PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 JUNI 2013 DAN 31 DESEMBER 2012, 2011 DAN 2010 (AUDITAN) DAN PERIODE 6 (ENAM) BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2013 (AUDITAN) DAN 2012 (REVIU) DAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2012, 2011 DAN 2010 (AUDITAN)
DAN
D A F T A R I S I
Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan atas Reviu Informasi Keuangan
Ekshibit
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim A
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Interim B
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim C
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim D
30 Juni
Catatan 2 0 1 3 2 0 1 2 2 0 1 1 2 0 1 0
A S E T A SET LA NCA R
Kas dan setara kas 2d,e,f,3 1.201.179 507.253 499.552 1.047.454 Rekening yang ditentukan penggunaannya 2d,e,f,4,25 335.282 197.561 113.587 52.349 I nvestasi 2e,9 1.210 1.442 16.870 26.042 Piutang usaha - Pihak ketiga
(setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 13.190 pada
30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012) 2e,g,y ,5 252.627 154.056 149.203 130.733 Piutang lain-lain - Pihak ketiga 2e,g,6 27.533 12.559 9.997 13.411
Uang muka penyertaan saham 7 - - 2.900
-Uang muka pembelian kembali saham 8,47a 250.000 292.500 -
-Pendapatan yang masih harus diterima 2e,m,10 461.825 320.321 197.610 143.578 Persediaan dan perlengkapan 2s,11 311.437 228.771 33.545 47.321 Uang muka dan beban dibayar di muka 2m,12 93.134 85.388 92.949 43.171 Pajak dibayar di muka 2n,21a,47b 503.553 500.378 70.055 38.977
Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual 2v,18 - 1.000 -
-Jumlah A set Lanc ar 3.437.780 2.301.229 1.186.268 1.543.036 A SET TIDA K LA NCA R
Aset pajak tangguhan - Bersih 2n,21d 228.273 107.163 13.006 7.134 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp 77.412; Rp 66.404;
Rp 52.892; dan Rp 33.224 masing-masing 2h,k , pada 30 Juni 2013, 31 Desember
2012, 2011 dan 2010 t,y ,13,35 91.200 87.100 383.713 207.550 Properti investasi - nilai wajar 2i,j,t,14,31 11.787.075 10.363.924 4.283.000 2.824.607
Goodwill - nilai wajar 2q,39 677.169 677.169 677.169 467.236
Sewa lahan jangka panjang 15 728.777 618.953 244.127 96.869 Uang jaminan 16 3.864 3.043 2.526 2.487
Beban ditangguhkan 17 - - - 1.826
Taksiran klaim pajak penghasilan 2n 1.978 1.978 1.978 1.978 Tagihan derivatif 2d,e,33a 317.468 152.225 83.173 23.719 Aset tidak lancar lainnya 2t,x,39 4.425 4.699 5.246 -Jumlah A set Tidak Lanc ar 13.840.229 12.016.254 5.693.938 3.633.406
JUMLA H A SET 17.278.009 14.317.483 6.880.206 5.176.442
31 Desember
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
30 Juni
Catatan 2 0 1 3 2 0 1 2 2 0 1 1 2 0 1 0
LIA BILITA S DA N EKUITA S LIA BILITA S JA NGKA PENDEK
Utang usaha - Pihak ketiga 2d,e,19 162.565 252.668 77.204 81.270 Utang lain-lain - Pihak ketiga 2e,20 23.253 18.005 36.114 14.700 Utang pajak 2n,y ,21b 105.560 122.320 68.427 71.856 Pendapatan yang diterima di muka 2m,22 545.405 209.224 136.388 124.677 Beban yang masih harus dibayar 2e,m,23 970.382 721.825 308.101 105.182 Pinjaman jangka panjang - bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Sewa pembiayaan 2e,k ,24 2.863 2.440 1.723 2.110 Pihak ketiga 2d,e,25 794.832 855.532 241.789 59.353
Jumlah Liabilitas Jangk a Pendek 2.604.860 2.182.014 869.746 459.148
LIA BILITA S JA NGKA PA NJA NG
Utang kepada pihak-pihak berelasi 2c ,e,32 - - 40.000 41.600
Liabilitas pajak tangguhan - Bersih 2n,21d - 416 416 10.064 Cadangan imbalan pasca-kerja 2l,y ,37 24.385 18.501 10.994 10.439 I nvestasi bersama jangka panjang 27 245 267 341 922
Goodwill negatif - setelah dikurangi akumulasi
amortisasi sebesar Rp 2.353 pada
31 Desember 2010 2q,39 - - - 6.472
Surat utang jangka panjang 2d,e,26 2.911.362 - -
-Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Sewa pembiayaan 2e,k ,24 6.619 7.297 4.677 3.826 Pihak ketiga 2d,e,25 6.751.707 7.863.595 3.248.823 2.325.444
Jumlah Liabilitas Jangk a Panjang 9.694.318 7.890.076 3.305.251 2.398.767
Jumlah Liabilitas 12.299.178 10.072.090 4.174.997 2.857.915
31 Desember
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
30 Juni
Catatan 2 0 1 3 2 0 1 2 2 0 1 1 2 0 1 0
EKUITA S Modal saham
Pada 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham. Modal dasar sebanyak 14.420.120.000 saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh: Pada 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebanyak 4.796.526.199 saham. Pada 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebanyak
4.556.699.889 saham. 28 479.653 479.653 455.670 455.670 Tambahan modal disetor - Bersih 2u,o,29 1.721.729 1.916.959 1.183.858 1.185.098 Pendapatan komprehensif lainnya 33 ( 19.395) ( 101.919) 14.558 -Selisih transaksi perubahan ekuitas
entitas anak 2p,33 - - - 12.505
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 2c ,o,30 - ( 2.008) ( 2.008) ( 2.008) Saldo laba
Cadangan wajib 30.100 20.100 10.100 100 Belum ditentukan penggunaannya 2.515.531 1.681.807 849.872 492.959 Jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 4.727.618 3.994.592 2.512.050 2.144.324 Kepentingan non-pengendali 2b,40 251.213 250.801 193.159 174.203
Jumlah Ek uitas 4.978.831 4.245.393 2.705.209 2.318.527
JUMLA H LIA BILITA S DA N EKUITA S 17.278.009 14.317.483 6.880.206 5.176.442 31 Desember
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
Catatan 2 0 1 3 2 0 1 2 2 0 1 2 2 0 1 1 2 0 1 0 PENDA PA TA N 2m,34 1.271.386 647.222 1.715.421 970.026 671.360 BEBA N POKOK PENDA PA TA N 2m,35 180.311 95.675 263.837 143.262 98.196
LA BA KOTOR 1.091.075 551.547 1.451.584 826.764 573.164
BEBA N USA HA 2m,36 120.103 75.362 171.195 119.278 86.877 LA BA DA RI OPERA SI 970.972 476.185 1.280.389 707.486 486.287 PENDA PA TA N (BEBA N) LA IN-LA IN
Kenaikan nilai wajar atas properti investasi 2i,14,31 438.017 46.393 258.542 99.889 209.569 Pendapatan bunga 5.539 2.770 16.715 16.149 6.159 Laba (rugi) pelepasan aset 2h,13 707 197 464 ( 150) 136
Amortisasi aset lainnya - Bersih 2q,39 - ( 274) - - ( 22.724)
Penurunan nilai wajar goodwill 2q,39 - - - ( 8.687)
-Pencadangan kerugian penurunan
nilai piutang 2e,g,5 - - ( 13.190) -
-Rugi selisih kurs - Bersih 2d ( 118.776) ( 16.163)( 84.103) ( 14.321) ( 17.515) Beban keuangan - Bunga 2e,25,26 ( 324.152) ( 154.377)( 467.482) ( 246.597)( 226.325) Beban keuangan - Lainnya 2e,25,26 ( 82.229) ( 19.352)( 67.358) ( 24.176) ( 66.755) Lainnya - Bersih ( 9.333) 4.915 ( 10.729) ( 16.645) ( 9.535) Beban Lain-lain - Bersih ( 90.227) ( 135.891)( 367.141) ( 194.538)( 126.990) LA BA SEBELUM PA JA K PENGHA SILA N 880.745 340.294 913.248 512.948 359.297 MA NFA A T (BEBA N) PA JA K PENGHA SILA N 2n,y ,21c ,d
K i n i ( 63.064) ( 31.109)( 79.990) ( 35.195) ( 22.091) Tangguhan 121.526 2.424 94.157 14.595 2.172 Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - Bersih 58.462 ( 28.685) 14.167 ( 20.600) ( 19.919) LA BA BERSIH PERIODE / TA HUN BERJA LA N 939.207 311.609 927.415 492.348 339.378
31 Desember (1 tahun) 30 Juni (6 bulan)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
Catatan 2 0 1 3 2 0 1 2 2 0 1 2 2 0 1 1 2 0 1 0 LA BA BERSIH PERIODE / TA HUN BERJA LA N 939.207 311.609 927.415 492.348 339.378
PENDA PA TA N KOMPREHENSIF LA IN
Cadangan lindung nilai arus kas 33a 87.148 ( 123.996)( 105.819) 2.143 12.584 Penurunan nilai wajar investasi - tersedia
untuk dijual 33b ( 232) - - -
-Selisih translasi atas mata uang asing 33c 201 - - -
-Pe ndapatan Komprehensif Lain - Bersih 87.117 ( 123.996)( 105.819) 2.143 12.584 JUMLA H PENDA PA TA N KOMPREHENSIF
PERIODE / TA HUN BERJA LA N 1.026.324 187.613 821.596 494.491 351.962 Jumlah laba bersih periode/tahun
be rjalan y ang dapat diatribusik an k epada:
Pemilik entitas induk 843.724 282.913 841.935 474.358 326.729 Kepentingan non-pengendali 2b,40 95.483 28.696 85.480 17.990 12.649
Jumlah 939.207 311.609 927.415 492.348 339.378
Jumlah laba k omprehensif periode/tahun be rjalan y ang dapat diatribusik an k epada:
Pemilik entitas induk 926.248 181.890 745.869 476.411 339.234 Kepentingan non-pengendali 100.076 5.723 75.727 18.080 12.728
Jumlah 1.026.324 187.613 821.596 494.491 351.962
LA BA RUGI BERSIH PER SA HA M DA SA R Y A NG DA PA T DIA TRIBUSIKA N KEPA DA PEMEGA NG SA HA M BIA SA
ENTITA S INDUK (nilai penuh) 2r,41 175,90 62,09 180,80 104,10 84,56 31 Desember (1 tahun) 30 Juni (6 bulan)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
Selisih
Tambahan transaksi Selisih Penurunan nilai
mo dal perubahan translasi w ajar investasi - Belum Jumlah Kepentingan Jumlah
disetor - ek uitas atas mata tersedia untuk Cadangan ditentuk an ekuitas no n- ekuitas
Modal saham Bersih entitas anak uang asing dijual w ajib penggunaanny a Perusahaan pengendali ko nsolidasian
Saldo per 1 Januari 2013 479.653 1.914.951 ( 91.261) 29 ( 10.687) 20.100 1.681.807 3.994.592 250.801 4.245.393
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali
(Catatan 8,29) - ( 192.836) - - - ( 192.836)( 99.664)( 292.500)
Penyesuaian perubahan kepemilikan efektif
pada entitas anak (Catatan 33) - - 777 - ( 777) - - - -
-Cadangan umum - - - 10.000 ( 10.000) - -
-Selisih transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali (Catatan 30) - ( 386) - - - ( 386) - ( 386)
Cadangan lindung nilai arus kas (Catatan 33a) - - 82.497 - - - - 82.497 4.651 87.148
Penurunan nilai wajar investasi
-tersedia untuk dijual - - - - ( 174) - - ( 174)( 58)( 232)
Selisih translasi atas mata uang asing - - - 201 - - - 201 - 201
Laba komprehensif periode berjalan (6 bulan) - - - 843.724 843.724 95.483 939.207
Saldo per 30 Juni 2013 479.653 1.721.729 ( 7.987) 230 ( 11.638) 30.100 2.515.531 4.727.618 251.213 4.978.831
Catatan 28 Catatan 29 Catatan 33 Catatan 33 Catatan 33 Catatan 38 Catatan 40
Pendapatan ko mprehensif lainny a Saldo laba
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
Tambahan Selisih transak si
modal perubahan Selisih nilai transak si Belum Jumlah Kepentingan Jumlah
disetor - ekuitas entitas restruk turisasi Cadangan ditentuk an ek uitas non- ek uitas Modal saham Bersih anak entitas sepengendali w ajib penggunaanny a Perusahaan pengendali k onsolidasian
Saldo per 1 Januari 2012 455.670 1.183.858 14.558 ( 2.008) 10.100 849.872 2.512.050 193.159 2.705.209
Cadangan umum - - - - 10.000 ( 10.000) - - -Pendapatan komprehensif lainnya - - ( 101.023) - - - ( 101.023) ( 22.973) ( 123.996)
Laba komprehensif periode berjalan (6 bulan) - - - 282.913 282.913 28.696 311.609
Saldo per 30 Juni 2012 455.670 1.183.858 ( 86.465)( 2.008) 20.100 1.122.785 2.693.940 198.882 2.892.822
Catatan 28 Catatan 29 Catatan 33 Catatan 30 Catatan 38 Catatan 40
Pendapatan k omprehesif lainny a Saldo laba
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
Se lisih Se lisih nilai
Tambahan transak si Penurunan nilai transaksi
mo dal perubahan Se lisih w ajar investasi - re strukturisasi Be lum Jumlah Ke pentingan Jumlah
dise to r - e kuitas entitas translasi atas terse dia untuk e ntitas Cadangan dite ntuk an e kuitas non- e kuitas
Modal saham Bersih anak mata uang asing dijual sepengendali w ajib penggunaanny a Pe rusahaan pe nge ndali ko nso lidasian
Saldo per 1 Januari 2012 455.670 1.183.858 14.558 - - ( 2.008) 10.100 849.872 2.512.050 193.159 2.705.209
Setoran modal (Catatan 28,29) 23.983 733.101 - - - 757.084 - 757.084
Cadangan umum - - - 10.000 ( 10.000) - -
-Cadangan lindung nilai arus kas - - ( 105.819) - - - ( 105.819)( 27.838)( 133.657)
Penurunan nilai wajar investasi
-tersedia untuk dijual - - - - ( 10.687) - - - ( 10.687) - ( 10.687)
Selisih translasi atas mata uang asing - - - 29 - - - - 29 - 29
Laba komprehensif tahun berjalan (1 tahun) - - - 841.935 841.935 85.480 927.415
Saldo per 31 Desember 2012 479.653 1.916.959 ( 91.261) 29 ( 10.687)( 2.008) 20.100 1.681.807 3.994.592 250.801 4.245.393
Catatan 28 Catatan 29 Catatan 33 Catatan 33 Catatan 33 Catatan 30 Catatan 38 Catatan 40
Pendapatan ko mprehesif lainny a Saldo laba
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
Selisih Selisih nilai
Tambahan transak si transak si
modal perubahan restruk turisasi Belum Jumlah Kepentingan Jumlah
disetor - ek uitas entitas entitas Cadangan ditentuk an ek uitas non- ekuitas
Modal saham bersih anak sepengendali w ajib penggunaanny a Perusahaan pengendali k onsolidasian
Saldo per 1 Januari 2011 455.670 1.185.098 12.505 ( 2.008) 100 492.959 2.144.324 174.203 2.318.527
Penyesuaian saldo goodwill negatif - - - 6.472 6.472 - 6.472
Biaya emisi saham - ( 1.240) - - - - ( 1.240) - ( 1.240)
Cadangan umum - - - - 10.000 ( 10.000) - -
-Pembagian dividen tunai (Catatan 39) - - - ( 113.917)( 113.917)( 149)( 114.066)
Cadangan lindung nilai arus kas - - 2.053 - - - 2.053 1.115 3.168
Laba komprehensif tahun berjalan (1 tahun) - - - 474.358 474.358 17.990 492.348
Saldo per 31 Desember 2011 455.670 1.183.858 14.558 ( 2.008) 10.100 849.872 2.512.050 193.159 2.705.209
Catatan 28 Catatan 29 Catatan 33 Catatan 30 Catatan 38 Catatan 40
Pendapatan k omprehesif lainny a Saldo laba
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
Selisih Selisih nilai
Tambahan transaksi transak si
modal perubahan restruk turisasi Belum Jumlah Kepentingan Jumlah
disetor - ekuitas entitas entitas Cadangan ditentukan ek uitas non- ek uitas
Modal saham bersih anak sepengendali w ajib penggunaanny a Perusahaan pengendali konsolidasian
Saldo per 1 Januari 2010 360.503 - - ( 2.008) 100 166.230 524.825 17.019 541.844
Setoran modal tunai 95.167 1.246.133 - - - - 1.341.300 2.881 1.344.181
Biaya emisi saham - ( 61.035) - - - - ( 61.035) - ( 61.035)
Tambahan kepentingan non-pengendali
dari akuisisi entitas anak - - - 141.128 141.128
Selisih transaksi perubahan
ekuitas entitas anak - - 12.505 - - - 12.505 526 13.031
Laba komprehensif tahun berjalan (1 tahun) - - - 326.729 326.729 12.649 339.378
Saldo per 31 Desember 2010 455.670 1.185.098 12.505 ( 2.008) 100 492.959 2.144.324 174.203 2.318.527
Catatan 28 Catatan 29 Catatan 33 Catatan 30 Catatan 38 Catatan 40
Pendapatan k omprehesif lainny a Saldo laba
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
2 0 1 3 2 0 1 2 2 0 1 2 2 0 1 1 2 0 1 0 A RUS KA S DA RI A KTIV ITA S OPERA SI
Penerimaan kas dari pelanggan 1.328.603 627.061 1.648.054 917.314 588.423 Penerimaan jasa giro dan bunga deposito 5.539 2.770 16.715 16.149 6.159 Penempatan deposito jaminan - ( 559) ( 518) 961 ( 996) Pembayaran pajak penghasilan ( 56.411) ( 24.220) ( 56.873) ( 43.121) ( 26.149) Pembayaran kas ke karyawan ( 74.237) ( 42.457) ( 73.416) ( 64.812) ( 42.754) Pembayaran kas ke pemasok ( 260.852) ( 158.887) ( 257.210) ( 195.167) ( 177.859) A rus k as be rsih diperole h dari
ak tivitas ope rasi 942.642 403.708 1.276.752 631.324 346.824
A RUS KA S DA RI A KTIV ITA S INV ESTA SI
Hasil penjualan aset tetap 906 14.592 14.954 372 201
Pencairan (penempatan) deposito berjangka - - - 9.173 ( 9.332)
Penambahan aset tetap ( 15.365) ( 8.481) ( 32.527) ( 36.536) ( 39.230) Pembelian dan sewa atas lahan ( 158.206) ( 98.410) ( 459.246) ( 200.055) ( 88.723) Akuisisi dan penyertaan saham ( 250.000) - ( 304.605) ( 208.052) ( 151.851) Pembayaran pajak pertambahan nilai
akuisisi menara - - ( 385.944) -
-Penambahan properti investasi ( 806.869) ( 481.253) ( 4.404.985) ( 1.049.216) ( 526.597) A rus k as be rsih y ang digunak an untuk
ak tivitas investasi ( 1.229.534) ( 573.552) ( 5.572.353) ( 1.484.314) ( 815.532)
A RUS KA S DA RI A KTIV ITA S PENDA NA A N
Penerbitan surat utang jangka panjang 2.903.400 - - -
-Pencairan pinjaman bank 345.555 3.804.600 5.344.861 1.142.224 3.167.567
Setoran modal - - - - 1.344.186
Biaya penawaran umum perdana saham - - - ( 1.240) ( 59.715)
Pembayaran kepada pihak berelasi - - - ( 1.600) ( 2.151)
Pembayaran dividen - - - ( 114.068)
-Pembayaran pinjaman kepada pihak ketiga ( 22) ( 19.073) ( 74) ( 580) ( 166.415) Pembayaran sewa pembiayaan ( 1.334) ( 2.065) ( 3.579) ( 2.920) ( 2.143) Pembayaran bunga dan biaya pinjaman bank /
surat utang jangka panjang ( 498.185) ( 232.317) ( 674.429) ( 265.020) ( 325.718) Pembayaran pinjaman bank ( 1.630.875) ( 136.334) ( 279.503) ( 390.470) ( 2.497.035) A rus k as be rsih diperole h dari
ak tivitas pendanaan 1.118.539 3.414.811 4.387.276 366.326 1.458.576 KENA IKA N (PENURUNA N) BERSIH KA S 831.647 3.244.967 91.675 ( 486.664) 989.868
30 Juni (6 bulan) 31 De se mber (1 tahun)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
2 0 1 3 2 0 1 2 2 0 1 2 2 0 1 1 2 0 1 0 KENA IKA N (PENURUNA N) BERSIH KA S (Lanjutan) 831.647 3.244.967 91.675 ( 486.664) 989.868
KA S PA DA A W A L PERIODE / TA HUN
Kas dan setara kas 507.253 499.553 499.552 1.047.454 48.445 Rekening yang ditentukan penggunaannya 197.561 113.587 113.587 52.349 61.490 Jumlah 704.814 613.140 613.139 1.099.803 109.935 REKENING Y A NG DITENTUKA N PENGGUNA A NNY A
PA DA A KHIR PERIODE / TA HUN ( 335.282) ( 276.213) ( 197.561) ( 113.587) ( 52.349) KA S DA N SETA RA KA S PA DA
A KHIR PERIODE / TA HUN 1.201.179 3.581.894 507.253 499.552 1.047.454 31 Desember (1 tahun) 30 Juni (6 bulan)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
1. U M U M
a. Pendirian Perusahaan
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“Perusahaan”), berdomisili di Jakarta Selatan, didirikan berdasarkan akta Notaris No. 14 tanggal 8 Nopember 2004 yang dibuat di hadapan Notaris Dewi Himijati Tandika, SH, Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-28415HT.01.01.TH.2004 tanggal 12 Nopember 2004. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta Notaris No. 9 tanggal 6 September 2012, dibuat dihadapan Aryanti Artisari, SH, MKN., Notaris di Jakarta, mengenai antara lain penerbitan saham dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor. Perubahan anggaran dasar tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-37272 tanggal 17 Oktober 2012.
Berdasarkan pasal 3 dari anggaran dasar Perusahaan, kegiatan usaha utama Perusahaan antara lain menjalankan usaha dalam bidang jasa penunjang telekomunikasi meliputi jasa persewaan dan pengelolaan menara Base
Transceiver Station (BTS), jasa konsultasi bidang instalasi telekomunikasi, serta melakukan investasi atau
penyertaan pada perusahaan lain. Perusahaan memulai kegiatan usahanya pada tahun 2004. Pada saat ini, kegiatan utama Perusahaan adalah melakukan investasi atau penyertaan pada entitas anak.
Perusahaan beralamat di Gedung International Financial Centre lantai 6 Jl. Jenderal Sudirman Kavling 22-23 Jakarta 12920.
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Berdasarkan akta pernyataan keputusan rapat Perusahaan No. 57 tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan menunjuk Bapak Wahyuni Bahar sebagai Komisaris Independen.
Berdasarkan akta pernyataan keputusan rapat Perusahaan No. 126 tanggal 25 April 2012, Bapak Sandiaga Salahudin Uno telah mengundurkan diri sebagai anggota Komisaris Perusahaan. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012
Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Independen : : : : : Edwin Soeryadjaya Winato Kartono Mustofa Herry Tjahjana Wahyuni Bahar Presiden Direktur
Wakil Presiden Direktur Direktur
: : : :
Herman Setya Budi Hardi Wijaya Liong Budianto Purwahjo Helmy Yusman Santoso Direktur tidak terafiliasi : Gusandi Sjamsudin
31 Desember 2011 dan 2010 Presiden komisaris Komisaris Komisaris Independen : : : : : Edwin Soeryadjaya Sandiaga Salahudin Uno Winato Kartono Mustofa Herry Tjahjana Presiden Direktur
Wakil Presiden Direktur Direktur
: : : :
Herman Setya Budi Hardi Wijaya Liong Budianto Purwahjo Helmy Yusman Santoso Direktur tidak terafiliasi : Gusandi Sjamsudin
1. U M U M (Lanjutan)
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (Lanjutan)
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: Ketua Anggota : : : Mustofa Aria Kanaka Ignatius Andy
Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, Perusahaan menunjuk Bapak Helmy Yusman Santoso sebagai Sekretaris Perusahaan.
Sesuai dengan Peraturan No. IX.I.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-496/BL/2008 tanggal 28 November 2008 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal, Perseroan telah memiliki Piagam Audit Internal tanggal 10 Januari 2011 dan telah mengangkat Muhamad Jajuli sebagai Kepala Unit Audit Internal berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 005/TBG-SKP-00/HOC/03/I/2011 tanggal 10 Januari 2011. Jumlah remunerasi yang dibayarkan untuk Dewan Komisaris Perusahaan pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp 2.413; Rp 2.844; Rp 2.532 dan Rp 1.713. Jumlah imbalan jangka pendek yang dibayarkan untuk Dewan Komisaris Perusahaan pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp 2.413; Rp 2.844; Rp 2.532 dan Rp 1.713.
Jumlah remunerasi yang dibayarkan untuk Dewan Direksi Perusahaan pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp 13.562; Rp 15.556; Rp 15.545 dan Rp 10.515. Jumlah imbalan jangka pendek yang dibayarkan untuk Dewan Komisaris Perusahaan pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp 13.562; Rp 15.556; Rp 15.545 dan Rp 10.515.
Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, Perusahaan dan entitas anak memiliki 466 karyawan, 441 karyawan, 404 karyawan dan 365 karyawan (tidak diaudit).
c. Struktur Entitas Anak
Perusahaan mempunyai kepemilikan langsung dan tidak langsung lebih dari 50% saham di entitas anak sebagai berikut:
Dimulainy a Persentase 30 Juni
PT Telenet Internusa 1999 99,50% 275.742 296.889 206.059 174.136 PT United Towerindo
dan ent it as anak 2004 100,00% 424.505 410.378 293.746 298.676 PT Tower Bersama dan entitas anak 2006 98,00% 5.670.363 4.544.543 3.023.308 1.639.366 PT Tower One dan entitas anak 2006 99,90% 1.005.354 652.933 499.672 597.855 PT Tr iaka Bersama 2010 100,00% 97.530 95.689 90.300 46.651 PT Met ric Solusi Integrasi
dan ent it as anak 2010 100,00% 5.364.350 3.988.747 2.564.622 1.964.981 PT Solusi Menara I ndonesia 2011 70,03% 4.744.732 4.180.245 12.000 - * TBG Global Pte Ltd dan entitas anak 2013 100,00% 6.068.285 - * - * - * PT Menara Bersama Terpadu 2013 100,00% 9.980 - * - * - *
*) tidak tersedia karena belum berdiri
Entitas anak kegiatan operasi kepemilikan 2 0 1 1 2 0 1 0
31 Desember 2 0 1 3 2 0 1 2
Jumlah aset sebelum eliminasi
Semua entitas anak berdomisili di Jakarta Selatan dan beralamat yang sama dengan Perusahaan, kecuali TBG Global Pte. Ltd., yang berdomisili di Singapura.
1. U M U M (Lanjutan)
c. Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
Perusahaan melalui entitas anak memiliki kepemilikan tidak langsung lebih dari 50% pada perusahaan-perusahaan sebagai berikut:
Kepemilik an melalui Dimulainy a Persentase 30 Juni
PT Batavia Towerindo PT United Towerindo 2006 89,90% 147.765 141.128 96.176 95.215
PT Prima Media Selaras PT Tower Bersama 2003 100,00% 534.664 576.579 519.683 620.984
PT Bali Telekom PT Tower One 2003 100,00% 596.798 561.419 408.199 506.365
PT Solu Sindo Kr easi Pr at ama PT Metr ic Solusi Integr asi 1999 75,09% 4.583.766 3.861.752 2.437.585 1.835.429
PT Mitr ayasa Sarana Infor masi PT Tower Bersama dan
PT Solu Sindo Kreasi Pratama 2004 100,00% 656.171 608.136 461.784 543.629
PT Towerindo Konvergensi PT Tower Bersama 2009 100,00% 360.278 340.245 131.517 25.187
Tower Ber sama Singapor e Pte Ltd TBG Global Pt e Ltd 2012 100,00% 3.021.655 2.222 - * - *
*) tidak tersedia karena belum berdiri
Entitas anak entitas anak k egiatan operasi k epemilik an 2 0 1 3 2 0 1 1 2 0 1 0
31 Desember 2 0 1 2
Jumlah aset sebelum eliminasi
Berikut adalah keterangan dari masing-masing entitas anak. c.1 PT Telenet Internusa
PT Telenet Internusa (“TI”) adalah suatu Perseroan Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 8 tanggal 6 September 1999, dibuat dihadapan Dr. Wiratni Ahmadi, SH, Notaris di Bandung. Akta Pendirian TI telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-18566.HT.01.01.TH. 2001 tanggal 6 Nopember 2001 dan akta tersebut telah diumumkan dalam Berita Negara No. 15 tanggal 21 Pebruari 2006, Tambahan No. 1896.
Anggaran dasar TI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 82 tanggal 23 Desember 2010, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-01618.AH.01.02 Tahun 2011 tanggal 12 Januari 2011.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar TI, ruang lingkup usaha TI adalah berusaha dalam jasa (kecuali jasa di bidang hukum dan pajak), pembangunan, perdagangan, industri, pertambangan dan transportasi darat. c.2 PT United Towerindo dan entitas anak
PT United Towerindo (“UT”) adalah suatu Perseroan Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 40 tanggal 30 Juni 2004, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta. Akta Pendirian UT telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-18090.HT.01.01.TH.2004 tanggal 20 Juli 2004 dan akta tersebut telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 13 Agustus 2004, Tambahan No. 7930. Anggaran dasar UT telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 84 tanggal 23 Desember 2010, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-05395.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 1 Pebruari 2011.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar UT, ruang lingkup usaha UT adalah berusaha dalam jasa (kecuali jasa di bidang hukum dan pajak), pembangunan, perdagangan, industri, pertambangan dan transportasi darat.
1. U M U M (Lanjutan)
c. Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
c.3 PT Tower Bersama dan entitas anak
PT Tower Bersama (“TB”) adalah suatu Perseroan Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 5 tanggal 4 Juli 2006, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta. Akta Pendirian TB telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C- 20821.HT.01.01.TH.2006 tanggal 17 Juli 2006 dan akta tersebut telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 104 tanggal 29 Desember 2006, Tambahan No.13530. Anggaran dasar TB telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 79 tanggal 23 Desember 2010, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-03025. AH.01.02. Tahun 2011 tanggal 19 Januari 2011.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar TB, ruang lingkup usaha entitas anak adalah berusaha dalam jasa (kecuali jasa di bidang hukum dan pajak), pembangunan, perdagangan dan industri.
TB memiliki 3 (tiga) entitas anak yaitu PT Prima Media Selaras, PT Mitrayasa Sarana Informasi dan PT Towerindo Konvergensi. PT Mitrayasa Sarana Informasi dan PT Towerindo Konvergensi dimiliki oleh PT Tower Bersama masing-masing sejak 8 Agustus 2011 dan 7 Oktober 2011.
c.4 PT Tower One dan entitas anak
PT Tower One (“TO”) adalah suatu Perseroan Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 6 tanggal 21 September 2006, dibuat dihadapan Angela Meilany Basiroen, SH, Notaris di Jakarta. Akta pendirian TO telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-03499.HT.01.01-TH.2006 tanggal 8 Desember 2006 dan akta tersebut telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 7 Agustus 2009, Tambahan No. 21141. Anggaran dasar TO telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 83 tanggal 23 Desember 2010, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-02877.AH.01.02. Tahun 2011 tanggal 19 Januari 2011.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar TO, ruang lingkup usaha TO adalah berusaha dalam jasa (kecuali jasa di bidang hukum dan pajak), pembangunan, perdagangan dan industri.
TO memiliki entitas anak yaitu PT Bali Telekom. c.5 PT Triaka Bersama
PT Triaka Bersama (“TRB”) adalah suatu Perseroan Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 33 tanggal 15 Mei 2009, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta. Akta pendirian TRB telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-24774.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 5 Juni 2009 dan akta tersebut telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 7 Agustus 2009, Tambahan No. 20847. Anggaran Dasar TRB terakhir diubah dengan akta No. 37 tanggal 20 Januari 2012, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta.
TRB telah mendapat surat penerimaan pemberitahuan perubahan data dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat No. AHU-AH.01.10-04177 tanggal 7 Pebruari 2012 mengenai perubahan pemegang saham dan perubahan pengurus.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar TRB, ruang lingkup usaha TRB adalah berusaha dalam jasa (kecuali jasa di bidang hukum dan pajak), pembangunan, perdagangan dan industri.
1. U M U M (Lanjutan)
c. Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
c.6 PT Metric Solusi Integrasi dan entitas anak
PT Metric Solusi Integrasi (“MSI”) adalah suatu Perseroan Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 20 tanggal 12 Maret 2010, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta. Akta Pendirian MSI telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-13915.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 18 Maret 2010. Anggaran dasar MSI telah mengalami beberapa kali perubahan. Terakhir dengan Akta No. 33 tanggal 7 Mei 2012, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta, mengenai perubahan domisili entitas anak. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-26675.AH.01.02.Tahun 2012 tanggal 16 Mei 2012.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar MSI, ruang lingkup usaha MSI adalah berusaha dalam jasa (kecuali jasa di bidang hukum dan pajak), pembangunan, perdagangan dan industri.
MSI memiliki entitas anak yaitu PT Solu Sindo Kreasi Pratama. c.7 PT Solusi Menara Indonesia
PT Solusi Menara Indonesia (“SMI”) adalah suatu Perseroan Terbatas yang didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 77 tanggal 19 Desember 2011, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta.
Akta pendirian SMI telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-63259.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 22 Desember 2011. Anggaran dasar SMI terakhir diubah dengan akta No. 37 tanggal 12 Juli 2012, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta. SMI telah mendapat surat penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.10-26063 tanggal 17 Juli 2012, tentang peningkatan modal di-tempatkan dan disetor.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar SMI, ruang lingkup usaha SMI adalah berusaha dalam bidang jasa (kecuali jasa di bidang hukum dan pajak), pembangunan, perdagangan dan industri.
c.8 TBG Global Pte. Ltd. dan entitas anak
TBG Global Pte. Ltd. (“TBGG”) adalah suatu Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Singapura sesuai dengan nomor pendaftaran 201302879K.
TBGG memiliki entitas anak yaitu Tower Bersama Singapore Pte. Ltd. c.9 PT Menara Bersama Terpadu
PT Menara Bersama terpadu (“MBT”) adalah suatu Perseroan Terbatas yang didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 11 tanggal 8 Januari 2013, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa, SH, SE, Notaris di Jakarta. Akta pendirian MBT telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-02685.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 25 Januari 2013.
Berdasarkan pasal 3 dari anggaran dasar MBT, ruang lingkup usaha MBT adalah berusaha dalam bidang jasa (kecuali jasa dibidang hukum dan pajak), pembangunan, perdagangan dan industri.
d. Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 15 Oktober 2010, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dengan suratnya No. S-9402/BL/2010 untuk melakukan penawaran umum sebanyak 551.111.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 2.025 (nilai penuh) per saham. Pada tanggal 26 Oktober 2010, seluruh saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
Laporan keuangan konsolidasian interim ini telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) serta peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) yaitu Peraturan No. VIII. G.7 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan”. Kebijakan akuntansi yang penting yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Sesuai PSAK No. 1, laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian disusun berdasarkan metode akrual (accrual basis). Mata uang pelaporan yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, di mana dasar pengukurannya adalah konsep biaya historis (historical
cost concept), kecuali untuk beberapa akun yang diukur berdasarkan penjelasan kebijakan akuntansi dari akun
yang bersangkutan.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompok-kan arus kas atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian interim dibulatkan menjadi jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain.
Adopsi PSAK revisian, PSAK baru dan ISAK revisian
Kebijakan akuntansi yang diadopsi adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi tahun buku sebelumnya, kecuali pada periode buku yang bersangkutan, Perusahaan mengadopsi seluruh Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang baru maupun yang direvisi yang berlaku efektif pada awal atau setelah tanggal 1 Januari 2012. Perubahan pada kebijakan akuntansi Perusahaan telah disesuaikan sebagaimana dipersyaratkan oleh ketentuan transisi yang relevan di dalam PSAK dan ISAK terkait. Dampak dari perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas anak sehubungan dengan implementasi dari standar akuntansi baru tersebut tidak signifikan kecuali untuk hal-hal berikut ini:
- PSAK No. 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”, menjelaskan bagaimana memasukkan transaksi-transaksi dalam mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan suatu entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam suatu mata uang pelaporan.
- PSAK No. 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap”, menjelaskan perlakuan akuntansi aset tetap.
- PSAK No. 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja”, mengatur akuntansi imbalan kerja untuk entitas pemberi kerja. - PSAK No. 46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan”, mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan
yang tidak diatur dalam standar terdahulu.
- PSAK No. 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, menetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan.
- PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, mensyaratkan entitas untuk menyediakan pengungkapan dalam laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan entitas dan jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrument keuangan yang mana entitas terekspos selama periode dan pada akhir tahun pelaporan, dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut.
- ISAK No. 15, “PSAK 24 – Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya”, berlaku untuk semua program imbalan pasti pasca-kerja dan imbalan pasti kerja jangka panjang lainnya. - ISAK No. 20, “Pajak Penghasilan – Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau para Pemegang Saham”,
membahas permasalahan mengenai konsekuensi pajak kini dan pajak tangguhan karena terjadinya perbedaan status pajak entitas atau pemegang sahamnya akan dibebankan sesuai dengan posnya, jika berkaitan dengan laporan laba rugi komprehensif masuk dalam laporan laba rugi komprehensif, jika berkaitan dengan other comprehensive income (OCI) masuk dalam OCI atau langsung dibebankan ke ekuitas.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) b. Prinsip Konsolidasian
Sebelum tanggal 1 Januari 2011
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang lebih dari 50% saham hak suaranya dimiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Perusahaan dan entitas anak serta apabila Perusahaan dan entitas anak memiliki 50% atau kurang saham berhak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian.
Entitas anak dikonsolidasi sejak tanggal pengendalian telah secara efektif beralih kepada Perusahaan dan entitas anak dan tidak dikonsolidasi sejak tanggal pelepasan.
Saldo transaksi antara perusahaan-perusahaan di dalam Perusahaan dan entitas anak, termasuk laba (rugi) antara perusahaan-perusahaan di dalam Perusahaan dan entitas anak yang belum terealisasi dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi Perusahaan dan entitas anak sebagai satu kesatuan usaha bisnis perusahaan.
Laporan keuangan konsolidasian disusun menggunakan kebijakan akuntansi untuk transaksi sejenis dan kejadian yang sama. Jika laporan keuangan suatu entitas anak menggunakan kebijakan akuntansi selain yang telah diterapkan di dalam laporan keuangan konsolidasian, beberapa penyesuaian dibuat untuk laporan keuangan tersebut.
Kepentingan non-pengendali yang merupakan bagian pemegang saham minoritas di dalam pendapatan bersih dan ekuitas entitas anak yang tidak dimiliki sepenuhnya, disajikan berdasarkan persentase kepemilikan dari pemegang saham minoritas di dalam entitas anak.
Efektif tanggal 1 Januari 2011
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan aset dan liabilitas pada akhir periode pelaporan dan hasil usaha untuk periode/tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut dari Perusahaan dan entitas dimana Perusahaan memiliki kemampuan untuk mengendalikan entitas tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kepentingan non-pengendali atas jumlah laba rugi komprehensif entitas anak diidentifikasi sesuai proporsinya dan disajikan sebagai bagian dari jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Kepentingan non-pengendali atas aset neto entitas anak diidentifikasi pada tanggal kombinasi bisnis yang selanjutnya disesuaikan dengan proporsi atas perubahan ekuitas entitas anak dan disajikan sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Bila pengendalian atas suatu entitas diperoleh dalam tahun berjalan, hasil usaha entitas tersebut dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai. Bila pengendalian berakhir dalam tahun berjalan, hasil usaha entitas tersebut dimasukkan ke dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk bagian tahun dimana pengendalian masih berlangsung.
Kebijakan akuntansi yang dipakai dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian dalam semua hal yang material telah diterapkan secara konsisten oleh entitas anak, kecuali dinyatakan lain.
Seluruh transaksi dan saldo yang material antara perusahaan-perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) c. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan dan entitas anak jika:
a) langsung atau tidak langsung melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan Perusahaan dan entitas anak; (ii) memiliki kepentingan dalam Perusahaan dan entitas anak yang memberikan pengaruh signifikan atas Perusahaan dan entitas anak; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Perusahaan dan entitas anak; b) suatu pihak yang berelasi dengan Perusahaan dan entitas anak;
c) suatu pihak adalah ventura bersama dimana Perusahaan dan entitas anak sebagai venture;
d) suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Perusahaan dan entitas anak atau induk; e) suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dengan individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d);
f) suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau untuk dimana hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e); atau
g) suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan dan entitas anak atau entitas lain yang terkait dengan Perusahaan dan entitas anak.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
d. Transaksi dan Penjabaran Mata Uang Asing
Transaksi di dalam mata uang selain rupiah diukur dengan mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak, dan dicatat pada tanggal awal pengakuan mata uang fungsional pada kurs nilai tukar yang mendekati tanggal transaksi. Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain Rupiah dijabarkan pada kurs nilai tukar pada akhir tahun pelaporan. Item-item non-moneter yang diukur pada biaya historis di dalam mata uang selain Rupiah dijabarkan dengan menggunakan kurs nilai tukar pada tanggal transaksi. Item-item non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam mata uang selain Rupiah dijabarkan dengan menggunakan kurs nilai tukar pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan.
Selisih nilai tukar yang timbul dari penyelesaian item-item moneter atau pada item-item non-moneter yang dijabarkan atau pada item-item moneter yang dijabarkan pada akhir periode pelaporan, diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Pembukuan akun TBG Global Pte. Ltd., entitas anak (Catatan 1c), dilakukan di dalam mata uang selain Rupiah. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas entitas anak pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs nilai tukar pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, sementara laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dijabarkan dengan menggunakan kurs nilai tukar periode yang bersangkutan. Hasil penyesuaian penjabaran ditampilkan sebagai bagian ekuitas sebagai “Selisih Translasi atas Mata Uang Asing”.
Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010, kurs tengah yang digunakan untuk US$ 1 masing-masing adalah Rp 9.929, Rp 9.670, 9.068 dan Rp 8.991 (nilai penuh).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) e. Aset dan Liabilitas Keuangan
1. Aset dan Liabilitas Keuangan a. Aset Keuangan
Berdasarkan PSAK No. 55 (Revisi 2011), aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangannya pada saat pengakuan awal, sepanjang diperbolehkan, mengevaluasi penentuan klasifikasi aset keuangan setiap akhir tahun.
i. Aset keuangan diukur melalui laporan laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi terdiri dari aset keuangan yang diklasifikasikan ke dalam kelompok untuk diperdagangkan dan aset keuangan pada saat pengakuan awal ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan jika diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
ii. Pinjaman dan Piutang
Pinjaman dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif dan Perusahaan dan entitas anak tidak berniat untuk menjualnya segera atau dalam waktu dekat.
Kas dan setara kas, kas yang dibatasi penggunaannya, investasi, piutang usaha, piutang lain-lain Perusahaan dan entitas anak termasuk dalam kategori ini.
iii. Dimiliki hingga jatuh tempo
Dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan dimana Perusahaan dan entitas anak mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, dan tidak ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau tersedia untuk dijual.
Perusahaan dan entitas anak tidak memiliki investasi dimiliki hingga jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012.
iv. Tersedia untuk dijual
Kategori tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan ke dalam salah satu kategori aset keuangan lainnya. Investasi penyertaan saham masuk dalam kategori ini pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, 2011 dan 2010.
Deposito berjangka Perusahaan dan entitas anak termasuk dalam kategori ini pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
1. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) b. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2011) diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan dengan biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan dan entitas anak menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
i. Liabilitas keuangan diukur melalui laporan laba rugi
Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi terdiri dari liabilitas keuangan yang diklasifikasikan ke dalam kelompok untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan jika diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Liabilitas derivatif juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
ii. Pinjaman dan utang
Pinjaman adalah liabilitas keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif dan Perusahaan dan entitas anak tidak berniat untuk menjualnya segera atau dalam waktu dekat.
Utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, utang sewa pembiayaan dan pinjaman jangka panjang dan pihak ketiga Perusahaan dan entitas anak termasuk dalam kategori ini.
c. Pengakuan
Pada saat pengakuan awal, aset atau liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar, kecuali aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, ditambah atau dikurangi dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan aset keuangan atau penerbitan liabilitas keuangan. Pengukuran aset dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset dan liabilitas keuangan tersebut.
2. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan, atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melaksanakan transaksi wajar (arm’s length transaction) pada tanggal pengukuran.
Jika tersedia, Perusahaan dan entitas anak mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika harga kuotasi sewaktu-waktu dan secara berkala tersedia dan mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan teratur dalam suatu transaksi yang wajar.
Jika pasar suatu instrumen keuangan tidak aktif, Perusahaan dan entitas anak menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang memahami, berkeinginan, dan jika tersedia, referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, penggunaan analisa arus kas yang didiskonto dan penggunaan model penetapan harga opsi (option pricing model).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
3. Pengukuran Biaya Perolehan Diamortisasi
Biaya perolehan diamortisasi dari aset dan liabilitas keuangan adalah jumlah aset atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif (effective interest rate method) yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai.
4. Penurunan Nilai dari Aset Keuangan
Penurunan nilai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi adalah sebagai berikut: Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan dan entitas anak mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi hanya jika terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.
Perusahaan dan entitas anak pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, dan secara individual atau kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
Jika Perusahaan dan entitas anak menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka Perusahaan dan entitas anak memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jumlah kerugian penurunan nilai atas aset keuangan yang penurunan nilainya dievaluasi secara individual diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui akun cadangan kerugian penurunan nilai dan beban kerugian diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Arus kas masa datang dari kelompok aset keuangan yang penurunan nilainya dievaluasi secara kolektif, diestimasi berdasarkan arus kas kontraktual atas aset-aset di dalam kelompok tersebut dan kerugian historis yang pernah dialami atas aset-aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dengan karakteristik risiko kredit kelompok tersebut. Kerugian historis yang pernah dialami kemudian disesuaikan berdasarkan data terkini yang dapat diobservasi untuk mencerminkan kondisi saat ini yang tidak berpengaruh pada periode terjadinya kerugian historis tersebut, dan untuk menghilangkan pengaruh kondisi yang ada pada periode historis namun sudah tidak ada lagi pada saat ini.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) 5. Penghentian Pengakuan
Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kadaluarsa atau Perusahaan dan entitas anak mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi di mana Perusahaan secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau liabilitas atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perusahaan dan entitas anak diakui sebagai aset atau liabilitas secara terpisah.
Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Dalam transaksi di mana Perusahaan dan entitas anak secara subtansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan aset tersebut jika Perusahaan dan entitas anak tidak lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut. Hak dan liabilitas yang timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas. Dalam transfer di mana pengendalian atas aset masih dimiliki, Perusahaan dan entitas anak tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan yang berkelanjutan, di mana tingkat keberlanjutan Perusahaan dalam aset yang ditransfer adalah sebesar perubahan nilai aset yang ditransfer.
6. Saling Hapus
Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersih yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, ada hak hukum saat ini dilaksanakan untuk mengimbangi jumlah yang diakui dan ada niat untuk menyelesaikan secara bersih, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
7. Instrumen Keuangan Derivatif dan Akuntansi Lindung Nilai
Instrumen keuangan derivatif diakui baik sebagai aset maupun liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan dicatat pada nilai wajar.
Instrumen keuangan derivatif tersebut pada awalnya diukur menggunakan nilai wajar pada tanggal dimana kontrak derivatif itu terjadi dan setelah itu diukur kembali pada nilai wajarnya.
Derivatif diakui sebagai aset keuangan jika nilai wajarnya positif sedangkan jika negatif diakui sebagai liabilitas keuangan.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dalam derivatif selama tahun berjalan yang tidak memenuhi kualifikasi akuntansi lindung nilai dan porsi tidak efektif dari suatu lindung nilai yang efektif harus dibebankan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Nilai wajar atas kontrak swap tingkat bunga ditetapkan dengan mengacu pada nilai pasar atas instrumen sejenis.
Pada saat dimulainya lindung nilai, Perusahaan dan entitas anak melakukan penetapan dan pendokumentasian formal atas hubungan lindung nilai dan tujuan manajemen risiko entitas serta strategi pelaksanaan lindung nilai.
Pendokumentasian tersebut meliputi identifikasi instrumen lindung nilai, item atau transaksi yang dilindung nilai, sifat dari risiko yang dilindung nilai, dan cara yang akan digunakan entitas untuk menilai efektivitas instrumen lindung nilai tersebut dalam rangka saling hapus eksposur yang berasal dari perubahan dalam nilai wajar item yang dilindung nilai atau perubahan arus kas yang dapat diatribusikan pada risiko yang dilindung nilai. Lindung nilai diharapkan akan sangat efektif dalam rangka saling hapus atas perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas dan dapat dinilai secara berkelanjutan untuk menentukan bahwa lindung nilai tersebut sangat efektif diseluruh periode pelaporan keuangan sesuai dengan tujuannya.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
8. Lindung Nilai atas Arus Kas
Bagian dari keuntungan atau kerugian atas instrumen lindung nilai yang ditetapkan sebagai lindung nilai yang efektif diakui secara langsung dalam ekuitas, sementara itu bagian yang tidak efektif atas keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Jumlah yang sebelumnya telah diakui di ekuitas dipindahkan ke dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian ketika transaksi lindung nilai tersebut mempengaruhi laporan laba rugi, misalnya pada saat pendapatan atau beban keuangan lindung nilai tersebut diakui atau pada saat prakiraan penjualan terjadi. Jika suatu item lindung nilai menimbulkan pengakuan aset non-keuangan atau liabilitas, maka jumlah yang sebelumnya telah diakui di ekuitas dipindahkan ke dalam biaya perolehan awal atas nilai tercatat aset atau liabilitas non-keuangan tersebut.
Jika prakiraan transaksi atau komitmen tidak lagi diharapkan akan terjadi maka jumlah yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus dipindahkan ke dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Jika instrumen lindung nilai kadaluarsa atau dijual, dihentikan atau dilaksanakan tanpa penggantian atau perpanjangan atau jika tujuan lindung nilai untuk dibatalkan maka jumlah yang diakui dalam ekuitas tetap diakui dalam ekuitas hingga prakiraan transaksi atau komitmen tersebut terjadi.
f. Kas dan Setara Kas
Untuk tujuan penyusunan dan penyajian laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. Sedangkan kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya untuk pokok pinjaman dan pembayaran bunga dicatat sebagai “Rekening yang ditentukan penggunaannya”.
g. Piutang dan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang
Sebelum 1 Januari 2010, piutang dicatat dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Perusahaan dan entitas anak menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun.
Efektif 1 Januari 2010, bukti obyektif mengenai penurunan nilai ditentukan oleh Perusahaan dan entitas anak atas piutang yang signifikan secara individual, dan untuk piutang yang tidak signifikan secara individual penentuan penurunan nilai dilakukan secara kolektif. Jika Perusahaan dan entitas anak menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas piutang yang dinilai secara individual, maka Perusahaan dan entitas anak memasukkan piutang tersebut ke dalam kelompok piutang yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Piutang yang penurunan nilainya dinilai secara individual tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
h. Aset Tetap dan Penyusutan
Aset tetap dicatat dengan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai aset, jika ada.
Penyusutan terhadap aset tetap dihitung dengan metode garis lurus (straight-line method), berdasarkan taksiran manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 20
Menara bergerak 10
Perangkat lunak 4
Peralatan, perlengkapan kantor dan komputer 4
Kendaraan 4
Genset 4
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian interim pada saat terjadinya, biaya pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi sesuai dengan kriteria dalam PSAK No. 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap”. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, biaya perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian periode/tahun berjalan.