• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN PENGESAHAN HASIL PERBAIKAN... ii HALAMAN PERSETUJUAN... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN PENGESAHAN HASIL PERBAIKAN... ii HALAMAN PERSETUJUAN... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL."

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

1

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN HASIL PERBAIKAN ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN………... viiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan dan Manfaat ... 3

C. Ruang Lingkup ... 4

D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ... 4

BAB II RANCANGAN AKTUALISASI ... 5

A. Gambaran Umum Organisasi ... 5

B. Nilai-Nilai Dasar ASN,Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ... 11

C. Identifikasi Isu dan Analisis Dampaknya Tabel Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi ... 17

BAB III CAPAIAN AKTUALISASI ... 37

A. Kendala dan Antisipasi ... 37

B. Hasil Aktualisasi ... 39

1. Realisasi pelaksanaan kegiatan………39

2. Hasil Pelaksanaan Aktualisasi……….40

BAB IV PENUTUP ... 66

A. Kesimpulan ... 66

B. Saran ... 66

C. Rencana Tindak Lanjut ... 67

DAFTAR PUSTAKA ... 68

LAMPIRAN ... 69

vi

(7)

2

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Profil SDN 2 Mosolo ... 6

Tabel 2.1 Data pendidik dan kependidikan ... 6

Tabel 2.2 Data Siswa... 23

Tabel 2.3 Tabel APKL ... 25

Tabel 2.4 Identifikasi terkait kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan ... 31

Tabel 2.5 Deskripsi/penjelasan kegiatan I……….27

Tabel 2.6 Deskripsi dan Analisis Dampak kegiatan II………. 28

Tabel 2.7 Deskripsi dan Analisis Dampak kegiatan III ………30

Tabel 2.8 Deskripsi dan Analisis Dampak kegiatan IV……… 32

Tabel 2.9 Deskripsi dan Analisis Dampak kegiatan V………..33

Tabel 2.10 Tabel rencana anggaran biaya kegiatan………..36

Tabel 3.1 Kendala dan Antisipasi……….37

Tabel 3.2 Realisasi kegiatan yang akan dilaksanakan pada aktualisasi………39

Tabel 3.2 Hasil Aktualisasi………...…40

vii

(8)

3

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Bangunan sekolah SDN 2 Mosolo ... . 5

Gambar 2.2 Struktur Organisasi sdn 2 Mosolo………..10

Gambar 2.3 Pojok Baca... 21

Gambar 3.2.1 Konsultasi dengan kepala sekolah………...41

Gambar 3.2.2 Mencatat saran serta persetujuan kepala sekolah...41

Gambar 3.2.3 Saran dan arahan kepala sekolah……….42

Gambar 3.2.4 Surat persetujuan kepala sekolah……….42

Gambar 3.2.5 Undangan Rapat...44

Gambar 3.2.6 Rapat terkait rencana kegiatan……….45

Gambar 3.2.7 Daftar hadir rapat...45

Gambar 3.2.8 Notulen rapat………...46

Gambar 3.2.9 Membuat rancangan pojok baca ... 48

Gambar 3.2.10 Sosialisasi dengan rekan guru...………48

Gambar 3.2.11 Sosialisasi dengan siswa... 49

Gambar 3.2.12 Kelompok kerja siswa………...49

Gambar 3.2.13 Bahan dan Alat pojok ………...50

Gambar 3.2.1 4 Memasang bahan di dinding …..………..50

Gambar 3.2.15 Siswa bekerja sama membuat pojok baca...51

Gambar 3.2.16 Hasil akhir pojok baca ... 52

Gambar 3.2.17 Meminta izin kepada petugas perpustakaan ... 52

Gambar 3.2.18 Mendampingi siswa memilih bahan bacaan...53

Gambar 3.2.19 Mengumpulkan bahan bacaan ... 53

Gambar 3.2.20 Mengajar membaca ... 55

Gambar 3.2.21 Guru membimbing siswa yang belum bisa membaca Dengan baik……….56

Gambar 3.2.22 Siswa belajar membaca...56

Gambar 3.2.23 Buku bahan ajar...56

Gambar 3.2.24 RPP...57

Gambar 3.2.25 Siswa memilih bahan bacaan...57

Gambar 3.2.26 Siswa membaca lancar ... .58

Gambar 3.2.27 Pemanfaatan pojok baca...58

Gambar 3.2.28 Pemanfaatan pojok baca………...59

Gambar 3.2.29 Membagikan soal evaluasi dan membimbing siswa dalam mengerjakan soal evaluasi……….. .60

Gambar 3.2.30 Soal evaluasi………... .61

Gambar 3.2.31 Hasil evaluasi siswa yang tertinggi dan terendah……….62

Gambar 3.2.32 Menganalisis dan membuat laporan akhir hasil evaluasi…..…63

Gambar 3.2.33 Instrumen penilaian………...…63

Gambar 3.2.34 Laporan hasil penilaian akhir………64

Gambar 3.2.35 Laporan akhir kepada kepala sekolah………...65

viii

viii

(9)

4

(10)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, terutama aparat-aparat negara yang memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa dan negara. Salah satu aparat yang paling sering dekat dengan masyarakat yaitu Aparatur Sipil Negara (ASN). Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki integritas, profesional, netral, dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa perlu dibentuk dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengamanatkan instansi pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun masa percobaan. Tujuan dari diklat terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan. Penyelenggaraan Latsar ini mengikuti pola baru di mana masa kegiatan berlangsung secara on-off-on kampus. Kegiatan on kampus berlangsung di LPMP Kendari yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan yang bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara dan kegiatan off kampus berlangsung di instansi masing-masing. Latsar ini bertujuan untuk menginternalisasi pembentukan karakter yakni wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela Negara, analisis isu kontemporer, dan kesiapsiagaan bela Negara serta nilai dasar ASN yang akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA). Selain itu, juga dipaparkan kedudukan dan peran ASN dalam NKRI yakni Manajemen ASN, pelayanan publik, dan Whole of government (WoG).

Salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia yang tetera dalam Pembukaan

(11)

2 Undang-undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang dilakukan melalui pendidikan. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1 dinyatakan bahwa, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.

Guru sebagai Aparatur Sipil Negara sekaligus sebagai pengajar wajib bersikap profesional dalam menjalankan tugas jabatan. Guru yang profesional berarti bekerja dengan keahlian atau kompetensi serta kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran dan menjalankan fungsinya untuk membimbing dan melatih siswa.

Proses pembelajaran dan pendidikan bertujuan untuk mendapatkan mutu sumber daya manusia sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. Untuk menjadi guru yang profesional, diperlukan aktualisasi pada instansi kerjanya sebagai upaya untuk memajukan instansi kerja.

Salah satu masalah dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah rendahnya motivasi baca peserta didik. Dalam mengatasi hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015, pemerintah mencanangkan sebuah program yaitu Gerakan Literasi Sekolah. Upaya tersebut merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Selain itu tujuan utama terciptanya Gerakan Literasi Sekolah adalah untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudidayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Minat siswa dalam pembelajaran didalam kelas khususnya membaca sangatlah penting,karena siswa yang belum mahir membaca dengan lancar akan kesulitan menerima materi pelajaran dari guru didalam kelas dan minatnya untuk belajar kurang.Salah satu cara guru untuk memotivasi peserta didik agar la dikelas selain memotivasi juga memberikan suasana baru dikelas dan juga menjadikan peserta didik senang membaca dengan bimbingan guru,pojok baca menghadirkan

(12)

3 bacaan bacaan yang menarik seperti buku dongeng,buku cerita dan masih banyak lagi koleksi bacaan agar peserta didik tidak bosan membaca dipojok baca.lebih tertarik dalam belajar membaca yaitu diadakannya pojok baca. Berdasarkan hasil pengamatan Hal ini terbukti masih ada siswa yang kemampuan membaca permulaan dikelas II SD Negeri 2 Mosolo masih rendah hal ini terbukti dari 24 peserta didik hanya ada 13 peserta didik yang mampu membaca dengan baik sedangkan sisanya 11 peserta didik belum bisa membaca dengan baik,Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya media baca,kurangnya dukungan orangtua,pembelajaran cenderung monoton dan tidak menarik.

Permasalahan yang terjadi diatas memerlukan solusi pemecahan masalah, agar sekolah dapat berperan maksimal dalam memberikan pelayanan, dan memenuhi kebutuhan akan pendidikan pada peserta didik, maka perlu membuat laporan aktualisasi nilai dasar profesi ASN dengan judul “Peningkatan Motivasi Belajar Membaca Melalui Pojok Baca Dikelas II SD Negeri 2 Mosolo Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan” Dengan laporan aktualisasi ini diharapkan ASN dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah dasar.

B. Tujuan

Aktualisasi ini akan dilaksanakan dengan tujuan:

a. Tujuan Umum:

Teraktualisasinya nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelaksanaan tugas secara professional yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.

b. Tujuan Khusus:

Teraktualisasinya penggunaan pojok baca sebagai sumber belajar untuk meningkatkan motivasi belajar membaca di SD Negeri 2 Mosolo.

C.Manfaat

Aktualisasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

a. Manfaat Bagi Diri Sendiri : Dapat menerapkan kompetensi sebagai guru yang berkarakter dan profesional dengan menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA

(13)

4 untuk menghadapi isu yang terdapat di unit kerja yaitu peningkatan motivasi membaca siswa dikelas II melalui pojok baca.

b. Manfaat Bagi Sekolah : Unit kerja akan memperoleh penguatan organisasi dan mampu bertindak kreatif,efektif dan inovatif dalam menghadapi isu yang terjadi di unit kerja tersebut sehingga dapat tercipta pelayanan publik yang prima.

c. Manfaat Bagi Siswa : Akan meningkatkan motivasi membaca siswa dengan tersedianya pojok baca dikelas sehingga dapat melatih siswa untuk terbiasa membaca dan menyerap informasi yang dibaca dengan menggunakan Bahasa yang dipahaminya.

D.Ruang Lingkup

Pembahasan suatu masalah tentu tidak terlepas daripada ruang lingkup pembahasan, hal ini dimaksudkan untuk menghindari timbulnya perluasan masalah.

Agar pembahasan dalam penulisan ini bisa jelas dan terarah maka penulis memberi batas terhadap permasalahan yang akan penulis teliti, yaitu:

“Peningkatan Motivasi Belajar Membaca Melalui Pojok Baca Dikelas II SD Negeri 2 Mosolo Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan”.

E.Tempat dan Waktu Pelaksanaan 1. Tempat Pelaksaanaan

Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Mosolo, Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

2. Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan aktualisasi direncanakan berlangsung selama 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung mulai tanggal 1 Maret 2021 hingga tanggal 27 Maret 2021.

(14)

5 BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Gambaran Umum Organisasi 2.1 Profil Organisasi

Gambar 2.1 Bangunan Sekolah SDN 2 Mosolo

SD Negeri 2 Mosolo adalah sekolah dasar yang terletak di Desa Sinaulu Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan jumlah siswa sebanyak 163 orang dan guru sebanyak 11 orang yang terdiri dari Guru PNS 3 orang, guru CPNS 2 orang dan honorer sebanyak 6 orang, dengan kondisi sarana dan prasarana yang masih belum lengkap. SD Negeri 2 Mosolo memiliki tiga bangunan permanen dengan bagian bangunan yang terdiri dari 6 kelas dari kelas I sampai kelas VI, ruang guru, ruang UKS, ruang Kepala Sekolah, perpustakaan,WC siswa dan WC guru yang terpisah dan lapangan upacara yang biasa difungsikan sebagai lapangan olahraga. Adapun profil sekolah sebagai berikut:

(15)

6 Tabel 2.1 Profil SDN 2 Mosolo

A. Identitas Sekolah

1 Nama Sekolah : SDN 2 MOSOLO

2 NPSN :

3 Jenjang Pendidikan : SD 4 Status Sekolah : Negeri

5 Alamat Sekolah : JL. Poros Desa Sinaulu Jaya

RT / RW : 0 / 0

Kode Pos :

Kelurahan/Desa : Sinaulu Jaya

Kecamatan : Wawonii Tenggara

Kabupaten/Kota : Konawe Kepulauan

Provinsi : Sulawesi Tenggara

Negara : Indonesia

6 Posisi Geografis :

B. Data Pelengkap

7 SK Pendirian Sekolah : 8 Tanggal SK Pendirian :

9 Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah 10 SK Izin Operasional : -

11 Tgl SK Izin Operasional : 12 Kebutuhan Khusus Dilayani : -

13 Nomor Rekening : -

14 Nama Bank : BPD

15 Cabang KCP/Unit : Langara 16 Rekening Atas Nama : SDN 2 Mosolo

17 MBS :

18 Luas Tanah Milik (m2) : m2 19 Luas Tanah Bukan Milik (m2) : -

20 Nama Wajib Pajak : SD NEGERI 2 MOSOLO

21 NPWP :

C. Kontak Sekolah

22 Nomor Telepon : 081329248827

23 Nomor Fax : -

24 Email : -

25 Website : -

(16)

7 D. Data Periodik

24 Waktu Penyelenggaraan : Pagi

25 Bersedia Menerima Bos? : Bersedia Menerima 26 Sertifikasi ISO : Belum Ada

27 Sumber Listrik : Belum Ada 28 Daya Listrik (watt) : -

29 Akses Internet : Tidak Ada 30 Akses Internet Alternatif : Tidak Ada

E. Data Lainnya

31 Kepala Sekolah : LA BAMU, S.Pd.

32 Operator Pendataan : ABD RAHMAN,S.Pd.

33 Akreditasi : C

34 Kurikulum : Kurikulum 13

F. Data PTK dan PD

No Uraian Guru Tendik PTK PD

1 Laki – Laki 5 -

2 Perempuan 6 - -

TOTAL 11

Keterangan:

- Penghitungan jumlah PTK adalah yang sudah mendapat penugasan, berstatus aktif dan terdaftar di sekolah induk.

- Singkatan :

1. PTK = Guru ditambah Tendik 2. PD = Peserta Didik

G. Data Sarpras

Uraian Jumlah

Ruang Kelas 6

Ruang Guru 1

Ruang Perpus 1

Ruang UKS 1

TOTAL 9

(17)

8 Tabel 2.1 Data Pendidik dan Kependidikan

NO. Nama Tanggal

Lahir NIP JK Jenis

PTK Status 1. La Bamu,S.Pd 12-07-1964 196412071984081001 L Kepala

Sekolah PNS 2. Siti

Fatima,A.Ma 23-6-1967 196706282000072002 P Guru

Kelas 1 PNS 3. Asriani,S.Pd,SD 17-12-1984 198412172020122004 P Guru

Kelas 2 CPNS 4. Mursalin,S.Pd 08-10-1992 199210082020121011 L Gr.Mapel CPNS 5. Arifuddin,S.Pd 12-4-1967 196712041993041002 L Gr.Kelas

IV

PNS

6. Arianti P GTT

7. Sumriah,S.Pd P GR.Kelas

V

GTT

8. Akbar,S.Pd L GTT

9. Rintiani,S.Pd P GTT

10. Amiati,S.Ik P GTT

11. Algi Patanje L TU

Tabel 2.2 Data Siswa

Total Jumlah Siswa L P JMLH

Kelas 1 17 10 27

Kelas 2 15 9 24

Kelas 3 15 13 28

Kelas 4 16 10 26

Kelas 5 16 14 30

Kelas 6 18 10 28

Total Jumlah Siswa 88 75 163

(18)

9 2.Visi Unit Kerja

Visi SDN 2 Mosolo :

“Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang aktif,kreatif,disiplin serta berahklakul karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan”.

3.Misi Unit Kerja Misi SDN 2 Mosolo :

a) Membentuk peserta didik menjadi pribadi yang saleh penuh ketaqwaan dan keimanan serta santun dalam bertindak

b) Meningkatkan profesionalisme dalam PBM

c) Menumbuhkan sikap kreatif,inovatif serta kompetitif d) Meningkatkan pemahaman terhadap perkembangan IPTEK

(19)

10 4.STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH

Struktur Organisasi SD Negeri 2 Mosolo KEPALA SEKOLAH

LA BAMU, S.Pd

BENDAHARA ARIFUDDIN, S.Pd

WAKIL KEPALA SEKOLAH ARIFUDDIN, S.Pd,

GURU KELAS

GURU KELAS I ST.FATIMA

GURU KELAS II ASRIANI,S.PdSD

D

GURU KELAS III RISTIANI S. Pd

GURU KELAS IV ARIFUDDIN, S.Pd

GURU KELAS V SUMRIAH, S.Pd

GURU KELAS VI ARIANTI, S.PD,

GURU MATA PELAJARAN GURU PAI

ST.FATIMA

GURU PENJASKES MURSALIN, S.Pd

SISWA 163 ORANG

GURU MATEMATIKA

GURU MULOK

(20)

11 5.Tugas Pokok dan Fungsi Guru

Guru merupakan tenaga profesional dengan tugas pokok mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Tugas Pokok Guru di tuangkan dalam Permendikbud No. 15 Tahun 2018 yakni:

1. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, yang dilakukan melalui kegiatan:

- Mengkaji kurikulum dan silabus pembelajaran, pembimbingan, dan program kebutuhan khusus pada satuan pendidikan.

- Manyusun program tahunan dan semester sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

- Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembimbingan sesuai standar proses.

2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan yang dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

3. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan.

Menilai merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi hasil pembelajaran atau pembimbingan. Kegiatan penilaian ini digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

4. Membimbing dan melatih peserta didik.

Membimbing dan melatih peserta didik dapat dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan kokurikuler dan/atau kegiatan ekstrakurikuler.

5. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru.

Tugas tambahan yang diemban oleh guru memiliki ekuivalensi dengan beban mengajar. Artinya tugas tambahan dari guru disetarakan dengan jam mengajar tatap muka/minggu. Pengembangan kehidupan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri.

(21)

12 B.Nilai-Nilai Dasar ASN,Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.

Aspek-aspek Akuntabilitas meliputi beberapa hal sebagai berikut:

ii. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship);

iii. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results- oriented);

iv. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requiersreporting);

v. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless withoutconsequences);

vi. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance).

Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu: akuntabilitas vertical (vertical accountability), dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability).

Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. Akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas.

Terdapat lima tingkatan akuntabilitas sebagai berikut:

1. Akuntabilitas Personal (Personal Accountability);

Akuntabilitas Personal mengacu pada nilai – nilai yang ada pada diri seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika.

2. Akuntabilitas Individu;

Akuntabilitas individu mengacu pada hubungan antara individu dan lingkungan kerjanya, yaitu antara PNS dengan instansinya sebagai pemberi kewenangan.

3. Akuntabilitas Kelompok;

(22)

13 Kinerja sebuah institusi biasanya dilakukan atas kerjasama kelompok. Dalam hal ini tidak ada istilah “Saya”, tetapi yang ada adalah “Kami”. Dalam kaitanya dengan akuntabilitas kelompok, maka pembagian kewenangan dan semangat kerjasama.

4. Akuntabilitas Organisasi;

Akuntabilitas organisasi mengacu pada hasil pelaporan kinerja yang telah dicapai,baik pelaporan yang dilakukan oleh individu tehadap organisasi kepada stakeholders lainnya.

5. Akuntabilitas Stakeholder;

Stakeholders yang dimaksud adalah masyarakat umum, pengguna layanan, dan pembayar pajak yang memberikan masukan, saran, dan kritik terhadap kinerjanya.

Gambar 2.2 Tingkatan Akuntabilitas Indikator nilai-nilai dasar akuntabilitas antara lain:

a. Kepemimpinan: Pimpinan memberi contoh pada orang lain, adanya komitmen yang tinggi dalam melakukan pekerjaan.

b. Transparansi: Keterbukaan informasi akan mendorong tercapainya akuntabilitas

c. Integritas: Mematuhi hukum dan peraturan yangberlaku

d. Tanggungjawab (Responsibilitas): Kewajiban bagi setiap individu dan lembaga, bahwa ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan yang telah

(23)

14 dilakukan, karena adanya tuntutan untuk bertanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat

e. Keadilan: Landasan utama dari akuntabilitas yang harus dipelihara dan dipromosikan karena ketidakadilan dapat menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi yang mengakibatkan kinerja tidak optimal.

f. Kepercayaan: Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan g. Keseimbangan: Keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian yang

yang dimiliki

h. Kejelasan: mengetahui kewenangan, peran dan tanggung jawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi, dan sistem pelaporan kinerja.

i. Konsistensi: menjamin stabilitas untuk mencapai lingkungan yang akuntabel.

2. Nasionalisme

Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya (chauvinisme). Dalam arti luas, nasionalisme berarti pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain.

Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara.

Nilai-nilai yang berorientasi pada kepentingan publik menjadi nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Pegawai ASN dapat mempelajari bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam Pancasila agar memiliki karakter yang kuat dengan nasionalisme dan wawasan kebangsaannya.

3. Etika Publik

Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan. Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi

(24)

15 tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:

1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Pancasila;

2. Setia dalam mempertahankan UUD 1945;

3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak memihak;

4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;

5. Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif;

6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;

7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerja publik;

8. Memiliki kemampuan menjalankan kebijakan pemerintah;

9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun;

10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;

11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama;

12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;

13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan

14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.

Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik yakni:

a. Pelayanan publik yang berkualitas danrelevan

b. Sisi dimensi reflektif, etika publik berfungsi sebagai bantuan dalam menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alatevaluasi.

c. Modalitas etika, menjembatani antara norma moral dan tindakan faktual.

4.Komitmen Mutu

Komitmen mutu merupakan tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

(25)

16 Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus diperhatikan, yaitu :

a. Efektif

Efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.

b. Efisien

Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan, sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur, dan mekanisme yang keluar alur.

c. Inovasi

Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.

d. Mutu

Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.

5. Anti Korupsi

Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus diperhatikan, yaitu :

a. Jujur

(26)

17 b. Peduli

c. Mandiri d. Disiplin

e. Tanggung Jawab f. Kerja Keras g. Sederhana h. Berani i. Adil

a. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI 1. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.

Adapun asas-asas manajemen ASN, antara lain:

a. kepastian hukum;

b. profesionalitas;

c. proporsionalitas;

d. keterpaduan;

e. delegasi;

f. netralitas;

g. akuntabilitas;

h. efektif dan efisien;

i. keterbukaan;

j. non diskriminatif;

k. persatuan;

l. kesetaraan;

(27)

18 m. keadilan;

n. kesejahteraan.

2. Whole of Government

Whole of government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan

pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.

Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan berdasarkan perbedaan kategori hubungan antara kelembagaan yang terlibat sebagai berikut:

a. Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:

1) Penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan mempertimbangkan dampak;

2) Dialog atau pertukaran informasi;

3) Joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk kerjasama sementara.

b. Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:

1) Joint working, atau kolaborasi sementara;

2) Joint ventrure, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama pada pekerjaan besar yang menjadi urusan utama salah satu peserta kerjasama;

3) Satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama, dibentuk sebagai mekanisme integratif.

c. Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:

1) Aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama pada isu besar yang menjadi urusan utama salah satu peserta kerjasama;

2) Union, berupa unifikasi resmi, identitas masing-masing masih nampak;

merger, yaitu penggabungan ke dalam struktur baru.

3. Pelayanan Publik

Pelayanan Publik menurut Lembaga Administrasi Negara adalah segala bentuk pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi Pemerintah di pusat dan daerah dan

(28)

19 dilingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang atau jasa baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Adapun prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:

a. Partisipatif

Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.

b. Transparan

Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut.

c. Responsif

Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan, mekanisme penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, prosedur, dan biaya penyelenggaraan pelayanan.

d. Tidak Diskriminatif

Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga negara.

e. Mudah dan Murah

Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan prinsip mudah dan murah. Hal ini perlu ditekankan karena pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi mandat konstitusi.

(29)

20 f. Efektif dan Efisien

Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya dan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.

g. Aksesibel

Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.

h. Akuntabel

Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.

Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara formal kepada atasan akan tetapi yang lebih penting harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat luas melalui media publik.

i. Berkeadilan

Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yang ku

(30)

21 b. Nilai-Nilai Dasar Organisasi

1. Religius. Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Semangat. Ekspresi mental dan perilaku merasa senang,bergairah,dan bahagia dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tuntas.

3. Toleransi. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

 Indikator Keberhasilan Sekolah: Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, status ekonomi, dan kemampuan khas. Memberikan perlakuan yang sama terhadapstakeholder tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.

 Indikator Keberhasilan Kelas: Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi. Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. Bekerja dalam kelompok yang berbeda.

4. Integritas. Kesesuaian apa yang dikatakan dengan apa yang diperbuat,berkata dan berbuat jujur,dapat dipercaya,berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran moral dan etika.

5. Gotong royong. Sebuah keyakinan mengenai pentingnya melakukan kegiatan secara bersama sama dan bersifat sukarela supaya kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

 Indikator Keberhasilan Kelas: Membiasakan hadir tepat waktu. Membiasakan mematuhi aturan.

6. Akuntabel. Setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan ASN harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

7. Indikator Keberhasilan Sekolah: Menciptakan suasana kompetisi yang sehat.

Menciptakan suasana sekolah yang menantang dan memacu untuk bekerja keras.

Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang kerja.

(31)

22 8. Indikator Keberhasilan Kelas: Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. Menciptakan kondisi etos kerja, pantang menyerah, dan daya tahan belajar. Mencipatakan suasana belajar yang memacu daya tahan kerja.

9. Kreatif dan inovatif. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

 Indikator Keberhasilan Sekolah: Menciptakan situasi yang menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif.

 Indikator Keberhasilan Kelas: Menciptakan situasi belajar yang bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif.

7 Tupoksi Organisasi

 Dalam permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang pemenuhan tugas guru, kepala sekolah dan pengawas pasal 3 ayat tugas pokok guru mencakup:

 1. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan.

 2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan

 3. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan

 4 .Membimbing dan melatih peserta didik.

(32)

23 c. Pojok Baca

Gambar 2.3 pojok baca d. Identifikasi dan Penetapan Isu

Gambaran Hubungan dengan Mata Pelatihan Agenda III

Mata Pelatihan Agenda III Meliputi Whole Of Government, Pelayanan Publik dan Manajemen ASN. Hubungan dan keterkaitan antara Mata Pelatihan dengan Isu Aktualisasi dapat di jabarkan sebagai berikut :

1. Whole Of Government. Melakukan koordinasi dengan pimpinan terkait dengan rencana kegiatan, serta mengkordinasikan dengan seluruh staf dan dewan guru

2. Pelayanan Publik. Melakukan pembimbingan, dan sosialisasi kepada siswa terkait dengan kegiatan

3. Manajemen ASN, melakukan perencanaan dan menetapkan waktu kegiatan pelaksanaan.

(33)

24 2.3 Penetapan Analisis Isu prioritas dengan Tabel APKL

NO. ISU UTAMA NILAI

TOTAL RANGKING A P K L

1

Kurangnya motivasi belajar membaca pada siswa kelas 2 SD

5 5 5 5 20 1

2 Belum optimalnya penggunaan

media pembelajaran 4 3 4 4 15 2

3

Rendahnya kemampuan menulis kalimat pada siswa kelas 2 SD

3 3 3 4 13 3

Keterangan : 1. Skala Nilai = 1 s/d 5 2. A = Aktual

3. K = Kekhalayakan 4. P = Problematik 5. L = Layak A. Analisis

Setelah melewati proses identifikasi isu menggunakan kriteria APKL dengan skor 20, maka didapatkan 1 isu prioritas yang akan menjadi fokus pembahasan yaitu :

“ kurangnya motivasi belajar membaca pada kelas 2 SD Negeri 2 Mosolo”

Penyebab :

1. Kurangnya media baca yang menarik 2. kurangnya buku-buku bacaan

3. penataan dan tempat yang kurang nyaman Solusi kreatif

1. Menyediakan media baca yang menarik 2. Membuat pojok baca dikelas

3. menata ruangan agar terasa nyaman

judul : ”Meningkatkan Motivasi Belajar Membaca melalui pojok baca di kelas II SD Negeri Mosolo”.

(34)

25 2.4 Penetapan Isu

3.1.1 Alasan Memilih Isu

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peserta selama berada di SD Negeri 2 Mosolo terdapat permasalahan yaitu Kurangnya motivasi belajar membaca dikelas II.

3.1.2 Analisis Penyebab Isu

Setelah menemukan isu tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi isu tersebut terkait kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan oleh penulis.

Tabel 2.4 Identifikasi Terkait Kondisi Saat Ini dan Kondisi Yang Diharapkan No

Tugas dan fungsi yang bermasalah

Sumber Isu

Kondisi saat ini

Kondisi yang diharapkan

Identifikasi Isu 1. Melaksanakan

kegiatan

pembimbingan

Pelayanan Publik,

Rendahnya minat membaca peserta didik

Dengan adanya pojok baca

diharapkan dapat meningkatka n motivasi belajar membaca

Kurangnya motivasi belajar membaca dikelas II

2.5 Dampak Jika Isu Tidak Dipecahkan

Dampak yang mungkin terjadi apabila isu kurangnya motivasi belajar membaca dikelas II yaitu :

1. Hasil belajar peserta didik kurang bagus 2. Minat belajar peserta didik menjadi kurang

(35)

26 Tabel 2.4 Kegiatan Terpilih Sebagai Pemecahan Isu

Unit Kerja : SD Negeri 2 Mosolo Tugas dan

fungsi yang bermasalah

: Melaksanakan kegiatan pembimbingan

Analisis Isu : 1. Kurangnya motivasi belajar membaca pada peserta didik kelas II

2. Belum optimalnya penggunaan media pembelajaran 3. Rendahnya kemampuan menulis kalimat pada siswa kelas II SD

Isu yang diangkat

: Kurangnya motivasi belajar membaca pada peserta didk kelas II

Gagasan kreatif : Peningkatan motivasi belajar membaca melalui pojok baca dikelas II SD Negeri 2 Mosolo

Kegiatan : 1. Melakukan Konsultasi dengan pimpinan untuk melaksanakan kegiatan membuat pojok baca didalam kelas

2. Mengadakan rapat pelaksanaan kegiatan aktualisasi dengan pimpinan, guru dan staf tata usaha

3. Melakukan Pembuatan dan pemanfaatan pojok baca dikelas

4. Melakukan Pembelajaran membaca menggunakan pojok baca dikelas.

5. Melakukan evaluasi pembelajaran

(36)

25 2.5 Deskripsi /Penjelasan Kegiatan

Tabel 2.5 Deskripsi dan Analisis Dampak Kegiatan I

No Kegiatan Tahapan

kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi

Penguatan Nilai Organisasi 1. Melakukan

Konsultasi kepada pimpinan terkait dengan pelaksanaa rencana kegiatan aktualisasi

a. Menyiapkan bahan konsultasi rencana

kegiatan

Tersedianya bahan konsultasi, berupa blanko persetujuan

Nilai-Nilai Dasar:

Akuntabilitas

Dalam menyiapkan rencana bahan konsultasi penulis akan bertanggung jawab dan partisipatif dalam menyiapkan seluruh tahapan kegiatan yang akan dilakukan selama pelaksanaan aktualisasi.

Etika Publik

Dalam menyiapkan bahan konsultasi penulis selalu cermat dan transparan terhadap semua pihak yang terlibat.

Dengan terlaksananya persetujuan dari

pimpinanmaka dapat mewujudkan

Visi sekolah, yaitu:

Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang

aktif,kreatif,Disiplin,serta berakhlakul karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.

Misi sekolah, yaitu:

1.Membentuk peserta didik

(37)

26 b. Konsultasi

dengan pimpinan untuk

menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan

Tersampaikann ya rencana Kegiatan yang akan

dilaksanakan

Nilai-nilai Dasar:

Nasionalisme

Dalam menyampaikan rencana konsultasi, penulis Tidak memaksakan kehendak sendiri, mengutamakan kepentingan publik

Etika publik

Dalam menyampaikan rencana konsultasi, penulis mengedepankan sikap sopan, hormat dan terbuka saat bertutur kata

Komitmen mutu

Penulis menyampaikan rencana konsultasi dengan memberikan inovatif pada kegiatan aktualisasi Anti korupsi

Penulis Menyampaikan rencana aktualisasi dengan jujur tanpa adanya yang ditutup tutupi

menjadi pribadi yang saleh penuh ketaqwaan dan keimanan serta santun dalam bertindak.

2.Meningkatkan profesionalisme dalam proses belajar mengajar.

3.Menumbuhkan sikap kreatif,inovatif serta kompetitif.

.

c. Mencatat

saran/arahan dan meminta

persetujuan pimpinan

Tercatatnya saran/arahan dan adanya surat

persetujuan

Nilai-nilai dasar:

Nasionalisme

Penulis menghormati saran/ arahan pimpinan

Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI

Manajemen ASN : Etika Profesi (melaksanakan tugasnya secara jujur, bertanggung jawab, berintegritas tinggi serta sesuai dengan perintah pimpinan)

Whole of government : Koordinasi (berkonsultasi dengan pimpinan untuk melaksanakan setiap tahap kegiatan)

Pelayanan Publik : Akuntabel (menyampaikan setiap tahap kegiatan kepada pimpinan dengan penuh rasa tanggung jawab)

(38)

27 Analisis Dampak

Apabila kegiatan ini tidak terlaksana maka tidak sesuai dengan:

 Etika profesi (manajemen ASN) yaitu pimpinan tidak mengetahui kegiatan yang akan dilakukan oleh peneliti sehingga dalam pelaksanaan kegiatan tidak mendapat dukungan dari pimpinan.

Tidak sesuai dengan nilai Whole of Government yakni melakukan konsultasi, koordinasi dan kolaborasi dengan pimpinan.

Prediksi Hambatan

Pimpinan dalam keadaan yang sibuk Alternative solusi

 Menciptakan kolaborasi antara pimpian dan juga teman sejawat, agar terjalin kerjasama dalam melakukan kegiatan atau tugas bersama.

(39)

28 Tabel 2.6 Deskripsi dan Analisis Dampak Kegiatan II

No Kegiatan Tahapan

kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata

Pelatihan Kontribusi terhadap

Visi-Misi Organisasi

Penguatan Nilai Organisasi 2. Mengadakan

rapat rencana kegiatan aktualisasi dengan pimpinan guru dan TU

a. Membuat undangan rapat

Adanya

undangan rapat Nilai-nilai dasar:

Akuntabilitas

Penulis bertanggung jawab

terhadap rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.

Nasionalisme

Penulis melakukan kerjasama dengan pimpinan terkait kegiatan.

Kegiatan ini mendukung Visi sekolah, yaitu:

Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang

aktif,kreatif,Disiplin,serta berakhlakul karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.

Misi sekolah, yaitu;

Meningkatkan profesionalisme guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran

b. Melaksanak an rapat rencana kegiatan aktualisasi

Terlaksananya

rapat Nilai-nilai dasar:

Etika publik

Penulis melakukan komunikasi dengan pimpinan dengan sikap sopan dan santun.

Anti korupsi

Penulis mengatur waktu dengan baik agar tidak mengganggu kegiatan pimpinan

(40)

29 c. Membuat

notulen rapat

Adanya notulen

rapat Nilai-nilai dasar:

Komitmen mutu

Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan serta inovasi terkait dengan program kegiatan yang akan

dilaksanakan.

Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI

 Manajemen ASN : Etika Profesi (melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin)

 Pelayanan Publik : Responsif (memberikan pelayanan secara maksimal kepada peserta didik)

 Whole of Government (WOG) : Koordinasi (mengonfirmasi sejauh mana pemahaman peserta didik) Analisi dampak

 Jika dalam pembelajaran membaca tidak merancang media baca , maka pembelajaran tidak akan efektif dan efisien dalam pelaksanaanya.

Prediksi Hambatan

 Kurangnya bahan bacaan.

Alternative solusi

 Sebelum memulai pembelajaran, maka terlebih dahulu pendidik harus merancang terlebih dahulu media baca agar lebih efektif dan efesien penggunaanya.

(41)

30 Tabel 2.7 Deskripsi dan Analisis Dampak Kegiatan III

No Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil

Keterkaitan Substansi Mata

Pelatihan

Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi

Penguatan Nilai Organisasi 3. Melakukan

pembuatan pojok baca

a. Membuat rancangan pembuatan pojok baca

Terlaksananya kegiatan

pembuatan pojok baca dengan menghasilkan sudut/pojok baca yang menarik dikelas.

Nilai-nilai dasar:

Nasionalisme

Dilaksanakan dengan tidak memaksakan

kehendak, tetapi melihat kebutuhan yang

diajarkan.

Komitmen mutu Berorientasi pada peningkatan mutu melalui materi yang disediakan.

Kegiatan ini mendukung Visi sekolah, yaitu:

Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang aktif,kreatif,Disiplin,serta berakhlakul karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.

Misi sekolah, yaitu;

Meningkatkan

profesionalisme guru dalam menyusun rencana

pelaksanaan pembelajaran

(42)

31 b. Sosialisasi

kegiatan pemanfaatan pojok baca

Terlaksananya sosialisasi kegiatan pojok baca

Nilai-nilai dasar:

Akuntabilitas

Memperhatikan nilai keadilan dan

konsisten dalam sosialisasi kegiatan Nasionalisme

Kerjasama dengan guru dalam menyampaikan kepada siswa.

Etika publik Membimbing siswa dengan santun pada saat kegiatan.

Komitmen mutu Penulis selalu

memperhatikan efektifitas dan efisiensi.

Anti korupsi

Membuatnya dengan disiplin dengan waktu.

c. Membagi kelompok kerja siswa d. Mengumpulka

n buku bacaan e. Membuat

pojok baca

Terbaginya kelompok Terkumpulnya buku bacaan Terlaksananya pembuatan pojok baca

Nilai-nilai dasar:

Etika publik Penulis meminta

persetujuan pimpinan dengan sopan

(43)

32 Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI

 Pelayanan Publik : Professional (penulis melakukan tugasnya dalam menyusun kegiatan pelaksanaanya sebelum melaksanakannya)

 Whole of Government (WOG) : Koordinasi (melakukan koordinasi terhadap kegiatan pembuatan pojok baca) Analisis Dampak

 Jika tidak merancang kegiatan,Penulis tidak dapat mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan suatu kegiatan sehingga tidak dapat mengambil langkah yang tepat untuk pemecahan masalahnya

Prediksi Hambatan

 Kurang tersedianya bahan bahan yang diperlukan Alternatif solusi

 Untuk menjadi pendidik yang professional maka guru harus merancang dan menyusun bahan-bahan apa saja yang diperlukan.

Tabel 2.8 Deskripsi dan Analisis Dampak Kegiatan IV No Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi

Mata Pelatihan

Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi

Penguatan Nilai Organisasi 4. Melaksanakan

Proses pembelajaran membaca melalui pemanfaatan pojok baca

a. Menjelaskan kepada siswa penggunaan pojok baca

Terlaksananya Kegiatan

Nilai-nilai dasar:

Etika publik

Ketika melaksanakan proses

pembelajaran penulis berkomunikasi kepada siswa dengan santun

Nasionalisme

Penulis kerjasama dengan siswa dalam pemanfaatan pojok baca

Kegiatan ini mendukung Visi sekolah, yaitu:

Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang

aktif,kreatif,Disiplin,sert a berakhlakul karimah dalam prestasi akademis

(44)

33 b. Melaksanakan

Pembelajaran membaca

Terlaksananya pembelajaran

Nilai-nilai dasar:

Akuntabilitas

Penulis Partisipatif dalam menyiapkan perangkat pembelajaran

serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.

Terlaksananya

pembelajaran

Nilai-nilai dasar:

Komitmen mutu

Penulis memberi Inovatif dalam pembelajaran menggunakan media pojok baca

Anti korupsi

Dalam melaksanakan pembelajaran penulis menerapkan sikap disiplin waktu.

Misi sekolah, yaitu;

Meningkatkan profesionalisme guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran

Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI

 Manajemen ASN : Etika Profesi (Penulis melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi)

 Pelayanan Publik : Aksesible (memfasilitasi peserta didik dalam pelaksanan pembelajaran membaca)

 Whole of Government WOG : Koordinasi (melakukan koordinasi terhadap kemampuan membaca peserta didik) Analisi Dampak

 Jika tidak melaksanakan pembelajaran menggunakan media, maka akan menimbulkan kebosanan atau kurangnya minat belajar siswa dalam meningkatkan motivasi belajar membaca.

(45)

34 Prediksi Hambatan

 Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media baca Alternatif solusi

 Menciptakan suasana menyenangkan dengan menerapkan penggunanan media disetiap pembelajaran agar pemahaman siswa meningkat Tabel 2.9 Deskripsi dan Analisis Dampak Kegiatan V

No Kegiatan Tahapan

kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi

Penguatan Nilai Organisasi 5. Melaksanakan

Evaluasi akhir kegiatan pembelajaran

a.melakukan penilaian akhir b.menganalisis dan membuat laporan hasil penilaian.

c.melaporkan kepada pimpinan.

Terlaksananya penilaian akhir

Nilai-nilai dasar:

Etika publik

Ketika melaksanakan penilaian penulis melaksanakan kegiatan dengan sopan

Nasionalisme Penulis adil dalam

melaksanakan penilaian akhir

Kegiatan ini mendukung

Visi sekolah, yaitu:

Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang

aktif,kreatif,Disiplin,se rta berakhlakul

karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.

Misi sekolah, yaitu;

Meningkatkan prestasi siswa di bidang akademik dan non

akademik.

Dengan adanya a. Melakukan

penilaian akhir

Tersedianya nilai Akuntabilitas

Penulis Partisipatif dalam menyiapkan perangkat pembelajaran

(46)

35 b. Merekap nilai

akhir

Tersedianya nilai akhir

Nilai-Nilai Dasar:

Akuntabilitas

Bersikap jujur, adil dan transparan dalam merekap nilai

evaluasi, pendidik bisa mengetahui tingkat

pencapaian siswa

c. Melaporkan hasil evaluasi pembelajaran

Adanya laporan hasil evaluasi berupa dokumen

Nilai-Nilai dasar:

Etika publik

Dalam melaporkan hasil aktualisasi menggunakan bahasa yang baik, sopan dan santun.

Komitmen mutu

Dilaksanakan dengan berpedoman pada orientasi mutu.

Anti korupsi

Menyampaikan dengan jujur

Deskripsi keterkaitan kegiatan dengan kedudukan peran ASN dalam NKRI

 Manajemen ASN : Etika Profesi (penulis melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi)

 Pelayanan Publik : Aksesible (memfasilitasi peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran membaca)

 Whole of Government (WOG): Koordinasi (melakukan koordinasi terhadap kemampuan yang dimiliki peserta didik) Analisis Dampak

 Jika tidak adanya evaluasi maka Penulis belum mampu dalam menyimpulkan hasil pembelajaran siswa

(47)

36 Alat evaluasi yang dibuat tidak sesuai dengan Prediksi Hambatan

 kemampuan siswa.

Alternatif solusi

 Setelah melakukan pembelajaran, pendidik sebaiknya melakukan evaluasi sebagai alat ukur kemampuan siswa sudah sejauh mana dalam memahami materi yang diajarkan.

3.4 Estimasi Biaya Kegiatan

Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan pada rancangan aktualisasi ini dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 3.8 Rencana Anggaran Biaya Kegiatan Aktualisasi

No Uraian Kebutuhan Volume Satuan Harga (Rp) Jumlah (Rp) 1. Kertas karton berwarna 4 Lembar 5.000 20.000

2. Kertas Origami 6 Buah 5000 30.000

4. Gunting 1 Buah 10.000 10.000

5. Double tip 1 Buah 5.000 5.000

6. Spidol 3 Buah 2.000 6.000

7. Lem 1 Buah 5.000 5.000

8. Biaya Tak Terduga 100.000 100.000

Total 176.000 Terbilang : seratus tujuh puluh enam ribu rupiah

(48)

37 BAB III

CAPAIAN AKTUALISASI 3.1. Kendala dan Antisipasi

Kegiatan aktualisasi dilaksanakan dalam 5 (Lima) agenda kegiatan dengan menerapkan nilai-nilai ANEKA serta kedudukan dan peran ASN sebagai guru di SDN 2 Mosolo Kabupaten Konawe kepulauan, sejak 1 Maret 2021 sampai dengan tanggal 27 Maret 2021, yang dalam pelaksanaannya kemungkinan menemui kendala namun kendala tersebut dapat di antisipasi dengan berbagai strategi sehingga pelaksanaannya dapat terlaksana dengan baik sesuai jadwal yang ditetapkan. Adapun kendala dan antisipasi dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 3.1. Kendala dan Antisipasi No Kegiatan dan Tahapan

Kegiatan Kendala Antisipasi

1 Melakukan koordinasi kepada kepala sekolah - Melaksankan pertemuan dengan

kepala sekolah membahas rencana kegiatan

Tidak Ada Tidak Ada

- Meminta persetujuan kepala sekolah Tidak Ada Tidak Ada - Mencatat masukkan dan saran dari

kepala sekolah

Tidak Ada Tidak Ada

2

Melakukan rapat dengan dewan guru terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan

- Membuat undangan rapat Tidak Ada Tidak Ada - Melaksanakan rapat rencana

kegiatan aktualisasi

Rekan guru kurang memahami rencana kegiatan yang akan dilakukan

Menjelaskan secara rinci tiap kegiatan yang akan dilakukan - Membuat notulen rapat Tidak Ada Tidak Ada

(49)

38 3 Persiapan pembuatan pojok baca

- Membuat rancangan pojok baca Tidak Ada Tidak Ada

- Sosialisasi kegiatan pemanfaatan pojok baca kepada rekan guru dan siswa

Tidak Ada Tidak Ada

- Membagi kelompok kerja siswa Tidak Ada Tidak Ada

- Membuat pojok baca Tidak Ada Tidak Ada

- Mengumpulkan bahan bacaan Tidak Ada Tidak Ada

4

Melaksanakan proses pembelajaran membaca melalui pemanfaatan pojok baca

- Menjelaskan kepada siswa tentang pojok baca

Tidak Ada Tidak Ada - Melaksanakan pembelajaran

membaca

Tidak Ada Tidak Ada

5

Melaksanakan Evaluasi akhir pembelajaran

- Melakukan penilaian akhir Sebagian siswa belum mengerti dengan soal evaluasi

Membimbing peserta didik dengan cara membacakan soalnya - Menganalisis dan membuat laporan

hasil penilaian

Tidak Ada Tidak Ada - Melaporkan kepada pimpinan Tidak Ada Tidak Ada

(50)

39 3.2 Hasil Aktualisasi

1. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan

Tujuan dari pelaksanaan aktualisasi ini adalah untuk menghabituasikan nilai- nilai ANEKA kepada CPNS SDN 2 Mosolo Kabupaten Konawe Kepulauan. Adapun kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Maret 2021 s/d 27 Maret 2021 di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS ini dilaksanakan sebagai berikut :

Tabel 3.2 Realisasi Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap aktualsiasi dan habituasi nilai-nilai dasar ANEKA

No Uraian Kegiatan Waktu

Pelaksanaan Output/Hasil Keterangan

1

Melakukan Koordinasi

kepada kepala sekolah 1 Maret 2021

Mendapat persetujuan dan saran pelaksanaan Aktualisasi

Terlaksana sesuai rancangan

2

Melakukan Rapat dengan guru terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan

2 Maret 2021

Rekan-rekan Guru mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan

Terlaksana sesuai rancangan

3

Melakukan pembuatan pojok baca

3 – 6 Maret 2021

Pembuatan pojok baca berhasil dengan baik

Terlaksana sesuai rancangan

4

Melakukan

pembelajaran membaca melalui pemanfaatan pojok baca

8 –23 Maret 2021

Pembelajaran membaca

terlaksana dengan baik

Terlaksana sesuai rancangan

5 Melakukan Evaluasi penilaian akhir

24 – 27 Maret Adanya hasil evaluasi penilaian

Terlaksana sesuai

(51)

40

akhir rancangan

2. Hasil Pelaksanaan Aktualisasi

Untuk mencapai hasil aktualisasi yang optimal, maka tingkat pencapaian aktualisasi diperoleh melalui kegiatan yang telah dirancang dengan menerapkan nilai- nilai dasar ASN, yaitu: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) sebagaimana tertuang pada tabel berikut.

Tabel 3.2 Hasil aktualisasi

Kegiatan 2 Mengadakan rapat rencana kegiatan aktualisasi dengan pimpinan guru dan TU

Kegiatan 1 Melakukan koordinasi kepada kepala sekolah Deskripsi

Kegiatan

Kegiatan 1 berkaitan dengan Whole of Government Dalam melakukan koordinasi dengan kepala sekolah saya menyiapkan bahan konsultasi dan memaparkan langkah langkah kegiatan aktualisasi.saya juga meminta saran dan arahan serta dukungan kepala sekolah agar proses kegiatan aktualisasi berjalan dengan baik.

Tanggal Pelaksana an

Kegiatan

1 – 2 Maret 2021

Tahap Kegiatan 1

Melaksanakan pertemuan dan koordinasi kepada kepala sekolah membahas rencana kegiatan

Waktu : Senin, 1 Maret 2021

Output Kegiatan: - Terlaksananya pertemuan dengan pimpinan Terlaksananya pembahasan kegiatan/gagasan Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas

Pada saat akan konsultasi dengan pimpinan tentang rencana aktualisasi penulis bertanggung jawab memberikan Laporan hasil rancangan aktualisasi dengan memberikan bukti dari hasil proses yang akan dilakukan.

 Nasionalisme

Pada saat berkonsultasi dengan pimpinan penulis akan

menghormati kedudukan atasan sebagai pimpinan ditempat kerja.

 Etika Publik

Dalam menyampaikan rencana konsultasi, penulis mengedepankan sikap sopan, hormat, dan berkomunikasi dengan baik.

(52)

41 Bukti

Kegiatan

Gambar 3.2.1 Konsultasi dengan kepala sekolah

Tahap Kegiatan 2

Waktu : Senin, 1 Maret 2021

Output Kegiatan: Tersedianya saran dan arahan dari kepala sekolah Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas

Penulis meminta saran dan arahan-arahan dari kepala sekolah terkait kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan dengan jujur sehingga kegiatan aktualisasi dapat berjalan dengan lancar.

 Etika Publik

Penulis mencatat setiap saran dan arahan dari pimpinan selaku mentor dengan sopan dan santun.

Bukti Kegiatan

Gambar 3.2.2 mencatat saran serta meminta persetujuan kepala sekolah

(53)

42 Bukti

Kegiatan

Gambar 3.2.3 Saran dan arahan kepala sekolah

Tahap Kegiatan 3

Meminta persetujuan dari kepala sekolah Waktu : Senin, 1 Maret 2021

Output : Adanya persetujuan dari kepala sekolah

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Nasionalisme

Penulis dalam meminta persetujuan pelaksanaan aktualisasi dengan tidak memaksakan kehendak kepada pimpinan sebagai upaya dalam meningkatkan kontribusi terhadap nilai sekolah.

 Etika Publik

Penulis meminta persetujuan pelaksanaan aktualisasi dengan bertutur kata yang sopan,santun dan ramah sebagai upaya dalam meningkatkan kontribusi terhadap nilai dan misi sekolah sebagai wujud sikap ASN yang bermoral.

Bukti Kegiatan

Gambar 3.2.4 surat persetujuan kepala sekolah

(54)

43 Deskripsi

Kegiatan

Kegiatan 2 berkaitan dengan (Whole Of Government) saat melakukan rapat dengan rekan guru saya memaparkan rencana kegiatan dengan jelas. Rekan guru juga sangat mengapresiasi dan mendukung penuh dengan kegiatan yang akan dilakukan.

Tanggal Pelaksanaa n Kegiatan

1 dan 2 Maret 2021

Tahap Kegiatan 1

Membuat undangan rapat Waktu : Senin,1 Maret 2021

Output Kegiatan: Tercapainya pembuatan undangan rapat Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas

Penulis telah bertanggung jawab dalam membuat undangan rapat dewan guru dan staf tata usaha.

Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi

Terlaksananya persetujuan kepala sekolah terkait rencana aktualisasi sesuai dengan Visi SDN 2 Mosolo yaitu: “ Menjadi sekolah yang mampu menciptakan insan yang aktif,kreatif,disiplin serta berahklakul karimah dalam prestasi akademis serta tampil sebagai teladan sehingga mampu menjawab tantangan masa depan”.

Penguatan Nilai Organisasi Sekolah

Dengan meminta persetujuan Kepala Sekolah maka saya telah melakukan penguatan terhadap nilai organisasi yaitu Integritas

Analisis Dampak

Dampak positif : Kegiatan koordinasi sangat penting dilakukan dalam mengawali suatu kegiatan agar seluruh hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dapat ditangani bersama dan

dipertanggung jawabkan. Koordinasi yang buruk dapat menurunkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan sehingga akan

menghambat terlaksananya kegiatan hingga mengganggu tercapainya tujuan kegiatan.

Dampak Negatif : Jika kegiatan menghadap pimpinan sekaligus mentor tidak dilakukan, maka secara tidak langsung, saya bersikap tidak profesional, tidak bertanggung jawab dan tidak transparan mengenai kegiatan yang akan dilakukan (Akuntabilitas), Serta dapat membuat pimpinan merasa tidak dihormati sebagai atasan

(Nasionalisme), jika dalam konsultasi tidak dilakukan dengan jujur maka akan menghambat kegiatan yang akan dilakukan (Anti

Korupsi), terutama jika kegiatan tersebut ternyata tidak efektif, tidak mendukung atau tidak berhubungan dengan nilai-nilai organisasi (Komitmen Mutu).

Referensi

Dokumen terkait

Hasil evaluasi terhadap narasumber pelatihan menunjukkan bahwa lebih dari separuh peserta menyatakan narasumber pelatihan sangat baik, hal itu menggambarkan bahwa narasumber

Pada hakikatnya merupakan implementasi dalam penentuan materi pembelajaran dan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan/atau daerah..

Dosen Dan Tenaga Kependidikan calon penerima pembiayaan ouerseas Non Degree Training dan Domestic Non Degree Training Project 4in1 Islamic Development Bank

 <ang penting adalah dalam membicarakan hubungan antara penyaaan kaidah hukum dengan kebiasaan adalah sebagai pegangan bagi kita yang mempunyai peranan menyatakan

Uji Anava Nilai Daya Kunyah dan Fungsi Kognitif Berdasarkan Tingkat Kekerasan Makanan (Keras, Sedang, Lunak) Antara Kelompok Premature Loss Dua Gigi Molar Desidui Rahang

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL j HALAMAN PENGESAHAN , jj HALAMAN PERSEMBAHAN in KATA PENGANTAR jv DAFTAR ISI vi DAFTAR GAMBAR x. DAFTAR

kompetensi dasar konsep pemasaran online disajikan sebagai berikut: Dalam proses pengembangan media, diawali dengan tahap pendefinisian Di tahap pendefinisian peneliti

Peraturan tersebut disusun berdasarkan pertimbangan: Pertama, bahwa Pancasila sebagai dasar, ideologi, dan filosofis negara merupakan sumber dari segala sumber hukum