BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1. Latar Belakang
Secara geografis wilayah Kepulauan Indonesia terletak pada
Secara geografis wilayah Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuapertemuann tiga lempeng dunia (lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia) tiga lempeng dunia (lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia) dan merupakan daerah patahan aktif, yang menyebabkan ruang wilayah Indonesia dan merupakan daerah patahan aktif, yang menyebabkan ruang wilayah Indonesia merupakan kawasan rawan bencana, khususnya di Pulau Sumatera Sumberdaya merupakan kawasan rawan bencana, khususnya di Pulau Sumatera Sumberdaya ala
alam m di di SumSumateratera a SelSelatanatan, , kebkeberaderadaannaannya ya tidatidak k terterlepalepas s dardarise!ise!araarah h geogeologilogi pembentukannya, tatanan geologi Sumatera Selatan, yang sangat komplek karena pembentukannya, tatanan geologi Sumatera Selatan, yang sangat komplek karena terletak pada pertemuan dua lempeng tektonik sangat memungkinkan terbentuk terletak pada pertemuan dua lempeng tektonik sangat memungkinkan terbentuk terendapkan dan terakumulasikannya keanekaragaman bahan galian baik !enis, terendapkan dan terakumulasikannya keanekaragaman bahan galian baik !enis, kualitas maupun kuantitasnya
kualitas maupun kuantitasnya Kabupat
Kabupaten en "gan "gan Komering Komering #lu #lu merupakmerupakan san salah alah satu satu daerah daerah di di Pro$insiPro$insi Sumatera Selatan yang memiliki potensi sumberdaya mineral dan energi yang Sumatera Selatan yang memiliki potensi sumberdaya mineral dan energi yang cukup besar dan beraneka ragam Kabupaten "gan Komering #lu dengan ibukota cukup besar dan beraneka ragam Kabupaten "gan Komering #lu dengan ibukota %a
%aturtura!a!a a mermerupupakaakan n sasalah lah satsatu u dadaererah ah kakabubupapaten ten yayang ng terterletletak ak di di PrPro$o$insinsii Sumatera Selatan (peta wilayah sebagaimana ditun!ukkan pada lampiran) &uas Sumatera Selatan (peta wilayah sebagaimana ditun!ukkan pada lampiran) &uas wil
wilayaayah Kabuh Kabupatepaten n "ga"gan Komen Komering #ring #lu lebilu lebih kurah kurang 'ng '*+ h*+ hektaektar dengr denganan !umlah pe
!umlah penduduk nduduk -.'/+ -.'/+ !iwa!iwa 1.2. Rumusan Masalah
1.2. Rumusan Masalah a)
a) 00eektonik ktonik apa yapa yang membeang membentuk dntuk daerah aerah telitiantelitian b)
b) %aga%agaimanimana konda kondisi litoisi litologi dalogi daeraerah telitih telitianan c)
c) Satuan Satuan moroflogmoroflogi apa i apa sa!a sa!a yng tyng terbentuk erbentuk didaeradidaerah telith telitianian
1.3 Tu
1.3 Tujuan Dan juan Dan ManaatManaat
Adapun tu!uan dan
Adapun tu!uan dan manfaat yang diharapkan dari penulisan tugas manfaat yang diharapkan dari penulisan tugas ini diantaranyaini diantaranya yaitu
yaitu a)
a) 1en1enentuentukan kan posposisi isi pada pada petpetaa b)
b) 1en1endeskdeskripsripsikan geoikan geomorfmorfologologi daerah telii daerah telitiantian c)
c) 1en1engamagamati lti litolitologi ogi sunsungai gai tekatekanana d)
d) 1e1enenentntukukan an ststririke ke dadan n didip p dadari ri sisingngkakapapan n babatutuan an yyanang g di di dadapapatktkan an didi lapangan
lapangan e)
e) 1en1endeskdeskripsripsikan litikan litologologi daerah tei daerah telitilitianan
BAB II BAB II
!E"L"!I RE!I"NAL #UM#EL !E"L"!I RE!I"NAL #UM#EL
Adapun tu!uan dan
Adapun tu!uan dan manfaat yang diharapkan dari penulisan tugas manfaat yang diharapkan dari penulisan tugas ini diantaranyaini diantaranya yaitu
yaitu a)
a) 1en1enentuentukan kan posposisi isi pada pada petpetaa b)
b) 1en1endeskdeskripsripsikan geoikan geomorfmorfologologi daerah telii daerah telitiantian c)
c) 1en1engamagamati lti litolitologi ogi sunsungai gai tekatekanana d)
d) 1e1enenentntukukan an ststririke ke dadan n didip p dadari ri sisingngkakapapan n babatutuan an yyanang g di di dadapapatktkan an didi lapangan
lapangan e)
e) 1en1endeskdeskripsripsikan litikan litologologi daerah tei daerah telitilitianan
BAB II BAB II
!E"L"!I RE!I"NAL #UM#EL !E"L"!I RE!I"NAL #UM#EL
Pulau Sumatra berada pada daerah busur kepulauan antara lempeng Indo2 Pulau Sumatra berada pada daerah busur kepulauan antara lempeng Indo2 Austral
Australia ia yang yang relatif relatif bergerak bergerak ke ke utara utara dengan dengan lempeng lempeng Asia Asia yang yang relatif relatif be
bergrgeraerak k ke ke araarah h seselatlatan an KeKegiagiatatan n tektektontonik ik inini i membemembentuntuk k elelemeemen2en2elemlemenen seperti palung, busur kepulauan, cekungan depan busur, busur gunungapi, dan seperti palung, busur kepulauan, cekungan depan busur, busur gunungapi, dan cekungan belakang busur
cekungan belakang busur Kegiatan
Kegiatan tektonik tektonik menyebabkan menyebabkan terbentterbentuknya uknya cekungcekungan an sedimen sedimen yangyang berumur 0ersier yang berada di belakang busur gunung api atau sebelah timur berumur 0ersier yang berada di belakang busur gunung api atau sebelah timur Pegunungan %arisan serta termasuk ke dalam cekungan belakang busur Salah Pegunungan %arisan serta termasuk ke dalam cekungan belakang busur Salah satu
satu cekcekungaungan n terstersebuebut t adaadalah lah 3ek3ekungungan an SumaSumatera tera SelSelatanatan, , temptempatat terendapkannya batuan sedimen pembawa batubara berumur 0ersier Akhir, yaitu terendapkannya batuan sedimen pembawa batubara berumur 0ersier Akhir, yaitu 4ormasi 1uara Enim
4ormasi 1uara Enim
Pada akhir 0ersier sampai Kuarter, aktifitas tektonik terus berlan!ut dan Pada akhir 0ersier sampai Kuarter, aktifitas tektonik terus berlan!ut dan menyebabkan batuan sedimen yang ada di P Sumatera terangkat, tersesarkan menyebabkan batuan sedimen yang ada di P Sumatera terangkat, tersesarkan dan terlipat Pada kala ini terbentuk Antiklinorium 1uara Enim
dan terlipat Pada kala ini terbentuk Antiklinorium 1uara Enim
%eberapa penyelidikan telah dilakukan oleh para ahli baik regional maupun lokal %eberapa penyelidikan telah dilakukan oleh para ahli baik regional maupun lokal yaitu 5
yaitu 5
6
6 Penyelidikan stratigrafi regional 3ekungan Sumatera Selatan, al 5 0obler Penyelidikan stratigrafi regional 3ekungan Sumatera Selatan, al 5 0obler (-+), 7artman (-.), 8e 3oster (-*/), Koesoemadinata (-*.) dan P0 (-+), 7artman (-.), 8e 3oster (-*/), Koesoemadinata (-*.) dan P0 Shell 1in!bouw (-*.), Pulunggono (--)
Shell 1in!bouw (-*.), Pulunggono (--) 6
6 Penyelidikan lokal, yaitu pemetaan geologi skala 5 ++++ dan pemboranPenyelidikan lokal, yaitu pemetaan geologi skala 5 ++++ dan pemboran e9plorasi al 5 P0
e9plorasi al 5 P0 Shell 1in!bouw (-*.), KinhilShell 1in!bouw (-*.), Kinhill2"tto :old (-.*), P0%Al2"tto :old (-.*), P0%A (--;), PP01 (--*) serta pemetaan foto udara skala 5 ;+++ (--*) oleh (--;), PP01 (--*) serta pemetaan foto udara skala 5 ;+++ (--*) oleh P0
P0 1apindo Param1apindo Paramaa
7asil penyelidikan lain 7asil penyelidikan lain
6
6 Penyelidikan dilakukan selain pemetaan dan pemboran !uga dilakukanPenyelidikan dilakukan selain pemetaan dan pemboran !uga dilakukan penyelidikan logging geofisika pada setiap lubang bor
penyelidikan logging geofisika pada setiap lubang bor '
6 Peta topografi yang tersedia adalah Peta 0opografi Skala 5 ;+++ yaitu hasil pemetaan foto udara 8aerah 0an!ung Enim oleh P0 1apindo Parama (--*)
2.1. $%s%&gra%
Secara fisiografis bagian selatan dari Sumatera ini dapat dibagi men!adi / (empat) bagian, yaitu 5
3ekungan Sumatera Selatan,
%ukit %arisan dan 0inggian lampung,
' 3ekungan %engkulu, meliputi lepas pantai antara daratan Sumatera dan rangkaian pulau2pulau di sebelah barat Sumatera, dan
/ <angkaian kepulauan (fore arc ridge) di sebelah barat Sumatera, yang membentuk suatu busur tak bergunung2api di sebelah barat P Sumatera (:ambar II)
%erdasarkan konsep 0ektonik &empeng, kedudukan cekungan batubara 0ersier di Indonesia bagian barat berkaitan dengan sistem busur kepulauan 8alam sistem ini dikenal adanya cekungan busur belakang, cekungan busur depan dan cekungan antar busur 1asing2masing cekungan tersebut memiliki karakteristik endapan batubara yang berbeda antara satu dengan lainnya 1enurut Koesoemadinata dkk (-*.), semua cekungan batubara 0ersier di Indonesia (termasuk 3ekungan Sumatera Selatan) digolongkan !enis cekungan paparan karena berhubungan dengan kerak benua pada semua sisinya, kecuali 3ekungan Kutai dan 3ekungan 0arakan di Kalimantan 0imur yang digolongkan sebagai continental margin.
!am 'ar I I .1. $%s %&gr a % (ek ung a n #um atr a #el a tan )H ut (h%s&n*
1++,-3ekungan Sumatera Selatan telah mengalami empat kali orogenesa, yakni 5 pada =aman 1e=osoikum 0engah, >ura Awal ?Kapur Awal, Kapur Akhir ? 0ersier Awal, Plio2Pleistosen Setelah orogenesa terakhir dihasilkan
kondisi struktur geologi regional seperti terlihat pada saat ini, yaitu 5
6 @one Sesar Semangko, merupakan hasil tumbukan antara &empeng
Sumatera 7india dan Pulau Sumatera, akibat tumbukan ini menimbulkan gerak sesar geser menganan (right lateral ) diantara keduanya
6 Perlipatan dengan arah utama baratlaut ? tenggara, sebagai hasil efek
gaya kopel sesar Semangko
6 Sesar2sesar yang berasosiasi dengan perlipatan dan sesar2sesar Pra
0ersier yang mengalami perema!aan
%erkenaan dengan posisi dan akti$itas tektonik lempeng maka
hampir di seluruh wilayah bagian selatan2barat P Sumatera merupakan daerah yang relatif sering ter!adi gempa bumi Secara seismik telah tercatat beberapa gempa bumi yang memiliki skala <ichter cukup tinggi antara ;
hingga amun demikian banyak wilayah prospek tambang di Indonesia yang memiliki kecenderungan seismiti$itas tinggi tepat dapat beroperasi dengan aman selama nilai2nilai keamanan selalu diperhitungkan dalam pembuatan design tambang, terutama yang menyangkut stabilitas lereng
2.2. #tat%gra%
3ekungan Sumatera Selatan membentang mulai dari tinggian Asahan di baratlaut sampai ke tinggian &ung yang terletak di bagian paling Selatan pulau 8ibatasi oleh pegunungan %arisan di sebelah %aratdaya
%atuan Pra20ersier, yang terdiri atas batuan malihan dan batuan beku berumur 1eso=oikum, diduga merupakan dasar dari cekungan 0ersier yang ada Satuan batuan dasar ini telah mengalami pensesaran, perlipatan, dan penerobosan
Sedimentasi yang ter!adi di 3ekungan Sumatera Selatan berlangsung pada dua fase (>ackson, -), yaitu 5
6 4ase transgresi, pada fase ini diendapkan dari kelompok 0elisa, yang
terdiri dari 4ormasi &ahat, 4ormasi 0alang Akar, 4ormasi %atura!a, dan 4ormasi :umai Kelompok 0elisa ini diendapakan secara tidak selaras di atas %atuan induk Pra20ersier
6 4ase regresi, pada fase ini dihasilkan endapan dari kelompok Palembang
yang terdiri dari 4ormasi Air %enakat, 4ormasi 1uara enim, dan 4ormasi Kasai
%atuan yang men!adi dasar cekungan diduga berupa terdiri atas batuan malihan dan batuan beku yang berumur 1eso=oikum
4or m asi &ahat
4ormasi ini diendapkan tidak selaras di atas batuan dasar yang berumur Pra2tersier (gambar ') %erumur Paleosen sampai Awal "ligosen 1emiliki ketebalan antara *+ sampai +*+ meter 4ormasi ini menipis dan menghilang
!am'ar II.2 &l&m strat%gra% (ekungan #umatera #elatan )/an
Bemmelen*
1+03-pada sayap antiklin Pendopo 4ormasi ini diendapakan 1+03-pada lingkungan darat, kehadiran tuff menun!ukkan adanya aktifitas $olkanik
4ormasi ini terdiri dari Konglomerat, %atupasir, %atulempung abu2abu sampai hitam kecoklatan, tufa, breksi dan terkadang terdapat lapisan %atubara tipis
4or m asi 0alang Akar
4ormasi ini diendapkan secara tidak selaras (gambar II) di atas 4ormasi &ahat (de 3oster dan Koesomadinata, -*/), tetapi Pulunggono
(-*) mengatakan bahwa formasi ini terletak selaras di atas 4ormasi &ahat Pada bagian tepi cekungan formasi ini diendapakan secara tidak selaras di atas batuan Pra20ersier 4ormasi ini memiliki umur "ligosen Atas ? 1iosen %awah dengan ketenalan berkisar antara /+ sampai + meter 4ormasi ini diendapakan pada lingkungan laut dangkal sampai flu$iatil
4ormasi 0alang Akar dicirikan oleh batuan berupa %atulanau, %atupasir, dan sisipan %atubara Pada bagian tengah terdapat serpih yang diendapkan pada lingkungan laut Kandungan pasir yang ada pada formasi ini semakin bertambah mendekati tepi cekungan
4or m asi %atura!a
4ormasi ini diendapakan selaras di atas 4ormasi 0alang Akar (gambar II) 4ormasi ini memiliki ketebalan ++ sampai ;+ meter, pada %ukit :arba ketebalannya mencapai ;+ meter 4ormasi %atura!a diendapkan pada Awal 1iosen dan pada lingkungan darat sampai laut dangkal
4ormasi %atura!a dicirikan oleh batuan berupa %atugamping keras dan berlapis, %atugamping pasiran, %tugamping Serpihan, Serpih gampingan, napal dengan kandungan fosil foraminifera, moluska dan koral %atugamping pada formasi ini beralih men!adi serpih gampingan mendekati tengah cekungan, dan men!adi %atupasir gampingan kaya akan glaukonit ke arah pinggir cekungan
4or m asi : u m ai
4ormasi ini diendapkan selaras di atas 4ormasi %atura!a (gambar II) 1emimilki ketebalan kurang lebih ++ meter, kecuali pada daerah depresi &emarang ketebalannya /.++ meter, dan mencapai beberapa ratus meter pada Pegunungan :umai 4ormasi ini diendapkan pada lingkungan laut dalam dimana air laut menggenangi hampir seluruh cekungan 4ormasi :umai berumur 1iosen %awah sampai 1iosen 0engah
4ormasi :umai dicirikan oleh batuan berupa %atupasir gampingan, dan Serpih gampingan kaya akan foraminifera pada bagian bawah dan sisipan
%atugamping tipis pada bagian tengah dan atas
4or m asi Air %enakat
4ormasi Air %enakat diendapkan selaras di atas 4ormasi :umai (gambar II) 4ormasi ini memiliki ketebalan lapisan antara ++ sampai '+ meter 4ormasi ini diendapkan pada lingkungan laut dangkal, yang !uga menun!ukkan awal dari siklus regresi 4ormasi Air %enakat memiliki umur 1iosen Akhir
4ormasi Air %enakat memiliki ciri2ciri batuan berupa Serpih gampingan kaya akan foraminifera dengan sisipan %atugamping pada bagian bawah Semakin ke atas di!umpai sisipan2sisipan %atupasir yang banyak mengandung glaukonit dan presentase kandungan %atupasir semakin ke atas semakin besar Pada bagian atas di!umpai adanya sisa2sisa tumbuhan dan %atubara Kladi yang merupakan batas 4ormasi Air %enakat dan 4ormasi 1uara Enim
4or m asi 1uara Enim
4ormasi 1uara Enim diendapkan selaras di atas 4ormasi Air %enakat (gambar II) 4ormasi ini memiliki ketebalan antara /;+ sampai ++ meter dengan umur 1iosen Atas ? Pliosen 4ormasi ini diendapkan pada lingkungan laut dangkal, dataran delta dan non2marine
4ormasi 1uara Enim dicirikan oleh batuan yang berupa %atupasir, %atulanau, %atulempung, dan %atubara Pada bagian atas formasi ini sering terdapat 0uf atau lempung tufaan 4ormasi ini !uga merupakan formasi pembawa batubara yang dapat dibedakan men!adi / anggota (gambar /), terdiri dari yang tertua ke yang termuda yaitu 5
1 5 terdiri dari pasir, lanau dan lempung berwarna coklat dan
abu2abu dengan sedikit glaukonitan 0erdiri dari seam batubara Keladi dan 1erapi
1 5 batas atasnya ditempatkan pada puncak seam 1angus
dan batas bawah pada lantai seam Petai Anggota 1 terdiri dari
-perulangan batu lempung, lempung pasiran berwarna coklat abu2 abu, pasir halus2sedang, coklat abu2abu dibagian bawah berwarna hi!au abu2abu, serta batubara &apisan batubara yang terdapat dalam anggota ini terdiri dari seam Petai, Suban, dan 1angus, dengan penyebaran tidak kontinyu
1' 5 terdiri dari perselingan pasir dan lanau, biru hi!au, lempung abu2 abu hi!au dan coklat, hori=on pasir '2 meter yang terletak /+ meter diatas seam 1angus dan terdapat kantong2kantong gas %atupasir dalam anggota ini dicirikan oleh kehadiran nodul2 nodul batubesi kalsitan yang mempunyai rongga2rongga bekas gas 0erdiri dari lapisan batubara %enuang dan %urung
1/ 5 terutama disusun oleh batulempung dan batupasir serta
beberapa lapisan batubara &apisan batubara terdiri dari seam Kebon, Enim, >elawatan dan iru
!am'ar II.3 #eam Batu'ara angg&ta $&rmas% Muara En%m )Bam(&* 1+3 !a&er et. Al*
1+,-Endapan batubara yang terdapat pada 4ormasi 1uara Enim
berdasarkan kompilasi data dari beberapa lapangan batubara diketahui seluruhnya ber!umlah B lapisan batubara amun di beberapa lapangan
batubara endapan batubara utama yang di!umpai adalah sebanyak +
(sepuluh) lapisan, yakni lapisan %atubara 1angus sebanyak lapisan (A dan A), %atubara Suban sebanyak lapisan (%C% dan %), %atubara Petai (3)
sebanyak ' lapisan (3C3, 3 dan 3'), %atubara 1erapi (8) sebanyak lapisan, dan %atubara Kladi (E) sebanyak lapisan (ECE dan E)
4or m asi Ka s ai
4ormasi ini diendapkan selaras namun di beberapa tempat diendapkan tidak selaras di atas 4ormasi 1uara Enim, endapan 0ersier terakrasi di 3ekungan Sumatera Selatan 4ormasi ini diendapkan pada lingkungan darat dengan ketebalan antara ;++ samapai +++ meter dan berumur Pliosen %awah
4ormasi Kasai dicirikan oleh batuan berupa %atupasir tufaan dan kerikil yang merupakan hasil rombakan batuan sedimen hasil pembentukan antiklin yang terbentuk selama orogenesa Plio2Pleistosen, hasil rombakan %ukit %arisan, dan hasil akti$itas $olkanik
2.3. #TRUTUR !E"L"!I
Struktur yang di!umpai pada cekungan Sumatra Selatan adalah lipatan, sesar dan kekar yang sebagian besar ter!adi pada b atuan 0ersier &ipatan yang ter!adi pada umumnya berarah baratlaut ? tenggara sampai barat2timur, pada batuan yang berumur "ligosen21iosen sampai Plio2 Plistosen Sesar turun, berarah baratlaut2tenggara, ter!adi pada batuan yang berumur "ligosen21iosen sampai 1iosen 0engah, dan pada batuan yang berumur 1iosen sampai Plio2Plistosen memiliki arah timurlaut2 baratdaya sampai utara2selatan Kekar yang ter!adi pada umumnya berarah timurlaut2 baratdaya sampai timur2barat
3ekungan Sumatra Selatan merupakan bagian dari cekungan belakang busur Sumatra, dan dipisahkan dari cekungan Sumatra 0engah pada bagian utara, oleh pegunungan 8uabelasC0igapuluh, yang merupakan singkapan batuan pra20ersier, pada bagian selatan dibatasi oleh 0inggian &ung Pada bagian barat 3ekungan Sumatera Selatan dibatasi oleh %ukit %arisan dan batas timur berupa Paparan Sunda
Seperti !uga halnya dengan cekungan Sumatra 0imur lainnya, pola
perkembangan tektoniknya sangat dipengaruhi oleh sesar2sesar mendatar menganan (sesar Semangko), yang ter!adi sebagai akibat interaksi kon$ergen antara lempeng 7india 2 Australia dan lempeng 1ikro2Sunda
Pada 3ekungan Sumatra Selatan dapat diamati adanya ' (tiga) pola sesar utama, yang sebagian besar di rekam dari data geofisik (seismik dan gayaberat)dan dari hasil korelasi pemboran (Pulunggono, -.'). Arah2arah tersebut adalah 5 baratlaut2 tenggara, utara2selatan, timurlaut2baratdaya (gambar II/) 7al ini disebabkan ter!adinya perubahan arah subduksi pada >ura Akhir2Kapur Akhir, Kapur Akhir2 0ersier Awal, 1iosen 0engah2<esen (gambar II;)
Perlipatan yang melibatkan semua batuan 0ersier di cekungan Sumatra selatan, memperlihatkan arah yang hampir sama yaitu baratlaut2tenggara, kurang lebih tegaklurus pada tegasan Sumatra yang berarah timurlaut2 baratdaya Pola2pola sesar ini !uga nampaknya sangat berperan sebagai kontrol dalam sebaran dan bentuk dari pada cekungan dan sub2sub cekungan di Sumatra Selatan
D
!am'ar II. M&4el el%5s&%4al 6ura A7al 8 Resen )Pulungg&n&*1++,-
!am'ar II.9 #u'4uks% antara lem5eng #amu4ra H%n4%a 4engan Pa5aran #un4a mula%
6ura A7al sam5a% Resen 4an eek :ang terka%t )Pulungg&n&*
1++,-Se!arah tektonik pada cekungan Sumatra Selatan dari 1eso=oikum 0engah sampai <esen dapat dibagi men!adi empat peristiwa utama (de 3oster, -*/) 5
1eso=oikum 0engah
Pada saat ini batuan2batuan yang berumur Paleo=oikum dan awal
1eso=oikum mengalami perlipatan, pengangkatan, pensesaran,
metamorfisme yang kemudian men!adi =ona kompleks pembentuk kerangka
struktur dasar Sumatra %atuan 1eso=oikum 0engah tersingkap di
sepan!ang %ukit %arisan dan 0igapuluh, 8uabelas, dan beberapa
pegunungan yang berada di daerah cekungan
%erdasarkan pengamatan anomali gaya berat dan arah penyebaran batas litologi batuan yang berumur Paleo=oikum dan 1eso=oikum, ditemukan
adanya suatu patahan baratlaut2 tenggara (arah sumatra) dan se!a!ar batas penyebaran batuan Pra2 0ersier
Kapur Akhir ? 0ersier Awal
Pada Kapur Akhir2 0ersier Awal ter!adi tensile stress pada area cekungan Sumatra Selatan yang menciptakan fase ekstensi 0ensile stress pada 3ekugan Sumatra Selatan menghasilkan struktur2struktur yang berhubungan dengan sesar geser dengan arah utara2 selatan %atuan yang diduga memiliki umur Kapur Akhir2 0ersier Awal tersingkap berupa batuan 0ufa dan klastik pada sumur &awu dan sepan!ang pegunungan di bagian tenggara &ahat
1iosen 0engah
Pada 0ersier Awal ? 1iosen, ter!adi subsiden pada cekungan Sumatra Selatan dan pengendapan sedimen 0ersier Subsiden ini diselingi peristiwa diastrophisme pada pegunungan %ukit %arisan dan pergerakan struktur minor di daerah cekungan Sumatra Selatan Pada masa tektonik ini dihasilkan sesar turun dan ketidakselarasan setempat
Plio2Pl e is to s en
Peristiwa tektonik pada Plio2Pleistosen merupakan yang terkahir yang memengaruhi perkembangan geologi Sumatra Pada peristiwa ini ter!adi
pengangkatan Pegunungan %ukit %arisan, perkembangan sesar geser
Semangko di sepan!ang Pegunungna %ukit %arisan, pembentukan gunungapi , perlipatan dan pensesaran batuan seperti yang kita ketahui pada saat ini
Pada masa ini dihasilkan 5
6 Semangko wrench fault
6 Perlipatan dengan arah utama baratlaut2 tenggara akibat Sesar S emangko
6 Patahan2patahan yang berasosiasi dengan perlipatan dan !uga patahan2
patahan Pra20ersier yang mengalami perema!aan
Perlipatan di 3ekungan Sumatera Selatan
menghasilkan 5
6 Antiklinorium 1uara Enim
6 Antiklinorium Pendopo
6 Antiklinorium Palembang
BAB III PEMBAHA#AN
!E"L"!I DAERAH TEANA DAN #EITARN;A
3.1. P&la Pengal%ran Daerah Tekana Dan #ek%tarn:a
Pola pengaliran adalah kumpulan dari suatu !aringan pengaliran di suatu daerah yang dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh curah hu!an, alur pengaliran tetap pengali %iasanya pola pengaliran yang demikian disebut sebagai pola pengaliran permanen (tetap) Adapun !enis2!enis yang dimaksud sebagai berikut5
2 Pola aliran sungai dendritik 1erupakan pola aliran yang menyerupai
percabangan batang pohon Percabangannya tidak teratur dan memiliki arah !uga sudut yang beragam Pola ini berkembang di bebatuan yang cenderung homogen dan tidak melalui kontrol struktur Pola aliran sungai yang satu ini tidaklah teratur dan umumnya di!umpai di wilayah dataran atau wilayah berpantai !uga wilayah plato
2 Pola aliran paralel merupakan pola yang cenderung se!a!ar Ia di!umpai di wilayah perbukitan yang meman!ang Kemiringan lereng pada pola ini cenderung curam dan ter!al
2 Pola aliran annular 1erupakan pola aliran yang arahnya menyebar secara radial dimulai dari suatu titik yang tinggi dan kemudian ber!alan ke arah hilir untuk selan!utnya kemudian menyatu dalam satu aliran
2 Pola aliran sungai selan!utnya adalah rectangular Pola ini dibentuk cabang2 cabang sungai yang cenderung berkelok, menyambung dan membentuk sudut2sudut yang tegak lurus dan memiliki liku2liku Pola aliran yang satu ini umumnya dikendalikan oleh pola kekar atau !uga bisa oleh pola potongan yang tegak lurus <ektangular ini bisa terbentuk di bebatuan keras dengan lapis hori=ontal dan !uga batuan kristalin
2 Pola aliran trellis memiliki bentuk yang pan!ang2pan!ang Ia kerap !uga disebut dengan nama pola trail pagar Pola ini sering di!umpai pada sungai yang terletak di bebatuan dengan lupatan dan kemiringan yang kuat Sungai2
sungai besar dengan pola ini umumnya mengikuti singkapan bebatuan yang subsekuen dan !uga lunak 3abang sungainya dari arah kanan !uga kiri merupakan !enis resekuen atau !uga obsekuen
2 Pola aliran radial %iasa !uga dikenal dengan nama pola aliran menyebar 3iri utamanya adalah aliran yang berbeda dalam hal arah 1enyebar ke segala pen!uru baik itu ke utara, barat, timur maupun selatan Pola ini umumnya ada pada wilayah pegunungan dengan bentuk kerucut
2 Pola aliran multi2basinal atau yang !uga dikenal dengan nama pola aliran sungaimemusat 3iri utama pola yang satu ini adalah alirannya yang terpusat pada suatu lahan tertentu Pola aliran ini umumnya ada pada wilayah dengan cekungan yang mirip seperti dolina di wilayah krast
Pada daerah telitian yaitu daerah 8esa 0ekana dan Sekitarnya berdasarkan interpretasi yang telah dilakukan oleh kelompok kami bahwa daerah ini memiliki pola aliran dendritik Pola aliran dendritik ini didapat pada pola sungai yang terdapat pada daerah desa 0ekana dan sekitarnya melalui peta pola aliran sungai Seperti yang kita ketahui pola dendritik ini merupakan pola aliran yang menyerupai percabangan batang pohon Percabangannya tidak teratur dan memiliki arah !uga sudut yang beragam Pola ini berkembang di bebatuan yang cenderung homogen dan tidak melalui kontrol struktur Pola aliran sungai yang satu ini tidaklah teratur dan umumnya di!umpai di wilayah dataran atau wilayah berpantai !uga wilayah plato
3.2. !e&m&r&l&g% Daerah Tekana 4an #ek%tarn:a
"bser$asi pada daerah 0ekana dan Sekitarnya yang dilakukan hari >umat hingga 1inggu pada tanggal ' "ktober +/ ? o$ember +/ %erdasarkan kenampakan alam disertai pengamatan pada peta dasar yaitu Peta 0opografi dan Peta :eologi daerah 0ekana dan Sekitanya disimpulkan bahwa %entang Alam pada daerah tersebut memiliki %entang Alam 4lu$ial dan Struktur
3.1.1. Bentang Alam $lu<%al
%entuklahan asal proses flu$ial adalah semua bentuklahan yang ter!adi akibat adanya proses aliran baik yang berupa aliran sungai maupun yang tidak terkonsetrasi yang berupa limpasan permukaan Akibat adanya aliran air tersebut maka akan ter!adi mekanisme proses erosi, transportasi, dan sedimentasi
Pada "bser$asi yang dilakukan pada daerah desa 0ekana dan Sekitarnya didapatkan lingkungan 4lu$ial dengan adanya sungai pada daerah tersebut (:ambar ') &ingkungan 4lu$ial di daerah 0ekana dan Sekitarnya dapat dilihat pada longitude +/;o ? +/ +/++o dan latitude 2//*;o ? //o
dengan kenampakan garis kontur yang renggang satu sama lain yang menun!ukkan gaya eksogen yang dominan 8aerah obser$asi daerah 0ekana dan Sekitarnya ini memiliki beberapa %entuk &ahan antara lain 8ataran %an!ir, 8ataran Allu$ial, :osong Sungai, dan 8ataran 4lu$ial
:ambar ' Kenampakan sungai di 8esa 0ekana .
Pada daerah desa 0ekana dan sekitarnya ini didapati bentuklahan flu$ial, yaitu dataran allu$ial (4) dan dataran ban!ir (4*)
A. DATARAN ALLU/IAL
)$1-8ataran allu$ial yang terdapat pada daerah 8esa 0ekana dan Sekitarnya ini dapat dilihat dari banyaknya sungai yang ada disekitar daerah tersebut 8ataran allu$ial ini merupakan dataran yang terbentuk akibat proses2proses geomorfologi yang lebih didominasi oleh tenaga eksogen antara lain iklim, curah hu!an, angin, !enis batuan, topografi, suhu, yang semuanya akan mempercepat proses pelapukan
dan erosi 7asil erosi diendapkan oleh air ke tempat yang lebih rendah atau mengikuti aliran sungai 8ataran allu$ial menempati daerah pantai, daerah antar gunung, dan dataran lembah sungai daerah allu$ial ini tertutup oleh bahan hasil rombakan dari daerah sekitarnya, daerah hulu ataupun dari daerah yang lebih tinggi letaknya Potensi air tanah daerah ini ditentukan oleh !enis dan tekstur batuan
B. DATARAN BAN6IR
)$0-8ataran ban!ir di daerah 8esa 0ekana dan sekitarnya dapat ditemukan pada daerah pinggiran sungai yang ada pada daerah tersebut 8aataran ban!ir ini biasanya ter!adi di pinggiran sungai akibat meluapnya $olume air yang berada di dalam sungai 8ataran ban!ir berupa dataran yang luas yang berada pada kiri kanan sungai yang terbentuk oleh sedimen akibat limpasan ban!ir sungai tersebut #mumnya berupa pasir, lanau, dan lumpur
3.1.2. Bentang Alam #truktural
%entang alam struktural adalah bentang alam yang pembentukannya dikontrol oleh struktur geologi daerah yang bersangkutan Struktur geologi yang paling berpengaruh terhadap pembentukan morfologi adalah struktur geologi sekunder, yaitu struktur yang terbentuk setelah batuan itu ada
"bser$asi yang dilakukan pada daerah 0ekana dan Sekitarnya berada pada daerah 4lu$ial sehingga pada obser$asi kali ini tidak melakukan pengamatan langsung pada daerah Struktural tersebut dalam hal ini berada pada %ukit :arba Keberadaan %entang Alam Struktural ini diketahui dari pembacaan peta 0opografi
-daerah 0ekana dan Sekitarnya yang ditun!ukan pada (:ambar ')
:ambar ' Kenampakan %entang Alam Struktural pada bagian peta 0opografi daerah 0ekana dan Sekitarnya
Pada daerah 8esa 0ekana dan sekitarnya kelompok kami melihat
bentuklahan struktural, yaitu perbukitan dome (S) dan dataran tinggi atau plato (S)
A. PERBUITAN D"ME
)#11-8i daerah 8esa 0ekana dan sekitarnya ini menurut peta topografi didapati perbukitan dome Perbukitan dome atau plato ini dapa dilihat pada daerah %ukit :arba dengan ciri kontur yang rapat Perbukitan dome atau plato adalah pegununganCperbukitan tunggal yang lerengnya landai, ter!adi karena proses updoming Kubah yang berstadia dewasa dipuncaknya terdapat sistem lembah berbentuk segitiga (triangle facet) yang disebut flat ir on
B. DATARAN TIN!!I
)#12-Pada daerah 8esa 0ekana dan sekitarnya kami menginterpretasikan bahwa daerah ini merupakan daerah dengan dataran yang cukup tinggi Ini dilihat dari kenampakan kontur yang bisa dikatakan rapat yang dapat terlihat pada peta topografi
3.3. LIT"L"!I
3.2.1. Pengert%an L%t&l&g%
&itologi adalah deskripsi karakteristik fisik dari batuan yang termasuk warna, komposisi mineral, ukuran butir, bentuk bi!i2bi!ian, tekstur atau kain (hubungan antara butir)
3.2.2. L%t&l&g% Daerah Tekana 4an #ek%tarn:a
&itologi pada daerah telitian yang di dapat dari kelompok kami yaitu pada daerah 8esa 0ekana tepatnya penelitian di sepan!ang Sungai 0ekana, bisa diketahui bahwa daerah 8esa 0ekana ini terdapat di sekitar &itologi satuan batuan Kgr, K!g, Km, dan K!g$
2 Kgr merupakan simbol dari satuan batuan :ranit :arba
2 K!g merupakan simbol dari satuan batuan 4ormasi :arba yang terdiri dari batuan %asalt, andesit, ri!ang, kadang2kadang dengan serpentin
2 Km merupakan simbol dari satuan batuan Komplek 1elange yang terdiri dari
batuan %ongkah2bongkah batugamping ri!ang, batuan andesitik, batulanau, batulempung dan sekis tertanam dalam masadasar lempung bersisik
2 K!g$ merupakan simbol dari satuan batuan 4ormasi Insu 4ormasi :arba yang
terdiri dari %asalt, Andesit dan lensa2lensa ri!ang atau berselingan dengan ri!ang
3.2.3. L%t&l&g% #unga% Tekana 4an #ek%tarn:a
&itologi di daerah Sungai 0ekana yaitu terdapat formasi Kgr yang merupakan arti dari litologi dari :ranit :arba Pada daerah sekitar Sungai 0ekana kelompok kami melakukan obser$asi 8i sekitar sungai ini kelompok kami menemukan beberapa !enis batuan umum yaitu batuan :ranit dan :ranit 1erah yang mendominasi dari litologi asal yang terdapat pada daerah tersebut Adapun ditemukan beberapa !enis batuan seperti batu andesit, sekis, sekis hi!au, phylite, dan kuarsit %eberapa batuan ini bisa berada pada litologi Kgr (:ranit :arba) karena tertransportasinya beberapa batuan tersebut akibat erosi yang ter!adi pada daerah
hulu sungai 0ekana 8alam mengobser$asi sungai 0ekana ditentukan beberapa titik, tiap titik diberi simbol &P (&okasi Pengamatan) Pada obser$asi kami kali ini terdapat titik &P dan tiap &P terdapat kenampakan batuan yang mencirikan dari tiap &P
3.. #TRATI!RA$I
Stratigrafi adalah studi yang mengenai se!arah, komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan tanah dan interpretasi lapisan2lapisan batuan untuk men!elaskan se!arah mengenai %umi 8ari hasil perbandingan atau korelasi antar lapisan yang berbeda2beda dapat dikembangkan lebih lan!ut dengan studi mengenai litologi (litostratigrafi), kandungan fosil (biostratigrafi), dan umur relatif maupun absolutnya (kronostratigrafi) stratigrafi kita pela!ari untuk mengetahui luas penyebaran lapisan batuan#tat%gra% Daerah Tel%t%an
&okasi kuliah lapangan daerah 0ekana adalah yaitu disimbolkan dengan Kgr yaitu granit garba dimana ditemukan banyaknya batuan granit yang terdiri 8ari granit putih dan granit merah serta ditemukan !uga batu andesit
1enurut 8e 3oster (-*/), 3ekungan Sumatera Selatan telah mengalami tiga kali orogenesa, yakni 5 Pada =aman 1eso=oikum 0engah, Kapur Akhir20ersier Awal dan Plio2Plistosen
Setelah orogenasa terakhir (Plio Plistosen) dihasilkan kondisi struktur geologi regional seperti terlihat pada saat ini @one Sesar Semangko, merupakan hasil tumbukan antara &empeng Sumatera 7india dan Pulau Sumatera, akibat tumbukan ini menimbulkan gerakan rotasi (right lateral ) diantara keduanya Perlipatan dengan arah utama %arat &aut20enggara, sebagai hasil efek gaya kopel Sesar Semangko Sesar2sesar yang berasosiasi dengan perlipatan dan sesar2sesar Pra 0esier yang mengalami perema!aan
0ektonik <egional* %lake (-.-) menyebutkan bahwa daerah 3ekungan Sumatera Selatan merupakan cekungan busur belakang berumur 0ersier yang terbentuk sebagai akibat adanya interaksi antara Paparan Sunda (sebagai bagian dari lempeng kontinen Asia) dan lempeng Samudera India 8aerah cekungan ini meliputi daerah seluas ''+ 9 ;+ km, dimana sebelah barat daya dibatasi oleh
singkapan Pra20ersier %ukit %arisan, di sebelah timur oleh Paparan Sunda (Sunda Shield ), sebelah barat dibatasi oleh Pegunungan 0igapuluh dan ke arah tenggara dibatasi oleh 0inggian &ung
1enurut Salim et al (--;), 3ekungan Sumatera Selatan terbentuk selama Awal 0ersier (Eosen ? "ligosen) ketika rangkaian (seri) graben berkembang sebagai reaksi sistem penun!aman menyudut antara lempeng Samudra India di bawah lempeng %enua Asia
1enurut 8e 3oster, -*/ (dalam Salim, --;), diperkirakan telah ter!adi ' episode orogenesa yang membentuk kerangka struktur daerah 3ekungan Sumatera Selatan yaitu orogenesa 1eso=oik 0engah, tektonik Kapur Akhir ? 0ersier Awal dan "rogenesa Plio ? Plistosen
Episode pertama, endapan ? endapan Paleo=oik dan 1eso=oik termetamorfosa, terlipat dan terpatahkan men!adi bongkah struktur dan diintrusi oleh
batolit granit serta telah membentuk pola dasar struktur cekungan 1enurut Pulunggono, -- (dalam isnu dan a=irman ,--*), fase ini membentuk sesar berarah barat laut ? tenggara yang berupa sesar ? sesar geser
Episode kedua pada Kapur Akhir berupa fase ekstensi menghasilkan gerak ? gerak tensional yang membentuk graben dan horst dengan arah umum utara ? selatan 8ikombinasikan dengan hasil orogenesa 1eso=oik dan hasil pelapukan batuan ? batuan Pra ? 0ersier, gerak gerak tensional ini membentuk struktur tua yang mengontrol pembentukan 4ormasi Pra ? 0alang Akar
Episode ketiga berupa fase kompresi pada Plio ? Plistosen yang menyebabkan pola pengendapan berubah men!adi regresi dan berperan dalam pembentukan struktur perlipatan dan sesar sehingga membentuk konfigurasi geologi sekarang Pada periode tektonik ini !uga ter!adi pengangkatan Pegunungan %ukit %arisan yang menghasilkan sesar mendatar Semangko yang berkembang sepan!ang Pegunungan %ukit %arisan Pergerakan horisontal yang ter!adi mulai Plistosen Awal sampai sekarang mempengaruhi kondisi 3ekungan Sumatera Selatan dan 0engah sehingga sesar ? sesar yang baru terbentuk di daerah ini mempunyai perkembangan hampir se!a!ar dengan sesar Semangko Akibat pergerakan horisontal ini, orogenesa yang ter!adi pada Plio ? Plistosen menghasilkan lipatan yang berarah barat laut ? tenggara tetapi sesar yang terbentuk berarah timur laut ? barat daya dan barat laut ? tenggara >enis sesar yang terdapat pada cekungan ini adalah sesar naik, sesar mendatar dan sesar normal
3.9. #TRUTUR
Struktur geologi adalah struktur perubahan lapisan batuan sedimen akibat ker!a kekuatan tektonik,sehingga tidak lagi memenuhi hukum superposisi disamping itu struktur geologi !uga merupakan struktur kerak bumi produk deformasi tektonik
Kekar adalah struktur retakanCrekahan terbentuk pada batuan akibat suatu gaya yang beker!a pada batuan tersebut dan belum mengalami pergeseran Secara umum dicirikan oleh5
a) Pemotongan bidang perlapisan batuanF /
b) %iasanya terisi mineral lain (mineralisasi) seperti kalsit, kuarsa dsbF c) kenampakan breksiasi
Struktur kekar dapat dikelompokkan berdasarkan sifat dan karakter retakanCrekahan serta arah gaya yang beker!a pada batuan tersebut Kekar yang umumnya di!umpai pada batuan adalah sebagai berikut5
2 Shear >oint (Kekar :erus) adalah retakan C rekahan yang membentuk pola saling berpotongan membentuk sudut lancip dengan arah gaya utama Kekar !enis shear !oint umumnya bersifat tertutup
2 0ension >oint adalah retakanCrekahan yang berpola se!a!ar dengan arah gaya utama, #mumnya bentuk rekahan bersifat terbuka
2 E9tension >oint (<elease >oint) adalah retakanCrekahan yang berpola tegak lurus dengan arah gaya utama dan bentuk rekahan umumnya terbuka
Pada daerah 0ekana dan sekitarnya memiliki beberapa struktur akibat dari beberapa arah gaya Pada fieldwork yang kami lakukan disepan!ang sungai 0ekana pada &P sampai &P memiliki beberapa arah gaya yang ber$ariasi, antara lain 5 3.3.1. L&kas% Pengamatan 1 )LP
1-Pada &okasi Pengamatan memiliki kenampakan struktur Shear >oint Shear >oint ini terlihat dengan adanya kenampakan garis2garis yang saling memotong dengan beberapa garis utama Kenampakan ini dapat dilihat pada ( gambar '') di bawah ini 5
:ambar '' Kenampakan batu granit &P ;
Pada gambar diatas merupakan kenampakan Shear >oint dengan gaya kelurusan dominan +.++E ? +-++E atau ++E ? *++E 8ata ini didapat
berdasarkan diagram ''
3.3.2. L&kas% Pengamatan 2 )LP
2-Pada &okasi Pengamatan memiliki kenampakan struktur yang terlihat, yaitu struktur 0ension >oint Struktur 0ension >oint ini dapat terlihat dengan adanya kenampakan garis2garis utama yang memiliki arah yang dominan sama tetapi garis2garis ini tidak saling memotong Kenampakan ini dapat dilihat pada ( gambar '') di bawah ini 5
:ambar '' Kenampakan batu andesit &P
Pada gambar diatas merupakan kenampakan Shear >oint dengan gaya kelurusan dominan +++E ? +'++E atau +++E ? ++E 8ata ini didapat
berdasarkan diagram ''
3.3.3. L&kas% Pengamatan 3 )LP
3-Pada &okasi Pengamatan ' berdasarkan pengamatan dari kelompok kami, lokasi pengamatan ini memiliki kenampakan struktur yang terlihat, yaitu struktur Shear >oint Struktur Shear >oint ini dapat terlihat dengan adanya kenampakan garis2garis kekar yang memotong garis2garis utama pada batuan ini Kenampakan ini dapat dilihat pada ( gambar ''') di bawah ini 5
:ambar ''' Kenampakan batu granit merah &P '
Pada gambar diatas merupakan kenampakan Shear >oint dengan gaya kelurusan dominan *++E ? .++E atau ';++E ? '++E 8ata ini didapat
berdasarkan diagram '''
3.3.. L&kas% Pengamatan )LP
-Pada &okasi Pengamatan / berdasarkan pengamatan dari kelompok kami, lokasi pengamatan ini memiliki kenampakan struktur yang terlihat, yaitu struktur Shear >oint Struktur Shear >oint ini dapat terlihat dengan adanya kenampakan garis2garis kekar yang memotong garis2garis utama pada batuan ini Kenampakan ini dapat dilihat pada ( gambar ''/) di bawah ini 5
:ambar ''/ Kenampakan batu granit &P / *
Pada gambar diatas merupakan kenampakan Shear >oint dengan gaya kelurusan dominan ++E ? ++E atau -++E ? '+++E 8ata ini didapat
berdasarkan diagram ''/
3.3.9. L&kas% Pengamatan 9 )LP
9-Pada &okasi Pengamatan ; berdasarkan pengamatan dari kelompok kami, lokasi pengamatan ini memiliki kenampakan struktur yang terlihat, yaitu struktur Shear >oint Struktur Shear >oint ini dapat terlihat dengan adanya kenampakan garis2garis kekar yang memotong garis2garis utama pada batuan ini Kenampakan ini dapat dilihat pada ( gambar '';) di bawah ini 5
:ambar ''; Kenampakan batu granit &P ;
Pada gambar diatas merupakan kenampakan Shear >oint dengan gaya kelurusan dominan +++E ? +*++E atau /++E ? ;++E 8ata ini didapat
berdasarkan diagram '';
3.3.,. L&kas% Pengamatan , )LP
,-Pada &okasi Pengamatan berdasarkan pengamatan dari kelompok kami, lokasi pengamatan ini memiliki kenampakan struktur yang terlihat, yaitu struktur Shear >oint Struktur Shear >oint ini dapat terlihat dengan adanya kenampakan garis2garis kekar yang memotong garis2garis utama pada batuan ini Adapun pula struktur yang terlihat yaitu adanya struktur Shear >oint yang terintrusi oleh sedimen
Senolit, dan ada !uga yang terintrusi oleh kuarsa sehingga disebut urat kuarsa Kenampakan ini dapat dilihat pada ( gambar '' dan gambar ''*) di bawah ini 5
:ambar '' dan ''* Kenampakan batu granit yang terintrusi senolit dan #rat Kuarsa di &P
Pada gambar diatas merupakan kenampakan Shear >oint dengan gaya kelurusan dominan ++E ? ++E atau -++E ? '+++E 8ata ini didapat
berdasarkan diagram ''