Sistem Gaji dan Upah pada PT. Perkebunan Nusantara IV Medan

30  55  Download (0)

Teks penuh

(1)

BAB II

PT.PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) MEDAN

A. Sejarah Ringkas

PT Perkebunan Nusantara IV Medan merupakan Badan Usaha

Milik Negara bidang perkebunan yang berkedudukan di Medan, Provinsi

Sumatera Utara. Pada umumnya perusahaan-perusahaan perkebunan di

Sumatera Utara memiliki sejarah panjang sejak zaman Belanda.

Pada awalnya keberadaan perkebuanan ini merupakan milik Maskapai

Belanda yang dinasionalisasi pada tahun 1959, dan selanjutnya

berdasarkan kebijakan pemerintah telah mengalami beberapa kali

perubahan organisasi sebelum menjadi PT Perkebunan Nusantara IV

Medan..

Secara kronologis riwayat PT.Perkebunan Nusantara IV Medan, dapat

disajikan sebagai berikut:

1. Tahun 1959, Tahap Nasionalisasi

Perusahaan-perusahaan swasta asing (Belanda) seperti NV HVA

(Namblodse Venotschaaf Handels Vereeniging Amsterdam) dan NV

RCMA (Namblodse Venotshaaf Rubber Cultuur Maatschappij

(2)

kemudian dilebur menjadi Perusahaan Milik Pemerintah atas dasar

Peraturan Pemerintah (PP) No. 19.

2. Tahun 1967, Tahap Regrouping

Pada tahun 1967 – 1968 selanjutnya Pemerintah melakukan regrouping

menjadi perusahan. Perkebunan Negara (PPN) Aneka Tanaman, PPN

Karet dan PPN Serat.

3. Tahun 1968, Tahap Perubahan menjadi Perusahaan Negara

Perkebunan (PNP) Dengan Kepres NO. 144 tahun 1968, Perusahaab

Perkebunan Negara (PPN) yang ada di Sumatera Utara dan Aceh di

regrouping ulang menjadi PNP I s.d. IX.

4. Tahun 1971, Tahap Perubahan menjadi Perusahaan Perseroan.

Dengan dasar Peraturan Pemerintah Tahun 1971 dan tahun 1972,

Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) dialihkan menjadi Perusahaan

Terbatas Persero dengan nama resmi PT Perkebunan I s.d. IX

(Persero). Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan VI

didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1971,

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan VII didirikan

berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1971 dan Perusahaan

Perseroan (Persero) dan PT Perkebuanan VIII didirikan berdasarkan

(3)

5. Tahun 1996, Tahap Peleburan menjadi PTPN

Berdasarkan Peraturan Pemerintah pada tahun 1996, semua PTP yang

ada di Indonesia di-regrouping kembali dan dilebur menjadi PTPN I

s.d. XIV dan PT Perkebunan Nusantara IV dibentuk berdasarkan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 9 Tahun 1996 tanggal 14

Februari 1996 tentang Peleburan Perusahaan Perseroan (Persero) PT

Perkebunan VI, Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan VII dan

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan VIII menjadi

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara IV.

PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) merupakan hasil peleburan dari

tiga Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan VI, Perusahaan

Perseroan (Persero) PT Perkebunan VII, dan Perusahaan Perseroan

(Persero) PT Perkebunan VIII yang berada di wilayah Sumatera Utara.

Sedangkan Proyek Pengembangan PTP VI, PTP VII, dan PTP VIII yang

ada diluar Sumatera Utara diserahkan kepada PTPN yang dibentukn

masing-masing Provinsi.

PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) didirikan di Bah Jambi

Simalungun, Sumatera Utara berdasarkan Akta Pendirian No. 37 tanggal

11 Maret 1996 dari Harun Kamil, S.H., Notaris di Jakarta dan telah

mendapat pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan

Surat Keputusan No. C2-8332.HT.01.01. Tahun 1996 tanggal 8 Agustus

(4)

81 tanggal 8 Oktober 1996, Tambahan No. 8675/1996, serta telah

didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Tingkat I Sumatera Utara

c.q. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun No.

001/BH.2.15/ IX/ 1996 tanggal 16 September 1996dan telah diperbaharui

dengan Nomor 07/BH/0215/VIII/01 tanggal 23 Agustus 2001.

Anggaran Dasar Perusahaan telah diubah berdasarkan Akta No. 18 dari

Notaris Sri Rahayu H. Prasetyo, S.H. tanggal 26 September 2002, tentang

tempat kedudukan Kantor Pusat (dari Bah Jambi Kabupaten Simalungun

ke Medan) dan Modal Dasar Perusahaan (dari 425.000 lembar saham

Prioritas dan 550.000 lembar Saham Biasa yang ditempatkan dan disetor

penuh menjadi 975.000 lembar Saham). Akta perubahan anggaran dasar

ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-20652.HT.01.04

TH.2002 tanggal 23 Oktober 2002.

Pada tanggal 2008 telah dilakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan

berdasarkan Akta No. 11 dari Notaris Sri Ismiyati, SH tanggal 4 Agustus

2008 tentang Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham Perusahaan

Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara IV dan telah mendapat

persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

dengan Surat Keputusan No. AHU-60615.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal

10 September 2008 tentang Persetujuan Akta Perusahaan Anggaran Dasar

(5)

Perubahan dari Persero menjadi Anak Perusahaan BUMN

Perkebunan. Pada tahun 2014 sesuai Anggaran Dasar Perusahaan

mengalami perubahan, berdasarkan akta No. 25 tanggal 23 Oktober 2014

dari Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn, mengenai perubahan struktur

pemegangan saham dan nama Perusahaan dari Perusahaan Perseroaan

(Persero) PT Perkebunan Nusantara IV menjadi PT Perkebunan Nusantara

IV. Perubahan anggaran dasar ini telah dilaporkan ke Menteri Hukum dan

Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat penerimaan

pemberitahuan No.AHU-08636.40.21.14, tanggal 19 N0vember 2014.

Visi dan Misi PT. Perkebunan Nusantara IV Medan

PT. Perkebunan Nusantara IV Medan memiliki visi dan misi sebagai

berikut:

a. Visi PT. Perkebunan Nusantara IV Medan

Menjadi perusahaan unggul dalam usaha agroindustri yang terintegrasi.

b. Misi PT. Perkebunan Nusantara IV Medan

1. Menjalankan usaha dengan prinsip-prinsip usaha terbaik, inovatif dan

berdaya saing tinggi.

2. Menyelenggarakan usaha agroindustri berbasis kelapa sawit, teh, dan

karet.

3. Mengintegrasikan usaha agroindustri hulu, hilir dan produk baru,

(6)

pada teknologi terkini yang teruji (proven) dan berwawasan

lingkungan.

Strategi Perusahaan

Strategi yang akan dilaksanakan adalah meningkatkan kinerja

perusahaan melalui upaya peningkatan pengendalian biaya dan

produktivitas sumber-sumber yang tersedia. Strategi yang digunakan

adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan produktivitas dan efisiensi melalui penerapan

praktek-praktek bisnis terbaik mencakup baku teknis, manajemen, dan sistem

kerja.

2. Mengadakan peremajaan / replanting tanaman secara teratur setiap

tahun.

3. Optimalisasi kapasitas pabrik dengan melakukan pembelian TBS pihak

ke-3 untuk menutupi kekurangan bahan baku olah dari produksi kebun

sendiri.

4. Penerapan Standard Operation Procedur (SPO), Pemeliharaan panen,

pengolahan, dan perawatan pabrik secara konsisten.

5. Menerapkan Preventive Maintenance dan Replancement atau

penggantian mesin

6. Membangun membina pengamanan terpadu yang melibatkan seluruh

(7)

Maksud Dan Tujuan Perusahaan

Maksud dan Tujuan Perusahaan adalah melakukan usaha di bidang

Agro Industri serta optimalisasi pemanfaatan Sumber Daya Perseroan

untuk menghasilkan barang dan atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya

saing kuat, untuk mendapatkan atau mengejar keuntungan

gunameningkatkan nilai perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip

Perseroan Terbatas.

Maksud dan Tujuan Perusahaan menurut Akta Pendirian, antara lain :

1. Turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program

pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada

umumnya, khususnya di sub sektor pertanian dalam dalam arti

seluas-luasnya dengan tujuan memupuk keuntungan berdasarkan

prinsip-prinsip Perusahaan yang sehat.

2. Melaksanakan kegiatan usaha, antara lain :

a. Mengusahakan budidaya tanaman meliputi pembukuan dan

pengolahan lahan pembibitan, penanaman dan pemeliharaan serta

melakuakan kegiatan-kegiatan lain yang sehubungan dengan

budidaya tanaman tersebut.

b. Produksi meliputi pemungutan hasil tanaman, pengolahan hasil

tanaman sendiri maupun dari pihak lain menjadi barangsetengah

jadi atau barang jadi.

c. Perdagangan meliputi penyelenggaraan kegiatan pemasaran

(8)

perdagangan barang lainnya yang sehubungan dengan kegiatan

perusahaan.

d. Pengembangan usaha di bidang perkebunan, agro usaha dan agro

bisnis.

e. Mendirikan / menjalankan perusahaan dan usaha lainnya yang

mempunyai hubungan dengan usaha bidang pertanian baik secara

sendiri-sendiri maupunbersama-sama dengan badan-badan lainnya

sepanjang hal itu tidak bertentangan denagn peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

Pelaksanaan Kerja Perusahaan

Organisasi perusahaan telah mengalami beberapa kali penyesuaian

sejalan dengan kebutuhan untuk melaksanakan kegiatan / operasional

perusahaan, dalam rangka pengelolaan Perusahaan Perseroan (Persero) PT

Perkebunan Nusantara IV dan agar dapat melaksanakan tugas dan

fungsinya secara lebih berdaya guna dan berhasil guna, Direksi

memandang perlu menetapkan pedoman organisasi dengan menerbitkan

Surat Keputusan Direksi, antara lain :

1. Surat Keputusan Direksi No. 04.01/Kpts/10/VIII/2016 tanggal 01

Agustus 2016 tentang Pembagian Tugas dan wewenang Anggota

(9)

2. Surat Keputusan Direksi PT Perkebunan Nusantara IV No.

04.13/Kpts/105/IX/2016 tanggal 19 September 2016 tentang Struktur

Organisasi PT Perkebunan Nusantara IV , masing-masing sebagai

berikut :

a. Direktur Opersional membawahi Bagian : Tanaman, Pengolahan

dan PBB, Teknik,

b. Direktur komersil membawahi Bagian : Keuangan, Akuntansi,

Pemasaran, Pengembangan Usaha dan Bagian Majemen Risiko dan

Sistem Informasi

c. Direktur SDM & Umum membawahi Bagian : SDM, Umum,

Program Kemitraan & Bina Lingkungan, Hukum dan Pertanahan

dan Bagian Logistik.

Diluar Bagian dimasing-masing direktorat, ditambah lagi dengan

bagian Satuan Pengawas Intern (SPI) , Bagian Sekretaris Perusahaan dan

Bagian Perencanaan yang langsung bertanggung jawab kepada Direktur

Utama.

Seluruh bagian tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang

berkedudukan di Kantor Direksi.

Untuk pelaksanaan tugas di masing-masing Kebun dan Unit dipimpin oleh

seorang Manager / Kepala Unit.

3. 04.13/Kpts/117/X/2016 tanggal 11 Oktober 2016 tentang Struktur

(10)

Sesuai Kpts tersebut juga menetapkan organisasi tingkat Bagian di

Kantor Pusat dari yang semula ada 18 Bagian menjadi 14 Bagian,

masing-masing sebagai berikut :

1. Bagian Sekretaris Perusahaan kode 04.01.

2. Bagian Satuan pengawasan Intern kode 04.02.

3. Bagian Perencanaan Startegis kode 04.03.

4. Bagian Tanaman kode 04.04.

5. Bagian Pengolahan kode 04.05.

6. Bagian Teknik kode 04.06.

7. Bagian Keuangan kode 04.07.

8. Bagian Akuntansi kode 04.08.

9. Bagian Pemasaran kode 04.09.

10. Bagian Pengembangan Usaha kode 04.10.

11. Bagian Sumber Daya Manusia kode 04.11.

12. Bagian Umum dan PKBL kode 04.12.

13. Bagian Hukum dan Pertanhan kode 04.13

14. Bagian Logistik kode 04.14.

Untuk melakukan fungsi pembinaan dan pengendalian atas pengelolaan

Unit Usaha, seluruh Unit Usaha dibagi dalam empat Grup Unit Usaha

yang dibawahi oleh Manager Grup yang bertanggung jawab kepada

(11)

masing-masing Unit Usaha dalam kesatuan tujuan Distrik Unit Usaha

secara efektif dan efisien, Distrik Unit Usaha dimaksud adalah:

1. Distrik Unit Usaha - I (Distrik-I) berkedudukan di Bah Jambi yang

membawahi 9 Unit Kebun terdiri atas Unit Usaha ; Bah Jambi,

Balimbingan, Tonduhan, Pasir Mandoge, Sei Kopas, Dolok

Sinumbah,Marihat, Bah Birung Ulu dan Marjandi

2. Distrik Unit Usaha - II (Distrik-II) berkedudukan di Bah Jambi yang

membawahi 7 Unit Kebun yang terdiri atas Unit Usaha ; Gunung

Bayu, Mayang, Bukit Lima, Dolok Ilir, Laras, Tanah Itam Ulu dan

Unit Teh

3. Distrik Unit Usaha - III (Distrik-III) berkedudukan di Pabatu yang

membawahi 11 Unit Kebun yang terdiri atas Unit Usaha ; Pabatu,

Adolina, Tinjowan, Padang Matinggi, Aek Nauli, Sawit Langkat,

Timur, Balap, Plasma Madina,dan PKS Timur.

4. Distrik Unit Usaha-IV (Distrik-IV) berkedudukan di Berangir yang

membawahi 7 unit kebun yang terdiri atas Unit Usaha ;Air Batu,Pulu

(12)

Gambar 2.1.

Logo PT. Perkebunan Nusantara IV Medan

Sumber :www.ptpn4.co.id/

Makna Logo PT. Perkebunan Nusantara IV Medan

Makna dari logo PT Perkebunan Nusantara IV Medan, yaitu bentuk

pohon sebagai gambaran dari pohon/buah yang mendekati bentuk

tumbuhan dan digambarkan dengan tiga pelepah diatas serta dua pelepah

(13)

perkebunan kelapa sawit dan perkebunan teh yang menjadi satu.

Kemudian dua pelepah di bawah selanjutnya memiliki arti sebuah

“wadah”, maksudnya wadah tersebut merupakan tempat mengolah dua

unit perkebunan diatasnya. Sedangkan untuk empat bidang lengkungan

yang terletak paling bawah mempunyai arti suatu landasan yang

menunjang kedua unit di atasnya. Lengkungan mengarah ke kanan dan ke

kiri yang berarti PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) merupakan

industri hulu dan industri hilir dan juga arah pengembangan/ pemasaran

empat bidang ini di analogikan sebagai angka empat dari PT.Perkebunan

Nusantara IV maka disebut PT Perkebunan Nusantara IV Medan.

Secara keseluruhan, bentuk logo ini mengarah ke atas kalau

diambil garis lurus menuju / memusat ke satu titik, yang berarti ketajaman

fokus usaha dalam mencapai tujuan demi kesejahteraan bersama yang

berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Mengenai warna yang ada pada

logo, menggambarkan lambang dan unsur etis yaitu warna hijau bersifat

sejuk, dingin dan keyakinan. Sedangkan warna Jingga bersifat panas,

semangat dan berani.

Hijau pada empat bidang lengkung mengacu pada sifat sejuk dala

kerukunan kerja antar sesama karyawan dan atasan sehingga timbul

keakraban timbal balik, tangan dingin serta keyakinan dalam mengelola

pekerjaan yang membawa angin segar bagi keuntungan perusahaan dan

kesejahteraan karyawan, jernih dalam pola pikir dan keyakinan dalam hasil

(14)

membara untuk mempertahankan serta meningkatkan mutu produksi

dalam merebut pasar dari para pesaing produk perusahaan yang ada di

pasaran. Dengan tangan dingin serta keyakinan dan semangat kerja sama

maka keberhasilan akan tercapai karena Karunia dan Rahmat dari Tuhan

Yang Maha Esa. Semua berasal dari satu titik, yaitu Sang Maha Pencipta

(15)

B. Struktur Organisasi

Gambar 2.3

Struktur Organisasi PT.Perkebunan Nusantara IV (Persero)

(16)

C. Job Description

Berikut ini adalah uraian tugas dari setiap bidang pada PT.

Perkebunan Nusantara IV Medan yang terdiri dari :

1. Dewan Komisaris

a. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya

pengurusan pada umumnya baik mengenai perusahaan maupun

usaha perusahaan yang dilakukan oleh Direksi serta memberi nasihat

kepada Direksi termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana

Jangka Panjang Perusahaan, Rencana Kerja dan Anggaran

Perusahaan serts ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan Rapat

Umum Pemegang Saham, serta peraturan perundang-undangan yang

berlaku, untuk kepentingan perusahaan dan sesuai dengan maksud

dan tujuan perusahaan.

b. Pemberian persetujuan atas rancangan Rencana Jangka Panjang

Perusahaan (RJPP).

c. Pemberian persetujuan atas rancangan Rencana Kerja dan Anggaran

Perusahaan (RKAP) perusahaan.

2. Direksi

a. Menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan

perseroan untuk kepentingan perusahaan dan sesuai dengan maksud

(17)

maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian

dengan pembatasan-pembatasan sebagaimana diatur dalam

perundang-undangan, anggaran dasar dan/atau Keputusan Rapat

Umum Pemegang Saham.

b. Menetapkan struktur/susunan organisasi yang sesuai dengan

kebutuhan perusahaan.

c. Menetapkan kebijakan-kebijakan operasional dan standar baku

(SOP) untuk seluruh proses bisnis perusahaan.

d. Menyusun Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) perusahaan

dan disahkan oleh RUPS.

e. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

perusahaan dan disahkan oleh Dewan Komisaris dan/pemegang

saham.

f. Menempatkan karyawan pada semua tingkatan jabatan sesuai dengan

spesifikasi jabatan dan memiliki rencana suksesi untuk seluruh

jabatan dalam perusahaan.

g. Memberikan respon terhadap ulasan peluang bisnis dari manajemen

di bawah Direksi/Dewan Komisaris yang berpotensi meningkatkan

pendapatan perusahaan, penghematan/efisiensi perusahaan,

pendayagunaan set, dan mafaat lainnya, sesuai dengan mekanisme

yang telah ditetapkan.

(18)

a. Menyusun sistem perencanaan penjualan,pencarian,monitoring dan

evaluasi harga kelapa sawit dan non kelapa sawit, analisa pasar,

promosi serta distribusi.

4. Unit Usaha

Menyusun perencanaan, melakukan pengelolaan dan melalukan

evaluasi di unit/kebun.

5. Bagian Tanaman

Melakukan perencanaan, pembuatan prosedur, pengawasan ,

monitoring dan evaluasi di bidang:

a. Peremajaan/Tanaman Ulang (TU)/Konversi/Tanaman Baru (TB)

dan Tanaman Belum (TBM) Kelapa Sawit, Teh dan Karet.

b. Tanaman menghasilkan kelapa sawit,teh dan karet.

c. Pemupukan

d. Urusan Produksi

e. Pembibitan

f. Plasma pembenihan kelapa sawit

6. Bagian Logistik

a. Menyusun dan mengevaluasi program kerja dan sistem pengadaan

(19)

b. Menyelenggarakan pengadaan barang dan jasa dengan harga yang

wajar/bersaing, memenuhi spesifikasi teknis baik kualitas maupun

kuantitas yang diperlukan, tepat waktu, sesuai ketentuan/prosedur

yang berlaku, serta dilakukan secara transparan dan kompetitif.

c. Menyusun system pelaporan pengadaan barang dan jasa yang

efektif untuk dilaporkan ke Direksi.

d. Menjalin hubungan baik dengan vendor penyedia barang dan jasa

dan secara berkala melakukan evaluasi atas kerjasama yang

dilakukan.

e. Mengawasi persediaan barang yang terdapat di Gudang Penimbunan

Umum ( GPU) dan menyusun informasi terkait penggunaannya ke

unit kerja.

7. Pembelian Bahan Baku

a. Menyusun system perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan, dan

evaluasi kegiatan pembelian bahan baku di PTPN IV.

b. Menjaga agar PKS tidak middle capacity.

c. Melakukan identifikasi terhadap PKS yang masih memungkinkan

untuk mengelola TBS dari pihak eksternal (Petani Plasma, Perkebun,

dan Pengumpul).

d. Membuat pedoman Pembelian TBS Plasma/Non Plasma, sistem, dan

mengkoordinir pembukaan serta pengawasan penggunaan dana

(20)

e. Membangun hubungan kemitraan dengan pemasok yang saling

memperhatikan, mendukung, dan menguntungkan, meningkatkan

posisi tawar (daya saing) dalam proses dan mekanisme pembelian

TBS terhadap PKS di sekitar , dan menciptakan peluang profit dari

kegiatan pembelian TBS.

f. Membangun Trust dan Integrity, kerjasama dan koordinasi yang

maksimal, antara bagian pembelian bahan baku dengan bagian

pemasaran , bagian akuntansi dan bagian keuangan.

8. Bagian Panitia Penetapan Harga (P2H)

a. Menentukan harga satuan barang/bahan sebagai pedoman harga

barang/bahan yang akan digunakan untuk penyusunan RKO dan

RKAP, yang direview tiap 6 (enam) bulan sekali.

b. Menganalisa dan menyusun harga perkiraan sendiri untuk setiap

proses pengadaan barang dan jasa yang memenuhi kriteria yang

dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku, bernama dengan

bagian/unit terkait.

c. Melakukan evaluasi terhadap seluruh harga dan biaya pengadaan

barang/jasa yang terjadi di seluruh unit usaha,GUU, dan bagian di

PTPN IV.

(21)

Menyusun sistem perencanaan, pengelolaan, penilai dan

pengembangan bidang teknik pada PTPN IV dan Unit Usaha.

10.GUU

Menyusun sistem perencanaan, pengelolaan, penilaian dan

pengembangan GUU dan Unit-unit Usaha dibawah lingkup GUU.

11.Bagian Pengolahan

a. Menyusun dan mengevaluasi sistem perencanaan, pembimbingan,

pengendalian, mutu dan evaluasi proses pengolahan pada kebun

kelapa sawit dan teh.

b. Melakukan pengawasan dan evaluasi kegiatan bidang pengolahan,

pengendalian mutu lingkungan hidup.

c. Mengembangkan teknik/manajemen bidang pengolahan secara

inovatif guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas.

12.Sekretaris Perusahaan

a. Menyusun system perencanaan, pengelolaan, penilaian dan

pengembangan sistem kesekriatan perusahaan, Corporate legal dan

kerjasama usaha, hubungan masyarakat/komunikasi pada PTPN IV.

b. Sekretaris perusahaan juga memberikan saran/pemikiran kepada

Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen di bidang

(22)

Departemen, Instansi, Pemerintah dan pihak lain yang berhubungan

dengan keiatan/opeasional PTPN IV.

13.Satuan Pengawas Intern

Untuk menjamin bahwa audit internal dilaksanakan dengan efektif dan

efisien sesuai dengan program di PT Perkebunan Nusantara IV, yaitu :

Evaluasi laporan, Sistem, dan Prosedur , Pengawasan Operasional.

14.Bagian Manajemen Risiko dan GCG

Menyusun perencanaan, pengelolaan, penilaian dan pengembangan

Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance (GCG) pada

PTPN IV, anak perusahaan, dan perusahaan yang ada penyertaan

modal.

15.Kantor Perwakilan Jakarta

a. Memfungsikan Kantor Perwakilan Jakarta sebagai kantor pelayanan

bagi kantor pusat.

b. Mengamankan aset dan fasilitas PTPN IV yang ada di Jakarta.

16.Bagian Keuangan

a. Mengendalikan arus kas perusahaan.

b. Meningkatkan pengendalian pelaksanaan anggaran sesuai RKAP

(23)

17.Bagian Akuntansi

a. Melaksanakan sistem akuntansi sesuai pedoman akuntansi

umum yang berlaku.

b. Melakukan pembukuan semua transaksi yang dilaksanakan

berdasarkan standar akuntansi umum yang dilengkapi dengann

nomor rekening / akun yang telah ditetapkan.

c. Melaksanakan verifikasi dokumen transaksi serta melakukan

pembinaan administrasi secara periodik.

d. Melaksanakan evaluasi neraca percobaan dan laporan

manajemen unit usaha dan kantor pusat.

e. Menyajikan laporan manajemen dan laporan keuangan

perusahaan secara periodik.

18.Bagian Perencanaan

a. Menyusun dan merevisi RJP dan PDK.

b. Melakukan evaluasi terhadap RJP, RKAP, dan PDK

c. Melakukan standarisasi dan sertifikasi untuk mutu dan

lingkungan.

d. Melakukan penelitian dan pengkajian di seluruh kegiatan

(24)

19.Pengembangan Usaha

Menyusun sistem perencanaan, pengelolaan, penilaian dan

pengembangan usaha pada perusahaan PTPN IV dan unit usaha.

20.PKBL

Menyusun sistem perencanaan, pengelolaan, penilaian dan

pengembangan PKBL pada PTPN IV.

21.Bagian Manajemen Sistem Informasi

Merumuskan sasaran, strategi, dan kebijakan tata teknologi informasi

di seluruh level dan lingkungan perusahaan.

Monitoring pengembangan dan penerapan program aplikasi serta

operasional sistem.

22.Bagian SDM

Menyusun dan mengkoordinasikan sistem perencanaan, pembinaan,

pengembangan, koordinasi, pengawasan, dan pengendalian SDM pada

PTPN IV.

23.Bagian Umum

a. Merencamakan, mengelola, dan memelihara fasilitas, infrastruktur,

dan aset perusahaan.

b. Melaksanakan kegiatan-kegiatan protokoler perusahaan baik yang

(25)

c. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan penunjang

aktivitas perusahaan.

d. Mengelola aktivitas yayasan dan sekolah yang didirikan oleh

perusahaan.

24. Bagian Hukum Pertanahan

a. Menyusun sistem perencanaan, penyusunan strategi, kebijakan dan

program kerja bagian Hukum dan Pertanahan.

b. Melaksanakan sosialisasi, bimbingan dan konsultasi yang berkaitan

dengan hukum dan peraturan perundang-undangan.

c. Melakukan pengawasan kegiatan operasional hukum dan pertanahan.

d. Memelihara kualitas pelayan kepada pelanggan dan klien.

D. Jenis Usaha

PTPN IV adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang agrobisnis

dan agroindustri. Dalam menjalankanbisnisnya PTPN IV mengelola 2

segmen usaha komoditi perkebunan yaitu :

1. Segmen Usaha Komoditi Kelapa Sawit

2. Segmen Usaha Komoditi Teh

PTPN IV memiliki 30 Unit Kebun yang mengelola budidaya Kelapa

Sawit, 1 Unit kebun yang mengelola teh dan 1 unit Kebun Plasma Kelapa

(26)

Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, Padang

Lawas , Batubara dan Mandailing Natal.

Dalam proses pengolahan, PTPN IV memiliki 16 Unit Pabrik Kelapa

Sawit (PKS) dengan kapasitas total 615 ton Tandan Buah Segar (TBS)

perjam, 2 unit Pabrik Teh dengan kapasitas total 155 ton Daun Teh Basah

(DTB) perhari, dan 2 unit Pabrik Pengolahan Inti Sawit dengan kapasitas

405 ton perhari. Selain mengelola kedua komoditi tersebut PTPN IV juga

mengelola balai benih kelapa sawit yang terdapat di Unit Usaha

Adolina.PTPN IV juga didukung oleh 1 Unit Usaha Engineering

Manufacturing and Construction yaitu Pabrik Mesin Tenera (PMT) .

E. Kinerja Usaha Terkini

Penurunan harga komoditas dan pengaruh elnino di akhir semester

II tahun 2015 sangat mempengaruhi kinerja keuangan dan produksi

perseroan. Realisasi produksi TBS kebun sendiri sebesar 2,24 juta ton

meningkat 94.818 ton atau 4,41% dari tahun 2014, Realisasi pembelian

TBS tahun 2015 sebesar 486,93 ribu ton menurun sebesar 251.261 ton

atau 34,04% dari tahun 2014. Total produksi TBS pada tahun 2015

mengalami penurunan sebesar 156.447 ton atau 5,41% dari tahun

sebelumnya dengan total produksi pada tahun 2015 sebesar 2,73 juta ton .

Berdasarkan target produksi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan

Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2015. Capaian produksi TBS Kebun

(27)

produksi TBS pembelian tahun 2015 sebesar 486,83 ribu ton atau 64,52%

dari RKAP. Total Produksi TBS kebun sendiri dan pembelian sebesar Rp.

2,73 juta ton dibawah RKAP sebesar 723 ribu ton atau 79,09 dari RKAP.

Adapun penyebab penurunan produksi TBS sebagai berikut :

1. Pengaruh cekaman kekeringan akibat Fenomena CENS di awal

Semester I tahun 2015.

2. Pengaruh El Nino di Sumatera Bagian Selatan pada akhir Semester II

2015 mengakibatkan terjadinya fenomena asap di akhir Semester II

2015 yang mempengaruhi panjang penyinaran/intensitas matahari yang

tidak optimal

3. Semakin tingginya tingkat persaingan harga sejalan dengan

pertambahan jumlah PKS swasta yang beroperasi di sekitar Unit Usaha

PTPN IV.

Produksi daun teh basah pada tahun 2015 mencapai 35.313 ton

meningkat sebesar 6.442 ton atau 122,31% dari tahun 2014. Berdasarkan

target RKAP realisasi produksi Daun Teh Basah kebun tahun 2015

93,02% dari RKAP disebabkan oleh curah hujan yang kurang dari 100 mm

dan hari hujan kurang dari 10 hari yang disertai angin kencang sehingga

membuat pertumbuhan pucuk terhambat serta adanya pengaruh asap pada

bulan Agustus 2015 dari kebakaran hutan yang mempengaruhi

(28)

Penurunan harga komoditas sangat berpengaruh terhadap nilai

penjualan produk perseroan. Total nilai penjualan tahun 2015 sebesar dari

Rp5,19 triliun atau 82,17% dari tahun sebelumnya. Sebagian besar nilai

penjualan perseroan pada tahun 2015 sebesar 98,25% atau senilai 5,10

triliun untuk penjualan dalam negeri dan 1,75% atau senilai Rp. 90,86

miliar untuk penjualan ekspor. Dengan dukungan penuh dari seluruh

karyawan dan stakeholder, perseroan berhasil mencapai laba tahun

berjalan sebesar Rp. 399,31 miliar. Total aset konsolidasian sebesar 13,83

triliun meningkat Rp. 2,85 triliun atau 125,96% dari tahun sebelumnya.

F. Rencana Usaha

Secara umum rencana kerja perseroan akan diarahkan pada bidang –

bidang sebagai berikut :

1. Melakukan pengembangan industri hilir (Bio Diesel, Biomassa,

Oleokimia, dll.)

2. Ekspansi pengembangan areal perkebunan kelapa sawit ke Kalimantan

dan Sulawesi.

3. Peningkatan kapasitas olah pabrik kelapa sawit.

4. Peningkatan produktivitas TBS dan efisiensi biaya.

5. Pengembangan perbengkelan PMT Dolok Ilir.

(29)

PTPN IV merupakan BUMN yang berkomitmen menerapkan GCG (Good

Corporate Governance) secara konsisten danberkelanjutan. Penerapan

GCG sebagai budaya perusahaan. Mencakup kalangan internal dan

kalangan eksternal perusahaan seperti mitra bisnis, pelanggan dan

Pemangku kepentingan lainnya.

Penerapan GCG berlandaskan pada lima prinsip dasar yaitu :

1. Transparansi (transparency): yaitu keterbukaan dalam melaksanakan

proses pengambilan keputusan dan dalam mengungkapkan informasi

material dan relevan mengenai perusahaan.

2. Akuntabilitas (accountability) : yaitu kejelasan fungsi, pelaksanaan dan

pertanggungjawaban organik sehingga pengelolaan perusahaan

terlaksana secara efektif.

3. Pertanggungjawaban (responsibility) : yaitu kesesuaian didalam

pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundangan dan

prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

4. Kemandirian (independency) : yaitu pengelolaan perusahaan yang

dilakukan secara profesional tanpa benturan kepentingan, pengaruh

dan tekanan daripihak manapun serta taat asas terhadap peraturan

(30)

5. Kewajaran (fairness) : yaitu keadilan dan kesetaraandidalam

memenuhi hak-hak pemangku kepentingan yang timbul berdasarkan

perjanjian dan ketentuan yang berlaku.

Untuk memastikan penerapan GCG di perusahaan, Direksi telah

membentuk Bagian Manajemen Risiko dan GCG, serta menunjuk Direktur

Perencanaan dan Pengembangan Usaha sebagai penanggung jawab dalam

penerapan dan pemantauan GCG di PTPN IV Medan. Perseroan

menuangkan penerapan tata kelola ini sebagai salah satu pilar dalam

strategi bisnis yang ditetapkan oleh manajemen setiap tahunnya untuk

Figur

Gambar 2.1.

Gambar 2.1.

p.12
Gambar 2.3

Gambar 2.3

p.15

Referensi

Memperbarui...