Dasar Hukum dan Persyaratan
Penerbitan
Rekomendasi/Pertimbangan
Teknis di Lingkungan Direktorat
Industri Makanan, Hasil Laut dan
Perikanan
DASAR HUKUM
No. Jenis
Rekomendasi
Dasar Hukum
1.
Rekomendasi
Impor Barang
Industri
Tertentu
•
Permendag No. 27 Tahun 2012 tentang Ketentuan
Angka Pengenal Importir;
•
Permendag No. 59 Tahun 2012 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Perdagangan No. 27 Tahun 2012
tentang Ketentuan Angka Pengenal Importir;
•
Permenperin No. 65 Tahun 2012 tentang Rekomendasi
Impor Barang Industri Tertentu;
•
Perditjen Agro No. 29 Tahun 2012 tentang Tata Cara
Pemberian Rekomendasi Impor Barang Industri Tertentu
Sektor Industri Agro.
2.
Pertimbangan
Teknis Impor
Produk
Hortikultura
•
Permendag No.47 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas
Permendag 16 Tahun 2013 tentang Ketentuan Impor
Produk Hortikultura;
•
Permentan No.86 Tahun 2013 tentang Rekomendasi
Impor Produk Hortikultura
•
Permenperin No.39 Tahun 2013 tentang Pemberian
Surat Pertimbangan Teknis Impor Produk Hortikultura;
•
Perdirjen Industri Agro No. 35 Tahun 2103 tentang
Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Surat
Pertimbangan Teknis Impor Produk Hortikultura.
DASAR HUKUM
No. Jenis
Rekomendasi
Dasar Hukum
3.
Rekomendasi
IP – Raw
Sugar
•
Kepmenperindag No 527/MPP/Kep/9/2004 tentang
Ketentuan Impor Gula
4.
Rekomendasi
IP - Gula
•
Kepmenperindag No 527/MPP/Kep/9/2004 tentang
Ketentuan Impor Gula
5.
Rekomendasi
•
Kepmenperindag No 334/MPP/Kep/5/2004 tentang
Perubahan atas Kepmenperindag No
61/MPP/2/Kep/2/2004 tentang Perdagangan Gula
antar Pulau
6.
Rekomendasi
IP Beras
Pecah 100%
•
Permendag No. 12/M-DAG/PER/4/2008 Tentang
Ketentuan Impor dan Ekspor Beras
•
Permendag No. 13/M-DAG/PER/3/2009 Tentang
Perubahan Pertama atas Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 12/M-DAG/PER/4/2008
Tentang Ketentuan Impor dan Ekspor Beras
•
Permendag No. 35/M-DAG/PER/8/2009 Tentang
Perubahan Kedua atas Permendag No.
12/M-DAG/PER/4/2008 Tentang Ketentuan Impor dan
Ekspor Beras
No
.
Jenis Rekomendasi
Dasar Hukum
7.
Rekomendasi IP
Beras Ketan Pecah
100%
•
Permendag No. 12/M-DAG/PER/4/2008
Tentang Ketentuan Impor dan Ekspor Beras
•
Permendag No. 13/M-DAG/PER/3/2009
Tentang Perubahan Pertama atas Permendag
No. 12/M-DAG/PER/4/2008 Tentang
Ketentuan Impor dan Ekspor Beras
•
Permendag No. 35/M-DAG/PER/8/2009
Tentang Perubahan Kedua atas Permendag
No. 12/M-DAG/PER/4/2008 Tentang
Ketentuan Impor dan Ekspor Beras
4
PERSYARATAN
No. Jenis
Rekomendasi
Persyaratan
1.
Rekomendasi
Impor Barang
Industri
Tertentu
Formulir model FM-I dengan melampirkan
a. fotokopi izin usaha dibidang Industri yang diterbitkan
oleh instansi yang berwenang;
b.
fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
c.fotokopi Angka Pengenal Importir Produsen (API-P); dan
d.surat keterangan sebagai penanggung jawab produk di
Indonesia.
Permohonan sebagaimana dimaksud harus disertai
dengan formulir rencana impor barang yang meliputi
jumlah, jenis, pos tarif/HS 10 digit, peruntukan barang dan
pelabuhan tujuan, serta jangka waktu importasi sesuai
dengan formulir model FM-II dan tabel rencana impor
barang sesuai dengan formulir model FM-II.A
PERSYARATAN
No.
Jenis
Rekomendasi
Persyaratan
2.
Pertimbangan
Teknis Impor
Produk
Hortikultura
Permohonan Surat Pertimbangan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2
ditujukan kepada Direktur Jenderal melalui Unit Pelayanan Publik (UP2) Pusat
dengan menggunakan formulir Form-I atau Form-IA sebagaimana dimaksud
pada Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal ini dengan melampirkan dokumen
sebagai berikut :
1.Surat kuasa bermeterai dari pimpinan perusahaan kepada petugas untuk
mengurus permohonan Surat Pertimbangan Teknis Impor Produk Hortikultura;
2.Copy Izin Usaha Industri (IUI) yang diterbitkan oleh instansi yang
berwenang;
3.Copy IP-Produk Hortikultura;
4.Rencana impor produk hortikultura yang meliputi nomor Pos Tarif/HS produk
hortikultura, uraian barang, jenis, jumlah dan pelabuhan tujuan serta jangka
waktu importasi dengan menggunakan Form-II sebagaimana dimaksud pada
Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal ini;
5.Laporan realisasi impor 6 (enam) bulan sebelumnya;
6.Laporan realisasi produksi 6 (enam) bulan sebelum impor;
7.Rencana impor kebutuhan bahan baku untuk 6 (enam) bulan;
8.Surat Pernyataan bermeterai dari Direksi perusahaan dengan menggunakan
Form-III sebagaimana dimaksud pada Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal
ini, yang menyatakan bahwa produk hortikultura yang diimpor :
a. belum diproduksi atau sudah diproduksi di dalam negeri tetapi tidak
memenuhi jumlah dan/atau persyaratan /spesifikasi sesuai
kebutuhan proses produksi;
b. merupakan produk hortikultura yang terkait dengan kegiatan
industri sesuai izin
usaha industri yang dimiliki; dan
c.
tidak untuk diperjual-belikan dan/atau dipindah-tangankan dan hanya
digunakan untuk proses produksi oleh perusahaan industri yang
bersangkutan; serta
9.
Matrik koversi kebutuhan bahan baku terhadap produk akhir, dalam
satuan berat dengan menggunakan Form-IA sebagaimana dimaksud pada
Lampiran I Peraturan Jenderal ini.
10. Apabila diperlukan dapat dilakukan:
a.
pemeriksaan lapangan oleh Direktorat Pembina Industri; atau
b.
verifikasi oleh Surveyor independen yang mempunyai kompetensi
verifikasi di bidang industri.
PERSYARATAN
a. Surat Kuasa Perusahaan untuk mengurus permohonan Asli
b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Salinan
c. Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Usaha Perluasan Salinan
d. Tanda Daftar Industri (TDI) atau Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Salinan
e. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Salinan
f.
Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) Salinan
g. Importir Produsen (IP) Gula Terakhir Salinan
h. Kartu Kendali Impor Salinan
i. Laporan Realisasi Produksi Asli
j. Laporan Realisasi Pemakaian Raw Sugar Asli
k. Laporan Rencana Produksi Asli
l. Laporan Rencana Pemakaian/Kebutuhan Raw Sugar Asli
m. Konversi Penggunaan Raw Sugar Asli
n. Rencana Penjualan Gula/Kontrak Penjualan Gula Salinan
o. Keterangan Lain Yang Dianggap Perlu Salinan
4
Rekomend
asi IP -
Gula
a. Surat Kuasa Perusahaan untuk mengurus permohonan Asli
b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Salinan
c. Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Usaha Perluasan Salinan
d. Tanda Daftar Industri (TDI) atau Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Salinan
e. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Salinan
f.
Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) Salinan
g. Importir Produsen (IP) Gula Terakhir Salinan
h. Kartu Kendali Impor Salinan
i. Laporan Realisasi Produksi Asli
j. Laporan Realisasi Pemakaian Gula Asli
k. Laporan Rencana Produksi Asli
l. Laporan Rencana Pemakaian/Kebutuhan Gula Asli
m. Konversi Penggunaan Gula Asli
n. Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) untuk Fasilitas Kemudahan Impor
Tujuan Ekspor (KITE) Salinan
PERSYARATAN
I. UNTUK INDUSTRI (MAKANAN, MINUMAN, FARMASI,DLL)
1. Surat Kuasa Perusahaan untuk mengurus permohonan Asli 2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Salinan
3. Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Usaha Perluasan Salinan
4. Tanda Daftar Industri (TDI) atau Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Salinan 5. Importir Produsen (IP) Gula Terakhir Salinan
6. Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Usaha Perluasan Perusahaan Tujuan Distribusi Salinan
7. Keterangan Lain Yang Dianggap Perlu Salinan II. UNTUK DISTRIBUTOR
1. Surat Kuasa Perusahaan untuk mengurus permohonan Asli 2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Salinan
3. Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Usaha Perluasan Salinan
4. Tanda Daftar Industri (TDI) atau Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Salinan 5. Importir Produsen (IP) Gula Terakhir Salinan
6. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Perusahaan Distributor Salinan 7. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Perusahaan distributor Salinan 8. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perusahaan distributor Salinan 9. Surat Penunjukan Sebagai Distributor Salinan
10. Surat Keterangan Pedagang Gula Antar Pulau Terdaftar (PGAPT) Perusahaan Distributor dari Dirjen PDN Kem. Perdagangan Salinan
11. Surat rekomendasi Kepala Dinas Propinsi daerah pemasok gula yang memuat keterangan kelebihan persediaan Gula di daerahnya Salinan
12. Surat rekomendasi Kepala Dinas Propinsi daerah penerima Gula yang antara lain memuat keterangan kekurangan Gula di daerahnya Salinan
13. Surat Pernyataan/Pakta Integritas bermeterai dari Distributor yang menyatakan bahwa gula yang akan diperdagangkan adalah benar untuk industri kecil dan rumah tangga, diketahui oleh Kepala Dinas Propinsi (Tanda Tangan dan Stempel) Asli
14. Daftar Industri Kecil dan Rumah Tangga yang akan dipasok oleh Distributor dengan Mengetahui Kepala Dinas Propinsi (Tanda Tangan dan Stempel) Asli
PERSYARATAN
I. UNTUK INDUSTRI (MAKANAN, MINUMAN, FARMASI,DLL)
1. Surat Kuasa Perusahaan untuk mengurus permohonan Asli 2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Salinan
3. Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Usaha Perluasan Salinan
4. Tanda Daftar Industri (TDI) atau Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Salinan 5. Importir Produsen (IP) Gula Terakhir Salinan
6. Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Usaha Perluasan Perusahaan Tujuan Distribusi Salinan
7. Keterangan Lain Yang Dianggap Perlu Salinan II. UNTUK DISTRIBUTOR
1. Surat Kuasa Perusahaan untuk mengurus permohonan Asli 2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Salinan
3. Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Usaha Perluasan Salinan
4. Tanda Daftar Industri (TDI) atau Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Salinan 5. Importir Produsen (IP) Gula Terakhir Salinan
6. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Perusahaan Distributor Salinan 7. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Perusahaan distributor Salinan 8. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perusahaan distributor Salinan 9. Surat Penunjukan Sebagai Distributor Salinan
10. Surat Keterangan Pedagang Gula Antar Pulau Terdaftar (PGAPT) Perusahaan Distributor dari Dirjen PDN Kem. Perdagangan Salinan
11. Surat rekomendasi Kepala Dinas Propinsi daerah pemasok gula yang memuat keterangan kelebihan persediaan Gula di daerahnya Salinan
12. Surat rekomendasi Kepala Dinas Propinsi daerah penerima Gula yang antara lain memuat keterangan kekurangan Gula di daerahnya Salinan
13. Surat Pernyataan/Pakta Integritas bermeterai dari Distributor yang menyatakan bahwa gula yang akan diperdagangkan adalah benar untuk industri kecil dan rumah tangga, diketahui oleh Kepala Dinas Propinsi (Tanda Tangan dan Stempel) Asli
14. Daftar Industri Kecil dan Rumah Tangga yang akan dipasok oleh Distributor dengan Mengetahui Kepala Dinas Propinsi (Tanda Tangan dan Stempel) Asli