Jurnal Akuntasi ISSN Pascasarjana Universitas Syiah Kuala 10 Pages pp

10 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

67 - Volume 6, No. 1, Februari 2017

PENGARUH PEMANFAATAN ELEKTRONIK-MONITORING PELAKSANAAN

ANGGARAN, KOMITMEN ORGANISASI DAN KOMPETENSI SUMBER DAYA

MANUSIA TERHADAP KINERJA PELAKSANAAN ANGGARAN PADA KANTOR

KEMENTERIAN AGAMA DALAM WILAYAH PROVINSI ACEH

Safrizal1, Darwanis2, Heru Fahlevi

1) Magister Akuntansi Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh 2)Staf Pengajar Magister Akuntansi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Abstract: The purpose of this research is to examine the effect of utilization electronic-monitoring of budget execution, organizational commitment, and human resources competencies, either simultaneously or partialy toward the performance implementation of the budget on ministry of religious offices in the province of Aceh. This is a hypothesis testing research which is based on the data that collected by questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis. The population in this study are all religious ministry offices in the province of Aceh (23 work unit), with the respondents amounted to 69 apparatus of responsible for implementing the budget in each work unit. The results showed that the electronic-monitoring of budget execution, organizational commitment, and human resources competencies affects the performance implementation of the budget either simultaneously or partially.

Keywords: Electronic-monitoring of budget execution, organizational commitment, human resources competencies, and performance implementation of the budget.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemanfaatan-elektronik monitoring

pelaksanaan anggaran, komitmen organisasi, dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian pengujian hipotesis dengan sumber data yang dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh (23 satuan kerja), dengan responden berjumlah 69 orang pelaksana dan penanggungjawab anggaran pada masing-masing satuan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan-elektronik monitoring pelaksanaan anggaran, komitmen organisasi, dan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran baik secara simultan maupun parsial.

Kata kunci: Elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran, komitmen organisasi, kompetensi

sumber daya manusia, dan kinerja pelaksanaan anggaran.

PENDAHULUAN

Reformasi birokrasi merupakan langkah pemerintah Indonesia untuk mencapai good governance dengan melakukan perubahan dan pembaharuan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan menyangkut pelaksanaan penganggaran, aspek organisasi, peningkatan pemanfaatan teknologi dan informasi serta peningkatan kompetensi aparatur sipil negara.

Reformasi birokrasi telah menghasilkan berbagai perbaikan dalam sistem, prosedur dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara. Pada pengelolaan keuangan negara tidak terlepas dari anggaran, anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan organisasi untuk jangka waktu (periode)

(2)

Volume 6, No. 1, Februari 2017 - 68 tertentu dimasa yang akan datang (Poerwanto,

2014).

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 249 Tahun 2011 tentang pengukuran dan evaluasi atas pelaksanaan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga pasal 1 menyebutkan bahwa kinerja adalah prestasi kerja berupa keluaran dari suatu kegiatan atau hasil dari suatu program dengan kuantitas dan kualitas terukur. Menurut Kumorotomo (2005), tolak ukur keberhasilan dari kinerja pelaksanaan anggaran adalah prestasi yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan dengan penggunaan dana yang efektif dan efisien. Kinerja anggaran juga dapat dikaitkan dengan target dan realisasi, menurut Mahmudi (2005), pengukuran kinerja hanya bermanfaat jika organisasi mampu membandingkan kenyataan atau realisasi dengan target yang hendak dicapai atau yang ditentukan sebelumnya.

Permasalahan penyerapan anggaran yang menumpuk di akhir tahun menjadi fenomena klasik yang selalu terjadi setiap tahunnya. Belum lagi, permasalahan perubahan anggaran pada semester terakhir tahun anggaran. Secara logika, untuk pengadaan belanja modal pembangunan gedung tidak mungkin lagi untuk dilaksanakan. Realisasi anggaran pendapatan belanja dan negara kementerian/lembaga tanggal 1 Januari s.d Oktober 2015 sebesar 69,7% (Ditjen Perbendaharaan, 2015). Hal ini menunjukkan bahwa realisasi belanja ini masih sangat rendah yang seharusnya pada akhir bulan Oktober 2015 realisasi sudah mencapai

75% yang berdampak pada kinerja pelaksanaan anggaran pada kementerian/lembaga. Kementerian Agama juga mengalami fenomena yang sama terkait dengan kinerja pelaksanaan anggaran yaitu realisasi anggaran sampai dengan bulan oktober 2015 baru mencapai 67,80% dari 60,4 triliun pagu belanja anggaran Kementerian Agama. Kinerja pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh belum menunjukkan kinerja yang baik, sampai dengan bulan Desember 2015 realisasi anggaran mencapai 87,7% (Elektronik-Monitoring Pelaksanaan Anggaran, Kemenag RI, 2015).

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran, komitmen organisasi, dan kompetensi sumber daya manusia baik secara simultan maupun parsial.

Penelitian ini dimulai dengan membahas kajian pustaka, metodologi, hasil penelitian dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran.

1. Kerangka Teori

Kinerja merupakan suatu prestasi atau tingkat keberhasilan yang dicapai oleh individu atau suatu organisasi dalam melaksanakan pekerjaan pada suatu periode tertentu. Menurut Stoner (1986) kinerja (performance) merupakan kuantitas dan kualitas pekerjaan yang diselesaikan oleh individu, kelompok atau organisasi. Kinerja merupakan hasil yang dicapai oleh suatu fungsi kerja atau aktivitas selama periode tertentu yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu

(3)

69 - Volume 6, No. 1, Februari 2017 organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika. Sedangkan menurut Otley (1999) “Kinerja mengacu pada sesuatu yang terkait dengan kegiatan melakukan pekerjaan, dalam hal ini meliputi hasil yang dicapai kerja tersebut”. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa kinerja adalah hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Berdasarkan pengertian tersebut jelas kinerja dapat dilihat dan diukur dari berbagai sudut jika dihubungkan dengan pengertian prestasi yang diperlihatkan.

Elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Agama dalam mengintegrasikan proses pengumpulan data, penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Agama yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi (Peraturan Menteri Agama Nomor 47 Tahun 2014).

Elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran mampu mendukung pelaksanaan tata kelola pemerintahan : paperless, monthly realtime dari satuan kerja, mencakup hampir seluruh proses pelaksanaan anggaran sejak perencanaan hingga pengawasan, dapat mendukung pengukuran kinerja, monitoring, dan evaluasi pencapaian target kinerja pembangunan sesuai dengan sasaran yang direncanakan, memantau pelaksanaan anggaran dan memberikan solusi sekaligus menjawab

tantangan yang dihadapi oleh Kemenag, serta mampu memberikan informasi yang dapat digunakan oleh Pimpinan dalam pengambilan keputusan, baik dibidang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan.

Komitmen organisasi adalah suatu kondisi yang dirasakan oleh pegawai yang dapat menimbulkan perilaku positif yang kuat terhadap organisasi kerja yang dimilikinya. Menurut Steers dan Porter (1993, p. 520) suatu bentuk komitmen kerja yang muncul bukan hanya bersifat loyalitas yang pasif, tetapi juga melibatkan hubungan yang aktif dengan organisasi kerja yang memiliki tujuan memberikan segala usaha demi keberhasilan organisasi kerja yang bersangkutan. Pada konteks pemerintahan, aparat yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi, akan menggunakan informasi yang dimiliki untuk menyusun laporan keuangan menjadi relatif lebih tepat. Selain itu, komitmen organisasi dapat merupakan alat bantu psikologis dalam menjalankan organisasinya untuk pencapaian kinerja yang diharapkan (Nouri dan Parker, 1996; Chong dan Chong, 2002; Wentzel, 2002).

Mowday et al. (1979) mendefinisikan komitmen organisasi sebagai tingkat kekuatan individu, dan keterikatan individu kepada organisasi yang memiliki ketiga karakteristik. Pertama, memiliki kepercayaan yang kuat dan menerima nilai-nilai dan tujuan perusahaan. Kedua, kemauan yang kuat untuk berusaha atau bekerja keras untuk organisasi. Ketiga, keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi. Identifikasi dimaksud adalah pemahaman atau penghayatan terhadap tujuan

(4)

Volume 6, No. 1, Februari 2017 - 70 organisasi. Keterikatan dimaksudkan adalah

perasaan terlibat dalam suatu pekerjaan atau perasaan terlibat dalam suatu pekerjaan atau perasaan bahwa pekerjaan adalah menyenangkan.

Sanberg (2001) menyatakan bahwa kompetensi lebih dari sebuah daftar kemampuan tetapi mencakup bagaimana karyawan mendefinisikan pekerjaan mereka. Bagaimana orang memahami pekerjaan mereka mempengaruhi bagaimana mereka menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran, komitmen organisasi, dan kompetensi sumber daya manusia, baik secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan jenis studi kausalitas (causal study). Berdasarkan situasi studi, penelitian ini menggunakan field study, dengan tingkat intervensi minimal. Waktu yang digunakan dalam pengumpulan data adalah cross-sectional studies dengan unit analisis organisasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh (23 Satuan Kerja) dengan responden Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ka. Subbag TU (Kepala sub bagian tata usaha), dan Pengelola Elektronik-Monitoring

Pelaksanaan Anggaran pada masing-masing satuan kerja yang berjumlah 69 orang.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.

Operasionalisasi Variabel

Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu variabel dependen (Y), dan variabel independen (X1, X2, X3). Skala

pengukuran yang digunakan adalah skala interval. Operasionalisasi variabel dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Variabel Definisi Indikator Kinerja Pelaksana an Anggaran (Y) Kinerja (performance) merupakan kuantitas dan kualitas pekerjaan yang diselesaikan oleh individu, kelompok atau organisasi. Kinerja merupakan hasil yang dicapai oleh suatu fungsi kerja atau aktivitas selama periode tertentu. a. Penyerap an Anggaran b. Konsisten si antara perencan aan dan implemen tasi c. Pencapai an keluaran d. Efisiensi Pemanfaa tan Elektroni k-Monitori ng Pelaksana an Anggaran (X1) Elektronik-Monitoring Pelaksanaan Anggaran adalah aplikasi yang mengintegrasi kan proses pengumpulan data, a. Intensitas Pengguna an b. Fungsi Elektroni k-Monitori ng Pelaksana an

(5)

71 - Volume 6, No. 1, Februari 2017 penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Agama yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Anggaran c. Kelengka pan Data Komit men organisas i (X2) Komitmen organisasi merupakan suatu sikap loyal seorang individu untuk melakukan yang terbaik dan melaksanakan setiap kewajiban organisasinya dengan penuh rasa tanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi. a. Kemauan melakuka n tugas melebihi standar minimal yang ditetapka n. b. Loyalitas pada Satker. c. Kesanggu pan menerima semua jenis penugasa n. d. Kebangga an menjadi pegawai Kankeme nag Kompe tensi Sumber Daya Manusia (X3) Kemampua n, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki seseorang yang dapat mempengaruhi kinerja satuan a. Kemampu an Teknis b. Kemampu an Sosial c. Kemampu an Konseptua l kerja. METODE ANALISIS

Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda yang merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menguji pengaruh antara dua atau lebih variabel dan untuk melihat pengaruh secara simultan dan parsial. Untuk pengujian data dilakukan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas,dan uji multikolinearitas.

Persamaan regresi liner berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + ε

Dimana Y adalah kinerja pelaksanaan anggaran, α adalah konstanta, β1,β2,dan β3

adalah koefisien X1, X2 dan X3, X1 adalah

pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran, X2 adalah komitmen

organisasi, X3 adalah kompetensi sumber daya

manusia, dan ε adalah variabel lainnya yang mempengaruhi Y.

PEMBAHASAN

Hasil Uji Regresi

Hasil uji regresi dengan bantuan SPSS dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Hasil Uji Regresi Variabe l Koefisie n Regresi (β) R R2 Konstan ta 0,038 0,912 0,832 X1 0,485 X2 0,312

(6)

Volume 6, No. 1, Februari 2017 - 72

X3 0,180

Sumber: Data primer yang diolah, 2016 Berdasarkan Tabel 4.1, maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = 0,038 + 0,485 X1 + 0,312 X2 + 0,180X3 + ε

Hasil pengujian pengaruh pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran (X1), komitmen organisasi (X2), dan kompetensi

sumber daya manusia (X3) terhadap kinerja

pelaksanaan anggaran (Y) secara simultan dengan melihat koefisien regresi (β), koefisien regresi masing-masing variabel menunjukkan bahwa variabel independen  0 dimana β1 =

0,485, β2 = 0,312, dan β3 = 0,180. Hal ini berarti

hipotesis nol (H0) ditolak dan menerima

hipotesis alternatif (Ha), artinya pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran, komitmen organisasi dan kompetensi sumber daya manusia secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran satuan kerja.

Besarnya pengaruh secara simultan dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,912, sementara nilai koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,832 atau 83,2% artinya variabel kinerja pelaksanaan anggaran (Y) mampu dijelaskan oleh pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran (X1), komitmen organisasi (X2) dan kompetensi sumber daya manusia (X3) sebesar 83,2%. Sisanya sebesar 16,8% ditentukan oleh variabel lain yang tidak di uji dalam penelitian ini.

PEMBAHASAN

Pengaruh Pemanfaatan

Elektronik-Monitoring Pelaksanaan Anggaran,

Komitmen Organisasi, dan Kompetensi

Sumber Daya Manusia secara simultan terhadap Kinerja Pelaksanaan Anggaran Pada Kantor Kementerian Agama dalam Wilayah Provinsi Aceh

Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran, komitmen organisasi, dan kompetensi sumber daya manusia secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam Wilayah Provinsi Aceh. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yaitu Warisno (2009); Maswani (2010), dan Andriani (2010) yang menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, komitmen organisasi dan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran.

Hal ini dapat juga dilihat pada nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,832 menunjukkan bahwa kinerja pelaksanaan anggaran satuan kerja dipengaruhi oleh pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran, komitmen organisasi, dan kompetensi sumber daya manusia sebesar 83,2%. Sedangkan selebihnya sebesar 16,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

Kinerja pelaksanaan anggaran diukur dari penyerapan anggaran, konsistensi antara perencanaan dan implementasi, pencapaian keluaran, dan efisiensi (Peraturan Menteri Keuangan Nomor 249 Tahun 2011). Hal ini

(7)

73 - Volume 6, No. 1, Februari 2017 dapat terlaksana apabila setiap organisasi memiliki komitmen yang tinggi untuk mewujudkannya, memiliki aparatur yang kompeten, dan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.

Pengaruh Pemanfaatan

Elektronik-Monitoring Pelaksanaan Anggaran terhadap Kinerja Pelaksanaan Anggaran Pada Kantor Kementerian Agama dalam Wilayah Provinsi Aceh

Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi β10. Hal ini berarti bahwa pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam Wilayah Provinsi Aceh. Koefisien regresi bernilai sebesar 0,485 berarti jika pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran naik 1 satuan maka kinerja pelaksanaan anggaran akan naik 0,485 satuan. Semakin elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran dimanfaatkan dengan optimal, maka akan meningkatkan kinerja satuan kerja.

Namun demikian, pelaksanaan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran ini didukung berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 249 Tahun 2011 tentang pengukuran dan evaluasi atas pelaksanaan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga pasal 1 menyebutkan bahwa kinerja adalah prestasi kerja berupa keluaran dari suatu kegiatan atau hasil dari suatu program dengan kuantitas dan kualitas terukur. Selanjutnya, pasal 4 menyebutkan bahwa evaluasi kinerja terdiri atas tiga aspek, yaitu: (1) aspek implementasi, (2) aspek

manfaat, dan (3) aspek konteks. Evaluasi kinerja dalam aspek implementasi ditujukan untuk menghasilkan informasi kinerja mengenai pelaksanaan kegiatan dan pencapaian keluaran. Evaluasi kinerja dalam aspek manfaat ditujukan untuk menghasilkan informasi mengenai perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan/atau pemangku kepentingan sebagai penerima manfaat atas keluaran yang telah dicapai. Sedangkan evaluasi kinerja dalam aspek konteks ditujukan untuk menghasilkan informasi mengenai relevansi masukan, kegiatan, keluaran, dan hasil, dengan dinamika perkembangan keadaan, termasuk kebijakan pemerintah.

Oleh karena itu, diperlukannya sistem teknologi informasi dalam sebuah organisasi yang bertujuan untuk dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kinerja individual anggota organisasi dan institusinya (Sabherwal dan King, 1991; Grover dan Goslar, 1993). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran yang optimal dapat memberikan kontribusi terhadap tercapainya kinerja pelaksanaan anggaran.

Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pelaksanaan Anggaran Pada Kantor Kementerian Agama dalam Wilayah Provinsi Aceh

Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi β10. Hal ini berarti bahwa komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam Wilayah Provinsi

(8)

Volume 6, No. 1, Februari 2017 - 74 Aceh. Koefisien regresi bernilai sebesar 0,312

berarti jika komitmen organisasi naik 1 satuan maka kinerja pelaksanaan anggaran akan naik 0,312 satuan. Semakin baik komitmen organisasi, maka akan meningkatkan kinerja satuan kerja. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandary (2007) yang menunjukkan bahwa komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran.

Pada konteks pemerintahan, Wentzel (2002) menyatakan bahwa aparat yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi, akan menggunakan informasi yang dimiliki untuk menyusun laporan keuangan menjadi relatif lebih tepat. Selain itu, komitmen organisasi dapat merupakan alat bantu psikologis dalam menjalankan organisasinya untuk pencapaian kinerja yang diharapkan.

Hal ini juga didukung penelitian yang dilakukan oleh Randall (1990) bahwa untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan individu yang memiliki komitmen yang kuat dan berusaha keras untuk mencapai tujuan tersebut, komitmen organisasi yang tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. Sedangkan menurut Supriyono (2004) bahwa komitmen organisasi bisa tumbuh disebabkan karena individu memiliki ikatan emosional terhadap organisasi yang meliputi dukungan moral dan menerima nilai yang ada serta tekad dari dalam diri untuk mengabdi pada organisasi dan memberikan kinerja yang terbaik untuk organisasi.

Sehingga dengan memiliki komitmen

organisasi yang tinggi akan meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh.

Pengaruh Kompetensi Sumber Daya

Manusia terhadap Kinerja Pelaksanaan

Anggaran Pada Kantor Kementerian Agama dalam Wilayah Provinsi Aceh

Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi β10. Hal ini berarti bahwa kompetensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam Wilayah Provinsi Aceh. Koefisien regresi bernilai sebesar 0,180 berarti jika kompetensi sumber daya manusia naik 1 satuan maka kinerja pelaksanaan anggaran akan naik 0,180 satuan. Semakin baik kompetensi sumber daya manusia, maka akan meningkatkan kinerja satuan kerja.

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Azhar (2007) mendefinisikan bahwa kompetensi sumber daya manusia merupakan pilar penyangga utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam usaha mewujudkan visi dan misi serta tujuan dari organisasi tersebut. Sedangkan menurut Sanberg (2001) bahwa Kompetensi merujuk kepada pengetahuan, keterampilan, kemampuan, atau karakteristik kepribadian individual yang secara langsung mempengaruhi kinerja seseorang yang berdampak pada kinerja organisasi.

Hal ini juga didukung oleh Gomes (2003) sumber daya manusia adalah salah satu sumber daya yang terdapat dalam suatu

(9)

75 - Volume 6, No. 1, Februari 2017 organisasi yang meliputi semua orang yang melakukan aktivitas. Sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal, perasaan, keinginan, kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dorongan, daya dan karya. Semua potensi sumber daya manusia tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja organisasi dalam mencapai tujuannya.

Sehingga dengan memiliki kompetensi sumber daya manusia yang memadai, akan meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh serta pembahasannya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran, komitmen organisasi dan kompetensi sumber daya manusia secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh.

2. Pemanfaatan elektronik-monitoring pelaksanaan anggaran berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh.

3. Komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh.

4. Kompetensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada Kantor Kementerian Agama dalam wilayah Provinsi Aceh.

Saran

Peneliti memberikan saran untuk peneliti selanjutnya dengan mempertimbangkan variabel-variabel lain yang belum diungkapkan dalam penelitian ini. Variabel-variabel dimaksud dapat berupa variabel intervenig dan moderating seperti kepemimpinan, motivasi, reward,dan lain sebagainya. Serta, pengembangan metode penelitian kualitatif atau metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) bagi penelitian selanjutnya dimungkinkan akan memberikan hasil yang lebih menggambarkan hal-hal yang belum diuraikan dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Azhar, S. (2007). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: T.Lingga Jaya.

Chong, V.K., dan Chong K.M. (2002). Budget Goal Commitment and Informational Effect of Budget Participation on Performance: A Structural Equation Modeling Approach, Behavioral Research in Accounting, 14, 65-86. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (2015).

Direktorat Pengelolaan Kas Negara: Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kementerian/Lembaga. Gomes, F.C. (2003). Manajemen Sumber Daya

Manusia. Jakarta: Salemba Empat. Grover dan Goslar. (1993). The Initiation,

(10)

Volume 6, No. 1, Februari 2017 - 76 Telecommunications Thecnologies in US

Organization. Journal of Management Information System, 10(1), 141-163. Kumorotomo. (2005). Anggaran Berbasis

Kinerja: Konsep dan Aplikasinya. Yogyakarta: MAP UGM.

Mahmudi. (2005). Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Mardiasmo. (2004). Otonomi dan Manajemen

Keuangan Daerah. Yogyakarta: Andi. Masri, S., dan Sofyan, E. (1995). Metode

Penelitian Survei. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Pustaka LP3ES.

Maswani. (2010). Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Aceh Tengah. Tesis. Medan. Universitas Sumatera Utara.

Matindas, R. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia, Lewat konsep Ambisi, Kenyataan dan Usaha. Edisi II. Jakarta: Grafiti.

Mowday, R.R.S., dan Porter, L. (1979). The Measurement of Organizational Commitment. Journal of Vocational Behaviour, 14(2), 224-247.

Nouri, H dan R.J Parker. (1996). The Relationship Between Budget Participation and Job Performance: The Roles of Budget Adequacy and Organizational Commitment. Accounting, Organization and Society.23(5), 467-483. Otley. D. (1999). Performance Management: A Framework for Management Control Systems Research. Management Accoounting Research. 10(4), 363-382. Poerwanto, H. (2014). Pengertian, Manfaat dan

Tujuan Anggaran.

https://sites.google.com/site/penganggar

an.

Randall, D.M. (1990). The Consequences of Organizational Commitment: Methodological Investigation. Journal Organizational Behavior. 3. 361-378. Sabherwal R dan William K. (1991). Decision

Processes for Developing Strategic Application of Information system : A Contingency Approach. Journal of The Decision Sciences Institute.

Sanberg, J. (2001). Understanding Human Competence at Work: An Interpretative Approach.

Sekaran, U. (2006a). Research Methods For Business (Metodologi Penelitian untuk Bisnis). Buku 1. Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.

Sekaran, U. (2006b). Research Methods for Business (Metodologi Penelitian untuk Bisnis). Buku 2. Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.

Stoner, J. (1986). Manajemen. Alih Bahasa Agus Maulana, Hendardi, Khristina. Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Supriyono, R. A. (2004). Pengaruh Variabel Intervening Kecukupan Anggaran dan Komitmen Organisasi terhadap Hubungan Antara Partisipasi Penganggaran dan Kinerja Manajer di Indonesia. Journal of Indonesian Economy and Business, 19(3).

Warisno. (2009). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi. Tesis. Medan. Universitas Sumatera Utara.

Wentzel, K. (2002). The Influence of Fairness Perceptions and Goal Commitment on Manager’s Perfomance in a budget Setting. Behavioral Research in Accounting. 14, 247-271.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :