iv
ABSTRAKSI
Efisiensi model " Salter Duck Nodding '' dl. ton tu!\:an oleh besarnya defleksi sudut anggukan yang diakibatkan oleh gaya gelom -bang. Unt.uk wendapatl~an efisiensi ;yang paling baiK dari ketiga model yang d.ireucanals:an, a!lalisa didusarkau pada letak ti tik P.!J. sat jarijari penawpang wotlel yang taa.singmasing model mempu -nyai mowen h:opel yang berlai.nan.
Besarnya usaha yang dilak.ukan gelon,baug unLuk memberikan defl~<;: si sudut sebesar
G
adalah,o
(G~
.
U=)'L65
glSedangkan besarnya eua:cg:l gelolllbang i tu send.iri persatuan lu -as adal.ah,
Adapun syarat supaya model dapat belte:cja jika E >~{ill. Letak. ti -tik poros pada tiga posisi yaitu 0 wetcn:, Hi> 1neter, dan R
1 me
a
i
b c d D ds e EEm
f(haJFo
h i -IIm
mom~n inersiatinggi gelombang insidensi
tinggi gelombang yang diabsorbsi tinggi gelombang transmisi
tinggi gelombang modulus komplek damping momen restoring momen kec epa tan gel om bang
panjang busur roda tranduser : dyadic
panjang diameter lingkaran besar panjang diameter lingkaran kecil
pam.jang busur model yang tercelup air angka natural
elliergi gelombang energi kinetik modC;l
kect:patan geser partikel air gaya berat model
kedalaman air 8.11Jigka irnajiner
arah vektor searah sumbu x bilangan imajiner
momen inersia total jari-jari kelengkungan
ix
Kob koefisien absorbsi
Kr
.
• koefia:Len pantul Kt koefisien transmisiLw
panjang gelombang m ani~ a gelombang Me mom en eksitasi Mo amplituda momenfi vektor searah sumbu x
p tekanan partikel air
Po tekanan atmosfir
q
.
.
kecepatan normal partikel airRg
.
• jari-jari girasiRp jari-jari roda trel!lsduser
Ro,. Rb
.
.
jari-jari lin gkar~\ll besar R1'~
jari-jarili lingk.aran kecilr jari-jari silinder
Re bilangan riel
t waktu
T pe'riode gelombang
u kecepatan partikel air horisontal
0
u
usahaJ1
stream functionv
kecepatan partikel air v ertikal•
w
•..
potensial komplek ( potential complex )xx, xy,xz:
komponen tegangan unit massa airX
z
konjuget bilangan kompleltz
modulus komplek-'L'
momen per satuan luas't:
gaya geser partikel airf
mas sa j eni 5L airQ defleksi sudut
.
Q keeepatan sudut •• Q pere:epatan sudut7
ti~ggi gelomaangf6
.
• potential functionw
frekuensi gel om bangJ_ sudu t · phase getaran
1
vektor posisi'\7
operator deferensialY-
.
.
t.eaangan tensorf1
viskositasB A B II
PELAKSANAAN PERCOBAAN
Lan~cah-langkah pelaksanaan percobaan kita lrutukan
sebgai-berikut,
- Pengerjaan model uji
- Pemasangan model di laboratorium - Pengujian model
- Pencatatan data
;~.1 Pengerjaan Model Uji.
Hodel uji terbuat dari zeng yang terbentuk dari sete -ngah lingkaran kecil dan sete-ngah lingkaran besar seperti tampak pada gambar 3.1 c. Letak titik poros model 9J_tempat-kan tiga posisi yaitu pada jarak 0 meter , Hk meter, Rb
me-ter dari permukaan air pada kondisi still wame-ter level. Lembaran zeng dipotong menjadi dua bagian masing-masing de-ngan lebar 0.5n~ dan
0.5ffDt·
Besarnya11{.
dan ~ diambil30 cnt dan
40
em. Kedua lembaran zeng itd. diroll sampai mem peroleh bentuk pola atengah lingkaran dengan ~ dan Rbma-sing-masing adalah l5cm dan 20 em.
Kedua pola ini ki ta bentuk m.enjadi suatu pola aesuai dengan model yang kita rencanakan seperti gambar 3.1 c. Masing-masing ujung model kita beri poros yang dapat berpu-tar bebas dengan cara memberi "klaker '' pada poros dikedua ujung model· tersebut. Ldikeduaker diberi pegdikeduangdikeduan berupdikedua pldikeduat -yang dilas dengan rigit.
Uuul.La r j . 1
pola II
c) t·lo dt:l
Untuk titik :
adalo.h model de.ugan pooisi l·Ol'Oi.:i pada () Clll
2 adalah lao del den{iu..H pooisi poru G paJ.a
1\
Cill3
adalah ruo del dE:ngan po ui si 1'01.'08 pada.no;
Clll ; .2 :F>ewasang<..,.Ll i·10dt:l di LalloratoriumHooel dlletakan pada :pusisi tegak lurus dengan gelom -bang dm: ditempatkan diteug;;;..h-tellgah kulatil uji.. Hodel uji ki.
ta atur sedc:rJ:tikian rupa sehi.ugc:.:a tHOdul dularn keadaan float-ting. Plat pemegan.g model dii.kat Iiada l>.81.'8ta dan kereta diu-sahakan tictak borgerak trauslaoi. l)ada uju:ug model dileng -kapi alat yallg dapat mehuujuke:.w uesarn .. ;ya sudut rotasi model setelah diken.ahi beban gelolHbai..Lg Y<mg tae:cupakaH women eksi -tasi model. Alat terse but di buat dari pen yalit~ san gat ri
dii-Pemasangan 1-lod~l 'Uji t rcuJ.dusur .... / t.d u wave probe
/1
/
ke:c~::ta rel\/
J
h
model···--··-·-· -· ... ---- _______ _j
':.3
Pengujian HodelSetelah pemasangan model uji selesai dan model slap un
tuk diuji maka langkah selanjutnya adalah menentukan vari -abel gel om bang yang diperlukan un tuk. pengujian model.
Variabel-variabel gelombang tersebut adalah : - Panjang gelombang ( LVI )
- Perio de gelombang ( T )
Panjang gelombang dan periode gelombang diperoleh dari strip chart yang dihasillcan oleh wave probe yang al-can dijadikan s! bagai perhi tungan.
Model mulamula dalam l{eadaan diam, setelah dikenahi gelom bang akan bergerak periodik, gerakan periodik yang ki ta ha
-rapkan rnempunyai energy losses yang kecil.
~f..3.l Pengamatan t~lodal
Perlu ditambahkan pada waktu pemasangan model pada
3.2
model dil engkapj_ dengan pegas untuk mengatur posisi modelsupaya dapat berdiri seperti pada gambar
3.2.
Model pada kedudukan stasioner dikenahi bebc:tn gelombang, mo-del b.ergerak rotasi secara period.Lk dengan ampli tudo sebesar Q • Model diamati sa111pai mencapai kondisi yang steady state. Setelah kondisi steady state tercapai selanjutnya ki ta me -ngamati besarnya def1ksi sudut maximum ( ampli tudo ) pada ~ lat indikator untuk masiug-masing model yai tu model I, II,
: ..• 3.2 Pencatatan Data
Data yang perlu dicatat pada porcoLaan wodel adalah ting
gi gelorr.bang,periode gelombang dan jarak yang diperoleh dari indikator. Da.ri jarak yang di tunjukan oleh indikator dapat cQ. peroleh ampli tudo rotasi dengan. me:nggunakau formulasi,
Besarnya Q dari hasil percobaa.n dibandingkan dengan hasil da:""
' .• 3.3
Kalibrasi Peralatan ·Sebelum percobaan berjalan peralatan. perlu dikali -brasi da.hulu dengan tujuan untuk menyakinkan bahwa pera latan yang digunakan untuk penelitian ini layak pakai dan untuk memperoleh harga acuan bagi pelaksanaan percobaan lji bih lanjut.
Adapun peralatan yang perlu dikalibrasi adalah 1 • Pengultur tinggi gelomba:ng
2. Pengukur defleksi sudut model
4 • •
3.3
.1 Kalibrasi :Pengukur 'l'inggi GelombaugAlat yang digun.akan untuk pengukuran tinggi gelom -bang adalah gabungan antara probe gelora-bang dengan wave
&!
uge. Sebelu.m mulai kalibrasi Jirobe ini dibersikan dulu de-.agan· spiritus. Selanjutnya langkah - langkah kalibrasinya adalah sebagai berikut- Probe I dan. probe II masing-masing diletakan 1 meter di- · depan kereta dant 30 em di belakang model.
- Kabel kedua probe diletakan/ dihubungkan den.gan socket input pada wave gauge.
- Socket wave gauge out-put dihubungkan dengan strip chart recorder.
- Wave gauge disetel untuk bekerja pada kondisi auto mode. - Saklar power wave gauge dihidupkan.
Voltmeter dihubungkan ke wave gauge untuk mengukur vol -tage.
nol ( mendekati 11ol pG~.da nilai yarqj konstan ) .
Setelah Voltmeter menunjukan angka nol, satel wave gau-ge pada posisi kerja stati,:: mode.
Probe satu dirna.sukan kedalruu permukaan air tenam.g ( dS!; tum), potensiometer pengukur gelomhang dit~.tur agar vol_ tmeter menunjuk.an harga nol. Pen. pacta strip chart re -corder disetel pada posisi uol, kemudian posisi nol te1:
sebut dicetakan pada kartu.
t
Probe I diturunkan 5 ern dari datum untult mendapatkan puncak gelombau.g. Voltmeter akan menunjukan2,5 V Pi. da kondisi inj .• Pen pada strip chart akan menyimpang , dimana besarnya simpang tersebut akan menunjukan
5
em simpangan tersebut akan torcetak.Kemudian probe I di:n.aika.n
5
em dari pos:isi datum untuk mendapatkan lembah gelorubang. Pada. kond:isi ini vol tme ... , tar aka.n raenunjukan+/-
i~. 5V, dan strip chart recor-der akan menyimpang dari ti tik :uol, dimana besarnya sim,pangan ini tercetak pada kartu.
Dilakukan proses ulang untuk probe II. Probe dikemba.likan pada posisi datum.
Kalibrasi pengukur tinggi gelombang kembali dibuat be-kerja pada posisi auto mode, dan tekan tombol reset. Alat pengukur tinggi gelombang siap digunakan.
.•. 3.3
.2 Kalibrasi Pengukur D(;i'leksi SuJutAlat yang diguna};:c.tn untuk raeugl.:.kuJ.· Jl1i'l ols.si sudut ada!"' lah gabun.gan antara tranduste1· dau triLl IIreter.
T:r&.ttduser diletak.an. sedem:i.kian hingi_;a tali tranduser seja-· jar den.gar1 sisi model yang altert dihulJuht;;~tau. dercgan trandu-ser.
Adapun· lar.cgkah-langltah kalibrasinya adalah oebagai berikut: - TralLduser dihubungkan delllgan trim meter denga11 sebuah
ka-bel y;ada socket input trim meter.
- Socket out put trim Hlete:r· dihubungltaL deugau socket inp~t
strip chart recorder.
- Tali trartduser eli tarilt sedemildan hhligga cliperoleh ti tik
acuan dan. dianggap pada kondisi itu sebagai titik ool. - Trim meter di on-ka11 sampui volt meter l!Lenc<:tpai
h.on·disi-koustru1.
- Strip chart recorder di- on-ltau., .selan;jutn,ya tali diatur pada posisi n.ol.
Pe:a strip cha:r·t digerakan sampai r..wn.capai posisi nol. - Pada skala penuh ( full scale ) voltmeter n1ma.unjukan
2.5
volt. ~rali diberi sirupaugau
5
em da11. pun. sta·ip chart mel!! berika1:1., siurpaagcm, hesarnya simpangall! pada strip chart terse but mewakili5
em siu1pa11gan .. tali.- Selanjutn.ya tali diberi simpa-:tllgan
-5
em, pen bergerak ke arah uegatif yal:lg besarnya mewakili-5
em .simpan.gan tali - Kalibrasi selesai dan siap un.tuk dl.lakukan percobaan.B A B
III
LIN'l'ASAN PU S'rAKA.... 1 Gelombang Permukaan
Didalalll pembahasan gelombang permukaan, ki ta in gin men-dapatkan hubungan antara kecepatan gelowbaug , panjang ge lombang, gravi tasi dan kedalaman air. Dari penurunan kondisi
tekanan pada permukaan kita dapatkan persamaan,
6
¢(x,h,t)6
t• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • ~ ~ • 1
Pada kasus rambatan gelombang hanuonik ki ta mernpunyai, a c
w
=
cos ( mz-nt. ) . . . }\.2j}-
6.1Y
c5t
dx•...
··-~~.3Persa.rnaan .
,.3
ki ta substi tusikan l{edalalil persamaan ~.j. 1 ki ta dapatkan hubu.ngan0
da }! yaj_ tu :6
¢ - g~
-w.
'= 0 ••••••.•••••••••••••••••• •:~.
4
cS
t <.SxSedangkan hubungan W dengan ~ dan };f adalah,
\V = ¢ + i }.1 • • • • • .. • • • • • • flo> • • • • • • • • • • • • • • . . . . j •
5
Dengan demikian l·d ta dapatkan harga¢
dan¥!,
dan harga-harga ini kita substitusikan kedalam persamaan 4-L~ kita peroleh h!J. bungan yang kita cari yaitu antara c dengan L,g, dan hseba-ga:L berikut
c2 =
~
tgh (lllh) ... .J .•6
m
Persam.aan .. ".2 dan : ....
6
merupakan karakteristik gelombang pe.: mukaan dengan kedalaman h.4~ ... 2 Hubungan Kec:epatan P"rtikel Air dengan Complex Potential Kecepatan partikel air ps.da arah normal adalah merupakan penjumlahan vektor kecepatan ke arab x dan y.
q
=/~~
1 ...~3.
1
Sekarang ki ta cari hubungan an tara kecepatan partikel air de-ngan complex potential. Pada persamaan 5.7 masih mede-ngandung akar sebingga persarnaan itu kurang simple,persamaan tersebut kita kuwadratkan dan selanjutnya kita cari hubungannya dang-an coplex potential.
q2 =
6w
6W •••••••••••••••.••••••••••••• ;::,;.
8Aliran irrotasional fluida incompr'e::;ible tanpa vtskosi-tas didalalfl bidang dua diniensi Z, mempunyai complex potential
f( z) tanpa ada banda asing didalam ali ran tersebut. Jika ali.r
an ~tdalam bidang
Z
kita sisipkansilinder dengan jari-jaria
!':.
dan penampang silinder didalam bidang Z kita beri sibol C , maka
I
Zj
adalah modulus complex yang besarnya sarna dengana
,:;::
Circle theorem ini memberikan formula complex potential ,
2
. -.2.
W
=
f(z) + f(z) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • (:!,.,.,. 9
Kebe:naran circle theorem ini ki ta buktikan sebagai berikut ,
- 2
Oleh karena konj\lgate Z adalah Z
=
~ /Z tepat berada pada ke-liling silinder, pacta kondisi seperti ini kita lih~t persama-an4.9
hanya mempunyai harga real, dengan demikian ~= 0 yang berarti keliling silinder C merupakan stream line aliran flu-ida. Jika titik Z cliluar C maka titik Z didalam C. Untuk Z b,2 sar sekali mempunyai hargaf(a
..
2/z)=0 untuk Z#
0 •Terbukti bahwa W mem.punyai. kesamaan dengan f(z) pacta semua -kondisi.
~,·4 Complex Potential di Sekitar SilJnder
.1-'ersamaan complex potential pacta aliran adalah UZ. Jika
ki ta sisipkan silinder kedalam ali ran tersebut rnempunyai mo-dulus complex
I
ZI
=~'
dengan uenggunakan theorema sirkel, complex potentialnya menjadi,1 \
· 5
Distribusi 'l'ekanan PCJ.da. .S.Ll.ind-:r,.J•
Sebelum h.i ta nwucari d.i ot1·ltus.L td~auan pada silinder te,r lebih dahulu kita lihat lagi persamaan ~.10,
ow
U ( 1 -a
2/z
2) . . ..:::;.14
--
oz
Kita gunakan persamaan 4. 1 Lt- un. tuk Ll enentul~an kec epa tan pada
t . t.
~ ~ k z :::: a e iG · t epa t pa d a l 1' 1' te ~ 1.11g sl . 1. ~n d er un u t k sem arang b-!:
eiG
ti tik. Harga z = a kita iaasukan kectalam persamaan
..;.14
d.i. peroleh,6w
8-2iG)--
u
( 1 -dz iQ -iG catatan sin G e-
e'
=
21 Dengan demikian,dW
:L e-iQ 2Ur;=
sin ~ . . . ""_:_;,.15
Dari persarnaan lt-.8 didapat,
2 2 2
q-
=
4
U sin Qq = 2 U oin 9
.
•·...
.,~ 16"'')•
...
Harga q2 maximum pada Q
=
.±.
rl/2Kecepatan pada titik z
=
a e19 adalali. 2 U untuk 9 =±.
M/2.:;<
Kecepatan eli ti tik A dan B pada. gam bar i.1• 1 adalah yang paling besar yai tu 2 U. Jika t eh.ana.n pada j,arak jauh dari silinder
-disimbulkttn
r1
ti.IWI..U Jengull lr10ll~SgUHG!l\.an tE::Ol't:lilU .dernaullite-kana:u pada Li Lik-ti U.h:. di si.li .llder)
p . - ·r
f'
? . 2 2u.:..
sin Q = P-n
=
0.5f
u
2 ( 1-4
sin2 Q) •...••••••• :.;;.l? Dari persawaan4.1?
kita bisa ltienunjukw1 dist.ribusi tekanan dengan diagram polar pada silinder LlenguH ja:ci-jari a dan S.si,bagai .x·eferensi pada jari-jari R :::: a tekanauan:uya adalah
n
GaH1bar L~ .. 1
S:i.lin.der di Dalalu Aliran Flui.da A
Gatdba:c
4.
2Di ~::d: ri. bno:i 'J.~ekanan Pada Silinder
--·- au,ii_J_
~'-19 Ki.ta lil!.at garo.bar 1, .• 2 adalah vektor sudut yang me~punyai
a-rab
30°, 150°,
210°,. dan330°
tekanan pacta titilt-titik i.tu s;adalah
IT.
Tekanan waximum paca titik L dalll. H sebesar0.5FU~
Tekanan sepanjang busur N1 A N2 dan N3 B N4 lebib besar da
-ri ff. Di ti tik A dan B mempunyai pengurangan tekanan sebe -sar 3/2
f
u
2•Untuk kecepayan partikal air konstan kearah vertik.a.l rnaka di-agrrun tekanan pacta silinder akan sirnetri sehingga resultan
ga
yanya sam.a dengan nol a tau silinder dalam keadaarl diam.Kecepatan partikel pacta gerakan gelombclllg air tidak sirnetri
rna
ka resultan gaya pacta silinder tidak nul, silinder rucan ber -- putar pacta porosnya.4.6
Stream
Function di Sekitar SilinderKita i.ngin menurunkan persamaan stream function saat flui-da dlpengaruhi oleh silinder dengan sumbu fixed bargerak tran-slasi dan rotasi relative t erhadap sumbu silinder.
Gambar
4.3
Komponen Kecepatan Fluida
- (.) y X
,
•.
I
I •,L
~....__.
Komponen kecepa,an di titik U adalah u,v dw1 kecepatan su -dutt..). Kop<»nen kecepatan di tiLik 1' (x:-Y ) adalah u -(0Y dan
V +W X.
K~~~epatan norrci'al di titik P(x,y),
( U·a lJ y) sin Q - ( V+
w
X) G0 b G ••••••••••••• ~\.18Sekarang kec epa tan pada persatuo.an l~. 18 dL-amLil sin
(
ox
cos Q :::1---· dan kec epa tan normal f'lui da pc.t.da silindE:r
ds
6y
Q=o; ,
adalah 2 2Jl
=v
X -u
y + 0 •·5
£..) ( X + y ) + B •· ••••·-i·
19Untuk
J!
adalah irnajiner dar·i .t:(z,z),Kemu dian ki ta ber·ih:an u cos J. , U sin J.. untuk u, v waka resul tan kecepatan aualah
u
pada st..Jut J.. te:chadapox.
f···cz,z·;-)·-··· -u
z
e-id- '· ,u··.
.,/ c; 1· .... '-Vz
·z·· ., • • • • • • • • • • • '·~· · • 20Konjugat fungsi kompleksuya aclalah,
f(·z···,z) =- U '' LJ e -iJ.· + 0 •
5
1UJLJ ·~' 11 Z • • • • • • •••••.J• ... 21Oleh karena },1 adalah iw.ajiner dari perGc:.luacln .::.20 dan -
J1
imajine1· dari per.oal11aan 3.21 111aka,2'
~.7 Analisa Gercltan Elemen fluida
Kita perhatikan elemen fluida pada gambar
4.4
yang mem-punyai titik pusat di P.Vek.tor posisi'l, dari titik Q pacta elemen relative terhadapP
Gam.bar
4.4
Gerakan Elemen Fluida
q +
v
Selanju.tnya jika q ada.lah kectJpatan partikel fluida di titik P maka k.ecepatan partikel flulda di ti tik Q adalah ;
q + v ::: q +
<i
\1) q • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • ~,.23
Ki ta gunakan persamaan identi tas dan hukum. distri busi tersor kita peroleh,q + v ::: q + 0 •
5 (
\7, q ) 17
+7
D • • • • • • • • • • • • • •3~
24
D:::0.5(V; q+q ;~)
Arti fisik dari persamaan
4.24,
kita perhatikan persamaan,0.5
7
D1
=
c . . . .3325Untuk c konstan, persamaan ruas kiri adalah homogen dan ku-adratik dalam komponen
'1
dan oleh karena i tu menyajikan persamaan dari derajad dua. Permukaan ini dalara kenyataannya-22 pusat dari kuadratik yang lllerupunyai ti tik pusat P, untuk i tu
jika
1
berada didalam permukaan rnaka-7
juga berada di permuk,a. an tersebut. Dengan demikian jika1
dan1
+ df
adalah titik -yang berdekatan,-
-
,.._-0.
5 ( 1
+ d'T
D(1
+ d 'l ) - 0.5
'1 D "( = 0 1D"(= 0-
-1
D d 't adalah de raj at pertama, maka"l
D tegak lurus di
adalah sebarang vektor didalwn arab tang en bidang 0.5
'1
D'1.
Daris!
ni jelas 1D adalah dalam arah normal terhadap bidang
0.5tD'l.
Dari uraian diatas ki ta ketahui arti fi 1:3ik dari persamaan 3.24di titik
Q mempunyai tiga bagian kecepatan yaitu,
a) Kecepatan q.di titik p yang merupakan kecepatan translasi elemen sec-ara keseluruhan
b) Kec:epatan
0.5(V.,q
11)
adalah kecepatan yang disebabkan olh·. rotasi elemen elemen secara keselur·uhan
c) Kecepatan
i
D relative terhadap P are.hnya normal terhadap bidang 0.5i'n
'f.
Kecepatan "{ D adalah kecepatan pure strain dan ada jika sub ... stansi mengala.mi deforma.si.
23
;,~.8 Tegangan Tensor Pada F'luida SempurnaDidalam fluida ideal gaya yang terbentuk disekeliling flY. ida pada elemen ds dalam permukaau partikel fluida adalah no,t malL trust -p
ii d~i.
dan p adalah tekanan.Teganagan tensor,
'·+'
=
-p I••...•..•....•.•.•...•...
Tegane~n (stress)= n
'V
= -p fi I = - p nPersamaan
4.26
ki ta ben.tuk kedalam dyadic dengan penggandaan skalar kita peroleh fist scalar invariant, maka stress tensor-nya,~ =-
3
p••••••••••••..•••••••••••••••
-~.• 27
~
.9
Hipotesa Viskosi tasInternal fraction pada fluida vlscous menyebabkan tegangan p,a da permukaan elemen kecil ds tidak lagi normal terhadap ds m~
lainl{an mernbentuk sudut •
.Akibat dari internal fraction stress . 'tensor pada persamaan
-·~.27 untuk fluida ideal berubah,
'
'-f"
= -p I + E • • • • • • • • ,, • • • • • • • • • • • • • • • • • • ... , • 28I
Harga p I adalah symetri seperti pada khasus fluida ideal se-dangkan. E berbanding langsun.g deng,an visi tea fluida.
Stress pada elemen fluida ds,
I
n\.f'=
-p n +nE ••••••••••••••••••••••••••• ...
~.29Analisa gerakan partikel fluida dalam suatu gerakan partikel secara keseluruhari seperti khasus gerakan pada rigiit body h,a nya saja perlu. di tam bah pengaruh pure strain yang arahnya
-24
normal terhadap bidang kuadratic tertentu. Jika fluida yang ki ta tijau adalah viscouc sebagai rnani fastasinya terjadi als.s:h an.tara partikel fluida dengan fluida d1 seki tarnya.
Didalam hipotesa yang terjadi d1 alam symbul tegangan nE
di
difinisikan sebagai ak.ibat pure strain.Gam.bar
4.5
Gerakan fluida Visco~s
Kita perhatikan gambar
4.5
partikel berbentuk bola dengan pusat p untuk radius h kecil. Jika n adalah arah normal p~da luasan ds pure strain menyebabkan ds bergeralr relative terhadap pusat bola dengan kecepatan ,,
f(hn)
=
h. ¥! Dhfupotesa ki ta bahwa nE proposional terhadap f(n) lebih te..., patnya bahwa,
n E
=
2fA
f ( n)=
2 _;A n D •••••••••••••• ,' • 30 Persamaan ,,3_, .. 27, '"'.28 dan .30 digabungkan ki ta peroleh,\.y"
=
-p
I -2/3.f"(\7q
)I+)A(\7;
q
+q;
\7). •••·
.31
'{ =
-pn- 2/V'(~; q) + ( n ':)--iVq +( n 7V,q
J;U
25
,.'• 10 Kcmponen. Tegangan Sika
u
1, U2,
u
3
adalah koordinc.tt ortogonal kita catat komponen-komponen tegangan pada penampang bidang yang te ~gangan p.enampang bidang yang tegak lurus pad h kita beri notasi,
Dengan demikian dalam koordinat cartesian ki ta mempunyai sem. bilan komponen pada penarnpang yang tegak lurus aengan x, y,z · yaitu,
..._
... ,... ... .._ ... ,..-..---
,...,.xx, xy,
xz,
yx, yy,;rz, zx, zy, zz
Kita. ambil persarnaan
4.31
dengan member.!'l-can harga n ;;:: i ki-ta mempunyai persamaan,j_
Xx
+ jxY
+k
iZ :::
~(
iv
q) ~1,, -
p'
iuntuk; =
v;
q,kita dapatkan kompouen tegangan, --..
'
xx = -p +2p6qx/6x •••••••••••••••••••••••••
3 ..32
-
=)4(6q'J/6x
~qx/by )•••••••••••••••••••.
~.32b xy + ,...Oqx,(6z
xz=)I (
+6qz/6x
)•••••••••••••••••••. _.32c
26
._. 11 Pengaruh Vis.kosi ta Pacta GelombangPersamaan elevasi geloiubang,
7
=
~ sin(mx - nt) meraiiJbat pada perairan dalam dalam tanpa viscositas, mempunyai coi.aplex potential,adalah,
. . -i(u1z-nt) ,,,
33 u· - 1. v
=
1. m a c e--
•••••••••••••••• ~.::..Jika fluida visco\}.s, tegangan perumkaan yang disebabkan oleh komponen kecepatan
u
danv
pada y = 0 adalah,- I
yy =- p + 2_)Aov/6y = - p I
-2.,.«
w 2 ~ ~ cos(mx-nt)Yx
=;-d
6v/6~:-t bu/dy)
=
2 n1 2 ~ ~ ~ sin.(mx-nt) _ .Besarnya ker•ja gaya,
yy
v +yx
u=
p' m~
£
cos(w.x-nt) +~
m3 a2 c2 sin2(mx-nt)energ:i. gelmnbang persatuan luas ,
0
.
5
~ 2gr
= 0 •5
m c 2~·2
p
Jika tidak ada gaya luar yang Jlempengaruhi roaka kehilangan energi gelomb.a.:cg harus sama dengan 2;<-t m3 a ~3 maka,
kita dapatkan,
a = a e-2 \) rn l. at -o
27
Pro fil gel om bang pada pera.i ran viscous menjadi,
2
l
=!3-o
e -Z '-' m .§-t sin (mx-nt ) •••••••••• "" • 34,: ... 12 Kondisi Bata.s Permukaan Untuk Gerakan Dua Dimensi Dari.
Fluida Viscous
Keseimbangan gaya pada elemen segi.tiga kecil dari . flui
-da di.bawah permukaan air seperti tampak pa-da gambar
4.6
diba-wah.Gambar
4.6 :
Komponen Tegangan P&.da Elemen Kecil
X
28
Komponen gaya vertikal pada tegangan permukaan ( surface tension ) Fv adalah,
F v
=
q- sin J.. - q- sin ( d- + d .4-)Fv
=-=
-C"fd~cos ~d ~ K ds
Fv:.: -<f'K ds cos
ct-Keseimbangan gaya vertikal pada gambar 4.6a,
(-P 0 + K Cf) ds cosJ..+ 'Lds sin~
=
P y~ dscos._-PYY ds sin J. ••••
35
dan keseimbangan gaya horizontal.
( -P 0 + K
q- )
ds sin ..._- 1~ ds co 13-'-. = - P ~,-x ds co a c:1.. + P xx ds sinch, .~J ... 36Persamaan )~
.35
dan ..•36
ld ta lJagi dengan cos ds dan=
6
7/ Ox
ki ta peroleh,( -P 0 + K <r) + T
6
7
I
6x
=
P yy - Pxy
~7 /6x •••• .. ::
.37
29
::: .• 13 Menentukan Amplitude Gelombang Pantul
Salah satu faktor penting untuk dipertimbangkan pada percobaan model S D N ( Salter Duck Nodding ) adalah pe -ngaruh gelombang pantul. Gelombang pantul terjadi karena adanya energi yang diserap oleh model uji atau ol.eb ada -nya energi yang ditransmisikan oleh model tersebut.
E~ergi gelombang berbanding lurus dengan amplitude
gelom-bang:l maka ki.ta dapat menuliskan persamaan ampli tu~ ge-lombang insidensi sebagai :
2 2 2 2
~
=
ar + ~ + ao b • •••••••• • • • • • •••••••• • • ~\·39
Untuk kasus struktur impermiabel ( ~
=
0 )sehingga,
a
?
1 = a2 r + · aob 2 • • • . . •· • . • . • . • • • . • • • • . • . . , .~:-,~~· 40Jika struktur permiabel maka tidak ada ehergi yang dise-rap oleh atruktur tersebut tetapi ada energi yang ditr~
misikan maka harga a0b = 0, dan persamaan !~).39 bisa kita t uli s se bagai :
af
=
a~
+~
•••••••••••••••••••••••••• .:.: .• 42 Sehingga,Koefisien transmisi Kt tergantung pada ukuran, bentuk, dan posisi dari model.
Pada percobaan m.odel S D N terdapat beberapa hal yng per -lu di.perhatikan yang terutarna adalah pangaruh ~o.ergi ge lombang pantul, gelombang transmisi dan absorbsi energi· ge lombang. Dengan demikian pada percobaan ini harga a
0b dan
a.r
ada harganya sehingga koefi sien gel om bang pantul bisa-diformulasikan sebagai :Kr =
v
1 - ( K! b +K~
) ·~···~-·442 2
Koefisien absorbsi K0b besarnya sama dengan a
0b/8j_ •
Harga-harga ~ ,
a
0b , a1 ditentukan dari percobarua sedang kan ampli tudo gelombang pan.tul didapatkan denganmengguna-kan persama.an . •
44
yai tuar
=
Kr ( ai) •••••••••••••••••••••••• ~.45 Selanjutnya besarnya absorbsi amplituda gelombanga
0b
kita dapatkan daagcu1 cara sebagai berikut
B A B lV ANALISA
MODEL
t .1 Anal.isa Model Sederhana
31
Untuk menganalisa model uji yang rumit, kita berawal da-ri mol uji. sederhana. Hasil analiaa model aederhana ki ta kem-bangkan untuk menganalisa model yang rumit guna mendapatkan model yang mempunyai efisiensi kerja yang lebih tinggi.
Jika ki ta mempunyai variabelvariabel yang berpengaruh -pada model yang ki ta uji, selanjutnya variabel-variabel ini k~
ta susn menjadi model matematik, maka dari sini ki;ta akan me~ ngetahui tingkah laku model selama bekerja. Celakanya models.!! l i t dianalisa dan pada umumnya keada.anya kornpl"eks.
Model uji yang ki ta uji di laboratorium, analisanya kita · turunkan dari model sederhana seperti tampak pada gambar
5.1
Model pada gambar5.1
kita buat dar.i sebuah silinder pipa yg. mempunyai jari-jari R1 dan letak poros model tepat di titik 0sejauh R
0 dari permukaan air BB. Permukaan BB adalah pada kon
still water level ( SWL ) letE~ titik 0 tersebut kita renca -nakan sedemikian rupa aehinggEL beaarnya defleksi air sama d~
ngan berat model. Hal ini berctrti keadaan poros pada kondisi SWL tidak menerima beban l~r.
Pada wak.tu model menerima bebctn gelombang dengan ketinggl.an
1
(x,t) model mengalami defleksi sudut 9 radian. PermukaanI . 1
BB berpindah ke B .. B pada model. Sedangkan volume awal
ber-•
.
pindah ke B B relative terhadap model. Pada kondisi seper-ti ini massa air bertambap sebesar dy.
32
Gam'bar
5.1 :
Salter Duck. Dengan Nodding Bentuk Silinder y
-
-/ / / I I I"
I
I I 0I
./i I I/
\ I\/~
I I /v
__.-\
' / / / / / , / / / ·--~~ /33
Pada gambar 5.a adalah keadaan air sebelum ru.odel uji dipa -sang dan kedalaman air1111a adalah h. Sedangkan pada gambar5.b adalah keadaan air setelah model dipasang, air mengalami de-fleksi sebesar 0.5
TT
R1f
g dan kedalaman air h dengan ang-gapan bahwa permukaan air relative luas dibandingkan dengan model uji. Sehingga perubahan permukaan air tidak mempellrga-ruhi kedalaman air h.
Gam.bar .5.2 Kondisi Air
34
~~,.1.1 Per·samaan Gerak Model
Pada kondisi gambar 2.b persamaan gaya statisnya adalah,
- w + p A : O ••••••••••••••••••••.• ~ .,. 1
K:iLta liha t gambar
5.1
yang mempunyai free body diagram ;Gambar
5.3 :
Free Body DiagramDari feee body diatas ki ta tulia persamaan gerak liniernya yaitu,
w +
J
't:" ds = m a •••••••••••••••••••••••••••••• ,.2Jik!:'~ pada persamaan 5.2 diatas ki ta kalikan dengan jari-jari
girasi Rg maka persamaannya ntenjadi,
w Rg + Rg
!
'1: ds = Rg m a ••••••••••••••••••••.•3
..
Un.tuk harga a = Rg g . mdka persamaan .' :·3 dapat ki ta tulis w Rg + Rg
f
"t'ds = IQ •••• :
.••••••••••••••••••• : .... 4
Persamaan ~,.4 adalah persamaan. gerak rotasi model dan selan. jutnya persamaan ini akan kita turunkan kedalam bentuk per-samaan umum,
-·
a Q +
b
Q + c Q=
M
e
35
Harga a, b, c dan M
6 diketahui dan tinggal harga Q yang kita
cari • Dari persamaan ...
32
dan . ,.38
ki ta. mempunyai persa.maan tegangan geser ,36
I
·
~\U
Menentukan Restoring Momtmt dar~. Exi tation MomenUntuk menentukan restori11g momen, kita tinjau integral d,a
r i persamaan ,£~.
5
terhadap ds.( 't
ds=. (
il t_bq\1'
+_bqy)·6qx
6(
)
Jr·>.
-'-
+ (~g (R1+'1
(x,t)-2}1
) - ·
dsbx
hy
ox
6x
dqy
.
.
. .
.
. .
. .
. .
. . .
.
.
.
~.• 6
oq
0~
dqx
Harga-harga ~ r/ • t kita peroleh dari
cry dy
ox
turunan Stream function
4.19
terhadap6x
dan ~Y yaituA((x sin (mx - nt) + y cos (mx - nt) ) ••••.
: .• 7
.a
dx
O'q
nt))-3?
=
Al_(y sin (mx - nt)-
X COS (mxB sin (mx nt) +W
.• "··· 7.
b~-
y - A( (y sin (mx - nt)-
X COS (mx nt)) +B sin (mx
nt)
-w
• ~ .{~ j.,.7.
c6q
J;"i..
= -A(
(y sin (mx - nt) + y COE; (mx - nt) ) • • i~ ....7.
dBesarnya A dan B masing-masing adalah,
Dari. gambar
5.1
kita mempunyai,Y
=
Ro3t
~'tds
=[')LI[A(
y sin(rnx-nt) - x cos.(mx-nt))+[f
g( R1 + ( (x,t)~
·- 2)-'A{xsin(wx-nt) + ycos (mx-nt)J {8"(
] Rll"lt&
1
&
,.
8ox •••••. ~.
0
Dengan ki ta gunakan persamaan. 1.8 dan ',. 5 kita dapatkan re.tl taring moment modelnya adalah
[
~;2_}JA (;y-x
J;)
sin(mx-nt)+
6
i .
1
(x,
t)J
dx
]RI= Me • • • •. • • •. •. • • • • • • • • • ••• • • •. •. •. • •.
ci-9.. or
Jt
(-x+y~x) cos(mx-nt.)
'Lf
g( R 1 +• .;.]..3 I"lenentukan Damping Moment dan Added Inertial Moment
Besarnya damping mornen dipengaruhi oleh kecepatan rotasi. Semakin besar kecepatan rotasi semaldn besar pula damping mo -mennya. Jika kecepatan rotasi kecil maka damping momentnya ju-ga kecil. Denju-gan kata lain bahwa damping moment fungsi kecepa1 an rotasi .. Dari difinisi ini kita tinjau persamaan Bernaulli untuk fluida ideal yaitu,
~)6
p
=
f
err-
+f
v2 +e
ghJika persamaan Bernaulli diatas juga berlaku untuk fluida vis-cous atau jika kesalahan relatif kecil untuk fluida visvis-cous maka ki ta mendapatkan damping moment dan added mass dengan men,g gunakan persamaan Bernaulli ,
+ (
r
v2 +r
gh )R~,
• • • • • • '. 11bJI
v = ~X =-u
+ <.u y6¢
• - u2.
= -ux +w
yx + Qyu ~t v2 = u2 - 2uwy +~
2 y 2 ~¢ v2 ki ta jUialabkanHarga dan kita dapatkan
6t <S~ v2 # + = -uw "i +C..V yx ~t.
..
...
= -uy Q + yx Q...•...
~. 12Persamaan ""' .12. kita substitusiK.an kedalam persamaan ':•11 kita peroleh damping moment dan added tnass yai tu,
39
• 2 .
b Q = uy L R/g Q
.
.
. .
.
. .
.
.
. .
. .
,. 13 dan a •• G=
y x~ L R g :l. .. Q.
. .
.
. .
.
.
.
.
.
. .
-1•14
• .lA
Persamaan Umum Gerak Rotasi l1odel.Persamaan umum gerak rotasi model pada gam bar 5.1 adalah merupakan jumlah dari persamaan ':J•9 .; '1.10; ... ~,13,dan
._ .. ,.14
yaitu : (I + yxr
Lm1?~
g.
+ uyF
Lm Rg '2. • Q +2f'
A (l
y -~1.
sin (mx - nt) + (-~ + y - - ) cos (mx - nt) +6x
J
6"( ][ f
g ( R l +t (
x , t )d
x R l Rg Q Lm61
=
Rg't
(x,t)f
g ~xfl
R1 Lm • • • • • • • • • • • .• 15
.,, .1',5
Menentukan Respon 9 pacta Model.Didalam persamaan . l• 15 diatas merupakan persamaan
defe-rensial linier derajat dua.
Tekn:Lk penyelesaian persamaan tersebut, kita langsung pacta penyelesaian persrunaan partikulirnya yaitu pada kondisi ste~
d3 state setelah kondisi transientnya berakhir dengan meggu-nakan maternatika deferensial linier derajat dua.
Ki ta lihat ruas kanan pada persamaan "".~-. 15 yai tu
6(
Me= Rg
1
(x,t)f
g dx [(. R1Lm61
sedang}tan besa.rnya &x
n
R1 Lr!i sama dengan40
...
• 16lJari persamaan _
.34
ki ta punyc;, persamaan ele:vasi gelombang1(x,t)
=io
sin (mx -<Jt)peraamaan ini ki ta substi tusil-tam kedalam persamaan 'f-,.16 dan diperoleh
L/2
y2
Me= Rg fg) dz
~ 1~
sin (mx •. t.Jt) dy-L/2
-yl'Hasil dari int·egral dari persamaan
5.
16 adalahcoswt ~ Harga koefisien cos ~t adalah merupakan ampli tudo
LVI 0
r-1 = Rg
F
Lm s:Ln mx eruyl
7o
0 g_
rr
-y jadi kita mempunyai persamaan rnomen
mom en yai tu
Me = Mo cosw
t
• • • • • • e • • • • • • • 1 . 16Sekat-ang ki ta cari respon model dengan persamaan umum gerak rotasi model ,
' . . . .._ -__ ll
a9 + b G + c Q
=
Mo cos&Jt Dengan menggunakan definisi,A =· A
3 -i.A4
maka persamaan j.17 kalau ditulis dalam bentuk komplek.seba-gai
Q(t) = A Re eiwt dan He
=
Mo Re e1 "' tKemudian persamaan ini ki ta masul{:an kedalam persamaan ('4t) pada kondisi steady state yang mempunyai persamaan partikulir nya
Q(t) ::.. A 3 cosw t + A4 sinL..) t kita dapatkan Re (
A(-ac.~}
+ ibw + c ) A(-aw 2 + i bw+ c ') = Ho A= , _____ _M ____________ _ (-aw
2 + i bw
+ c ). . .
. .
. . .
.
·wt
= Re Mo e~ • • • • • • • • • • · .•• 18 Untuk mendapatkau A3 dan A4 persamaan ••• 18 ki ta kalikan
dengan konjugate kompleks sehingga didapatkan Mo (-
w
2a + c)A3
==
... i~o b
Persamaan
r;. 17
ki ta rubah menjadi bentuk41
Q.(t)
=
Q cos (wt-J..),
bentuk ini mudah dikenali1 ampli todonya sebagai Q. san suctut phasenya sebagaio-Harga Q dan d- ki ta cari sebagai berikut Didi fini sikan ;
Kemudian A-z.. A, Q.( t). ;;; g ( - ' - cos LJ t + ~ sin c.J t) g. g. cos
J-sinJ-42
maka 9( t)=
Q cos (tV t -d-. )
Q(t) - Mo-V(b
4.>)2+(- w2a + c)2' (-aw2 + c)2 + (b t.V)2 cos (LVt -
~) • • • • • • • • • • • ' ~--1943
B A B
V
PERHITUNGAN DAN ANALISA HASIL PERCOBAAN
Data yog diperoleh pada skripsi ini di tentukan d,i! ri hasil pereobaan dan perhitungan secara teoritis.
Data per·cobaan didapat melalui pembasaan strip c.hart yaDtg merekam semua hasil pereobaan dalam bentuk grafik osilasi, lihat lampiran 1 •
Gelombang yang dipakai sebagai gelombang input adalah - Tinggi
(H)
=2
em dengan periode(T)
=0.5
detik - Tinggi (H) =5
em dengan periode (1r)
=
1 detik - Tin:ggi (H) = 6 em dengan periode (T) = detika. Untuk input H
=
2 em, H:5
em dan H=
6
em denganperio-dt~ gelomabng masing-masin g 0.
5,
1 , dan tabel6.1 ,
tabel6.2
dan. tabel6.3.
H(em) Q(radian).-
e (m/ s) I (kgem2 )
~~--~---~-·~---7.5
0.222
1 •561
0.521
7.5
0.104
1 • 561
0.007
5.6
o.
192
1 •561
0.521
5.6
0.054
1 •561
0.007
3.7.5
o.
188
0.780
0.521
3-75
0.049
0.780
0.007
----
... ~--tabel :6.1
detik ctldapatkan%m
posisi---0.}16
12.5
7.07 10-4 0
0.100
12.5
3-7810-4 0
0.098
12.5
3 .. 4310-lj 0
44
b. Uretuk illiput H=
2 ern, H=
5
ern dan H=
6
em dengan periQ.de gel om bang masing-masing 0.
5,
1 dan 1 detik.I
I ~ ai aob Kr ar ., poi;Sisi2.92
3-75
1.52
0.479
1.796
12.5
3.33
3.75
0.12
0.459
1.720
0
2.50
2.81
1 .414
0 .45'?
1.284
12.5
2.71
2.81
0.087
0.264
0.742·
0
0.99
1.88
1.400
0.410
0.771
12.5
0.62
1.88
0.083
0 .9lt3
·1 •773
0
' tabel6.2
e. Untuk input H
=
2 em, H=
5 em dan H = 6 em dengan peri-ode gelornbang raasing-masing0.5,
1 dan 1 detik.a
b --·---·---~----··---.. -·-· .c M Q posisi..
559 .. 672
345!'868
1.546.185 700.509 0.329
12 .5
138.507
104.693
277.990
129
~775 0.302
0
515.f/97
124.774
370.755
252.011 0.231
12.5
133.780
38.3290
113.892
63,5915 0.254
0
181.568
201 .847
919.683
28.6930
!0.02~12.5
.55.:6]8
62.0050
282.517
8.l31
o.o;56
I
0
tabel6.3
Data sudut defleksi pada tabel
6.1
didapat dari hasil per-cobaan sedangkan sudtt defleksi pada tabel6.3
dari basil per hi tungan.o.a
0 .. 1 0 H=
7.5
em 'r=
1.o
det. H=
5.6
c~ T=
1.o
det. H=3.75
em T=
0.5
det.Diagram:
6 •. 1Po.sisi poros 1 ~ .•. ;:; em dibawab permukaan ai~. ·,.
0
=
basil perl1i tul!llganffiiil
=
basil perco baam.0.2 0 H
=
7.5
em. T'=
1.0 det. ,..._. H=
5 .. 6 em. - T=
1.0 det. Diagram : 6.246
H=
3 .. 75,
em '.R=
0 ..
5
detn1
PoaLsi poros model 0 m ciibawah penaukaal'lll ai.r
0
=
hasil perhi t.ull1ganI 0.2 0.1 0
47
H=
?.5
em
'~'= 1.o
det .• .---H ::5.6
em
H=
3.75
Cll T -· 1.0..
det.T
=
0.5 det • r p-I
Diagram :
6.3 (
basil percobaaD. )0
=
su.dut defleksi pada1~os:isi
poros 12.5 em:,.dibawah pex-mukaal!l: air
[[[]] =
sudut defleksi pada,.-poa!si poros 0.0 em di. bawah permukaruw. air~ Q 0.2 0 .. 1 0
48
H:
?.5
em T=
1.0 det • ....--H::.:5.6
em ...I
T=
1.0 det.I
r-1
.
I jl H:: 1 ..88
emI
!i T=
0.5
det. II
I
dl
!IDiagram :
6.4 (
ha;3il perhi tulligan teori )U
=
audUtt defleksi pada posisi 12.5 em di bawahperrnukaan air
ITilliJ
= sudut defleksi pada posisi porms 0 em dibawah49
a.. Added Illllertial MomelilltBei'dasarkan. pada formulasi dari 4asil ¥£D.a:Lisa ntodel Sl!
derhana ~erlihat bahwa momen iniersia air yang memgikuti gera k.an model samgat. tergantung pacta lebar model d.cu»,tinggi aa. ~
rat model. Semakin. besar ukuratu lebar dan. tinggi sarat mo -·del semakin besar rnomem< in.ersia air daiaJ. dalam hal imd. akU .· ..
mengurang:L sudut .defleksi model, se!dl!ilgga energi k.iaetik mo-del sernakin kecil. Hal ini merupakalli salah satu kerug;iamt dii. lam m..endesi:gn, model salter duck ooddillllg .•
UlWtuk. raerii.ngltatkallll ·efisiensi model tidak bisa lrlta b~ gitu saaa menurunkan. ukuran tiuggi sarat model oleh sebab ~ danya pen·gp.ruh tinggi sarat model pada momer.u eksi tasi dari gelomban:g. Jika tin.ggi sarat diperkecil maka rnomen. eksi tasi .juga men.j.adi kecil. Sebi.Illgga men.uruiilkan tinggi sara
t
model tidak efektif untuk mendapatkan. efisiensi model.MomeDL dampitwg hanya dipen.garubi olc;h ukuralli k.edalaman atau ·tin:gg:i sarat model dan: tidak terpen!garuh oleh lebar me del. un.tuk mend.ngkatkan, efisien:si model tidak bisa dilakukal!li. dengan, cara memperk.ecil momen damping karelllla penurunaili momen dampimg ru~am memperkecil momen eksitasi.
Untuk menentukalll tingg.i sarat yang seminimum mungkin sebingga diperoleh efisiensi model yalllg optimum harus dila-kukan. percobaan, a tau pen.eli tian tersendiri.
Momem dampin,g mengura.t~.:gi elllJergi gelombartg yaug · di transfer pada model berupa energi k.illcetik sehingga momen damping ini
50
c. Restoring Mom eatRestoring moment diinm.:ga.cuhi oleh tinggi sarat dan le-bar model. Efisiensi model dapat ditiagkatkan dengan memper kecil koefisien restoring moment dengan jalan, memperkecil le bar model. Memperkee:il tinggi sarat model kurang efektif da-lam mempertinggi efisiensi model oleh karena cara ini akalll men.guran.gi mom en. eksi tasi. ~· . :
51.
K£SIHPll1AliBerpegang pada tujuan tugas akhir II ini ,. maka berda-sarkan analisa data hasil percobaan maupun. basil analisa perhi tungan secara teori tis, 1iapat di tarik kesimpulan sbb.: a. Dari hasil percobaan menunjukan bahwa semakin jauh letak
titik poros model dari pennukaan air kebawah, defleksi sudutnya semakin besar dan energi kinetik yang dihasil -kan oleh model juga semakil'l besar.
Sedangk.an dari basil perhitungan teoritis tidak bisa membuktikan kesimpulan diatas. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pengaruh gelombang pantul, gelom -bang. transmisi dan gelombang yang diabsorbsi oleh model t.idak diperhi tungkan. Juga dari analisa perhi tungan te oritis menunj.ukan bahwa sernal~in besar lebar penampang model pacta ga:ris air akan menurulil.kan. efisiensi model. b .. Jika kita menginginkan untuk memanfaatkan energi gelom
-bang sebagai sumber tenaga listrik dengan menggunakan:. model 'salter duck nodding' sedara teknis dapat dilaku-kan. Perencanaan yang rnenghendaki ruangan dalam model cukup luas untuk tempat peralatan listrik, maka ruangan yang besar diletakan jauh dibawah permukaau air demikian juga letak titik porosnya.
Dari analisa teori dan. percobaan be:ntuk dan geometri 'salter duck nodding' yang paling baik adalah seperti pada lampiran
3.
de:flek.fd sud~t skala 12mm mewakili em I' tillliggl gelombangr~
transmisi
skala6mm
mewakili 5cmskala 13wn
mewakili5
emskala 13 mm mowakili
5
emskala 6 mm muwakili 5 em
I ·•• Temperature, "F . . Gb.r ·C-2 · L.. · • • r n · _ _ _ _ . _c_'":'~~~~~c _vtsc:o,;Uy o lml.>._ I \· Laznpi ram: (~ - - - - 1 I