• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PITCHING.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PITCHING."

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PITCHING

(Studi Eksperimen pada UKM Softball UPI Bandung)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Pendidikan Olahraga

Oleh :

HERNA MEGAWATI

0700117

PRODI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : HERNA MEGAWATI

NIM : 0700117

JURUSAN : PENDIDIKAN OLAHRAGA

JUDUL : PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN

KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PITCHING

DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH :

Pembimbing I

Drs. Mudjihartono M.Pd

NIP. 19650817199001101

Pembimbing II

Jajat Darajat KN, S.Pd M.Kes AIFO

NIP. 197608022005011002

Mengetahui Ketua Program Studi

Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Drs. Sucipto, M. Kes. AIFO

(3)

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul Pengaruh Model

Pembelajaran dan Kepercayaan Diri Terhadap Hasil Belajar Pitching adalah

sepenuhnya karya saya sendiri. Tidak ada bagian di dalamnya yang termasuk

kriteria plagiat dari karya orang lain. Oleh sebab itu apabila terdapat salinan dari

bagian isi atau secara keseluruhan skripsi ini yang merupakan plagiat dari karya

orang lain, maka saya akan mempertanggung jawabkannya secara hukum.

Bandung, Februari 2013

Yang membuat pernyataan

(4)

ABSTRAK

Herna Megawati (0700117). Pengaruh Model Pembelajaran dan Kepercayaan Diri Terhadap Hasil Belajar Pitching. Skripsi Program Studi PJKR Jurusan Pendidikan Olahraga. FPOK-UPI.

(5)

ABSTRACT

Herna Megawati (0700117). Influence Model of Learning and Confidence on learning Outcomes Pitching. Scription Healty Psysical Education And Recreation. Physical Education Programs. FPOK-UPI.

(6)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ……….. i

KATA PENGANTAR ………. ii

UCAPAN TERIMA KASIH ……….. iii

DAFTAR ISI ………... vi

DAFTAR TABEL ………... ix

DAFTAR BAGAN ………. x

DAFTAR GAMBAR ……….. xi BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah ……….

1.2.Rumusan Masalah ………..

1.3.Tujuan Penelitian ………

1.4.Manfaat Penelitian ………..

1.5.Batasan Penelitian ………..

1.6. Penjelasan Istilah ………

1 4 4 5 5 6

BAB II KAJIAN LITERATUR, KERANGKA BERPIKIR, DAN

HIPOTESIS PENELITIAN

2.1.Kajian Literatur………...

2.1.1. Hakekat Permainan Softball ……… 2.1.2. Hakekat Belajar dan Pembelajaran ……….. 2.1.3. Hakekat Keterampilan Belajar Pitching ……….. 2.1.4. Tahap-Tahap Belajar Pitching ………. 2.1.5. Hakekat Model Pembelajaran Taktis dan Model

Pembelajaran Inkuiri ………..

2.1.6. Kepercayaan Diri ……….

(7)

2.2.Kerangka Berpikir

2.2.1. Hubungan Kepercayaan Diri dengan Hasil Belajar Pitching ..

2.2.2. Perbedaan Model Pembelajaran Taktis dan Model

Pembelajaran Inkuiri dalam Belajar Pitching ………. 2.2.3. Perbedaan Hasil Belajar Pitching antara Model Pembelajaran

Taktis dan Model Pembelajaran Inkuiri pada siswa yang

memiliki kepercayaan diri tinggi. ……… 2.2.4. Perbedaan Hasil Belajar Pitching antara Model Pembelajaran

Taktis dan Model Pembelajaran Inkuiri pada siswa yang

memiliki kepercayaan diri rendah ………...

2.2.5. Hipotesis Penelitian ……….

44

45

46

46

47

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Metode Penelitian ………..

3.2. Lokasi, Desain Penelitian, dan Langkah-langkah Penelitian……….

3.3. Populasi dan Sampel ……….

3.4. Instrumen Penelitian ……….

3.5. Teknis Analisi Data ……….. 48

50

54

55

63

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.Hasil Pengolahan dan Analisis Data ………..

4.1.1. Deskripsi Seluruh Data ………

4.1.2. Uji Kesamaan Dua Rata-rata ………... 4.1.3. UJi Prasyarat Analisis ……….

4.1.3.1. Uji Normalitas ………..

4.1.3.2. Uji Homogenitas ………..

4.1.4. Uji Hipotesis ………

(8)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.Kesimpulan ……….

5.2.Saran ………..

78

79

DAFTAR PUSTAKA ……….. 80

LAMPIRAN – LAMPIRAN LAMPIRAN 1. Berita Acara Penelitian ……… 82

LAMPIRAN 2. Angket……….. 83

LAMPIRAN 3. Hasil Angket………. 87

LAMPIRAN 4. Hasil Peringkat angket ………. 88

LAMPIRAN 5. Hasil Pelaksanaan Tes Awal ……… 89

LAMPIRAN 6. Hasil Pelaksanaan Tes Akhir ………... 91

LAMPIRAN 7. Hasil Peningkatan Pretest dan Posttest ……… 93

LAMPIRAN 8. Program Pembelajaran Selama Penelitian ………... 94

LAMPIRAN 9. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ……… 95

LAMPIRAN 10. Hasil Perhitungan SPSS v.20 ……….. 97

LAMPIRAN 11. Foto Hasil Penelitian ……….. 105 LAMPIRAN 12. Surat Keputusan Seminar Proposal

LAMPIRAN 13. Surat Ijin Penelitian

LAMPIRAN 14. Surat Keterangan telah melakukan penelitian

(9)

DAFTAR TABEL

TABEL HALAMAN

3.1 Desain Penelitian ……… 50

3.3 Skor Angket ………... 57

3.4 Kisi-kisi Angket ………. 58

4.1 Deskripsi Data ……… 65

4.2 Uji-t Kesamaan rata-rata ……… 67

4.3 Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov ……… 68

4.4 Uji Homogenitas Levene Test ……… 69

4.5 Hasil Perhitungan Uji-F Anova Factorial 2x2 Hipotesis Pertama ……. 70

4.6 Hasil Perhitungan Uji-F Anova Factorial 2x2 Hipotesis Kedua ……… 71

4.7 Hasil Perhitungan Uji-F Anova Factorial 2x2 Hipotesis Ketiga ……… 72

4.8 Hasil Perhitungan Uji-F Anova Factorial 2x2 Hipotesis Keempat …… 73

(10)

DAFTAR BAGAN

BAGAN HALAMAN

(11)

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR HALAMAN

2.1 Lapangan Softball ……….. 9

2.2 Perlengkapan Softball ……… 10

2.3 Strike Zone ………. 11

2.4 Teknik Pitching Windmill dan Slingshot ………... 13

2.5 Windmill Jumping ………. 13

2.6 Sikap Berdiri Pitching ……… 14

2.7 Gerak Melangkah Pitching……….. 15

2.8 Gerak Lanjut Pitching ……… 18

2.10 Grip Bola Drop ……….. 18

2.11 Grip Bola Rise ……… 19

2.12 Grip Bola Curve ………. 20

3.4 Pitching Target……… 61

3.5 Pengukuran Speed Gun ………. 3.6. Speed Gun 62 63 4.1 Gambar Deskripsi Data Secara Keseluruhan ………. 66 4.2 Grafik Pengaruh Model Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar

Pitching ……….

70

4.3 Grafik Interaksi Antara Model Pembelajaran dan Kepercayaan Diri

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Softball merupakan cabang olahraga yang cukup populer dan digemari di

Indonesia. Hal ini bisa kita lihat bukan hanya di kota besar saja tetapi sudah

banyak di daerah yang memajukan olahraga ini. Dewasa ini softball banyak

dipertandingkan di event nasional maupun internasional.

Sofbol atau dikenal dengan softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri

dari dua tim. Permainan sofbol lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George

Hancock di kota Chicago pada tahun 1887. Sofbol merupakan perkembangan dari

olahraga sejenis yaitu bisbol atau hardball. Bola sofbol saat ini berdiameter

28-30,5 sentimeter, bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan

menjadi sasaran pemain lawan, yaitu pemukul bola dengan menggunakan tongkat

pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defensif) dan tim yang

memukul (ofensif). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara

memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home

plate yang menandai awal dimulainya permainan. Bola dilemparkan dengan

teknik lempar bawah dengan daerah sasaran (strike zone) antara lutut sampai

dengan sekitar ketiak dibawah lengan pada si pemukul. Pitcher merupakan salah

satu pemain inti dalam olahraga softball disebut juga sebagai baterai, karena

pitcher memegang peranan penting dalam olahraga ini.

Keterampilan dasar pitching dalam olahraga softball bagian yang sangat

penting. Karena disaat kita akan memulai suatu pernainan softball bola pertama

itu berasal dari pitcher (pelempar bola). Teknik yang dikuasai oleh pitcher

dinamakan teknik pitching. Teknik pitching merupakan bagian tersulit dalam

olahraga softball dikarenakan butuh waktu lebih lama untuk dilatih dan dipelajari,

Pitching yaitu gerakan melempar bola dengan cara memutarkan tangan dengan

(13)

2

pitcher dituntut untuk bisa memiliki materi yang lebih dari pemain lainnya. Bukan

hanya kemampuan teknik dan fisik saja, tetapi juga faktor mental menjadi salah

satu faktor utama yang harus dimiliki seorang pitcher dan menentukan

penampilannya. Apabila gangguan-gangguan yang bersifat psikologis tidak dapat

diatasi, contoh permasalahan seperti perasaan tegang sebelum bertanding, pada

saat bertanding, pada saat terjadi beberapa kejadian dalam pertandingan yang

sangat menentukan. Hal ini berpengaruh terhadap kontrol emosi seorang pitcher

dan keterampilan dalam melakukan lemparan. Mengenai pengertian emosi itu

sendiri Singgih, (2004 : 62) menjelaskan bahwa “Emosi adalah suatu aspek psikis yang berkaitan dengan perasaan dan merasakan.” Misalnya merasa senang, sedih, kesal, jengkel, marah, tegang dan lain-lain. Emosi pada diri seseorang

berhubungan erat dengan keadaan psikis tertentu yang di stimulasi baik oleh

faktor dari dalam atau internal maupun faktor dari luar atau eksternal. Singgih

mengutip dari William James dan Carl Lange (2000 : 73) mengemukakan :

Bahwa emosi muncul karena adanya perubahan-perubahan yang terjadi di

dalam tubuh manusia. Baik James maupun Lange, berpendapat bahwa

perubahan-perubahan emosi terjadi karena perubahan-perubahan-perubahan-perubahan kefaalan dalam tubuh.

Seperti yang kita ketahui contoh dilapangan bahwa perkembangan softball dijawa

barat saat ini sedang mengalami penurunan. Dan hal ini sangat berpengaruh dari

adanya keberadaan pitcher didalam suatu tim. Seperti pada PON (Pekan Olahraga

Nasional) yang diadakan di Riau pada September 2012. Cabang olahraga softball

putra menduduki peringkat ke lima sedangkan softball putri menduduki peringkat

ke tiga. Dengan dialaminya penurunan peringkat pada pon tahun ini menurut

pengetahuan penulis kekalahan Jawa Barat disebabkan dengan lemahnya

kekuatan pitcher yang dimiliki yang menjadikan keterpurukan di Jawa Barat.

Didalam sebuah tim yang kuat terdapat peranan pitcher yang sangat besar. Selain

dari pada itu mental menjadi faktor penting terhadap pembentukan pitcher.

Karena semakin kuat mental seorang pitcher, semakin besar pula kontribusi untuk

sebuah tim. Kepercayaan diri dalam diri pitcher menjadi salah satu faktor dalam

(14)

3

regenerasi yang di siapkan untuk jangka panjang dalam rangka membina

pitcher-pitcher baru baik untuk event antar SMA, Perguruan Tinggi, daerah, Nasional,

maupun Internasional.

Dalam rangka mendukung hasil belajar pitching, keberhasilan seorang

pitcher ditentukan melalui pembelajaran. Belajar menjadi seorang pitcher itu tidak

mudah karena terdapat banyak tahapan dan teknik yang perlu dikuasai, tetapi

dengan adanya model pembelajaran taktis dan inkuiri yang mendukung dan

memudahkan siswa dalam mempelajari pitching. selain itu terdapat variabel lain

yang mempengaruhi proses pembelajaran pitching yaitu kepercayaan diri. Dalam

proses pembelajaran terdapat banyak model pembelajaran yang digunakan untuk

mencapai keberhasilan dalam pembelajaran itu sendiri, disini penulis akan

menggunakan model pembelajaran taktis dan model pembelajaran inkuiri sebagai

pendukung dari proses belajar pitching.

Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan penulis ingin

menganalisis dan meneliti bagaimana Pengaruh Model Pembelajaran dan

(15)

4

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan mengenai model pembelajaran

pitching dan usaha untuk membangun kepercayaan diri sehingga dapat

menampilkan hasil belajar pitching yang baik. Maka diuraikan kembali dalam

masalah khusus yang akan diteliti oleh penulis adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana perbedaan hasil belajar pitching antara Kelompok Model

Pembelajaran Taktis dan Kelompok Model Pembelajaran Inkuiri?

2. Bagaimana interaksi model pembelajaran dengan kepercayaan diri di

UKM Softball UPI Bandung?

3. Bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, apakah model

pembelajaran taktis lebih baik dari model pembelajaran inkuiri?

4. Bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri yang rendah, apakah model

pembelajaran inkuiri lebih baik dari model pembelajaran taktis?

1.3 Tujuan Penelitian

Sebagai peneliti memerlukan tujuan yang jelas yang mengandung

maksud-maksud tertentu. Arikunto (1993;49) mengemukakan tujuan penelitian: “tujuan

penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukkan adanya sesuatu hal yang

diperoleh setelah penelitian selesai”. Berdasarkan rumusan masalah penelitian

diatas maka tujuan penulis membuat penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Ingin mengetahui perbedaan hasil belajar pitching kelompok model

pembelajaran taktis dan model pembelajaran inkuiri.

2. Ingin mengetahui interaksi antara model pembelajaran dengan

kepercayaan diri.

3. Ingin mengetahui bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi model

pembelajaran mana yang lebih baik.

4. Ingin mengetahui bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah

(16)

5

1.4 Manfaat penelitian

Dalam semua penelitian sudah barang tentu hasil penelitian tersebut ingin

memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, apabila penelitian ini terbukti

berarti pada taraf signifikan yang telah ditentukan oleh penulis, maka yang

diharapkan dari hasil penelitian ini adalah dapat memberikan kontribusi sebagai

berikut:

1. Bahan informasi dan referensi bagi peneliti lain yang ingin atau hendak

meneliti hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah Softball

terutama proses pembelajaran softball khususnya dalam pembelajaran

pitching.

2. Dasar penyusunan program pembinaan pitcher, karena dapat dilihat

manakah dari kedua model pembelajaran tersebut yang memberikan

pengaruh terbesar terhadap keterampilan lemparan pitching.

3. Bahan masukan bagi para pengajar ataupun Pembina untuk meningkatkan

pembinaan olahraga softball dan mengembangkan olahraga ini menjadi

olahraga prestasi khususnya bagi para pemula.

4. Bahan informasi dan referensi dalam rangka pengembangan ilmu

keolahragaan pada umumnya bagi para peneliti yang hendak meneliti yang

berhubungan dengan masalah softball terutama dalam hal pitching.

1.5 Batasan Penelitian

Agar penelitian ini memperoleh sasaran yang sesuai dengan tujuan yang

diharapkan, maka perlu adanya pembatasan masalah tentang pembatasan masalah

ini, berpedoman dari latar belakang diatas, serta untuk menghindari timbulnya

penafsiran yang sangat luas untuk memperoleh gambaran yang jelas, maka

batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Penelitian dilaksanakan di UKM Softball UPI Bandung

2. Penelitian ini hanya difokuskan pada pengaruh Model Pembelajaran dan

(17)

6

3. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian adalah Model

Pembelajaran Taktis dan Model Pembelajaran Inkuiri.

4. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Variabel bebas dalam

penelitian ini adalah Model Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Taktis

dan Model Pembelajaran Inkuiri dan variabel terikatnya adalah Hasil Belajar

Pitching, serta terdapat Variabel Intervening adalah Kepercayaan Diri.

5. Populasi dan Sampel

a. Populasi. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah

anggota UKM Softball UPI Bandung

b. Sample. Menurut Sugiyono (2010:81) “Sampel adalah bagian dari

jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Teknik

pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Random

Sampling, dan jumlah sampel yang akan diuji sebanyak 20 orang.

6. Lamanya pembelajaran yang dilakukan sebanyak 18 kali pertemuan.

7. Pitching target dan Speed Gun digunakan sebagai instrumen Penelitian.

(http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.bushnell.com/getmedia)

1.6 Penjelasan Istilah

Agar tidak terjadi salah penafsiran yang keliru mengenai persoalan yang

muncul dalam penelitian ini, penulis mencoba memberikan penjelasan mengenai

beberapa istilah yang terdapat pada judul penelitian “ Pengaruh Model

Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Pitching”, dijelaskan sebagai berikut :

1. Pengaruh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988) dijelaskan

bahwa pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari seseorang

(orang,benda) yang ikut membantu watak, kepercayaan, dan perbuatan

seseorang.

2. Belajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1988) dijelaskan

sebagai tindakan untuk berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu yang

disertai dengan adanya perubahan tingkah laku atau tanggapan yang

(18)

7

3. Latihan. Menurut Harsono (1988:101) dijelaskan bahwa latihan itu proses

yang sistematis dari berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara

berulang-ulang, dengan menambah jumlah beban latihan atau pekerjaanya.

4. Pengertian model menurut William A. Schrode dan D.Voich adalah suatu

gambaran daripada kenyataan yang dimaksudkan untuk menerangkan

perilaku daripada apa yang digambarkan tersebut.

5. Model Pembelajaran menurut sudrajat (2008) adalah pada dasarnya

merupakan benruk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir

yang disajikan secara khas oleh guru.

6. Model pembelajaran taktis adalah dalam proses pembelajaranya siswa

diberi materi dengan game-drill-game.

7. Model pembelajaran inkuiri adalah dalam proses pembelajaranya dimana

guru memberi kebebasan pada siswa untuk mencari sampai menemukan

solusi terhadap suatu masalah.

8. Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang

terhadap kemampuan pada dirinya sendiri dengan menerima secara apa

adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melalui

proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya.

9. Softball menurut Ajang suparlan dkk (2008:7) adalah permainan yang

hampir sama dengan permainan baseball yang dimainkan oleh dua tim,

diciptakan oleh Mr. George W Hancock di kota Chicago pada tahun 1887.

10.Pitcher adalah pemain dari regu penjaga yang tugasnya menyajikan

(19)

48

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode dalam suatu penelitian merupakan salah satu cara yang ditempuh

untuk membantu dalam mengungkapkan suatu permasalahan. Keberhasilan suatu

penelitian ilmiah tidak akan lepas dari metode yang digunakan dalam penelitian.

Penggunaan metode dalam penelitian disesuaikan dengan masalah dan tujuan

penelitiannya. Hal ini berarti metode penelitian mempunyai kedudukan yang

penting dalam pelaksanaan pengumpulan data. Dalam hal ini Arikunto (2002:136)

menjelaskan bahwa “Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya”.

Dalam menggunakan suatu metode tergantung pada penelitian yang hendak

dicapai, atau dengan kata lain penggunaan suatu metode harus melihat sejauh

mana efektif, efesien dan relevansinya. Suatu metode dikatakan efektif apabila

dalam prosesnya terlihat adanya perubahan positif menuju kearah yang

diharapkan. Efektif tidaknya suatu metode dilihat dari penggunaan waktu,

fasilitas, biaya dan tenaga kerja yang digunakan sehemat mungkin tetapi

mencapai hasil yang maksimal. Relevan atau tidaknya suatu metode dapat kita

lihat dari kecocokan, kegunaan dan tidak terjadi banyaknya penyimpangan pada

saat proses penggunaan metode tersebut maka metode tersebut dikatakan relevan

atau sesuai.

Sesuai dengan tujuan diatas, maka metode penelitian yang digunakan adalah

metode eksperimen. Tentang metode eksperimen, Arikunto (2002:03)

menjelaskan bahwa Eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab

akibat (hubungan kausal) antara faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti

dengan mengurangi atau menyisihkan faktor yang mengganggu. Selain Arikunto,

(20)

49

dalam kondisi dimana satu atau beberapa variabel dapat di kontrol. Kontrol dalam

penelitian mempunyai dua arti. Dengan dimaksud suatu variable atau lebih

bersifat tetap sedangkan variabel lainnya bebas”. Terdapat lebih dari satu variabel

bebas dalam penelitian ini, dan di dalam penelitian inipun terdapat variable

intervening, Variabel intervening adalah peubah yang secara teoritis

mempengaruhi (memperlemah dan memperkuat) hubungan antara variabel

independent (peubah bebas) dengan variabel dependent (peubah terikat), akan

tetapi tidak dapat diamati dan diukur secara matematis.

Berdasarkan dua kutipan diatas penulis menarik kesimpulan bahwa dalam

kondisi dimana atau beberapa variabel dapat di kontrol dan dicobakan untuk

mengetahui hasil percobaan itu. Dalam penelitian ini variabel yang dicobakan

yaitu pembelajaran pitching menggunakan model pembelajaran taktis dan model

pembelajaran inkuiri, dan percaya diri menjadi variable intervening

(memperlemah atau memperkuat ) kepada kedua kelompok untuk mengetahui

pengaruh dari kedua model pembelajaran tersebut terhadap produktivitas hasil

(21)

50

3.2 Lokasi, Desain Penelitian, dan Langkah-langkah penelitian 3.2.1 Lokasi

Lokasi penelitian adalah tempat penelitian yang akan dilaksanakan

peneliti, lokasi penelitian ini yaitu UKM Softball UPI Bandung, yang bertempat

di jalan Setiabudi No.229 bandung.

3.2.2 Desain Penelitian

Desain yang digunakan penulis didalam penelitian ini adalah pre-test dan

post-test control group design yaitu kelompok yang diberi tes awal utuk mengukur

kondisi awal. Setelah diberikan perlakuan, kemudian kedua kelompok ini

diberikan tes kembali sebagai tes akhir. Dari penjelasan tersebut penelitian

menempatkan subjek penelitian kedalam dua kelompok kelas yang terdiri dari

kelompok model pembelajaran taktis dan model pembelajaran inkuiri yang dipilih

secara acak. Pretest-posttest control group dengan menggunakan Anova 2x2

faktorial digambarkan sebagai pada tabel 3.1 sebagai berikut :

Kepercayaan Diri (B) Model pembelajaran (A) Taktis (A1) Inkuiri (A2)

Tinggi (B1) A1B1 A2B1

Rendah (B2) A1B2 A2B2

Tabel 3.1

(22)

51

Adapun keterangan yang dapat penulis uraikan pada saat memberikan treatment:

 A1B1 yang artinya pada anak yang memiliki kepercayaan diri tinggi akan diberikan treatment dengan menggunakan model pembelajaran taktis.

 A1B2 yang artinya pada anak yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah akan diberikan treatment dengan menggunakan model

pembelajaran taktis.

 A2B1 yang artinya pada anak yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi akan diberikan treatment menggunakan model pembelajaran inkuiri.

 A2B2 yang artinya pada anak yang memiliki kepercayaan diri rendah akan diberikan treatment menggunakan model pembelajaran inkuiri.

3.2.3 Alur Penelitian

Mengenai langkah-langkah penelitian, Gay (1996:91-98) yang dikutip oleh

Herdiana ( 2009:38-39) menjelaskan bahwa “umumnya langkah penelitian diawali

dengan proses penelusuran masalah, penelusuran data dan teori, perumusan

(23)

52

Alur Penelitian

Bagan 3.2

Alur Penelitian Sample

Kepercayaan Diri

Rendah Tinggi

Model Pembelajaran Inkuiri Tes awal

Test Akhir

Pengolahan dan analisis data

Hasil Tes dan Pembahasan

Model pembelajaran Taktis

Angket

(24)

53

Skema tersebut dapat penulis jelaskan sebagai berikut:

1. Langkah pertama menentukan sampel dari populasi. Sebelum ekperimen

dilaksanakan, Adapun langkah pengambilan sample adalah dengan

menggunakan metode purposive random sampling, dimana pengambilan

sampel dengan teknik ini mempunyai tujuan tertentu dengan jumlah

populasi. untuk menjadi sampel yaitu sebanyak 20 orang dari populasi 45

orang

2. Sampel sebanyak 20 orang diberikan tes pertama yaitu berupa angket, dan

diberikan peringkat.

3. Menyusun peringkat dari tes awal mulai dari skor tertinggi sampai skor

terendah. Dipilih secara silang antara 10 skor tertinggi dan 10 skor

terendah dan dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing 5 orang.

4. Menentukan bentuk pembelajaran bagi sampel dua kelompok ekperimen.

Dengan menggunakan model pembelajaran taktis dan model pembelajaran

inkuiri.

5. Setelah kelompok menjalani kegiatan ekperimen selama waktu yang telah

ditentukan (18 kali pertemuan), kemudian dilakukan tes akhir.

6. Berdasarkan data-data yang telah diperoleh maka dilakukan pengolahan

dan analisis data sehingga hasilnya dapat ditafsirkan.

7. Sebagai langkah terakhir pembahasan adalah membuat kesimpulan yang

(25)

54

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Penelitian ini untuk memproses pemecahan masalah diperlukan data, dan data

diperoleh dari obyek penelitian atau populasi yang diselidiki. Populasi dalam

suatu penelitian merupakan kumpulan individu atas obyek yang mempunyai

karakteristik tertentu. Dalam hal ini Arikunto (2002:108) menjelaskan sebagai berikut: “ Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”. Lebih lanjut Nasution (2003:77) menjelaskan bahwa:

Totalitas semua nilai yang mungkin hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif. Mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya dinamakan populasi. Adapun sebagian yang diambil dari populasi tersebut disebut sampel.

Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah Mahasiswa UPI (yang

mengikui UKM softball) yang berjumlah 45 orang.

3.3.2 Sample

Setelah menentukan populasi, langkah selanjutnya adalah menentukan

sampel. Menurut Arikunto (2002:109) menyatakan bahwa Sampel adalah

sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Selain itu juga Hadi (1980:73) menjelaskan bahwa: “Sebenarnya tidak ada suatu ketetapan mutlak berapa persen suatu sample harus diambil dari suatu populasi”. Responden atau sampel dalam penelitian ini adalah pemain softball yang berposisi sebagai pitcher berjumlah 20

orang yang ikut dalam UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa ) softball .

Teknik pengambilan data purposive random sampling atau sampel bertujuan

yang artinya teknik penentuan sampel berdasarkan tujuan tertentu yaitu pitcher

(26)

55

Jadi pengambilan sampel dengan teknik ini bedasarkan tujuan yang ingin

dicapai. Melalui cara pengambilan tersebut, penulis berasumsi bahwa setiap

anggota populasi yang berposisi sebagai pitcher berpeluang untuk dipilih menjadi

subjek dalam penelitian ini.

3.4 Instrument penelitian

Untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian diperlukan alat yang disebut

instrumen. Instrumen penelitian adalah alat untuk mengukur data, menurut arikunto (2002:126) yang dikutip oleh Herdian ( 2009:40) menjelaskan, bahwa “ instrumen adalah alat ukur yang digunakan pada saat melakukan penelitian.

Suatu penelitian sudah pasti memerlukan alat untuk mengumpulkan data. Alat

pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk angket dan juga

test keterampilan.

3.4.1. Angket

Mengenai angket ini dijelaskan oleh Arikunto (2006 : 151), yaitu sebagai berikut : “Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau

hal-hal yang ia ketahui”. Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa

serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban

(Depdikbud:1975). Didapatkan kesimpulan dari pengertian angket adalah suatu

alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diajukan

kepada subyek untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga

Seperti diketahui setiap bentuk angket ataupun tes harus reliabel dan valid.

Reliabel artinya keseragaman hasil dari beberapa kali pengetesan terhadap obyek

dan subyek yang sama. Valid artinya cocok dan tepat untuk mengukur unsur yang

ingin diukur, atau bisa dikatakan tes tersebut valid apabila cocok dan mampu

(27)

56

3.4.1 Langkah-langkah penyusunan angket

1. Spesifikasi Data

Maksudnya adalah Dalam penelitian ini penulis menggunakan angket

berstruktur atau sifatnya tertutup sebagai alat pengumpul data. Adapun maksud

dari angket yang dibuat berstruktur ini disusun dengan menyediakan alternatif

jawaban yang dapat dipilih responden, maka responden hanya diperkenankan

untuk menjawab salah satu alternatif jawaban. Jawaban yang dikemukakan oleh

responden didasarkan oleh kehendak dan pendapatnya sendiri. Penulis hanya akan

meneliti dalam ruang lingkup yang akan diukur atau data yang hanya diperlukan.

2. Penyusunan Angket

Indikator-indikator yang telah dirumuskan kedalam kisi-kisi tersebut

diatas selanjutnya dijadikan bahan penyusunan butir pernyataan atau soal dalam

sebuah angket. Butir-butir soal atau pertanyaan dibuat dalam bentuk pertanyaan

dengan kemungkinan jawaban yang tersedia. Dalam pembuatan alternatif jawaban

untuk mengetahui tingkat Kepercayaan diri yang dialami oleh sampel penulis

menggunakan skala sikap Likert sebagai pilihan alternatif jawaban sekaligus

dengan sistem penilaiannya yaitu untuk pernyataan yang bersifat positif dan

negatif dalam hal ini pernyataan yang mendukung pada keadaan Kepercayaan diri

pada sampel maka sistem penilaiannya berturut-turut sebagai berikut : Selalu

(SL) bernilai 5, Sering (SR) bernilai 4, Kadang-kadang (KD) bernilai 3, Jarang

(JR) bernilai 2, kemudian Tidak Pernah (TP) bernilai 1 dan begitu pula

(28)

57

Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :

Skor Alternatif Jawaban

Alternatif jawaban Skor Alternatif Jawaban

Positif Negatif

Selalu

Sering

Kadang-kadang

Jarang

Tidak pernah

5

4

3

2

1

1

2

3

4

5

Tabel 3.3

Skor Angket

Selanjutnya tes angket itu dikonsultasikan dengan dosen pembimbing, hal

ini dimaksudkan untuk memperoleh saran, apakah tes tersebut sudah dapat

menggambarkan apa yang menjadi tujuan dalam penelitian atau tidak. Kemudian

setelah memperoleh persetujuan dari dosen yang bersangkutan selanjutnya tes-tes

(29)

58

Kisi-Kisi Mengenai Kepercayaan Diri terhadap Hasil Belajar Pitching

VARIABEL KOMPONEN SUB

KOMPONEN INDIKATOR

Kepercayaan

Diri

Dari dalam

Keyakinan Diri  Kemauan dan bentuk usaha

Kemampuan teknis

 Penguasaan teknik tak tis kurang ataupun lebih

 Merasa kemapuanya lebih rendah dari orang lain

Pikiran Positif

 Percaya akan kemampuan sendiri

 Optimis

 Mandiri

 Tidakmudahmenyerah

Pikiran Negatif

 Perasaan takut salah

 Tidak percaya pada kemampuan sendiri

 Berpikiran puas diri

Mental

 Mampu mengalahkan ketakutan dalam diri

 Mampu menguasai diri sendiri

Dari Luar

Pengaruh Lingkungan

 Keadaan lapangan

 Perbedaan postur tubuh

Proses latihan

 Percayapada proses latihan

 Proses latihan sebagai pembentuk kepercayaan diri

Pembentukanfisik

 Memiliki dan memanfaatkan kelebihan

 Memiliki mental dan fisik yang menunjang

Pengaruh Massa Sorakan Penonton

Tabel 3.4

(30)

59

3. Uji Coba Angket

Sebelum angket disebarkan kepada responden yang sebenarnya terlebih

dahulu angket tersebut diuji cobakan. Uji coba ini untuk mengetahui tingkat

validitas dan reliabilitas dari instrument yang akan digunakan sebagai alat

pengumpul data.

Mengenai uji coba ini penulis melakukan uji coba kepada pemain softball

khususnya yang memiliki posisi sebagai pitcher yang mempunyai kemampuan

merata dengan sampel yang akan digunakan pada penelitan yang sebenarnya,

adapun sampel yang digunakan dalam uji coba angket yaitu pitcher yang berada

di UKM Softball UPI Bandung.

Didalam pengujian angket penulis menggunakan software SPSS V.20 dengan P-Value ≤ 0.05 dengan menggunakan uji validitas butir angket dan juga uji reliabilitas butir angket. Setelah angket disebarkan dan kita mendapatkan

hasilnya, lalu langkah selanjutnya mengurutkan dari skor tertinggi dan skor

terendah yang diartikan sebagai kepercayaan tinggi dan kepercayaan diri yang

rendah.

2.4.2 Tes Keterampilan

- Pretest

Pretest digunakan untuk mengukur kemampuan awal peserta sebelum

melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran taktis dan

model pembelajaran inkuiri. Hasil pre test digunakan sebagai tolak ukur awal

kemampuan siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok control dalam

pembelajaran pitching.

- Post test

Post test digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan

membandingkan peningkatan keterampilan pitching pada kelompok penelitian

(31)

60

teknik dasar keterampilan pitching. Tes yang dilakukan pada post test sama

dengan yang dilakukan untuk pre test

Tes ketrampilan yang akan digunakan menggunakan The O’Donnell softball test. Yang diciptakan oleh O’donnell yaitu berupa alat untuk mengukur keterampilan teknik dasar softball tingakat mahasiswa/i yang terdiri dari 6 bentuk

tes :

 Speed Throw

 Fielding Flyball

 Throw and Catch

 Repeated Throw

 Fungo Batting

 Overhand Accuracy Throw

Pada penelitian ini penulis memilih salah satu bentuk tes yang berhubungan

dengan keterampilan pitching, yaitu Pitching Accuracy, dengan menggunakan alat

ukur pitching target, dan juga Pitching Speed dengan menggunakan alat speed

gun. Pitching Accuracy berupa tes yang dilakukan dengan melakukan keterampilan pitcing yang diharuskan melempar ke arah target yang telah

disediakan. Pitching Target, alat ini digunakan untuk mengukur ketepatan dalam

melempar pitching atau produktifitas dalam melakukan pitching menurut komtek

PERBASASI.

Pitching Speed berupa tes yang dilakukan untuk mengukur keterampilan pitching yang diharuskan melempar sekencang-kencangnya kearah catcher. Speed

Gun, alat ini digunakan untuk mendeteksi kecepatan lemparan dan terjamin akurasinya.

Untuk mengukur hasil pembelajaran tentunya harus mengkondisikan dengan

jarak dan tempat melempar bola untuk putra yaitu 14.02 meter. Menggunakan

(32)

61

a. Alat – alat yang digunakan dalam tes ini adalah sebagai berikut:

1. Lapangan softball

2. Pitching target

3. Speed Gun

4. Bola softball

5. Pita pengukur

6. Formulir pengisian skor

b. Pelaksanaan tes

- Tes Keterampilan 1

PITCHING ACCURACY

 Pelempar berdiri di belakang garis sejauh 14.02 m dari target.

 Melakukan lemparan bola ke arah target di dinding

 Skor merupakan jumlah dari 10 kali lemparan

42”

18” *Recorder

* Tester

*Jarak 46 feet

[image:32.595.112.513.169.636.2]

* Tester

Gambar 3.4

Pitching Target 7”

(33)

62

Keterangan :

Nilai 2 : Jika peserta dapat melakukan lemparan yang masuk kedaerah tengah

bidang sasaran atau mengenai batas luar daerah tersebut.

Nilai 1 : Jika peserta dapat melakukan lemparan apabila masuk diluar daerah

tengah bidang sasaran atau mengenai batas luar daerah tersebut

Nilai 0 : Jika peserta dapat melakukan lemparan tidak masuk kedalam daerah

bidang sasaran

-Tes Keterampilan 2

PITCHING SPEED

Pelaksanaan Tes:

 Pelempar berdiri di belakang garis sejauh 14.02 m dari catcher

 Skor adalah waktu yang dimulai dari bola lepas dari tangan sampai mengenai glove catcher

 Peserta tes diberi kesempatan 10 kali lemparan

 Skor diambil kecepatan lemparan yang terbaik.

[image:33.595.113.510.207.643.2]

Gambar 3.5

(34)
[image:34.595.114.509.98.621.2]

63

Gambar 3.6

Speed Gun

3.5 Teknik Analisis data

Teknik analisis dat menggunakan software SPSS V.20 dengan P-value ≤

0.05. Penulis menguraikan langkah-langkah dalam melakukan analisi data sebagai

berikut :

1. Uji t ( Uji kesamaan rata-rata )

Tahap ini bertujuan untuk mengetahui kesamaan antara kedua kelompok

tersebut, dimaksudkan sebelum kita melakukan pengujian dan pengelompokan

terhadap sampel diharapkan menggunakan sampel yang memiliki tingkat

kemampuan sama. Sehingga ketika diberikan treatment tidak terjadi ketimpangan.

untuk mengetahui apakah hasil perhitungan korelasi sederhana signifikan atau

tidak, maka diperlukan uji signifikansi dengan uji t.

2. Uji normalitas

Tahap ini bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut normal atau layak

tidaknya digunakan sebagai langkah selanjutnya untuk analisis hipotesis

selanjutnya. Jika normal maka menggunakan analisis parametric dan jika tidak

menggunakan analisis non-parametrik. Uji normalitas ini menggunakan

kolmogorov-smirnov dengan P-value ≥ 0.05. Signifikansi metode Kolmogoro

(35)

64

3. Uji Homogenitas

Tahap ini bertujuan jika sampel yang digunakan tidak homogen maka

digunakan analisis parametrik dan jika tidak homogen maka menggunakan

analisis non-parametrik dengan menggunakan Levene test dengan P-value ≥ 0.05.

Uji Levene test (Levene 1960) digunakan untuk menguji apakah sampel memiliki

varian yang sama. Varians yang sama di seluruh sampel disebut homogenitas

varians. Beberapa uji statistik, misalnya analisis varians, menganggap bahwa

varians adalah sama di seluruh kelompok atau sampel. Uji Levene dapat

digunakan untuk memverifikasi asumsi itu.

4. Uji Hipotesis

Dikarenakan pada penelitian ini terdapat variabel bebas yang lebih dari satu,

Maka uji hipotesisnya menggunakan anova factorial 2x2 dengan P-value ≤ 0.05.

dikarenakan variabel yang akan diuji lebih dari satu. Two way Anova pengujian

dilakukan dengan tidak hanya melihat satu faktor atau perlakuan saja, tetapi juga

dengan mempertimbangkan faktor blok. Uji blok dilakukan untuk mengetahui

pengaruh blok terhadap perbedaan rata-rata. Uji blok ini akan mengurangi

(36)

78

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengolahan data dan hasil analisis data yang sudah

dilaksanakan, maka penulis mengambil kesimpulan.

1. Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar Pitching secara

keseluruhan antara Model Pembelajaran Taktis dan Model pembelajaran

Inkuiri secara keseluruhan, atau sebesar 7,82% akan tetapi tidak

signifikan.

2. Terdapat Interaksi antara Model Pembelajaran dengan Kepercayaan Diri

terhadap hasil belajar pitching dalam permainan softball.

3. Model Pembelajaran Inkuiri lebih baik dari Model Pembelajaran Taktis

bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

4. Model Pembelajaran taktis lebih baik dari Model Pembelajaran Inkuiri

bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri yang rendah.

Dari hasil yang didapat berdasarkan penelitian maka dapat diambil

kesimpulan bahwa model pembelajaran inkuiri lebih baik digunakan untuk siswa

dengan kepercayaan diri yang tinggi. Dan model pembelajaran taktis baik

digunakan untuk siswa yang mempunyai kepercayaan diri yang rendah. Kedua

model tersebut baik digunakan karena untuk mendapatkan hasil belajar pitching

yang maksimal dalam olahraga permainan softball.

(37)

79

5.2 Saran-saran

Berdasarkan penelitian yang penulis laksanakan, ditemukan bahwa pembe

lajaran pitching yang menggunakan model pembelajaran taktis dan model

pembelajaran inkuiri memiliki perbedaan yang signifikan dilihat dari hasil

pembelajaran yang dihubungkan dengan tingkat kepercayaan diri. Oleh karena itu

penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut :

1. Kepada pembina UKM softball bisa menerapkan kedua pembelajaran

pitching dengan model pembelajaran taktis dan model pembelajaran inkuiri

dapat digunakan untuk meningkatkan belajar pitching dalam permainan

softball.

2. Kepada pengajar dan pembina agar lebih mengetahui karakteristik siswa

sehingga akan memudahkan dalam hal pembinaan

3. Disarankan model pembelajaran taktis dan model pembelajaran inkuiri

sama-sama bisa dijadikan alternatif model pembelajaran disekolah agar tidak

membosankan dalam permainan softball.

4. Kepada pembina softball untuk meningkatkan pembinaan olahraga softball

dan mengembangkan olahraga ini menjadi olahraga prestasi khususnya bagi

para pemula.

5. Bagi lembaga, diharapkan penelitian ini menjadi sumbangan ilmu

(38)

DAFTAR PUSTAKA

Juliantine, Subroto dan Yudiana, (2010). Belajar dan Pembelajaran Penjas. Bandung: UPI.

Nana Sudjana. (1989). Metode Pembelajaran. Bandung: Jemmars.

Sudjana, Nana, (2001). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung : Sinar Baru Algensindo.

Abduljabar, B. dan Darajat K.N, J. (2010). Statistika dalam Penjas. FPOK UPI. Bandung

Suparlan, A. dkk . (2008). Pembelajaran Softball. Bandung. FPOK UPI Bandung

Sedangkan model pembelajaran menurut sudrajat (2008) dalam (http://akhmadsudrajat.wordpress.com)

Sudjana, Nana. (1995) Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah Makalah-Skripsi-Tesis-Disertasi. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Tite JUliantine. (2010). Model Pembelajaran Inkuiri dalam Pendidikan Jasmani untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar. Disertasi Pasca Sarjana UPI

Arikunto, Suharsimi. (1993). Manjemen Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo. Persada.

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta

Mahendra ,A. dan Ma’mun,A (1996 ). Teori Belajar Motorik. FPOK UPI. Bandung

Juliantine, Tite, dkk. (2001). Model-model Pembelajaran Pendidikan Jasmani. FPOK UPI. Bandung

Ma’mun dan Subroto. (2001). Pendekatan Keterampilan taktis dalam permainan Bola Voli. Depdiknas. Jakarta

(39)

http.//pengertian-hipotesis-penelitian-arti.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Sofbol

http://olah-raga-indonesia.blogspot.com/2012/04/olahraga-softball.html

http://himitsuqalbu.wordpress.com/2011/11/03/metode-inkuiri/

http://www.surgaberita.com/2012/02/10-cara-meningkatkan-percaya-diri.html

http://www.anneahira.com/membangun-kepercayaan-diri.htm

Gambar

TABEL                                                                                                 HALAMAN
GAMBAR                                                                                            HALAMAN
Tabel 3.1                                                                   Desain Penelitian
Tabel 3.3 Skor Angket
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini berjenis observasional dengan rancangan cross sectional design. Variabel bebas yang akan diteliti adalah pekerjaan, usia, jenis kelamin, dan lama bekerja,

Keterangan : File Tidak dapat dibuka menggunakan Apendo versi 2.2. Yang Menerima, Mengetahui,

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu peneliti ingin melihat gambaran apa adanya tentang suasana proses belajar mengajar yang

pemberian atau penolakan permintaan izin untuk melakukan perceraian atau beristri lebih dari satu.. Sekretaris Jenderal Menandatangani surat menyurat kegiatan

Adapun gambaran hasil dari pengelompokan data T4 untuk metode ACO dengan Kernel dapat dilihat pada gambar 4.10. Gambar tersebut menampilkan 5 warna berbeda untuk membedakan

Dari pembahasan rumusan masalah di atas dapat disimpulkan, bahwa perlindungan hukum teerhadap anak jalanan dilakukan berbagai kebijakan oleh pemerintah yaitu dengan

Dengan alasan inilah, Allah sebagai Tuhan Yang Maha Indah lagi Perkasa, Sang Pencipta yang memiliki kesempurnaan tak terbatas yang telah menciptakan istana alam

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil penentuan harga jual produk dengan menggunakan metode Cost Plus Pricing dan Mark Up Pricing pada