• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Nilai Strategis Ekonomi Kota Palmyra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III Nilai Strategis Ekonomi Kota Palmyra"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

58

BAB III

Nilai Strategis Ekonomi Kota Palmyra

Pada Bab ini, penulis akan sedikit membahas mengenai kota Palmyra yang berada di bawah rezim Bashar al-Assad. Kemudian penulis membahas faktor-faktor yang menjadi alasan prioritas Pemerintah Suriah membebaskan kota Palmyra dengan terlebih dahulu membandingkan salah satu kota dengan kota kuno Palmyra yang pada tahun 2015-2016 masih dikuasai oleh ISIS (Islamic State in Iraq and Syiria). Berikut adalah pemaparannya;

Kota Palmyra yang berada di bawah Rezim Assad adalah kota Palmyra modern. Kota Palmyra modern merupakan pusat administrasi Distrik Tadmur dan Kecamatan Tadmur. Menurut Biro Suriah Pusat Statistik (CBS), kota ini memiliki populasi 51.323 dan kecamatan populasi sebanyak 55.062 dalam sensus penduduk tahun 2004.1 Pada tahun 1838, penduduk kota Palmyra tercatat menjadi Muslim Sunni. Selama perang Sipil Suriah, penduduk kota meningkat secara signifikan. Hal ini dikarenakan masuknya pengungsi internal dari bagian lain di negara Suriah itu sendiri.2

Ketika perang saudara terjadi akibat fenomena Arab Spring, keamanan di Suriah pun mulai terganggu. Banyaknya kelompok-kelompok oposisi yang ingin

1General Census of Population and Housing 2004. (n.d.). Diakses Januari 6, 2017, from The Central

Bureau of Statistic (Syria): http://www.cbssyr.sy/

2Barnard, A., & Saad, H. (2015, May 20). ISIS Fighters Seize Control of Syrian City of Palmyra, and

Ancient Ruins. Diakses Januari 6, 2017, from The New York Times:

http://mobile.nytimes.com/2015/05/1/world/middleeast/syria-isis-fighters-enter-ancient-city-of=palmyra.html?_r=0&referer=

(2)

59

menggulingkan rezim Assad. Keadaan seperti ini pun dimanfaatkan oleh beberapa kelompok militant asing untuk masuk ke Suriah dan membantu kelompok oposisi melawan pemerintah Assad. Tanpa adanya pengontrolan keamanan yang ketat, munculah kelompok yang menamai dirinya ISIS di negara Suriah. Tidak lama setelah ISIS resmi berdiri di Suriah, ISIS mulai menguasai beberapa wilayah di Suriah.ISIS pun berhasil menguasai hampir sebagian wilayah di Suriah.

Pada tahun 2014, ISIS menderita kekalahan di Suriah dan Irak. ISIS pun kehilangan beberapa kota yang mereka kuasai. ISIS juga mendapatkan perlawanan hebat baik dari tentara pemerintah Irak, tentara pemerintah Suriah dan juga tentara koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Tentara pemerintah Suriah sendiri dipimpin oleh etnis Kurdi dan mendapat bantuan dari tentara Amerika Serikat yang bergera dari utara menuju selatan ke kota Raqqa, Suriah.3 Sedangkan tentara pemerintah Turki yang mendukung kelompok oposisi di Suriah bergerak ke utara menuju kota al-Bab. Kota al-Bab adalah salah satu basis ISIS di utara Suriah.

Akibat perebutan kembali beberapa kota yang dikuasai ISIS oleh tentara pemerintah Suriah, ISIS pun menjadikan kota Palmyra sebagai basis strategis mereka. Hal ini dikarenakan kota Palmyra berada di tengah-tengah antara kota Raqqa dan Damaskus. Selain itu juga, kota Palmyra menghubungkan Damaskus dengan wilayah timur Suriah serta negara tetangga Irak. Jatuhnya kota Palmyra ke tangan ISIS

3Lukman, A. (2016, 12 12). ISIS Kembali Kuasai Kota Palmyra, Suriah. Diakses Januari 4, 2017, from

(3)

60

merupakan potensi jalan bagi kelompok militan tersebut untuk meningkatkan gempurannya ke kawasan-kawasan yang dikuasai oleh Pemerintah Suriah, seperti Ibu Kota Damaskus dan Homs.

Dalam perebutan kembali kota Pamyra oleh Pemerintah Suriah yakni pada kurun waktu tahun 2015-2016, ada beberapa kota yang juga sedang diperjuangkan oleh Pemerintah Suriah untuk dibebaskan dari kekuasaan ISIS, salah satu dari kota tersebut adalah kota Aleppo, yang mana kota Aleppo merupakan situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO sama halnya dengan kota Palmyra. Namun dalam pembebasan dua kota kuno tersebut, Pemerintah Suriah memiliki faktor prioritas terhadap kota Palmyra. Sehingga pada pembebasan kota tersebut, Pemerintah Suriah lebih dulu membebaskan kota Palmyra dibandingkan dengan kota Aleppo. Padahal kota Aleppo merupakan kota terbesar kedua di Suriah dan memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak dibandingkan dengan kota Palmyra yang mana kota tersebut telah dikuasai oleh ISIS sejak tahun 2013.

Ada pun faktor pertama yang mempengaruhi pembebasan kota Palmyra menjadi prioritas bagi Pemerintah Suriah dalam melawan ISIS di tahun 2016 yaitu dapat dilihat dari nilai strategis secara ekonomi di kota Palmyra.

Kota kuno Palmyra dan kota kuno Aleppo adalah dua kota kuno yang sama-sama pernah memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian di abad sebelum masehi (SM). Dua kota tersebut juga menjadi tempat pemberhentian bagi kafilah ataupun para pedagang yang melewati jalur-jalur di dua kota tersebut. Kota

(4)

61

kuno Aleppo menjadi daerah yang sibuk sejak abad ke-3 SM4. Namun, baru pada abad ke-18 SM, kota kuno Aleppo menjadi pusat transit atau pemberhentian utama bagi para pedagang yang melewati jalur Mediterania, yakni antara negara-negara timur dan Eropa. Masa ini pun berlangsung selama periode Helenistik (gabungan dri peradaban Yunani dengan peradaban Timur Dekat) di bawah kepemimpinan Byzantium. Sedangkan kota Palmyra sudah menjadi pusat pemberhentian para pedagang atau kafilah sejak abad ke-1 SM. Pada pertengahan abad ke-1 SM, kota Palmyra mejadi kota makmur dan elegan yang terletak di rute kafilah yang menghubungkan Persia dengan pelabuhan Suriah-Romawi dan Fenisia di Mediterania. Kemudian, kota Palmyra dan kota Aleppo masuk ke dalam Kekaisaran Romawi yang memiliki peranan penting sebagai jalur-lintas perdangan pada masa itu.

Ekonomi kota Palmyra sendiri saat sebelum dan awal periode Romawi, tidak hanya didasarkan pada perdagangan, namun juga pada pertanian, penggembala5, dan memberikan pelayan sebagai tempat istirahat atau pemberhentian bagi para kafilah yang melintas gurun di kota Palmyra.6 Kemudian di akhir abad SM, ekonomi di kota Palmyra ini memiliki ekonomi campuran yang berbasis pada pertanian, pengembalaan, perpajakan7 dan yang paling penting juga pada perdagangan. Pajak merupakan sumber yang penting bagi pemerintah kota Palmyra. Ada regulasi hukum mengenai tarif yang

4Meyers, E. M. (1997). The Oxford Encyclopedia of Archaelogy in the Near East. Oxford University

Press.

5Young, G. K. (2011). Rome's Eastern Trade: International Commerce and Imperial Policy, 31

BC-AD 305. Routledge. Diakses Januari 6, 2017. hlmn.124

6Ball, W. (2002). Rome in the East: The Transformation of an Empire. Routledge. Diakses Januari 6,

2017. p.74

(5)

62

harus dibayar oleh pedagang adalah untuk barang-barang yang dijual di pasar internal atau diekspor dari kota.

Pada abad ke 13, ketika kota Aleppo dibangun kembali oleh Raja Nur Aldin Zinki, ko`ta Aleppo mengalami puncak kejayaan. Pada tahun 1516, Kekaisaran Ottoman yang berhasil menaklukan kota Alpeppo, menjadikan kota Aleppo menjadi pos utama perdangan antara Timur dan Eropa. Perekonomian kota Aleppo juga sempat berhenti pada tahun 1869 ketika Terusan Suez dibuka yang mengakibatkan perdagangan di kota kuno Aleppo dialihkan ke laut dan Aleppo perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Pada akhir abad ke-18, masa kejayaan kota Aleppo sebagai pos utama perdangangan antara Timur dan Eropa mulai menurun, yang mana hal ini semakin parah ketika gerakan blockade Inggris dan Prancis yang memotong jalur dari Turki Selatan dan Utara Irak.

Sedangkan, perekonomian kota Palmyra juga sempat terhenti pada tahun 212 M, ketika Kekaisaran Sassaniyah Iran menguasai pinggiran sungai Tigris dan Eufrat. Pada tahun 272, Kota kuno Palmyra berhasil dikuasai kembali oleh Kekaisaran Romawi, namun sayangnya kota palmyra tidak lagi menjadi pusat perdangan. Meskipun begitu, kota ini masih menjadi persimpangan jalan Romawi yang penting di Gurun Suriah. Setelah kehancuran kota Palmyra di tahun 273, kota Palmyra menjadi pasar bagi penduduk desa dan perantau dari daerah sekitarnya.

(6)

63

Gambar 3.1. Bangunan Sejarah Pasar Kota Palmyra

Sumber: https://international.sindonews.com/read/836570/43/china-desak-suriah-lanjutkan-pembicaraan-damai-1392633554

Kota Palmyra pun kembali pada masa kemakmurannya selama era Umayyah. Hal ini ditandai dengan ditemukannya sebuah pasar terbesar Umayyah bertiang yang ada di jalan-jalan kota Palmyra.8 Kota Palmyra pun menjadi pusat perdagangan kecil sampai kehancurannya pada tahun 1400. Setelah penggalian kembali kota Palmyra oleh para ekspedisi dan juga para arkeolog, Kota Palmyra saat ini menjadi sebuah pemukiman modern yang secara adjacently ke utara reruntuhan kuno yang tidak jauh dari kota kuno Palmyra. Kota modern ini dibangun di sepanjang pola grid dimana terdapat sebuah Quwatli Street yang merupakan sebuah jalan utama yang membentang dari timur ke barat, mulai dari Saahat al-Ra'is Square di tepi barat kota

8Kennedy, H. N. (2006). The Byzantine and Early Islamic Near East. Variorum Collected Studies

(7)

64

Palmyra.9 Ekonomi kota Palmyra saat ini ditopang dari perdagangan, pertanian, pelayanan, produksi pertambangan, industri dan sektor wisata. Berbagai sumber daya yang dimiliki oleh kota Palmyra yang dapat menopang perekonomian negara Suriah menjadi salah satu faktor prioritas Pemerintah Suriah dalam pembebasan kota Palmyra. Berikut adalah penjelasan dari beberapa sumber daya yang menopang perekonomian Suriah yang terdapat di kota Palmyra;

A. Perdagangan

Kota Palmyra sejak dulu terkenal sebagai pusat perdagangan yang penting dengan letak geografisnya yang strategis.Kota ini berada di persimpangan lalu lintas perniagaan internasional.Kota ini juga merupakan tempat bertemunya jalur-jalur perdagangan dari timur ke barat, yakni jalur perdagangan yang dilalui oleh kafilah-kafilah yang datang dari negera-negara di kawasan Timur ke negara-negara di kawasan Barat melalui Mesopotamia (Irak). Jalur perdagangan utama berasal dari timur kota Palmyra menuju Eufrat, dimana jalur tersebut terhubung dengan kota Hit.10

Jalur perdagangan tersebut kemudian meluas ke selatan di sepanjang sungai menuju pelabuhan Charax Spasinu di Teluk Persia. Pelabuhan tersebut menjadi tempat bagi kapal-kapal Palmyra dalam perjalanan bolak-balik ke India.11

9Carter, T. (2008). Syria and Lebanon. Lonely Planet. Diakses Januari 7, 2017

10McLaughlin, R. (2010). Rome and the Distant East: Trade Routes to the ancient lands of Arabia,

India and China. Continuum International Publishing Group. Diakses Januari 7, 2017

(8)

65

Kemudian barang-barang yang diimpor dari India, Cina dan Transoxiana, dan diekspor barat ke Emesa (atau Antiokhia) melalui pelabuhan Mediterania, dan didistribusikan ke Kekaisaran Romawi.Selain itu jalur-jalur perdagangan dari selatan ke utara juga merupakan jalur yang dilalui oleh kafilah-kafilah yang datang dari negara-negara di kawasan Timur ke negara-negara di kawasan Barat melalui Yaman. Para pedagang kota Palmyra juga memiliki kapal-kapal diperairan Italia dan mengendalikan jalur perdangan India. Perdangangan tersebut, membuat kota Palmyra menjadi salah satu kota terkaya di Timur Dekat.

Gambar 3.2. Jalur Perdagangan Kota Palmyra

Sumber:https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Transasia_trade_routes_1stC_CE_ gr2.png

Dari sejumlah jalur perdagangan yang ada di Suriah, menjadikan kota Palmyra sebagai tempat bertemunya kafilah-kafilah pedagang yang datang dari

(9)

66

berbagai belahan dunia. Tak heran jika letak dari kota Palmyra yang strategis meyebabkan kota tersebut sering menjadi tempat persinggahahan para pedagang tersebut. Selain jalur perdagangan, beberapa pedagang di kota Palmyra juga menggunakan Laut Merah, sebagai jalur perdagangan mereka.12 Barang-barang yang diperdagangkan tersebut dibawa melalui jalur darat dari pelabuhan di Suriah ke pelabuhan Nil, di Mesir. Kemudian barang-barang tersebut dibawa ke pelabuhan Mediterania Mesir untuk ekspor. Hal ini pun membuktikan adanya perjanjianperdagangan antara kotaPalmyra dengan Mesir di era pemerintahan Hadrian.13

Setelah runtuhnya Kerajaan Anbath, maka kedudukan kota Palmyra dalam dunia perdagangan internasional semakin meningkat. Hal ini dikarenakan kedudukan Anbath sebagai pusat perdagangan internasional berpindah ke kota Palmyra. Perdagangan yang begitu pesat pun terjadi di kota Palmyra. Hal ini memberikan pengaruh yang baik terhadap perekonomian kota Palmyra terutama dalam hal keuangan. Perdagangan yang pesat ini pun berdampak pada meningkatnya jumlah pajak yang masuk pada saat itu. Selain itu masyarakat kota Palmyra juga memanfaatkan kesempatan ini dengan memperluas jaringan

12Bryce, T. (2014). Ancient Syria: A Three Thousand Year History. Oxford University Press. Diakses

Januari 7, 2017

13Hourani, G. F. (1995). Carswell, John, ed. Arab Seafaring in the Indian Ocean in Ancient and Early

Medieval Times. Khayats Oriental Reprints. (3 ed.). Princeton University Press. Diakses Januari 7,

(10)

67

perdagangan mereka dengan Persia, India dan negara-negara lain di sekitar Laut Tengah.

Seiring berjalannya waktu perekonomian dalam bidang perdagangan di kota Palmyra terus berjalan. Perdagangan selalu penting bagi ekonomi Suriah sejak dulu hingga saat ini, terutama kota Palmyra yang diuntungkan dari lokasi negara tersebut, dimana kota Palmyra berada di sepanjang jalur perdagangan utama Timur-Barat. Kota-kota Suriah membanggakan industri tradisional seperti tenun dan pengepakan buah kering dan industri berat modern. Tak heran jika pendapatan utama dari hasil perdagangan kota Palmyra adalah kain sutra. Kain sutra tersebut diekspor dari Timur ke Barat.14 Selain sutra, barang-barang yang diekspor lainnya seperti batu giok, muslin, rempah-rempah, ebony, gading, batu mulia15. Sedangkan untuk barang-barang yang ada di pasar domestik, para pedagang di kota Palmyra mengimpor berbagai barang termasuk budak, pelacur, minyak zaitun, barang dicelup, mur, parfum16.

Selain barang-barang yang diekspor dari kota Palmyra, secara keseluruhan Suriah juga mengekspor minyak mentah, mineral, produk minyak bumi, buah-buahan, sayuran, serat kaps, tekstil, pakaian, dan gandum. Selain itu juga, sebagian besar Suriah mengimpor mesin dan peralatan transportasi, mesin

14Stoneman, R. (1994). Op. cit. hlmn.59 15Ball, W. (2002). Op. cit. hlmn.76 16Stoneman, R. (1994). Op. cit. hlmn. 58

(11)

68

tenaga listrik, makanan dan ternak, logam, bahan kimia dan produk kimia, plastik, benang dan kertas.

Sejak pecahnya perang sipil Suriah, ekonomi Suriah telah terkena sanksi ekonomi besar-besaran yang membatasi perdagangan dengan Liga Arab, Australia, Kanada, Uni Eropa, (dan juga Negara-negara Eropa di Albania, Islandia, Liechtenstein, Macedonia, Moldova, Montenegro, Norwegia, Serbia, dan Swiss), Georgia, Jepang, Turki, dan Amerika Serikat. Sanksi dan ketidakstabilan yang terkait dengan perang saudara ini telah membalikkan pertumbuhan ekonomi Suriah sebelumnya hingga keadaan menurun selama tahun 2011 dan 2012.

Grafik 3.1. Ekspor-Impor Perdagangan Suriah (US $)

Sumber: https://en.actualitix.com/country/syr/syrian-arab-republic-merchandise-imports.php Dari grafik diatas, dapat dilihat pendapatan sektor perdagangan dari ekspor dan impor Suriah dari tahun 2009-2014. Tahun tersebut adalah tahun dimana

2009 2010 2011 2012 2013 2014 Ekspor 10,855,120,000 12,796,108,000 10,000,000,000 4,000,000,000 2,000,000,000 2,000,000,000 Impor 15,442,770,000 17,561,576,000 16,800,000,000 7,300,000,000 5,400,000,000 6,700,000,000 0 2,000,000,000 4,000,000,000 6,000,000,000 8,000,000,000 10,000,000,000 12,000,000,000 14,000,000,000 16,000,000,000 18,000,000,000

(12)

69

munculnya konflik-konflik kecil di Suriah yang disebabkan adanya fenomena Arab Spring hingga munculnya kelompok militan asing atau ISIS di Suriah. Dari grafik tersebut dapat dilihat terjadinya kenaikan dan penurunan nilai ekspor di Suriah, dimana dari tahun 2009-2010 terjadi kenaikan jumlah pendapatan ekspor sebesar $1,9 milliar.

Namun di tahun selanjutnya, jumlah pendapatan sektor perdagangan dari ekspor menurun secara drastis hingga $2 milliar. Hal ini pun dikarenakan konflik internal di Suriah yang disertai masuknya ISIS yang menguasai beberapa kota di Suriah termasuk kota Palmyra yang menjadi pusat jalur perdagangan bagi Suriah. Penurunan tidak hanya terjadi pada nilai ekspor namun juga dari nilai impor yang juga turun drastis di tahun 2012. Dari grafik tersebut juga terlihat dengan jelas bahwasanya nilai impor dari sektor perdagangan dari tahun 2012-2014 mencapai 2-3 kali lipat dari nilai ekspor sektor perdagangan.

B. Pertanian

Selain perdagangan, ekonomi kota Palmyra saat ini ditopang dari basis pertanian, dimana letak pemukiman penduduk kota Palmyra yang terletak di perbatasan padang pasir membuat penduduk di kota Palmyra digiring dan dibudidayakan menjadi beberapa petak kecil untuk menjadi petani sayuran dan jagung.17 Ekonomi yang ditopang dari sektor pertanian merupakan salah satu

17Addison, C. G. (1838). Damascus and Palmyra: a journey to the East. (Vol. 2). Richard Bentley.

(13)

70

pilar utaa dari perekonomian di Suriah. Hal ini dikarenakan, sektor pertanian menyumbang sekitar 25% dari PDB dan mempekerjakan 25% dari total angkatan kerja.

Pertanian merupakan prioritas utama dalam rencana pembangunan ekonomi Suriah, karena pemerintah berusaha mencapai swasembada pangan, meningkatkan pendapatan ekspor, dan menghentikan migrasi keluar desa. Pedesaan di kota Palmyra secara intensif menanam tanaman zaitun, buah ara, pistachio (kacang pistasi) atau pun kebun-tanaman yang dikenal di wilayah tersebut dari era Romawi dan masih umum di Suriah. Tanaman Barley juga ditumbuhkan di desa tersebut. Namun, perekonomian yang ditopang dari basis pertanian tidak bisa mendukung populasi dan makanan diimpor. Sehingga, Petani lokal bekerja sama dengan penggembala nomaden yang membawa unta dan domba kekota Palmyra, yang memungkinkan mereka untuk membawa hasil kebun setelah panen. Selain itu, unta dan domba juga dijadikan sebagai hewan yang membantu menyuburkan ladang. Para pengembara yang datang dengan membawa ternak mereka dan meninggalkan hadiah kecil, dan mendapatkan air sebagai imbalannya.18

Berkat investasi modal yang berkelanjutan, pembangunan infrastruktur, subsidi input, dan dukungan harga, Suriah telah beralih dari importir bersih

18Curry, A. (2012, July 20). Mystery of Lost Roman City Solved: Ancients Greened the Desert?

Diakses Januari 7, 2017, from National Geographic:

http://news.nationalgeographic.com/news/2012/07/120717-palmyra-roman-city-syria-science-farming-world-ancient/

(14)

71

menjadi pengekspor produk pertanian. Produk pertanian yang diekspor yaitu kapas, buah-buahan, sayuran, dan bahan makanan lainnya. Sektor pertanian sendiri, pada tahun 2009, mempekerjakan sekitar 17% angkatan kerja dan menghasilkan sekitar 21% produk domestik bruto,19 dimana ternak menyumbang 16 % dan buah dan biji-bijian lebih dari 40%.20 Namun pada tahun 2013 terjadi penurunan, dimana sektor pertanian hanya mempekerjakan 13.20% angkatan kerja pada sektor ini.21 Hal ini pun dikarenakan, konflik yang

terjadi sejak tahun 2009 dan munculnya ISIS sebagai kelompok oposisi yang kuat di tahun selanjutnya.

Pada tahun 2013, sektor pertanian memproduksi 1.250.727 tons buah jeruk, 159.595 tons olive oil, 6.000 tons minyak bunga matahari, 147 tons pisang, 792.227 tons jeruk, 256.614 tons apel, dan 85 tons wine. Kemudian Pada tahun 2014, sektor pertanian memproduksi 2.024.332 tons gandum, 539.611 tons kentang, 600.104 tanaman barley, 67.080 tons jagung.22

Dari grafik dibawah ini dapat dilihat terjadi penurunan jumlah produksi hasil pertanian di tahun 2010 sebanyak 837,808 tons. Di tahun selanjutnya, hasil produksi pertanian meningkat hingga mencapai angka 4,827,927 tons. Kemudian dari tahun 2012-2013 terjadi penurunan hasil produksi pertanian

19 The World Bank Data. http://databank.worldbank.org/data/home.aspx

20 Collelo, T. (Ed.). (n.d.). Syria, a country study (3 ed.). Federal Research Division. Hlmn. 169 21 Syria : Employment in agriculture(% of total employment). (2015). Diakses Maret 22, 2017, from

https://en.actualitix.com/country/syr/syrian-arab-republic-employment-in-agriculture/

22 Agriculture Production. Syria- Statisticals Agriculture. (2015). Diakses Maret 22, 2017, from

(15)

72

meskipun angka hasil produksi pertanian masih berada di 4juta tons per-tahunnya. Namun di tahun 2014, hasil produksi pertanian turun hingga setengah dari hasil produksi pertanian ditahun 2014. Hal ini pun dikarenakan pada tahun 2014, beberapa kota di Suriah termasuk kota Palmyra sebagai salah satu penyumbang hasil produksi pertanian berhasil dikuasai oleh ISIS.

Grafik 3.2. Hasil Produksi Pertanian Suriah

Sumber: https://en.actualitix.com/country/syr/syrian-arab-republic-cereals-production.php

C. Pertambangan dan Industri

Kemakmuran perekonomian yang terjadi di kota Palmyra tidak hanya datang dari perdagangan dan pariwisata saja. Kota Palmyra memiliki sumber daya alam yang dapat memberikan keuntungan dan mendatangkan penghasilan yang besar bagi negara Suriah dan juga penduduknya. Kota Palmyra saat ini berfungsi sebagai pusat industri pertambangan fosfat dan gas alam Suriah. Berikut adalah penjelasannya;

4,738,674 3,900,866 4,827,927 4,599,397 4,206,428 2,695,686 0 1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 6,000,000 2009 2010 2011 2012 2013 2014

(16)

73 1. Tambang Fosfat

Tambang fosfat tersebut terletak di 45 mill sebelah selatan kota Palmyra.23 Tambang fosfat pertama yang dijalankan oleh pemerintah Suriah didirikan dekat Tadmur dan mulai produksi pada tahun 1971.24 Kemudian pada tahun 1978, dimulailah pekerjaan untuk menghubungkan tambang fosfat di kota Palmyra ke pelabuhan Tartus sejak tahun 1978.25 Pada tahun 1986 surveyor Soviet menemukan deposit bijih besi yang besar di sekitar kota Palmyra.

Suriah memiliki cadangan batu fosfat yang luas, diperkirakan mencapai 1.700 juta ton, dimana negara tersebut mengeksploitasi sekitar 3,5juta ton pertahun.26 Suriah sendiri memiliki tiga lokasi penambangan fosfat yang terletak di kota Palmyra. Penambangan fosfat tersebut beroperasi di Charkiet, Sawwaneh, dan Khneifiss.27

Suriah menggunakan batuan fosfat yang ditambang dari deposit Charkiet untuk menghasilkan asam fosfat di pabrik pupuk Homs. Batuan fosfat Charkiet juga mengandung sekitar 60 sampai 100 bagiaan per juta uranium. Suriah berusaha memisahkan uranium dari asa fosfat tersebut

23Isil seizes Syrian regime's lucrative phosphate mines. (2015, May 27). Diakses Januari 8, 2017, from

The Telegraph: http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/syria/11633289/Isil-seizes-Syrian-regimes-lucrative-phosphate-mines.html

24 Collelo, T. (Ed.). Op. cit. 25 Ibid. Hlmn. 194

26 Asfahani, J. (2002). Phospate Prospecting Using Natural Gamma Ray Well Logging in the Khneifiss

Mine, Syria. In Exploration and Mining Geology (Vol. 11, hlmn. 62)

27 Fertilizer International: Commercial Phosphate Rock from Syria. (2001, Agustus 9). Diakses Maret

(17)

74

pada pabrik penyiapan Uranium mikro-politnya.28 Nama dari tambang fosfat Charkiet yaitu deposit no. 1182 yang merupakan rangkaian deposit fosfat, dengan tambang Alsharqia A dan B yang paling produktif dengan cadangan sebanyak 185.000 ton29.

Kemudian fosfat yang beroperasi di Sawwaneh, deposit no. 1184, dilengkapi dengan fosfat erasbdan lunak pada akhir jaman kapur. Batuan fosfat Sawwaneh mengandung sekitar 60 sampai 80 bagian per juta uranium.30 Namun pabrik penyiapan Uranium mikro-polit di Homs tidak mencoba untuk mengekstrak uranium dari batuan fosfat tersebut. Hal ini dikarenakan batuan fosfat tersebut berpotensi untuk dapat dimanfaatkan di masa depan.

Terkahir ada deposit no. 1188 atau tambang Khneifiss yang dibuka pada tahun 1971 dengn output awal sebesar 300.000 ton per tahun.31 Tambang ini merupakan tambang fosfat terbesar di Suriah yang menghasilkan 1,1juta ton bijih fosfat per tahun.32 Batu fosfat tersebut digunakan untuk menghasilkan asam fosfat di pabrik pupuk Homs. Batuan fosfat ini

28 Asfahani, J. (2002). Op. cit.

29S. Omara. (1965, Maret). Phospatic Deposits in Syria and Safaga, Egypt. Economic Geology and The

Bulletin of the Society of Economic Geologist, 215. Diakses Maret 22, 2017

30 The phosporic resources of Syria. (1989). In A.J.G. Notholt, R.P. Sheldon, and D.F. Davidson (Ed.),

Phosphate Deposits of the World 2 (p. 361). Cambridge, UK: Cambridge University Press.

31 Survey, Syria : Economic. (1973). In P. Mansfield (Ed.), The Midde East : A Political and Economic

Survey (hlmn. 486). London: Oxford University Press.

(18)

75

mengandung sekitar 60 sampai 140 bagian per juta uranium.33 Fosfat adalah mineral utama yang dieksploitasi di Suriah. Fosfat biasanya digunakan sebagai pupuk fosfat untuk pertanian, fosfor dari batuan fosfat juga digunakan dalam suplemen pakan ternak, pengawet makanan, agen anti korosi, kosmetik, fungisida, keramik, pengolahan air dan metalurgi.

Jika tiga lokasi tambang fosfat itu digabungkan, maka Suriah menghasilkan sekitar 1,9% produksi batu fosfat dunia dan merupakan penghasil fosfat peringkat kesembilan di dunia pada tahun 2009.34Tambang fosfat menjadi salah satu sumber pendapatan terakhir negara Suriah, ketika Suriah mendapatkan penangguhan ekspor minyak.35 Sebagai salah satu sumber ekonomi Suriah, fosfat adalah satu-satunya industri yang meningkatkan perekonomian di Suriah pada tahun 2015. Sekitar 345.000 ton diekspor senilai $35.300.000 kuartal pertama ini, naik dari hanya $18.200.000 pada kuartal yang sama tahun lalu.36

Namun sayangnya di tahun 2015, ISIS menguasai ranjau fosfat di kota Palmyra tersebut. Tambang tersebut merupakan yang terbesar kedua di

33 Carlotta B. Chernoff dan G.J. Orris (2002). Data Set of World Phosphate Mines, Deposits, and

Occurrences - Part A.: Geological Data. U.S. Geological Survey.

34 Taib, M. (n.d.). 2009 Minerals Yearbook : Syria (pdf). US Geological Survey. Diakses Maret 22,

2017, from https//minerals.usgs.gov/minerals/pubs/country/2009/myb3-2009-sy.pdf

35Isil seizes Syrian regime's lucrative phosphate mines. (2015, May 27). Diakses Januari 8, 2017, from

The Telegraph: http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/syria/11633289/Isil-seizes-Syrian-regimes-lucrative-phosphate-mines.html

36Syria’s Oil and Gas Output Stabel in Q1, 2015. (n.d.). Diakses Januari 8, 2017, from The Syrian

Reports : Economic news, Data and Analysis: http://syria-report.com/news/oil-gas-mining/syria%E2%80%99s-oil-and-gas-output-stabel-q1-2015

(19)

76

Suriah. Tambang fosfat merupakan salah satu sumber pendapatan Suriah terakhir dari rezim Assad. Suriah dianggap sebagai salah satu negara yang memiliki kandungan fosfat terbesar di dunia. Akibat dari penguasaan tambang fosfat tersebut oleh ISIS, pemerintah Suriah mengalami kerugian yang cukup besar.

2. Gas Alam

Kota Palmyra juga memiliki ladang gas sebagai sumber ekonomi mereka. Namun sayangnya, ISIS menguasai lapangan gas tersebut dan tiga fasilitas lainnya di kawasan tersebut - Hayan, Jihar dan Ebla - dengan hilangnya ladang gas barat ini yang berpotensi, menyebabkan Iran untuk mensubsidi lebih jauh kepada rezim Assad.

Gas alam sendiri berfungsi sebagai sumber energi utama pembangkit listrik di Suriah yang dipadukan dengan bahan bakar minyak. Kapasitas pasokan listrik Suriah merupakan prioritas nasional yang penting. Cadangan gas alam di kota Palmyra sekitar tiga perempat di antaranya dimiliki oleh Perusahaan Perminyakan Suriah, diperkirakan mencapai 2,6 triliun meter kubik (9,1 triliun kaki kubik) pada tahun 2010. Gas alam tersebut juga digunakan untuk reinjeksi untuk pemulihan minyak yang ditingkatkan. Berikut adalah grafik dari produksi dan konsumsi Gas Alam di Suriah;

(20)

77

Grafik 3.3. Produksi dan Konsumsi Gas Alam Suriah

Sumber:http://www.indexmundi.com/energy/?country=sy&product=gas&graph=pro duction&consumption

Dari grafik diatas, terlihat bahwasanya pada tahun 2009-2010 terlihat ada peningkatan produksi gas alam sebesar 37.39%.37 Namun setelah kenaikan produksi yang cukup banyak ditahun selanjut hingga tahun 2013 produksi gas alam menurun hingga 17,98%. Penurunan pada jumlah produksi gas alam di Suriah diakibatkan dari konflik yang terjadi di Suriah dan penguasaan ladang gas oleh ISIS di Suriah. Selain itu juga terlihat bahwasanya penggunaan atau pemakaian dari gas alam tersebut pada tahun 2009-2011 melebihi dari kapasitas produksi gas alam tersebut. Kemudian di tahun 2012-2013, pemerintah menekan jumlah pemakaian terhadapa gas alam tersebut.

37 Syrian Arab Republic Dry Natural Gas Production by Year. (n.d.). Diakses Maret 22, 2017, from

Index Mundi: http://www.indexmundi.com/energy/?country=sy&product=gas&graph=production 2009 2010 2011 2012 2013 Produksi 230 316 278 228 187 Konsumsi 262 340 287 228 187 0 50 100 150 200 250 300 350 400

(21)

78 D. Pariwisata

Pariwisata merupakan penghasil devisa potensial yang berpotensi besar dan merupakan sumber pertumbuhan ekonomi. Pariwisata menghasilkan lebih dari 6 persen produk domestik bruto Suriah pada tahun 2000. Pengunjung non-Arab ke Suriah mencapai 1,1 juta pada tahun 2002, yang mencakup semua pengunjung ke negara ini, bukan hanya wisatawan.38 Jumlah pengunjung Arab pada tahun 2002 adalah 3,2 juta, sebagian besar berasal dari Lebanon, Yordania, Arab Saudi, dan Irak.39

Saat ini kota Palmyra menjadi kota wisata bagi para wisatawan untuk dapat mengunjungi reruntuhan di kota kuno Palmyra. Kota Palmyra sendiri memiliki sebuah museum di bagian barat daya kota.40 Tidak hanya museum, kota Palmyra juga memiliki banyak bangunan-bangunan kuno, artefak, prasasti, kuil, dan beberapa makam. Keadaan Kota Palmyra saat ini sangat terawat dengan baik. Hal ini pun membuat keuntungan bagi sektor wisata di Suriah.

Selain itu berkat pemerintah daerah yang mengelola peninggalan bersejarah dengan baik dan juga mengembangkan wisata ekologis dengan kunjungan ke padang pasir dan alam yang diawetkan sehingga kota Palmyra pun menjadi salah satu pusat tujuan wisata. Kota kuno Palmyra yang terawat dengan baik, membuat para pengunjung yang datang dapat merasakan atmosfer

38 Middle East: Syria. (2017, Januari 12). Diakses Maret 22, 2017, from Central Inteligence Agency:

https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/sy.html

39 Ibid. 40Ibid.

(22)

79

jalan serasa di abad ke-2 dan ke-3 Masehi. Salah seorang professor dalam bidang sejarah Timur Tengah dan antropologi dari Shawnee State University, Ohio, AS, Dr Amr al-Azm, menggambarkan bahwasanya kota Palmyra “sangat kaya” bagi akademisi dan arkeolog41. Banyak artefak-artefak yang indah

ditemukan di kota Palmyra.

Kota Palmyra disebut sebagai Bride of Desert atau Venice of Desert, dimana kota ini menjadi situs yang paling banyak dikunjungi di Suriah.42 Kota

Palmyra juga menjadi salah satu kota klasik yang paling menggugah dan lengkap di dunia. Terlebih lagi ketika kota Palmyra mendapatkan pengakuan dari UNESCO, maka pemerintah daerah perlu melakukan pelestarian terhadap bangunan-bangunan bersejarahnya. Selain itu pelestarian terhadap budayanya, dan juga penataan kota. Pentaan kota yang baik menjadi kunci utama keberhasilan suatu kawasan bisa sukses memaksimalkan potensi peninggalan sejarahnya43.

Pariwisata merupakan salah satu pilar utama perekonomian negara Suriah.44 Sektor pariwisata sangat banyak menyerap tenaga kerja. Hampir setiap tahunnya, 150 ribu wisatawan atau pengunjung kota kuno Palmyra berkunjung

41Adhi, R. (2015, Mei 22). Hancurnya Warisan Budaya Berusia Ribuan Tahun di Palmyra. Diakses

Januari 2017, 3, from Kompas: http://print.kompas.com/baca/opini/kolom/2015/05/22/Hancurnya-Warisan-Budaya-Ribuan-Tahun-di-P

42Darke, D. (2006). Op. cit. hlmn.225

43Aditiasari, D. (2016, May 9). Ini Untungnya Kota yang Bisa Kelola Peninggalan Sejarahnya.

Diakses Maret 29, 2017, from Detik News: https://m.detik.com/news/berita/3204949/ini-untungnya-kota-yang-bisa-kelola-peninggalan-sejarahnya

44Redupnya Kilau Mutiara Padang Pasir, Palmyra. (2016, April 26). Diakses from Pars Today:

(23)

80

ke kota wisata tersebut.45 Menjadi tujuan kota pariwisata di Suriah, membuat perekonomian di kota Palmyra semakin berkembang. Hal ini pun dimanfaatkan oleh penduduk kota Palmyra untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung wisata ke kota tersebut. Untuk memajukan pariwisata kota kuno Palmyra dan memberikan rasa nyaman terhadap para wisatawan, para penduduk dan pemerintah pun membangun sebuah tempat penginapan atau hotel. Saat ini terdapat lebih dari 20 hotel yang menawarkan lebih mengenai akomodasi turis dari mana saja di luar Damaskus.46

Di sekitaran situs bangunan bersejarah maupun di kota Palmyra sendiri terdapat restauran-restauran yang menyajikan makanan khas negara tersebut. Tidak hanya restaurant, di kota modern Palmyra juga terdapat sebuah kafe unik. Kafe tersebut bernama Baghdad Café.47 Kafe tersebut memiliki interior kuno dan khas Arab. Di kafe tersebut menyediakan kopi (Turkish Coffee) dan teh (Shai). Kafe tersebut biasanya menjadi tempat istirahat sejenak para wisatawan sebelum meneruskan perjalan di padang gersang dan sepi menuju kota kuno Palmyra. Selain menjual minuman, kafe tersebut juga menjual barang-barang antik.

45Ibid. 46Ibid.

47Mencari Jejak Ratu Zanubia di Palmyra. (2011, Januari 16). Diakses from Kompasiana:

http://www.kompasiana.com/mama_abby/mencari-jejak-ratu-zanubia-di-palmyra_55006e63a333118d73510a78

(24)

81

Di kota Palmyra juga terdapat sebuah bandara domestik, yang bernama Bandara Palmyra. Bandara tersebut berada di ketinggian 403 meter (1.322 kaki) di atas permukaan laut. Bandara Palmyra ini memiliki satu landasan pacu yang dengan permukaan aspal berukuran 2.880 dengan 45 meter (9449ft×148ft).48 Namun, semenjak perang Suriah berlangsung, tidak ada penerbangan yang dijadwalkan ke atau dari bandara ini. Hal ini pun juga dirasakan kota Aleppo yang juga memiliki bandara internasional yang ditutup akibat perang sipil di Suriah.

Penutupan bandara tersebut menyebabkan jumlah wisatawan yang datang juga semakin berkurang setiap tahunnya. Turunnya pengunjung wisatawan memberikan dampak bagi perekonomian di kota Palmyra itu sendiri, dimana pendapatan dari pariwisata turun drastis, dengan tingkat hunian hotel turun dari 90% sebelum perang menjadi kurang dari 15% di bulan Mei 2012.49 Sekitar 40% dari seluruh karyawan di sektor pariwisata kehilangan pekerjaan sejak awal perang.50 Hal ini pun juga dapat dilihat dari jumlah pengunjung atau turis yang datang ke kota Suriah.

48Airport information for OSPR. (n.d.). Diakses Januari 8, 2017, from World Aero Data:

http://worldaerodata.com/wad.cgi?id=SY70529&sch=OSPR

Catatan: Data mengenai jumlah turis wisatawan yang datang ke Suriah bisa dilihat pada halaman lampiran

49 Syria complains to U.N. about touris downturn amid conflict. (2012, May 17). Diakses Maret 12,

2017, from http://mobile.reuters.com/article/idUSBRE84G1CQ20120517

(25)

82

Grafik 3.4. Turis Pendatang Pariwisata Internasional Suriah Sumber:

http://data.worldbank.org/indicator/ST.INT.ARVL?end=2011&locations=SY&st art=2006

Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah turis wisatawan yang datang ke Suriah dari tahun 2006-2012, dimana setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah turis yang datang ke Suriah. Peningkatan jumlah turis di Suriah di tahun 2010 meningkat hingga mencapai angka 8juta orang. Di tahun selanjutnya yakni tahun 2011, jumlah turis wisatawan menurun secara drastic, dimana hanya 5juta orang turis yang datang ke Suriah. hal ini dikarenakan konflik yang terjadi di beberapa kota Suriah yang semakin memanas. Konflik tersebut semakin memanas ketika ISIS masuk ke Suriah yang mengakibatkan jumlah kedatangan turis ke Suriah berkurang setiap bulannya. Di tahun 2012 tercatat tidak ada turis asing yang berkunjung ke Suriah yang menyebabkan pariwisata Suriah secara khusus telah hancur.

4,231,000 4,158,000 5,430,000 6,092,000 8,546,000 5,070,000 0 0 2,000,000 4,000,000 6,000,000 8,000,000 10,000,000 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Million

(26)

83

Ditambah lagi semenjak kota kuno Palmyra dikuasai oleh ISIS, tidak ada pengunjung wisata yang datang ke Suriah terutama ke kota kuno Palmyra. Industri pariwisata mencapai titik nol, dimana tidak ada wisatawan asing yang berkunjung baik ke kota kuno Palmyra maupun ke Suriah. Sehingga industri pariwisata mengalami kerugian yang besar. Hal ini pun dapat dilihat dari grafik pendapatan pariwisata Suriah, yang tertera dibawah ini;

Grafik 3.5. Pendapatan Pariwisata Suriah Sumber:

http://data.worldbank.org/indicator/ST.INT.XPND.CD?end=2011&locations= SY&start=2006

Dari grafik diatas dapat dilihat pendapatan Suriah dari sektor pariwisata, dimana dari tahun 2006-2010 terjadi peningkatan dari jumlah pendapatan di sektor pariwisata tersebut. Peningkatan tajam dari hasil pendapatan sektor pariwisata terjadi di tahun 2010, dimana mencapai $ 6.308 milliar. Namun di tahun selanjutnya yakni di tahun 2011, pendapatan sektor perdagangan

2.113 2.972 3.176 3.781 6.308 1.816 0 1 2 3 4 5 6 7 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Bil lion

(27)

84

mengalam penurunan yang tajam, dimana pendapatan dari sektor pariwisata hanya mencapai angka $ 1.816 milliar.

Ekonomi merupakan faktor yang krusial bagi kesejahteraan masyarakat suatu negara, terutama bagi negara Suriah yang saat ini masih mengalami konflik. Hal ini dikarenakan pendapatan dari ekonomi menjadi sumber kehidupan dan kelangsungan kehidupan masyarakat Suriah. Sehingga ketika salah satu sumber daya penopang ekonomi suatu negara dikuasai oleh kelompok asing maka akan berdampak pada penurunan sumber pendapatan ekonomi negara tersebut. Hal inilah yang membuat Pemerintah Suriah menjadikan Palmyra sebagai prioritas pembebasan dari ISIS, karena kota Palmyra merupakan jalur atau pusat dari perdagangan yang strategis di Suriah. Ketika suatu negara mengalami konflik maka akan berdampak pada nilai ekspor dan nilai impor keseluruhan dari semua sektor, seperti yang terjadi di Suriah.

Salah satu sektor pendapatan negara yang terkena dampak dari konflik yang terjadi di negaranya adalah sektor ekonomi. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini, dimana selama konflik yang terjadi di Suriah yakni dari tahun 2009 rata-rata nilai ekspor Suriah menurun. Meskipun di tahun 2010 terjadi peningkatan nilai ekspor sebesar $ 1.08 M, namun di tahun selanjutnya nilai ekspor terus menurun hingga mencapai angka $ 2.68 M di tahun 2013. Menurunnya nilai ekspor tersebut mempengaruhi pendapatan negara dari sektor ekonomi, yang mana sektor ekonomi menjadi faktor kesejahteraan masyarakat Suriah. Penurunan nilai ekspor selama konflik tidak sebanding dengan nilai impor. Meskipun rata-rata nilai impor juga mengalami penurunan, namun penurunan nilai impor tersebut tidak sebanyak

(28)

85

penurunan nilai ekspor. Pada tahun 2011-2013 nilai impor 2-4 kali lebih banyak dari nilai ekspor. Dengan kata lain di tahun tersebut Pemerintah Suriah lebih banyak pengeluaran dari pada pemasukan di sektor ekonomi. Grafik ekspor dan impor Suriah ada di bawah ini;

Grafik 3.6. Ekspor-Impor Suriah (Billion $) Sumber:

http://data.worldbank.org/indicator/ST.INT.XPND.CD?end=2011&locations= SY&start=2006

Penurunan nilai ekspor-impor akibat konflik di Suriah pun berdampak pada pendapatan nasional. Pendapatan nasional dihitung dengan menggunakan metode Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB). GDP sendiri merupakan nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. Berdasarkan grafik pertumbuhan GDP Suriah dapat dilihat persentase penurunan GDP Suriah. Dimana dari tahun 2009 penurunan GDP Suriah terus menurun

2009 2010 2011 2012 2013 Ekspor 11.76 12.84 8.11 3.88 2.68 Impor 12.62 13.57 12.93 10.78 8.92 0 2 4 6 8 10 12 14

(29)

86

hingga mencapai persentase dibawah 0 yakni -2,3% di tahun 2011. Berikut adalah grafik GDP Suriah;

Grafik 3.7. Gross Domestic Product Suriah

Sumber: http://www.indexmundi.com/g/g.aspx?v=66&c=sy&l=en

Jika dilihat dari segi prioritas antara kota Palmyra dengan kota Aleppo, tentu kota Palmyra menjadi prioritas pembebasan Pemerintah Suriah, hal ini dikarenakan dari penjelasan mengenai nilai strategis kota kuno Palmyra dari sektor ekonomi dapat disimpulkan bahwa sejak dulu kota kuno Palmyra telah menjadi jalur perdagangan yang strategis bagi Suriah. Kota Palmyra sudah menjadi pusat pemberhentian para pedagang atau kafilah sejak abad ke-1 SM. Hal ini dikarenakan kota ini berada di persimpangan lalu lintas perniagaan internasional. Jalur perdagangan tersebut kemudian meluas ke selatan di sepanjang sungai menuju pelabuhan Charax Spasinu di Teluk Persia. Pelabuhan tersebut menjadi tempat bagi kapal-kapal Palmyra dalam perjalanan bolak-balik ke India.

Sedangkan kota Aleppo pernah menjadi pos utama perdangangan antara Timur dan Eropa, namun hal tersebut mulai menurun ketika gerakan blockade Inggris dan

3.5 4.3 5.1 5 3.2 -2.3 -4 -2 0 2 4 6 2006 2007 2008 2009 2010 2011

Gross Domestic Product (GDP) atau Produk

(30)

87

Prancis yang memotong jalur dari Turki Selatan dan Utara Irak. Perekonomian perdagangan di kota Aleppo sempat berhenti pada tahun 1869 ketika Terusan Suez dibuka yang mengakibatkan perdagangan di kota kuno Aleppo dialihkan ke laut dan Aleppo perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Meskipun kota Palmyra dan kota Aleppo pernah sama-sama ditinggalkan namun, kota Palmyra tetap menjadi tempat pemberhentian para pedagang maupun kafilah hingga sampai saat ini.

Pada perekonomian modern antara kota Palmyra dan kota Aleppo, ekonomi kota Palmyra saat ini ditopang dari sektor perdagangan, pertanian, industri dan sektor pariwisata yang menawarkan berbagai bangunan tua seperti museum, kuil, serta artefak, prasasti, dan beberapa makam. Berbeda dengan kota Palmyra, sebagai kota terbesar kedua di Suriah, perekonomian kota Aleppo ditopang dari sektor perdagangan, industri (tekstil, bahan kimia, industri pengolahan hasil pertanian, komoditas listrik) dan pariwisata. Kota Aleppo sendiri bertransformasi menjadi pusat kota industri sejak kemerdekaan Suriah. Kota Aleppo menjadi kota yang juga menyumbang pendapatan ekonomi negara seperti halnya dengan kota Palmyra. Kemakmuran perekonomian yang terjadi di kota Palmyra juga berasal dari sektor industri, dimana Kota Palmyra saat ini berfungsi sebagai pusat industri produksi pertambangan fosfat dan gas alam Suriah. Sedangkan kota Aleppo juga menjadi pusat industri untuk pembuatan logam mulia dan batu.

Gambar

Gambar 3.1. Bangunan Sejarah Pasar Kota Palmyra
Gambar 3.2. Jalur Perdagangan Kota Palmyra
Grafik 3.1. Ekspor-Impor Perdagangan Suriah (US $)
Grafik 3.2. Hasil Produksi Pertanian Suriah
+6

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan kondisi, tuntutan untuk lebih berfungsinya kegiatan audit adalah suatu keharusan dan dapat diantisipasi dengan melakukan pemeriksaan terhadap prosedur kegiatan atau

Abstraksi merupakan sinopsis yang memberi informasi kepada pembaca tentang hasil penelitian yang terdiri dari empat paragraf (tujuan penelitian, metode yang

Pada view perumahan kita dapat melihat tampilan dari perumahan yang telah tersedia pada google maps dan kemudian pada input perumahan kita dapat memasukkan data

Faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2009 adalah keberadaan tikus di dalam dan sekitar rumah, dimana model ini bermakna

Dengan demikian, soal pemecahan masalah ditinjau dari kemiripan dengan soal sebelumnya diperoleh soal dengan tingkat kesulitan mudah sebanyak 181 soal dimana soal

( 15 poin ) Sebuah pegas telah didesain sedemikian untuk diletakkan di dasar lantai suatu kolom lift pada sebuah gedung bertingkat (lihat gambar samping). Pegas

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap turnover intention pada PT. Hillconjaya Sakti, Cakung Jakarta

[r]