ketenagakerjaan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Melaksanakan hak-hak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 27
Serikat pekerja/ serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/ serikat buruh yang telah mempunyai nomor bukti pencatatan berkewajiban:
a. Melindungi dan membela anggota dari pelanggaran hak-hak dan memperjuangkan kepentingannya.
b. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarganya. c. Mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi kepada anggotannya
sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Peran Serikat Pekerja
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mendefinisikan pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, yang merata, baik materiil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam hubungan industrial pekerja merupakan salah satu unsur yang paling berkepentingan atas keberhasilan perusahaan. Saat ini banyak sekali permasalahan yang dihadapi oleh para pekerja karna lemahnya posisi pekerja dalam memperjuangkan hak dan kepentingan pekerja.
7
Dengan adanya permasalahan antara pihak pengusaha dan pekerja, serikat pekerja memiliki peran dalam membantu menyelesaikan hubungan industrial dalam memperjuangkan hak pekerja. Tujuan berdirinya serikat pekerja di perusahaan untuk menjadi penengah posisi pengusaha dan pekerja karna pekerja merupakan mitra yang setara dengan pengusaha dalam membangun perekonomian Indonesia, serta memperjuangkan hak dan kepentingan pekerja sesuai dengan hukum ketenagakerjaan. Dengan adanya serikat pekerja maka peran pekerja dalam kinerja memiliki nilai daya tawar yang tinggi yang diwakili oleh serikat pekerja saat melakukan perundingan. Peran penting dari serikat pekerja yaitu memperjuangkan hak dari setiap anggotanya, serta sebagai sarana dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan sehingga pekerja merasakan manfaat dari serikat pekerja. Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, lembaga kerja sama bipartit adalah sebagai forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di satu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat pekerja/ serikat buruh yang sudah tercatat instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsure pekerja/ buruh.
Partisipasi Di Dalam Serikat Pekerja
Pada dasarnya partisipasi adalah keterlibatan mental dan perasaan seseorang yang berada dalam situasi kelompok dalam memberikan ide serta pikiran demi tercapainya suatu tujuan kelompok (Davis, 2004: 15). Partisipasi adalah keterlibatan aktif pekerja, atau sekelompok pekerja untuk berkontribusi secara sukarela dalam memperjuangkan hak, kepentingan, dan kewajiban dalam serikat pekerja. Dengan adanya partisipasi mampu meningkatkan kemampuan pekerja dalam mengatasi permasalahan perselisihan industrial. Semakin besar partisipasi pekerja maka semakin kuat solidaritas dikalangan pekerja sehingga pengusaha tidak dapat mengendalikan pekerja.
8 Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian yang meneliti peran serikat pekerja seperti Priyo (2013) menyatakan bahwa, gerakan serikat pekerja pada masa orde baru memiliki dinamika sendiri yaitu banyak serikat buruh yang muncul yang menunjukan eksistensinya terhadap realitas dalam melakukan perjuangan terhadap para pekerja. Penelitian Ningsih dkk (2015), menyatakan bahwa serikat pekerja memiliki peran sebagai sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya, sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan keadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna meminimalisir adanya perselisihan pada hubungan industrial. Penelitian Ningsih dkk (2013), peran serikat pekerja seperti memelihara hubungan pekerja berperan menangani gangguan berupa masalah konflik, membina hubungan industrial pancasila, menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan sehingga dirasa menguntungkan semua pihak.
Sementara itu penelitian yang meneliti permasalahan atau hambatan serikat pekerja seperti Hernawan (2012), mengungkapkan jika serikat pekerja di Kabupaten Sleman mengalami permasalahan seperti dari pemerintah (Disnakertans) belum ada upaya aktif melakukan sosialisasi mengenai serikat pekerja, kurangnya sumberdaya manusia dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang ada, pekerja tidak diwajibkan untuk membentuk dan atau menjadi serikat pekerja. Priyo (2013), hambatan yang dihadapi serikat pekerja adalah perbedaan pendapat, keterlibatan induk perusahaan, keterbatasan dana, tindakan karyawan dan juga kebijakan kantor pusat.
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa peran serikat pekerja seperti sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya, sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang
9
harmonis, dinamis dan keadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna meminimalisir adanya perselisihan pada hubungan industrial, memelihara hubungan pekerja berperan menangani gangguan berupa masalah konflik, membina hubungan industrial pancasila, menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan sehingga dirasa menguntungkan semua pihak.
Sementara itu persoalan serikat pekerja seperti belum adanya sosialisasi, kurangnya sumberdaya manusia dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang ada, pekerja tidak diwajibkan untuk membentuk dan atau menjadi serikat pekerja, keterbatasan dana, kurangnya kesadaran karyawan untuk tergabung dalam serikat pekerja.
10 METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan aspek lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2012)
Jenis Data
Jenis data yang digunakan adalah data primer. Data yang dikumpulkan berupa data primer yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari obyeknya (Supramono, 2003).
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengurus serikat pekerja yang berjumlah 30 orang yang terdiri dari 30 orang yang terdiri dari 15 pengurus SPN dan 15 pengurus SPSI. Teknik pengambilan sampe dengan mengunakan metode sensus, yaitu seluruh pengurus serikat pekerja dijadikan sebagai sampel.
Metode Pengumpulan Data
Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer yang berasal dari situasi langsung yang aktual ketika suatu peristiwa itu terjadi (Silalahi, 2009). Data primer dalam penelitian ini menggambarkan perkembangan dan peran serikat pekerja di Salatiga.
11 Teknik analisis dan Langkah analisis
Teknik analisis yang digunakan untuk penulisan ini adalah menggunakan deskriptif kuantitatif. Menurut Sugiyono (2012) metode kuantitatif adalah data penelitian berupa angka-angka dan dianalisis menggunakan statistik. Dalam penelitian ini angka-angka yang digunakan dengan perhitungan persentase. Data diperoleh dengan jenis pertanyaan terbuka yaitu kuesioner dengan pertanyaan yang akan di jawab oleh responden dan jika responden tidak dapat mengisi akan dipandu dengan wawancara. Adapun langkah penelitian adalah menggambarkan perkembangan dan peran serikat pekerja di Salatiga.
12 HASIL DAN PEMBAHASAN
Profil Responden dan Nara Sumber
Jumlah responden dalam sebanyak 30 orang yang terdiri dari 15 pengurus SPN dan 15 pengurus SPSI. Profil responden dapat dilihat berdasarkan usia, jenis kelamin dalam serikat pekerja di Salatiga (Tabel 1). Sementara itu untuk mendukung hasil penelitian diperlukan adanya narasumber. Adapun Nara Sumber dalam penelitian ini terdiri dari dua orang yaitu ketua SPSI (NS 1) dan Ketua SPN (NS 2).
Tabel 1. Profil Responden
Profil Responden Jumlah Prosentase
Usia 21 tahun - 30 tahun 11 36.67% 31 Tahun - 40 tahun 14 46.67% 41 tahun - 50 tahun 5 16.67% Total 30 100.00% Jenis Kelamin Laki-laki 23 76.67% Perempuan 7 23.33% Total 30 100.00%
Sumber: olahan data primer, 2015
Tabel di atas menunjukan bahwa bahwa profil responden berdasarkan usia responden sebagian besar berusia 31 Tahun - 40 tahun (46,67 %), kemudian usia 21 tahun - 30 tahun (36,67 %) dan usia 41 tahun - 50 tahun (16,67 %). Jika dilihat dari jenis kelamin, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (76,67 %) dan perempuan hanya sebesar (23,33%).
Peran Serikat Pekerja (SPSI dan SPN)
Berikut tabel yang menyajikan peran serikat pekerja berdasarkan jawaban dari 15 pengurus SPSI dan 15 pengurus SPN. Peran serikat pekerja baik SPSI maupun SPN terdiri dari lima peran yaitu sebagai sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya, sarana menciptakan hubungan
13
industrial yang harmonis, memimimalisir adanya perelisihan pada hubungan industrial dan membina hubungan industrial berdasarkan Pancasila. Untuk mengetahui berapa besar peran SPSI dan SPN dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2. Peran Peran Serikat Pekerja (SPSI dan SPN)
Peran Serikat Pekerja (SPSI dan SPN) SPSI SPN
Jumlah Prosentase Jumlah Prosentase Sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam
memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya 12 27.91% 13 28.89% Sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang
harmonis 11 25.58% 10 22.22%
Meminimalisir adanya perselisihan pada hubungan
industrial 9 20.93% 10 22.22%
Membina hubungan industrial berdasarkan Pancasila 11 25.58% 12 26.67% Sumber: olahan data primer, 2015
Tabel di atas dapat dijelaskan bahwa, berdasarkan jawaban pengurus peran utama serikat pekerja baik SPSI maupun SPN adalah sebagai sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya masing-masing sebesar 27,91 % dan 28,89 %. Hal ini berarti bahwa peran pokok SPSI dan SPN adalah sebagai penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya.
Bagi SPSI peran kedua adalah sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis (25,58 %) dan membina hubungan industrial berdasarkan Pancasila (25,58%), serta meminimalisir adanya perselisihan pada hubungan industrial (20,93 %). Sementara, bagi SPN peran kedua adalah membina hubungan industrial berdasarkan Pancasila (26,67 %), dan peran selanjutnya adalah sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan meminimalisir adanya perselisihan pada hubungan industrial yang masing-masing sebesar (22,22%).
Untuk mengetahui pendapat baik dari SPSI dan SPN mengenai peran serikat pekerja, sebagi berikut:
14
1) Sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya.
Dalam hal ini, peran serikat pekerja adalah sebagai sarana penyalur penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua SPSI dan SPN yang menyatakan bahwa :
“saya sebagai ketua dan seluruh pengurus SPSI akan menerima semua aspirasi atau keluhan dari karyawan… SPSI akan memperjuangkan hak dan kepentingan anggota dan karyawan untuk mendapatkan haknya yaitu kesejahteraan,, adapun yang dilakukan SPSI yaitu dengan diskusi dengan perusahaan dalam memperjuangkan peningkatan UMK serta melakukan tawar menawar di dewan... serta saya beserta pengurus mengadakan dialog dengan walikota, DPRD dan pemerintah agar aspirasi dari pekerja dapat terealisasikan “ (NS 1). “Saya sebagai letua SPN siap menampung aspirasi dari karyawan dan akan memperjuangkannya, adapun langkah yang ditempuh yaitu saya beserta pengurus serta serikat pekerja lain mengadakan dialog dengan walikota, DPRD dan pemerintah agar aspirasi dari pekerja dapat terealisasikan” (NS 2).
Dari hasil temuan ini, dapat disimpulkan bawa, peran serikat pekerja baik SPSI dan SPN adalah untuk menerima dan sebagai penyalur semua aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya sehingga akan menciptakan kesejahteraan baik anggota maupun karyawan yang belum tergabung dalam serikat pekerja. Adapun langkah yang ditempuh adalah dengan diskusi dengan perusahaan dalam memperjuangkan peningkatan UMK, mengadakan dialog dengan walikota, DPRD dan pemerintah agar aspirasi dari pekerja dapat terealisasikan.
2) Sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis
Peran SPSI dan KSPN dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis yaitu dengan melakukan dialog dengan manajemen perusahaan dengan para anggota serikat pekerja dan karywan. Seperti yang diungkapkan oleh ketua SPSI dan SPN sebagai berikut:
15
“Dalam menjalin hubungan dengan pabrik atau manajemen perusahaan, saya sebagai ketua akan menjembatani dialog antara karyawan dengan manajemen perusahaan sehingga akan menciptakan hubungan yang dinamis sehingga akan mengurangi perselisihan antara karyawan dengan pihak manajemen, langkah yang saya lakukan yaitu mengadakan program pendidikan organisasi, adrt, pendidikan tentang UUD dasar tentang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, apabila terjadi kesalahpahaman atau permasalahan akan diadakan secara advokasi” (NS 1). “saya sebagai ketua SPN akan selalu berdialog dengan manajemen, yang tujuannya untuk menciptakan hubungan yang harmonis, adapun langkah yang kami lakukan adalah spsi bergabung dalam sekertariat bersama dalam melakukan pencitraan terhadap organisasi agar terciptanya hub industrial yang harmonis” (NS 2).
Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran SPSI dan SPN adalah menjalin hubungan dengan pabrik atau manajemen perusahaan, saya sebagai ketua akan menjembatani dialog antara karyawan dengan manajemen perusahaan sehingga akan menciptakan hubungan yang dinamis sehingga akan mengurangi perselisihan antara karyawan dengan pihak manajemen. Adapun langkah yang dilakukan yaitu dengan mengadakan program pendidikan organisasi, adrt, pendidikan tentang UUD dasar tentang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, apabila terjadi kesalahpahaman atau permasalahan akan diadakan secara advokai selain itu hal yang dilakukan yaitu dengan bergabung dalam sekertariat bersama dalam melakukan pencitraan terhadap organisasi agar terciptanya hub industrial yang harmonis.
3) Meminimalisir adanya perselisihan pada hubungan industrial
Peran serikat pekerja baik SPSI dan SPN adalah untuk menciptakan atau meminimilalisir adanya perselisihan apada hubungan industrial antara karyawan dan pihak manajemen. Seperti yang diungkapkan oleh ketua SPSI dan SPN sebagai berikut:
“Saya akan mengkoordinie anggota saya untuk memmatau kejadian atau perkembangan yang terjadi dalam perusahaan seperti perselisihan yang
16
terjadi baik antar karyawan maupun karyawan dengan pihak manajemen perusahaan, adapun langkah yang saya lakukan adalah membentuk dewan seperti dewan pengupahan dan tri partit(NS 1).
“Untuk menciptakan hubungn yang baik dengan manajemen perusahaan dengan karyawan, saya selalu memantau kejadian-kejadian yang ada diperusahaan, yang penring jika ada perselisihan baik kecil saya akan selalu menyelesaikannya sehingga tidak memunculkan perselisihan antara karyawan dan pihak perusahaan selain itu adanya advokasi juga ada permasalahan dalam serikat perkerja” (NS 2).
Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk mengurangi perselisihan dan mencegah terjadinya perselisihan, peran serikat pekerja selalu memntau kejadian-kejadian yang terjadi yang ada dipeeusahaan terutama konflik antara karyawan dengan karywan, karyawan dengan perusahaan, membentuk dewan pengupahan dan tri partit serta berkerjasama dengan pihak advokasi jika ada permasalahan serikat pekerja.
4) Membina hubungan industrial berdasarkan pancasila
Peran serikat pekerja adalah membina hubungan industrial berdasrkan pancasila.. Seperti yang diungkapkan oleh ketua SPSI sebagai berikut:
“sebagai serikat pekerja saya… harus mekalukan peran serikat pekeja
sesuai dengan pancasila dalam hal ini adalah menjalankan prisnip persatuan dan ksesejahteraan dan keadilan social adapun langkah yang saya lakukan yaitu melakukan masukan kepada kementrian ketenagakerjaan agar hub
industrial Pancasila dihidupkan kembali agar tidak terjadi nyahubungan industrial liberal” (NS 1).
Sebagai ketua... saya memperjuangkan pancasila sebagai dasar untuk membina hubungan industrial.. adapun langkah yang diambil yaitu dengan mengmalkan seluruh sila pancasila, sehingga dapat mempesatukan dan mensejahterakan pekerja” (NS 2).
17
Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa, peran serikat pekerja sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta pancasila yang berlaku. Langkah yang ditempuh yaitu dengan melakukan masukan kepada kementrian ketenagakerjaan agar hub industrial Pancasila dihidupkan kembali agar tidak terjadi nyahubungan industrial liberal dan mengamalkan sila yang ada di Pancasila.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian , penelitian ini memiliki persamaan Yhohasta (2009) dan Ningsih dkk (2013) serta UU No 13 tahun 2013 seperti peran pekerja seperti penyalur aspirasi karyawan, menciptakan hubungan industrial, dan membina hubungan industrial berdasarkan pancasila. Namun berdasarkan UU No. 13 tahun 2013 mengenai peran serikat pekerja ditemukan bahwa peran SPSI dan SPN ada beberapa yang belum ada seperti membuat perjanjian dengan pengusaha. Selain itu mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi kepada anggotannya sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Peran utama SPSI dan SPN berdasarkan hasil penelitian adalah sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya. Peran utama serikat pekerja memperjuangkan hak karyawan dan mensejahterakan karyawan. Hasil ini sesuai dengan Ningsih (2013), serikat pekerja pada dasarnya dibentuk berdasarkan asas demokrasi yang berkewajiban memperjuangkan kepentingan anggotanya, selain itu serikat pekerja memperjuangkan pekerja sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabatnya sehingga dapat memanusiakan pekerja dengan memberikan penghargaan dalam bentuk perhatian terhadap kesejahteraanya dan pemberian kompensasi yang adil.
Peran serikat pekerja baik SPSI dan SPN adalah untuk menerima dan sebagai penyalur semua aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya sehingga akan menciptakan kesejahteraan baik anggota maupun
18
karyawan yang belum tergabung dalam serikat pekerja. Adapun langkah yang ditempuh adalah dengan diskusi dengan perusahaan dalam memperjuangkan peningkatan UMK, mengadakan dialog dengan walikota, DPRD dan pemerintah agar aspirasi dari pekerja dapat terealisasikan.
Peran serikat pekerja dalam menjalin hubungan dengan pabrik atau manajemen perusahaan, dengan menjembatani dialog antara karyawan dengan manajemen perusahaan sehingga akan menciptakan hubungan yang dinamis sehingga akan mengurangi perselisihan antara karyawan dengan pihak manajemen. Adapun langkah yang dilakukan yaitu dengan mengadakan program pendidikan organisasi, pendidikan tentang UUD dasar tentang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, apabila terjadi kesalahpahaman atau permasalahan akan diadakan secara advokai selain itu hal yang dilakukan yaitu dengan bergabung dalam sekertariat bersama dalam melakukan pencitraan terhadap organisasi agar terciptanya hub industrial yang harmonis.
Sementara itu untuk mengurangi perselisihan dan mencegah terjadinya perselisihan, peran serikat pekerja dengan memantau kejadian-kejadian yang terjadi diperusahaan terutama konflik antara karyawan dengan karywan, karyawan dengan perusahaan. Langkah yang ditempuh yaitu dengan membentuk dewan pengupahan dan tri partit serta berkerjasama dengan pihak advokasi jika ada permasalahan serikat pekerja.
Peran serikat pekerja sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta pancasila yang berlaku. Langkah yang ditempuh yaitu dengan melakukan masukan kepada kementrian ketenagakerjaan agar hub industrial Pancasila dihidupkan kembali agar tidak terjadi nyahubungan industrial liberal dan mengamalkan sila yang ada di Pancasila.
Berdasarkan hasil temuan, peran SPSI dan SPN sesuai dengan penelitian Yhohasta (2009) dan Ningsih dkk (2013), menyatakan bahwa serikat pekerja memiliki peran sebagai sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan
19
hak dan kepentingan anggotannya, sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan keadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna meminimalisir adanya perselisihan pada hubungan industrial. .
Pekerja memiliki hak kebebasan untuk berpartisipasi dalam serikat pekerja tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Jika pekerja ikut serta berpartisipasi dalam serikat pekerja maka pekerja tidak mudah dikendalikan oleh pihak perusahaan, selain itu serikat pekerja dapat memiliki daya tawar yang tinggi dalam melakukan proses perundingan terhadap pihak manajemen/ perusahaan .. Dalam UU No. 21 Tahun 2003 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh ayat (1) fungsi serikat pekerja sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hernawan (2012), mengungkapkan jika serikat pekerja di Kabupaten Sleman mengalami permasalahan seperti dari pemerintah (Disnakertans) belum ada upaya aktif melakukan sosialisasi mengenai serikat pekerja, kurangnya sumberdaya manusia dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang ada, pekerja tidak diwajibkan untuk membentuk dan atau menjadi serikat pekerja.
Tujuan terbentuknya serikat pekerja di setiap perusahaan untuk memberikan perlindungan, mendengarkan aspirasi, membela hak dan kepentingan para pekerja untuk mendapatkan kesejahteraan secara layak. Dengan adanya serikat pekerja, pekerja merasa terlindungi dari perselisihan industrial yang dihadapi antara perusahaan dan pekerja. UU No. 21 Tahun 2000 tentang serikat Pekerja ,peran dan fungsi serikat pekerja dalam hubungan industrial adalah sebagai penguat pekerja dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di perusahaan dalam memperjuangkan hak dan suara pekerja untuk mendapatkan keadilan.
20 KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Peran utama serikat pekerja baik SPSI maupun SPN adalah sebagai untuk menerima dan sebagai penyalur semua aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya sehingga akan menciptakan kesejahteraan baik anggota maupun karyawan yang belum tergabung dalam serikat pekerja. Adapun langkah yang ditempuh adalah dengan diskusi dengan perusahaan dalam memperjuangkan peningkatan UMK, mengadakan dialog dengan walikota, DPRD dan pemerintah agar aspirasi dari pekerja dapat terealisasikan.
Saran
Untuk menjaga hubungan industrial tetap baik sebaiknya serikat pekerja dan manajemen saling bekerjasama untuk memelihara komunikasi yang berkesinambungan agar hubungan yang sudah baik dapat ditingkatkan dan berupaya untuk memperbaiki yang belum baik. Masing-masing pihak harus saling menyadari tugas dan kewajibannya yang didasari itikad baik dan menganggap sebagai mitra usaha sehingga hubungan industrial dapat terus terbina dengan optimal yang berdampak pada kemajuan perusahaan yang akan dinikmati bersama. Memelihara keterbukaan kepada pekerja apabila perusahaan mengalami suatu permasalahan yang berdampak pada kebijakan ketenagakerjaan melalui sosialisasi.
Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki keterbatasan penelitian seperti tidak semua peran, hak dan kewajiban serikat pekerja dan pekerja yang ada di dalam Undang-Undang tidak dimasukan dalam penelitian ini, selain itu tidak ada
21
trianggulasi atau melakukan penelitian ke anggota hanya difokuskan pada pengurus serikat pekerja
Saran Penelitian Yang Akan Datang
Bagi penelitian yang akan datang, yang akan meneliti topic yang sama diharapkan untuk menambahkan indikator semua peran, hak dan kewajiban serikat pekerja berdasarkan Undang-Undang serta menambahka anggota serikat pekerja sebagai objek penelitian.
22 Daftar Pustaka
Hernawan, 2012. Peran Serikat Pekerja Di Kabupaten Sleman. Unibersitas Negeri Yogyakarta
Moleong, LJ, 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Ptremaja Rosdakarya
Ningsih, NO. Musadieq, M. Utami, HN. 2015. Peran Serikat Pekerja Dan
Manajemen Dalam Membina Hubungan Industrial (Studi Pada PG. Kebon Agung Malang). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 24 No. 1 Juli
2015|
Priyo, GT, 2013. Efektivitas Peranan Serikat Pekerja Dalam Pembuatan Dan
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (Studi Di Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Unit Kerja PT. Ekamas Fortuna Kabupaten Malang). Kementerian
Pendidikan Dan Kebudayaan Universitas Brawijaya Fakultas Hukum Malang
Putra, P, 2013. Peranan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Di PT. FUMIRA
Semarang Dalam Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), Fakultas
Hukum Universitas Diponegoro Semarang.
Silalahi, 2009. Metodologi Penelitian. Bandung: PT Raja Grafindo
Simamora, Henry. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III. Yogyakarta: STIE YKPN
Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Dan R&B. Bandung Alfabeta
Supramono, 2013. Desain Proposal Penelitian. Yogyakarta: Andi
Http://M.Kompas.Com. Tentang Peran Serikat Pekerja. Diunduh Tanggal 5 September
Tahun 2015
Http://Surabaya.Bisnis.Com. Tentang Peran Serikat Pekerja. Diunduh Tanggal 5 September Tahun 2015
23
Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenaga Kerjaan Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 Tentang Serilat Pekerja
24 LAMPIRAN
KUESIONER
Saya, ……… (…………..) adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi UKSW yang datang menulis skripsi dengan judul “Peran Serikat Pekerja Di Salatiga. Penulisan skripsi ini sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi UKSW. Sehubungan dengan hal tersebut, Saya memohon kepada Bapak/ Ibu/ Sdr berkenan dapat membantu saya dengan berpartisipasi mengisi kuisioner dibawah ini.
Partisipasi Anda, sangat membantu dalam penyelesaian studi saya. Atas bantuan dan partisipasinya, saya ucapkan terimakasih.
PROFIL RESPONDEN 1. Nama :... 2. Jabatan :... a. Ketua b. Pengurus c. Anggota 3. Jenis Kelamin :... a. Laki-laki b. Perempuan 4. Usia :...tahun
25 PERAN SERIKAT PEKERJA
Menurut anda peran serikat pekerja seperti apa (Jawaban boleh lebih dari satu)
a) Sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya
b) Sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis c) Meminimalisir adanya perselisihan pada hubungan industrial d) Membina hubungan industrial berdasarkan Pancasila
e) Sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya
PERAN SERIKAT PEKERJA (KETUA)
a) Sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya
Alasan:
……… ……… ………
Langkah Yang Ditempuh:
……… ……… ………
b) Sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis Alasan:
……… ……… ………
26 Langkah Yang Ditempuh:
……… ……… ………
c) Meminimalisir adanya perselisihan pada hubungan industrial Alasan:
……… ……… ……… Langkah Yang Ditempuh:
……… ……… ………
d) Membina hubungan industrial berdasarkan Pancasila Alasan:
……… ……… ……… Langkah Yang Ditempuh:
……… ……… ………
27
e) Sarana penyalur aspirasi dan tuntutan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotannya
Alasan:
……… ……… ……… Langkah Yang Ditempuh:
……… ……… ………