Nama : Irma Khoiriyati Nim : 2014017052 Kelas : 4a2 (Akuntansi)
AUDIT TERHADAP SIKLUS PRODUKSI : PENGUJIAN SUBTANTIF
TERHADAP SALDO SEDIAAN
Deskripsi Sediaan
Sediaan merupakan unsur aktiva yang disimpan dengan tujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis yang normal atau barang-barang yang akan dikonsumsi dalam pengolahan produk yang akan dijual.didalam perusahaan dagang, sediaan terutama terdiri dari sediaan barang dagangan. Dalam perusahaan manufaktur,sediaan terdiri dari sediaan bahan baku dan bahan penolong, sediaan produk dalam proses, sediaan produk jadi, sediaan suku cadang, dan bahan habis pakai pabrik.
Tujuan Pengujian Subtantif Terhadap Sediaan
Tujuan audit terhadap sediaan adalah :
1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan sediaan.
2. Membuktikan asersi kelengkapan sediaan yang dicantumkan di neraca dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan sediaan.
3. Membuktikan asersi kelengkapan transaksi yang berkaitan dengan sediaan yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo sediaan yang disajikan di neraca.
4. Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas sediaan yang dicantumkan dineraca. 5. Mebuktikan asersi penilaian sediaan yang dicantumkan dineraca.
6. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca.
Prosedur Audit Awal
Rekonsiliasi perlu dilakukan agar auditor memperoleh keyakinan bahwa informasi sediaan yang di cantumkan dineraca didukung dengan catatan akuntansi yang dapat dipercaya.terdapat 5 prosedur dalam melakukan rekonsiliasi informasi sediaan dineraca dengan catatan dengan catatan akuntansi yang bersangkutan :
1. Usut saldo sediaan yang tercantum di neraca ke saldo akun sediaan yang bersangkutan di dalam buku besar.
2. Hitung kembali saldo akun sediaan di buku besar.
3. Usut saldo awal akun sediaan ke kertas kerja tahun yang lalu.
5. Lakukan rekonsiliasi buku pembantu sediaan dengan akun kontrol sediaan di buku besar.
Prosedur Analitik
Prosedur analitik merupakan pengecekan secara menyeluruh mengenai kewajaran sediaan yang disajikan di neraca. Ratio yang sering kali digunakan oleh auditor dalam
Kos produk yang di jual + rerata saldo sediaan produk jadi
Kos produksi + rerata saldo sediaan produk dalam proses
Biaya bahan baku + rerata saldo sediaan bahan baku
Kos produk yang dijual + rerata saldo sediaan barang dagangan
2. Ratio sediaan dengan aktiva lancar Sediaan + akiva lancar 3. Ratio laba bruto dengan hasil
penjualan
Laba bruto + hasil penjualan bersih
Pengujian Terhadap Transaksi Rinci
Keandalan saldo sediaan sangat ditentukan o;eh keterjadian transaksi. Berikut ini yang didebet dan di kreditkan kedalam alun piutang usaha.
a. Transaksi pembelian b. Transaksi penjualan c. Transaksi pemakaian
Pengujian subtantif terhadap transaksi Rinci yang mendebit dan mengkredit akun sediaan dan pengujian pisah batas yang digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan akun tersebut.
1. Periksa sampel transaksi yang tercatat dalam akun sediaan ke dokumen yang mendukung timbulnya transaksi tersebut.
2. Periksa pendebitan akun sediaan ke dokumen pendukung : bukti kas keluar, faktor pembelian, laporan penerimaan barang, dan surat order pembelian.
3. Periksa pengkreditan akun sediaan ke dokumen pendukung : faktur penjualan, laporan pengiriman barang, bukti pemakaian barang gudang, memo debit untuk retur pembelian.
4. Pengujian pisah batas transaksi yang berkaitan dengan sediaan.
5. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian dalam minggu terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.
Pengujian Terhadap Saldo Akun Rinci
1. Pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan. Untuk membuktikan asersi (1) keberadaan dan keterjadian, (2) kelengkapan, (3) penilaian sediaan.
2. Periksa intruksi tertulis mengenai penghitungan fisik sediaan.
3. Lakukan pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan yang dilakukan oleh klien. Harus dilaksanakan oleh klien untuk menjamin ketelitian data sediaan yang di catat di dalam catatan akuntansi.kegiatan yang dilakuakan auditor : (1) melakukan hitung uji, (2) melakukan compilation test, (3) melakukan pricing test, (4) melakukan adjustment test.
4. Kirimkan suat konfirmasi sediaan yang disimpan di gudang pihak luar. Untuk membuktikan asersi berikut : (1) keberadaan atau keterjadian, (2) kelengkapan, (3) Hak kepemilikan.
5. Mintala informasi mengenai barang-barang klien yang dijual secara konsinyasi dan barang-barang titipan yang ada di tangan klien.
6. Mintala informasi mengenai sediaan yang dijadikan jaminan penarikan utang.
7. Lakukan pengujian terhadap penilaian sediaan.pengujian ini dimaksud kan untuk menilai kewajaran penentuan nilai pasar dan kos sediaan pada tanggal neraca.
8. Mintalah informasi mengenai metode penilaian sediaan yang digunakan oleh klien. 9. Periksa kesesuaian kos persatuan sediaan dengan prinsip akuntansi berterima umum.
Metode penentuan kos sediaan yang sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum adalah : metode identifikasi kasus, metode kos rata-rata, metode masuk pertama, keluar pertama, dan metode masuk terakhir, keluar pertama.
10. Periksa catatan pendukung yang bersangkutan dengan data kos persatuan sediaan. 11. Bandingkan laba bruto tahun yang diaudit dengan laba bruto tahun sebelumnya.
Digunakan sebagai dasar untuk menilai kewajaran nilai sediaan barang dagangan dengan menggunakan metode laba bruto (gross profit method).
12. Lakukan pengamata terhadap unsur sediaan yang rusak.
13. Hitung tingkat perputaran sediaan dan bandingkan dengan tingkat perputaran sediaan tahun sebelumnya. Digunakan sebagai dasar untuk menentukan apakah suatu sediaan lambat dalam proses penjualan atau pemakaiannya dengan kegiatan perusahaan. 14. Lakukan pengamatan terhadap sediaan yang lambat pemakaiannya atau penjualannya. 15. Mintalah surat representasi sediaan dari klien. Digunakan untuk menyadarkan klien bahwa tanggung jawab atas kewajaran informasi yang di sajikan di dalam laporan keuangan berada di tangan klien, bukan di tangan auditor.
Pemeriksaan Penyajian dan Pengungkapan Sediaan di Neraca
1. Memeriksa klasifikasi sediaan dieraca
2. Memeriksa penjelasan yang bersangkutan dengan sediaan