PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL
PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SURADADI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SURADADI
KABUPATEN TEGAL
KABUPATEN TEGAL
KERANGKA KERJA MANAJEMEN ETIK NON KLINIS
KERANGKA KERJA MANAJEMEN ETIK NON KLINIS
RSUD SURADADI KABUPATEN TEGAL
RSUD SURADADI KABUPATEN TEGAL
TAHUN 2017
TAHUN 2017
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SURADADI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SURADADI
JLN. RAYA TEGAL PEMALANG KM. 12 SURADADI - KABUPATEN TEGAL JLN. RAYA TEGAL PEMALANG KM. 12 SURADADI - KABUPATEN TEGAL
TELEPON (0283) 43211! IGD (0283) 432183 TELEPON (0283) 43211! IGD (0283) 432183
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Etika menentukan standar sejauh mana dalam tingkah laku dan pengambilan keputusan dianggap baik atau buruk. Tanggung jawab sosial adalah bentuk kontribusi terhadap kesejahteraan dan kepentingan masyarakat serta organisasi itu sendiri. Etika manajemen dan tanggung jawab sosial merupakan aspek yang paling penting dalam melaksankan aktivitas perusahaan demi terjaminnya kelangsungan perusahaan. Untuk itu, perlu adanya penerapan dari etika manajeman dan tanggung jawab sosial. Penerapan etika manajemen dan tanggung jawab sosial bukan hanya menjadi tanggungan bagi manajer atau pipinan melainkan juga karyawan perusahaan. Tak hanya itu, partisipasi dari masyarakat dan pemerintah juga diperlukan dalam lingkup ini.
B. TUJUAN
Maksud dan tujuan pembuatan buku ini adalah untuk memberikan gambaran tentang etika manajemen dengan tujuan sebagai pedoman bagi staf Rumah akit, sehingga terdapat kesamaan pandangan dan tindakan dalam menjalankan upaya penerapan etika manajemen
BAB II
Etika adalah satu keper!ayaan, standar, atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat. Etika juga diartikan sebagai sistem dari prinsip"prinsip moral atau aturan untuk bertindak. Etika menyangkut perilaku, perbuatan dan sikap manusia terhadap peristiwa penting dalam hidupnya. #su etika hadir dalam sebuah situasi ketika tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah organisasi dapat menimbulkan manfaat atau kerugian bagi yang lain.
Etika dalam organisasi atau etika manajemen perhatiannya meliputi tiga hal yaitu$
%. &ubungan perusahaan dengan karyawan '. &ubungan karyawan dengan organisasi (. &ubungan perusahaan dengan pihak luar
A. P"#$%&'%# K"*+,+%# B"/%%%# E,% M%#%"&"#
&ir semua dilema etika melibatkan suatu konflik antara kebutuhan sebagian dan keseluruhan individu dengan perusahaan, perusahaan dengan masyarakat sebagai suatu keseluruhan. )adang" kadang suatu keputusan etika menimbulkan konflik antara dua pihak. *da beberapa faktor yang mempengaruhi etika manajemen dalam mengambil keputusan yaitu hukum, peraturan pemerintah, kode etik perusahaan, dan tegangan antara standar perorangan dan kebutuhan perusahaan. Para manajer yang menghadapi jenis pilihan etis yang sulit, sering memanfaatkan suatu pendekatan normatif yang berdasarkan norma dan nilai"nilai untuk membimbing pembuatan keputusan mereka. Etika normatif menggunakan beberapa pendekatan untuk menggambarkan nilai"nilai a!uan dalam pembuatan keputusan yang etis. Empat diantaranya yang relevan bagi para manajer adalah pendekatan manfaat, pendekatan individualisme, pendekatan hak"hak moral, dan pendekatan keadilan.
B. %,-%, %#$ M"&*"#$%+5 P5%# E, %. Manajer
Manajer membawa pengaruh berupa kepribadian dan perilaku terhadap pekerjaan. kebutuhan pribadi, pengaruh keluarga, dan latar belakang agama, seluruhnya membentuk sistem nilai seorang
manajer. )arakteristik pribadi yang khusus, seperti kekuatan ekonomi, keper!ayaan diri, dan rasa kemandirian yang kuat, memungkinkan para manajer untuk membuat keputusan yang etis. alah satu perilaku pribadi yang penting adalah tahap pengembangan moral. Riset telah menunjukkan bahwa nilai"nilai sebuah perusahaan sangat mempengaruhi perilaku karyawan dan pembuatan keputusan. ebagian besar perusahaan, para karyawan per!aya bahwa jika mereka tidak mengikuti nilai"nilai etika yang diekspresikan pekerjaan mereka akan berada dalam bahaya atau mereka tidak akan !o!ok berada di sana. +udaya merupakan suatu kekuatan yang besar karena budaya mendefinisikan nilai"nilai perusahaan. *spek organisasi lainnya, seperti aturan dan kebijakan yang eksplisit, sistem penghargaan, sejauh mana perusahaan
memperhatikan karyawannya, sistem seleksi, penekanan pada standar hukum dan profesional serta proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan juga dapat mempengaruhi nilai etika dan proses pengambilan keputusan oleh manajer
'. Tanggung jawab sosial
Tanggung jawab sosial berarti manajemen harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dalam mengambil keputusan. Tanggung jawab sosial merupakan konsep yang sukar untuk dipahami, karena orang yang berbeda memiliki keyakinan yang berbeda mengenai tindakan apa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ang lebih sulit lagi, tanggung jawab sosial men!akup sejumlah isu, kebanyakan diantaranya bersifat ambigu terkait dengan masalah benar atau salah. Terdapat dua pandangan terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial. Pertama, menganggap perusahaan bagian dari masyarakat, maka harus melakukan tanggung jawab sosial demi kemakmuran masyarakat. )edua, menganggap perusahaan tidak perlu menjalankan tanggung jawab sosial karena bertentangan dengan tujuan ekonomi perusahaan sebab mengurangi laba.
-alam pelaksanaan tanggung jawab sosial ada empat strategi $
trategi menghindari tanggung jawab sosial karena mementingkan
Melaksanakan tanggung jawab sosial sebatas yang diisyaratkan
dalam peraturan atau undang"undang
Melakukan tanggung jawab sosial etika manajemen yang dapat
diterima masyarakat
Melakukan tanggung jawab sosial se!ara pro"aktif agar tidak terjadi
gejolak atau dampak sosial yang buruk terhadap organisasi
B"#,+ ,%#$$+#$ %6%' %
Perusahaan harus memberikan perhatian terhadap masalah sosial dan lingkungan dengan melaksanakan tanggung jawab sosial misalnya dalam bentuk program R /Corporate Social Responsibility 0. Melaui R akan ter!ipta hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan sebagai syarat terjaminnya kelangsungan bisnis mereka. *spek"aspek yang mendukung R antara lain adanya etika bisnis yang dijadikan pedoman dalam berbisnis dan adanya masalah masalah lingkungan. *pabila perusahaan membangun suatu basis komunitas, mereka menjadi bagian dari komunitas dan mengandalkan padanya akan pelanggan maupun karyawannya. Perusahaan menunjukan kepeduliannya kepada komunitas dengan mensponsori event lokal atau memberikan donasi kepada kolompok sosial lokal.
. M"#$"%+% K#"% S% P"+%5%%#
Tanggung jawab sosial perusahaan dapat dibagi ke dalam empat kriteria. emua tanggung jawab tersebut disusun dari atas ke bawah menurut tingkat kesulitan dan frekuensi yang dialami oleh para manajer ketika menangani permasalahan tersebut, meliputi $
Tanggung 1awab Ekonomi, pandangan ini mengatakan bahwa
perusahaan harus dioperasikan dengan basis orientasi laba, dengan misi tunggalnya yaitu meningkatkan labanya selama berada dalam peraturan permainan
Tanggung 1awab 2egal, mendefinisikan apa yang dianggap penting
oleh masyarakat sehubungan dengan perilaku perusahaan yang layak
Tanggung 1awab Etika, meliputi perilaku yang tidak perlu disusun
dalam undang"undang dan boleh tidak melayani kepentingan ekonomi langsung perusahaan
Tanggung 1awab -iskresioner, murni suka rela dan dituntun oleh
keinginan sebuah perusahaan untuk memberi kontribusi sosial yang tidak diperintahkan oleh ekonomi, undang"undang, atau etika
D. M"#$"% E,% D%# T%#$$+#$ J%6%' S% P"+%5%%#
+anyak manajer peduli pada perbaikan iklim etika dan tanggung jawab sosial perusahaan mereka. Mereka tak ingin dikejutkan atau dipaksa masuk ke dalam posisi obstruktif atau defensif. eperti yang dikatakan salah seorang ahli pada topik etika, Manajemen bertanggung jawab untuk men!iptakan dan menopang kondisi di mana orang" orang
harus menjaga kelakuan mereka sendiri. Para manajer harus mengambil langkah"langkah aktif untuk memastikan bahwa perusahaan berdiri dengan dasar etika.
E. H% P"#"%*%# E,% M%#%"&"# D%# T%#$$+#$ J%6%' S%
+anyak perusahaan menyadari bahwa ukuran kesuksesan bukan hanya dari laporan keuangan, melainkan dari etika dan tanggung jawab sosial perusahaan dengan kinerja keuangannya menjadi perhatian baik bagi para manajer maupun manajemen. alah satu hal yang diperhatikan manajer adalah apakah menjadi warga negara yang baik akan membawa dampak buruk bagi kinerja perusahaan. ejumlah studi telah dilakukan untuk menentukan apakah peningkatan etika dan respon sosial meningkatkan atau menurunkan performa keuangan. tudi tersebut memberikan hasil yang bervariasi namun umumnya menemukan suatu hubungan ke!il yang positif antara tanggung jawab sosial dan kinerja keuangan.
. I+-I+ E,% A/&#,%,9
Potensi isu etika administratif yang pertama terkait dengan kepemimpinan dan manajemen di rumah sakit. 3ungsi manajemen men!akup antara lain kegiatan menentukan obyektif, menentukan arah dan memberi pedoman pada organisasi. kegiatan"kegiatan kepemimpinan dan manajemen ini paling sensitif se!ara etis. *rtinya dalam pelaksanaannya seorang pemimpin manajer pun!ak sangat mudah disadari atau tidak melanggar asas"asas etika beneficence, nonmaleficence, menghormati manusia dan berlaku adil . *palagi jika
-irektur Rumah akit berperilaku diskrimatif dan menerapkan standar ganda. #a menuntut orang lain mematuhi standar"standar yang ditetapkan. edangkan ia sendiri tidak mau memberi teladan sesuai dengan standar"standar itu.
Potensi isu etika administratif berikutnya adalah tentang privasi. Privasi menyangkut hal"hal konfidensial tentang pasien, seperti rahasia pribadi, kelainan atau penyakit yang diderita, keadaan keuangan, dan terjaminnya pasien dari gangguan terhadap ketersendirian yang menjadi haknya. kewajiban etis rumah sakit untuk menjaga dan melindungi privasi dan kerahasiaan pasiennya. &arus di akui, hal itu tidak selalu mudah. Misalnya kerahasiaan rekam medis pasien sukar dijaga, karena rumah sakit modern data dan informasi yang terdapat di dalamnya terbuka bagi begitu banyak petugas yang karena kewajibannya memang berhak punya akses terhadap dokumen tersebut. -apat juga terjadi dilema etika administratif, jika terjadi keterpaksaan membuka kerahasiaan karena suatu sebab di satu pihak lain kewajiban moral untuk menjaganya.
Persetujuan tindakan medis (Informed consent) . Masalah etika administratif dapat terjadi, jika informed !onsent tidak dilaksanakan sebagaimana seharusnya, yaitu persetujuan yang diberikan se!ara sukarela oleh pasien yang kompeten kepada dokter untuk melakukan tindakan medis tertentu pada dirinya, setelah ia diberi informasi yang lengkap dan dimengerti olehnya tentang semua dampak dan resiko yang mungkin terjadi sebagai akibat tindakan itu atau sebagai akibat sebagai tidak dilakukan tindakan itu. -alam banyak hal, memang tidak terjadi banyak masalah etika, jika intervensi medis berjalan aman dan out!ome klinis sesuai dengan apa yang diharapkan semua pihak.4
Tetapi, dapat saja terjadi suatu tindakan invansif ringan yang rutin dikerjakan sehari"hari misalnya pendektomi berakibat fatal. )asus demikian dapat menjadi penyesalan berkepanjangan. -apat juga terjadi dilema etik pada dokter dirumah sakit, yang tega mengungkapkan informasi yang selengkapnya kepada pasien, karena ia tahu jika itu dilakukan pasien akan jadi bingung, panik, dan takut sehingga ia minta dipulangkan saja untuk men!ari pengobatan alternatif. Padahal dokter per!aya bahwa tindakan medik yang diren!anakan masih besar kemungkinannya untuk menyelamatkan pasien.
-ilema etika administratif berikutnya di rumah sakit dapat terjadi berhubung dengan faktor"faktor situasi keuangan. ontoh"!ontoh berikut ini terjadi sehari"hari.
1. *pakah kemampuan pasien membayar uang muka adalah faktor
yang mutlak bagi rumah sakit untuk memberikan pertolongan kepadanya. )arena pertimbangan tertentu, pemilik atau manajeman rumah sakit mengalokasikan dana yang terbatas untuk proyek tertentu,dan dengan demikian mengakibatkan kebutuhan lain yang mungkin lebih mendesak, lebih besar manfaatnya, dan lebih efektif biaya.
2. +agaimana sikap rumah sakit terhadap dokter tertentu sangat tinggi
tarif jasanya. 1ika ditegur ia pasti akan marah, dan mungkin akan hengkang ke rumah sakit lain. Padahal ia patient getter yang merupakan 5telur emas6bagi rumah sakit.
3. +agaimana sikap terhadap pasien yang kurang tepat waktu melunasi
piutang periodiknya, Padahal ia sangat memerlukan tindakan khusus lanjutan.
7. Untuk rumah sakit milik pemodal, bagaimana sikap manajemen jika ada konflik kepentingan antara kebutuhan pasien dengan keingginan pemegang saham yang melihat sesuatu hanya dari perhitungan bisnis.
5. +agaimana jika ada konflik kepentingan antara pemilik, manajemen
dan para klinis yang akar masalahnya adalah soal keuangan dan pendapatan. +agaimana sikap manajemen terhadap dokter tertentu yang dapat diduga melakukan moral hazard dengan berkolusi
dengan P+3.
6. +agaimana sikap rumah sakit terhadap teknologi mahal8 disatu
pihak diperlukan untuk meningkatkan posisi dan !itra rumah sakit, di pihak lain potensi moral ha9ard juga tinggi demi untuk membayar !i!ilan kredit atau leasing.
BAB III KESIMPULAN
Etika berhubungan dengan nilai"nilai internal yang merupakan sebagian dari budaya perusahaan dan membentuk keputusan mengenai tanggung jawab sosial yang berkaitan dengan lingkungan eksternal. Tanggung jawab sosial adalah kewajiban manajemen untuk membuat pilihan dan mengambil tindakan yang akan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan dan kepentingan masyarakat serta organisasi itu sendiri.
Etika manajemen dan tanggung jawab sosial berhubungan erat sebagaimana yang dijelaskan di atas. udah banyak perusahaan" perusahaan di #ndonesia maupun di luar negeri yang telah menerapkan etika manajemen dan tanggung jawab sosial. -ampaknya pun telah dirasakan, karena dari penerapan kedua hal tersebut masyarakat semakin mengenal perusahaan tersebut dan !enderung mengapresiasi. Untuk itu, perlu pemahaman lebih mendalam tentang etika manajemen dan tanggung jawab sosial.
uradadi, :( 1anuari ':%; -irektur RU- uradadi
)abupaten Tegal
/. JOKO :ANTORO! MMR Pembina