• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARANDAERAH PROPINSI DAERAH TINGI{AT I BALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARANDAERAH PROPINSI DAERAH TINGI{AT I BALI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARANDAERAH

PROPINSI DAERAH TINGI{AT I BALI

NOMOR : 178 TAHUN : 1995 SERI:

D NO. 176 GUBERNUR

KEPAI,A

DAERATI

TINGKAT I BALI

KEPUTUSAN GUBERNUR

I(EPAI,A

DAERATI

TINGKAT I BALI

NOMOR 335

TAIIUN

T995

TENTANG

PEMBENTUKAN

DAN SUSUNAN I{EANGGOTAAN PUSAT

PENGENDALIAN KEBAKARAN IIUTAN

.

DAN

I,AIIAN DAERAII PROPINSI

DAERATI

TINGKAT I BALI

GUBERNUR

KEPAI,A DAERAII TINGKAT I BALI,

Menimbang

: a.

bahwa kebakaran

hutan

disamping dapat me- ngakibatkan kerusakan

hutan

dan lingkungan yang merugikan negara dan masyarakat, juga dapat menimbulkan gangguan asap sehinggaperlu peningkatan pencegahan dan pemadaman secara terkoordinir;

b.

bahwa guna pelaksanaan tugas operasional ter- hadap masalah penanggulangan kebakaran hutan, diperlukan suatu Pusat Pengendalian (PUSDAL)

dari unsur-unsur

pelaksana

instansi

sektoral lainnya;

c.

bahwa

untuk

memenuhi maksud tersebut

huruf

b, maka dipandang perlu

untuk

dibentuk Pusat

(2)

Mengingat

:1.

Pengendalian

Kebakaran Hutan dan

Lahan

DaeiahTingkat I Bali dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali.

Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I B ali, Nusa enggara Timur (Lem- donesia

Tahun

1958 aranNegaraRePublik Indonesia Nomor 1649);

Undang-undang Nomor

5 Tahun

1967 tentang

Ketentuan-ketentual

Pokok Kehutanan (Lem- baran Negara Republik Indonesia

Tahun

1967 Nomor

8;iambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823);

Indonesia Nomor 9037);

Undang-undang Nomor

4 Tahun

1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Ling-

kungan Hidup (Lembaran Negara

Republik Indonesia

Tahun

1982

Nomot

1-2; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

3215);

5.

Undang-undang Nomor

5 Tahun

1990 tentang Konservasi Sumber Daya

Alam Hayati

beserta

Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik

Indonesia

Tahun

1990 Nomor

49;

Tambahan Lembaran Negara

Republik

Indonesia Nomor e419);

6.

Peraturan Pemerintah Nomor

28 Tahun

1985 an Negara

r

39;Tam- Indonesia Nomor 3294);

2.

3

4.

(3)

Keputus an lvlenteri Kehut anan Nomor 1 9 5lKp_ts - 1111986 tentang Petunjuk Tentang Usaha Pen- cegahan danL Pemadaman Kebakaran;

Keputus an lWenteri Kehut anan Nomor 1 88/I(pts- IIl1995 tentamg Pembentukan Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan Nasional;

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor

KEI'. 184{en

LtVSl1995

tentang

Pem- bentukan Badan Koordinasi Nasional Kebakaran Lahan;

Surat Kepul;usan Direktur Jenderal Perlindung- an Hutan dan Pelestarian Alam Nomor 81/Kpts/

DJ-VI/95 tentang Petunjuk Pelaksanaan

Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan;

Peraturan Draerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali Nomor 7 Tahun 1991 tentang Usaha Pencegahan

dan

Pemadaman

Kebakaran Hutan

Dalam Propinsi DaerahTingkat I Bali (Lembaran Daerah Propinsi Da,erah Tingkat

I

Bali Nomor 133);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA

DAERAH

TINGKAT I BALI TENTANG

PEMBENTUKAN

DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN

PUSAT

PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN

DAN

LAHAN DAERAH PROPINSI DAERAH

TING- KAT

I BALI

Pasal

1

(1)

Membentuk Pusat

Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Daerah Propinsi Daerah Ting-

kat I

BaIi, rselanjutnya disingkat PUSDALKAR-

HUTDA yang merupakan organisasi

non

struktural

sebagai

forum kerjasama

antara

berbagai instansi sektoral maupun

instan'si lainnya yangbersifat koordinatiffungsional, untuk

7.

8

9.

10.

11

(4)

mencapai

tujuan seoptimal mungkin

dalam penyelenggaraan

dan

pelaksanaan koordinasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan, (2) Susunan Kearnggotaan Pusat Fengendalian Ke-

bakaran Hutan dan Lahantersebut ayat (1) pasal

ini

adalah sebagaimana tercantum dalam Lam- piran Keputusan ini.

Pasal

2 PUSDALKARHUTDA bertugas ;

a.

merumuskan l<ebijaksanaan teknis operasional, dan memberikan pedoman/pengarahan kebijak- sanaan upaya pencegahan dan pemadaman ke- bakaran hutarr dan lahan;

b.

mengkoordinasikan pencegahan dan pemad aman

kebakaran hutan

secara

terpadu di Tingkat

Daerah;

c.

mengendalikan pelaksanaan program pencegah-

an dan

pemadaman

kebakaran hutan

dalam

J?l"3il,",i1i;

dari Direktur

Jenderal Perlindungan

Hutan dan

pelestarian Alam;

d.

merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana

serta

tenaga

terampil yang diperlukan

dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Pasal

3

Pengorganisasian PUSDALKARHUTDA

Tingkat I Bali

secara bertirrgkat

ke

bawah tersusun sebagai berikut :

a. PUSDALKARHUTDA bertugas

menjabarkan kebijaksanaarr PUSDALKARHUTNAS dalam menyelenggarakan dan mengkoordinasikan pen- cegahan dan pemadaman kebakaran hutan secara terpadu di Tingkat Daerah;

(5)

b

c^

d.

Satuan Pelaksana Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan merupakan Satuan Pelaksana

langr

melaksanakan operasi dan dapat membentuk regu- regu Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan setempat setingkat dengan kecamatan;

Satuan Pelaksana dibentuk berdasarkan

Keputusan Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat

II

setempat yang kedudukan dan tugas-

nya

sesuai

ketentuan peraturan

perundang- undangan yang berlaku;

Satuan Pelaksana yang dibentuk berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati/lValikota- madya Kepala Daerah Tingkat

II

setempat.

Pasal

4

KODAL (Komando Pengendalian) meliputi :

a.

Komando Pengendalian Tingkat I adalah Gubernur

-

Kepala Daerah Tingkat I Bali sebagai penanggung

jawab, Kepala Kantor Wilayah

Departemen Kehutanari Propinsi

Bali

sebagai Ketua lJmum, Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Daerah Ting- kat

I

Bali sebagai Pelaksana Harian.

b.

Komando Pengendalian Tingkat

II

adalah Bupati/

Walikotamadya KepalaDaerah Tingkat

II

setem-

pat

sebagai penangpJung jarvab, Sekwilda Ting-

kat II

sebagai

Ketua lJmum, Kepala

Dinas Perhutanan dan Koriservasi Tanah Ketua Harian, Satuan Pelaksana Operasi.

Pasal

5

(1) Untukmembantu penyelenggaraan Pengendalian Kebakaran

Hutan dan Lahan oleh

PUSDAL- KARHUTDA dibentuk sekretariat yang dipimpin

oleh sekretaris yang bertugas

memberikan pelayanan administrasi dan atau dukungan staf

guna membantu

penyelenggaraan kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

(6)

(2)

Sekretariat PUSDALKARHUTDA

berfungsi sebagai

pusat seluruh kegiatan sehari-hari

PUSDALKARHUTDA

Tingkat I

dan berkedu-

dukan di Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Propinsi Bali.

Pasal

6

Seluruh kebijaksanaan, penyelenggaraan

dan pelaksanaan kegiatan PUSDALKARHUTDA berada dibawah pimpinan dan tanggung jawab Gubernur

Kepala Daerah Tingkat I BaIi yang

sehari-hari dilaksanakan oleh Ketua Umum selaku Penanggung Jawab Harian.

Pasal

7

(1) Tugas, Wewenang dan Tanggung jawab Ketua Umum.

a.

dalam melaksanakan tugas pengendalian ke- bakaran

hutan

dan lahan bertindak selaku Penanggung jawab Harian;

b.

menentukan arah dan memberikan bimbingan dalam pelaksanaan kegiatan pengendaliani kebakaran hutan dan lahan.

Pasal

8

Konsultasi dan koordinasi pada dasarnya dilakukan secara

terus

menerus,

baik melalui

rapat-rapat

maupun kontak langsung ditingkat

PUSDAL-

KARHUTDA, ditingkat Satuan

Pelaksana, dan ditingkat Regu Pemadaman Kebakaran.

Pasal

9

Untuk

mencapai hasil yang optimal, berdayaguna, berhasil guna, serta

tepat

guna,

perlu

dilakukan pengembangan sistem komunikasi dan perhubungan dengan dukungan mekanisme pelaporan (Report System) yang praktis dan efektif baik melalui sistem komunikasi dan perhubungan yang telah ada maupun

yang akan dikembangkan, termasuk

'saluran

komunikasi ABRL

(7)

Pasal

10

Segala pembiaryaan

yang timbul

sebagai akibat ditetapkannya Keputusan

ini

dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan atau Anggaran Penrlapatan

dan

Belanja Daerah serta sumber-sumber lain yang sah.

Pasal

11

Keputusan

ini

mulai beriaku pada tanggal ditetap- kan.

Ditetapkan

di :

Denpasar

Pada

tanggal :

3

Juli

1995

GUBERNUR KF]PALA DAERAH TINGKAT

I

BALI, ttd.

IDA BAGUS

OKA

Keputusan

ini

disampaikan kepada :

1.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta.

2.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta.

' 3.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Jakarta.

4.

Sekretaris Jenderal Departernen Kehutanan di Jakarta.

5. Direktur

Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam di Jakarta.

6.

Ketua Umum PUSDALKARHUTNAS di Jakarta.

7.

Para Anggota Muspida Propinsi Dati

I

Bali di Denpasar.

8.

Ketua DPRD Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali di Denpasar (3 expl).

9.

Ketua Bakorstanasda Nusra di Denpasar.

10.

Kepala

Kantor Wilayah

Departemen Kehutanan Propinsi Bali di Denpasar.

(8)

11. Kepala Kantor Wilayah

Departemen

Transmigrasi dan

PPH Propinsi Bali di Denpasar.

12.

Kepala Kantor Wilayah Departremen Sosial Propinsi

Bali

di Den- pasar.

13.

Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Propinsi

BaIi

di Denpasar.

14. Kepala

Kantor

Wilayah Deparl;emen Pertanian Propinsi

Bali

di Denpasar.

15. Inspektur Wilayah Propinsi Bali di Denpasar.

16.

Kepala Markas Wilayah Hansip Propinsi Bali di Denpasar.

17.

Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Dati

I

Bali di Denpasar.

18.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi

Dati I

Bali di Denpasar.

19.

Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Dati

I

BaIi di Denpasar.

20.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Dati

I

BaIi di Denpasar.

2

1.

Kep ala Biro Bina Perekonomian Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar.

22.

Kepala Biro Hukum Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar (11 expl).

23.

BupatiAValikotamadya Kepala Daerah Tingkat

II

se-Bali.

24.

Anggota

Tim

PUSDAIKARHUTDA Propinsi

Dati I Bali di

Den- pasar.

DiundangkarL dalam Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali

Nomor :

178

Tanggal :

23 Agustus 1995

Seri :D Nomor :776.

Sekretaris Wilayah/Daerah Tingkat

I

Bali, ttd.

DEWA BERATIIA.

Pembina Utama NIP. 010049857.

(9)

I,AMPIR.AN KEPUTUSAN GUBERNUR KEPAI,A DAERAII

)

TTNGKAT

r BALr

TANGGAL 3

JULI

1995 NOMOR

./ 335 TAHUN 1995 TENTANG PEMBENTUKAN

DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN PUSAT

PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DAERAH PROPINSI DAERAH TING.

KAT

I BALI

Susunan Keanggotaan Pusat Pengendalian Kebakaran

Hutan

dan Lahan Daerah Propinsi Daerah

Tingkat I

Bali.

Penanggung jawab Penasehat

Ketua Umum Ketua Harian Sekretaris

Anggota,

Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali.

Muspida Tingkat

I

Propinsi Bali.

Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehutan- an Propinsi BaIi.

Kepala Dinas Kehutanan Propinsi DaerahTing- kat

I

Bali.

Kepala Bidang Pengukuhan

Hutan

dan Kon- servasi Alam, Kanwil Departemen Kehutanan Propinsi Bali.

1.

Perwira Seksi Teritorial, Komando Resort

Militer

163/TViras atya.

2.

o.

4.

5.

b.

l.

Kepala

Biro

Bina Perekonomian Setwilda Tingkat

I

Bali.

Kepala Biro Hukum Setwilda Tingkat I Bali.

Kepala Biro Bina Lingkungan Hidup Set- wilda Tingkat

I

Bali.

Kepala Bidang Penyuluhan, Kanwil

Departemen Transmigrasi dan PPH Propinsi Bali.

Kepala Bidang Pembinaan, Markas Wilayah Hansip Propinsi Dati

I

Bali.

Kepala Bidang

Bina

Organisasi dan Ban-

tuan

Sosial, Kantor Wilayah Departemen Sosial Propinsi Bali.

(10)

8.

Kepala Sub Dinas Pen5ruluhan, Dinas Per- tanian Tanaman Pangan Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali.

9.

Kepala Sub Dinas Peralatan dan Perbekal- an, Dinas Pekerj aan Umum Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali.

10. Kepala Sub Dinas Pembinaan Kesehatan

Lingkungan (PKL), Dinas

Kesehatan

Propinsi Daerah Tingkat

I

BaIi.

11. Kepala Sub Dinas Penyuluhan, Dinas Per- kebunan Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali.

12. Kepala Sub Bagian

Min

Binnis Polsus

Dit

Birnmas Polda Nusra.

13.

Kepala Pusat Komando

Pengendalian Rescue 787ISAR/I'KSD, BaIi Nusra.

14. Pengawas

Pelaksana/Sub Koordinator

Rescue (SKR) Bali Nusra.

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I

BAI,I, ttd.

IDA

BAGUS OKA

Referensi

Dokumen terkait

aspek teknis artinya aspek persifat teknis yang sangat dibutuhkan oleh perpustakaan sekolah seperti tenaga, dana, serta sarana dan prasarana. Menurut Darmono ada

Dengan cara topologi ini dapat dilakukan pembagian bentuk menjadi elemen dengan jumlah elemen yang berbeda pada suatu arah sehingga ketelitian suatu analisis dapat

Guru mengecek kehadiran peserta didik dan meminta peserta didik untuk mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang diperlukanPeserta didik menerima informasi tentang pembelajaran

Kepala Daerah Pengadaan barang dan pemborongan pekerjaan yang dilakukan dalam lingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Bali sebagaimana di- maksud pada diktum

Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 1 Tahun 1993 tentangPedoman Organisasi dan Tata Kerja Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Daerah Tingkat I dan Dinas Lalu

Sehubungan dengan hal tersebut dalam angka 3, maka Pemerintah Daerah memandang perlu meningkatkan pengawasan dan pelayanan kepada wisatawan asing sesuai dengan

tidak dimaksudkan untuk ikut campur dalam urusan internal KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH “KOSIPAS SAHABAT RAKYAT SEJATI (SHARI)” akan tetapi untuk menciptakan

Secara garis besar, ancaman tersebut dapat kita bagi menjadi dua bagian yaitu malpractice (salah mengobati) yang terkait dengan penguasaan ilmu kedokteran seorang dokter