• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH EKSPOR IMPOR DAN NILAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PENGARUH EKSPOR IMPOR DAN NILAI"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH EKSPOR, IMPOR DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP CADANGAN DEVISA INDONESIA DENGAN METODE

ERROR CORRECTION MECHANISM PERIODE 2009-2014

OLEH :

ROMA DEAR SILITONGA 12.7364

SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK JAKARTA

2015 DAFTAR ISI

Daftar Isi ………..

i

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

(2)

1.2 Rumusan Masalah

2

1.3 Tujuan Penelitian

3

1.4 Manfaat Penelitian

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka

4

2.2 Penelitian Terkait

6

2.3 Kerangka Pikir

7

2.4 Hipotesis

8

BAB III METODOLOGI

3.1 Ruang Lingkup Penelitian

9

3.2 Metode Penentuan Sampel………

9

3.3 Metode Pengumpulan Data

(3)

3.4 Metode Analisis Data

9

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Deskriptif

12

4.2 Analisis Inferensia 13

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

20 5.2 Saran

20

DAFTAR PUSTAKA

... ... ii

LAMPIRAN ……….iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

(4)

juga sebagai sumber pendapatan negara. Dengan demikian, devisa negara merupakan komponen penting yang perlu dijaga posisi dan stabilitasnya.

Posisi cadangan devisa suatu negara biasanya dinyatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor untuk jangka waktu setidak-tidaknya tiga bulan. Jika cadangan devisa yang dimiliki tidak mencukupi kebutuhan untuk tiga bulan impor, maka hal itu dianggap rawan. Tipisnya persediaan valuta asing suatu negara dapat menimbulkan kesulitan ekonomi bagi negara yang bersangkutan. Bagi neraca pembayaran, bukan saja negara tersebut akan kesulitan mengimpor barang-barang yang dibutuhkannya dari luar negeri, tetapi juga memerosotkan kredibilitas mata uangnya. Kurs mata uangnya di pasar valuta asing akan mengalami depresiasi. Apabila posisi cadangan devisa itu terus menipis dan semakin menipis, maka dapat terjadi rush terhadap valuta asing di dalam negeri. Apabila telah demikian keadaannya, sering terjadi pemerintah negara yang bersangkutan akhirnya terpaksa melakukan devaluasi (Dumairy, 1996: 107).

Aktivitas perdagangan ekonomi yang dilakukan negara dalam bentuk ekspor dan ipor merupakan salah satu komponen penting untuk melihat posisi devisa negara. Tingkat ekspor yang lebih besar dibandingkan impor akan menyebabkan neraca perdagangan positif dan secara teori mendorong meningkatnya permintaan terhadap mata uang domestik sehingga

Salah satu hal yang ditengarai mempengaruhi keadaan cadangan devisa adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar. BPS mencatat rupiah terdepresiasi 2,06 persen terhadap dolar Amerika di Mei 2015. Level terendah rata-rata kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika di 34 provinsi terjadi pada minggu keempat Mei 2015 yaitu Rp13.177,66 per dolar Amerika. Hal ini menyebabkan likuiditas pasar valas mengalami tekanan akibat tingginya permintaan valas. Dengan tingginya permintaan valas, persediaan devisa yang ada di bank sentral akan semakin menurun.

Berdasarkan model Mundell-Flemming, depresiasi akan mendorong tingkat bunga riil menjadi turun yang selanjutnya mendorong net export. Hal ini akan membuat neraca pembayaran menjadi lebih positif. Net export yang bergerak akan menyebabkan kenaikan pengeluaran pemerintah. Hal ini terangkum dalam model Invest-Saving.

(5)

negara. Tingkat ekspor yang lebih besar dibandingkan impor akan menyebabkan neraca perdagangan positif dan secara teori mendorong meningkatnya permintaan terhadap mata uang domestik sehingga mata uang asing yang diperoleh dari perdagangan internasional ini dapat dicadangkan oleh negara dan nilai mata uang domestik menjadi meningkat. Hal ini mengindikasikan adanya hubungan antara cadangan devisa dengan kegiatan ekspor imporNamun yang harus dipahami, kurva IS merangkum hubungan antara pendapatan dengan net ekspor, yang berarti untuk memahami hubungan antara ekspor, impor dan nilai tukar terhadap cadangan devisa perlu dilakukan uji empiris lebih lanjut.

Banyak studi empiris lainnya menunjukkan bahwa Error Correction Model adalah salah satu cara paling cocok untuk estimasi model ketika variabel-variabel ekonomi secara yang secara individual non stasioner dan memiliki kointegrasi (Nwachukwu: 2007). Karena itu penulis tertarik untuk melakukan analisis pengaruh ekspor Indonesia, impor Indonesia dan nilai tukar rupiah terhadap cadangan devisa Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka rumusan masalah dari makalah ini adalah :

“Pengaruh Ekspor, Impor dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar US bagi Cadangan Devisa Indonesia.”

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana pergerakan ekspor, impor, nilai tukar rupiah dan cadangan devisa Indonesia dari waktu ke waktu ?

2. Apakah ekspor, impor dan nilai tukar rupiah terhadap dolar US memiliki pengaruh jangka panjang terhadap cadangan devisa Indonesia?

3. Apakah ekspor, impor dan nilai tukar rupiah terhadap dolar US memiliki pengaruh jangka pendek terhadap cadangan devisa Indonesia?

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adlah sebagai berikut:

(6)

2. Bagi penulis adalah sebagai salah satu usaha mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari untuk analisis data runtun waktu serta menambah wawasan mengenai aktivitas ekonomi makro.

3. Bagi peneliti adalah sebagai acuan untuk meneliti variabel ekonomi makro lainnnya sehingga meluaskan penelitian yang lebih komprehensif.

4. Bagi masyarakat adalah untuk memberi gambaran bagaimana pengaruh ekspor, impor dan nilai tukar rupiah terhadap dolar US bagi cadangan devisa negara.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori

2.1.1 Model Mundell-Flemming

Model ini dilukiskan sebagai model kebijakan dominan untuk mempelajari kebijakan moneter dan fiskal pada perekonomian terbuka (Mankiw: 327). Model ini menekankan interaksi antara pasar barang dan uang dengan asumsi penting dan ekstrim : perekonomian terbuka kecil dengan mobilitas modal sempurna. Indonesia sebagai negara yang termasuk dalam small open economy dengan sistem ekonomi campuran telah memenuhi asumsi tersebut. Pada model Mundell-Flemming dalam jangka pendek untuk menganalisis fluktuasi jangka pendek, tingkat harga P diasumsikan tetap secara eksogen.

Kondisi keseimbangan pasar barang dengan asumsi mobilitas sempurna adalah sebagai berikut :

Y= C(Y-T) +I(r)+ G + NX(e)

(7)

Namun dalam pasar uang,

M/P= L(r*, Y)

perubahan kurs tidak berpengaruh karena diasumsikan tingkat bunga domestik mengikuti tingkat bunga dunia, sehingga dalam persamaan LM menentukan pendapatan agregat, tidak mempertimbangkan kurs. Sehingga kurva LM meringkas hubungan antara tingkat suku bunga dengan pendapatan.

2.1.2 Ekspor

Ekspor mencerminkan aktivitas perdagangan antarbangsa yang dapat memberikan dorongan dalam dinamika pertumbuhan perdagangan internasional, sehingga suatu negara-negara yang sedang berkembang kemungkinan untuk mencapai kemajuan perekonomian setaraf dengan negara-negara yang lebih maju (Todaro, 2002:49). Ekspor adalah pembelian negara lain atas barang buatan perusahaan-perusahaan di dalam negeri. Faktor terpenting yang menentukan ekspor adalah kemampuan dari Negara tersebut untuk mengeluarkan barang-barang yang dapat bersaing dalam pasaran luar negeri. (Sukirno, 2008: 205).

2.1.3 Impor

Impor dapat diartikan sebagai pembelian barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri dengan perjanjian kerjasama antara 2 negara atau lebih. Impor juga bisa dikatakan sebagai perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku (Hutabarat, 1996:403).

2.1.4 Cadangan Devisa

(8)

2.1.5 Nilai Tukar Mata Uang dan Rezim Nilai Tukar

Nilai tukar atau kurs (exchange rate) antara dua negara adalah tingkat harga yang disepakati penduduk kedua negara untuk saling melakukan perdagangan. Para ekonom membedakan kurs menjad dua yaitu :

1. Kurs Nominal (nominal exchange rate) adalah harga relatif dari mata uang dua negara. Sebagai contoh : jumlah rupiah per dolar, yen yang dibayarkan untuk setiap dolar yang diperoleh dan sebagainya.

2. Kurs Riil (real exchange rate) disebut juga terms of trade adalah harga relatif barang-barang diantara kedua negara, kurs riil diantara kedua ne-gara dihitung dari kurs nominal dan tingkat harga di kedua nene-gara.

Nilai tukar merupakan sebuah kunci penting bagi suatu negara untuk bertransaksi dengan negara lain.

Model Mundell-Flemming menunjukkan bahwa dampak dari sebagian besar kebijakan ekonomi pada perkonomian terbuka kecil tergantung pada apakah rezim kurs yang diterapkan adalah kurs mengambang (floating exchange rate) dan kurs tetap (fixed exchange rate). Sementara itu rezim nilai tukar adalah sistem nilai tukar yang diterapkan di sebuah negara.

. 2.2 Penelitian Terdahulu

Penelitian mengenai pengaruh ekspor, impor dan nilai tukar rupiah sebenarnya sudah banyak dilakukan. Kesadaran mengenai kinerja pembangunan ekonomi dan evaluasi kebijakan pemerintah mendukung banyaknya penelitian mengenai hal ini. Ada pun penelitian terkait yang pernah ada terdapat di tabel 2.1

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Peneliti Objek Penelitian Variabel Metode

Penelitian

Series Ekspor, Impor, Nilai tukar rupiah, cadangan devisa

Seluruh variabel berpengaruh

signifikan namun

impor tidak

berpengaruh

(9)

INDONESIA

Series ekspor,

impor dan

cadangan devisa

Regresi Linier Berganda OLS

Secara simultan maupun secara parsial variabel ekspor dan impor berpengaruh

signifikan terhadap cadangan devisa di

Cadangan devisa, net ekspor, utang cadangan devisa periode

sebelumnya mempengaruhi cadangan devisa di Indonesia secara signifikan

Simpanan pribadi, tingkat

pendapatan

disposibel, tingkat bunga riil, neraca pembayaran, tingkat inflasi, rasio pinjaman eksternal tingkat bunga riil signifikan negatif.

(10)

Ekspor

Impor

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar

 Cadangan Devisa

Berdasakan teori dan literatur yang ada, maka dapat dibentuk kerangka pikiran sebagai berikut :

2.4 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :

1. H0 1 : Tidak ada pengaruh jangka panjang dan jangka pendek ekspor

ter-hadap cadangan devisa Indonesia.

H1 1 : Ada pengaruh jangka panjang dan jangka pendek ekspor terhadap

cadangan devisa Indonesia.

2. H0 2 : Tidak ada pengaruh jangka panjang dan jangka pendek nilai tukar

ru-piah terhadap US dolar terhadap cadangan devisa Indonesia.

H1 2 : Ada pengaruh jangka panjang dan jangka pendek nilai tukar rupiah

terhadap US dolar terhadap cadangan devisa Indonesia.

3. H0 3 : Tidak ada pengaruh jangka panjang dan jangka pendek impor terhadap

cadangan devisa Indonesia.

4. H1 3 : Ada pengaruh jangka panjang dan jangka pendek impor terhadap

(11)

Bab III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini melihat apakah ada hubungan antara cadangan devisa negara dengan ekspor, impor dan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tercatat dari transaksi moneter. Data yang digunakan adalah dari International Financial Statistic yang dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF) dari bulan pertama tahun 2009 hingga bulan ke dua belas tahun 2014. Yang menjadi variabel dependen adalah cadangan devisa Indonesia (Foreign Exchanges Reserves) sementara yang menjadi variabel independen adalah ekspor, impor dan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

3.2 Metode Penentuan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah ekspor, impor dan nilai tukar rupiah terha-dap US dolar serta cadangan devisa Indonesia.

Sampel pada penelitian ini adalah ekspor, impor dan nilai tukar rupiah terha-dap US dolar serta cadangan devisa Indonesia periode Januari 2009 hingga De-sember 2014 berupa data perbulan. Dipilihnya Tahun 2009 adalah karena terdapat peralihan kekuasaan pemerintahan sehingga diasumsikan kebbijakan fiskal yang dilakukan konstan.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari IMF yang diperoleh dari aplikasi IFS, kemudian dibandingkan dengan berita dan publikasi yang ada di media elektronik seperti internet, artikel ilmiah dan jurnal-jurnal ekonomi.

(12)

Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif, yaitu dengan pendekatan naratif dan teoritis melihat bagaimana ekspor, impor dan nilai tukar rupiah terhadap dolar mempengaruhi cadangan devisa negara. Selain menggunakan analisis deskriptif, penelitian ini turut menyertakan analisis inferensia dengan uji statistik. Adapun metode statistik yang digunakan adalah dengan uji kointegrasi dan error correction model. Apabila setelah diuji kointegrasi , ditemukan residual stasioner maka dapat disimpulkan bahwa keabsahan model jangka panjang telah dapat dipastikan dan apabila error correction term memenuhi syarat maka dapat disimpulkan terdapat ekuilibrium jangka pendek antara variabel independen dengan variabel dependen.

3.3.1Uji Akar Unit

Uji Augmented Dickey-Fuller (ADF) membuat uji akar unit dengan menggunakan metode statistik nonparametrik dalam menjelaskan adanya autoko-relasi antara variabel error tanpa memasukkan variabel penjelas kelambanan dife-rensi. Hipotesis untuk uji ADF:

H0 : Data tidak stasioner

Ha : Data stasioner

Langkah untuk menentukan kestasioneran data dengan cara membanding-kan nilai statistik ADF dengan nilai kritisnya.

Jika ADF tes statistik > ADF tabel maka Ho ditolak

Jika ADF tes statistik < ADF tabel maka Ha diterima

3.3.2 Uji Kointegrasi

Berdasarkan uji stasioneritas, apabila variabel independen (inflasi, kurs ru-piah terhadap US dolar, dan harga minyak mentah dunia) tidak stasioner pada tingkat level, namun stasioner pada diferensiasi pertama atau kedua, maka peneli-tian dapat dilanjutkan dengan Uji Kointegrasi. Hipotesis untuk uji kointegrasi :

H0: Tidak ada hubungan jangka panjang antara variabel independen dan

de-penden

H1: Ada hubungan jangka panjang antara variabel independen dan dependen

Pengambilan keputusan dilakukan dengan kriteria: Jika ADF tes statistik > ADF tabel maka Ho ditolak

Jika ADF tes statistik < ADF tabel maka Ha diterima

(13)

Apabila data tidak stasioner pada tingkat level, tetapi stasioner pada tingkat diferensiasi dan variabel saling terkointegrasi, berarti terdapat hubungan jangka panjang antarvariabel. Dalam jangka pendek mungkin terdapat ketidakseimbangan. Model yang memasukkan penyesuaian untuk melakukan koreksi bagi ketidakseimbangan disebut Error Correction Model (ECM).

3.3.4 Uji Asumsi Klasik a. Autokorelasi

Autokorelasi adalah keadaan dimana terjadi korelasi antara residual tahun ini dengan tahun sebelumnya. Autokorelasi dapat dideteksi dengan uji Durbin-Watson. Hipotesis:

H0 : Tidak terdapat autokorelasi

Ha : Terdapat autokorelasi b. Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas untuk melihat apakah varibel error tidak konstan dan dapat dideteksi dengan Uji Arch. Hipotesis:

H0 : Tidak terdapat heteroskedastisitas

Ha : Terdapat heteroskedastisitas

Bila probabilitas Obs*R2 < 0,05 maka Ho ditolak

Bila probabilitas Obs*R2 > 0,05 maka Ho diterima

c. Normalitas

Normalitas untuk menguji dalam sebuah mode data berdistribusi normal atau tidak. Hipotesis:

H0 : Model tidak normal

Ha : Model normal

Bila probabilitas Obs*R2 > 0,05 maka Ho diterima (signifikan)

Bila probabilitas Obs*R2 < 0,05 maka Ho ditolak (tidak signifikan)

(14)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Deskriptif

0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000 160000 180000

Rates exchange M

X Fex

Grafik 4.1.Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar, Impor, Ekspor dan Foreign Exchange dari waktu ke waktu (sumber: International Financial Statistic)

Dari grafik tersebut, dapat dilihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar, impor ekspor serta cadangan devisa memiliki tren positif setiap tahunnya. Meskipun berfluktuasi, namun secara garis besar, keempat variabel tersebut memiliki fluktuasi yang hampir mirip. Terdapat penurunan pada tahun 2008, hal ini bisa jadi akibat krisis yang melanda dunia pada saat itu, namun secara umum, aktivitas empat variabel tersebut masih relatif stabil meningkat. Memag meskipun pada saat itu terdapat krisis ekonomi dunia tahun 2008, Indonesia salah satu ne-gara yang tidak goncang akibat krisis tersebut. Lepas dari krisis pada tahun 2008, pergerakan ekspor, impor, nilai tukar rupiah terhadap dolar dan cadangan devisa juga turut meningkat secara bersama-sama.

(15)

0.00 20000.00 40000.00 60000.00 80000.00 100000.00 120000.00 140000.00 160000.00 180000.00

fex m x exc

Grafik 4.2 Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar, Impor, Ekspor dan Foreign Exchange dari waktu ke waktu (sumber: International Financial Statistic)

Pada periode 2009-2014 terjadi lompatan yang signifikan. Hal ini di-indikasikan akibat mulai dibukanya pasar terbuka Cina-Indonesia serta dimu-lainya Masyarakat Ekonomi ASEAN, sehingga kebijakan perdagangan luar negeri yang bersifat pembatasan kuota pada saat dulu dihentikan dan terjadi perdagangan bebas yang sangat aktif di Indonesia. MEnuju tahun 2011, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup pesat turut mendukung meningkatnya cadangan devisa In-donesia semakin besar, namun demikian, ekspor impor dan nilai tukar rupiah ter-hadap dolar masih cukup stabil. Namun perlahan-lahan cadangan devisa Indonesia semakin lama semakin menurun akibat semakin ketergantungan terhadap barang impor dan semakin menurunnya ekspor.

4.2 Analisis Inferensia 4.2.1 Pengujian Pra Estimasi

Pengujian stasioneritas semua variabel.

(16)

Ho : γ = 0 (data tidak stasioner) H1 : γ < 1 (data stasioner) Tingkat signifikansi : 0,05

Variabel Level Difference 1

p-value p-value

Foreign exchange 0,8197 0,0000

ekspor 0,2652 0,0000

impor 0,53824 0,0000

Rates exchange 0,0557 0,0000

Dari hasil tersebut, semua variabel tidak stasioner pada tingkat level. Kemudian dilakukan difference pertama pada semua variabel dan semua variabel terintegrasi pada tingkat difference yang sama, sehingga diindikasikan terdapat kointegrasi antara variabel dependen dengan variabel independen.

4.3 Estimasi Model Jangka Panjang

Uji Kointegrasi dilakukan untuk melihat adanya hubungan antara variabel

dependen dengan variabel independen dengan uji stasioneritas residual dari model jangka panjangnya.

Dependent Variable: LFEX Method: Least Squares Date: 08/09/15 Time: 11:46 Sample: 2009M01 2014M12 Included observations: 72

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 1.106070 1.349909 0.819367 0.4154 LX 0.490203 0.153722 3.188892 0.0022 LM 0.490660 0.101379 4.839877 0.0000 LEXC 0.102722 0.099010 1.037490 0.3032

R-squared 0.899036 Mean dependent var 11.37094 Adjusted R-squared 0.894582 S.D. dependent var 0.247642 S.E. of regression 0.080405 Akaike info criterion -2.149534 Sum squared resid 0.439615 Schwarz criterion -2.023053 Log likelihood 81.38323 Hannan-Quinn criter. -2.099182 F-statistic 201.8355 Durbin-Watson stat 1.199167 Prob(F-statistic) 0.000000

(17)

tukar rupiah terhadap dolar tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa negara. Sehingga dengan demikian diperoleh model jangka panjang:

∆ Y=∝+∝1x1+∝2x2+∝3x3

FEX=1,10607+0,490203X+0,49066M+0,102722r

Kemudian untuk menguji kointegrasi yang mungkin terjadi, dilakukan uji stasioneritas residual dari model jangka panjang

H0 : residual stasioner di difference 1 (tidak ada kointegrasi) H1 : residual stasioner di level

Null Hypothesis: ERROR has a unit root Exogenous: Constant, Linear Trend

Lag Length: 0 (Automatic - based on SIC, maxlag=11)

t-Statistic Prob.*

Augmented Dickey-Fuller test statistic -5.448496 0.0001 Test critical values: 1% level -4.092547

5% level -3.474363 10% level -3.164499

*MacKinnon (1996) one-sided p-values.

Hasil pengujian residual model jangka panjang yang stasioner menunjukkan nilai 0,001<α sehingga diambil keputusan tolak H0 dan dapat disimpulkan terdapat kointegrasi antara variabel dependen dan variabel independen.

4.4Pemodelan Error Correction Mechanism

Adanya kointegrasi pada persamaan tersebut hanya menjelaskan arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Belum tentu persamaan ini memiliki ekuilibrium di jangka pendek. Dari hasil uji kointegrasi dengan uji stasioneritas residual jangka panjang, ditemukan bahwa residual stasioner sehingga tolak H0 dan terbukti ada kointegrasi antara sehingga ada kointegrasi antara variabel dependen dan variabel independen. Dengan menguji Error Correction Modelnya, ditemukan hasil sebagai berikut :

Dependent Variable: DFEX Method: Least Squares Date: 08/09/15 Time: 11:42

Sample (adjusted): 2009M02 2014M12 Included observations: 71 after adjustments

(18)

C 0.010689 0.003780 2.827700 0.0062 DX 0.046432 0.055758 0.832729 0.4080 DM 0.042113 0.047266 0.890972 0.3762 DEXC -0.512991 0.173214 -2.961608 0.0043 ERROR(-1) -1.40E-06 6.50E-07 -2.148967 0.0353

R-squared 0.187249 Mean dependent var 0.011015 Adjusted R-squared 0.137991 S.D. dependent var 0.033789 S.E. of regression 0.031371 Akaike info criterion -4.018024 Sum squared resid 0.064955 Schwarz criterion -3.858680 Log likelihood 147.6398 Hannan-Quinn criter. -3.954658 F-statistic 3.801411 Durbin-Watson stat 1.560152 Prob(F-statistic) 0.007668

sehingga diperoleh model jangka pendek yaitu :

∆ DFEX=C+α ∆ X+β ∆ M+γ ∆ EXC+φ et−1

∆ DFEX=0,010689+0,046432∆ X+0,042113∆ M−0,512991∗∆ EXC−0,000001et−1

 C= 0,010689 ↔ Jika ekspor, impor dan nilai tukar rupiah terhadap dolar US tidak mempengaruhi cadangan devisa Indonesia, maka besarnya ca-dangan devisa Indonesia adalah 1,06 juta dolar US.

∆ X=0,046432 ↔Setiap kenaikan ekspor sebesar 1%, akan meningkat-kan cadangan devisa Indonesia sebesar 4,64 juta dolar US

∆ M=0,042113 ↔ Setiap kenaikan impor sebesar 1% akan me-ningkatkan cadangan devisa negara Indonesia sebesar 4, 2 juta dolar US, demikian pula sebaliknya.

∆ EXC=−0,512991 ↔ Setiap kenaikan nilai tukar rupiah terhadap do-lar sebesar 1% akan menurunkan cadangan devisa Indonesia sebesar 51,3 juta dolar US

Dengan nilai Error Correction Term sebesar - 0,000001 signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa model memiliki ekuilibrium jangka pendek. Hasil estimasi parameter model menunjukkan keabsahan nilai model jangka panjang. Dari hasil nilai R2 tercermin bahwa dalam jangka pendek, devisa negara

dapat dijelaskan sebesar 18,7% oleh model, sementara 81,3 % lainnya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam model.

(19)

data ini adalah kuartal. Angka yang sangat kecil ini menunjukkan butuh waktu yang sangat lama dari model tersebut untuk mencapai ekuilibrium jangka pendek dan mengoreksi nilai diskrapensi yang terjadi antara model jangka panjang dan model jangka pendek.

Pada persamaan jangka pendek, ekspor dan impor tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa negara. Namun variabel nilai tukar rupiah terhadap dolar berpengaruh signifikan positif terhadap devisa negara baik untuk jangka pendek. Ekspor dan impor berpengaruh signifikan pada jangka panjang.

4.5 Uji Diagnostik Model

Uji diagnosa model dilakukan apakah residual white noise atau tidak. Residual white noise adalah residual yang mengikuti distribusi normal dengan mean 0 dan

varians tetap pada setiap periode (σ2) atau dengan notasi e µ, σ t N(¿¿2)

¿

yuu

Uji terdiri dari :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah residual dari model memi-liki distribusi normal atau tidak. Uji yang dipakai adalah Jarque-Bera dengan hipotesis sebagai berikut

H0: Residual model berdistribusi normal

H1: Residual model tidak berdistribusi normal

Tingkat signifikansi 0,05

-0.08 -0.06 -0.04 -0.02 0.00 0.02 0.04 0.06

Series: Residuals

Sample 2009M02 2014M12 Observations 71

Mean 4.06e-18

Median -0.000797

Maximum 0.066866

Minimum -0.077989

Std. Dev. 0.030462

Skewness -0.253517

Kurtosis 3.402531

Jarque-Bera 1.239879

(20)

Dari histogram diatas, karena data berada disekitar mean, dapat diambil kesim-pulan bahwa residual model berdistribusi normal.

b. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada autokorelasi pada residual dari model.

Ho: tidak ada autokorelasi H1: ada autokorelasi Tingkat signifikansi 5%

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

F-statistic 3.859904 Prob. F(2,65) 0.0261 Obs*R-squared 0.069926 Prob. Chi-Square(2) 0.9656

Test Equation:

Dependent Variable: RESID Method: Least Squares Date: 08/09/15 Time: 11:58 Sample: 2009M02 2014M12 Included observations: 71

Presample missing value lagged residuals set to zero.

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

DX -0.020081 0.056354 -0.356330 0.7227 DM 0.006606 0.048326 0.136694 0.8917 DEXC 0.088028 0.181955 0.483792 0.6302 ERROR(-1) -0.053085 0.059869 -0.886687 0.3785 RESID(-1) 0.357838 0.134003 2.670365 0.0096 RESID(-2) 0.029061 0.128271 0.226562 0.8215

R-squared 0.000985 Mean dependent var 0.010452 Adjusted R-squared -0.075862 S.D. dependent var 0.030687 S.E. of regression 0.031830 Akaike info criterion -3.976085 Sum squared resid 0.065855 Schwarz criterion -3.784872 Log likelihood 147.1510 Hannan-Quinn criter. -3.900046 Durbin-Watson stat 1.972065

Dari output diatas, nilai obs* R-squared >alfa sehingga dapat disimpulkan tidak terda-pat autokorelasi pada residual dari model.

c. Uji Homoskedastisitas

Uji homoskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah varians residual memi-liki nilai yang konstan untuk setiap periode.

Hipotesis

H0: Residual bersifat homoskedastisitas

H1: Residual bersifat heteroskedastisitas

Tingkat signifikansi 0,05

Heteroskedasticity Test: ARCH

(21)

Test Equation:

Dependent Variable: RESID^2 Method: Least Squares Date: 08/09/15 Time: 11:59

Sample (adjusted): 2009M03 2014M12 Included observations: 70 after adjustments

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 0.000902 0.000220 4.103768 0.0001 RESID^2(-1) 0.131318 0.120224 1.092280 0.2786

R-squared 0.017243 Mean dependent var 0.001038 Adjusted R-squared 0.002790 S.D. dependent var 0.001514 S.E. of regression 0.001512 Akaike info criterion -10.12227 Sum squared resid 0.000156 Schwarz criterion -10.05803 Log likelihood 356.2795 Hannan-Quinn criter. -10.09675 F-statistic 1.193076 Durbin-Watson stat 1.790556 Prob(F-statistic) 0.278565

Dari output diatas, diketahui bahwa bahwa Obs*R-squared lebih besar dari tingkat signifikansi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi ho-moskedastisitas terpenuhi.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan diatas, maka dapat ditarik kesim-pulan sebagai berikut :

1. Pada jangka panjang, semua variabel independen secara statistik signifikan mem-pengaruhi model. Artinya, impor, ekspor dan nilai tukar rupiah signifikan mempengaruhi cadangan devisa.

(22)

impor dan nilai tukar rupiah. Namun, nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak signifikan dalam ekuilibrium jangka pendek.

3. Nilai speed of adjustment sebesar - 0,000001 berarti, 0,000001% mo-del mampu mengoreksi diskrapensi antara nilai keseimbangan jangka pan-jang dan pan-jangka pendek atau dengan kata lain membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapai keseimbangan.

5.2 Saran

1. Nilai R2-adjusted pada pemodelan jangka pendek yang masih rendah

mengindikasikan bahwa model yang dihasilkan belum cukup kuat un-tuk menjelaskan cadangan devisa pada ekonomi jangka pendek dengan model ini.

2. Bagi peneliti lain, masih banyak variabel ekonomi lain yang belum ter-cakup dalam model ini yang mungkin memiliki pengaruh terhadap cadangan devisa Indonesia sehingga makin banyak model yang dapat dibentuk untuk memperkirakan cadangan devisa negara di waktu yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Mankiw, N. Gregory. “Macroeconomics -6th Edition”. Worth Publishers. New

York : 2007

Enders, Walter. “Applied Econometric Time Series-2nd Edition”. John

Wiley&Sons, Inc.USA: 2004

Dumairy, “Perekonomian Indonesia”. Erlangga. Jakarta : 1996

Nwachukwu, E. Tochukwu & Festus.O. Egwaikhide. “An Error Correction Model of the Determinants of Private Saving in Nigeria”. African Economic Society (AES) Conference, Cape Town, South Africa: 2007

Pinem, R. Juniartha. “ Analisis Pengaruh Ekspor, Impor, Kurs Nilai Tukar Ru-piah terhadap cadangan devisa Indonesia”. Skripsi Universitas Sumatera Utara. Medan : 2012

(23)

Febriyenti, Mega. Hasdi Aimon. Zul Azhar. “Faktor-Faktor yang Mempen-garuhi Cadangan Devisa dan Net Ekspor di Indonesia”. Jurnal Kajian Ekonomi Vol.2 No. 03, :2013

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/2743 diakses pada 20 Juni 2015

http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/2920 diakses pada 21 Juni 2015

http://www.researchgate.net/publication/42351425_Analisis_Pengaruh_Ek- spor_Impor_Kurs_Nilai_Tukar_Rupiah_Terhadap_Cadangan_Devisa_In-donesia

diakses pada 20 Juni 2015

www.wikipedia.com

Gambar

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Grafik 4.1.Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar, Impor, Ekspor dan Foreign Exchange dari waktu ke waktu (sumber: International Financial Statistic)
Grafik 4.2 Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar, Impor, Ekspor dan Foreign Exchange dari waktu ke waktu (sumber: International Financial Statistic)

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Salah satu LKMS yang berkembang pesat saat ini adalah Baitul Mal wa tamwil (BMT). Secara legal formal, BMT sebagai lembaga keuangan mikro syariah berbentuk badan hukum

Dengan dukungan semesta penulis mampu menyelesaikan karya tulis dengan judul Dinamika Sikap Politik Pers di Media Massa Lokal Berbahasa Jawa (Analisis Isi Tajuk Rencana

neck bunga di mana tampak bahwa serapan hara yang tinggi pada tanaman mawar mini yang ditanam pada media tanam moss dan arang sekam (4:1 v/v) memengaruhi pertumbuhan

Berdasarkan hasil estimasi menggunakan Propensity Score Matching (PSM) dengan metode kernel matching diperoleh kesimpulan bahwa secara rata-rata, buruh sektor swasta di

Menurut Werther dan Davis (1996) rating scale merupakan metode yang paling tua yang digunakan dalam dalam penilaian prestasi kinerja, dimana para penilai

Dalam permasalahan anak putus sekolah, pemerintah daerah dapat mendeteksi lebih dini anak putus sekolah ini melalui terintegrasinya data Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan

a. Microsoft Windows 10 sebagai sistem operasi dalam menjalankan aplikasi pengerjaan penelitian dan proses pembuatan perangkat lunak sistem informasi penyebaran