BAB I PENDAHULUAN. satunya dapat dilakukan melalui investasi portofolio, yaitu dengan membeli

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Investasi dalam pasar modal dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dapat dilakukan melalui investasi portofolio, yaitu dengan membeli instrumen-instrumen investasi di pasar modal. Investor tidak berkepentingan untuk menjalankan usaha dari perusahaan di mana ia menanam modalnya dalam bentuk saham atau obligasi, tetapi investor lebih berkepentingan kepada laba dan dividen dari saham tersebut atau bunga obligasi.1

Menghadapi kenyataan tersebut, orang-orang berupaya untuk mencari jalan agar dapat menekan resiko investasi hingga sekecil mungkin dengan mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Akhirnya, terciptalah suatu jenis investasi yang sangat menarik, yaitu Reksa Dana. Dengan Reksa Dana ini, investasi dilakukan secara bersama, sehingga tidak memerlukan dana individual yang besar, dan dengan demikian orang yang mempunyai dana yang kecil dapat turut serta dalam inve stasi ini.

Hampir semua orang menginginkan investasi yang dilakukannya akan memberi keuntungan yang besar dengan resiko yang minimal. Kombinasi antara keuntungan yang besar dengan resiko yang kecil dapat dikatakan hampir mustahil. Biasanya semakin besar keuntungan, semakin besar pula resiko yang dihadapi.

2

1

Gunawan Widjaja dan Almira Prajna Ramaniya, Reksa Dana dan Peran, serta Tanggung Jawab Manajer Investasi dalam Pasar Modal, (Jakarta: Kencana, 2006), hal. 2-3.

2

Asril Sitompul, Reksadana: Pengantar dan Pengenalan Umum. (Bandung: P.T. Citra Aditya Bakti, 2000), hal. vii.

(2)

Reksa Dana merupakan unsur penting dalam pasar modal. Dapat dikatakan bahwa Reksa Dana adalah tiang strategi pasar modal di Indonesia. Diketahui demikian, karena Reksa Dana merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat pemodal yang dapat mengurangi peranan modal asing (fund manager asing).3

Kedua, Reksa Dana menyebabkan profesionalisme dalam berinvestasi.

Kalau investor kecil diasumsikan sebagai investor awam, maka terlalu tinggi resiko yang dihadapinya kalau mereka diberikan alternatif melakukan investasi langsung ke pasar modal. Di sisi lain, resiko yang tinggi ini belum tentu diikut i oleh tawaran penghasilan yang tinggi, sebagaimana kaidah investasi yang umum. Perusahaan Manajer Investasi memiliki tenaga-tenaga profesional dalam bidang Reksa Dana cocok untuk investor kecil. Pertama, membuat investasi mencapai skala ekonomis (economics of scale), yaitu suatu konsep ilmu ekonomi mikro yang mengatakan bahwa suatu investasi (biasanya pendirian pabrik) akan menguntungkan (dengan biaya minimal) kalau bisa dicapai kapasitas tertentu. Untuk mencapai kapasitas tertentu (jumlah produksi yang besar) inilah kenyataan yang sulit untuk dicapai oleh investor kecil. Reksa Dana bisa mewujudkannya karena dana yang terbatas yang dimiliki oleh investor kecil, setelah digabungkan oleh Manajer Investasi, dapat digunakan untuk melakukan investasi dalam skala besar (skala ekonomis) dan menyebar. Jelas tindakan ini tidak bisa dilakukan dengan dana yang terbatas. Dengan invetasi berskala ekonomis dan menyebar inilah dimungkinkan mendapatkan penghasilan yang maksimal, dengan biaya minimal.

3

(3)

investasi, sebab memang inilah bidang kerjanya. Jadi, dengan membeli Reksa Dana, berarti mempercayakan nasib dana investor kepada tenaga profesional, yang tentunya lebih ahli dibanding investor sendiri (investor kecil/awam). Di sinilah relevansi investor kecil memanfaatkan kehadiran Reksa Dana.4

Sebenarnya, melalui Reksa Dana inilah nasihat investasi yang baik – jangan menaruh telur di dalam satu keranjang – bisa dilaksanakan, sebab pada prinsipnya, investasi pada Reksa Dana adalah melakukan investasi yang menyebar pada sekian instrumen investasi yang diperdagangkan di pasar modal, seperti saham biasa, obligasi pemerintah, obligasi swasta, dan yang lainnya dan juga di pasar uang, seperti commercial paper, valas, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan yang lainnya. Investor tidak perlu membeli sekian banyak instrumen investasi tersebut. Investor cukup memiliki surat berharga, yang disebut sertifikat Reksa Dana (biasanya disebut Reksa Dana saja), yang diterbitkan oleh Manajer Investasi (fund manager). Dengan demikian, investor dimungkinkan mendapatkan keuntungan yang sama dengan berbagai macam surat berharga, tetapi resiko yang dihadapi tidak sebesar apabila investor melakukan investasi langsung pada surat-surat berharga tersebut.5

Seperti halnya wahana investasi lain, di samping mendatangkan keuntungan, Reksa Dana juga mengandung berbagai peluang resiko.6

4

Sawidji Widoatmodjo, Pasar Modal Indonesia: Pengantar dan Studi Kasus, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2009), hal. 112-113.

5

Ibid., hal. 109-110.

6

Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhruddin, Pasar Modal Indonesia: Pendekatan dan Tanya Jawab, (Jakarta: Salemba Empat, 2006), hal 211.

Kebanyakan orang hanya mendengar dari satu sisi saja, “Reksa Dana itu bagus dan belilah

(4)

Reksa Dana sekarang!”.7 Namun demikian, bukan berarti membeli Reksa Dana, investor sudah terbebas dari resiko kerugian. Ini anggapan yang salah. Bagaimana pun Reksa Dana tetap beresiko.8 Selain itu ada banyak hal yang perlu diperhatikan karena tak melulu Reksa Dana sesuai dengan setiap orang kendati kian banyak orang yang berinvestasi dalam Reksa Dana.9

Selain menawarkan banyak keunggulan, di sisi lain Reksa Dana sebenarnya juga mempunyai beberapa kelemahan, antara lain10

a. Return Reksa Dana fluktuatif dan tidak dijamin

:

Reksa Dana tidak serupa dengan produk pendapatan tetap (fixed-income) seperti deposito, Obligasi Ritel Indonesia (ORI), atau Surat Utang Negara (SUN) yang tingkat keuntungannya telah ditetapkan di muka. Reksa Dana tidak dijamin pemerintah seperti halnya tabungan atau deposito. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (force majeur) seperti krisis ekonomi, perusahaan bangkrut, bisa jadi investor tidak mendapatkan apapun dan kehilangan seluruh dananya.

b. Kurangnya kendali

Investor tidak memiliki kendali terhadap surat berharga apa yang akan dibeli atau dijual oleh Reksa Dana. Investor menyerahkan seluruh keputusan investasi kepada Manajer Investasi.

7

Nofie Iman, Op.cit., hal. 39.

8

Sawidji Widoatmodjo, Op.cit., hal. 113.

9

Nofie Iman, Op.cit., hal. 39-40.

10

(5)

c. Minimnya peluang untuk menganalisis Reksa Dana

Investor Reksa Dana tidak bisa menganalisis pertumbuhan, pendapatan, neraca, atau laporan keuangan secara rinci dari perusahaan yang dimasukkan dalam portofolio Reksa Dana mereka.

d. Dana menganggur (idle) versus likuiditas

Untuk mempertahankan keperluan likuiditas dan melayani penarikan dana dari investor, Manajer Investasi harus selalu menyiapkan kas (uang tunai) dalam jumlah besar. Apabila Manajer Investasi terlalu banyak mengistirahatkan uang investor dan tidak menginvetasikannya, maka investor kehilangan potensi untuk meraih keuntungan (loss of opportunity).

Selain mempunyai beberapa kekurangan, investor Reksa Dana juga harus mengenali beberapa resiko jika berinvestasi dalam Reksa Dana. Resiko tersebut, antara lain: resiko penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB), resiko likuiditas, resiko pasar, danresiko default11

Dilihat dari segi bentuk, Reksa Dana di Indonesia mempunyai dua bentuk, yaitu Reksa Dana berbentuk Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif,12 diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) mulai Pasal 18 sampai dengan Pasal 29.13

Penjelasan Pasal 18 ayat (1) huruf a UUPM mengatakan bahwa Reksa Dana berbentuk Perseroan adalah emiten yang kegiatan usahanya menghimpun dana dengan menjual saham, dan selanjutnya dana dan penjualan saham tersebut

11

Nofie Iman, Op.cit., hal. 39-43.

12

Gunawan Widjaja dan Almira Prajna Ramaniya, Op.cit., hal. 67.

13

(6)

diinvestasikan pada berbagai jenis Efek yang diperdagangkan di pasar modal dan pasar uang.

Reksa Dana sebenarnya hanya sebuah fenomena bagaimana suatu jasa diberikan kepada investor yang ingin berpartisipasi di pasar modal, tetapi tidak ingin disibukkan oleh berbagai prosedur, administrasi, dan analisis yang berlaku untuk sebuah pasar modal. Dalam hal ini, sektor yuridis masih bertitik fokus pada perlindungan masyarakat investor, dan ruang jelajah hukum umumnya terbelah dalam dua bagian, yaitu: bagaimana melindungi investor publik dan pihak pengelola Reksa Dana dari transaksi dengan pihak emiten, dan bagaimana melindungi investor publik dari transaksi dengan pihak pengelola Reksa Dana sebagai pengelola investasi.14

Perlindungan investor merupakan suatu kata kunci di pasar modal. Perlindungan merupakan kebutuhan dasar investor yang harus dijamin keberadaannya. Ini penting dan mutlak. Bisa dibayangkan, bagaimana mungkin investor bersedia menanamkan dananya jika tidak ada jaminan perlindungan terhadap investasinya.15 Sehingga perlu diketahui perlindungan hukum seperti apa yang diciptakan untuk kepentingan investor dalam Reksa Dana berbentuk Perseroan, mengingat juga bahwa tidak sedikit investor awam yang berinvestasi Reksa Dana. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membuat suatu skripsi berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap Investor Dalam Reksa Dana

Berbentuk Perseroan”.

14

Munir Fuady, Pasar Modal Modern (Tinjauan Hukum), (Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 1996), hal. 105.

15

I Putu Gede Ary Suta, Menuju Pasar Modal Modern, (Jakarta: Yayasan SAD SATRIA BHAKTI, 2000), hal.91.

(7)

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis paparkan, penulis memilih beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam penulisan skripsi ini. Adapun permasalahan yang akan dibahas, antara lain:

1. Bagaimanakah Peraturan Mengenai Reksa Dana berbentuk Perseroan Dalam Pasar Modal Indonesia?

2. Bagaimanakah Mekanisme Kerja Antara Para Pihak Terkait dalam Reksa Dana berbentuk Perseroan?

3. Bagaimanakah Perlindungan Hukum Terhadap Investor dalam Reksa Dana berbentuk Perseroan?

C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan skripsi ini, antara lain:

1. Mengetahui Peraturan mengenai Reksa Dana berbentuk Perseroan dalam Pasar Modal Indonesia.

2. Mengetahui Mekanisme Kerja antara para pihak terkait dalam Reksa Dana berbentuk Perseroan.

3. Mengetahui perlindungan hukum terhadap investor dalam Reksa Dana berbentuk Perseroan.

(8)

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penulisan skripsi ini, antara lain:

1. Secara teoritis, kiranya kehadiran skripsi ini mampu mengisi ruang-ruang kosong dalam ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan substansi penulisan skripsi ini, hingga pada akhirnya skripsi ini memberikan sumbangsih berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pasar modal Indonesia, khususnya mengenai Reksa Dana. Kiranya skripsi ini juga mampu memenuhi hasrat keingintahuan para pihak yang ingin ataupun sedang mendalami pengetahuan mengenai Reksa Dana, baik itu mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat luas.

2. Secara praktis, manfaat dari skripsi ini adalah supaya pemegang saham dan calon pemegang saham, Direksi, dan Manajer Investasi, dapat mengetahui hak-hak (perlindungan hukum) seperti apa saja yang dapat dipakai atau dimanfaatkan oleh investor terhadap keberadaan sahamnya pada Reksa Dana berbentuk Perseroan.

E. Keaslian Penulisan

Untuk mengetahui orisinalitas penulisan, sebelum melakukan penulisan skripsi berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap Investor Dalam Reksa

Dana Berbentuk Perseroan”, penulis terlebih dahulu melakukan penelusuran

terhadap berbagai judul skripsi yang tercatat pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

(9)

Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara melalui surat tertanggal 26 Oktober 2010 (terlampir) menyatakan ada beberapa judul yang memiliki sedikit kesamaan. Adapun judul skripsi tersebut antara lain:

1. Reksa Dana Sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Dalam Bursa Efek di Indonesia (Disusun oleh Martina Evilanti / 980200096)

2. Peranan Perusahaan Efek Sebagai Manajer Investasi Dalam Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (studi kasus pada P.T. Panin Sekuritas, tbk. Cabang Medan). (disusun oleh Marice Endang B. /

970200069)

3. Reksa Dana Sebagai Alternatif Investasi Melalui Pasar Modal ( disusun

oleh Novalina Br. S. / 000200130)

4. Analisa Hukum Terhadap Perbandingan Bursa Komoditi (Commodity

Exchange) dengan Reksa Dana, serta Pengenaan PPh atas Usaha Reksa

Dana (sumber data: P.T. Rimbadana Dwikarti (Grup SNS) Jakarta dan Sumber Lain di Medan). ( disusun oleh Anwar Lawden / 930200025)

Surat dari Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara tersebut kemudian dijadikan dasar bagi Prof. Dr. Sunarmi, S.H., M.Hum. (sekretaris Departemen Hukum Ekonomi) untuk menerima judul yang diajukan oleh penulis, karena substansi yang terdapat dalam skripsi ini dinilai berbeda dengan judul-judul di atas.

Penulis juga menelusuri berbagai judul karya ilmiah melalui media internet, dan sepanjang penelusuran yang penulis lakukan, belum ada penulis lain yang pernah mengangkat topik tersebut. Sekalipun ada, hal itu adalah diluar

(10)

sepengetahuan penulis dan tentu saja substansinya berbeda dengan substansi dalam skripsi ini. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah murni hasil pemikiran Penulis yang didasarkan pada pengertian-pengertian, teori-teori, dan aturan hukum yang diperoleh melalui referensi media cetak maupun media elektronik. Oleh karena itu, Penulis menyatakan bahwa skripsi ini adalah karya asli penulis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

F. Tinjauan Kepustakaan

Penulisan skripsi ini berkisar tentang Perlindungan Hukum Terhadap Investor Reksa Dana berbentuk Perseroan. Adapun Tinjauan Kepustakaan tentang skripsi ini, adalah sebagai berikut:

1. Perlindungan Hukum

Perlindungan hukum merupakan suatu perlindungan yang diberikan terhadap subyek hukum dalam bentuk perangkat hukum baik yang bersifat preventif maupun yang bersifat represif, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Dengan kata lain perlindungan hukum sebagai suatu gambaran dari fungsi hukum, yaitu konsep dimana hukum dapat memberikan suatu keadilan, ketertiban, kepastian, kemanfaatan, kedamaian, ketentraman bagi segala kepentingan manusia yang ada di dalam masyarakat.16

Dalam khasanah pasar modal, bentuk perlindungan itu selain adanya kepastian hukum melalui UU atau peraturan-peraturan yang ada, juga berupa

16

Eko August Sihombing, Skripsi: Tanggung Jawab Perusahaan Penerbangan Terhadap Pengangkutan Orang dan Barang dalam Pengangkutan Udara Ditinjau dari Undang-Undang No. 1 Tahun 2009, (Medan: Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, 2010), hal. 9, diambil dari http://repository.usu.ac.id, yang dipostkan tanggal 1 November 2010, dan diakses tanggal 23 November 2010.

(11)

penyediaan informasi yang dibutuhkan oleh investor. Dalam kaitan inilah, maka sikap transparan emiten merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Sejak November 1995, pasar modal Indonesia mengalami perubahan fundamental yang ditandai oleh pengesahan UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan berlaku efektif pada awal 1996. Dengan lahirnya UU Pasar Modal ini diharapkan perlindungan terhadap investor dapat ditingkatkan, dan dengan dengan sendirinya akan menciptakan kepercayaan masyarakat.17

Penegakan hukum tidak boleh terlepas dari kerangka keadilan, karena justru dapat menjadi counter-productive, yang pada gilirannya akan menjadi bumerang bagi perkembangan pasar modal Indonesia. Bagi investor, sebaiknya membekali dirinya dengan pemahaman yang mencukupi sebelum mengambil keputusan untuk melakukan transaksi efek. Prospektus dan laporan berkala dan insidentil menjadi pedoman bagi investor untuk dapat melihat dan mempertimbangkan pengambilan keputusannya. Selain itu, Bapepam secara tidak langsung berupaya agar pemegang saham mengetahui dan menggunakan

Kepercayaan dan kredibilitas pasar merupakan hal utama yang harus tercermin dari keberpihakan sistem hukum pasar modal pada kepentingan investor dari perbuatan-perbuatan yang dapat menghancurkan kepercayaan investor. Keberpihakan hukum kepada investor dapat dilihat dari penegakan hukum pasar modal oleh otoritas pasar modal, yakni Bapepam di dalam menangani kasus pelanggaran dan kejahatan. Dengan adanya penegakan hukum, maka kepastian hukum akan terjamin.

17

(12)

hak di dalam melindungi kepentingannya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.18

2. Investor Reksa Dana

Investor di pasar modal bisa diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Berdasarkan kelembagaan, dibedakan antara investor individu dengan investor institusi, dan berdasarkan status kewarganegaraan, dibedakan antara investor asing dengan investor lokal atau domestik.

Investor individual biasanya melakukan investasi dalam jumlah yang relatif kecil dan jangka pendek. Keputusan untuk membeli, menahan, atau menjual efek banyak didasarkan pada feeling daripada hasil analisis terhadap perusahaan maupun analisis makro. Sedangkan investor institusional mendasarkan keputusan untuk membeli, menahan, atau menjual efek pada hasil analisa perusahaan dan kondisi makro ekonomi yang dilakukan secara terus-menerus. Investasinya dilakukan dalam jumlah besar dan jangka panjang.19

Investor yang dimaksud dalam skripsi ini adalah perseorangan atau badan usaha yang melakukan penanaman modal pada produk investasi atau efek Reksa Dana, di mana investor tersebut menggunakan jasa penitipan kustodian melalui perbankan untuk menitipkan dana investor tersebut dan dana itu dikelola oleh Manajer Investasi.20

18

M. Irsan Nasarudin, Indra Surya, Ivan Yustiavandana, Arman Nefi, dan Adiwarman. Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia, (Jakarta: Prenada Media Group, 2007), hal. 278-279.

19

I Putu Gede Ary Suta, Op.cit., hal.102-103.

20

M. Ikhsan D. Siregar. Skripsi: Perlindungan Hukum Terhadap Investor Reksa Dana Perbankan, (Medan: Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, 2009), hal. 10, diambil dari http://repository.usu.ac.id, diakses tanggal 11 Oktober 2010.

Reksa Dana berbentuk Perseroan menjual sahamnya kepada investor dan kemudian hasil penjualan saham tersebut

(13)

diinvestasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan di pasar modal atau diinvestasikan di pasar uang dan surat-surat berharga.21

Ada tiga tipe investor, yaitu (1) risk taker atau risk lover atau risk seeker, (2) risk averter atau risk aversion, dan (3) moderate investor, atau balance

investor atau indifference investor. Tipe investor pertama adalah investor yang

berani mengambil resiko, yaitu jika ingin untung besar harus berani mengambil resiko yang besar juga. Tipe investor risk taker sangat cocok ditawari Reksa Dana saham. Tipe investor risk averter adalah investor yang takut merugi. Tipe investor ini sangat cocok ditawari Reksa Dana pendapatan tetap. Tipe investor

risk averter tidak mengharapkan keuntungan setinggi-tingginya, tetapi lebih

senang keuntungan di atas deposito, asalkan tetap aman dan tidak rugi. Tipe

moderate investor menghendaki keuntungan yang sedang, dengan resiko

moderat, yaitu keuntungan di atas obligasi tetapi aman. Tipe moderate investor cocok ditawari Reksa Dana campuran.22

Jadi, secara singkat dapat dikatakan bahwa investor adalah pihak penanam uang atau modal; orang atau lainnya yang menanamkan uangnya dalam usaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari modal yang telah ditanam tersebut.23

3. Reksa Dana Berbentuk Perseroan

Sebelum membahas pengertian Reksa Dana berbentuk Perseroan, sebaiknya dibahas terlebih dahulu tentang pengertian investasi Reksa Dana.

21

Asril Sitompul, Op.cit., hal. 5.

22

Mohamad Samsul, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2006), hal. 356.

23

(14)

Reksa Dana merupakan terjemahan dari mutual fund, yang lahir sekitar seratus tahun yang lalu di London, Inggris. Reksa Dana merupakan salah satu bentuk dari perusahaan investasi (investment company).24

Berdasarkan Pasal 1 angka (27) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pengertian Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.25

Secara umum, Reksa Dana dapat diartikan sebagai suatu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Dalam pengertian ini, terdapat tiga unsur penting. Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal (investor). Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio Efek.

Ketiga, dana tersebut dikelola oleh Manajer Investasi. Dana yang dikelola oleh

Manajer Investasi tersebut merupakan milik bersama dari para pemodal, dan Manajer Investasi adalah pihak yang dipercayakan untuk mengelola atau menginvestasikan dana tersebut dalam Reksa Dana.26

Dalam penulisan skripsi ini, yang menjadi fokus pembahasan adalah Reksa Dana berbentuk Perseroan. Berdasarkan penjelasan Pasal 18 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pengertian Reksa Dana berbentuk Perseroan adalah Emiten yang kegiatan usahanya menghimpun dana dengan menjual saham, dan selanjutnya dana dari penjualan

24

Sawidji Widoatmodjo, Op.cit, hal. 109.

25

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal

26

(15)

saham tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis Efek yang diperdagangkan di pasar modal dan pasar uang.27

G. Metode Penelitian

Diperlukan metode penelitian sebagai suatu tipe pemikiran secara sistematis yang dipergunakan dalam penelitian dan penilaian skripsi ini, yang pada akhirnya bertujuan mencapai keilmiahan dari penulisan skripsi ini. Dalam penulisan skripsi ini, metode yang dipakai adalah sebagai berikut:

1. Jenis, Sifat, dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian Yuridis Normatif, yaitu penelitian yang dilakukan berdasarkan perundang-undangan28

Sifat penelitian dalam skripsi ini adalah Penelitian Deskriptif, yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang keadaan yang menjadi obyek penelitian sehingga akan mempertegas hipotesa dan dapat membantu memperkuat teori lama atau membuat teori baru.

yang dalam hal ini, antara lain: Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal, dan beberapa Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Peraturan Bapepam).

29

27

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

28

Diambil dari Law Education, http://balianzahab.wordpress.com/makalah-hukum/metode-penelitian-hukum, diakses pada tanggal 12 November 2010.

29

(16)

Pendekatan penelitian dalam skripsi ini adalah pendekatan Yuridis Normatif, yaitu dengan menganalisis permasalahan dalam penelitian melalui pendekatan terhadap asas-asas hukum, yang mengacu pada norma–norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang–undangan.

2. Jenis dan Sumber Data

Penelitian Yuridis Normatif menggunakan jenis data sekunder sebagai data utama. Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapat data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode, baik secara komersial maupun nonkomersial.30

a. Bahan hukum primer, yaitu peraturan perundang-undangan yang terkait, antara lain:

Data sekunder yang dipakai penulis adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang, yaitu Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

2. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal

3. Beberapa Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Peraturan Bapepam)

30

(17)

b. Bahan hukum sekunder, berupa buku-buku yang berkaitan dengan judul skripsi, artikel-artikel, hasil-hasil penelitian, laporan-laporan dan sebagainya yang diperoleh baik melalui media cetak maupun media elektronik.

c. Bahan hukum tertier, yang mencakup bahan yang memberi petunjuk-petunjuk dan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti: kamus hukum, jurnal ilmiah, dan bahan-bahan lain yang relevan dan dapat dipergunakan untuk melengkapi data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini.

2. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dari penulisan skripsi ini dilakukan melalui teknik studi pustaka (literature research) dan juga melalui bantuan media elektronik, yaitu internet. Untuk memperoleh data dari sumber ini penulis memadukan, mengumpulkan, menafsirkan, dan membandingkan buku-buku dan arti-arti yang berhubungan dengan judul skripsi “Perlindungan Hukum Terhadap Investor Dalam Reksa Dana Berbentuk Perseroan” ini.

3. Analisis Data

Pada penelitian hukum normatif yang menelaah data sekunder, maka biasanya penyajian data dilakukan sekaligus dengan analisanya.31

31

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Depok: Universitas Indonesia Press, 1994), hal. 69.

Metode analisis data yang dilakukan penulis adalah pendekatan kualitatif, yaitu dengan:

(18)

a. Mengumpulkan bahan hukum primer, sekunder, dan tertier yang relevan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini.

b. Melakukan pemilahan terhadap bahan-bahan hukum relevan tersebut di atas agar sesuai dengan masing-masing permasalahan yang dibahas.

c. Mengolah dan menginterpretasikan data guna mendapatkan kesimpulan dari permasalahan.

d. Memaparkan kesimpulan, yang dalam hal ini adalah kesimpulan kualitatif, yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dan tulisan.

H. Sistematika Penulisan

Pembahasan dan Penyajian suatu penelitian harus terdapat keteraturan agar terciptanya karya ilmiah yang baik. Maka dari itu, penulis membagi skripsi ini dalam beberapa bab yang saling berkaitan satu sama lain, karena isi dari skripsi ini bersifat berkesinambungan antara bab yang satu dengan bab yang lainnya.

Adapun sistematika penulisan yang terdapat dalam skripsi ini adalah sebagai berikut:

BAB I: PENDAHULUAN

Pada bab ini dikemukakan tentang Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Manfaat Penulisan, Keaslian Penulisan, Tinjauan Kepustakaan, Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan, yang semuanya berkaitan dengan Perlindungan Hukum Terhadap Investor Dalam Reksa Dana Berbentuk Perseroan.

(19)

BAB II: PERATURAN MENGENAI REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN DALAM PASAR MODAL INDONESIA

Pada bab ini, yang menjadi pembahasan adalah instrumen-instrumen Hukum tentang Reksa Dana, Peraturan Mengenai Reksa Dana dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Peraturan Mengenai Reksa Dana dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Mengenai Reksa Dana dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal, dan Peraturan Mengenai Reksa Dana dalam beberapa Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Peraturan Bapepam).

BAB III: MEKANISME KERJA ANTARA PARA PIHAK TERKAIT DALAM REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN

Pada bab ini, yang menjadi pembahasan adalah Pihak-pihak Terkait dalam Reksa Dana Berbentuk Perseroan, dan Mekanisme Kerja antara Para Pihak Terkait.

BAB IV: PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INVESTOR DALAM REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN

Pada bab ini, yang menjadi pembahasan adalah Perlindungan Hukum terhadap Investor pada Pendirian Perseroan, Perlindungan Hukum Terhadap Investor pada Pengurusan Perseroan, Perlindungan Hukum Terhadap Investor pada Kepailitan dan Pembubaran Perseroan, dan Penyelesaian Sengketa Reksa Dana yang merugikan Investor.

(20)

BAB V: PENUTUP

Pada bab terakhir ini, akan dikemukakan kesimpulan dari bagian awal hingga bagian akhir penulisan yang merupakan ringkasan dari substansi penulisan skripsi ini, dan saran-saran yang penulis ciptakan dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :