• Tidak ada hasil yang ditemukan

Draft Wawancara dengan dr. Edvina (Staf Marketing Communication) MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Draft Wawancara dengan dr. Edvina (Staf Marketing Communication) MRCCC Siloam Hospitals Semanggi"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Draft Wawancara dengan dr. Edvina (Staf Marketing Communication) MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Topik: Citra MRCCC dan strategi media relations yang dilakukan. 1. Menurut dokter, citra MRCCC di mata masyarakat bagaimana?

Sepertinya sudah mulai terbentuk citra MRCCC sebagai rumah sakit kanker swasta.

2. Sebenarnya citra awal yang diharapkan itu seperti apa?

Citra yang diharapkan MRCCC dapat menjadi rumah sakit khusus dengan center of excellence di bidang cancer (kanker) dan liver GI (hati).

3. Bagaimana persepsi/pandangan masyarakat terhadap MRCCC? (kesan) Sebagian besar pasien mengaku kalau penunjang medik MRCCC memiliki peralatan yang canggih serta bentuk bangunan yang modern.

4. Lalu, apa saja peran yang dilakukan Marcomm MRCCC? (tugasnya) MRCCC pada dasarnya tidak memiliki PR khusus. Sebagai marcomm, saya tidak hanya bertugas untuk membuat event dan kegiatan publikasi saja, tetapi juga mengurus program-program rumah sakit. Saya sendiri sebenarnya bukan lulusan komunikasi melainkan lulusan kedokteran makanya tidak memiliki basic pengetahuan mengenai dunia PR.

5. Apa saja kegiatan media relations yang sudah dilakukan?

Hubungan dengan media yang sudah dilakukan sejauh ini, yaitu mengundang media untuk liputan event, iklan di media cetak, mengirim artikel kesehatan ke media, serta menjadi sponsorship di beberapa acara lain, seperti funwalk, funrun, dan funbike atau sejenisnya yang diadakan oleh Reebok dan Suara Pembaruan.

(2)

6. Apakah kegiatan-kegiatan tersebut sudah membangun citra MRCCC? Harusnya.

7. Lalu, kegiatan media relations apa lagi yang perlu dilakukan MRCCC selain event-event tersebut?

Buat saya citra terpenting rumah sakit adalah pelayanan terbaik yang baik, sehingga pasien merasa puas. Event sebenarnya hanya sebagai pelengkap saja. Rumah sakit menurut saya lebih cocok tidak berperan sebagai penyelenggara, tetapi sebagai sponsor medis seperti yang biasa dikerjakan. Selain menghemat modal event, target awareness masyarakat kita juga tercapai.

8. Dari hasil news monitoring, apakah citra masyarakat terhadap MRCCC sudah sesuai harapan?

So far belum ada pemberitaan negatif di media. Jadi, sepertinya sudah.

9. Hampir dalam semua kegiatan meliput MRCCC, pihak media selalu diberikan uang transport. Sebenarnya itu sudah menjadi prosedur dari MRCCC atau dari pihak medianya sendiri yang meminta? Apakah efektif? Lalu, apakah berpengaruh terhadap pemberitaan yang mereka tulis di media?

Biasanya memang kita kasih uang transport, istilahnya sebagai ucapan terima kasih. Ya, itu adalah prosedur, kadang juga diminta-minta sama media. Rasanya efektif. Tonasi pemberitaannya setidaknya tidak negatif. 10. Adakah hambatan yang dokter alami sebagai Marcomm MRCCC?

Event yang diadakan cenderung mendadak, kesannya kurang well prepared. Dan

kadang dalam kurun waktu singkat kita diburu-buru bikin event, jadi tim marketing sendiri cenderung berat kerjanya. Meskipun kita punya planning

(3)

yang harusnya bisa mengundang banyak tamu penting, artis, sekolah/kampus, umum, dll tetapi karena terlalu mendadak peserta yang datang jadi sedikit. 11. Apakah pihak media yang datang sudah sesuai target undangan atau

belum? Biasanya alasan pihak media yang tidak datang disebabkan oleh apa?

Biasanya dalam setiap event, selalu ada banyak media yang kita undang (sampai puluhan). Selama ini yang datang sih bervariasi, tergantung dari seberapa menarik acara tersebut. Contohnya dalam event “World Cancer Day”, kita mengundang 96 media, yang hadir sekitar 50 media baik cetak maupun TV. Dalam event “Care For Our Children” pun rata-rata media yang datang sama. Tetapi dalam acara bedah buku rasanya para wartawan atau media yang hadir tidak terlalu banyak. Tentunya alasan mereka tidak datang pun bervariasi, misalnya kekurangan orang, sedang meeting bulanan, tidak ada wartawan yang bisa diutus, dll.

12. Bagaimana prosedur yang berlaku di MRCCC mengenai proses perencanaan kegiatan media relations seperti event yang akan dilakukan? Prosedurnya biasanya marcomm memang membuat rencana event, biasanya per tiga (3) bulan. Sesudah itu akan diajukan ke atasan. Event mana yang kelihatannya bagus dan memungkinkan dilaksanakan akan dipilih. Tapi selama ini yang terjadi, event yang berjalan adalah event yang dicetuskan sendiri oleh CEO atau Manager Marketing.

(4)

Draft Wawancara dengan Ibu Agustine (Manager Marketing) MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Topik: Citra MRCCC dan strategi media relations yang dilakukan. 1. Menurut Ibu, citra MRCCC di mata masyarakat bagaimana?

Saya cukup yakin bahwa masyarakat telah mengenal image MRCCC dengan baik, yaitu sebagai rumah sakit khusus kanker swasta pertama di Indonesia. 2. Sebenarnya citra awal yang diharapkan itu seperti apa?

Citra awal yang ingin dibangun MRCCC adalah sebagai rumah sakit swasta dengan center of excellence atau pusat keunggulan di bidang kanker dan liver GI atau hati.

3. Bagaimana persepsi/pandangan masyarakat terhadap MRCCC? (kesan) Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa MRCCC merupakan sebuah rumah sakit yang membutuhkan biaya berobat yang sangat mahal. Padahal tidak seperti itu. MRCCC juga menyediakan paket promo yang memang ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu.

4. Strategi apa saja yang sudah dilakukan untuk meningkatkan citra?

Strategi yang dilakukan sudah cukup banyak, seperti kegiatan event yang rutin dilakukan, publikasi melalui artikel di media, iklan-iklan di media cetak, dan sering menjadi sponsorship di beberapa acara lain dengan tema kesehatan. 5. Apakah kegiatan-kegiatan tersebut sudah membangun citra MRCCC?

(5)

6. Lalu, kegiatan media relations apa lagi yang perlu dilakukan MRCCC selain event-event tersebut?

Untuk membangun citra MRCCC sebenarnya cukup dilakukan dengan mengadakan event-event secara rutin yang berkaitan dengan kesehatan. Sebab, pada dasarnya MRCCC merupakan sebuah rumah sakit sehingga publik akan lebih mengenal MRCCC melalui event yang dilakukan dengan tema kesehatan karena segala informasi mengenai penyakit dan sejenisnya pasti bermanfaat bagi semua orang di segala usia.

7. Dari hasil news monitoring, apakah citra masyarakat terhadap MRCCC sudah sesuai harapan?

Sejauh ini belum pernah ditemukan pemberitaan negatif mengenai MRCCC di media.

8. Menurut Ibu, untuk menjadi Marcomm MRCCC apakah harus lulusan komunikasi?

Marcomm tidak harus lulusan komunikasi karena pada dasarnya PR adalah ilmu dari teori yang dipelajari. Jadi, tidak terlalu penting marcomm berasal dari lulusan mana pun, yang penting networking/channel-nya luas dan juga memiliki sikap yang baik.

9. Menurut Ibu, apakah Marcomm MRCCC telah melakukan kegiatan media relations dengan optimal?

Cukup optimal. Dapat dilihat kalau kita googling, pemberitaan mengenai MRCCC cukup banyak. Namun, harapannya supaya terbina hubungan yang sangat akrab dengan media. Untuk non bisnis atau di luar jam kerja juga bisa lebih akrab lagi.

(6)

10. Apakah antara sesama pegawai di MRCCC saling akrab dan menyenangkan?

Sulit dijawab, karena secara pribadi masih organisasi baru. Bisa jadi menyenangkan dalam pergaulan tetapi apakah menyenangkan dalam teamwork? Belum tentu ada mutual working togetherness. Belum ada feel-nya.

11. Hambatan apa yang dirasakan menjadi masalah di dalam Divisi Business dan Marketing?

Seharusnya ada bagian per bagian di marketing. Tetapi karena MRCCC masih baru jadi semua ikut merangkap di dalam Divisi Businesss dan Marketing.

(7)

Draft Wawancara dengan Bapak Wely Kurniawan (Jurnalis Suara Pembaruan)

Topik : Citra MRCCC dan hubungannya dengan media.

1. Menurut Anda, citra MRCCC di mata masyarakat itu bagaimana?

Citra MRCCC di mata masyarakat sudah cukup baik. MRCCC sebagai salah satu group dari RS Siloam adalah rumah sakit yang cukup besar dan memiliki peralatan yang cukup lengkap. Namun, di harapkan citra yang terbentuk di masyarakat bahwa rumah sakit ini bukan hanya untuk kalangan atas saja namun dapat terjangkau di kalangan menengah dan ke bawah.

2. Persepsi Anda sendiri terhadap MRCCC seperti apa? (Kesan)

Persepsi saya mengenai MRCCC adalah sebuah rumah sakit yang memiliki konsep yang sangat modern, di mana bila kita hadir di MRCCC kita tidak merasakan sedang di rumah sakit (seperti di lobby hotel), menurut saya ini suatu hal yang sangat positif agar setiap orang yang sakit tidak merasakan bahwa dia sedang di rumah sakit (senyaman hotel). Dan di sana juga memiliki peralatan yang cukup lengkap untuk cancer, yang merupakan kelebihan dari rumah sakit ini.

3. Apakah sudah semua lapisan masyarakat khususnya di ibukota sudah mengenal MRCCC?

Menurut saya belum semua lapisan masyarakat mengenal MRCCC karena memang target dari MRCCC sendiri untuk kalangan terbatas.

4. Apakah pernah ada keluhan-keluhan dari pembaca/masyarakat mengenai MRCCC di media Anda?

(8)

5. Menurut Anda, bagaimana hubungan antara MRCCC dengan media Anda?

Hubungan yang terjalin selama ini sudah cukup baik, karena kita juga satu group di bawah naungan Lippo Group.

6. Sejauh ini, apakah berita mengenai MRCCC di media Anda maupun media lain sudah sarat dengan informasi? (penting/tidak)

Semua berita-berita yang ada di media kami mengenai MRCCC sudah cukup memberikan informasi kepada semua pembaca kami, karena berita yang ditayangkan memang sudah sarat informasi dan penjelasan yang mudah dikonsumsi oleh masyarakat.

7. Apakah press release yang diberikan MRCCC, memiliki kelengkapan informasi?

Sudah lengkap.

8. Mengenai event yang diadakan MRCCC, apakah media Anda selalu diundang? Dan apakah media Anda selalu hadir? (seminar/symposium, bedah buku, talkshow, dll)

Kami selalu diundang. Kami tidak bisa selalu hadir entah itu untuk meliput atau untuk datang ke acaranya, karena di internal kami sendiri sudah cukup banyak event yang harus kami kerjakan.

9. Lalu apakah event-event tersebut perlu untuk diliput?

Setiap event yang memiliki muatan berita atau yang mengandung nilai berita sudah sangat layak untuk diliput, dan untuk event seminar atau talkshow di MRCCC menurut saya memiliki muatan berita dan informasi yang dapat menjadi sebuah pengetahuan bagi masyarakat yang membacanya di koran kami.

(9)

10. Menurut Anda, apakah event-event tersebut berpengaruh dalam meningkatkan citra MRCCC?

Dalam strategi promosi terdapat dua strategi, yaitu below the line dan above the line. Event termasuk dalam kategori below the line dan hal ini penting sekali

dalam menambah citra baik MRCCC di mata masyarakat serta mempromosikan MRCCC.

11. Apakah event yang diadakan MRCCC sifatnya mendadak?

Tidak ada event yang mendadak bila mampu dikerjakan dengan baik dan rapi. Event dadakan pun bila kita mampu menguasai event yang kita handle tentu

akan terasa tidak mendadak, jadi saya berpendapat tidak.

12. Apakah event yang diadakan terlalu monoton atau membosankan?

Kategori monoton dan membosankan itu menurut saya sangat subyektif karena penilaian monoton dan membosankan itu dapat di lihat dari berbagai sudut pandang. Bila yang di kerjakan di event itu ya itu itu saja dalam jangka waktu yang lama, ya tentunya akan terlihat monoton, harus ada suatu penyegaran dalam sebuah acara apa lagi yang sifatnya continuitas.

13. Kegiatan media relations apa lagi yang perlu dilakukan MRCCC selain event-event tersebut?

Kegiatan media relations yang perlu di lakukan selain event tersebut yaitu media gathering, agar relations ke para awak media dapat berjalan dengan baik

14. Jika dalam satu hari terdapat dua liputan berita, media Anda akan memilih untuk meliput MRCCC atau liputan berita yang lain? Alasannya? Untuk peliputan berita memang kami serahkan otoritasnya ke tim redaksi. Dan dalam hal pemilihan peliputan berita tentunya melewati proses sidang redaksi sifatnya tidak sembarangan. Bila undangan liputan di kirim kan jauh-jauh hari

(10)

kemungkinan bisa spilt wartawan untuk meliput berita bisa di lakukan, karena redaksi akan mendahulukan berita yang memiliki nilai berita yang lebih besar. Jadi jawaban kami semuanya bisa saja di atur untuk peliputannya bila undangan di kirimkan jauh-jauh hari.

15. Sebagai mediator antara MRCCC dengan masyarakat, sebaiknya apa yang perlu dilakukan MRCCC sebagai rumah sakit yang umurnya masih muda, untuk meningkatkan citranya?

Buat lebih banyak CSR (Coorporate Social Responsibility) bagi masyarakat kalangan bawah agar citra MRCCC itu akan menjadi baik di mata semua kalangan atau lapisan masyarakat di Indonesia dan itu bisa menjadi branding yang positif bagi MRCCC di Indonesia.

(11)

Draft Wawancara dengan Ibu Marina Arikha (Jurnalis Investor Daily)

Topik : Citra MRCCC dan hubungannya dengan media.

1. Menurut Anda, citra MRCCC di mata masyarakat itu bagaimana? Menurut saya, citra MRCCC di mata masyarakat sudah cukup baik. 2. Persepsi Anda sendiri terhadap MRCCC seperti apa? (Kesan)

Saya melihat MRCCC sebagai rumah sakit berkualitas dengan dilengkapi teknologi canggih.

3. Apakah sudah semua lapisan masyarakat khususnya di ibukota sudah mengenal MRCCC?

Sepertinya belum semua lapisan masyarakat di ibukota sudah mengenal MRCCC.

4. Apakah pernah ada keluhan-keluhan dari pembaca atau masyarakat mengenai MRCCC di media Anda?

Sepengetahuan saya belum ada.

5. Menurut Anda, bagaimana hubungan antara MRCCC dengan media Anda?

Menurut saya, hubungan antara MRCCC dengan Investor Daily cukup baik. 6. Sejauh ini, apakah berita mengenai MRCCC di media Anda maupun media

lain sudah sarat dengan informasi? (penting/tidak)

Sejauh ini, berita-berita mengenai MRCCC di koran Investor Daily sudah sarat dengan informasi dan isinya cukup penting.

7. Apakah press release yang diberikan MRCCC memiliki kelengkapan informasi?

(12)

8. Mengenai event yang diadakan MRCCC, apakah media Anda selalu diundang? Dan apakah media Anda selalu hadir? (seminar/symposium, bedah buku, talkshow, dll)

Sebisa mungkin saya hadir dalam seminar/symposium, bedah buku, talkshow, dll (95%)

9. Lalu apakah event-event tersebut perlu untuk diliput? Ya, event-event tersebut perlu untuk diliput.

10. Menurut Anda, apakah event-event tersebut berpengaruh dalam meningkatkan citra MRCCC?

Menurut saya, event-event tersebut sangat berpengaruh dalam meningkatkan citra MRCCC.

11. Kegiatan media relations apa lagi yang perlu dilakukan MRCCC selain event-event tersebut?

Sosialisasi langsung ke masyarakat dan media gathering.

12. Jika dalam satu hari terdapat dua liputan berita, media Anda akan memilih untuk meliput MRCCC atau liputan berita yang lain? Alasannya? Tergantung content berita mana yang lebih penting. Alasannya, Karena koran Investor Daily harus obyektif dalam memuat suatu berita, tidak boleh ada intervensi dari institusi manapun.

13. Sebagai mediator antara MRCCC dengan masyarakat, sebaiknya apa yang perlu dilakukan MRCCC sebagai rumah sakit yang umurnya masih muda, untuk meningkatkan citranya?

Antara MRCCC dengan masyarakat, sebaiknya lebih gencar melakukan sosialisasi untuk meningkatkan citranya.

(13)

News Monitoring

Penting, Peran Orangtua Mendeteksi Kanker pada Anak

Anggota tubuh yang patut diwaspadai jika muncul kejanggalan, antara lain adalah mata, leher, paru, perut, alat kelamin, tangan atau kaki, serta otak.

Peran orang tua dan keluarga sangat penting untuk mendeteksi sel kanker yang dapat dideteksi pada seseorang sejak masih anak-anak. Hal tersebut dapat membuat penyakit mematikan ini menjadi lebih mudah dijinakkan.

“Sel kanker seperti singa yang sedang tertidur. Jangan coba-coba dibangunkan,” ujar dr. Edi Setiawan Tehuteru SpA(K) MHA IBCLC, dalam acara talkshow “Mewaspadai Gejala Kanker Pada Anak Sedini Mungkin” yang diadakan oleh Angel Voice Indonesia (AVI), di MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta, Senin (27/2).

Faktor genetik atau keturunan, konsumsi makanan yang mengandung bahan kimia seperti boraks dan formalin, serta virus seperti Hepatitis B dan paparan radiasi tertentu, disebut menjadi faktor yang memicu terbangunnya sel kanker yang kemudian mengganas.

Media BeritaSatu.com 27 Februari 2012

Judul Penting, Peran Orang Tua Mendeteksi Kanker Pada Anak

(14)

“Kanker pada bayi yang baru lahir diduga disebabkan penyimpangan pertumbuhan sel karena cacat genetika. Sementara ini, kanker yang diturunkan secara genetik ada dua, yaitu kanker payudara pada dewasa dan retinoblastoma yang diderita anak-anak,” ujar Edi.

Tercatat, kanker darah atau leukemia paling banyak menyerang anak-anak, dengan persentase 25-30 persen. Disusul kemudian oleh kanker retina mata (retinoblastoma), kanker kelenjar getah bening (limfoma), kanker saraf (neuroblastoma), kanker ginjal (tumor wilms), kanker otak lurik (rabdomiosarkoma), serta kanker tulang (osteosarkoma).

Menurut Edi, sering kali kanker baru bisa dideteksi setelah terjadi benjolan atau tumor. Sementara pada kasus leukemia, anak sering mengalami pendarahan kulit, gusi, atau mimisan, serta demam tanpa sebab. Anggota tubuh yang patut diwaspadai jika muncul kejanggalan, menurut Edi, adalah mata, leher, paru, perut, alat kelamin, tangan atau kaki, dan otak.

“Jika kejanggalan terjadi, baik secara fisik maupun fungsi, disarankan untuk segera diperiksakan ke dokter,” ujarnya.

Edi menambahkan bahwa jika anak dicurigai leukemia, maka harus dilakukan pengambilan sum-sum tulang dan cairan dari punggung. Sedangkan untuk anak yang dicurigai (menderita) tumor padat, dilakukan pemeriksaan imaging seperti CT Scan, foto Thoraks, maupun MRI.

“Konfirmasi dilakukan dengan cara biopsy. Sedangkan pelaksanaannya (dilakukan) dengan cara dioperasi atau menggunakan jarum halus,” imbuhnya.

Ketua AVI, Hanny Moniaga, mengungkapkan bahwa sekitar 4.100 kasus kanker pada anak ditemukan tiap tahunnya di Indonesia. Ia menuturkan, alasan sulitnya

(15)

deteksi dini kanker dikarenakan anak-anak belum memahami dan menceritakan gejala yang mereka rasakan.

“Oleh karena itu, peran orang tua serta lingkungan sekitar, sangat penting untuk peka terhadap penderitaan gejala-gejala (itu),” katanya.

Acara ini sendiri sekaligus merupakan peluncuran bagi gerakan Masyarakat Peduli Kanker Anak Indonesia (MPKAI) oleh AVI, MRCCC Siloam Semanggi, Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Yayasan Kanker Indonesia (YKI), serta Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).

(16)

News Monitoring

Pelayanan Hemofilia masih Terbatas di Indonesia

SAAT ini, diagnosis dan terapi untuk pasien dengan gangguan pembekuan darah masih terbatas. Sekitar 1 dari 1.000 perempuan dan pria mengalami gangguan pembekuan darah. Lalu bagaimana cara untuk mengatasi hal tersebut?

Sekitar 75 persen dari mereka bahkan menerima perlakuan yang sangat tidak memadai atau tanpa pengobatan sama sekali. “Dalam memperingati Hari Hemofilia Dunia 2012 dengan tema Close The Gap, kami ingin menginspirasi orang untuk membantu menutup kesenjangan serta meningkatkan aksestabilitas dan kualitas pelayanan sehingga pengobatan bagi semua menjadi kenyataan,” kata Prof. DR. Moeslichan Nz dr. SpA(KY) selaku pengarah yayasan pemerhati hemophilia Indonesia di MRCCC Siloam Semanggi, Selasa (17/4).

Di Indonesia terdapat 1 dari 10 ribu hemophilia A dan 1 dari 50 ribu hemophilia B, tapi hanya 25 persen yang mendapat pelayanan adekuat.

Sementara itu, Mark Skinner, Presiden World Federation of Hemofilia (WHF) berujar, kenyataannya kebanyakan orang dengan hemophilia atau kelainan Media MediaIndonesia.com 17 April 2012

Judul Pelayanan Hemofilia Masih Terbatas di Indonesia Tonasi Positif

(17)

pendarahan lain tidak menerima diagnosis yang memadai, pengobatan, dan manajemen untuk kondisi mereka. Ini penting apakah pengobatan yang ada sudah baik, tapi perawatannya perlu ditingkatkan. (Pri/OL-06)

(18)
(19)
(20)
(21)

Keluhan Pasien MRCCC di Kolom Komentar Media Online: www.okezone.com, 7 Juli 2012

(22)

Keluhan Pasien MRCCC di Salah Satu Blog: www.multiply.com, 12 April 2011

“Setelah beres pendaftaran saya langsung ke lobby untuk reschedule jadwal pemeriksaan kanker kolorektal sekaligus mencetak kartu pasien. Dan ternyata…. NAMA SAYA TIDAK ADA!! Ngapain juga saya telfon lama-lama ngabisin pulsa nyebutin biodata di tiap pemeriksaan yang saya daftarkan kalo ternyata mba’nya tidak mendaftarkan saya, padahal untuk mendapatkan nomor antrian pemeriksaan kanker payudara sangat amat susah. Untunglah saya masih dapat jadwal, 10 Juni 2011!! Bleeehhh… lama benerr…. Pengen banget ngomel tapi ya sudahlah… ibu-ibu sebelah saya juga mengalami nasib yang sama”.

(23)

Artikel Keluhan Publik Eksternal Terhadap MRCCC di Media Cetak: Koran Tempo, 9 Juli 2011

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)

Referensi

Dokumen terkait

Memberikan kuasa kepada pejabat yang namanya tersebut pada lajur 2 (dua), dalam jabatan sebagaimana tersebut dalam lajur 3 (tiga), untuk atas nama Menteri

Lima buah kamera CMOS (kamera web Logitech HD Webcam c270h) digunakan untuk menangkap citra objek, satu dari bagian atas objek dan empat dari sekeliling objek, seperti pada

Instruktur pelatihan berasal dari mitra www.pelatihanperawat.com yaitu PT Proemergency terdiri dari Dokter Spesialis, Dokter Umum, Sarjana Kesehatan Masyarakat, dan

Persamaan regresi yang digunakan untuk membuat taksiran mengenai variabel terikat disebut persamaan regresi estimasi, yaitu suatu formula matematis yang menunjukkan

Dalam pembahasan mengenai biaya pada MRCCC Siloam Hospitals, pihak informan mengatakan bahwa memang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada rumah sakit khususnya Siloam bisa

KOMINFO adalah kementrian yang memiliki program kerja yang berjalan dalam setahun penuh. Kami bergerak di dalam: Optimalisasi Media Sosial seperti Website, Twitter,

Dengan demikian di perairan zona ekonomi tidak ada pengaturan mengenai hak lintas damai bagi kapal asing sesuai dengan ketentuan hukum laut internasional, bahwa perairan ZEE

Kedua Orang Tua saya tercinta Ibu (Jumiati) dan Bapak (Susianto) atas doa dan dukungannya baik moril maupun materil yang telah diberikan dan tak akan pernah terbalaskan dan adik