ANALISIS DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP
HASIL OLAHAN BUAH MANGROVE
DI DESA PALUH KURAU KEC. HAMPARAN PERAK
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebahagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Oleh :
SONY JUNITA DOLOK SARIBU
509442007
JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
ABSTRAK
Sony Junita Dolok Saribu, Nim 509442007, “ Daya Terima Konsumen Terhadap Hasil Olahan Buah Mangrove Di Desa Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak”.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima konsumen terhadap hasil olahan buah mangrove di Desa Paluh Kurau Kec. Hmparan Perak. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat Paluh Kurau di Dusun V yang pernah mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove seperti dodol, keripik dan sirup yang berjumlah 43 orang. Karena populasi dibawah seratus maka populasi bisa dijadikan sampel atau yang disebut sampel total,maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh msayarakat di Dusun V Desa Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak sebanyak 43 orang.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu untuk menganalisis dan mengenal masalah-masalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlansung. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan perhitungan persentase.Data penelitian analisis daya terima konsumen terhadap hasil olahan buah mangrove di Desa Paluh Kurau Kec. Hamparan Perakdikumpulkan dengan menggunakan angket. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator cita rasa sebaran jawaban Sangat Setuju sebanyak 27 orang dengan persentase 0,62 %, jawaban setuju sebanyak 10 orang dengan persentase 0,23%, jawaban ragu-ragu sebanyak 5 orang dengan persentase 0,11%, jawaban tidak setuju sebanyak 1 orang dengan persentase 0,02%.
Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator aroma sebaran jawaban Sangat Setuju sebanyak 25 orang dengan persentase 0,58 %, jawaban setuju sebanyak 6 orang dengan persentase 0,13%, jawaban ragu-ragu sebanyak 6 orang dengan persentase 0,13%, jawaban tidak setuju sebanyak 5 orang dengan persentase 0,11%.
.
Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator variasi sebaran jawaban Sangat Setuju sebanyak 27 orang dengan persentase 0,62 %, jawaban setuju sebanyak 8 orang dengan persentase 0,18%, jawaban ragu-ragu sebanyak 4 orang dengan persentase 0,09%, jawaban tidak setuju sebanyak 3 orang dengan persentase 0,06%.
v
KATA PENGANTAR
Penulis mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah
memberikan Rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan
baik.
Adapun judul skripsi ini adalah “ Analisis Daya Terima Konsumen Terhadap Hasil
Olahan Buah Mangrove Di Desa Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak”.
Selama penulisan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak dukungan baik dukungan
moril maupun materil sehingga proposal ini dapat tersusun dengan baik. Untuk itu penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Abdul Hamid K, M.Pd, sebagai Dekan Fakultas Teknik Unimed
2. Bapak Prof. Sumarno, M.Pd sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Unimed
3. Ibu Dr.Dina Ampera, M.Pd sebagai Ketua Jurusan PKK Fakultas Teknik Unimed
4. Ibu Dra. Sulistiwikarsih, M.Pd sebagai Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak
membantu dan memberi arahan dalam penyelesaian skripsi ini.
5. Ibu Dra. Ana Rahmi, M.Pd sebagai dosen pembimbing akademik serta dosen penguji
yang telah memberikan motivasi dan bimbingan selama perkuliahan sampai penyusunan
skripsi ini.
6. Ibu Dra. Lelly Fridiarty, M.Pd selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan
masukan dan saran-saran demi perbaikan skripsi ini.
7. Ibu Dra. Nila Handayani, M.Pd selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan
v
8. Bapak Kepala Desa Desa Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang telah banyak
membantu dalam melakasanakan penelitian ini.
9. Teristimewa untuk Kedua Orang Tua Tercinta, Ayahanda K. DolokSaribu beserta Ibunda
R. Simanjuntak. Terima kasih atas kasih sayang, kesabaran dalam mendidik dan
membesarkan penulis serta memberikan dukungan baik moril maupun materil kepda
penulis.
10.Kepada kakak Farida Hotmaria Dolok Saribu Amd., Erika Dolok Saribu S, sos, Frandes
Hasudungan Dolok Saribu dan Romeo Dolok Saribu Dolok Saribu yang senantiasa
memberikan dukungan dan semangat terhadap penulis.
11.Sahabat terbaik Ira Analisa S.Pd, Yeni Rahmawati, Elvi Noviyanti S.pd, Agnes Nadia
Sihite S.pd, Jackson Sihombing, Tri Handayani, Lidia Kristina Situmorang, Farida
Pakpahan, Novita Purnama Sari, Rizki Eliza Hartati, Sity Hafnisa Saragih S,Pd dan
seluruh rekan-rekan mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Reguler yang
memberikan semangat selama ini.
Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis
menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa, untuk itu penulis
mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya
skripsi ini. Kiranya sksripsi ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.
Medan, Februari 2015 Penulis,
SonyJunitaDolokSaribu
DAFTAR ISI
A. LatarBelakangMasalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 6
4. Indikator Hasil Olahan Buah Mangrove ... 19
C. Kerangka Berpikir ... 23
D. Pertanyaan Penelitian ... 25
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN ... 26
A. Desain Penelitian ... 26
B. Defenisi Operasional Variabel Penelitian ... 26
C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 26
D. InstrumentPenelitian dan Teknik Pengumpulan Data ... 27
E. Teknik Analisis Data ... 28
BAB IV : HASIL PENELITIAN ... 30
A. Deskripsi Hasil Penelitian ... 30
1. Hasil Olahan Buah Mangrove ... 30
a. Cita Rasa Hasil Olahan Buah Mangrove ... 30
b. Penampilan Hasil Olahan Buah Mangrove ... 32
c. Aroma Hasil Olahan Buah Mangrove... 34
d. Variasi Hasil Olahan Buah Mangrove ... 36
e. Kualitas Hasil Olahan Buah Mangrove ... 38
B. Pengujian Hipotesis dan Hasil Penelitian ... 41
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN ... 43
A. Kesimpulan ... 43
B. Saran ... 44
DAFTAR PUSTAKA ... 45
DAFTAR TABEL
Tabel 1Luas Hutan Mangrove Di Indonesia ... 10
Tabel2Komposisi Buah Mangrove... 12
Tabel 3Kisi-Kisi Instrument Angket Hasil Olahan Buah Mangrove ... 28
Tabel 4 Sebaran Responden Menurut Indikator Cita Rasa ... 31
Tabel 5 Sebaran Responden Menurut Indikator Penampilan ... 33
Tabel 6Sebaran Responden Menurut Indikator Aroma... 35
Tabel 7Sebaran Responden Menurut Indikator Variasi ... 37
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 : Avicenia Sp (Api-api) ... 12
Gambar 2 : Sonneratia Sp (Pedada) ... 13
Gambar 3 :Rhizophora Sp (Bakau) ... 14
Gambar 4 : Bruguiera Sp (Tanjang) ... 14
Gambar 5 :Ceriops Sp (Tengar) ... 14
Gambar 6 :Lumnitzera Sp (Teruntrum) ... 15
Gambar 7 :Xylocarpus Sp (Nirih) ... 15
Gambar 8 :Acantus ilicifolius (Jeruju) ... 16
Gambar 9 : Dodol Buah Mangrove ... 18
Gambar 10: Keripik Buah Mangrove ... 19
Gambar 11:Sirup buah Mangrove ... 19
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia yakni mencakup 21%
dari luas total dunia. Di Indonesia, mangrove tersebar hampir di seluruh pulau-pulau
besar mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua, dengan luas
sangat bervariasi bergantung pada kondisi fisik, komposisi tanah, kondisi air, dan
iklim yang terdapat di pulau-pulau tersebut. Hutan mangrove merupakan hutan yang
hanya terletak pada pertemuan daratan dan lautan di dunia bagian tropik maupun
subtropik. Tempat di mana air pasang dan arus pantai membawa perbedaan terhadap
hutan dan di mana tumbuh-tumbuhan beradaptasi terhadap perubahan kimiawi, fisika
dan karakteristik biologis lingkungannya (Jeprianto, 2012).
Paluh Kurau merupakan salah satu desa penghasil buah mangrove yang
terletak di Jalan Besar Dusun 6 Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli
Serdang. Luas tanah Paluh Kurau 3.814 ha/m2 dengan jumlah 1359 kepala keluarga
dan jumlah penduduk 5506 jiwa
Hutan mangrove selama ini umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pelindung
pantai dan sungai dari bahaya erosi, menahan badai/ angin kencang dari laut, tempat
berlindung/bersarang dan berkembang biaknya ikan-ikan, kerang dan udang, tempat
berlindung/bersarang dan berkembang biak burung-burung dan satwa lain, sebagai
Namun ternyata buah juga mengandung banyak nilai gizi dari daun hingga
buahnya, dimana daun mangrove dari berbagai jenis umumnya berpotensi sebagai
sumber serat dan hijauan serta sumber mineral bagi bahan pakan temak. Komposisi
hasil analisa dari bagian daun .tanaman mangrove menunjukkan bahwa bagian daun
mengandung komponen terbesar serat sebanyak 8.7% dan karbohidrat sebanyak 13%,
sehingga pemanfaatannya sesuai untuk sumber hijauan pada pakan ternak. Sumber
serat bermanfaat untuk pakan ternak dan karbohidrat sebagai sumber energi bagi
hewan ternak. Senyawa mineral yang teridentifikasi pada daun adalah kalsium
kalium, dan natrium dalam jumlahyang tinggi. Adanya mineral makro tersebut, dapat
memperkaya kandungan nutrisi pakan temak. Berdasarkan analisis proximate dari
daun dan biji tanaman api-api (Avicennia marina), khususnya kadar lemak bahan
yang eukup rendah maka kuat dugaan bahwa dalam bahan tersebut tidak mengandung
vitamin-vitamin yang sifatnya larut dalam lemak (A,D,E,K) tetapi diduga kuat ada
kandungan vitamin yang sifatnya larut dalam air seperti vitamin B ,dan C. Hasil uji
terhadap Kadar vitamin B dan C pada daun Avicennia marina menunjukkan hasil
sebagai berikut : Kandungan vitamin B pada daun sebesar 2,64 mg/100g bahan dan
kandungan vitamin C nya sebesar 15,32 mg/100 g bahan. Sebagai bahan pakan
ternak, kandungan vitamin B dan C juga ini diperJukan juga dalam nutrisi temak.
Komposisi hasil analisa dari bagian tanaman mangrove api-api menunjukkan bahwa
bagian biji tanaman banyak mengandung protein sebanyak 10.8% dan karbohidrat
sebanyak 21.4%, sehingga biji tanaman tersebut dapat dijadikan altematif sebagai
bahan pangan. Protein dapat dimanfaatkan dalam tubuh sebagai sumber nutrisi sel
sumber energi bagi tubuh. Dengan sedikitnya kandungan lemak pada biji, maka keeil
kemungkinan untuk mendapatkan kandungan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K).
Sebaliknya kandungan air yang tinggi pada biji api-api memungkinkan untuk
mendapatkan kandungan vitamin larut air (B dan C) lebih besar. Hasil uji terhadap
Kadar vitamin B dan C pada biji Avicennia marina menunjukkan hasil yang lebih
tinggi, yaitu sebagai berikut : Kandungan vitamin B pada biji sebesar 3,74 mg/100g
bahan dan kandungan vitamin C nya sebesar 22,24 mg/100 g bahan. Kandungan
kedua vitamin ini menunjukkan bahwa biji sebagai bahan pangan temyata juga dapat
memenuhi kebutuhan sebagian vitamin B dan C yang diperlukan oleh tubuh (Cecep,
2009)
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti hasil olahan mangrove di
produksi mengikuti musim buah mangrove yang panen setiap dua kali dalam setahun
dan serentak di seluruh Indonesia. Buah mangrove tersebut juga dapat diolah sebagai
bahan pangan seperti : dodol, sirup dan keripik dari buah mangrove tanpa bahan
pengawet dan pewarna sehingga masih mempunyai rasa yang khas.
Hasil olahan tersebut diolah oleh kelompok perempuan (wanita mangrove)
yang terdiri dari beberapa ibu-ibu (wanita mangrove) di Desa Paluh Kurau Kec
Hamparan Perak tersebut.
Dengan dernikian dapat disimpulkan bahwa daun mangrove dari berbagai
jenis umumnya berpotensi sebagai sumber serat dan hijauan serta sumber mineral
bagi bahan pakan temak. Komposisi hasil analisa dari bagian daun .tanaman
mangrove menunjukkan bahwa bagian daun mengandung komponen terbesar serat
untuk sumber hijauan pada pakan ternak. Sumber serat bermanfaat untuk pakan
ternak dan karbohidrat sebagai sumber energi bagi hewan ternak. Senyawa mineral
yang teridentifikasi pada daun adalah kalsium kalium, dan natrium dalam jumlahyang
tinggi. Adanya mineral makro tersebut, dapat memperkaya kandungan nutrisi pakan
temak. Berdasarkan analisis proximate dari daun dan biji tanaman api-api (Avicennia
marina), khususnya kadar lemak bahan yang eukup rendah maka kuat dugaan bahwa
dalam bahan tersebut tidak mengandung vitamin-vitamin yang sifatnya larut dalam
lemak (A,D,E,K) tetapi diduga kuat ada kandungan vitamin yang sifatnya larut dalam
air seperti vitamin B ,dan C. Hasil uji terhadap Kadar vitamin B dan C pada
daunAvicennia marina menunjukkan hasil sebagai berikut : Kandungan vitamin B
pada daun sebesar 2,64 mg/100g bahan dan kandungan vitamin C nya sebesar 15,32
mg/100 g bahan. Sebagai bahan pakan ternak, kandungan vitamin B dan C juga ini
diperJukan juga dalam nutrisi temak. Komposisi hasil analisa dari bagian tanaman
mangrove api-api menunjukkan bahwa bagian biji tanaman banyak mengandung
protein sebanyak 10.8% dan karbohidrat sebanyak 21.4%, sehingga biji tanaman
tersebut dapat dijadikan altematif sebagai bahan pangan. Protein dapat dimanfaatkan
dalam tubuh sebagai sumber nutrisi sel untuk tumbuh dan berkembang. Di lain pihak,
karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh. Dengan sedikitnya
kandungan lemak pada biji, maka keeil kemungkinan untuk mendapatkan kandungan
vitamin larut lemak (A, D, E, dan K). Sebaliknya kandungan air yang tinggi pada biji
api-api memungkinkan untuk mendapatkan kandungan vitamin larut air (B dan C)
lebih besar. Hasil uji terhadap Kadar vitamin B dan C pada biji Avicennia marina
pada biji sebesar 3,74 mg/100g bahan dan kandungan vitamin C nya sebesar 22,24
mg/100 g bahan. Kandungan kedua vitamin ini menunjukkan bahwa biji sebagai
bahan pangan temyata juga dapat memenuhi kebutuhan sebagian vitamin B dan C
yang diperlukan oleh tubuh.
Agar suatu produk dapat diterima oleh konsumen dapat ditentukan oleh dua
aspek yaitu penampilan dan rasa dari makanan itu sendiri. Daya penerimaan terhadap
suatu makanan ditentukan oleh rangsangan yang ditimbulkan oleh makanan melalui
indera penglihatan, penciuman serta perasa atau pengecap bahkan mungkin
pendengar. Walaupun demikian faktor utama yang akhirnya mempengaruhi daya
penerimaan terhadap makanan yaitu rangsangan cita rasa yang ditimbulkan oleh
makanan itu. Oleh karenanya penting sekali dilakukan penilaian cita rasa untuk
mengetahui daya penerimaan konsumen (Dina 2013).
Oleh karena itu wanita mangrove di Desa Paluh Kurau Kec.Hamparan Perak
tidak menggunakan terlalu banyak bahan-bahan tambahan ataupun pengawet lainnya
sehingga semua hasil olahan mangrove tersebut masih mempunyai cita rasa
mangrove yang khas dan dan melihat bagaimana daya terima konsumen terhadapa
hasil olahan mangrove tersebut.
Bedasarkan hal tersebut, maka penelitian ini perlu dilakukan untuk megetahui
bagaimana daya terima konsumen terhadap hasil olahan mangrove di Desa Paluh
B. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah yang timbul dalam penelitian ini antara lain:
1. Masyarakat Palauh Kurau hanya memanfaatkan hutan mangrove sebagai
pelindung pantai dan sungai dari bahaya erosi.
2. Menahan badai/ angin kencang dari laut.
3. Menahan hasil proses penimbunan lumpur, sehingga memungkinkan
terbentuknya lahan baru
4. Menjadi wilayah penyangga, serta berfungsi menyarig air laut menjadi air
daratan air daratan yang tawar.
5. Masyarakat tidak memanfaatkan hutan mangrove untuk bahan pangan
6. Daya terima konsumen terhadap hasil olahan buah mangrove yang menjadi
bahan pangan.
7. Hasil olahan buah mangrove seperti dodol, keripik dan srup buah mangrove.
C. Pembatasan Masalah
Masalah dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut :
1. Daya terima konsumen terhadap buah mangrove.
2. Daya terima hasill olahan buah mangrove adalah dodol, keripik dan sirup buah
mangrove.
D. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana daya terima konsumen terhadap buah mangrove ?
2. Bagaimana hasil olahana buah mangrove ?
3. Bagaimana daya terima konsumen terhadap hasil olahan buah mangrove?
E. Tujuan Penelitian
1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap buah
mangrove.
2. Hasil olahan buah mangrove
3. Menganalisis daya terima konsumen terhadap hasil olahan buah mangrove.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapakan dapat memberitahu masyarakat terhadap hasil
olahan buah mangrove, dari hasil olahan buah mangrove dapat menambah
pendapatan masyarakat, dapat memperluas hasil olahan buah mangrove hingga ke
luar kota dan luar negeri, dapat mengetahui daya terima masyarakat terhadap hasil
olahan buah mangrove. Dan sebagai bahan tambahan bagi penliti tentang “Analisis
Daya Terima Konsumen Terhadap Hasil Olahan Buah Mangrove di Desa Paluh
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Bedasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang
mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator cita rasa sebaran
jawaban Sangat Setuju sebanyak 27 orang dengan persentase 0,62 %, jawaban
setuju sebanyak 10 orang dengan persentase 0,23%, jawaban ragu-ragu
sebanyak 5 orang dengan persentase 0,11%, jawaban tidak setuju sebanyak 1
orang dengan persentase 0,02%.
2. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang
mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator penampilan
sebaran jawaban Sangat Setuju sebanyak 14 orang dengan persentase 0,32 %,
jawaban setuju sebanyak 10 orang dengan persentase 0,23%, jawaban
ragu-ragu sebanyak 9 orang dengan persentase 0,20%, jawaban tidak setuju
sebanyak 10 orang dengan persentase 0,23%.
3. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang
mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator aroma sebaran
jawaban Sangat Setuju sebanyak 25 orang dengan persentase 0,58 %, jawaban
setuju sebanyak 6 orang dengan persentase 0,13%, jawaban ragu-ragu
sebanyak 6 orang dengan persentase 0,13%, jawaban tidak setuju sebanyak 5
4. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang
mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator variasi sebaran
jawaban Sangat Setuju sebanyak 27 orang dengan persentase 0,62 %, jawaban
setuju sebanyak 8 orang dengan persentase 0,18%, jawaban ragu-ragu
sebanyak 4 orang dengan persentase 0,09%, jawaban tidak setuju sebanyak 3
orang dengan persentase 0,06%.
5. Hasil penelitian dari masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak yang
mengkonsumsi hasil olahan buah mangrove pada indikator kualitas sebaran
jawaban Sangat Setuju sebanyak 18 orang dengan persentase 0,41 %, jawaban
setuju sebanyak 15 orang dengan persentase 0,34%, jawaban ragu-ragu
sebanyak 6 orang dengan persentase 0,13%, jawaban tidak setuju sebanyak 3
orang dengan persentase 0,06%.
B. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan tersebut di atas, maka sebagai tindak lanjut
penelitian ini disarankan hal-hal sebagai berikut :
1. Untuk masyarakat Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak diharapakan dapat
menjaga kualitas dari rasa, penampilan, aroma variasi dan kualitas dari hasil
olahan buah mangrove seperti dodol, keripik dan srirup.
2. Untuk pemerintah setempat agar lebih mengupayakan untuk membawa hasil
olahan buah mangrove seperti dodol, keripik dan sirup tersebut keluar daerah
Paluh Kurau Kec. Hamparan Perak agar lebih berkembang luas baik dalam
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2011). Cita Rasa. Diakses Tanggal 24 Mei 2011 Dari http://id.wikipidia.org/wiki/cita_rasa
Arikunto Suharsimi. (2010). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Rev.ed). Jakarta: PT. Bumi Aksara
Arikunto.(2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineke Cipta.
Dahuri Rokhmin. (2003). Keanekaragaman hayati laut. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Diar, Indri. (2012). All About Cook. Diakses pada 11 Desember 2014 dari http://allboutcook.blogspot.com/2012/11/definisi-penyajian-makanan.html
Erika Pardede. (2013) Mangrove Untuk Mendukung Lingkungan Hidup Keanekaragaman Hayati Dan Ketahanan Pangan. Diakses pada 10 Desember 2014 Dari http://akademik.nommensen-id.org/portal/public_html/JURNAL/JURNAL%20ERIKA%20PARDEDE/M angroves%20untuk%20mendukung%20Lingkungan%20Hidup%20...%20.p df
Fadli. (2010). Keterampilan Mengadakan Variasi. Diakses pada 11 Desember 2014 dari http://fadly09tembilahan.blogspot.com/2010/11/keterampilan-mengadakan-variasi.html
Hery Purnobasuki. (2014). Mangrove-potensi buah mangrove sebagai alternatif sumber pangan. Diakses pada 09 April 2014 dari
http://herypurba-fst.web.unair.ac.id/artikel_detail-23214.html.
Heru Setiawan. (2014). Pemanfaatan hutan mangrove untuk cadangan pangan masyarakat pesisir. Diakses pada 09 April 2013 dari
http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/09/06/ -587244.html.
Inggrid Tarihoran. (2013). Kajian Pengolahan Dan Analisi Financial Buah Berembang (Sonneratia Aseolaris) Sebagai Bahan Makanan Dan Minuman Di Kabupaten Deli Serdang. Diakses pada 10 Desember 2014 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=110104&val=4112
Jeprianto Manurung. (2012). Studi perspektif masyarakat untuk program restorasi ekosisitem hutan mangrove. Universitas Negeri Utara. Medan
Kurniah, Illiyun. (2010). Peminatan gizi Program studi kesehatan masyarakat Fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan.Skrikpsi.Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Kusmana, Cecep. (2009). Pemanfaatan Jenis Pohon Mangrove Api-api (Avicennia Spp.) Sebagai Bahan Pangan Dan Obat-obatan. Diakses pada 23 Januari 2015darihttp://elib.pdii.lipi.go.id/katalog/index.php/searchkatalog/byId/2574 39
N.L,Lubis. (2010). Pembuatan Abon Ikan Gulamah Dan Daya Terimanya. Skripsi.Universitas Sumatra Utara. Medan.
Mutmainnah.(2008). Daya terima makanan dan tingkat konsumsi energi protein pasien rawat inap penderita penyakit dalam di rumah sakit Dr.h.marzoeki Mahdi. IPB, Bogor.
Nani, (2011). Limpahan KasihMu. Diakses pada 19 September 2014 dari
http://limpahankasihmu.blogspot.com/2011/09/satu-lagi-usahaku.html
Purnamasari Veronita. (2013). Sejuta Manfaat Mngrove. Diakses pada 01 September 2014 dari http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/01/02/sejuta-manfaat-mangrove-521534.html
Rahkmat Jalaludin. (2008). Metode penelitian. Jakarta: Gramedia Pustaka.
Zia, Ridwan. (2011). Analisis Pengaruh kualitas produk Dan kualitas pelayanan Terhadap Keputusan pembelian pada restoran Waroeng taman singosari di Semarang. Diakses pada 11 Desember 2014 dari http://eprints.undip.ac.id/28650/1/Skripsi12.pdf
Sri Subekti. ( 2012 ) Pengelolaan Mangrove Sebagai Salah Satu Keanekaragaman Bahan Pangan. Diakses pada 10 Desember 2014 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=133751&val=5634
Suryono, Ahmad. (2013). Sukses Usaha Pembibitan Mangrove Sang Penyelamat Pulau. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Tim Dosen. (2009). Pengetahuan konsumen. Medan. Unimed (Modul)
Tim Dosen. (2014). Pengetahuan konsumen. Medan. Unimed (Modul)