Rapat / Sidang Sidang SENAT AKADEMIK No. : 14/RSSA/01112013 Hari / Tanggal Jumat / 1November2013 Waktu pkl. 14.00 – 16.00 Tempat Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Jalan Dipati Ukur No. 4 Bandung Peserta Anggota SA = 26 orang (dari 34 orang) Ex‐officio = 10 orang (dari 19 orang) Tidak Hadir = 17 orang (termasuk 4 orang ijin tidak hadir) Catatan : ‐ daftar hadir ada pada lampiran ‐ Agenda Sidang 1. Pengesahan Agenda Sidang 2. Pengesahan Risalah Sidang tanggal 4 Oktober 2013 3. Laporan pimpinan Senat Akademik ITB 4. Penjelasan tentang aspek hukum pasca pengesahan statuta ITB 2013 5. Laporan Komisi II: Pembahasan tentang Peraturan Senat Akademik dan jadwal kegiatan pasca penetapan Statuta ITB 201 6. Laporan Komisi III : Pembahasan kenaikan jabatan ke Guru Besar (2 orang) 7. Laporan panitia ad‐hoc Netralitas dan Etika Kelembagaan ITB 8. Lain‐lain 1. PENGESAHAN AGENDA SIDANG Keputusan :Agenda sidang disetujui untuk dilaksanakan 2. PENGESAHAN RISALAH SIDANG TANGGAL 4 Oktober2013 Ringkasan Risalah : Laporan Pimpinan SA Pertemuan dengan konsultan hukum membahas langkah‐ langkah untuk persiapan pembuatan peraturan MWA, SA dan Rektor Perpanjangan masa kerja tim ad‐hoc kajian netralitas dan etika kelembagaan hingga akhir Oktober 2013 Laporan Komisi – III : Pembahasan usulan kenaikan jabatan ke Guru Besar Dr. Reynaldo Zoro Keputusan : Disetujui untuk diusulkan ke jabatan Guru Besar Pembahasan usulan kenaikan jabatan ke Lektor Kepala Dr. Wilmar A. Salim (SAPPK) Dr. Iwan Kustiwan (SAPPK)
Dr. Rinaldi Munir (STEI) Dr. Rizkita Rachmi Esyanti (SITH) Keputusan : Disetujui untuk diusulkan ke jabatan Lektor Kepala WRAM & WRSO Laporan perkembangan status hukum ITB Implementasi dan perbaikkan dokumen kurikulum 2013 Kegiatan akademik secara umum Keputusan : Risalah sidang 4 Oktober2013 disetujui untuk disahkan 3. LAPORAN PIMPINAN SENAT AKADEMIK Pasca pengesahan statuta ITB 2013 ‐ K‐II sedang melakukan penyusunan peraturan SA dan penjadwalan kegiatan dalam masa peralihan ‐ Perlu menjadi perhatian dengan seksama aspek hukum dalam masa peralihan K‐IV sedang melakukan kajian tentang paradigma dalam bidang penelitian yang melibatkan beberapa narasumber Laporan dari Sekretariat : Surat/SK masuk dan keluar 4. Penjelasan aspek hukum pasca pengesahan statuta ITB 2013 Oleh : Prof. Johannes Gunawan Perlu diperhatikan segi hukum dalam peraturan peralihan pada implementasi statuta ITB 2013 (PP no. 65 tahun 2013) Ketentuan peralihan PP no. 65 tahun 2013 terdapat pasal 61 dan pasal 62 Ada 2 (dua) alternatif solusi dalam masa transisi khususnya terkait pemilihan anggota Senat Akademik (SA) yang sesuai statuta ITB 2013 Alternatif 1 : SA saat ini langsung ditetapkan sebagai SA baru Alternatif 2 : SA saat ini dipilih kembali melalui proses pemilihan menurut aturan yang berlaku saat ini untuk ditetapkan sebagai SA baru Komentar/Pertanyaan Prof. Roos Akbar Mengusulkan alternatif ke‐3 (dapat berupa kombinasi 1 dan 2), karena sudah ada kajian‐kajian sebelumnya tentang SA oleh komisi‐II dsb, termasuk kriteria, komposisi anggota SA juga
sudah dipikirkan Prof. Johannes Gunawan Dengan PP no. 65 tahun 2013 yang baru, ada baiknya semua lembaga dibentuk dalam situasi yang sah (legal) Dalam PP no. 65 tahun 2013 tidak ada sama sekali aturan bahwa SA dapat membentuk aturan spt komposisi, aturan pemilihan anggota SA dll Prof. Bambang Budiono ITB cukup lama terombang‐ambing oleh masalah legal, oleh karena itu diusulkan agar penjelasan dan rekomendasi dari Prof. Johannes Gunawan (alternatif 1 atau alternatif 2)agar dilaksanakan Prof. Irwandy Arif Pada pasal yang mana aturan bahwa MWA menentukan komposisi anggota, pemilihan anggota SA dsb Prof. Johannes Gunawan Pasal 33 ayat 4 Prof. Benhard Sitohang Klarifikasi, pasal 50 ayat 3 Prof. Johanes Gunawan Betul harus ditetapkan aturan MWA, tetapi sudah ada aturan peralihan Prof. Widyo Nugroho Setuju dengan usulan Prof. Bambang Budiono Dalam visi ITB adalah kemartabatan, dalam hal ini adalah konstitusional Lebih memilih alternatif 2 agar proses peralihan dilakukan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat‐singkatnya Prof. Johannes Gunawan Hal itu bisa dilakukan Prof. Djoko Suharto Alternatif ke‐2 memberikan kesempatan untuk proses demokrasi Keputusan : Disetujui untuk memilih alternatif ‐ 2 untuk menentukan Senat Akademik dalam masa transisi 5. KOMISI II Pembahasan tentang Peraturan Senat Akademik dan Jadwal Kegiatan Pasca Pengesahan Statuta ITB 2013
Tidak dilaksanakan (dibahas) karena akan menyesuaikan dengan keputusan tindak lanjut masa peralihan 6. KOMISI III Pembahasan Usulan Kenaikan pangkat pangkat/jabatan Pengantar oleh Prof. Tjandra Setiadi Usulan‐usulan ini telah dibahas di komisi‐III, ada 2 usulan Dr. Idam Arif ada 8 perekomendasi termasuk 1 dari UI, tidak semua diundang dalam sidang pleno 1). Kenaikan jabatan ke Guru Besar a. Dr. Idam Arif (FMIPA) Angka Kredit : 976,97 KK : Fisika Nuklir dan Biofisika Bidang keahlian : Biofisika dan Fisika Medis CPNS : 1 Maret 1986 Pendidikan S1 : Fisika – ITB lulus tahun 1985 S2 : ‐ S3 : Biofisika, University of Tasmania Australia, lulus tahun 1993 Promosi oleh Dekan FMIPA (Prof. Umar Fauzi) Salah satu mahasiswa S1 Fisika ITB yang lulus dalam waktu 4 tahun, dimana saat itu kurikulum 4,5 tahun (9 semester) Aktif dan pernah menjalankan tugas‐tugas institusi di ITB seperti Pembina Kampus, Wakil Dekan Sumber Daya, Direktur Keuangan dan penugasan institusi lainnya Telah melakukan publikasi pada 7 Jurnal internasional dan 14 jurnal nasional Pernah terpilih sebagai dosen teladan ITB tahun 1994 dan penghargaan lainnya Mengusulkan untuk diajukan ke jabatan Guru Besar Perekomendasi Prof. Triyanta : Telah mengenal sejak mahasiswa baik di ITB maupun saat studi lanjut di Australia Pernah memimpin Departemen Fisika ITB dan WDS FMIPA Bersifat jujur Pernah menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran
Saat ini yang menekuni bidang Biofisika yang masih relatif sedikit di Indonesia, sehingga peran di masa depan sangat strategis Posisi Guru Besar bagi Dr. Idam Arif sangat penting bagi ITB dan Indonesia Mendukung usulan kenaikan jabatan ke Guru Besar Prof. Satria Bijaksana(sebagai penalaah usulan) : 2 (dua) makalah yang diajukan dan diterbitkan di jurnal internasional bukan dalam bidang Biofisika Produktifitas dalam pembimbingan relatif kecil untuk kurun waktu yang relatif panjang Tidak ditemukan rekam jejak sebagai pembimbing atau pengajaran di bidang Biomedika STEI Hasil penilaian bukan sangat layak tetapi cukup layak ke Guru Besar Prof. Tati Mengko : Mengenal karena Dr. Idam mengajar di prodi Teknik Biomedika KK Teknik Biomedika memerlukan keahlian Dr. Idam Arif Banyak masukan dari Prof. Soegijardjo antara lain o Sangat baik, jujur dan rajin dan menjalankan pengajaran dengan baik di Teknik Biomedika o Mendukung untuk diajukan ke Guru Besar Komentar : Prof. Puti Farida M (WRURK) Dr. Idam Arif adalah seorang yang memiliki integritas yang sangat baik dan telah ditunjukan saat ini sebagai Direktur Keuangan ITB Dr. Idam Arif sangat menjaga pengelolaan keuangan ITB dalam aspek legal dan Dr. Idam Arif adalah ujung tombak menghadapi auditor Sangat mengapresiasi kontribusi dalam keuangan dan perencanaan ITB Prof. A. Hakim Halim Banyak kontribusi dalam pengembangan sistem pengelolaan keuangan di ITB Mendukung diajukan ke Guru Besar Prof. Mitra Djamal Dr. Idam sangat berpotensi dalam akademik, namun saat ini karena sedang menjalankan tugas non‐akademik yang cukup
berat sehingga kinerja akademik tidak maksimum Mendukung diajukan ke jabatan Guru Besar Keputusan : Disetujui untuk diusulkan ke jabatan Guru Besar b. Dr. Taufiq Hidayat (FMIPA) Angka Kredit : 1040,09 KK : Astronomi Bidang keahlian : Tata Surya / Astronomi Radio CPNS : 1 Januari 1990 Pendidikan S1 : Astronomi – ITB lulus tahun 1989 S2 : Astronomi, University de Paris VII, lulus tahun 1993 S3 : Astronomi, University de Paris VII, Lulus tahun 1997 Pengantar oleh ketua K‐III Terdapat 3 perekomendasi (2 iTB dan 1 Chili) Promosi oleh Dekan FMIPA (Prof. Umar Fauzi) Konsisten melakukan riset dalam astronomi tata surya seperti teori pembentukan tata surya Nama Dr. Taufiq beserta 3 orang Astronom ITB lainnya telah diabadikan oleh komunitas internasional yaitu International Astronomical Union (IAU) pada penamaan salah satu Asteroid Publikasi pada 12 jurnal internasional dengan impact factor yang tinggi dan 11 pada jurnal nasional serta memiliki citation index = 237 Menulis dan menerjemahkan beberapa buku dalam bidang Astronomi Pernah memimpin tim Hisab Rukyat nasional Memiliki kerjasama internasional dengan observatorium di Chile Pernah menjabat sebagai kepala observatorium Boscha Mengembangkan observatorium multi panjang gelombang dan bekerja keras untuk memodernkan observatorium Boscha Mengusulkan untuk diajukan ke jabatan Guru Besar Perekomendasi Prof. Triyanta :
Mengenal sejak mahasiswa Dr. Taufiq adalah seorang yang mendalami ilmu Astronomi dengan sangat mendalam dan lengkap Dr. Taufiq dikenal oleh masyarakt Astronomi dunia Dr.Taufiq salah seorang penarik gerbong keilmuan Astronomi di FMIPA ITB Jabatan Guru Besar akan memberikan makna yang besar baik bagi Dr. Taufiq maupun prodi dan fakultas Mendukung untuk diusulkan ke jabatan Guru Besar Prof. Stephane Leon Tanne (Chile) : (dibacakan oleh ketua Komisi‐III) Telah mengenal Dr. Taufiq sekitar 20 tahun Telah mempromosikan pengembangan teknikal dalam Astronomi radio dan mendukung penuh promosi ke Guru Besar Prof. Intan Ahmad : Mengenal sejak tahun 1998 sebagai WDS saat saya menjabat Dekan FMIPA Memiliki kontribusi yang signifikan dalam pengembangan astronomi baik nasional dan internasional Telah menulis 4 buku baik sains populer dan buku teks termasuk buku teori relativitas Kepakaran diakui secara internasional dan nasional antara lain sebagai reviewer, invited speaker dsb Namanya diadopsi oleh International Astronomical Union sebagai salah satu nama Asteroid Pernah menjabat berbagai jabatan institusi di ITB Pernah menjadi Kaprodi terbaik di ITB 2012 Baik dalam memberikan pengajaran dan pembimbingan Memberikan dukungan dipromosikan sebagai Guru Besar Keputusan : Disetujui untuk diusulkan ke jabatan Guru Besar Komentar/Pertanyaan : Prof. Irawati Apakah pada promosi ke Guru Besar akan dihadiri oleh anggota komisi ad‐hoc ke GB‐an atau penalaah ? Jawaban : Prof. Tjandra Setiadi Beberapa pertimbangan
Potensi secara akademik akan berkurang jika seseorang diberi tugas‐tugas besar institusi Untuk mengingatkan kepada Senat Akademik Prof. Irwandy Arif Sebaiknya sesuai peraturan yang ada (berlaku) 7. Panitia Ad‐hoc Etika dan Netralitas Kelembagaan Laporan dan Pembahasan Draft Surat Keputusan SA tentang Norma dan Etika Politik Institut Teknologi Bandung Pengantar oleh Dr. Yustiono Telah dihasilkan draft SK Dengan keluarnya persetujuan statuta ITB 2013, saat ini SA tidak dapat mengeluarkan suatu kebijakan baru seperti SK Prof. Djoko Iskandar Pada mukadimah ada kata ormas, tetapi dalam naskah hanya ada kata partai politik, sebaiknya salah satu saja Jika ada staf ITB terpilih sebagai jabatan politik apakah bisa menyampaikan selamat melalui media iTB ? Prof. Masyhur Irsyam Sebagai PNS sudah ada aturan, apakah tidak berlebihan Apakah kajian ini adalah domain Senat Akademik ? Prof. Intan Ahmad Senat konsern dengan aturan‐2 ini, SA pernah ada aturan kampanye Dr. Yustiono Awalnya tidak hanya konteks politik, tetapi sementara dalam konteks politik, jadi bisa dihilangkan kata ormas Penegakan norma berlaku secara kultural PNS sudah ada aturan, tetapi pembentukan tim telah melalui pleno SA Merupakan penyempurnaan dari SK sebelum yang dikeluarkan SA Prof. Doddy Abdasah Tim telah melakukan “survey” ke beberapa universitas di luar negeri yang telah memiliki aturan sejenis Merupakan penyempurnaan dari SK sebelumnya Prof. Benhard Sitohang Substansi sangat baik, deskripsi (redaksional) masih perlu diperbaiki Perlu dilihat (referensi) konsep netralitas seperti di TNI maupun aturan PNS
Prof. Irwandy Arif Beberapa peristiwa seperti kasus Conrad, tentara masuk kampus (1978), kasus Rudini (1986) hingga Partai Demokrat di Sabuga Menurut statuta tugas SA hanya menyusun norma akademik Jangan sampai bertentangan dengan UU Ormas, Parpol, aturan PNS dsb Mohon ditinjau poin 3.1 dan 3.3. Prof. Hendra Gunawan Sebaiknya yang dirumuskan bukan yang mengatur individu tetapi institusi Jika saat initidak bisa dijadikan SK, sebaiknya SA menyampaikan ke publik Prof. Tati Mengko ITB memberikan pemikiran atau proses pembelajaran untuk semua dan tidak tergantung kepada suatu partai Prof. Intan Ahmad Tidak ingin ITB dimanfaatkan untuk kepentingan suatu partai tertentu saja Dr. Yustiono Masukan dan saran akan digunakan untuk memperbaiki draft Surat Keputusan Keputusan : tidak ada keputusan Sidang ditutup pkl. 16.00 Sidang Pleno Berikut : 15 November 2013 LAMPIRAN 1. Materi 2. Undangan dan Daftar Hadir Bandung,1November 2013 Senat Akademik ITB Menyetujui Sekretaris, Ketua Senat Akademik ITB (Deddy Kurniadi) (Intan Ahmad)