1
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
1
Perkenalan
4
BAB 1
7 RuangKuliahSatuDOA : KUASA YANG BELUM TERSENTUH
RUANG KULIAH SATU 8
MENGAPA SEKOLAH DOA?
RUANG KULIAH DUA 14
DEFINISI DOA
RUANG KULIAH TIGA 19
KUASA DOA
RUANG KULIAH EMPAT 22
KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN DOA
BAB 2
27RuangKuliahDua
KEHIDUPAN PRIBADI SEORANG PEJUANG DOA
RUANG KULIAH SATU 28
RENCANA ALLAH : UNTUK MEMAKAI INDIVIDU-INDIVIDU
RUANG KULIAH DUA 34
BAHAYA YANG MENGANCAM PENGEMBANGAN DIRI
RUANG KULIAH TIGA 39
KUASA DARI HIDUP YANG KUDUS
RUANG KULIAH EMPAT 44
ROH KUDUS DAN PENGEMBANGAN DIRI
2
RuangKuliahTiga
KEHIDUPAN DOA SEORANG PEJUANG DOA
RUANG KULIAH SATU 48
PRINSIP-PRINSIP KEHIDUPAN DOA
RUANG KULIAH DUA 53
YESUS DAN DOA
RUANG KULIAH TIGA 65
PRINSIP-PRINSIP PETISI
RUANG KULIAH EMPAT 68
PRINSIP-PRINSIP DOA SYAFAAT
RUANG KULIAH LIMA 73
PRINSIP-PRINSIP DOA PERCAKAPAN
RUANG KULIAH ENAM 76
BERDOA DENGAN KATA-KATA
RUANG KULIAH TUJUH 81
MENDENGARKAN DALAM DOA
RUANG KULIAH DELAPAN 86
MEDITASI DAN PERENUNGAN
RUANG KULIAH SEMBILAN 90
KEBUTUHAN AKAN IMAN
RUANG KULIAH SEPULUH 98
DOA DENGAN SAKIT BERSALIN DAN DOA YANG TANPA HENTI:
BELAS KASIHAN DAN AIR MATA DALAM DOA
RUANG KULIAH SEBELAS 104
PUASA DAN DOA
RUANG KULIAH DUABELAS 109
PENGAKUAN DOSA DALAM DOA
BAB 4
112RuangKuliahEmpat
3
RUANG KULIAH SATU 113
MISI KAMI: MENGUBAH DUNIA
RUANG KULIAH DUA 122
MUSUH DOA
RUANG KULIAH TIGA 128
MASALAH-MASALAH DOA
RUANG KULIAH EMPAT 136
PENGHALANG-PENGHALANG DOA
RUANG KULIAH LIMA 142
PANGGILAN TERTINGGI
RUANG KULIAH ENAM 150
MISI KAMI DAN DOA KORPORAT
RUANG KULIAH TUJUH 156
GEREJA DAN DOA
RUANG KULIAH DELAPAN 160
PENDETA DAN DOA
RUANG KULIAH SEMBILAN 165
KELUARGA DAN DOA
RINGKASAN MISI 168
DEKAPLAH PANGGILAN DOAMU
BAB 5
169RuangKuliah Lima
PROGRAM DOA BAGI PAHLAWAN DOA
RUANG KULIAH SATU 170
KEBIASAAN DOA
RUANG KULIAH DUA 175
KEBIASAAN BAIK UNTUK DIKEMBANGKAN
RUANG KULIAH TIGA 182
KEBIASAAN BURUK UNTUK DI HINDARI
RUANG KULIAH EMPAT 185
4
BAB 6
191RuangKuliahEnam
PUJIAN KEHIDUPAN PAHLAWAN DOA
RUANG KULIAH SATU 192
PUJIAN
RUANG KULIAH DUA 196
PRINSIP-PRINSIP KEHIDUPAN YANG PENUH PUJIAN
RUANG KULIAH TIGA 199
MEMPERBESAR KAPASITAS PENYEMBAHAN KITA
RUANG KULIAH EMPAT 202
UNSUR SUKACITA DALAM PENYEMBAHAN
BAB 7
207RuangKuliahTujuh
INSTRUKSI DOA PARA PEJUANG DOA
RUANG KULIAH SATU 208
MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH
RUANG KULIAH DUA 211
PRINSIP-PRINSIP DARI TUNTUNAN ILAHI
RUANG KULIAH TIGA 221
BAHAYA-BAHAYA YANG MENGHADANG
RUANG KULIAH EMPAT 227
KUNCI UNTUK MENGALAMI TUNTUNAN ILAHI
PertolonganPraktisDalamBerdoa 232
5
Kata Pengantar
Seorang pengkotbah Legendaris dengan 40.000 kotbah selama hidupnya yang
menjadi pendiri gereja Metodis yang sangat termasyur John Wesley percaya akan kuasa doa.
Ia mendoakan dirinya ..di hari minggu di tahun 1741, dia merasa punggung dan kepalanya
sakit, ia merasa demam, hampir sepanjang hari harus berbaring dalam satu posisi. Pada
malamnya ketika mau berkotbah ia merasakan letih lesu disertai batuk. Kemudian timbulah
dalam pikirannya sebuah ayat firman Tuhan, bahwa tanda-tanda ini menyertai orang yang
percaya... Berdoa, panggil nama Yesus dengan suara nyaring dan meneguhkan firman
anugerah-Nya. Ketika memperkatakannya maka seketika rasa sakitnya hilang, flu demam
pergi, tubuhnya kembali kuat dan di bulan-bulan berikutnya tidak merasa sakit atau
penderitaan lagi. Puji Syukur kepada Tuhan.
Pada tahun 1745, John Wesley mendoakan temannya. Dia mampir berkunjung
kepada temannya yang miskin. Wesley melihat seorang pria dan istrinya sakit di satu tempat
tidur dengan harapan kecil keduanya akan sembuh. Namun sesudah berdoa, Ia percaya
bahwa mereka tidak akan mati, tetapi hidup dan akan menyaksikan kebaikan Tuhan. Pada
waktu yang lain, Wesley datang lagi, pria itu sedang duduk di tangga dan istrinya sedang
bepergian ke luar negeri. Luar biasa yang dikerjakan Tuhan.
Kemudian di tahun 1781 Wesley mendoakan kudanya...yang mengalami kelumpuhan
pada kakinya sehingga tidak bisa menapak ke tanah...di tengah perjalanan pulang dari
pelayanan. Ia merasa adalah mustahil minta pertolongan pada manusia... obatnya adalah
berdoa... setelah berdoa maka tiba-tiba kelumpuhan kuda itu hilang lenyap dan kuda itu bisa
lari lagi seperti sedia kala.
Bagaimana dengan kita yang hidup di abad 21, masihkan kita mempercayai Tuhan
bekerja lewat doa-doa yang kita panjatkan. ? Jikalau kita memerhatikan kebutuhan bangsa
Indonesia dengan perspektif ilahi , maka kita bisa merasakan degup jantung hati Tuhan yang
menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan
bertobat, Ia menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan
akan kebenaran, Ia yang adalah sang Bapa yang penuh kasih yang mengaruniakan Anak-Nya
yang tunggal supaya barangsiapa yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang
kekal ( 2 Pet 3:9; 1 Tim 2:4, Yoh. 3:16).
Pada jaman sekarang, kita berada di masa yang sangat krusial dalam sejarah manusia.
Dengan memandang sejarah manusia secara liniar- kita percaya bahwa sejarah diawal dari
titik tertentu yakni Penciptaan dan pada puncaknya sejarah pada kedatangan Yesus Kristus
kedua kali. Masa sekarang merupakan masa gereja- masa anugerah di mana merupakan
kesempatan bagi kita untuk memasyurkan Injil Yesus Kristus kepada segala bangsa untuk
membimbing mereka kepada ketaatan iman (Roma 16: 25-26). Yang menjadi tugas utama
kita adalah dengan setia dan terus menerus memasyurkan Injil kerajaan Allah kepada semua
suku bangsa. Ketika kita taat kepada perintah Sang Kepala dan Raja , maka kita akan
menjadi umat yang tidak bercacat dan tidak bercela. Kita siap diangkat oleh Yesus pada
6
kedatangan-Nya kembali. Kita yang taat kepada Yesus akan menjadi umat beriman dan
berdoa.
Adalah tugas kita untuk menjadi umat yang berdoa. Doa-doa orang Kristen harus
menjadi doa yang berwasasan kerajaan Allah dan bertujuan yang pasti- doa yang intensional.
Hal ini merupakan sebuah doa yang dilandasi oleh misi yang kuat dengan ketetapan hati, dan
kepastian jawaban dari Tuhan yang empunya tuaian.
Demikianlah bahan manual ini dirancang untuk menolong orang Kristen yang akan
mengikuti Sekolah Doa Yang Mengubah Dunia, yang kami selenggarakan agar supaya
menjadi orang Kristen utusan Injil lewat doa. Semua yang kami lakukan ada keterkaitannya
dengan Visi –Misi EHC- YLLKI dan Keyakinan yang tidak terbantahkan .
Pernyataan Visi
YLLKI-EHC hadir untuk melayani gereja untuk menjangkau setiap rumah di muka bumi
dengan Injil yakni kabar baik bagi seluruh bangsa, sampai rumah terakhir
Pernyataan Misi
Berpartisipasi dalam Tubuh Kristus melalui penginjilan yang bertanggung jawab, dengan
memberitakan pribadi, pekerjaan dan pengajaran Tuhan Yesus Kristus secara jelas kepada
semua orang dan memuridkan mereka yang percaya kedalam suatu jemaat yaitu menjadi
anggota Tubuh Kristus. Supaya mereka percaya kepada Kristus, mendengar tentang Dia,
memberitakan tentang Dia, bertumbuh dalam Dia, dan supaya mereka juga diutus (Roma
10:14-15)
Keyakinan Kami yang Teguh
1.
Amanat Agung ditaati secara literal
2.
Tanpa kesatuan tubuh Kristus penginjilan dunia tidak mungkin
3.
Doa akan melepaskan kuasa Allah yang diperlukan untuk menyingkirkan penghalang-
penghalang yang muncul dalam penggenapan Amana Agung.
Sarana Pelayanan
➢ Mencetak dan Mendistribusikan Literatur Injil (traktat dan boolet untuk dewasa dan
anak-anak)
➢ Menyelenggarakan Kursus Alkitab tertulis.
➢ Memberi bimbingan rohani (Follow up)
7
➢ Menggalang sahabat iman dan sahabat doa
➢ Pelayanan sosial
➢ Memberikan pelatihan dan seminar bagi para pekerja rohani (Seminar
Kepemimpinan, Keluarga, Penginjilan dan Misi serta Doa) dan Menyelenggarakan
Sekolah Alkitab dan Teologi Misi Pengharapan Bangsa-Bangsa
➢ Menerjemahkan bacaan rohani dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan ke bahasa
daerah. Dan merekam pesan Injil kepada yang buta hurut.
Akhirnya doa kami, bagi Anda yang akan mengikuti pelatihan Sekolah Doa Yang
Mengubah Dunia, harapan kami Anda akan menjadi pendoa yang berdoa untuk
menyenangkan hati Tuhan . Kiranya Tuhan Yesus memberkati Anda denga limpahnya. Amin
Salam Dan Doa Kami,
Pdt Yohanes Rahdianto Suprandono, M.Th.
Direktur Nasional Yayasan Lembaga Literatur Kristen Indonesia YLLKI- Internasional
Every Home for Christ Representatif
8
Perkenalan
Ajakan untuk Anda bergabung
Salah satu ayat yang paling banyak dikutip dalam Alkitab adalah tentang janji Allah kepada Yeremia. “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, yakni hal-hal-hal-hal yang tidak kau ketahui.” (Yeremia 33:3) Waktu berlalu dan beberapa generasi sesudahnya Alfred Lord Tennyson menulis, “Lebih banyak hal dapat dilakukan dengan doa dari yang diketahui oleh dunia ini!”
Saya tidak pernah menyangka ketika 30 tahun yang lalu saya memulai Sekolah Doa yang Mengubahkan Dunia, betapa secara menakjubkan Allah akan membukakan kebenaran-kebenaran ini dalam hidup saya dan mengijinkannya untuk menyentuh begitu banyak orang lain. Kami bersukacita ketika melihat dua juta orang percaya di seluruh dunia, dari berbagai denominasi dan tradisi pemberitaan injil di lebih dari 100 negara, merasa diberkati oleh pengajaran ini. Terpujilah Tuhan untuk satu orang lainnya - Anda!
Tulisan-tulisan yang dibagikan dalam halaman-halaman berikut ini adalah merupakan hasil dari lebih dari 3 dekade studi mendalam dan penerapan pribadi mengenai pokok doa, sebagai tambahan dari penelitian mendalam dari ribuan jam doa yang dilakukan. Sebelum mengembangkan Sekolah Doa yang Mengubahkan Dunia, saya berkesempatan untuk mendirikan sebuah pusat doa di Sacramento, California, dimana para lulusan SMA yang matang secara rohani, melayani sebagai pelayan doa sebelum melanjutkan ke universitas atau sekolah tinggi, membentuk sebuah kelompok doa yang berdoa selama 24 jam penuh. Kebanyakan memberikan satu tahun untuk melayani dalam pelayanan ini. Kegerakan ini adalah satu dari gerakan doa 24 jam selama 7 hari yang dilakukan anak-anak muda yang saya lihat. Studi berikut ini didasarkan kepada, sebagian besarnya, dari pandangan-pandangan yang didapatkan dari berbagai pengalaman doa dan interaksi dengan para pelajar ini. Para pejuang doa ini, sejumlah 100 orang anak muda berdoa selama periode 5 tahun, berdoa secara sistematis selama 40.000 jam terus menerus. Tidak ada satu jam pun terlewat tanpa berdoa selama masa itu – bahkan selama masa Natal dan liburan lainnya. Mereka tanpa disadari menyediakan untuk saya laboratorium yang unik untuk penelitian tentang doa. Karenanya, pandangan-pandangan yang anda dapatkan dalam studi ini adalah didasarkan kepada pengalaman doa dilapangan yang melibatkan banyak jam-jam doa pribadi, termasuk doa-doa pribadi saya selama beberapa puluh tahun.
Apakah semua itu layak dijalani? Ketika saya memulai perjalanan yang menakjubkan ini, ketika para pendoa syafaat muda ini berdoa untuk tuaian jiwa di seluruh dunia siang dan malam, saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi di depan. Ketika saya menulis dalam rangka merayakan 30 tahun Sekolah Doa yang Mengubahkan Dunia, saya dapat melaporkan bahwa pelayanan yang saya layani sebagai pemimpinnya, Every Home for Christ telah melakukan follow up lebih dari 5 juta keputusan untuk menerima Kristus dan respon kepada penginjilan dunia dari rumah ke rumah dalam kurun waktu 12 bulan terakhir! Kami terus melihat lebih dari 10.000 keputusan dan respon dan ditindaklanjuti dengan pengajaran Alkitab setiap hari di seluruh dunia. Doa, benar-benar, berkuasa! Semua hal ini telah menolong saya dalam mengumpulkan studi ini.
9
Sebagai tambahan, banyak penelitian telah dilakukan dengan hati-hati atas ratusan buku yang paling banyak dibaca mengenai subjek vital dari berbagai generasi, termasuk dari berbagai tradisi Kristen – sebagian lebih bersifat kontemporer dan lainnya berasal dari abad-abad yang lalu. Anda akan terutama diberkati dengan pandangan-pandangan dari raksasa-raksasa doa dari abad yang lalu yang telah mengalami kuasa doa dalam masa-masa sukar hidup mereka. Anda akan juga menyadari bahwa kami telah mengembangkan pengajaran-pengajaran utama (disebut dengan Ruang Kuliah) dalam segmen-segmen “Ruang Belajar” termasuk di dalamnya sebuah kesempatan untuk menulis jurnal dan respon pribadi anda dalam bagian tersebut.
Anda juga akan menemukan check list 13 minggu di bagian belakang yang menolong anda untuk mendalami pengajaran ini dalam waktu yang lebih santai dalam 3 bulan, menerapkan berbagai aspek doa dan menulis pandangan-pandangan anda sendiri ketika anda mendalaminya.
Tentu saja, Firman Allah telah menjadi sumber utama kami dari hal-hal yang kami sebutkan di atas. Kami juga berhutang besar kepada para penerbit yang telah mengijinkan kami untuk banyak mengutip dari tulisan-tulisan mereka yang telah belajar mengenai kuasa doa dan meninggalkan warisan pengalaman mereka dalam bentuk tertulis. Silahkan lihat Daftar Pustaka di belakang buku ini untuk daftar materi yang dikutip dalam halaman-halaman buku ini.
Saya secara khusus ingin menyemangati anda untuk menerapkan prinsip-prinsip dan kebenaran-kebenaran dalam buku ini di hari-hari mendatang, pertama dengan membuat resolusi untuk berjumpa Tuhan setiap hari dalam doa, dan kemudian dengan membentuk dan berpartisipasi dalam kelompok-kelompok doa yang mengadakan pertema secara berkala.
SANGAT PENTING!
Studi ini ditujukan untuk digunakan bersamaan dengan 7 Ruang kuliah ‘Langsung’ atau Pengajaran Utama, masing-masingnya diajarkan dalam 3 segmen 20-25 menit oleh penulis. 21 sesi training yang mudah diikuti ini menyediakan pemahaman dasar Alkitab yang lebih dalam untuk mengerti halaman-halaman dalam buku ini. (Lihat dibelakang buku ini untuk informasi bagaimana memperoleh DVD atau CD pengajaran ini). Walaupun pengajaran-pengajaran dalam buku ini dapat dibaca secara terpisah, para pembaca akan diberkati dengan diperlengkapi oleh video atau pengajaran audionya juga. Buku siswa yang di dalamnya berisi tugas-tugas mendampingi pengajaran tersebut.
10
PENJELASAN CATATAN KAKI
Untuk menjelaskan banyak kutipan dalam buku ini, para pembaca akan menemukan dua set nomor yang dipisahkan oleh garis miring (Misalnya : 22/23) Nomor di sebelah kiri adalah nomor buku seperti tertera dalam Daftar Pustaka. Nomor di sebelah kanan mewakili halaman kutipan buku. Jika hanya satu nomor yang ditampilkan maka berarti hanya mengacu kepada buku itu sendiri sementara halaman bukunya tidak diketahui. Dalam beberapa kasus kutipan-kutipan telah diambil dari catatan-catatan khotbah dan kliping yang diberikan oleh teman-teman kami. Karena latar belakang data yang tidak cukup, termasuk beberapa penulis dan sumber, beberapa kutipan sayangnya dimasukkan juga namun tanpa catatan yang layak. Kami sangat mengharapkan pengertian dari pembaca.
Semoga Tuhan menginspirasi dan melengkapi anda ketika anda bersiap untuk terlibat dalam Sekolah Doa ini, duduk di kaki Tuhan sendiri dan bermitra denganNya untuk mengubah dunia kita.
Dick Eastman
Presiden Internasional Every Home For Christ
11
Bab
1
Ruang Kuliah 1
DOA : KUASA YANG BELUM TERSENTUH
ISI
RUANG KULIAH SATU
MENGAPA SEKOLAH DOA
RUANG KULIAH DUA
DEFINISI DOA
RUANG KULIAH TIGA
KUASA DOA
RUANG KULIAH EMPAT
12
Ruang Kuliah Satu
MENGAPA SEKOLAH DOA?
Seorang kudus bijaksana yang berdoa pernah berkata, “Setiap orang percaya seharusnya belajar masuk dalam Sekolah Doa bersama Kristus dan benar-benar belajar mengenai rahasia doa, pelayanan doa syafaat yang luar biasa.” (9/25) Jelaslah bahwa tidak ada pelayanan yang lebih besar yang tersedia untuk para pengikut Kristus daripada pelayanan doa. Sayangnya, begitu sedikit yang telah dilakukan di hari-hari terakhir ini untuk melatih orang dalam disiplin yang sangat penting dari kehidupan Kristen ini. Bahkan satu abad yang lalu, E.M Bounds dengan tegas menanyakan , “Apakah doa menjadi sebuah mata pelajaran di gereja-gereja? Di Sekolah Minggu, rumah, universitas, apakah kita memiliki lulusan-lulusan sekolah doa? Apakah gereja-gereja menghasilkan mereka yang memiliki diploma dari universitas doa?” (5/64)
Dalam penelitian berikutnya kita tidak semata-mata didesain untuk mengajar bagaimana orang Kristen berdoa. Bahkan, kita ingin mengajar orang Kristen mengenai doa, dan berharap agar mereka terinspirasi untuk melakukannya. Kami telah meneliti selama bertahun-tahun bahwa doa tidaklah dipelajari di ruang kelas tetapi di kamar. E.M Bounds menjelaskan, “Doa adalah sekolah terbaik dimana kita belajar berdoa, doa adalah kamus terbaik yang dapat menjelaskan seni dan falsafah doa.” (20) Hope MacDonald, da lam bukunya yang penuh makna, Menemukan Bagaimana Cara Berdoa, berkata dengan intensitas yang sama, “Kita dapat membaca begitu banyak buku yang pernah ditulis mengenai doa, tetapi sampai kita akhirnya memilih, dengan kesadaran sendiri, untuk berdoa, kita tidak akan pernah belajar.” (35/17) Benarlah, doa adalah sesuatu yang harus dipelajari dan dikembangkan. Elizabeth Prentiss dengan indah menggambarkannya sebagai “mempelajari kuasa misterius doa dengan magang di ruang kasih karunia.” (32/35)
Pembaca mungkin terkejut untuk menemukan bahwa para murid Kristus tidak pernah meminta Guru mereka untuk mengajar mereka bagaimana caranya berkhotbah, tetapi mengajar mereka bagaimana cara berdoa. (Lukas 11:1) Bayangkan, dalam seluruh Injil murid-murid meminta Anak Allah hanya sekali untuk mengajar mereka aspek utama dari kehidupan Kristen. Mereka tidak meminta, “Tuhan, tolong ajarkan kami lima langkah pertumbuhan gereja” Juga mereka tidak meminta training penginjilan pribadi, tetapi sebaliknya, Yesus mengajar mereka untuk berdoa. Selanjutnya, mereka hanya ingin melakukannya, dan bukan ingin bertanya bagaimana caranya. Musuh kita bersukacita ketika orang-orang Kristen menghabiskan waktu mereka berdiskusi tentang doa dan bukannya mempraktekkan doa. Karena itu, Sekolah Doa kami bukanlah diskusi mengenai “bagaimana berdoa” tetapi “bagaimana melakukannya”. Kata-kata berikut ini dimaksudkan untuk menginspirasi anda untuk memulai perjalanan doa dan terus melakukannya seumur hidup
Tujuan kami, kemudian, bukanlah hanya untuk menulis buku lain mengenai doa, tetapi untuk mengumpulkan tantangan motivasi yang menyemangati pembaca untuk berdoa dengan lebih penuh pengertian, lebih penuh iman, dan bahkan lebih sistematis. Leonard Ravenhill mengatakan kebenaran ketika ia menekankan, “Buku mengenai doa adalah baik, tetapi tidak cukup baik. Sama halnya dengan buku mengenai masakan adalah baik tetapi tidak berguna jika tidak ada bahan untuk dimasak, begitu juga doa. Seseorang dapat membaca satu perpustakaan penuh buku mengenai doa
13
dan tidak mengalami kuasa doa. Kita harus belajar berdoa, dan kita harus berdoa bagaimana caranya berdoa” (15/54)
Doa, kemudian, adalah sekolah didalamnya dan sekolah itu sendiri. Hanya ketika kita berdoa kita belajar mengenai disiplin kudus. Seperti seorang penulis menyatakan, “Baiklah anda ingat bahwa lebih banyak kita berdoa, lebih banyak kuasa yang kita miliki ketika berdoa. Iman bukanlah bahan bakar yang dapat habis ketika kita berkendara terlalu jauh. Iman lebih merupakan otot yang diperkuat oleh latihan demi latihan.” (18/77)
Penelitian selanjutnya didesain untuk menyingkapkan potensi yang tak terukur dari doa. Kami menantang para pelajar doa untuk bergabung dalam dedikasi sepenuhnya dalam sekolah yang menantang ini. Bergairahlah untuk menjadi semakin sama seperti Kristus dalam setiap sisi kehidupan Kekristenan anda, termasuk di dalamnya aspek utama yang disebut doa.
Kembali ke Sekolah
Dalam buku klasiknya, Doa Syafaat, James McClure membuat pernyataan yang mengejutkan, “Sejarah dari gereja Kristen tidak pernah sepenuhnya selesai ditulis. Hal-hal yang dilakukan oleh manusia dalam nama dan untuk Kristus telah diceritakan. Pekerjaan-pekerjaan ini membuat rekor yang menakjubkan ; rekor mengenai martir, mengenai para misionaris, mengenai kemajuan dalam misi, keberhasilan pendanaan kemanusiaan. 1900 tahun ini telah menyaksikan kejadian-kejadian yang diperhitungkan dengan baik untuk membangkitkan keberanian untuk berdoa dalam hati pelajar sejarah gereja.”
Dr. McClure menyimpulkan dengan komentar yang menggetarkan ini, “Tetapi belum ada yang digambarkan kecuali efek eksterior dan motif dibelakang efek ini. Tahta Kasih karunia, darimana jawaban-jawaban doa mengalir, diselubungi. Tidak ada seorangpun yang mampu untuk membuka tabir selubung tersebut dan menunjukkan dunia akan kebutuhan spiritual yang menjadi jawaban yang berasal dari tahta tersebut.” (32/31)
Orang Kristen yang berdoa harus mengubah hal ini. Tiba saatnya untuk orang percaya di manapun mereka berada, dari berbagai denominasi, untuk membuka tirai kuasa Allah untuk menjangkau mereka yang sekarat akan kebenaran Injil Yesus. Kita harus kembali ke sekolah – Sekolah Doa. Ada beberapa alasan penting untuk panggilan penting untuk berdoa yang menyediakan dasar penting untuk keseluruhan penelitian ini. Hal ini menjadi dasar dari hal-hal yang akan didiskusikan berikut ini
1. Doa akan menolong orang Kristen di manapun mereka berada untuk memenuhi Amanat Agung.
Dapat dibuktikan secara statistik bahwa perintah Allah untuk “pergi ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mark 16:15) mustahil dilakukan selama berabad-abad jika dikerjakan dengan usaha umum misi seperti sekarang ini. Dalam setahun terakhir sebuah artikel berita nasional mendaftarkan denominasi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Daftar denominasi pertama telah melihat sejumlah 1500 petobat baru perhari sebagai hasil dari usaha penginjilan mereka di rumah dan di luar negeri. Pada rate tersebut , yang kelihatan pada awalnya kelihatan menarik dan berarti, kemungkinan untuk menjangkau lebih dari dua juta orang yang belum pernah mengenal Injil akan memakan usaha selama 3652 tahun. Lebih mengherankan lagi, usaha
14
seperti itu hanya dapat dicapai dengan pertumbuhan populasi 0, yang tidaklah mungkin. Jawabannya, karena itu, terletak pada doa syafaat (sebuah pernyataan yang saya percaya akan dibuktikan oleh penelitian kita) Doa adalah kuasa yang akan membuat berhasil segala usaha organisasi pekabaran Injil dalam melakukan bagian mereka untuk secara harfiah memenuhi Amanat Agung.
2. Doa akan menolong mempersatukan orang-orang Kristen dalam tugas penginjilan mereka.
Sejujurnya, kesatuan penuh di gereja dianggap sebagai tantangan yang perlu diperhitungkan. Dr. Harold Lindsell, dalam mendiskusikan dinamika doa dalam bukunya yang provokatif, berkata, “Kekristenan dalam pengertian terbesar dan inklusifnya berada dalam perbedaan dalam berbagai aspek esensial dan non-esensial. Beberapa perbedaan menjadi begitu besarnya sehingga mereka membagi kekristenan dalam kelompok-kelompok. Tetapi dalam masalah doa, seluruh komunitas yang menjadi pemercaya berada dalam kesatuan. Mereka semua mengakui kebutuhan dan efisiensi doa. Bahkan, doa adalah fenomena universal yang umum dalam agama Kristen dan non-Kristen. Apapun Allah atau Allah-Allah yang disembah non-Kristen, mereka menyebutnya dalam doa-doa mereka. Orang Kristen menganggap doa non-Kristen sebagai palsu, tetapi kita harus ingat bahwa keberadaan yang palsu adalah untuk membedakan mana yang asli.” (27/5)
Karena itu, doa adalah penting dalam tugas penginjilan dunia karena doa membawa orang dari berbagai latar belakang menjadi satu kesatuan dalam tahta kasih karunia. Tentu saja jika kita dapat belajar berdoa bersama, kita dapat belajar bagaimana bekerja bersama.
3. Doa akan membawa kita kepada ketinggian yang baru secara pribadi.
Mereka yang beruntung dapat mendengar khotbah Charles Spurgeon secara langsung telah menyaksikan khotbah yang diurapi Roh Kudus sebagai dari hasil dari berkubang berjam-jam dalam doa. Sekali, ketika berkhotbah mengenai topik doa dan menggarisbawahi penglihatan Yehezkiel mengenai sungai (Yehezkiel 47), Spurgeon menyatakan, “Dalam perahu keselamatan kita menemukan tangga pertama, kedua dan ketiga; mereka semua berada dalam perahu yang sama tetapi tidak dalam tangga yang sama. Sebagian besar orang Kristen, ketika mengalami pengalaman sungai, hanya mengalami pengalaman bersama Tuhan hanya semata kaki, beberapa membiarkan air sampai ke lutut; beberapa sampai ke dada, tetapi hanya sedikit! Oh- sangat sedikit! Mereka yang menemukan bahwa sungai itu dapat direnangi, yang dasarnya bahkan tidak dapat diselami.” (34/15) Pengkhotbah tersebut menjelaskan bagaimana kita dapat terjun ke dalam sungai tersebut. “Saudara-saudaraku, terdapat ketinggian dimana pengenalan eksperimental kita mengenai hal-hal yang ilahi yang belum pernah kita lihat dan pikirkan, bahkan oleh pikiran filosofis kita; dan ada juga jalan-jalan rahasia dimana pembelaan dan argumentasi belum terjamah. Allah sendiri dapat membawa kita kesana; namun jalan kesana, kereta berapi yang dapat membawa kita, dan kuda berapi yang membawa kereta tersebut, adalah doa-doa yang tak berkesudahan” (34/15)
Adalah bijak orang Kristen yang belajar untuk berdoa dengan kekuatan yang tidak terbatas tersebut. Ia tidak hanya berpartisipasi dalam mengubah dunia, namun melihat perubahan yang terus-menerus terjadi dalam kehidupan pribadinya.
15
4. Doa menjangkau ke segala arah untuk setiap kebutuhan.
Dalam bukunya yang menginspirasi mengenai doa, Mustard, oleh Virginia Whitman, terdapat pemikiran yang menggambarkan alasan keempat mengenai mengapa kita membutuhkan Sekolah Doa. Penulis dengan hati-hati mengingatkan pembaca, “Tidak ada hal sebegitu tersedianya secara universal untuk umat manusia selain doa. Yunus berdoa dari perut ikan. Di pusat Antartika, doa dapat diserukan kepada Allah. Dari hutan hujan Amazon atau dari pedalaman Siberia, doa dapat sampai kepada Allah. Tidak ada lokasi, situasi, atau bangsa, dari mana doa tidak dapat dihembuskan.” (7/71) Kami merasa takjub ketika mengajar pentingnya doa karena kuasanya dapat menjangkau daerah-daerah tak tertembus dan menembus daerah-daerah yang tak dapat dicapai misionaris.
5. Doa menolong orang Kristen untuk berfokus kepada tugas utama gereja.
Dalam era modernisasi dan program efisiensi adalah mudah untuk pelayanan Kristen melupakan tugas mereka ada di dunia ini ; Menjangkau mereka yang terhilang. Baik jika beberapa program tersebut dikesampingkan supaya dapat kita dapat secara harfiah menjawab tantangan Kristus dalam menjangkau setiap jiwa di dunia ini dengan pesan Kasih-Nya. Benar, beberapa program adalah baik, tetapi tidak semua program membangun kerajaan Allah. Salah satu penghotbah terbaik di awal abad ke 20, Dr. R.A. Torrey, menjelaskan kekhawatirannya ketika ia berkhotbah, “Tanpa keraguan, salah satu rahasia besar dari ketidakpuasan dan kepalsuan dan ketidakbenaran serta karakter yang sementara dari “kebangunan rohani” modern kita adalah bahwa kita terlalu bergantung kepada teknologi dan begitu sedikit bergantung kepada kuasa Allah, yang didapatkan dari doa yang terus-menerus, tulus dan doa yang benar-benar percaya, yang tidak mau dijawab ‘tidak’”
6. Pengalaman dari ribuan orang Kristen yang berdoa membuktikan bahwa doa benar-benar berkuasa.
Dalam mengajar orang mengenai kuasa dan praktek doa, kita tidak sedang menyentuh daerah yang belum tereksplorasi. Kesaksian dari orang-orang Kristen dimanapun, dari segala generasi, dengan tegas menekankan bahwa doa benar-benar berkuasa. Berkhotbah mengenai doa, G Campbell Morgan menjelaskan, “Kita mendasarkan kepercayaan kita terhadap kemungkinan doa di atas sejarah dan pengalaman manusia. Ketika sains membuat percobaan universal mengenai kebenaran, bagaimana mungkin mereka tidak mengakui pengalaman-pengalaman orang-orang kudus dalam hal ini? Mereka bersaksi bahwa mereka telah mencari dan mendapatkan, mengetuk dan pintu dibukakan bagi mereka. Sebagai jawabannya, para kritikus berkata bahwa mereka tidak mempercayai hal-hal ini, tetapi mereka salah. Pernyataan tersebut adalah tes kesabaran dimana saya pasti gagal didalamnya.” (31/24)
Pengkhotbah terkenal tersebut melanjutkan, “Untuk tahu bahwa bukan hanya satu atau dua, tetapi, ratusan, ribuan, puluhan ribu umat manusia, tidak hanya dari satu usia atau temperamen atau posisi geografis tetapi dari setiap umur, segala temperamen, dan dari segala daerah, selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan dan abad dan millennium, telah ditipu adalah untuk meminta untuk mempercayai sesuatu yang lebih menakjubkan dari apapun yang disetujui iman Kristen adalah benar.” (31/25)
16
Jelas, bukti-bukti yang ada sangat menakjubkan, doa sangat efektif dan membuat perbedaan dalam menentukan masa depan manusia dan bangsa. Tuhan, ajar kami untuk berdoa
17
Respon Siswa
Pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan dari Ruang Kuliah Satu
__________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________
18
Ruang Kuliah Dua
DEFINISI DOA
Sebuah pengajaran yang berarti dari topik doa harus dimulai dengan definisi sederhana mengenai doa. Terdapat banyak penjelasan mengenai doa karena doa menyentuh berbagai aspek kehidupan-kehidupan Kristen. Berikut ini beberapa di antara nya :
1. Doa adalah langkah pertama untuk mengenal Yesus Kristus.
Tidaklah mungkin untuk seseorang mengalami Yesus Kristus jika terpisah dari doa. Alkitab menegaskannya : “Setiap orang yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” (Roma 10:13) Berseru adalah awal dari keselamatan dan berseru adalah doa. Jika mereka yang berseru diselamatkan, mereka yang tidak berseru tidak diselamatkan. Karena itu, pengalaman keselamatan seseorang dimulai dari doa.
Sebagai lanjutan dari pengalaman keselamatan pertama kita, seluruh pertumbuhan spiritual kita berbanding lurus dengan kehidupan doa kita. William Krutza berkata, “Inti dari kehidupan saksi Kristus yang efektif adalah ketaatan kepada Yesus Kristus. Ketaatan ini menemukan ekspresi utamanya dalam doa. Ketaatan ini dipertahankan hidup melalui kehidupan doa yang terus-menerus.” (28/59)
2. Doa adalah mengenali hadirat Allah.
Mudah dijelaskan, doa adalah kejadian yang memungkinkan kita untuk menjadi akrab dengan Bapa kita di surga. Seorang Kristen muda pernah berkata, “Doa akhirnya bukan hanya berarti menjelaskan perasaan kita, tetapi untuk merasakan hadirat-Nya.” (11/148)
3. Doa adalah sarana manusia untuk mengenal Allah secara intim.
Hal ini adalah lebih dari sekedar mengenal Allah, seperti poin di atas. Suami harus menjadi lebih dari sekedar mengenal istrinya, ia harus mengenal istrinya secara intim. Seorang pejuang doa dengan bijaksana menjelaskan, “Ia yang tidak mengenal Allah tidak tahu caranya berdoa. Ia yang tidak pernah belajar tentang Allah tidak pernah mengalami hikmatnya diperbesar, dikuatkan, dibersihkan dan diangkat dalam doa.” (20)
4. Doa adalah untuk menerima dan menerapkan janji-janji Allah.
Alkitab penuh dengan janji-janji yang tersedia bagi mereka yang berhasil menemukan sumber kekuatan Allah. “Doa” kata Archbishop Dublin, Richard Trench, “bukanlah untuk menaklukkan keengganan Allah, doa adalah bersandar kepada kesediaan Allah.” (14/16) Jelaslah bahwa Allah bersedia menjawab doa atau Ia dengan mudah menyingkirkan doa dari sumber kekuatan utama orang Kristen. Hal yang tersisa yang perlu dilakukan hanyalah untuk menerima janji-janji yang besar ini dengan sarana yang disediakan oleh Allah – Doa.
5. Doa adalah jiwa yang berlutut.
Ratusan buku mengenai doa dan ribuan khotbah telah dikhotbahkan mengenai topik ini. Dari semua topik mengenai doa, definisi yang tepat dari Victor Hugo benar-benar menjelaskan arti
19
dari doa : “Ada momen-momen dimana, ketika, apapun sikap tubuh kita, jiwa kita sedang berlutut.” (14/86) Doa, kemudian, adalah sikap dari kerendahan hati di hadapan Allah yang hidup, dengan diam menyatakan, “Aku membutuhkan Engkau.”
6. Doa adalah jalan menuju kekuatan dan kedamaian.
Sangat jarang terjadi adanya orang Kristen yang berkata bahwa ia memiliki damai tetapi Ia tidak berdoa. Doa adalah kunci satu-satunya yang membukakan damai Allah. E.M. Blaiklock menjelaskan, “Doa adalah penting. Doa adalah jalan menuju ketenangan dan kekuatan jiwa. Doa-doa seseorang adalah ukuran kekristenannya, pengertiannya akan hal-hal rohani, dan pengalamannya dengan Allah. Gagal berdoa adalah gagal dalam semua hal lain. Doa adalah tempat ujian dan konflik ; karena doa menantang semua keraguan, semua kebimbangan, semua pekerjaan daging.” (14/1)
7. Doa adalah sarana manusia untuk menjamah Allah.
Alkitab menjelaskan sebuah kejadian ketika terdapat kerumunan orang banyak mengelilingi Yesus, mendesak-Nya dengan keingintahuan yang besar. Dengan sensitivitas yang tidak biasa Tuhan kita berkata, “Seseorang menjamahku.” (Lihat Lukas 8:43-46). Para murid dengan cepat merespon bahwa banyak yang menjamah Dia waktu itu. Tetapi Yesus dengan berkuasa menjawab, “Tidak, seseorang telah meminta kemampuanku” (Terjemahan abad 20). Disini kita menemukan definisi doa yang sangat berarti. Doa adalah sarana manusia untuk menjamah kemampuan Allah. Seorang pengkhotbah yang bijaksana menyatakan, “Tidak ada sentuhan akan Dia yang Ia tidak ketahui. Ketika sebuah kebutuhan menjamah Dia, kebutuhan itu meminta untuk dipenuhi; dan doa adalah sarana dimana kita dapat menjamah-Nya.” (9/8)
8. Doa adalah jalan manusia untuk mengerti jalan Allah untuk hidupnya.
Tidak ada cara untuk mengetahui kehendak seseorang selain dengan berbicara dengan orang tersebut, atau membaca apa yang ia baca, atau membaca yang ia tulis. Hal yang sama terjadi dalam hubungan kita dengan Allah. Untuk mengetahui rencana-Nya atas hidup kita, kita harus membaca firman-Nya dan bercakap-cakap dengan-Nya setiap hari. David Hubbard menjelaskan, “Doa mengingatkan kita akan kebutuhan kita akan Allah dan meyakinkan kita bahwa hadiratNya selalu bersama kita. Doa adalah bagian dari rencana Allah untuk pertumbuhan rohani kita dan untuk rencanaNya bagi dunia. Dalam doa kita tidak memberitahu Allah apa yang harus dilakukan ; kita mencari tahu apa yang Allah ingin kita lakukan.” (4/14)
Jika saya tidak berbicara dengan istri saya pada suatu hari, saya tidak akan mengerti keinginannya menyangkut saya pada hari tersebut. Sekarang, bagaimana seseorang tahu kerinduan Allah untuk hidupnya jika ia tidak berdoa? Misionaris dan senator Dr. E. Stanley Jones membagikan, “Dalam doa anda menyelaraskan kehendak anda dengan kehendak Allah dan Ia mampu untuk melakukan hal-hal melalui anda, karena Ia tidak dapat berbuat sebaliknya. Karena ini adalah semesta terbuka, dimana beberapa hal dibiarkan terbuka, menunggu akan apa yang dapat dilakukan atas mereka. Jika kita tidak melakukannya, hal-hal tersebut tidak akan terjadi. Jadi Allah membiarkan beberapa hal menunggu, untuk terbuka, dalam doa. Hal-hal tersebut tidak akan terjadi bila tidak berdoa.” (13/5) Bertahun-tahun lalu, saya menemukan diri saya memperkuat perkataan ini dengan aksioma ini, “ Sesuatu terjadi ketika saya berdoa, yang tidak akan terjadi jika saya tidak berdoa.
20
Karena itu, jika saya tidak berdoa hari ini, sesuatu tidak terjadi dalam kerajaan Allah atas hidup saya dan dalam hidup orang-orang yang dapat disentuh melalui doa-doa saya.”
9. Doa adalah berbisnis dengan Allah.
Untuk mengambil waktu pribadi dengan Bapa kita di surga tidak hanya menyangkut persekutuan dengan Dia, namun sebenarnya kita sedang berbisnis dengan Penguasa Alam Semesta. Virginia Whitman menjelaskan, “Ketika Anda memiliki kerinduan atau keinginan akan sesuatu, apakah itu berupa barang atau jasa, terlihat atau tidak terlihat, anda akan mengontak orang atau perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan itu. Apa yang terjadi adalah Anda sedang ‘berbisnis’ dengan mereka. Doa adalah melakukan bisnis dengan Allah, dan berbisnis dengan Allah adalah sama praktisnya dengan transaksi bisnis di dunia.” (7/84)
10. Doa adalah kekuatan Allah.
Sebenarnya sulit dimengerti jika para pengikut Kristus dapat memenuhi semua tugas ilahi dari Allah tanpa kuasa doa. Harold Lindsell menasehatkan, “Para pendatang yang hanya menumpang di dunia ini membutuhkan semua pertolongan yang dapat diperolehnya. Allah dalam seluruh kebijaksanaan akan penyediaan telah menyediakan banyak sarana pertolongan. Salah satunya adalah doa.” (27/8) Singkatnya – tidak ada doa, tidak ada kuasa, tidak ada kuasa, tidak ada kemenangan. Lawan dari kemenangan, adalah, tentu saja, kekalahan.
11. Doa adalah melayani sebagai dewan eksekutif untuk penginjilan dunia.
Sebagian orang Kristen telah menyalahartikan doa, dan hanya berpikir bahwa doa hanyalah saat untuk bersekutu dengan Allah, dengan tujuan tertingginya hanyalah pertumbuhan rohani pribadi seseorang. Benar, dalam doa kita mengalami hal-hal tersebut, tetapi doa juga memiliki lebih banyak dari hanya sekedar itu. E.W Kenyon berkhotbah, “Doa berarti kita telah masuk dengan berani ke ruang tahta dan kita sedang berdiri dalam hadirat Allah. Hal itu berarti lebih dari sekedar hanya membawa-Nya ke dalam urusan-urusan kita. Doa berarti masuk dalam hadirat Allah dan Yesus dalam rapat dewan eksekutif, membawa kebutuhan-kebutuhan kita di hadapan mereka dan membuat daftar kebutuhan kita akan kemampuan, kasih karunia, kesembuhan seseorang, kemenangan bagi seseorang, atau untuk kebutuhan keuangan kita.” (9/8) Untuk berdoa bagi penginjilan dunia, karena itu, adalah untuk melayani dalam “Komite Pemenuhan Amanat Agung” yang bertemu secara berkala dalam pengadilan surga. Doa bukanlah hanya saat untuk bersekutu. Doa adalah waktu untuk tindakan syafaat.
12. Doa adalah dua orang yang sedang jatuh cinta.
Ketika dua orang sedang jatuh cinta, sangatlah sulit untuk berpikir tentang hal lain selain cinta mereka. Doa adalah aspek pengalaman kekristenan kita yang melibatkan jenis kasih Allah. Hope McDonald menjelaskan, “Saya senang berpikir bahwa dia adalah percakapan antara dua sahabat yang saling mengasihi dan mengerti satu sama lain. Doa adalah kunci yang membukakan pintu menuju dunia yang sama sekali baru – sebuah dunia yang hidup dalam kehadiran aktif dan kesadaran akan Allah yang hidup. Doa menjadi dasar dari segala sesuatu yang kita lakukan. Yesus Kristus mati disalib untuk membuat komunikasi ini mungkin.” (35/14)
21
13. Doa adalah memberikan akses kepada Allah untuk memenuhi kebutuhan kita.
Bijaklah orang yang berkata, “Berdoa adalah melibatkan Allah dalam kebutuhan-kebutuhan kita. Berdoa adalah untuk mengijinkan ijin kepada Yesus untuk mengerjakan kekuatan-Nya ketika tingkat stress kita meningkat. Berdoa adalah untuk membiarkan Yesus mempermuliakan nama-Nya dalam kebutuhan-kebutuhan kita. Berdoa tidaklah lain daripada melibatkan Allah untuk membuka pintu, memberikan akses kepada Yesus untuk memenuhi kebutuhan kita dan mengijinkan-Nya mengerjakan kekuatan-Nya dalam berurusan dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut.” (2/12,13) Disini kita menemukan definisi dasar doa. Doa adalah menyatakan kebergantungan kita akan Allah mengenai kemampuan manusiawi kita.
14. Doa adalah jalan menuju mujizat.
Tidak ada jalur pelayanan lain yang menyambungkan kita kepada mujizat daripada doa. Dalam bukunya yang luar biasa berjudul Doa, Penulis Norwegia O.Hallesby menjelaskan , “Pekerjaan doa adalah prasyarat semua pelayanan lain dalam kerajaan Allah, karena alasan sederhana bahwa adalah melalui doa kita mengalami pelipatan kuasa surgawi walaupun kita tidak berdaya, kuasa, yang dapat mengubah air menjadi anggur dan memindahkan gunung dalam kehidupan kita dan orang-orang yang kita doakan, kuasa yang dapat membangkitkan mereka yang sedang berdosa dan membangkitkan yang mati, kuasa yang dapat mengikat penghulu-penghulu dan membuat yang mustahil menjadi mungkin.”(2/80)
15. Doa adalah nafas hidup rohani.
Doa bagi roh kita adalah seperti nafas bagi tubuh kita. David Hubbard menjelaskan, “Jika kita berpikir bahwa doa adalah sesuatu yang kita lakukan hanya dalam upacara ibadah atau dalam keadaan darurat dan putus asa, kita akan kehilangan maknanya yang sebenarnya. Kita memperlakukan doa seakan-akan doa adalah bumbu kehidupan sementara Alkitab meresepkan doa sebagai makanan utama kita. Kita merasa puas hanya dengan beberapa keping, tercapainya beberapa keinginan kita, beberapa pengakuan dosa untuk membuat kita seakan-akan agak rohani dalam kehidupan kita yang sekuler. Kita menaburkan satu atau dua bumbu rohani atas kehidupan humanisme kita dan menyebut campuran tersebut sebagai agama. Tetapi Allah melihat doa sebagai nafas kehidupan rohani.” (4/64)
22
Respon Siswa
Pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan dari Ruang Kuliah Dua
__________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________
23
Ruang Kuliah Tiga
KUASA DOA
Seperti yang dinyatakan oleh seorang puritan tua, “ Doa adalah meriam yang diletakkan di gerbang-gerbang surga untuk meledakkan pintunya.” Kata-kata ini menarik untuk disimak, membawa para pelajar doa untuk melihat lebih dekat kuasa yang tersedia bagi orang-orang Kristen. Perhatikan beberapa premis penting mengenai kuasa doa. Premis adalah sesuatu yang dianggap jelas karena ada bukti yang menguatkannya. Definisi dasar ‘premis’ adalah “Sesuatu yang dianggap sudah benar.”
Premis satu : Kuasa doa adalah pernyataan kuasa Allah.
Tragisnya, beberapa kredit diberikan atas kemenangan dan keberhasilan hanya untuk doa dan bukannya untuk Allah yang menjawab doa. Benar, doa melepaskan kuasa untuk membawa hasil-hasil ini, tetapi Allah adalah sumber kekuatan tersebut. Doa bukanlah hanya sekedar kuasa yang mampu melakukan segalanya dari dirinya. Allah berhak memperoleh kemuliaan atas jawaban-jawaban doa kita.
Pemikiran ini seharusnya menambah kedalaman ke dalam pengertian doa kita. Jika kuasa doa adalah benar kuasa Allah, maka kuasa doa adalah tak terbatas. John Lavender menceritakan kisah seorang janda tua dari pedalaman New York yang diundang oleh seorang murah hati untuk menghabiskan akhir minggunya di sebuah hotel pinggir pantai. Janda tersebut, yang tidak pernah menikmati kemewahan seperti itu, sangat takjub oleh keindahan lokasi tersebut. Ketika ia berdiri dipinggir pantai di suatu sore yang sunyi dan cerah, terpaku oleh keindahan laut yang sangat luas, setetes air mata mengalir di pipinya. Ketika orang yang memberikan liburan itu bertanya mengapa ia menangis, jawabannya sederhana, “Karena sangatlah indah untuk mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak akan pernah habis.” (39/20)
Jelaslah bahwa terdapat sesuatu yang tidak pernah akan habis. Jawaban doa ilahi juga tersedia tanpa batas dan takkan habis untuk mereka yang berdoa sesuai dengan kehendak-Nya. Leonard Ravenhill menulis, “Seseorang dapat memperkirakan berat dunia ini, mengukur langit, menghitung jumlah bintang-bintang di surga, dan mengetahui waktu terbit dan terbenamnya matahari – tetapi anda tidak dapat mengukur kekuatan doa. Doa adalah seluas Allah karena Ia berada di belakang doa. Doa adalah seperkasa Allah karena Ia telah berkomitmen untuk menjawabnya.” (15/156) Virginia Whitman menambahkan, “Aktivitas lain menghasilkan apa yang dapat kita lakukan. Doa menghasilkan apa yang dapat Allah lakukan.” (7/129) Satu-satunya batas doa, adalah, batas dari keilahian Tuhan. Sejauh Allah dapat pergi, doa adalah sejauh itu.
Premis kedua : Kuasa doa tak terbatas.
Premis kedua kami, walaupun terkait dengan premis pertama, butuh perhatian lebih. Doa, ketika dimengerti dengan baik dan dilakukan, dapat menjangkau melewati halangan apapun dan menaklukkan gunung apapun. Penginjil R.A. Torrey berkhotbah, “Doa adalah kunci yang
24
membukakan kunci gudang penyimpanan ilahi atas kuasa dan kasih karunia Allah yang tak terbatas. Seluruh keberadaan Allah, dan semua yang Allah miliki, ada dalam jangkauan doa.” (6/16)
Tanpa keraguan, beberapa orang meragukan pernyataan Torrey yang berani ini. Namun, penginjil hebat awal abad ke 20 ini telah mempelajari melalui pengalaman bahwa kuasa Allah tak terbatas. Tidak ada keadaan atau lokasi geografis yang tidak dapat ditembus doa. Doa dapat menembus tempat-tempat yang tidak dapat ditembus kuasa lain. Tidak ada situasi atau masalah apapun yang lebih besar dari kuasa doa. Tidak ada situasi, atau masalah yang lebih besar dari kuasa doa. Doa menuntun kepada segala berkat, menyadap kekuatan Allah dan membawa para pejuang doa ke dalam hadirat Allah sendiri. E.M Bounds berkhotbah, “Doa memiliki di dalam dirinya kuasa untuk mempengaruhi segala sesuatu yang mempengaruhi kita. Ini adalah kuasa doa yang tidak terbatas, kebijaksanaan, pengetahuan, kekudusan, dan surga dalam jangkauan doa. Tidak ada apapun dari hal-hal itu yang dapat terjangkau di luar doa.” (23) Ralph Herring dalam bukunya Lingkaran Doa, menambahkan, “Doa adalah kemenangan Allah dalam rancangan ilahi, mendayagunakan semua karunia-Nya dan menyediakan akses tak terbatas akan keberadaan-Nya. Doa adalah pertemuan puncak di tahta kasih karunia di alam semesta. Tidak ada level yang lebih tinggi.” (16/8) Untuk meyakinkan, seluruh surga dan seluruh berkatnya tersedia untuk dimiliki orang Kristen yang berdoa.
Premis tiga : Kuasa doa tidak disadap oleh sebagian besar anak Tuhan hari-hari ini.
Kami teringat akan kisah seorang wanita bertahun-tahun lalu yang tertabrak mobil dan terjebak di bawahnya. Para penonton berkumpul dan membuat rencana darurat untuk mengangkat mobil tersebut ketika seorang pria keluar dari kerumunan orang banyak dan mengangkat mobil tersebut sehingga wanita tersebut dapat diamankan. Ketika reporter memintanya untuk mengangkat mobil yang sama untuk diabadikan fotonya, mobil tersebut tidak bergeming. Jelaslah bahwa ia memiliki di dalam dirinya kekuatan yang belum ‘tersadap’ menunggu untuk dikeluarkan dalam saat-saat darurat. Apa yang harus dilakukannya hanyalah untuk menarik kekuatan tersebut ketika dibutuhkan
Kuasa doa tidaklah berbeda dengan kuasa tersembunyi dari kisah di atas. Kuasa tersebut ada dalam diri orang-orang percaya, menunggu untuk dikeluarkan. Ingatlah, Yesus tinggal dalam setiap kita, dan Ia memiliki kuasa di bumi dan di surga dalam anak-anak-Nya (lihat Matius 28:18)
Seperti kuasa laten yang belum tersadap dalam diri pria yang mengangkat mobil tersebut, orang Kristen memiliki kekuatan Allah, siap untuk disadap dalam doa yang penuh kepercayaan. Tetapi bagaimana kita dapat menyadap kekuatan apostolik tersebut? Ravenhill menjawab, “Jika kembali melakukan praktek apostolik – menantikan Allah untuk kuasa apostolik – kita dapat maju menuju kemungkinan-kemungkinan apostolik!” (15/92) Jelaslah, kuasa Allah yang belum tersadap tersebut hanya dapat ditemukan dalam doa. Jika kemungkinan-kemungkinan doa benar-benar tak terbatas, maka cara-cara untuk mendayagunakannya juga tak terbatas. Dalam ruang kuliah kita berikutnya kita menyebutkan tujuh contoh untuk menyediakan para pelajar doa bayangan akan apa yang dapat dilakukan doa.
25
Respon Siswa
Pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan dari Ruang Kuliah Tiga
__________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________
26
Ruang Kuliah Empat
KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN DOA
1. Dalam doa terdapat kekuatan untuk membagikan Firman Allah.
Penginjil yang berkarunia E.M. Kenyon menulis, “Sejarah gereja membuktikan bahwa pelayanan Doa membuat pelayanan Firman menjadi berkuasa.” (9/102) Beberapa waktu lalu sebuah kejadian menakjubkan dilaporkan oleh salah satu kantor Every Home for Christ, pelayanan yang saya arahkan, memberi ilustrasi yang tepat tentang pemikiran ini. Seorang misionaris pionir telah membawa traktat Injil kepada setiap rumah di sebuah desa terpencil di India sebelum pindah ke desa tetangganya. Setelah menghabiskan sepanjang hari membagikan traktat misionaris tersebut kembali ke perkemahan mereka. Bersama para penginjil lain ia makan makanan di sebelah api unggun dan beristirahat.
Ketika melewati desa dimana traktat telah ia bagikan sebelumnya, penginjil yang lelah itu menjumpai seorang remaja pria yang berjalan dari rumah ke rumah untuk membagikan traktat ke setiap rumah yang sebelumnya ia singgahi. Sangat tidak biasa, dan tidak dapat dipercaya, bahwa kelompok misionaris lain melakukan tugas pembagian traktat yang sama di daerah yang begitu terpencil. Penasaran ingin mengetahui identitas organisasi tersebut, si penginjil mendekati distributor traktat muda yang gembira itu. Hampir seketika ia menyadari bahwa traktat yang digunakan sama dengan pesan yang ia bagikan sebelumnya. Namun Every Home Campaign belum pernah mengirimkan 2 misionaris ke daerah yang persis sama. Apalagi, anak remaja tersebut lebih muda daripada pelayan EHC sepenuh waktu lainnya.
Pagi sebelumnya, ketika si penginjil EHC memulai pembagian traktat di desa tersebut, anak muda itu duduk diam – diam tertutup bayangan di salah satu rumah yang telah dibagikan traktat. Percaya bahwa pembagian traktat tersebut adalah propaganda jahat, remaja tersebut menunggu sang penginjil menyelesaikan pekerjaannya dan kemudian ikut singgah ke setiap rumah, mengumpulkan traktat yang telah dibagikan penginjil tersebut. Ia memberitahu setiap keluarga bahwa traktat itu jahat dan anti-hindu, agama utama mereka. Setelah mengumpulkan setumpuk traktat, remaja tersebut bersiap untuk membakar traktat tersebut. Dengan korek api di tangan, anak muda tersebut sadar bahwa ia belum membaca isi dari booklet yang hendak dibakarnya, sehingga ia belum tau seberapa jahat propaganda traktat tersebut. Sebeum membakar traktat, remaja tersebut membaca pesan kasih Allah dan traktat itu memberitahunya bagaimana cara menerima Kristus sebagai Juruselamat Pribadinya. Sendirian di desa terpencil dan berdebu, ciptaan baru terlahir dalam kristus. Begitu girangnya anak remaja tersebut, sehingga ia mengumpulkan kembali traktat yang hendak di bakarnya dan mulai menginjil dari pintu ke pintu. Membagikan traktat yang sama kedua kalinya hari itu. Pada saat inilah misionaris pionir EHC ini kebetulan lewat menuju perkemahannya. Pekerja tersebut sangat bersukacita dalam Tuhan melihat bagaimana Tuhan menjawab doa dari seluruh tim pagi itu supaya Allah mengurapi pesan mereka dengan kekuatan khusus.
Oh, Kekuatan yang dimiliki dua untuk membuat pesan dan salib dan kekuatan yang mengubah hidup bahkan dapat sampai ke tangan-tangan yang paling tidak terjangkau. Kejadian di
27
atas bukanlah kebetulan. Kejadian tersebut adalah jawaban doa. Dan jawaban tersebut mengubah orang yang baru saja lahir baru, menjadi penginjil saat itu juga!
2. Dalam doa terdapat kekuatan untuk melahirkan dan menyebarkan kebangunan rohani.
Setelah menyaksikan banyak kebangunan rohani dengan mata kepala sendiri, Penginjil R.A Torrey menulis dengan jelas dalam topik kebangunan rohani dalam gereja. Ia mendeklarasikan, “Saya telah menyaksikan bahwa kebangunan rohani dapat terjadi tanpa khotbah; tetapi tidak pernah terjadi kebangunan rohani besar tanpa doa yang kuat.” (6/43)
Penginjil yang dihormati ini mengutip kebangunan rohani besar yang terjadi pada tahun 1857 di seluruh Amerika. Kebangunan rohani tersebut dimulai ketika seorang pegawai bangunan sederhana di New York City, Joseph Lamphier, berbeban berat untuk hilangnya kesadaran rohani dalam tubuh Kristus. Lamphier memutuskan untuk memulai pertemuan doa setiap hari untuk para pebisnis pada siang hari. Awalnya tidak ada seorangpun yang hadir. Bahkan, pegawai tersebut hanyalah orang satu-satunya yang muncul pada awalnya sampai beberapa orang bergabung dengannya di saat-saat terakhir.
Dalam pertemuan berikutnya hanya segelintir orang yang datang. Tetapi Allah menghargai usaha Lamphier, dan dalam waktu singkat, dipicu oleh bangkrutnya bank di New York City, sebanyak 3000 orang menghadiri pertemuan doa tersebut. Pada akhirnya banyak pertemuan-pertemuan doa dimulai dengan peserta berjumlah puluhan ribu orang. Sejarawan gereja menceritakan bahwa kebangunan rohani besar yang menyapu Amerika pada saat itu berakar dari pertemuan doa pertama yang dicetuskan oleh lamphier. Pada akhirnya ratusan ribu orang menerima kristus sebagai Juru Selamat pribadi mereka, sebuah kebangunan rohani yang menghasilkan 50.000 petobat baru setiap minggunya. Sejarawan yang sama percaya bahwa kebangunan rohani yang sama menyelamatkan Amerika pada saat yang paling bergejolak. Puluhan tahun kemudian Torrey mengungkapkan pendapatnya, “penekanan utamanya ada pada doa dan seluruh bangsa kita diguncangkan oleh kuasa Allah seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mungkin tidak akan terjadi lagi sesudahnya.’’ (6/44)
3. Dalam doa terdapat kekuatan untuk menggerakkan tangan Allah.
Kekristenan akan selalu memiliki penentang, yang berkata bahwa berdoa saja tidak akan mempunyai dampak bagi takdir suatu bangsa. Mereka berkeras bahwa Allah yang berdaulat telah memiliki rencana yang tidak pernah berubah dari awal. Namun, ingatlah bahwa doa menggerakkan tangan Allah seperti yang dikatakan-Nya dalam Yeremia. “Berserulah kepadaku dan Aku akan menjawab engkau.” Ia memberitahu Yeremia (Yeremia 33;3). Seorang penulis modern menulis, “Kuasa doa yang langsung adalah tak terbatas. Doa menggerakkan tangan yang menggerakkan dunia. Doa menyimpan sumber daya ilahi bagi orang percaya. Doa adalah kekuatan di balik perkataan dari mimbar. Doa adalah tangan yang menaklukkan iblis, dan menghancurkan belenggu dosa. Doa membalik timbangan takdir lebih dari ujung pedang, hasil karya para negarawan, atau beratnya tongkat kekuasaan. Doa menangkap sayap-sayap waktu, membalik kuasa maut, dan mengubah awan kelam menjadi hujan berkat.” (1/13)
28
4. Dalam doa terdapat kekuatan untuk memecahkan masalah yang tidak terpecahkan.
Tidak ada kelompok misionaris atau organisasi injili yang dapat menyatakan bahwa mereka berhasil melakukan misi di luar kuasa doa. Seseorang berkata, “ Kuasa doa tidak hanya bersifat paling langsung, dalam pekerjaan Allah. Ia yang menantikan Allah bergerak dalam kepercayaan diri yang anggun dan tidak membutuhkan lengkingan terompet atau publikasi untuk mengumumkan keberhasilannya, tetapi dalam takut akan Allah yang ilahi, menantikan pujian tertinggi dari Allah sendiri.” (1/17)
5. Dalam doa terdapat kekuatan untuk menjamah orang lain.
Doa tidak hanya mempengaruhi orang yang berdoa. Benar,doa mempengaruhi seseorang dan membawanya lebih dekat kepada Allah, tetapi doa juga menjangkau Allah untuk menolong orang lain, sebuah praktek yang sering disebut dengan doa syafaat. O. Hallesby menulis, “Kapanpun kita menyentuh tangan kuasa Allah, sedikit dari kekuatan ilahinya mengalir dalam kita hingga ke jiwa kita dan ke dalam tubuh kita. Dan bukan hanya itu, tetapi melalui kita, kuasa itu juga mengalir kepada orang lain. Kekuatan ini begitu kaya dan begitu hidup sehingga apa yang kita perlu lakukan hanyalah untuk menunjuk kepada orang atau benda kepada siapa kita ingin menyalurkan kuasa tersebut, dan Ia, Allah dengan segala kekuatannya, akan mengarahkan kekuatan yang diperlukan ke tempat-tempat yang tepat saat itu juga.” (2/63)
6. Dalam doa terdapat kuasa untuk membawa keselamatan kepada orang lain.
Samuel Brengle pernah menulis, “Beberapa doa saya belum saya lihat jawabannya, tetapi yang lainnya yang saya doakan dengan air mata dan kerinduan yang sangat untuk melihat kekuatan-Nya dan keselamatan serta penyucian umat manusia 50 tahun lalu sekarang mulai terjawab di depan mata saya.” (1/126)
Pemikiran ini memberikan kita fakta yang unik mengenai doa. Ketika ditawarkan untuk orang yang belum diselamatkan, doa mempunyai kesabaran untuk menunggu selama bertahun-tahun sebelum kuasanya dilepaskan. Doa seorang nenek yang sudah berumur untuk cucunya mungkin terjawab lama sesudah sang nenek pergi ke surga. Dalam hal ini doa kita tidak dapat mati. Doa-doa tersebut melampaui sang pendoanya. Bahkan penginjil besar Charles Spurgeon melacak bahwa keselamatannya adalah karena doa. Spurgeon bersaksi, “Saya tidak berbicara untuk anda; tetapi saya berbicara untuk diri sendiri. Jika ada sesuatu yang saya ketahui, sesuatu yang saya sangat yakini, adalah bahwa hembusan doa tidak pernah sia-sia. Jika ada seseorang disini yang dapat mengatakannya, saya berani untuk mengatakannya, dan saya tahu saya dapat membuktikannya. Pertobatan saya adalah hasil dari doa yang panjang, penuh kasih, tulus, dan tanpa henti. Orang tua saya berdoa bagi saya; Allah mendengar seruan mereka, dan inilah saya memberitakan Injil. Sejak saat itu saya telah menjumpai hal-hal yang berada jauh dari kuasa saya sebagai manusia; tetapi belum pernah gagal karena dalam Allahlah saya menaruh pengharapan saya.” (34/12,13) Bahkan lama sesudah orangtuanya meninggal, seorang Charles Spurgeon adalah hasil dari doa orang tuanya.