Buatlah table distribusi frekuensinya!
Tabel Distribusi Frekuensi Nilai DP3 f
48-54 55-61 62-68 69-75 76-82 83-89 90-96
1 2 7 12
7 3 2 34
Langkah membuat Tabel Distribusi Frekuensi
1. Urutkan data dari data terkecil sampai data terbesar
2. Hitung rentang yaitu data tertinggi dikurang data terendah R = data tertinggi – data terendah
3. Hitung banyak kelas dengan aturan Sturges
Banyak kelas = 1 + 3,3 log n n= banyaknya data, hasil akhir dibulatkan 4. Hitung panjang kelas interval
kelas banyak
rentang
= p
5. Tentukan ujung bawah kelas interval pertama, biasanya data terkecil
6. Selanjutnya kelas interval pertama dihitung dg cara menjumlahkan ujung bawah kelas dengan panjang kelas, lalu dikurangi 1. Demikian seterusnya.
7. Nilai f dihitung dengan menggunakan table penolong
Nilai Tabulasi f
8. Pindahkan nilai f ke table frekuensi Contoh Soal :
1. Diketahui data sbb:
2. Buat histogram, poligon frekuensi, ogive kurang dari, ogive atau lebih 3. Contoh sample dengan data : 10, 3, 12, 5, 7, 10, 8, 14, 14, 14 (10 data)
Tentukan median, Kuartil, K1, K2, K3 ; D2, D5, D7,
71 75 57 88 64 80 75 75 80
82 90 68 90 88 71 75 71 81
48 82 72 62 68 74 79 79 84
75 57 75 75 68 65 68
❖ Kelas interval :
❖ Frekuensi, f :
❖ Ujung bawah kelas :
❖ Ujung atas kelas :
❖ Panjang kelas interval, p : selisih positif antara tiap dua ujung bawah berurutan. 55-48=62-55=69-62=7
❖ Batas kelas : jika ujung bawah kelas dikurangi ketelitian dan ujung atas kelas ditambah ketelitian (0,5 ; 0,05 ; 0,005), shg batas kelasnya 47,50 – 54,50
❖ Tanda kelas =
2
kelas atas ujung kelas
bawah
ujung +
.
Shg tanda kelas pertama = 51
Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
❖ dinyatakan dalam persen (%), f(%) atau f(rel)
❖ f(%) baris pertama = f(abs)pertama x 100%
n demikian seterusnya Nilai DP3 f(%)
48-54 55-61 62-68 69-75 76-82 83-89 90-96
2,94 5,88 20,60 35,29 20.60 8,81 5,88 100,00
Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
Nilai DP3 fabs frel
48-54 55-61 62-68 69-75 76-82 83-89 90-96
1 2 7 12
7 3 2
2,94 5,88 20,60 35,29 20.60 8,81 5,88 34 100,00
PENYAJIAN DATA
1. Ukuran Penempatan (ukuran letak) : Median, kuartil, desil, persentil
2. Ukuran Gejala Pusat (Ukuran Tendensi Normal) : rata-rata hitung, rata-rata ukur, rata-rata harmonic 3. Ukuran Simpangan : rentang, simpangan baku, variansi
4. Angka baku.
UKURAN PENEMPATAN 1. Median, Me
Contoh sample dengan data : 10, 3, 12, 5, 7, 10, 8, 14, 14, 14 (10 data)
➢ Data diurut menjadi :3, 5, 7, 8, 10, 10, 12, 14, 14, 14
Me =
10
2 10 10 + =
➢ Data disusun dalam dist. Frekuensi Nilai Data f1
3-5 6-8 9-11 12-14
2 2 2 4
Jumlah 10
Diperoleh :
b = 8,5 ; p = 3 ; F =2 +2= 4 ; f = 2 ; n=10
shg
( )
2 10 4 210 1 3 5 ,
8 − =
+
= Me
2. Kuartil, K1, K2, K3
❖ Data diurut menjadi :3, 5, 7, 8, 10, 10, 12, 14, 14, 14
✓ Letak Ki =
, dengan i 1,2,3 4
1) (n ke i
data + =
✓ Nilai Ki =
3 1,2, i dengan
4 , =
−
+ f
in F p b
( )
f F n p b
Me −
+
= 12
b = batas bawah kelas Me, dimana Me terletak.
p = panjang kelas Me n = banyak data
F = jumlah semua frekuensi sebelum kelas Me f = frekuensi kelas Me
Hitung letak K1, K2, K3 dan nilai K1, K2, K3
❖ Data disusun dalam dist. Frekuensi Nilai Data f1
3-5 6-8 9-11 12-14
2 2 2 4
Jumlah 10
Hitung nilai K1, K2, K3 !!!
3. Desil, D1, D2, D3, …, D9
❖ Data diurut menjadi :3, 5, 7, 8, 10, 10, 12, 14, 14, 14
✓ Letak Di = , dengan i 1,2,3 10
1) (n kei
data + = , …,9
✓ Nilai Di =
3 1,2, i dengan
10 , =
−
+ f
in F p
b , …,9
Hitung letak D7 dan nilai D7
❖ Data disusun dalam dist. Frekuensi Nilai Data f1
3-5 6-8 9-11 12-14
2 2 2 4
Jumlah 10
4. Persentil
❖ Data diurut menjadi :3, 5, 7, 8, 10, 10, 12, 14, 14, 14
✓ Letak Pi = , dengan i 1,2,3 100
1) (n kei
data + = , …, 99
✓ Nilai Pi =
3 1,2, i dengan
100 , =
−
+ f
in F p
b , …,99
❖ Data disusun dalam dist. Frekuensi Ki =
3 1,2, i dengan
4 ,
=
−
+ f
in F p b
b = batas bawah kelas Ki, dimana Ki terletak.
p = panjang kelas Ki
n = banyak data
F = jumlah semua frekuensi sebelum kelas Ki
f = frekuensi kelas Ki
D
i=
9 ..., 3, 1,2, i dengan
10 , =
−
+ f
in F p b
Hitung nilai D
7!!!
P
i=
9 ..., 3, 1,2, i dengan
100 ,
=
−
+ f
in F p b
2. UKURAN GEJALA PUSAT (UKURAN TENDENSI NORMAL) :
• RATA-RATA HITUNG atau Mean, x, µ
➢ Data berukuran n →
=
i i
n x x
➢ Data dalam bentuk table Distribusi frekuensi →
i i i
f x x
=
fContoh soal : Diketahui data : 10, 3, 12, 5, 7, 10, 8, 14, 14, 14 (10 data)
Hitung rata-ratanya? Susun dalam table distribusi frekuensi dan hitung rata-ratanya!
• RATA-RATA UKUR, U
➢ Jika perbedaan tiap dua data berurutan tetap atau hampir tetap
➢ Data berukuran n →
U =
nx
1. x
2. x
3... x
nDiketahui data 3, 9, 27, 81. Berapa rata-rata ukurnya?
➢ Jika nilai data besar →
n x U =
log ilog
Diketahui data 10, 100, 1000. Berapa rata-rata ukurnya?
➢ Data yang cenderung berkembang, mis. Pertumbuhan penduduk.
t o
t
P x
P
+
= 1 100
Penduduk Indonesia akhir tahun 1980 ada 147 juta. Jika program KB berhasil, maka pada tahun 2000, penduduk kita 240 juta. Berapa rata-rata pertumbuhan penduduk setiap tahun?
➢ Data dalam bentuk table Distribusi frekuensi
=
i i i
f x U f log
log
Nilai Data f1 xi Log xi fi log xi
3-5 6-8 9-11 12-14
2 2 2 4
Jumlah 10
Berapa rata-rata ukurnya?
• RATA-RATA HARMONIC, H
➢ Untuk merata-ratakan kecepatan beberapa jarak tempuh atau mencari harga rata rata komoditi tertentu
➢ Data berukuran n →
= xi
H n 1
➢ Data dalam bentuk table Distribusi frekuensi
Hitung-hitung rata-rata harmonik dari data diatas!!!
• MODUS ATAU MODE, Mo.
➢ Adalah nilai data yang paling sering muncul dalam suatu pengamatan.
➢ Unimodel. Bimodel
Hubungan antara rata-rata, Median dan modus
3. UKURAN SIMPANGAN (DISPERSI):
• Untuk menggambarkan derajat berpencarnya data kuantitatif
• RENTANG, R.
• RATA RATA SIMPANGAN (RS)
Adalah nilai rata-rata hitung dari harga mutlak simpangan simpangannya.
➢ Data berukuran n
=
−
=
ni xi x
RS n
1
1
➢ Data dalam table distribusi frekuensi
=
=
−
=
ni i
n
i i i
f x x f RS
1 1
R = datum terbesar – datum terkecil
HUBUNGAN DARI KETIGA UKURAN GEJALA PUSAT ADALAH H ≤ U ≤
x
Kurva simetris Sk = 0
Kurva menceng kanan Kemencengan positif
Sk > 0
Kurva menceng kiri Kemencengan negative
Sk < 0 Me Mo
Mo Me x x Mo = Me = x
=
i i i
x f H f
• VARIANSI, s2, 2
➢ Data berukuran n
( )
1
2 2
−
−
= n x
s x
i atau( )
( 1 )
2 2 2
−
= −
n n
x x
s n
i i➢ Data dalam bentuk table Distribusi frekuensi
( )
( 1 )
2 2 2
−
= −
n n
x f x
f
s n
i i i i➢ Data gabungan
( )
−
= −
k n
s s n
i i i
gab
2
2
1
• SIMPANGAN BAKU, s,
Adalah suatu nilai yang menunjukkan tingkat variasi suatu kelompok data.
Langkah menghitung simpangan baku :
1. Buat table penolong dengan bentuk dibawah : xi Xi – x (xi – x)2
x ……….
2. Masukkan nilai dari table tersebut dalam rumus ( )
1
2 2
−
= −
nx
s xi
3. Cari s = s
24. ANGKA BAKU.
• Adalah ukuran penyimpangan data dari rata-rata populasi
• Digunakan untuk membandingkan keadaan distribusi gejala.
• Bernilai nol, positif dan negatif
n ..., 2, 1, i untuk
=
= − s
x z x
iUKURAN KEMENCENGAN KURVA (SKEWNESS), Sk
• Adalah tingkat ketidaksimetrisan dari suatu distribusi.
• Koefisien kemencengan merupakan nilai selisih rata rata dengan modus dibagi simpangan baku
s mo x dardeviasi s
us Sk mean
Skewness
= − = −
tan
) mod
(
UKURAN KERUNCINGAN KURVA (KURTOSIS),
4Adalah tingkat kepuncakan dari sebuah distribusi yang biasanya diambil secara relatif dari distribusi normal. ( )
4 1 4
4 s
x n x−
=
SOAL :
1. Diketahui data 50 pegawai yang terlambat masuk.
a. Buat frekuensi kumulatif kurang dari atau lebih b. polygon frekuensi
c. Ogive “kurang dari” dan ‘atau lebih”
2. Diketahui data sampel : 10, 3, 12, 5, 7, 10, 8, 14, 14, 14 . Hitunglah simpangan bakunya 3. Diketahui data sebagai berikut :
Nilai Data f
1x
i3-5 6-8 9-11 12-14
2 2 2 4
4 7 10 13 20,8 25,3 23,7 21,3 19,7 22,8 20,7 20,3 21,5 21,2 21,9 22,5 23,6 23,1 23,8
22 21,2 19 19,9 20,7
20,7 23,8 25,1 24,2 23,8
20,9 23,3 25 24,1 23,3
25 20,9 19,5 19,8 21,1
22,2 22,9 24,1 23,9 20,9 22,8 23,5 24,2 22,8 21,6
20,1 19,5 21,8 23,9 22,7 (menit/detik)
Berapa simpangan bakunya?
Kurva mendatar (platikurtis)
4 < 3
Kurva normal (mesokurtis)
4 = 3
Kurva meruncing (leptokurtis)
4 > 3