• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. KESESUAIAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI DENGAN PERKEMBANGAN ABAD SEKARANG. Sebagaimana diketahui bahwa ekonomi abad ke-21, yang ditandai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "A. KESESUAIAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI DENGAN PERKEMBANGAN ABAD SEKARANG. Sebagaimana diketahui bahwa ekonomi abad ke-21, yang ditandai"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

A. KESESUAIAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI DENGAN PERKEMBANGAN ABAD SEKARANG.

Sebagaimana diketahui bahwa ekonomi abad ke-21, yang ditandai dengan globalisasi ekonomi, merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi yang sudah pasti dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut adanya efisiensi dan daya saing dalam dunia usaha. Dalam globalisasi yang menyangkut hubungan intraregional dan internasional akan terjadi persaingan antarnegara. Indonesia dalam kancah persaingan global menurut World Competitiveness Report menempati urutan ke-45 atau terendah dari seluruh negara yang diteliti, di bawah Singapura (8), Malaysia (34), Cina (35), Filipina (38), dan Thailand (40). Melalui peningkatan mutu guru, terutama peningkatan kompetensi akademik ke jenjang S1 akan sangat membantu Negara. Sumberdaya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini kita abaikan. Dalam kaitan tersebut setidaknya ada dua hal penting menyangkut kondisi SDM Indonesia, yaitu: (1) adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama (1998) sekitar 92,73 juta orang, sementara jumlah kesempatan kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar 5,06 juta orang penganggur terbuka (open unemployment). Angka ini meningkat terus selama krisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta. Kedua, tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah. Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2 %. Kedua masalah tersebut menunjukkan bahwa ada kelangkaan kesempatan kerja dan rendahnya kualitas angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor ekonomi. Sangat dimungkinkan, kebijakan guru tersertifikasi, kebijakan sekolah tentang penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan peningkatan mutu/kualitas guru akan secara kontinyu akan diupayakan.

Kecenderungan masyarakat dalam era informasi dan globalisasi serta kecencerungan abad XXI sebagai abad biologi, mendorong studi analisis pandangan biologi terhadap proses berfikir menjadi salah satu misi pembelajaran sains. Kemajuan biologi yang berkembang dari waktu ke waktu berkembang dari biofungsi, bioperkembangan, biolingkungan, bioteknologi, biomanajemen dan bioetika (Nuryani, Rustaman, 2015).

(2)

Bidang kajian program studi pendidikan biologi memiliki konstelasi dengan bidang kajian di dalam rumpun ilmu terapan pendidikan yang lain khususnya rumpun ilmu terapan pendidikan kimia, rumpun ilmu terapan pendidikan fisika rumpun ilmu terapan pendidikan matematika. Selain itu juga berkaitan dengan bidang kajian di dalam rumpun ilmu alam (science), bidang kajian ilmu fisika, kimia dan biologi. Pendidikan biologi memiliki kedekatan dengan pendidikan kimia oleh karena ilmu biologi banyak didasari oleh kimia sehingga ada bidang kajian biokimia, demikian halnya dengan fisika sehingga ada bidang kajian biosifisika demikian juga dengan matematika sehingga ada bidang kajian biostatistik. Biologi juga berhubungan dengan ilmu komputer yang kemudian ada bidang kajian bioinformatika. Pendidikan biologi juga berhubungan dengan ilmu teknologi yang kemudian melahirkan bahan kajian bioteknologi biologi juga berhubungan dengan ilmu kesehatan yang memunculkan bahan kajian biomedik. Konstelasi ilmu pendidikan biologi dengan ilmu lain dan konstelasi ilmu biologi dengan ilmu lain disajikan pada gambar (seperti yang disajikan pada Gambar 1.)

(3)

Gambar 1. Konstelasi Bidang Ilmu Biologi dan Bidang Ilmu Lain

Bidang ilmu pendidikan biologi yang didalamnya meliputi pendidikan dan biologi tetap berkembang hingga awal abad 21 dan tentu hingga akhir abad 21. Pendidikan biologi berkembang seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi secara umum dan perkembangan ilmu dan teknologi pada bidang biologi. Perkembangan ilmu biologi yang semakin pesat juga akan mewarnai perkembangan pendidikan biologi oleh karena pendidikan biologi adalah bidang ilmu yang didalamnya memuat bagaimana biologi sebagai ilmu yang terus berkembang harus dipelajari dan disampaikan kepada anak didik. Perkembangan bidang pendidikan biologi yang tentunya juga bermuara dari perkembangan ilmu biologi di abad 21 ini semakin jelas karena peran pendidikan biologi dalam memecahkan problem problem kehidupan dalam masyarakat diakibatkan oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan ilmu dan teknologi memiliki

Mathematics Science Education Engineering Biology Computer Science Physical Chemical Sciences BIOLOGY-BASED SOLUTIONS TO SOCIETAL PROBLEM DEEPER UNDERSTANDING OF BIOLOGICAL SYSTEMS: o organizing principles o predict/ analyze/ modulate SCIENTIFIC INTEGRATION

(4)

dampak postip namun tentu juga memiliki dampak negatip yang kemudian menimbulkan problema kehidupan baik terhadap tumbuhan, hewan, maupun manusia. Ilmu biologi berkembang seiring dengan tantangan peran yang harus dimiliki untuk memecahkan persoalan persoalan kehidupan dalam masyarakat baik yang menyangkut tumbuhan, hewan dan manusia dan termasuk mikroorganisme lain. Ekspetasi pembelajaran Abad 21 dapat dilihat pada Gambar 2.

Perkembangan biologi saat ini dan 10 tahun kedepan akan merupakan pengembangan ilmu biologi yang bersifat integratif yakni sangat berkaitan dengan ilmu lain yaitu ilmu fisika, teknik, komputasi . Biologi integratif sangat penting dan menjadi pendekatan yang efektif untuk memecahkan isu-isu problema masyarakat abad 21 (Wake, 2008). Biologi integratif tidak hanya menekankan penelitian yang multidisipliner tetapi juga diperlukan intradisipliner yang menggabungkan ilmu-ilmu biologi, fisika, sosioekonomi, teknik, matematika, komponen manusia untuk mengatasi persoalan-persoalan kehidupan.

Gambar 2. Ekspetasi Pembelajaran Abad 21 (Sumber : Kemdikbud Abad 21 dalam Hosnan, 2014)

Pembelajaran dalam abad 21 terdapat tiga aspek yaitu Life and Career Skills., Learning and Innovation Skills., dan Information, media, and technology skills. Dalam Life and Career Skills ditekankan pada kemampuan fleksibel, adaptif, inisiatif, dan leadership. Dalam Learning and Innovation Skills ditekankan pada kemampuan critical thinking, communication,

(5)

collaboration, dan creativity. Dalam Information, media, and technology skills ditekankan pada kemampuan tidak gaptek, tahu etika penggunaan ICT.

The National Academi Press (2009) menjelaskan tentang Biologi menyongsong abad 21 (A New Biology for the 21st Century) yakni berkaitan dengan how the new biology “can address societal challenge” . Biologi abad 21 berdasar a New Biology for the 21 century utamanya dikembangan untuk beberapa tantangan berkenaan problem kehidupan yang meliputi:

1. Biologi  tantangan dalam bidang pangan  menciptakan tanaman bahan pangan yang dapat terus tumbuh dan beradaptasi dalam perubahan lingkungan,

2. Biologi  tantangan dalam bidang lingkungan  peningkatan science tentang keberlanjutan kehidupan ekosistem dan biodiversitas oleh karena perubahan pada ekosistem yang cepat, seperti restorasi ekosistem

3. Biologi  tantangan dalam bidang energi  melakukan ekspansi untuk sumber energi alternatif seperti biomass untuk biofuel, optimasi mikrobia untuk biokatalisis

4. Biolgi  tantangan dalam bidang kesehatan  peningkatan sains biologi yang berkaitan dengan kesehatan individu (individual health), meliputi peningkatan pemahaman tentang hubungan beberapa komponen tubuh dengan keseluruhan fungsi tubuh, termasuk bagaimana genotip pada individu itu mempengaruhi kesehatan individu.

Berkenaan dengan tantangan yang dijabarkan di atas maka biologi sekarang dan 10 tahun kedepan akan mengembangkan varietas tanaman bahan pangan yang berkeanekaragaman tinggi melalui pemahaman tentang pertumbuhan tanaman, pengembangan metode DNA sekuensing untuk untuk seleksi genotip sesuai sifat yang diinginkan dan akan dikembangan sebagai tanaman bahan pangan. Pengembangan tanaman transgenik, pegembangan biodiversitas tanaman pangan. Biologi sekarang dan 10 tahun ke depan akan mengembangkan ilmu dan teknologi yg berperan dalam pengembangan keilmuan yang terkait dengan bagaimana fungsi ekosistem, measure ecosystem services, perbaikan kerusakan ekosistem, dan meminimalkan kerusakan sistem akibat ulah manusia dan perubahan iklim, dan oleh karena itu Biologi abad 21 akan memadukan pengetahuan dasar ekologi dengan biologi organisma, evolusi, biologi komporative, kllimatolgi, lingkungan, hidrologi, ilmu tanah, system engineering, matematik, modeling, sistem komputasi. Integrasi tersebut sangat diperlukan untuk pengembangan kemamapuan memonitor fungsi ekosistem, mengidentifikasi kerusakan ekosistem, mengembangkan intervensi yang efisien untuk melindungi dan memperbaiki kerusakan sistem.

(6)

Biologi sekarang dan 10 tahun kedepan juga dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di bidang kesehatan khususnya kesehatan individu (individual health). Biologi dikembangkan untuk berperan dalam monitoring kesehatan individu yang mengarah pada kemampuan individu untuk malakukan pengawasan dan perawatan kesehatan individu. Berdasar hal tersebut keilmuan biologi dikembangkan bertujuan untuk memperluas wawasan keilmuan tentang pemahaman bagaimana interaksi dari berbagai komponen tubuh yang kompleks saling berhubungan pada sistem tubuh secara keseluruhan. Contoh yang paling mudah diakses berkenaan pengembangan keilmuan tersebut adalah kajian berkenaan dengan kesehatan individu yang berkaitan dengan gaya hidup seperti pola makan dan aktifitas fisik yang dapat menjadi penyebab secara biologi dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang dirangkum dalam konsep sindroma metabolik yang gangguan tersebut dapat menjadi penyebab kematian nomor 1 di Indonesia (RISKESDAS, 2013).

Berkebalikan dengan pengembangan keilmuan diatas kajian lebih mendalam juga dikembangkan untuk mengungkap perbedaan ketahanan masing masing individu pada kejadan suatu penyakit artinya ada perbedaan individual dalam merespon adanya penyakit tertentu.Kesehatan secara umum dilihat dari probabilitas secara umum faktor-faktor yang menimbulkan sakit, seperti kolesterol yang tinggi akan berhubungan dengan penyakit jantung, metastase kanker, namun demikian pada beberapa orang ditemukan meskipun memiliki kolesterol tinggi tetapi tidak berpeluang untuk sakit jantung hal ini kemungkinan berkaitan dengan adanya gen yang sifatnya unik pada masing masing individu dan oleh karena itu di kembangkan ilmu biologi sekarang dan ke depan untuk memecahkan problema tersebut melalui pemahaman tentang hubungan antara individual genetic make up dan faktor lingkungan yang berperan terhadap risiko timbulnya penyakit pada individu yang kemudian berkembang ilmu genetika modern.

Paparan diatas menggambarkan bahwa ilmu biologi sangat berkembang pesat hingga 10 tahun kedepan oleh karena ilmu biologi sangat dibutuhkan untuk memecahkan persoalan kehidupan yang terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Perkembangan ilmu biologi tersebut tentu akan sejalan dengan perkembangan ilmu pendidikan biologi yang menjadi wadah pengembangan biologi dan transmisi ilmu biologi kepada peserta didik yang belajar biologi. Perkembangan ilmu biologi yang cepat akan berakibat pada perkembangan ilmu

(7)

pendidikan biologi untuk lebih bisa berperan dalam peningkatan tranformasi ilmu kepada peserta didik untuk belajar biologi (Wake, 2008)

Gambar

Gambar 1.  Konstelasi Bidang Ilmu Biologi dan Bidang Ilmu Lain
Gambar 2. Ekspetasi Pembelajaran Abad 21 (Sumber : Kemdikbud Abad 21 dalam Hosnan,  2014)

Referensi

Dokumen terkait