• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Program pembangunan infrastruktur merupakan perwujudan dari salah satu program pemerintah yaitu Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pada periode tahun 2015-2019 (Arifin 2018, 3) di mana sebagai salah satu bentuk realisasinya ialah Proyek Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) yang secara resmi telah dimulai pembangunannya setelah peletakan batu pertama oleh Presiden Ir. Joko Widodo pada tanggal 27 Januari 2017. Pembangunan Bandara NYIA memiliki manfaat antara lain yakni:

1. Mendukung terwujudnya visi dari Dinas Pariwisata DIY sebagai daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara tahun 2025;

2. Semakin terbukanya perdagangan, wisata, dan investasi baru di Provinsi DIY;

3. Memperluas akses bagi wisatawan mancanegara yang berdampak pada perkembangan pariwisata.;

4. Membuka banyak lapangan kerja serta menumbuhkan lapangan usaha baru;

5. Mempercepat lalu lintas penumpang, barang, dan jasa sehingga memperbesar minat bagi para investor untuk masuk;

6. Meningkatkan pendapatan daerah yang bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi di daerah;

Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) direncanakan sebagai penunjang tranportasi penerbangan di Daerah Istimewa Yogyakarta dikarenakan kebutuhan terhadap kapasitas terminal serta landasan pacu di Bandara Aditsujipto sudah tidak memadai untuk dilakukan perluasan sehingga adanya kemungkinan dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi terutama dalam kaitannya dengan sektor Pariwisata, di sisi lain Bandara NYIA sendiri memiliki luas 587,3 ha

(2)

dengan kapasitas ultimate mencapai 25 juta penumpang per tahun, yang nantinya menggabungkan 3 transportasi massal yaitu Jalan, Kereta Api, dan Udara. Untuk dimensi panjang runaway sendiri mencapai 3.600 m, didukung terminal seluas 235.000 m2 yang termasuk didalamnya terdapat stasiun seluas 11.737 m2, dan lahan parkir kendaraan dengan kapasitas 18.727 kendaraan. Pembangunan bandara ini selain bisa menunjang sektor-sektor terutama Ekonomi dan Pariwisata juga akan digunakan bagi kepentingan umum sebagaimana dijelaskan di Pasal 1 ayat (7) Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2021 jo. Pasal 1 Ayat (6) Undang-undang No.2 Tahun 2012:

“Kepentingan Umum adalah kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat yang harus diwujudkan oleh Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah dan digunakan sebesar- besarnya untuk kemakmuran rakyat.”

Pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport yang disebutkan sebagai salah satu program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ini diprakarsai oleh BUMN yakni PT. Angkasa Pura I (Persero). PT. Angkasa Pura I (Persero) berperan sebagai pihak pelaksana utama dalam pembangunan bandara, tentunya membutuhkan sarana dan sumber daya yang memadai. Di antara sarana dan sumber daya yang dibutuhkan tersebut ialah ketersediaan dan proses pengadaan tanah yang merupakan unsur utama dari rencana awal proyek bandara ini.

Tanah dalam Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Pokok Agraria bahwa tanah yaitu dikategorikan sebagai permukaan bumi baik berupa bumi, air, dan udara diatasnya dan bisa dipergunakan oleh semua orang terutama oleh negara sebagai pemegang kedaulatan tertinggi terhadap tanah. Sedangkan Pengadaan tanah sendiri adalah kegiatan menyediakan tanah dengan cara memberi ganti kerugian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak.

Terkait dengan pengadaan tanah bagi kepentingan umum, Pasal 2 Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2021 jo. Pasal 123 Undang-Undang No.11 Tahun 2020 tentang Perubahan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 20l2 tentang

(3)

Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, menjelaskan tentang pembangunan yang diperbolehkan dalam proses pengadaan tanah bagi kepentingan umum adalah:

1. Pertahanan dan Keamanan Nasional;

2. Jalan Umum, Jalan Tol, Terowongan, Jalur Kereta Api, Stasiun Kereta Api dan Fasilitas Operasi Kereta Api;

3. Waduk, Bendungan, Bendung, Irigasi, Saluran Air dan Sanitasi dan Bangunan Pengairan Lainnya;

4. Pelabuhan, Bandar Udara, dan Terminal;

5. Infrastruktur Minyak, Gas, dan Panas Bumi;

6. Pembangkit, Transmisi, Gardu, Jaringan, dan/atau Distribusi Tenaga Listrik;

7. Jaringan Telekomunikasi dan Informatika Pemerintah;

8. Tempat Pembuangan dan Pengolahan Sampah;

9. Rumah Sakit Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah;

10. Fasilitas Keselamatan Umum;

11. Permakaman Umum Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah;

12. Fasilitas Sosial, Fasilitas Umum, dan Ruang Terbuka Hijau Publik;

13. Cagar Alam dan Cagar Budaya;

14. Kantor Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau Desa;

15. Penataan Permukiman Kumuh Perkotaan dan/atau Konsolidasi Tanah serta Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan Status Sewa termasuk untuk Pembangunan Rumah Umum dan Rumah Khusus;

16. Prasarana Pendidikan atau Sekolah Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah;

17. Prasarana Olahraga Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah;

18. Pasar Umum dan Lapangan Parkir Umum;

19. Kawasan Industri Hulu dan Hilir Minyak dan Gas yang Diprakarsai dan/atau Dikuasai oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, atau Badan Usaha Milik Daerah;

(4)

20. Kawasan Ekonomi Khusus yang Diprakarsai dan/atau Dikuasai oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, atau Badan Usaha Milik Daerah;

21. Kawasan Industri yang Diprakarsai dan/atau Dikuasai oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, atau Badan Usaha Milik Daerah;

22. Kawasan Pariwisata yang Diprakarsai dan/atau Dikuasai oleh Pemerintah Fusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, atau Badan Usaha Milik Daerah;

23. Kawasan Ketahanan Pangan yang Diprakarsai dan/atau Dikuasai oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, atau Badan Usaha Milik Daerah; dan

24. Kawasan Pengembangan Teknologi yang Diprakarsai dan/atau Dikuasai oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, atau Badan Usaha Milik Daerah.

Dalam penjelasan diatas serta ketentuan Pasal 8 Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2021, Proyek Pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport sudah memenuhi pengadaan tanah bagi kepentingan umum.

Dalam pelaksanaan pengadaan tanah bagi kepentingan umum, pihak yang melakukan pengadaan tanah harus mentaati aturan yang telah diberikan supaya masing-masing pihak dapat melaksanakan tujuan dari pengadaan tanah yakni harus memberikan fungsi sosial. Gunanegara (Gunanegara 2008, 77) menyatakan bahwa esensi fungsi sosial dalam hak atas tanah adalah apabila penggunaanya:

1. Tidak semata-mata untuk kepentingan pribadi;

2. Memperhatikan keadaan dan sifatnya;

3. Bemanfaat bagi kesejahteraan dan kebahagiaan baik bagi yang mempunyai maupun bagi masyarakat

Pengadaan tanah yang dilakukan pemerintah bagi pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport mencapai 160 hektar yang tata caranya dilakukan dengan pemberian ganti rugi dan juga konsinyasi. Undang-Undang telah mengatur mengenai ketentuan, tata cara, ataupun bentuk pertanggungjawaban terhadap

(5)

pengadaan tanah, namun fakta di lapangan justru tidak menggambarkan bahwa proses pengadaan tanah berjalan baik dan teratur.

Melihat dari uraian latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk mengetahui dan meneliti lebih lanjut mengenai pelaksanaan pengadaan tanah serta mencari tahu apakah pemberian ganti rugi untuk Bandara NYIA sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku yang kemudian ditulis dalam sebuah bentuk penulisan hukum (Skripsi) yang berjudul: “KAJIAN HUKUM PENGADAAN TANAH

DALAM PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL NEW

YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis menyusun 2 (dua) rumusan masalah untuk dapat dikaji. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana Mekanisme Pengadaan Tanah dalam Pembangunan Bandar Udara New Yogyakarta International Airport?

2. Apakah Pelaksanaan Ganti Rugi sudah Mengarah pada Nilai-Nlai Keadilan?

C.

Tujuan Penelitian

Dalam sebuah penelitian sangatlah diperlukan suatu tujuan, yang berguna untuk memberikan arah tujuan pemecahan suatu permasalahan yang hendak dicapai dan diteliti. Berdasarkan uraian permasalahan diatas, berikut tujuan yang hendak penulis capai :

1. Tujuan Objektif

a. Mengetahui bagaimana pelaksanaan dari pengadaan tanah bagi kepentingan umum di Bandara New Yogyakarta International Airport.

b. Mengetahui apakah pelaksanaan ganti rugi tanah dalam Pembangunan Bandara New Yogyakarta international Airport sudah sesuai ketentuan yang berlaku 2. Tujuan Subjektif

(6)

a. Sebagai wadah bagi penulis dalam menerapakan ilmu yang telah penulis peroleh agar dapat memberikan manfaat baik bagi penulis sendiri pada khususnya maupun masyarakat luas pada umumnya.

b. Untuk menambah dan mempertajam serta mengembangkan pengetahuan penulis baik dari teori ataupun praktik dalam bidang Ilmu Hukum, khususnya pada Hukum Administrasi Negara pada Bidang Pertanahan.

c. Memenuhi persyaratan akademis untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum di Universitas Sebelas Maret.

D. Manfaat Penelitian

Suatu penelitian hukum akan mempunyai sebuah nilai ketika dapat memberikan manfaat bagi penulis sendiri maupun pembaca. Adapun manfaat yang diharapkan dari penulisan penelitian hukum ini yaitu, sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

a. Melalui.penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi dalam perkembangan dalam Ilmu Hukum pada umumnya, dan khususnya pada bidang hukum administrasi negara mengenai pelaksanaan dan proses ganti rugi pengadaan tanah untuk kepentingan umum

b. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan ilmu pengetahuan bagi penulis sendiri di bidang hukum secara umum dan hukum administrasi negara secara khusus.

2. Manfaat Praktis

a. Adanya penelitian hukum ini diharapkan dapat memberikan pemecahan terhadap permasalahan yang diteliti dan juga sebagai masukan dalam proses pengadaan tanah untuk kepentingan umum yang sesuai dengan undang- undang.

b. Penelitian hukum ini diharapkan dapat membentuk pola pikir dan mengembangkan kemampuan penulis untuk menerapkan ilmu hukum yang telah diperoleh.

(7)

c. Memberikan sarana informasi dan wawasan dari hasil penelitian ini kepada semua pihak yang memiliki kepentingan terkait dengan permasalahan yang diteliti terutama sebagai bahan informasi bagi pelaksana kebijakan dalam pengambilan perumusan kebijakan pertanahan di Indonesia.

E. Metode Penelitian

Penelitian hukum adalah suatu cara menemukan, mengembangkan, dan menguji hipotesa dilakukan melalui suatu metode ilmiah. Penelitian hukum merupakan proses menemukan kebenaran yang koheren, apakah aturan hukum sesuai dengan norma hukum, kesesuaian norma dengan prinsip hukum, dan tindakan seseorang sesuai dengan norma atau prinsip hukum (Peter Mahmud Marzuki, 2014:47). Penelitian hukum sebagai kegiatan seseorang dalam menjawab permasalahan bersifat akademis dan praktisi, berupa norma-norma hukum, asas-asas hukum, maupun yang berkaitan dengan kenyataan hukum yang berlaku di masyarakat (Zainudin Ali, 2009:19). Metode penelitian adalah suatu pedoman dan tata cara seorang untuk mempelajari, menganalisa dan memahami lingkungan- lingkungan yang dihadapi (Soerjono Soekanto 2014:6).

Dalam metode penelitian ini yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut yang meliputi jenis penelitian, sifat penelitian, pendekatan penelitian, sumber data penelitian, teknik pengumpulan bahan hukum, dan teknik analisis bahan hukum.

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini jenis penelitian yang dipilih ialah jenis penelitian hukum normatif atau doktrinal. Di mana penelitian hukum normatif ialah sebuah proses menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin hukum guna menyelesaikan dan menjawab isu atau permasalahan yang dihadapi (Peter Mahmud Marzuki, 2014:55-56).

Peneltian hukum normatif merupakan studi kepustakaan yaitu menganalisis suatu permasalahan melalui peraturan perundang-undangan, literatur dan bahan hukum lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini, yaitu tentang

(8)

Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum Dalam Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport.

2. Sifat Penelitian

Sifat penelitian hukum yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu preskriptif dan terapan. Di mana Peter Mahmud Marzuki mengemukakan bahwa sifat preskriptif dalam ilmu hukum yaitu ilmu hukum yang meninjau tujuan hukum, nilai keadilan, dasar aturan hukum, konsep-konsep hukum serta norma- norma hukum (Peter Mahmud Marzuki, 2014:22). Dan yang dimaksud dengan terapan yaitu ilmu hukum hanya dapat diterapkan oleh ahlinya. (Peter Mahmud Marzuki, 2014:67).

3. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian merupakan bagaimana penelitian akan memperoleh informasi atau data dari bermacam-macam aspek mengenai isu yang dicari jawabnya (Peter Mahmud Marzuki, 2014:133). Pendekatan penelitian dalam penelitian ini yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach) karena mengacu pada permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan program yang dikeluarkan oleh pemerintah:;

4. Lokasi Penelitian

Untuk memperoleh data yang diperlukan dan menunjang dalam penelitian ini, maka lokasi penelitian ini akan dilakukan di Bandara New Yogyakarta International Airport Kabupaten Kulonprogo yang beralamat di Jalan Nasional III, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

5. Jenis dan Sumber Data Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Yang berupa pengumpulan data dari dokumen-dokumen resmi, bahan kepustakaan lainnya seperti literatur, buku, jurnal dan penelitian terdahulu atau bahan pustaka lain yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas :

(9)

a. Bahan Hukum Primer

Bahan hukum primer merupakan bahan hukum yang memiliki otoritas berupa peraturan perundang-undangan yang dirutkan berdasarkan hierarki perundang-undangan, terdiri dari :

1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok- Pokok Agraria (UUPA);

2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja;

3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2021 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan;

b. Bahan Hukum Sekunder

Bahan hukum sekunder merupakan bahan hukum berupa penjelasan dari bahan hukum primer. Bahan hukum sekunder terdiri dari dokumen- dokumen resmi, buku, jurnal dan penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitan ini.

6. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan guna menunjang penelitian yang dilakukan. Di dalam sebuah penelitian, terdapat 2 (dua) jenis alat pengumpulan data, yaitu klarifikasi fakta hukum dengan studi dokumen atau bahan kepustakaan seperti literatur, buku, jurnal dan penelitian terdahulu atau bahan pustaka lain yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.

Nantinya penelitian hukum ini penulis akan mengumpulkan data melalui studi pustaka yang digunakan sebagai data pelengkap.

7. Penyajian Data

Penyajian data merupakan rangkaian informasi dari penelitian yang dilakukan kemudian disusun dan dideskripsikan menjadi sebuah satu kesatuan narasi yang dapat berbentuk kalimat, gambar, tabel, dan matriks yang disusun secara sistematis dan nantinya akan dapat ditarik menjadi suatu kesimpulan.

(10)

8. Teknis Analisis Data

Menurut Neuman teknik analisis data adalah sebuah tindakan yang didalamnya berupa menyotir, menguji, mengkategorikan, membandingkan, mengevaluasi, mensistensiskan, dan merenungkan data yang direkam juga meninjau data mentah dan terekam (Rulam Ahmadi 2014:230). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode silogisme dan interpretasi dengan menggunakan pola berpikir deduktif. Pola berpikir deduktif adalah penggunaan prinsip-prinsip dasar, yang nantinya kemudian peneliti tersebut menghadirkan objek yang hendak diteliti. Sedangkan metode silogisme yang menggunakan pendekatan deduksi menurut yang diajarkan Aristoteles yaitu didasarkan pada suatu premis mayor serta premis minor, yang nantinya dari adanya kedua premis ini kemudian akan ditarik suatu kesimpulan. Adapun metode interpretasi yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah:

a) Interpretasi berdasarkan kata undang-undang, Interpretasi ini beranjak dari makna kata-kata yang tertuang di dalam undang-undang. Interpretasi ini akan dapat dilakukan apabila kata-kata yang di gunakan dalam undang-undang itu singkat, tidak bertele-tele, tajam, akurat tentang apa yang dimaksud dan tidak mengandung sesuatu yang bersifat dubious atau makna ganda. Hal itu sesuai dengan karakter undang-undang sebagai perintah atau aturan ataupun larangan.

b) Interpretasi sistematis, Interpretasi sistematis adalah interpretasi dengan melihat kepada hubungan di antara aturan dalam suatu undang-undang yang saling bergantung. Di samping itu juga harus dilihat bahwa hubungan itu tidak bersifat teknis, melainkan juga harus dilihat asas yang melandasinya.

Landasan pemikiran interpretasi sistematis adalah undang-undang merupakan suatu kesatuan dan tidak satu pun ketentuan di dalam undangundang merupakan aturan yang berdiri sendiri.

c) Penarikan Kesimpulan, Setelah keseluruhan data Interpretasi diperoleh, diolah, dan disajikan maka dilakukan penarikan kesimpulan. Penarikan

(11)

kesimpulan merupakan tahap akhir yang dilakukan dalam suatu proses penelitian dengan berdasarkan hal-hal yang ada dalam reduksi data dan penyajian data.

Ketiga komponen proses analisis data diatas kemudian diolah menggunakan analisis silogisme dan interpretasi dengan menggunakan pola berpikir deduktif.

F. Sistematika Penulisan Hukum

Sistematika penulisan hukum disajikan sebagai gambaran keseluruhan mengenai pembahasan yang akan dirumuskan pada penelitian ini sesuai dengan kaidah atau aturan penulisan hukum.

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini, penulis menguraikan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan hukum.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab tinjauan pustaka ini penulis akan memaparkan mengenai tinjauan pustaka dan landasan teori dari bahan hukum serta kerangka pemikiran yang berkaitan dengan judul dan permasalahan dalam penelitian ini, yaitu terdiri dari kerangka teori yang berisi tinjauan umum mengenai hukum, mengenai hukum agraria, mengenai hak atas tanah, mengenai pengadaan tanah. mengenai kepentingan umum, mengenai bandar udara, dan mengenai ganti rugi. Kerangka Pemikiran ini penulis akan menjelaskan mengenai alur berfikir dari penulis dalam melakukan penulisan penelitian hukum ini.

BAB III : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini, penulis menyajikan uraian pembahasan dari hasil keseluruhan pada proses penelitian hukum yang sesuai dengan rumusan masalah yaitu mengenai proses pelaksanaan pengadaan tanah dalam

(12)

pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport? dan menjelaskan apakah ganti rugi dalam Pengadaan Tanah Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport telah sesuai dengan ketentuan hukum yang ada.

BAB IV : PENUTUP

Dalam bab ini penulis memaparkan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian hukum yang telah dilakukan dan juga memberikan saran-saran yang dapat diberikan dan dikemukakan kepada pihak-pihak terkait dengan penulisan dan penelitian hukum ini.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

Berangkat dari masalah yang ditemukan, penulis mengadakan penelitian dengan metode studi pustaka, observasi, perancangan, instalasi, uji coba serta implementasi untuk menemukan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemaparan cuaca ( weathering ) terhadap karakteristik komposit HDPE–sampah organik berupa kekuatan bending dan

 Biaya produksi menjadi lebih efisien jika hanya ada satu produsen tunggal yang membuat produk itu dari pada banyak perusahaan.. Barrier

Fungsi speaker ini adalah mengubah gelombang listrik menjadi getaran suara.proses pengubahan gelombag listrik/electromagnet menjadi gelombang suara terjadi karna

underwear rules ini memiliki aturan sederhana dimana anak tidak boleh disentuh oleh orang lain pada bagian tubuhnya yang ditutupi pakaian dalam (underwear ) anak dan anak

Pada tahap pertama ini kajian difokuskan pada kajian yang sifatnya linguistis antropologis untuk mengetahui : bentuk teks atau naskah yang memuat bentuk

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 sasaran strategis yang ingin dicapai dengan prioritas sasaran adalah: meningkatkan penerimaan Fakultas (bobot 10%),