MANUAL IKU & SOP PENGUKURAN TAHUN 2020 PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA

35  Download (0)

Teks penuh

(1)

MANUAL IKU

&

SOP PENGUKURAN

TAHUN 2020

PELABUHAN PERIKANAN

NUSANTARA SIBOLGA

(2)

Internal Proses 60 60 60 60 60 IK.1 Jumlah nelayan yang terfasilitasi kredit perikanan tangkap (Nelayan)

SS.2 Pendapatan nelayan meningkat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

Merupakan indikator yang menunjukkan pelaksanaan program perikanan tangkap yang mendukung akses fasilitasi pembiayaan dan kredit kepada nelayan melalui sektor perbankan di PPN Sibolga.

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

- Pelabuhan Perikanan Nusantara

Sibolga - Seksi Operasional Pelabuhan

CARA PERHITUNGAN

- Mendata jumlah nelayan yang berpartisiapasi dalam program pendanaan/pembiayaan dan kredit kepada nelayan

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Nelayan Lead Process Akumulasi

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(3)

Data Nelayan yang terverifikasi di PPN

Sibolga

Penyampaian dan Pendataan Data Nelayan

yang terfasilitasi kredit perikanan tangkap

Informasi data nelayan yang terfasilitasi kredit perikanan tangkap di

PPN Sibolga

Capaian Kinerja (IKU)

Validasi oleh Kepala Pelabuhan

PROSES

VALIDASI & KOREKSI

FORMAT PENGUKURAN

Jumlah Ukuran Jenis

Ikan Rata-rata

Kapal Hasil Tangkapan Biaya

Operasioanal Rencana Kredit Untuk Keperluan Alat Melaut Ikan Lama Melaut (Per/Trip) No Nama Alamat No KUSUKA

(4)

Internal Proses 1.216,82 1.338,48 1.363,48 1.388,48 1.413,48

IK.2 NILAI PNBP PPN SIBOLGA (Rp Juta)

SS.2 Ekonomi sektor perikanan tangkap meningkat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

Merupakan indikator pencapaian jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dicapai oleh PPN Sibolga

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

- Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

- Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha

- Subbag Tata Usaha

CARA PERHITUNGAN

Jumlah Nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak yang dicapai/diterima sampai dengan bulan berjalan

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Nilai (Rp Juta) Lead Process Akumulasi

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(5)

Petugas Penerima PNBP (Fungsional) Penatausahaan PNBP oleh Bendahara Penerima Laporan PNBP Penyajian Nilai PNBP Capaian Kinerja IKU – Nilai PNBP PPN Sibolga Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan PROSES

VALIDASI & KOREKSI

FORMAT PENGUKURAN 1 2 3 4 5 dst MATA ANGGARAN / URAIAN No. PENYETORAN TARGET S/D BULAN

LALU BULAN INI JUMLAH

S/D BULAN

LALU BULAN INI JUMLAH

(6)

Internal Proses 500 500 500 500 500 IK.3 Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan (unit) SS.3 Sumber daya ikan berkelanjutan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

Merupakan indikator yang menunjukkan jumlah kapal perikanan yang beroperasi berdasarakan GT dan alat tangkap yang menerapkan logbook penangkapan ikan.

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Pelabuhan Perikanan Nusantara

Sibolga Seksi Kesyahbandaran

CARA PERHITUNGAN

Jumlah kapal yang menerapkan logbook penangkapan ikan.

Atau :

𝐿𝑃 =

𝐿𝑃1+𝐿𝑃2+⋯

∑𝐿𝑃

X 100%

LP1,2.. : Jumlah kapal yang menerapkan logbook

LP : Total kapal perikanan

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Unit Lead Process Akumulasi

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(7)

FORMAT PENGUKURAN

PROSES

Wilayah PPN SIBOLGA

Data Kapal Perikanan > 30 GT yang Telah

Terdaftar di Pusat

Data Kapal Perikanan ≤ 30 GT yang Telah Terdaftar di Daerah Petugas Melakukan Pendataan dan Penandaan Kapal Perikanan (Via. DSS) Pengolahan Data Penandaan Kapal Perikanan yang Terdaftar sebagai Kapal

Perikanan di UPT PPN Sibolga Capaian Kinerja IKU-7 1 2 3 dst Jumlah BULAN No. AKUMULASI STANDAR LAIK (unit)

(8)

Internal Proses 100 100 100 100 100 IK.4 Persentase pelaksanaan rencana aksi pengelolaan sumber daya ikan di Laut

Pedalaman, Teritorial, dan Perairan Kepulauan (persen)

SS.4 Tata kelola sumber daya ikan bertanggung jawab di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

• Indikator yang menunjukkan gambaran tentang upaya/kegiatan pengelolaan sumber daya ikan di perairan pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan, laut ZEEI, Laut Lepas yang terkelola pemanfaatan dan sumber daya ikannya (WPP) • Pemilihan tindakan pengelolaan sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan

pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi lainnya. Selain itu, perlu adanya kehati-hatian dalam pengambilan keputusan pengelolaan terkait dengan karakter WPPNRI dan penggunaan data statistik sebagai dasar penilaian.

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

CARA PERHITUNGAN

Dihitung dari jumlah volume produksi pada saat bulan berjalan dibagi dengan jumlah potensi sumber daya ikan (Kepmen KP NOMOR 50/KEPMEN-KP/2017)

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Persen Lag Proses Rata-rata

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(9)

Wilayah Pengelolaan Perikanan yang Dievaluasi Kesesuaian Antara Kondisi di WPP dan RPP Indikator

Jumlah WPP yang sesuai dengan Dokumen RPP

Capaian Kinerja (IKU)

Validasi oleh Dit. PSDI

PROSES

VALIDASI & KOREKSI Rencana Pengelolaan

Perikanan Berdasarkan WPP dan Jenis Ikan

Konsultasi Publik Perbaikan dan Penyempurnaan RPP Berdasarkan Update Kondisi WPP FORMAT PENGUKURAN

(10)

Internal Proses 1 1 1 1 1 IK.5 Jumlah lembaga pengelola perikanan wilayah pengelolaan perikanan negara

republik indonesia (WPPNRI) yang operasional (WPP)

SS.4 Tata kelola sumber daya ikan bertanggung jawab di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

Indikator ini menunjukkan persentase jumlah WPPNRI dan Perairan Darat yang telah dilaksanakan pengelolaan sumber daya ikannya :

• Upaya pengelolaan di perairan pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan, antara lain: (1) Penyusunan RPP; (2) Penyusunan pedoman pengelolaan perikanan di LPTPK; (3) Kerjasama nasional dan regional; (4) Koordinasi antara pemangku kepentingan di

WPPNRI, (5) penyusunan RPP jenis ikan, dan (6) operasional kelembagaan WPPNRI. • Kegiatan operasionalisasi di ZEEI dan Laut Lepas, antara lain : (1) Evaluasi rencana aksi

RPP TCT, (2) pendaftaran kapal di RFMOs, (3) Pemanfaatan Kuota SBT, (4) Penyusunan Harvest Strategy, dan (5) Penyusunan regulasi terkait Perikanan Tuna.

• Upaya Pengelolaan di Perairan Darat, antara lain: (1) penyusunan RPP Perairan Darat di Bidang Penangkapan Ikan (2) Pertemuan pengelolaan perikanan perairan darat, dan (3) Penyusunan aturan/pedoman pengelolaan perikanan di Perairan Darat.

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Seksi Kesyahbandaran

CARA PERHITUNGAN

Dihitung dari rata-rata WPP yang dilaksanakan upaya pengelolaan dan/atau kegiatan

operasional laut pedalaman, territorial, perairan kepulauan dan laut ZEEI serta provinsi yang ekosistem perairan daratnya telah dilakukan upaya pengelolaan

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Persen Lag Proses Rata-rata

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(11)

Wilayah Pengelolaan Perikanan yang Dievaluasi Kesesuaian Antara Kondisi di WPP dan RPP Indikator

Jumlah WPP yang sesuai dengan Dokumen RPP

Capaian Kinerja (IKU)

Validasi oleh Dit. PSDI

PROSES

VALIDASI & KOREKSI Rencana Pengelolaan

Perikanan Berdasarkan WPP dan Jenis Ikan

Konsultasi Publik Perbaikan dan Penyempurnaan RPP Berdasarkan Update Kondisi WPP FORMAT PENGUKURAN

(12)

Internal Proses 24.000 24.500 25.000 25.500 23.000 IK.6 Jumlah Produksi Perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga (Ton) SS.5 Produktivitas Perikanan Tangkap meningkat di Pelabuhan Perikanan Nusantara

Sibolga

DEFINISI

Merupakan indikator yang menunjukkan rekapitulasi jumlah produksi perikanan tangkap yang berasal dari laut dan produksi perikanan tangkap yang berasal dari perairan samudera hindia yang didaratkan di PPN Sibolga

Data Volume produksi perikanan tangkap provinsi diperoleh dari penjumlahan data volume produksi perikanan tangkap Kabupaten Tapteng, Kota Sibola dan UPT PPN Sibolga.

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Seksi Operasional Pelabuhan

CARA PERHITUNGAN

𝑷𝒓𝒐𝒅𝑷𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏𝒂𝒏 𝑻𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒑= 𝑷𝒓𝒐𝒅𝑷𝑻𝑳+ 𝑷𝒓𝒐𝒅𝑷𝑻𝑷𝑼

Keterangan:

ProdPTL = Produksi Perikanan Tangkap Laut

ProdPTPU = Produksi Perikanan Tangkap Perairan Umum

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Ton Lead Proses Akumulasi

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(13)

Tempat Pendaratan Ikan, Perusahaan, Desa

Sampel

FORM SL-3

Pengumpulan Data oleh Petugas Statistik

Pengolohan dan Data

Validasi

Penyajian Data Statistik

Capaian Kinerja IKU – Jumlah Produksi

Perikanan Tangkap PPN Sibolga

SEKSI OP

PROSES

VALIDASI & KOREKSI KOORDINASI FORMAT PENGUKURAN 1 2 3 4 5 dst Total Bulan No. Desember Nilai Produksi Jumlah Produksi Februari s/d Nilai Produksi Jumlah Produksi

Jenis Ikan Januari

Jumlah Produksi Nilai Produksi Jumlah Produksi Nilai Produksi

(14)

Internal Proses 352,80 367,80 382,80 397,80 412,80 IK.7 Jumlah pengembangan fasilitas pelabuhan perikanan nusantara sibolga (lokasi) SS.5 Produktivitas Perikanan Tangkap meningkat di Pelabuhan Perikanan Nusantara

Sibolga

DEFINISI

Merupakan indikator yang menunjukkan jumlah pengembangan fasilitas di PPN Sibolga, baik itu adanya pembangunan (pekerjaan fisik) dan Pengadaan barang dan jasa maupun pemeliharaan sarana dan prasarana yang dilakukan di lokasi PPN Sibolga dalam mendukung operasional kegiatan pelayanan dan pencapianan target PNBP di PPN Sibolga

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Subbag Tata Usaha

CARA PERHITUNGAN

Dihitung dari perkembangan dan realisasi pekerjaan pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang dilakukan di lokasi PPN Sibolga dengan memperhatikan realisasi fisik dan keuangan.

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Lokasi Lead Proses Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(15)

Identifikasi terhadap

sarana dan prasarana Proses PBJ

Sesuai Kualifikasi Pelaksanaan Capaian Kinerja IKU – Jumlah Pengembangan Fasilitas PPK PROSES

VALIDASI & KOREKSI KOORDINASI

(16)

Internal Proses 80 80 80 80 80 IK.8 Tingkat operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga (Persen)

SS.5 Produktivitas Perikanan Tangkap meningkat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

Merupakan indikator dari Nilai tingkat operasional laporan yang mendukung kegiatan-kegiatan operasional UPT PPN Sibolga berupa pengumpulan data, informasi, publikasi, dan kegiatan pembangunan pelabuhan perikanan yang di nilai setiap bulan dari eselon I DJPT (EVKIN)

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

- Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

- Seksi Operasional Pelabuhan - Seksi Kesyahbandaran - Seksi TKPU

- Subbag Tata Usaha

CARA PERHITUNGAN

Penilaian Tingkat Operasional UPT PPN Sibolga diukur dengan cara melihat nilai evaluasi kinerja (evkin) atau pencapaian indikator kegiatan pada masing-masing unit kerja.

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Persen Lead Process Rata-rata

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(17)

FORMAT PENGUKURAN PROSES Data K5 Data Inspeksi Pembongkaran Ikan Data PNBP Laporan K5 Laporan Inspeksi Pembongkaran Ikan Laporan PNBP Bulan Berjalan Dibandingkan dengan Jumlah Jenis

Kegiatan

Capaian Kinerja IKU-6

(18)

Internal Proses 200 300 400 500 600 IK.9 Jumlah perjanjian kerja laut (PKL) yang diterapkan (orang)

SS.5 Produktivitas Perikanan Tangkap meningkat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

Perjanjian Kerja Laut (PKL) adalah perjanjian yang dibuat antara seorang pengusaha kapal

disatu pihak dengan seorang buruh dipihak lain,dengan mana pihak tersebut terakhir

menyanggupi untuk dibawah perintah pengusaha itu melakukan pekerjaan dengan mendapat upah baik sebagai nakhoda atau anak kapal.

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Pelabuhan Perikanan Nusantara

Sibolga Seksi Kesyahbandaran

CARA PERHITUNGAN

∑𝑃𝐾𝐿 = 𝑃𝐾𝐿1 + 𝑃𝐾𝐿2 + 𝑃𝐾𝐿3

PKL1,2, 3 : Jumlah orang yang melakukan PKL

PKL : Total PKL

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Orang Lead Process Akumulasi

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(19)

Kapal yang sandar di wilayah PPN Sibolga Petugas melakukan pendataan dan penandaan kapal perikanan Pengolahan Data Penandaan Kapal

Jumlah Kapal Perikanan yang terdaftar sebagai kapal perikanan di PPN

Sibolga

Capaian Kinerja (IKU)

PROSES Data Kapal Perikanan

>30GT yang telah terdaftar di daerah Data Kapal Perikanan

>30GT yang telah terdaftar di pusat

FORMAT PENGUKURAN

No Bulan Jumlah PKL

Target Realisasi Akumulasi

1 2 3 Jumlah

(20)

Internal Proses 40 50 60 70 80 IK.10 Jumlah awak kapal perikanan yang tersertifikasi/terlindungi di Pelabuhan

Perikanan Nusantara Sibolga (Orang)

SS.5 Produktivitas Perikanan Tangkap meningkat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

Merupakan indikator yang menunjukkan persentase pelaksanaan kegiatan pengawakan kapal perikanan yang tersertifikasi di UPT PPN Sibolga.

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Pelabuhan Perikanan Nusantara

Sibolga Seksi Operasional Pelabuhan

CARA PERHITUNGAN

Menghitung capaian fisik dari penyerapan anggaran dari form DA/RKAKL dengan mata anggaran di DIPA dengan kode 2337.041.001 dan komponen 053.

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Persentase (%) Lead Process Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(21)

Database Jumlah Awak Kapal Perikanan PPN

Sibolga

Pendataan Kebutuhan Awak Kapal Perikanan (Sertifikasi, Asuransi, dll)

Pelatihan Awak Kapal Perikanan & Proses

Sertifikasi

Jumlah WPP yang sesuai dengan Dokumen RPP

Capaian Kinerja (IKU)

Validasi oleh Seksi Operasional

Pelabuhan

PROSES

VALIDASI & KOREKSI

FORMAT PENGUKURAN 1 2 3 dst Jumlah BULAN No. LAIN-LAIN JUMLAH AWAK KAPAL PERIKANAN

(22)

Internal Proses 1 1 1 1 1 IK.11 Permesinan kapal perikanan yang memenuhi aspek operasional penangkapan

ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga (lokasi)

SS.5 Produktivitas Perikanan Tangkap meningkat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

Merupakan indikator yang menunjukkan persentase pelaksanaan kegiatan permesinan kapal perikanan yang memenuhi aspek operasional penangkapan ikan di UPT PPN Sibolga.

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

CARA PERHITUNGAN

Menghitung persentase atas pelaksanaan permesinan kapal perikanan yang sesuai standar dan operasional penangkapan ikan berdasarkan jumlah SPB yang diterbitkan dan di verifikasi oleh syahbandara perikanan di PPN Sibolga

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Lokasi Lead Process Nilai posisi Akhir

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(23)

Database Jumlah Kapal Perikanan yang terdaftar

di PPN Sibolga

Pendataan Permesinan Kapal Perikanan

(SPB, SLO)

Jumlah Kapal yang sesuai dengan standar

dan operasional penangkapan ikan

Capaian Kinerja (IKU)

Validasi oleh Seksi Kesyahbandaran

PROSES

VALIDASI & KOREKSI

FORMAT PENGUKURAN

No

Bulan

Jumlah Permesinan Kapal Perikanan sesuai

Standar dan Operasional penangkapan ikan

SLO

SPB

1

2

3

Jumlah

(24)

Internal Proses 100 100 100 100 100 IK.12 Persentase Penyampaian informasi perizinan pusat-daerah Pelabuhan Perikanan

Nusantara Sibolga (Persen)

SS.5 Produktivitas Perikanan Tangkap meningkat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

Merupakan indikator dari Persentase tingkat penyediaan data yang mendukung kegiatan-kegiatan perizinan pusat-daerah yang capaian fisik terlihat dan terpantau dari

penyerapan anggaran DIPA PPN Sibolga

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

- Pelabuhan Perikanan Nusantara

Sibolga - Seksi Kesyahbandaran

CARA PERHITUNGAN

Menghitung capaian fisik dari penyerapan anggaran dari form DA/RKAKL dengan mata anggaran di DIPA

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Persentase (%) Lead Process Komponen pemberntuk

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(25)

Data Perizinan Pusat yang menjadi Kewenangan pusat dan daerah dari Stakeholder maupun instansi terkait

Penyampaian Informasi perizinan pusat-daerah Informasi Perizinan Pusat-Daerah yang disampaikan secara maksimal di PPN Sibolga

Capaian Kinerja (IKU)

Validasi oleh Seksi Kesyahbandaran

PROSES

VALIDASI & KOREKSI

FORMAT PENGUKURAN

No

Bulan

Informasi Perizinan Pusat-Daerah

di PPN Sibolga

Pusat

Daerah

1

2

3

Jumlah

(26)

Perspective 75,07 80 83 84 85 IK.13 Nilai Capaian Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM Pelabuhan Perikanan

Nusantara Sibolga (Persen)

SS.6 Tata kelola pemerintahan yang baik lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

WBK adalah sebutan atau predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan pengauatan akuntabilitas kinerja. Secera teknis unit kerja tersebut memperoleh hasil penilaian indikator proses dan memenuhi syarat indikator hasil WBK ≥75

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Setditjen Perikanan Tangkap, Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Inspektorat Jenderal KKP Dan KemenPAN&RB

CARA PERHITUNGAN

• Mengacu kepada Pedoman dalam PermenKP Nomor 62 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembangunan dan Penetapan ZI menuju WBK dan WBBM di lIngkungan KKP : memperoleh hasil penilaian indikator proses dan memenuhi syarat indikator hasil WBK ≥75.

• Dengan pedoman teknis sesuai dengan Peraturan Irjen KKP Nomor 58/PER-IRJEN/2019 tentang Pedoman Teknis Pengawasan Pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM di lingkungan KKP.

• Status Unit Kerja Berpredikat Menuju WBK yang telah mendapat nilai ≥75 dan ditetapkan melalui SK Menteri KP dan Piagam Penghargaan.

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Persen Lead Input Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(27)

FORMAT PENGUKURAN

Capaian Kinerja IKU-13

PROSES

VALIDASI & KOREKSI

Kertas Kerja WBK

Survey Internal & Eksternal

Pengumpulan Data & Bukti Dukung

Penyusunan Hasil Kertas

Kerja Sementara

Panel 1 & 2 Panel 3 SK Tim Zona Integritas PPN SIBOLGA Verifikasi Pokja WBK/WBBM Itjen Hasil Penilaian WBK/WBBM

(28)

Perspective 72 72 72 72 72 IK.14 Indeks Profesionalitas ASN lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

(Indeks)

SS.6 Tata kelola pemerintahan yang baik lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

• IP ASN adalah ukuran statistik yang menggambarkan kualitas ASN berdasarkan kesesuaian kualifikasi, kompetensi, kinerja dan kedisiplinan pegawai ASN dalam melaksanakan tugas jabatan (PermenPAN dan RB Nomor 38 Tahun 2018);

• Nilai IP ASN diukur dengan menggunakan 4 (empat) dimensi, yakni :

- Kualifikasi, diukur dari riwayat Pendidikan yang telah dicapai mulai dari dibawah SLTA sampai dengan Pendidikan S-3;

- Kompetensi, diukur dari riwayat pengembangan kompetensi yang telah

dilaksanakan meliputi : Diklat Kepemimpinan, Diklat Fungsional, Diklat Teknis dan Seminar/Workshop/Konferensi/Setara;

- Kinerja, diukur dari penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil meliputi : Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan Perilaku Kerja;

- Disiplin Pegawai, diukur dari riwayat penjatuhan hukuman disiplin yang pernah dialami meliputi : Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin dan pernah dijatuhi hukuman disiplin (ringan, sedang, berat).

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Setditjen Perikanan Tangkap Biro Kepegawaian KKP

CARA PERHITUNGAN

𝑰𝑷 𝑨𝑺𝑵 𝑫𝑱𝑷𝑻 =𝑰𝑷 𝟏+𝑰𝑷 𝟐+⋯..+𝑰𝑷 𝒏

𝒏

Keterangan:

IP ASN DJPT = Nilai Indeks Profesionalitas ASN Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap IP 1, IP 2, ….IP 3 = Nilai Indeks Profesionalitas ASN Unit Kerja Eselon II lingkup Ditjen Perikanan Tangkap

n = Jumlah Eselon II lingkup Ditjen Perikanan Tangkap

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Indeks Lead Input Nilai Posisi Akhir

(29)

FORMAT PENGUKURAN

Capaian Kinerja IKU-11

PROSES

VALIDASI & KOREKSI

Standar Kompetensi Jabatan Daftar Nominatif Pejabat Penilaian Kompetensi & Perbandingan Indeks Kesenjangan Kompetensi Pejabat Validasi oleh Kasubbag. Tata Usaha

(30)

Perspective 85 85 85 85 85 IK.15 Nilai PMSAKIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga (nilai)

SS.6 Tata kelola pemerintahan yang baik lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

• SAKIP pada pokoknya adalah instrumen yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi, terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan, yaitu perencanaan stratejik, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, dan pelaporan kinerja (Perpres No. 29 Tahun 2014 tentang SAKIP).

• Nilai diperoleh dari hasil evaluasi Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) setiap tahunnya, terhadap 5 (lima) komponen SAKIP di KKP: (i) Perencanaan Kinerja; (ii) Pengukuran Kinerja; (iii) Pelaporan Kinerja; (iv) Evaluasi Kinerja; (v) Pencapaian sasaran kinerja organisasi.

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Setditjen Perikanan Tangkap, Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Inspektorat Jenderal KKP Dan KemenPAN&RB

CARA PERHITUNGAN

Dihitung dari hasil penilaian Itjen KP atas implementasi SAKIP di DJPT dengan menggunakan instrumen (Lembar Kerja Evaluasi) sesuai ketentuan yang berlaku

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Persen Lead Input Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING POLARISASI FREKUENSI

(31)

FORMAT PENGUKURAN

Capaian Kinerja IKU-12

PROSES

VALIDASI & KOREKSI

Kertas Kerja PMRRB

Survey Internal & Eksternal

Pengumpulan Data & Bukti Dukung

Penyusunan Hasil Kertas

Kerja Sementara

Panel 1 & 2 Panel 3 SK Tim Manajemen Perubahan PPN SIBOLGA Verifikasi Pokja RB Itjen Hasil Penilaian PMPRB

(32)

Perspective (88) (88) (88) (88) (88) IK.16 Nilai IKPA Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga (nilai)

SS.6 Tata kelola pemerintahan yang baik lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

DEFINISI

Kinerja Pelaksanaan Anggaran adalah sebagai evaluasi dan spending review terhadap

optimalisasi peran belanja Kementerian/Lembaga dalam rangka ketahanan fiscal dan ekonomi dengan berdasarkan 12 (dua belas) Indikator Pelaksanaan Anggaran yaitu Revisi DIPA,

Halaman III DIPA, Pengelolaan UP, Rekon LPj Bendahara, Data Kontrak, Penyelesaian Tagihan, Penyerpan Anggaran, Retur SP2D, Perencanaan Kas, Pengembalian SPM, Dispensasi

Penyampaian SPM, dan Pagu Minus.

PENANGGUNG JAWAB IKU SUMBER DATA

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Subbag Tata Usaha

Seksi Operasional Pelabuhan Seksi Kesyahbandaran

Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha CARA PERHITUNGAN

k

1. Revisi DIPA (Semakin rendah angka persentase revisi DIPA yang diperoleh, maka semakin baik kinerja perencanaan anggaran pada K/L tersebut)

(∑ 𝑻𝒂𝒓𝒈𝒆𝒕 𝑹𝒆𝒗𝒊𝒔𝒊 𝑫𝑰𝑷𝑨 ∑ 𝑹𝒆𝒗𝒊𝒔𝒊 𝑫𝑰𝑷𝑨 )

2. Deviasi RPD (Semakin rendah persentase deviasi (angka absolut) yang diperoleh, maka semakin baik kualitas rencana penarikan halaman III DIPA dan kinerja realisasi anggaran K/L)

𝑹𝒂𝒕𝒂 − 𝒓𝒂𝒕𝒂 = 𝑹𝒆𝒂𝒍𝒊𝒔𝒂𝒔𝒊 𝑷𝒆𝒏𝒂𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏 𝑫𝒂𝒏𝒂 − 𝑷𝒆𝒓𝒆𝒏𝒄𝒂𝒏𝒂𝒂𝒏 𝑯𝒂𝒍 𝑰𝑰𝑰 𝑫𝑰𝑷𝑨 𝑷𝒆𝒓𝒆𝒏𝒄𝒂𝒏𝒂𝒂𝒏 𝑯𝒂𝒍 𝑰𝑰𝑰 𝑫𝑰𝑷𝑨

3. Pengelolaan UP (Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja pengelolaan UP) (∑ 𝑺𝑷𝑴 𝑮𝑼𝑷 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖

∑ 𝑺𝑷𝑴 𝑮𝑼𝑷 ) × 𝟏𝟎𝟎%

4. LPj Bendahara (Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja penyampaian LPJ Bendahara)

(∑ 𝒅𝒂𝒕𝒂 𝑳𝑷𝑱 𝑩𝒆𝒏𝒅𝒂𝒉𝒂𝒓𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖

∑ 𝒅𝒂𝒕𝒂 𝑳𝑷𝑱 𝑩𝒆𝒏𝒅𝒂𝒉𝒂𝒓𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆 𝑲𝑲𝑷𝑵 ) × 𝟏𝟎𝟎%

5. Data Kontrak (Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja penyampaian data kontrak) (∑ 𝒅𝒂𝒕𝒂 𝒌𝒐𝒏𝒕𝒓𝒂𝒌 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖) × 𝟏𝟎𝟎%

(33)

7. Penyerapan Anggaran (Penyerapan anggaran yang dapat mencapai target, maka nilainya semakin baik) (∑ 𝑹𝒆𝒂𝒍𝒊𝒔𝒂𝒔𝒊 𝑨𝒏𝒈𝒈𝒂𝒓𝒂𝒏

∑ 𝑷𝒂𝒈𝒖 ) × 𝟏𝟎𝟎%

8. Retur SP2D (Semakin rendah persentase retur SP2D yang diperoleh, maka semakin baik kualitas SPM yang diajukan ke KPPN)

(∑ 𝑹𝒆𝒕𝒖𝒓 𝑺𝑷𝟐𝑫

∑ 𝑺𝑷𝟐𝑫 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒊𝒕) × 𝟏𝟎𝟎%

9. Perencanaan Kas (Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja kesesuaian pengajuan SPM dengan Renkas/RPD harian)

(∑ 𝒅𝒂𝒕𝒂 𝑹𝒆𝒏𝒌𝒂𝒔 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖

∑ 𝑹𝒆𝒏𝒌𝒂𝒔 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆 𝑲𝑷𝑷𝑵 ) × 𝟏𝟎𝟎%

10. Pengembalian SPM (Semakin rendah % kesalahan, maka semakin baik kualitas SPM yang disampaikan ke KPPN)

( ∑ 𝑺𝑷𝑴 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉

∑ 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑺𝑷𝑴 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆 𝑲𝑷𝑷𝑵) × 𝟏𝟎𝟎%

11. Dispensasi SPM (Semakin rendah % pengajuan dispensasi SPM, maka semakin baik kinerja indikator dispensasi pengajuan SPM)

( ∑ 𝑫𝒊𝒔𝒑𝒆𝒏𝒔𝒂𝒔𝒊 𝑺𝑷𝑴

∑ 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑺𝑷𝑴 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆 𝑲𝑷𝑷𝑵) × 𝟏𝟎𝟎%

12. Pagu Minus (Semakin rendah angka persentase pagu minus yang diperoleh, maka semakin baik kinerja perencanaan anggaran Belanja Pegawai pada K/L tersebut)

(∑ 𝑷𝒂𝒈𝒖 𝑴𝒊𝒏𝒖𝒔

∑ 𝑷𝒂𝒈𝒖 ) × 𝟏𝟎𝟎%

𝑰𝑲𝑷𝑨 = 𝑰𝑲𝟏+ 𝑰𝑲𝟐+ 𝑰𝑲𝟑+ ⋯ + 𝑰𝑲𝟏𝟐

Catatan:

• Perhitungan manual IKU pada triwulan I sampai dengan Triwulan 3 untuk 10 indikator (Dispensasi SPM dan Pagu Minus tidak termasuk)

• Perhitungan manual IKU pada triwulan IV untuk 12 indikator

SATUAN PENGUKURAN VALIDITAS IKU JENIS PERHITUNGAN DATA

Nilai Lead Input Nilai Posisi Akhir

(34)

FORMAT DATA DUKUNG

INPUT PROSES OUTPUT

Capaian Kinerja IKU-16

PROSES

VALIDASI & KOREKSI Persiapan Evaluasi Kinerja :

1. Model Logika Informasi Kinerja

2. Inventarisasi & Identifikasi Indikator & Target Kinerja Utama 3. Menyusun Desain Pengumpulan Data Pengumpulan Data Dukung Tiap Aspek Pengukuran Indikator Tiap Aspek Verifikasi Subbag Tata Usaha Nilai Capaian Kinerja

(35)

- Lead Input : Indikator kinerja yang pencapaiannya dibawah kendali organisasi, dan berada pada level input

(bisa berada pada learn and growth perspective)

- Lead Process : Indikator kinerja yang pencapaiannya dibawah kendali organisasi, dan berada pada level process

(bisa berada pada internal process perspective)

- Lag Output : Indikator kinerja yang pencapaiannya diluar kendali organisasi, dan berada pada level output

(bisa berada pada customer perspective)

- Lag Outcome : Indikator kinerja yang pencapaiannya diluar kendali organisasi, dan berada pada level outcome

(bisa berada pada stakeholder perspective)

Jenis Perhitungan Data:

- Akumulasi : Target dan Capaian merupakan akumulasi dari level di bawahnya - Rata-rata : Target dan Capaian merupakan rata-rata dari level di bawahnya - Posisi Akhir : Target dan Capaian merupakan sama persis dari level di

bawahnya

Metode Cascading:

- Adopsi Langsung : Langsung menurunkan sasaran/ indikator kinerja/ target/ inisiatif strategis dari atasan

- Lingkup Dipersempit : Menurunkan sasaran/ indikator kinerja/ target/ inisiatif strategis dari atasan dengan mempersempit ruang lingkup sesuai dengan bidang masing-masing

- Komponen Pembentuk : Menurunkan sasaran/ indikator kinerja/ target/ inisiatif strategis dari atasan dengan memisahkan sasaran/ indikator kinerja/ target/ inisiatif strategis berdasarkan komponen pembentuk pada masing-masing bagian

- Buat Baru : Membuat sasaran/ indikator kinerja/ target/ inisiatif strategis yang baru, namun harus mendukung atasannya

Polarisasi:

- Maximize : Semakin tinggi pencapaian dari target maka kinerja semakin baik - Minimize : Semakin rendah pencapaian dari target maka kinerja semakin baik - Stabilize : Semakin stabil (tidak naik dan tidak turun) pencapaian dari target

maka kinerja semakin baik

Figur

Memperbarui...

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di