BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terhadap fenomena yang terjadi dengan menerangkan pengaruh atau sebab akibat

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode ini memberikan gambaran terhadap fenomena yang terjadi dengan menerangkan pengaruh atau sebab akibat untuk menguji hipotesa serta mendapatkan makna dan implikasi dari penyelesaian suatu masalah. Deskriptif menurut Sugiyono (2011:11) mengemukakan bahwa, penelitian yang dilakukan untuk mengatahui nilai variabel, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan antara satu dengan variabel yang lain. Sedangkan pengertian kuantitatif menurut Sugiyono (2011:14) mengemukakan kuantitatif adalah data yang berbentuk angka.

Metode kuantitatif lebih kepada pendekatan ilmiah terhadap pengambilan keputusan manajerial dan ekonomi, dimana pendekatan ini terdiri atas perumusan masalah, menyusun model, mendapatkan data yang berupa angka, mencari solusi, menguji solusi, menganalisa hasil dan mengimplementasikan hasil.

3.2. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2011. Dalam Industri Manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011 sebanyak 146 perusahaan. Kriteria

(2)

yang digunakan dalam pemilihan adalah perusahaan yang go public dan sudah terdaftar di BEI karena memiliki data laporan keuangan yang dapat diandalkan. Industri Manufaktur memiliki jumlah populasi yang terbesar jika dibandingkan dengan industri lain, dengan jumlah populasi yang besar tersebut maka akan mempermudah pengambilan sample dengan jumlah yang besar, disamping itu alasan memilih Industri manufaktur sebagai objek penelitian karena industri ini mendominasi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI sehingga hasil relefansi penelitiannya diharapkan dapat mewakili industri yang ada di Indonesia. 2. Sampel

Untuk sample diambil sebanyak 40 perusahaan dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, menurut Sugiyono (2012:118) Proportionate Stratified Random Sampling adalah teknik penentuan sampel bila semua populasi mempunyai unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proposional. Berikut adalah proses pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling:

Tabel 3.1

Proses pengambilan sample dengan

Teknik Proportionate Stratified Random Sampling

Kategori Perusahaan Populasi % Sample

Apparel & Other Textille Products 9 2,46 2

Lumber and Wood Products 3 0,82 1

Cables 6 1,64 2

Metal & Allied Products 15 4,1 4

Chemical & Allied Products 9 2,56 3

Consumer Goods 4 1,59 2

Electronic & Office Equpment 4 1,09 1

Food and Beverages 18 4,43 4

Cement 3 0,82 2

(3)

Tabel 3.1

Proses pengambilan sample dengan Teknik Proportionate Stratified Random Sampling

(lanjutan)

Pharmaceuticals 9 1,46 1

Photographic Equipment 3 1,82 2

Plastics & Glass Products 13 3,46 3

Stone,Clay,Glass and Concrete

Products 5 1,36 1

Tobacco manufactures 3 2,82 2

Automotive & Allied Products 17 4,45 4

Textille Mill Products 11 2,01 2

Paper and Allied Products 8 2,19 2

Adhesive 4 1,09 1

Fabricated Metal Products 2 0,54 1

Total perusahaan 146 40

Sumber: Indonesian Capital Mark et Directory 2012

Berdasarkan metode pengambilan sample tersebut, maka perusahaan yang dipilih adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Sampel Penelitian

No. Kode Perusahaan Nama Perusahaan

1. RICY PT. Ricky Putra Globalindo Tbk.

2. BATA PT. Sepatu Bata Tbk.

3. PRAS PT. Prima Alloy Steel Universal Tbk. 4. ASIL PT. Astra Internasional Tbk.

5. UNTR PT. United Tractor Tbk.

6. MASA PT. Multistrada Arah Sarana Tbk. 7. KBLM PT. Kabelindo Murni Tbk.

8. SCCO PT. Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk 9. SMCB PT. Holcim Indonesia Tbk.

10. SMGR PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. 11. ETWA PT. Eterindo Wahanatama Tbk.

12. AKRA PT. AKR Corporindo Tbk.

13. UNIC PT. Unggul Indah Cahaya Tbk. 14. MRAT PT. Mustika Ratu Tbk.

15. MBTO PT. Martina Berto Tbk. 16. ASGR PT. Astra Graphia Tbk.

17. MYOR PT. Mayora Indah Tbk.

18. MLBI PT. Multi Bintang Indonesia Tbk.

(4)

Tabel 3.2 Sampel Penelitian

(lanjutan) 19. ULTJ PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk.

20. STTP PT. Siantar Top Tbk.

21. TIRA PT. Nira Austenite Tbk. 22. LMSH PT. Lion Mesh Prima Tbk.

23. KRAS PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. 24. BTON PT. Betonjaya Manunggal Tbk. 25. KAEF PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. 26. KONI PT. Perdana Bangun Pusaka Tbk. 27. MDRN PT. Modern Internasional Tbk. 28. IGAR PT. Champion Pacific Indonesia Tbk.

29. BRNA PT. Berlina Tbk.

30. TRST PT. Trias Sentosa Tbk.

31. TOTO PT. Surya Toto Indonesia Tbk.

32. HMSP PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

33. GGRM PT. Gudang Garam Tbk.

34. TRIS PT. Trisula Internasional Tbk.

35. STAR PT. Star Petrochem Tbk.

36. SULI PT. Sumalindo Lestari Jaya Tbk. 37. TKIM PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. 38. FASW PT. Fajar Surya Wisesa Tbk.

39. EKAD PT. Ekhadarma Internasional Tbk. 40. KDSI PT. Kedawung Setia Industrial Tbk.

Sumber: Indonesian Capital Mark et Directory 2012

3.3. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. karena dinyatakan dengan angka-angka yang menunjukan nilai terhadap besaran atas variabel yang diwakilinya. Data kuantitatif digunakan untuk memahami peristiwa dari balik data tersebut. Data kuantitatif menurut Sugiyono (2011:14) ialah, “Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka.”

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, meliputi data mengenai variabel terkait dalam penelitian ini, meliputi data laporan keuangan perusahaan, yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Dictionary,

(5)

dan www.idx.co.id Serta meliputi kajian yang berkaitan dengan penelitian tersebut, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber lain yang ada kaitannya dengan penelitian.

3.4. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel yang digunakan, yaitu: 1. Variabel bebas / variabel Independent (X)

Menurut Sugiyono (2011:39) mengemukakan bahwa, variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent (terikat).

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Perputaran Aktiva Tetap (X1) dan Perputaran Piutang (X2). Data diperoleh dari Indonesian Capital Market Dictionary, dan www.idx.co.id.

2. Variabel terikat / variabel Dependent (Y)

Variabel terikat adalah variabel yang memberikan respon jika dihubungkan dengan variabel bebas. Sugiyono (2011:40) mengemukakan bahwa, “Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.”

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Return On Asset. Data diperoleh dari Indonesian Capital Market Dictionary, dan

(6)

Berdasarkan uraian di atas, untuk lebih jelasnya mengenai Operasionalisasi Variabel penelitian ini dapat disajikan pada Tabel 3.3 sebagai berikut:

Tabel 3.3

Operasinalisasi Variabel

Variabel Konsep Variabel Rumus Indikator Ukuran Skala Perputaran Aktiva Tetap Variabel X1 “Perputaran aktiva tetap (Fixed Turn Over) yaitu rasio antara penjualan dengan aktiva tetap bersihnya.” Munawir (2004:240) Perputaran aktiva tetap = penjualan aktiva tetap bersih

Munawir (2004:240) - Penjualan - Harga penjualan aktiva - Total aktiva Kali (x) Rasio Perputaran Piutang Variabel X2 “Perputaran piutang dimaksudkan untuk mengetahui berapa kali utang dagang perusahaan berputar dalam setahun.” Syamsuddin (2007:51) Perputaran piutang = penjualan kredit piutang rata – rata

Syamsuddin (2007:51) - Penjualan secara kredit - Piutang rata-rata - Perubahan piutang menjadi kas Kali (x) Rasio Return On Asset Variabel Y “Return On Asset (ROA), yaitu untuk mengukur efektivitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.” Rusdin (2008:142) Return on Assets = Laba Bersih sesudah Pajak Total Aktiva Syamsuddin (2011:63) - Laba bersih - Total aktiva - penjualan Persen (%) Rasio

(7)

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang bersifat kuantitatif dan dinyatakan dalam bentuk angka-angka diperoleh dari laporan keuangan kemudian dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan (library research), yaitu pengumpulan data untuk memperoleh informasi dengan jalan mencari, membaca dan mencatat secara sistematis fenomena-fenomena yang dibaca dari sumber tertentu. Dalam studi kepustakaan penelitian ini dilakukan dengan membaca dan mencatat referensi yang ada pada Indonesian Capital market Directory (ICMD) dan www.idx.co.id

3.6. Teknik Pengolahan Data 3.6.1. Teknik Analisis Data

Teknik Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang mudah dibaca dan diinterpretasikan. Prosedur pengolahan data dilakukan secara bertahap, dengan tujuan akan memperoleh hasil yang diharapkan.

Metode analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analisis Kuantitatif yaitu analisis pengolahan data yang berbentuk angka-angka dan kesimpulan akan dibuat berdasarkan pengujian hipotesis. Maka dari itu penulis melakukan analisis pengaruh perputaran aktiva tetap dan perputaran piutang terhadap Return On Asset.

Data yang digunakan dalam penelitian ada tiga yaitu, perputaran aktiva tetap, perputaran piutang, dan Return On Asset.

(8)

Rumus Perputaran Aktiva Tetap

Rumus Perputaran Piutang

Rumus Return On Asset:

3.6.2. Analisis Regresi

Regresi digunakan untuk memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen. Pada umumnya Analisis regresi dilakukan bila hubungan yang mempunyai keterkaitan sebab dan akibat (kausal). Untuk menetapkan kedua variabel mempunyai hubungan sebab akibat atau tidak harus didasarkan pada konsep dan atau teori yang mendukung. Berikut ada 2 macam regresi, diantaranya:

3.6.2.1. Regresi Linier Sederhana

Menurut Sugiyono (2011:237) regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Dalam analisa ini untuk menghitung koefisien regresi sederhana berdasarkan hasil perhitungan SPSS, diantaranya:

Sumber: Sugiyono (2011:237)

Return On Asset = Laba Bersih x 100 % Total Aktiva

Perputaran aktiva tetap = penjualan Aktiva tetap bersih

Perputaran piutang = Penjualan Piutang rata-rata

(9)

Keterangan:

Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan. a = Harga Y apabila X = 0 (harga konstan).

b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila (-) maka terjadi penurunan.

X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. 3.6.2.2. Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda ini merupakan model hubungan antara variabel terikat ROA dan variabel bebas baik perputaran aktiva tetap maupun perputaran piutang. Analisis regresi berganda Menurut Sarwono (2006:79) mengemukakan bahwa, Regresi linier mengestimasi besarnya koefisien yang dihasilkan dari persamaan yang bersifat linier dan melibatkan dua variabel bebas. Sedangkan menurut Sugiyono (2011:243) analisis regresi ganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya).

Analisis ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perputaran aktiva tetap dan perputaran piutang terhadap return on assets (ROA), yaitu bagaimana keadaan nilai return on assets (Y), apabila kedua variabel independen yaitu perputaran aktiva tetap (X1) dan perputaran piutang (X2) dinaik turunkan nilainya.

(10)

Hubungan antar variabel penelitian dapat digambarkan secara lengkap dalam struktur model penelitian sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3.1 sebagai berikut:

b1X1

b2X2

Gambar 3.1

Struktur Model Penelitian

Berdasarkan gambar 3.1 maka bentuk persamaan regresi ganda adalah sebagai berikut:

Sumber: Sugiyono (2011:243)

Keterangan:

Y= variabel tidak bebas (Return On Asset)

a= konstanta, merupakan nilai terikat yang ada dalam hal ini adalah Y pada saat variabel bebasnya (X1, X2 = 0)

X1= variabel bebas X1 (perputaran aktiva tetap)

X2= variabel bebas X2 (perputaran piutang)

b1= koefisien regresi berganda antara variabel bebas X1 terhadap variabel terikat

Y, apabila variabel bebas X2 diangap konstan. X1 Perputaran aktiva tetap X2 Perputaran piutang Y Return on Assets (ROA) Y = a +b1X1+b2X2+e

(11)

b2= koefisien regresi berganda antara variabel bebas X2 terhadap variabel terikat

Y, apabila variabel bebas X1 diangap konstan. e = Kesalahan Penggangu (standard error)

Arti dari koefisien b adalah jika nilai b positif (+), yang berarti koefisien menunjukkan hubungan yang searah antara variabel independen dengan variabel dependen. Dengan kata lain peningkatan atau penurunan variabel independen akan diikuti oleh peningkatan dan penurunan variabel dependen. Sedangkan jika nilai b negatif (-), menunjukkan hubungan yang berlawanan antara variabel independen dengan variabel dependen.

3.6.3. Analisis Korelasi

Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan) linier antara dua variabel. Korelasi juga tidak menunjukkan hubungan fungsional. Dengan kata lain, analisis korelasi tidak membedakan antara variabel dependen dengan variabel independen. Dalam analisis regresi, analisis korelasi yang digunakan juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen selain mengukur kekuatan asosiasi (hubungan). Menurut Santoso (2002:321) mengemukakan bahwa analisis ini mengkaji kuat hubungan antara dua variabel.

Besarnya koefisien korelasi adalah:

a. Apabila (-) berarti terdapat hubungan negatif b. Apabila (+) berarti terdapat hubungan positif.

(12)

Interprestasi dari nilai koefisien korelasi:

a. Jika r = kuat dan mempunyai hubungan yang berlawanan (jika X naik maka Y turun atau sebaliknya).

b. Jika r = +1 atau mendekati +1, maka hubungan yang kuat antara variabel X dan variabel Y dan hubungannya searah.

Sedangkan harga r akan dikonsultasikan dengan tabel interprestasi nilai r sebagai berikut:

Tabel 3.4

Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisen Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000 Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Sumber: Sugiyono (2011:214) 3.6.4. Uji Hipotesis

Sugiyono (2011:70) mengemukakan bahwa, Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.

Pada penelitian ini menggunakan hipotesis deskriptif dengan menggunakan uji t dan uji f. Hipotesis adalah dugaan terhadap nilai satu variabel berpengaruh terhadap variabel lain dengan adanya sebab akibat. Peneliti melakukan analisa terhadap data yang telah diuraikan dengan menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitaf menurut Sugiyono (2011:14) yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.

(13)

Adapun langkah-langkah analisis dalam metode kuantitatif yang telah dijelaskan diantaranya dengan uji statistik yang berfungsi untuk membuktikan hipotesa yaitu bahwa perputaran aktiva tetap dan perputaran piutang mempunyai pengaruh baik parsial atau simultan terhadap return on assets (ROA) maka dilakukan uji hipotesa secara statistik yaitu:

3.6.4.1. Uji T

Uji T dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat dilakukan dengan menggunakan T test, atau mambandingkan t hitung dengan t tabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung. Untuk mengetahui hasil dari pengujian dapat dilakukan dengan uji statistik t dengan langkah sebagai berikut:

a. Menentukan hipotesis secara keseluruhan antara perputaran aktiva tetap dan perputaran piutang terhadap profitabilitas. Hipotesis statistik dari penelitian ini adalah:

Pengaruh Perputaran Aktiva Tetap terhadap Return On Assets

Ho: Perputaran Aktiva Tetap tidak berpengaruh positif terhadap return on assets pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011. Ha: Perputaran Aktiva Tetap berpengaruh positif terhadap return on assets

pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011.

Pengaruh Perputaran Piutang terhadap Return On Assets

Ho: Perputaran Piutang tidak berpengaruh positif terhadap return on assets pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011.

(14)

Ha: Perputaran Piutang berpengaruh positif terhadap return on assets pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011.

b. Menentukan nilai t tabel pada taraf signifikansi α = 0,05 dan degree of freedom,

yaitu df = n – k – 1 c. Menghitung nilai t hitung

t hitung diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

r = Koefisien Korelasi n = Jumlah sampel

Nilai t dari perhitungan thitung di atas kemudian dibandingkan dengan

ttabel untuk  = 0,05 (5%) yang ditentukan dengan degree of freedom yaitu df

= n – k – 1. Terdapat 2 (dua) cara mengambil keputusan mengenai pengujian diatas yaitu:

1. Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel

Bila : t hitung ≤ t tabel , maka Ho diterima.

t hitung > t tabel , maka Ho ditolak

2. Membandingkan nilai signifikansi dengan nilai alpha

Bila : Nilai signifikansi (p-value) ≥  , maka Ho diterima Nilai signifikansi ( p-value) <  , maka Ho ditolak

Jika Ho ditolak berarti variabel bebas berpengaruh (signifikan) terhadap variabel terikat. Sebaliknya jika Ho diterima berarti variabel bebas tidak

2

1

1

r

k

n

r

t

(15)

berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap variabel terikat. Hasil uji pada output SPSS dapat dilihat pada tabel Coefficientsª. Nilai dari uji t-test dapat dilihat dari value (pada kolom Sig) dan kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 3.5

Penarikan Kesimpulan Statistik Uji T

Variabel Hasil Kesimpulan

X1 Y Bila thitung  ttabel

atau

Bila value pada kolom Sig ≥ level of significant (α = 0,05)

H0 diterima dan Ha ditolak.

Artinya bahwa tidak terdapat pengaruh positif Struktur modal terhadap Return on Equity (ROE).

Bila thitung  ttabel

atau

Bila, value pada kolom Sig < level of significant (α = 0,05)

H0 ditolak dan Ha diterima.

Artinya bahwa terdapat pengaruh positif Struktur modal terhadap Return on Equity (ROE).

X2 Y Bila thitung  ttabel

atau

Bila value pada kolom Sig ≥ level of significant (α = 0,05 ).

H0 diterima dan Ha ditolak.

Artinya bahwa tidak terdapat pengaruh positif Current Ratio terhadap Return on Equity (ROE).

Bila thitung  ttabel

atau

Bila, value pada kolom Sig < level of significant (α = 0,05 )

H0 ditolak dan Ha diterima.

Artinya bahwa terdapat pengaruh positif Current Ratio terhadap Return on Equity (ROE).

Pehitungan statistik untuk penelitian ini menggunakan SPSS 20.0 for window, untuk melihat signifikan atau tidaknya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

(16)

d. Menggambar Daerah Penerimaan dan Penolakan

Gambar 3.2

Skema Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho (Uji T)

e. Kesimpulan

Daerah yang diarsir merupakan daerah penolakan, dan berlaku sebaliknya. Jika thitung jatuh di daerah penolakan maka Ho ditolak, artinya

koefisien regresi signifikan. Jika thitung jatuh di daerah penerimaan maka Ha

diterima, artinya koefisian regresi tidak signifikan.

Tingkat signifikannsi yang digunakan yaitu 5 % (α = 0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak (diterima) dengan taraf kepercayaan 95%, maka kemungkinan bahwa hasil dari penarikan kesimpulan mempunyai kebenaran 95% dan hal ini menunjukan adanya (tidak) adanya pengaruh yang meyakinkan (signifikan) antara dua variabel tersebut.

- Ttabel

0

Ttabel Daerah Penerimaan H0 Daerah Penolakan H0 Daerah Penolakan H0

(17)

3.6.4.2. Uji F

Uji F merupakan pengujian regresi secara keseluruhan menggunakan F test yang berguna untuk menguji apakah variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen digunakan uji F, dengan langkah sebagai berikut:

a. Merumuskan Hipotesis

Ho: Perputaran Aktiva Tetap dan Perputaran Piutang secara simultan tidak berpengaruh positif terhadap return on assets pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011.

Ha: Perputaran Aktiva Tetap dan Perputaran Piutang secara simultan berpengaruh positif terhadap return on assets pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011.

b. Menentukan F tabel pada taraf signifikan α = 0,05 dan degree of freedom df : v1 = k dan v2 = n – k – 1

c. Menentukan F hitung : Mean Square Regression F =

Mean Square Error

Nilai Fhitung dari perhitungan di atas kemudian diperbandingkan dengan

Ftabel untuk  = 0,05 (5%) yang ditentukan dengan degree of freedom yaitu dk

pembilang = k dan dk penyebut = (n-k-1).

Terdapat 2 (dua) cara mengambil keputusan mengenai pengujian diatas yaitu:

(18)

1. Membandingkan nilai F hitung dengan Ftabel

Bila : F hitung  dari Ftabel (α = 0,05) , maka Ho diterima

F hitung > dari Ftabel (α = 0,05), maka Ho ditolak

2. Membandingkan nilai signifikansi dengan nilai alpha

Bila : - Nilai signifikansi (p-value) ≥  , maka Ho diterima - Nilai signifikansi ( p-value) <  , maka Ho ditolak

Uji simultan dengan F-test ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel independen terhadap variabel dependen Hasil F-test ini pada output SPSS dapat dilihat dari tabel ANOVA. Hasil F-test menunjukan variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen jika value (pada kolom Sig) lebih kecil dari level of significant yang ditentukan. Kriteria yang digunakan dalam menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.6

Penarikan Kesimpulan Statistik Uji F

Variabel Hasil Kesimpulan

X Y Bila Fhitung  Ftabel

atau

Bila value pada kolom Sig ≥ level of significant (α = 0,05).

H0 diterima dan Ha ditolak.

Artinya bahwa secara simultan Struktur Modal dan Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity (ROE).

Bila Fhitung  Ftabel

atau

Bila, value pada kolom Sig < level of significant (α = 0,05)

H0 ditolak dan Ha diterima.

Artinya bahwa secara simultan Struktur Modal dan Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity (ROE).

(19)

d. Menggambar Daerah Penerimaan dan Penolakan

Gambar 3.3

Skema Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho (uji F)

e. Kesimpulan

Daerah yang diarsir merupakan daerah penolakan, dan berlaku sebaliknya. Jika thitung jatuh di daerah penolakan maka Ho ditolak, artinya

koefisien regresi signifikan. Jika thitung jatuh di daerah penerimaan maka Ha

diterima, artinya koefisian regresi tidak signifikan.

Tingkat signifikannsi yang digunakan yaitu 5 % (α = 0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak (diterima) dengan taraf kepercayaan 95%, maka kemungkinan bahwa hasil dari penarikan kesimpulan mempunyai kebenaran 95% dan hal ini menunjukan adanya (tidak) adanya pengaruh yang meyakinkan (signifikan) antara dua variabel tersebut.

3.6.4.3. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Determinasi berguna untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y atau seberapa besar variasi Y dapat dijelaskan oleh X yang dinyatakan oleh presentase. Koefisien determinasi berfungsi untuk melihat

- Ftabel

0

Ftabel Daerah Penerimaan H0 Daerah Penolakan H0 Daerah Penolakan H0

(20)

seberapa besar tingkat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial, dan seberapa besar yang dipengaruhi oleh faktor lain

Besarnya koefisien determinasi dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

Sumber : R. Fenny (2005:38)

Keterangan:

Kd = koefisien determinasi r2 = koefisien korelasi

Melalui koefisien determinasi ini, kita dapat mengetahui seberapa besar pengaruh antara perputaran aktiva tetap, perputaran piutang terhadap profitabilitas. Menurut Nugroho (2005:50) bahwa koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengertahui seberapa besar kemampuan variable independent menjelaskan variable dependen. Dalam output SPSS, koefisien determinasi terletak pada tabel Model Summary dan tertulis Adjusted R Square. Nilai R square dikatakan baik jika di atas 0,5 karena nilai R Square berkisar 0 sampai 1”. Perhitungan statistik untuk penelitian ini menggunakan SPSS 20.0 for window.

(21)

3.7 Jadwal penelitian

Tabel 3.7 Jadwal Penelitian

No Kegiatan Maret April Mei Juni Juli Agustus 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Pengajuan judul 2. Penyusunan proposal 3. ACC Proposal 4. Seminar proposal 5. Pengumpulan data 6. Analisis data 7. Bimbingan skripsi 8. Penyempurnaan skripsi 9. Sidang skripsi

Figur

Memperbarui...

Referensi

  1. www.idx.co.id
Related subjects :