PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PITCHING
(Studi Eksperimen pada UKM Softball UPI Bandung)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Jurusan Pendidikan Olahraga
Oleh :
HERNA MEGAWATI
0700117
PRODI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
LEMBAR PENGESAHAN
NAMA : HERNA MEGAWATI
NIM : 0700117
JURUSAN : PENDIDIKAN OLAHRAGA
JUDUL : PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN
KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PITCHING
DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH :
Pembimbing I
Drs. Mudjihartono M.Pd
NIP. 19650817199001101
Pembimbing II
Jajat Darajat KN, S.Pd M.Kes AIFO
NIP. 197608022005011002
Mengetahui Ketua Program Studi
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Drs. Sucipto, M. Kes. AIFO
PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul Pengaruh Model
Pembelajaran dan Kepercayaan Diri Terhadap Hasil Belajar Pitching adalah
sepenuhnya karya saya sendiri. Tidak ada bagian di dalamnya yang termasuk
kriteria plagiat dari karya orang lain. Oleh sebab itu apabila terdapat salinan dari
bagian isi atau secara keseluruhan skripsi ini yang merupakan plagiat dari karya
orang lain, maka saya akan mempertanggung jawabkannya secara hukum.
Bandung, Februari 2013
Yang membuat pernyataan
ABSTRAK
Herna Megawati (0700117). Pengaruh Model Pembelajaran dan Kepercayaan Diri Terhadap Hasil Belajar Pitching. Skripsi Program Studi PJKR Jurusan Pendidikan Olahraga. FPOK-UPI.
ABSTRACT
Herna Megawati (0700117). Influence Model of Learning and Confidence on learning Outcomes Pitching. Scription Healty Psysical Education And Recreation. Physical Education Programs. FPOK-UPI.
DAFTAR ISI
ABSTRAK ……….. i
KATA PENGANTAR ………. ii
UCAPAN TERIMA KASIH ……….. iii
DAFTAR ISI ………... vi
DAFTAR TABEL ………... ix
DAFTAR BAGAN ………. x
DAFTAR GAMBAR ……….. xi BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah ……….
1.2.Rumusan Masalah ………..
1.3.Tujuan Penelitian ………
1.4.Manfaat Penelitian ………..
1.5.Batasan Penelitian ………..
1.6. Penjelasan Istilah ………
1 4 4 5 5 6
BAB II KAJIAN LITERATUR, KERANGKA BERPIKIR, DAN
HIPOTESIS PENELITIAN
2.1.Kajian Literatur………...
2.1.1. Hakekat Permainan Softball ……… 2.1.2. Hakekat Belajar dan Pembelajaran ……….. 2.1.3. Hakekat Keterampilan Belajar Pitching ……….. 2.1.4. Tahap-Tahap Belajar Pitching ………. 2.1.5. Hakekat Model Pembelajaran Taktis dan Model
Pembelajaran Inkuiri ………..
2.1.6. Kepercayaan Diri ……….
2.2.Kerangka Berpikir
2.2.1. Hubungan Kepercayaan Diri dengan Hasil Belajar Pitching ..
2.2.2. Perbedaan Model Pembelajaran Taktis dan Model
Pembelajaran Inkuiri dalam Belajar Pitching ………. 2.2.3. Perbedaan Hasil Belajar Pitching antara Model Pembelajaran
Taktis dan Model Pembelajaran Inkuiri pada siswa yang
memiliki kepercayaan diri tinggi. ……… 2.2.4. Perbedaan Hasil Belajar Pitching antara Model Pembelajaran
Taktis dan Model Pembelajaran Inkuiri pada siswa yang
memiliki kepercayaan diri rendah ………...
2.2.5. Hipotesis Penelitian ……….
44
45
46
46
47
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Metode Penelitian ………..
3.2. Lokasi, Desain Penelitian, dan Langkah-langkah Penelitian……….
3.3. Populasi dan Sampel ……….
3.4. Instrumen Penelitian ……….
3.5. Teknis Analisi Data ……….. 48
50
54
55
63
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.Hasil Pengolahan dan Analisis Data ………..
4.1.1. Deskripsi Seluruh Data ………
4.1.2. Uji Kesamaan Dua Rata-rata ………... 4.1.3. UJi Prasyarat Analisis ……….
4.1.3.1. Uji Normalitas ………..
4.1.3.2. Uji Homogenitas ………..
4.1.4. Uji Hipotesis ………
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.Kesimpulan ……….
5.2.Saran ………..
78
79
DAFTAR PUSTAKA ……….. 80
LAMPIRAN – LAMPIRAN LAMPIRAN 1. Berita Acara Penelitian ……… 82
LAMPIRAN 2. Angket……….. 83
LAMPIRAN 3. Hasil Angket………. 87
LAMPIRAN 4. Hasil Peringkat angket ………. 88
LAMPIRAN 5. Hasil Pelaksanaan Tes Awal ……… 89
LAMPIRAN 6. Hasil Pelaksanaan Tes Akhir ………... 91
LAMPIRAN 7. Hasil Peningkatan Pretest dan Posttest ……… 93
LAMPIRAN 8. Program Pembelajaran Selama Penelitian ………... 94
LAMPIRAN 9. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ……… 95
LAMPIRAN 10. Hasil Perhitungan SPSS v.20 ……….. 97
LAMPIRAN 11. Foto Hasil Penelitian ……….. 105 LAMPIRAN 12. Surat Keputusan Seminar Proposal
LAMPIRAN 13. Surat Ijin Penelitian
LAMPIRAN 14. Surat Keterangan telah melakukan penelitian
DAFTAR TABEL
TABEL HALAMAN
3.1 Desain Penelitian ……… 50
3.3 Skor Angket ………... 57
3.4 Kisi-kisi Angket ………. 58
4.1 Deskripsi Data ……… 65
4.2 Uji-t Kesamaan rata-rata ……… 67
4.3 Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov ……… 68
4.4 Uji Homogenitas Levene Test ……… 69
4.5 Hasil Perhitungan Uji-F Anova Factorial 2x2 Hipotesis Pertama ……. 70
4.6 Hasil Perhitungan Uji-F Anova Factorial 2x2 Hipotesis Kedua ……… 71
4.7 Hasil Perhitungan Uji-F Anova Factorial 2x2 Hipotesis Ketiga ……… 72
4.8 Hasil Perhitungan Uji-F Anova Factorial 2x2 Hipotesis Keempat …… 73
DAFTAR BAGAN
BAGAN HALAMAN
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR HALAMAN
2.1 Lapangan Softball ……….. 9
2.2 Perlengkapan Softball ……… 10
2.3 Strike Zone ………. 11
2.4 Teknik Pitching Windmill dan Slingshot ………... 13
2.5 Windmill Jumping ………. 13
2.6 Sikap Berdiri Pitching ……… 14
2.7 Gerak Melangkah Pitching……….. 15
2.8 Gerak Lanjut Pitching ……… 18
2.10 Grip Bola Drop ……….. 18
2.11 Grip Bola Rise ……… 19
2.12 Grip Bola Curve ………. 20
3.4 Pitching Target……… 61
3.5 Pengukuran Speed Gun ………. 3.6. Speed Gun 62 63 4.1 Gambar Deskripsi Data Secara Keseluruhan ………. 66 4.2 Grafik Pengaruh Model Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar
Pitching ……….
70
4.3 Grafik Interaksi Antara Model Pembelajaran dan Kepercayaan Diri
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Softball merupakan cabang olahraga yang cukup populer dan digemari di
Indonesia. Hal ini bisa kita lihat bukan hanya di kota besar saja tetapi sudah
banyak di daerah yang memajukan olahraga ini. Dewasa ini softball banyak
dipertandingkan di event nasional maupun internasional.
Sofbol atau dikenal dengan softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri
dari dua tim. Permainan sofbol lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George
Hancock di kota Chicago pada tahun 1887. Sofbol merupakan perkembangan dari
olahraga sejenis yaitu bisbol atau hardball. Bola sofbol saat ini berdiameter
28-30,5 sentimeter, bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan
menjadi sasaran pemain lawan, yaitu pemukul bola dengan menggunakan tongkat
pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defensif) dan tim yang
memukul (ofensif). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara
memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home
plate yang menandai awal dimulainya permainan. Bola dilemparkan dengan
teknik lempar bawah dengan daerah sasaran (strike zone) antara lutut sampai
dengan sekitar ketiak dibawah lengan pada si pemukul. Pitcher merupakan salah
satu pemain inti dalam olahraga softball disebut juga sebagai baterai, karena
pitcher memegang peranan penting dalam olahraga ini.
Keterampilan dasar pitching dalam olahraga softball bagian yang sangat
penting. Karena disaat kita akan memulai suatu pernainan softball bola pertama
itu berasal dari pitcher (pelempar bola). Teknik yang dikuasai oleh pitcher
dinamakan teknik pitching. Teknik pitching merupakan bagian tersulit dalam
olahraga softball dikarenakan butuh waktu lebih lama untuk dilatih dan dipelajari,
Pitching yaitu gerakan melempar bola dengan cara memutarkan tangan dengan
2
pitcher dituntut untuk bisa memiliki materi yang lebih dari pemain lainnya. Bukan
hanya kemampuan teknik dan fisik saja, tetapi juga faktor mental menjadi salah
satu faktor utama yang harus dimiliki seorang pitcher dan menentukan
penampilannya. Apabila gangguan-gangguan yang bersifat psikologis tidak dapat
diatasi, contoh permasalahan seperti perasaan tegang sebelum bertanding, pada
saat bertanding, pada saat terjadi beberapa kejadian dalam pertandingan yang
sangat menentukan. Hal ini berpengaruh terhadap kontrol emosi seorang pitcher
dan keterampilan dalam melakukan lemparan. Mengenai pengertian emosi itu
sendiri Singgih, (2004 : 62) menjelaskan bahwa “Emosi adalah suatu aspek psikis yang berkaitan dengan perasaan dan merasakan.” Misalnya merasa senang, sedih, kesal, jengkel, marah, tegang dan lain-lain. Emosi pada diri seseorang
berhubungan erat dengan keadaan psikis tertentu yang di stimulasi baik oleh
faktor dari dalam atau internal maupun faktor dari luar atau eksternal. Singgih
mengutip dari William James dan Carl Lange (2000 : 73) mengemukakan :
Bahwa emosi muncul karena adanya perubahan-perubahan yang terjadi di
dalam tubuh manusia. Baik James maupun Lange, berpendapat bahwa
perubahan-perubahan emosi terjadi karena perubahan-perubahan-perubahan-perubahan kefaalan dalam tubuh.
Seperti yang kita ketahui contoh dilapangan bahwa perkembangan softball dijawa
barat saat ini sedang mengalami penurunan. Dan hal ini sangat berpengaruh dari
adanya keberadaan pitcher didalam suatu tim. Seperti pada PON (Pekan Olahraga
Nasional) yang diadakan di Riau pada September 2012. Cabang olahraga softball
putra menduduki peringkat ke lima sedangkan softball putri menduduki peringkat
ke tiga. Dengan dialaminya penurunan peringkat pada pon tahun ini menurut
pengetahuan penulis kekalahan Jawa Barat disebabkan dengan lemahnya
kekuatan pitcher yang dimiliki yang menjadikan keterpurukan di Jawa Barat.
Didalam sebuah tim yang kuat terdapat peranan pitcher yang sangat besar. Selain
dari pada itu mental menjadi faktor penting terhadap pembentukan pitcher.
Karena semakin kuat mental seorang pitcher, semakin besar pula kontribusi untuk
sebuah tim. Kepercayaan diri dalam diri pitcher menjadi salah satu faktor dalam
3
regenerasi yang di siapkan untuk jangka panjang dalam rangka membina
pitcher-pitcher baru baik untuk event antar SMA, Perguruan Tinggi, daerah, Nasional,
maupun Internasional.
Dalam rangka mendukung hasil belajar pitching, keberhasilan seorang
pitcher ditentukan melalui pembelajaran. Belajar menjadi seorang pitcher itu tidak
mudah karena terdapat banyak tahapan dan teknik yang perlu dikuasai, tetapi
dengan adanya model pembelajaran taktis dan inkuiri yang mendukung dan
memudahkan siswa dalam mempelajari pitching. selain itu terdapat variabel lain
yang mempengaruhi proses pembelajaran pitching yaitu kepercayaan diri. Dalam
proses pembelajaran terdapat banyak model pembelajaran yang digunakan untuk
mencapai keberhasilan dalam pembelajaran itu sendiri, disini penulis akan
menggunakan model pembelajaran taktis dan model pembelajaran inkuiri sebagai
pendukung dari proses belajar pitching.
Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan penulis ingin
menganalisis dan meneliti bagaimana Pengaruh Model Pembelajaran dan
4
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan mengenai model pembelajaran
pitching dan usaha untuk membangun kepercayaan diri sehingga dapat
menampilkan hasil belajar pitching yang baik. Maka diuraikan kembali dalam
masalah khusus yang akan diteliti oleh penulis adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana perbedaan hasil belajar pitching antara Kelompok Model
Pembelajaran Taktis dan Kelompok Model Pembelajaran Inkuiri?
2. Bagaimana interaksi model pembelajaran dengan kepercayaan diri di
UKM Softball UPI Bandung?
3. Bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, apakah model
pembelajaran taktis lebih baik dari model pembelajaran inkuiri?
4. Bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri yang rendah, apakah model
pembelajaran inkuiri lebih baik dari model pembelajaran taktis?
1.3 Tujuan Penelitian
Sebagai peneliti memerlukan tujuan yang jelas yang mengandung
maksud-maksud tertentu. Arikunto (1993;49) mengemukakan tujuan penelitian: “tujuan
penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukkan adanya sesuatu hal yang
diperoleh setelah penelitian selesai”. Berdasarkan rumusan masalah penelitian
diatas maka tujuan penulis membuat penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Ingin mengetahui perbedaan hasil belajar pitching kelompok model
pembelajaran taktis dan model pembelajaran inkuiri.
2. Ingin mengetahui interaksi antara model pembelajaran dengan
kepercayaan diri.
3. Ingin mengetahui bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi model
pembelajaran mana yang lebih baik.
4. Ingin mengetahui bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah
5
1.4 Manfaat penelitian
Dalam semua penelitian sudah barang tentu hasil penelitian tersebut ingin
memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, apabila penelitian ini terbukti
berarti pada taraf signifikan yang telah ditentukan oleh penulis, maka yang
diharapkan dari hasil penelitian ini adalah dapat memberikan kontribusi sebagai
berikut:
1. Bahan informasi dan referensi bagi peneliti lain yang ingin atau hendak
meneliti hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah Softball
terutama proses pembelajaran softball khususnya dalam pembelajaran
pitching.
2. Dasar penyusunan program pembinaan pitcher, karena dapat dilihat
manakah dari kedua model pembelajaran tersebut yang memberikan
pengaruh terbesar terhadap keterampilan lemparan pitching.
3. Bahan masukan bagi para pengajar ataupun Pembina untuk meningkatkan
pembinaan olahraga softball dan mengembangkan olahraga ini menjadi
olahraga prestasi khususnya bagi para pemula.
4. Bahan informasi dan referensi dalam rangka pengembangan ilmu
keolahragaan pada umumnya bagi para peneliti yang hendak meneliti yang
berhubungan dengan masalah softball terutama dalam hal pitching.
1.5 Batasan Penelitian
Agar penelitian ini memperoleh sasaran yang sesuai dengan tujuan yang
diharapkan, maka perlu adanya pembatasan masalah tentang pembatasan masalah
ini, berpedoman dari latar belakang diatas, serta untuk menghindari timbulnya
penafsiran yang sangat luas untuk memperoleh gambaran yang jelas, maka
batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Penelitian dilaksanakan di UKM Softball UPI Bandung
2. Penelitian ini hanya difokuskan pada pengaruh Model Pembelajaran dan
6
3. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian adalah Model
Pembelajaran Taktis dan Model Pembelajaran Inkuiri.
4. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Variabel bebas dalam
penelitian ini adalah Model Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Taktis
dan Model Pembelajaran Inkuiri dan variabel terikatnya adalah Hasil Belajar
Pitching, serta terdapat Variabel Intervening adalah Kepercayaan Diri.
5. Populasi dan Sampel
a. Populasi. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah
anggota UKM Softball UPI Bandung
b. Sample. Menurut Sugiyono (2010:81) “Sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Random
Sampling, dan jumlah sampel yang akan diuji sebanyak 20 orang.
6. Lamanya pembelajaran yang dilakukan sebanyak 18 kali pertemuan.
7. Pitching target dan Speed Gun digunakan sebagai instrumen Penelitian.
(http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.bushnell.com/getmedia)
1.6 Penjelasan Istilah
Agar tidak terjadi salah penafsiran yang keliru mengenai persoalan yang
muncul dalam penelitian ini, penulis mencoba memberikan penjelasan mengenai
beberapa istilah yang terdapat pada judul penelitian “ Pengaruh Model
Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Pitching”, dijelaskan sebagai berikut :
1. Pengaruh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988) dijelaskan
bahwa pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari seseorang
(orang,benda) yang ikut membantu watak, kepercayaan, dan perbuatan
seseorang.
2. Belajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1988) dijelaskan
sebagai tindakan untuk berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu yang
disertai dengan adanya perubahan tingkah laku atau tanggapan yang
7
3. Latihan. Menurut Harsono (1988:101) dijelaskan bahwa latihan itu proses
yang sistematis dari berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara
berulang-ulang, dengan menambah jumlah beban latihan atau pekerjaanya.
4. Pengertian model menurut William A. Schrode dan D.Voich adalah suatu
gambaran daripada kenyataan yang dimaksudkan untuk menerangkan
perilaku daripada apa yang digambarkan tersebut.
5. Model Pembelajaran menurut sudrajat (2008) adalah pada dasarnya
merupakan benruk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir
yang disajikan secara khas oleh guru.
6. Model pembelajaran taktis adalah dalam proses pembelajaranya siswa
diberi materi dengan game-drill-game.
7. Model pembelajaran inkuiri adalah dalam proses pembelajaranya dimana
guru memberi kebebasan pada siswa untuk mencari sampai menemukan
solusi terhadap suatu masalah.
8. Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang
terhadap kemampuan pada dirinya sendiri dengan menerima secara apa
adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melalui
proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya.
9. Softball menurut Ajang suparlan dkk (2008:7) adalah permainan yang
hampir sama dengan permainan baseball yang dimainkan oleh dua tim,
diciptakan oleh Mr. George W Hancock di kota Chicago pada tahun 1887.
10.Pitcher adalah pemain dari regu penjaga yang tugasnya menyajikan
48
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode dalam suatu penelitian merupakan salah satu cara yang ditempuh
untuk membantu dalam mengungkapkan suatu permasalahan. Keberhasilan suatu
penelitian ilmiah tidak akan lepas dari metode yang digunakan dalam penelitian.
Penggunaan metode dalam penelitian disesuaikan dengan masalah dan tujuan
penelitiannya. Hal ini berarti metode penelitian mempunyai kedudukan yang
penting dalam pelaksanaan pengumpulan data. Dalam hal ini Arikunto (2002:136)
menjelaskan bahwa “Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya”.
Dalam menggunakan suatu metode tergantung pada penelitian yang hendak
dicapai, atau dengan kata lain penggunaan suatu metode harus melihat sejauh
mana efektif, efesien dan relevansinya. Suatu metode dikatakan efektif apabila
dalam prosesnya terlihat adanya perubahan positif menuju kearah yang
diharapkan. Efektif tidaknya suatu metode dilihat dari penggunaan waktu,
fasilitas, biaya dan tenaga kerja yang digunakan sehemat mungkin tetapi
mencapai hasil yang maksimal. Relevan atau tidaknya suatu metode dapat kita
lihat dari kecocokan, kegunaan dan tidak terjadi banyaknya penyimpangan pada
saat proses penggunaan metode tersebut maka metode tersebut dikatakan relevan
atau sesuai.
Sesuai dengan tujuan diatas, maka metode penelitian yang digunakan adalah
metode eksperimen. Tentang metode eksperimen, Arikunto (2002:03)
menjelaskan bahwa Eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab
akibat (hubungan kausal) antara faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti
dengan mengurangi atau menyisihkan faktor yang mengganggu. Selain Arikunto,
49
dalam kondisi dimana satu atau beberapa variabel dapat di kontrol. Kontrol dalam
penelitian mempunyai dua arti. Dengan dimaksud suatu variable atau lebih
bersifat tetap sedangkan variabel lainnya bebas”. Terdapat lebih dari satu variabel
bebas dalam penelitian ini, dan di dalam penelitian inipun terdapat variable
intervening, Variabel intervening adalah peubah yang secara teoritis
mempengaruhi (memperlemah dan memperkuat) hubungan antara variabel
independent (peubah bebas) dengan variabel dependent (peubah terikat), akan
tetapi tidak dapat diamati dan diukur secara matematis.
Berdasarkan dua kutipan diatas penulis menarik kesimpulan bahwa dalam
kondisi dimana atau beberapa variabel dapat di kontrol dan dicobakan untuk
mengetahui hasil percobaan itu. Dalam penelitian ini variabel yang dicobakan
yaitu pembelajaran pitching menggunakan model pembelajaran taktis dan model
pembelajaran inkuiri, dan percaya diri menjadi variable intervening
(memperlemah atau memperkuat ) kepada kedua kelompok untuk mengetahui
pengaruh dari kedua model pembelajaran tersebut terhadap produktivitas hasil
50
3.2 Lokasi, Desain Penelitian, dan Langkah-langkah penelitian 3.2.1 Lokasi
Lokasi penelitian adalah tempat penelitian yang akan dilaksanakan
peneliti, lokasi penelitian ini yaitu UKM Softball UPI Bandung, yang bertempat
di jalan Setiabudi No.229 bandung.
3.2.2 Desain Penelitian
Desain yang digunakan penulis didalam penelitian ini adalah pre-test dan
post-test control group design yaitu kelompok yang diberi tes awal utuk mengukur
kondisi awal. Setelah diberikan perlakuan, kemudian kedua kelompok ini
diberikan tes kembali sebagai tes akhir. Dari penjelasan tersebut penelitian
menempatkan subjek penelitian kedalam dua kelompok kelas yang terdiri dari
kelompok model pembelajaran taktis dan model pembelajaran inkuiri yang dipilih
secara acak. Pretest-posttest control group dengan menggunakan Anova 2x2
faktorial digambarkan sebagai pada tabel 3.1 sebagai berikut :
Kepercayaan Diri (B) Model pembelajaran (A) Taktis (A1) Inkuiri (A2)
Tinggi (B1) A1B1 A2B1
Rendah (B2) A1B2 A2B2
Tabel 3.1
51
Adapun keterangan yang dapat penulis uraikan pada saat memberikan treatment:
A1B1 yang artinya pada anak yang memiliki kepercayaan diri tinggi akan diberikan treatment dengan menggunakan model pembelajaran taktis.
A1B2 yang artinya pada anak yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah akan diberikan treatment dengan menggunakan model
pembelajaran taktis.
A2B1 yang artinya pada anak yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi akan diberikan treatment menggunakan model pembelajaran inkuiri.
A2B2 yang artinya pada anak yang memiliki kepercayaan diri rendah akan diberikan treatment menggunakan model pembelajaran inkuiri.
3.2.3 Alur Penelitian
Mengenai langkah-langkah penelitian, Gay (1996:91-98) yang dikutip oleh
Herdiana ( 2009:38-39) menjelaskan bahwa “umumnya langkah penelitian diawali
dengan proses penelusuran masalah, penelusuran data dan teori, perumusan
52
Alur Penelitian
Bagan 3.2
Alur Penelitian Sample
Kepercayaan Diri
Rendah Tinggi
Model Pembelajaran Inkuiri Tes awal
Test Akhir
Pengolahan dan analisis data
Hasil Tes dan Pembahasan
Model pembelajaran Taktis
Angket
53
Skema tersebut dapat penulis jelaskan sebagai berikut:
1. Langkah pertama menentukan sampel dari populasi. Sebelum ekperimen
dilaksanakan, Adapun langkah pengambilan sample adalah dengan
menggunakan metode purposive random sampling, dimana pengambilan
sampel dengan teknik ini mempunyai tujuan tertentu dengan jumlah
populasi. untuk menjadi sampel yaitu sebanyak 20 orang dari populasi 45
orang
2. Sampel sebanyak 20 orang diberikan tes pertama yaitu berupa angket, dan
diberikan peringkat.
3. Menyusun peringkat dari tes awal mulai dari skor tertinggi sampai skor
terendah. Dipilih secara silang antara 10 skor tertinggi dan 10 skor
terendah dan dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing 5 orang.
4. Menentukan bentuk pembelajaran bagi sampel dua kelompok ekperimen.
Dengan menggunakan model pembelajaran taktis dan model pembelajaran
inkuiri.
5. Setelah kelompok menjalani kegiatan ekperimen selama waktu yang telah
ditentukan (18 kali pertemuan), kemudian dilakukan tes akhir.
6. Berdasarkan data-data yang telah diperoleh maka dilakukan pengolahan
dan analisis data sehingga hasilnya dapat ditafsirkan.
7. Sebagai langkah terakhir pembahasan adalah membuat kesimpulan yang
54
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Penelitian ini untuk memproses pemecahan masalah diperlukan data, dan data
diperoleh dari obyek penelitian atau populasi yang diselidiki. Populasi dalam
suatu penelitian merupakan kumpulan individu atas obyek yang mempunyai
karakteristik tertentu. Dalam hal ini Arikunto (2002:108) menjelaskan sebagai berikut: “ Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”. Lebih lanjut Nasution (2003:77) menjelaskan bahwa:
Totalitas semua nilai yang mungkin hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif. Mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya dinamakan populasi. Adapun sebagian yang diambil dari populasi tersebut disebut sampel.
Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah Mahasiswa UPI (yang
mengikui UKM softball) yang berjumlah 45 orang.
3.3.2 Sample
Setelah menentukan populasi, langkah selanjutnya adalah menentukan
sampel. Menurut Arikunto (2002:109) menyatakan bahwa Sampel adalah
sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Selain itu juga Hadi (1980:73) menjelaskan bahwa: “Sebenarnya tidak ada suatu ketetapan mutlak berapa persen suatu sample harus diambil dari suatu populasi”. Responden atau sampel dalam penelitian ini adalah pemain softball yang berposisi sebagai pitcher berjumlah 20
orang yang ikut dalam UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa ) softball .
Teknik pengambilan data purposive random sampling atau sampel bertujuan
yang artinya teknik penentuan sampel berdasarkan tujuan tertentu yaitu pitcher
55
Jadi pengambilan sampel dengan teknik ini bedasarkan tujuan yang ingin
dicapai. Melalui cara pengambilan tersebut, penulis berasumsi bahwa setiap
anggota populasi yang berposisi sebagai pitcher berpeluang untuk dipilih menjadi
subjek dalam penelitian ini.
3.4 Instrument penelitian
Untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian diperlukan alat yang disebut
instrumen. Instrumen penelitian adalah alat untuk mengukur data, menurut arikunto (2002:126) yang dikutip oleh Herdian ( 2009:40) menjelaskan, bahwa “ instrumen adalah alat ukur yang digunakan pada saat melakukan penelitian.
Suatu penelitian sudah pasti memerlukan alat untuk mengumpulkan data. Alat
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk angket dan juga
test keterampilan.
3.4.1. Angket
Mengenai angket ini dijelaskan oleh Arikunto (2006 : 151), yaitu sebagai berikut : “Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau
hal-hal yang ia ketahui”. Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa
serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban
(Depdikbud:1975). Didapatkan kesimpulan dari pengertian angket adalah suatu
alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diajukan
kepada subyek untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga
Seperti diketahui setiap bentuk angket ataupun tes harus reliabel dan valid.
Reliabel artinya keseragaman hasil dari beberapa kali pengetesan terhadap obyek
dan subyek yang sama. Valid artinya cocok dan tepat untuk mengukur unsur yang
ingin diukur, atau bisa dikatakan tes tersebut valid apabila cocok dan mampu
56
3.4.1 Langkah-langkah penyusunan angket
1. Spesifikasi Data
Maksudnya adalah Dalam penelitian ini penulis menggunakan angket
berstruktur atau sifatnya tertutup sebagai alat pengumpul data. Adapun maksud
dari angket yang dibuat berstruktur ini disusun dengan menyediakan alternatif
jawaban yang dapat dipilih responden, maka responden hanya diperkenankan
untuk menjawab salah satu alternatif jawaban. Jawaban yang dikemukakan oleh
responden didasarkan oleh kehendak dan pendapatnya sendiri. Penulis hanya akan
meneliti dalam ruang lingkup yang akan diukur atau data yang hanya diperlukan.
2. Penyusunan Angket
Indikator-indikator yang telah dirumuskan kedalam kisi-kisi tersebut
diatas selanjutnya dijadikan bahan penyusunan butir pernyataan atau soal dalam
sebuah angket. Butir-butir soal atau pertanyaan dibuat dalam bentuk pertanyaan
dengan kemungkinan jawaban yang tersedia. Dalam pembuatan alternatif jawaban
untuk mengetahui tingkat Kepercayaan diri yang dialami oleh sampel penulis
menggunakan skala sikap Likert sebagai pilihan alternatif jawaban sekaligus
dengan sistem penilaiannya yaitu untuk pernyataan yang bersifat positif dan
negatif dalam hal ini pernyataan yang mendukung pada keadaan Kepercayaan diri
pada sampel maka sistem penilaiannya berturut-turut sebagai berikut : Selalu
(SL) bernilai 5, Sering (SR) bernilai 4, Kadang-kadang (KD) bernilai 3, Jarang
(JR) bernilai 2, kemudian Tidak Pernah (TP) bernilai 1 dan begitu pula
57
Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :
Skor Alternatif Jawaban
Alternatif jawaban Skor Alternatif Jawaban
Positif Negatif
Selalu
Sering
Kadang-kadang
Jarang
Tidak pernah
5
4
3
2
1
1
2
3
4
5
Tabel 3.3
Skor Angket
Selanjutnya tes angket itu dikonsultasikan dengan dosen pembimbing, hal
ini dimaksudkan untuk memperoleh saran, apakah tes tersebut sudah dapat
menggambarkan apa yang menjadi tujuan dalam penelitian atau tidak. Kemudian
setelah memperoleh persetujuan dari dosen yang bersangkutan selanjutnya tes-tes
58
Kisi-Kisi Mengenai Kepercayaan Diri terhadap Hasil Belajar Pitching
VARIABEL KOMPONEN SUB
KOMPONEN INDIKATOR
Kepercayaan
Diri
Dari dalam
Keyakinan Diri Kemauan dan bentuk usaha
Kemampuan teknis
Penguasaan teknik tak tis kurang ataupun lebih
Merasa kemapuanya lebih rendah dari orang lain
Pikiran Positif
Percaya akan kemampuan sendiri
Optimis
Mandiri
Tidakmudahmenyerah
Pikiran Negatif
Perasaan takut salah
Tidak percaya pada kemampuan sendiri
Berpikiran puas diri
Mental
Mampu mengalahkan ketakutan dalam diri
Mampu menguasai diri sendiri
Dari Luar
Pengaruh Lingkungan
Keadaan lapangan
Perbedaan postur tubuh
Proses latihan
Percayapada proses latihan
Proses latihan sebagai pembentuk kepercayaan diri
Pembentukanfisik
Memiliki dan memanfaatkan kelebihan
Memiliki mental dan fisik yang menunjang
Pengaruh Massa Sorakan Penonton
Tabel 3.4
59
3. Uji Coba Angket
Sebelum angket disebarkan kepada responden yang sebenarnya terlebih
dahulu angket tersebut diuji cobakan. Uji coba ini untuk mengetahui tingkat
validitas dan reliabilitas dari instrument yang akan digunakan sebagai alat
pengumpul data.
Mengenai uji coba ini penulis melakukan uji coba kepada pemain softball
khususnya yang memiliki posisi sebagai pitcher yang mempunyai kemampuan
merata dengan sampel yang akan digunakan pada penelitan yang sebenarnya,
adapun sampel yang digunakan dalam uji coba angket yaitu pitcher yang berada
di UKM Softball UPI Bandung.
Didalam pengujian angket penulis menggunakan software SPSS V.20 dengan P-Value ≤ 0.05 dengan menggunakan uji validitas butir angket dan juga uji reliabilitas butir angket. Setelah angket disebarkan dan kita mendapatkan
hasilnya, lalu langkah selanjutnya mengurutkan dari skor tertinggi dan skor
terendah yang diartikan sebagai kepercayaan tinggi dan kepercayaan diri yang
rendah.
2.4.2 Tes Keterampilan
- Pretest
Pretest digunakan untuk mengukur kemampuan awal peserta sebelum
melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran taktis dan
model pembelajaran inkuiri. Hasil pre test digunakan sebagai tolak ukur awal
kemampuan siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok control dalam
pembelajaran pitching.
- Post test
Post test digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan
membandingkan peningkatan keterampilan pitching pada kelompok penelitian
60
teknik dasar keterampilan pitching. Tes yang dilakukan pada post test sama
dengan yang dilakukan untuk pre test
Tes ketrampilan yang akan digunakan menggunakan The O’Donnell softball test. Yang diciptakan oleh O’donnell yaitu berupa alat untuk mengukur keterampilan teknik dasar softball tingakat mahasiswa/i yang terdiri dari 6 bentuk
tes :
Speed Throw
Fielding Flyball
Throw and Catch
Repeated Throw
Fungo Batting
Overhand Accuracy Throw
Pada penelitian ini penulis memilih salah satu bentuk tes yang berhubungan
dengan keterampilan pitching, yaitu Pitching Accuracy, dengan menggunakan alat
ukur pitching target, dan juga Pitching Speed dengan menggunakan alat speed
gun. Pitching Accuracy berupa tes yang dilakukan dengan melakukan keterampilan pitcing yang diharuskan melempar ke arah target yang telah
disediakan. Pitching Target, alat ini digunakan untuk mengukur ketepatan dalam
melempar pitching atau produktifitas dalam melakukan pitching menurut komtek
PERBASASI.
Pitching Speed berupa tes yang dilakukan untuk mengukur keterampilan pitching yang diharuskan melempar sekencang-kencangnya kearah catcher. Speed
Gun, alat ini digunakan untuk mendeteksi kecepatan lemparan dan terjamin akurasinya.
Untuk mengukur hasil pembelajaran tentunya harus mengkondisikan dengan
jarak dan tempat melempar bola untuk putra yaitu 14.02 meter. Menggunakan
61
a. Alat – alat yang digunakan dalam tes ini adalah sebagai berikut:
1. Lapangan softball
2. Pitching target
3. Speed Gun
4. Bola softball
5. Pita pengukur
6. Formulir pengisian skor
b. Pelaksanaan tes
- Tes Keterampilan 1
PITCHING ACCURACY
Pelempar berdiri di belakang garis sejauh 14.02 m dari target.
Melakukan lemparan bola ke arah target di dinding
Skor merupakan jumlah dari 10 kali lemparan
42”
18” *Recorder
* Tester
*Jarak 46 feet
[image:32.595.112.513.169.636.2]* Tester
Gambar 3.4
Pitching Target 7”
62
Keterangan :
Nilai 2 : Jika peserta dapat melakukan lemparan yang masuk kedaerah tengah
bidang sasaran atau mengenai batas luar daerah tersebut.
Nilai 1 : Jika peserta dapat melakukan lemparan apabila masuk diluar daerah
tengah bidang sasaran atau mengenai batas luar daerah tersebut
Nilai 0 : Jika peserta dapat melakukan lemparan tidak masuk kedalam daerah
bidang sasaran
-Tes Keterampilan 2
PITCHING SPEED
Pelaksanaan Tes:
Pelempar berdiri di belakang garis sejauh 14.02 m dari catcher
Skor adalah waktu yang dimulai dari bola lepas dari tangan sampai mengenai glove catcher
Peserta tes diberi kesempatan 10 kali lemparan
Skor diambil kecepatan lemparan yang terbaik.
[image:33.595.113.510.207.643.2]
Gambar 3.5
63
Gambar 3.6
Speed Gun
3.5 Teknik Analisis data
Teknik analisis dat menggunakan software SPSS V.20 dengan P-value ≤
0.05. Penulis menguraikan langkah-langkah dalam melakukan analisi data sebagai
berikut :
1. Uji t ( Uji kesamaan rata-rata )
Tahap ini bertujuan untuk mengetahui kesamaan antara kedua kelompok
tersebut, dimaksudkan sebelum kita melakukan pengujian dan pengelompokan
terhadap sampel diharapkan menggunakan sampel yang memiliki tingkat
kemampuan sama. Sehingga ketika diberikan treatment tidak terjadi ketimpangan.
untuk mengetahui apakah hasil perhitungan korelasi sederhana signifikan atau
tidak, maka diperlukan uji signifikansi dengan uji t.
2. Uji normalitas
Tahap ini bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut normal atau layak
tidaknya digunakan sebagai langkah selanjutnya untuk analisis hipotesis
selanjutnya. Jika normal maka menggunakan analisis parametric dan jika tidak
menggunakan analisis non-parametrik. Uji normalitas ini menggunakan
kolmogorov-smirnov dengan P-value ≥ 0.05. Signifikansi metode Kolmogoro
64
3. Uji Homogenitas
Tahap ini bertujuan jika sampel yang digunakan tidak homogen maka
digunakan analisis parametrik dan jika tidak homogen maka menggunakan
analisis non-parametrik dengan menggunakan Levene test dengan P-value ≥ 0.05.
Uji Levene test (Levene 1960) digunakan untuk menguji apakah sampel memiliki
varian yang sama. Varians yang sama di seluruh sampel disebut homogenitas
varians. Beberapa uji statistik, misalnya analisis varians, menganggap bahwa
varians adalah sama di seluruh kelompok atau sampel. Uji Levene dapat
digunakan untuk memverifikasi asumsi itu.
4. Uji Hipotesis
Dikarenakan pada penelitian ini terdapat variabel bebas yang lebih dari satu,
Maka uji hipotesisnya menggunakan anova factorial 2x2 dengan P-value ≤ 0.05.
dikarenakan variabel yang akan diuji lebih dari satu. Two way Anova pengujian
dilakukan dengan tidak hanya melihat satu faktor atau perlakuan saja, tetapi juga
dengan mempertimbangkan faktor blok. Uji blok dilakukan untuk mengetahui
pengaruh blok terhadap perbedaan rata-rata. Uji blok ini akan mengurangi
78
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan data dan hasil analisis data yang sudah
dilaksanakan, maka penulis mengambil kesimpulan.
1. Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar Pitching secara
keseluruhan antara Model Pembelajaran Taktis dan Model pembelajaran
Inkuiri secara keseluruhan, atau sebesar 7,82% akan tetapi tidak
signifikan.
2. Terdapat Interaksi antara Model Pembelajaran dengan Kepercayaan Diri
terhadap hasil belajar pitching dalam permainan softball.
3. Model Pembelajaran Inkuiri lebih baik dari Model Pembelajaran Taktis
bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
4. Model Pembelajaran taktis lebih baik dari Model Pembelajaran Inkuiri
bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri yang rendah.
Dari hasil yang didapat berdasarkan penelitian maka dapat diambil
kesimpulan bahwa model pembelajaran inkuiri lebih baik digunakan untuk siswa
dengan kepercayaan diri yang tinggi. Dan model pembelajaran taktis baik
digunakan untuk siswa yang mempunyai kepercayaan diri yang rendah. Kedua
model tersebut baik digunakan karena untuk mendapatkan hasil belajar pitching
yang maksimal dalam olahraga permainan softball.
79
5.2 Saran-saran
Berdasarkan penelitian yang penulis laksanakan, ditemukan bahwa pembe
lajaran pitching yang menggunakan model pembelajaran taktis dan model
pembelajaran inkuiri memiliki perbedaan yang signifikan dilihat dari hasil
pembelajaran yang dihubungkan dengan tingkat kepercayaan diri. Oleh karena itu
penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut :
1. Kepada pembina UKM softball bisa menerapkan kedua pembelajaran
pitching dengan model pembelajaran taktis dan model pembelajaran inkuiri
dapat digunakan untuk meningkatkan belajar pitching dalam permainan
softball.
2. Kepada pengajar dan pembina agar lebih mengetahui karakteristik siswa
sehingga akan memudahkan dalam hal pembinaan
3. Disarankan model pembelajaran taktis dan model pembelajaran inkuiri
sama-sama bisa dijadikan alternatif model pembelajaran disekolah agar tidak
membosankan dalam permainan softball.
4. Kepada pembina softball untuk meningkatkan pembinaan olahraga softball
dan mengembangkan olahraga ini menjadi olahraga prestasi khususnya bagi
para pemula.
5. Bagi lembaga, diharapkan penelitian ini menjadi sumbangan ilmu
DAFTAR PUSTAKA
Juliantine, Subroto dan Yudiana, (2010). Belajar dan Pembelajaran Penjas. Bandung: UPI.
Nana Sudjana. (1989). Metode Pembelajaran. Bandung: Jemmars.
Sudjana, Nana, (2001). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Abduljabar, B. dan Darajat K.N, J. (2010). Statistika dalam Penjas. FPOK UPI. Bandung
Suparlan, A. dkk . (2008). Pembelajaran Softball. Bandung. FPOK UPI Bandung
Sedangkan model pembelajaran menurut sudrajat (2008) dalam (http://akhmadsudrajat.wordpress.com)
Sudjana, Nana. (1995) Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah Makalah-Skripsi-Tesis-Disertasi. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Tite JUliantine. (2010). Model Pembelajaran Inkuiri dalam Pendidikan Jasmani untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar. Disertasi Pasca Sarjana UPI
Arikunto, Suharsimi. (1993). Manjemen Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo. Persada.
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta
Mahendra ,A. dan Ma’mun,A (1996 ). Teori Belajar Motorik. FPOK UPI. Bandung
Juliantine, Tite, dkk. (2001). Model-model Pembelajaran Pendidikan Jasmani. FPOK UPI. Bandung
Ma’mun dan Subroto. (2001). Pendekatan Keterampilan taktis dalam permainan Bola Voli. Depdiknas. Jakarta
http.//pengertian-hipotesis-penelitian-arti.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sofbol
http://olah-raga-indonesia.blogspot.com/2012/04/olahraga-softball.html
http://himitsuqalbu.wordpress.com/2011/11/03/metode-inkuiri/
http://www.surgaberita.com/2012/02/10-cara-meningkatkan-percaya-diri.html
http://www.anneahira.com/membangun-kepercayaan-diri.htm