• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP HASIL OLAHAN BUAH MANGROVE DI DESA PALUH KURAU KEC. HAMPARAN PERAK�.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP HASIL OLAHAN BUAH MANGROVE DI DESA PALUH KURAU KEC. HAMPARAN PERAK�."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP

HASIL OLAHAN BUAH MANGROVE

DI DESA PALUH KURAU KEC. HAMPARAN PERAK

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebahagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Oleh :

SONY JUNITA DOLOK SARIBU

509442007

JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Sony Junita Dolok Saribu, Nim 509442007, “ Daya Terima Konsumen Terhadap Hasil Olahan Buah Mangrove Di Desa Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak”.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima konsumen terhadap hasil olahan buah mangrove di Desa Paluh Kurau Kec. Hmparan Perak. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat Paluh Kurau di Dusun V yang pernah mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove seperti dodol, keripik dan sirup yang berjumlah 43 orang. Karena populasi dibawah seratus maka populasi bisa dijadikan sampel atau yang disebut sampel total,maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh msayarakat di Dusun V Desa Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak sebanyak 43 orang.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu untuk menganalisis dan mengenal masalah-masalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlansung. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan perhitungan persentase.Data penelitian analisis daya terima konsumen terhadap hasil olahan buah mangrove di Desa Paluh Kurau Kec. Hamparan Perakdikumpulkan dengan menggunakan angket. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator cita rasa sebaran jawaban Sangat Setuju sebanyak 27 orang dengan persentase 0,62 %, jawaban setuju sebanyak 10 orang dengan persentase 0,23%, jawaban ragu-ragu sebanyak 5 orang dengan persentase 0,11%, jawaban tidak setuju sebanyak 1 orang dengan persentase 0,02%.

Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator aroma sebaran jawaban Sangat Setuju sebanyak 25 orang dengan persentase 0,58 %, jawaban setuju sebanyak 6 orang dengan persentase 0,13%, jawaban ragu-ragu sebanyak 6 orang dengan persentase 0,13%, jawaban tidak setuju sebanyak 5 orang dengan persentase 0,11%.

.

Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator variasi sebaran jawaban Sangat Setuju sebanyak 27 orang dengan persentase 0,62 %, jawaban setuju sebanyak 8 orang dengan persentase 0,18%, jawaban ragu-ragu sebanyak 4 orang dengan persentase 0,09%, jawaban tidak setuju sebanyak 3 orang dengan persentase 0,06%.

(6)

v

KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah

memberikan Rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan

baik.

Adapun judul skripsi ini adalah “ Analisis Daya Terima Konsumen Terhadap Hasil

Olahan Buah Mangrove Di Desa Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak”.

Selama penulisan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak dukungan baik dukungan

moril maupun materil sehingga proposal ini dapat tersusun dengan baik. Untuk itu penulis

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Abdul Hamid K, M.Pd, sebagai Dekan Fakultas Teknik Unimed

2. Bapak Prof. Sumarno, M.Pd sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Unimed

3. Ibu Dr.Dina Ampera, M.Pd sebagai Ketua Jurusan PKK Fakultas Teknik Unimed

4. Ibu Dra. Sulistiwikarsih, M.Pd sebagai Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak

membantu dan memberi arahan dalam penyelesaian skripsi ini.

5. Ibu Dra. Ana Rahmi, M.Pd sebagai dosen pembimbing akademik serta dosen penguji

yang telah memberikan motivasi dan bimbingan selama perkuliahan sampai penyusunan

skripsi ini.

6. Ibu Dra. Lelly Fridiarty, M.Pd selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan

masukan dan saran-saran demi perbaikan skripsi ini.

7. Ibu Dra. Nila Handayani, M.Pd selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan

(7)

v

8. Bapak Kepala Desa Desa Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang telah banyak

membantu dalam melakasanakan penelitian ini.

9. Teristimewa untuk Kedua Orang Tua Tercinta, Ayahanda K. DolokSaribu beserta Ibunda

R. Simanjuntak. Terima kasih atas kasih sayang, kesabaran dalam mendidik dan

membesarkan penulis serta memberikan dukungan baik moril maupun materil kepda

penulis.

10.Kepada kakak Farida Hotmaria Dolok Saribu Amd., Erika Dolok Saribu S, sos, Frandes

Hasudungan Dolok Saribu dan Romeo Dolok Saribu Dolok Saribu yang senantiasa

memberikan dukungan dan semangat terhadap penulis.

11.Sahabat terbaik Ira Analisa S.Pd, Yeni Rahmawati, Elvi Noviyanti S.pd, Agnes Nadia

Sihite S.pd, Jackson Sihombing, Tri Handayani, Lidia Kristina Situmorang, Farida

Pakpahan, Novita Purnama Sari, Rizki Eliza Hartati, Sity Hafnisa Saragih S,Pd dan

seluruh rekan-rekan mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Reguler yang

memberikan semangat selama ini.

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis

menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa, untuk itu penulis

mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya

skripsi ini. Kiranya sksripsi ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.

Medan, Februari 2015 Penulis,

SonyJunitaDolokSaribu

(8)
(9)

DAFTAR ISI

A. LatarBelakangMasalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 6

4. Indikator Hasil Olahan Buah Mangrove ... 19

(10)

C. Kerangka Berpikir ... 23

D. Pertanyaan Penelitian ... 25

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN ... 26

A. Desain Penelitian ... 26

B. Defenisi Operasional Variabel Penelitian ... 26

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 26

D. InstrumentPenelitian dan Teknik Pengumpulan Data ... 27

E. Teknik Analisis Data ... 28

BAB IV : HASIL PENELITIAN ... 30

A. Deskripsi Hasil Penelitian ... 30

1. Hasil Olahan Buah Mangrove ... 30

a. Cita Rasa Hasil Olahan Buah Mangrove ... 30

b. Penampilan Hasil Olahan Buah Mangrove ... 32

c. Aroma Hasil Olahan Buah Mangrove... 34

d. Variasi Hasil Olahan Buah Mangrove ... 36

e. Kualitas Hasil Olahan Buah Mangrove ... 38

B. Pengujian Hipotesis dan Hasil Penelitian ... 41

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN ... 43

A. Kesimpulan ... 43

B. Saran ... 44

DAFTAR PUSTAKA ... 45

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 1Luas Hutan Mangrove Di Indonesia ... 10

Tabel2Komposisi Buah Mangrove... 12

Tabel 3Kisi-Kisi Instrument Angket Hasil Olahan Buah Mangrove ... 28

Tabel 4 Sebaran Responden Menurut Indikator Cita Rasa ... 31

Tabel 5 Sebaran Responden Menurut Indikator Penampilan ... 33

Tabel 6Sebaran Responden Menurut Indikator Aroma... 35

Tabel 7Sebaran Responden Menurut Indikator Variasi ... 37

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Avicenia Sp (Api-api) ... 12

Gambar 2 : Sonneratia Sp (Pedada) ... 13

Gambar 3 :Rhizophora Sp (Bakau) ... 14

Gambar 4 : Bruguiera Sp (Tanjang) ... 14

Gambar 5 :Ceriops Sp (Tengar) ... 14

Gambar 6 :Lumnitzera Sp (Teruntrum) ... 15

Gambar 7 :Xylocarpus Sp (Nirih) ... 15

Gambar 8 :Acantus ilicifolius (Jeruju) ... 16

Gambar 9 : Dodol Buah Mangrove ... 18

Gambar 10: Keripik Buah Mangrove ... 19

Gambar 11:Sirup buah Mangrove ... 19

(13)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia yakni mencakup 21%

dari luas total dunia. Di Indonesia, mangrove tersebar hampir di seluruh pulau-pulau

besar mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua, dengan luas

sangat bervariasi bergantung pada kondisi fisik, komposisi tanah, kondisi air, dan

iklim yang terdapat di pulau-pulau tersebut. Hutan mangrove merupakan hutan yang

hanya terletak pada pertemuan daratan dan lautan di dunia bagian tropik maupun

subtropik. Tempat di mana air pasang dan arus pantai membawa perbedaan terhadap

hutan dan di mana tumbuh-tumbuhan beradaptasi terhadap perubahan kimiawi, fisika

dan karakteristik biologis lingkungannya (Jeprianto, 2012).

Paluh Kurau merupakan salah satu desa penghasil buah mangrove yang

terletak di Jalan Besar Dusun 6 Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli

Serdang. Luas tanah Paluh Kurau 3.814 ha/m2 dengan jumlah 1359 kepala keluarga

dan jumlah penduduk 5506 jiwa

Hutan mangrove selama ini umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pelindung

pantai dan sungai dari bahaya erosi, menahan badai/ angin kencang dari laut, tempat

berlindung/bersarang dan berkembang biaknya ikan-ikan, kerang dan udang, tempat

berlindung/bersarang dan berkembang biak burung-burung dan satwa lain, sebagai

(14)

Namun ternyata buah juga mengandung banyak nilai gizi dari daun hingga

buahnya, dimana daun mangrove dari berbagai jenis umumnya berpotensi sebagai

sumber serat dan hijauan serta sumber mineral bagi bahan pakan temak. Komposisi

hasil analisa dari bagian daun .tanaman mangrove menunjukkan bahwa bagian daun

mengandung komponen terbesar serat sebanyak 8.7% dan karbohidrat sebanyak 13%,

sehingga pemanfaatannya sesuai untuk sumber hijauan pada pakan ternak. Sumber

serat bermanfaat untuk pakan ternak dan karbohidrat sebagai sumber energi bagi

hewan ternak. Senyawa mineral yang teridentifikasi pada daun adalah kalsium

kalium, dan natrium dalam jumlahyang tinggi. Adanya mineral makro tersebut, dapat

memperkaya kandungan nutrisi pakan temak. Berdasarkan analisis proximate dari

daun dan biji tanaman api-api (Avicennia marina), khususnya kadar lemak bahan

yang eukup rendah maka kuat dugaan bahwa dalam bahan tersebut tidak mengandung

vitamin-vitamin yang sifatnya larut dalam lemak (A,D,E,K) tetapi diduga kuat ada

kandungan vitamin yang sifatnya larut dalam air seperti vitamin B ,dan C. Hasil uji

terhadap Kadar vitamin B dan C pada daun Avicennia marina menunjukkan hasil

sebagai berikut : Kandungan vitamin B pada daun sebesar 2,64 mg/100g bahan dan

kandungan vitamin C nya sebesar 15,32 mg/100 g bahan. Sebagai bahan pakan

ternak, kandungan vitamin B dan C juga ini diperJukan juga dalam nutrisi temak.

Komposisi hasil analisa dari bagian tanaman mangrove api-api menunjukkan bahwa

bagian biji tanaman banyak mengandung protein sebanyak 10.8% dan karbohidrat

sebanyak 21.4%, sehingga biji tanaman tersebut dapat dijadikan altematif sebagai

bahan pangan. Protein dapat dimanfaatkan dalam tubuh sebagai sumber nutrisi sel

(15)

sumber energi bagi tubuh. Dengan sedikitnya kandungan lemak pada biji, maka keeil

kemungkinan untuk mendapatkan kandungan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K).

Sebaliknya kandungan air yang tinggi pada biji api-api memungkinkan untuk

mendapatkan kandungan vitamin larut air (B dan C) lebih besar. Hasil uji terhadap

Kadar vitamin B dan C pada biji Avicennia marina menunjukkan hasil yang lebih

tinggi, yaitu sebagai berikut : Kandungan vitamin B pada biji sebesar 3,74 mg/100g

bahan dan kandungan vitamin C nya sebesar 22,24 mg/100 g bahan. Kandungan

kedua vitamin ini menunjukkan bahwa biji sebagai bahan pangan temyata juga dapat

memenuhi kebutuhan sebagian vitamin B dan C yang diperlukan oleh tubuh (Cecep,

2009)

Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti hasil olahan mangrove di

produksi mengikuti musim buah mangrove yang panen setiap dua kali dalam setahun

dan serentak di seluruh Indonesia. Buah mangrove tersebut juga dapat diolah sebagai

bahan pangan seperti : dodol, sirup dan keripik dari buah mangrove tanpa bahan

pengawet dan pewarna sehingga masih mempunyai rasa yang khas.

Hasil olahan tersebut diolah oleh kelompok perempuan (wanita mangrove)

yang terdiri dari beberapa ibu-ibu (wanita mangrove) di Desa Paluh Kurau Kec

Hamparan Perak tersebut.

Dengan dernikian dapat disimpulkan bahwa daun mangrove dari berbagai

jenis umumnya berpotensi sebagai sumber serat dan hijauan serta sumber mineral

bagi bahan pakan temak. Komposisi hasil analisa dari bagian daun .tanaman

mangrove menunjukkan bahwa bagian daun mengandung komponen terbesar serat

(16)

untuk sumber hijauan pada pakan ternak. Sumber serat bermanfaat untuk pakan

ternak dan karbohidrat sebagai sumber energi bagi hewan ternak. Senyawa mineral

yang teridentifikasi pada daun adalah kalsium kalium, dan natrium dalam jumlahyang

tinggi. Adanya mineral makro tersebut, dapat memperkaya kandungan nutrisi pakan

temak. Berdasarkan analisis proximate dari daun dan biji tanaman api-api (Avicennia

marina), khususnya kadar lemak bahan yang eukup rendah maka kuat dugaan bahwa

dalam bahan tersebut tidak mengandung vitamin-vitamin yang sifatnya larut dalam

lemak (A,D,E,K) tetapi diduga kuat ada kandungan vitamin yang sifatnya larut dalam

air seperti vitamin B ,dan C. Hasil uji terhadap Kadar vitamin B dan C pada

daunAvicennia marina menunjukkan hasil sebagai berikut : Kandungan vitamin B

pada daun sebesar 2,64 mg/100g bahan dan kandungan vitamin C nya sebesar 15,32

mg/100 g bahan. Sebagai bahan pakan ternak, kandungan vitamin B dan C juga ini

diperJukan juga dalam nutrisi temak. Komposisi hasil analisa dari bagian tanaman

mangrove api-api menunjukkan bahwa bagian biji tanaman banyak mengandung

protein sebanyak 10.8% dan karbohidrat sebanyak 21.4%, sehingga biji tanaman

tersebut dapat dijadikan altematif sebagai bahan pangan. Protein dapat dimanfaatkan

dalam tubuh sebagai sumber nutrisi sel untuk tumbuh dan berkembang. Di lain pihak,

karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh. Dengan sedikitnya

kandungan lemak pada biji, maka keeil kemungkinan untuk mendapatkan kandungan

vitamin larut lemak (A, D, E, dan K). Sebaliknya kandungan air yang tinggi pada biji

api-api memungkinkan untuk mendapatkan kandungan vitamin larut air (B dan C)

lebih besar. Hasil uji terhadap Kadar vitamin B dan C pada biji Avicennia marina

(17)

pada biji sebesar 3,74 mg/100g bahan dan kandungan vitamin C nya sebesar 22,24

mg/100 g bahan. Kandungan kedua vitamin ini menunjukkan bahwa biji sebagai

bahan pangan temyata juga dapat memenuhi kebutuhan sebagian vitamin B dan C

yang diperlukan oleh tubuh.

Agar suatu produk dapat diterima oleh konsumen dapat ditentukan oleh dua

aspek yaitu penampilan dan rasa dari makanan itu sendiri. Daya penerimaan terhadap

suatu makanan ditentukan oleh rangsangan yang ditimbulkan oleh makanan melalui

indera penglihatan, penciuman serta perasa atau pengecap bahkan mungkin

pendengar. Walaupun demikian faktor utama yang akhirnya mempengaruhi daya

penerimaan terhadap makanan yaitu rangsangan cita rasa yang ditimbulkan oleh

makanan itu. Oleh karenanya penting sekali dilakukan penilaian cita rasa untuk

mengetahui daya penerimaan konsumen (Dina 2013).

Oleh karena itu wanita mangrove di Desa Paluh Kurau Kec.Hamparan Perak

tidak menggunakan terlalu banyak bahan-bahan tambahan ataupun pengawet lainnya

sehingga semua hasil olahan mangrove tersebut masih mempunyai cita rasa

mangrove yang khas dan dan melihat bagaimana daya terima konsumen terhadapa

hasil olahan mangrove tersebut.

Bedasarkan hal tersebut, maka penelitian ini perlu dilakukan untuk megetahui

bagaimana daya terima konsumen terhadap hasil olahan mangrove di Desa Paluh

(18)

B. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah yang timbul dalam penelitian ini antara lain:

1. Masyarakat Palauh Kurau hanya memanfaatkan hutan mangrove sebagai

pelindung pantai dan sungai dari bahaya erosi.

2. Menahan badai/ angin kencang dari laut.

3. Menahan hasil proses penimbunan lumpur, sehingga memungkinkan

terbentuknya lahan baru

4. Menjadi wilayah penyangga, serta berfungsi menyarig air laut menjadi air

daratan air daratan yang tawar.

5. Masyarakat tidak memanfaatkan hutan mangrove untuk bahan pangan

6. Daya terima konsumen terhadap hasil olahan buah mangrove yang menjadi

bahan pangan.

7. Hasil olahan buah mangrove seperti dodol, keripik dan srup buah mangrove.

C. Pembatasan Masalah

Masalah dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut :

1. Daya terima konsumen terhadap buah mangrove.

2. Daya terima hasill olahan buah mangrove adalah dodol, keripik dan sirup buah

mangrove.

(19)

D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana daya terima konsumen terhadap buah mangrove ?

2. Bagaimana hasil olahana buah mangrove ?

3. Bagaimana daya terima konsumen terhadap hasil olahan buah mangrove?

E. Tujuan Penelitian

1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap buah

mangrove.

2. Hasil olahan buah mangrove

3. Menganalisis daya terima konsumen terhadap hasil olahan buah mangrove.

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapakan dapat memberitahu masyarakat terhadap hasil

olahan buah mangrove, dari hasil olahan buah mangrove dapat menambah

pendapatan masyarakat, dapat memperluas hasil olahan buah mangrove hingga ke

luar kota dan luar negeri, dapat mengetahui daya terima masyarakat terhadap hasil

olahan buah mangrove. Dan sebagai bahan tambahan bagi penliti tentang “Analisis

Daya Terima Konsumen Terhadap Hasil Olahan Buah Mangrove di Desa Paluh

(20)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Bedasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang

mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator cita rasa sebaran

jawaban Sangat Setuju sebanyak 27 orang dengan persentase 0,62 %, jawaban

setuju sebanyak 10 orang dengan persentase 0,23%, jawaban ragu-ragu

sebanyak 5 orang dengan persentase 0,11%, jawaban tidak setuju sebanyak 1

orang dengan persentase 0,02%.

2. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang

mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator penampilan

sebaran jawaban Sangat Setuju sebanyak 14 orang dengan persentase 0,32 %,

jawaban setuju sebanyak 10 orang dengan persentase 0,23%, jawaban

ragu-ragu sebanyak 9 orang dengan persentase 0,20%, jawaban tidak setuju

sebanyak 10 orang dengan persentase 0,23%.

3. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang

mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator aroma sebaran

jawaban Sangat Setuju sebanyak 25 orang dengan persentase 0,58 %, jawaban

setuju sebanyak 6 orang dengan persentase 0,13%, jawaban ragu-ragu

sebanyak 6 orang dengan persentase 0,13%, jawaban tidak setuju sebanyak 5

(21)

4. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang

mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator variasi sebaran

jawaban Sangat Setuju sebanyak 27 orang dengan persentase 0,62 %, jawaban

setuju sebanyak 8 orang dengan persentase 0,18%, jawaban ragu-ragu

sebanyak 4 orang dengan persentase 0,09%, jawaban tidak setuju sebanyak 3

orang dengan persentase 0,06%.

5. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang

mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator kualitas sebaran

jawaban Sangat Setuju sebanyak 18 orang dengan persentase 0,41 %, jawaban

setuju sebanyak 15 orang dengan persentase 0,34%, jawaban ragu-ragu

sebanyak 6 orang dengan persentase 0,13%, jawaban tidak setuju sebanyak 3

orang dengan persentase 0,06%.

B. Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan tersebut di atas, maka sebagai tindak lanjut

penelitian ini disarankan hal-hal sebagai berikut :

1. Untuk masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak diharapakan dapat

menjaga kualitas dari rasa, penampilan, aroma variasi dan kualitas dari hasil

olahan buah mangrove seperti dodol, keripik dan srirup.

2. Untuk pemerintah setempat agar lebih mengupayakan untuk membawa hasil

olahan buah mangrove seperti dodol, keripik dan sirup tersebut keluar daerah

Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak agar lebih berkembang luas baik dalam

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2011). Cita Rasa. Diakses Tanggal 24 Mei 2011 Dari http://id.wikipidia.org/wiki/cita_rasa

Arikunto Suharsimi. (2010). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Rev.ed). Jakarta: PT. Bumi Aksara

Arikunto.(2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineke Cipta.

Dahuri Rokhmin. (2003). Keanekaragaman hayati laut. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Diar, Indri. (2012). All About Cook. Diakses pada 11 Desember 2014 dari http://allboutcook.blogspot.com/2012/11/definisi-penyajian-makanan.html

Erika Pardede. (2013) Mangrove Untuk Mendukung Lingkungan Hidup Keanekaragaman Hayati Dan Ketahanan Pangan. Diakses pada 10 Desember 2014 Dari http://akademik.nommensen-id.org/portal/public_html/JURNAL/JURNAL%20ERIKA%20PARDEDE/M angroves%20untuk%20mendukung%20Lingkungan%20Hidup%20...%20.p df

Fadli. (2010). Keterampilan Mengadakan Variasi. Diakses pada 11 Desember 2014 dari http://fadly09tembilahan.blogspot.com/2010/11/keterampilan-mengadakan-variasi.html

Hery Purnobasuki. (2014). Mangrove-potensi buah mangrove sebagai alternatif sumber pangan. Diakses pada 09 April 2014 dari

http://herypurba-fst.web.unair.ac.id/artikel_detail-23214.html.

Heru Setiawan. (2014). Pemanfaatan hutan mangrove untuk cadangan pangan masyarakat pesisir. Diakses pada 09 April 2013 dari

http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/09/06/ -587244.html.

Inggrid Tarihoran. (2013). Kajian Pengolahan Dan Analisi Financial Buah Berembang (Sonneratia Aseolaris) Sebagai Bahan Makanan Dan Minuman Di Kabupaten Deli Serdang. Diakses pada 10 Desember 2014 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=110104&val=4112

Jeprianto Manurung. (2012). Studi perspektif masyarakat untuk program restorasi ekosisitem hutan mangrove. Universitas Negeri Utara. Medan

(23)

Kurniah, Illiyun. (2010). Peminatan gizi Program studi kesehatan masyarakat Fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan.Skrikpsi.Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Kusmana, Cecep. (2009). Pemanfaatan Jenis Pohon Mangrove Api-api (Avicennia Spp.) Sebagai Bahan Pangan Dan Obat-obatan. Diakses pada 23 Januari 2015darihttp://elib.pdii.lipi.go.id/katalog/index.php/searchkatalog/byId/2574 39

N.L,Lubis. (2010). Pembuatan Abon Ikan Gulamah Dan Daya Terimanya. Skripsi.Universitas Sumatra Utara. Medan.

Mutmainnah.(2008). Daya terima makanan dan tingkat konsumsi energi protein pasien rawat inap penderita penyakit dalam di rumah sakit Dr.h.marzoeki Mahdi. IPB, Bogor.

Nani, (2011). Limpahan KasihMu. Diakses pada 19 September 2014 dari

http://limpahankasihmu.blogspot.com/2011/09/satu-lagi-usahaku.html

Purnamasari Veronita. (2013). Sejuta Manfaat Mngrove. Diakses pada 01 September 2014 dari http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/01/02/sejuta-manfaat-mangrove-521534.html

Rahkmat Jalaludin. (2008). Metode penelitian. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Zia, Ridwan. (2011). Analisis Pengaruh kualitas produk Dan kualitas pelayanan Terhadap Keputusan pembelian pada restoran Waroeng taman singosari di Semarang. Diakses pada 11 Desember 2014 dari http://eprints.undip.ac.id/28650/1/Skripsi12.pdf

Sri Subekti. ( 2012 ) Pengelolaan Mangrove Sebagai Salah Satu Keanekaragaman Bahan Pangan. Diakses pada 10 Desember 2014 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=133751&val=5634

Suryono, Ahmad. (2013). Sukses Usaha Pembibitan Mangrove Sang Penyelamat Pulau. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Tim Dosen. (2009). Pengetahuan konsumen. Medan. Unimed (Modul)

Tim Dosen. (2014). Pengetahuan konsumen. Medan. Unimed (Modul)

(24)

Gambar

Tabel 1Luas Hutan Mangrove Di Indonesia ............................................................

Referensi

Dokumen terkait

Data Responden beserta Skoring Persepsi dan Tingkat Peran serta Masyarakat Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang dalam Perencanaan, Pelaksanaan

Dengan diberinya plank nama di hutan desa mereka maka usaha masyarakat di dalam mengembangkan kawasan hutan mangrove mereka tidak akan sia-sia sebab kawasan mereka telah