• Tidak ada hasil yang ditemukan

zakat sebagai pengganti pajak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "zakat sebagai pengganti pajak"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KOMPARATIF ANTARA PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI ANALISIS KOMPARATIF ANTARA PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PENGHASILAN KENA PAJAK DENGAN PERLAKUAN PENGURANG PENGHASILAN KENA PAJAK DENGAN PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI PENGURANG LANGSUNG PAJAK PENGHASILAN ZAKAT SEBAGAI PENGURANG LANGSUNG PAJAK PENGHASILAN

Skripsi Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat-SyaratBisnis Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Disusun oleh : Disusun oleh :

(2)

ANALISIS KOMPARATIF ANTARA PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI ANALISIS KOMPARATIF ANTARA PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PENGHASILAN KENA PAJAK DENGAN PERLAKUAN PENGURANG PENGHASILAN KENA PAJAK DENGAN PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI PENGURANG LANGSUNG PAJAK PENGHASILAN ZAKAT SEBAGAI PENGURANG LANGSUNG PAJAK PENGHASILAN

Skripsi Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat-SyaratBisnis Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Disusun Oleh : Disusun Oleh : Apriliana Apriliana 106082002572 106082002572 Dibawah Bimbingan Dibawah Bimbingan Pembimbing

(3)

Hari ini Selasa Tanggal 15 Juni 2010 telah dilakukan ujian komprehensif atas Hari ini Selasa Tanggal 15 Juni 2010 telah dilakukan ujian komprehensif atas nama Apriliana NIM 106082002572 dengan judul skripsi “

nama Apriliana NIM 106082002572 dengan judul skripsi “ANALISISANALISIS

KOMPARATIF ANTARA PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI

KOMPARATIF ANTARA PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI

PENGURANG PENGHASILAN KENA PAJAK DENGAN PERLAKUAN PENGURANG PENGHASILAN KENA PAJAK DENGAN PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI PENGURANG LANGSUNG PAJAK PENGHASILAN”. ZAKAT SEBAGAI PENGURANG LANGSUNG PAJAK PENGHASILAN”. Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, maka Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Sarjana Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta.

Jakarta, 15 Juni 2010 Jakarta, 15 Juni 2010

Tim Penguji Ujian Komprehensif Tim Penguji Ujian Komprehensif

(4)

Hari ini Tanggal 15 September 2010 telah dilakukan Ujian Skripsi atas nama Hari ini Tanggal 15 September 2010 telah dilakukan Ujian Skripsi atas nama Apriliana NIM 106082002572 dengan judul skripsi “

Apriliana NIM 106082002572 dengan judul skripsi “ANALISISANALISIS

KOMPARATIF ANTARA PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI

KOMPARATIF ANTARA PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI

PENGURANG PENGHASILAN KENA PAJAK DENGAN PERLAKUAN PENGURANG PENGHASILAN KENA PAJAK DENGAN PERLAKUAN ZAKAT SEBAGAI PENGURANG LANGSUNG PAJAK PENGHASILAN”. ZAKAT SEBAGAI PENGURANG LANGSUNG PAJAK PENGHASILAN”. Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, maka Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (SE) Universitas Islam Negeri

Sarjana Ekonomi (SE) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 15 September 2010 Jakarta, 15 September 2010

Tim Penguji Ujian Skripsi Tim Penguji Ujian Skripsi

Prof.

(5)

SURAT PERNYATAAN SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini,

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, Nama

Nama : : AprilianaApriliana NIM

NIM : : 106082002572106082002572 Jurusan

Jurusan : : AkuntansiAkuntansi

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri yang Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri yang merupakan hasil penelitian, pengolahan dan analisis saya sendiri serta bukan merupakan hasil penelitian, pengolahan dan analisis saya sendiri serta bukan merupakan replikasi maupun saduran dari hasil karya atau hasil penelitian orang merupakan replikasi maupun saduran dari hasil karya atau hasil penelitian orang lain.

lain.

Apabila terbukti skripsi ini merupakan plagiat atau replikasi, maka skripsi Apabila terbukti skripsi ini merupakan plagiat atau replikasi, maka skripsi dianggap gugur dan harus melakukan penelitian ulang untuk menyusun skripsi dianggap gugur dan harus melakukan penelitian ulang untuk menyusun skripsi baru dan kelulusan serta gelarnya dibatalkan.

baru dan kelulusan serta gelarnya dibatalkan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan segala akibat yang timbul di kemudian Demikian pernyataan ini dibuat dengan segala akibat yang timbul di kemudian hari menjadi tanggung jawab saya.

(6)

Daftar Riwayat Hidup

Daftar Riwayat Hidup

I.

I. IDENTITAS PRIBADIIDENTITAS PRIBADI 1.

1. Nama Nama : : AprilianaApriliana 2.

2. Tempat/Tgl Tempat/Tgl Lahir Lahir : : Jakarta, Jakarta, 9 9 April April 19871987 3.

3. Alamat Alamat : : Jl. Jl. Pinang Pinang Ranti Ranti II II No.15A No.15A RT.013RT.013 Rw.001, Jakarta Timur 13560 Rw.001, Jakarta Timur 13560 4.

4. Telepon Telepon : : 085280738072085280738072 II.

II. PENDIDIKANPENDIDIKAN 1. TK

1. TK (1992-1993) (1992-1993) : : Ar Ar Rahmah, Rahmah, Jakarta Jakarta TimurTimur 2.

2. SD SD (1993-1999) (1993-1999) : : SD SD Negeri Negeri 04 04 Pinang Pinang Ranti, Ranti, Jakarta Jakarta TimurTimur 3.

3. SMP SMP (1999-2002) (1999-2002) : : SMPN SMPN 20 20 Bulak Bulak Rantai, Rantai, Jakarta Jakarta TimurTimur 4.

4. SMA SMA (2002-2005) (2002-2005) : : SMA SMA Negeri Negeri 93 93 Jakarta Jakarta TimurTimur 5. S

(7)

ABSTRACT ABSTRACT

Apriliana

Apriliana. 2010.. 2010. “Comparative Analyze between The Way of Treating Zakah as“Comparative Analyze between The Way of Treating Zakah as  Deductible Expense with The Way of Treating Zakah as Tax Credit 

 Deductible Expense with The Way of Treating Zakah as Tax Credit ”.”.Minithesis.Minithesis. Accounting

Accounting Departement. Departement. Faculty Faculty Of Of Economy Economy and and Bussiness, Bussiness, SyarifSyarif Hidayatullah State Islamic

Hidayatullah State Islamic UniversUniversity Jakarta.ity Jakarta.

This study aimed to analyze the deference in two way of treating zakah. This study aimed to analyze the deference in two way of treating zakah. The first treatment, zakah as deductible expense, and second zakah as tax credit. The first treatment, zakah as deductible expense, and second zakah as tax credit. This research is case study with descriptive analyzing method. The scope of this This research is case study with descriptive analyzing method. The scope of this research are Zakah Maal paid by Muzakki and tax income for tax obligation research are Zakah Maal paid by Muzakki and tax income for tax obligation  person

 person personal. personal. The The result result showed showed that that have have difference difference between between both both ofof treatment. On first treatment, the expenditure of zakah and tax payable are treatment. On first treatment, the expenditure of zakah and tax payable are greater than the second treatment. Zakah as deductible expense means zakah to greater than the second treatment. Zakah as deductible expense means zakah to reduce from netto income, but zakah as tax credit means zakah to reduce from tax reduce from netto income, but zakah as tax credit means zakah to reduce from tax  payable. Th

 payable. The last e last analyzing thaanalyzing that research t research is have is have positive copositive correlation between rrelation between taxtax and zakah.

and zakah.

Key words:

(8)

ABSTRAKSI ABSTRAKSI

Apriliana

Apriliana. 2010.. 2010.  Analisis  Analisis KomparaKomparatif tif Antara Antara Perlakuan Perlakuan Zakat Zakat sebagai sebagai PengurangPengurang Penghasilan Kena Pajak dengan Perlakuan Zakat Sebagai Pengurang Langsung Penghasilan Kena Pajak dengan Perlakuan Zakat Sebagai Pengurang Langsung Pajak Penghasilan.

Pajak Penghasilan.  Skripsi. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan  Skripsi. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif

Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.Hidayatullah Jakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara dua Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara dua  perlakuan

 perlakuan zakat. zakat. Perlakuan Perlakuan pertama, pertama, zakat zakat sebagai sebagai pengurang pengurang penghasilan penghasilan kenakena  pajak,

 pajak, dan dan yang yang kedua kedua perlakuan perlakuan zakat zakat sebagai sebagai pengurang pengurang langsung langsung pajakpajak  penghasilan

 penghasilan (kredit (kredit pajak). pajak). Penelitian Penelitian ini ini merupakan merupakan studi studi kasus kasus dengan dengan metodemetode deskriptif analisis. Lingkup penelitian ini meliputi zakat maal yang dibayarkan deskriptif analisis. Lingkup penelitian ini meliputi zakat maal yang dibayarkan oleh Muzakki dan pajak penghasilan untuk wajib pajak orang pribadi. Hasil oleh Muzakki dan pajak penghasilan untuk wajib pajak orang pribadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kedua perlakuan analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kedua perlakuan tersebut. Pada perlakuan pertama, pengeluaran atas kewajiban zakat dan pajak tersebut. Pada perlakuan pertama, pengeluaran atas kewajiban zakat dan pajak lebih besar dibandingkan dengan perlakuan yang kedua. Zakat sebagai lebih besar dibandingkan dengan perlakuan yang kedua. Zakat sebagai  pengurang PKP ati

 pengurang PKP atinya zakat dikuranya zakat dikurangkan dari penghasilngkan dari penghasilan neto, sedangkan zaan neto, sedangkan zakatkat sebagai kredit pajak artinya zakat dikurangkan dari PPh terutang. Analisis sebagai kredit pajak artinya zakat dikurangkan dari PPh terutang. Analisis terakhir dari penelitian ini adalah terdapat korelasi positif antara pajak dan terakhir dari penelitian ini adalah terdapat korelasi positif antara pajak dan  zakat.

 zakat.

Kata Kunci

Kata Kunci: : Perlakuan Zakat, Perlakuan Zakat, Pengurang Pengurang PenghasilPenghasilan an Kena Kena Pajak (PKP), Pajak (PKP), dan dan KreditKredit Pajak.

(9)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah Kehadirat Allah SWT yang telah Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah Kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufik, inayah serta hidayah-Nya yang tiada ternilai dan tak melimpahkan taufik, inayah serta hidayah-Nya yang tiada ternilai dan tak tertandingi kepada hamba-hamba-Nya. Shalawat serta salam semoga selalu tertandingi kepada hamba-hamba-Nya. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Baginda Nabi Muhammad SAW yang telah tercurahkan kepada junjungan kita Baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umatnya untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

membimbing umatnya untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Adalah suatu hal yang tidak dipungkiri betapa besar nikmat yang dicurahkan Adalah suatu hal yang tidak dipungkiri betapa besar nikmat yang dicurahkan Allah SWT kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penggarapan penulisan Allah SWT kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penggarapan penulisan skripsi ini dengan judul : “

skripsi ini dengan judul : “Analisis Komparatif Antara Perlakuan ZakatAnalisis Komparatif Antara Perlakuan Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak Dengan Perlakuan Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak Dengan Perlakuan Zakat Sebagai Pengurang Langsung Pajak Penghasilan”.

Sebagai Pengurang Langsung Pajak Penghasilan”.

Penyusunan Skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu persyaratan Penyusunan Skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu persyaratan guna menyelesaikan studi program strata satu Fakultas Ekonomi dan Bisnis guna menyelesaikan studi program strata satu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurusan Akuntansi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Disamping itu penulis juga mencoba untuk menyumbangkan pikiran dalam usaha Disamping itu penulis juga mencoba untuk menyumbangkan pikiran dalam usaha mengembangkan ilmu pengetahuan bidang perpajakan.

(10)

3.

3. Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi danBapak Prof. Dr. Abdul Hamid, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Bisnis. 4.

4. Bapak Afif Sulfa, SE, Ak, M.Si selaku Ketua Jurusan Akuntansi FakultasBapak Afif Sulfa, SE, Ak, M.Si selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Ekonomi dan Bisnis. 5.

5. Bapak Prof. Dr. Ahmad Rodoni selaku Dosen Pembimbing I yang denganBapak Prof. Dr. Ahmad Rodoni selaku Dosen Pembimbing I yang dengan tulus ikhlas serta kesabarannya dalam membimbing dan meluangkan tulus ikhlas serta kesabarannya dalam membimbing dan meluangkan waktunya untuk membantu penulis menyelesaikan skripsi

waktunya untuk membantu penulis menyelesaikan skripsi ini.ini. 6.

6. Ibu Yessi Fitri, SE, Ak, M.Si selaku Dosen Pembimbing II dan SekretarisIbu Yessi Fitri, SE, Ak, M.Si selaku Dosen Pembimbing II dan Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang dengan tulus ikhlas Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang dengan tulus ikhlas serta kesabarannya dalam membimbing dan meluangkan waktunya untuk serta kesabarannya dalam membimbing dan meluangkan waktunya untuk membantu penulis menyelesaikan skripsi ini.

membantu penulis menyelesaikan skripsi ini. 7.

7. Segenap Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SyarifSegenap Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah mewariskan ilmunya kepada penulis.

Hidayatullah Jakarta yang telah mewariskan ilmunya kepada penulis. 8.

8. Seluruh Pemimpin, staf perpustakaan, dan pegawai akademik dan jurusanSeluruh Pemimpin, staf perpustakaan, dan pegawai akademik dan jurusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta yang telah banyak membantu Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.

(11)

Semoga Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang membalas Semoga Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang membalas segala budi baik mereka semua dengan ganjaran yang setimpal

segala budi baik mereka semua dengan ganjaran yang setimpal dan berlipat ganda.dan berlipat ganda. Amin.

Amin.

Penulis menyadari bahwa “

Penulis menyadari bahwa “Tak ada gading yang tak retak”Tak ada gading yang tak retak”, penyusunan, penyusunan skripsi ini jauh dari sempurna, oleh karenanya kritik serta saran yang konstruktif skripsi ini jauh dari sempurna, oleh karenanya kritik serta saran yang konstruktif sangat penulis harapkan untuk perbaikan selanjutnya. Penulis berharap semoga sangat penulis harapkan untuk perbaikan selanjutnya. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.

skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.

Jakarta, 31 Agustus 2010 Jakarta, 31 Agustus 2010

Penulis Penulis

(12)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

COVER

COVER SKRIPSKRIPSI SI ... ... ii LEMBA

LEMBAR R PENGEPENGESAHAN SAHAN SKRIPSSKRIPSI I ... ... iiii LEMBAR

LEMBAR PENGESAHAN PENGESAHAN KOMPREHENSIF KOMPREHENSIF ... ... iiiiii LEMBA

LEMBAR R PENGEPENGESAHAN SAHAN UJIAN UJIAN SKRIPSSKRIPSI I ... ... iviv SURAT

SURAT PERNYPERNYATAANATAAN ... ... vv DAFTA

DAFTAR R RIWAYARIWAYAT T HIDUP...HIDUP... . vivi ABSTR

ABSTRACTACT ... ... viivii ABSTR

ABSTRAK AK ... ... viiiviii KATA

KATA PENGAPENGANTAR NTAR ... . ixix DAFTA

DAFTAR R ISI ISI ... ... xixi DAFTA

DAFTAR R TABETABEL L ... ... xivxiv DAFTA

DAFTAR R GAMBAGAMBAR R ... ... xvxv DAFTA

DAFTAR R LAMPILAMPIRAN RAN ... ... xvixvi BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN A.

A. Latar Latar BelakBelakang ang PenPenelitian elitian ... . 11 B.

(13)

E. Meto

E. Metode de AnalisAnalisis is DataData ... ... 5555 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANPEMBAHASAN A.

A. Ketentuan Ketentuan Zakat Zakat Dalam Dalam Undang-undang Undang-undang PerpajakanPerpajakan ... ………… ………… 5757 B.

B. AnaliAnalisis sis TeorTeorii ... ... ... 6161 C.

C. Analisis Analisis Studi Studi Kasus.Kasus... ... ... 6565 D.

D. Analisis Analisis pada pada Penerimaan Penerimaan dari dari Sektor Sektor Pajak Pajak dan dan ZakatZakat ... ... ... 7171 BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A.

A. KesimpKesimpulan ulan ... ... 7878 B.

B. ImpliImplikasikasi ... ... 7979 DAFTA

DAFTAR R PUSTAPUSTAKA KA ... . 8181 LAMPIR

(14)

DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL

No

No Keterangan Keterangan HalamanHalaman

1.1

1.1 Penerimaan Penerimaan Pajak Pajak dan dan Zakat Zakat di di Malaysia...Malaysia... . 55 2.1

2.1 Formal Formal Pengenaan Pengenaan Pajak Pajak dan dan Zakat Zakat untuk untuk WPOP WPOP ... ... 4444 2.2

2.2 Penghasilan Penghasilan Tidak Tidak Kena Kena Pajak Pajak (PTKP)...(PTKP)... ... 4444 2.3

2.3 Tarif Tarif Pajak Pajak PasaPasal l 17...17... ... 4545 2.4

2.4 PerbPerbedaan edaan ZakaZakat t dan dan Pajak...Pajak... ... 4949 2.5

2.5 PenelPenelitian itian TerdTerdahuluahulu ... ... 5151 4.1

4.1 Zakat Zakat sebsebagai agai PengPengurang urang PKP...PKP... ... 6565 4.2

4.2 Persentase Persentase Pajak Pajak dan dan Zakat Zakat sebagai sebagai Pengurang Pengurang PKP...PKP... ... 6666 4.3

4.3 Zakat Zakat sebagai sebagai Pengurang Pengurang Langsung Langsung PPh PPh (Kredit (Kredit Pajak)...Pajak)... ... 6767 4.4

(15)

DAFTAR GAMBAR DAFTAR GAMBAR

No

No Keterangan Keterangan HalamanHalaman

2.1

2.1 Kerangka Kerangka Pemikiran Pemikiran ... ... 5252 4.1

4.1 Pergeseran Pergeseran Kurva Kurva Permintaan Permintaan dan dan Penawaran Penawaran sebagai sebagai PengaruhPengaruh dari

(16)

DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMPIRAN

No

No Keterangan Keterangan HalamanHalaman

1

1 PeratPeraturan uran PemePemerintah rintah NomoNomor r 18 18 Tahun Tahun 20092009 ... ... 8383 2

2 Keputusan Keputusan Dirjen Dirjen Pajak Pajak Nomor Nomor KEP-163/PJKEP-163/PJ/2003 /2003 ... . 8585 3

3 WawanWawancara cara ... .... 8888 4

4 Realisasi Realisasi Penerimaan Penerimaan Negara Negara Tahun Tahun 2007-2010 2007-2010 ... ... 8989 5

5 ContoContoh h SPT SPT TahunTahunan an 1771770 0 SS SS ... ... 9191 6

6 ContoContoh h SPT SPT TahunTahunan an 1771770 0 SS ... ... 9292 7

(17)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A.

A. Latar Latar Belakang Belakang PenelitianPenelitian

Ditengah menguatnya peranan pajak dalam penerimaan negara, secara Ditengah menguatnya peranan pajak dalam penerimaan negara, secara bersamaan muncul sebuah kesadaran umat akan peranan zakat. Dua hal ini bersamaan muncul sebuah kesadaran umat akan peranan zakat. Dua hal ini menuntut adanya pengelolaan yang tepat. Manajemen yang buruk atas dua hal menuntut adanya pengelolaan yang tepat. Manajemen yang buruk atas dua hal ini akan menimbulkan efek yang kontra produktif dalam pembangunan ini akan menimbulkan efek yang kontra produktif dalam pembangunan nasional. Salah satunya yaitu beban ganda atas kewajiban untuk membayar nasional. Salah satunya yaitu beban ganda atas kewajiban untuk membayar pajak dan zakat (Damanhur, 2006: 24).

pajak dan zakat (Damanhur, 2006: 24).

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang kewajibannya bersifat Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang kewajibannya bersifat mutlak atas harta kekayaan seseorang menurut aturan tertentu yang telah mutlak atas harta kekayaan seseorang menurut aturan tertentu yang telah diatur dalam Al Quran dan Hadis. Dalam konteks negara modern, zakat diatur dalam Al Quran dan Hadis. Dalam konteks negara modern, zakat

(18)

bermasyarakat. Keanekaragaman dalam hal ini misalnya dari sisi nasib, bermasyarakat. Keanekaragaman dalam hal ini misalnya dari sisi nasib, kepandaian dan keterampilan manusia. Jadi jika sholat berusaha membentuk kepandaian dan keterampilan manusia. Jadi jika sholat berusaha membentuk keshalehan pribadi individu, maka zakat berperan membentuk keshalehan keshalehan pribadi individu, maka zakat berperan membentuk keshalehan sosial dalam diri individu. Hikmah zakat adalah mengurangi kesenjangan sosial dalam diri individu. Hikmah zakat adalah mengurangi kesenjangan sosial antara golongan mampu dengan golongan tidak

sosial antara golongan mampu dengan golongan tidak mampu, disinilah fungsimampu, disinilah fungsi distribusi berperan.

distribusi berperan.

Adapun korelasi antara zakat dengan pajak adalah sama-sama Adapun korelasi antara zakat dengan pajak adalah sama-sama mempunyai fungsi pemungutan. Pada zakat, fungsi pemungutannya dapat mempunyai fungsi pemungutan. Pada zakat, fungsi pemungutannya dapat dilakukan oleh orang yang terkena kewajiban membayar zakat dan dapat dilakukan oleh orang yang terkena kewajiban membayar zakat dan dapat langsung disalurkan kepada orang yang berhak menerimanya atau dilakukan langsung disalurkan kepada orang yang berhak menerimanya atau dilakukan oleh suatu badan atau lembaga resmi (BAZ atau LAZ) yang dibentuk untuk oleh suatu badan atau lembaga resmi (BAZ atau LAZ) yang dibentuk untuk memungut zakat serta mendistribusikan kepada delapan golongan yang berhak memungut zakat serta mendistribusikan kepada delapan golongan yang berhak menerima zakat. Sedangkan dalam pajak, fungsi pemungutannya dilakukan menerima zakat. Sedangkan dalam pajak, fungsi pemungutannya dilakukan oleh negara melalui Dirjen Pajak. Menurut ajaran Islam, zakat sebaiknya oleh negara melalui Dirjen Pajak. Menurut ajaran Islam, zakat sebaiknya

(19)

mustahiq

mustahiq, dan amil zakat. Dalam hal ini yaitu dilakukan oleh badan atau, dan amil zakat. Dalam hal ini yaitu dilakukan oleh badan atau lembaga amil zakat yang dibentuk oleh pemerintah. Disamping itu, lembaga amil zakat yang dibentuk oleh pemerintah. Disamping itu, Undang-Undang juga memberi peluang kepada amil zakat swasta untuk Undang juga memberi peluang kepada amil zakat swasta untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat dengan syarat dan ketentuan yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat dengan syarat dan ketentuan yang telah diatur.

telah diatur.

Dengan fakta bahwa subjek pajak terbesar adalah kaum muslim yang Dengan fakta bahwa subjek pajak terbesar adalah kaum muslim yang  jumlahnya

 jumlahnya 87% 87% dari dari total total penduduk penduduk Indonesia, Indonesia, pemerintah pemerintah berupaya berupaya untukuntuk meminimalkan kewajiban ganda yang memberatkan. Untuk mengatasinya meminimalkan kewajiban ganda yang memberatkan. Untuk mengatasinya dilakukan upaya titik temu antara pajak dan zakat sehingga kedua kewajiban dilakukan upaya titik temu antara pajak dan zakat sehingga kedua kewajiban tersebut dapat dilaksanakan oleh umat Islam tanpa memberatkannya. tersebut dapat dilaksanakan oleh umat Islam tanpa memberatkannya. Pemerintah membuat peraturan yang dapat menjadi solusi bagi kewajiban Pemerintah membuat peraturan yang dapat menjadi solusi bagi kewajiban ganda yaitu pajak dan zakat yang dialami oleh umat Islam ini dalam ganda yaitu pajak dan zakat yang dialami oleh umat Islam ini dalam Undang Nomor 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat dan Undang Nomor 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan. Di dalam kedua Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan. Di dalam kedua

(20)

pribadi dalam menentukan besarnya penghasilan kena pajak. Hal ini pribadi dalam menentukan besarnya penghasilan kena pajak. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan beban ganda yang dipikul oleh umat Islam diharapkan dapat meminimalkan beban ganda yang dipikul oleh umat Islam sebagai wajib pajak dan

sebagai wajib pajak dan muzakkimuzakki. Namun, apakah dalam prakteknya pola. Namun, apakah dalam prakteknya pola perlakuan ini adalah yang optimal

perlakuan ini adalah yang optimal untuk mengelola dan mengakomodasi zakatuntuk mengelola dan mengakomodasi zakat dan pajak, yang kenyataannya kedua hal tersebut merupakan dua sumber dan pajak, yang kenyataannya kedua hal tersebut merupakan dua sumber pemungutan yang sama-sama dihimpun dari masyarakat. Padahal bila upaya pemungutan yang sama-sama dihimpun dari masyarakat. Padahal bila upaya pengelolaan dan pengakomodasian ini telah berjalan baik, dapat memberikan pengelolaan dan pengakomodasian ini telah berjalan baik, dapat memberikan suatu efek yang produktif dalam pembangunan nasional. Jika dilihat dari suatu efek yang produktif dalam pembangunan nasional. Jika dilihat dari fungsi dasarnya membayar zakat bisa disamakan nilainya dengan membayar fungsi dasarnya membayar zakat bisa disamakan nilainya dengan membayar pajak yakni sama-sama dimaksudkan untuk melaksanakan kewajiban yang pajak yakni sama-sama dimaksudkan untuk melaksanakan kewajiban yang bertujuan untuk kemaslahatan umat dan

bertujuan untuk kemaslahatan umat dan bangsa.bangsa.

Berbeda dengan posisi zakat di Indonesia yang hanya menjadikan salah Berbeda dengan posisi zakat di Indonesia yang hanya menjadikan salah satu bagian dari komponen biaya yang dapat mengurangi penghasilan neto, di satu bagian dari komponen biaya yang dapat mengurangi penghasilan neto, di Malaysia zakat telah dijadikan sebagai pengurang langsung PPh atau sebagai Malaysia zakat telah dijadikan sebagai pengurang langsung PPh atau sebagai

(21)

dan zakat memiliki korelasi positif. Fakta ini memunculkan usulan yang dan zakat memiliki korelasi positif. Fakta ini memunculkan usulan yang menyebutkan bahwa zakat bukan dianggap sebagai biaya, melainkan zakat menyebutkan bahwa zakat bukan dianggap sebagai biaya, melainkan zakat dapat mengurangi langsung pajak penghasilan sebagai kredit pajak dapat mengurangi langsung pajak penghasilan sebagai kredit pajak (Hafidhuddin, 2007). Usulan ini muncul antara lain dari Baznas serta FOZ (Hafidhuddin, 2007). Usulan ini muncul antara lain dari Baznas serta FOZ sebagai asosiasi organisasi pengelola zakat Indonesia yang mewadahi BAZ sebagai asosiasi organisasi pengelola zakat Indonesia yang mewadahi BAZ dan LAZ di

dan LAZ di Indonesia.Indonesia.

Tabel 1.1 Tabel 1.1

Penerimaan Pajak dan Zakat di Malaysia (dalam Ringgit Malaysia) Penerimaan Pajak dan Zakat di Malaysia (dalam Ringgit Malaysia) Tahun

Tahun Zakat Zakat Pajak Pajak % % Zakat Zakat terhadap terhadap PajakPajak 2001

2001 321 321 juta juta 79,57 79,57 milyar milyar 0,400,40 2002

2002 374 374 juta juta 83,52 83,52 milyar milyar 0,450,45 2003

2003 408 408 juta juta 92,61 92,61 milyar milyar 0,450,45 2004

2004 473 473 juta juta 99,4 99,4 milyar milyar 0,440,44 2005

2005 573 573 juta juta 106,3 106,3 milyar milyar 0,480,48 Sumber:

Sumber: Irfan SIrfan Syauqi Beik yauqi Beik (2007).(2007).

Dari tabel 1.1 dapat dilihat bahwa penerapan zakat sebagai kredit pajak Dari tabel 1.1 dapat dilihat bahwa penerapan zakat sebagai kredit pajak di Malaysia tidak menyebabkan berkurangnya penerimaan dari sektor pajak. di Malaysia tidak menyebabkan berkurangnya penerimaan dari sektor pajak.

(22)

10 Tahun 2007 tentang Baitul Mal. Dan di Aceh juga zakat merupakan salah 10 Tahun 2007 tentang Baitul Mal. Dan di Aceh juga zakat merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh dan PAD Kabupaten/Kota. satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh dan PAD Kabupaten/Kota. Dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat yang berlaku secara nasional, disebutkan pembayaran zakat hanya dapat Zakat yang berlaku secara nasional, disebutkan pembayaran zakat hanya dapat mengurangi jumlah penghasilan kena pajak (

mengurangi jumlah penghasilan kena pajak (taxes deductabletaxes deductable) yang) yang pelaksanaannya diatur dengan Keputusan Dirjen Pajak Nomor pelaksanaannya diatur dengan Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-163/PJ/2003, sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 163/PJ/2003, sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh, pembayaran pajak dapat mengurangi pajak Tentang Pemerintahan Aceh, pembayaran pajak dapat mengurangi pajak penghasilan terhutang (

penghasilan terhutang (taxes credit taxes credit ).).

Adanya ketentuan yang dimuat dalam Pasal 192 Undang-Undang Adanya ketentuan yang dimuat dalam Pasal 192 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 yang menyatakan zakat sebagai faktor pengurang Nomor 11 Tahun 2006 yang menyatakan zakat sebagai faktor pengurang terhadap jumlah pajak penghasilan terhutang, dan hanya berlaku di Aceh, terhadap jumlah pajak penghasilan terhutang, dan hanya berlaku di Aceh, adalah merupakan suatu kemajuan yang luar biasa bagi umat Islam di Aceh. adalah merupakan suatu kemajuan yang luar biasa bagi umat Islam di Aceh. Ketentuan tersebut sudah diperjuangkan oleh beberapa organisasi Islam secara Ketentuan tersebut sudah diperjuangkan oleh beberapa organisasi Islam secara

(23)

Perbedaan penelitian ini dengan Abdul Basir adalah Abdul Basir hanya Perbedaan penelitian ini dengan Abdul Basir adalah Abdul Basir hanya mengkaji dari sisi undang-undang saja. Sedangkan peneliti menggunakan mengkaji dari sisi undang-undang saja. Sedangkan peneliti menggunakan studi kasus untuk menjelaskan perbedaan mengenai kedua perlakuan zakat studi kasus untuk menjelaskan perbedaan mengenai kedua perlakuan zakat tersebut. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk membuat penelitian tentang tersebut. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk membuat penelitian tentang perbedaan dua perlakuan zakat

perbedaan dua perlakuan zakat dengan menggunakan analisis studi kasus.dengan menggunakan analisis studi kasus. Dengan melihat kenyataan diatas dan besarnya potensi dana zakat di Dengan melihat kenyataan diatas dan besarnya potensi dana zakat di Indonesia serta fakta yang terjadi di Malaysia mengenai peningkatan Indonesia serta fakta yang terjadi di Malaysia mengenai peningkatan penerimaan pajak dan zakat setelah diterapkannya kebijakan zakat sebagai penerimaan pajak dan zakat setelah diterapkannya kebijakan zakat sebagai kredit pajak, maka penelitian ini membahas masalah tersebut dengan judul kredit pajak, maka penelitian ini membahas masalah tersebut dengan judul Analisis Komparatif Antara Perlakuan Zakat Sebagai Pengurang Analisis Komparatif Antara Perlakuan Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak Dengan Perlakuan Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak Dengan Perlakuan Zakat Sebagai Pengurang Langsung Pajak Penghasilan.

Langsung Pajak Penghasilan.

B.

(24)

C.

C. Tujuan dan Manfaat PenelitianTujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan

1. Tujuan

Untuk menganalisis perbedaan antara perlakuan zakat sebagai Untuk menganalisis perbedaan antara perlakuan zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak dengan perlakuan zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak dengan perlakuan zakat sebagai pengurang langsung pajak penghasilan.

pengurang langsung pajak penghasilan. 2. Manfaat

2. Manfaat a.

a. MasyarakatMasyarakat

Memberikan gambaran dan pemahaman kepada wajib pajak orang Memberikan gambaran dan pemahaman kepada wajib pajak orang pribadi yang sekaligus sebagai

pribadi yang sekaligus sebagai muzakkimuzakki  mengenai perlakuan zakat  mengenai perlakuan zakat dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999

dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 Tentang PengelolaanTentang Pengelolaan Zakat dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Zakat dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan yang berlaku pada saat ini

Penghasilan yang berlaku pada saat ini b.

b. PemerintahPemerintah

Memberikan saran kepada pemerintah atas pelaksanaan ketentuan Memberikan saran kepada pemerintah atas pelaksanaan ketentuan

(25)

d.

d. PenelitiPeneliti

Menambah wawasan penulis baik dalam hal perpajakan maupun Menambah wawasan penulis baik dalam hal perpajakan maupun zakat, yang dalam hal ini keduanya merupakan sumber dana yang zakat, yang dalam hal ini keduanya merupakan sumber dana yang sama-sama dihimpun dari masyarakat yang bertujuan untuk sama-sama dihimpun dari masyarakat yang bertujuan untuk kemaslahatan yaitu kesejahteraan masyarakat.

(26)

BAB II BAB II

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA

A.

A. Teori dan Teori dan Konsep ZaKonsep Zakatkat

Zakat merupakan rukun Islam ketiga setelah syahadat dan shalat, begitu Zakat merupakan rukun Islam ketiga setelah syahadat dan shalat, begitu pentingnya zakat sebab itu Allah SWT dalam Al Qur’an menyebut kata zakat pentingnya zakat sebab itu Allah SWT dalam Al Qur’an menyebut kata zakat sebanyak 30 kali dan 27 diantaranya beriringan dengan kata shalat. Zakat sebanyak 30 kali dan 27 diantaranya beriringan dengan kata shalat. Zakat mempunyai kedudukan yang sangat penting baik dalam konteks manusia mempunyai kedudukan yang sangat penting baik dalam konteks manusia dengan Allah, dengan dirinya, dengan masyarakat, dan dengan hartanya. dengan Allah, dengan dirinya, dengan masyarakat, dan dengan hartanya. Dalam hubungan manusia dengan Allah, zakat adalah salah satu sarana Dalam hubungan manusia dengan Allah, zakat adalah salah satu sarana beribadah kepada Allah, yang berfungsi untuk mendekatkan diri kepada-Nya. beribadah kepada Allah, yang berfungsi untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Rasulullah menjelaskan bahwa, ”Sesungguhnya Allah menolong hamba-Nya Rasulullah menjelaskan bahwa, ”Sesungguhnya Allah menolong hamba-Nya manakala hamba itu suka menolong saudaranya.” Kepatuhan membayar zakat manakala hamba itu suka menolong saudaranya.” Kepatuhan membayar zakat

(27)

dan sifat kikir. Di sisi lain, zakat melatih diri untuk selalu bersyukur atas dan sifat kikir. Di sisi lain, zakat melatih diri untuk selalu bersyukur atas permberian Allah.

permberian Allah.

Zakat juga merupakan sarana ibadah a

Zakat juga merupakan sarana ibadah amaliyah yang mempunyai dimensimaliyah yang mempunyai dimensi serta fungsi sosial ekonomi atas pemerataan karunia Allah SWT dan juga serta fungsi sosial ekonomi atas pemerataan karunia Allah SWT dan juga merupakan perwujudan solidaritas sosial, pernyataan rasa kemanusiaan dan merupakan perwujudan solidaritas sosial, pernyataan rasa kemanusiaan dan keadilan, pembuktian persaudaraan Islam, pengikat persatuan umat dan keadilan, pembuktian persaudaraan Islam, pengikat persatuan umat dan bangsa, sebagai pengikat bathin antara golongan kaya de

bangsa, sebagai pengikat bathin antara golongan kaya de ngan yang miskin danngan yang miskin dan sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan kuat dengan sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan kuat dengan yang lemah.

yang lemah.

Selain itu, zakat adalah media untuk menumbuhkan kesadaran di dalam Selain itu, zakat adalah media untuk menumbuhkan kesadaran di dalam diri manusia bahwa harta benda yang mereka miliki bukanlah hak penuh diri manusia bahwa harta benda yang mereka miliki bukanlah hak penuh mereka. Tetapi merupakan amanah Allah yang dititipkan kepada manusia mereka. Tetapi merupakan amanah Allah yang dititipkan kepada manusia untuk mengelolanya, untuk mengambil manfaatnya dan dipergunakan sesuai untuk mengelolanya, untuk mengambil manfaatnya dan dipergunakan sesuai dengan ketentuan Allah pemilik

(28)

Taubah Ayat 103 yang artinya, ”Pungutlah zakat dari kekayaan mereka, Taubah Ayat 103 yang artinya, ”Pungutlah zakat dari kekayaan mereka, engkau bersihkan dan sucikan mereka dengannya.” Terdapat delapan engkau bersihkan dan sucikan mereka dengannya.” Terdapat delapan golongan orang-orang yang berhak menerima zakat, yaitu: orang-orang golongan orang-orang yang berhak menerima zakat, yaitu: orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya fakir, orang-orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya ((muallaf muallaf ), hamba sahaya (), hamba sahaya (riqabriqab), orang yang berhutang (), orang yang berhutang (gharimingharimin),), orang yang berperang dijalan Allah (

orang yang berperang dijalan Allah (sabilillahsabilillah), dan orang yang sedang), dan orang yang sedang dalam perjalanan (

dalam perjalanan (ibnu sabilibnu sabil).).

Zakat menurut etimologi berarti, berkat, bersih, berkembang dan Zakat menurut etimologi berarti, berkat, bersih, berkembang dan baik. Dinamakan zakat karena dapat mengembangkan dan menjauhkan baik. Dinamakan zakat karena dapat mengembangkan dan menjauhkan harta yang telah diambil zakatnya dari bahaya. Zakat menurut harta yang telah diambil zakatnya dari bahaya. Zakat menurut terminologi berarti, sejumlah harta tertentu yang diwajibkan oleh Allah terminologi berarti, sejumlah harta tertentu yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk diberikan kepada para

SWT untuk diberikan kepada para mustahik mustahik  yang disebutkan dalam Al yang disebutkan dalam Al Qur’an. Atau bisa juga berarti sejumlah tertentu dari harta tertentu yang Qur’an. Atau bisa juga berarti sejumlah tertentu dari harta tertentu yang diberikan untuk orang tertentu. Lafal zakat dapat juga berarti sejumlah diberikan untuk orang tertentu. Lafal zakat dapat juga berarti sejumlah

(29)

lebih tumbuh dan berkembang, serta menumbuhkan mental lebih tumbuh dan berkembang, serta menumbuhkan mental kemanusiaan dan keagamaan pemiliknya (

kemanusiaan dan keagamaan pemiliknya (muzakkimuzakki) dan si) dan si penerimanya (

penerimanya (mustahik mustahik ).). b.

b. Baik, artinya menunjukkan bahwa harta yang dikenai zakat adalahBaik, artinya menunjukkan bahwa harta yang dikenai zakat adalah benda yang baik mutunya. Dan jika itu telah dizakati kebaikkan benda yang baik mutunya. Dan jika itu telah dizakati kebaikkan mutunya akan lebih meningkat, serta akan meningkatkan kualitas mutunya akan lebih meningkat, serta akan meningkatkan kualitas muzakki

muzakki dan dan mustahik mustahik -nya.-nya. c.

c. Berkah, artinya menunjukkan bahwa benda yang dikenai zakatBerkah, artinya menunjukkan bahwa benda yang dikenai zakat adalah benda yang mengandung berkah (potensial). Potensial bagi adalah benda yang mengandung berkah (potensial). Potensial bagi perekonomian, dan membawa berkah bagi setiap orang yang perekonomian, dan membawa berkah bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya jika benda tersebut telah

terlibat di dalamnya jika benda tersebut telah dibayarkan zakatnya.dibayarkan zakatnya. d.

d. Suci, artinya bahwa benda yang dikenai zakat adalah benda suci.Suci, artinya bahwa benda yang dikenai zakat adalah benda suci. Suci dari usaha yang haram. Dan jika telah dizakati, ia dapat Suci dari usaha yang haram. Dan jika telah dizakati, ia dapat mensucikan mental

(30)

pemeluk Agama Islam tidak membayar zakat berarti dia berbuat dosa pemeluk Agama Islam tidak membayar zakat berarti dia berbuat dosa dan diancam hukuman neraka (Q.S.

dan diancam hukuman neraka (Q.S. At Taubah: 34-35).At Taubah: 34-35). 2.

2. Faedah dan Syarat ZakatFaedah dan Syarat Zakat

Faedah zakat dibagi menjadi tiga bagian (Wikipedia, 2009) yaitu Faedah zakat dibagi menjadi tiga bagian (Wikipedia, 2009) yaitu Faedah Diniyah, Faedah Khuluqiyah, dan Faedah Ijtimaiyyah

Faedah Diniyah, Faedah Khuluqiyah, dan Faedah Ijtimaiyyah. Adapun. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

penjelasannya sebagai berikut: a.

a. FaedahFaedah Diniyah Diniyah (segi agama) (segi agama) 1)

1) Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dariDengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari Rukun Islam yang mengantarkan seorang hamba kepada Rukun Islam yang mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.

kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. 2)

2) Merupakan sarana bagi hamba untukMerupakan sarana bagi hamba untuk taqarrubtaqarrub (mendekatkan (mendekatkan diri) kepada

diri) kepada  Rabb Rabb-nya, akan menambah keimanan karena-nya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan. keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan. 3)

(31)

2)

2) Pembayar zakat biasanya identik dengan sifatPembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmahrahmah (belas (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya.

kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya. 3)

3) Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yangMerupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan ji

muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan ji wa. Sebabwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat

dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.pengorbanannya. 4)

4) Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak.Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak. c.

c. FaedahFaedah Ijtimaiyyah Ijtimaiyyah (segi sosial kemasyarakatan)(segi sosial kemasyarakatan) 1)

1) Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhiZakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di

mayoritas sebagian besar negara di dunia.dunia. 2)

2) Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum muslimin danMemberikan dukungan kekuatan bagi kaum muslimin dan mengangkat eksistensi mereka. Ini bisa dilihat dalam mengangkat eksistensi mereka. Ini bisa dilihat dalam

(32)

kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si

antara si kaya dan si miskin.miskin. 4)

4) Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya danZakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan

yang jelas berkahnya akan melimpah.melimpah. 5)

5) Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta bendaMembayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat.

mengambil manfaat.

Islam selalu menetapkan standar umum pada setiap Islam selalu menetapkan standar umum pada setiap kewajiban yang dibebankan kepada umatnya, termasuk penetapan kewajiban yang dibebankan kepada umatnya, termasuk penetapan harta yang menjadi sumber atau obyek zakat. Persyaratan harta harta yang menjadi sumber atau obyek zakat. Persyaratan harta yang menjadi sumber atau obyek zakat (Hafidhuddin, 2002) yang menjadi sumber atau obyek zakat (Hafidhuddin, 2002) adalah:

adalah: (a)

(33)

Yusuf al Qardhawi (1998) pengertian berkembang ada Yusuf al Qardhawi (1998) pengertian berkembang ada dua macam, yaitu secara konkret dan tidak konkret. dua macam, yaitu secara konkret dan tidak konkret. Yang konkret dengan cara dikembangbiakkan, Yang konkret dengan cara dikembangbiakkan, diusahakan, diperdagangkan dan yang sejenis diusahakan, diperdagangkan dan yang sejenis dengannya. Sedangkan yang tidak konkret maksudnya dengannya. Sedangkan yang tidak konkret maksudnya harta tersebut berpotensi untuk berkembang, baik harta tersebut berpotensi untuk berkembang, baik berada ditangannya maupun di tangan orang lain atas berada ditangannya maupun di tangan orang lain atas namanya. Syarat ini sesungguhnya mendorong setiap namanya. Syarat ini sesungguhnya mendorong setiap muslim untuk memproduktifkan harta yang dimilikinya. muslim untuk memproduktifkan harta yang dimilikinya. Harta yang diproduktifkan akan selalu berkembang dari Harta yang diproduktifkan akan selalu berkembang dari waktu ke waktu dan ini sesuai dengan makna zakat waktu ke waktu dan ini sesuai dengan makna zakat  Al Al  Naama

 Naama yang berarti berkembang yang berarti berkembang dan bertambahdan bertambah.. (c)

(c) Milik penuh, Milik penuh, yaitu harta yaitu harta tersebut btersebut berada di erada di bawahbawah kontrol dan dalam kekuasaan pemiliknya. Atau menurut kontrol dan dalam kekuasaan pemiliknya. Atau menurut

(34)

tanaman yang tumbuh di bumi wajib dikeluarkan tanaman yang tumbuh di bumi wajib dikeluarkan zakatnya, jadi tidak ada nishab. Namun menurut Didin zakatnya, jadi tidak ada nishab. Namun menurut Didin Hafidhuddin, nisab merupakan keniscayaan sekaligus Hafidhuddin, nisab merupakan keniscayaan sekaligus merupakan kemaslahatan, sebab zakat itu diambil dari merupakan kemaslahatan, sebab zakat itu diambil dari orang yang kaya (mampu) dan diberikan kepada orang yang kaya (mampu) dan diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu. Indikator kemampuan harus orang yang tidak mampu. Indikator kemampuan harus  jelas,

 jelas, dan dan nisablah nisablah merupakan merupakan indikatorindikator kemampuannya. Jika kurang dari nisab, Islam kemampuannya. Jika kurang dari nisab, Islam memberikan pintu untuk mengeluarkan sebagian dari memberikan pintu untuk mengeluarkan sebagian dari penghasilan yaitu infak dan

penghasilan yaitu infak dan sedekah.sedekah. (e)

(e) Sumber-sumber Sumber-sumber zakat tertentu zakat tertentu seperti perseperti perdagangan,dagangan, peternakan, emas dan perak harus sudah berada atau peternakan, emas dan perak harus sudah berada atau dimiliki atau diusahakan dalam tenggang waktu satu dimiliki atau diusahakan dalam tenggang waktu satu tahun. Persyaratan ini yang disebut persyaratan

(35)

sebagian ulama berpendapat bahwa amatlah sulit untuk sebagian ulama berpendapat bahwa amatlah sulit untuk menentukan atau mengukur seseorang itu telah menentukan atau mengukur seseorang itu telah terpenuhi kebutuhan pokoknya atau belum. Dan terpenuhi kebutuhan pokoknya atau belum. Dan kebutuhan pokok setiap orang berbeda-beda. Karena itu kebutuhan pokok setiap orang berbeda-beda. Karena itu menurut mereka (al Qardawi) syarat nishab dan menurut mereka (al Qardawi) syarat nishab dan  An An  Namaa

 Namaa sudahlah cukup.sudahlah cukup. 3.

3. Macam-macam Macam-macam ZakatZakat a.

a. Emas, perak dan uangEmas, perak dan uang

Dalil atas diwajibkannya zakat terhadap emas dan perak Dalil atas diwajibkannya zakat terhadap emas dan perak adalah sebagai berikut,

adalah sebagai berikut, “Dan orang-orang yang membendaharakan“Dan orang-orang yang membendaharakan emas dan perak dan mereka tidak membelanjakannya di jalan emas dan perak dan mereka tidak membelanjakannya di jalan Allah, maka kabarkanlah kepada mereka bahwa mereka akan Allah, maka kabarkanlah kepada mereka bahwa mereka akan menderita azab yang pedih.” (Q.S. At Taubah: 34)

menderita azab yang pedih.” (Q.S. At Taubah: 34)

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah r.a. bahwa Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah r.a. bahwa

(36)

Berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud, nisab zakat emas Berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud, nisab zakat emas adalah 20

adalah 20 misqalmisqal atau 20 atau 20 dinar dinar , sedangkan nisab perak adalah 200, sedangkan nisab perak adalah 200 dirham

dirham. Banyak perbedaan pendapat tentang 20. Banyak perbedaan pendapat tentang 20 misqamisqal tersebutl tersebut setara dengan berapa gram emas, ada ulama yang menyatakan 96 setara dengan berapa gram emas, ada ulama yang menyatakan 96 gram emas, 93, 91, 85 bahkan ada yang 70 gram emas. Menurut gram emas, 93, 91, 85 bahkan ada yang 70 gram emas. Menurut Yusuf al Qardhawi, yang sekarang banyak dianut oleh masyarakat, Yusuf al Qardhawi, yang sekarang banyak dianut oleh masyarakat, 2

200 misqalmisqal  adalah sama dengan 85 gram emas. Dua ratus dirham  adalah sama dengan 85 gram emas. Dua ratus dirham perak sama dengan 595 gram perak.

perak sama dengan 595 gram perak.

Termasuk pembahasan di sekitar zakat emas dan perak adalah Termasuk pembahasan di sekitar zakat emas dan perak adalah zakat perhiasan. Para ulama telah sepakat wajibnya zakat atas zakat perhiasan. Para ulama telah sepakat wajibnya zakat atas perhiasan yang haram dipakai seperti perhiasan yang dipakai perhiasan yang haram dipakai seperti perhiasan yang dipakai laki-laki, atau bejana emas dan perak yang dijadikan tempat makan dan laki, atau bejana emas dan perak yang dijadikan tempat makan dan minum. Sedangkan terhadap perhiasan yang dipakai oleh kaum minum. Sedangkan terhadap perhiasan yang dipakai oleh kaum perempuan, jumhur ulama sepakat akan tidak wajibnya zakat bagi perempuan, jumhur ulama sepakat akan tidak wajibnya zakat bagi

(37)

zakat harus dikeluarkan dari setiap harta yang dimiliki. Untuk zakat harus dikeluarkan dari setiap harta yang dimiliki. Untuk kondisi saat ini,

kondisi saat ini, dimana barang-barang perhiasan bernilai ekonomisdimana barang-barang perhiasan bernilai ekonomis yang tinggi, yang nilainya sangat mahal dan seringkali melebihi yang tinggi, yang nilainya sangat mahal dan seringkali melebihi nisab emas, sudah selayaknya pendapat terakhir ini harus nisab emas, sudah selayaknya pendapat terakhir ini harus diperhatikan.

diperhatikan.

Hal lain yang berdekatan dengan zakat emas dan perak Hal lain yang berdekatan dengan zakat emas dan perak adalah zakat uang. Nisab dan kadar zakat uang sama atau setara adalah zakat uang. Nisab dan kadar zakat uang sama atau setara dengan nisab emas yaitu 85 gram emas dan kadarnya 2,5%.

dengan nisab emas yaitu 85 gram emas dan kadarnya 2,5%. b.

b. Zakat Hasil PertanianZakat Hasil Pertanian

Para ulama sepakat tentang kewajiban zakat hasil pertanian, Para ulama sepakat tentang kewajiban zakat hasil pertanian, sesuai dengan perintah Allah pada Al Qur’an surat Al Baqarah ayat sesuai dengan perintah Allah pada Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 267 dan surat Al An’am ayat

267 dan surat Al An’am ayat 141:141:

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian Allah) sebagian hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu…” dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu…”

(38)

tanaman yang wajib dikeluarkan zakatnya (M. Ali Hasan, 2000: 6) tanaman yang wajib dikeluarkan zakatnya (M. Ali Hasan, 2000: 6) antara lain yaitu:

antara lain yaitu: 1)

1) Al Al Hasan Hasan al al Bashri, Bashri, al-Tsauri al-Tsauri dan dan as-Sya’bi as-Sya’bi berpendapatberpendapat hanya empat macam jenis tanaman yang wajib dizakati yaitu hanya empat macam jenis tanaman yang wajib dizakati yaitu biji gandum, padi, kurma dan anggur. Syaukani juga biji gandum, padi, kurma dan anggur. Syaukani juga berpendapat demikian. Alasan kelompok ini adalah karena berpendapat demikian. Alasan kelompok ini adalah karena hanya itulah yang disebutkan dalam

hanya itulah yang disebutkan dalam nashnash (Al Hadis). (Al Hadis). 2)

2) Abu Abu Hanifah Hanifah berpendapat berpendapat bahwa bahwa semua semua tanaman tanaman yangyang diusahakan (produksi) oleh manusia dikenakan zakat kecuali diusahakan (produksi) oleh manusia dikenakan zakat kecuali pohon-pohonan yang tidak berbuah.

pohon-pohonan yang tidak berbuah. 3)

3) Abu Abu Yusuf Yusuf dan dan Muhammad Muhammad (keduanya (keduanya murid murid Abu Abu Hanifah)Hanifah) berpendapat bahwa semua tanaman yang bisa bertahan berpendapat bahwa semua tanaman yang bisa bertahan selama satu tahun (tanpa bahan pengawet) dikenakan zakat. selama satu tahun (tanpa bahan pengawet) dikenakan zakat. 4)

(39)

7)

7) Mahmud Mahmud Syaltut, Syaltut, berpendapat berpendapat bahwa bahwa semua semua hasil hasil tanamantanaman dan buah-buahan yang dihasilkan oleh manusia dikenakan dan buah-buahan yang dihasilkan oleh manusia dikenakan zakat.

zakat.

Syarat-syarat zakat pertanian adalah sebagai berikut: Syarat-syarat zakat pertanian adalah sebagai berikut: (a)

(a) Berupa tanaman atau buah-buahan yang dapatBerupa tanaman atau buah-buahan yang dapat berkembang, sebab zakat adalah bagian dari barang berkembang, sebab zakat adalah bagian dari barang tersebut atau bagian dari jenisnya tanpa melihat tersebut atau bagian dari jenisnya tanpa melihat kepemilikan tanahnya.

kepemilikan tanahnya. (b)

(b) Nisabnya 5Nisabnya 5 ausaqausaq berdasarkan hadist Nabi: ”Harta yang berdasarkan hadist Nabi: ”Harta yang kurang dari 5 ausaq tidak wajib zakat.” Sedangkan kurang dari 5 ausaq tidak wajib zakat.” Sedangkan kadar zakat, menurut ketentuannya tanaman yang kadar zakat, menurut ketentuannya tanaman yang bergantung kepada tadah hujan, maka kadar zakatnya bergantung kepada tadah hujan, maka kadar zakatnya sebanyak 10%, sedangkan tanaman yang sebanyak 10%, sedangkan tanaman yang mempergunakan alat-alat yang memerlukan biaya mempergunakan alat-alat yang memerlukan biaya

(40)

Hal yang senada

Hal yang senada diungkapkan oleh Sabiq (Abdurrahman Al-jaziiri)diungkapkan oleh Sabiq (Abdurrahman Al-jaziiri) bahwa tidak ada kewajiban zakat selain hewan ternak yang tiga bahwa tidak ada kewajiban zakat selain hewan ternak yang tiga tersebut. Sedangkan kuda, keledai, dan himar tidak wajib zakat tersebut. Sedangkan kuda, keledai, dan himar tidak wajib zakat atasnya kecuali jika diperdagangkan. Dalam

atasnya kecuali jika diperdagangkan. Dalam al-Mausu’ah al-Mausu’ah al-Fiqiyyah

Fiqiyyah dikemukakan bahwa dalam hal ternak kuda, sebagiandikemukakan bahwa dalam hal ternak kuda, sebagian ulama mewajibkannya, sebagian lagi

ulama mewajibkannya, sebagian lagi menyatakan tidak. Sedangkanmenyatakan tidak. Sedangkan keledai, himar dan binatang lainnya, tidaklah dikenakan kewajiban keledai, himar dan binatang lainnya, tidaklah dikenakan kewajiban zakat kecuali jika diperjualbelikan. Yusuf al Qaradhawi membahas zakat kecuali jika diperjualbelikan. Yusuf al Qaradhawi membahas zakat sapi, mengutip pendapat

zakat sapi, mengutip pendapat Ibnu Mundzir yang menganologikanIbnu Mundzir yang menganologikan kerbau pada sapi. Bahkan, ia menyatakan bahwa kedua jenis kerbau pada sapi. Bahkan, ia menyatakan bahwa kedua jenis binatang ini wajib

binatang ini wajib dikeluarkan zakatnya berdasarkandikeluarkan zakatnya berdasarkan ijmaijma ulama.ulama. Karena itu, apabila diperhatikan dali-dalil dalam Al Qur’an Karena itu, apabila diperhatikan dali-dalil dalam Al Qur’an dan Hadis serta pendapat para ulama dapatlah disimpulkan bahwa, dan Hadis serta pendapat para ulama dapatlah disimpulkan bahwa, hewan ternak selain tiga jenis tersebut di atas yang kini dalam hewan ternak selain tiga jenis tersebut di atas yang kini dalam

(41)

 jumlahnya

 jumlahnya melebihi melebihi 121 121 ekor ekor maka maka kadar kadar zakatnya zakatnya 3 3 ekor ekor anakanak unta betina berumur 2 tahun atau lebih. Sedangkan sapi atau unta betina berumur 2 tahun atau lebih. Sedangkan sapi atau kerbau, nisabnya mulai 30 sampai 39 ekor yang kadar zakatnya 1 kerbau, nisabnya mulai 30 sampai 39 ekor yang kadar zakatnya 1 ekor sapi atau kerbau berumur 1 tahun. Untuk kambing, nisabnya ekor sapi atau kerbau berumur 1 tahun. Untuk kambing, nisabnya mulai 40 ekor, dan kadar zakatnya untuk jumlah 40 sampai 120 mulai 40 ekor, dan kadar zakatnya untuk jumlah 40 sampai 120 ekor adalah 1 ekor anak kambing berumur 1 tahun.

ekor adalah 1 ekor anak kambing berumur 1 tahun.

Hewan-hewan yang diperselisihkan oleh fuqaha berkenaan Hewan-hewan yang diperselisihkan oleh fuqaha berkenaan dengan macamnya dan ada pula sifatnya. Yang diperselisihkan dengan macamnya dan ada pula sifatnya. Yang diperselisihkan macamnya adalah kuda, dimana jumhur ulama menyatakan kuda macamnya adalah kuda, dimana jumhur ulama menyatakan kuda tidak wajib dizakati. Mengenai sifat hewan yang diperselisihkan tidak wajib dizakati. Mengenai sifat hewan yang diperselisihkan ialah antara yang digembalakan dan tidak digembalakan. Zakat ialah antara yang digembalakan dan tidak digembalakan. Zakat peternakan ini hanya diperlakukan bagi hewan-hewan yang sengaja peternakan ini hanya diperlakukan bagi hewan-hewan yang sengaja diternakkan, tidak dengan maksud diperjualbelikan. Sedangkan diternakkan, tidak dengan maksud diperjualbelikan. Sedangkan untuk hewan-hewan yang dibudidayakan dengan maksud untuk untuk hewan-hewan yang dibudidayakan dengan maksud untuk

(42)

keuntungan. Kewajiban zakat harta perdagangan ini berdasarkan keuntungan. Kewajiban zakat harta perdagangan ini berdasarkan nash

nash Al Qur’an, Hadis dan Al Qur’an, Hadis dan Ijma Ijma..  Nash

 Nash  Al Qur’an ini bersifat umum, yang berarti zakat atas  Al Qur’an ini bersifat umum, yang berarti zakat atas semua harta yang dikumpulkan dengan cara bekerja yang halal, semua harta yang dikumpulkan dengan cara bekerja yang halal, termasuk jual beli. Sedangkan dasar Hadis diantaranya adalah termasuk jual beli. Sedangkan dasar Hadis diantaranya adalah riwayat dari Abu Dawud dari Samurah bin Jundus, dia berkata: riwayat dari Abu Dawud dari Samurah bin Jundus, dia berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mengeluarkan “Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mengeluarkan sadaqah dan zakat dari apa yang kita j

sadaqah dan zakat dari apa yang kita jual.”ual.”

Syarat umum dari zakat harta perdagangan adalah adanya Syarat umum dari zakat harta perdagangan adalah adanya nisab, sudah satu tahun, dan bebas dari hutang, termasuk nisab, sudah satu tahun, dan bebas dari hutang, termasuk kebutuhan pokok. Sedangkan syarat praktisnya adalah adanya niat kebutuhan pokok. Sedangkan syarat praktisnya adalah adanya niat memperdagangkan harta dagangan, dan niat untuk memperoleh memperdagangkan harta dagangan, dan niat untuk memperoleh penghasilan. Menurut Mahzhab Syafi’i,

penghasilan. Menurut Mahzhab Syafi’i, syarat barang perdagangansyarat barang perdagangan pertama

(43)

1)

1) Harta Harta dagangan dagangan hendaknya hendaknya dihitung dihitung dengan dengan harga harga barang barang didi pasar ketika sampai waktu wajib zakat.

pasar ketika sampai waktu wajib zakat. 2)

2) Harga Harga barang barang tersebut tersebut dihitung dihitung dengan dengan harga harga yang yang hakikihakiki terhadap nilai barang dagangan, pendapat ini berdasar riwayat terhadap nilai barang dagangan, pendapat ini berdasar riwayat dari Ibnu Abbas. Sedangkan pendapat

dari Ibnu Abbas. Sedangkan pendapat ketigaketiga  adalah orang  adalah orang harus membayar zakat dengan harga yang dia beli dengan harus membayar zakat dengan harga yang dia beli dengan nilai

nilai harta harta dagangan dagangan (al Q(al Qardawi). ardawi). Nisab Nisab zakat zakat hartaharta perdagangan adalah senilai dengan 20

perdagangan adalah senilai dengan 20 misqalmisqal  emas, dengan  emas, dengan kadar zakat 2,5%.

kadar zakat 2,5%. e.

e. Zakat Zakat Barang Barang Temuan Temuan dan dan Hasil Hasil TambangTambang

Meskipun para ulama telah sepakat tentang wajibnya zakat Meskipun para ulama telah sepakat tentang wajibnya zakat pada barang tambang dan barang temuan, tetapi mereka berbeda pada barang tambang dan barang temuan, tetapi mereka berbeda pendapat tentang makna barang tambang (

pendapat tentang makna barang tambang (ma’dinma’din), barang temuan), barang temuan ((rikazrikaz), atau harta simpanan (), atau harta simpanan (kanzkanz), jenis-jenis barang tambang), jenis-jenis barang tambang

(44)

 Ma’din

 Ma’din adalah segala sesuatu yang diciptakan Allah dalamadalah segala sesuatu yang diciptakan Allah dalam perut bumi, baik padat maupun cair seperti emas, perak, tembaga, perut bumi, baik padat maupun cair seperti emas, perak, tembaga, minyak, gas, besi sulfur dan lainnya. Besar zakat yang harus minyak, gas, besi sulfur dan lainnya. Besar zakat yang harus dikeluarkannya sama dengan

dikeluarkannya sama dengan rikazrikaz yaitu seperlima. Namunyaitu seperlima. Namun mengenai nisabnya ada perbedaan pendapat di kalangan para mengenai nisabnya ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama.

ulama.

Pendapat yang lebih kuat dan

Pendapat yang lebih kuat dan didukung oleh Yusuf Qardhawididukung oleh Yusuf Qardhawi adalah bahwa

adalah bahwa rikazrikaz tetap harus memenuhi persyaratan nisab, baik tetap harus memenuhi persyaratan nisab, baik yang dimiliki oleh individu maupun negara. Demikian juga hasil yang dimiliki oleh individu maupun negara. Demikian juga hasil yang dikeluarkan dari laut seperti mutiara, marjan, dan barang yang dikeluarkan dari laut seperti mutiara, marjan, dan barang berharga lainnya, nisabnya dianalogikan dengan zakat

berharga lainnya, nisabnya dianalogikan dengan zakat pertanian.pertanian. Kategori yang kedua adalah zakat berdasarkan modal dan Kategori yang kedua adalah zakat berdasarkan modal dan hasil yang didapat dari modal tersebut. Untuk zakat ini mengikuti hasil yang didapat dari modal tersebut. Untuk zakat ini mengikuti persyaratan

(45)

Menurut al Qardawi, masalah gaji, upah kerja, penghasilan Menurut al Qardawi, masalah gaji, upah kerja, penghasilan wiraswasta termasuk kategori

wiraswasta termasuk kategori mal mustafad mal mustafad , yaitu harta pendapatan baru, yaitu harta pendapatan baru yang bukan harta yang sudah dipungut zakatnya.

yang bukan harta yang sudah dipungut zakatnya.  Mal  Mal mustafadmustafad mencakup segala macam pendapatan, akan tetapi yang bukan mencakup segala macam pendapatan, akan tetapi yang bukan pendapatan yang diperoleh dari penghasilan harta yang sudah dikenakan pendapatan yang diperoleh dari penghasilan harta yang sudah dikenakan zakat, gaji, honor dan uang jasa itu bukan hasil dari harta benda yang zakat, gaji, honor dan uang jasa itu bukan hasil dari harta benda yang berkembang (harta yang dikenakan zakat), bukan hasil dari modal atau berkembang (harta yang dikenakan zakat), bukan hasil dari modal atau harta kekayaan yang produktif, akan tetapi diperoleh dengan sebab lain. harta kekayaan yang produktif, akan tetapi diperoleh dengan sebab lain. Demikian juga penghasilan seorang dokter, pengacara, seniman dan lain Demikian juga penghasilan seorang dokter, pengacara, seniman dan lain sebagainya mencakup dalam pengertian

sebagainya mencakup dalam pengertian mal mustafad mal mustafad   yang wajib  yang wajib dikenakan zakat dan tidak disyaratkan sampai satu tahun, akan tetapi dikenakan zakat dan tidak disyaratkan sampai satu tahun, akan tetapi dizakati pada waktu menerima pendapatan tersebut. Ukuran nisabnya dizakati pada waktu menerima pendapatan tersebut. Ukuran nisabnya adalah 85 gram emas murni dan kadar zakatnya adalah 2,5% dengan adalah 85 gram emas murni dan kadar zakatnya adalah 2,5% dengan waktu zakat setiap mendapat penghasilan. Kadar zakat menurut BAZIS waktu zakat setiap mendapat penghasilan. Kadar zakat menurut BAZIS

(46)

c.

c. Mengikuti Mengikuti amalan amalan Ibnu Ibnu Mas’ud Mas’ud dan dan Mu’awiyah Mu’awiyah dan dan Umar Umar binbin Abdul-Aziz dalam memotong gaji para angkatan bersenjata dan Abdul-Aziz dalam memotong gaji para angkatan bersenjata dan para pegawai.

para pegawai. d.

d. Menurut Menurut al al Qardawi, Qardawi, sumber sumber pajak pajak ada ada tiga tiga macam, macam, yaitu yaitu modal,modal, tenaga, dan campuran modal dan tenaga. Pungutan pajak dari tenaga, dan campuran modal dan tenaga. Pungutan pajak dari modal lebih besar daripada yang lain. Pungutan pajak dari modal lebih besar daripada yang lain. Pungutan pajak dari campuran modal dan tenaga lebih besar daripada pungutan pajak campuran modal dan tenaga lebih besar daripada pungutan pajak dari tenaga. Jadi pungutan pajak dari tenaga adalah yang paling dari tenaga. Jadi pungutan pajak dari tenaga adalah yang paling ringan.

ringan.

Mengenai dasar pengenaan zakat (penghasilan kena zakat), Mengenai dasar pengenaan zakat (penghasilan kena zakat), beberapa kalangan berbeda pendapat mengenai hal ini, yaitu:

beberapa kalangan berbeda pendapat mengenai hal ini, yaitu: 1)

1) Secara Secara langsung, langsung, yaitu yaitu zakat zakat dihitung dihitung 2,5% 2,5% dari dari penghasilanpenghasilan bruto secara langsung tanpa dikurangkan dengan biaya bruto secara langsung tanpa dikurangkan dengan biaya kebutuhan hidup yang menjadi tanggungan muzakki . Hal ini kebutuhan hidup yang menjadi tanggungan muzakki . Hal ini

(47)

mereka bertanya kepadamu, apa yang mereka nafkahkan. mereka bertanya kepadamu, apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: yang lebih dari keperluan...”

Katakanlah: yang lebih dari keperluan...”

Namun menurut Yusuf Qardawi, zakat penghasilan sebaiknya Namun menurut Yusuf Qardawi, zakat penghasilan sebaiknya ditunaikan dari jumlah bruto penghasilan yang diterima oleh ditunaikan dari jumlah bruto penghasilan yang diterima oleh muzakki. Hal senada juga di

muzakki. Hal senada juga diungkapkan oleh ketua BAZNAS Didinungkapkan oleh ketua BAZNAS Didin Hafidhuddin (2007).

Hafidhuddin (2007).

B.

B. Teori dan Teori dan Konsep Konsep PajakPajak 1.

1. Pengertian Pengertian PajakPajak

Pengertian pajak menurut P.J.A. Adriani, adalah: Pengertian pajak menurut P.J.A. Adriani, adalah:

”Pajak merupakan iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) ”Pajak merupakan iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terhutang menurut peraturan perundang-undangan tanpa yang terhutang menurut peraturan perundang-undangan tanpa mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk yang mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk yang digunakan untuk membiayai pengeluaran umum sehubungan digunakan untuk membiayai pengeluaran umum sehubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.” dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.” Termuat dalam buku

(48)

“Pajak adalah prestasi yang dipaksakan sepihak oleh dan terutang “Pajak adalah prestasi yang dipaksakan sepihak oleh dan terutang kepada penguasa (menurut norma-norma yang ditetapkan secara kepada penguasa (menurut norma-norma yang ditetapkan secara umum), tanpa adanya kontraprestasi, dan semata-mata digunakan umum), tanpa adanya kontraprestasi, dan semata-mata digunakan untuk menutup pengeluaran-pengeluaran umum.”

untuk menutup pengeluaran-pengeluaran umum.” Dalam buku

Dalam buku  De  De Economische Economische Betekenis Betekenis der der BelastingenBelastingen  (M.J.H.  (M.J.H. Smeets, 1951) mengatakan:

Smeets, 1951) mengatakan:

“Pajak adalah prestasi kepada pemerintah yang terutang melalui “Pajak adalah prestasi kepada pemerintah yang terutang melalui norma-norma umum, dan yang dapat dipaksakan, tanpa ada norma-norma umum, dan yang dapat dipaksakan, tanpa ada kalanya kontraprestasi yang dapat ditunjukkan dalam hal yang kalanya kontraprestasi yang dapat ditunjukkan dalam hal yang individual, maksudnya adalah untuk membiayai pengeluaran individual, maksudnya adalah untuk membiayai pengeluaran pemerintah.”

pemerintah.”

Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1964) dalam disertasinya Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1964) dalam disertasinya yang berjudul

yang berjudul Pajak Berdasarkan Asas Gotong RoyongPajak Berdasarkan Asas Gotong Royong ,,

“Pajak adalah iuran wajib, berupa uang atau barang, yang dipungut “Pajak adalah iuran wajib, berupa uang atau barang, yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum, guna menutup oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum, guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa-jasa kolektif dalam biaya produksi barang-barang dan jasa-jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum.”

mencapai kesejahteraan umum.”

Menurut Rochmat Soemitro dalam bukunya

Menurut Rochmat Soemitro dalam bukunya  Dasar-dasar  Dasar-dasar HukumHukum Pajak dan Pajak

Gambar

Tabel 1.1Tabel 1.1
Tabel 2.1Tabel 2.1
Tabel 2.3Tabel 2.3 Tarif Pajak Pasal 17Tarif Pajak Pasal 17 Lapisan
Tabel 2.4Tabel 2.4
+7

Referensi

Dokumen terkait

penggalangan untuk melakukan pencegahan tindak pidana guna Adapun tugas Asisten Intelijen yaitu :.. mendukung penegakan hukum baik preventif maupun represif di bidang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel komunikasi atasan bawahan, hubungan interpersonal dan kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja

Penggunaan telur dalam pembuatan kue kering hanya dibutuhkan bagian kuningnya saja karena kuning telur membuat kue kering lebih renyah, empuk dan menambah warna pada kue kering,

Adapun tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas 1 SDN 1 Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo, melalui model Round Teble .Penelitian

Dimana hakim dalam menjatuhkan putusan pidana kepada terdakwa didasari oleh pertimbangan yuridis yang didasarkan pada Pasal 185 ayat (7) KUHAP, bahwa keterangan saksi yang

Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola penggunaan antibiotika pada pasien GBS dengan infeksi yang paling banyak digunakan adalah pola antibiotika tunggal sebanyak 19

peringkat ( rating ) yang menjadi modal untuk menarik para pemasang iklan. Bisnis media tidak dibatasi oleh sumber daya dalam menghasilkan produknya,. atau sumber daya bisnis

Selain itu untuk mengurangi limbah radioaktif yang ada di hotcell PTBBN, maka PTBBN bekerja sama dengan PTKMR- BATAN untuk melakukan suatu kegiatan penelitian