Pengaruh Likuiditas, Kualitas Aktiva, Sensitivitas Pasar, Efisiensi Dan Solvabilitas Terhadap Profitabilitas Pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Tahun 2014-2018

22  Download (0)

Full text

(1)

PENGARUH LIKUIDITAS, KUALITAS AKTIVA, SENSITIVITASPASAR, EFISIENSI DAN SOLVABILITAS TERHADAP PROFITABILITAS

PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA

GO PUBLIC TAHUN 2014-2018

ARTIKEL ILMIAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Sarjana

Program Studi Manajemen

OLEH :

MOH. ZAINUL AFRIANSAH NIM : 2015210210

SEKOLAH TIGGI ILMU EKONOMI PERBANAS SURABAYA

(2)
(3)

1

THE INFLUENCE OF LIQUIDITY, ASSET QUALITY, MARKET SENSITIVITY, EFICIENCY, AND SOLVABILITY TO THE PROFITABILITY

ON FOREIGN EXCHANGE NATIONAL PRIVATE COMMERCIAL

GO PUBLIC BANKSPERIODE OF 2014 UNTIL 2018

MOH. ZAINUL AFRIANSAH

2015210210

E-mail: zainulafriansah1@gmail.com

ABSTRACT

Profitability is one of indicator appropriate to measure the performance of a bank. This research aims to analyze whether Liquidity, Asset Quality, Market Sensitivity, Efficiency, Solvability simultaneously and aprtially have significant effect on Profitability. It uses secondary data taken by means of documentation method. These data were raken from published financial report of the Foreign Exchange National Private Commercial Go Public Banks from periode 2014 until of 2018. Sampling technique used was purposive sample. Multiple linear regression analysis was used for analysis. The result of the research show that IPR, LDR, APB, NPL, PDN, IRR, BOPO, FBIR, and PR have significant influence simultaneously to ROA on Foreign Exchange National Private Commercial Go Public Banks. IPR, LDR, NPL and IRR partially have negative effect unsignificant influence to ROA. APB and PDN partially have positive effect unsignificant influence to ROA. BOPO partially have negative effect significant influence to ROA. FBIR and PR partially have positive effect significant influence to ROA.

Keywords:

Liquidity, Asset Quality, Market Sensitivity, Efficiency, Solvability and Profitability.

PENDAHULUAN

Profitabilitas merupakan rasio untuk mengukur tingkat efektifitas pengelolaan manajemen di perusahaan yang ditunjukan oleh jumlah keuntungan atau laba yang dihasilkan dari penjualan dan investasi di perusahaan tersebut. Dengan kata inti penggunaan rasio ini menunjukan efisiensi perusahaan. Menurut (Kasmir:197). Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang dapat digunakan untuk mengukur

kemampuan manajemen suatu perusahaan dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar Return On Assets (ROA) suatu perusahaan, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan aset. (Sawir, 2005:18).

ROA dalam suatu bank seharusnya selalu terjadi peningkatan tingkat prosentasnya dari tahun ke

(4)

2 tahun, namun hal tersebut tidak terjadi pada ROA Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public. Dari tabel 1.1 di atas menunjukkan bahwa rata-rata tren Return On Assets

(ROA) pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public di Indonesia dalam Triwulan I tahun 2014 sampai Triwulan IV 2018 sebesar -0,08 persen. Rata-rata ROA pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2015

mengalami ratarata negatif sebesar -0,24 persen, lalu pada tahun 2015 sampai dengan 2016 kembali mengalami ratarata negatif sebesar -0,23 persen, lalu sama dengan tahun sebelumnya pada tahun 2017 mengalami rata-rata negatif sebesar kembali sebesar -0,06 persen dan pada tahun 2018 kembali mengalami peningkatan positif sebesar 0,46.

Tabel 1

PERKEMBANGAN ROA PADA BUSN NON DEVISA TW I Tahun 2014- TW IV Tahun 2018

(dalam persentase) N

o Nama Bank 2014 2015 Tren 2016 Tren 2017 Tren 2018 Tren Rata-rata ROA Rata-rata Tren 1 PT Bank Agris, Tbk 0.29 0.17 -0.12 0.15 -0.02 -0.20 -0.35 -0.77 -0.57 -0.36 -1.06 2 PT Bank Artha Graha

Internasional, Tbk 0.79 0.33 -0.46 0.35 0.02 0.31 -0.04 0.27 -0.04 2.05 -0.52 3 PT Bank Bukopin, Tbk 1.33 1.39 0.06 1.38 -0.01 0.09 -1.29 0.22 0.13 4.41 -1.11 4 PT Bank Bumi Arta, Tbk 1.52 1.33 -0.19 1.52 0.19 1.73 0.21 1.77 0.04 7.87 0.25 5 PT Bank Capital Indonesia, Tbk 1.33 1.10 -0.23 1.00 -0.10 0.79 -0.21 0.90 0.11 5.12 -0.43 6 PT Bank Central Asia, Tbk 3.86 3.84 -0.02 3.96 0.12 3.89 -0.07 4.10 0.21 19.65 0.24 7 PT Bank China Construction Bank

Indonesia, Tbk 0.79 1.03 0.24 0.69 -0.34 0.54 -0.15 0.86 0.32 3.91 0.07 8 PT Bank CIMB Niaga, Tbk 1.60 0.21 -1.39 1.19 0.98 1.67 0.48 1.74 0.07 6.41 0.14 9 PT Bank Danamon Indonesia, Tbk 3.14 1.45 -1.69 2.26 0.81 3.00 0.74 2.99 -0.01 12.84 -0.15 10 PT Bank Ekonomi Raharja, Tbk. 0.30 0.11 -0.19 0.47 0.36 0.02 -0.45 1.13 1.11 2.03 0.83 11 PT Bank Jtrust Indonesia, Tbk -4.96 -5.37 -0.41 -5.00 0.37 0.80 5.80 -2.25 -3.05 -16.78 2.71 12 PT Bank Maspion Indonesia, Tbk 0.82 1.10 0.28 1.67 0.57 1.60 -0.07 1.54 -0.06 6.73 0.72 13 PT Bank Mayapada Internasional,

Tbk 1.98 2.10 0.12 2.03 -0.07 1.30 -0.73 0.73 -0.57 8.14 -1.25 14 PT Bank Maybank Indonesia, Tbk 0.41 -0.41 -0.82 0.00 0.41 1.23 1.23 0.00 -1.23 1.23 -0.41 15 PT Bank Mega, Tbk 1.16 1.97 0.81 2.36 0.39 2.24 -0.12 2.47 0.23 10.20 1.31 16 PT Bank Mestika Dharma, Tbk 3.86 3.53 -0.33 2.30 -1.23 3.19 0.89 2.96 -0.23 15.84 -0.90 17 PT Bank MNC Internasional, Tbk -0.82 0.10 0.92 0.11 0.01 -7.47 -7.58 0.74 8.21 -7.34 1.56 18 PT Bank Nationalnobu, Tbk 0.43 0.38 -0.05 0.53 0.15 0.48 -0.05 0.42 -0.06 2.24 -0.01 19 PT Bank Nusantara

Parahyangan,Tbk 1.32 0.99 -0.33 0.15 -0.84 -0.90 -1.05 0.22 1.12 1.78 -1.10 20 PT Bank OCBC NISP, Tbk 1.79 1.68 -0.11 1.85 0.17 1.96 0.11 2.10 0.14 9.38 0.31 21 PT Bank Pan Indonesia, Tbk 1.79 1.27 -0.52 1.68 0.41 1.61 -0.07 2.25 0.64 8.60 0.46 22 PT Bank Permata, Tbk 1.16 0.16 -1.00 -4.90 -5.06 0.61 5.51 0.78 0.17 -2.19 -0.38 23 PT Bank QNB Indonesia, Tbk 1.05 0.87 -0.18 -3.30 -4.17 -3.72 -0.42 0.12 3.84 -4.98 -0.93 24 PT BRI Agroniaga, Tbk 1.53 1.55 0.02 1.49 -0.06 0.01 -1.48 1.54 1.53 6.12 0.01 25 PT Bank Sinarmas, Tbk 1.02 0.95 -0.07 1.72 0.77 1.26 -0.46 0.25 -1.01 5.20 -0.77 26 PT BTPN, Tbk 3.56 2.97 -0.59 3.06 0.09 1.19 -1.87 1.99 0.80 12.77 -1.57 Rata – Rata 1.19 0.95 -0.24 0.72 -0.23 0.66 -0.06 1.12 0.46 4.65 -0.08

(5)

3 Fenomena ini menunjukkan masih terdapat masalah terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public di Indonesia, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mencari tahu faktor-faktor yang menjadi penyebab penurunan tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui tingkat signifikansi pengaruh secara simultan dari variabel LDR, IPR, APB, NPL, IRR, BOPO, dan FBIR terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public. (2) Mengetahui tingkat signifikansi pengaruh positif LDR, IPR, FBIR secara parsial terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public. (3) Mengetahui tingkat signifikansi pengaruh negatif APB, NPL, BOPO secara parsial terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public. (4) Mengetahui tingkat signifikansi pengaruh IRR secara parsial terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public. (5) Mengetahui tingkat signifikansi diantara variabel LDR, IPR, APB, NPL, IRR, BOPO, dan FBIR yang memiliki pengaruh dominan terhadap return on assets (ROA) pada bank umum swasta nasional devisa.

KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS

PROFITABILITAS

Profitabilitas merupakan rasio untuk mengukur tingkat efektifitas pengelolaan manajemen di perusahaan yang ditunjukan oleh jumlah keuntungan atau laba yang dihasilkan dari penjualan dan investasi di perusahaan tersebut. Dengan kata inti penggunaan rasio ini

menunjukan efisiensi perusahaan. Menurut (Kasmir:197) Pengukuran kinerja profitabilitas bank dalam mengelola keuntungan dapat diukur dengan menggunakan rasio Return

On Assets (ROA). (Kasmir,

2012:327-335):

Return On Assets (ROA)

ROA digunakan untuk mengukur kemampuan dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Semakin besar ROA suatu bank maka tingkat

keuntungan yang diperoleh akan semakin baik. ROA dapat dihitung dengan memakai rumus(Kasmir, 2012:332) :

ROA = Laba sebelum pajak

Total Aktiva x 100%

LIKUIDITAS

Likuiditas bank merupakan penilaian terhadap kemampuan bank untuk memelihara dan memenuhi kebutuhan likuditas yang memadai dan kecukupan manajemen resiko likuiditas (Veithzal Rivai, dkk, 2007:722).

Investing Policy Ratio (IPR)

IPR merupakan kemampuan bank dalam melunasi kewajibannya kepada para deposan dengan cara melikuidasi surat-surat berharga yang dimilikinya. (Kasmir, 2012:316). IPR dapat dirumuskan sebagai berikut : IPR = Suratβˆ’surat berharga

Dana Pihak Ketiga x 100% Hipotesis: IPR secara parsial memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public.

(6)

4 Loan To Deposit Ratio (LDR)

Adalah Rasio yang digunakan untuk menghitung komposisi jumlah kredit yang diberikan dibanding dengan jumlah dana yang dimiliki oleh masyarakat dan modal bank sendiri yang digunakan menggunakan rumus sebagai berikut (Veithzal Rivai, 2013:484) :

LDR = kredit yang diberikan

dana pihak ketiga x 100% Hipotesis: LDR secara parsial memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public.

KUALITAS AKTIVA

Kualitas aktiva merupakan kinerja yang menunjukan kualitas aset sehubungan dengan risiko kredit yang dihadapi bank akibat dari pemberian kredit dan investasi dana bank pada portofolio yang berbeda. (Mudrajat Kuncoro dan Suhardjono, 2011:519).

Aktiva Produktif Bermasalah

(APB)

Rasio APB dapat digunakan untuk mengukur aktiva produktif bank bermasalah yang menurunkan tingkat pendapatan dan pengaruh terhadap kinerja dengan kualitas kurang lancar, diragukan, dan macet. Semakin besar rasio ini, maka semakin buruk kualitas aktiva produktif dari bank tersebut. Menurut SEBI Nomor 13/30/DPNP tanggal 16 Desember 2011 Rasio ini dapat dihitung menggunakan rumus:

𝐴𝑃𝐡 =Aktiva produktif bermasalah

Aktiva Produktif x 100%

Hipotesis: APB secara parsial memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public.

Non Performing Loan (NPL)

Kredit bermasalah merupakan kredit dengan kualitas kurang lancar, diragukan, dan macet. Total kredit merupakan kredit yang diberikan kepada pihak ketiga. Semakin tinggi rasio Non Performing Loan (NPL) maka semakin besar jumlah kredit yang tidak tertagih, sehingga dapat menurunkan pendapatan bank. Rasio ini dapat dihitung mengunakan rumus:

NPL = Kredit bermasalah

Total Kredit x 100% Hipotesis: NPL secara parsial memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public.

SENSITIVITAS

Merupakan risiko penilaian terhadap kemampuan modal bank untuk mengcover akibat yang ditimbulkan oleh perubahan risiko pasar dan kecukupan manajemen risiko pasar. (Veithzal Rivai, dkk, 2013:485) :

Posisi Devisa Netto (PDN)

PDN merupakan penjumlahan nilai absolut dari selisih bersih antara aktiva dan passiva dalam neraca untuk setiap valuta asing (valas), ditambah dengan selisih bersih tagihan dan kewajiban baik yang merupakan komitmen maupun kontijensi dalam rekening administratif. Posisi Devisa Netto

(7)

5 (PDN) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

PDN = (aktiva valas βˆ’ passiva valas) modal Γ— 100% Hipotesis: PDN secara parsial memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public.

Interest Rate Risk (IRR)

Menurut SEBI No. 13/30/DPNP 16 Desember 2011 Rasio IRR merupakan timbulnya risiko akibat perubahan tingkat suku bunga yang dapat berpengaruh buruk terhadap pendapatan yang diterima oleh bank atau pengeluaran yang dikeluarkan oleh bank. Rasio ini dapat dihitung menggunakan rumus :

𝐼𝑅𝑅 = πΌπ‘›π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ π‘‘ π‘…π‘Žπ‘‘π‘’ 𝑆𝑒𝑛𝑠𝑖𝑑𝑖𝑣𝑒 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑𝑠

πΌπ‘›π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ π‘‘ π‘…π‘Žπ‘‘π‘’ 𝑆𝑒𝑛𝑠𝑖𝑠𝑑𝑖𝑣𝑒 πΏπ‘–π‘Žπ‘π‘–π‘™π‘–π‘‘π‘–π‘’π‘  x 100% Hipotesis: IRR secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public.

EFISIENSI

Efisiensi merupakan rasio yang dapat digunakan untuk memastikan efisiensi, dan kualitas pendapatan bank secara baik serta akurat. (Veithzal Rivai, 2013 : 485) :

Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO)

BOPO dapat digunakan untuk membandingkan antara jumlah biaya operasional yang dikeluarkan oleh bank dengan jumlah pendapatan yang diterima oleh bank dalam mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank tersebut dalam melakukan kegiatan operasionalnya. Semakin

kecil nilai dari BOPO artinya semakin efisien bank tersebut dalam kegiatan operasionalnya. Rasio ini dapat dihitung menggunakan rumus :

𝐡𝑂𝑃𝑂 = Beban operasional

Pendapatan operasional x 100%

Hipotesis: BOPO secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public. Fee Based Income Ratio (FBIR)

SEBI Nomor 6/23/DPNP Tanggal 31 Mei 2004 rasio FBIR ini dapat digunakan untuk mengukur pendapatan operasional diluar bunga. Jadi, semakin tinggi rasio ini, maka semakin besar pendapatan operasional bunga dari bank tersebut. Rasio ini dapat dihitung mengunakan rumus:

𝐹𝐡𝐼𝑅 =

Pendapatan Operasional di luar pendapatan Bunga

Pendapatan Operasional x 100% Hipotesis: FBIR secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public.

SOLVABILITAS

Solvabilitas merupakan ukuran kemampuan bank untuk mencari sumber dana guna membiayai kegiatannya (Kasmir, 2012:322). Dalam mengukur tingkat solvabilitas bank, dapat dihitung menggunakan rasio : (Kasmir, 2012:325-326) Primary Ratio (PR)

PR merupakan rasio untuk mengukur apakah modal yang dimiliki bank sudah memadai dan atau sejauh mana penurunan yang terjadi dalam total aset yang masuk

(8)

6 dapat ditutupi oleh capital equity. Yang termasuk dalam capital equity

diantaranya yaitu : Modal disetor, cadangan umum, dana setoran modal, cadangan lainnya, sisa laba ditahun sebelumnya, serta laba pada tahun berjalan. Rasio ini dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

PR = modal

total asetΓ— 100%

Hipotesis: PR secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public.

METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian

Jenis pada penelitian ini yang akan dilakukan dapat ditinjau dari beberapa aspek dari dua jenis pengelompokan data yaitu sebagai berikut:

Penelitian ini menggunakan data sekunder. Merujuk dari pendapat (Afran Ikhsan, 2008:47) karena data diperoleh dari laporan keuangan Otoritas Jasa Keuangan yang dipublikasikan oleh bank mulai dari Triwulan I 2014 sampai Triwulan IV 2018.

Metode analisis data yang dapat digunakan untuk mengelola data tersebut yaitu analisis regresi linier berganda. Merujuk dari pendapat

(Mudrajat Kuncoro, 2009:101) yang dimana model ini bertujuan untuk mengetahui jalan hubungan antara variabel bebas (X) terhadap variabel tergantung (Y).

Batasan Penelitian

Penelitian ini hanya membahas pengaruh variabel bebas yaitu IPR, LDR, APB, NPL, PDN, IRR, BOPO, FBIR, dan PR terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public

periode triwulan I 2014 sampai triwulan IV 2018.

Identifikasi Variabel

Penelitian ini menggunakan dua yaitu Variabel tergantung adalah Return On Assets (ROA) atau sebagai Y.

Gambar 1 Kerangka Pemikiran

(9)

7 Variabel bebas yaitu (X) terdiri dari IPR disimbolkan (X1), LDR disimbolkan (X2), APB disimbolkan (X3), NPL disimbolkan (X4), PDN disimbolkan (X5), IRR disimbolkan (X6), BOPO disimbolkan (X7), FBIR disimbolkan (X8) PR disimbolkan (X9)

Definisi Operasional dan

Pengukuran Variabel

Identifikasi variabel yang sudah disebutkan dapat dijelaskan definisi operasional pada variabel bebas dan tergantung pada penelitian ini:

Investing Policy Ratio (IPR)

Rasio IPR ini merupakan hasil perbandingan antara surat surat berharga dengan total dana dari pihak ketiga yang dimiliki oleh Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Triwulan I 2014 sampai Triwulan IV 2018. Satuan ukuran rasio ini yaitu menggunakan persen dan untuk menghitung rasio ini dapat menggunakan rumus nomor satu. Loan to Deposit Ratio (LDR)

Rasio LDR ini merupakan hasil dari perbandingan antara total kredit yang diberikan dengan total dana dari pihak ketiga yang dimiliki oleh Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Triwulan I 2014 sampai Triwulan IV 2018. Satuan ukuran rasio ini menggunakan persen dan untuk menghitung rasio ini dapat menggunakan rumus nomor empat. Non Performing Loan (NPL)

Rasio NPL ini merupakan hasil perbandingan antara kredit bermasalah dengan total kredit yang dimiliki oleh Bank Umum Swasta Nasional devisa Go Public Triwulan I

2014 sampai Triwulan IV 2018. Satuan ukuran rasio ini menggunakan persen dan untuk menghitung rasio ini dapat menggunakan rumus nomor lima.

Aktiva Produktif Bermasalah

(APB)

Rasio APB ini merupakan hasil dari perbandingan antara aktiva produktif bermasalah dengan total aktiva produktif yang dimiliki oleh Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Triwulan I 2014 sampai Triwulan IV 2018. Satuan ukuran rasio ini menggunakan persen dan untuk menghitung rasio ini dapat menggunakan rumus nomor enam.

Posisi Devisa Netto (PDN)

Rasio PDN ini merupakan hasil dari perbandingan antara aktiva falas dikurangi passiva falas kemudian ditambah selisih off balance sheet dan dibagi modal yang miliki oleh Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Triwulan I 2014 sampai Triwulan IV 2018. Satuan ukuran rasio ini menggunakan persen dan untuk menghitung rasio ini dapat menggunakan rumus nomor delapan. Interest Rate Risk (IRR)

Rasio IRR ini merupakan hasil dari perbandingan antara Interest rate sensitivity asset (IRSA) dengan

Interest rate sensitivity liabilities

(IRSL) yang dimiliki oleh Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Triwulan I 2014 sampai Triwulan IV2018. Satuan uikuran rasio ini menggunakan persen dan untuk menghitung rasio ini dapat menggunakan rumus nomor sembilan.

(10)

8

Biaya Operasional Terhadap

Pendapatan Operasional (BOPO)

Rasio BOPO ini merupakan hasil dari perbandingan antara total beban operasional dengan total pendapatan operasional yang dimiliki oleh Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Triwulan I 2014 sampai Triwulan IV 2018. Satuan ukuran rasio ini menggunakan persen dan untuk menghitung rasio ini dapat menggunakan rumus nomor sebelas. Fee Based Income Ratio (FBIR)

Rasio FBIR ini merupakan hasil dari perbandingan antara total pendapatan operasional selain bunga dengan total pendapatan operasional yang dimiliki oleh Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Triwulan I 2014sampai Triwulan IV2018. Satuan ukuran rasio ini menggunakan persen dan untuk menghitung rasio ini dapat menggunakan rumus nomor sepuluh.

Primary Ratio (PR)

Rasio PR ini merupakan hasil perbandingan antara total modal dengan total aset yang dimiliki oleh Bank Umum Swasta Nasional Devisa

Go Public Triwulan I 2014 sampai Triwulan IV 2018. Satuan ukuran rasio ini menggunakan persen dan untuk menghitung rasio ini dapat menggunakan rumus nomor dua belas.

Return On Assets (ROA)

Rasio ROA ini merupakan perbandingan antara laba sebelum pajak dengan total aktiva yang dimiliki oleh Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Triwulan I 2014 sampai Triwulan IV 2018. Satuan ukuran rasio ini menggunakan persen dan untuk menghitung rasio ini

dapat menggunakan rumus nomor empat belas.

Populasi, Sampel Dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi yang terdapat dalam penelitian ini yaitu Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public. Dalam penelitian ini, tidak semua populasi tapat dijadikan sampel, melainkan peneliti menggunakan metode purposive sampling. Metode

purposive sampling merupakan sampel yang dipilih berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang diterapkan (Anwar Sanusi, 2013:95).

kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public

yang memiliki total aset antara delapan puluh triliun sampai dengan sembilan puluh lima triliun rupiah pada Triwulan IV 2018.

Berdasarkan kriteria tersebut, anggota populasi yang terpilih sebagai sampel adalah PT Bank Mayapada Internasional, Tbk, PT Bank Bukopin, Tbk, dan PT Bank Mega, Tbk yang merupakan Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public.

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Analisis Regresi Linier Berganda

Persamaan Regresi Linier Berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas atau independen yang meliputi IPR, LDR, APB, NPL, PDN, IRR, BOPO, dan FBIR terhadap variabel terikat atau dependen yaitu

(Return On Assets)ROA. Hasil analisis regresi linier berganda ditunjukkan pada tabel 2. Berdasarkan tabel 2, maka diperoleh

(11)

9 persamaan regresi linier berganda sebagai berikut : Y = 10,503 - 0,013 (IPR) - 0,006 (LDR) + 0,003 (APB) – 0,089 (NPL) + 0,049 (PDN) – 9,301 (IRR) – 0,095 (BOPO) + 0,020 (FBIR) + 0,003 (PR) + ei Tabel 2

ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA

Model Unstandardized Coefficients

B Std. Error 1 (Constant) 10,503 2,073 IPR -0,013 0,012 LDR -0,006 0,013 APB 0,003 0,068 NPL -0,089 0,119 PDN 0,049 0,045 IRR -9,301 0,005 BOPO -0,095 0,021 FBIR 0,020 0,009 PR 0,003 0,001 R = 0,882 F Hitung = 19,524 R Square = 0,778 Sig. = 0,000 Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Konstanta (Ξ±) = 10,503 Menunjukan besarnya variabel tergantung ROA yang tidak dipengaruhi oleh variabel IPR, LDR, APB, NPL, PDN, IRR, BOPO, FBIR, dan PR yang memiliki nilai sama dengan nol, maka variabel ROA sebesar 10,503 persen.

a. 𝛽1 = βˆ’0,013

Apabila variabel IPR mengalami peningkatan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan penurunan variabel ROA sebesar 0,013 persen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Sebaliknya, apabila variabel IPR mengalami penurunan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan peningkatan variabel ROA sebesar 0,013 persen, dengan asumsi bahwa besarnya nilai variabel lain dalam keadaan konstan.

c. 𝛽2 = βˆ’0,006

Apabila variabel LDR mengalami peningkatan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan penurunan pada variabel ROA sebesar 0,006 persen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Sebaliknya, apabila variabel LDR mengalami penurunan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan peningkatan variabel ROA sebesar 0,006 persen dengan asumsi bahwa besarnya nilai variabel bebas lainnya adalah konstan.

d. 𝛽3 = 0,003

Apabila variabel APB mengalami peningkatan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan peningkatan pada variabel ROA sebesar 0,003 persen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Sebaliknya, apabila variabel APB mengalami penurunan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan penurunan variabel

(12)

10 ROA sebesar 0,003 persen dengan asumsi bahwa besarnya nilai variabel bebas lainnya adalah konstan.

e. 𝛽4 = βˆ’0,089

Apabila variabel NPL mengalami peningkatan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan penurunan pada variabel ROA sebesar 0,089 persen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Sebaliknya, apabila variabel NPL mengalami penurunan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan peningkatan variabel ROA sebesar 0,089 persen dengan asumsi bahwa besarnya nilai variabel bebas lainnya adalah konstan.

f. 𝛽5 = 0,049

Apabila variabel PDN mengalami peningkatan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan peningkatan pada variabel ROA sebesar 0,049 persen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Sebaliknya, apabila variabel PDN mengalami penurunan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan penurunan variabel ROA sebesar 0,049 persen dengan asumsi bahwa besarnya nilai variabel bebas lainnya adalah konstan.

g. 𝛽6 = βˆ’9,301

Apabila variabel IRR mengalami peningkatan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan penurunan pada variabel ROA sebesar 9,301 persen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Sebaliknya, apabila variabel IRR mengalami penurunan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan peningkatan variabel ROA sebesar 9,301 persen dengan asumsi bahwa besarnya nilai variabel bebas lainnya adalah konstan.

h. 𝛽7 = βˆ’0,095

Apabila Variabel BOPO mengalami peningkatan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan penurunan pada

variabel ROA sebesar 0,095 persen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Sebaliknya, apabila variabel BOPO mengalami penurunan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan peningkatan variabel ROA sebesar 0,095 persen dengan asumsi bahwa besarnya nilai variabel bebas lainnya adalah konstan.

i. 𝛽8 = 0,020

Apabila variabel FBIR mengalami peningkatan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan peningkatan pada variabel ROA sebesar 0,020 persen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Sebaliknya, apabila variabel FBIR mengalami penurunan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan penurunan variabel ROA sebesar 0,020 persen dengan asumsi bahwa besarnya nilai variabel bebas lainnya adalah konstan.

j. 𝛽9 = 0,003

Apabila variabel PR mengalami peningkatan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan peningkatan pada variabel ROA sebesar 0,003 persen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Sebaliknya, apabila variabel PR mengalami penurunan sebesar satu persen maka akan mengakibatkan penurunan variabel ROA sebesar 0,003 persen dengan asumsi bahwa besarnya nilai variabel bebas lainnya adalah konstan.

Uji F (Uji Serempak)

Pada dasarnya Uji F (Uji Simultan) digunakan untuk menguji apakah semua variabel independen (variabel bebas) diantaranya yaitu IPR (X1),

LDR (X2), APB (X3), NPL (X4), PDN

(X5), IRR (X6), BOPO (X7), FBIR

(X8), dan PR (X9), secara simultan

atau bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

(13)

11 variabel dependen (variabel terikat) yaitu Return On Assets (ROA). Berikut merupakan Tabel 4.15 yang

menunjukan Uji F sesuai dengan perhitungan SPSS sehingga diperoleh hasil Uji F sebagai berikut :

Tabel 3 ANALISIS UJI F ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 21.286 9 2.365 19.524 .000a Residual 6.057 50 .121 Total 27.343 59 F Tabel 2,07

a. Predictors: (Constant), PR, IPR, PDN, BOPO, FBIR, IRR, APB, LDR, NPL b. Dependent Variable: ROA

Sumber : Data diolah

Uji t (Uji Parsial)

Uji t pada dasarnya dilakukan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh variabel-variabel bebas IPR, LDR, APB, NPL, PDN, IRR, BOPO, FBIR, dan PR terhadap variabel terikat ROA (Y) secara individual atau parsial.

Koefisien Determinasi

Uji koefisien determinasi digunakan untuk menentukan variabel paling dominan maka dilakukan perhitungan parsial R2 masing-masing variabel

dengan memilih yang paling signifikan dengan memiliki R2 paling

tinggi. Nilai parsial R2 antara nol dan

satu.

Tabel 4

HASIL UJI PARSIAL

Variabel t hitung t tabel r r2 Kesimpulan

H0 H1

IPR -1,139 1,67591 -0.159 0.025281 Diterima Ditolak

LDR -0,476 1,67591 -0.067 0.004489 Diterima Ditolak

APB 0,050 -1,67591 0.007 0.000049 Diterima Ditolak

NPL -0,744 -1,67591 -0.105 0.011025 Diterima Ditolak

PDN 1,097 +/-2,00856 0.153 0.023409 Diterima Ditolak

IRR -0,018 +/-2,00856 -0.003 0.000009 Diterima Ditolak

BOPO -4,490 -1,67591 -0.536 0.287296 Ditolak Diterima

FBIR 2,210 1,67591 0.298 0.088804 Ditolak Diterima

PR 4,577 1,67591 0.543 0.294849 Ditolak Diterima

(14)

12

ANALISIS DATA DAN PEMBAHA SAN

Pengaruh IPR terhadap ROA

Menurut teori dinyatakan bahwa variabel IPR mempunyai pengaruh positif terhadap ROA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel IPR memiliki koefisien regresi sebesar -1,139 persen sehingga hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori.

Ketidaksesuaian hasil penelitian dengan teori karena secara teoritis apabila variabel IPR meningkat maka telah terjadi peningkatan dari surat berharga yang dimiliki dengan presentase lebih tinggi dibandingkan dengan presentase dari peningkatan total dana pihak ketiga, yang berakibat terjadi kenaikan pendapatan bunga lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan biaya bunga, sehingga laba bank akan meningkat dan ROA juga meningkat.

Selama periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai triwulan IV tahun 2018 ROA sampel penelitian mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata tren negatif sebesar -0,07 persen.

Hasil penelitian ini apabila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya sesuai yang dilakukan oleh Rommy Rifky Romadhloni dan Herizon yang menyatakan bahwa variabel IPR berpengaruh negatif terhadap ROA. Sedangkan hasil penelitian sebelumnya yang tidak sesuai dilakukan oleh Anggi Pramadita, dan Dandy Macelano yang menyatakan bahwa variabel IPR berpengaruh positif terhadap ROA.

Pengaruh LDR terhadap ROA

Menurut teori dinyatakan bahwa variabel LDR mempunyai pengaruh positif terhadap ROA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel LDR memiliki koefisien regresi sebesar -0,476 persen sehingga hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori.

Ketidaksesuaian hasil penelitian dengan teori karena secara teoritis apabila variabel LDR meningkat diakibatkan karena telah terjadi peningkatan total kredit dengan presentase yang lebih besar dibandingkan peningkatan total dana pihak ketiga yang berakibat terjadinya penurunan pendapatan yang lebih kecil dibandingkan dengan biaya. Sehingga laba akan meningkat dan ROA akan mengalami peningkatan. Namun, selama periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018 ROA sampel penelitian mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata tren negatif sebesar -0,07 persen.

Hasil penelitian ini apabila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya sesuai yang dilakukan oleh Rommy Rifky Romadloni dan Herizon yang menyatakan bahwa variabel LDR berpengaruh negatif terhadap ROA, sedangkan hasil penelitian sebelumnya yang tidak sesuai dilakukan oleh Anggi Pramadita, Dandy Macelano, dan Luh putu Sukma Wahyuni P dan Ni Luh Putu Wiagustini yang menyatakan bahwa variabel LDR berpengaruh positif terhadap ROA.

(15)

13 Menurut teori dinyatakan bahwa variabel APB mempunyai pengaruh negatif terhadap ROA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel APB memiliki koefisien regresi sebesar 0,050 persen sehingga hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori.

Ketidaksesuaian hasil penelitian dengan teori dikarenakan secara teoritis apabila variabel APB menurun berarti telah terjadi penurunan pada aktiva produktif bermasalah dengan presentase yang lebih besar dibandingkan dengan presentase pada peningkatan total aktiva produktif. Akibatnya akan terjadi penurunan biaya pendacangan yang lebih besar dibanding pendapatan, sehingga akan mengakibatkan laba mengalami peningkatan dan ROA juga akan mengalami peningkatan. Selama periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018 ROA sampel penelitian mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata tren negatif sebesar -0,07 persen.

Hasil penelitian ini apabila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya sesuai yang dilakukan oleh Anggi Pramadita, Dandy Macelano, dan Rommy Rifky Romadloni dan Herizon yang menyatakan bahwa variabel APB berpengaruh negatif terhadap ROA.

Pengaruh NPL terhadap ROA

Menurut teori dinyatakan bahwa variabel NPL mempunyai pengaruh negatif terhadap ROA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel NPL memiliki koefisien regresi sebesar

-0,774 persen sehingga hasil penelitian ini sesuai dengan teori.

Kesesuaian hasil penelitian dengan teori dikarenakan secara teoritis apabila variabel NPL mengalami peningkatan maka telah terjadi meningkatan pada jumlah kredit bermasalah dengan presentase yang lebih besar dibandingkan presentase penurunan total kredit. Akibatnya akan terjadi peningkatan biaya pada pencadangan kredit bermasalah yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan pendapatan bunga pada kredit, sehingga laba akan turun dan ROA juga turun. Selama periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018 ROA sampel penelitian mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata tren negatif sebesar -0,07 persen.

Hasil penelitian ini apabila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya sesuai yang dilakukan oleh Anggi Pramadita, dan Dandy Macelano yang menyatakan bahwa variabel NPL berpengaruh negatif terhadap ROA. Sedangkan hasil penelitian sebelumnya yang tidak sesuai dilakukan oleh Rommy Rifky Romadloni dan Herizon, dan Luh putu Sukma Wahyuni P dan Ni Luh Putu Wiagustini yang menyatakan bahwa variabel NPL berpengaruh positif terhadap ROA.

Pengaruh PDN terhadap ROA

Menurut teori dinyatakan bahwa variabel PDN mempunyai pengaruh positif atau negatif terhadap ROA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PDN memiliki koefisien regresi sebesar 1,097 persen sehingga hasil penelitian ini sesuai dengan teori.

(16)

14 Kesesuaian hasil penelitian dengan teori dikarenakan secara teoritis apabila variabel PDN menurun dikarenakan telah terjadi peningkatan aktiva valas dengan presentase yang lebih kecil dibandingkan dengan presentase peningkatan passiva valas. Akibatnya akan terjadi kenaikan pendapatan yang lebih kecil dibandingkan kenaikan biaya valas, sehingga laba bank akan menurun dan ROA akan ikut turun. Selama periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018 ROA sampel penelitian mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata tren negatif sebesar -0,07 persen.

Hasil penelitian ini apabila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya sesuai yang dilakukan oleh Rommy Rifky Romadloni dan Herizon yang menyatakan bahwa variabel PDN berpengaruh positif terhadap ROA.

Pengaruh IRR terhadap ROA

Menurut teori dinyatakan bahwa variabel IRR mempunyai pengaruh positif atau negatif terhadap ROA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel IRR memiliki koefisien regresi sebesar -0,018 persen sehingga hasil penelitian ini sesuai dengan teori.

Kesesuaian hasil penelitian dengan teori dikarenakan secara teoritis apabila variabel IRR mengalami kenaikan dikarenakan IRSA akan naik lebih besar dibandingkan IRSL. Jika dikaitkan dengan suku bunga yang menurun -0,01284, maka akan terjadi peningkatan pendapatan bunga lebih kecil dibanding dengan biaya bunga, sehingga laba menurun dan ROA juga

menurun. Selama periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018 ROA sampel penelitian mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata tren negatif sebesar -0,07 persen.

Hasil penelitian ini apabila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya tidak sesuai yang dilakukan oleh Rommy Rifky Romadloni dan Herizon yang menyatakan bahwa variabel IRR berpengaruh positif terhadap ROA.

Pengaruh BOPO terhadap ROA

Menurut teori dinyatakan bahwa variabel BOPO mempunyai pengaruh positif atau negatif terhadap ROA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel BOPO memiliki koefisien regresi sebesar -4,490 persen sehingga hasil penelitian ini sesuai dengan teori.

Kesesuaian hasil penelitian dengan teori dikarenakan secara teoritis apabila variabel BOPO mengalami peningkatan, maka telah terjadi peningkatan pada biaya operasional dengan presentase yang lebih besar dibandingkan dengan presentase pada peningkatan pendapatan operasional. Sehingga akan berpengaruh terhadap laba yang diperoleh akan mengalami penurunan dan ROA juga akan mengalami penurunan. Selama periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018 ROA sampel penelitian mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata tren negatif sebesar -0,07 persen.

Hasil penelitian ini apabila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya sesuai yang dilakukan oleh Anggi Pramadita, Dandy Macelano, Rommy Rifky Romadloni

(17)

15 dan Herizon, dan Luh putu Sukma Wahyuni P dan Ni Luh Putu Wiagustini yang menyatakan bahwa variabel BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA.

Pengaruh FBIR terhadap ROA

Menurut teori dinyatakan bahwa variabel FBIR mempunyai pengaruh positif terhadap ROA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel FBIR memiliki koefisien regresi sebesar 2,210 persen sehingga hasil penelitian ini sesuai dengan teori.

Kesesuaian hasil penelitian dengan teori dikarenakan secara teoritis apabila variabel FBIR mengalami penurunan akibat terjadinya penurunan pendapatan operasional diluar pendapatan bunga dengan presentase yang lebih kecil dibandingkan penurunan pendapatan operasional. Akibatnya pendapatan diluar bunga mengalami penurunan. Selama periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018 ROA sampel penelitian mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata tren negatif sebesar -0,07 persen.

Hasil penelitian ini apabila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya sesuai yang dilakukan oleh Anggi Pramadita, Dandy Macelano, Rommy Rifky Romadloni dan Herizon yang menyatakan bahwa variabel FBIR berpengaruh positif terhadap ROA.

Pengaruh PR terhadap ROA

Menurut teori dinyatakan bahwa variabel PR mempunyai pengaruh positif terhadap ROA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PR

memiliki koefisien regresi sebesar 4,577 persen sehingga hasil penelitian ini sesuai dengan teori.

Kesesuaian hasil penelitian dengan teori dikarenakan secara teoritis apabila variabel PR mengalami penurunan maka akan terjadi penurunan pada modal lebih kecil dibandingkan penurunan total aset, sehingga laba akan menurun dan ROA juga akan mengalami penurunan. Selama periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018 ROA sampel penelitian mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata tren negatif sebesar -0,07 persen.

Hasil penelitian ini apabila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya sesuai yang dilakukan oleh Anggi Pramadita yang menyatakan bahwa variabel PR berpengaruh positif terhadap ROA.

SIMPULAN, IMPLIKASI,

SARAN DAN KETERBATASAN KESIMPULAN

Variabel bebas IPR, LDR, APB, NPL, PDN, IRR, BOPO, FBIR, dan PR secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public periode triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018. Besarnya pengaruh IPR, LDR, APB, NPL, PDN, IRR, BOPO, FBIR, dan PRsecara bersama-sama terhadap ROA sebesar 77,3 persen dan sisanya sebesar 22,7 persen dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel penelitian. Dengan demikian. Hipotesis penelitian pertama menyatakan bahwa IPR, LDR, APB, NPL, PDN, IRR, BOPO, FBIR, dan PR secara bersama-sama memiliki

(18)

16 pengaruh yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public pada periode triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018 dinyatakan diterima atau terbukti.

IPR mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap ROA. IPR memberikan kontribusi sebesar 2,53 persen terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public periode penilitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan IPR berpengaruh positif yang signifikan secara parsial terhadap ROA yaitu ditolak.

LDR mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap ROA. LDR memberikan kontribusi sebesar 0,45 persen pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public

periode penilitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan LDR berpengaruh positif yang signifikan secara parsial terhadap ROA yaitu ditolak.

APB mempunyai pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap ROA. APB memberikan kontribusi sebesar 0,005 persen pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan APB berpengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA adalah ditolak.

NPL mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap ROA. NPL memberikan kontribusi

sebesar 1,10 persen pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public

periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan NPL berpengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA adalah ditolak.

PDN mempunyai pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap ROA. PDN memberikan kontribusi sebesar 2,34 persen pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public

periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan PDN berpengaruh positif atau negatif yang signifikan terhadap ROA adalah ditolak.

IRR mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA. IRR memberikan kontribusi sebesar 0,001 persen terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public periode penilitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan IRR berpengaruh negatif yang signifikan secara parsial terhadap ROA yaitu diterima.

BOPO mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA. BOPO memberikan kontribusi sebesar 28,73 persen terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public periode penilitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan BOPO berpengaruh negatif yang signifikan

(19)

17 secara parsial terhadap ROA yaitu diterima.

FBIR mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap ROA. FBIR memberikan kontribusi sebesar 8,88 persen pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan FBIR berpengaruh positif yang signifikan terhadap ROA adalah diterima.

PR mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap ROA. FBIR memberikan kontribusi sebesar 29,48 persen pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public

periode penelitian triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan PR berpengaruh positif yang signifikan terhadap ROA adalah diterima.

Diantara variabel bebas yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap variabel terikat (ROA) pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa

Go Public yang menjadi sampel penelitian yaitu PR dengan kontribusi sebesar 29,48 persen lebih tinggi dibandingkan dengan kontribusi dari variabel bebas yang lainnya.

IMPLIKASI

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diharapkan dapat memberikan implikasi pada pihak selanjutnya yang ingin meneliti dalam dunia perbankan, penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan informasi yang akan menggunakan jasa perbankan dalam meneliti suatu bank atau data yang akan diteliti, dan dapat dijadikan bahan referensi untuk

mengetahui bank mana yang sehat, selain itu juga dapat memberikan masukan mengenai perkembangan perbankan dan kinerja dalam menentukan tingkat koefisien suatu bank dalam menambah literatur dalam penelitian yang akan datang.

KETERBATASAN PENELITIAN

Penulisan penelitian terhadap Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public yang telah dilakukan memiliki beberapa keterbatasan, antara lain : (1) Obyek penelitian ini terbatas pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa

Go Public yang termasuk dalam sampel penelitian yaitu Bank Mayapada Internasional, Bank Bukopin, dan Bank Mega. (2) Periode penelitian yang digunakan masih terbatas mulai periode triwulan I tahun 2014 sampai dengan triwulan IV tahun 2018.

SARAN

Penulis menyadari bahwa penelitian yang dilakukan ini masih banyak keterbatasn. Keterbatasan dalam penelitian yaitu sebagai berikut : Bagi Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public (1) Kepada Bank sampel yang memilki ROA terendah dan cenderung mengalami penurunan, disarankan untuk meningkatkan pengelolaan aset yang dimiliki agar dapat meningkatkan laba lebih besar dan ROA juga meningkat. (2) Kepada Bank sampel yang memiliki PR tertinggi disarankan untuk dapat meningkatkan modal yang lebih tinggi lagi. (3) Kepada Bank sampel yang memiliki rata-rata BOPO tertinggi, disarankan untuk lebih meningkatkan efisiensinya dalam mengelolah biaya dan bersamaan dengan usaha meningkatkan pendapatan

(20)

18 operasionalnya. (4) Kepada Bank sampel yang memiliki rata-rata FBIR terendah untuk lebih meningkatkan pendapatan diluar bunga.

Bagi Peneliti Selanjutnya (1) Bagi peneliti selanjutnya yang mengambil tema yang sejenis, sebaiknya mencakup periode penelitian yang lebih panjang dan perlu mempertimbangkan subjek penelitian yang akan digunakan dengan melihat perkembangan perbankan dengan harapan agar memperoleh hasil yang lebih signifikan terhadap variabel tergantung. (2) Mempertimbangkan untuk menambah jumlah bank yang dijadikan sampel dan penggunaan variabel beas ditambah selain dari variabel yang digunakan penelitian ini. (3) Penggunaan variabel terikat sebaiknya disesuaikan dengan variabel terikat penelitian terdahulu, sehingga hasil peneliti yang diteliti dapat dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu..

DAFTAR RUJUKAN

Bank Indonesia, 2018. Bank Indonesia. [Online]

Available at:

www.bi.go.id

Dandy Macelano. 2015. β€œPengaruh Likuiditas, Kualitas Aktiva, Sensitivitas, dan Efisiensi terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa”. Skripsi Sarjana tidak diterbitkan, STIE Perbanas Surabaya. Dharma, A. R., 2017. Pengaruh Likuiditias, Kualitas Aset, Sensitivitassar, dan Efisiensi Terhadap ROA pada Bank Umum Swasta

Nasional DevisaGo Public. Skripsi Sarjana tidak diterbitkan, STIE Perbanas Surabaya. Dimas Maulana. 2012. β€˜β€™Pengaruh

LDR, IPR, APB, NPL, IRR, BOPO, PR dan FACR Terhadap ROA Pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public’’.

Skripsi Sarjana tidak diterbitkan, STIE Perbanas Surabaya. Hendra Triyantoro. 2013. β€˜β€™Pengaruh

LDR, IPR, APB, NPL, PPAP, BOPO, IRR, PDN, dan FACR Terhadap ROA Pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public’’. Skripsi Sarjana

tidak diterbitkan, STIE Perbanas Surabaya. Kasmir. 2012. Bank dan Lembaga

Keuangan Lainnya. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada. ______, 2013. Manajemen Perbankan. 11th penyunting. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. ______, 2014. Bank dan Lembaga

Keuangan Lainnya.

EdisiRevisi 2014. Jakarta: Rajawali Pers. ______, 2014. Manajemen

Perbankan. Edisi Revisi Cetakan ke duabelas. Jakarta : PT. Rajawali Pers.

Luh Putu Sukma W, dan Ni Luh Putu Wiagustini. β€œPengaruh CAR, BOPO, NPL, dan

(21)

19

LDR Terhadap

Profitabilitas”. E-Jurnal Manajemen Unud, ISSN 2302-8912.

Lukman Dendawijaya. 2005.

Manajemen Perbankan. Jakarta : Ghalia Indonesia.

__________, 2009. Manajemen Perbankan : Edisi Revisi Ciawi Bogor. Ghalia Indonesia.

Martono, 2013. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT. Ekonisia.

Mayanksari, P. D., 2014. Pengaruh Risiko Likuiditas, Kualitas Aktiva, Sensitivitas, Efisiensi, dan Solvabilitas Terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa.Skripsi Sarjana tidak diterbitkan STIE Perbanas Surabaya. Mudrajad Kuncoro Suhardjono. Juni

2011. Manajemen Perbankan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE.

Otoritas Jasa Keuangan. Laporan Keuangan Publikasi Bank, (Online). (http://ojk.go.id/, diakses tanggal 6 April 2019) PBI NOMOR 14/14/PBI/2012

tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank. Jakarta : Bank Indonesia Pramadita, A., 2013. Pengaruh LDR,

IPR, APB, NPL, IRR, PDN, BOPO, FBIR, PR

Terhad ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Skripsi Sarjana tidak diterbitkan STIE Perbanas Surabaya. Prasetyo, Indra. 2008. Analisis

Kinerja Keuangan Bank

Syariah dan Bank

Konvensional di Indonesia. Jurnal Aplikasi Manajemen Volume 6. No. 2. Agustus. FE Ubiversitas Brawijaya: Malang. Rofiqoh, L. M. & Purwohandoko,

2014. Analisis Pengaruh Capital, Kualitas Aset,

Rentabilitas, dan

Sensitivity to Market Risk Terhadap Profitabilitas

Perbankan pada

Perusahaan BUSN

Devisa dan BUSN Non-Devisa. Jurnal Ilmu Manajemen, Volume 2.4. Rommy Rifky Romadloni, Herizon. 2015. β€œPengaruh likuiditas, kualitas aset, sensitivitas pasar, dan efisiensi terhadap Return On Asset (ROA) pada bank devisa yang Go Public”. Journal Of Bussines and Banking. Vol.5, No. 1, May-October 2015.

SEBI No. 13/30/DPNP tanggal 16 Desember 2011 β€œtentang laporan keuangan publikasi triwulan dan bulanan Bank Umum serta laporan tertentu yang disampaikan kepada

(22)

20 Bank Indonesia”. Jakarta : Bank Indonesia.

SEBI No. 6/23/DPNP Tanggal 31 Mei 2004. Perihal Sistim Penilaian Kesehatan Bank Umum. Jakarta Siamat, D., 2009. Manajemen

Laporan Keuangan. Jakarta: Fakultas.

Snaini, H. N., t.thn. Pengaruh Rasio Likuiditas, Kualitas Aktiva, Sensitivitas Terhadap Pasar, Efisiensi, dan Solvabilitas Terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa

Go Public. Skripsi Sarjana tidak diterbitkan STIE Perbanas Surabaya. Taswan. 2010. Manajemen

Perbankan. Yogyakarta : Unit Penerbit Dan Percetakan STIM YKPN. Totok, Budisantoso dan Sigit Triandaru. 2009. Bank Dan Lembaga Keuangan

Lain. Edisi Kedua.

Jakarta. Salemba Empat. Undang-Undang Nomor 10 Tahun

1998. Tentang Perubahan atas UU No. 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan. Jakarta.

Veithzal Rivai, Andria Permata Veithzal dan Ferry N. Idroes. 2007. Bank and Financial Institution Mangement. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. _________,Sofyan Basir,Sarwono

Sudarto., dan Arifandy

Permata Veithzal. 2013.

β€œCommercial Bank

Management,Manajemen Perbankan Dan Teori Ke Praktek”. Cetakan Ke 1. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada

__________, 2012. Manajemen Perbankan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

__________. 2013. Commercial

Bank Management.

Jakarta: PT. Rajawali Pers

Figure

Gambar 1  Kerangka Pemikiran

Gambar 1

Kerangka Pemikiran p.8
Tabel 3  ANALISIS UJI F  ANOVA b Model  Sum of  Squares  df  Mean  Square  F  Sig.  1  Regression  21.286  9  2.365  19.524  .000 a Residual  6.057  50  .121    Total  27.343  59    F Tabel  2,07

Tabel 3

ANALISIS UJI F ANOVA b Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 21.286 9 2.365 19.524 .000 a Residual 6.057 50 .121 Total 27.343 59 F Tabel 2,07 p.13

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in