BAB II PEMBAHASAN. bab I di atas. Pada bab ini terdiri dari tiga subbab yang masing-masing akan

62 

Teks penuh

(1)

36

PEMBAHASAN

Pada bab pembahasan ini akan diuraikan tentang data dan analisisnya serta pembahasannya untuk menjawab rumusan masalah yang sudah dicantumkan pada bab I di atas. Pada bab ini terdiri dari tiga subbab yang masing-masing akan menjawab rumusan masalah. Adapun, rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu (a) Unsur gramatikal apa saja yang dapat diikuti klausa relatif dalam cerpen ‘Ali> Ba>ba> dan cerpen A’r-Ra>‘i> A’sy-Syujja>‘, (b) Strategi apa saja yang digunakan dalam pembentukan klausa relatif bahasa Arab dalam cerpen ‘Ali> Ba>ba> dan cerpen A’r-Ra>‘i> A’sy-Syujja>‘, dan (c) Bagaimanakah relasi gramatikal yang diperoleh dari nomina inti dalam klausa relatif bahasa Arab dalam cerpen ‘Ali> Ba>ba> dan cerpen A’r-Ra>‘i> A’sy-Syujja>‘.

A. Unsur-unsur yang Dapat Diikuti Klausa Relatif dalam Cerpen ‘Ali> Ba>ba> dan Cerpen A’r-Ra>‘i> A’sy-Syujja>‘.

Comrie (1989:156) menyatakan mengenai hierarki aksesibilitas bahwa hierarki subjek > objek langsung > objek tak langsung > oblik > posesor menandakan tingkat kemudahan perelatifan klausa relatif. Artinya, aksesibilitas untuk formasi klausa relatif, secara intuitif, lebih mudah untuk merelatifkan subjek daripada merelatifkan posisi lain dan lebih mudah merelatifkan objek langsung daripada posesor.

1. Perelatifan Subjek

Berikut dijelaskan beberapa data untuk menunjukkan perelatifan subjek dalam bahasa Arab

(2)

(1)

لماعلا دلاب لىإ رفاس دق كذقنأ يذّلا باشلا ّنإ

/Inna’s-sya>bbal- ladzi> [anqadzaka] qad sa>fara ila bila>dil-‘a>lami/

‘Sesungguhnya pemuda yang telah menolongmu telah pergi ke negara-negara di dunia’ (Al-Ibrasyi>, tt:20)

Kalimat inna a’sy-sya>bba

a’l-ladzi>

anqadza ka qad sa>fara ila bila>dil-‘a>lami Fungsi Part.Acc S PR.MT (S’) + P’ OL’ Part.

Pen

P Pre Ket Terjemah

sesung-guhnya

pemuda yang (telah) menolong

mu telah pergi ke negara-negara di dunia Data (1) dapat dipilah menjadi klausa relatif dan klausa utama. Kedua klausa tersebut dapat dilihat berikut ini.

a. Klausa relatif : /Anqadzaka/ ‘Telah menolongmu’ Kalimat anqadza ka Fungsi P’ OL’ Terjemah (telah) menolong mu b. Klausa utama :

/Inna’s-sya>bba qad sa>fara ila bila>dil-‘a>lami/

‘Sesungguhnya pemuda itu telah pergi ke negara-negara di dunia’

Kalimat inna

a’sy-sya>bba

qad sa>fara ila> bila>dil-‘a>lami

Fungsi Part.Acc S Part.Pen P Pre Ket.

Terjemah sesungguhnya pemuda Telah pergi Ke negara-negara di dunia

(3)

Jika melihat kedua klausa tersebut, maka akan terlihat pada klausa relatif kehilangan konstituen untuk menjadikannya sebuah kalimat. Konstituen tersebut adalah subjek, karena verba /anqadza/ ‘menyelamatkan’ memerlukan dua argumen, yaitu subjek dan objek. Di dalam klausa relatif tersebut sudah ada satu argumen yaitu /ka/ ‘-mu’ yang berupa pronomina persona. Pronomina persona /ka/ ‘-mu’ tersebut menduduki fungsi objek karena bentuk /ka/ ‘-mu’ adalah pronomina persona untuk menunjukkan fungsi objek. Sehingga menjadi jelas bahwa konstituen yang hilang adalah subjek karena verba /anqadza/ ‘menyelamatkan’ memilki relator yang kembali kepada nomina inti /a’sy-sya>bba/ ‘pemuda’, yaitu /dlami>r mustatir/ ‘kata ganti yang tidak tampak’ yaitu /ya/. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

/Inna’sy-sya>bbal-ladzi> [____anqadza ka] qad sa>fara ila bila>dil-‘a>lami/ S PR.MT S’ P’ OL P

Dengan menggunakan strategi gap dapat dijelaskan bahwa konstituen yang kosong sebenarnya diisi oleh nomina inti /a’sy-sya>bba/ ‘pemuda’ yang menduduki fungsi subjek dalam klausa utama, sehingga menjadi /as-sya>ba anqadzaka/ ‘pemuda itu menyelamatkanmu’. Karena nomina inti yang mengisi posisi kosong tersebut menduduki fungsi subjek dalam klausa utama, maka disebut sebagai perelatifan subjek.

Jika dillihat dari sifatnya, klausa relatif pada data (1) termasuk klausa relatif restriktif karena nomina inti, yaitu /a’sy-sya>bba/ ‘pemuda’ belum

(4)

teridentifikasi dengan jelas siapa pemuda yang dimaksud. Sehingga keberadaan klausa relatif tersebut berfungsi untuk membatasi referen /a’sy-sya>bba/ ‘pemuda’.

(2)

اهّقحتسي لا ىذّلا قئاسلا الذانيس ةأفاكلداف

/Fal-muka>fa’atu sayana>luha> ’s-sa>iqu’l-ladzi> [la> yastachiqquha>]>/

‘Imbalan akan diterima oleh pengemudi kereta yang tidak berhak atasnya’ (Al-Ibrasyi>, tt:32)

Kalimat fa

al-muka>faatu

sa yana>lu ha> a’s-sa>iqu a’l-ladzi la> yasta-chiqqu ha> Fungsi Part. Ibt S P OL S PR.MT Part. Neg. P’ OL’

Terjemah maka imbalan akan menerima

nya penge-mudi

yang tidak berhak nya

Kalimat pada data (2) di atas dapat dipilah menjadi klausa relatif dan klausa utama. Berikut penjelasan mengenai klausa relatif dan klausa utama.

a. Klausa relatif : /La> yastachiqquha>/ ‘Tidak berhak atasnya’

Kalimat la> yastachiqqu ha>

Fungsi Part.Neg. P’ O’

Terjemah tidak berhak nya

b. Klausa utama :

/Fal-muka>fa’atu sayana>luha’s-sa>iqu/ ‘Imbalan didapatkan oleh pengemudi’

Kalimat fa al-muka>fa’atu sa yana>lu ha> a’s-sa>iqu

Fungsi Part.Ibt S P OL S

Terjemah maka imbalan akan menerima nya pengemudi

Pada klausa relatif tersebut terlihat bahwa ada konstituen yang hilang. Konstituen tersebut adalah subjek karena verba /la> yastachiqqu/ ‘tidak berhak’

(5)

memerlukan dua argumen, yaitu subjek dan objek. Dalam klausa relatif tersebut sudah ada satu argumen, yaitu /dhami>r/ ‘pronomina persona’ /ha>/ ‘-nya’. Pronomina persona /ha>/ ‘-nya’ menduduki fungsi objek karena pronomina persona /ha>/ ‘-nya’merupakan bentuk untuk menunjukkan bahwa pronomina tersebut menduduki fungsi objek bukan subjek. Jadi sudah jelas, konstituen yang hilang pada klausa relatif tersebut adalah subjek. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

/...a’s-sa>iqu ’l-ladzi> [_______la> yastachiqqu ha>]/ S PR.MT S’ P’ OL’

Dengan menggunakan strategi gap dapat dijelaskan bahwa konstituen yang kosong sebenarnya diisi oleh /a’s-sa>iqu/ ‘pengemudi’ karena verba /la> yastachiqqu/ ‘tidak berhak’ memiliki relator yang merujuk pada nomina inti. relator tersebut adalah huruf /ya/ yang terletak di awal verba yang menunjukkan benda laki-laki, sehingga dengan adanya relator /ya/ tersebut maka konstituen yang sesuai adalah /a’s-sa>iqu/ ‘pengemudi’. Sehingga klausa relatif di atas menjadi /a’s-sa>iqu la> yastachiqquha>/ ‘pengemudi itu tidak berhak atasnya’. Karena konstituen yang hilang adalah subjek dan nomina inti pada klausa utama yang mengisi posisi tersebut menduduki fungsi subjek, maka disebut sebagai perelatifan subjek.

Klausa relatif pada data (2) di atas termasuk klausa relatif nonrestriktif. Nomina inti sudah cukup memberikan informasi kepada pendengar. Kemunculan klausa relatif ini berfungsi untuk menambah informasi pada nomina inti.

(6)

(3)

اىذقنأ وّنأ ىعّدا يذّلا بذاكلا اهجّوزتيس ةيرملأا و

/Wal-ami>ratu sayatazawwajuha>l-ka>dzibu’l-ladzi> [idda‘a> annahu anqadzaha]>/ ‘Sang putri akan dinikahi oleh pembohong yang mengaku bahwa dia yang menyelamatkannya’ (Al-Ibra>syi>, tt:32)

Kalimat wa

al-ami>ratu

sayatazawwaju ha> al-ka>dzibu a’l-ladzi

Fungsi Part.Ibt S P OL S PR.MT

Terjemah dan Putri menikah nya pembohong yang

kalimat idda‘a> annahu anqadza ha>

Fungsi P’ S’ P’ OL’

Terjemah mengaku dia menyelamatkan nya

Klausa relatif pada data (3) termasuk klausa relatif restriktif. Nomina inti /al-ka>dzibu/ ‘pembohong’ sudah menunjukkan informasi yang jelas kepada pembaca atau pendengar. Berikut penjelasan klausa relatif dan klausa utama dari data (3).

a. Klausa relatif :

/Idda‘a> annahu anqadzaha>/

‘Mengaku bahwa dia yang menyelamatkannya’

Kalimat idda‘a> annahu anqadza ha>

Fungsi P’ S’ P’ OL’

Terjemah mengaku dia menyelamatkan nya

b. Klausa utama :

/Wal-ami>ratu sayatazawwajuhal-ka>dzibu/ ‘Sang putri akan dinikahi oleh pembohong’

Kalimat wa al-ami>ratu sayatazawwaju ha> al-ka>dzibu

Fungsi Part.Ibt S P OL S

(7)

Dengan melihat kedua klausa tersebut akan terlihat pada data (3) kehilangan konstituen untuk menjadikannya sebuah kalimat. Konstituen tersebut adalah subjek karena verba /idda’a/ ‘mengaku’ memerlukan subjek (pelaku). Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

/- - - al-ka>dzibu ’l-ladzi> [______idda‘a> annahu anqadzaha]>/ S PR.MT S’ P’ O’

Dengan menggunakan strategi gap dapat dijelaskan bahwa konstituen yang kosong sebenarnya diisi oleh /al-ka>dzibu/ sehingga menjadi /al-ka>dzibu idda‘a annahu anqadzaha> / ‘pembohong mengaku bahwa dia menyelamatkannya’. Karena konstituen yang hilang adalah subjek dan nomina inti pada klausa utama yang mengisi posisi tersebut menduduki fungsi subjek, maka disebut sebagai perelatifan subjek.

(4)

سرفلا دلاب نم دلب

فى

ناشيعي

ناقيقش ناوخأ نامزلا يمدق في ناك

/Ka>na fi> qadi>mi’z-zama>ni akhawa>ni syaqi>qa>ni [ya‘i>sya>ni fi> baladin min bila>dil-farsi]/

‘Dahulu ada dua saudara yang hidup di salah satu negeri di Persia’ (Ki>la>ni>, tt:1)

Kalimat ka>na fi> qadi>mi’z-zama>ni

akhawa>ni syaqi>qa>ni

ya’i>sya>ni fi baladin min bila>dil-farsi

Fungsi V.Perf Pre P S P’ Pre Ket

Terjemah dahulu di zaman dahulu

dua

bersaudara

hidup di salah satu negeri di Persia Kalimat pada data (4) di atas terdiri dari dua klausa, yaitu klausa relatif dan klausa utama.

(8)

a. Klausa relatif :

/Ya’i>sya>ni fi> baladin min bila>dil-farsi/ ‘Hidup di salah satu negeri di Persia’

Kalimat ya‘i>sya>ni fi> baladin min bila>dil-farsi

Fungsi P’ Pre’ Ket’

Terjemah hidup di salah satu negeri di Persia b. Klausa utama :

/Ka>na fi> qadi>mi’z-zama>ni akhawa>ni syaqi>qa>ni/ ‘Dahulu ada dua saudara’

Kalimat ka>na fi> qadi>mi’z-zama>ni akhawa>ni syaqi>qa>ni

Fungsi V.Perf Pre P S

Terjemah dahulu di zaman dahulu dua bersaudara

Jika diamati, klausa relatif di atas berbeda dengan klausa relatif pada data (3) sebelumnya. Klausa relatif pada data (4) ini tidak ada pronomina relatif karena nomina intinya berupa indefinite head (nomina inti yang masih umum). Kemudian jika diamati lebih jauh lagi, klausa relatif tersebut kehilangan satu konstituen. Konstituen tersebut adalah subjek. Hal tersebut karena verba /ya‘i>sya>ni/ ‘hidup’ merupakan verba intransitif yang memerlukan satu argumen saja, yaitu subjek. Kekosongan konstituen subjek pada verba /ya‘i>sya>ni/ ‘hidup’ tersebut dapat diisi oleh nomina inti /akhawa>ni syaqi>qa>ni/ ‘dua bersaudara’ yang menduduki fungsi subjek pada klausa utama. Hal tersebut disebabkan karena pada verba /ya‘i>sya>ni/ ‘hidup’terdapat relator /ya/ yang terletak di awal verba dan /a>ni/ yang terletak diakhir verba. Relator tersebut merujuk pada kata benda laki-laki ganda. Oleh karena itu konstituen yang sesuai untuk melengkapi klausa relatif tersebut adalah /akhawa>ni syaqi>qa>ni/ ‘dua bersaudara’. Untuk lebih jelas, akan dijelaskan melalui strategi gap di bawah ini.

(9)

/Ka>na fi> qadi>mi’z-zama>ni akhawa>ni syaqi>qa>ni [____ya‘i>sya>ni...]/

Pre P S S’ P’

Menggunakan strategi gap, dapat diketahui bahwa kekosongan subjek pada klausa relatif dapat diisi oleh nomina inti /akhawa>ni syaqi>qa>ni/ ‘dua bersaudara. Karena pada verba /ya‘i>sya>ni/ ‘hidup’terdapat relator /ya/ yang terletak di awal verba dan /a>ni/ yang terletak diakhir verba, sehingga nomina inti /akhawa>ni syaqi>qa>ni/ ‘dua bersaudara’ yang menduduki fungsi subjek bisa mengisi kekosongan subjek dalam klausa relatif tersebut.

(5)

رضح دق شحولا ّرش نم دلابلا صّلخو كاّنج يذّلا يعارلا ّنإ

/Inna’r-ra>‘i>’ l-ladzi> [najja>ki wa khallashal-bila>da min syarril-wachsyi] qad chadhara/

‘Sesugguhnya penggembala yang menyelamatkanmu dan membebaskan negara dari kejahatan monster, telah datang’. (Al-Ibrasyi>, tt:34)

Kalimat inna a’r-ra>’i>’ a’l-ladzi najja> ki wa

Fungsi Part.Acc S PR.MT P’ O’ Konj.

Terjemah sungguh penggembala yang menyelamatkan mu dan Kalimat khallasha

al-bila>da

min syarril-wachsyi

qad chadhara

Fungsi P’ O’ Pre O’ Part.Pen P

Terjemah membebaskan negara dari kejahatan monster

telah datang

Data (5) di atas terdiri dari klausa relatif dan klausa utama. Berikut adalah klausa relatif dan klausa utama dari data (5).

(10)

a. Klausa relatif :

/Najja>ki wa khallashal-bila>da min syarril-wachsyi/

‘(Penggembala) menyelamatkanmu dan membebaskan negara dari kejahatan monster’

Kalimat najja> ki wa khallasha

al-bila>da

min syarril-wachsyi

Fungsi P’ O’ Konj. P’ O’ Pre O’

Terjemah menyelamatkan mu dan membebaskan negara dari kejahatan monster

b. Klausa utama :

/Inna’r-ra>’i>’ qad chadhara/

‘Sesungguhnya penggembala telah datang’

Kalimat inna ar-ra>‘i>’ qad chadhara

Fungsi Part.Acc S Part.Pen P

Terjemah sungguh penggembala telah datang

Klausa relatif di atas terdiri dari verba /najja>/ ‘menyelamatkan’ dan /khallasha/ ‘membebaskan’ dengan masing-masing objeknya yaitu /ki/ ‘mu’ dan /al-bila>da/ ‘negara’. Pronomina /ki/ ‘mu’ disebut menduduki fungsi objek karena /ki/ ‘mu’ merupakan bentuk kata ganti orang kedua feminim tunggal yang menunjukkan fungsi objek, sedangkan /al-bila>da/ ‘negara’ ditandai dengan pemarkah objek, yaitu bunyi (a) diakhir kata. Sehingga dengan demikian verba /najja>/ ‘menyelamatkan’ dan /khallasha/ ‘membebaskan’ kehilangan satu konstituen, yaitu subjek. Konstituen subjek tersebut dapat diisi dengan nomina inti yang terdapat pada klausa utama karena verba /najja>/ ‘menyelamatkan’ dan /khallasha/ ‘membebaskan’ terdapat relator yang merujuk pada nomina inti yang menduduki fungsi subjek dalam klausa utama. Relator tersebut adalah pronomina

(11)

yang tidak tampak, dalam bahasa Arab disebut /dhami>r mustatir/. Adapun penjelasannya sebagai berikut.

/inna’r-ra>‘i>’l-ladzi> [_____najja>ki wa khallasha---/ S PR.MT S’ P’ Konj. P’

Menggunakan strategi gap, posisi subjek tersebut dapat diisi oleh /a’r-ra>‘i>/ ‘penggembala’ yang menduduki fungsi subjek pada klausa utama, sehingga data (5) termasuk perelatifan subjek.

Klausa relatif pada data (5) termasuk klausa relatif restriktif karena nomina inti /a’r-ra>‘i>/ ‘penggembala’ belum memberikan informasi yang jelas kepada pendengar. Tanpa adanya klausa relatif tentu akan timbul kebingungan penggembala mana yang dimaksud, sehingga kemunculan klausa relatif membatasi referen nomina inti /a’r-ra>‘i>/ ‘penggembala’.

(6)

اهلتقو رهنلا في اهقارغإ في رّكف يذّلا بذاكلا نئالخا قئاسلا اذى

/Ha>dza’s-sa>iqul-kha>inu’l-ka>dzibu’l-ladzi [fakkara fi ighra>qiha >fi’n-nahri wa qatalaha>]/

‘Pengemudi kereta yang pengkhianat dan pembohong ini yang memikirkan untuk menenggelamkannya di sungai dan membunuhnya’ (Al-Ibrasyi>, tt: 38) Kalimat ha>dza

as-sa>iqul- kha>inu’l-ka>dzibu’

al-ladzi fakkara fi ighra>qiha>

Fungsi Part.Dem S PR.MT P’ OL’

Terjemah ini pengemudi pengkhianat dan

pembohong

yang memikirkan menenggelam-kannya

(12)

Kalimat fi> a’n-nahri wa qatala ha>

Fungsi Pre Ket. Konj. P’ OL’

Terjemah di dalam sungai dan membunuh nya

Data (6) di atas terdiri dari dua klausa, yaitu klausa relatif dan klausa utama. Berikut klausa relatif dan klausa utama dari data (6).

a. Klausa relatif :

/Fakkara fi> ighra>qiha> fi’n-nahri wa qatalaha>/

‘(Pengemudi) memikirkan untuk menenggelamkannya di sungai dan membunuhnya’

Kalimat fakkara fi ighra>qiha> fi> an-nahri wa qatala ha>

Fungsi P’ O’ Pre Ket. Konj P’ O’

Terjemah memikirkan menengge- lamkannya

di dalam sungai dan membunuh nya

b. Klausa utama :

/Ha>dza’s-sa>iqul- kha>inul-ka>dzibu/

‘Pengemudi yang berkhianat dan pembohong ini’

Kalimat ha>dza a’s-sa>iqul-kha>inu’l-ka>dzibu’

Fungsi Part.Dem S

Terjemah ini pengemudi yang pengkhianat dan pembohong Klausa relatif tersebut terdiri dari verba /fakkara fi>/ ‘memikirkan’ dan objek /ighra>qiha>/ ‘menenggelamkannya’. Verba /fakkara fi>/ ‘memikirkan’ tersebut tidak hanya membutuhkan objek saja akan tetapi juga membutuhkan subjek. Subjek dari klausa relatif tersebut dapat diisi dengan nomina inti, yaitu /a’s-sa>iqul-kha>inu’l- ka>dzibu / ‘penggembala yang berkhianat dan pembohong’ karena dalam verba /fakkara fi>/ ‘memikirkan’ terdapat relator yang merujuk pada nomina inti yang menduduki fungsi subjek dalam klausa utama. Relator tersebut

(13)

adalah pronominal yang tidak tampak, dalam bahasa Arab disebut /dhami>r mustatir/. Adapun penjelasannya sebagai berikut.

/ha>dza’s-sa>iqul- kha>inul-ka>dzibu’l-ladzi> [____ fakkara fi> ighra>qi ha---] S PR. MT S’ P’ OL’ Menggunakan strategi gap, maka subjek klausa relatif tersebut dapat diisi dengan nomina inti /as-sa>iqul-kha>inul- ka>dzibu/ ‘penggembala yang berkhianat dan pembohong’ yang menduduki fungsi subjek pada klausa utama. Jadi, data (6) termasuk perelatifan subjek.

Data (6) di atas termasuk klausa relatif restriktif. Nomina inti /a’s-sa>iqu/ ‘pengemudi/ belum memberikan informasi yang jelas kepada pendengar. Tanpa adanya klausa relatif tentu akan membuat bingung pengemudi mana yang dimaksud. Jadi kemunculan klausa relatif tersebut membatasi atau mengkhususkan nomina inti.

2. Perelatifan Objek Langsung

Jika sebelumnya adalah perelatifan subjek, beberapa data berikut memperlihatkan perelatifan objek langsung dalam bahasa Arab. Berikut data yang menunjukkan perelatifan objek langsung dalam bahasa Arab.

(7)

ِةا

تفلا عم اهتيشم تىّلا تاوطلخا ددع ركذاو

/Wadzkur ‘adadal-khuthuwa>ti’l-lati> [masyaitaha> ma‘al-fata>ti]/

‘Sebutkan jumlah langkah yang kamu melewatinya bersama seorang pemuda’. (Ki>la>ni>, tt:18)

(14)

Kalimat wa udzkur ‘adada l-khuthuw a>ti

a’l-lati masyaita ha> ma’a al-fata>ti Fungsi Part.

Ibt

P OL PR.FT P’ + S’ OL’ Pre Ket

Terjemah dan sebutkan jumlah langkah

yang kamu melewati

nya bersama pemuda

Data (7) terdiri dari dua klausa, yaitu klausa relatif dan klausa utama. Klausa relatif dan klausa utama dari data (7) tersebut adalah sebagai berikut.

a. Klausa relatif :

/Masyaitaha> ma‘al-fata>ti/

‘Kamu melewatinya bersama seorang pemuda’

Kalimat masyaita ha> ma‘a al-fata>ti

Fungsi P’ + S’ OL’ Pre Ket

Terjemah kamu melewati nya bersama pemuda

b. Klausa utama :

/Wadzkur ‘adadal-khuthuwa>ti/ ‘Sebutkan jumlah langkah’

Kalimat wa udzkur ‘adadal-khuthuwa>ti

Fungsi Part.Ibt P OL

Terjemah dan sebutkan jumlah langkah

Klausa relatif pada data (7) terdiri dari verba /masyaita/ ‘kamu melewati’. Verba /masyaita/ ‘kamu melewati’ memerlukan dua argumen karena merupakan /fi’il muta’adi/ ‘verba transitif’. Argumen dari verba tersebut adalah subjek dan objek. Jika diperhatikan kedua argumen tersebut sudah ada. Subjeknya adalah pronomina /ta/ ‘kamu’ yang terletak diakhir verba tersebut, sedangkan objeknya adalah pronomina orang ketiga feminim tunggal, yaitu /ha>/ ‘nya’, bentuk ha>/ ‘nya’ adalah pronomina yang dipakai untuk menunjukkan fungsi objek. Jadi, klausa

(15)

relatif tersebut tidak ada konstituen yang hilang, maka dengan demikian klausa relatif pada contoh ini menggunakan strategi pronoun-retention, yaitu nomina inti tersisa dalam embedded sentence (kalimat yang disematkan) dalam bentuk pronomina. Pronomina /ha>/ ‘nya’ adalah kata ganti yang merujuk pada nomina inti /‘adadal-khuthuwa>ti/ ‘jumlah langkah’ atau dalam bahasa Arab disebut /a>id/, yaitu kata ganti yang kembali kepada kata yang direlatifkan. Pronomina /ha>/ 'nya' tersebut menunjukkan posisi yang direlativisasi karena pronomina /ha>/ 'nya' adalah relator yang merujuk pada nomina inti. Nomina yang menjadi rujukan dari pronomina /ha>/ ‘nya’ adalah /‘adadal-khuthuwa>ti/ ‘jumlah langkah’ menduduki posisi objek langsung, maka data (7) termasuk perelatifan objek langsung.

(8)

ُقئاسلا ويعّدي ىذّلا بذاكلا ءاعدلإا اذى ضراع و

/Wa ‘a>radha ha>dzal-iddi’a> a al-ka>dziba’l-ladzi> [yadda’i>hi’s-sa>iqu]/ ‘Dia menolak pernyataan dusta ini yang dinyatakan oleh pengemudi’ (Al-Ibrasyi>, tt: 30)

Kalimat wa ‘a>radha ha>dza al-iddi’a> a al-ka>dziba a’l-ladzi yadda’i> hi a’s-sa>iqu Fungsi Part. Ibt (S) + P Part. Dem OL PR.MT P’ OL’ S’

Terjemah dan (dia) meno-lak

ini pernyata-an dusta

yang menyatakan nya pengemudi

Data (8) di atas terdiri dari klausa relatif dan klausa utama. Berikut penjelasan klausa relatif dan klausa utama dari data (8).

a. Klausa relatif : /Yadda’i>hi ’s-sa>iqu/ ‘Diakui oleh pengemudi’

(16)

Kalimat yadda’i> hi s’s-sa>iqu

Fungsi P’ OL’ S’

Terjemah menyatakannya nya Pengemudi

b. Klausa utama :

/‘A>radha ha>dzal-iddi’a> a al-ka>dziba/ ‘Dia menolak pengakuan dusta ini’

Kalimat wa ‘a>radha ha>dza al-iddi’a> a al-ka>dziba Fungsi Part.

Ibt

(S) + P Part.Dem OL

Terjemah dan (dia) menolak ini pernyataan dusta

Klausa relatif di atas terdiri dari verba /yadda’i>/ ‘menyatakan’. Verba /yadda’i>/ ‘menyatakan’ tersebut adalah verba transitif yang membutuhkan dua argumen, yaitu subjek dan objek. Jika diamati, kedua argumen dari verba tersebut sudah ada, yaitu /a’s-sa>iqu/ ‘pengemudi’ sebagai objek dan pronominal /hi/ ‘nya’ sebagai objek. /a’s-sa>iqu/ ‘pengemudi’ sebagai objek karena dimarkahi dengan bunyi (u) diakhir kata yang merupakan pemarkah subjek, sedangkan pronomina /hi/ ‘nya’ adalah bentuk kata ganti orang ketiga feminim tunggal yang digunakan untuk menduduki fungsi objek. Jadi, tidak ada konstituen yang hilang dalam klausa relatif tersebut. Struktur klausa relatif seperti ini merupakan jenis klausa relatif yang menggunakan strategi pronoun-retention, yaitu nomina inti tersisa dalam embedded sentence (kalimat yang disematkan) dalam bentuk pronomina. Pronomina /hi/ ‘nya’ adalah kata ganti yang merujuk pada nomina inti /ha>dzal-iddi’a> a al-ka>dziba/ ‘pernyataan dusta ini’. Pronomina ini disebut dengan relator atau dalam bahasa Arab disebut /a>id/, yaitu kata ganti yang kembali kepada kata yang dimodifikasi. Pronomina /hi/ 'nya' tersebut menunjukkan posisi yang

(17)

direlativisasi. Nomina yang menjadi rujukan dari pronomina /hi/ ‘nya’ adalah /ha>dzal-iddi’a> a al-ka>dziba/ ‘pernyataan dusta ini’ menduduki posisi objek langsung, maka data (8) termasuk perelatifan objek langsung.

Klausa relatif pada data (8) termasuk klausa relatif restriktif. Nomina inti /ha>dzal-iddi‘a>’a al-ka>dziba/ ‘pernyataan dusta ini’ belum memberikan informasi yang jelas kepada pendengar. Tanpa adanya klausa relatif, pendengar akan bingung ‘pernyataan dusta’ mana yang dimaksud. Jadi kemunculan klausa relatif ini membatasi nomina inti.

(9)

لايكلداب قصل

يذّلا رانيدلا وترأ ّثم

/Tsumma arathu’d-di>na>ra’l-ladzi> [lushiqa bil-mikya>li]/

‘Kemudian dia memperlihatkan kepadanya uang dinar yang dimasukkan dalam karung’. (Al-Ki>la>ni>, tt:9)

Kalimat tsumma arat hu

a’d-di>na>ra

a’l-ladzi>

lushiqa bi al-mikya>l

Fungsi Konj. (S)+P OTL OL PR.MT P’ Pre’ Ket’

Terjemah kemu-dian

memper-lihatkan

nya dinar yang dimasuk -kan

dalam karung

Data (9) di atas terdiri dari klausa relatif dan klausa utama. Berikut klausa relatif dan klausa utama dari data (9).

a. Klausa relatif : /Lushiqa bil-mikya>l/

‘Dimasukkan dalam karung’

Kalimat lushiqa bi al-mikya>l

Fungsi P Pre Ket

Terjemah dimasukkan dalam karung b. Klausa utama :

/Tsumma arathu’d-di>na>ra/

(18)

Kalimat tsumma arat hu ad-di>na>ra

Fungsi Konj. (S)+P OTL OL

Terjemah kemudian memperlihatkan nya dinar

Sebelum membahas klausa relatif, akan dibahas nomina inti terlebih dahulu. Klausa utama di atas terdiri dari verba /arat/ ‘memperlihatkan’ dan dua argumen, yaitu pronomina /hu/ ‘nya’ dan /a’d-di>na>ra/ ‘dinar’. Kata /a’d-di>na>ra/ ‘dinar’ menjadi nomina inti dari klausa relatif /lushiqa bil-mikya>li/ ‘dimasukkan ke dalam karung. Nomina inti tersebut menduduki fungsi objek langsung. Hal tersebut karena verba /arat/ ‘memperlihatkan’ membutuhkan dua argumen, argumen yang berupa pronomina /hu/ ‘nya’ menduduki fungsi objek tidak langsung karena kadar keintian pronomina /hu/ ‘nya’ lebih rendah dibandingkan /a’d-di>na>ra/ ‘dinar’. Jika kata /a’d-di>na>ra/ ‘dinar’ dihilangkan akan menjadi tidak berterima, /arathu/ ‘memperlihatkannya’. Verba /arat/ ‘memperlihatkan’ lebih menghendaki kepada sesuatu daripada seseorang sehingga kata /a’d-di>na>ra/ ‘dinar’ menduduki fungsi objek langsung.

Klausa relatif di atas, jika diperhatikan terdapat dua konstituen yang hilang, yaitu subjek dan objek. Verba / lushiqa/ ‘dimasukkan’ adalah verba pasif dari /lashaqa/ ‘memasukkan’. Karena verbanya berupa pasif maka konstituen subjek yang hilang dan digantikan posisinya oleh objek. Objek tersebut berkasus nominatif karena sebagai wakil dari subjek atau dalam bahasa Arab disebut dengan /na>ibul fa‘il/ ‘wakil dari subjek’. Jadi, klausa relatif di atas hanya kekurangan satu konstituen, yaitu subjek yang diisi oleh objek untuk menjadi sebuah kalimat. Konstituen tersebut dapat diisi oleh nomina inti, yaitu /a’d-di>na>ra/ ‘dinar’. Adapun penjelasannya sebagai berikut.

(19)

/--- arathu’d-di>na>ra’l-ladzi> [____lushiqa bil-mikya>l]/ P OTL OL PR.MT S’ P’ Ket’

Menggunakan strategi gap, konstituen objek yang hilang dapat diisi dengan nomina inti, yaitu /a’d-di>na>ra/ ‘dinar’ yang berposisi sebagai objek tidak langsung dalam klausa utama. Hal tersebut disebabkan pada verba /lushiqa/ ‘dimasukkan’ terdapat relator yang berupa /dhamir mustatir/ ‘kata ganti yang tidak tampak’ yang merujuk pada nomina inti. Oleh karena itu, data (9) termasuk perelatifan objek langsung.

Data (9) termasuk klausa relatif nonrestriktif. Nomina inti /a’d-di>na>ra/ ‘dinar’ sudah memberikan informasi yang jelas kepada pendengar. Jadi, kemunculan klausa relatif menambah informasi dari nomina inti.

(10)

وتّثج طييخ نم

امكل رضحأ انأ

/Ana uchdhiru lakuma> man yakhi>thu jutstsatahu>/

‘Aku membawa untuk kamu berdua (orang) yang menjahit jasadnya’ (Ki>la>ni>, tt:17)

Kalimat ana uchdhiru lakuma> man yakhi>thu jutstsatahu

Fungsi S P Pel OL +

(PR.U+S’)

P’ OL’

Terjemah aku membawa untuk kamu berdua (orang) yang menjahit jasadnya

Data (10) di atas terdiri dari dua klausa, yaitu klausa relatif dan klausa utama. Berikut penjelasan klausa relatif dan klausa utama.

(20)

a. Klausa relatif :

/Man yakhi>thu jutstsatahu>/ ‘(Orang) yang menjahit jasadnya’

Kalimat yakhi>thu jutstsatahu

Fungsi P’ OL’

Terjemah menjahit jasadnya

b. Klausa utama :

/Ana uchdhiru lakuma> man/

‘Aku membawa untuk kamu berdua orang’

Kalimat ana uchdhiru lakuma> man

Fungsi S P Pel OL

Terjemah aku Membawa untuk kamu berdua (orang) yang

Klausa relatif pada data (10) berbeda dengan data sebelumnya. Pada data sebelumnya struktur klausa relatif menggunakan pronomina relatif definit /a’l-ladzi>/, sedangkan pada data ini menggunakan pronomina relatif non-definit, yaitu /man/ ‘(orang) yang’. Kemudian pronomina relatif /man/ ini menduduki fungsi gramatikal di dalam klausa utama berbeda dengan pronomina relatif definit yang tidak memiliki fungsi baik di dalam klausa utama maupun klausa relatif.

Jika diamati, posisi pronomina relatif /man/ menduduki fungsi objek langsung dari verba /uchdhiru/ ‘aku membawa’ dalam klausa utama. Berdasarkan fungsi gramatikal pronomina relatif tersebut di dalam klausa utama, maka pronomina relatif /man/ menjadi nomina inti dari klausa relatif /yakhi>thu jutstsatahu/ ‘menjahit jasadnya’. Sehingga dengan demikian data (10) merupakan peralatifan objek langsung. Hal tersebut dapat dijelaskan dengan strategi relative-pronoun, yaitu terdapat pronomina dalam klausa relatif yang menunjukkan

(21)

nomina inti. Pronomina ini secara formal bentuknya sama dengan kata tanya (interrogative pronoun), yaitu who dan whom dalam bahasa Inggris (Song, 2001:219). Posisi pronomina relatif /man/ yang terletak di awal klausa relatif dipindah ke dalam klausa utama sebagai nomina inti. Pronomina relatif tersebut dikatakan sebagai nomina inti karena verba /yakhi>thu/ ‘menjahit’ terdapat relator yang berupa kata ganti yang tidak tampak, yaitu /ya/ yang terletak di awal verba. Relator tersebut merujuk kepada nomina inti /man/.

(11)

ثدحام

ويلع تّصق

و

/Wa qashshat ‘alaihi [ma> chadatsa]/

‘Menceritakan kepadanya sesuatu yang terjadi’ (Ki>la>ni>, tt:10)

Kalimat wa qashshat ‘ala hi ma> chadatsa

Fungsi Part.Ibt (S) + P OTL OL (PR.U+S’) P’

Terjemah dan menceritakan nya (sesuatu) yang telah terjadi

Data (11) di atas terdiri dari dua klausa, yaitu klausa relatif dan klausa utama. Berikut penjelasan klausa relatif dan klausa utama.

a. Klausa relatif : /Chadatsa/ ‘Telah terjadi’

Kalimat chadatsa

Fungsi P’

Terjemah telah terjadi

b. Klausa utama :

/Wa qashshat ‘alaihi ma>/

(22)

Kalimat wa qashshat ‘ala hi ma>

Fungsi Part.Ibt (S) + P OTL OL (PR.U)

Terjemah dan menceritakan nya (sesuatu) yang

Klausa relatif pada data (11) hampir sama dengan data (10). Data (11) menggunakan pronomina relatif /man/ yang digunakan untuk sesuatu yang berakal, sedangkan pada contoh ini menggunakan pronomian relatif /ma>/ ‘(sesuatu) yang’ digunakan untuk benda yang tidak berakal.

Jika diperhatikan pronomina relatif /ma>/ masuk ke dalam struktur gramatikal sebagai objek di dalam klausa utama sehingga mengindikasikan bahwa pronomina relatif /ma>/ sebagai nomina inti dari klausa relatif /chadatsa/ ‘telah terjadi’. Oleh karena itu klausa relatif ini termasuk perelatifan objek langsung karena terdapat relator di dalam verba /chadatsa/ ‘telah terjadi’. Relator tersebut berupa /dhami>r mustatir/ ‘kata ganti yang tidak tampak’ yang merujuk pada nomina inti /ma>/.

(12)

بابلا يلع ّصللا

وّطخ ام

ة

ناجرم تأر

/Ra’at Marja>natu ma> [khaththahul-lishshu ‘alal-ba>bi]/ ‘Marjanah melihat yang ditulis oleh pencuri di atas pintu’ (Ki>la>ni>, tt: 20)

Kalimat ra’at Marja>natu ma> khaththa hu al-lishshu ‘ala al-ba>bi

Fungsi P S O (PR.U) P’ O’ S’ Pre Ket

Terjemah melihat Marjanah sesuatu (yang)

menulis nya pencuri di atas

pintu

Data (12) di atas terdiri dari klausa relatif dan klausa utama. Berikut penjelasan klausa relatif dan klausa utama.

(23)

a. Klausa relatif :

/Khaththahul-lishshu ‘alal-ba>bi/ ‘Ditulis oleh pencuri di atas pintu’

Kalimat khaththa hu al-lishshu ‘ala al-ba>bi

Fungsi P’ O’ S’ Pre Ket

Terjemah menulis nya pencuri di atas pintu

b. Klausa utama :

/Ra’at Marja>natu ma>/ ‘Marjanah melihat sesuatu’

Kalimat ra’at Marja>natu ma>

Fungsi P S O (PR.U)

Terjemah melihat Marjanah sesuatu (yang)

Data ini sama dengan data sebelumnya, yaitu klausa relatif menggunakan pronomina /ma>/ ‘(sesuatu) yang’. Sebagaimana dalam penjelasan pada data sebelumnya bahwa pronomina relatif /ma>/ masuk ke dalam struktur gramatikal, yaitu sebagai objek dari verba /raat/ ‘melihat’ pada klausa utama. Karena pronomina relatif /ma>/ tersebut menduduki fungsi objek langsung dalam klausa utama, maka pronomina relatif /ma>/ ini menjadi nomina inti dari klausa relatif /khaththahul-lishshu ‘alal-ba>bi/ ‘ditulis oleh pencuri di atas pintu’. Oleh karena itu, data (12) ini merupakan perelatifan objek langsung. Hal tersebut disebabkan pada klausa relatif /khaththahul-lishshu ‘alal-ba>bi/ ‘ditulis oleh pencuri di atas pintu’ terdapat relator yang kembali kepada nomina inti /ma>/, yaitu pronomina /hu/ ‘nya’. Pronomina /hu/ ‘nya’ ini menunjukkan posisi yang direlativisasi, yaitu fungsi objek langsung.

(24)

(13)

لبلجا لفسأ دنع

ويف اهتبرع

تفقو ىذّلا ناكلدا لىإ لاصو

/Washala> ilal-maka>ni’l-ladzi> [waqafat ‘arabatuha> fi>hi ‘inda asfalil-jabali]/ ‘Mereka berdua sampai di tempat di mana keretanya berhenti di lembah gunung’ (Al-Ibrasyi>, tt:19)

Kalimat washala> ila> al-maka>ni a’l-ladzi waqafat ‘arabatuha>

Fungsi (S) + P OL PR.MT P’ S’

Terjemah mereka berdua sampai

di tempat yang berhenti keretanya

Kalimat fi> hi ‘inda asfalil-jabali

Fungsi Pre’ Ket’ Pre’ Ket’

Terjemah di nya di lembah gunung

Data (13) di atas terdiri dari klausa relatif dan klausa utama. Berikut klausa relatif dan klausa utama dari data (13).

a. Klausa relatif :

/Waqafat ‘arabatuha> fi>hi ‘inda asfalil-jabali/ ‘Keretanya berhenti di lembah gunung’

Kalimat waqafat ‘arabatuha fi> hi ‘inda asfalil-jabali

Fungsi P’ S’ Pre’ Ket’ Pre’ Ket’

Terjemah berhenti keretanya di nya di lembah gunung

b. Klausa utama :

/Washala> ilal-maka>ni/ ‘Berdua sampai di tempat’

Kalimat washala> ila> al-maka>ni

Fungsi (S) + P OL

Terjemah mereka berdua sampai di tempat

Sebelum masuk pembahasan klausa relatif, akan dibahas klausa utama terlebih dahulu. Klausa utama /washala> ilal -maka>ni/ ‘berdua sampai di tempat’ terdapat verba /washala>/ ‘sampai’ yang termasuk dalam jenis verba transitif.

(25)

Kemudian terdapat argumen /ilal-maka>ni/ ‘tempat’. Meskipun secara formal argumen /ilal-maka>ni/ ‘tempat’ adalah keterangan karena di dahului oleh preposisi /ila>/ ‘ke’ akan tetapi secara makna argumen tersebut adalah objek langsung dari verba /washala/ ‘sampai’. Hal tersebut didasari oleh pendapat Hasan (2008:151) yang menyebutkan bahwa ada /fi‘l/ ‘kata kerja’ yang me-nashab-kan /maf’ul bih/ ‘objek’ dengan bantuan huruf /jar/ ‘preposisi’ seperti /ila>/ ‘ke’ dan /fi>/ ‘di’.

Jika diamati klausa relatif di atas terdiri dari verba /waqafat/ ‘berhenti’. Verba tersebut cukup membutuhkan subjek saja untuk menjadikan sebuah kalimat yang utuh karena verbanya berupa /fi‘l lazim/ ‘verba intransitif’. Subjek dari verba /waqafat/ ‘berhenti’ adalah /‘arabatuha/ ‘keretanya’. Klausa tersebut termasuk perelatifan objek langsung karena ada pronominal yang merujuk kepada nomina inti yang berposisi sebagai objek langsung dalam klausa utama, yaitu /al-maka>ni/. Struktur klausa relatif tersebut termasuk klausa relatif yang menggunakan strategi pronoun retention, yaitu nomina ini tersisa dalam embedded sentence (kalimat sematan) dalam bentuk pronominal. Pronomina /hi/ ‘nya’ yang bersambung pada preposisi /fi>/ ‘di dalam’ menunjukkan posisi yang direlativisasi dan pronomina tersebut menduduki fungsi oblik/keterangan, sehingga klausa relatif ini termasuk dalam perelatifan objek langsung.

Klausa relatif pada data (13) termasuk klausa relatif restriktif. Nomina inti /al-maka>n/ ‘tempat’ belum memberikan informasi yang jelas kepada pendengar. Tanpa adanya klausa relatif, pendengar akan bingung ‘tempat’ yang dimaksud. Jadi kemunculan klausa relatif tersebut membatasi nomina inti /al-maka>n/ ‘tempat’.

(26)

3. Perelatifan Objek Tidak Langsung (14)

ولثم ًاّطخ

هرواتج

تيّلا

باوبلأا نم باب ّلك

ىلع تّطخ

و

/khaththath ‘ala> kulli ba>bin minal-abwa>bi’l-lati> [tuja>wiruhu] khaththan mitslahu/

‘dia (pr) memberi garis yang sama di atas setiap pintu yang berdekatan’ (Ki>la>ni>, tt:20)

Kalimat wa khaththath ‘ala> kulli ba>bin minal-abwa>bi a’l-lati>

Fungsi Part.Ibt P Pre OTL PR.FT

Terjemah dan menggaris di atas setiap pintu yang

Kalimat tuja>wiru hu khaththan mitslahu

Fungsi P’ O’ OL Ket

Terjemah berdekatan nya garis sama

Data (14) di atas terdiri dari klausa relatif dan klausa utama. Penjelasan klausa relatif dan klausa utama sebagai berikut :

a. Klausa relatif : /Tuja>wiruhu/ ‘Berdekatan’

Kalimat tuja>wiru hu

Fungsi P’ O’

Terjemah berdekatan nya b. Klausa utama :

/Wa khaththath ‘ala kulli ba>bin minal-abwa>bi khaththan mitslahu/ ‘Dia (pr) menggariskan garis yang sama di atas setiap pintu’

Nomina inti pada contoh di atas adalah /al-abwa>bi/ ‘pintu-pintu’. Nomina inti tersebut menduduki fungsi objek tidak langsung dari verba /khaththath/ Kalimat wa khaththath ‘ala kulli ba>bin minal-abwa>bi

Fungsi Part.Ibt P Pre OTL

(27)

‘menggariskan’ karena kadar keintian dalam klausa utama lebih rendah daripada kata /khaththan/ ‘garis’ yang menduduki fungsi objek langsung.

Klausa relatif di atas terdiri dari verba /tuja>wiru/ ‘berdekatan’ dan objek berupa /dlami>r/ ‘kata ganti’ /hu/ ‘nya’. Klausa relatif tersebut kehilangan satu konstituen untuk menjadi sebuah kalimat yaitu, subjek. Fungsi subjek dalam klausa relatif yang hilang dapat diisi dengan nomina inti /al-abwa>bu/ ‘pintu-pintu’ yang menduduki fungsi objek tidak langsung dalam klausa utama.

/----minal-abwa>bi’l-lati> [____tuja>wiru hu]---/ OTL S’ P’ OL’

Menggunakan strategi gap dapat dijelaskan bahwa kekosongan konstituen subjek pada klausa relatif dapat diisi dengan nomina inti /al-abwa>bu/ ‘pintu-pintu’ yang menduduki fungsi objek tidak langsung dalam klausa utama. Hal tersebut karena pada verba /tuja>wiru/ ‘berdekatan’ terdapat relator berupa /tu/ di awal verba yang menunjukkan bahwa relator tersebut merujuk pada nomina inti /al-abwa>bu/ ‘pintu-pintu’.

Data (14) termasuk klausa relatif restriktif. Nomina inti /al-abwa>bi/ ‘pintu’ belum memberikan informasi yang jelas kepada pendengar mengenai pintu-pintu yang dimaksud. Klausa relatif berfungsi sebagai penjelas dari nomina inti.

(15)

ةنس ّلك شحولا كل

ذل مّدقت تىّلا ةيحضلا هذى نم اهتصّلخ

و

/wa khallashtuha> min ha>dzihi’dh-dhachiyyati’l-lati> [tuqaddamu lidza>likal-wachsyi kulla sanatin]/

‘aku membebaskannya dari pengorbanan ini yang diberikan untuk binatang buas setiap tahun’ (Al-Ibra>syi>, tt:23)

(28)

Kalimat wa khallashtu ha> min ha>dzihi’l-dlachiyyati

Fungsi Part.Ibt (S) + P O Pre OTL

Terjemah dan aku telah membebaskan nya dari pengorbanan ini Kalimat a’l-lati> tuqaddamu lidza>lika al-wachsyi kulla sanatin

Fungsi PR.FT P Part.Dem Pel Ket

Terjemah yang diberikan untuk itu binatang buas setiap tahun

Data (15) ini terdiri dari klausa relatif dab klausa utama. Berikut penjelasan klausa relatif dan klausa utama dari data (15).

a. Klausa relatif :

/Tuqaddamu lidza>likal-wachsyi kulla sanatin/ ‘Diberikan kepada binatang buas setiap tahun’

Kalimat tuqaddamu lidza>lika al-wachsyi kulla sanatin

Fungsi P Part.Dem Pel Ket

Terjemah diberikan untuk itu monster setiap tahun b. Klausa utama :

/Wa khallashtuha> min ha>dzihi’l-dlachiyyati/ ‘Aku membebaskan dari pengorbanan ini’

Kalimat wa khallashtu ha> min ha>dzihi’dh-dhachiyyati

Fungsi Part.Ibt (S) + P O Pre OTL

Terjemah dan aku telah membebaskan nya dari pengorbanan ini

Sebelum membahas klausa relatif, akan dibahas klausa utama terlebih dahulu. Klausa utama di atas terdiri dari verba /khallashtu/ ‘aku membebaskan’ dan dua argumen, yaitu pronomina /ha>/ ‘nya’ yang melekat pada /fi‘l/ yang menduduki fungsi objek langsung dan /ha>dzihi’l-dlachiyyati/ ‘pengorbanan ini’. Jika diamati kata /ha>dzihi’dh-dhachiyyati/ ‘pengorbanan ini’ ini menduduki fungsi keterangan karena diawali dengan preposisi /min/ ‘dari’. Meskipun secara

(29)

formal tampak sebagai keterangan akan tetapi jika dilihat secara makna kata tersebut menduduki fungsi objek tidak langsung dari verba sebelumnya, yaitu /khallastu/ ‘aku membebaskan’. Kata /ha>dzihi’dh-dhachiyyati/ ‘pengorbanan ini’ ini disebut sebagai objek tidak langsung karena jika kata ini dihilangkan maka tidak akan merusak makna atau masih berterima. Misal klausa utama tersebut hanya ada objek langsung saja, klausa tersebut akan berbunyi /wa khallashtuha/ ‘aku membebaskannya’. Jika yang dihilangkan pronomina /ha>/ ‘nya’ klausa tersebut akan menjadi tidak berterima karena verba /khallastu/ ‘aku membebaskan’ lebih menuntut adanya argumen yang secara langsung dikenai perbuatan dari verba tersebut, maka dengan demikian kata /ha>dzihi’dh-dhachiyyati/ ‘pengorbanan ini’ adalah objek tidak langsung.

Sekarang masuk pembahasan klausa relatif. Klausa relatif di atas kehilangan satu konstituen. Hal tersebut disebabkan oleh verba /tuqaddamu/ ‘diberikan’ berasal dari verba /taqaddama/ ‘memberikan’ yang memerlukan dua argumen, yaitu subjek dan objek. Subjek dari verba /tuqaddamu/ ‘diberikan’ diisi oleh /as-sa>iqu/ ‘pengemudi’. Nomina inti tidak muncul dalam verba /tuqaddamu/ disebabkan bentuk verbanya berupa bentuk verba pasif, sehingga terjadi alternasi argumen, yaitu subjek menjadi objek dan objek menjadi subjek. Akan tetapi dalam bahasa Arab, jika verbanya berupa verba pasif maka subjek dalam kalimat aktif yang menjadi yang menjadi objek kalimat pasif tidak dimunculkan. Objek kalimat aktif yang menjadi subjek kalimat pasif dimunculkan sebagai wakil subjek dari kalimat pasif. Jadi klausa relatif pada data (15) dapat dituliskan /a’s-sa>iqu taqaddama a’dh-dhachiyyata/ ‘pengemudi memberikan korban’. Sehingga jika kita lihat klausa relatif pada data (15) tersebut kekurangan objek.

(30)

/---ha>dzihi’dh-dhachiyyati ’l-lati> [______tuqaddamu lidza>likal- wachsyi]/ OTL PR.FT S’ P’ Pel’

Posisi kosong tersebut dapat diisi oleh nomina inti, yaitu /ha>dzihi’dh-dlachiyyati/ ‘pengorbanan ini’ yang menduduki fungsi objek tidak langsung, sehingga disebut sebagai perelatifan objek tidak langsung. Nomina inti tersebut mengisi posisi subjek klausa relatif karena verba /tuqaddamu/ terdapat relator, yaitu /tu/ yang terletak diawal verba yang merujuk kepada nomina inti /ha>dzihi’dh-dhachiyyati/ ‘pengorbanan ini’ .

Klausa relatif pada data (15) termasuk klausa relatif restriktif. Nomina inti secara makna belum menjelaskan informasi secara khusus, sehingga kemunculan klausa relatif pada data (15) berfungsi membatasi makna nomina inti.

(16)

لابم رّدقت لا تىّلا ةسيفنلا وتيدى ناطلسلل قئاسلا ركشف

/Fa syakara’s-sa>iqu li’sh-shultha>ni hadiyyatahu’n-nafi>sata’l-lati> [la> tuqaddaru bi ma>lin]/

‘Pengemudi kereta berterima kasih kepada raja atas hadiahnya yang istimewa yang tidak dapat diukur dengan harta’ (Al-Ibrasyi>, tt:23)

Kalimat fa syakara li as-sa>iqu a’sh-shultha>ni

hadiyyatahu’n-nafi>sata

a’l-lati

Fungsi P S OL OTL PR.MT

Terjemah berterima kasih pengemudi raja hadiah yang berharga

yang

Kalimat la> tuqaddaru bi ma>lin

Fungsi P’ Pel’

Terjemah tidak dapat diukur dengan harta

Data (16) di atas terdiri dari klausa relatif dan klausa utama. Adapun, penjelasan klausa relatif dan klausa utama dari data (16) sebagai berikut :

(31)

a. Klausa relatif :

/La> tuqaddaru bi ma>lin/

‘Hadiahnya yang istimewa tidak dapat diukur dengan harta’ Kalimat la> tuqaddaru bi ma>lin

Fungsi P’ Pel’

Terjemah tidak dapat diukur dengan harta

b. Klausa utama :

/Fa syakara’s-sa>iqu li’s-shultha>ni hadiyyatahu’l-nafi>sata/

‘Pengemudi kereta berterima kasih kepada raja atas hadiahnya yang istimewa’ Kalimat fa syakara li as-sa>iqu a’sh-shultha>ni hadiyyatahu’n-nafi>sata

Fungsi P S OL OTL

Terjemah berterima kasih

pengemudi raja hadiah yang berharga

Nomina inti pada data (16) di atas adalah /hadiyyatahu’n-nafi>sata/ ‘hadiah yang berharga’. Nomina inti tersebut menduduki fungsi objek tidak langsung dari verba /syakara li/ ‘berterima kasih’. Verba tersebut membutuhkan dua objek, yaitu objek langsung dan objek tidak langsung. Objek langsung dari verba tersebut adalah /a’sh-shultha>ni/ ‘raja’ karena kadar keintian dalam gramatikal lebih tinggi daripada /hadiyyatahu’n-nafi>sata/ ‘hadiah yang berharga’. Jadi jika /hadiyyatahu’n-nafi>sata/ ‘hadiah yang berharga’ dihilangkan tidak terlalu berpengaruh pada makna, sehingga kata tersebut menduduki fungsi objek tidak langsung.

Klausa relatif di atas terdiri dari verba /la> tuqaddaru/ ‘tidak dapat diukur’ yang berbentuk pasif. Verba /la> tuqaddaru/ ‘tidak dapat diukur’ membutuhkan subjek. Subjek untuk verba /la> tuqaddaru/ ‘tidak dapat diukur’ dapat diisi oleh

(32)

nomina inti /hadiyyatahu’l-nafi>sata/ ‘hadiahnya yang istimewa’ yang menduduki posisi objek tidak langsung dalam klausa utama.

/-- hadiyyatahu’n-nafi>sata’ l-lati [_____la> tuqaddaru bi ma>lin]/ OTL PR.FT S’ P’ Pel’

Menggunakan strategi gap kekosongan subjek pada klausa relatif dapat diisi dengan nomina inti /hadiyyatahu’n-nafi>sata/ ‘hadiahnya yang istimewa’ yang menduduki posisi objek tidak langsung dalam klausa utama, sehingga data (16) termasuk dalam perelatifan objek tidak langsung.\

Klausa relatif pada data (16) termasuk klausa relatif restriktif. Nomina inti /hadiyyatahu’n-nafi>sata/ ‘hadiah yang istimewa’ secara makna belum memberikan informasi yang jelas kepada pendengar mengenai hadiah mana yang dimaksud. klausa relatif tersebut berfungsi sebagai penjelas dari nomina inti.

4. Perelatifan Oblik/Keterangan

Perelatifan oblik/keterangan, kemunculannya tidak sebanyak jika dibandingkan dengan kemunculan perelatifan subjek, objek langsung, dan objek tidak langsung. Hanya beberapa saja yang ditemui dari data penelitian ini. Berikut contoh yang memperlihatkan perelatifan oblik/keterangan.

(17)

هدّدح ىذّلا دعولدا دعب رضح دق

/Qad chadhara ba‘dal-mau‘idi‘l-ladzi> [chaddadahu]/

(33)

Kalimat qad chadhara ba‘da al-mau‘idi

a’l-ladzi chaddada hu Fungsi Part.Pen (S) + P Pre Ket.

Waktu

PR.MT P’ OL’

Terjemah sungguh telah datang

setelah waktu yang menentukan nya

Data (17) di atas terdiri dari klausa relatif dan klausa utama. Berikut penjelasan klausa relatif dan klausa utama.

a. Klausa relatif : /Chaddadahu/ ‘Ditentukan’

Kalimat chaddada hu

Fungsi P’ OL’

Terjemah menentukan nya b. Klausa utama :

/Qad chadhara ba’dal-mau’idi/ ‘Sungguh telah datang setelah waktu’

Kalimat qad chadhara ba‘da al-mau‘idi Fungsi Part.Pen (S) + P Pre Ket. Waktu Terjemah sungguh telah datang setelah waktu

Sebelum membahas klausa relatif, akan dibahas mengenai nomina inti terlebih dahulu karena ini menjadi hal terpenting yang mempengaruhi kemunculan klausa relatif. Jika diamati, nomina inti dari klausa utama adalah /al-mau‘idi/ ‘waktu’. Nomina inti tersebut menduduki fungsi keterangan waktu. Hal tersebut karena nomina inti /al-mau‘idi/ ‘waktu’ didahului dengan preposisi /ba‘da/ ‘setelah’ yang menunjukkan waktu. Kemudian verba /chadhara/ ‘datang’ juga hanya membutuhkan satu argumen saja, yaitu subjek. Subjek dari verba

(34)

tersebut tidak disebutkan karena sudah disebutkan pada kalimat sebelumnya, yaitu /ar-ra>‘i/ ‘penggembala’.

Klausa relatif di atas terdiri dari verba /chaddada/ ‘menentukan’ dan argumen berupa pronomina /hu/ ‘nya’. Verba /chaddada/ ‘menentukan’ membutuhkan dua argumen yaitu subjek dan objek. Subjek dari verba tersebut adalah /ar-ra>‘i/ ‘penggembala’ sama dengan subjek dari verba /chadhara/ ‘datang’ pada klausa utama, sedangkan objeknya adalah pronomina /hu/ ‘nya’. Pronomina hu/ ‘nya’ sekaligus menjadi relator yang merujuk kepada nomina inti /al-mau‘idi/ ‘waktu’. Hal tersebut karena pronomina /hu/ ‘nya’ ini merupakan pronomina persona maskulin tunggal dan nomina inti /al-mau‘idi/ ‘waktu’ merupakan kata benda maskulin tunggal. Pada klausa relatif ini menggunakan strategi pronoun-retention, yaitu nomina inti tetap ada di dalam embedded sentence (kalimat sematan) dalam bentuk pronomina. Jadi pronomina /hu/ ‘nya’ yang merujuk pada nomina inti /al-mau‘idi/ ‘waktu’ yang menduduki fungsi keterangan pada klausa inti menjadi konstituen yang direlativisasi, sehingga data (17) ini merupakan perelatifan oblik/keterangan.

Data (17) di atas termasuk klausa relatif restriktif karena nomina inti /al-mau‘idi/ ‘waktu’ belum memberikan informasi yang jelas kepada pendengar sehingga bingung ‘waktu’ mana yang dimaksud. Jadi kemunculan klausa relatif berfungsi membatasi nomina inti.

(18)

مساقلا ةّثج اهيف

تيّلا ةفرغلا

لى

إ وب تر

اس ّثم

/tsumma sa>rat bihi ilal-ghurfati’l-lati> [fi>ha> jutstsatul-qa>sim]/

‘lalu dia (pr) berjalan bersamanya ke ruang yang di dalamnya ada jasad Qasim’ (Ki>la>ni>, tt:17)

(35)

Kalimat tsumma sa>rat bi hi ila> al-ghurfati

a’l-lati> fi>ha> jutstsatul -qa>sim

Fungsi Konj. P Pel Pre Ket.

Tempat

PR.FT P’ S’ Terjemah lalu dia pergi

bersama-nya ke ruang yang di dalam -nya jasad Qasim

Data (18) di atas terdiri dari klausa relatif dan klausa utama. Berikut klausa relatif dan klausa utama.

a. Klausa relatif :

/Fi>ha> jutstsatul-Qa>sim/

‘Di dalamnya ada jasad Qasim’

Kalimat fi>ha> jutstsatul-qa>sim

Fungsi P’ S’

Terjemah di dalamnya jasad Qasim

b. Klausa utama :

/Tsumma sa>rat bihi ilal-ghurfati/

‘Lalu dia (pr) berjalan bersamanya ke ruang’

Kalimat tsumma sa>rat bi hi ila> al-ghurfati

Fungsi Konj. P Pel Pre Ket. Tempat

Terjemah lalu dia pergi bersamanya ke ruang

Nomina inti dari klausa relatif /fi>ha> jutstsatul-qa>sim/ ‘di dalamnya ada jasad Qasim’ adalah /al-ghurfati/ ‘ruang’. Nomina inti tersebut menduduki fungsi keterangan karena didahului oleh preposisi /ila>/ ‘ke’. Hal tersebut dikuatkan dengan verba /sa>rat/ ‘berjalan’ yang hanya membutuhkan satu argumen saja, yaitu subjek. Subjek dari verba tersebut adalah istri Qasim yang telah disebutkan pada kalimat sebelumnya.

(36)

Klausa relatif di atas terdiri dari subjek dan predikat yang susunannya adalah jar majrur /fi>ha> jutstsatul-qa>sim/ ‘di dalamnya ada jasad Qasim’. Pada klausa relatif tersebut terdapat pronomina /ha>/ ‘nya’ yang terletak setelah preposisi /fi>/ ‘di’ yang disebut dengan relator. Pronomina /ha>/ ‘nya’ merujuk pada nomina inti /al-ghurfati/ ‘ruang’ yang menduduki fungsi keterangan dalam klausa utama. Klausa relatif pada contoh ini menggunakan strategi pronoun-retention, yaitu nomina inti tetap ada di dalam embedded sentence (kalimat sematan) dalam bentuk pronomina. Pronomina /ha>/ ‘nya’ inilah nomina inti yang terdapat dalam klausa relatif karena merujuk pada kata /al-ghurfati/ ‘ruang’ yang menduduki fungsi keterangan dalam klausa utama sehingga data (18) ini merupakan perelatifan oblik/keterangan.

(19)

لالدا نم يرحم ولمتح ام قوف

بشلخا نم ًلايلق عضو ن

أ دعب

/ba‘da an wadha‘a qali>lan minal-khasyabi fauqa ma> [tachmiluhu chami>run minal-ma>li]/

‘setelah meletakkan sedikit kayu di atas harta yang dibawa oleh keledai’ (Ki>la>ni>, tt:6)

Kalimat ba’da an wadha‘a qali>lan minal-khasyabi

fauqa ma>

Fungsi Pre P OL Pre OBL + (PR.U)

Terjemah setelah meletakkan sedikit kayu di atas sesuatu (yang) Kalimat tachmilu hu chami>run min minal-ma>li

Fungsi P’ OL’ S’ Pre Ket

Terjemah membawa nya keledai dari harta

Data (19) di atas terdiri dari klausa relatif dan klausa utama. Berikut klausa relatif dan klausa utama.

(37)

a. Klausa relatif :

/Tachmiluhu chami>run minal-ma>li/ ‘Harta yang dibawa oleh keledai’

Kalimat tachmilu hu chami>run min minal-ma>li

Fungsi P’ OL’ S’ Pre Ket

Terjemah membawa nya keledai dari harta b. Klausa utama :

/Ba’da an wadha’a qali>lan minal-khasyabi fauqa ma>/ ‘Setelah meletakkan sedikit kayu di atas sesuatu’

Kalimat ba’da an wadha‘a qali>lan minal-khasyabi fauqa ma>

Fungsi Pre P OL Pre Ket (PR.U)

Terjemah setelah meletakkan sedikit kayu di atas sesuatu (yang) Nomina inti dari klausa relatif /tachmiluhu chami>run minal-ma>li/ adalah /ma>/ ‘sesuatu (yang). Nomina inti tersebut sebenarnya adalah pronomina relatif, karena /ma>/ merupakan pronomina relatif non-definit head maka dia masuk dalam struktur gramatikal pada klausa utama. Pronomina relatif /ma>/ menduduki fungsi keterangan karena di dahului oleh preposisi /fauqa/ ‘di atas’. Hal tersebut diperkuat oleh verba /an wadha‘a/ ‘meletakkan’ yang membutuhkan dua argumen, yaitu subjek dan objek. Subjek dari verba tersebut adalah ‘Ali> Ba>ba> yang telah disebutkan pada kalimat sebelumnya dan objek diisi oleh /qali>lan minal-khasyabi/ ‘sedikit kayu’.

Pada klausa relatif /tachmiluhu chami>run minal-ma>li/ ‘harta yang dibawa oleh keledai’ terdapat pronomina /hu/ ‘nya’ yang terletak setelah verba /tachmilu/ ‘membawa’ yang disebut dengan relator. Relator tersebut menduduki fungsi objek pada klausa relatif dan merujuk pada nomina inti /ma>/ ‘sesuatu (yang) yang

(38)

menduduki fungsi keterangan pada klausa utama. Dengan demikian klausa relatif pada data (19) merupakan perelatifan oblik/keterangan.

B. Strategi yang Digunakan Dalam Pembentukan Klausa Relatif Bahasa Arab Dalam Cerpen ‘Ali> Ba>ba> dan Cerpen A’r-Ra>‘i> A’sy-Syujja>‘.

Strategi perelatifan adalah cara untuk melihat posisi mana dalam kalimat yang mengalami perelatifan, sedangkan aksesibilitas berkaitan dengan peranan nomina inti dalam klausa utama. Comrie (1989:140) mengemukakan empat parameter penting dalam pembentukan klausa relatif. Strategi tersebut adalah non-reduction, prononoun-retention, relative pronoun, dan gap.

Pada penelitian klausa relatif bahasa Arab ini ditemukan tiga jenis perelatifan, yaitu strategi gap, pronoun-retention, dan relative pronoun. Ketiga strategi perelatifan ini sudah sedikit disinggung pada pembahasan subbab sebelumnya. Pada pembahasan subbab ini akan lebih dipertegas kembali. Berikut akan dijelaskan data masing-masing dari strategi perelatifan tersebut.

1. Strategi Gap

Strategi gap adalah adanya celah kosong dalam klausa sematan atau klausa relatif yang posisinya bisa diisi oleh nomina inti (Comrie, 1989:153). Berikut beberapa contoh yang menunjukkan strategi gap.

(20)

شحولا لتق يذّلا وى قئاسلا ّنإ

/Inna’s-sa>iqa huwa’l-ladzi> [qatalal-wachsya]/

‘Sesungguhnya pengemudi, dialah yang membunuh monster’ (Al-Ibra>syi>, tt:22)

(39)

Kalimat inna as-sa>iqa huwa a’l-ladzi>

qatala

al-wachsya

Fungsi Part.Acc S PR.MT P’ OL’

Terjemah sesungguhnya pengemudi dia yang membunuh monster

Klausa relatif /qatalal-wachsya/ ‘membunuh monster’ kehilangan satu konstituen, yaitu subjek. Kata /al-wachsya/ ‘monster’ tidak bisa menjadi subjek dari verba /qatala/ ‘membunuh’ karena dimarkahi dengan pemarkah objek, yaitu bunyi (a) diakhir kata. Konstituen yang kosong, yaitu subjek di dalam klausa relatif dapat diisi dengan nomina inti /huwa/ ‘dia (laki-laki)’. Untuk lebih jelas, berikut skema strategi gap pada data (20).

/... a’s-sa>iqa huwa’l-ladzi> [________qatalal-wachsya]/ S PR.MT S’ P’ OL’

Menggunakan strategi gap, kekosongan konstituen subjek pada klausa relatif dapat diisi oleh nomina ini /huwa/ ‘dia (laki-laki)’yang menduduki fungsi subjek pada klausa utama. Hal tersebut karena pada verba /qatala/ ‘membunuh’ terdapat relator berupa /dhami>r mustatir/ ‘kata ganti yang tidak tampak’ yang merujuk pada nomina inti /huwa/ ‘dia (laki-laki)’.

(21)

لابم رّدقت لا تيّلا ةسيفنلا وتيدى ناطلسلل قئاسلا ركشف

/Fa syakara’s-sa>iqu li’s-shultha>ni hadiyyatahu’n-nafi>sata’l-lati> [la> tuqaddaru bi ma>lin]/

‘Pengemudi kereta berterima kasih kepada raja atas hadiahnya yang berharga yang tidak dapat diukur dengan harta’ (Al-Ibrasyi>, tt:24)

Kalimat fa fa syakara li as-sa>iqu a’sh-shultha>ni

hadiyyatahu’n -nafi>sata

Fungsi Part.Ibt P S OL OTL

Terjemah maka berterima kasih

pengemudi Raja hadiah yang berharga

(40)

Kalimat a’l-lati la> tuqaddaru bi ma>lin

Fungsi PR.MT P’ Pel’

Terjemah yang tidak dapat diukur dengan harta

Klausa relatif /la> tuqaddaru bi ma>lin/ ‘tidak dapat diukur dengan harta’ di atas kehilangan satu konstituen, yaitu subjek. Verba /la> tuqaddaru/ ‘tidak dapat diukur’ hanya membutuhkan satu argumen, yaitu subjek karena verba tersebut berbentuk pasif. Konstituen yang kosong, yaitu subjek pada klausa relatif tersebut dapat diisi oleh nomina inti /hadiyyatahu’n-nafi>sata/ ‘hadiah yang berharga’.

/....hadiyyatahu’n-nafi>sata’l-lati> [_______la> tuqaddaru bi ma>lin]/ OTL PR.FT S’ P’ Pel’

Menggunakan strategi gap, kekosongan subjek pada klausa relatif dapat diisi oleh nomina inti /hadiyyatahu’n-nafi>sata/ ‘hadiah yang berharga’ yang menduduki fungsi objek tidak langsung pada klausa utama. Hal tersebut karena verba /la> tuqaddaru/ ‘tidak dapat diukur’ terdapat relator berupa /dhami>r mustatir/ ‘kata ganti yang tidak tampak’ yang kembali kepada nomina inti /hadiyyatahu’n-nafi>sata/ ‘hadiah yang berharga’.

(22)

ولثم ًاّطخ هرواتج تيّلا باوبلأا نم باب ّلك يلع تّطخ

و

/Khaththath ‘ala> kulli ba>bin minal-abwa>bi’l-lati> [tuja>wiruhu] khaththan mitslahu/

‘Dia (pr) menggaris garis yang sama di atas setiap pintu yang berdekatan’ (Ki>la>ni>, tt: 20)

Kalimat wa khaththath ‘ala > kulli ba>bin minal-abwa>bi

al-lati

Fungsi Part.Ibt P Pre OTL PR.FT

(41)

Kalimat tuja>wiru hu khaththan mitslahu

Fungsi P’ OL’ OL Ket

Terjemah berdekatan nya garis sama

Klausa relatif terdiri dari verba /tuja>wiru/ ‘berdekatan’ dan objek berupa dlami>r ‘kata ganti’ /hu/ ‘nya’. Klausa relatif tersebut kehilangan satu konstituen untuk menjadi sebuah kalimat yaitu, subjek. Fungsi subjek dalam klausa relatif yang hilang dapat diisi dengan nomina inti /al-abwa>bu/ ‘pintu-pintu’ yang menduduki fungsi objek tidak langsung dalam klausa utama.

/----‘ala> kulli ba>bin minal-abwa>bi’l-lati> [_____tuja>wiruhu]---/ OTL PR.FT S’ P’ OL’

Menggunakan strategi gap dapat dijelaskan bahwa kekosongan konstituen subjek pada klausa relatif dapat diisi dengan nomina inti /al-abwa>bu/ ‘pintu-pintu’ yang menduduki fungsi objek tidak langsung dalam klausa utama. Hal tersebut karena verba /tuja>wiru/ ‘berdekatan’ terdapat relator, yaitu kata ganti yang tidak tampak atau /dhami>r mustatir/ yang kembali pada nomina inti /al-abwa>bu/ ‘pintu-pintu’.

2. Strategi Pronoun-retention

Tipe pronoun-retention berarti nomina inti tersisa pada klausa sematan dalam bentuk pronomina. Comrie (1989:147) memberikan contoh dalam bahasa Inggris I know where the road leads dibentuk sebuah klausa relatif this is the road that I know where it leads. Pronomina it menunjukkan posisi yang direlativisasi. Berikut beberapa contoh klausa relatif yang menggunakan strategi pronoun-retention.

(42)

(23)

تاونس ثلاثب اىدّدح تىّلا وتلحر نم صلخلدا فيولا اىذقنم عجري

/yarji‘u munqadzuhal-wa>fil-mukhlishi min richlatihi’l-lati> [chaddadaha> bitsala>tsi sanawa>tin]/

‘penolongnya yang tulus kembali dari perjalanannya yang telah dia tentukan selama tiga tahun’ (Al-Ibra>syi>, tt:28)

Kalimat yarji‘u munqadzuhal-wa>fil-mukhlishi

min richlatihi al-lati>

Fungsi P S Pre Ket PR.FT

Terjemah kembali penolongnya yang tulus

dari perjalanannya yang

Pada klausa relatif /chaddadaha> bitsala>tsi sanawa>tin/ ‘dia tentukan selama tiga tahun’ terdapat pronomina /ha>/ ‘nya’ yang terletak setelah verba /chaddada/ ‘menentukan’. Pronomina /ha>/ ‘nya’ menduduki fungsi objek dalam klausa relatif. Pronomina tersebut merupakan nomina inti yang tersisa pada klausa sematan atau klausa relatif dari nomina inti /richlatihi/ ‘perjalanannya’. Hal tersebut diperkuat bahwa pronomina /ha>/ ‘nya’ tersebut juga sebagai relator yang merujuk pada nomina /richlatihi/ ‘perjalanannya’.

(24)

اهيف رّكفت لم

تىلا

ةمييعلا ةورثلا هذ

به تحرف

و

/Wa farachta biha>dzihi’ts-tsarwatil-‘azhi>mati’l-lati> [lam tufakkir fi>ha]>/ ‘Kamu menjadi senang dengan kekayaan yang besar ini yang kamu tidak memikirkannya’(Ki>la>ni>, tt: 7)

Kalimat wa farachta bi ha>dzihi’ts-tsarwatil-‘azhi>mati’

al-lati> lam tufakkir fi ha>

Fungsi Part.Ibt S + P OL PR.FT S’ + P’ OL’

Terjemah dan kamu menjadi senang

kekayaan yang besar ini

yang kamu tidak memikirkan

nya Kalimat chaddada ha> bi tsala>tsi sanawa>tin

Fungsi P’ OL’ Pre Ket

(43)

Klausa relatif /lam tufakkir fi>ha>/ ‘kamu tidak memikirkannya’ terdapat pronomina /ha>/ ‘nya’. Pronomina tersebut menduduki fungsi objek langsung dari verba /lam tufakkir fi>/ ‘kamu tidak memikirkan’. Pronomina /ha>/ ‘nya’ tersebut adalah nomina inti yang tersisa pada klausa relatif. Nomina inti yang seutuhnya adalah /ha>dzihi’ts-tsarwatil-‘azhi>mati’/ ‘kekayaan yang besar ini’ yang berada di klausa utama. Hal tersebut diperkuat karena pronomina /ha>/ ‘nya’ juga merupakan relator yang merujuk kepada nomina inti /ha>dzihi’ts-tsarwatil-‘azhi>mati’/ ‘kekayaan yang besar ini’.

(25)

مساقلا ةّثج اهيف تيّلا ةفرغلا

لىإ وب تراس ّثم

/Tsumma sa>rat bihi ilal-ghurfati’l-lati> [fi>ha> jutstsatul-qa>sim]/

‘Lalu dia (pr) berjalan bersamanya ke ruang yang di dalamnya ada jasad Qasim’ (Ki>la>ni>, tt:17)

Kalimat tsumma sa>rat bi hi ila> al-ghurfati

al-lati> fi>ha> jutstsatul-Qa>sim

Fungsi Konj. P Pel Pre Ket.

tempat

PR.FT P’ S’

Terjemah lalu dia pergi

bersamanya ke ruang yang di dalam-nya

jasad Qasim

Klausa relatif /fi>ha> jutstsatul-qa>sim/ ‘di dalamnya ada jasad Qasim’ terdapat pronomina /ha>/ ‘nya’. Pronomina tersebut adalah nomina inti yang tersisa dalam klausa relatif. Sebagaimana pengertian dari strategi pronoun-retention bahwa ada nomina inti tersisa pada klausa sematan atau klausa relatif dalam bentuk pronomina. Nomina inti yangs seutuhnya adalah /al-ghurfati/ ‘ruang’ yang menduduki fungsi keterangan dalam klausa utama dan pronomina /ha>/ ‘nya’ menunjukkan posisi yang direlativisasi. Hal tersebut diperkuat bahwa pronomina /ha>/ ‘nya’ juga merupakan relator yang merujuk pada nomina inti /al-ghurfati/ ‘ruang’.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :