1
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN HASIL PERBAIKAN ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR LAMPIRAN………... viiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan dan Manfaat ... 3
C. Ruang Lingkup ... 4
D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ... 4
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI ... 5
A. Gambaran Umum Organisasi ... 5
B. Nilai-Nilai Dasar ASN,Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ... 11
C. Identifikasi Isu dan Analisis Dampaknya Tabel Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi ... 17
BAB III CAPAIAN AKTUALISASI ... 37
A. Kendala dan Antisipasi ... 37
B. Hasil Aktualisasi ... 39
1. Realisasi pelaksanaan kegiatan………39
2. Hasil Pelaksanaan Aktualisasi……….40
BAB IV PENUTUP ... 66
A. Kesimpulan ... 66
B. Saran ... 66
C. Rencana Tindak Lanjut ... 67
DAFTAR PUSTAKA ... 68
LAMPIRAN ... 69
vi
2
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Profil SDN 2 Mosolo ... 6
Tabel 2.1 Data pendidik dan kependidikan ... 6
Tabel 2.2 Data Siswa... 23
Tabel 2.3 Tabel APKL ... 25
Tabel 2.4 Identifikasi terkait kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan ... 31
Tabel 2.5 Deskripsi/penjelasan kegiatan I……….27
Tabel 2.6 Deskripsi dan Analisis Dampak kegiatan II………. 28
Tabel 2.7 Deskripsi dan Analisis Dampak kegiatan III ………30
Tabel 2.8 Deskripsi dan Analisis Dampak kegiatan IV……… 32
Tabel 2.9 Deskripsi dan Analisis Dampak kegiatan V………..33
Tabel 2.10 Tabel rencana anggaran biaya kegiatan………..36
Tabel 3.1 Kendala dan Antisipasi……….37
Tabel 3.2 Realisasi kegiatan yang akan dilaksanakan pada aktualisasi………39
Tabel 3.2 Hasil Aktualisasi………...…40
vii
3
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Bangunan sekolah SDN 2 Mosolo ... . 5
Gambar 2.2 Struktur Organisasi sdn 2 Mosolo………..10
Gambar 2.3 Pojok Baca... 21
Gambar 3.2.1 Konsultasi dengan kepala sekolah………...41
Gambar 3.2.2 Mencatat saran serta persetujuan kepala sekolah...41
Gambar 3.2.3 Saran dan arahan kepala sekolah……….42
Gambar 3.2.4 Surat persetujuan kepala sekolah……….42
Gambar 3.2.5 Undangan Rapat...44
Gambar 3.2.6 Rapat terkait rencana kegiatan……….45
Gambar 3.2.7 Daftar hadir rapat...45
Gambar 3.2.8 Notulen rapat………...46
Gambar 3.2.9 Membuat rancangan pojok baca ... 48
Gambar 3.2.10 Sosialisasi dengan rekan guru...………48
Gambar 3.2.11 Sosialisasi dengan siswa... 49
Gambar 3.2.12 Kelompok kerja siswa………...49
Gambar 3.2.13 Bahan dan Alat pojok ………...50
Gambar 3.2.1 4 Memasang bahan di dinding …..………..50
Gambar 3.2.15 Siswa bekerja sama membuat pojok baca...51
Gambar 3.2.16 Hasil akhir pojok baca ... 52
Gambar 3.2.17 Meminta izin kepada petugas perpustakaan ... 52
Gambar 3.2.18 Mendampingi siswa memilih bahan bacaan...53
Gambar 3.2.19 Mengumpulkan bahan bacaan ... 53
Gambar 3.2.20 Mengajar membaca ... 55
Gambar 3.2.21 Guru membimbing siswa yang belum bisa membaca Dengan baik……….56
Gambar 3.2.22 Siswa belajar membaca...56
Gambar 3.2.23 Buku bahan ajar...56
Gambar 3.2.24 RPP...57
Gambar 3.2.25 Siswa memilih bahan bacaan...57
Gambar 3.2.26 Siswa membaca lancar ... .58
Gambar 3.2.27 Pemanfaatan pojok baca...58
Gambar 3.2.28 Pemanfaatan pojok baca………...59
Gambar 3.2.29 Membagikan soal evaluasi dan membimbing siswa dalam mengerjakan soal evaluasi……….. .60
Gambar 3.2.30 Soal evaluasi………... .61
Gambar 3.2.31 Hasil evaluasi siswa yang tertinggi dan terendah……….62
Gambar 3.2.32 Menganalisis dan membuat laporan akhir hasil evaluasi…..…63
Gambar 3.2.33 Instrumen penilaian………...…63
Gambar 3.2.34 Laporan hasil penilaian akhir………64
Gambar 3.2.35 Laporan akhir kepada kepala sekolah………...65
viii
viii
4
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, terutama aparat-aparat negara yang memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa dan negara. Salah satu aparat yang paling sering dekat dengan masyarakat yaitu Aparatur Sipil Negara (ASN). Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki integritas, profesional, netral, dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa perlu dibentuk dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengamanatkan instansi pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun masa percobaan. Tujuan dari diklat terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan. Penyelenggaraan Latsar ini mengikuti pola baru di mana masa kegiatan berlangsung secara on-off-on kampus. Kegiatan on kampus berlangsung di LPMP Kendari yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan yang bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara dan kegiatan off kampus berlangsung di instansi masing-masing. Latsar ini bertujuan untuk menginternalisasi pembentukan karakter yakni wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela Negara, analisis isu kontemporer, dan kesiapsiagaan bela Negara serta nilai dasar ASN yang akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA). Selain itu, juga dipaparkan kedudukan dan peran ASN dalam NKRI yakni Manajemen ASN, pelayanan publik, dan Whole of government (WoG).
Salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia yang tetera dalam Pembukaan
2 Undang-undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang dilakukan melalui pendidikan. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1 dinyatakan bahwa, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.
Guru sebagai Aparatur Sipil Negara sekaligus sebagai pengajar wajib bersikap profesional dalam menjalankan tugas jabatan. Guru yang profesional berarti bekerja dengan keahlian atau kompetensi serta kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran dan menjalankan fungsinya untuk membimbing dan melatih siswa.
Proses pembelajaran dan pendidikan bertujuan untuk mendapatkan mutu sumber daya manusia sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. Untuk menjadi guru yang profesional, diperlukan aktualisasi pada instansi kerjanya sebagai upaya untuk memajukan instansi kerja.
Salah satu masalah dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah rendahnya motivasi baca peserta didik. Dalam mengatasi hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015, pemerintah mencanangkan sebuah program yaitu Gerakan Literasi Sekolah. Upaya tersebut merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Selain itu tujuan utama terciptanya Gerakan Literasi Sekolah adalah untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudidayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Minat siswa dalam pembelajaran didalam kelas khususnya membaca sangatlah penting,karena siswa yang belum mahir membaca dengan lancar akan kesulitan menerima materi pelajaran dari guru didalam kelas dan minatnya untuk belajar kurang.Salah satu cara guru untuk memotivasi peserta didik agar la dikelas selain memotivasi juga memberikan suasana baru dikelas dan juga menjadikan peserta didik senang membaca dengan bimbingan guru,pojok baca menghadirkan
3 bacaan bacaan yang menarik seperti buku dongeng,buku cerita dan masih banyak lagi koleksi bacaan agar peserta didik tidak bosan membaca dipojok baca.lebih tertarik dalam belajar membaca yaitu diadakannya pojok baca. Berdasarkan hasil pengamatan Hal ini terbukti masih ada siswa yang kemampuan membaca permulaan dikelas II SD Negeri 2 Mosolo masih rendah hal ini terbukti dari 24 peserta didik hanya ada 13 peserta didik yang mampu membaca dengan baik sedangkan sisanya 11 peserta didik belum bisa membaca dengan baik,Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya media baca,kurangnya dukungan orangtua,pembelajaran cenderung monoton dan tidak menarik.
Permasalahan yang terjadi diatas memerlukan solusi pemecahan masalah, agar sekolah dapat berperan maksimal dalam memberikan pelayanan, dan memenuhi kebutuhan akan pendidikan pada peserta didik, maka perlu membuat laporan aktualisasi nilai dasar profesi ASN dengan judul “Peningkatan Motivasi Belajar Membaca Melalui Pojok Baca Dikelas II SD Negeri 2 Mosolo Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan” Dengan laporan aktualisasi ini diharapkan ASN dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah dasar.
B. Tujuan
Aktualisasi ini akan dilaksanakan dengan tujuan:
a. Tujuan Umum:
Teraktualisasinya nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelaksanaan tugas secara professional yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.
b. Tujuan Khusus:
Teraktualisasinya penggunaan pojok baca sebagai sumber belajar untuk meningkatkan motivasi belajar membaca di SD Negeri 2 Mosolo.
C.Manfaat
Aktualisasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
a. Manfaat Bagi Diri Sendiri : Dapat menerapkan kompetensi sebagai guru yang berkarakter dan profesional dengan menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA
4 untuk menghadapi isu yang terdapat di unit kerja yaitu peningkatan motivasi membaca siswa dikelas II melalui pojok baca.
b. Manfaat Bagi Sekolah : Unit kerja akan memperoleh penguatan organisasi dan mampu bertindak kreatif,efektif dan inovatif dalam menghadapi isu yang terjadi di unit kerja tersebut sehingga dapat tercipta pelayanan publik yang prima.
c. Manfaat Bagi Siswa : Akan meningkatkan motivasi membaca siswa dengan tersedianya pojok baca dikelas sehingga dapat melatih siswa untuk terbiasa membaca dan menyerap informasi yang dibaca dengan menggunakan Bahasa yang dipahaminya.
D.Ruang Lingkup
Pembahasan suatu masalah tentu tidak terlepas daripada ruang lingkup pembahasan, hal ini dimaksudkan untuk menghindari timbulnya perluasan masalah.
Agar pembahasan dalam penulisan ini bisa jelas dan terarah maka penulis memberi batas terhadap permasalahan yang akan penulis teliti, yaitu:
“Peningkatan Motivasi Belajar Membaca Melalui Pojok Baca Dikelas II SD Negeri 2 Mosolo Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan”.
E.Tempat dan Waktu Pelaksanaan 1. Tempat Pelaksaanaan
Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Mosolo, Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara.
2. Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi direncanakan berlangsung selama 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung mulai tanggal 1 Maret 2021 hingga tanggal 27 Maret 2021.
5 BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Gambaran Umum Organisasi 2.1 Profil Organisasi
Gambar 2.1 Bangunan Sekolah SDN 2 Mosolo
SD Negeri 2 Mosolo adalah sekolah dasar yang terletak di Desa Sinaulu Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan jumlah siswa sebanyak 163 orang dan guru sebanyak 11 orang yang terdiri dari Guru PNS 3 orang, guru CPNS 2 orang dan honorer sebanyak 6 orang, dengan kondisi sarana dan prasarana yang masih belum lengkap. SD Negeri 2 Mosolo memiliki tiga bangunan permanen dengan bagian bangunan yang terdiri dari 6 kelas dari kelas I sampai kelas VI, ruang guru, ruang UKS, ruang Kepala Sekolah, perpustakaan,WC siswa dan WC guru yang terpisah dan lapangan upacara yang biasa difungsikan sebagai lapangan olahraga. Adapun profil sekolah sebagai berikut:
6 Tabel 2.1 Profil SDN 2 Mosolo
A. Identitas Sekolah
1 Nama Sekolah : SDN 2 MOSOLO
2 NPSN :
3 Jenjang Pendidikan : SD 4 Status Sekolah : Negeri
5 Alamat Sekolah : JL. Poros Desa Sinaulu Jaya
RT / RW : 0 / 0
Kode Pos :
Kelurahan/Desa : Sinaulu Jaya
Kecamatan : Wawonii Tenggara
Kabupaten/Kota : Konawe Kepulauan
Provinsi : Sulawesi Tenggara
Negara : Indonesia
6 Posisi Geografis :
B. Data Pelengkap
7 SK Pendirian Sekolah : 8 Tanggal SK Pendirian :
9 Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah 10 SK Izin Operasional : -
11 Tgl SK Izin Operasional : 12 Kebutuhan Khusus Dilayani : -
13 Nomor Rekening : -
14 Nama Bank : BPD
15 Cabang KCP/Unit : Langara 16 Rekening Atas Nama : SDN 2 Mosolo
17 MBS :
18 Luas Tanah Milik (m2) : m2 19 Luas Tanah Bukan Milik (m2) : -
20 Nama Wajib Pajak : SD NEGERI 2 MOSOLO
21 NPWP :
C. Kontak Sekolah
22 Nomor Telepon : 081329248827
23 Nomor Fax : -
24 Email : -
25 Website : -
7 D. Data Periodik
24 Waktu Penyelenggaraan : Pagi
25 Bersedia Menerima Bos? : Bersedia Menerima 26 Sertifikasi ISO : Belum Ada
27 Sumber Listrik : Belum Ada 28 Daya Listrik (watt) : -
29 Akses Internet : Tidak Ada 30 Akses Internet Alternatif : Tidak Ada
E. Data Lainnya
31 Kepala Sekolah : LA BAMU, S.Pd.
32 Operator Pendataan : ABD RAHMAN,S.Pd.
33 Akreditasi : C
34 Kurikulum : Kurikulum 13
F. Data PTK dan PD
No Uraian Guru Tendik PTK PD
1 Laki – Laki 5 -
2 Perempuan 6 - -
TOTAL 11
Keterangan:
- Penghitungan jumlah PTK adalah yang sudah mendapat penugasan, berstatus aktif dan terdaftar di sekolah induk.
- Singkatan :
1. PTK = Guru ditambah Tendik 2. PD = Peserta Didik
G. Data Sarpras
Uraian Jumlah
Ruang Kelas 6
Ruang Guru 1
Ruang Perpus 1
Ruang UKS 1
TOTAL 9
8 Tabel 2.1 Data Pendidik dan Kependidikan
NO. Nama Tanggal
Lahir NIP JK Jenis
PTK Status 1. La Bamu,S.Pd 12-07-1964 196412071984081001 L Kepala
Sekolah PNS 2. Siti
Fatima,A.Ma 23-6-1967 196706282000072002 P Guru
Kelas 1 PNS 3. Asriani,S.Pd,SD 17-12-1984 198412172020122004 P Guru
Kelas 2 CPNS 4. Mursalin,S.Pd 08-10-1992 199210082020121011 L Gr.Mapel CPNS 5. Arifuddin,S.Pd 12-4-1967 196712041993041002 L Gr.Kelas
IV
PNS
6. Arianti P GTT
7. Sumriah,S.Pd P GR.Kelas
V
GTT
8. Akbar,S.Pd L GTT
9. Rintiani,S.Pd P GTT
10. Amiati,S.Ik P GTT
11. Algi Patanje L TU
Tabel 2.2 Data Siswa
Total Jumlah Siswa L P JMLH
Kelas 1 17 10 27
Kelas 2 15 9 24
Kelas 3 15 13 28
Kelas 4 16 10 26
Kelas 5 16 14 30
Kelas 6 18 10 28
Total Jumlah Siswa 88 75 163
9 2.Visi Unit Kerja
Visi SDN 2 Mosolo :
“Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang aktif,kreatif,disiplin serta berahklakul karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan”.
3.Misi Unit Kerja Misi SDN 2 Mosolo :
a) Membentuk peserta didik menjadi pribadi yang saleh penuh ketaqwaan dan keimanan serta santun dalam bertindak
b) Meningkatkan profesionalisme dalam PBM
c) Menumbuhkan sikap kreatif,inovatif serta kompetitif d) Meningkatkan pemahaman terhadap perkembangan IPTEK
10 4.STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH
Struktur Organisasi SD Negeri 2 Mosolo KEPALA SEKOLAH
LA BAMU, S.Pd
BENDAHARA ARIFUDDIN, S.Pd
WAKIL KEPALA SEKOLAH ARIFUDDIN, S.Pd,
GURU KELAS
GURU KELAS I ST.FATIMA
GURU KELAS II ASRIANI,S.PdSD
D
GURU KELAS III RISTIANI S. Pd
GURU KELAS IV ARIFUDDIN, S.Pd
GURU KELAS V SUMRIAH, S.Pd
GURU KELAS VI ARIANTI, S.PD,
GURU MATA PELAJARAN GURU PAI
ST.FATIMA
GURU PENJASKES MURSALIN, S.Pd
SISWA 163 ORANG
GURU MATEMATIKA
GURU MULOK
11 5.Tugas Pokok dan Fungsi Guru
Guru merupakan tenaga profesional dengan tugas pokok mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Tugas Pokok Guru di tuangkan dalam Permendikbud No. 15 Tahun 2018 yakni:
1. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, yang dilakukan melalui kegiatan:
- Mengkaji kurikulum dan silabus pembelajaran, pembimbingan, dan program kebutuhan khusus pada satuan pendidikan.
- Manyusun program tahunan dan semester sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
- Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembimbingan sesuai standar proses.
2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan yang dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
3. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan.
Menilai merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi hasil pembelajaran atau pembimbingan. Kegiatan penilaian ini digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
4. Membimbing dan melatih peserta didik.
Membimbing dan melatih peserta didik dapat dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan kokurikuler dan/atau kegiatan ekstrakurikuler.
5. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru.
Tugas tambahan yang diemban oleh guru memiliki ekuivalensi dengan beban mengajar. Artinya tugas tambahan dari guru disetarakan dengan jam mengajar tatap muka/minggu. Pengembangan kehidupan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri.
12 B.Nilai-Nilai Dasar ASN,Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Aspek-aspek Akuntabilitas meliputi beberapa hal sebagai berikut:
ii. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship);
iii. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results- oriented);
iv. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requiersreporting);
v. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless withoutconsequences);
vi. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance).
Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu: akuntabilitas vertical (vertical accountability), dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability).
Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. Akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas.
Terdapat lima tingkatan akuntabilitas sebagai berikut:
1. Akuntabilitas Personal (Personal Accountability);
Akuntabilitas Personal mengacu pada nilai – nilai yang ada pada diri seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika.
2. Akuntabilitas Individu;
Akuntabilitas individu mengacu pada hubungan antara individu dan lingkungan kerjanya, yaitu antara PNS dengan instansinya sebagai pemberi kewenangan.
3. Akuntabilitas Kelompok;
13 Kinerja sebuah institusi biasanya dilakukan atas kerjasama kelompok. Dalam hal ini tidak ada istilah “Saya”, tetapi yang ada adalah “Kami”. Dalam kaitanya dengan akuntabilitas kelompok, maka pembagian kewenangan dan semangat kerjasama.
4. Akuntabilitas Organisasi;
Akuntabilitas organisasi mengacu pada hasil pelaporan kinerja yang telah dicapai,baik pelaporan yang dilakukan oleh individu tehadap organisasi kepada stakeholders lainnya.
5. Akuntabilitas Stakeholder;
Stakeholders yang dimaksud adalah masyarakat umum, pengguna layanan, dan pembayar pajak yang memberikan masukan, saran, dan kritik terhadap kinerjanya.
Gambar 2.2 Tingkatan Akuntabilitas Indikator nilai-nilai dasar akuntabilitas antara lain:
a. Kepemimpinan: Pimpinan memberi contoh pada orang lain, adanya komitmen yang tinggi dalam melakukan pekerjaan.
b. Transparansi: Keterbukaan informasi akan mendorong tercapainya akuntabilitas
c. Integritas: Mematuhi hukum dan peraturan yangberlaku
d. Tanggungjawab (Responsibilitas): Kewajiban bagi setiap individu dan lembaga, bahwa ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan yang telah
14 dilakukan, karena adanya tuntutan untuk bertanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat
e. Keadilan: Landasan utama dari akuntabilitas yang harus dipelihara dan dipromosikan karena ketidakadilan dapat menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi yang mengakibatkan kinerja tidak optimal.
f. Kepercayaan: Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan g. Keseimbangan: Keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian yang
yang dimiliki
h. Kejelasan: mengetahui kewenangan, peran dan tanggung jawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi, dan sistem pelaporan kinerja.
i. Konsistensi: menjamin stabilitas untuk mencapai lingkungan yang akuntabel.
2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya (chauvinisme). Dalam arti luas, nasionalisme berarti pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain.
Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara.
Nilai-nilai yang berorientasi pada kepentingan publik menjadi nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Pegawai ASN dapat mempelajari bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam Pancasila agar memiliki karakter yang kuat dengan nasionalisme dan wawasan kebangsaannya.
3. Etika Publik
Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan. Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi
15 tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Pancasila;
2. Setia dalam mempertahankan UUD 1945;
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak memihak;
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
5. Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif;
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;
7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerja publik;
8. Memiliki kemampuan menjalankan kebijakan pemerintah;
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun;
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama;
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.
Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik yakni:
a. Pelayanan publik yang berkualitas danrelevan
b. Sisi dimensi reflektif, etika publik berfungsi sebagai bantuan dalam menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alatevaluasi.
c. Modalitas etika, menjembatani antara norma moral dan tindakan faktual.
4.Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
16 Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Efektif
Efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
b. Efisien
Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan, sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur, dan mekanisme yang keluar alur.
c. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
d. Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.
5. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Jujur
17 b. Peduli
c. Mandiri d. Disiplin
e. Tanggung Jawab f. Kerja Keras g. Sederhana h. Berani i. Adil
a. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI 1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.
Adapun asas-asas manajemen ASN, antara lain:
a. kepastian hukum;
b. profesionalitas;
c. proporsionalitas;
d. keterpaduan;
e. delegasi;
f. netralitas;
g. akuntabilitas;
h. efektif dan efisien;
i. keterbukaan;
j. non diskriminatif;
k. persatuan;
l. kesetaraan;
18 m. keadilan;
n. kesejahteraan.
2. Whole of Government
Whole of government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.
Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan berdasarkan perbedaan kategori hubungan antara kelembagaan yang terlibat sebagai berikut:
a. Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
1) Penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan mempertimbangkan dampak;
2) Dialog atau pertukaran informasi;
3) Joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk kerjasama sementara.
b. Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
1) Joint working, atau kolaborasi sementara;
2) Joint ventrure, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama pada pekerjaan besar yang menjadi urusan utama salah satu peserta kerjasama;
3) Satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama, dibentuk sebagai mekanisme integratif.
c. Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
1) Aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama pada isu besar yang menjadi urusan utama salah satu peserta kerjasama;
2) Union, berupa unifikasi resmi, identitas masing-masing masih nampak;
merger, yaitu penggabungan ke dalam struktur baru.
3. Pelayanan Publik
Pelayanan Publik menurut Lembaga Administrasi Negara adalah segala bentuk pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi Pemerintah di pusat dan daerah dan
19 dilingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang atau jasa baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Adapun prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:
a. Partisipatif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
b. Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut.
c. Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan, mekanisme penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, prosedur, dan biaya penyelenggaraan pelayanan.
d. Tidak Diskriminatif
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga negara.
e. Mudah dan Murah
Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan prinsip mudah dan murah. Hal ini perlu ditekankan karena pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi mandat konstitusi.
20 f. Efektif dan Efisien
Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya dan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.
g. Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.
h. Akuntabel
Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara formal kepada atasan akan tetapi yang lebih penting harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat luas melalui media publik.
i. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yang ku
21 b. Nilai-Nilai Dasar Organisasi
1. Religius. Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Semangat. Ekspresi mental dan perilaku merasa senang,bergairah,dan bahagia dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tuntas.
3. Toleransi. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
Indikator Keberhasilan Sekolah: Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, status ekonomi, dan kemampuan khas. Memberikan perlakuan yang sama terhadapstakeholder tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.
Indikator Keberhasilan Kelas: Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi. Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. Bekerja dalam kelompok yang berbeda.
4. Integritas. Kesesuaian apa yang dikatakan dengan apa yang diperbuat,berkata dan berbuat jujur,dapat dipercaya,berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran moral dan etika.
5. Gotong royong. Sebuah keyakinan mengenai pentingnya melakukan kegiatan secara bersama sama dan bersifat sukarela supaya kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Indikator Keberhasilan Kelas: Membiasakan hadir tepat waktu. Membiasakan mematuhi aturan.
6. Akuntabel. Setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan ASN harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.
7. Indikator Keberhasilan Sekolah: Menciptakan suasana kompetisi yang sehat.
Menciptakan suasana sekolah yang menantang dan memacu untuk bekerja keras.
Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang kerja.
22 8. Indikator Keberhasilan Kelas: Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. Menciptakan kondisi etos kerja, pantang menyerah, dan daya tahan belajar. Mencipatakan suasana belajar yang memacu daya tahan kerja.
9. Kreatif dan inovatif. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
Indikator Keberhasilan Sekolah: Menciptakan situasi yang menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif.
Indikator Keberhasilan Kelas: Menciptakan situasi belajar yang bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif.
7 Tupoksi Organisasi
Dalam permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang pemenuhan tugas guru, kepala sekolah dan pengawas pasal 3 ayat tugas pokok guru mencakup:
1. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan.
2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan
3. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan
4 .Membimbing dan melatih peserta didik.
23 c. Pojok Baca
Gambar 2.3 pojok baca d. Identifikasi dan Penetapan Isu
Gambaran Hubungan dengan Mata Pelatihan Agenda III
Mata Pelatihan Agenda III Meliputi Whole Of Government, Pelayanan Publik dan Manajemen ASN. Hubungan dan keterkaitan antara Mata Pelatihan dengan Isu Aktualisasi dapat di jabarkan sebagai berikut :
1. Whole Of Government. Melakukan koordinasi dengan pimpinan terkait dengan rencana kegiatan, serta mengkordinasikan dengan seluruh staf dan dewan guru
2. Pelayanan Publik. Melakukan pembimbingan, dan sosialisasi kepada siswa terkait dengan kegiatan
3. Manajemen ASN, melakukan perencanaan dan menetapkan waktu kegiatan pelaksanaan.
24 2.3 Penetapan Analisis Isu prioritas dengan Tabel APKL
NO. ISU UTAMA NILAI
TOTAL RANGKING A P K L
1
Kurangnya motivasi belajar membaca pada siswa kelas 2 SD
5 5 5 5 20 1
2 Belum optimalnya penggunaan
media pembelajaran 4 3 4 4 15 2
3
Rendahnya kemampuan menulis kalimat pada siswa kelas 2 SD
3 3 3 4 13 3
Keterangan : 1. Skala Nilai = 1 s/d 5 2. A = Aktual
3. K = Kekhalayakan 4. P = Problematik 5. L = Layak A. Analisis
Setelah melewati proses identifikasi isu menggunakan kriteria APKL dengan skor 20, maka didapatkan 1 isu prioritas yang akan menjadi fokus pembahasan yaitu :
“ kurangnya motivasi belajar membaca pada kelas 2 SD Negeri 2 Mosolo”
Penyebab :
1. Kurangnya media baca yang menarik 2. kurangnya buku-buku bacaan
3. penataan dan tempat yang kurang nyaman Solusi kreatif
1. Menyediakan media baca yang menarik 2. Membuat pojok baca dikelas
3. menata ruangan agar terasa nyaman
judul : ”Meningkatkan Motivasi Belajar Membaca melalui pojok baca di kelas II SD Negeri Mosolo”.
25 2.4 Penetapan Isu
3.1.1 Alasan Memilih Isu
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peserta selama berada di SD Negeri 2 Mosolo terdapat permasalahan yaitu Kurangnya motivasi belajar membaca dikelas II.
3.1.2 Analisis Penyebab Isu
Setelah menemukan isu tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi isu tersebut terkait kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan oleh penulis.
Tabel 2.4 Identifikasi Terkait Kondisi Saat Ini dan Kondisi Yang Diharapkan No
Tugas dan fungsi yang bermasalah
Sumber Isu
Kondisi saat ini
Kondisi yang diharapkan
Identifikasi Isu 1. Melaksanakan
kegiatan
pembimbingan
Pelayanan Publik,
Rendahnya minat membaca peserta didik
Dengan adanya pojok baca
diharapkan dapat meningkatka n motivasi belajar membaca
Kurangnya motivasi belajar membaca dikelas II
2.5 Dampak Jika Isu Tidak Dipecahkan
Dampak yang mungkin terjadi apabila isu kurangnya motivasi belajar membaca dikelas II yaitu :
1. Hasil belajar peserta didik kurang bagus 2. Minat belajar peserta didik menjadi kurang
26 Tabel 2.4 Kegiatan Terpilih Sebagai Pemecahan Isu
Unit Kerja : SD Negeri 2 Mosolo Tugas dan
fungsi yang bermasalah
: Melaksanakan kegiatan pembimbingan
Analisis Isu : 1. Kurangnya motivasi belajar membaca pada peserta didik kelas II
2. Belum optimalnya penggunaan media pembelajaran 3. Rendahnya kemampuan menulis kalimat pada siswa kelas II SD
Isu yang diangkat
: Kurangnya motivasi belajar membaca pada peserta didk kelas II
Gagasan kreatif : Peningkatan motivasi belajar membaca melalui pojok baca dikelas II SD Negeri 2 Mosolo
Kegiatan : 1. Melakukan Konsultasi dengan pimpinan untuk melaksanakan kegiatan membuat pojok baca didalam kelas
2. Mengadakan rapat pelaksanaan kegiatan aktualisasi dengan pimpinan, guru dan staf tata usaha
3. Melakukan Pembuatan dan pemanfaatan pojok baca dikelas
4. Melakukan Pembelajaran membaca menggunakan pojok baca dikelas.
5. Melakukan evaluasi pembelajaran
25 2.5 Deskripsi /Penjelasan Kegiatan
Tabel 2.5 Deskripsi dan Analisis Dampak Kegiatan I
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 1. Melakukan
Konsultasi kepada pimpinan terkait dengan pelaksanaa rencana kegiatan aktualisasi
a. Menyiapkan bahan konsultasi rencana
kegiatan
Tersedianya bahan konsultasi, berupa blanko persetujuan
Nilai-Nilai Dasar:
Akuntabilitas
Dalam menyiapkan rencana bahan konsultasi penulis akan bertanggung jawab dan partisipatif dalam menyiapkan seluruh tahapan kegiatan yang akan dilakukan selama pelaksanaan aktualisasi.
Etika Publik
Dalam menyiapkan bahan konsultasi penulis selalu cermat dan transparan terhadap semua pihak yang terlibat.
Dengan terlaksananya persetujuan dari
pimpinanmaka dapat mewujudkan
Visi sekolah, yaitu:
Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang
aktif,kreatif,Disiplin,serta berakhlakul karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.
Misi sekolah, yaitu:
1.Membentuk peserta didik
26 b. Konsultasi
dengan pimpinan untuk
menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan
Tersampaikann ya rencana Kegiatan yang akan
dilaksanakan
Nilai-nilai Dasar:
Nasionalisme
Dalam menyampaikan rencana konsultasi, penulis Tidak memaksakan kehendak sendiri, mengutamakan kepentingan publik
Etika publik
Dalam menyampaikan rencana konsultasi, penulis mengedepankan sikap sopan, hormat dan terbuka saat bertutur kata
Komitmen mutu
Penulis menyampaikan rencana konsultasi dengan memberikan inovatif pada kegiatan aktualisasi Anti korupsi
Penulis Menyampaikan rencana aktualisasi dengan jujur tanpa adanya yang ditutup tutupi
menjadi pribadi yang saleh penuh ketaqwaan dan keimanan serta santun dalam bertindak.
2.Meningkatkan profesionalisme dalam proses belajar mengajar.
3.Menumbuhkan sikap kreatif,inovatif serta kompetitif.
.
c. Mencatat
saran/arahan dan meminta
persetujuan pimpinan
Tercatatnya saran/arahan dan adanya surat
persetujuan
Nilai-nilai dasar:
Nasionalisme
Penulis menghormati saran/ arahan pimpinan
Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
Manajemen ASN : Etika Profesi (melaksanakan tugasnya secara jujur, bertanggung jawab, berintegritas tinggi serta sesuai dengan perintah pimpinan)
Whole of government : Koordinasi (berkonsultasi dengan pimpinan untuk melaksanakan setiap tahap kegiatan)
Pelayanan Publik : Akuntabel (menyampaikan setiap tahap kegiatan kepada pimpinan dengan penuh rasa tanggung jawab)
27 Analisis Dampak
Apabila kegiatan ini tidak terlaksana maka tidak sesuai dengan:
Etika profesi (manajemen ASN) yaitu pimpinan tidak mengetahui kegiatan yang akan dilakukan oleh peneliti sehingga dalam pelaksanaan kegiatan tidak mendapat dukungan dari pimpinan.
Tidak sesuai dengan nilai Whole of Government yakni melakukan konsultasi, koordinasi dan kolaborasi dengan pimpinan.
Prediksi Hambatan
Pimpinan dalam keadaan yang sibuk Alternative solusi
Menciptakan kolaborasi antara pimpian dan juga teman sejawat, agar terjalin kerjasama dalam melakukan kegiatan atau tugas bersama.
28 Tabel 2.6 Deskripsi dan Analisis Dampak Kegiatan II
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Pelatihan Kontribusi terhadap
Visi-Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 2. Mengadakan
rapat rencana kegiatan aktualisasi dengan pimpinan guru dan TU
a. Membuat undangan rapat
Adanya
undangan rapat Nilai-nilai dasar:
Akuntabilitas
Penulis bertanggung jawab
terhadap rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.
Nasionalisme
Penulis melakukan kerjasama dengan pimpinan terkait kegiatan.
Kegiatan ini mendukung Visi sekolah, yaitu:
Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang
aktif,kreatif,Disiplin,serta berakhlakul karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.
Misi sekolah, yaitu;
Meningkatkan profesionalisme guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
b. Melaksanak an rapat rencana kegiatan aktualisasi
Terlaksananya
rapat Nilai-nilai dasar:
Etika publik
Penulis melakukan komunikasi dengan pimpinan dengan sikap sopan dan santun.
Anti korupsi
Penulis mengatur waktu dengan baik agar tidak mengganggu kegiatan pimpinan
29 c. Membuat
notulen rapat
Adanya notulen
rapat Nilai-nilai dasar:
Komitmen mutu
Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan serta inovasi terkait dengan program kegiatan yang akan
dilaksanakan.
Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
Manajemen ASN : Etika Profesi (melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin)
Pelayanan Publik : Responsif (memberikan pelayanan secara maksimal kepada peserta didik)
Whole of Government (WOG) : Koordinasi (mengonfirmasi sejauh mana pemahaman peserta didik) Analisi dampak
Jika dalam pembelajaran membaca tidak merancang media baca , maka pembelajaran tidak akan efektif dan efisien dalam pelaksanaanya.
Prediksi Hambatan
Kurangnya bahan bacaan.
Alternative solusi
Sebelum memulai pembelajaran, maka terlebih dahulu pendidik harus merancang terlebih dahulu media baca agar lebih efektif dan efesien penggunaanya.
30 Tabel 2.7 Deskripsi dan Analisis Dampak Kegiatan III
No Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil
Keterkaitan Substansi Mata
Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 3. Melakukan
pembuatan pojok baca
a. Membuat rancangan pembuatan pojok baca
Terlaksananya kegiatan
pembuatan pojok baca dengan menghasilkan sudut/pojok baca yang menarik dikelas.
Nilai-nilai dasar:
Nasionalisme
Dilaksanakan dengan tidak memaksakan
kehendak, tetapi melihat kebutuhan yang
diajarkan.
Komitmen mutu Berorientasi pada peningkatan mutu melalui materi yang disediakan.
Kegiatan ini mendukung Visi sekolah, yaitu:
Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang aktif,kreatif,Disiplin,serta berakhlakul karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.
Misi sekolah, yaitu;
Meningkatkan
profesionalisme guru dalam menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran
31 b. Sosialisasi
kegiatan pemanfaatan pojok baca
Terlaksananya sosialisasi kegiatan pojok baca
Nilai-nilai dasar:
Akuntabilitas
Memperhatikan nilai keadilan dan
konsisten dalam sosialisasi kegiatan Nasionalisme
Kerjasama dengan guru dalam menyampaikan kepada siswa.
Etika publik Membimbing siswa dengan santun pada saat kegiatan.
Komitmen mutu Penulis selalu
memperhatikan efektifitas dan efisiensi.
Anti korupsi
Membuatnya dengan disiplin dengan waktu.
c. Membagi kelompok kerja siswa d. Mengumpulka
n buku bacaan e. Membuat
pojok baca
Terbaginya kelompok Terkumpulnya buku bacaan Terlaksananya pembuatan pojok baca
Nilai-nilai dasar:
Etika publik Penulis meminta
persetujuan pimpinan dengan sopan
32 Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
Pelayanan Publik : Professional (penulis melakukan tugasnya dalam menyusun kegiatan pelaksanaanya sebelum melaksanakannya)
Whole of Government (WOG) : Koordinasi (melakukan koordinasi terhadap kegiatan pembuatan pojok baca) Analisis Dampak
Jika tidak merancang kegiatan,Penulis tidak dapat mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan suatu kegiatan sehingga tidak dapat mengambil langkah yang tepat untuk pemecahan masalahnya
Prediksi Hambatan
Kurang tersedianya bahan bahan yang diperlukan Alternatif solusi
Untuk menjadi pendidik yang professional maka guru harus merancang dan menyusun bahan-bahan apa saja yang diperlukan.
Tabel 2.8 Deskripsi dan Analisis Dampak Kegiatan IV No Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi
Mata Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 4. Melaksanakan
Proses pembelajaran membaca melalui pemanfaatan pojok baca
a. Menjelaskan kepada siswa penggunaan pojok baca
Terlaksananya Kegiatan
Nilai-nilai dasar:
Etika publik
Ketika melaksanakan proses
pembelajaran penulis berkomunikasi kepada siswa dengan santun
Nasionalisme
Penulis kerjasama dengan siswa dalam pemanfaatan pojok baca
Kegiatan ini mendukung Visi sekolah, yaitu:
Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang
aktif,kreatif,Disiplin,sert a berakhlakul karimah dalam prestasi akademis
33 b. Melaksanakan
Pembelajaran membaca
Terlaksananya pembelajaran
Nilai-nilai dasar:
Akuntabilitas
Penulis Partisipatif dalam menyiapkan perangkat pembelajaran
serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.
Terlaksananya
pembelajaran
Nilai-nilai dasar:
Komitmen mutu
Penulis memberi Inovatif dalam pembelajaran menggunakan media pojok baca
Anti korupsi
Dalam melaksanakan pembelajaran penulis menerapkan sikap disiplin waktu.
Misi sekolah, yaitu;
Meningkatkan profesionalisme guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
Manajemen ASN : Etika Profesi (Penulis melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi)
Pelayanan Publik : Aksesible (memfasilitasi peserta didik dalam pelaksanan pembelajaran membaca)
Whole of Government WOG : Koordinasi (melakukan koordinasi terhadap kemampuan membaca peserta didik) Analisi Dampak
Jika tidak melaksanakan pembelajaran menggunakan media, maka akan menimbulkan kebosanan atau kurangnya minat belajar siswa dalam meningkatkan motivasi belajar membaca.
34 Prediksi Hambatan
Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media baca Alternatif solusi
Menciptakan suasana menyenangkan dengan menerapkan penggunanan media disetiap pembelajaran agar pemahaman siswa meningkat Tabel 2.9 Deskripsi dan Analisis Dampak Kegiatan V
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 5. Melaksanakan
Evaluasi akhir kegiatan pembelajaran
a.melakukan penilaian akhir b.menganalisis dan membuat laporan hasil penilaian.
c.melaporkan kepada pimpinan.
Terlaksananya penilaian akhir
Nilai-nilai dasar:
Etika publik
Ketika melaksanakan penilaian penulis melaksanakan kegiatan dengan sopan
Nasionalisme Penulis adil dalam
melaksanakan penilaian akhir
Kegiatan ini mendukung
Visi sekolah, yaitu:
Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang
aktif,kreatif,Disiplin,se rta berakhlakul
karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.
Misi sekolah, yaitu;
Meningkatkan prestasi siswa di bidang akademik dan non
akademik.
Dengan adanya a. Melakukan
penilaian akhir
Tersedianya nilai Akuntabilitas
Penulis Partisipatif dalam menyiapkan perangkat pembelajaran
35 b. Merekap nilai
akhir
Tersedianya nilai akhir
Nilai-Nilai Dasar:
Akuntabilitas
Bersikap jujur, adil dan transparan dalam merekap nilai
evaluasi, pendidik bisa mengetahui tingkat
pencapaian siswa
c. Melaporkan hasil evaluasi pembelajaran
Adanya laporan hasil evaluasi berupa dokumen
Nilai-Nilai dasar:
Etika publik
Dalam melaporkan hasil aktualisasi menggunakan bahasa yang baik, sopan dan santun.
Komitmen mutu
Dilaksanakan dengan berpedoman pada orientasi mutu.
Anti korupsi
Menyampaikan dengan jujur
Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI
Manajemen ASN : Etika Profesi (penulis melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi)
Pelayanan Publik : Aksesible (memfasilitasi peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran membaca)
Whole of Government (WOG): Koordinasi (melakukan koordinasi terhadap kemampuan yang dimiliki peserta didik) Analisis Dampak
Jika tidak adanya evaluasi maka Penulis belum mampu dalam menyimpulkan hasil pembelajaran siswa
36 Alat evaluasi yang dibuat tidak sesuai dengan Prediksi Hambatan
kemampuan siswa.
Alternatif solusi
Setelah melakukan pembelajaran, pendidik sebaiknya melakukan evaluasi sebagai alat ukur kemampuan siswa sudah sejauh mana dalam memahami materi yang diajarkan.
3.4 Estimasi Biaya Kegiatan
Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan pada rancangan aktualisasi ini dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 3.8 Rencana Anggaran Biaya Kegiatan Aktualisasi
No Uraian Kebutuhan Volume Satuan Harga (Rp) Jumlah (Rp) 1. Kertas karton berwarna 4 Lembar 5.000 20.000
2. Kertas Origami 6 Buah 5000 30.000
4. Gunting 1 Buah 10.000 10.000
5. Double tip 1 Buah 5.000 5.000
6. Spidol 3 Buah 2.000 6.000
7. Lem 1 Buah 5.000 5.000
8. Biaya Tak Terduga 100.000 100.000
Total 176.000 Terbilang : seratus tujuh puluh enam ribu rupiah
37 BAB III
CAPAIAN AKTUALISASI 3.1. Kendala dan Antisipasi
Kegiatan aktualisasi dilaksanakan dalam 5 (Lima) agenda kegiatan dengan menerapkan nilai-nilai ANEKA serta kedudukan dan peran ASN sebagai guru di SDN 2 Mosolo Kabupaten Konawe kepulauan, sejak 1 Maret 2021 sampai dengan tanggal 27 Maret 2021, yang dalam pelaksanaannya kemungkinan menemui kendala namun kendala tersebut dapat di antisipasi dengan berbagai strategi sehingga pelaksanaannya dapat terlaksana dengan baik sesuai jadwal yang ditetapkan. Adapun kendala dan antisipasi dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Tabel 3.1. Kendala dan Antisipasi No Kegiatan dan Tahapan
Kegiatan Kendala Antisipasi
1 Melakukan koordinasi kepada kepala sekolah - Melaksankan pertemuan dengan
kepala sekolah membahas rencana kegiatan
Tidak Ada Tidak Ada
- Meminta persetujuan kepala sekolah Tidak Ada Tidak Ada - Mencatat masukkan dan saran dari
kepala sekolah
Tidak Ada Tidak Ada
2
Melakukan rapat dengan dewan guru terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan
- Membuat undangan rapat Tidak Ada Tidak Ada - Melaksanakan rapat rencana
kegiatan aktualisasi
Rekan guru kurang memahami rencana kegiatan yang akan dilakukan
Menjelaskan secara rinci tiap kegiatan yang akan dilakukan - Membuat notulen rapat Tidak Ada Tidak Ada
38 3 Persiapan pembuatan pojok baca
- Membuat rancangan pojok baca Tidak Ada Tidak Ada
- Sosialisasi kegiatan pemanfaatan pojok baca kepada rekan guru dan siswa
Tidak Ada Tidak Ada
- Membagi kelompok kerja siswa Tidak Ada Tidak Ada
- Membuat pojok baca Tidak Ada Tidak Ada
- Mengumpulkan bahan bacaan Tidak Ada Tidak Ada
4
Melaksanakan proses pembelajaran membaca melalui pemanfaatan pojok baca
- Menjelaskan kepada siswa tentang pojok baca
Tidak Ada Tidak Ada - Melaksanakan pembelajaran
membaca
Tidak Ada Tidak Ada
5
Melaksanakan Evaluasi akhir pembelajaran
- Melakukan penilaian akhir Sebagian siswa belum mengerti dengan soal evaluasi
Membimbing peserta didik dengan cara membacakan soalnya - Menganalisis dan membuat laporan
hasil penilaian
Tidak Ada Tidak Ada - Melaporkan kepada pimpinan Tidak Ada Tidak Ada
39 3.2 Hasil Aktualisasi
1. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan
Tujuan dari pelaksanaan aktualisasi ini adalah untuk menghabituasikan nilai- nilai ANEKA kepada CPNS SDN 2 Mosolo Kabupaten Konawe Kepulauan. Adapun kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Maret 2021 s/d 27 Maret 2021 di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS ini dilaksanakan sebagai berikut :
Tabel 3.2 Realisasi Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap aktualsiasi dan habituasi nilai-nilai dasar ANEKA
No Uraian Kegiatan Waktu
Pelaksanaan Output/Hasil Keterangan
1
Melakukan Koordinasi
kepada kepala sekolah 1 Maret 2021
Mendapat persetujuan dan saran pelaksanaan Aktualisasi
Terlaksana sesuai rancangan
2
Melakukan Rapat dengan guru terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan
2 Maret 2021
Rekan-rekan Guru mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan
Terlaksana sesuai rancangan
3
Melakukan pembuatan pojok baca
3 – 6 Maret 2021
Pembuatan pojok baca berhasil dengan baik
Terlaksana sesuai rancangan
4
Melakukan
pembelajaran membaca melalui pemanfaatan pojok baca
8 –23 Maret 2021
Pembelajaran membaca
terlaksana dengan baik
Terlaksana sesuai rancangan
5 Melakukan Evaluasi penilaian akhir
24 – 27 Maret Adanya hasil evaluasi penilaian
Terlaksana sesuai
40
akhir rancangan
2. Hasil Pelaksanaan Aktualisasi
Untuk mencapai hasil aktualisasi yang optimal, maka tingkat pencapaian aktualisasi diperoleh melalui kegiatan yang telah dirancang dengan menerapkan nilai- nilai dasar ASN, yaitu: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) sebagaimana tertuang pada tabel berikut.
Tabel 3.2 Hasil aktualisasi
Kegiatan 2 Mengadakan rapat rencana kegiatan aktualisasi dengan pimpinan guru dan TU
Kegiatan 1 Melakukan koordinasi kepada kepala sekolah Deskripsi
Kegiatan
Kegiatan 1 berkaitan dengan Whole of Government Dalam melakukan koordinasi dengan kepala sekolah saya menyiapkan bahan konsultasi dan memaparkan langkah langkah kegiatan aktualisasi.saya juga meminta saran dan arahan serta dukungan kepala sekolah agar proses kegiatan aktualisasi berjalan dengan baik.
Tanggal Pelaksana an
Kegiatan
1 – 2 Maret 2021
Tahap Kegiatan 1
Melaksanakan pertemuan dan koordinasi kepada kepala sekolah membahas rencana kegiatan
Waktu : Senin, 1 Maret 2021
Output Kegiatan: - Terlaksananya pertemuan dengan pimpinan Terlaksananya pembahasan kegiatan/gagasan Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:
Akuntabilitas
Pada saat akan konsultasi dengan pimpinan tentang rencana aktualisasi penulis bertanggung jawab memberikan Laporan hasil rancangan aktualisasi dengan memberikan bukti dari hasil proses yang akan dilakukan.
Nasionalisme
Pada saat berkonsultasi dengan pimpinan penulis akan
menghormati kedudukan atasan sebagai pimpinan ditempat kerja.
Etika Publik
Dalam menyampaikan rencana konsultasi, penulis mengedepankan sikap sopan, hormat, dan berkomunikasi dengan baik.
41 Bukti
Kegiatan
Gambar 3.2.1 Konsultasi dengan kepala sekolah
Tahap Kegiatan 2
Waktu : Senin, 1 Maret 2021
Output Kegiatan: Tersedianya saran dan arahan dari kepala sekolah Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:
Akuntabilitas
Penulis meminta saran dan arahan-arahan dari kepala sekolah terkait kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan dengan jujur sehingga kegiatan aktualisasi dapat berjalan dengan lancar.
Etika Publik
Penulis mencatat setiap saran dan arahan dari pimpinan selaku mentor dengan sopan dan santun.
Bukti Kegiatan
Gambar 3.2.2 mencatat saran serta meminta persetujuan kepala sekolah
42 Bukti
Kegiatan
Gambar 3.2.3 Saran dan arahan kepala sekolah
Tahap Kegiatan 3
Meminta persetujuan dari kepala sekolah Waktu : Senin, 1 Maret 2021
Output : Adanya persetujuan dari kepala sekolah
Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:
Nasionalisme
Penulis dalam meminta persetujuan pelaksanaan aktualisasi dengan tidak memaksakan kehendak kepada pimpinan sebagai upaya dalam meningkatkan kontribusi terhadap nilai sekolah.
Etika Publik
Penulis meminta persetujuan pelaksanaan aktualisasi dengan bertutur kata yang sopan,santun dan ramah sebagai upaya dalam meningkatkan kontribusi terhadap nilai dan misi sekolah sebagai wujud sikap ASN yang bermoral.
Bukti Kegiatan
Gambar 3.2.4 surat persetujuan kepala sekolah
43 Deskripsi
Kegiatan
Kegiatan 2 berkaitan dengan (Whole Of Government) saat melakukan rapat dengan rekan guru saya memaparkan rencana kegiatan dengan jelas. Rekan guru juga sangat mengapresiasi dan mendukung penuh dengan kegiatan yang akan dilakukan.
Tanggal Pelaksanaa n Kegiatan
1 dan 2 Maret 2021
Tahap Kegiatan 1
Membuat undangan rapat Waktu : Senin,1 Maret 2021
Output Kegiatan: Tercapainya pembuatan undangan rapat Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:
Akuntabilitas
Penulis telah bertanggung jawab dalam membuat undangan rapat dewan guru dan staf tata usaha.
Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Terlaksananya persetujuan kepala sekolah terkait rencana aktualisasi sesuai dengan Visi SDN 2 Mosolo yaitu: “ Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang aktif,kreatif,disiplin serta berahklakul karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan”.
Penguatan Nilai Organisasi Sekolah
Dengan meminta persetujuan Kepala Sekolah maka saya telah melakukan penguatan terhadap nilai organisasi yaitu Integritas
Analisis Dampak
Dampak positif : Kegiatan koordinasi sangat penting dilakukan dalam mengawali suatu kegiatan agar seluruh hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dapat ditangani bersama dan
dipertanggung jawabkan. Koordinasi yang buruk dapat menurunkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan sehingga akan
menghambat terlaksananya kegiatan hingga mengganggu tercapainya tujuan kegiatan.
Dampak Negatif : Jika kegiatan menghadap pimpinan sekaligus mentor tidak dilakukan, maka secara tidak langsung, saya bersikap tidak profesional, tidak bertanggung jawab dan tidak transparan mengenai kegiatan yang akan dilakukan (Akuntabilitas), Serta dapat membuat pimpinan merasa tidak dihormati sebagai atasan
(Nasionalisme), jika dalam konsultasi tidak dilakukan dengan jujur maka akan menghambat kegiatan yang akan dilakukan (Anti
Korupsi), terutama jika kegiatan tersebut ternyata tidak efektif, tidak mendukung atau tidak berhubungan dengan nilai-nilai organisasi (Komitmen Mutu).