IMPLEMENTASI GOOGLE HACKS UNTUK MEMBANTU PENCARIAN DI INTERNET SEBAGAI ADD-ONS GOOGLE CHROME).

133  Download (0)

Teks penuh

(1)

ADD-ONS GOOGLE CHROME

TUGAS AKHIR

Oleh:

ZULFIKAR RAFSANJ ANI

NPM : 0734010214

J URUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

J AWA TIMUR

(2)

Alhamdulillaahi Robbil ‘Alamin…Puji syukur penulis panjatkan kepada

Allah Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga

penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini yang berjudul

“IMPLEMENTASI GOOGLE HACKS UNTUK MEMBANTU PENCARIAN

DI INTERNET SEBAGAI ADD-ONS GOOGLE CHROME ” tepat pada

waktunya.

Tugas Akhir dengan beban 4 SKS ini disusun guna diajukan sebagai salah

satu syarat untuk menyelesaikan program Strata Satu (S1) pada program studi

Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, UPN ”VETERAN” Jawa Timur.

Dengan selesainya Tugas Akhir ini tidak terlepas dari bantuan banyak

pihak yang telah memberikan masukan-masukan dan semangat kepada penulis.

Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Orang tua kami tercinta dukungan serta harapan-harapanya pada saat kami

menyelesaikan laporan ini. Terima kasih atas kasih sayang dan support serta

do’anya.

2. Bapak Ir.Sutiyono, MT selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

3. Ibu Dr. Ir. Ni Ketut Sari, MT selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika.

4. Dosen Pembimbing I Bapak M. Irwan Afandi, ST. MSc.

(3)

7. Aris Prasetyo yang telah banyak membantu dan membimbing dalam

pembuatan program maupun laporan tugas akhir ini.

8. Teman-teman seperjuangan : Dwi (Gondrong) dan Wahyu Putra (kiyep)

teman seperjuangan PKL, Rahmad Bagus, Ahmad sultoni, Nur raga (mister)

kelompok yang senasib mengambil judul TA di dosen yang sama, Serta Eko

Agus (Kribo) teman KKN yang selalu mendukung. Dan semua anak TF

angkatan 2007 ayo terus dan terus..berjuang semangat rek….

9. Seluruh teman-teman Jurusan Teknik Informatika UPN “VETERAN” Jatim.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari laporan Tugas Akhir

ini, baik dari materi maupun teknis penyajiannya, mengingat kurangnya

pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang

membangun sangat penulis harapkan.

Surabaya, 8 Desember 2011

(4)

1.5. Metodologi Penelitian... 3

1.6. Sistematika Penulisan... 4

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA ... 6

2.1. Internet... 6

2.1.1. Sejarah Perkembangan Internet Di Dunia... 7

2.2. Layanan Internet... 8

2.3. Sejarah Google………... 9

2.4. Google Aplikasi... 10

2.4.1. Google Hack... 13

2.5. Penangan Penyaringan (Filtering) Pada Pencarian Google…... 14

2.6. Web Browser.……….…... 16

(5)

2.7. Browser Produksi Google (Google Chrome)... 18

2.7.1. Google Chrome Extension………... 24

2.8. Bahasa Pemrograman Yang Digunakan Extension Google Chrome... 28

2.8.1. HTML... 28

2.8.2. Javascript... 29

2.8.3. Jquery... 30

2.8.4. Css... 31

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM... 32

3.1. Analisis Sistem... 32

3.2. Perancangan Sistem... 33

3.2.1. Deskripsi Umum Sistem………... 34

3.2.2. Kebutuhan Sistem…..……… 36

A. Perencanaan Kombinasi Query Google Hack... 49

3.2.8. Alur Proses Fungsi Program……….. 50

3.2.9. Desain Antarmuka...

A. Tampilan Dasar (Layout) Extention Gohackim...

B. Tampilan Formulir Pencarian...

C. Tampilan Mode Pencarian Dan Opsional...

D. Tampilan Navigasi...

E. Tampilan Extension Keseluruhan...

(6)

4.1. Lingkungan Implementasi...

4.2. Implementasi Program... 63

64

4.2.1. Pengkodean Query Pencarian Dengan Google Hack... 65

4.2.2. Pengkodean Fungsi Google Search... 67

4.2.3. Pengkodean Form Pencarian... 71

4.2.4. Pengkodean Opsional Mode Dan Tipe... 71

4.2.5. Pengkodean Bagian Navigasi... 4.2.6. Konfigurasi Properti Extensions Keseluruhan... 4.3. Implementasi Antarmuka... 73 75 77 4.3.1. Form Pencarian... 77

4.3.2. Opsional Mode Pencarian Dan Pilihan Tipe... 78

4.3.3. Navigasi Kategori Dan Waktu Pencarian... 79

4.3.4. Extensions Keseluruhan... 80 5.3.1. Uji Coba Pemasangan Extensions Gohackim... 84

5.3.2. Uji Coba Penghapusan Extensions Gohackim dari Browser. 89 5.3.3. Uji Coba Validasi Inputan Keyword... 90

(7)

H. Normal... 107

5.3.5. Uji Coba Mode Pencarian Noindex Untuk Salah

Satu Kategori... 108

5.3.6. Uji Coba Pencarian Berdasarkan Waktu Untuk Salah

Satu Kategori... 110

5.4. Evaluasi... 114

5.4.1. Perbandingan Pencarian Google Hack Dengan

Google Konvensional... 114

5.4.2. Kronologi Implementasi Gohackim Hingga Versi Final...

A. Gohackim Versi 1.1...

B. Gohackim Versi 1.2...

C. Gohackim Versi 1.3... 117

118

118

119

BAB VI PENUTUP... 120

6.1. Kesimpulan... 120

6.2. Saran... 120

DAFTAR PUSTAKA...

LAMPIRAN………...

(8)

Hal.

Gambar 2.1 Contoh Folder Dengan Nama Extensions... 25

Gambar 2.2 Contoh Script Manifest.json (Pengaturan Extension)... 25

Gambar 2.3 Potongan script google.html...... 26

Gambar 2.4 Isi Folder Extension... 26

Gambar 2.5 Icon Tombol Pengaturan Google Chrome... 26

Gambar 2.6 Menu Pengaturan Extension Google Chrome... 27

Gambar 2.7 Extension Google Chrome Yang Telah Jadi... 27

Gambar 2.8 Contoh Script Html... Gambar 2.9 Contoh 1 Script Javascript... Gambar 2.10 Contoh 2 Script Javascript... Gambar 3.1 Skema Deskripsi Umum Sistem...

Gambar 3.7 Activity Diagram Untuk Untuk Memilih Mode Pencarian... 45

Gambar 3.8 Activity Diagram Untuk Pemilihan Opsi... 45

Gambar 3.9 Activiy Diagram Dalam Melakukan Pencarian... 46

Gambar 3.10 Activiy Diagram Dalam Mengolah Pencarian... Gambar 3.11 Flowchart Fungsi Pencarian... 47 51 Gambar 3.12 Flowchart Pengaturan Waktu dan Validasi Pencarian... 53

Gambar 3.13 Antarmuka Dasar Tata Letak Extension Gohackim... 56

Gambar 3.14 Antarmuka Formulir Pencarian... 57

Gambar 3.15 Antarmuka Mode Pencarian Dan Opsional...

Gambar 3.16 Antarmuka Navigasi Informasi Pencarian... 58

(9)

Gambar 4.1 Potongan Script Fungsi Google Search... 68

Gambar 4.2 Lanjutan Potongan Script Fungsi Google Search... 69

Gambar 4.3 Potongan Script Form Pencarian... 71

Gambar 4.4 Potongan Script Form Pencarian Dan Penentuan Tipe... 72

Gambar 4.5 Potongan Script Navigasi Kategori Dan Waktu... Gambar 4.6 Potongan Script Konfigurasi Manifest.Json... 74 76 Gambar 4.7 Implementasi Antarmuka Form Pencarian... 77

Gambar 4.8 Antarmuka Opsional Mode Pencarian Dan Pilihan Tipe... 78

Gambar 4.9 Antarmuka Kategori Pencarian... 79

Gambar 4.10 Antarmuka Extensions Keseluruhan... 80

Gambar 5.1 Pengaseksan Menu Utama Google Chrome... 85

Gambar 5.10 Hasil Pencarian Pada Kategori Dokumen... 94

Gambar 5.11 Hasil Perolehan Website Dengan Kategori Dokumen... 94

Gambar 5.12 Melakukan Pencarian Index Of Pada Kategori Music... 95

Gambar 5.13 Hasil Pencarian Dengan Kategori Music... 96

Gambar 5.14 Hasil Perolehan Webstie Dari Kategori Music... 96

Gambar 5.15 Memulai Pencarian Pada Kategori Video... 97

Gambar 5.16 Hasil Pencarian Pada Kategori Video... 98

Gambar 5.17 Hasil Perolehan Website Dengan Kateogri Video... 98

Gambar 5.18 Melakukan Pencarian Aplikasi...

Gambar 5.19 Hasil Pencarian Pada Kategori Aplikasi... 99

(10)

Gambar 5.21 Memulai Pencarian Pada Kategori Images... 101

Gambar 5.22 Hasil Pencarrian index of ketegori gambar... 102

Gambar 5.23 Hasil Perolehan Gambar Untuk Kategori Images... 102

Gambar 5.24 Melakukan Pencarian Pada Kategori Torrent... 103

Gambar 5.25 Hasil Pencarian Pada Kategori Torrent... 104

Gambar 5.26 Hasil Perolehan Website Dengan Kategori Torrent... 104

Gambar 5.27 Melakukan Pencarian Lirik... 105

Gambar 5.28 Hasil Pencarian Pada Kategori Lyrics... 106

Gambar 5.29 Hasil Perolehan Website Dengan Informasi Kategori Lirik... 106

Gambar 5.30 Memulai Pencarian Secara Normal... 107

Gambar 5.31 Hasil Pencarian Untuk Kategori Normal... 108

Gambar 5.32 Memulai Pencarian Non-Index Untuk Kategori Images... 109

Gambar 5.33 Hasil Pencarian Non-Index Untuk Kategori Images... 109

Gambar 5.34 Memulai Pencarian Untuk Waktu Setahun Terakhir... 110

Gambar 5.35 Hasil Pencarian Untuk Waktu Setahun Terakhir... 111

Gambar 5.36 Hasil Perolehan Salah Satu Link Pencarian Setahun Terakhir.. 111

Gambar 5.37 Hasil Pencarian Untuk Waktu Sebulan Terakhir... 112

Gambar 5.38 Hasil Pencarian Untuk Waktu Seminggu Terakhir... 112

Gambar 5.39 Memulai Pencarian Dengan Rentang Waktu Tertentu... 113

Gambar 5.40 Hasil Pencarian Dengan Rentang Waktu Tertentu... 113

Gambar 5.41 Pencarian Dengan Cara Konvensional (Biasa)... 115

Gambar 5.42 Hasil Pencarian Dengan Cara Biasa... 115

Gambar 5.43 Pencarian Dengan Google Hack... 116

Gambar 5.44 Hasil Pencarian Dengan Google Hack... 117

Gambar 5.45 Versi Awal Gohackim... 118

Gambar 5.46 Versi Tahap Kedua Gohackim... 118

(11)

Hal.

Tabel 3.1 Daftar Perencanaan Pasangan Command Google Hack Setiap Fitur..

Tabel 4.1 Query Pencairan Dengan Google Hack...

Tabel 4.2 Konfigurasi Property Extensions Google Chrome (Gohackim)... 49

65

(12)

Pembimbing I : M.Irwan Afandi , ST. Msc. Pembimbing II : Achmad Junaidi, S.Kom. Penyusun : Zulfikar Rafsanjani

ABSTRAK

Adanya kemajuan teknologi dan semakin berkembangnya industri

internet, mengakibatkan banjirnya informasi di segala bidang. Google pun tidak

dapat menutupi kenyataan bahwa banyak hacker yang menggunakan google sebagai sarana melakukan tindak kriminal di internet. Umumnya tindakan tersebut memanfaatkan metode google hack. Dengan google hack pengguna internet

(netter) dapat lebih mengoptimalkan dalam mencapai informasi yang benar-benar

diharapkan

Google Hack merupakan kumpulan dari command-command pencarian

yang disediakan oleh google. Banyaknya command yang dimiliki google memerlukan pemahaman khusus dalam merangkai command-command dalam sebuah query yang utuh. Harus ada alat bantu yang praktis agar google hack dapat membantu pencarian informasi.

Implementasi google hack dalam wujud aplikasi akan mewujudkan alat bantu yang praktis dalam mendapatkan informasi. Alat bantu diterapkan dan langsung terpasang sebagai add ons google chrome. Pengguna dapat mencari informasi seperti dokumen, music, video, aplikasi, gambar, torrent dan lirik yang mana ini merupakan informasi yang paling diminati. Browser google chrome akan menjadi wadah bagi aplikasi add ons ini. Selain itu kombinasi command untuk membentuk query google hack akan ditangani oleh fungsi program. Pengguna cukup mendapat hasil dari proses fungsi yang otomatis berjalan. Dengan ini alat bantu yang praktis terwujud.

(13)

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Google merupakan satu dari beberapa perusahaan sangat besar dalam

bidang bisnis internet. Selain menjadi satu dari beberapa perusahaan terbesar di

dunia internet, google juga ternyata menjadi satu dari beberapa website yang

dapat dikatakan memiliki jumlah catatan pengunjung terbanyak. Bagaimana tidak,

segala sesuatu yang sehubungan dengan internet sekarang ini hampir semuanya

dapat dicari melalui google, dari data mengenai masalah umum, berita, hingga

informasi teknis. Seperti yang telah diketahui, bahwa dengan adanya kemajuan

teknologi dan semakin berkembangnya industri internet, juga banyak hal-hal lain

yang menyangkut sistem keamanan,.google pun tidak dapat menutupi kenyataan

bahwa banyak hacker yang menggunakan google sebagai sarana melakukan

tindak kriminal di internet. Umumnya tindakan tersebut memanfaatkan metode

google hack, dengan google hack pengguna internet (netter) dapat lebih

mengoptimalkan dalam mencapai informasi yang benar-benar diharapkan.

Lalu kenapa tidak semua orang melakukan metode google hack jika itu

justru membantu, pada kenyataanya tidak semua orang (netter) dapat

memanfaatkan metode google hack. Sebagian dari mereka ada yang menganggap

prosesnya terlalu rumit dan lebih parahnya sebagian besar netter pun tidak

mengetahui bahwa google hack ini dapat membantu mereka atau bahkan

(14)

salah satu kebutuhan pokok dalam era saat ini. Lalu kenapa kita tidak

memanfaatkan sarana google ini dengan lebih baik untuk mendapatkan informasi.

Bagaimana agar setiap orang dengan mudah memanfaatkan google hack, dan

bagaimana agar semua orang (netter) lebih mengenal akan manfaat google hack.

Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu untuk masyarakat luas

melakukan implementasi google hack untuk membantu pencarian di internet.

Implementasi tersebut akan dengan mudah diserap setiap orang (netter) jika

dimulai dengan sesuatu yang praktis, dalam hal ini add-ons pada sebuah browser.

Nantinya add-ons ini akan digunakan untuk browser google chrome karena

mengingat google chrome adalah produk atau sebuah browser yang berasal dari

pihak google sendiri, sehingga kemungkinan untuk melampirkan fitur google hack

pada produk google sendiri adalah tepat, demi memperkaya inovasi google itu

sendiri. Dengan demikianlah judul “implementasi google hack untuk membantu

pencarian di internet sebagai add-ons google chrome” saya angkat karena

permasalahan di atas.

1.2. Per umu san Masalah

Dari latar belakang di atas, maka dapat di ambil permasalahan yaitu :

a. Bagaimana merancang dan membangun aplikasi add-ons memanfaatkan

penerapan google hack.

b. Bagaimana merancang dan membangun aplikasi addons pada google

chrome.

c. Bagaimana menangani pemasangan (instalasi) addons google chrome

(15)

1.3. Batasan Masalah

Untuk lebih memfokuskan pada permasalahan, maka sistem yang akan

dibuat nantinya akan dibatasi pada :

a. Add-ons google chrome ini hanya cenderung untuk membantu pencarian

dengan kategori umum dalam artian bukan kategori data yang rahasia.

b. Kategori pencarian yang ditangani add-ons ini terbatas sesuai spesifikasi.

c. User dapat memilih tipe pencarian tetapi tidak dapat menambah jenis

kategori pencarian.

d. Pencarian informasi menggunakan media google indonesia.

1.4. Tujuan dan Manfaat

Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk merancang dan membangun

aplikasi ons memanfaatkan penerapan google hack, serta pemasangan

add-ons pada browser google chrome.

Manfaatnya adalah bisa melakukan pencarian secara praktis dengan hanya

menggunakan fitur tambahan pada sebuah browser berupa add-ons google

chrome dalam mendapatkan informasi yang lebih terarah.

1.5. Metodologi Penelitian

Langkah-langkah yang ditempuh untuk keperluan pembuatan tugas akhir

ini antara lain:

a. Studi Literatur

Mengumpulkan referensi baik dari buku, internet, maupun sumber-sumber

(16)

b. Pengumpulan dan Analisis Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara: observasi, identifikasi dan

klasifikasi melalui studi literatur. Dari pengumpulan data tersebut,

dilakukan analisis hasil pencarian dan jenis pencarian serta jenis kata kunci

yang ditempatkan di pencarian search engine (google).

c. Rancang – Bangun Sistem

Pada tahap ini dilakukan pembentukan struktur aliran proses sebuah

program serta menentukan modul-modul fungsi sesuai kebutuhan sistem,

pembentukan sumber code program sesuai jenis browser yang digunakan.

d. Uji Coba dan Evaluasi Sistem

Pada tahap ini dilakukan uji coba terhadap sistem yang telah dibangun,

apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan.

e. Dokumentasi

Pada tahap ini dilakukan pembuatan laporan mulai dari studi literatur

sampai dengan implementasi, serta penarikan kesimpulan dan saran.

1.6. Sistematika Penulisan

Penulisan serta pembahasan tugas akhir ini dibagi menjadi beberapa bab

yang dapat memuat jenis pembahasan yang berbeda antara satu dengan yang

lainnya, tetapi tetap terdapat hubungan yang berurutan yaitu dengan sistematika

sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah,

batasan masalah, tujuan dan manfaat, metode penelitian dan

(17)

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini membahas tentang teori-teori dasar yang

mendukung penelitian ini.

BAB III : ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Pada bab ini membahas mengenai analisis kebutuhan yang

diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

BAB IV : IMPLEMENTASI

Pada bab ini berisi tentang hasil dari perancangan sistem

yang telah dibuat, yang meliputi konfigurasi dasar dan apa

saja yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi ini.

BAB V : UJI COBA DAN EVALUASI

Pada bab ini berisi penjelasan tentang hasil uji coba aplikasi

dan evaluasinya.

BAB VI : PENUTUP

Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran untuk

pengembangan aplikasi lebih lanjut dalam upaya

memperbaiki kelemahan pada aplikasi guna untuk

(18)

TINJ AUAN PUSTAKA

2.1. Internet

Menurut Supriyanto (2009), Internet adalah gabungan dari banyak

jaringan. Jaringan tersebut berkomunikasi satu sama lain menggunakan protocol

standar, TCP/IP, yang mengirimkan data melalui internet dengan

memecah-mecah data menjadi “amplop-amplop” data yang dinamakan paket. Lalu lintas di

internet berjalan dengan kecepatan gigabyte melalui jalur yang dihubungkan

dengan router dan switch. Jalur berkecepatan tinggi adalah tulang punggung

internet yang mengirimkan permintaan informasi, hiburan, broadcast audio dan

video, e-mail dan e-commerce.

World Wide Web adalah sebuah cara untuk menghubungkan dokumen

seperti homepage pada komputer jarak jauh, menjadi satu. Setiap orang dengan

Browser dapat terhubung melalui web. Sebelum World Wide Web diciptakan,

dokumen dalam internet hanya tersedia dalam bentuk teks. Tidak ada gambar,

tidak ada tombol untuk diklik untuk menjalankan perintah dan tidak ada banner

iklan dan serba hitam putih.

Setiap pengguna internet dapat terhubung dengan layanan telekomunikasi

seperti T-1, T-3, jalur analog, layanan DSL, ISDN dan fasilitas TV kabel. ISP

menggumpulkan traffic dari banyak pemakai dan mengirimkannya melalui jalur

(19)

milik mereka. Server dapat berisi e-mail, menyediakan layanan hosting untuk

bisnis dan homepage bagi pelanggan.

2.1.1. Sejar ah Per k embangan Internet Didunia

Menurut Wikipedia Bernes (2009), Secara umum, internet didefinisikan

sebagai suatu jaringan komputer yang terhubung dan saling berkomunikasi tanpa

dibatasi geografis suatu negara. Konsep internet pertama kali digunakan untuk

kepentingan militer oleh departemen pertahanan di Amerika Serikat sekitar tahun

1969 yang dikenal dengan proyek ARPHANET. Jaringan ini dikembangkan pada

masa perang dingin dan digunakan untuk menghubungkan berbagai instalasi

militer Amerika Serikat.

Implementasi internet untuk kepentingan non-militer mulai dieksploitasi

secara besar-besaran setelah laboratorium CERN yaitu Pusat Riset Nuklir di

Genewa Swiss pada tahun 1959 yang diprakarsai oleh Bernes-Lee, seorang yang

bekerja sebagai programer komputer berkebangsaan Inggris menemukan

sekumpulan protokol komunikasi yang memungkinkan pengaksesan dokumen

dalam bentuk teks dengan aplikasi khusus yang disebut dengan Browser. Sistem

ini mempermudah pertukaran informasi antar komputer dalam suatu jaringan,

yang menjadi cikal bakal WWW (world wide web).

Pada prinsipnya, web adalah database jaringan komputer dunia yang

berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi dalam berbagai bentuk yang

pengaksesannya mematuhi aturan-aturan protokol standar jaringan komputer

(20)

secara utuh dan mudah, dibutuhkan sebuah browser grafis yang memungkinkan

pengaksesan informasi dalam bentuk teks maupun grafik.

Tahun 1993 merupakan saat terpenting bagi perkembangan web. NCSA

(Nation Center for Super Conducting Aplication) berhasil membuat browser

grafis pertama yang disebut MOSAIC yang pada awalnya dapat berjalan di atas

sistem operasi UNIX kemudian dikembangkan untuk sistem operasi Macintosh

dan sistem operasi Windows sehingga penggunaan internet semakin luas.

2.2. Layanan Internet

1.World Wide Web

Menurut Wikipedia Berners (2009), World wide web diciptakan pada

tahun 1989 oleh Tim Berners-Lee di Cern, the European Laboratory for Particle

Physics. Tujuannya untuk menggabungkan tehnik jaringan client-server dan

hypertext untuk mempermudah pencarian informasi yang tersebar diseluruh dunia.

Konsep dasarnya adalah, jenis komputer apapun yang digunakan oleh client harus

dapat menemukan informasi tanpa harus mengerti bahasa komputer tertentu atau

tanpa membutuhkan terminal tertentu.

World Wide Web adalah alat untuk menggunakan internet secara grafik.

World Wide Web memungkinkan pengguna untuk mendengarkan suara dan

melihat warna, representasi video dan grafik dari informasi. Terlebih lagi World

Wide Web menyediakan link (hubungan) ke informasi dengan menggunakan teks

dan grafik yang ada pada dokumen untuk menuju ke website lain. Dua

kemampuan ini, link dan grafik sangatlah penting dan menjadi kekuatan tersendiri

(21)

2. Hypertext Text Markup Language (HTML)

HTML ada pada tahun 1991, merupakan alat untuk membuat web.

Biasanya HTML digunakan dalam membuat tampilan web.

3. Extensible Markup Language (XML)

XML adalah bahasa web yang digunakan untuk membuat field pada web.

4. Voice Extensible Markup Language (VXML)

Bahasa yang digunakan untuk mengakses web melalui perintah suara.

5. Home Page

Adalah halaman yang pertama kali muncul ketika kita mengakses sebuah

situs.

6. Hosting

Host WWW adalah sebuah komputer yang di dalamnya terdapat dokumen

atau database situs tersebut.

7. Browser

Sebuah media untuk menjelajahi situs web secara grafis.

8. E-Mail

Merupakan media mengirim surat melalui internet.

2.3. Sejar ah Google

Menurut Wikipedia Larry (2009), Google Inc. (NASDAQ: GOOG dan

LSE: GGEA) merupakan sebuah perusahaan publik Amerika Serikat, berperan

dalam pencarian Internet dan iklan online. Perusahaan ini berbasis di Mountain

View, California, dan memiliki karyawan berjumlah 19.604 orang (30 Juni 2008)

(22)

menantang dan tantangan itu harusnya menyenangkan", menggambarkan budaya

perusahaan yang santai.

Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ketika mereka masih

mahasiswa di Universitas Stanford dan perusahaan ini merupakan perusahaan

saham pribadi pada 4 September 1998. Penawaran umum perdananya dimulai

pada tanggal 19 Agustus 2004, mengumpulkan dana $1,67 miliar, menjadikannya

bernilai $23 miliar. Melalui berbagai jenis pengembangan produk baru, pengambil

alihan dan mitra, perusahaan ini telah memperluas bisnis pencarian dan iklan

awalnya hingga ke area lainnya, termasuk email berbasis web, pemetaan online,

produktivitas perusahaan, dan bertukar video.

2.4. Google Aplikasi

Menurut Wikipedia Larry (2009), Google dikenal luas karena

layanan pencarian webnya, yang mana merupakan sebuah faktor besar dari

kesuksesan perusahaan ini. Pada Agustus 2007, Google merupakan mesin

pencari di web yang paling sering digunakan dengan pangsa pasar sebanyak

53,6%, kemudian Yahoo! (19,9%) dan Live Search(12,9%). Google memiliki

miliaran halaman web, sehingga pengguna dapat mencari informasi yang mereka

inginkan, melalui penggunaan kata kunci dan operator. Google juga telah

menggunakan teknologi pencarian Web pada layanan pencarian lainnya, termasuk,

pencarian gambar, Google News, situs perbandingan harga Google Product

Search, arsip Usenet interaktif Google Groups, Google Maps dan lainnya.

Tahun 2004, Google meluncurkan layanan email berbasis web gratisnya,

(23)

kemampuan untuk menggunakan teknologi Google untuk mencari surel. Layanan

ini mendatangkan keuntungan dengan menampilkan iklan dari layanan

AdWords yang dimasukkan dalam isi pesan email yang ditampilkan di layar.

Pada awal 2006, perusahaan ini meluncurkan Google Video, yang tidak

hanya membolehkan pengguna untuk mencari dan melihat video secara gratis,

tetapi juga membolehkan pengguna dan penyebar media menyebarkan isinya,

termasuk acara-acara televisi CBS, pertandingan basket NBA, dan video

musik. Bulan Agustus 2007, google mengumumkan bahwa mereka akan

menghentikan program penyewaan dan penjualan videonya dan menawarkan

pengembalian uang dan kredit Google Checkout bagi pengguna yang telah

membeli video untuk sendiri.

Google juga telah membuat beberapa aplikasi desktop, termasuk Google

Earth, sebuah program pemetaan interaktif yang disediakan oleh satelit dan

fotografi udara yang mencakup keseluruhan planet Bumi. Google Earth dianggap

sangat akurat dan lebih mendetil. Beberapa kota besar memiliki gambar jelas yang

dapat dibesarkan sedekat-dekatnya untuk melihat kendaraan dan pejalan kaki

dengan jelas. Akibatnya, terdapat beberapa alasan mengenai keterlibatan dalam

keamanan nasional. Secara spesifik, beberapa negara dan militer beranggapan

perangkat lunak ini dapat digunakan untuk melihat dengan kejelasan dekat-jelas

lokasi fisik infrastruktur yang rusak, bangunan komersial dan penghunian,

pangkalan, agensi pemerintah, dan lainnya. Bagaimanapun, gambar satelit jarang

diperbarui, dan semuanya tersedia gratis melalui produk lainnya dan bahkan

(24)

contoh). Beberapa orang menilai argumen ini dengan menyatakan bahwa Google

Earth mudah diakses juga saat mencari lokasi.

Beberapa produk lainnya tersedia melalui Google Labs, yang mana

merupakan sebuah koleksi aplikasi yang belum selesai dan masih dalam tahap

ujicoba agar dapat digunakan publik.

Google telah mempromosikan produk mereka dalam berbagai cara.

Di London, Google Space didirikan di Bandar Udara Heathrow, menampilkan

berbagai produk, termasuk Gmail, Google Earth dan Picasa. Juga, sebuah

halaman yang sama diluncurkan untuk mahasiswa Amerika, di bawah

nama College Life, Powered by Google.

Tahun 2007, beberapa laporan menyatakan bahwa Google merencanakan

peluncuran telepon genggam milik mereka, kemungkinan sebuah pesaing bagi

iPhone Apple. Pada 5 November 2007, Google akhirnya mengumumkan Android, sebuah platform perangkat lunak dan sistem operasi bagi perangkat bergerak yang

didukung Open Handset Alliance, sebuah konsorsium yang terdiri dari 34

perusahaan perangkat lunak, perangkat keras, dan telekomunikasi yang bertujuan

mengembangkan standar terbuka bagi perangkat bergerak. Pada bulan September

2008, T-Mobile merilis ponsel pertama yang berjalan pada platform Android,

yakni G1.

Bulan Oktober 2007, layanan Google SMS diluncurkan di India dan

membolehkan pengguna memperoleh daftar bisnis, jadwal pemutaran film dan

informasi dengan mengirim pesan singkat.

Google juga meluncurkan Google Chrome yaitu sebuah browser. Browser

(25)

Tahun 2007, Google meluncurkan Google Apps Premier Edition, sebuah

versi lain Google Apps yang difokuskan terutama pada pengguna bisnis. Produk

ini memiliki beberapa tambahan seperti ruang disk lebih banyak untuk e-mail,

akses API, dan penyokong utama, dengan harga USD50 per pengguna per-tahun.

Sebuah pertemuan besar Google Apps dengan 38.000 pengguna dilaksanakan di

Universitas Lakehead di Thunder Bay, Ontario, Kanada.

Pada 13 Desember 2007, Google mengumumkan peluncuran

terbatas Knol, sebuah situs web yang ditujukan sebagai sumber referensi

pengetahuan. Knol dibuka bebas kepada semua pengguna pada 23 Juli 2008.

2.4.1. Google Hack

Menurut Wikipedia Johnny (2009), Pada awalnya pencarian dengan

search engine google masih menampilkan hasil pencarian yang terlalu banyak

variasi namun ternyata ada seseorang yang bisa meminimalkan hasil variasi

tersebut dengan menggunakan metode tertentu, metode ini dikenal dengan nama

google hack yang mana digunakan pertama kali oleh johny long. Maka dari itu

johny long dikenal sebagai perintis optimasi pencarian pada google. Banyak hasil

karya yang memanfaatkan metode yang telah ditemukannya. Melalui karyanya

dengan CSC's Strike Force, Johnny seorang perintis dalam bidang hacking

Google. Secara khusus, melalui upaya pencarian query yang dulunya

memungkinkan untuk mendapatkan lokasi server, pada jaringan internet, yang

sedang berjalan pada perangkat lunak yang cukup rentan. Sama saja

memungkinkan untuk menemukan server yang tidak memiliki keamanan, dan

(26)

seperti nomor Jaminan Sosial dan Kartu Kredit. Upaya ini tumbuh menjadi

penciptaan Google Hacking Database, dimana ratusan istilah pencarian Google

hacking disimpan. Bidang hacking Google telah berkembang dari waktu ke waktu

untuk tidak hanya menggunakan Google sebagai pencarian pasif terhadap server

yang rentan, tetapi untuk benar-benar menggunakan query pencarian Google

dalam hal untuk menyerang server.

Google Hacking secara luas dikenal dan didokumentasikan secara luas

sebagai metode serangan untuk mengambil keuntungan dari konfigurasi web

server yang kurang benar, dan keamanan data yang kurang terjamin. Google

hacking telah membuka seluruh referensi baru dan paradigma ketika berhadapan

dengan sebuah perusahaan yang meminta penilaian kerentanan organisasi mereka.

Dalam meneliti metodologi untuk hacking Google, kesimpulannya adalah bahwa

begitu mudah untuk memperoleh data dari organisasi yang dapat digunakan untuk

kepentingan persaingan, atau benar-benar serius merusak basis pelanggan

perusahaan tersebut. Dan Mengusulkan untuk semua profesional keamanan,

mampu menggabungkan pencarian dari Google perusahaan sebagai bagian dari

standar penilaian kerentanan bagi perusahaan yang telah mengalaminya.

2.5. Penangan Penyar ingan (Filtering) Pada Pencar ian Google

Menurut Thor (2010), Hal pertama yang harus di ketahui adalah Google

Query Operators, Query operator ini berfungsi kasar sebagai filtering searchnya

google menjadi lebih spesifik berdasarkan query yang kita inginkan,

(27)

Teknik Dasar Pencarian: Penggunaan string (+) digunakan untuk melakukan

pencarian paksa terhadap huruf yang serupa. Sedangkan (-) digunakan untuk

men-tidak sertakan sebuah kata dalam pencarian. Untuk mencari sebuah susunan kata

tertentu dengan sangat tepat, maka perlu menggunakan string (“ “). Sedangkan

titik (.) digunakan untuk melakukan metode pencarian text satu karakter. Tanda

bintang * melambangkan segala huruf.

a. Site: memfilter berdasarkan domain yang ada.

contoh: site:google.com fox —> akan mencari kata fox di situs

google.com.

b. Intitle: Memfilter dokumen yang memiliki title yang spesifik.

contoh: intitle:fox fire —> akan mencari semua site yang ada kata fox dan

didalamnya terdapat teks fire.

c. Allintitle: Memfilter dokumen untuk mencari intitle intile.

contoh: allintitle:fox fire —> akan mencari semua site yang memiliki title

fox dan yang memiliki title fire atau = intitle:fox intitle:fire.

d. Inurl: Memfilter pencarian dengan url yang spesifik.

contoh: inurl:fox fire —> akan mencari kata fire di website yang url nya

terdapat fox.

e. Allinurl: Sama dengan Allintitle (hanya ini url).

f. Filetype, ext: Memfilter pencarian untuk dokumen yang spesifik.

contoh: filetype:pdf fire —> akan mencari file PDF yang didalamnya

terdapat kata fire.

(28)

contoh: numrange:1-100 fire —> akan mencari range 1-100 yang terdapat

kata fire.

h. Link: Memfilter sit- site yang memiliki link terhadap site tertentu.

contoh: link:www.google.com —> akan mencari sit- site mana aja yang

memiliki links ke google.com.

i. Inanchor: Memfilter berdasarkan site description yang ada.

contoh: inanchor:fire —> akan mencari web yang memiliki deskripsi fire.

2.6. Web Browser

Menurut Ahira (2010), Pengertian web browser atau internet browser

adalah sebuah aplikasi perangkat lunak untuk melintasi, mengambil, dan

menyajikan sumber informasi di World Wide Web. Sumber informasi

diidentifikasi dengan Uniform Resource Identifier (URI) termasuk sebuah

halaman web, gambar, video, atau bagian lain dari konten web. Terdapat beberapa

macam web browser yang dapat kita pakai untuk menampilkan halaman-halaman

website. Sebenarnya ada banyak jenis web browser di dunia ini, dan yang paling

populer dikalangan netter ada 4 jenis web browser yaitu: Internet Expoler,

Netscape, Mozilla, Google Chtome.

2.6.1. Penger tian Web Browser dar i Segi Fungsi

Menurut Ahira (2010), Tujuan utama dari web browser adalah untuk

(29)

pengguna memasukan sebuah Uniform Resource Identifier (URI), misalnya,

http://anneahira.com ke dalam browser.

Sumber yang telah diambil web browser akan ditampilkan. HTML

ditampilkan ke mesin tata letak browser, dan akan diubah dari markup ke

dokumen interaktif. Selain dari HTML, web browser umumnya bisa menampilkan

setiap jenis konten yang menjadi bagian dari suatu halaman web.

Kebanyakan browser dapat menampilkan gambar, audio, video, dan file

XML, dan sering mempunyai plug-in untuk mendukung aplikasi Flash dan applet

Java. Jika menemui tipe file yang ditetapkan untuk didownload, maka browser

akan meminta pengguna untuk menyimpan file ke disk.

2.6.2. Rincian Web Br owser

Menurut Ahira (2010), Memahami pengertian web browser harus juga

memahami tentang rinciannya. Kita semua tahu apa itu web browser seperti yang

terlihat, tapi ada baiknya untuk mengetahui rincian lengkap dari berbagai bagian

browser web.

Bagian-bagian dari browser termasuk:

a. Status Bar: Ini adalah kotak di bagian bawah jendela browser. Status bar

menampilkan segala macam informasi, tergantung pada apa yang di

lakukan pada saat itu. Sebagian besar untuk menunjukkan kecepatan beban

dan URL dari alamat yang sedang ditunjuk oleh mouse.

b. Address Bar: Ini adalah kotak di bagian atas jendela browser yang

(30)

c. Title Bar: Bar judul ada di bagian paling atas jendela browser. Untuk

melihat judul halaman web di sana, misalnya, melihat "Anne Ahira untuk

Indonesia" ketika membuka situs anneahira.com.

d. Toolbar Ikon: Toolbar dan ikon perusahaan browser yang ada di bagian

atas kanan jendela browser, di bawah Title Bar. Di sinilah dapat melihat

tombol Back, tombol Home, tombol Refresh, dll.

e. Display Window: Jendela Display hanyalah istilah mewah untuk ruang

kerja browser. Ini berupa frame di mana dapat melihat halaman website.

f. Scroll Bar: Jika membuka situs web dan harus "scroll ke bawah" untuk

membaca sesuatu, maka dapat menggunakan scroll bar.

2.7. Browser Pr oduksi Google (Google Chrome)

Menurut Fathur (2008), Google mengeluarkan browser terbaru yang diberi

nama Google Chrome. Kenapa Google meluncurkan Google Chrome? Sebab

mereka percaya, bahwa mereka dapat menambahkan nilai untuk para pemakai

internet dan, pada waktu yang sama, mereka memberikan inovasi pada web

browser.

Para ahli yang ada di Google sering meluangkan waktu untuk

berbincang-bincang, e-mail dan saling berhubungan dengan sahabat mereka. Karena mereka

sering menggunakan internet, mereka mulai serius berpikir untuk membuat

sebuah browser dan membangun semua unsur–unsur terbaik di sana. Menyadari

bahwa web telah meningkat dari halaman teks sederhana ke aplikasi yang

interaktif. Apa yang benar –benar diperlukan bukan hanya suatu browser, tetapi

(31)

Ini sebuah permulaan dan google chrome masih jauh dari sempurna.

Mereka meluncurkan versi beta untuk Windows, dan mulai di diskusikan untuk

lebih luas lagi. Mereka bekerja keras untuk membangun versi Mac dan Linux

juga, dan akan melanjutkan untuk membuat lebih sempurna dan lebih cepat lagi.

Suatu web akan menjadi lebih baik lagi dengan lebih banyaknya pilihan

dan inovasi. Salah satunya adalah Google Chrome.

Keunggulan Google Chrome

a) Space Lega

Ini yang paling terasa beda. Menu Bar dan Bookmark Bar lenyap (juga

statusbar yang auto hide), ada ruang ekstra untuk melihat page yang sedang di

buka. Jadi lebih terasa nyamannya browsing dengan Chrome.

b) Intuitif

Pertama kali dibuka, Chrome akan mengkonfirmasi apakah mau

mengimport data-data dari browser lain seperti Firefox, IE, dll. Address Bar

dibuat mirip dengan Firefox 3, punya Caption dan URL search, jadi cukup

mengetikan URL atau Title dari sebuah page, kita akan diberi list URL yang

relevan, hanya saja awal - awal proses penampilannya terasa lebih lambat

dibanding Firefox 3, tapi setelah dibiarkan beberapa menit, sudah sama

cepatnya dengan Firefox 3. Di Chrome, Address Bar juga berfungsi sebagai

Search Box, dalam artian jika mengetik sebuah keyword (bukan URL), maka

akan langsung berpindah ke halaman search (defaultnya adalah Google

Search). Juga, setiap page yang kita buka akan masuk ke halaman Most

(32)

c) Pencarian Teks (Updated)

Pencarian teks di Chrome cukup nyaman, saat mengetikan keyword,

maka Chrome langsung mencari semua teks yang relevan, dan menandainya

dengan warna kuning transparan. Di beberapa bagian scrollbar Chrome juga

akan ditandai dengan warna kuning yang berarti teks yang relevan ada di

posisi scrollbar tersebut. Find Prev / Next keyword juga mudah karena ada

tombol Up / Down di sebelah kolom keyword. Bisa tetap menggunakan

shortcut F3 untuk find prev / next.

d) Satu Kotak Untuk Semua

Di Google Chrome, dapat membuka apapun di web dengan satu kotak.

Panel alamat, yang terdapat di bagian atas jendela Chrome biasa, meringkas

kerepotan ber-Internet karena berfungsi ganda sebagai kotak penelusuran.

Dapat menggunakan panel alamat untuk menandai situs Web dan mengetahui

keamanan situs Web.

e) Halaman Tab Baru

Bila membuka tab baru, Google Chrome telah mengisinya dengan

informasi bermanfaat, dengan sekali klik, dapat membuka sumber informasi

Web yang paling sering digunakan. Untuk membuka halaman Tab Baru, klik

ikon + di sebelah tab terakhir.

f) Kontrol Kerusakan

Setiap tab yang digunakan dijalankan secara terpisah di browser,

sehingga jika salah satu aplikasi rusak, maka aplikasi lainnya tidak akan

(33)

g) Mode Penyamaran

Bila ingin menjelajah dalam mode ’siluman’, misalnya untuk

merencanakan kejutan seperti hadiah maupun ulang tahun, Google Chrome

menawarkan mode jelajah penyamaran. Halaman Web yang dibuka dan file

yang didownload sewaktu menggunakan penyamaran tidak akan disimpan

dalam riwayat penelusuran dan download. Semua cookie baru terhapus setelah

jendela penyamaran ditutup. Dapat menjelajah seperti biasa dan dalam mode

penyamaran pada saat yang sama menggunakan jendela terpisah.

h) Penelusuran Aman

Google Chrome akan menampilkan peringatan jika alamat Web yang

tercantum pada sertifikat tidak sesuai dengan alamat situs Web yang akan

diakses oleh Chrome.

Bila terhubung ke situs Web aman, server yang meng-host situs Web

tersebut akan memberikan sertifikat kepada Chrome dan browser lainnya

untuk memverifikasi identitas. Sertifikat ini berisi informasi seperti alamat

situs Web yang dikonfirmasi oleh pihak ketiga yang di percaya komputer.

Dengan mencocokkan alamat dalam sertifikat dengan alamat situs Web, dapat

dipastikan dapat berkomunikasi secara aman dengan situs Web yang dituju,

dan bukan pihak ketiga (misalnya, hacker di jaringan).

i) Menggunakan Javascript Virtual Machine bernama V8 yang bertujuan

mempercepat proses loading javascript yang semakin dominan dalam

aplikasi online.

(34)

k) Address bar untuk alamat url menggunakan konsep auto completion

(hampir mirip dengan firefox 3) bernama OmniBox, yang rencananya akan

dipadukan dengan search engine google sendiri.

l) Menggunakan speed dial seperti di browser Opera.

m) Memiliki Privacy Mode bernama Incognito yang artinya bila user

memakai mode tersebut segala aktivitasnya di browser tidak akan terekam,

tujuannya untuk menjaga kerahasiaan saat mengakses sebuah situs, tapi

sisi negatifnya dianggap sebagai porn mode, karena akses di window

incognito nggak akan terlacak oleh pengguna komputer yang sama.

n) Aplikasi online akan dibuka menggunakan window tersendiri sehingga

seakan menjalankan aplikasi desktop biasa, konsep ini sama dengan

proyek Prism yang tengah terus dikembangkan Mozilla.

o) Secara rutin memiliki fitur auto download untuk mengupdate

alamat-alamat situs yang dianggap sebagai sumber phising, spam atau virus.

p) Memiliki Task Manager yang dapat menunjukkan situs mana yang

memakan banyak memori komputer dan situs mana yang lambat dibuka

serta berbagai informasi lainnya.

Kelemahan

Google Chrome yang baru dirilis, dalam rangka ambisinya untuk menjadi

(35)

masih ada beberapa kelemahan dari Chrome. Hal mendasar yang dilakukan oleh

Google adalah menggunakan JavaScript sebagai focus dari pembuatan script code

Chrome.

a) Dapat merusak komputer.

Kelemahan tersebut, ketika user mengetikkan "about:%" di address bar

dapat merusak komputer. Masalahnya adalah halaman web yang megandung

text di atas sebagai hyperlink dapat merusak browser, terutama jika user

melakukan hover link atau meng-click link tersebut dengan pointer mouse.

b) Download yang tidak diinginkan

Kelemahan kedua adalah ketika user mendownload directory dari

Internet, kemudian disimpan di desktop user. Hal ini berarti sama dengan

membuat desktop menjadi beresiko dengan download yang tidak diinginkan,

yang kemudian dimungkinkan dapat mengeksekusi file tertentu yang bersifat

merusak komputer user.

c) Penggunaan JavaScript memperlambat loading keseluruhan browser.

Penggunaan JavaScript justru memakan power processor komputer

lebih banyak dan jika dibawa ke website atau dibuat online maka, dapat

memperlambat loading browser. Padahal, salah satu janji Google Chrome

salah satu dari menu atau tab dari browser crash, maka hal tersebut tidak akan

mengganggu atau memperlambat loading browser.

d) Tab lain lebar, tidak efektif untuk membuka banyak tab

Chrome juga memiliki beberapa penampilan yang berbeda dari Internet

(36)

browser. Perbedaan yang dibuat oleh Google sebenarnya bagus, hanya saja

ketika user membuka 40 hingga 50 tab dalam satu browser, maka loading

browser Chrome tampak melambat dan membuat aplikasi lain di komputer

juga menjadi lambat. Hal inilah yang mungkin telah dilupakan Google

mengenai dampak JavaScript.

e) memperbolehkan situs untuk menjalankan Flash

Kelemahan Google Chrome lainnya, seperti memperbolehkan situs

untuk menjalankan Flash sehingga menghabiskan resources di komputer. Hal

ini menjadi lebih serius dibandingkan Firefox, karena tidak seperti Firefox,

Chrome tidak menyediakan program add-on kecil untuk mencegah jalannya

Flash. Selain itu, menu control Chrome masih terlihat membosankan, atau

memang mungkin karena masih dalam versi beta.

2.7.1. Google Chrome Extension

Menurut Devid (2011), Extension adalah sebuah tool atau fitur tambahan

untuk sebuah browser, yang fungsinya untuk memperindah bowser dan juga

membuat browser menjadi serbaguna dan tentunya membuat pengguna lebih

mudah mengunkan browser tersebut. setiap browser sudah pasti memiliki

extension baik itu mozzila, opera dll. Untuk membuat sebuah extension sederhana

pada google chrome berikut adalah langkah-langkahnya:

Buatlah folder di sembarang tempat untuk dapat menampung file extension

yang akan dibuat nantinya, dengan nama terserah sesuai dengan keinginan, contoh

(37)

{

"name": "google search", "version": "1.0",

"description": "google search", "browser_action": {

"default_icon": "icon.png", //harus sama dengan nama file gambar "popup": "google.html" //harus sama dengan nama file html

} }

seperti gambar 2.1, tampak folder dengan nama extension telah tebentuk untuk

menampung file-file pendukung extension google chrome seperti html dll.

Gambar 2.1 Contoh folder dengan nama extension

Kemudian ketikan script pada gambar 2.2 di bawah ini dengan menggunkan notepad atau text editor lainnya, dan simpan file di dalam folder

'extension' yang dibuat tadi, kemudian simpan dengan nama manifest.json.

Gambar 2.2 Contoh script manifest.json (pengaturan extension)

Setelah itu script gambar 2.2 di atas dimasukan juga kedalam folder yang sama dengan ukuran kecil, yang nantinya akan di gunakan sebagai icon untuk

extension yang dibuat, contoh gambarnyadi beri nama "icon.png" usahakan file

gambar ber-format "png".

Kemudian buatlah file html dengan nama terserah sesuai dengan keinginan, contoh filenya diberi nama "google.html" lalu isikan file dengan nama “google.html” dengan script yang ada pada gambar 2.3. Berikut ini adalah kode

(38)

Gambar 2.3 Potongan script google.html

Kemudian langkah selanjutnya adalah dengan menyimpan file pada

gambar 2.3 kedalam folder yang sama (satu folder) yaitu folder extension, maka

dapat dilihat isi foldernya tampak seperti pada gambar 2.4 berikut ini:

Gambar 2.4 Isi folder extension

Kemudian untuk mencoba extension yang telah dibuat, jalan kan browser

google chrome lalu klik tombol dengan icon, tampak seperti pada gambar 2.5.

Gambar 2.5 Icon tombol pengaturan google chrome

(39)

Kemudian langkah selanjutnya pilih menu tool lalu pilih menu extension,

maka halaman browser akan muncul seperti gambar 2.6. di bawah ini

Gambar 2.6 Menu pengaturan extension google chrome

Pada gambar 2.6 tersebut terdapat tiga tombol yaitu:

1. Load unpaked extension (digunakan untuk mengupload atau menginstal file

extension yang belum dipaketkan).

2. Pack extension (digunakan untuk memaketan file extension dengan format file

"crx").

3. Update extension now (digunakan untuk meng-update extension).

Pilih atau klik tombol "load unpaked extension" untuk meng-install file

extension yang dibuat tadi, maka akan muncul jendela dan cari folder tempat

menyimpan extension, pilih lalu tekan tombol Ok.

maka secara otomatis akan menginstal, jika berhasil maka extension akan muncul

pada toolbar browser, hasilnya tampak pada gambar 2.7.

(40)

2.8. Bahasa Pemr ograman Yang Digunakan Extension Google Chrome

Menurut Syaiful (2010), Bahasa pemrograman adalah teknik komunikasi

standar untuk mengekspresikan instruksi kepada komputer. Layaknya bahasa

manusia, setiap bahasa memiliki tata tulis dan aturan tertentu. Bahasa

pemrograman memfasilitasi seorang programmer untuk secara spesifik apa yang

akan dilakukan oleh komputer selanjutnya, bagaimana data tersebut disimpan dan

dikirim, dan apa yang akan dilakukan apabila terjadi kondisi yang variatif. Bahasa

pemrograman dapat diklasifikasikan menjadi tingkat rendah, menengah, dan

tingkat tinggi. Pergeseran tingkat dari rendah menuju tinggi menunjukkan

kedekatan terhadap ”bahasa manusia”.

2.8.1. HTML

Menurut Eka (2009), Hypertext Markup Language (HTML) adalah bahasa

markup yang umum digunakan untuk membuat halaman web. Sebenarnya HTML

bukanlah sebuah bahasa pemrograman. Apabila ditinjau dari namanya, HTML

merupakan bahasa mark-up atau penandaan terhadap sebuah dokumen teks. Tanda

tersebut digunakan untuk menentukan format atau style dari teks yang ditandai.

Pada dasarnya elemen HTML ada 2 kategori:

1. Elemen <head> berfungsi untuk memberikan informasi atau

mendeklarasikan dokumen tersebut.

2. Elemen <body> berfungsi untuk menentukan bagaimana isi suatu

dokumen ditampilkan pada browser.

Sebagian besar kode HTML harus terletak di antara tag kontainer. Yaitu di

(41)

Berikut adalah contoh script sederhana HTML yang dapat dilihat pada gambar 2.8

di bawah ini

Gambar 2.8 Contoh Script Html

2.8.2. Javascript

Menurut Wikipedia Brendan (2009), Javascript adalah bahasa skrip

yang populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web

populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera.

Kode Javascript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag

SCRIPT.

Javascript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape di

bawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadi LiveScript, dan

akhirnya menjadi Javascript.

Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa

dimanfaatkan para programmer yang non-Java. Maka dikembangkanlah bahasa

pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut. Bahasa

pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama Javascript,

walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan Javascript.

<html> <head>

<title>Contoh HTML</title> </head>

<body>inilah contoh kode HTML </body>

(42)

Javascript bisa digunakan untuk banyak tujuan, misalnya untuk membuat

efek rollover baik digambar maupun teks, dan yang penting juga adalah untuk

membuat AJAX. Javascript adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX.

Kode Javascript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di

tag <head> yang dibuka dengan tag, tampak pada gambar 2.9.

Gambar 2.9 Contoh 1 Script Javascript

Kode Javascript juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi. js

(singkatan dari Javascript). Untuk memanggil kode Javascript yang terdapat di

file sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang di

maksud menggunakan contoh kode seperti pada gambar 2.10.

Gambar 2.10 Contoh 2 Script Javascript

2.8.3. Jquery

Menurut Adibowoc(2011), JQuery adalah pustaka Javascript kecil

bersumber terbuka yang menekankan pada interaksi antara Javascript dan HTML.

Pustaka ini dirilis pada Januari 2006 di BarCamp NYC oleh John Resig dan

berlisensi ganda di bawah Lisensi MIT dan GPL. Microsoft dan Nokia telah

<script type="teks/Javascript">. <script type="teks/Javascript">

alert("Halo Dunia!"); <script>

<script type="teks/Javascript" src="alamat.js">

(43)

mengumumkan akan mengemas jQuery di platform mereka. Microsoft awalnya

mengadopsinya dalam Visual Studio untuk digunakan dalam ASP.NET AJAX dan

ASP.NET MVC Framework, sedangkan Nokia akan mengintegrasikannya dalam

kerangka Web Run-Time.

2.8.4. CSS

Menurut Eka (2009), CSS (Cascading Style Sheets) digunakan dalam kode

HTML (Hypertext Markup Language) untuk menciptakan suatu kumpulan Style

yang terkadang dapat digunakan untuk memperluas kemampuan HTML

(Hypertext Markup Language). CSS (Cascading Style Sheet) adalah bahasa yang

digunakan untuk format tampilan HTML (Hypertext Markup Language), bahasa

yang direkomendasikan W3C (World Wide Web Consortium) untuk melukiskan

gaya seperti huruf, warna, ukuran, jarak, posisi pada dokumen-dokumen web. CSS

(Cascading Style Sheet) sangat membantu para web designer untuk memperindah

halaman web template.

CSS (Cascading Style Sheet) sama fungsinya dengan cara format HTML

(Hypertext Markup Language) biasa, namun CSS (Cascading Style Sheet)

mempunyai lebih banyak elemen yang bisa kita atur. Contoh :

Tag table punya elemen border, CSS (Cascading Style Sheet) juga punya

format untuk border namun lebih detail lagi seperti : border-top, border-right,

border-bottom, border-left. artinya lebih kompleks karena memungkinkan kita

(44)

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1. Analisis Sistem

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari sistem yang akan

dibangun. Perancangan akan mendefinisikan berbagai hal yang dibutuhkan

mengenai pembentukan sebuah sistem berupa extensions google chrome. Dalam

hal ini tahap analisis, perancangan model hingga ke alur program dilakukan untuk

membangun sebuah sistem yang terstruktur.

Sistem yang akan dibuat ini merupakan sebuah subsistem atau semacam

paket tambahan sebuah sistem. Sistem ini tidak bisa dirancang secara sendiri

tanpa mengikuti konsep sistem yang ada. Hal ini dikarenakan sistem yang dibuat

adalah berupa extensions dari google chome yang mana akan sedikit

menyesuaikan dengan karakter dari browser google chrome.

Dalam penggunaanya extensions ini berguna dalam membantu dalam hal

pencarian informasi dari internet. Beberapa command khusus akan diinisialisasi

pada sistem dalam mendapatkan hasil pencarian yang diinginkan. command yang

ada dikombinasikan dengan beberapa command yang lain hingga terbentuk

sebuah query pencarian. hal tersebut merupakan metode google hack dengan cara

mengkombinasikan beberapa command. Query-query yang terbentuk akan

menampilkan hasil yang berbeda daripada pencarian secara biasa. Akhirnya hasil

(45)

dalam query tesebut. Namun, bagian penting yang perlu diperhatikan adalah

merencanakan kombinasi yang sesuai dari command google hack yang ada.

Untuk melakukan pencarian dengan metode google hack bisa

menggunakan 4 cara. Pertama pada extension google chrome, pengguna bisa

mencari berdasarkan kategori pencarian yang ada. Kedua, mirip seperti cara yang

pertama tetapi sambil disertai dengan penentuan tipe Ketiga, seperti proses

sebelumnya tapi pencarian didasarkan waktu tertentu. Keempat yaitu mode

pencarian bisa berupa Halaman index atau halaman web Melalui extension ini

maka query google hack akan langsung dilempar ke tab baru dengan output

berupa hasil pencarian.

3.2. Per ancangan Sistem

Pada tahap ini merupakan tahapan di mana sebuah sistem mulai

direncanakan berdasarkan analisa yang ada. Analisa yang telah dijabarkan di atas

akan dijelaskan dalam beberapa model perancangan seperti flowchart, uml

maupun berupa table definisi sistem. Dengan adanya sebuah perancangan seperti

ini sistem akan lebih terstruktur dan lebih mudah dipahami terkait dengan analisa

sistem yang ada.

Sistem akan dirancang dengan beberapa rangkaian tahapan. Mulanya

memberikan deskripsi umum untuk memahami secara keseluruhan mengenai

sistem. Selain itu agar sistem dapat berjalan sesuai harapan perlu juga

diperhatikan kebutuhan sistem. Selanjutnya berbagai hal yang mengenai alur dan

(46)

sebuah tampilan antarmuka yang baik perlu didesain lebih lanjut agar program

lebih manusiawi, yaitu pengguna paham akan program yang digunakan.

3.2.1. Deskr ipsi Umum Sistem

Aplikasi yang akan digunakan dapat dikatakan sebagai tambahan fitur

pada google chrome. aplikasi ini nantinya akan langsung tertanam sebagai

extension. Namun, terlebih dahulu extension ini perlu instalasi secara khusus.

Extension yang sudah siap pakai dikemas ke dalam bentuk package apps (aplikasi

kemasan), baru kemudian akan benar-benar tertanam layaknya fitur tambahan

aplikasi.

Extensions yang sudah terpasang dapat digunakan secara instan langsung

dari dalam google chrome. Dari extension tersebut, pengguna dapat menjumpai

sebuah tampilan jendela pop up dari dalam browser. Pengguna akan memulai

melakukan aktifitas pencarian dengan menentukan tipe kategori terlebih dahulu.

Kategori yang ditentukan adalah hal-hal yang bersifat umum yang biasanya

menarik bagi netter.

Proses pencarian informasi pada google dimulai dari suatu keyword. Hal

ini berlaku pula pada extension yang menerapkan metode google hack ini.

Pengguna akan memasukkan suatu kata kunci dan bisa juga disertai penentuan

tipe jika yang dicari berupa file. Dengan bermodalkan antarmuka extension maka

kombinasi command berupa query google hack bisa terbentuk secara instan saat

pencarian dimulai. Pengguna akan langsung dihadapkan pada halaman google

dengan list yang berbeda dari biasanya. Daftar pencarian yang muncul bisa dipilih

(47)

halaman daftar direktori web yang berisikan sejumlah file yang dicari. Halaman

ini umumnya dikenal dengan judul index of. Namun, tidak semua hasil pencarian

berupa direktori folder. Pada pilihan tertentu pengguna akan mendapatkan

pencarian yang langsung menuju ke alamat website secara langsung.

Secara sederhana deskripsi umum dari extensions google chrome dapat

dipahami pada gambar 3.1 di bawah ini.

Gambar 3.1. Skema deskripsi umum sistem

Berdasarkan skema yang terdapat pada gambar 3.1 di atas maka dapat

dipahami tentang penggunaan user terhadap extension google chrome, antara lain

sesuai pada poin-poin yang tertera pada skema:

1. Pengguna membuka browser google chrome dan mulai menjalankan

google hack melalui aplikasi extensions google chrome.

2. Query google hack akan dilempar oleh extensions google chrome pada

sebuah tab baru sehingga terjadi proses pencarian pada search engine

google sesuai query google hack yang terbentuk sebelumnya.

3. Beberapa hasil pencarian yang berisikan berbagai informasi akan

(48)

4. Proses pencarian akan memberikan output berupa hasil pencarian (list)

yang akan dikembalikan pada konten tab pada google chrome tadi.

5. Pengguna mendapatkan beberapa daftar informasi yang dinginkan, dan

bisa mengaksesnya secara langsung dari browser google chrome.

3.2.2. Kebutuhan Sistem

Dengan memahami proses yang terjadi pada skema deskripsi sistem di atas

(pada gambar 3.1), maka dapat diketahui kebutuhan mendasar yang diperlukan

dalam menunjang proses tersebut. Beberapa kebutuhan tersebut antara lain adalah

berupa :

a. Paket instalasi google chrome yang sudah terpasang pada sistem

operasi yang digunakan.

b. Extension google chrome yang sudah dikemas ke dalam bentuk

paket instalasi yang biasanya mudah dikenali dengan tipe file .crx.

c. Sebuah personal Komputer yang memadai dalam menjalankan

sebuah aplikasi browser sekelas google chrome.

d. Koneksi internet dengan kecepatan yang stabil.

e. Kondisi javasript pada browser dalam status aktif.

3.2.3. Flowchart Per ancangan Sistem

Pada tahap ini akan ditunjukkan setiap proses perancangan sistem mulai

dari pembuatan form sampai menjadi add-ons google chrome yang siap pakai.

Semua tahapan perancangan desain interface dapat diketahui dari mulai

(49)

Ga mbar 3.2. Alur perancangan sistem

Diagram alir pada gambar 3.2 di atas merupakan alur secara garis besar

yang terjadi saat merancang sebuah sistem. Tampak pada proses awal yang

pertama kali dilakukan adalah merancang sebuah desain interfaces add-ons google

chrome. Tahap kedua adalah mendaftarkan add-ons yang kita desain ke browser

google chrome, caranya adalah dengan mengatur properti-properti yang terletak

pada file manifest.json. Dan tahap yang ketiga merancang form-form pada file

html, dimana file-file html tersebut adalah tempat untuk menyimpan

komponen-komponen atau variabel-variabel seperti tombol keyword, navigasi kategori,

navigasi waktu, mode pencarian dan pilihan (opsi) yang telah didesain

sebelumnya. Dan tahap yang terakhir adalah tahap pemaketan aplikasi gohackim

(50)

Gambar 3.3. Alur cara kerja sistem

Diagram alur pada gambar 3.3 di atas merupakan alur yang terjadi saat aplikasi

gohackim berjalanan. Digram alur ini memiliki sejumlah proses yang mampu

dikerjakan oleh aplikasi, yaitu pemilihan kategori, pemilihan mode, pemilihan

opsi file, serta input keyword. Terlihat seperti pada gambar 3.3 semua proses yang

(51)

3.2.4. Flowchart Penggunaan Sistem

Pada tahap ini akan ditunjukkan proses penggunaan sistem bagi pengguna.

Beberapa tahapan bagi pengguna yang dapat mempengaruhi sistem ini.

Semua tahapan pengguna dapat diketahui dari mulai mengakses tampilan

antarmuka hingga mencapai ke hasil sistem.

Gambar 3.4. Alur penggunaan sistem oleh user

Diagram alir pada gambar 3.4 di atas merupakan alur yang terjadi saat

seorang pengguna mulai menggunakan extensions google chrome. alur tersebut

adalah alur dari sistem extension yang nantinya akan digunakan sebagai pencarian

informasi. Terdapat sebuah proses inti dalam alur tersebut jika diamati secara

langsung yaitu adalah proses penanganan kombinasi query google hack yang akan

Figur

Gambar 2.1 Contoh folder dengan nama extension

Gambar 2.1

Contoh folder dengan nama extension p.37
Gambar 2.3 Potongan script google.html

Gambar 2.3

Potongan script google.html p.38
Gambar 3.2. Alur perancangan sistem

Gambar 3.2.

Alur perancangan sistem p.49
Gambar 3.3. Alur cara kerja sistem

Gambar 3.3.

Alur cara kerja sistem p.50
Gambar 3.4. Alur penggunaan sistem oleh user

Gambar 3.4.

Alur penggunaan sistem oleh user p.51
Gambar 3.6. Activity diagram untuk penentuan kategori

Gambar 3.6.

Activity diagram untuk penentuan kategori p.56
Gambar 3.9. Activity diagram dalam melakukan pencarian

Gambar 3.9.

Activity diagram dalam melakukan pencarian p.58
Gambar 3.10. Activiy diagram dalam mengolah pencarian

Gambar 3.10.

Activiy diagram dalam mengolah pencarian p.59
Gambar -inurl +intitle

Gambar -inurl

+intitle p.62
Gambar 3.11. Flowchart fungsi pencarian

Gambar 3.11.

Flowchart fungsi pencarian p.63
Gambar 3.12 Flowchart pengaturan waktu dan validasi pencarian

Gambar 3.12

Flowchart pengaturan waktu dan validasi pencarian p.65
Gambar 3.17. Desain antarmuka extensions gohackim

Gambar 3.17.

Desain antarmuka extensions gohackim p.72
gambar dengan visual yaitu beberapa tipe

gambar dengan

visual yaitu beberapa tipe p.78
Gambar 4.1. Potongan script fungsi google search

Gambar 4.1.

Potongan script fungsi google search p.80
Gambar 4.2. Lanjutan Potongan script fungsi google search

Gambar 4.2.

Lanjutan Potongan script fungsi google search p.81
Gambar 4.3. Potongan script form pencarian

Gambar 4.3.

Potongan script form pencarian p.83
Gambar 4.4. Potongan script form pencarian dan penentuan tipe

Gambar 4.4.

Potongan script form pencarian dan penentuan tipe p.84
Gambar 4.5. Potongan script navigasi kategori dan waktu

Gambar 4.5.

Potongan script navigasi kategori dan waktu p.86
Gambar 4.6. Potongan script konfigurasi manifest.json

Gambar 4.6.

Potongan script konfigurasi manifest.json p.88
Gambar 4.9. Antarmuka kategori pencarian

Gambar 4.9.

Antarmuka kategori pencarian p.91
Gambar 5.1. Pengaseksan menu utama google chrome

Gambar 5.1.

Pengaseksan menu utama google chrome p.97
Gambar 5.2. Menu utama extensions google chrome

Gambar 5.2.

Menu utama extensions google chrome p.98
Gambar 5.3. Bagian mode developer

Gambar 5.3.

Bagian mode developer p.98
gambar 5.5.

gambar 5.5.

p.100
Gambar 5.6. Menghapus Extensions google chrome

Gambar 5.6.

Menghapus Extensions google chrome p.101
Gambar 5.7. Proses penghapusan berhasil

Gambar 5.7.

Proses penghapusan berhasil p.102
Gambar 5.8. Validasi inputan keyword.

Gambar 5.8.

Validasi inputan keyword. p.103
Gambar 5.14. Hasil perolehan webstie dari kategori music

Gambar 5.14.

Hasil perolehan webstie dari kategori music p.108
Gambar 5.17. Hasil perolehan website dengan kateogri video

Gambar 5.17.

Hasil perolehan website dengan kateogri video p.110
Gambar 5.20. Hasil perolehan website dari kategori aplikasi

Gambar 5.20.

Hasil perolehan website dari kategori aplikasi p.112

Referensi

Memperbarui...