SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) di bidang studi Farmasi pada Fakultas MIPA

36 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

i

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN INTRANASAL

MIKROPARTIKEL EKSTRAK ETANOL POLONG PETAI

DENGAN VARIASI KONSENTRASI KITOSAN,

CROSSLINKER, SERTA KECEPATAN PENGADUKAN

MENGGUNAKAN BOX-BEHNKEN

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) di bidang studi Farmasi pada Fakultas MIPA

Oleh :

LYNCIA PETRILIA

08061281419039

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

(2)

ii

HALAMAN PENGESAHAN MAKALAH SEMINAR HASIL

Judul Makalah Hasil : OPTIMASI FORMULA SEDIAAN INTRANASAL MIKROPARTIKEL EKSTRAK ETANOL POLONG PETAI DENGAN VARIASI KONSENTRASI KITOSAN, CROSSLINKER, SERTA KECEPATAN PENGADUKAN MENGGUNAKAN BOX-BEHNKEN Nama Mahasiswa : LYNCIA PETRILIA

NIM : 08061281419039 Jurusan : FARMASI

Telah dipertahankan di hadapan Pembimbing dan Pembahas pada Seminar Hasil di Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya pada tanggal 29 November 2017 serta telah diperbaiki, diperiksa, dan disetujui sesuai dengan saran yang diberikan.

Inderalaya, Desember 2017 Pembimbing :

1. Dr.rer.nat. Mardiyanto, M.Si., Apt. ( ………. ) NIP. 197103101998021002

2. Najma Annuria Fithri, M.Sc., Apt. ( ………. ) NIP. 198803252015042002

Pembahas :

1. Fitrya, M.Si., Apt. ( ………. ) NIP. 197212101999032001

2. Annisa Amriani S., M.Farm., Apt. ( …………..………... ) NIPUS. 198412292014082201

3. Yosua Maranatha Sihotang, M.Si., Apt. ( ……… ) NIPUS. 199009152016011201

Mengetahui,

Ketua Jurusan Farmasi Fakultas MIPA, UNSRI

Dr.rer.nat. Mardiyanto, M.Si., Apt.

(3)

iii

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI

Judul Skripsi : OPTIMASI FORMULA SEDIAAN INTRANASAL MIKROPARTIKEL EKSTRAK ETANOL POLONG PETAI DENGAN VARIASI KONSENTRASI KITOSAN, CROSSLINKER, SERTA KECEPATAN PENGADUKAN MENGGUNAKAN BOX-BEHNKEN Nama Mahasiswa : LYNCIA PETRILIA

NIM : 08061281419039 Jurusan : FARMASI

Telah dipertahankan di hadapan Panitia Sidang Ujian Skripsi Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sriwijaya pada tanggal 5 Januari 2018 dan telah diperbaiki, diperiksa, serta disetujui sesuai dengan saran yang diberikan.

Inderalaya, Januari 2018 Ketua :

1. Herlina, M.Kes., Apt. ( ……… ) NIP. 197107031998022001

Anggota :

1. Dr.rer.nat. Mardiyanto, M.Si., Apt. ( ……… ) NIP. 197103101998021002

2. Najma Annuria Fithri, M.Sc., Apt. ( ……… ) NIP. 198803252015042002

3. Rennie Puspa Novita, M.Farm.Klin., Apt. ( ……… ) NIPUS. 198711272013012201

4. Indah Solihah, M.Sc., Apt. ( ……… ) NIPUS. 198803082014082201

Mengetahui,

Ketua Jurusan Farmasi Fakultas MIPA, UNSRI

Dr.rer.nat. Mardiyanto, M.Si., Apt. NIP. 197103101998021002

(4)

iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Lyncia Petrilia

NIM : 08061281419039

Fakultas/Jurusan : MIPA/Farmasi

Menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri dan karya ilmiah ini belum pernah diajukan sebagai pemenuhan syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan strata satu (S1) dari Universitas Sriwijaya maupun perguruan tinggi lain. Semua informasi yang dimuat dalam skripsi ini berasal dari penulis lain baik yang dipublikasikan atau tidak telah diberikan penghargaan dengan mengutip nama sumber penulis secara benar. Semua isi dari skripsi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya sebagai penulis.

Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Inderalaya, Januari 2018 Penulis,

Lyncia Petrilia

(5)

v

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai civitas akademik Universitas Sriwijaya, yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Mahasiswa : Lyncia Petrilia

NIM : 08061281419039

Fakultas/Jurusan : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/Farmasi Jenis Karya : Skripsi

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Sriwijaya “hak bebas royalti non-ekslusif” (non-exclusively

royalty-free right) atas karya ilmiah saya yang berjudul: “Optimasi Formula

Sediaan Intranasal Mikropartikel Ekstrak Etanol Polong Petai dengan Variasi Konsentrasi Kitosan, Crosslinker, Serta Kecepatan Pengadukan Menggunakan Box-Behnken” beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan hak bebas royalti non-ekslusif ini Universitas Sriwijaya berhak menyimpan, mengalihmedia/memformatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan tugas akhir atau skripsi saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik hak cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Inderalaya, Januari 2018 Penulis,

Lyncia Petrilia

(6)

vi

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO

MOTTO :

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu

akan mendapatkan; ketoklah, maka pintu akan dibukakan

bagimu – Lukas 11:9

Don’t worry, I am with you

Don”t be afraid, I am your God

I will make you strong,

I will help you

I will support you with my right hand that brings victory

Isaiah 41 : 10

He has made everything beautiful in it’s time - Ecclesiastes 3:11

Halaman Persembahan :

Tuhan Yesus,

Keluarga tercinta,

Teman-teman seperjuangan difarmasi

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus atas segala berkat dan kasih karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Optimasi Formula Sediaan Intranasal Mikropartikel Ekstrak Etanol Polong Petai dengan Variasi Konsentrasi Kitosan, Crosslinker, Serta Kecepatan Pengadukan Menggunakan Box-Behnken”. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Farmasi di Jurusan Farmasi pada Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya. Selain itu, skripsi ini ditulis untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai sediaan mikropartikel dengan rute pemberian intranasal.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini bukan hanya kerja keras dari penulis sendiri, namun dibantu dari orang-orang disekitar peneliti. Oleh sebab itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Keluargaku yang selalu berdoa, memberikan semangat, dukungan, perhatian, dan kasih sayang kepadaku.

2. Rektor Universitas Sriwijaya dan Dekan Fakultas MIPA serta Ketua Jurusan Farmasi atas sarana dan prasarana yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dengan baik.

3. Bapak Dr.rer.nat. Mardiyanto, M.Si., Apt. dan Ibu Najma Annuria Fithri, S.Farm., M.Sc., Apt. sebagai pembimbing pertama dan kedua yang telah memberikan ilmu, waktu, kepercayaan, motivasi, dan semangat kepada saya dalam menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini.

4. Ibu Nikita Surya Dharma, M.Farm., Apt. selaku pembimbing akademik yang telah memberikan arahan, motivasi, dan perhatian dari awal perkulihan sampai saya berhasil menyelesaikan skripsi ini.

5. Ibu Fitrya, M.Si., Apt., Ibu Annisa Amriani S., M.Farm., Apt., dan Bapak Yosua Maranatha Sihotang, M.Si., Apt. sebagai dosen pembahas serta Ibu Herlina, M.Kes. Apt., Ibu Rennie Puspa Novita, M.Farm.Klin., Apt., dan Ibu Indah Solihah, M.Sc., Apt. sebagai dosen penguji sidang akhir yang telah memberikan saran dan kritik dalam penyusunan skripsi ini.

6. Seluruh dosen Farmasi FMIPA Universitas Sriwijaya yang telah memberikan ilmu, pengetahuan, wawasan, dan bantuan dalam studi penulis.

(8)

viii

7. Seluruh staf dan analis laboratorium Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Sriwijaya yang telah banyak memberikan bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dengan baik.

8. Seluruh teman-teman dekatku yang telah memberikan semangat dan membantu selama proses perkuliahan dan proses penelitian.

9. Seluruh teman-teman Farmasi 2014, kakak-kakak angkatan 2011, 2012, 2013, serta adik-adik angkatan 2015 dan 2016.

10. Seluruh pihak yang telah membantuku dalam penyelesaikan skripsi ini. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan doa, bantuan, dan motivasi selama penelitian dan penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari penyusunan skrpsi ini masih terdapat kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun perbaikan selanjutnya. Semoga skripsi ini dapat memberikan banyak manfaat kepada pembaca.

Inderalaya, Januari 2018 Penulis,

Lyncia Petrilia

(9)

ix

Formula Optimization of Microparticles Preparation of Pod Petai Ethanolic Extract with the Variants of Chitosan Concentration, Crosslinker, and

Stirring Speed Using Box-Behnken Lyncia Petrilia

08061281419039 ABSTRACT

Petai pod is one of the plant’s part that has a potency as antioxidants. Microparticles preparation of pod petai extract aims to deliver pod petai extract targetedly for Alzheimer’s disease. The microparticles is prepared with gelation ionic method using chitosan, sodium tripolyphosphate, and calcium chloride. Formulation of the microparticles preparation of pod petai extract is done by Box-Behnken design in

Design Expert®. The factors analyzed to get the optimum formula of the

microparticles preparation of petai pod extract are the concentration of chitosan, the concentration of crosslinker, the type of crosslinker, and the speed of the stirring. The optimum formulas obtained are 0.1% of chitosan with 0.233% of STPP and

1% of chitosan with 0.1% of CaCl2. The optimum formula with chitosan-STPP

matrix has organoleptic responses such as forming an easily dispersed precipitation on the first day and 45th day; pH 6.103; 84.315% of EE percentage; 71.0846 ppm of petai pod extract concentration after thermodynamic stability testing; 0.2648 ml of sedimentation volume; 1669.667 second of sedimentation time; and one

redispersion. The microparticles with chitosan-CaCl2 matrix has organoleptic

responses such as not forming any sediment on the first day but precipitating after 45 days; pH 5.87; 92.927% of EE percentage; 87.2836 ppm of petai pod extract after thermodynamic stability testing; 0.08 ml of sedimentation volume; and one redispersion. Physical characterization as in the size of the microparticles of petai pod extract with chitosan-STPP matrix is bigger than the size of microparticles with

chitosan-CaCl2 matrix. The particle size’s distribution of the microparticles with

chitosan-CaCl2 matrix is bigger than the microparticles with chitosan-STPP matrix.

FTIR analysis shows no interaction between petai pod extract with the microparticles matrix as no new group function is detected on the IR spectrum. Intranasal characterization shows that the average weight of each spray is 0.0961 g

on the microparticles with chitosan-STPP matrix and 0.1313 g with chitosan-CaCl2

matrix. Based on this result analysis, extract pod petai microparticles could be used

in intranasal drug delivery.

Keyword(s): petai pods, microparticles, chitosan, calcium chloride, sodium trypolyphosphate

(10)

x

Optimasi Formula Sediaan Intranasal Mikropartikel Ekstrak Etanol Polong Petai Dengan Variasi Konsentrasi Kitosan, Crosslinker, Serta Kecepatan

Pengadukan Menggunakan Box-Behnken Lyncia Petrilia

08061281419039

ABSTRAK

Polong petai merupakan salah satu bagian tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Pembuatan sediaan mikropartikel ekstrak polong petai memiliki tujuan untuk menghantarkan ekstrak polong petai secara tertarget untuk penyakit Alzheimer. Sediaan mikropartikel dipreparasikan dengan metode gelasi ionik menggunakan matriks kitosan, natrium tripolifosfat, dan kalsium klorida. Formulasi dari sediaan mikropartikel ekstrak polong petai menggunakan aplikasi Design Expert® dengan desain Box-Behnken. Faktor yang dianalisis untuk mendapatkan formula optimum dari sediaan mikropartikel ekstrak polong petai adalah konsentrasi kitosan, konsentrasi crosslinker, jenis crosslinker, dan kecepatan pengadukan. Formula optimum yang didapatkan adalah konsentrasi kitosan 0,1% dan natrium tripolifosfat 0,233% serta konsentrasi kitosan 1% dan CaCl2 0,1%. Formula optimum sediaan mikropartikel dengan matriks kitosan-STPP

menghasilkan respon organoleptis terbentuk endapan namum mudah didispersikan pada hari ke-1 dan 45 hari; pH 6,103; persen EE 84,315%; kadar setelah pengujian stabilitas termodinamik 71,0847 ppm; volume sedimentasi 0,2648 ml; waktu sedimentasi 1669,667 detik; dan jumlah redispersi 1. Sediaan mikropartikel dengan matriks kitosan-CaCl2 menghasilkan nilai organoleptis sediaan yang tidak

mengendap namun setelah 45 hari terjadi pengendapan; pH 5,87; persen EE 92,927%; kadar setelah pengujian stabilitas termodinamik 87,2836 ppm; volume sedimentasi 0,08 ml; dan jumlah redispersi 1. Karakterisasi sifat fisika sediaan mikropartikel ekstrak polong petai didapatkan ukuran partikel sediaan dengan matriks kitosan-lebih besar dibandingkan dengan matriks kitosan-CaCl2. Distribusi

ukuran partikel sediaan mikropartikel matriks kitosan-CaCl2 lebih besar

dibandingkan dengan kitosan-STPP. Sediaan mikropartikel dengan matriks kitosan-STPP memiliki distribusi partikel yang lebih kecil dibandingkan dengan formula kitosan-CaCl2. Hasil analisis FTIR menunjukkan tidak adanya interaksi

antara ekstrak polong petai dan matriks sediaan mikropartikel yang ditunjukkan dengan tidak adanya gugus fungsi baru yang terlihat pada spektrum IR. Karakterisasi intranasal menunjukkan bahwa rata-rata tiap semprotan memiliki bobot 0,0961 g pada sediaan mikropartikel matriks kitosan-STPP dan 0,1313 g pada matriks kitosan-CaCl2. Hasil analisis sediaan mikropartikel menunjukkan bahwa

sediaan mikropartikel ekstrak polong petai dapat digunakan dalam penghantaran obat secara intranasal.

Kata kunci: polong petai, mikropartikel, kitosan, kalsium klorida, natrium tripolifosfat

(11)

xi DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN MAKALAH SEMINAR HASIL ... ii

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ... iii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ... iv

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRACT ... ix

ABSTRAK ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

DAFTAR SINGKATAN ... xix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7

2.1 Petai (Parkia speciosa Hassk.) ... 7

2.1.1 Taksonomi dan Morfologi Tanaman Petai (Parkia speciosa Hassk.) ... 7

2.1.2 Kandungan Kimia dan Manfaat Tanaman Petai (Parkia speciosa Hassk.) ... 8

2.2 Penyakit Alzheimer ... 9

2.3 Intranasal ... 12

2.4 Teknologi Partikel ... 14

2.5 Preparasi Submikro Partikel ... 16

2.6 Bahan Pembuat Submikro Partikel ... 17

2.6.1 Kitosan ... 18

2.6.2 Natrium Tripolifosfat ... 21

2.6.3 Kalsium Klorida ... 23

2.7 Karakterisasi Submikro Partikel ... 24

2.7.1 Penentuan Persen Entrapment Efficiency (%EE) ... 24

2.7.2 Ukuran Partikel dan Distribusi Partikel ... 24

2.7.3 Zeta Potensial ... 25

2.7.4 Analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) ... 26

2.7.5 Stabilitas ... 26

2.7.6 Pengukuran Laju Difusi ... 27

2.8 Karakterisasi Sediaan Intranasal ... 28

(12)

xii

2.8.2 Keseragaman Bobot Semprotan ... 29

2.8.3 Pola Penyemprotan dan Geometri Semprot ... 30

2.9 Desain Box-Behnken ... 33

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 33

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ... 33

3.2 Alat dan Bahan ... 33

3.2.1 Alat ... 33

3.2.2 Bahan ... 33

3.3 Preparasi Bahan ... 34

3.3.1 Preparasi Ekstrak Polong Petai ... 34

3.3.2 Perhitungan Rendemen Ekstrak Kental Polong Petai ... 35

3.3.3 Karakterisasi Ekstrak ... 35

3.3.3.1 Organoleptis ... 35

3.3.3.2 Bobot Jenis ... 35

3.3.3.3 Susut Pengeringan ... 36

3.3.3.4 Kadar Air ... 36

3.3.3.5 Kadar Sari Larut Etanol ... 36

3.3.3.6 Kadar Sari Larut Air ... 37

3.3.3.7 Kadar Abu Total ... 37

3.3.4 Uji Identifikasi Flavonoid ... 38

3.4 Formula ... 38

3.5 Preparasi Submikro Partikel Ekstrak Polong Petai ... 41

3.5.1 Pembuatan Larutan Stok Ekstrak Polong Petai ... 41

3.5.2 Pembuatan Larutan Stok Kitosan ... 41

3.5.3 Pembuatan Larutan Stok Crosslinker ... 42

3.5.4 Pembuatan Submikro Partikel Ekstrak Polong Petai ... 42

3.5.5 Proses Purifikasi Partikel ... 42

3.6 Pengujian Respon Submikro Partikel Ekstrak Polong Petai ... 43

3.6.1 Organoleptis ... 43

3.6.2 Penentuan Entrapment Efficiency ... 44

3.6.2.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi ... 44

3.6.2.2 Penentuan Persen Entrapment Efficiency ... 44

3.6.3 Penentuan pH ... 45

3.6.4 Uji Stabilitas Termodinamik ... 45

3.6.5 Penentuan Waktu Sedimentasi ... 45

3.6.6 Penentuan Volume Sedimentasi ... 46

3.6.7 Penetuan Redispersi ... 46

3.7 Karakterisasi Submikro Partikel Formula Optimum dan Sediaan Intranasal ... 46

3.7.1 Penentuan Ukuran, Distribusi, dan Zeta Potensial Submikro Partikel ... 46

3.7.2 Interaksi Matriks Submikro Partikel Ekstrak Polong Petai ... 47

3.7.3 Pengujian Viskositas ... 47

3.7.4 Uji Difusi ... 48

3.7.4.1 Pembuatan Dapar Fosfat pH 6,4 ... 48

3.7.4.2 Pembuatan Kurva Kalibrasi ... 48

(13)

xiii

3.8 Pengujian Sediaan Intranasal ... 49

3.8.1 Pump Delivery ... 49

3.8.2 Keseragaman Bobot Semprotan ... 50

3.8.3 Pola Penyemprotan dan Geometri Semprot ... 50

3.9 Penafsiran Hasil ... 50

3.9.1 Penafsiran Hasil Data PSA... 50

3.9.2 Penafsiran Data Hasil Uji Pelepasan Obat secara Ex-Vivo ... 51

3.10 Analisis Data ... 53

3.10.1 Analisis Tiga Puluh Empat Formula ... 53

3.10.2 Optimasi Formula Optimum ... 54

3.10.3 Analisis Uji Difusi ... 54

3.10.4 Analisis Kompartemen ... 54

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 56

4.1 Ekstraksi Polong Petai ... 56

4.2 Karakterisasi Ekstrak Polong Petai ... 58

4.2.1 Uji Organoleptis ... 58

4.2.2 Uji Kadar Air ... 59

4.2.3 Uji Susut Pengeringan ... 59

4.2.4 Uji Bobot Jenis ... 60

4.2.5 Uji Kadar Sari Larut Air dan Etanol ... 60

4.2.6 Uji Kadar Abu Total ... 61

4.2.7 Uji Identifikasi Flavonoid ... 61

4.3 Preparasi Mikropartikel Ekstrak Polong Petai ... 62

4.4 Analisis Respon Formula Trial and Error Mikropartikel Ekstrak Polong Petai ... 65

4.4 Analisis Respon Formula Box-Behnken Mikropartikel Ekstrak Polong Petai ... 69

4.5.1 Penentuan Organolpetis ... 70

4.5.2 Penentuan pH ... 75

4.5.3 Analisis Persen Efisiensi Penjerapan ... 78

4.5.4 Analisis Respon Stabilitas Termodinamik ... 81

4.5.5 Penentuan Volume Sedimentasi ... 85

4.5.6 Penentuan Waktu Sedimentasi ... 88

4.5.7 Penentuan Jumlah Redispersi ... 90

4.6 Analisis Data Hasil Respon Sediaan Box-Behnken ... 92

4.6.1 Pengujian Respon Sediaan Mikropartikel Ekstrak Polong Petai ... 94

4.6.2 Analisis Korelasi ... 95

4.7 Karakterisasi Mikropartikel Ekstrak Polong Petai ... 97

4.7.1 Ukuran Partikel, Dsitribusi Ukuran Partikel, dan Zeta Potensial ... 97

4.7.2 Penentuan Viskositas Formula Optimum ... 100

4.7.3 Pengujian Interaksi Ekstrak Polong Petai dengan Matriks Mikropartikel ... 101

4.7.4 Pengujian Difusi Secara Ex-Vivo Sediaan Mikropartikel Ekstrak Polong Petai ... 103

(14)

xiv

4.8 Karakterisasi Intranasal ... 106

4.8.1 Analisis Pump Delivery ... 107

4.8.2 Analisis Pengujian Keseragaman Bobot Semprotan ... 108

4.8.3 Analisis Pengujian Pola Penyemprotan dan Geometri Semprot ... 109

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 111

5.1 Kesimpulan ... 111

5.2 Saran ... 112

DAFTAR PUSTAKA ... 113

LAMPIRAN ... 124

(15)

xv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Komposisi 13 formula trial and error ... 37

Tabel 2. Susunan faktor level variabel bebas ... 38

Tabel 3. Komposisi formula Box-Behnken ... 38

Tabel 4. Target optimal respon ... 50

Tabel 5. Karakterisasi ekstrak etanol polong petai ... 58

Tabel 6. Hasil analisis respon formula trial and error ... 66

Tabel 7. Hasil organoleptis 34 formula mikropartikel ekstrak polong petai ... 71

Tabel 8. Pengaruh faktor terhadap respon organoleptis ... 72

Tabel 9. Pengaruh faktor terhadap respon organoleptis 45 hari ... 74

Tabel 10. Hasil pH 34 formula mikropartikel ekstrak polong petai ... 75

Tabel 11. Pengaruh faktor terhadap respon pH ... 77

Tabel 12. Hasil persen EE 34 formula mikropartikel ekstrak polong petai ... 79

Tabel 13. Pengaruh faktor terhadap respon persen EE ... 81

Tabel 14. Jumlah kadar ekstrak polong petai 34 formula mikropartikel ekstrak polong petai setelah pengujian stabilitas termodinamik heating-cooling ... 83

Tabel 15. Pengaruh faktor terhadap jumlah kadar setelah uji stabilitas termodinamik ... 84

Tabel 16. Hasil volume sedimentasi 34 formula mikropartikel ekstrak polong petai ... 85

Tabel 17. Pengaruh faktor terhadap volume sedimentasi ... 87

Tabel 18. Hasil waktu sedimentasi 34 formula mikropartikel ekstrak polong petai ... 88

Tabel 19. Pengaruh faktor terhadap waktu sedimentasi ... 89

Tabel 20. Hasil jumlah redispersi 34 formula mikropartikel ekstrak polong petai ... 91

Tabel 21. Pengaruh faktor terhadap jumlah redispersi ... 91

Tabel 22. Hasil pengujian formula optimum sediaan mikropartikel ekstrak polong petai ... 94

Tabel 23. Perbandingan hasil prediksi dan observasi formula matriks kitosan-STPP ... 95

Tabel 24. Perbandingan hasil prediksi dan observasi formula matriks kitosan-CaCl2 ... 95

Tabel 25. Tingkatan hubungan korelasi ... 96

Tabel 26. Hasil analisis korelasi pengujian respon mikropartikel ekstrak polong petai dengan matriks kitosan-STPP ... 96

Tabel 27. Hasil analisis korelasi pengujian respon mikropartikel ekstrak polong petai dengan matriks kitosan-CaCl2 ... 97

Tabel 28. Interpretasi spektrum IR mikropartikel ekstrak polong petai, matriks kitosan-STPP, dan sediaan mikropartikel ekstrak polong petai ... 103

(16)

xvi

Tabel 29. Interpretasi spektrum IR mikropartikel ekstrak polong petai, matriks kitosan-CaCl2, dan sediaan mikropartikel ekstrak

polong petai ... 103 Tabel 30. Hasil pump delivery sediaan mikropartikel dengan matriks

kitosan-STPP ... 107 Tabel 31. Hasil pump delivery sediaan mikropartikel dengan matriks

kitosan-CaCl2 ... 108

Tabel 32. Hasil keseragaman bobot semprotan sediaan mikropartikel ... 108 Tabel 33. Karateristik pola penyemprotan sediaan mikropartikel ekstrak

(17)

xvii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. (a) Pohon petai dan (b) polong petai ... 8

Gambar 2. Proses sintesis asetilkolin ... 11

Gambar 3. (A) Hidung dengan bagian vestibule, (B) atrium, (C) turbinate (C1) bawah, (C2) turbinate atas, (D) olfactory, dan (E) nasofaring ... 13

Gambar 4. (a) Mekanisme penyerapan obat dengan transportasi intraseluler pasif, (b) transportasi paraseluler, (c) transportasi transeluler, (d) transportasi transitosis ... 13

Gambar 5. (a) Perbedaan microsphers dan (b) microcapsule ... 15

Gambar 6. Ilustrasi matriks submikro partikel metode gelasi ionik ... 17

Gambar 7. Skema preparasi submikro partikel kitosan dengan metode gelasi ionik ... 17

Gambar 8. Reaksi degradasi kitosan ... 20

Gambar 9. Struktur natrium tripolifosfat ... 21

Gambar 10. (a) Deprotonasi dan (b) ikatan sambung silang ionik antara kitosan dengan tripolifosfat ... 22

Gambar 11. Struktur kalsium klorida ... 23

Gambar 12. Franz diffusion cell ... 28

Gambar 13. Desain Box-Behnken ... 31

Gambar 14. Grafik model (a) linier, (b) quadratic, (c) cubic ... 31

Gambar 15. Ilustrasi organolpetis dengan (a) kategori 1, (b) kategori 2, (c) kategori 3, (d) kategori 4, dan (e) kategori 5 ... 44

Gambar 16. Organoleptis ekstrak etanol polong petai ... 59

Gambar 18. Kromatogram (a) katekin murni, (b) sediaan mikropartikel ekstrak polong petai matriks kitosan-STPP, (c) sediaan mikropartikel ekstrak polong petai matriks kitosan-CaCl2, (d) ekstrak etanol polong petai, (e) kuersetin murni ... 62

Gambar 19. Interaksi kitosan dengan crosslinker ... 65

Gambar 20. Proses sedimentasi sediaan suspensi ... 87

Gambar 21. Ilustrasi penentuan jumlah redispersi ... 90

Gambar 22. Zeta potensial sediaan mikropartikel ekstrak polong petai ... 100

Gambar 23. Spektrum IR ekstrak polong petai, matriks mikropartikel, dan sediaan mikropartikel ekstrak polong petai ... 102

Gambar 24. Grafik rata-rata persen terdifusi ekstrak polong petai, sediaan mikropartikel ekstrak polong petai dengan matriks kitosan-STPP, dan matriks kitosan-CaCl2 ... 104

Gambar 25. Ilustrasi mekanisme difusi sediaan mikropartikel ekstrak polong petai ... 105

Gambar 26. Geometri semprotan sediaan mikropartikel ekstrak polong petai matriks (a) kitosan-STPP dan (b) kitosan-CaCl2 ... 110

(18)

xviii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Skema Kerja Ekstrak Polong Petai (Parkia speciosa Hassk.) .... 124

Lampiran 2. Skema Kerja Umum Formulasi ... 125

Lampiran 3. Perhitungan Formula ... 126

Lampiran 4. Hasil Karakterisasi Ekstrak Polong Petai ... 129

Lampiran 5. Proses Pembuatan Sediaan Mikropartikel Ekstrak Polong Petai ... 133

Lampiran 6. Panjang Gelombang Ekstrak Polong Petai ... 134

Lampiran 7. Kurva Kalibrasi Ekstrak Polong Petai ... 135

Lampiran 8. Persen EE Formula Sediaan Trial and Error ... 136

Lampiran 9. Kadar Setelah Stabilitas Termodinamik Formula Trial and Error ... 138

Lampiran 10. Foto Sediaan Submikro Partikel Ekstrak Polong Petai Formula Trial and Error ... 140

Lampiran 11. Foto Sediaan Submikro Partikel Ekstrak Polong Petai Formula Trial and Error Setelah Uji Stabilitas Heating-Cooling ... 141

Lampiran 12. Persen EE Formula Sediaan Box-Behnken ... 142

Lampiran 13. Kadar Setelah Stabilitas Termodinamik Formula Box-Behnken ... 145

Lampiran 14. Penentuan Volume Sedimentasi Sediaan Box-Behnken ... 146

Lampiran 15. Penentuan Waktu Sedimentasi Sediaan Box-Behnken ... 147

Lampiran 16. Penentuan Jumlah Redispersi Sediaan Box-Behnken ... 148

Lampiran 17. Sediaan Submikro Partikel Ekstrak Polong Petai Formula Box-Behnken ... 149

Lampiran 18. Sediaan Submikro Partikel Ekstrak Polong Petai Formula Box-Behnken Setelah Uji Stabilitas Heating-Cooling ... 151

Lampiran 19. Organoleptis Sediaan Submikro Partikel Ekstrak Polong Petai Setelah 45 Hari ... 153

Lampiran 20. Contour Plot dan Sebaran Data ... 155

Lampiran 21. Sediaan Formula Optimum ... 163

Lampiran 22. Sertifikat Ukuran Partikel dan PDI Formula Kitosan-STPP ... 164

Lampiran 23. Sertifikat Ukuran Partikel dan PDI Formula Kitosan-CaCl2 ... 165

Lampiran 24. Sertifikat Zeta Potensial Formula Kitosan-CaCl2 ... 166

Lampiran 25. Panjang Gelombang Maksimum Ekstrak Polong Petai Uji Difusi ... 167

Lampiran 26. Kurva Kalibrasi Ekstrak Polong Petai Untuk Pengujian Difusi.. 168

Lampiran 27. Uji Difusi Ekstrak Polong Petai ... 169

Lampiran 28. Uji Difusi Formula Optimum Submikro Partikel Kitosan-STPP ... 171

Lampiran 29. Uji Difusi Formula Optimum Submikro Partikel Kitosan-CaCl2 ... 173

Lampiran 30. Spektrum IR Ekstrak Polong Petai, Matriks Mikropartikel, dan Sediaan Mikropartikel Ekstrak Polong Petai... 176

(19)

xix

DAFTAR SINGKATAN µg/mL : mikrogram/gram

ACh : Acetylcholine

AChE : Acetylcholine Esterase ANOVA : Analysis of Variance BBB : Blood Brain Barrier

BM : Bobot Molekul

CaCl2 : Kalsium klorida

CCD : Central Composite Design

CoA : Coenzyme A

Da : Dalton

DLS : Dynamic Light Scattering EE : Entrapment Efficiency

FTIR : Fourier Transmission Infra Red

g : gram

g/kgBB : gram/kilogram berat badan g/mol : gram/mol

IC50 : Median Inhibition Concentration

Hlm. : halaman

KBr : Kalium Bromida

KLT : Kromatografi Lapis Tipis KSLA : Kadar Sari Larut Air KSLE : Kadar Sari Larut Etanol LD50 : Median Lethal Dose

Log P : Log of Partition

ml : mililiter

NaOH : Natrium Hydroxide

nm : nanometer

pH : potential of Hydrogen

pKa : log negatif dari Konstanta asam ppm : part per million

PSA : Particle Size Analyzer

Rf : Retention Factor

rpm : rotasi per menit

RSE : Relative Standard Error

RSM : Response Surface Methodology STPP : Sodium Tripolyphosphate

TEM : Transmission Electron Microscope UV-Vis : Ultraviolet-Visible

(20)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem penghantaran obat mulai banyak dikembangkan dalam teknologi farmasi. Salah satu sistem penghantaran obat secara tertarget yaitu rute pemberian intranasal. Pemberian obat melalui rute intranasal akan membantu melewati sawar darah otak (BBB) dan langsung tertarget pada otak. Rute pemberian intranasal telah diakui sebagai alternatif yang dapat diandalkan selain rute oral dan parenteral. Sediaan obat dengan rute pemberian intranasal baik digunakan untuk dosis kecil, meningkatkan bioavailabilitas obat, meminimalkan efek samping, dan onset obat yang cepat (Chhajed et al., 2011).

Penyerapan obat melalui intranasal lebih baik jika obat memiliki berat molekul 300 Da dan penyerapan obat akan menurun jika berat molekul lebih dari 1000 Da. Selain itu, ukuran partikel lebih besar dari 10 µm akan tertahan pada rongga hidung (Ali et al., 2012). Penghantaran obat dapat ditingkatkan dengan sediaan mikropartikel yang merupakan partikel dengan rentang diameter antara 1 – 1000 µm (Vij, 2012). Mikropartikel bertujuan untuk mengontrol ukuran partikel, karakteristik permukaan, dan pelepasan sisi aktif dari obat untuk mencapai efek terapi pada tempat yang spesifik (Vyjayanthimala et al., 2014).

Salah satu penyakit yang memerlukan sistem penghantaran obat tertarget adalah penyakit Alzheimer. Pengobatan Alzheimer memerlukan penghantaran obat ke otak secara langsung tanpa melewati sawar darah otak (BBB). Salah satu penyebab penyakit Alzheimer adalah berkurangnya aktivitas kolin transferase (enzim pembentuk asetilkolin) atau peningkatan aktivitas asetilkolinesterase

(21)

2

sehingga terjadi penurunan tingkat asetilkolin di otak (Saputra dkk., 2015). Penanganan penyakit Alzheimer dapat dilakukan dengan mencegah penurunan konsentrasi asetilkolin dengan menginhibisi asetilkolinesterase. Aktivitas asetilkolinesterase dapat ditingkatkan oleh radikal bebas (Carageorgiou et al., 2005). Senyawa radikal bebas dapat meningkatkan hidrolisis asetilkolin menjadi asetat dan kolin (Jubran and Mashhedy, 2012).

Senyawa yang dapat melawan radikal bebas yaitu antioksidan. Salah satu tanaman yang mengandung antioksidan adalah polong petai. Tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.) yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah buah petai sedangkan polong petai tidak dimanfaatkan. Polong petai mengandung senyawa terpenoid, fenolik, dan flavonoid. Komponen fenolik total dalam polong petai berfungsi sebagai senyawa antioksidan. Nilai IC50 ekstrak etanol polong petai

adalah 0,667 µg/ml yang termasuk dalam antioksidan yang tinggi (Kamisiah et al., 2013). Antioksidan yang terdapat pada polong petai merupakan antioksidan alami yang bekerja sebagai pereduksi, penangkap radikal bebas, dan pengkhelat logam (Ayucitra dkk., 2011).

Terdapat beberapa penelitian yang memformulasikan obat Alzheimer menjadi sediaan nanopartikel dengan rute pemberian intranasal seperti memantine hidroklorida, piperin, dan estradiol. Obat memantine hidroklorida, piperin, dan estradiol dipreparasikan menjadi sediaan nanopartikel gelasi ionik dengan polimer kitosan dan natrium tripolifosfat (Wang et al., 2008; Ruby and Pandey, 2014; Elnaggar et al., 2015). Oleh sebab itu, peneliti ingin mempreparasi sediaan mikropartikel dengan metode pembuatan gelasi ionik sebagai pembawa ekstrak

(22)

3

polong petai. Ekstrak petai yang dijerap dengan kitosan akan membuat ekstrak polong petai lebih stabil karena dapat mencegah degradasi dari lingkungan luar.

Pemilihan kitosan ini dikarenakan kitosan memiliki sifat bioadhesi dan pelebaran tight junctions sel-sel epitel sehingga akan membantu penghantaran obat ke otak. Pembuatan mikropartikel polong petai menggunakan metode gelasi ionik. Metode gelasi ionik ini biasa digunakan untuk polimer hidrofilik yang

biodegradable seperti kitosan (Mohanraj and Chen, 2006). Metode gelasi ionik

dilakukan dengan sederhana dan tidak merusak bahan aktif (Laili dkk., 2014). Kitosan berikatan dengan crosslinker untuk menjerap obat dan membantu penghantaran obat. Crosslinker yang digunakan untuk berinteraksi dengan kitosan dalam metode gelasi ionik juga harus bersifat hidrofil seperti natrium tripolifosfat, alginat, dan kalsium klorida. Pemilihan crosslinker natrium tripolifosfat, alginat, dan kalsium klorida karena dapat membentuk ikatan yang kuat dengan kitosan. Mikropartikel dengan metode gelasi ionik terbentuk dari gugus yang bermuatan positif dari kitosan dan gugus yang bermuatan negatif dari natrium tripolifosfat dan kalsium klorida (Mohanraj and Chen, 2006). Crosslinker natrium tripolifosfat yang berikatan dengan kitosan dapat membentuk sediaan mikropartikel yang lebih stabil dan dapat menembus membran mukosa yang lebih baik (Yu-Shin et al., 2008)

Pemilihan polimer dan penentuan konsentrasi polimer akan mempengaruhi kualitas dari sediaan mikropartikel. Konsentrasi kitosan akan mempengaruhi ukuran dari mikropartikel sehingga semakin besar konsentrasi kitosan maka ukuran partikel akan semakin besar yang akan menyebabkan terjadinya aglomerasi. Agregat yang terbentuk dapat membuat ukuran menjadi mikropartikel (Dewandari dkk., 2013). Menurut Taurina dkk. (2017) kecepatan pengadukan mempengaruhi

(23)

4

ukuran partikel. Semakin tinggi kecepatan pengadukan maka ukuran partikel akan semakin kecil. Hal ini disebabkan karena intensitas molekul untuk saling bersentuhan akan semakin cepat sehingga ukuran partikel akan semakin kecil.

Penelitian ini dilakukan proses optimasi sediaan mikropartikel dengan melakukan pemilihan matriks yang berikatan dengan ekstraks polong petai, penentuan konsentrasi optimum dari kitosan dan crosslinker, serta dilakukan juga penentuan kecepatan pengadukan yang akan menghasilkan sediaan mikropartikel yang optimum. Crosslinker dan kecepatan pengadukan akan mempengaruhi ukuran partikel dan persen efisiensi penjerapan (Dangi and Shakya, 2013). Respon organoleptis, pH, persen efisiensi penjerapan, stabilitas termodinamik, volume sedimentasi, waktu sedimentasi, dan jumlah redispersi yang dianalisis menggunakan desain Box-Behnken pada program Design Expert (DX®) 10 sehingga didapatkan formula optimum. Karakterisasi sediaan mikropartikel dilakukan pengujian ukuran partikel, distribusi partikel, zeta potensial, viskositas, dan kecepatan disolusi ekstrak polong petai. Karakterisasi sediaan intranasal dilakukan pengujian pump delivery, keseragaman bobot semprot, pola semprot, dan geometri semprot.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka didapat beberapa rumusan masalah antara lain :

1. Bagaimana pengaruh konsentrasi kitosan, konsentrasi crosslinker, jenis

crosslinker, dan kecepatan pengadukan terhadap organoleptis, %EE,

stabilitas termodinamik, pH, volume sedimentasi, waktu sedimentasi, dan jumlah redispersi?

(24)

5

2. Berapa proporsi konsentrasi kitosan, crosslinker, dan kecepatan pengadukan untuk memperoleh formula optimum mikropartikel kitosan-ekstrak polong petai?

3. Bagaimana hasil ukuran partikel, distribusi partikel (PDI), interaksi mikropartikel-ekstrak polong petai, dan viskositas pada formula optimum mikropartikel kitosan-ekstrak polong petai?

4. Bagaimana laju difusi sediaan intranasal mikropartikel-ekstrak polong petai dibandingkan dengan ekstrak polong petai?

5. Bagaimana hasil karakteristik sediaan intranasal (pump delivery, keseragaman bobot semprot, pola semprot, dan geometri semprot)?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini antara lain :

1. Menganalisis pengaruh konsentrasi kitosan, konsentrasi crosslinker, jenis

crosslinker, dan kecepatan pengadukan terhadap organoleptis, %EE,

stabilitas termodinamik, pH, volume sedimentasi, waktu sedimentasi, dan jumlah redispersi.

2. Menentukan proporsi konsentrasi kitosan, crosslinker, dan kecepatan pengadukan untuk memperoleh formula optimum mikropartikel kitosan-ekstrak polong petai.

3. Mengetahui hasil ukuran partikel, distribusi partikel (PDI), interaksi mikropartikel-ekstrak polong petai, dan viskositas pada formula optimum mikropartikel kitosan-ekstrak polong petai.

4. Mengetahui laju difusi sediaan intranasal mikropartikel-ekstrak polong petai yang dibandingkan dengan ekstrak polong petai.

(25)

6

5. Menganalisis hasil karakteristik sediaan intranasal (pump delivery, keseragaman bobot semprot, pola semprot, dan geometri semprot).

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca. Manfaat penelitian ini adalah memperluas wawasan pemahaman tentang mikropartikel berbahan dasar ekstrak. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai sediaan obat untuk terapi Alzheimer. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dasar pengembangan sediaan obat berbahan dasar ekstrak untuk terapi Alzheimer pada jangka panjang.

(26)

113

DAFTAR PUSTAKA

Abdassah, M. 2009, Nanopartikel dengan gelasi ionik, Farmaka, 15(1): 45 – 52. Adi, L.T. 2008, Tanaman obat dan jus untuk mengatasi penyakit jantung,

hipertensi, kolestrol, dan stroke, PT. Agromedia Pustaka, Jakarta,

Indonesia.

Agnihotri, S.A., Mallikarjuna, N.N. & Aminabhavi, T.M. 2004, Recent advances on chitosan-based micro and nanoparticles in drug delivery, J Controlled

Release, 100(1): 5 – 28.

Agustina, S., Swantara, I.M.D. & Suartha, I.N. 2015, Isolasi kitin, karakterisasi, dan sintesis kitosan dari kulit udang, Jurnal Kimia, 9(2): 271 – 278.

Ahkam, M. 2011, ‘Sintesis dan karakterisasi membran nanozeolit Y untuk aplikasi pemisahan gas metanol-etanol’, Skripsi, S.Si., Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia.

Ali, A.K., Prajapati S., Devendra, S., Brajesh, K. & Kausar, S. 2012, Enhanced bioavailability of drugs via intranasal drug delivery system, Int Research

Journal of Pharmacy, 3(7): 68 – 74.

Anderson, H. 2015, Transmission electron microscope, diakses pada tanggal 15 Mei 2017, <http://www.microscopemaster.com/transmission-electron-microscope.html>.

Andrew. 2016, ‘Preparasi dan karakterisasi submikro partikel

Poly(Lactic-Co-Glycolic-Acid) pembawa roksitromisin dengan stabilizer Poly(Vinyl Alcohol)’, Skripsi, S.Farm., Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika

dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya, Indonesia. Anggrahini, S., Safitriani, R.R. & Santoso, U. 2007, Pengaruh penutupan dengan kain hitam dan konsentrasi etanol terhadap kandungan kurkuminoid dan aktivitas antioksidan ekstrak simplisia temulawak (Curcuma xanthorrhiza),

Jurnal Teknol Dan Industri Pangan, 18(2): 102 – 108.

AOAC Official Methods of Analysis. 2012, Guidelines for Dietary Supplements and Botanicals, Appendix, 1 – 32.

Astriani, F. 2011, ‘Preparasi kitosan-tripolifosfat sebagai eksipien dalam sediaan tablet enterik’, Skripsi, S.Farm., Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia.

Avadi, M.R., Sadeghi, A.M.M., Mohammadpour, N., Abedin, S., Atyabi, F., Dinarvand, R., et al. 2010, Preparation and characterization of insulin nanoparticles using chitosan and arabic gum with ionic gelation method,

(27)

114

Ayucitra, A., Indraswati, N., Mulyandasari, V. & Dengi, Y.K. 2011, Potensi senyawa fenolik bahan alam sebagai antioksidan alami minyak goreng nabati, Widya Teknik, 10(1): 1 – 10.

Azevedo, M.A., Bourbon, A.I., Vicente, A.A. & Cerqueira, M.A. 2014, Alginate/chitosan nanoparticle for encapsulation and controlled release of vitamin B2, International Journal of Biological Macromolecules, 2014.

Bankar, P.V., Kalkotwar, Ankita, P., Swati, T. & Jadhav. 2012, Evaluation and quality control of nasal spray. J Drug Delivery & Therapeutics, 2(4): 1 – 4. Bhattacharyya, B. & Majumdar, D.K. 1999, A modified ostwald viscometer, J

Chem Edu, 50(3): 194.

Bhumkar, D.R. & Pokharkar, V.B. 2006, Studies on effect of pH on cross-linking of chitosan with sodium tripolyphosphate: a technical note, AAPS

PharmSciTech, 7(2): E1 – E6.

Cacabelos, R. 2007, Donepezil in Alzheimer’s disease: From conventional trials to pharmacogenetics, Neuropsychiatric Disease and Treatment, 3(3): 303 – 333.

Carageorgiou, H., Tzotzes, V., Sideris, A., Zarros, A. & Tsakiris, S. 2005, Cadmium effects on brain acetylcholinesterase activity and antionxidant status of adult rats: modulation by zinc, calsium and l-cysteine co-administration, Basic & Clinical Pharmacology & Toxicology, 97: 320 – 324.

CDER. 2002, Nasal spray and inhalation solution, suspension, and spray drug

products - chemistry, Office of Training and Communications Division of

Drug Information, Manufacturing, and Controls Documentation, Rockville, U.S.

Chauhan, M. B. & Chauhan, N. B. 2015, Brain uptake of neurotherapeutics after intranasal versus intraperitoneal delivery in mice, J Neurol Neurosurg, 2(1): 1 – 19.

Chhajed, C., Sangale, S. & Barhate, S.D. 2011, Advantageous nasal drug delivery system: a review, IJPSR, 2(6): 1322 – 1336.

Dahlia, A.A. & Hasnawati. 2012, Antioksidan ekstrak etanol daun jambu mete (Anacardium occidentale L.), Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 1(1): 24–30. Dangi, R.S. & Shakya, S. 2013, Preparation, optimization, and characterization of

plga nanoparticle, IJPLS, 4(7): 2810 – 2818.

Dehgan, M.H.G. & Amitav, S.A. 2008, An overview to the recent trends in nasal drug delivery systems, diakses pada tanggal 31 Mei 2017, < http://www.pharmatutor.org/articles/overview-to-recent-trends-in-nasal-drug-delivery-systems>.

Depkes RI. 1995, Farmakope Indonesia, edisi ke-4, Departemen Kesehatan, Jakarta, Indonesia.

(28)

115

Depkes RI. 2000, Parameter standar umum tanaman obat, Departemen Kesehatan, Jakarta, Indonesia.

Desmiaty, Y., Rahmat, D. & Afifah, H. 2017, Research journal of pharmaceutical, biological and chemical sciences preparation of nanoparticles containing soursop (Annona Muricata L.) leaves extract using gelation ionic method and determination of its antioxidant activity, RJPBCS, 8(1): 275 – 279. Deviarny, C., Lucida, H. & Safni. 2012, Uji stabilitas kimia natrium askorbil fosfat

dalam mikroemulsi dan analisisnya dengan HPLC, Jurnal Farmasi Andalas, 1(1): 1 – 6.

Dewi, N.L., Bahri, S. & Hardi J. 2016, Penggunaan berbagai tekanan dan waktu hidrolisis pada produksi glukosamin hidroklorida dari kitosan cangkang bekicot (Achantian fulica), Kovalen, 2(1): 22–32.

Dewandari, K.T., Yuliani, S. & Yasni, S. 2013, Ekstraksi dan karakterisasi nanopartikel ekstrak sirih merah (Piper crocatum), J Pascapanen, 10(2): 58 – 65.

Dounighi, M., Mehrabi, N., Avadi, M., Zolfagharian, M.R. & Rezayat, H. 2015, Preparation, characterization, and stability investigation of chitosan nanoparticles loaded with the Echis carinatus snake venom as a novel delivery system, Archives of Razi Institute, 70(4): 269 – 277.

Elnaggar, Y.S.R., Etman, S.M., Abdelmonsif, D.A. & Abdallah, O.Y. 2015, Intranasal piperine-loaded chitosan nanoparticles as brain-targeted therapy in Alzheimer’s disease : optimization, biological efficacy, and potential toxicity, J Pharm Sci, 104(10): 3544 – 3556.

Ermolin, M.S. & Fedotov, P.S. 2016, Separation and characterization of environmental nano- and submicron particles, Environmental Nano-and

Submicron Particles, 1 – 15.

Estanqueiro, M., Conceicao, J., Amaral, M.H., Santos, D., Silva, J.B. & Lobo, J.M.S. 2014, Characterization and stability studies of emulsion systems containing pumice, Braz J Pharm Sci, 50(1): 361 – 369.

Fatimah. 2017, 6 Manfaat dan khasiat kulit petai untuk kesehatan, diakses pada tanggal 26 Maret 2017, <http://www.khasiat.co.id/kulit/kulit-petai.html/>. Gaskell, E.E., Hobbs, G., Rostron, C. & Hutcheon, G.A. 2008, Encapsulation and release of α-chymotrypsin from Poly(glycerol adipate-co-ωpentadecalactone) microparticles, J Microencapsul, 25(3): 187 – 195. Gazori, T., Reza, M.R., Azizi, E., Yazdizade, P., Nomani, A. & Haririan, I. 2009,

Evaluation of alginate/chitosan nanoparticles as antisense delivery vector : formulation, optimization and in vitro characterization. Carbohydrate

Polymers, 77(3): 599 – 606.

Ghori, M.U., Mahdi, M.H., Smith, A.M. & Conway, B.R. 2015, Nasal drug delivery systems: an overview, Am J Pharmacol Sci, 3(5): 110 – 119.

(29)

116

Gulati, N., Nagaich, U. & Saraf, S.A. 2013, Intranasal delivery of chitosan nanoparticles for migraine therapy, Scientia Pharmaceutica, 81(3): 843-854.

Guntarti, A., Sholehah, K., Irna, N. & Fistianingrum, W. 2015, Penentuan parameter non spesifik ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia

mangostana) pada variasi asal daerah. Farmasains, 2(6): 259 – 263.

Guo, C. & Doub, W.H. 2006, The influence of actuation parameters on in vitro testing of nasal spray products, J Pharm Sci, 95(9): 2029 – 2039.

Guthrie, W., Filliben, J. & Heckert, A. 2012, Box-Behnken design, diakses pada tanggal 20 Oktober 2017, <http://www.itl.nist.gov/div898/hand-book/pri/section3/pri3362.htm>.

Harahap, Y. 2012, ‘Preparasi dan karakterisasi nanopartikel kitosan dengan variasi asam’, Skripsi, S.T., Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Depok, Indonesia.

Harunrasheed, S., Haribabu, R., Vineela, J., Raviteja, A., Ravikishore, P., Gajavalili, S., et al. 2011, Transdermal drug delivery system-simplified medication regimen, RJPBCS, 2(4): 223 – 238.

Hikmat. 2017, Fungsi asetilkolin, diakses pada tanggal 14 April 2017, <http://kliksma.com/2015/04/fungsi-asetilkolin.html>.

Hong, S.C., Yoo, S.Y., Kim, H. & Lee, J. 2017, Chitosan-based multifunctional platforms for local delivery of therapeutics, Marine Drugs, 15(3): 1–16. Hu, K. & McClements, D.J. 2014, Fabrication of surfactant-stabilized zein

nanoparticles: A pH modulated antisolvent precipitation method, Food

Research International, 64(2014): 329 – 335.

International Conference on Harmonisation. 2003, ICH harmonised tripartite

guidline: Evaluation for stability data, Switzerland, UK.

InterPro. 2005, Acetylcholine receptors, diakses pada tanggal 28 Agustus 2017, < https://www.ebi.ac.uk/interpro/potm/2005_11/Page2.htm>.

Irianto, H.E. & Muljanah, I. 2011, Proses dan aplikasi nanopartikel kitosan sebagai penghantar obat, Jurnal Squalen, 6(1): 1 – 8.

Jebarus, A.R. 2015, ‘Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah petai (Parkia

speciosa Hassk.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli’, Skripsi, S.Farm., Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas

Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia.

Jiang, S., Li, Y., Zhang, C., Zhao, Y., Bu, G., Xu, H. & Zhang, Y.W. 2014, M1 muscarinic acetylcholine receptor in Alzheimer’s disease. Neuroscience

Bulletin, 30(2): 295 – 307.

Jubran, A.S. & Al-Mashhedy, L.A.M. 2012, Influence of noise pollution on oxidative stress parameters and acetylcholinesterase in gas electric stations,

(30)

117

Kafshgari, M.H., Khorram, M., Khodadoost, M. & Sahar, K. 2011, Reinforcement of chitosan nanoparticles obtained by an ionic cross-linking process, Iranian

Polymer Journal, 20(5): 445 – 456.

Kakad, J.K., More, P.K., Gondkar, S.B. & Saudagar R.B. 2015, A recent review on nasal drug delivery system, WJPR, 4(2): 269 – 281.

Kamisiah, Y., Othman, F., Qodriyah, H.M.S. & Jaarin, K. 2013, Parkia speciosa Hassk.: A potential phytomedicine, ECAM, 2013: 1 – 9.

Kant, A.R., Vijay, J. & Nitin, K. 2015, Preparation of Carbamazepine Chitosan Nanoparticles for Improving Nasal Absorption. JDDT, 5(3): 101 – 108. Katas, H., Hussain, Z. & Ling, T.C. 2012, Chitosan nanoparticles as a percutaneous

drug delivery system for hydrocortisone, Journal of Nanomaterials, 1 – 11. Kemenkes RI. 2016, Menkes: Lansia yang sehat, lansia yang jauh dari demensia,

diakes pada tanggal 15 Januari 2017,

<http://www.depkes.go.id/article/print/16031000003/menkes-lansia-yang-sehat-lansia-yang-jauh-dari-demensia.html>.

Kencana, A.L. 2009, ‘Perlakuan Sonikasi Terhadap Kitosan : Viskositas Dan Bobot Molekul Kitosan’, Skripsi, S.Si., Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.

Kalliola, S., Repo, E., Srivastava, V., Heiskanen, J. P., Antti, J., Liimatainen, H. & Sillanpaa, M. 2017, Colloids and surfaces b: biointerfaces the ph sensitive properties of carboxymethyl chitosan nanoparticles cross-linked with calcium ions, Colloids and Surfaces B: Biointerfaces, 153: 229 – 236. Klafki, H.W., Staufenbiel, M., Kornhuber, J. & Wiltfang, J. 2006, Therapeutic

approaches to Alzheimer’s disease, Journal about Brain, 129: 2840 – 2855. Khalil, I.R., Burns, A.T.H., Radecka, I., Kowalczuk, M., Khalaf, T., Adamus, G. et

al. 2017, Bacterial-derived polymer Poly-γ-Glutamic Acid (γ-PGA)-based

micro/nanoparticles as a delivery system for antimicrobials and other biomedical applications. Int J Mol Sci, 18: 1 – 18.

Khom, T.C., Yadav. H.K.S., Raizaday, A., Manne, N., Kumar, H.S. & Kumar, S.N. 2014, Development of mucoadhesive nanoparticulate system of ebastine for nasal drug deliery, Trop J Pharm Res, 13(7): 1013 – 1019.

Korolev, I.O. 2014, Alzheimer’s disease: a clinical and basic science review, MSRJ, 4: 24 – 33.

Kurniawan, E. 2012, ‘Preparasi dan karakterisasi nanopartikel sambung silang kitosan-natrium tripolifosfat dalam gel verapamil hidroklorida’, Skripsi, S.Farm., Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia.

(31)

118

Laili, H.N., Winarti, L., Oktora, L. & Kumala, R. 2014, Preparasi dan karakterisasi nanopartikel kitosan-naringenin dengan variasi rasio massa kitosan-natrium tripolifosfat, Jurnal Pustaka Kesehatan, 2(2): 308 – 313.

Leadley, D. 2010, Transmission Electron Microscopy (TEM), diakses pada tanggal 15 Mei 2017, <https://www2.warwick.ac.uk/fac/sci/physics/current-/postgraduate/regs/mpags/ex5/techniques/structural/tem/>.

Leblanc, G.E., Secco, R.A. & Kostic, M. 1999, Viscocity Measurement, CRC Press, Boca Raton, USA.

Leelapornpisid, P., Leesawat, P., Natakarnkitkul, S. & Rattanapanadda, P. 2010, Application of chitosan for preparation of abutin nanoparticles as skin whitening, Journal of Metals, Materials and Minerals, 20(3): 101-105. Li, P., Dai, Y.N., Zhang, J.P., Wang, A.Q. & Wei, Q. 2008, Chitosan-alginate

nanoparticles as a novel drug delivery system for nifedipine, IJBS, 4(3): 221-228.

Liu, S. & Ho, P.C. 2017, Formulation optimization of scutellarin-loaded HP-β-CD/chitosan nanoparticles using response surface methodology with Box– Behnken design, AJPS, 12(4): 378 – 385.

MalvernInstrument. 2015, Ten ways to control rheology by changing particle properties (size, zeta potential and shape), Whitepaper, 1–7.

Manish, K. & Kulkarni. 2013, Development and process optimization of variables for preparation of novel polymeric nanoparticles containing cromolyn sodium, IJPT, 1(1): 5089 – 5099.

Marliana, S.D., Suryanti, V. & Suyono. 2005, Skrining fitokimia dan analisis kromatografi lapis tipis komponen kimia buah labu siam (Sechium edule

Jacq. Swartz.) dalam ekstrak etanol, Biofarmasi, 3(1): 26 – 31.

Martien, R., Adhyatmika, Irianto, I.D.K., Farida, V. & Sari, D.P. 2012, Perkembangan teknologi nanopartikel dalam sistem penghantaran obat,

Majalah Farmaseutik, 8(1): 133 – 144.

Medina, L.S., Gomez, A.G., Ortega, F.R., Sousa, I. M.O., Queiroz, N.C.A., Jorge, M.P., et al. 2015, Chitosan–tripolyphosphate nanoparticles as arrabidaea chica standardized extract carrier: synthesis, characterization, biocompatibility, and antiulcerogenic activity, Int J Nanomedicine, 10: 3897 – 3909.

Mohanraj, V. & Chen, Y. 2006, Nanoparticles–a review tropical, J Pharm Res, 5(1): 561 – 573.

Montgomery, D.C. 2001, Design and analisis of experiments, 5th edition, John

Wiley & Sons Inc, New York, USA.

Murthy, P.N. Devi, M.V., Sahoo, S.K., Mahapatra A.K. & Khandai, M. 2015, Evaluation of sedimentation stability in paracetamol suspensions with plantago ovata mucilage as suspending agent using near-infrared transmission measurements, Scholars Research Library, 7(7): 85 – 96.

(32)

119

Nahumury, F.E. 2009, ‘Rekayasa nanofluida berbasis TiO2 sebagai media

pendingin pada sistem penukar kalor’, Skripsi, S.T., Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Depok, Jakarta.

Nanda, R.K., Patil, S.S. & Navathar, D.A. 2012, Chiotsan nanoparticles loaded with thiocolchicoside, Der Pharma Chemica, 4(4): 1619 – 1625.

Naveed, S., Qamar, F., Abbas, S.S., Safdar, S., Ameer, S. & Idrees, U. 2015, Estimation and analysis of mefenamic acid suspension: a proportional investigation, SOJ Pharmacy & Pharmaceutical Sciences, 3(2): 1 – 3. Narhi, L. O., Schmit, J., Bechtold-Peters, K. & Sharma, D. 2011, Classification of

protein aggregates, J Pharm Sci, 101(2): 93 – 498.

Niewiadomska, G., Pazera, M.B. & Riedel, G. 2009, The septo-hippocampal system, learning and recovery of function, Progress in

Neuro-Psychopharmacology and Biological Psychiatry, 33(5): 791 – 805.

Nisa, G.K., Nugroho, W.A. & Hendrawan, Y. 2014, Ekstraksi daun sirih merah (Piper crocatum) dengan metode microwave assisted extraction (MAE).

Jurnal Bioproses Komoditas Tropis, 2(1): 72 – 78.

Nugroho, A.K., Binnarjo, A., Hakim, A.R. & Ermawati, Y. 2014, Compartmental modeling approach of losartan transdermal transport in vitro, Indonesian

J.Pharm, 25(1): 31 – 38.

Nurmaya, U.M., Sunaryo, S., Irhamah & Akbar, M.S. 2013, Optimiasasi multirespon dengan menggunakan metode hybrid fuzzy goal programming dan genetic algorithm, Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi

XVIII, 1 – 11.

Nurmiah, S., Syarief, R., Sukarno, Peranginangin, R. & Nurtama, B. 2012, Aplikasi response surface methodology pada optimalisasi kondisi proses pengolahan alkali treated cottonii (ATC), JPB Kelautan dan Perikanan, 8(1): 9 – 22. Octavia, M.D., Halim, A. & Indriyani, R. 2012, Pengaruh ukuran partikel terhadap

sifat-sifat tabelt metronidazol, Jurnal Farmasi Higea, 4(2): 74 – 92. Pal, S.L., Jana, U., Manna, P.K., Mohanta, G.P. & Manavalan, R. 2011,

Nanoparticles–an overview of preparation and characterization, JAPS, 1(6): 228 – 234.

Patel, J.K. & Jivani, N.P. 2009, Chitosan based nanoparticles in drug delivery.

IJPSN, 2(2): 517 – 522.

Patil, P. & Bhoskar, M. 2014, Optimization and evaluation of spray dried chitosan nanoparticles containing doxorubicin, International Journal of Current

Pharmaceutical Research, 6(2): 7 – 15.

Pawar, N. & Chaudhary, H. 2015, Non-pressurized topical spray of diclofenac diethylamine, IJAP, 4(4): 40 – 48.

Petros, R.A. & Desimone, J.M. 2010, Strategies in the design of nanoparticles for therapeutic applications, Nature Reviews, 9(7): 615 – 627.

(33)

120

Phaniendra, A., Jestadi, D.B. & Periyasamy, L. 2015, Free radicals: properties, sources, targets, and their implication in various diseases. Indian Journal of

Clinical Biochemistry, 30(1): 11 – 26.

Pramod, K., Tahir, M.A., Charoo. N.A., Ansari. S.H. & Ali, J. 2016, Pharmaceutical product development: A quality by design approach, Int J Pharma Investig, 6(3): 129 – 138.

Pratiwi, E. 2010, ‘Perbandingan metode maserasi, remaserasi, perkolasi, dan reperkolasi dalam ekstraksi senyawa aktif andrographolide dari tanaman sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees)’, Skripsi, S.Agr., Program Studi Agroteknologi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.

Pires, A., Fortuna, A., Alves, G. & Falcao, A. 2009, Intranasal drug delivery:how, why, and what for?, J Pharm Pharm Sci, 12(3): 288-311.

Prasetyo & Inoriah, E. 2013, Pengelolaan budidaya tanaman obat-obatan

(simplisia), Percetakan Fakultas Pertanian UNIB, Bengkulu, Indonesia.

Prisiska, F. 2012, Pengaruh kitosan terhadap sifat elongasi dan kekuatan regang biomembran penutup luka, Farmasains, 1(5), 252 – 259.

Putri, D.D., Nurmagustina, D.E. & Chandra, A.A. 2014, Kandungan total fenol dan aktivitas antibakteri kelopak buah rosela merah dan ungu sebagai kandidat feed additive alami pada broiler, Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 14(3): 174 – 180.

Qiu, P., Cui, M., Kang, K., Park, B., Son, Y., Khim, E., et al. 2014, Application of Box-Behnken design with response surface methodology for modeling and optimizing ultrasonic oxidation of arsenite with H2O2, Central European

Journal of Chemistry, 12(2): 164 – 172.

Ramadhan, L.O.A.N., Radiman, C.L., Wahyuningrum, D., Suendo, V., Ahmad, L.O. & Valiyaveetil, S. 2010, Deasetilasi kitin secara bertahap dan pengaruhnya terhadap derajat deasetilasi serta massa molekul kitosan,

Jurnal Kimia Indonesia, 5(1): 17 – 21.

Rani, A.P., Sivannarayana, P., Abbulu, K. & Saikishore, V. 2014, Design and charecterisation of anastrazole loaded chitosan nanoparticles by ionic gelation method, RJPBCS, 5(2069): 2069 – 2078.

Roessiana, D.L., Setiyadi & Sandy, B.H. 2014, Model persamaan faktor koreksi pada proses sedimentasi dalam keadaan free settling, Jurnal Sains Dan

Teknologi Lingkungan, 6(2): 98 – 106.

Rowe, R.C., Sheskey, P.J. & Quinn, M.E. 2009, Handbook of pharmaceutical

excipients, 6th edition, Pharmaceutical Press, London, UK.

Ruby, J.J. & Pandey, V.P. 2014, Chitosan nanoparticles as a nasal drug delivery for memantine hydrochloride, Int J Pharm Pharm Sci, 7(1): 34 – 37.

Sachan, A.K. & Singh, S. 2014, Nanoparticles: Nasal delivery of drugs, IJPRS, 3: 33 – 44.

(34)

121

Saifudin, A., Rahayu, V. & Turena, H.Y. 2011, Standarisasi bahan obat alam, Graha Ilmu, Yogyakarta, Indonesia.

Sa’adah, H. & Nurhasnawati, H. 2015, Perbandingan pelarut etanol dan air pada pembuatan ekstrak umbi batang tiwai (Eleutherine americana Merr) menggunakan metode maserasi, Jurnal Ilmiah Manuntung, 1(2): 149 – 153. Sapri, Fitriani, A. & Narulita, R. 2014, Pengaruh ukuran serbuk simplisia terhadap

rendemen ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode maserasi, Jurnal Nasional Kimia, 3(1):1 – 4.

Saputra, D.A., Rahman, A. & Kusumawati, I. 2015, Aktivitas penghambat asetilkolinesterase ekstrak etanol 96% daun Syzygium cumini, Syzygium

aromaticum, Syzygium polyanthum dan Syzygium aquaeum, Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 2(1): 31 – 33.

Shah, B.M., Misra, M., Shishoo, C.J. & Padh, H. 2013, Nose to brain microemulsion-based drug delivery system of rivastigmine: Formulation and ex-vivo characterization, Journal Drug Delivery, 22(7): 918 – 930. Shargel, L., Wu-Pong, A. & Yu, A.B.C. 2012. Biofarmasetika & farmakokinetika

terapan, edisi ke-5, Percetakan Universitas Sriwijaya, Surabaya, Indonesia.

Shukla, J.B. & Patel, S.J. 2010, Formulation and evaluation of self micro emulsifying system of candesartan cilexetil, Int J Pharm Pharm Sci, 2(4): 2 – 5.

Singh, R. & Liliard, J.W.L. 2009, Nanoparticle-based targeted drug delivery,

National Institutes of Health, 86(3): 215 – 223.

Sjahfirdi, L., Aldi, N., Maheshwari, H. & Astuti, P. 2015, Aplikasi Fourier

Transform Infrared (FTIR) dan pengamatan pembengkakan genital pada

spesies primata, lutung jawa (Trachypithecus auratus) untuk mendeteksi masa subur, Jurnal Kedokteran Hewan, 9(2): 156 - 160.

Sood, S., Jain, K. & Gowthamarajan, K. 2013, Curcumin-donepezil–loaded nanostructured lipid carriers for intranasal delivery in an Alzheimer’s disease model, Alzheimer’s Dement, 9(4): P299.

Stoica, R., Somoghi, R. & Ion, R. 2013, Preparation of chitosan-triplyphosphate nanoparticles for the encapsulation of polyphenols extracted from rose hips,

Dig J Nanomater Bios, 8(3): 955 – 963.

Subaktyo, B. 2013, Terapi pete untuk kesehatan, kehidupan, kebahagian, dan

kesejahteraan, PT. Agromedia Pustaka, Jakarta, Indonesia.

Sugita, P., Ambarsari, L. & Farichah, F. 2013, Increasing amount and entrapment efficiency of chitosan-ketoprofen nanoparticle using ultrasonication method with varied time and amplitude, IJRRAS, 14(3):612-618.

Sugiyono. 2006, Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D, PT. Alfabeta, Bandung, Indonesia.

(35)

122

Sunena, Mishra, D., Singh, S.K. & Kumar, A. 2016, Development and characterization of zolmitriptan loaded thiolated chitosan nanoparticles for intranasal drug delivery, The Pharma Innovation Journal, 5(7): 19 – 23. Suyudi, S.D. 2014, ‘Formulasi gel semprot menggunakan kombinasi karbopol 940

dan hidroksipropil metil selulusa (HPMC) sebagai pembentuk gel’, Skripsi, S.Farm., Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia.

Syaefudin, Juniarti, A., Rosiyana, L., Setyani, A. & Khodijah, S. 2016, Nanoparticles of Selaginella doederleinii leaf extract inhibit human lung cancer cells A549, IOP Science, 31: 1 – 5.

Thal, D.M., Sun, B., Feng, D., Nawaratne, V., Leach, K., Felder, C.C., et al. 2016, Crystal structures of the M1 and M4 muscarinic acetylcholine receptors,

Nature, 531(4): 1 – 8.

Thorat, S. 2016, Formulation and product development of nasal spray: An overview. SJAMS, 4(8D): 2976 – 2985.

Taurina, W., Sari, R., Hafinur, U., Wahdaningsih, S. & Isnindar. 2017, Optimasi kecepatan dan lama pengadukan terhadap ukuran nanopartikel kitosan-ekstrak etanol 70 % kulit jeruk siam (Citrus Nobilis L .Var Microcarpa) optimization of stirring speed and stirring time toward, Traditional

Medicine Journal, 22(1): 16–20.

Tian, X., Nejadnik, M.R., Baunsgaard, D., Henriksen, A., Rischel, C. & Jiskoot, W. 2016, A comprehensive evaluation of nanoparticle tracking analysis (nanosight) for characterization of proteinaceous submicron particles, J

Pharm Sci, 1 – 10.

Trows, S., Wuchner, K., Spycher, R. & Steckel, H. 2014, Analytical challenges and regulatory requirements for nasal drug products in europe and the U.S.,

Pharmaceutics, 6(2): 195 – 219.

Tsai, M., Fu, Y., Lin, Y., Huang, Y. & Wu, P. 2014. Modified franz diffusion cell, diakses pada tanggal 2 Oktober 2017, <https://figshare.com/ articles/Modified_Franz_diffusion_cell_/1120086>.

Tuppo, E.E. & Forman, L.J. 2001, Free radical oxidative damage and Alzheimer’s disease, Journal Am Osteopath Assoc, 101(12): 11-15.

United States Pharmacopeial (USP) Convention. 2009, United States

pharmacopeia and national formulary: Description and solubility, 32nd

edition, United States Pharmacopeial, Amerika Serikat.

United States of Agriculture. 2016, Parkia speciosa Hassk., diakses pada tanggal

15 Januari 2017, <https://www.plants.usda.gov/core/profile?sym-bol=PASP15>.

ValTech Diagnostics. 2014, Ethyl ethanol 70%, diakses pada tanggal 1 September 2017, < http://www.labchem.com/tools/msds/msds/VT270.pdf>

Figur

Memperbarui...

Related subjects :