RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RICE MILLING UNIT (RMU)
OLEH:
SRI WULANDARI, STP, MPD
SMK NEGERI 2 BAGOR
KABUPATEN NGANJUK PROVINSI JAWA TIMUR
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMKN 2 BAGOR Kelas/ Semester : XII/5
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Mata Pelajaran : ALAT MESIN PASCA PANEN Materi Pokok : Rice Milling Unit (RMU) Alokasi Waktu : 10 menit
Pembelajaran ke : 3
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui discovery learning, peserta didik dapat menemukan konsep cara kerja Rice Milling Unit (RMU) dengan cermat, dengan mengedepankan sikap disiplin dan tanggung jawab selama proses pembelajaran.
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Pendahuluan
▪ Guru menyiapkan siswa secara psikis, fisik dan motivasi untuk mengikuti proses pembelajaran Bersama dengan berdoa. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dan materi yang akan diberikan.
2. Kegiatan inti
a. Pemberian Rangsangan (Stimulation)
▪ Guru memberikan materi tentang RMU dan pertanyaan terkait materi yang telah diberikan
b. Identifikasi Masalah (Problem Statemen)
▪ Peserta didik mengidentifikasi cara kerja RMU di bengkel alsintan dan
melakukan praktek sesuai petunjuk LKPD. Dan diberikan kesempatan bertanya tentang materi yang disampaikan guru
c. Peserta didik Pengumpulan data (Data Collection)
▪ Peserta didik membentuk kelompok dan Praktikum dalam kelompoknya untuk menjelaskan masalah terkait RMU. Kemudian mencari dan mengumpulkan data dari hasil praktikum kelompoknya maupun dari berbagai sumber yang relevan.
d. Pengolahan data (Data Processing)
▪ Peserta didik dalam kelompok berdiskusi mengolah data dan menuliskan hasil diskusi pada lembar kerja peserta didik. Serta mempresentasikan hasil-hasil diskusi dan kerja kelompoknya.
e. Pembuktian (Verivication)
▪ Peserta didik dibantu guru melakukan pembuktian terhadap data yang sudah diolah di masing-masing kelompok terkait RMU.
f. Kesimpilan (Generalization)
▪ Peserta didik Menyusun kesimpulan terkait masalah yang dipelajari. Dan Guru memberikan tanggapan atau koreksi terhadap kesimpulan yang disusun peserta didik terkait RMU.
3. Kegiatan Penutup
Membuat simpulan, refleksi, umpan balik, pesan-pesan moral, dan menyampaikan informasi kegiatan pembelajaran yang akan datang, berdoa dan salam.
C. PENILAIAN
1. Penilaian pengetahuan: tes tulis dan penugasan 2. Penilaian Ketrampilan: penilaian unjuk kerja 3. Penilaian sikap: Observasi
Mengetahui Nganjuk, 25 Juni 2023
Kepala SMK Negeri 2 Bagor Guru Mata Pelajaran
Drs. HERU HERTANTO, MPd SRI WULANDARI, STP, MPd NIP. 19640717 198903 1 021 NIP. 19761031 200801 2 003
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
MATERI:
RICE MILLING UNIT (RMU)
MATA PELAJARAN : ALAT MESIN PASCA PANEN KOMPETENSI KEAHLIAN: ALAT MESIN PERTANIAN
KELAS XII
KELOMPOK:……….
1……….………..
2. ……….
3.………..………
4.……….………. ….
5.……….……….
A. Petunjuk Belajar (Petunjuk SIswa)
1. Baca secara cermat bahan ajar sebelum anda mengerjakan tugas 2. Baca literatur lain untuk pemahaman anda
3. Klik link youtube pembelajaran Rice Milling Unit :
https://www.youtube.com/watch?v=yZw6xmRXkNs&t=17s 4. Kerjakan setiap Langkah sesuai tugas
5. Kumpulkan laporan hasil kerja sesuai dengan jadwal yang telah disepakati antara guru dengan peserta didik
6. Kerjakan LKPD ini dengan sikap jujur dan bertanggung jawab
RINGKASAN MATERI RICE MILLING UNIT (RMU)
Pasca panen padi sebelum penggilingan, gabah biasanya dibersihkan dari segala kotoran seperti jerami, kayu, pecahan batu, logam dan sebagainya. Sehingga kotoran keras seperti batu tidak merusak mesin penggilingan. Salah satu alat penggiling gabah yang terkenal praktis adalah rice milling unit (RMU). RMU ini berfungsi memproses gabah menjadi beras putih yang siap untuk dikonsumsi dalam sekali proses maupun dua kali proses (RMU one phase and RMU two phase)
Adapun proses RMU yakni, penggilingan gabah dimulai dengan proses pemecahan dan pengupasan kulit/sekam, dilanjutkan penyosohan beras pecah kulit (BPK) dan diakhiri dengan pemutuan (grading), sebelum dikemas dan dijual.
RMU rata-rata mempunyai kapasitas giling kecil yaitu antara 0.2 hingga 1.0 ton/jam, walau mungkin sudah ada yang lebih besar lagi. Mesin ini bila dilihat fisiknya menyerupai mesin tunggal dengan fungsi banyak, namun sesungguhnya memang terdiri dari beberapa mesin yang disatukan dalam rancangan yang kompak dan bekerja secara harmoni dengan tenaga penggerak tunggal.
Gambar 1. RMU (sumber PT Hinoka Teknik)
Di dalam RMU terdapat bagian mesin yang berfungsi memecah sekam atau mengupas gabah. Kemudian, adapula bagian mesin yang berfungsi memisahkan beras pecah kulit (BPK) dan gabah dari sekam, lalu membuang sekamnya.
Tak hanya itu, di dalam RMU juga terdapat mesin yang mengeluarkan gabah yang belum terkupas untuk dikembalikan ke pengumpan, menyosoh dan mengumpulkan dedak, hingga bagian mesin yang berfungsi melakukan pemutuan berdasarkan jenis fisik beras (beras utuh, beras kepala, beras patah, dan beras menir).
Gambar 1. Mesin penggiling padi lengkap Rice Milling Unit 1 phase
Keterangan:
1. Paddy hopper 10. Kipas penghembus sekam
2. Saringan 11. Kipas polisher
3. Hulling head 12. Corong sekam
4. Winnover 13. Pulley utama
5. Ruang beras pecah kulit 14. Peed shutter pengupas gabah 6. Ruang pemutih beras 15. Feed shutter pemutih beras 7. Pintu keluar beras putih 16. Tuas penggerak saringan 8. Pengatur keluaran beras 17. Lager Penggerak saringan 9. Pintu beras darurat 18. Saringan gabah
19. Saringan menir
CARA KERJA RMU
1. Pemecahan Kulit Gabah
Mesin pemecah kulit berfungsi untuk mengupas kulit gabah. Pada mesin pecah kulit yang berkualitas baik, ratio pengupasan ditentukan antara 85–90% gabah telah terkupas dan 10 –15% gabah belum terkupas. Faktor lain yang dapat mempengaruhi ratio pengupasan adalah kualitas rol karet yang dipakai.
Syarat utama proses pengupasan gabah adalah kadar keringnya gabah yang akan digiling.
Gabah kering giling berarti gabah yang sudah kering dan siap digiling. Bila diukur dengan alat pengukur air, maka angka kekeringannya mencapai 14%-14,5% ( Hardjosentono.M, dkk, 2000).
Pada proses pemecahan kulit ini, gabah dimasukkan ke dalam mesin pemecah kulit (husker) dan kemudian sekam akan dikelupas dari gabah. Proses pemecah kulit ini biasanya dilakukan 2 kali (ulangan) ditambah 1 kali ayakan dengan alat ayakan beras pecah kulit sehingga dihasilkan beras pecah kulit (BPK) atau Brown Rice. Biji beras yang dihasilkan masih memiliki lapisan kulit ari (aleurone dan pericarp). Lapisan kulit ari ini umum dikenal dengan istilah bekatul. Proses pemecah kulit berjalan baik bila butir gabah pada beras pecah kulit tidak ada. Namun bila masih banyak butir gabah harus distel kembali jarak antar rubber roll dan kecepatan putarannya.
Pada prinsipnya cara kerja pengupas kulit gabah ini adalah adanya putaran dua rol yang searah dengan kecepatan yang berbeda. Karena adanya kecepatan putaran yang berbeda, sehingga menimbulkan gaya yang berbeda pula sehingga gabah akan terkelupas kulitnya.
Gambar 2. Rubber rol
Terdapat 2 buah rol karet yang berputar berlawanan dengan kecepatan putar yang berbeda. Jarak antara 2 rol karet dapat diatur tergantung jenis gabah yang akan dikupas, biasanya 2/3 besarnya gabah. Diameter kedua rol karet sama bervariasi 300 – 500 mm dan lebar 120-500 mm.
Pada proses ini sangat menentukan besar kecilnya beras utuh, karena untuk memisahkan kulit gabah harus ada gesekan. Jika dua rol diperkecil jaraknya maka banyak terdapat beras patah, namun sebaliknya jika terlalu renggang akan terdapat banyak gabah yang belum terkupas kulitnya. Oleh kerena itu harus diatur jarak kedua rol karet tersebut seukuran bulir gabah sehingga seluruh gabah terkelupas dan tidak terdapat beras patah (Sandika 2006).
2. Penyosohan/Pemolesan beras
Ada 2 tipe mesin penyosoh yaitu tipe friksi dan abrasif.
1). Mesin pemutih abrasif, bekerja dengan putaran yang relative cepat dan tekanan giling yang rendah sehingga peningkatan suhu beras lebih kecil dan kerusakan (pecah) lebih sedikit tetapi permukaan beras tampak kasar.
2). Mesin pemutih friksi bekerja dengan putaran yang relative lambat dan tekanan giling yang tinggi sehingga menghasilkan pelepasan dedak yang lebih baik dan permukaan beras yang lebih halus. Kekurangan mesin ini, tingginya ratio beras yang dihasilkan, suhu beras
yang lebih tinggi serta jenis ini menggunakan listrik lebih banyak. Sangat dianjurkan penggabungan fungsi mesin pemutih jenis abrasif dan friksi dalam proses multi pass, karena mengurangi beras patah dan peningkatan suhu beras serta memperbaiki pembuangan kecambah beras.
TUGAS/ LATIHAN
1. Amatilah Mesin RMU yang ada di bengkel alsintan 2. Kemudian Rangkailah mesin RMU dengan benar
3. Operasikan mesin RMU dan terapkan keselamatan kerja
4. Tulislah hasil kerja kelompokmu pada lembar berikut ini dan presentasikan hasilnya:
1. Tulislah bagian-bagian RMU!
………
………..
……….
……….
2. Jelaskan cara kerja rol karet pada mesin RMU !
………
………..
………..
……….
3. Jelaskan Cara kerja Blower/winover pada mesin RMU!
………
………..
………..
……….
4. Jelaskan proses penyosohan/pemolesan beras tipe friksi!
……….
………
………..
………..
5. Jelaskan perbedaan RMU 1 Phase dan RMU 2 Phase
………
………..
………
………..
………
PENILAIAN TES FORMATIF/ TES TULIS
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Jelaskan fungsi Rice Milling Unit!
2. Jelaskan cara kerja Rice Milling Unit!
3. Jelaskan proses pengupasan kulit gabah saat melewati rol karet (rubber rol)!
KUNCI JAWABAN
1. Fungsi RMU adalah memproses gabah menjadi beras putih dalam sekali proses (1 phase) maupun 2 proes (2 phase)
2. Cara Kerja RMU: penggilingan gabah dimulai dengan proses pemecahan dan pengupasan kulit/sekam, dilanjutkan penyosohan beras pecah kulit (BPK) dan diakhiri dengan pemutuan (grading), sebelum dikemas dan dijual.
3. Proses pengupasan kulit gabah saat melewati rol karet (rubber rol):
adanya putaran dua rol yang searah dengan kecepatan yang berbeda. Karena
adanya kecepatan putaran yang berbeda, sehingga menimbulkan gaya yang berbeda pula sehingga gabah akan terkelupas kulitnya. Terdapat 2 buah rol karet yang berputar berlawanan dengan kecepatan putar yang berbeda. Jarak antara 2 rol karet dapat diatur tergantung jenis gabah yang akan dikupas, biasanya 2/3 besarnya gabah. Diameter kedua rol karet sama bervariasi 300 – 500 mm dan lebar 120-500 mm.
RUBRIK PENILAIAN
NO JAWABAN SKOR MAX
1. Fungsi RMU adalah memproses gabah menjadi beras putih dalam sekali proses (1 phase) maupun 2 proes (2 phase)
30
2. Cara Kerja RMU: penggilingan gabah dimulai dengan proses pemecahan dan pengupasan kulit/sekam, dilanjutkan penyosohan beras pecah kulit (BPK) dan diakhiri dengan pemutuan (grading), sebelum dikemas dan dijual.
30
3. Proses pengupasan kulit gabah saat melewati rol karet (rubber rol): adanya putaran dua rol yang searah dengan kecepatan yang berbeda. Karena adanya kecepatan putaran yang berbeda, sehingga
40
menimbulkan gaya yang berbeda pula sehingga gabah akan terkelupas kulitnya. Terdapat 2 buah rol karet yang berputar berlawanan dengan kecepatan putar yang berbeda. Jarak antara 2 rol karet dapat diatur tergantung jenis gabah yang akan dikupas, biasanya 2/3 besarnya gabah. Diameter kedua rol karet sama bervariasi 300 – 500 mm dan lebar 120-500 mm.
Total skor 100
NILAI TES FORMATIF: NILAI SKOR PEROLEHAN X 100 NILAI SKOR MAX
NO. NAMA SISWA NILAI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
PENILAIAN DISKUSI
NO. NAMA SISWA Berani
mengemukakan pendapat
Berani bertanya
Kerjasama Inisiatif Jiwa kepemimpinan
Skor maks
(20)
Perolehan skor
Nilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
KETERANGAN SKOR:
Memuaskan : 4
Baik : 3
Cukup : 2
Kurang : 1
NILAI DISKUSI: Perolehan skor x 100 Skor maksimal
PENILAIAN PRESENTASI
NO. NAMA SISWA Penguasaan
subtansi materi
Percaya diri Interaksi Kemampuan Mempertahankan
pendapat
Cara menyampaikan
pendapat
Skor maks (20)
Perolehan skor
Nilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
KETERANGAN SKOR:
Memuaskan : 4
Baik : 3
Cukup : 2
Kurang : 1
NILAI PRESENTASI: Perolehan skor x 100 Skor maksimal
PENILAIAN UNJUK KERJA
Aspek yang dinilai Penilaian
1 2 3
Merangkai alat Rangkaian alat tidak benar Rankaian alat benar, tapi belum rapi dan belum memperhatikan keselamatan
kerja
Rangkaian alat benar, rapi, dan memperhatikan keselamatan kerja
Pengamatan Pengamatan tidak cermat Pengamatan cermat, tetapi mengandung interpretasi
Pengamatan cermat dan bebas interpretasi
Data yang diperoleh Data tidak lengkap Data lengkap tapi tidak terorganisis, atau ada yang salah tulis
Data lengkap, terorganisir, dan ditulis dengan benar
Kesimpulan Tidak benar atau tidak sesuai tujuan Sebegian kesimpulan ada yang salah atau tidak sesuai tujuan
Semua benar dan sesuai dengan tujuan
Skor maksimal 12
Nilai Ketrampilan : Skor yang diperoleh x 100 Skor maksimal
NILAI KETRAMPILAN
No. Nama Siswa Nilai
1 2 3 4 5