1
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
JalanChairil Anwar No. 8 APuwatuTlp.3124061 Fax. 3125905
LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN AKTUALISASI
“UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN PADA PETUGAS TENTANG TRIASE DI RUANG UGD UPTD PUSKESMAS
WIL.KEC.LASALIMU KAB.BUTON”
Oleh :
WA ODE RAHYULIATI, A.Md.Kep NIP :19950110 201903 2 010
Telahdisetujuiuntukdiseminarkantanggal: 06 Oktober2020
COACH,
YURI, S.Sos.M.Si NIP. 196810311990031010
MENTOR,
LA ODE LETAR MADJID NIP. 196212311984121041
2
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
JalanChairil Anwar No. 8 APuwatuTlp.3124061 Fax. 3125905
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS
“UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN PADA PETUGAS TENTANG TRIASE DI RUANG UGD UPTD PUSKESMAS
WIL.KEC.LASALIMU KAB.BUTON”
Oleh :
WA ODE RAHYULIATI, A.Md.Kep NIP. 199501102019032010
TelahditerimadandiperbaikisesuaimasukanPenguji, Coach dan Mentor pada Seminar/ EvaluasiPelaksanaanAktualisasi yang diselenggarakan
Padatanggal :06Oktober 2020
Kendari, 06 Oktober2020
PENGUJI,
ARDIN, S.E., M.M NIP.1966022019861010
04
COACH,
YURI, S.Sos.M.Si NIP. 196810311990031010
MENTOR,
… LA ODE LETAR MADJID
NIP.19621231198412104 FINAL
3 Mengetahui :
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA,
SYAHRUDDIN NURDIN, SE.
Pembina UtamaMadya Go. IV/d NIP. 19660621 199012 1 003
LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS
JUDUL :
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARANPETUGAS TENTANG TRIASE
DI UGD UPTD PUSKESMAS WIL.KEC. LASALIMU
KAB.BUTON
4
Oleh :
WA ODE RAHYULIATI, A.Md.Kep NDH : 15
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN XII/XIII TAHUN 2020BADAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KENDARI 2020
5
KATA PENGANTAR
Pujisyukur Alhamdulillah penulispanjatkankehadirat Allah SWT yang telahmelimpahkanrahmatnyasertahidayahnyasehinggapenulisbisamenyelesaikantepatw aktuLaporanRancanganAktualisasidenganjudul :“UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN PADA PETUGAS TENTANG TRIASE DI RUANG UGD UPTD PUSKESMAS WIL. KEC. LASALIMU, KAB. BUTON”
SebagaipesertapadaPelatihanDasar CPNS Tahun 2020 Angkatan XIII, sayamenyadaribahwakeberhasilanimplementasinilaidasarprofesi ASN (Akuntabilitas, Nasionalisme, EtikaPublik, KomitmenMutu, dan Anti Korupsi) dalampelaksanaantahapankegiatanaktualisasidapatterwujudatasbantuandandukunganb erbagaipihak, karenanyapadakesempataninisayamengucapkanterimakasihkepada :
1. PemerintahKabupatenButonatassegaladukungan yang
menyetujuiuntukdilaksanakanPelatihanDasar CPNS Tahun 2020;
2. BapakSyahruddinNurdin,
SeselakuKepalaBadanPengembanganSumberDayaManusiaProvinsi Sulawesi Tenggara yang telahmemberikanfasilitasdanarahanselamakegiatanberlangsung;
3. Bapak Yuri, S.sos.,M.Siselakucoach Kelompok VIII Angkatan XIII yang telahmemberikanbimbingan,
dukungandanarahankepadapesertasehinggaRancanganAktualisasiinidapatterselesa ikan;
4. IbuPutriMase, Selakupendamping coach yang telahmemberikanbimbingan, dukungandanarahankepadapesertasehinggaRancanganAktualisasiinidapatterselesa ikan;
5. Bapak La Ode LetarMadjid, selaku mentor yang telahmemberikanbimbingan, dukungandanarahankepadapesertasehinggaRancanganAktualisasiinidapatterselesa ikan;
6. SeluruhWidyaiswaraPelatihanDasar CPNS Golongan IILingkupPemerintahProvinsi Sulawesi Tenggara yang telahmemberikanilmunya;
6
7. PanitiaPelaksanaPelatihanDasar CPNS FormasiUmumGolongan II AngkatanXIIIKabupatenButon2020 yang telahmembantu kami dalampelaksanaanLatsar;
8. Orang tuatercintaBapak La Ode Ali HasandanIbuSalimiyang selalumenjadipenyemangatuntukmenyelesaikanLatsar CPNS tahun 2020;
9. SeluruhpesertaPelatihanDasar CPNS Golongan IITahun 2020 yang memberbanyakkesanpersahabatandanpersaudaraan, satu rasa dansatutujuan.
10. Serta semuapihak yang tidakdapatdisebutkansatupersatu yang telahmembantudalampenyusunanlaporankegiatanini.
KegiatanaktualisasinilaidasarDiklatPrajabatan CPNS Golongan IIbertujuanuntukmemberikankesempatanmengaktualisasikannilai-
nilaidasarprofesipegawai ASN.Selainmemahamimateri CPNS dituntut agar
dapatmengimplementasikanmateri yang
didapatnyaselamaOnCampusmenjadinyatadalamkegiatansehari-hari,
terutamasaatOffCampusyaitu di Unit Kerjamasing-masing, dalamhalini di UPTD PuskesmasWil. Kec.Lasalimu.
Proses penyusunanlaporaninimasihjauhdarikesempurnaan, olehkarenaitukritikdan saran yang membangunsangatdiharapkanuntukmemperolehhasil yang sesuaidengan yang diharapkan.
Kendari, 06 Oktober2020 Peserta,
7
Wa Ode Rahyuliati, A.Md.Kep NIP.199501102019032010
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak kerja (PPPK) yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian yang diberi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diberi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang - undangan. Pegawai ASN harus melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas, serta mempererat persatuan dan kesatuan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.Pelatihan dasar CPNS dilakukan untuk menghasilkan PNS yang mampu dan menjalankan fungsinya dengan baik di masyarakat.Fungsi PNS terdiri dari 3 macam yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa.
Perawat adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan
8
pelayanan keperawatan kepada masyarakat pada sarana kesehatan. Pelayanan keperawatan adalah pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, yang mencakup bio – psiko – sosio -spiritual yang komperhensif ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat, baik sakit maupun sehat yang meliputi peningkatan derajat kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan kesehatan dan menggunakan pendekatan proses keperawatan.
9
Pemberian pelayanan keperawatan pada pasien tidak hanya berfokus pada satu layanan saja.Perawat ruang tindakan dipuskesmas dituntut untuk selalu menjalankan perannya di berbagai situasi dan kondisi yang meliputi tindakan penyelamatan pasien secara profesional khususnya penanganan pada pasien gawat darurat.Dalam suatu unit gawat darurat untuk mengoptimalkan pelayanan harus dilaksanakan triase.Triase sebagai pintu gerbang perawatan pasien memegang peranan penting dalam pengaturan darurat melalui pengelompokan dan memprioritaskan pasien secara efisien sesuai dengan tampilan medis pasien.
Triase adalah upaya untuk memilah/mengelompokkan pasien berdasarkan derajat kegawatdaruratan dan kebutuhan akan pertolongan. Dengan triase dapat ditentukan kebutuhan terbesar pasien / korban untuk segera menerima perawatan secepat mungkin.Triase juga memiliki fungsi penting di ruang tindakan/ Ruang tindakan terutama jika pasien datang pada saat yang bersamaan, untuk memastikan agar pasien ditangani berdasarkan urutan kegawatannya.
Dalam sistem triase ruang tindakan/ Ruang tindakan, ada 4 kategori warna.
Empat kategori warna tersebut memiliki arti masing - masing yang disesuaikan dengan kondisi pasien, yaitu; 1) Kategori merah, pasien dengan kategori merah adalah pasien prioritas yang butuh pertolongan segera ( gawat dan darurat ); 2) Kategori kuning, pasien dalam kategori kuning merupakan prioritas kedua ( gawat namun tidak mengancam jiwa ) juga membutuhkan pertolongan segera. Hanya saja, pasien yang termasuk kategori ini tidak dalam kondisi kritis; 3). Kategori hijau,kategori ini termasuk dalam prioritas ketiga ( tidak gawat ). Pasien dalam kategori ini umumnya mengalami cedera ringan dan biasanya masih mampu berjalan atau mencari pertolongan sendiri;
4).Kategori hitam hanya diperuntukkan bagi pasien yang sudah tidak mungkin ditolong lagi atau sudah meninggal.
Triase dapat berjalan dengan baik jika didukung tenaga medis yang kompeten dan sarana yang memadai.Tenaga medis dapat melakukan pelayanan triase berdasarkan SOP dan sarana yang memadai seperti adanya jalur triase dilantai area unit gawat darurat dan jumlah bed yaitu minimal tiga bed.Jika kondisi ruangan sempit tenaga medis dapat memberikan tanda berupa pita atau gelang berwarna sesuai urutan prioritas pelayanan pada tangan pasien. Jika triase dapat berjalan dengan baik pada
10
suatu ruang tindakan / Ruang tindakan maka akan terjadi peningkatan kepuasan pasien sehingga mutu pelayanan di Unit Gawat Darurat pun dapat meningkat.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peserta selama menjalankan tugas di UPTD Puskesmas Wil.Kec.Lasalimu terdapat beberapa kondisi yang diperoleh saat ini yaitu kurangnya pengetahuan dan kesadaran petugas kesehatan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan melalui metode triase di ruang Tindakan (UGD), Kurangnya tenaga kesehatan sebagai pemberi pelayanan kesehatan di ruang Tindakan.
Dari beberapa kondisi saat ini maka kondisi yang diharapkan yaitu petugas memiliki kesadaran dan pengetahuan kesehatan dalam melaksanakan triase di Ruang Tindakan sehingga pasien dapat ditangani dengan baik sesuai dengan tingkat kegawatdaruratan, tercapainya pegawai kesehatan sesuai kebutuhan di puskesmas dapat mempengaruhi kinerja serta terdapatnya SOP triase sebagai panduan dan kontrol perawat dalam melaksanakan triase di ruang Tindakan. Melalui permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk mengambil judul “ UPAYAPENINGKATAN KESADARAN DAN PENGETAHUAN PETUGAS TENTANG TRIASE DI RUANG UGD UPTD PUSKESMAS WILAYAH KECAMATAN LASALIMU KABUPATEN BUTON”.
B. Tujuan
• Tujuan Umum
Teraktualisasinya nilai-nilai dasar ASNpada kegiatan “Meningkatkan Kesadaran Dan Pengetahuan Petugas Tentang Triase Di Ruang UGD Uptd Puskesmas Wilayah Kecamatan Lasalimu”.
• Tujuan Khusus
Terlaksananya upaya peningkatan kesadaran dan pengetahuan petugas dengan triase di ruang UGD UPTD puskesmas wilayah kecamatan lasalimu.
11 C. Manfaat
a. manfaat untuk penulis
1. Menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai ANEKA dalam pelayanan di Puskesmas.
2. Menjadi perawat yang mampu menjalankan fungsi sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa yang memiliki integritas dan profesional di lingkungan UPTD Puskesmas Wilayah Kecamatan Lasalimu.
b. Manfaat untuk Organisasi
1. Meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas secara menyeluruh 2. Mendukung visi dan misi Puskesmas.
c. Manfaat untuk Masyarakat
1. Meningkatkan nilai kepuasan terhadap pelayanan di puskesmas
2. Meningkatkan kepercayaan masyarakat tentang kualitas petugas dalam melayani pasien
D. Ruang Lingkup kegiatan aktualisasi
Ruang lingkup kegiatan aktualisasi melingkupi Kegiatan dengan menerapkan nilai- nilai ANEKA Dengan upaya peningkatan kesadaran dan pengetahuan petugas tentang triase di ruang UGD UPTD Puskesmas wilayah kecamatan Lasalimu
12 BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI, KONSEP NILAI-NILAI DASAR DAN KEDUDUKAN PERAN ASN DAN PENETAPAN ISU
A. Deskrpisi Organisasi
Wilayah kerja Puskesmas Wilayah Kecamatan Lasalimu meliputi Kelurahan Kamaru, Desa Lasembangi, Desa Sribatara, Desa Togomangura, Desa Wasuamba, Desa Wasambaa, Desa Bonelalo, Desa Talaga baru dengan jumlah penduduk 6202 jiwa (1.515KK).
1) Luas Wilayah
Luas wilayah Puskesmas Wilayah Kecamatan Lasalimu adalah 327.29 (KM2 dan luas bangunan ±184 M2 dengan luas wilayah kerja 173.50Km2, terdiri dari dataran rendah, pemanfaatan tanah sebagai perkebunan, bangunan/ rumah, sawah dan lain-lain.
13
Wilayah kerja Uptd Puskesmas Wilayah KecamatanLasalimu meliputi sebagian wilayah Kecamatan Lasalimu dengan batas-batas wilayah administrasi sebagai berikut:
a Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Buton Utara b Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Kapuntori
c Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Pasarwajo,Kecamatan Lasalimu d Timur : Berbatas dengan Laut Banda
2) Batas Wilayah
Wilayah kerjaUptd Puskesmas Wilayah Kecamatan Lasalimu meliputi sebagian wilayah Kecamatan Lasalimu dengan batas-batas wilayah administrasi sebagai berikut:
a. Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Buton Utara b. Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Kapuntori
c. Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Pasarwajo,Kecamatan Lasalimu Selatan
d. Timur : Berbatas dengan Laut Banda
B. Struktur Organisasi
Struktur organisasi UPTD Puskesmas Wil.Kec. Lasalimu, Kab. Buton
14 C. Visi, Misi, Motto Dan Nilai-Nilai Organisasi
1. VISI
Menjadikan Puskesmas Wil Kec Lasalimu sebagai Pusat PelayananKesehatan yang bermutu sesuai Standar guna terwujudnya Masyarakat Sehat dan Berkualitas
2. MISI
Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi yang dibangun dalam Rencana Strategi UPTD Puskesmas Wilayah Kecamatan Lasalimu 2016-2021 adalah sebagai berikut
1) Menjalankan Standar Pelayanan Minimal 2) Memenuhi Standar Pelayanan Minimal
3) Mengoptimalkan Penggunaan Dana Operasional Puskesmas Untuk Pengembangan Pelayanan Promotif,Preventif,danKuratif
4) Meningkatkan Mutu Pelayanan Puskesmas Wil Kec Lasalimu
15 3. TATA NILAI
Tata Nilai UPTD Puskesmas Wilayah Kecamatan Lasalimu: Guna mewujudkan visi dan misi rencana strategis pembangunan kesehatan UPTD Puskesmas Wilayah Kecamatan Lasalimu menganut dan menjunjung tinggi tata nilai yaitu :
Tanggap: Petugas harus selalu sigap dan tanggap dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Sebagai indicator ketanggapan petugas adalah respon time petugas dalam member pelayanan khususnya di UGD kurang dari 5 menit.
Waspada: petugas menerapkan prinsip kewaspadaan terhadap resiko – resiko yang mungkin terjadi dalam memberikan setiap pelayanan kepada masyarakat sehingga petugas senantiasa melakukan upaya – upaya dalam meminimalkan resiko pelayanan. Sebagai indicator kewaspadaan petugas adalah resiko pasien jatuh sebesar 0% khususnya di ruang perawatan.
Lebih:petugas memiliki nilai lebih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa kerapihan dan sistematisnya rekam medis sehingga memudahkan dan melancarkan proses pelayanan.
Panutan:petugas puskesmas yang notabene adalah tenaga kesehatan harus member contoh kepada masyarakat bagaimana hidup sehat baik sehat diri maupun lingkungan. Sebagai indicator adalah tingkat kebersihan diri dari petugas dan lingkungan di puskesmas sebagai salah satu ciri hidup sehat.
Santun: petugas harus memiliki sifat santun dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat yang diindikasi melalui keramahan saat melakukan pelayanan, fokus dan ada kontak mata dengan masyarakat yang sedang dilayani.
Budaya mutu ini kemudian yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi dan perbaikan perilaku petugas pemberi pelayanan klinis.
D. Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara
Pembelajaran ini dimaksudkan untuk membekali peserta dengan nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan ASN secara profesional
16
sebagai pelayan masyarakat yang meliputi kemampuan: berakuntabilitas, mengedepankan kepentingan nasional, menjunjung tinggi standar etika publik, berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya, dan tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya.
Adapun penjabaran masing-masing nilai dasar ASN adalah sebagai berikut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik dalam mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan, memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis, melayani warga secara adil dan konsisten dalam penyelenggaraan pemerintahan. Nilai dasar akuntabilitas antara lain :
1) Kepemimpinan 2) Transparansi 3) Integritas
4) Tanggung jawab 5) Keadilan
6) Kepercayaan 7) Keseimbangan 8) Kejelasan 9) Konsistensi
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Sebagai pelayan publik, setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil dan tidak diskriminatif dalam
17
memberikan pelayanan masyarakat. Adapun kaitan antara nasionalisme dan peran seorang ASN terletak pada fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa dan negara. Nilai-nilai nasionalisme tercermin dalam pancasila. Memiliki rasa Nasionalisme tinggi dapat tercermin dengan selalu berupaya memberikan hal positif kepada bangsa disbanding mempertanyakan apa yang sudah bangsa berikan kepada kita.
3. EtikaPublik
Etika publik adalah norma yang menentukan baik atau buruk, benaratau salah sebuah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan dalam rangka tanggung jawab pelayanan publik. Nilai dasar Etika Publik antara lain
1) Jujur dalam memberikan informasi 2) Terbuka
3) Tulus
4) Ramah dan Sopan
5) Bisa menjaga informasi yang bersifat rahasia 6) Bersikap hormat
7) Bertanggung jawab dalam menggunakan barang milik negara 8) Tidak diskriminatif, berlaku adil dalam memberikanpelayanan 4. KomitmenMutu
Berbicara komitmen mutu sama dengan membahas tugas dan tanggung jawab ASN yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dilaksanakan secara optimal sehingga tercipta kepuasan stakeholders. Aspek utama yang menjadi target stakeholder adalahlayanan yang berkomitmen pada mutu melalui penyelenggara secara efektif dan efisien. Nilai dasar komitmen mutu antara lain :
1) Efektif 2) Efisien 3) Inovatif 4) Mutu 5) Adaptif 6) Responsif
7) Perbaikan berkelanjutan
18 5. Anti Korupsi
Korupsi merupakan perbuatan yang tidak baik, melangg araturan dan menyimpang.Korupsi banyak merugikan Negara.Korupsi dapat mengakibatkan kemiskinan, busunglapar, keerusakan moral dan hutang Negara yang semakin lama semakin meningkat. Terdapat beberapa nilai-nilai dasar anti korupsi:
1) Jujur 2) Peduli 3) Mandiri 4) Disiplin
5) Tanggungjawab 6) Kerja keras 7) Sederhana 8) Berani 9) Adil
E. Kedudukan dan Peran ASN
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ASN memiliki kedudukan dan Peran, kedudukan dan peran tersebut dijelaskan di dalam materi Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole Of Government sebagaiberikut.
1. Manajamen ASN
Untuk mewujudkan birokrasi yang professional dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, pemerintah melalui UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara telah bertekad untuk mengelola aparatur sipil negara menjadi semakin professional, di materi ini dibahas mengenai :
1) Kedudukan ASN 2) Peran ASN
3) Hak dan Kewajiban ASN
4) Kode Etik dan Kode Perilaku ASN
5) Konsep Sistem Merit dalam pengelolaan ASN
6) Kelembagaan dan jaminan sistem merit dalam pengelolaan ASN 7) Mekanisme Pengelolaan ASN
19 2. Pelayanan Publik
Pelayanan Publik dijelaskan sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan /atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Prinsip-prinsip pelayanan publik antara lain :
1) Partisipatif 2) Transparan 3) Responsif
4) Tidak diskriminatif 5) Mudah dan Murah 6) Efektif dan Efisien 7) Aksesibel
8) Akuntabel 9) Berkeadilan
3. Whole Of Government
Whole of government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sector dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayananpublik.
Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan berdasarkan perbedaan kategori hubungan antara kelembagaan yang terlibat sebagai berikut:
1) Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
- Penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan mempertimbangkan dampak;
- Dialog ataupertukaraninformasi;
20
- Joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk kerjasama sementara.
2) Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi 3) menjadi:
- Joint working, ataukolaborasisementara;
- Joint ventrure, yaituperencanaanjangkapanjang, kerjasama pada pekerjaanbesar yang menjadiurusanutama salah satupesertakerjasama;
- Satelit, yaituentitasyangterpisah, dimilikibersama, dibentuksebagaimekanismeintegratif.
4) Kedekatan dan pelibatan, yang
tipehubungannyadapatdibagilagimenjadi:
- Aliansistrategis, yaituperencanaanjangkapanjang, kerjasama pada isubesar yang menjadiurusanutama salah satupesertakerjasama;
- Union, berupaUnifikasiresmi, identitasmasing-
masingmasihnampak; merger,
yaitupenggabungankedalamstrukturbaru (LAN, 2017)
F. Penetapan Isu dan Dampaknya
Isu-isu yang ditemukan di UPTD Puskesmas Wil. Kec.Lasalimu, antara lain sebagaiberikut:
1. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gejala diabetes mellitus 2. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran petugas tentang Triase di UGD 3. Kurangnya kepatuhan cuci tangan pada petugas
Isu nomor 2 yaitu tentang Kurangnya pengetahuan dan kesadaran petugas tentang Triase di ruang tindakan UGD benar-benar sedang terjadi saat ini di lingkungan UPTD puskesmas Wil.Kec.Lasalimu. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan berdampak buruk bagi pelayanan khususnya pada tindakan pasien gawat darurat dimana belum memahami
21
metode dalam memilah-milah pasien sehingga dapat berakibat keterlambatan penanganan pada pasien yang benar-benar memerlukan bantuan segera. Oleh karena itu penulis mengangkat isu kurangnya pengetahuan dan kesadaran petugas tentang Triase diruang UGD sebagai tugas aktualisasi dengan melakukan sosialisasi sehingga diharapkan setelah dilakukannya kegiatan tersebut petugas dapat memahami prosedur tindakan triase yang benar.
Yang berperan dalam kegiatan ini adalah penulis selaku pembawa kegiatan dan yang mengadakan sosialisai, petugas ugd dalam hal ini rekan perawat selaku penerima sosialisasi, Kepala Puskesmas sebagai pengambil kebijakan.
22 RANCANGAN AKTUALISASI
A. Unit Kerja : UPTD Puskesmas Wil. Kec. Lasalimu B. Isu Yang Diangkat : Kurangnya pengetahuan dan kesadaran
petugas tentang Triase di Ruang UGD Puskesmas Lasalimu C. Gagasan Pemecahan Isu : Mengadakan sosialisasi tentang Triase kepada petugas UGD khususnya
perawat
D. Tujuan Gagasan Pemecahan Isu : Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petugas tentang triase di ruang UGD
Tabel 1.1 Rancangan Aktualisasi
N
o Kegiatan Tahapan kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata pelatihan
Kontribusi terhadap visi &
misi organisasi
Penguat an nilai organisa
si
1 2 3 4 5 6
1 Melakuka n kosultasi
dengan kepala
a. Menyiapkan catatatan untuk konsultasi
Adanya catatan kosultasi
Akuntabilitas – Kepemimpinan- adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab antara pimpinan dan
Terkait Dengan Visi Organisasi :
“Menjadikan
Puskesmas Wil Kec Lasalimu
Terkait dengan Nilai Organisa
si :
23 puskesma
s
bawahan unit kerja NasionalismeSikap saling menghormati antara pimpinan dan bawahan di unit kerja EtikaPublik-
Sopan melakukan komunikasi dan konsultasi kepada pimpinan dengan Bahasa yang santun.
KomitmenMutu
Melakukan koordinasi sebagai komitmen terhadap pelayanan mutu
Anti Korupsi
Menumbuhkan rasa
peduli dengan
pencapaian program puskesmas
sebagai Pusat Pelayanan
Kesehatan yang bermutu sesuai standar guna terwujudnya
Masyarakat Sehat dan Berkualitas”
Terkait Misi Organisasi:
G. Meningkatkan Mutu Pelayanan Puskesmas Wil Kec Lasalimu
• Lebih
• Santu n
24 b. Meminta
dukungan/
masukan kepada kepala puskesmas
Adanya dukungan atau masukan dari Kepala Puskesmas
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas – Kepemimpinan- adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab antara pimpinan dan bawahan unit kerja
NasionalismeSikap saling menghormati antara pimpinan dan bawahan di unit kerja EtikaPublik-
Sopan melakukan komunikasi dan konsultasi kepada pimpinan dengan Bahasa yang santun.
KomitmenMutu
Melakukan permintaan dukungan sebagai komitmen terhadap pelayanan mutu
Terkait dengan Nilai Organisa
si : Lebih
Santun
25
Anti Korupsi
Menumbuhkan rasa
peduli dengan
pencapaian program puskesmas
26 c. Meminta
persetujuan dari pimpinan tentang
kegiatan yang akan dilakukan
Adanya bukti persetujuan dari
kepala puskesmas
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas –
Kepemimpinan– adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab antara bawahan dan pimpinan unit kerja Nasionalisme –
Munculnya sikap hormat menghormati antara bawahan dan pimpinan di unit kerja. Dan
penekanan pada tanggung jawab yang harus dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang telah disampaikan.
Etika Publik – Sopan Melakukan komunikasi dan meminta
persetujuan kepada pimpinan dengan
Terkait dengan
Nilai Organisa
si :
• Tang gap
• Wass pada
27
bahasa yang santun
Komitmen Mutu – melakukan koordinasi sebagai komitmen terhadap kualitas pelayanan dan
mengedepankan kualitas mutu
Anti Korupsi – Denganadanya dukungan inidapat memunculkan rasa peduli terhadap pencapaian misi puskesmas 2 Membuat
poster terkait triase
a. Mendesain poster Triase
Adanya ide tentang
desain
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas – Tanggung Jawab dalam membuat poster triase
Nasionalisme – Tepat waktu dalam mendesain
Terkait denga nilai organisa
si :
28
penilaian sebagai wujud sila ke 5
Etika Publik –
bahasadalam desain poster menggunakan bahasa yang sopan dan santun
Komitmen mutu – Inovatif Membuat poster yang berkualitas sebagai bentuk inovasi
Anti korupsi – adanya kerja keras dalam mendesain sehingga diperoleh poster yang baik.
Waspad a
b. Konsultasi ke mentor
tentang desain poster
Adanya persetujua n dari mentor
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas –
Kepemimpinan– adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab antara bawahan dan pimpinan unit kerja Nasionalisme –
Terkait dengan
Nilai Organisa
si :
Lebih Santun
29
Munculnya sikap hormat menghormati antara bawahan dan pimpinan di unit kerja. Dan penekanan pada tanggung jawab yang harus dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang telah disampaikan.
Etika Publik – Sopan Melakukan komunikasi dan konsultasi kepada pimpinan dengan bahasa yang santun Komitmen Mutu – melakukan koordinasi sebagai komitmen terhadap kualitas pelayanan dan
mengedepankan kualitas mutu
Anti Korupsi – Denganadanya
30
pertemuan ini, dapat memunculkan rasa peduli terhadap pencapaian misi puskesmas
c. Mencetak poster
Tersedian ya poster
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas – Tanggung Jawab dalam mencetak desain poster
Nasionalisme – Tepat waktu dalam mencetak poster sebagai wujud sila ke 5
Etika Publik – hasil cetakan diupayakan berdaya guna dan berhasil guna
Komitmen mutu – Inovatif Membuat poster triase yang berkualitas sebagai bentuk inovasi
31
Anti korupsi – adanya kerja keras dalam mencetak poster sehingga diperoleh desain yang baik dan bagus, transparansi dana untuk pencetakan poster Triase
d. Menempel poster Triase
Telah tertempel poster Triase di ruang UGD
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas – Tanggung Jawab dalam menempel poster triase
Nasionalisme – Tepat waktu dalam
menempelkan poster triase sebagai wujud sila ke 5
Etika Publik – hasil cetakan yang
telahditempeldiupayakan berdaya guna dan
berhasil guna Komitmen mutu –
32
Inovatif menempel poster Triase yang berkualitas sebagai bentuk inovasi
Anti korupsi – adanya kerja keras dalam menempel poster triae sehingga diperoleh desain yang baik dan bagus, transparansi dana untuk pencetakan poster Triase
3 Membuat pita triase
a. Menyiapkan bahan
Tersediany a bahan yang akan dibutuhkan dalam pembuatan pita triase
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas – Kepemimpinan- adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab antara pimpinan dan bawahan unit kerja NasionalismeSikap saling menghormati
33
antara pimpinan dan bawahan di unit kerja EtikaPublik-
Sopan melakukan komunikasi dan konsultasi kepada pimpinan dengan Bahasa yang santun.
KomitmenMutu Melakukan koordinasi sebagai komitmen terhadap pelayanan mutu
Anti Korupsi
Menumbuhkan rasa peduli dengan
pencapaian program puskesmas
34 b. Berkoordinasi
dengan petugas lain dalam
pembuatan pita triase
Adanya kerjasama dalam pembuatan pita triase
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas –
Tanggung jawab dalam menyediakan
pembuatan pita triase Nasionalisme – dalam pembuatan pita triase tepat waktu
Etika Publik menyiapkan bahan dengan penuh kesungguhan hati Komitmen mutu – Efisien Membuat pita triase dengan penuh tanggung jawab
Anti korupsi – Tanggung jawab, dan peduli dalam pembuatan pita triase
35 c. Membuat pita
triase
adanya pita triase yang telah dibuat
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas –
Tanggung jawab dalam menmbuat pita triase Nasionalisme – dalam membuat pita triase tepat waktu
Etika Publik
menyiapkan pita triase dengan penuh
kesungguhan hati Komitmen mutu – Efisien Menyiapkan pita triase dengan penuh tanggung jawab Anti korupsi –
Tanggung jawab, dan peduli dalam membuat pita triase
36 4 Melakuka
n sosialisasi
Melakukan
konsultasi dengan mentor
Disetujuiny a
pelaksanaa n
sosialisasi oleh mentor
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas –
Kepemimpinan- adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab antara pimpinan dan bawahan unit kerja
NasionalismeSikap saling menghormati antara pimpinan dan bawahan di unit kerja EtikaPublik-
Sopan melakukan komunikasi dan konsultasi kepada pimpinan dengan Bahasa yang santun.
KomitmenMutu Melakukan koordinasi sebagai komitmen terhadap pelayanan mutu
37
Anti Korupsi
Menumbuhkan rasa peduli dengan
pencapaian program puskesmas
Menyiapkan bahan sosialisasi
Tersediany a bahan yang
mendukung kegiatan sosialisai
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas –
Tanggung jawab dalam menyediakan materi sosialisasi
Nasionalisme – dalam menyediakan materi sosialisasi tepat waktu Etika Publik
menyiapkan materi sosialisasi dengan penuh kesungguhan hati Komitmen mutu – Efisien Menyiapkan materi sosialisasi dengan penuh tanggung jawab
38
Anti korupsi – Tanggung jawab, dan peduli dalam
menyediakan materi sosialisasi Membagikan
quosioner pre test
Tiap peserta telah memiliki quosioner
Keterkaitan Nilai Dasar Akuntabilitas
Tanggungjawab, kejelasankuisioner Nasionalisme
menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
EtikaPublik
Tidak mendis kredit kan para medis dalam menyusun kuisioner KomitmenMutu
Efektif dan efisien dalam menyusun kuisioner
Anti Korupsi
39
Disiplin dan jujur tanpa membedakan hubungan kedekatan dalam menilai
hasi lkuisioner Melakukan
sosialisasi
Seluruh peserta menyimak penyampai an maupun latihan saat sosialisai
Keterkaitan Nilai Dasar Akuntabilitas
Tanggung jawab yaitu mempertanggung
jawabkan materi kuisioner
Nasionalisme
Mengggunakan bahasa Indonesia saat sosialisasi
EtikaPublik
Ramah dan sopan serta bersikap hormat dalam menyampaikan hasil kuisioner
Komitmen Mutu
Efektif dan efisien
40
dalam menyimpulkan hasil kuisioner
Anti Korupsi
Tanggung jawab dan transparan memberikan
informasi yang jelas tentang kegiatan yang
akandilakunan
5. Evaluasi hasil
Membagikan
kembali soal post test
Seluruh peserta mengisi soal
Keterkaitan Nilai Dasar
• Akuntabilitas
Tanggung jawab yaitu mempertanggung jawabkan materi kuisioner
• Nasionalisme -
• EtikaPublik
Ramah dan sopan serta bersikap hormat dalam menyampaikan hasil kuisioner
41
• KomitmenMutu Efektif dan efisien dalam menyimpulkan hasil kuisioner
• Anti Korupsi Tanggungjawab dan
transparanmemberikanin formasi yang
jelastentangkegiatan yang akandilakunan
• Melihat hasil post test
• Adanya perbanding an
pengetahu an petugas dari
sebelum sosialisasi
Keterkaitan Nilai Dasar Akuntabilitas
Tanggung jawab yaitu mempertanggung jawabkan hasil
keseimpulan kuisioner Nasionalisme
-
42 dan setelah sosialisasi
EtikaPublik
Tidak mencoret – coret hasil kuisioner. Menjaga rahasia hasil kuisione rmasing – masing peserta
KomitmenMutu Efektif dan
efisiendalammenyimpul kanhasilkuisioner Anti Korupsi Tanggung jawab dan
transparan dalam menyimpulkan hasil kuisioner
• Membuat tabel perbandingan hasil
pengetahuan
Adanya table perbandingan
Keterkaitan Nilai Dasar Akuntabilitas
Kepemimpinan- adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab antara pimpinan dan bawahan unit kerja
43
Nasionalisme
Sikap saling percaya,
sikap saling
membangun visi misi puskesmas.
EtikaPublik-
Sopan melakukan komunikasi kepada paramedis
KomitmenMutu
Melakukan koordinasi sebagai komitmen terhadap pelayanan mutu
Anti Korupsi
Memberikan informasi yang jelas dan benar
44
BAB III CAPAIAN AKTUALISASI
A. KENDALA DAN ANTISIPASI
Dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi sejak tanggal 31 Agustus sampai dengan tanggal 03 Oktober 2020 selama off campus diperoleh berbagai macam kendala pada setiap kegiatan, serta tindakan upaya antisipasi terhadap kendala kegiatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3.1 Kendala dan Antisipasi
NO Kegiatan/tahap kegiatan Kendala yang ditemukan
Upaya antisipasi
1. Melakukan kosultasi
dengan kepala
puskesmas
• Menyiapkan catatan untuk konsultasi
• Meminta dukungan/
masukan kepada kepala puskesmas
• Meminta persetujuan dari pimpinan tentang kegiatan yang akan dilakukan
Kurangnya waktu luang yang dimiliki pimpinan karena dalam keadaan tersebut pimpinan sedang dalam situasi berduka.
Memanfaatkan waktu luang yang dimiliki oleh pimpinan dan menepati janji temu dengan tepat waktu untuk menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang akan dilakukan.
2. Membuat poster terkait triase
• Mendesain poster Triase
• Konsultasi ke mentor tentang
Tidak adanya tempat percetakan di wilayah kerja
Melakukan percetakan diluar wilayah kerja
45 desain poster
• Mencetak poster
• Menempel poster Triase
3. Membuat pita triase
• Menyiapkan bahan
• Berkoordinasi dengan petugas
lain dalam
pembuatan pita triase
• Membuat pita triase
Kurangnya waktu luang rekan petugas berhubung
dengan sering
berubahnya jadwal piket
Memanfaatkan waktu
luang dengan
semaksimal mungkin untuk melakukan koordinasi bersama
petugas saat
pembuatan pita triase
4. Melakukan sosialisasi kepada petugas
khususnya perawat UGD tentang Triase
• Melakukan
konsultasi dengan Kepala Puskesmas
• Menyiapkan bahan sosialisasi
• Membagikan quosioner pre test pada peserta
• Melakukan sosialisasi
Kurangnya waktu luang rekan petugas berhubung
dengan sering
berubahnya jadwal piket
Memanfaatkan waktu luang yang dimiliki oleh rekan petugas untuk melakukan sosialisasi
5. Evaluasi hasil
• Membagikan
Kurangnya referensi untuk membuat tabel
Mencari referensi tentang tabel
46 kembali soal post
test
• Melihat hasil post test
• Membuat tabel perbandingan hasil pengetahuan
perbandingan hasil pra test dan post test
perbandingan di internet
47 B. HASIL AKTUALISASI
Tabel 3.2 Hasil Aktualisasi
N
o Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil
Keterkaitan output/hasil kegiatan terhadap
penguatan NDS
Kontribusi output / hasil terhadap visi &
misi organisasi
Penguatan nilai organisasi
Kegiatan Subtitusi /
tambaha n
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakuka n
kosultasi dengan kepala puskesm as
Menyiapkan catatan untuk
konsultasi
Adanya catatan kosultasi
Akuntabilitas – Kepemimpinan- adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab antara pimpinan dan bawahan unit kerja
NasionalismeSikap saling menghormati antara pimpinan dan bawahan di unit kerja EtikaPublik-
Sopan melakukan
Terkait Dengan Visi Organisasi :
“Menjadikan
Puskesmas Wil Kec Lasalimu sebagai Pusat Pelayanan Kesehatan yang bermutu sesuai standar guna terwujudnya
Masyarakat Sehat dan Berkualitas”
Terkait dengan Nilai
Organisasi :
Lebih Santu n
48
komunikasi dan konsultasi kepada pimpinan dengan Bahasa yang santun.
KomitmenMutu
Melakukan koordinasi sebagai komitmen terhadap pelayanan mutu
Anti Korupsi
Menumbuhkan rasa
peduli dengan
pencapaian program puskesmas
Terkait Misi Organisasi:
H. Meningkatkan Mutu Pelayanan
Puskesmas Wil Kec Lasalimu
49 Meminta
dukungan/
masukan kepada kepala puskesmas
Adanya dukunga n atau masukan dari Kepala Puskes mas
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas – Kepemimpinan- adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab antara pimpinan dan bawahan unit kerja
NasionalismeSikap saling menghormati antara pimpinan dan bawahan di unit kerja EtikaPublik-
Sopan melakukan komunikasi dan konsultasi kepada pimpinan dengan Bahasa yang santun.
KomitmenMutu
Melakukan permintaan dukungan sebagai komitmen terhadap pelayanan mutu
Terkait dengan
Nilai Organisasi :
Lebih Santun
50
Anti Korupsi
Menumbuhkan rasa
peduli dengan
pencapaian program puskesmas
51 Meminta
persetujua n dari pimpinan tentang kegiatan yang akan dilakukan
Adanya bukti persetujuan dari kepala puskesmas
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas –
Kepemimpinan– adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab antara bawahan dan pimpinan unit kerja Nasionalisme –
Munculnya sikap hormat menghormati antara bawahan dan pimpinan di unit kerja. Dan
penekanan pada tanggung jawab yang harus dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang telah disampaikan.
Etika Publik – Sopan Melakukan komunikasi dan meminta
persetujuan kepada pimpinan dengan
Terkait dengan Nilai Organisasi :
• Tangga p
• Wasspa da
52
bahasa yang santun Komitmen Mutu – melakukan koordinasi sebagai komitmen terhadap kualitas pelayanan dan
mengedepankan kualitas mutu
Anti Korupsi – Denganadanya dukungan inidapat memunculkan rasa peduli terhadap pencapaian misi puskesmas
2 Membuat poster terkait triase
• Mendesain poster Triase
Adanya ide tentang
desain
Keterkaitan nilai dasar:
Akuntabilitas – Tanggung Jawab dalam membuat poster triase
Nasionalisme – Tepat waktu dalam mendesain
Terkait denga nilai organisasi :
Waspada