• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. 2.1 Sejarah Perusahaan dan Perkembangannya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. 2.1 Sejarah Perusahaan dan Perkembangannya"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

GAMBARAN UMUM OBJEK

2.1 Sejarah Perusahaan dan Perkembangannya

Sejalan dengan rencana dan anjuran pemerintah, untuk mengembalikan industri kantong plastik dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, maka pada tahun 1979 didirikanlah perusahaan plastik dengan nama PT. Metropoly Jaya Nusa (Perseroan). Perusahaan ini didirikan pertama kali pada tanggal 15 Februari 1979 oleh Bapak Hendra Jouna, berlokasi di Jl. Kapuk Kamal Raya No 8, Jakarta Barat dan memulai operasinya untuk menghasilkan produk kantong plastik. Awal mulanya, perusahaan ini bernamakan PT. Metropoly Jaya saja, kemudian diganti menjadi PT. Metropoly Jaya Nusa pada tahun 2001. Perseroan ini dibangun sesuai dengan ketentuan Direktorat Jendral Pengawasan Departemen Industri Republik Indonesia.

Berdirinya perusahaan ini dipengaruhi dan didorong oleh semangat dan jiwa berdikari yang dituntut dari diri penerus Jouna ”Hendra Jouna” untuk dapat berpatisipasi dalam memajukan industri kantong plastik, yang tentunya dalam hal ini dapat meningkatkan produksi dalam negeri untuk pasaran lokal. Seperti halnya perusahaan lain, kunci keberhasilan PT. Metropoly Jaya Nusa sangat tergantung pada kecerdasan manajemen perusahaan dalam mengkoordinasi sumber daya yang ada, untuk melaksanakan proses produksi dan mengadakan pemasaran hasil produksi serta pelaksanaan yang tepat dan cermat dalam bidang pengawasan hasil produk yang dihasilkan.

(2)

Berdirinya PT. Metropoly Jaya Nusa di Jakarta ini merupakan kemajuan yang telah dicapai oleh seorang pengusaha nasional dalam menghasilkan industri kantong plastik dan juga membantu terlaksananya program pemerintah pusat maupun dalam bidang industri. Hingga saat ini, perusahaan industri plastik PT. Metro Poly Jaya Nusa merupakan perusahaan yang cukup berhasil dalam rangka memproduksi kantong plastik dan mampu mengatasi persaingan mutu/kualitas kantong plastik di Indonesia. Dalam hal ini, PT. Metropoly Jaya Nusa membuat kantong plastik dengan jenis HD (High Density) dan PE (Poly Ester).

PT. Metropoly Jaya Nusa menyadari sepenuhnya bahwa produk berkualitas tinggi tidak hanya ditentukan oleh teknis pencampuran bahan bijih plastik, akan tetapi juga kualitas mesin dan pemeliharaan mesin yang ada. Oleh karena itu, PT. Metropoly Jaya Nusa menggunakan mesin-mesin buatan China, Taiwan, Jerman, dan mesin buatan Jepang yang sudah cukup dikenal dan dapat menghasilkan produk kantong plastik dengan kualitas yang tinggi. Demikian pula sampai saat ini, perusahaan tetap berusaha untuk meningkatkan kualitas dengan berbagai cara dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan.

(3)

2.2 Kebijakan perusahaan

PT. Metropoly Jaya Nusa memiliki kebijakan mutu. Kebijakan mutu PT. Metropoly Jaya Nusa adalah “ Kami, manajemen dan segenap karyawan PT. Metropoly Jaya Nusa mempunyai komitmen untuk menghasilkan produk kantong plastik dengan mutu terbaik dan terpercaya sehingga dapat memuaskan kebutuhan pelanggan.

Hal ini sesuai dengan visi Perseroan yang senantiasa menjadi : “Sebuah perusahaan industri yang mempunyai komitmen kuat dalam mengembangkan produk lembaran plastik yang bermutu, serta dipasarkan secara nasional dengan mengutamakan kepada kepuasan dan kebutuhan pelanggan”. Di samping itu juga sejalan dengan misi

Perseroan yaitu sebagai : “Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri yang menghasilkan produk lembaran plastik, dengan harga terjangkau, dan mudah diperoleh”.

PT. Metropoly Jaya Nusa merasa perlu untuk memberikan suatu kebijaksaan bagi karyawan dan pekerjanya untuk dapat lebih meningkatkan kesejahteraan hidup tenaga kerjanya. Adapun butir-butir kebijaksaan yang dikeluarkan oleh PT. Metropoly Jaya Nusa adalah sebagai berikut:

a. Uang insentif bagi karyawan yang rajin (setiap bulan diumumkan). b. Cuti tahunan selama 2 minggu (terutama saat Lebaran)

c. Uang bonus yang nilainya berbeda-beda, dimana perusahaan menilai kinerja masing-masing karyawan.

(4)

2.3 Manajemen Perusahaan 2.3.1 Tenaga Kerja dan Hari kerja

PT. Metropoly Jaya Nusa mempekerjakan hanya ada karyawan tetap. Bentuk perusahaan PT. Metropoly Jaya Nusa adalah Perseroan Terbatas Tertutup, karena pemilikan saham hanya diperuntukan bagi pihak keluarga dari pendiri perusahaan saja. Jumlah tenaga kerja PT. Metropoly Jaya Nusa hingga saat ini adalah 85 orang. Pembagiannya adalah sebagai berikut :

ƒ Dewan Komisaris = 1 orang ƒ Direktur utama = 1 orang

ƒ Manajer = 3 orang

ƒ Bagian Keuangan = 3 orang ƒ Bagian marketing = 3 orang ƒ Bagian Produksi = 69 orang ƒ Satpam, kurir dan sopir = 5 orang

Hari kerja di PT. Metropoly Jaya Nusa adalah Senin – Jumat dengan pembagian waktu kerja sebagai berikut :

ƒ Karyawan kantor

Jam kerja : 08.00 – 17.00 WIB Jam Istirahat : 12.00 – 13.00 WIB ƒ Karyawan Lantai produksi

Shift I : 07.00 – 15.00 WIB Shift II : 15.00 – 23.00 WIB Jam Istirahat : 12.00 – 13.00 WIB

(5)

ƒ Penambahan shift lembur bagian produksi Shift I : 07.00 – 19.00 WIB Shift II : 19.00 – 07.00 WIB

2.3.2 Struktur Organisasi PT.Metropoly Jaya Nusa

DEWAN KOMISARIS DEWAN KOMISARIS DIREKTUR UTAMA DIREKTUR UTAMA Manajer Marketing Manager Keuangan Manager Produksi Bagian Finance Bagian Accounting Bagian Administrasi Bagian Quality Control Bagian Maintenance Mesin Bagian Purchasing Bagian Penjualan Bagian PPIC Bagian Gudang Bagian Pengiriman Barang

(6)

Struktur organisasi perusahaan ini adalah line organization yaitu pelaksanaan perintah berjalan secara vertikal mengikuti garis intruksi dari atas ke bawah di mana wewenang dan perintah dari atasan langsung ke bawahan dan sebaliknya tanggung jawabnya dari bawahan kepada atasan langsung hingga ke pimpinan perusahaan PT. Metropoly Jaya Nusa yang dipimpin oleh seorang direktur utama yang bertanggung jawab terhadap dewan komisaris. Dalam pelaksanaannya, direktur yang membawahi 3 departemen di mana setiap departemen dipimpin oleh seorang manager. Struktur organisasi ini erat kaitannya dengan manajemen sumber daya manusia yang ada karena dengan adanya struktur organisasi dari perusahaan, baru bisa menggambarkan adanya pembagian pekerjaan yang jelas antara pekerjanya.

Dengan adanya suatu organisasi yang baik, maka memungkinkan terselenggaranya suatu kelancaran dalam proses usaha yang dilakukan oleh perusahaan dikarenakan dalam organisasi tersebut sudah ditetapkan dengan jelas mengenai wewenang, tugas, dan tanggung jawab seseorang. Berikut ini merupakan perincian tugas dan wewenang kegiatan dari masing-masing jabatan yang ada di PT. Metropoly Jaya Nusa adalah sebagai berikut:

a. Direktur

Tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut:

- Mempimpin dan mengawasi masing-masing departemen yang ada - Merencanakan, mengawasi dan mengevaluasi kebijakan perusahaan

- Memelihara hubungan kerja sama yang baik secara internal maupun eksternal - Memeriksa laporan manajemen

(7)

b. Manager Marketing

Tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut:

- Memimpin tugas pemasaran sesuai perencanaan yang ada - Menentukan prosedur pemasaran sesuai kebijakan perusahaan - Menanggapi kritik dan saran dari konsumen

- Bertanggung jawab atas pembelian bahan baku, penjualan hasil produksi, dan pengiriman barang jadi kepada buyer.

c. Manager Keuangan

Tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut:

- Menentukan prosedur keuangan sesuai kebijakan perusahaan

- Mengatur keuangan dan menyediakan dana untuk anggaran pemasukan maupun pengeluaran

- Memeriksa laporan keuangan dari pencatatan staf accounting

- Bertanggung jawab terhadap pembayaran kepada supplier (tanggal jatuh tempo dan jadwal pembayaran).

d. Manager Production

Tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut: - Mengatur dan mengawasi jalannya produksi di lapangan

- Menentukan tugas apa saja yang harus dilakukan oleh tenaga kerja produksi. - Menentukan perencanaan produksi

- Menerima laporan penggunaan bahan baku, laporan persediaan barang jadi dan bagian gudang.

- Bertanggung jawab mengawasi produk agar selalu memenuhi standar kualitas produk yang telah ditetapkan perusahaan.

(8)

2.3.3 Sistem Penggajian

PT. Metropoly Jaya Nusa memberikan gaji pokok kepada karyawannya, baik itu karyawan kantor maupun karyawan pabrik sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah berdasarkan ketetapan undang-undang tenaga kerja yang berlaku, yaitu UMR (Upah Minumum Regional). Sistem penggajian disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab jabatan. Semakin tinggi tingkat jabatannya, maka gaji yang akan diperoleh juga akan semakin besar. Misalnya saja gaji manager produksi pasti akan lebih tinggi dibandingkan gaji operator. Selain itu Perusahaan juga memberikan tunjangan seperti THR (Tunjangan Hari Raya) pada karyawannya.

2.3.4 Kesejahteraan Tenaga Kerja

Untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja yang ada di PT. Metropoly Jaya Nusa, diberikannya beberapa jaminan antara lain jaminan kesehatan (JAMSOSTEK) dan poliklinik (pengobatan gratis) apabila ada karyawan bagian produksi, terutama operator mesin yang terluka.

(9)

2.4 Sistem Kerja Bagian Produksi

Sistem kerja bagian produksi PT. Metropoly Jaya Nusa adalah sebagai berikut: ¾ Proses Produksi yang dilakukan adalah proses produksi terus-menerus

(continuous process) disebabkan karena:

- Produk yang dihasilkan dalam jumlah yang besar dengan dengan dua jenis saja, yaitu jenis HD (High Density) & PE (Poly Ester). Variasi hanya dilakukan pada ukuran potongan kantong plastik, ketebalan kantong plastik, warna dan printing (cetakan dengan tulisan).

- Mesin-mesin yang digunakan adalah mesin-mesin yang bersifat otomatis, maka pengaruh individual operator terhadap produk tidak begitu besar. Begitu juga dengan mesin potongnya, diset dengan digital oleh operator sehingga pemotongan dilakukan secara akurat. ¾ Data produksi yang ditetapkan adalah 150 ton/bulan dan dalam 1 hari bisa

menghasilkan ±1 ton . Kapasitas produksi dibagi menjadi 2 shift, dimana masing-masing pembagiannya menjadi 12 jam/shift.

¾ Kapasitas produksi (kemampuan mesin) bisa menghasilkan ± 3 ton/hari untuk satu jenis mesinnya.

¾ Perusahaan menetapkan prioritas dalam operasi manufakturnya dengan metode Earliest Due Date (EDD) dimana penentuan urutan pekerjaan didasarkan pada waktu penyerahan dari setiap pesanan dengan waktu penyerahan paling awal yang akan dikerjakan terlebih dahulu dan pesanan dengan waktu penyerahan paling akhir akan dikerjakan belakangan.

(10)

2.5 Proses Produksi

2.5.1 Proses Produksi Secara Umum

Pada umumnya, proses produksi pada PT. Metropoly Jaya Nusa terbuat dari bahan mentah bijih plastik, kemudian diproses melalui mesin masak HD/PE dan membentuk lembaran plastik (gulungan). Apabila kantong plastik masih dalam keadaan bagus (tidak cacat), maka akan ditujukan ke bagian gudang. Selanjutnya akan dikirim barangnya. Akan tetapi apabila kantong plastik tidak bagus/cacat (ditandai dengan warna kekuning-kuningan), maka akan ditujukan ke area proses daur ulang agar menjadi bijih plastik untuk diproduksi kembali. 1 set mesin daur ulang ini terdiri dari 1 mesin penghancur bekuan, 1 penghancur daun, 1 pemasak dan 1 pencetak.

Raw Material Produksi Proses bagus? Proses Daur Ulang Bijih plastik Packing / Gudang Pengiriman Barang Ya Tidak

(11)

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam produksi kantong plastik adalah sebagai berikut: a. Bahan Awal (Bijih Plastik)

Semua bahan awal di perusahaan ini harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan berdasarkan prosedur yang telah dibuat dengan analisa bahan awal maupun dengan pemeriksaan sendiri oleh bagian QC. Semua pemasukan, pengeluaran dan sisa bahan harus dicatat oleh petugas yang berwenang agar menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada penerimaan bahan awal, harus dilakukan pemeriksaan secara visual oleh bagian QC. Setelah lulus uji oleh bagian bagian QC, baru disimpan di gudang bahan awal berdasarkan sifatnya terhadap suhu dan kelembaban ruangan. Untuk bahan awal yang tidak memenuhi syarat/ditolak oleh bagian QC, barang tersebut harus diberikan tanda khusus dan disimpan di tempat terpisah agar bisa dikembalikan kepada supplier.

b. Penimbangan dan Penyerahan Bahan

Metode penimbangan pada perusahaan ini dilakukan berdasarkan prosedur yang ada, diperiksa kembali dan ditandatangani oleh supervisor produksi sebelum diserahkan ke bagian produksi. Pada saat penimbangan, sangat perlu diperhatikan kapasitas, ketepatan dan ketelitian alat timbang yang dipakai. Jumlah bahan yang ditimbang harus sesuai dengan yang diperlukan.

c. Pengolahan Bahan Menjadi Produk Jadi

Semua bahan, mesin dan peralatan yang dipakai dalam proses pengolahan harus diperiksa terlebih dahulu, sebelum digunakan agar memenuhi syarat yang layak diproduksi.

(12)

d. Penyimpanan Bahan Awal sampai Produk Jadi.

Semua bahan ditata dengan teratur untuk memudahkan pemeriksaan, pengambilan dan pemeliharaan. Jarak penyimpanan bahan harus diperhatikan antara jenis bahan yang satu dengan jenis bahan yang lain agar tidak terjadi pembauran yang nanti akibatnya proses pengolahan bijih plastik tidak seperti yang diinginkan.

2.5.2 Proses Produksi Berbagai Jenis Plastik

Pada umumnya, proses produksi pada perusahaan ini dilakukan dengan menggunakan mesin otomatis. Alur proses produksi dapat dilihat pada diagram 2.2. Ada 2 jenis plastik yang diproduksi oleh PT. Metropoly Jaya Nusa, yaitu: plastik jenis HD (High Density) dan plastik jenis PE (Poly Ester). Proses produksinya HD maupun PE hampirlah sama. Yang membedakannya bisa dilihat dari ciri-ciri masing jenis.

Ciri-ciri HD :

- Lebih tahan panas dan warnanya lebih buram (butek) - Jikalau ditarik sobek dan bunyinya kresek

- Contohnya : plastik belanjaan HERO Ciri-ciri PE :

- Kurang tahan panas dan warnyanya lebih cerah

- Jikalau ditarik akan melar karena lebih elastis dan bunyinya tidak kresek - Contohnya : plastik laundry baju yang transparan, plastik kantong gula, dll.

(13)

a. Tahapan Proses Produksi Plastik HD ƒ Gudang Bahan Baku

Pengambilan bahan baku dari gudang disesuaikan komposisi plastik yang diperlukan. Penentuan pemakaian jenis bahan yang akan dipakai, ditentukan berdasarkan bagian pemasaran yang telah mengetahui kriteria apa sajakah yang diinginkan oleh konsumen dari ukuran, warna, ketebalan, dan tulisan. ƒ Penimbangan

Bahan baku yang telah diambil dari gudang bahan baku ditimbang secara akurat sesuai dengan kebutuhan plastik yang diperlukan untuk diproduksi (berapa ton yang akan diproduksi).

ƒ Pemanasan

Setelah melalui proses penimbangan bahan baku, seluruh bahan baku yang diperlukan, dicampur menjadi satu dengan alat penyedot yang akan dipanaskan oleh mesin extruder selama 6 jam dengan suhu sekitar 2500C, yang akan diolah menjadi cairan.

ƒ Peniupan

Setelah menjadi cairan, cairan panas ini akan didorong oleh mesin baller

(AS) dalam spiral dengan ulir jenis HD yang akan ditiup menjadi balon besar oleh mesin blower.

ƒ Penggulungan

Balon akan ditarik oleh rol jepit yang akhirnya menjadi lembaran plastik panjang yang akan digulung oleh mesin gulung. Plastik ini masih dalam keadaan barang setengah jadi.

(14)

ƒ Pemotongan

Setelah digulung, dilakukan pemotongan oleh mesin pemotong yang sudah otomatis dimana operator bisa menset ukuran yang diinginkan konsumen. ƒ Pencetakan (printing)

Setelah tahap pemotongan, dilakukan pencetakan warna tulisan maupun gambar dengan mesin printing, Mesin printing ini bisa mencetak 2 warna bahkan 4 warna sekaligus.

b. Tahapan Proses Produksi Plastik PE (Polyester) ƒ Gudang Bahan Baku

Pengambilan bahan baku dari gudang disesuaikan komposisi plastik yang diperlukan. Penentuan pemakaian jenis bahan yang akan dipakai, ditentukan berdasarkan bagian pemasaran yang telah mengetahui kriteria apa sajakah yang diinginkan oleh konsumen dari ukuran, warna, ketebalan, dan tulisan. ƒ Penimbangan

Bahan baku yang telah diambil dari gudang bahan baku ditimbang secara akurat sesuai dengan kebutuhan plastik yang diperlukan untuk diproduksi (berapa ton yang akan diproduksi).

ƒ Pemanasan

Setelah melalui proses penimbangan bahan baku, seluruh bahan baku yang diperlukan, dicampur menjadi satu dengan alat penyedot yang akan dipanaskan oleh mesin extruder selama 6 jam dengan suhu sekitar 2500C, yang akan diolah menjadi cairan.

(15)

ƒ Peniupan

Setelah menjadi cairan, cairan panas ini akan didorong oleh mesin baller

(AS) dalam spiral dengan ulir jenis PE yang akan ditiup menjadi balon besar oleh mesin blower.

ƒ Penggulungan

Balon akan ditarik oleh rol jepit yang akhirnya menjadi lembaran plastik panjang yang akan digulung oleh mesin gulung. Plastik ini masih dalam keadaan barang setengah jadi.

ƒ Pemotongan

Setelah digulung, dilakukan pemotongan oleh mesin pemotong yang sudah otomatis dimana operator bisa menset ukuran yang diinginkan konsumen. ƒ Pencetakan (printing)

Setelah tahap pemotongan, dilakukan pencetakan warna tulisan maupun gambar dengan mesin printing, Mesin printing ini bisa mencetak 2 warna bahkan 4 warna sekaligus.

Jadi, yang membedakan proses produksi HD dengan PE hanyalah jenis ulir yang akan dipakai. Bisa juga memproduksi plastik jenis HD dan PE secara bersamaan, dimana permukaan depannya HD, permukaan belakangnya PE sehingga dipakai jenis ulirnya 2 (2AS/2)

(16)

2.5.3 Pemesanan Barang dari Buyer

Buyer melakukan order barang di bagian marketing. Dari bagian marketing, akan dilaporkan ke manager marketing untuk memutuskan pemakaian jenis bahan dan harga barang. Untuk penentuan pemakaian jenis bahan yang ada, akan dilapor ke bagian gudang bahan terlebih dahulu. Kemudian managermarketing melihat apakah order jadi atau batal. Jikalau batal, maka tidak dilakukannya proses produksi. Jikalau order jadi, maka akan diteruskan ke pihak manager produksi yang akan membuat perencanaan dan keputusan produksi. Selanjutnya akan diproses ke bagian produksi untuk dilihat apakah barang sudah memenuhi kualitas dengan bahan yang ada. Apabila plastik ingin dipesan dalam keadaan gulungan (barang setengah jadi), maka akan dikemas langsung. Tetapi jikalau plastik ingin dipesan dengan keadaan dipotong (barang jadi) sesuai ukuran yang diinginkan buyer, maka akan dipotong oleh mesin pemotong dahulu, baru di-packing

dan ditaruh bagian gudang yang sudah menjadi stok barang jadi. Bagian gudang akan memberitahu ke bagian administrasi berapa banyaknya bahan yang telah terpakai dan diserahkan ke accounting untuk disesuaikan dengan PO (purchase order) yang ada. Setelah itu, akan dikirim barangnya.

(17)

BUYER ORDER MARKETING Penentuan Harga Barang Keputusan Produksi PRODUKSI QC + BAHAN Manager Produksi Manager Marketing Gudang Bahan Penentuan Pemakaian Jenis Bahan STOP Brg jadi atau 1/2 jadi? Y N Order jadi atau tidak? Mesin potong Gudang Stok Barang Jadi ACCOUNT ADM DELIVERY Pengiriman Packing Y N

(18)

2.5.4 List Raw Material (Bahan Baku)

Jenis bahan baku yang biasa dipakai PT. Metropoly Jaya Nusa : ƒ HD+BS ƒ TITAN ƒ HD HITAM ƒ HD POLOS ƒ PETLINE ƒ LLD BENING ƒ TITAN + 5302 ƒ LLD HITAM ƒ BMP ƒ OG BSA ƒ PS BIRU ƒ HD 5302 + TITAN ƒ SENTRA ƒ ASRENE ƒ ELITE + 1810 T ƒ DOW ƒ HD PSS ƒ BC ƒ MKP ƒ TIPLENE/DOW ƒ ABS ƒ KW

(19)

2.5.5 Customer Complaint

Apabila ditemui ada kecacatan barang atau ukuran plastik yang tidak tepat maupun ketebalan plastik tidak sesuai dengan harapan, maka konsumen berhak mengajukan complaint ke bagian QC/QA. Apabila keluhan diterima oleh bagian QC, maka bagian pengendalian kualitas akan mengambil keputusan untuk ganti barang yang ada atau dipotong biayanya sesuai dengan surat jalan yang ada. Akan tetapi, jika keluhan tidak diterima, maka bagian QC akan membuat surat keterangan yang disertai bukti-bukti yang ada.

Customer Complaint Proses QC + QA Pengambilan Keputusan (Ganti / potong surat jalan) Complaint Diterima? Ya Tidak

Dengan Keterangan & Bukti-bukti

(20)

2.6 Mesin yang Digunakan dalam Proses Produksi

Tabel 2.1 Nama-nama Mesin Produksi

No Nama mesin Merk Buatan

1 HD/PE-100 Kwang Xing Taiwan

2 HD/PE-120 Kwang Xing Taiwan

3 HD/PE-140 Kwang Xing Taiwan

4 HD/PE-160 Kwang Xing Taiwan

5 HD/PE-180 Reifenhauser Jerman

6 HD/PE-200 Reifenhauser Jerman

7 HD/PE-220 Reifenhauser Jerman

8 HD/PE-240 Plato Jepang

9 HD/PE-260 Plato Jepang

10 HD/PE-280 Plato Jepang

11 HD/PE-300 Plato Jepang

12 Mesin Potong Kecil - PK 1 Schaeffer Jerman 13 Mesin Potong Kecil - PK 2 Schaeffer Jerman 14 Mesin Potong Kecil - PK 3 Schaeffer Jerman 15 Mesin Potong Kecil - PK 4 Schaeffer Jerman 16 Mesin Potong Kecil - PK 5 Schaeffer Jerman 17 Mesin Potong Kecil - PK 6 Schaeffer Jerman 18 Mesin Potong Kecil - PK 7 Schaeffer Jerman 19 Mesin Potong Kecil - PK 8 Schaeffer Jerman 20 Mesin Potong Besar - PB 1 Schaeffer Jerman 21 Mesin Potong Besar - PB 2 Schaeffer Jerman 22 Mesin Potong Besar - PB 3 Schaeffer Jerman 23 Mesin Potong Besar - PB 4 Schaeffer Jerman 24 Mesin Gulung Standar - G 1 Breker Fuji Indonesia 25 Mesin Gulung Standar - G 2 Breker Fuji Indonesia 26 Mesin Gulung Standar - G 3 Breker Fuji Indonesia 27 Mesin Gulung Standar - G 4 Breker Fuji Indonesia

28 Mesin Printing - C1 Queen China

29 Mesin Printing - C2 Queen China

(21)

HD/PE HD/PE HD/PE HD/PE-120 HD/PE HD/PE HD/PE HD/PE HD/PE HD/PE operator operator operator

operator operator operator operator operator operator

Mesin yang dibahas Keterangan :

(22)

2.7 Kondisi Tempat Kerja

Secara keseluruhan, kondisi tempat kerja perusahaan ini cukup baik. Letak mesin-mesin produksi sudah baik dan tempat penempatan mesin-mesin-mesin-mesin sudah tetap. Hanya saja tidak dibedakannya antara gudang bahan baku dengan gudang barang yang jadi. Tempat kerja di perusahaan ini mempunyai ventilasi udara yang cukup baik dan kebersihan lantai produksi cukup diperhatikan (terlihat dari bijih plastik yang disusun rapi dalam drum dan tidak bercecer-ceceran). Tetapi suhu lantai produksi yang kurang nyaman untuk bekerja karena pengaruh dari panas dan suara bising yang berasal dari mesin HD/PE. Namun secara keseluruhan, perusahaan cukup memperhatikan lingkungan tempat kerja.

Keseluruhan mesin ditempatkan dalam ruangan yang cukup besar. Dalam hal ini, pencahayaan pada ruangan produksi cukup baik karena ruangan mengambil cahaya pada siang hari. Sedangkan pada malam harinya, baru dinyalakan lampu. Bagian kantor dan pabrik dijadikan satu.

2.8 Supplier dan Buyer PT. Metropoly Jaya Nusa

Dalam usahanya untuk memperlancar industri kantong plastik ini, PT. Metropoly Jaya Nusa mengadakan hubungan kerja sama yang baik dengan pemasok (supplier) untuk bijih plastiknya dan menyalurkan hasil produksinya ke beberapa buyer.

™ Berikut nama-nama supplier yang ada, yaitu: ƒ Petronas (Petrokimia)

ƒ Akinowahana ƒ Chandra Asri.

(23)

™ Berikut nama-nama buyer yang bisa melakukan transaksi dengan PT. Metropoly Jaya Nusa, yaitu:

ƒ Sinar Mas ƒ Polypack ƒ Taysu ƒ Toyota ƒ Mulia Glass ƒ Bintang Terang ƒ Apotik ƒ Mulia Keramik ƒ Bima Sakti ƒ Sentra ƒ Viva ƒ Tri Tunggal ƒ Abadi ƒ Embos ƒ Nusantara ƒ Graha ƒ Starindo ƒ Nusantara ƒ Eiwa Plastik ƒ Tifico ƒ Union Plastik

(24)

2.9 Sistem Perawatan Bagian Maintenance

Sistem perawatan yang ada diperusahaan saat ini masih kurang baik. Perusahaan tidak melakukan perawatan secara rutin, melainkan hanya melakukan tindakan corective maintenance, yang artinya perbaikan mesin hanya dilakukan jika mesin mengalami gangguan kerusakan sehingga tidak bisa beroperasi secara normal atau bahkan tidak dapat berfungsi sama sekali. Jadi, tidak ada prosedur yang pasti dalam perawatan mesin.

Data perawatan mesin di perusahaan ini belum dilakukan secara baik, hanya pencatatan secara manual oleh bagian teknisi. Data historis kerusakan mesin hanya ada untuk jangka waktu 3 bulan terakhir, yaitu awal Januari sampai Maret 2006. Hal inilah yang dapat menimbulkan permasalahan yang cukup signifikan bagi perusahaan.

Dan biasanya tindakan preventive mesin hanya dilakukan seperti pembersihan

scrap yang ada di mesin, penambahan oli pada mesin setelah beberapa jam produksi, dan pemanasan mesin sebelum dipakai. Prosedur perawatan mesin yang sedang dilakukan oleh perusahaan ini adalah apabila ada keluhan dari operator mesin mengenai gangguan mesin yang ditanganinya, maka operator akan memberitahu bagian teknisi. Teknisi akan mengecek gangguan mesin tersebut. Apabila benar terdapat masalah pada mesin tersebut, akan dilaporkan kepada bagian manager bagian produksi mengenai kerusakan yang terjadi dan akan memberi konfirmasi tindakan perbaikan apa yang akan dilakukan. Jika disetujui, maka tindakan perbaikan akan dilakukan. Perbaikan bisa dilakukan dengan mendatangkan teknisi dari luar perusahaan.

Gambar

Gambar 2.1   Struktur Organisasi PT. Metropoly Jaya Nusa
Diagram 2.1  Control Chart Bagian Produksi
Diagram 2.2 Alur Proses Produksi Pembuatan Kantong Plastik dari Buyer Hingga Delivery
Diagram 2.3  Alur Proses Customer Complaint
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pengertian lain adalah sebagai teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat

[r]

Obiettivo del percorso di partecipazione è quello di instaurare, attraverso strumenti e metodologie inclusive e tramite una progettualità condivisa, una collaborazione strutturata

Tema yang dipilih dalam penelitian ini ialah Tugas sarjana dengan judul “Perancangan Sistem Kerja Yang Ergonomi Berdasarkan Metode Therbligh Untuk Meningkatkan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan diatas dengan judul studi deskriptif pola asuh orang tua pada remaja di kelas XI pemasaran SMK PGRI 1 Mejobo

1) Al-Qur’an, pada judul ini, pembahasannya sebanyak 11 halaman. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an,... 19 Lihat pada bagian daftar isi buku karya Wawasan Al-Quran.....

Reporter MyMagz merasa nyaman untuk bekerja dengan sesama reporter, rekan kerja yang lain, dan juga atasannya karena terciptanya komunikasi yang tidak terlalu formal dalam

(2) Dalam hal Nilai Perolehan Objek Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) tidak diketahui atau lebih rendah dari Nilai Jual Objek Pajak yang digunakan dalam pengenaan