NO NOMER PERKARA KASUS DESAIN INDUSTRI
PENGGUGAT TERGUGAT
PUTUSAN
PENGADILAN NIAGA
MAHKAMAH AGUNG
1. Putusan MA No.801 K/
Pdt.Sus/2011 Jo. Putusan PN No. 05/HKI/ Desain Industri/2011/ PN.Sby.
Mesin TMS
Roll Forming MachinePT. Aplus Pacific
Onggo Warsito Menolak Menguatkan
2. Putusan MA No. 623K/
Pdt.Sus/2009 Jo. Putusan PN No. 15/Desain Industri/2009/PN.Niaga.
Jkt.Pst.
Strip Sepatu X2
Theng Tjhing Djie
Hadiyanto Tjukup Wirawan
Mengabulkan Menolak
3. Putusan MA No. 533 K/
Pdt.Sus/2008 Jo. Putusan PN No. 05/ Desain Industri/ 2008/PN.Niaga.
Jkt.Pst
Kanal Pintu Besi Lipat dan Daun Pintu Besi Lipat
Tody Jusman Husein Mengabulkan Menguatkan
4. Putusan MA No. 166 K/
Pdt.Sus/2007 Jo. Putusan PN No. 39/Desain Industri/2007/PN.Niaga.
Jkt.Pst
Kaos Kaki 64 (enam puluh empat) orang
Eric Susanto Mengabulkan Menguatkan
Universitas Sumatera Utara
Desain Industri/2006/
PN.Niaga.Jkt.Pst.
6. Putusan MA No. 022 K/
N/HaKI/2005 Jo.
Putusan PN No.05/HAKI /2004/PN.Niaga. Sby
Sepeda Motor Garuda
Honda Giken Kogyo Kabushiki Kaisha
PT. Anglo Sama Permata Motor
Menolak Mengabulkan
7. Putusan MA No. 01 K/
N/HaKI/2005 Jo.
Putusan PN No.
46/Desain Industri/2004/
PN.Niaga.Jkt.Pst.
Lemari CBK 124
PT. Cahaya Buana Intitama
Robert Ito Mengabulkan Menolak
8. Putusan MA No. 031 K/
N/HaKI/2004 Jo.
Putusan PN No.
42/Desain Industri/2004/
PN.Niaga.Jkt.Pst.
Kemasan Kotak 4 (Empat) Persegi
Agus Gunawan PT. Nusamandala Primadaya
Menolak Mengabulkan
9. Putusan MA No. 09 K/
N/HaKI/2003 Jo.
Putusan PN No. 02/Merk /2002/PN.Niaga.Sby.
Alat Pemantik Api
PT. Tokai Dharma Indonesia
The Kiok Sen Mengabulkan Menolak
10. Putusan MA No. 04 K/
N/HaKI/2003 Jo.
Putusan PN No.
40/Desain Industri/
2002/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Botol Oli PT. Jumbo Power
Liu Eddy Sucipto Menolak Menguatkan
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 1 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 P U T U S A N
No. 533 K/Pdt.Sus/2008
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G
memeriksa perkara perdata (HaKI) pada tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara antara :
JUSMAN HUSEIN, bertempat tinggal di Danau Indah Barat II, Blok D2, No. 10, RT 003/RW 014, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, dalam hal ini memberi kuasa kepada: TURMAN M. PANGGABEAN, SH. dan kawan-kawan, para Advokat, berkantor di Ruko Cempaka Mas Blok B/24 Jalan Letjend. Suprapto, Jakarta Pusat 10640, Pemohon Kasasi dahulu Tergugat;
m e l a w a n
TODY, bertempat tinggal di Jalan Lebak Wangi No. 49, Jalan Raya Parung, Bogor;
Termohon Kasasi dahulu Penggugat;
d a n
MENTERI HUKUM DAN HAM RI Cq. DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Cq.
DIREKTUR DESAIN INDUSTRI, berkedudukan di Jalan Daan Mogot Km 24, Tangerang 15119, Banten;
Turut Termohon Kasasi dahulu Turut Tergugat;
Mahkamah Agung tersebut ;
Membaca surat-surat yang bersangkutan ;
Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Termohon Kasasi dahulu sebagai Penggugat telah menggugat sekarang Pemohon Kasasi dan Turut Termohon Kasasi dahulu sebagai Tergugat dan Turut Tergugat di muka persidangan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada pokoknya atas dalil-dalil:
1. Bahwa Penggugat adalah berwiraswasta bengkel pembuatan folding gate dengan nama “Cengkareng Roll A Door” berdasarkan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) No. SIUP : 446/10-21/PK/XI/1992 tertanggal 11 November 1992, (Bukti P-1);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 2 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 2. Bahwa dengan demikian Penggugat telah membuka usaha
pembuatan folding gate dalam kurun waktu selama 16 (enam belas) tahun sampai sekarang ini (1992-2008);
3. Bahwa dalam menjalankan usaha tersebut, Penggugat telah mencetak brosur yang diberi nama “Cengkareng Folding Gate”, (Bukti P-2);
4. Bahwa sebagai bahan terpenting untuk pembuatan folding gate tersebut adalah secara umum telah dikenal dan telah menjadi milik umum (Public Domain), oleh bengkel-bengkel yang memproduksi folding gate tersebut maupun oleh masyarakat luas yang menggunakannya serta distributor-distributor besi di seluruh Indonesia dan bahkan negara asing. Populer dengan istilah/sebutan
“Kanal Pintu Besi Lipat dan Daun Pintu Besi Lipat” dikalangan distributor besi ataupun pengusaha bengkel Folding Gate;
5. Bahwa oleh Tergugat, kanal pintu besi lipat tersebut telah dimohonkan pendaftaran hak desain industrinya kepada Turut Tergugat dengan No. Permohonan Desain Industri A00 2007 00119 (Bukti P-3) tertanggal 12 Januari 2007 dan telah terdaftar dengan No. ID 0 010 726-D dan No. Permohonan Desain Industri A00 2007 00005 (Bukti P-4) tertanggal 02 Januari 2007 dan telah terdaftar dan bersertifikat dengan No.ID 0 010 746-D;
6. Bahwa selanjutnya oleh Tergugat, daun pintu besi lipat pun telah dimohonkan pendaftaran hak desain industrinya kepada Turut Tergugat No. Permohonan Desain Industri A00 2007 00116 (Bukti P- 4) tertanggal 12 Januari 2007 dan telah terdaftar dan bersertifikat dengan No. ID 0 010 725-D;
7. Bahwa dengan pendaftaran tersebut Tergugat melalui kuasa hukumnya telah membuat peringatan desain industri di Koran, (Bukti P-5);
8. Bahwa seluruh desain industri yang didaftarkan Tergugat kepad Turut Tergugat yang menjadi obyek sengketa dalam perkara ini, memiliki kesamaan dengan desain industri yang diperdagangkan oleh Penggugat maupun milik pihak lain, baik dari segi konfigurasi maupun bentuknya;
9. Bahwa Penggugat berkeyakinan Tergugat dengan itikad tidak baik (Bad Faith) sengaja mendaftarkan seluruh obyek sengketa desain industri dalam perkara ini kepada Turut Tergugat yang masih
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 3 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 mempunyai kekurangan tenaga ahli pemeriksaan serta belum memiliki dokumen pembanding. Padahal desain industri yang didaftarkan oleh Tergugat tersebut telah puluhan tahun beredar di tengah masyarakat dan bukanlah merupakan penemuan yang terbaru. Hal ini dikenal dengan istilah Public Domain;
10. Bahwa Penggugat sangat keberatan dengan pendaftaran desain industri tersebut karena melanggar kepentingan hukum Penggugat dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
11. Bahwa berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang No.31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, menyebutkan:
Ayat (1) : Hak desain industri diberikan untuk desain industri yang baru;
Ayat (2) : Desain industri dianggap baru apabila pada tanggal penerimaan desain industri tersebut tidak sama dengan pengungkapan yang telah ada sebelumnya;
Ayat (3) : Pengungkapan sebelumnya, sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pengungkapan desain industri yang sebelum tanggal penerimaan atau tanggal prioritas; telah diumumkan atau digunakan di Indonesia atau di luar Indonesia;
12. Bahwa bersandar pada Pasal 2 Undang-undang No.31 tahun 2000 tentang Desain Industri tersebut, hak desain industri yang menjadi obyek sengketa dalam perkara ini dan telah terdaftar atas nama Tergugat, sesungguhnya secara hukum tidak patut didaftarkan dan terdaftar serta haruslah dibatalkan karena bukan merupakan desain industri yang memiliki kebaruan baik bentuk dan konfigurasinya, akan tetapi merupakan desain industri yang telah ada sebelumnya dan telah banyak beredar dan digunakan oleh masyarakat luas;
13. Bahwa berdasarkan Pasal 38 ayat (1) Undang-undang No.31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, menyebutkan “Gugatan pembatalan pendaftaran desain industri dapat diajukan oleh pihak yang berkepentingan dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 atau Pasal 4 kepada Pengadilan Niaga;
14. Bahwa Penggugat adalah pihak yang berkepentingan sebagaimana dimaksud dalam pasal tersebut mengingat Penggugat adalah pedagang/wiraswasta dalam pembuatan folding gate yang memakai
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 4 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 komponen-komponen desain industri yang menjadi obyek sengketa dalam perkara ini. Dan sesungguhnya ratusan atau ribuan bengkel- bengkel folding gate yang ada di Indonesia adalah pihak yang berkepentingan dalam perkara ini;
15. Bahwa Turut Tergugat dalam menerbitkan sertifikat desain industri yang menjadi obyek sengketa dalam perkara ini dikarenakan Turut Tergugat belum memiliki tenaga ahli pemeriksa dan tidak adanya alat pembanding, oleh karenanya Tergugat dan Turut Tergugat haruslah tunduk dan patuh serta melaksanakan segala putusan pengadilan yang berkenaan dengan perkara ini. Turut Tergugat haruslah tunduk dan melaksanakan pembatalah desain industri yang menjadi obyek sengketa dalam perkara ini berdasarkan putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang memerintahkan putusan dapat dijalankan lebih dahulu meskipun adanya upaya hukum kasasi atau upaya hukum lainnya (vide Pasal 39 ayat (9) Undang-undang No. 31 Tahun 2000);
bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat mohon kepada Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat supaya memberikan putusan sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan batal/membatalkan Sertifikat Desain Industri Kanal Pintu Besi Lipat terdaftar dengan No. ID 010 726-D dan No. ID 0 010746-D serta Daun Pintu Besi Lipat terdaftar dengan No. ID 0 010 725-D dan No. ID 0 010 723-D atas nama Tergugat adalah dilandasi itikad tidak baik (bad faith) karena Tergugat mendaftarkan desain industrinya secara melawan hukum, secara tidak layak serta tidak jujur;
3. Membatalkan pendaftaran Desain Industri Kanal Pintu Besi Lipat Sertifikat Desain Industri tanggal 12 Januari 2007 dengan No. ID 0 010 726-D dan tanggal 02 Januari 2007 dengan ID 0 010 746-D atas nama Tergugat dari Daftar Umum Desain Industri di Direktorat Desain Industri, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI, serta membatalkan pendaftaran desain industri Daun Pintu Besi Lipat tanggal 12 Januari 2007 dengan No. ID 010 725-D dan tanggal 12 Januari 2007 dengan No. ID 0 010 723-D atas nama Tergugat dari Daftar Umum Desain Industri di Direktorat Desain Industri, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 5 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 4. Memerintahkan kepada Direktorat Desain Industri, Direktorat
Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI selaku Turut Tergugat untuk mentaati putusan ini dengan mencoret pendaftaran desain industri sertifikat Desain Industri tanggal 12 Januari 2007 dengan No. ID 0 010 726-D dan tanggal 02 Januari 2007 dengan ID 0 010 746-D, tanggal 12 Januari 2007 No. ID 010 725-D dan tanggal 12 Januari 2007 dengan No. ID 0 010 723-D atas nama Tergugat dari Daftar Umum Desain Industri dengan segala akibat hukumnya;
5. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul;
Apabila Bapak Ketua Pengadilan berpendapat lain kami mohon putusan yang seadil-adilnya;
Bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat mengajukan eksepsi yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut:
Gugatan Penggugat Kabur (Obscuur Libel), karena:
A. Antara Posita dan Petitum bertentangan satu sama lain:
1. Bahwa Penggugat pada posita gugatannya butir 5 dan 6 mendalilkan, Tergugat adalah pendaftar atas 3 (tiga) Pemohon Desain Industri, antara lain;
1.1. No.Permohonan Desain Industri A00 2007 00119, tertanggal 12 Januari 2007, dan telah terdaftar dengan No. ID 0 010 726-D;
1.2. No.Permohonan Desain Industri A00 2007 00005, tertanggal 12 Januari 2007, dan telah terdaftar dengan No. ID 0 010 746-D;
1.3. No.Permohonan Desain Industri A00 2007 00118, tertanggal 12 Januari 2007, dan telah terdaftar dengan No. ID 0 010 725-D;
2. Bahwa akan tetapi pada butir 3 petitum gugatannya, Penggugat meminta/memohon agar membatalkan 4 (empat) pendaftaran Desain Industri, antara lain:
2.1. Desain Industri, tanggal 12 Januari 2007, dengan No.ID 0 010 726-D;
2.2. Desain Industri, tanggal 12 Januari 2007, dengan No.ID 0 010 746-D;
2.3. Desain Industri, tanggal 12 Januari 2007, dengan No.ID 0 010 723-D;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 6 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 2.4. Desain Industri, tanggal 12 Januari 2007, dengan No.ID 0
010 725-D
3. Bahwa bersandar pada posita dan petitum gugatan Penggugat tersebut menunjukkan gugatan Penggugat kabur (Obscuur Libel), karena antara posita dan petitum saling bertentangan (bertolak belakang) satu sama lain, mengingat disatu sisi pada posita gugatan, Penggugat mendalilkan bahwa hanya ada 3 (tiga) desain industri sengketa a quo yang memiliki kesamaan dengan desain industri yang diperdagangkan oleh Penggugat maupun milik pihak lain (Public Domain), akan tetapi disisi lain pada petitumnya Penggugat meminta/memohon agar dibatalkan 4 (empat) desain industri atas nama Tergugat;
4. Bahwa oleh karena gugatan Penggugat kabur (Obscuur Libel), maka sangatlah patut dan adil menurut hukum agar gugatan Penggugat ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima;
B. Penggugat tidak menguraikan secara jelas dimana letak persamaan antara Desain Industri sengketa a quo dengan Desain Industri yang diperdagangkan oleh Penggugat maupun pihak lain (Public Domain);
5. Bahwa Penggugat pada butir 1, 2, dan 3 gugatannya mendalilkan
“Penggugat adalah bengkel pembuatan folding gate dengan nama
“Cengkareng Roll A Door” yang telah berdiri sejak 16 tahun lalu, dan yang dalam brosur dicetak dan diberi nama “Cengkareng Folding Gate”. Dan pada butir 4 Penggugat mendalilkan, “bahwa sebagai bahan terpenting untuk pembuatan folding gate tersebut adalah secara umum telah dikenal dan telah menjadi milik umum (Public Domain)...dan seterusnya”;
6. Bahwa kemudian pada butir 8 gugatannya Penggugat mengajukan keberatan atas ketiga desain-desain industri objek sengketa dengan mendalilkan, “bahwa seluruh desain industri yang didaftarkan Tergugat kepada Turut Tergugat memiliki kesamaan dengan desain industri yang diperdagangkan oleh Penggugat maupun pihak lain, baik dari segi konfigurasi maupun bentuknya”;
7. Bahwa akan tetapi Penggugat tidak menguraikan lebih lanjut di mana letak persamaan konfigurasi maupun bentuk dari desain- desain industri objek sengketa a quo dengan desain industri yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 7 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 diperdagangkan oleh Penggugat maupun milik pihak lain (Public Domain), sehingga mengakibatkan gugatan Penggugat menjadi tidak jelas atau kabur (Obscuur Libel);
8. Bahwa perlu Penggugat ketahui, nama suatu bengkel (Cengkareng Roll A Door) dan bahan terpenting untuk pembuatan suatu folding gate, tidaklah dapat dijadikan dasar dan alasan untuk mengajukan gugatan pembatalan atas suatu desain industri terdaftar, karena nama suatu bengkel dan bahan terpenting pembuatan suatu desain industri tidak mendapat perlindungan hukum atau tidak dapat diklaim menurut Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, sehingga hal-hal tersebut tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan ada tidaknya kesamaan atas suatu desain industri;
9. Bahwa oleh karenanya Penggugat tidak menjelaskan secara rinci dan jelas dimana letak kesamaan ketiga desain-desain industri objek sengketa dengan desain industri yang diperdagangkan oleh Penggugat maupun milik pihak lain (public domain), dan kemudian mengakibatkan gugatan Penggugat menjadi kabur (obscuur libel), maka menurut hukum gugatan Penggugat sudah sepatutnya ditolak atau tidak dapat diterima;
Bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat mengajukan gugatan balik (rekonvensi) atas dalil-dalil yang pada pokoknya atas dalil- dalil sebagai berikut:
1. Bahwa apa yang dikemukakan dalam konvensi di atas mohon dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan dalam rekonvensi ini;
2. Bahwa sebagaimana diuraikan pada pembahasan konvensi di atas, desain-desain industri yang merupakan objek sengketa a quo adalah desain industri yang baru dan tidak mempunyai kesamaan dengan desain-desain industri yang diperdagangkan oleh Tergugat Rekonvensi atau pihak lain, atau yang telah diungkapkan sebelumnya (Public Domain), baik dari segi bentuk maupun konfigurasinya;
3. Bahwa desain-desain industri “Kanal Pintu Besi Lipat” dan “Daun Pintu Besi Lipat” yang menjadi obyek sengketa perkara a quo memiliki kebaruan dan sangat berbeda dengan desain-desain industri folding gate yang sudah ada sebelumnya, karena desain industri pada kedua ujung daun pintu besi lipat yang menjadi objek sengketa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 8 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 perkara a quo, bentuk dan konfigurasinya melengkung, sedangkan pada daun pintu besi lipat yang sudah ada sebelumnya berbentuk lurus. Demikian pula desain industri Kanal Pintu Besi Lipat yang merupakan obyek sengketa a quo berbentuk hampir seperti kotak melengkung yang pada kedua sisinya berhadap-hadapan satu sama lain atau hampir bersinggungan, sedangkan kanal pintu besi lipat yang sudah ada sebelumnya berbentuk bulat. Dengan demikian desain-desain industri yang merupakan objek sengketa a quo adalah termasuk desain industri yang baru dan sah menurut hukum sesuai dengan Pasal 2 Undang-undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri;
4. Bahwa Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi pada butir 8 gugatannya telah mengakui secara tegas, “Bahwa seluruh desain industri yang didaftarkan Tergugat pada Turut Tergugat yang menjadi objek sengketa dalam perkara ini, memiliki kesamaan dengan desain industri yang diperdagangkan oleh Penggugat”;
5. Bahwa bersandar pada pengakuan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi yang telah menggunakan desain-desain industri milik Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi secara tanpa hak yang mengakibatkan kerugian bagi Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi dan oleh karenanya Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi wajib mengganti kerugian Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi;
6. Bahwa adapun kerugian-kerugian yang dialami oleh Penggugat Rekonvensi dan menjadi tanggung jawab atau yang harus dibebankan kepada Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi adalah sebagai berikut:
Kerugian Materil :
Kerugian akibat berkurangnya keuntungan penjualan atas produk
“Kanal Pintu Besi Lipat” dan “Daun Pintu Besi Lipat” hasil produksi Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi terhitung sejak diketahuinya Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi telah membuat dan memperdagangkan “Kanal Pintu Besi Lipat: dan “Daun Pintu Besi Lipat” yang mempunyai kesamaan dengan desain-desain industri yang merupakan obyek sengketa a quo, yang ditaksir sebesar Rp 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah), (PR/TK-1);
Kerugian Immateril:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 9 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 Kerugian akibat terganggunya nama baik Penggugat Rekonvensi/
Tergugat Konvensi dihadapan sesama pengusaha pembuat “Kanal Pintu Besi Lipat” dan “Daun Pintu Besi Lipat”, serta tersita/hilangnya waktu Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi untuk menjalankan usahanya serta kegiatan-kegiatan lain, akibat adanya gugatan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi, yang ditaksir sebesar Rp 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah), (PR/TK-2);
Dengan demikian total ganti kerugian Penggugat Rekonvensi/
Tergugat Konvensi yang dibebankan kepada Tergugat Rekonvensi/
Penggugat Konvensi adalah sebesar Rp 8.000.000.000,- (delapan milyar rupiah);
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Penggugat Rekonvensi mohon agar Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memberikan putusan sebagai berikut:
- Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat Rekonvensi untuk seluruhnya;
- Menyatakan desain industri No. ID 0 010 726-D tanggal 12 Januari 2007 berjudul Kanal Pintu Besi Lipat; No. ID 0 010 746-D tanggal 12 Januari 2007 berjudul Kanal Pintu Besi Lipat; No. ID 0 010 723-D tanggal 12 Januari 2007 Daun Pintu Besi Lipat, dan No. ID 0 010 725-D tanggal 12 Januari 2007 berjudul Daun Pintu Besi Lipat atas nama Penggugat Rekonvensi adalah desain industri yang baru dan sah menurut hukum sesuai dengan Pasal 2 Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri;
- Menyatakan Tergugat Rekonvensi beritikad tidak baik dan telah menggunakan desain-desain industri milik Penggugat Rekonvensi secara tanpa hak;
- Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar ganti kerugian Penggugat Rekonvensi total sebesar Rp 8.000.000.000,- (delapan milyar rupiah) secara tunai terhitung sejak putusan perkara ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap;
Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengambil putusan, yaitu putusan No. 05/DESAIN INDUSTRI/2008/PN.NIAGA.JKT.PST. tanggal 19 Juni 2008 yang amarnya sebagai berikut:
DALAM EKSEPSI:
- Menolak Eksepsi Tergugat untuk seluruhnya;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 10 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 DALAM KONVENSI:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya;
2. Menyatakan batal/membatalkan Sertifikat Desain Industri Kanal Pintu Besi Lipat terdaftar dengan Sertifikat No. ID 010 726-D tanggal 27 Juni 2007, Sertifikat No. ID 0 010746-D tanggal 11 Juli 2007 serta Daun Pintu Besi Lipat dengan Sertifikat No. ID 0 010 725-D tanggal 27 Juni 2007 dan Sertifikat No. ID 0 010 723-D tanggal 27 Juni 2007 atas nama Jusman Husen (Tergugat) adalah dilandasi itikad tidak baik (Bad Faith) karena Tergugat mendaftarkan desain industrinya secara melawan hukum, secara tidak layak serta tidak jujur;
3. Membatalkan pendaftaran Desain Industri Kanal Pintu Besi Lipat terdaftar dengan Sertifikat No. ID 0 010 726-D tanggal 27 Juni 2007, Sertifikat No. ID 0 010 746-D tanggal 11 Juli 2007, serta desain industri Daun Pintu Besi Lipat dengan Sertifikat No. ID 0 010 725-D tanggal 27 Juni 2007 dan sertifikat No. ID 0 010 723 D tanggal 27 Juni 2007 atas nama Jusman Husen (Tergugat) dari Daftar Umum Desain Industri di Direktorat Desain Industri, Direktorat Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI,
4. Memerintahkan kepada Direktorat Desain Industri, Direktorat Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI selaku Turut Tergugat untuk mentaati putusan ini dengan mencoret pendaftaran desain industri sertifikat No. ID 0 010 726-D tanggal 27 Juni 2007, Sertifikat No. ID 0 010 746-D tanggal 11 Juli 2007, serta desain industri Sertifikat No. ID 0 010 725-D tanggal 27 Juni 2007 dan sertifikat No. ID 0 010 723 D tanggal 27 Juni 2007 atas nama Jusman Husen (Tergugat) dari Daftar Umum Desain Industri dengan segala akibat hukumnya;
Dalam Rekonvensi:
- Menolak gugatan Penggugat dalam Rekonvensi untuk seluruhnya;
Dalam Konvensi dan Rekonvensi:
- Menghukum Tergugat Dalam Konvensi/Penggugat dalam Rekonvensi untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp 3.011.000,- (tiga juta sebelas ribu rupiah);
Menimbang, bahwa sesudah putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada tanggal 19 Juni 2008 kemudian terhadapnya oleh Tergugat/Pemohon Kasasi dengan perantaraan kuasanya,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 11 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 3 Juli 2008 diajukan permohonan kasasi secara lisan pada tanggal 3 Juli 2008 sebagaimana ternyata dari akte permohonan kasasi No. 23/Kas/HaKI/2008/
PN.Niaga.Jkt.Pst. jo No. 05/Desain Industri/2008/PN.NIAGA.JKT.PST.
yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, permohonan mana diikuti dengan memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut pada tanggal 17 Juli 2008;
Bahwa setelah itu oleh Penggugat/Termohon Kasasi yang pada tanggal 23 Juli 2008 telah diberitahu tentang memori kasasi dari Tergugat/Pemohon Kasasi diajukan jawaban memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 31 Juli 2008;
Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan- alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan seksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/Tergugat dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah:
- Judex facti tidak berwenang atau melampaui batas wewenang oleh karena telah merubah dan/atau menambah petitum gugatan Penggugat/Termohon Kasasi;
- Bahwa dalam putusannya halaman 55 tentang Dalam Konvensi pada butir 2, 3 dan 4 judex facti memberikan amar putusan sebagai berikut:
“2. Menyatakan batal/membatalkan Sertifikat Desain Industri Kanal Pintu Besi Lipat terdaftar dengan Sertifikat No. ID 010 726-D tanggal 27 Juni 2007, Sertifikat No. ID 0 010746-D tanggal 11 Juli 2007 serta Daun Pintu Besi Lipat dengan Sertifikat No. ID 0 010 725-D tanggal 27 Juni 2007 dan Sertifikat No. ID 0 010 723-D tanggal 27 Juni 2007 atas nama Jusman Husen (Tergugat) adalah dilandasi itikad tidak baik (Bad Faith) karena Tergugat mendaftarkan desain industrinya secara melawan hukum, secara tidak layak serta tidak jujur;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 12 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008
“3. Membatalkan pendaftaran Desain Industri Kanal Pintu Besi Lipat terdaftar dengan Sertifikat No. ID 0 010 726-D tanggal 27 Juni 2007, Sertifikat No. ID 0 010 746-D tanggal 11 Juli 2007, serta desain industri Daun Pintu Besi Lipat dengan Sertifikat No. ID 0 010 725-D tanggal 27 Juni 2007 dan sertifikat No. ID 0 010 723 D tanggal 27 Juni 2007 atas nama Jusman Husen (Tergugat) dari Daftar Umum Desain Industri di Direktorat Desain Industri, Direktorat Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI;
“4. Memerintahkan kepada Direktorat Desain Industri, Direktorat Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI selaku Turut Tergugat untuk mentaati putusan ini dengan mencoret pendaftaran desain industri sertifikat No. ID 0 010 726-D tanggal 27 Juni 2007, Sertifikat No. ID 0 010 746-D tanggal 11 Juli 2007, serta desain industri Daun Pintu Besi Lipat sengan Sertifikat No. ID 0 010 725-D tanggal 27 Juni 2007 dan sertifikat No. ID 0 010 723 D tanggal 27 Juni 2007 atas nama Jusman Husen (Tergugat) dari Daftar Umum Desain Industri dengan segala akibat hukumnya;
Sedangkan petitum gugatan Penggugat tertanggal 08 Februari 2008
“Semua bukti-bukti material/contoh fisik yang diajukan oleh Penggugat tersebut di atas telah bermeterai secukupnya” dari gugatan dan putusan judex facti halaman 55 terlihat secara jelas dan nyata judex facti telah melampaui batas wewenang dalam membuat pertimbangan di bawah ini:
Petitum gugatan Penggugat: Amar putusan judex facti:
2. Menyatakan batal/membatalkan Sertifikat Desain Industri Kanal Pintu Besi Lipat terdaftar dengan No. ID 010 726-D dan No. ID 0 010746-D serta Daun Pintu Besi Lipat terdaftar dengan No. ID 0 010 725-D dan No. ID 0 010 723-D atas nama Tergugat adalah dilandasi itikad tidak baik (Bad Faith) karena Tergugat mendaftarkan desain industrinya secara melawan hukum, secara tidak layak serta tidak jujur;
2. Menyatakan batal/membatalkan Sertifikat Desain Industri Kanal Pintu Besi Lipat terdaftar dengan Sertifikat No. ID 010 726-D tanggal 27 Juni 2007, Sertifikat No. ID 0 010746-D tanggal 11 Juli 2007 serta Daun Pintu Besi Lipat dengan Sertifikat No. ID 0 010 725-D tanggal 27 Juni 2007 dan Sertifikat No. ID 0 010 723-D tanggal 27 Juni 2007 atas nama Jusman Husen (Tergugat) adalah dilandasi itikad tidak baik (Bad Faith) karena Tergugat mendaftarkan desain industrinya
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 13 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 3. Membatalkan pendaftaran De-
sain Industri Kanal Pintu Besi Lipat Sertifikat Desain Industri tanggal 12 Januari 2007 dengan No. ID 0 010 726-D dan tanggal 02 Januari 2007 dengan ID 0 010 746-D atas nama Tergugat dari Daftar Umum Desain Industri di Direktorat Desain Industri, Di- rektorat Jenderal Hak Kekaya- an Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI, serta membatalkan pendaftaran desain industri Daun Pintu Besi Lipat tanggal 12 Januari 2007 dengan No. ID 010 725-D dan tanggal 12 Januari 2007 dengan No. ID 0 010 723-D atas nama Tergugat dari Daftar Umum Desain Industri di Direktorat Desain Industri, Di- rektorat Jenderal Hak Kekaya- an Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI;
4. Memerintahkan kepada Direk- torat Desain Industri, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI selaku Turut Tergugat untuk mentaati putusan ini dengan mencoret pendaftaran desain industri sertifikat Desain Industri tanggal 12 Januari 2007 dengan No. ID 0 010 726-D dan tanggal 02 Januari 2007 dengan ID 0 010 746-D, tanggal 12 Januari 2007 No. ID 010 725-D dan tanggal 12 Januari 2007 dengan No. ID 0 010 723-D atas nama Tergugat dari Daftar Umum Desain Industri dengan segala akibat hukumnya;
secara melawan hukum, secara tidak layak serta tidak jujur;
3. Membatalkan pendaftaran De- sain Industri Kanal Pintu Besi Lipat terdaftar dengan Sertifikat No. ID 0 010 726-D tanggal 27 Juni 2007, Sertifikat No. ID 0 010 746-D tanggal 11 Juli 2007, serta desain industri Daun Pintu Besi Lipat dengan Sertifikat No.
ID 0 010 725-D tanggal 27 Juni 2007 dan sertifikat No. ID 0 010 723 D tanggal 27 Juni 2007 atas nama Jusman Husen (Tergugat) dari Daftar Umum Desain Industri di Direktorat Desain Industri, Direktorat Hak Keka- yaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI;
4. Memerintahkan kepada Direk- torat Desain Industri, Direktorat Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI selaku Turut Tergugat untuk mentaati putusan ini dengan mencoret pendaftaran desain industri sertifikat No. ID 0 010 726-D tanggal 27 Juni 2007, Sertifikat No. ID 0 010 746-D tanggal 11 Juli 2007, serta desain industri Daun Pintu Besi Lipat dengan Sertifikat No. ID 0 010 726-D tanggal 27 Juni 2007 dan sertifikat No. ID 0 010 723 D tanggal 27 Juni 2007 atas nama Jusman Husen (Tergugat) dari Daftar Umum Desain Industri dengan segala akibat hukumnya;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 14 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 - Bahwa pada amar putusan Judex Facti butir 2 baris ke tiga Judex
Facti telah menambah kata “sertifikat”, dan menambah tanggal 27 Juni 2007. Pada baris keempat Judex Facti juga menambah kata
“sertifikat” dan tanggal 11 Juli 2007. Pada baris kelima Judex Facti menambah kata “Desain Industri” dan “dengan sertifikat “ serta menghilangkan kata-kata “terdaftar dengan”. Pada baris ketujuh, Judex Factie telah menambah kata “tanggal 27 Juni 2007”, dan pada baris kedelapan Judex Facti menambah kata “ tanggal 27 Juni 2007”
dan kata “Jusman Husein”, “adalah”, dan Judex Facti menghilangkan kata-kata “secara” petitum gugatan Penggugat/ Termohon Kasasi.
Sedangkan dalam petitum gugatan Penggugat/ Termohon Kasasi butir 2 tidak ada kata-kata “tanggal 27 Juni 2007”.
- Bahwa pada amar putusan Judex Facti butir 3 baris ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh Judex Facti telah merubah tanggal sertifikat menjadi “tanggal 27 Juni 2007 dan tanggal 11 Juli 2007”, sedangkan petitum gugatan Penggugat/Termohon Kasasi tertulis tanggal sertifikat “tanggal 12 Januari 2007 dan tanggal 2 Januari 2007”, Pada baris kedelapan Judex Facti telah menambah kata
“Jusman Husen”, sedangkan pada petitum gugatan Penggugat/
Termohon Kasasi tidak ada kata “Jusman Husen”. Judex Facti juga telah mengubah susunan kalimat petitum gugatan Penggugat/
Termohon Kasasi serta mengurangi petitum gugatan Penggugat/
Termohon Kasasi yaitu kata-kata atas nama Tergugat dari daftar umum desain industri di direktorat Desain Industri, Direktorat Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI.
- Bahwa demikian pula amar putusan Judex Facti pada butir 4 baris keenam, tujuh, sembilan dan sepuluh, Judex Facti telah merubah
“tanggal 27 Juni 2007 dan tanggal 11 Juli 2007”, pada hal dalam petitum gugatan Penggugat/Termohon Kasasi tercatat tanggal sertifikat “tanggal 12 Januari 2007 dan tanggal 2 Januari 2007”. Dan pada baris sebelas, Judex Facti telah menambah kata “Jusman Husen”, pada hal dalam petitum gugatan Penggugat/Termohon Kasasi tidak ada kata-kata “Jusman Husen” tersebut. Dan menambah kata nama “Jusman Husen” dilakukan secara salah oleh Judex Facti yang seharusnya “Jusman Husein”.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 15 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 - Berdasarkan hal-hal tersebut di atas yang secara kasat mata terlihat
jelas tindakan Judex Facti telah melampaui batas kewenangannya dan/atau Judex Facti tidak berwenang menambah apa yang dimintakan oleh Penggugat/Termohon Kasasi. Bahwa putusan Judex Facti yang menambah/mengubah/mengurangi apa yang diminta oleh Penggugat/Termohon Kasasi merupakan tindakan yang melampaui batas wewenang yang diberikan oleh Undang-undang. Oleh karena- nya, bersandar pada Pasal 30 huruf (a) Undang-undang No. 5 tahun 2004 tentang Mahkamah Agung, maka putusan Judex Facti yang menambah dan/atau melampaui batas wewenangnya, sangatlah patut dan adil untuk dibatalkan.
- Bahwa Judex Facti telah salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku.
- Bahwa Judex Facti dalam putusannya halaman 26 alinea pertama yang berbunyi sebagai berikut;
“Semua bukti-bukti material/contoh fisik yang diajukan oleh Penggugat tersebut diatas telah bermeterai secukupnya”;
- Bahwa fakta hukum yang terjadi mohon dilihat catatan Panitera Pengganti perkara a quo bahwa ternyata kuasa hukum Termohon Kasasi/Penggugat secara diam-diam telah merubah bukti-bukti yang semula tidak ada meterainya menjadi ada yang dilakukan di luar persidangan tanpa persetujuan Majelis Hakim. Hal inipun sudah diprotes oleh Kuasa Hukum Pemohon Kasasi/Tergugat di hadapan Majelis, dan oleh Ketua Majelis Hakim perkara a quo meminta agar protes/keberatan Pemohon Kasasi/Tergugat tersebut dicatat oleh Panitera, serta mempersilahkan Kuasa Hukum Pemohon Kasasi/Tergugat membahasnya dalam Kesimpulan, Dan saran Judex Facti tersebutpun telah dibahas oleh Pemohon Kasasi/
Tergugat dalam Kesimpulannya pada halaman 19 dan 20.
- Bahwa tindakan pemeteraian yang dilakukan oleh Kuasa Hukum Penggugat/Termohon Kasasi di luar persidangan adalah tidak sah menurut hukum, oleh karenanya alat-alat bukti fisik yang diajukan oleh Penggugat/Termohon Kasasi tersebut patut untuk dikesampingkan, akan tetapi oleh Judex Facti dianggap ada pemeteraian. Dengan demikian,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 16 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 pertimbangan hukum Judex Facti yang demikian, adalah salah menerapkan hukum pembuktian.
Oleh karenanya berdasarkan alasan-alasan diuraikan di atas, maka Pemohon Kasasi/Tergugat sangat beralasan mengajukan Kasasi dan oleh karenanya berdasarkan Pasal 30 Undang-undang No. 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung, putusan Judex Facti perkara a quo No. 05/Desain Industri/
2008/PN.Niaga.Jkt.Pst. tertanggal 19 Juni 2008 sangat beralasan menurut hukum untuk dibatalkan.
DALAM KONVENSI:
Dalam eksepsi:
Bahwa Judex Facti telah lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan.
Bahwa Judex Facti dalam pertimbangan hukumnya pada halaman 43-44 Judex Facti berbunyi sebagai berikut;
Menimbang, bahwa maksud Eksepsi Tergugat adalah sebagai- mana dimaksud di muka;
Menimbang, bahwa Tergugat berpendapat bahwa gugatan Penggugat kabur (obscuur libel) dengan disertai alasan yang pada pokoknya sebagai berikut;
Bahwa Penggugat mendalilkan ketiga desain objek sengketa yang didaftarkan Tergugat kepada Turut Tergugat memiliki kesamaan dengan desain industri yang diperdagangkan oleh Penggugat maupun pihak lain (public domain) baik dari segi konfigurasi maupun bentuknya, tapi Penggugat tidak menguraikan lebih lanjut tentang persamaan konfigurasi dan bentuk tersebut;
Bahwa nama suatu bengkel (Cengkareng roll A Door) dan bahan terpenting untuk pembuatan suatu folding gate, tidaklah dapat dijadikan dasar alasan untuk mengajukan gugatan pembatalan atas suatu desain industri terdaftar dan nama suatu bengkel, serta bahan terpenting pembuatan suatu desain industri tidak mendapat perlindungan hukum atau tidak dapat diklaim menurut Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri;
Bahwa Penggugat tidak menguraikan secara jelas di mana letak persamaan antara desain industri objek sengketa dengan desain industri yang diperdagangkan oleh Penggugat maupun pihak lain;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 17 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 Menimbang, bahwa dalam ketentuan Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (selanjutnya disebut Undang- Undang Desain Industri) tidak mengatur tentang Eksepsi, sehingga pengadilan berpedoman pada Hukum Acara Perdata yang berlaku yaitu HIR;
Menimbang, bahwa HIR hanya mengenal satu macam Eksepsi yaitu berupa tidak berwenangnya pengadilan secara absolut atau tidak berwenangnya pengadilan secara relatif, sedangkan untuk Eksepsi lainnya oleh karena sudah memerlukan suatu pembuktian akan dipertimbangkan dan diputus bersamaan dengan pertimbangan hukum putusan akhir pokok perkara;
Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mencermati Eksepsi yang dikemukakan oleh Tergugat, berpendapat secara hukum bahwa alasan Eksepsi tersebut sudah memasuki pokok perkara dan sudah diperlukan pengungkapan dengan pembuktian, oleh karena itu akan dipertimbangkan bersamaan dengan pertimbangan akhir pokok perkara;
Menimbang, bahwa dengan alasan Eksepsi yang diajukan oleh Tergugat bukan mengenai kewenangan mengadili dari pengadilan, baik mengenai kewenangan mengadili secara absolut ataupun kewenangan mengadili secara relatif dan sudah memasuki materi pokok perkara, maka Eksepsi Tergugat secara hukum dinyatakan ditolak;
Bahwa pertimbangan hukum Judex Facti tentang Eksepsi di atas, secara jelas menunjukkan bahwa Judex Facti telah lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian tersebut dengan batalnya putusan Judex Facti, karena Judex Facti tidak mempertimbangkan secara keseluruhan/lengkap alasan- alasan Eksepsi Pemohon Kasasi/Tergugat.
Bahwa sepatutnya judex facti mempertimbangkan eksepsi Tergugat/
Pemohon Kasasi poin demi poin, karena dalam eksepsi Tergugat/
Pemohon Kasasi tentang gugatan kabur (obscuur libel) ada 2 (dua) alasan pokok, sebagaimana surat jawaban Pemohon Kasasi/Tergugat yaitu:
A. Antara posita dan petitum bertentangan satu sama lain;
B. Penggugat tidak menguraikan secara jelas di mana letak persamaan antara desain industri sengketa a quo dengan desain yang diperdagangkan oleh Penggugat maupun pihak lain (publik domain);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 18 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 Bahwa akan tetapi judex facti hanya mempertimbangkan alasan bagian
“B” saja yaitu Penggugat tidak menguraikan secara jelas di mana letak persamaan antara desain industri sengketa a quo dengan desain industri yang diperdagangkan oleh Penggugat maupun pihak lain (publik domain), sedangkan alasan eksepsi bagian bagian “A” tentang antara posita dan petitum bertentangan satu sama lain, tidak dipertimbangkan sama sekali oleh judex facti tanpa suatu alasan;
Bahwa sepatutnya Judex Facti mempertimbangkan alasan bagian A tentang antara posita dan petitum bertentangan satu sama lain”. Namun karena Judex Facti tidak mempertimbangkan alasan eksepsi bagian “A”
tersebut berarti Judex Facti telah mengakui kebenaran eksepsi Pemohon Kasasi/Tergugat, yaitu gugatan Penggugat/Termohon Kasasi kabur (obscuur libel), oleh karenanya bersandar pada Pasal 30 huruf (c) Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung, maka pertimbangan hukum putusan Judex Facti tersebut di atas sangatlah patut dan adil untuk dibatalkan.
Bahwa salain itu, Judex Facti pun telah lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian dengan batalnya putusannya yang bersangkutan.
Bahwa Judex Facti dalam pertimbangan hukumnya pada halaman 44 alinea keempat berbunyi sebagai berikut;
Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mencermati alasan Eksepsi yang dikemukakan oleh Tergugat, berpendapat secara hukum bahwa alasan Eksepsi tersebut sudah memasuki pokok perkara dan sudah diperlukan pengungkapan dengan pembuktian, oleh karena itu akan dipertimbangkan bersamaan dengan pertimbangan akhir pokok perkara;
Bahwa pertimbangan hukum Judex Facti tersebut haruslah dibatalkan, karena ternyata Judex Facti tidak mempertimbangkan eksepsi tersebut pada pertimbangan hukum dalam Pokok Perkara. Dengan demikian, Judex Facti terbukti lalai memenuhi syara-syarat yang diwajibkan dalam membuat pertimbangan hukumnya, oleh karenanya bersandar pada Pasal 30 huruf (c) Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung, maka pertimbangan hukum Judex Facti tersebut, sangatlah patut dan adil untuk dibatalkan.
Bahwa Judex Facti juga telah salah menerapkan hukum atau melanggar hukum yang berlaku.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 19 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 Bahwa Judex Facti dalam pertimbangan hukumnya pada halaman 44 alinea kedua berbunyi sebagai berikut;
“Menimbang, bahwa dalam ketentuan Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (selanjutnya disebut Undang- undang Desain Industri) tidak mengatur tentang Eksepsi, sehingga pengadilan berpedoman pada Hukum acara Perdata yang berlaku yaitu HIR”;
“Menimbang, bahwa HIR hanya mengenal satu macam Eksepsi yaitu berupa tidak berwenangnya pengadilan secara absolut atau tidak berwenangnya pengadilan secara relatif, sedangkan untuk Eksepsi oleh karena sudah memerlukan suatu pembuktian akan dipertimbangkan dan diputus bersamaan dengan pertimbangan hukum putusan akhir pokok perkara;”
Pertimbangan hukum Judex Facti yang hanya berpedoman kepada Hukum Acara Perdata “HIR”, secara jelas merupakan kesalahan penerapan hukum atau melanggar hukum yang berlaku, karena walaupun Undang-undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri tidak mengatur tentang Eksepsi, akan tetapi Judex Facti tidak dapat bersandar hanya pada Hukum Acara Perdata “HIR” saja, dalam membuat pertimbangan hukum putusan perkara a quo, karena selain HIR masih ada sumber Hukum Acara Perdata lainnya yang dapat dijadikan pedoman oleh Judex Facti untuk mempertimbangkan Eksepsi Pemohon Kasasi/Tergugat yaitu sumber Hukum Acara Perdata “RV”.
Bahwa Pasal 136 HIR mengindikasikan adanya beberapa jenis eksepsi, selain eksepsi kewenangan mengadili, antara lain;
a. “Eksepsi ne bis in idem atau Res Judicata yang ditarik dari konstruksi Pasal 1917 KUHPerdata.
b. Eksepsi terhadap surat kuasa khusus yang tidak memenuhi syarat formil sebagaimana digariskan oleh Pasal 123 ayat (10 HIR jo SEMA No. 01 Tahun 1971 tanggal 23 Januari 1971 jo SEMA No. 6 Tahun 1994 tanggal 14 Oktober 1994 jo Putusan Mahkamah Agung No. 531 K/Sip/1973 tanggal 25 Juli 1974 mengakibatkan surat kuasa khusus tersebut tidak sah menurut hukum.
c. Eksepsi Error in Persona.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 20 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 d. Eksepsi Obscuur libel, yaitu eksepsi surat gugatan Penggugat tidak
terang atau isinya gelap (onduidelijk) atau eksepsi formulasi gugatan yang tidak jelas, yang dikonstruksikan dari Pasal 8 RV.
Terhadap eksepsi Obscuur libel ini, Judex Factie seharusnya dapat berpedoman pada Pasal 8 RV yang merupakan rujukan “asas process doelmatigheid (demi kepentingan beracara)” untuk mempertimbangkan Eksepsi tentang Gugatan Kabur (Obscuur libel). Hal ini sesuai dengan praktek Pengadilan melalui beberapa putusan Mahkamah Agung RI yang telah mempertimbangkan dan mengabulkan eksepsi “Gugatan kabur (obscuur libel)” antara lain;
A. Putusan Mahkamah Agung No. 250 K/Pdt/1984 (Gugatan kabur karena Posita (fundamentum petendi) tidak menjelaskan dasar hukum (rechts ground) dan kejadian atau peristiwa yang mendasari gugatan.
B. Putusan Mahkamah Agung No. 1145 K/Pdt/1984 (Gugatan yang tidak menyebutkan dengan jelas berapa dan siapa yang berhak atas objek warisan dikategorikan sebagai gugatan kabur).
Berdasarkan hal-hal diatas, maka pertimbangan-pertimbangan hukum Judex Facti yang hanya berpedoman pada Hukum Acara Perdata HIR untuk mempertimbangkan Eksepsi Pemohon Kasasi/Tergugat, merupakan kesalahan penerapan atau melanggar hukum yang berlaku sebagaimana dimaksud Pasal 30 huruf (b) Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung, oleh karenanya pertimbangan hukum putusan Judex Facti tersebut, sangatlah patut dan adil untuk dibatalkan.
DALAM POKOK PERKARA:
Bahwa Judex Factipun tidak berwenang atau melampaui batas we- wenang.
Bahwa Judex Facti dalam pertimbangan hukumnya pada halaman 49 alinea kedua berbunyi sebagai berikut;
“Menimbang, bahwa berdasarkan fakta tersebut, maka Majelis Hakim berpendapat secara hukum bahwa Penggugat adalah termasuk sebagai pihak yang berkepentingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 Undang-Undang No. 31 Tahun 2000”.
Bahwa pertimbangan hukum Judex Factie tersebut haruslah dibatalkan, karena Judex Facti dalam membuat pertimbangan hukumnya tersebut tidak dimintakan oleh Penggugat/Termohon Kasasi dalam petitumnya dan/atau tidak pernah dibahas oleh Pemohon Kasasi/Tergugat, akan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
Universitas Sumatera Utara
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 21 dari 28 hal.Put.No. 533 K/Pdt.Sus/2008 tetapi Judex Facti tetap memberikan pertimbangan hukum tersebut, sehingga pertimbangan hukum Judex Facti yang demikian merupakan pertimbangan hukum yang berlebihan. Oleh karenanya pertimbangan hukum Judex Facti pada halaman 49 alinea kedua yang salah menerapkan hukum, sangatlah patut dan adil untuk dibatalkan.
Bahwa Judex Facti dalam pertimbangan hukumnya pada halaman 52 alinea pertama berbunyi sebagai berikut;
“Menimbang, bahwa dengan berpedoman kepada pendapat keterangan ahli Nur Widiatmo, SH., bahwa kebaruan seharusnya terdapat dalam bentuk dan konfigurasi secara significant, maka Majelis Hakim setelah mencermati perbedaan tersebut berpendapat secara hukum desain industri objek sengketa tidak cukup berbeda secara significant dengan desain industri milik umum, oleh karena itu desain industri objek sengketa seharusnya tidak dapat didaftarkan karena tidak memenuhi syarat tentang kebaruan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 2 Undang-Undang No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri”;
Disatu sisi mempertimbangkan : (halaman 52 alinea pertama)
Di sisi lain mempertimbangkan:
(halaman 51 alinea kelima)
“Menimbang, bahwa dengan ber- pedoman kepada pendapat keterangan ahli Nur Widiatmo, SH., bahwa kebaruan seharusnya terdapat dalam bentuk dan konfigurasi secara significant, maka Majelis Hakim setelah mencermati perbedaan tersebut berpendapat secara hukum desain industri objek sengketa tidak cukup berbeda secara significant dengan desain industri milik umum, oleh karena itu desain industri objek sengketa seharusnya tidak dapat didaftarkan karena tidak memenuhi syarat tentang kebaruan sebagaimana ditentukan dalam pasal 2 Undang-
“Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mencermati dan membandingkan antara desain industri Kanal Pintu Besi Lipat dan daun Pintu Besi Lipat sebagai bahan baku untuk membuat folding gate milik umum (contoh fisik bukti PK/TR- 2 sampai dengan PK/TR-33, TK/PR-15, TK/PR-19, TK/PR-7 A, TK/PR-7B), desain industri contoh fisik milik Penggugat (bukti TK/PR-9, TK/PR-6A, TK/
PR-6B) dengan desain industri milik Tergugat sebagaimana gambar termuat dalam bukti TK/PR-1 sampai dengan TK/PR-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
Universitas Sumatera Utara