Teori umum merupakan teori-teori dasar yang berhubungan dengan penelitian dan dapat membantu dalam proses penelitian.

Teks penuh

(1)

7

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1. Teori Umum

Teori umum merupakan teori-teori dasar yang berhubungan dengan penelitian dan dapat membantu dalam proses penelitian.

2.1.1. Pengertian Internet

Menurut Chaffey (2009:109) internet adalah suatu jaringan fisik yang menghubungkan komputer dari seluruh dunia. Terdiri dari beberapa infrastruktur seperti server jaringan komunikasi yang bertujuan menghubungkan / menjembatani informasi diantara user dan server website.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa internet adalah suatu jaringan fisik komputer yang saling berhubungan dari seluruh dunia.

2.1.2. Pengertian HTML

Menurut Rainer dan Casey (2011:464), HTML adalah suatu bahasa pemprograman yang digunakan untuk membuat halaman website dengan beragam konten dan aplikasi berbasis web lainnya. Dengan HTML, pengguna website dapat mengontrol elemen visual seperti jenis huruf, ukuran huruf dan jarak paragraf tanpa merubah informasi atau konten yang ada.

2.1.3. Pengertian Website

Menurut Murtaugh (2013:4), website merupakan suatu lingkungan digital yang mampu memberikan informasi dan solusi untuk mempromosikan suatu interaksi diantara masyarakat, tempat dan hal-hal yang ditujukan untuk mendukung tujuan suatu organisasi

(2)

2.1.4. Pengertian Activity Diagram

Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2009:141), activity diagram

adalah tipe dari workflow diagram yang mendiskripsikan kegiatan user dan

urutan alur mereka.

Gambar 2.1. Contoh Activity Diagram Sumber: Satzinger, Jackson dan Burd (2009:143)

2.2. Teori Khusus

2.2.1. Pengertian Marketing

Marketing biasanya dipandang sebagai suatu kegiatan menciptakan, mempromosikan dan menyediakan produk dan jasa kepada pelanggan dan pelaku bisnis. Menurut Armstrong, Kotler, Harker dan Brennan (2012:8) marketing adalah mengatur suatu hubungan yang baik dengan pelanggan yang menguntungkan. Tujuan lainnya yakni untuk menarik pelanggan baru dengan

(3)

cara menjanjikan suatu nilai yang hebat dan untuk menjaga serta mengembangkan pelanggan yang ada dengan cara memberikan kepuasan.

Menurut Chaffey (2009:416) marketing adalah proses manajemen yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, mengantisipasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan secara menguntungkan.

Menurut Chaffey (2009:417) pemasaran terbagi menjadi dua jenis:

i. Cakupan dari fungsi pemasaran yang berada dalam organisasi. Antara lain riset pasar, merk, manajemen produk, hubungan dengan pelanggan dan pelayanan pelanggan.

ii. Sebuah konsep atau pendekatan yang dapat digunakan sebagai panduan dalam berbagai fungsi dan aktivitas pada sebuah organisasi. Strategi bisnis dikendalikan oleh pasar dan fokus para kompetitor dan setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut harus fokus kepada pelanggannya.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bawa marketing adalah suatu kegiatan atau proses manajemen yang bertanggung jawab dalam menciptakan, mempromosikan dan menyediakan produk dan jasa bagi pelanggan dan pelaku bisnis.

2.2.1.1. Pengertian E-Marketing

Menurut Chaffey (2009:413), e-marketing adalah sebuah pola pemikiran mengenai bagaimana teknologi, khususnya internet, dapat mendukung dan mempengaruhi proses pemasaran.

Menurut Chaffey (2009:413), e-marketing berfokus pada bagaimana sebuah perusahaan dan merk menggunakan situs dan media digital lainnya, seperti email dan media mobile, untuk berinteraksi dengan pelanggan dalam rangka mencapai tujuan dari pemasaran.

(4)

2.2.2. Pengertian Responsive Web

Menurut Lambert (2013), proyeksi jumlah penjualan komputer menurun secara perlahan mulai dari tahun 2013. Hal ini disebabkan dengan bermunculannya perangkat mobile seperti tablet dan smartphone. Pada gambar 2.1. ditampilkan 14 besar negara yang penjualan perangkat mobile mencapai angka lebih dari 100.000.000 unit dalam penjualan tahun 2013 dan akan terus mengalami peningkatan untuk tahun 2014 dan seterusnya. Salah satunya termasuk Indonesia yang berada pada peringkat 4 terbesar pengguna perangkat mobile. Pada gambar 2.2, dapat dilihat pertumbuhan penjualan smartphone yang terjadi di beberapa negara, salah satunya Indonesia yang mengalami peningkatan sebesar 51% pada tahun 2013 dalam penjualan smartphone.

Gambar 2.2. 14 Negara Penjualan Smartphone Tertinggi Sumber: Lambert (2013)

(5)

Gambar 2.3. Proyeksi Penjualan Sumber: Lambert (2013)

Gambar 2.4. Proyeksi Penjualan Berdasarkan Perangkat Sumber: Lambert (2013)

Pada gambar 2.3, dapat dilihat tingginya pengiriman perangkat smartphone pada tahun 2013 dan proyeksi meningkatnya pengiriman perangkat smartphone pada tahun 2017 yang semakin tinggi. Peningkatan penjualan ini menggambarkan bahwa penggunaan ponsel semakin ramai dan menjadi gaya hidup jaman sekarang. Banyak orang, dari tua sampai muda, mengakses internet dari perangkat elektronik yang dimilikinya, seperti ponsel, tab dan laptop. Pada gambar 2.2 dapat dilihat bahwa pada tahun 2013,

(6)

smartphone sudah meraih market share lebih dari 50% mengalahkan desktop PC, Portable PC dan tablet. Gaya hidup ini diikuti juga dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, perkembangan teknologi yang berkaitan dengan gaya hidup ini adalah teknologi responsive web.

Gambar 2.5. Responsive Web pada perangkat mobile Sumber : Kapur (2014)

Menurut Knight (2011), responsive web merupakan suatu pendekatan yang memberikan kemampuan desain situs dalam beradaptasi terhadap perilaku pengguna situs dan lingkungan situs. Yang berdasarkan ukuran layar, orientasi layar dan wadah situs. Cara kerjanya terdiri dari gabungan rangka-rangka dan tampilan yang fleksibel, serta penggunaan sistem CSS yang kreatif. Sehingga apabila pengguna pindah dari komputernya ke perangkat lain , situs tersebut akan berubah ke resolusi yang tepat.

(7)

Gambar 2.6. Responsive Web Design : Flexible Grid Sumber : Knight (2011)

Menurut Wroblewski (Syachbana, 2012), Responsive Web Design adalah sebuah teknik yang dapat membuat proses perancangan aplikasi dan situs web untuk berbagai jenis perangkat dengan lebih mudah. Dengan menggunakan responsive design, website yang dikembangkan dapat secara otomatis menyesuaikan dengan berbagai resolusi layar, dan aspek rasio yang berbeda dari berbagai jenis perangkat, sehingga situs dapat beradaptasi dengan lebih optimal dengan menggunakan perangkat apapun yang digunakan pengguna. Kemampuan adaptasi yang fleksibel ini sangat penting dalam mengembangkan sebuah desain web yang baik, didukung oleh fitur-fitur seperti CSS yang lebih kreatif dan HTML5 serta respon yang otomatis, sehingga dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna.

Menurut Rouse (2012), responsive design adalah sebuah pendekatan kepada pembuatan halaman website yang menggunakan layout yang fleksibel , gambar yang fleksibel dan CSS Media Queries. Tujuannya ialah untuk membangun suatu website yang mendeteksi ukuran layar dan orientasi pengunjung website serta merubah layout-nya secara otomatis.

(8)

2.2.2.1. Pengertian HTML5

Menurut Rainer dan Casey (2011:464), HTML adalah suatu bahasa beragam konten dan aplikasi berbasis web lainnya. Dengan HTML, pengguna website dapat mengontrol elemen visual seperti jenis huruf, ukuran huruf dan jarak paragraf tanpa merubah informasi atau konten yang ada.

Perkembangan HTML sekarang telah mencapai HTML5, yang merupakan hasil pengembangan dari HTML4.1 dan XHTML 1.1 yang sebelumnya berjalan secara terpisah. HTML5 memiliki banyak fitur-fitur yang mempermudah dalam perancangan.

2.2.2.2. Pengertian CSS

Menurut Casciano (2010:2), CSS merupakan kependekan dari Cascading Style Sheet yaitu sebuah bahasa yang menjelaskan presentasi dari elemen konten yang terdapat di HTML. Style Sheets memberikan serangkaian aturan dalam menghias dokumen dengan memberikan desain ke beberapa konten yang ada.

CSS3 adalah salah bentuk pengembangan terbaru dari CSS. Pada CSS3 designer memiliki fitur-fitur terbaru yang menyesuaikan dengan karakteristik perangkat yang digunakan, CSS3 tidak bergantung pada Style atau aturan gayadari Browser yang digunakan, tapi didasarkan aturan viewport dan layar dari perangkat yang digunakan

Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh CSS3 adalah :

• CSS3 mempunyai fitur yang mengatur animasi, yang sebelumnya tidak terdapat pada CSS sebelumnya, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih interaktif bagi pengunjung.

• CSS3 mengurangi ukuran file yang diunggah sehingga situs menjadi lebih ringan dan mengurangi bandwidth inbound/outbound situs.

(9)

Media Queries adalah fasilittas yang mendeteksi ukuran jendela browser sehingga dapat menenyesuaikan dengan perangkat yang digunakan.

2.2.3. Metode Perencanaan SOSTAC

Untuk mencapai tujuan dari sebuah strategi E-Business, diperlukan sebuah perencanaan yang spesifik, terukur dan realistis. Salah satu pola perencanaan yang dapat digunakan adalah metode perencanaan SOSTAC, yang dikembangkan oleh Paul Smith pada tahun 1999 (Chaffey, 2009:418). SOSTAC menjelaskan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan untuk menghasilkan rencana E-Marketing.

Berikut adalah kerangka umum dalam perencanaan SOSTAC:

Gambar 2.7. Kerangka Umum Metode Perencanaan SOSTAC Sumber: Chaffey (2009:419)

Tahapan tersebut terdiri dari : i. Situation Analysis ii. Objective Setting iii. Strategy

(10)

v. Action vi. Control

2.2.3.1. Situation Analysis

Menurut Chaffey (2009:420), tujuan utama pada situation analysis adalah untuk memahami kondisi lingkungan proses bisnis, sehingga rencana yang akan dibuat dapat lebih realistis dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan, hal-hal tersebut meliputi analisis terhadap pelanggan,analisis terhadap kompetitor dan dengan pihak perantara.

Situation analysis terbagi menjadi 3, yakni Demand analysis , Competitor analysis dan SWOT analysis.

a. Demand Analysis

Pada setiap strategi E-Business, permintaan pelanggan (Demand) merupakan faktor kunci yang akan menentukan produk atau layanan apa yang akan diberikan kepada pelanggan, salah satu metode yang dapat kita gunakan adalah dengan cara penyebaran kuesioner kepada para calon pelanggan untuk melakukan peninjauan hal-hal apa saja yang dapat menarik minat dari pelanggan.

b. Competitor Analysis

Analisa kompetitor berguna untuk melakukan perbandingan kelebihan dan kekurangan perusahaan kita, analisa dapat kita lakukan dengan cara berikut:

i. Melakukan peninjauan bagaimana kemampuan internal kompetitor, seperti : sumber daya, struktur organisasi, proses bisnis yang berjalan

(11)

ii. Melalui Online Value Proposition (OVP), yaitu berdasarkan produk-produk, penempatan harga, teknik promosi, dan juga tentunya bagaimana pelayanan online yang diberikan

iii. Aspek-aspek yang berbeda dari bagaimana cara komptetitor dalam mengelola pelanggan, dimulai dari bagaimana cara mendapatkan pelanggan baru, hingga bagaimana cara membangun loyalitas pelanggan

iv. Membandingkan dengan situs-situs lain yang sejenis

v. Melakukan peninjauan melalui bagaimana tanggapan dari pelanggan dan melalui penilaian ahli (expert review)

c. SWOT Analysis

Menurut Helms (2013:3), SWOT analisis ini dibutuhkan untuk perkembangan bisnis. Sebagai alat yang dapat digunakan untuk mengakses alternatif-alternatif dan situasi keputusan yang kompleks. Dalam area bisnis, pengelompokan internal dan eksternal menjadi sebagai landasan dalam analisa ini. Dalam strategi perencanaan, SWOT analisis menjadi sebuah alat yang menyeluruh dalam perencanaan.

(12)

Gambar 2.8. Tabel SWOT

Sumber: Porter, Fitzpatrick dan Campbell (2009)

Tabel SWOT merupakan singkatan dari Strengths, Weaknesses, Oppurtunities dan Threats.

Yang merupakan sebuah cara untuk mendata kelebihan dan kekurangan yang dimiliki perusahaan. Selain itu juga membahas peluang-peluang yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi tertentu, dan permasalahan apa yang mungkin terjadi. Tabel SWOT dapat digunakan sebagai dasar untuk pembangunan strategi pemasaran yang baru.

2.2.3.2. Objective Setting

Menurut Chaffey (2009:281), objectives adalah elemen kunci dari model strategi proses. Perusahaan butuh sebuah landasan untuk membantu agar terhadap tujuan yang ingin

(13)

dicapai. Salah satu panduan dalam membuat tujuan yang spesifik, terukur dan realistis adalah 5S.

a. Sell

berfokus pada peningkatan penjualan melalui penerapan e-marketing. Peningkatan penjualan dicapai melalui strategi promosi, distribusi untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas

b. Serve

Serve berfokus soal penambahan nilai-nilai yang akan ditawarkan ke pelanggan secara online. Penambahan nilai tersebut dapat dicapai melalui tanggapan dan kritik-kritik yang diberikan oleh pelanggan pada perusahaan, dan juga melalui riset permintaan pasar.

c. Speak

Berfokus dalam menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan. Hal ini dilakukan dengan mengawasi dan menanggapi dengan positif komentar pelanggan

d. Save

Berfokus pada pengurangan biaya dari proses pemasaran yang sedang berjalan. Melalui e-marketing biasa pemasaran bisa lebih dikurangi melalui promosi yang dilakukan secara online e. Sizzle

Berfokus pada brand awareness perusahaan. Dapat dicapai dengan memberikan pengalaman yang baik dan menyenangkan bagi pelanggan ketika berinteraksi secara online

Sebuah tujuan yang S.M.A.R.T harus memenuhi kriteria berikut :

(14)

a. Specific : Sebuah tujuan haruslah sederhana, namun memiliki definisi yang jelas mengenai hal apa dan mengapa hal tersebut yang ingin dicapai

b. Measurable : tujuan yang dibuat sebaiknya sesuai dengan kondisi yang sedang dialami perusahaan sekarang, sehingga tujuan tersebut dapat diukur tingkat keberhasilannya

c. Achievable : tujuan yang dibuat harus bisa untuk dicapai, dan mampu membangun motivasi orang-orang yang terlibat di dalam perencanaan, untuk mencapainya

d. Result Focus : Sebuah tujuan lebih menggambarkan hasil yang akan dicapai, dibandingkan aktivitasnya e. Time Bound : sebuah tujuan harus terdapat waktu

penyelesaiannya, hal tersebut untuk memberikan tekanan bagi setiap pihak yang terlibat, agar tujuan tersebut bisa selesai pada waktu yang telah ditentukan.

2.2.3.3. Strategy Formulation

Strategi yang akan dibuat harus terfokus pada tujuan yang telah dibuat sebelumnya. Strategi e-commerce merupakan sebuah tahapan jangka panjang, yang mendefinisikan perkembangan-perkembangan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Strategi e-commerce merupakan sebuah tahapan jangka panjang, yang mendefinisikan perkembangan-perkembangan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam mengembangkan strategi yang sesuai dengan tujuan tersebut, perlu dilakukan analisa yang detail mengenai lingkungan pasar yang berkaitan dengan perusahaan, hal ini digunakan untuk memahami apa yang menjadi minat dari pasar tersebut dan potensi-potensi apa yang dapat kita kembangkan, Setelah itu dilanjutkan dengan pengembangan strategi yang

(15)

dapat menghasilkan nilai-nilai baru yang dapat memuaskan kebutuhan pasar dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah tahapan membangun sebuah Marketing Strategy, menurut Chaffey (2009:470)

a. Segmentation

Segmentasi merupakan pengelompokan-pegelompokan calon pelanggan berdasarkan karateristik tertentu. Sebuah perushaan perlu mengidentifikasi segmen-segmen apa saja yang dimilikinya dan apa-apa saja karakteristiknya. Pada sebuah pengembangan strategi E-Marketing perlu dilakukan analisa keberadaan segmentasi yang ingin dikuasai dari sisi online.

b. Targetting

Fokus utama dari target merketing adalah calon pelanggan yang termasuk dalam segmentasi yang telah ditetapkan pada strategi sebelumnya. Perlu dilakukan analisis yang lebih spesifik dibandingkan dengan sebelumnya, seperti memahami jenis kelamin, umur, hobi, lokasi geografisnya dan lain-lain.

c. Positioning

Merupakan salah satu hal yang penting dalam pengembangan strategi E-Marketing. Pada bagian ini perusahaan perlu mempengaruhi bagaimana persepsi dari pelanggan dengan memberikan nilai-nilai yang dapat menonjolkan manfaat dan keunggulan dari Strategi E-Marketing perusahaan tersebut melalui Online Value Proposition(OVP). OVP adalah penjabaran nilai-nilai yang ingin diterapkan, sesuai dengan segmentasi dan terget yang telah ditetapkan sebelumnya, Setelah OVP

(16)

ditetapkan maka langkah selanjutnya adalah penerapan dari nilai-nilai tersebut, ke dalam marketing mix.

2.2.3.4. Tactics

Menurut Chaffey (2009:443), setelah strategi telah dikembangkan sebagai bagian dari perencanaan e-marketing, tactics harus diimplementasikan untuk mencapai strategi-strategi tersebut.

Sebuah taktik merupakan gambaran lebih detail mengenai strategi yang telah dibutuhkan, yaitu bagaimana cara menerapkan strategi tersebut, perangkat-perangkat apa yang akan dipakai. Berikut adalah tahapan pemasaran marketing mix 7P :

a. Product

Melakukan analisis minat dan kebutuhan pelanggan, untuk dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan harapan pelanggan. Analisa ini bisa dilakukan melalui layanan customer service, testimonial pelanggan, dan lain-lain.

b. Promotion

Menyebarkan informasi mengenai produk-produk kepada pelanggan melalui media online, seperti viral marketing, media sosial dan lain-lain.

c. Price

Penentuan harga yang sesuai terhadap produk atau jasa, hal ini mencakup penentuan diskon-diskon khusus.

d. Place

Pendistribusian produk ke daerah-daerah yang telah ditentukan, tujuannya adalah meminimalkan biaya persediaan transportasi dan penyimpanan.

(17)

e. People

Menjalin hubungan bisnis yang lebih dekat terhadap pelanggan, melalui interaksi secara langsung.

f. Process

Secara umum berbicara bagaimana proses yang terjadi dalam hotel dan siapa saja yang terlibat di dalamnya.

g. Physical Evidence

Merupakan hal-hal fisik yang secara fisik dapat dilihat dan dinikmati serta dipelihara, seperti gedung, aset, dan perabotan di dalam kamar hotel.

2.2.3.5. Action

Merupakan komponen akhir dalam perencanaan e-marketing yang menjelaskan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan, sesuai dengan strategi dan taktik, yang siap untuk diterapkan dalam menjalankan rencana tersebut. Menurut Chaffey (2009:469), pada tahap ini perencanaan e-marketing akan segera difinalisasi untuk merangkum tahap-tahap yang akan dilakukan.

a. Blueprints

Menurut Chaffey (2009:636) blueprints menunjukkan hubungan antarhalaman dan komponen konten lainnya, dan dapat digunakan untuk menggambarkan organisasi, navigasi dan sistem penamaan. Mereka biasanya lebih mengarah ke site maps atau site structure diagram.

Berikut adalah contoh dari site structure diagram dari sebuah situs pabrikan mainan anak yang menampilkan pengelompokan konten dan sebuah indikasi dari proses yang dijalankan.

(18)

Gambar 2.9. Site Structure Diagram (Blueprints) Situs Pabrikan Mainan Anak Sumber : Chaffey (2009:637)

b. Wireframes

Menurut Chaffey (2009:636) wireframes biasanya digunakan oleh desainer situs untuk mengindikasi tata letak akhir dari sebuah halaman situs. Sebuah wireframe akan dibuat untuk semua tipe dari semua halaman yang mirip.

(19)

Gambar 2.10. Contoh Wireframe untuk Situs Mainan Anak Sumber: Chaffey (2009:638)

2.2.3.6. Control

Menurut Chaffey (2009:490), tahap ini bertujuan untuk memantau pandangan pelanggan dan opini. Tahap control dilakukan dengan mengevaluasi secara berkala apakah aplikasi e-marketing yang telah diterapkan telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan apa belum, salah satunya dengan menganalisis opini dari pelanggan kita.

(20)

Pengembangan Strategic E-Marketing berdasarkan Metode SOSTAC Tahap 1 : Situation Analysis

• Analisis Proses Pemasaran berjalan • Demand analysis • Competitor analysis • SWOT analysis Tahap 2 : Objectives Sell Serve Speak Save Sizzle Tahap 3 : Strategy Segmentation Targeting Positioning Value Proposition Tahap 4 : Tactics Marketing mix 7p Tahap 5 : Action • Activity Diagram • Site Structure • Wireframe • Class Diagram Tahap 6 : Control • Google Analytic overview • On-Page SEO 2.3. Kerangka Pikir

Kerangka pikir menggambarkan pola pemikiran dan langkah kerja dalam mengembangkan strategi E-Marketing berdasarkan metode SOSTAC.

(21)

a. Situation Analysis

Hal pertama-tama yang dilakukan berdasarkan metode SOSTAC adalah menganalisa situasi yang mempengaruhi perusahaan baik internal maupun eksternal, untuk analisis internal dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pihak perusahaan untuk mengetahui latar berlakang, visi dan misi, proses bisnis yang berjalan serta struktur organisasinya, kemudian analisis eksternal dikakukan dengan observasi kompetitor perusahaan sejenis dan demand analysis untuk mengetahui minat dan kebutuhan pelanggan melalui penyebaran kuisioner. Semua data yang dikumpulkan dalam situation analysis dikumpulkan dalam bentuk tabel SWOT. b. Objectives, Strategy , Tactics

Tahapan ini merupakan tahap perencanaan sebuah Strategi E-Marketing yang baru, pertama, berdasarkan analisis situasi sebelumnya, perlu ditentukan sebuah tujuan-tujuan spesifik yang harus dicapai (Objectives).

Tahapan strategi merupakan tahapan yang sangat penting dalam metode perancangan SOSTAC, berdasarkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, dilakukan penentuan segmentasi dan target yang menjadi fokus utama pada E-Marketing, dan merumuskan nilai-nilai baru yang ingin dikembangkan untuk mememuaskan target tersebut dan mencapai tujuan akhir.

Tactic merupakan penjabaran langkah-langkah yang harus dilakukan, berdasarkan strategi yang telah dirumuskan, strategi-strategi tersebut dikombinasikan ke dalam marketing mix yang kemudian terbagi ke dalam 7 hal yang akan dilanjutkan perancangannya pada tahapan action.

c. Action

Action merupakan tahapan desain dan implementasi dari situs E-Marketing berdasarkan strategi dan taktik yang telah dirumuskan sebelumnya, pada tahap ini menggunakan activity diagram untuk merancang proses bisnis yang sesuai dengan strategi dan taktik, kemudian merancang tampilan halaman-halaman situs E-Marketing melalui wireframe.

d. Control

Control merupakan tahapan untuk mengecek dan hasil pengembangan Strategi E-Marketing dari tahap awal hingga akhir melalui google analytic overview, dan mengevaluasi apakah tujuan (Objectives) yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, dari evaluasi tersebut kemudian dilakukan perbaikan dan penambahan hal-hal yang masih belum memenuhi tujuan.

(22)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :