BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan / (Library Research) mencatat serta mengolah bahan penelitian.

Teks penuh

(1)

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan / (Library Research) yaitu penelitian yang dilaksanaakan dengan menggunakan literature kepustakaan baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian dari penelitian terdahulu.1. Penelitian kepustakaan adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, dan mencatat serta mengolah bahan penelitian.2

Menurut Mestika Zed riset kepustakaan adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1. Penelitian berhadapan langsung dengan teks (nash) atau data angka dan

buku dengan pengetahuan langsung dari lapangan atau saksi mata (eyewitness) berupa kejadian, orang atau benda-benda lainnya.

2. Data pustaka bersifat siap pakai (library made). Artinya penelitian tidak pergi kemana-mana, kecuali hanya berhadapan langsung dengan bahan sumber yang sudah tersedia di perpustakaan.

3. Bahwa data pustaka umumnya adalah sumber sekunder dalam arti bahwa peneliti memperoleh bahan dari tangan kedua dan bukan data orisinil dari tangan pertama di lapangan.

1Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002), h. 11

2Mestika Zed, Metode Penelitian Kepustakaan, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004), h. 3-5

(2)

4. Bahwa kondisi data pustaka tidak di batasi oleh ruang dan waktu. Peneliti berhadapan dengan informasi statis (tetap).3

Penelaahan perpustakaan dimaksudkan untuk mendapatkan informasi secara lengkap serta menemukan tindakan yang akan diambil sebagai langkah penting dalam kegiatan ilmiah. Awal penelitian sebelum segalanya dipersiapkan baik perangkat maupun instrumen yang diperlukan untuk menunjang penelitian,perlu dilakukan kegiatan penelusuran kepustakaan untuk mengetahui lebih detail dan memberikan kerangka berfikir, khususnya referensi relevan yang berasal dari teori-teori tanpa memperdulikan apakah penelitian yang dilakukan menggunakan data primer atau sekunder.4

Penelitian perpustakaan bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam material yang terdapat di ruangan perpustakaan, seperti: buku-buku, majalah, dokumen, catatan, dan kisah sejarah lainnya. Pada hakekatnya data yang diperoleh dengan penelitian perpustakaan ini dapat dijadikan landasan dasar dan alat utama bagi pelaksanaan penelitian lapangan. Penelitian ini dikatakan juga sebagai penelitian yang membahas data sekunder5

Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis sistematis yang menekankan pada pembangunan naratif atau deskripsi analisis atas pembahasan yang dibahas, menjelaskan tema-tema penting secara luas secara

3

Ibid.

4P. Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), h. 109

5Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), h. 28

(3)

sistematis. Penelitian ini menganalisis tema-tema tentang Memelihara Kehormatan dan Pendidikan Akhlak

Penelitian yang penulis lakukan ini, adalah penelitian yang akan menghasilkan sebuah karya ilmiah yang berbentuk skripsi yang berjudul “Konsep Al-Qur’an Tentang Memelihara Kehormatan dan Implikasinya

dengan Pendidikan Akhlak”, yang dihasilkan dari penelaahan berbagai

sumber tafsir, buku-buku pendidikan, dan tulisan para ahli yang berkaitan dengan masalah yang penulis angkat.

B. Sumber Data

1. Sumber Data Primer

Sumber data primer adalah sumber yang menjadi acuan utama yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah al-Qur’anul karim, Tafsir al-Qur’an yang membahas Memelihara kehormatan dan buku Pendidikan akhlak.Mengacu kepada metode penafsiran al-Qur’an dalam penelitian ini, maka sumber pokok yang menjadi acuan utama sebagai data penelitian karya ilmiah ini di antaranya sebagai berikut:

a. Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab

b. Tafsir Al-Azhar Karya Abdul Malik Karim Amrullah

c. Tafsir Al-Qur’an karangan Syaikh Abdurrahman bin Nashir Ash-Saidi d. Tafsir Al-Maraghi Karya Ahmad Mustafa al-Maraghi

e. Ayat-Ayat Larangan dan Perintah dalam Al-Qur’an karya K.H Qamaruddin Shaleh

(4)

f. Shafwatut Tafsir karya Syeikh Muhammad Ali ash-Shabuni g. Ilmu Akhlak karya A. Rahman Ritonga

h. Kuliah Akhlak karya Yunahar Iliyas

i. Al-Mukjam Al-Mufahras Lil Alfaziil Al-Qur’anul Karim karya M. Fuad Abdul Baqi

j. Tafsir Wanita karya Syaikh Imam Zaki al-Barudi

2. Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder adalah sumber yang menunjang dari pada sumber data primer, yang menjadi sumber data sekunder adalah buku-buku yang membahas tentang pendidikan akhlak, menjaga kemaluan atau kehormatan, dan sumber-sumber relavan dengan penelitian ini. Adapun buku-buku yang mendukung sebagai sumber sekunder atau sumber pendukung di dalam penelitian kepustakaan yang berjudul Konsep Al-Qur’an Tentang Memelihara Kehormatan dan Implikasinya dengan Pendidikan Akhlak yaitu:

a. Ilmu Pendidikan Islam Karya Ramayulis

b. 25 Mutiara Akhlak waanita Shalehah karya Lulu susanti c. Psikologi Keluarga karya Sri lestari

d. Etika dalam perspektif Al-Qur’an karya Imam Suraji

e. Pendidikan Karakter Perpektif Pendidikan Islam karya Hamdani Hamid dan Ahmad Saebani

(5)

C. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data-data tentang ayat-ayat, kalimat-kalimat yang berhubungan dengan makna Memelihara Kehormatanm, penulis memakai kata furujahum yang awalnya penulis temui dalam Q.S. an-Nuur ayat 30-31, kemudian penulis mencari kata kunci furujahum tersebut dalam kitab Mu’jam Al-Mufahras Li Alfaziil Al-Qur’anul Karim karangan M. Abdul Baqi, Untuk mengumpulkan data, digunakan pengumpulan data literer, yaitu mengumpulkan bahan-bahan pustaka yang berkesinambungan (koheren) dengan objek pembahasan yang diteliti.

D. Teknik Pengolahan Data

Teknik Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan sepanjang penelitian ini berlangsung. Mulai dari pengumpulan data dari berbagai tafsir dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian sampai pada penulisan hasil dan penarikan kesimpulan.

Data yang ada dalam perpustakaan diolah dengan cara:

1. Editing, yakni pemeriksaan kembali dari data-data yang diperoleh, terutama dari segi kejelasan makna dan koherensi makna antara yang satu dengan yang lainnya.

2. Organizing, yakni menyusun data-data yang telah diperoleh berdasarkan makna yang terkandung di dalam kelompok ayat tersebut sehingga terbentuk sub-sub topik dalam tema yang telah ditentukan sebelumnya. 3. Penemuan hasil penelitian,dengan melakukan analisis lanjutan terhadap

(6)

metode yang telah ditentukan, sehingga diperoleh kesimpulan merupakan jawaban dari rumusan masalah.

E. Teknik Analisis Data

Dalam menganalisis ayat-ayat yang telah dikumpulkan tentang memelihara kehormatan atau kemaluan, digunakan metode Maudhu’i. Menurut Abdul Al-Hayy Al-Farmawi menyatakan bahwa Tafsir Maudhu’i adalah menghimpun ayat-ayat al-Qur’an yang mempunyai maksud yang sama dalam arti sama-sama membicarakan satu topik masalah dan menyusunnya berdasarkan kronologi serta sebab turunnya ayat tersebut, memberi keterangan, dan penjelasan serta mengambil kesimpulan.6.

Metode maudhu’i (tematik) memiliki spesifikasi yang tidak dimiliki oleh metode tafsir lainnya. Setelah mengamati secara seksama urgensi serta prosedur metode maudhu’i (tematik), siapa pun tidak akan membantah bahwa metode ini merupakan yang terbaik untuk menafsirkan al-Qur’an.7

Menurut Quraish Shihab metode maudhu’i terdiri dari dua macam yaitu:

1. Penafsiran menyangkut satu surat dalam Al-Qur’an dengan menjelaskan tujuan-tujuannya secara umum dan merupakan tema sentralnya, serta menghubungkan persoalan-persoalan yang beranekaragam dalam satu surat dengan lainnya dan juga dengan tema tersebut, sehingga satu surat tersebut dengan berbagai masalahnya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. 2. Penafsiran yang bermula dari menghimpun ayat- ayat Al-Qur’an

yang membahas satu masalah tertentu dari berbagai ayat atau

6Abdul Al-Hayy Al-Farmawi, Metode Tafsir Mawdhu’iy Suatu Pengantar, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 1999), h. 36

7Rosihon Anwar, Terjemahan Al-Bidayah Fi At-Tafsir Al-Maudhu’i: Dirasah Manhajjah

(7)

surat Al- Qur’an dan diurutkan sesuai dengan urutannya, dan menjelaskan pengertian menyeluruh dari ayat-ayat tersebut.8

Orang yang pertama kali memperkenalkan metode ini adalah Al-Jalil Ahmad As-Sa’id Al-Kumi, ketua jurusan tafsir di Universitas Al-Azhar. Langkahnya kemudian diikuti oleh teman-teman dan mahasiswa-mahasiswanya. Prosedur metode maudhu’i adalah sebagai berikut:

1. Menetapkan masalah yang akan dibahas (topik).

2. Menghimpun ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut. 3. Menyusun runtutan ayat sesuai dengan nama turunnya, disertai

pengetahuan tentang asbabun nuzul.

4. Memahami korelasi ayat-ayat tersebut dalam suratnya masing-masing.

5. Menyusun pembahasan dalam kerangka yang sempurna (out line).

6. Mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun ayat yang mempunyai pengertian sama, atau mengompromikan antara ayat yang ‘am ( umum) dan yang khas (khusus), mutlak dan muqayyat (terikat, atau yang pada lahirnya bertentangan, sehingga kesemuanya bertemu dalam satu muara tanpa perbedaan atau pemaksaan.9

Pendekatan dalam menganalisis data mengenai memelihara kehormatan yaitu:

1. Pertama, dengan menggunakan pendekatan ilmu Al-Qur’an, dengan cara menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku dalam kajian Al-Qur’an.

2. Kedua, dengan menggunakan pendekatan ilmu pendidikan akhlak dengan cara menggunakan teori-teori atau kaidah-kaidah yang ada dalam ilmu pendidikan Islam,.

Adapun langkah-langkah analisis yang penulis, gunakan dengan mengoperasionalkan metode maudhu’i, yaitu:

8Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Presada, 1999), h. 175

9

(8)

1. Menetapkan masalah atau tema dan sub tema yang akan dibahas. Tema yang ditetapkan yaitu Konsep Al-Qur’an Tentang Memelihara

Kehormatan dan Implikasinya dengan Pendidikan Akhlak.

2. Mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan masalah atau tema tersebut. Adapun ayat al-Qur’an tentang memelihara kehormatan diantaranya yaitu: Q.S. an-Nuur ayat 30-31, Q.S. al-Anbiya ayat 91, Q.S. al-Mukminun ayat 1-11, Q.S. al-Ahzab ayat 35 Q.S. al-Ma’arij ayat 19-35.

3. Kemudian ayat tersebut penulis susun secara runtutan masa turunnya, disertai pengetahuan tentang Asbabun Nuzul dan Munasabahnya.

4. Penulis menjelaskan penafsiran dari ayat-ayat yang telah dikumpulkan berkaitan dengan tema yang telah ditetapkan dengan menggunakan kitab tafsir yang membahas ayat-ayat yang telah dikumpulkan tersebut.

5. Mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dan menghubungkannya dengan pendidikan akhlak.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :