• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Kewenangan dan Perencanaan Desa SIAP CETAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Modul Kewenangan dan Perencanaan Desa SIAP CETAK"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Sukasmanto
    • Dina Mariana
  • Pengajar:
    • Sunaji Zamroni
  • Sekolah: Institute for Research and Empowerment
  • Mata Pelajaran: Kewenangan dan Perencanaan Desa
  • Topik: Modul Kewenangan dan Perencanaan Desa SIAP CETAK
  • Tipe: modul panduan
  • Tahun: 2015
  • Kota: Yogyakarta

I. Kewenangan Desa

Kewenangan desa merupakan elemen penting dalam konteks pemerintahan desa di Indonesia. Modul ini menjelaskan bahwa kewenangan desa bukan hanya sekadar hak, tetapi juga tanggung jawab yang harus diemban oleh pemerintah desa. Kewenangan ini diatur oleh UU No 6/2014 tentang Desa, yang mengakui dan menghormati hak asal usul dan lokal berskala desa. Dengan adanya kewenangan yang jelas, desa dapat mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat secara mandiri, yang pada gilirannya akan mendorong kemandirian desa.

1.1. Apa Kewenangan Desa itu?

Kewenangan desa diartikan sebagai hak dan kekuasaan yang dimiliki oleh entitas hukum desa untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat. Dalam konteks hukum, kewenangan ini mencakup kemampuan untuk menjalankan ketentuan hukum positif. Kewenangan desa meliputi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, kewenangan desa sangat penting untuk memastikan bahwa desa dapat berfungsi secara efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

1.2. Mengapa harus ada kewenangan desa?

Kewenangan desa harus ada untuk memastikan bahwa desa memiliki legitimasi dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya. UU Desa mengakui bahwa desa memiliki kekuasaan yang sah untuk melakukan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan urusan internal desa. Hal ini penting untuk menghindari ketergantungan berlebihan pada pemerintah daerah dan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa. Dengan adanya kewenangan yang jelas, desa dapat merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

1.3. Apa saja kewenangan desa itu?

Kewenangan desa mencakup empat bidang utama: penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bidang ini memiliki tanggung jawab dan ruang lingkup yang berbeda, namun semuanya saling terkait dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kewenangan ini diakui berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat desa, yang menjadi landasan bagi desa untuk mengelola urusan internalnya.

1.4. Bagaimana menetapkan kewenangan desa?

Proses penetapan kewenangan desa dimulai dengan identifikasi dan inventarisasi kewenangan yang ada. Desa harus mengatur kewenangannya melalui Peraturan Desa dan mengurusnya melalui organisasi pemerintahan desa. Pengakuan kewenangan desa di tingkat kabupaten melalui Peraturan Bupati juga diperlukan sebagai jaminan hukum. Ini memastikan bahwa ada keselarasan antara kewenangan desa dan kebijakan daerah, sehingga pengelolaan urusan desa dapat berjalan secara efektif dan efisien.

1.5. Siapa saja yang bisa terlibat dalam menetapkan kewenangan desa?

Dalam menetapkan kewenangan desa, keterlibatan berbagai pihak sangat penting. Di tingkat kabupaten, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perwakilan masyarakat desa harus dilibatkan. Di tingkat desa, semua elemen masyarakat, termasuk organisasi masyarakat sipil, harus berpartisipasi dalam proses identifikasi dan penetapan kewenangan. Keterlibatan ini memastikan bahwa kewenangan yang ditetapkan mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa.

II. Peta Jalan Pengakuan Kewenangan Desa

Modul ini juga membahas peta jalan pengakuan kewenangan desa yang merupakan langkah strategis untuk mencapai desa mandiri. Peta jalan ini terdiri dari dua jalur: melalui kabupaten dan langsung dari desa. Setiap jalur memiliki proses dan tahapan yang harus diikuti untuk memastikan bahwa kewenangan desa diakui secara resmi. Dengan adanya peta jalan ini, diharapkan proses pengakuan kewenangan desa dapat berjalan dengan lancar dan terarah.

2.1. Mengenal Peta Jalan

Peta jalan pengakuan kewenangan desa adalah panduan untuk proses pengakuan kewenangan yang diatur dalam UU Desa. Peta jalan ini membantu pemerintah daerah dan desa dalam memahami langkah-langkah yang perlu diambil untuk menetapkan kewenangan desa. Dengan adanya peta jalan yang jelas, diharapkan proses pengakuan kewenangan desa dapat dilakukan secara efektif, sehingga desa dapat berfungsi dengan baik dalam mengatur urusan internalnya.

2.2. Rute Menetapkan Kewenangan Desa

Rute untuk menetapkan kewenangan desa melibatkan beberapa langkah penting, termasuk identifikasi, inventarisasi, dan pembentukan Peraturan Bupati serta Peraturan Desa. Proses ini harus melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat desa, untuk memastikan bahwa kewenangan yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan mengikuti rute ini, diharapkan desa dapat memperoleh pengakuan yang sah atas kewenangannya, yang pada gilirannya akan mendukung kemandirian dan pembangunan desa.

III. Perencanaan Desa

Perencanaan desa adalah proses strategis yang penting untuk memastikan bahwa pembangunan desa berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Modul ini menekankan pentingnya perencanaan yang inklusif dan partisipatif untuk menciptakan program dan kebijakan yang efektif. Dengan perencanaan yang baik, desa dapat mengelola sumber daya secara optimal dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

3.1. Apa perencanaan desa itu?

Perencanaan desa adalah proses untuk merumuskan rencana pembangunan yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat desa. Ini termasuk penentuan prioritas, pengelolaan sumber daya, dan penetapan tujuan pembangunan. Perencanaan desa harus dilakukan secara partisipatif, melibatkan semua elemen masyarakat untuk memastikan bahwa rencana yang disusun mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Dengan perencanaan yang baik, desa dapat mencapai tujuan pembangunan secara efektif.

3.2. Mengapa harus ada perencanaan desa?

Perencanaan desa diperlukan untuk mengarahkan pembangunan desa secara terencana dan sistematis. Tanpa perencanaan yang jelas, pembangunan desa dapat berjalan tidak terarah dan tidak efisien. Perencanaan yang baik membantu desa dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan mengalokasikan sumber daya dengan bijaksana. Selain itu, perencanaan yang partisipatif juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan, sehingga hasilnya lebih sesuai dengan kebutuhan lokal.

3.3. Apa saja jenis perencanaan desa?

Jenis perencanaan desa meliputi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa). RPJM Desa adalah dokumen perencanaan yang menetapkan arah dan prioritas pembangunan desa dalam jangka menengah, sedangkan RKP Desa adalah rencana tahunan untuk melaksanakan program-program yang telah ditetapkan dalam RPJM Desa. Kedua jenis perencanaan ini sangat penting untuk memastikan bahwa pembangunan desa berjalan secara terencana dan terukur.

3.4. Bagaimana Alur Proses Perencanaan Desa?

Alur proses perencanaan desa melibatkan beberapa tahap, mulai dari pengumpulan data, identifikasi masalah, penyusunan rencana, hingga pelaksanaan dan evaluasi. Proses ini harus dilakukan secara partisipatif, melibatkan masyarakat desa dalam setiap tahap untuk memastikan bahwa rencana yang disusun mencerminkan kebutuhan dan aspirasi mereka. Dengan alur proses yang jelas, diharapkan perencanaan desa dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan program yang efektif.

Referensi Dokumen

  • Undang-Undang No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
  • Undang-Undang No. 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
  • Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
  • Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

Gambar

Gambar 1
Gambar 2Peta Aktor Penetapan Kewenangan Desa
Gambar 3Alur Pembentukan Peraturan Bupati/Walikota
Gambar 4Alur Penyusunan Peraturan Desa tentang Kewenangan Berdasarkan Hak
+7

Referensi

Dokumen terkait