PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI (Survey Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Cikalongwetan ).

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Berdasarkan Undang undang Sisdiknas Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab dalam rangka mencerdaskan bangsa. (Pasal 1 UU No. 20 Tahun 2003 tentang pendidikan Nasional). Pendidikan merupakan investasi yang paling utama bagi setiap bangsa, apalagi bagi bangsa yang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan disegala bidang.

Betapapun idealnya tujuan pendidikan di Indonesia, tentu tidak dapat dicapai dengan mulus. Apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Proses pendidikan yang terjadi masih jauh dari tujuan tersebut. Indikator dari keberhasilan pendidikan ini salah satunya dibuktikan oleh hasil belajar siswa. Hasil belajar yang ada merupakan hasil proses belajar-mengajar. Sehingga hasil belajar itu merupakan cermin nyata atas berhasil-tidaknya proses belajar dan proses belajar-mengajar. Untuk mengatasi hal ini, maka perlu adanya peningkatan kualitas SDM. Adapun untuk meningkatkan kualitas SDM tersebut adalah melalui pendidikan

(2)

yang dicapai kurang maksimal yaitu motivasi belajar yang rendah. Motivasi belajar yang sangat rendah dapat berdampak terhadap hasil belajar itu sendiri baik itu motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik, yang termasuk dalam faktor intrinsik adalah kesehatan, perhatian, minat, dan bakat, sedangkan yang termasuk dalam faktor ekstrinsik adalah metode mengajar, alat pelajaran, dan kondisi lingkungan..

Kita dapat melihat denganjelas perbedaan antara siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi dengan siswa yang motivasi belajarnya rendah. Siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi akan mudah memahami dan memperoleh hasil yang bagus. Sedangkan sebagian siswa yang motivasinya belajar nya rendah akan mengsilkan hasil yang rendah. karena ketika di beri latihan ,siswa yang motivasi nya rendah akan mencoba menggangu teman nya dan hanya bisa melihat hasil teman.

Secara umum, kualitas pendidikan Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat masih rendah dibanding daerah lainya , inilah cermin pendidikan di Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat masih rendah baik itu tingkat dasar sampai Menengah , hal tersebut dikarenakan motivasi yang dimiliki siswa yang sangat rendah. Salah satunya kenyataanya motivasi belajar siswa pada pelajaran Ekonomi masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas siswa

selama mengikuti pelajaran yang berlangsung dikelas. Umumnya para siswa hanya

duduk diam dan mendengarkan penjelasan guru semata. Kadang kala tidak jarang

ditemukan diantara siswa yang membuat keributan ketika jam belajar berlangsung.

Kondisi ini tentunya sangat berdampak pada perolehan hasil belajar siswa nantinya.

(3)

Berikut ini hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Cikalongwetan tahun ajaran 2013/2014 :

Tabel 1.1

Nilai rata – rata ujian tengah semester mata pelajaran Ekonomi kelas

X SMAN 1 CIKALONG WETAN

Kelas Jumlah siswa

Nilai rata – rata ulangan

Hasil belajar Siswa

KKM Mencapai

KKM

Belum Mencapai KKM

X1 40 74,2 25 15

76

X2 41 71,5 23 18

X3 40 72,4 24 16

X4 41 72,8 25 16

X5 40 71,3 22 18

X6 40 75,3 30 10

X7 39 71,4 15 24

X8 40 74,7 19 21

X9 39 70,4 20 19

Jumlah 360 72,6 203 157

Sumber : Nilai UTS SMAN 1 Cikalongwetan

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai rata-rata ulangan harian , masih banyak yang maih dibawah KKM yang telah ditentukan yaitu 76.00. bisa kita lihat bahwa pada setiap kelas nilai yang masih di bawah KKM masih banyak.

(4)

yang maksimal. Namun setiap individu peserta didik tidak hanya belajar dengan kecepatan yang berbeda tetapi jugamemproses informasi dengan cara yang berbeda. Ada siswa yang lebih senang menulis hal-hal yang telah disampaikan oleh guru ketika prosespembelajaran berlangsung. Adapula siswa yang lebih senang mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru, serta adapula siswa yang lebih senang senang menulis hal-hal yang telah disampaikan oleh guru ketika proses pembelajaran berlangsung

Penguasaan siswa terhadap kompetensi mata pelajaran yang dibelajarkan masih rendah. Dari beberapa mata pelajaran yang dibelajarkan di sekolah salah satunya adalah mata pelajaran Ekonomi.Rendahnya hasil belajar siswa dari SMA diatas diduga dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa yang rendah.

Rendahnya motivasi belajar siswa merupakan salah satu indikator dari

rendahnya kegitan belajar siswa. Itu artinya dalam belajar siswa belum memiliki

keuletan dalam mempelajari materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, belum

mengoptimalkan kegiatan belajarnya dan belum dapat belajar secara mandiri. dalam

belajar umumnya siswa belum menekuni materi palajaran ekonomi, menunjukkan

minat yang rendah terhadap pelajaran ekonomi, belajar harus diperintah, merasa cepat

bosan dalam belajar, tidak dapat mempertanggung jawabkan pekerjaannya dan kurang memiliki inisiatif dalam mengembangkan kemampauan berfikirnya pada hal-hal yang dapat menunjang keberhasilannya dalam belajar.

(5)

Siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkan akan memperoleh hasil belajar yang tinggi pula, artinya semakin tinggi motivasinya, semakin intensitas usaha dan upaya yang dilakukan, maka semakin tinggi hasil belajar yang diperolehnya. Siswa melakukan berbagai upaya atau usaha untuk meningkatkan keberhasilan dalam belajar sehingga mencapai keberhasilan yang cukup memuaskan sebagaimana yang diharapkan. Di samping itu motivasi juga menopang upaya-upaya dan menjaga agar proses belajar siswa tetap jalan. Hal ini menjadikan siswa gigih dalam belajar.

Berdasarkan data dan permasalahan tersebut maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan yang telah diuraikan di atas maka Judul penelitian yang akan penulis angkat adalah “PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PADA MATA PELAJARAN EKONOMI (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X

SMA Negeri 1 Cikalongwetan ).”

1.2Rumusan Masalah

Dari uraian pada latar belakang masalah, terlihat bahwa yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh Motivasi belajar terhadap Hasil belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi di SMA.Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

1) Bagaimana gambaran motivasi belajar peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Cikalongwetan?

2) Bagaimana gambaran hasil belajar peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Cikalongwetan ?

(6)

1.3Tujuan Dan Manfaat Penelitian

1.3.1 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu :

1) Untuk mengetahui gambaran motivasi belajar peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Cikalongwetan ?

2) Untuk mengetahui gambaran hasil belajar peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Cikalongwetan ?

3) Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar peserta didik terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Cikalongwetan ?

1.3.2 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat peneliti ini yaitu :

1) Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan memperkaya khasanah ilmu pendidikan dalam upaya memperbaiki hasil belajar peserta didik melalui motivasi belajar.

2) Secara praktis

1) Untuk memberikan informasi mengenai pengaruh motivasi belajar terhadab hasil belajar siswa.

(7)

BAB III

METODE PENELITIAN

1.1Objek penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 118), objek penelitian adalah variabel penelitian, yaitu sesuatu yang merupakan inti dari problematika penelitian.Dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Dimana hasil belajar siswa sebagai variabel terikat, motivasi belajar sebagai variabel bebas. Variabel tersebut merupakan objek dari penelitian ini.Adapun subjek dari penelitian ini yaitu siswa SMAN 1 Cikalong Wetan.

1.2Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan langkah dan prosedur yang akan dilakukan untuk mengumpulkan data dalam rangka memecahkan masalah atau menguji hipotesis. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksplanatori yaitu suatu metode penelitian yang bermaksud menjelaskan hubungan antar variabel dengan menggunakan pengujian hipotesis.

1.2.1 Populasi dan Sampel

1.2.1.1Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto 2006: 130). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Cikalongwetan.

1.2.1.2Sampel

(8)

mewakili populasinya.Dalam penelitian ini, teknik sampling dilakukan sebanyak satu tahap yaitu teknik sampling secara acak/random.

Tabel 3.1

Jumlah sampel siswa

Kelas Jumlah Siswa

X1 SMAN 1 Cikalong Wetan 40 Orang

X2 SMAN 1 Cikalong Wetan 40 Orang

X3 SMAN 1 Cikalong Wetan 40 Orang

X4 SMAN 1 Cikalong Wetan 40Orang

X5 SMAN 1 Cikalong Wetan 40 Orang

X6 SMAN 1 Cikalong Wetan 40 Orang

X7 SMAN 1 Cikalong Wetan 40 Orang

X8 SMAN 1 Cikalong Wetan 40 Orang

X9 SMAN 1 Cikalong Wetan 40 Orang

Jumlah 360 Orang

Teknik pengambilan sampel secara acak ini yaitu teknik yang dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu. Adapun yang menjadi sampel yaitubeberapa SMA Negeri Cikalong Wetan . akreditasi juga diutamakan berdasarkan sebaran/letak wilayahnya. Hal tersebut dimaksudkan agar dalam penelitian juga sampel yang diambil dapat menggambarkan keadaan preferensi siswa.

(9)

Dimana : n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi

d2 = Presisi yang ditetapkan (5% dengan tingkat kepercayaan 95%)

Dengan menggunakan rumus tersebut, didapat sampel siswa sebagai berikut:

Dari perhitungan tersebut, maka ukuran sampel minimal dalam penelitian ini adalah 189 orang. Adapun tahap-tahap dalam pengambilan sampel adalah sebagai berikut:

 Mendata seluruh siswa kelas X SMAN 1 Cikalong Wetan yang menjadi unit analisis.

 Menentukan besarnya alokasi sampel masing-masing kelas sebagai berikut:

n

N = Jumlah populasi seluruhnya. Ni = Jumlah populasi menurut stratum.

ni = Jumlah sampel menurut stratum.

N = Jumlah populasi seluruhnya.

(10)

Dalam penarikan sampel siswa dilakukan secara proporsional, yang dapat dilihat pada

Tabel 3.2

Sampel siswa

No Kelas Jumlah

siswa Sampel siswa

(11)

1.3Operasional Variabel

Untuk menguji hipotesis yang diajukan, dalam penelitian ini terlebih dahulu setiap variabel didefinisikan, kemudian dijabarkan melalui operasionalisasi variabel. Hal ini dilakukan agar setiap variabel dan indikator penelitian dapat diketahui skala pengukurannya secara jelas. Operasional variabel penelitian secara rinci diuraikan pada Tabel berikut

Tabel 3.3

Operasionalisasi Variabel

Variabel Konsep Teoritis Konsep

Empiris kegiatan belajar.

Skor motivasi dengan skala likert dari aspek:

1) Durasi kegiatan 2) Frekuensi 3) Persistensinya 4) Ketabahan

(12)

Belajar (X) kegiatan belajar, menjamin

kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai tujuan (Uno, 2009)

(Sadirman,2006) 5) Devosi 6) Tingkatan

aspirasinya 7) Tingkatan

kualifikasi 8) Arah sikapnya (Syamsudin, 2009:40)

1.4Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dengan teknik tertentu sangat diperlukan dalam analisis anggapan dasar dan hipotesis karena teknik-teknik tersebut dapat menentukan lancar tidaknya suatu proses penelitian. Pengumpulan data diperlukan untuk menguji anggapan dasar dan hipotesis. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, maka teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah :

1) Angket, yaitu pengumpulan data melalui penyebaran seperangkat pertanyaan maupun pernyataan tertulis kepada responden tentang motivasi belajar siswa, yang didalam peneliatian ini yang menjadi responden adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Cikalongwetan.

2) Studi Dokumentasi, yaitu studi yang digunakan untuk mencari dan memperoleh hal-hal yang berupa catatan-catatan, laporan-laporan serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. yaitu berupa catatan hasil belajar yang terdapat pada raport siswa kelas X di SMA Negeri 1 Cikalongwetan.

1.5Instrumen Penelitian

(13)

Skala yang digunakan dalam instrumen penelitian ini adalah skala likert. Dengan menggunakan skala likert, setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan positif dan negatif. Adapun ketentuan skala jawaban sebagai berikut:

Sangat sering 5

Sering 4

Kadang – kadang 3

Pernah 2

Tidak pernah 1

Adapun langkah-langkah penyusunan angket adalah sebagai berikut :

1) Menentukan tujuan pembuatan angket yaitu mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar.

2) Menjadikan objek yang menjadi responden yaitu para siswa kelas X 3) Menyusun pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. 4) Memperbanyak angket.

5) Menyebarkan angket.

6) Mengelola dan menganalisis hasil angket.

Agar hipotesis yang telah dirumuskan dapat diuji maka diperlukan pembuktian melalui pengolahan data yang telah terkumpul. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini ada yang berupa data ordinal yaitu variabel X

(14)

1.6Hasil PengujianInstrumen Penelitian

Analisis instrumen penelitian dilakukan dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Adapun variabel yang diuji validitas dan reliabilitasnya dalam penelitian ini adalah variabel motivasi belajar. Data angket variabel-variabel tersebut, setelah terkumpul kemudian secara statistik dihitung validitas ítem dan reliabilitas Hasil Penelitian

Sesuai dengan judulnya, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Cikalongwetan. Dalam hal ini, maka analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier.

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabel independen Motivasi Belajar (X) sedangkan variabel dependen yaitu Hasil Belajar (Y).

Data yang dianalisis merupakan data yang dikumpulkan dari hasil penelitian kemudian diolah dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Sebelum data masing-masing variabel dimasukan ke dalam analisis regresi, terlebih dahulu data yang bersifat ordinal yaitu Motivasi Belajar (X) diubah menjadi interval dengan menggunakan MSI (Methods of Succesive Interval), karena merupakan syarat untuk regresi

1.7Pengujian Instrumen Penelitian

A. Uji Validitas

(15)

validitas ini digunakan teknik korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson dengan rumus sebagai berikut :

 

rxy = koefisien korelasi butir

∑X = jumlah skor tiap item ∑Y = jumlah skor total item

∑X2 = jumlah skor-skor X yang dikuadratkan

∑Y2 = jumlah skor-skor Y yang dikuadratkan

∑XY = jumlah perkalian X dan Y 0,40 – 0,699 : validitas sedang/cukup 0,70 – 0,899 : validitas tinggi

(16)

Perhitungannya merupakan perhitungan setiap item, hasil perhitungan tersebut kemudian dikonsultasikan ke dalam tabel harga product moment dengan taraf signifikansi atau pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil yang sudah didapat dari rumus product moment terus disubtitusikan ke dalam rumus t, dengan rumus sebagai berikut :

2

1 2 t

r n r

 

 (Sugiyono, 2008: 257)

ket :

t = uji signifikansi korelasi n = jumlah sampel

r = nilai koefisien korelasi

Hasil thitung tersebut kemudian dikonsultasikan dengan harga distribusi

ttabel dengan taraf signifikansi () = 0,05 yang artinya peluang membuat

kesalahan 5 % setiap item akan terbukti bila harga thitung > ttabel dengan taraf

kepercayaan 95% serta derajat kebebasannya (dk) = n - 2. Kriteria pengujian item adalah jika thitung lebih besar dari harga ttabel maka item tersebut valid.

Berikut ini dipaparkan hasil uji validitas untuk masing-masing variabel pada Tabel 3.4 :

Tabel 3.4

Hasil Validitas Item Instrumen Penelitian Motivasi belajar

Variabel No Item r hitung r tabel Kriteria Keputusan

Motivasi

Belajar

1 0,15 0,12 r hitung > r

tabel dengan

Valid

(17)

3 0,18 0,12 taraf

kepercayaan

95% serta

derajat

kebebasanny

a (dk) = n-2

Valid

4 0,19 0,12 Valid

5 0,17 0,12 Valid

6 0,15 0,12 Valid

7 0,17 0,12 Valid

8 0,15 0,12 Valid

9 0,23 0,12 Valid

10 0,15 0,12 Valid

11 0,23 0,12 Valid

12 0,38 0,12 Valid

13 0,26 0,12 Valid

14 0,25 0,12 Valid

15 0,16 0,12 Valid

16 0,19 0,12 Valid

17 0,15 0,12 Valid

18 0,17 0,12 Valid

19 0,15 0,12 Valid

20 0,20 0,12 Valid

21 0,26 0,12 Valid

22 0,17 0,12 Valid

23 0,29 0,12 Valid

24 0,37 0,12 Valid

25 0,19 0,12 Valid

26 0,18 0,12 Valid

27 0,16 0,12 Valid

28 0,16 0,12 Valid

29 0,21 0,12 Valid

30 0,21 0,12 Valid

(18)

B. Uji Reliabilitas

Tes reliabilitas adalah tes yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui apakah alat pengumpul data yang digunakan menunjukan tingkat ketepatan, tingkat keakuratan, kestabilan, dan konsistensi dalam mengungkapkan gejala dari sekelompok individu walaupun dilaksanakan pada waktu yang berbeda.

Untuk menghitung uji reliabilitas, penelitian ini menggunakan rumus alpha dari Cronbach sebagaimana berikut:

Dimana; r11 = reliabilitas instrumen

k = banyak butir pernyataan atau banyaknya soal n2 = Jumlah varians butir

t2 = varians total

Kriteria pengujiannya adalah jika r hitung lebih besar dari r tabel dengan taraf signifikansi pada

= 0,05, maka instrumen tersebut adalah reliabel, sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka instrument tidak reliabel.Adapun hasil pengujian reliabilitas tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.5 :

Tabel 3.5

Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

(19)

4 0,24 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 5 0,34 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 6 0,31 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 7 0,26 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 8 0,30 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 9 0,60 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 10 0,36 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 11 0,35 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 12 2,45 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 13 0,69 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 14 0,81 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 15 0,25 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 16 0,78 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 17 0,36 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 18 0,43 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 19 0,35 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel 20 0,73 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

21 0,94 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

22 0,59 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

23 0,71 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

24 0,71 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

25 0,20 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

26 0,50 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

27 0,19 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

28 0,49 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

29 0,19 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

30 0,89 16,0 19.88 0,20 0,12 Reliabel

(20)

Berdasarkan Tabel 4.11 dapat diketahui bahwa instrumen penelitian pada variabel motivasi belajar dikategorikan ke dalam instrumen yang reliabel, maka dari itu seluruh instrumen yang digunakan dapat dipercaya.

Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa nilai thitung lebih besar daripada

ttabel pada alpha 0,05 dan dk = 189. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan

bahwa instrumen penelitian variabel motivasi belajar yang digunakan dalam penelitian ini reliabel sehingga layak untuk dijadikan alat ukur penelitian.

1.8Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

1.8.1 Analisis Data

Jenis data yang terkumpul dalam penelitian ini adalah data ordinal yang meliputi kompetensi guru, sarana prasarana dan motivasi belajar sedangkan data interval adalah hasil belajar siswa sehingga menurut Riduwan dan Kuncoro (2011:30), “Data ordinal harus ditransformasi menjadi data interval dengan menggunakan teknik transformasi yang paling sederhana yaitu MSI (Method of Successive Interval)” dengan menggunakan software Microsoft Excel. Dalam Riduwan dan Kuncoro (2011:222), langkah-langkah atau prosedur pengolahan data adalah sebagai berikut:

a. Menyeleksi data agar dapat diolah lebih lanjut, yaitu dengan memeriksa jawaban responden sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan;

b. Menentukan bobot nilai untuk setiap kemungkinan jawaban pada setiap item variabel penelitian dengan menggunakan skala penilaian dengan menggunakan skala penilaian yang telah ditentukan, kemudian menentukan skornya;

(21)

1.8.2 Pengujian Hipotesis

Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan serta pengaruh antar variable bebas dengan variable terikat baik secara simultan maupun secara parsial, maka dalam suatu penelitian perlu dilakukan pengujian, dalam hal ini melalui pengujian hipotesis.

1.8.2.1Pngujian Hipotesis Regresi Secara Parsial (Uji t)

Pengujian t statistik bertujuan untuk menguji signifikansi masing-masing variable bebas dalam mempengaruhi variable terikat. pengujian t statistik ini merupakan uji signifikansi satu arah dengan rumus sebagai berikut:

tk = ��

���� ; (df = n-k-1)

dimana :

ρk = koefisien jalur yang akan diuji

tk = nilai t hitung untuk setiap koefisien jalur variable X

k = jumlah variable eksogen yang terdapat alam sub-struktur yang sedang diuji n = jumlah pengamatan

Sepk = standar error koefisien jalur yang bersesuaian Df = derajat kebebasan

(22)

1.8.2.2Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (���2 ) menunjukan besarnya pengaruh secara bersama atau serempak variabel eksogen yang terdapat dalam model struktural yang dianalisis. Koefisien determinasi dihitung dengan rumus sebagai berikut:

��2 = ∑ �

� � �

Dimana:

���2 = besarnya pengaruh secara bersama atau serempak variabel eksogen terhadap variabel endogen yang terdapat dalam model struktural yang dianalisis

� � = koefisien korelasi (zero order correlation) K = variable eksogen

Y = variable endogen

Nilai (�2) berikisar antara 0-1 (0<�2<1), dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jika �2semakin mendekati angka 1 maka hubungan antar variable

eksogen dengan variabel endogen semakin erat atau dengan kata lain model tersebut dapat dinilai baik

(23)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

1.1.Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 1 Cikalongwetan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Motivasi siswa dalam mempelajari bidang studi Ekonomi di SMA Negeri 1 Cikalongwetan menunjukkan bahwa siswa kelas X mempunyai motivasi yang baik.

2. Hasil belajar yang diraih oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Cikalongwetan menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar bidang studi Ekonomi dapat dikualifikasikan sangat baik.

(24)

1.2.Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Meningkatkan motivasi belajar bagi siswa harus dilakukan bukan hanya oleh guru yang memang bertugas sebagai motivator tetapi juga oleh keluarga tetapi yang lebih penting memotivasi dari diri siswa itu sendiri . motivasi yang berasal dari diri sendiri akan lebih baik karena dengaan sendirinya siwa akan semangat dalam mencapai hasil yang baik di sekolah selain itu motivasi bisa muncul dari orang tua, misalnya orang tua memiliki rencana masa depan untuk anak, rencana tersebut hendaknya disampaikan juga kepada anak agar anak termotivasi untuk belajar dan mencapai tujuan yang diinginkan. Adanya kerjasama antara semua pihak-pihak yang berkepentingan didunia pendidikan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, khususnya antara orang tua, pihak sekolah, guru dan masyarakat

2. Pihak terkait dalam hal ini SMA Negeri 1 Cikalongwetan sebaiknya lebih meningkatkan motivasi siswa dalam PBM demi meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat diperoleh lulusan yang berkualitas dan memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, LW & David R. Krathwohl. (2010). Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajarandan Asesmen: Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom. Yogyakarta: PustakaBelajar

Arikunto, Suharsimi. (2001). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: RinekaCipta

Baharudin (2008). Teori teori Belajar. Jakarta: Bumi Aksara

Bahri, S Djamarah. (2002) Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Bhakti Winaya Natawidjaya, Rochman. (1989). Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV Mutiara

Candra, Yuli. (2008). Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa XC Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA (Survey di SMA Negeri Yogya).Skripsi. UNY. Tidak diterbitkan

Dalyono.(1997). Psikologi Pendidikan.RinekaCipta:Jakarta Darsono. (2000) Psikolog Pendidikan. Jakarta : Rosda Karya

Dahar, RatnaWilis. (2011). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga

Dimyati, dan Mudjiono.(2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Djaali (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Djamarah, syaiful Basri. (2002). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rieneka Cipta Gujarati, Damodar. (2006). Ekonometrika Dasar . Jakarta: Erlangga

Hamalik, Oemar. (2003). Prosedur Belajar Mengajar. Jakarta Bumi Aksara Hergenhahn dan Olson. (2008). Theories of Learning (Teori Belajar).Jakarta:

(26)

Ihsan, Fuad. (2010). Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Nasution.(2003). Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: bumi aksara.

Ibrahim, Nurdin. (1995). Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan departemen Pendidikan Nasional.

Purwanto, N. (2004). Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: Rosda Karya

Pratiwi, Resa. (2011). Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akutansi di SMA (Survey di SMA Negeri 1 Margahayu).Skripsi. UPI. Tidak diterbitkan

Ratna, Niken. (2008). Hubungan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar (Sudi kasus di SMPN 77 Jakarta).Skripsi. UNJ Tidak diterbitkan

Riduwan.(2008). BelajarMudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta

Riduwan, dan Kuncoro Engkos. (2011). Cara Menggunakan dan Memakai Path Analysis (Analisis Jalur). Bandung: Alfabeta.

Rivai Ahmad (2005) media pengaajran.bandung : Sinar Baru Algensindo Sagala, Syaiful. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfhabeta Santrock, John, W.( 2007). Pendidikan. Jakarta: Kencan Prenada Media Group Sardiman, A.M. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta Grafindo

Persada.

Slameto.(2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: RinekaCipta

Sobur, Alex. (2009). Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: Pustaka Setia

Solihatin, Etin. (2012). Strategi Pembelajaran PPKN. Jakarta: Bumi Aksara.

(27)

Sudjana.(2002). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Sugiyanto.(2001) Kontribusi Motivasi Belajar dan Motivasi BerHasil terhadap Hasil Akademik Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Semarang. Yogyakarta : UNY Tidak diterbitkan

Sugiyono.(2008). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Surya Moh.(2002).Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung : Pustaka Bany Quraisy.

Syah, M. (2008). Psikologi Pendidikan dengan pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Syamsudin, A. (2009). Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Uno, Hamzah. (2009). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: PT Bumi Aksara

Figur

Tabel 1.1

Tabel 1.1

p.3
Tabel 3.1 Jumlah sampel siswa

Tabel 3.1

Jumlah sampel siswa p.8
Tabel 3.2 Sampel siswa

Tabel 3.2

Sampel siswa p.10
Tabel 3.3

Tabel 3.3

p.11
Tabel 3.5

Tabel 3.5

p.18

Referensi

Memperbarui...