• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meredam Noise Pada Pemancar FM Dengan Inti Toroid.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Meredam Noise Pada Pemancar FM Dengan Inti Toroid."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Peralatan audio saat ini membutuhkan kualitas sinyal yang baik, salah

satunya yaitu pada pemancar FM. Pemancar FM yang baik adalah pemancar FM

yang dapat menghasilkan kualitas sinyal keluaran yang baik, yaitu sinyal keluaran

dengan noise yang teredam. Untuk meredam noise tersebut digunakanlah suatu

induktor yang berfungsi sebagai osilator dengan inti ferrit serta memiliki bentuk

toroida. Inti ferrit untuk induktor ini telah dikenal sebagai bahan yang dapat

meredam noise pada rangkaian listrik.

Toroida yang digunakan diantaranya adalah toroida tanpa celah, toroida

satu celah (0,3 mm dan 1 mm), toroida 2 celah (0,3 mm dan 0,1 mm), serta toroida

tanpa celah dengan puntiran kawat dan toroida 2 celah 0,3 mm dengan puntiran

kawat. Sebagai pembandingnya, diamati pula induktor dengan inti udara yang

besar induktansinya disesuaikan dengan besar indukatansi dari toroida.

Untuk menganalisa sinyal keluaran dari pemancar FM tersebut, digunakan

spektrum analyzer model 7802 dengan bandwidth maksimum 1 GHz. Pemilihan

sinyal keluaran yang baik didapat berdasarkan noise terkecil, yaitu pada inti

toroida dengan 2 celah 0,3 mm, sedangkan sinyal terburuknya diperoleh dari

pemancar FM tanpa memperhatikan L dan C parasiter.

(2)

ABSTRACT

Nowadays audio devices need a good quality of signals, one of them that

is FM transmitter. A good FM transmitter is a FM transmitter that can produce a

good quality of signal output, which is output signal with noise that is weaken. In

this case, to reduce the noise, an inductor that has the function as oscillator with

core of ferrite and also has form of torroide are used. The ferrite core used for

inductor is also known as materials which are able to reduce noise at electrics

circuit.

Some torroides are used for this experiment, and they are: non-gap

torroide, one gap torroide (0,3 mm and 1mm), 2 gap torroide (0,3 mm and 0,1

mm), and also non-gap torroide with strand of metal torsion and 0,3 mm 2 gap

torroide with strand of metal torsion. As a comparator, air core inductors with

appropriate inductance value that has a same value as torroide’s inductance are

observed.

To analyze output signal of FM transmitter, spectrum analyzer model 7802

with maximum bandwidth 1 GHZ are used. Selecting a good quality of output

signal is based on the smallest noise, that is for 2 gap 0,3 mm torroide’s ferrite

core, and the worst signal obtained from FM transmitter regardless to L and C

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

hikmat dan karunia-Nya, sehingga Laporan Tugas Akhir dengan judul “Meredam

Noise Pada Pemancar FM Dengan Inti Toroid” ini dapat diselesaikan.

Laporan Tugas Akhir ini diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam

menempuh program pendidikan sarjana strata satu ( S-1 ) pada fakultas Teknik

Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Maranatha.

Pembuatan Laporan Tugas Akhir ini tidak dapat selesai dengan baik tanpa

bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin mengucapkan

terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak IR. Aan Darmawan, MT. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro

Universitas Kristen Maranatha Bandung.

2. Ibu IR. Anita Supartono, M.Sc. selaku Koordinator Tugas Akhir Jurusan

Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha Bandung.

3. Ibu IR. Herawati Yusuf, MT. selaku dosen pembimbing dalam

penyusunan laporan Tugas Akhir ini.

4. Bapak Ir. Supartono, M.Sc., Bapak Dr.Ir. Daniel Setiadikarunia, MT. Dan

Ibu Dr. Ratnadewi, ST., MT. selaku penguji yang telah memberi masukan

yang sangat berguna dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

5. Dosen wali dan segenap dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Universitas Kristen Maranatha yang telah membekali penulis dengan

berbagai ilmu selama penulis menuntut ilmu di Fakultas Teknik Jurusan

Teknik Elektro.

6. Seluruh staf administrasi dan tata usaha Fakultas Teknik Jurusan Teknik

Elektro yang telah banyak membantu penulis mendapatkan bahan-bahan

dalam penyusunan tugas akhir.

7. Kepala Laboratorium Elektronika yang telah memberikan ijin atas

pemakaian peralatan yang ada di Laboratorium Elektronika.

8. Ayah dan Ibu tercinta yang selalu memberikan dukungan baik moral

maupun materi.

(4)

9. Teman-teman yang sudah membantu menyelesaikan Tugas Akhir ini.

10. Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak

langsung, yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu.

Semoga Tuhan selalu melimpahkan anugerah dan berkat-Nya kepada

semua pihak yang telah banyak membantu. Laporan Tugas Akhir ini telah dibuat

sebaik mungkin, namun penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari

sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang

sifatnya membangun untuk kemajuan di masa yang akan datang.

Akhir kata semoga Laporan Tugas Akhir ini dengan segala kekurangannya

dapat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan. Tuhan memberkati.

Bandung, Januari 2007

(5)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

SURAT PERNYATAAN

ABSTRAK………... i

ABSTRACT……….. ii

KATA PENGANTAR……….. iii

DAFTAR ISI……….. v

DAFTAR GAMBAR………..………... vii

DAFTAR TABEL………. x

BAB I PENDAHULUAN………..……….... 1

1.1 Latar Belakang Masalah………..………... 1

1.2 Identifikasi Masalah……….………... 2

1.3 Tujuan………..………... 2

1.4 Pembatasan Masalah………...……... 2

1.5 Sistematika Penulisan……….………... 2

BAB II LANDASAN TEORI………...……...……….. 4

2.1 Jenis-Jenis Modulasi…………...………... 4

2.1.1 Modulasi Frekuensi (FM)...………...…... 4

2.1.2 Modulasi Amplituda (AM)...……..……... 6

2.1.3 Modulasi Fasa (PM)...……….……... 8

2.2 Dasar Elektromagnet... 10

2.3 Konsep Rangkaian Magnet...……...……..………...……... 11

2.4 Gandengan Fluks dan Induktansi………...………... 12

2.5 Model Kapasitansi……..………...………... 14

2.6 Metode Peredam Noise………...………... 14

2.7 Transistor Pada Frekuensi Tinggi……….……....………... 15

2.8 Spectrum Analyzer………...…... 17

BAB III PEMANCAR FM...……….…… 19

3.1 Rangkaian Pemancar FM…………...…………... 19

3.2 Microphone... 20

(6)

3.3 Audio Amplifier……….……….…... 21

3.4 Modulator………...…. 22

3.5 Osilator………...…. 22

3.6 Antena………...…... 24

3.7 Sumber Tegangan DC………...…... 24

BAB IV PEMANCAR FM DENGAN INTI TOROID DAN UDARA... 26

4.1 Inti Toroid ………... 26

4.1.1 Model Kapasitansi Pada Inti Toroid... 28

4.1.2 Jenis-Jenis Toroid Yang Digunakan... 28

4.2 Inti Udara………... 34

4.3 Hasil Pengamatan Menggunakan Spectrum Analyzer………... 37

4.3.1 Inti Udara... 37

4.3.2 Inti Toroid... 46

4.3.3 Inti Toroid Dengan Puntiran Kawat... 58

BAB V PENUTUP………... 65

5.1 Kesimpulan………...……...…... 65

5.2 Saran………...……...…... 65

DAFTAR PUSTAKA

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Sinyal Modulasi Frekuensi (FM)... 5

Gambar II.2 Sinyal Modulasi Amplituda (AM)... 7

Gambar II.3 Sinyal Modulasi Fasa (PM)... 9

Gambar II.4 Solenoida………... 13

Gambar II.5 Contoh rangkaian transistor pada frekuensi tinggi.……….. 16

Gambar II.6 Rangkaian pengganti transistor pada frekuensi tinggi…..………… 16

Gambar II.7 Spectrum Analyzer ………... 17

Gambar II.8 Noise yang terbaca pada spektrum analyzer... 18

Gambar II.9 Harmonisa-harmonisa suatu sinyal... 18

Gambar III.1 Rangkaian Pemancar FM... 19

Gambar III.2 Microphone condenser………... 20

Gambar III.3 Bagian audio amplifier………... 21

Gambar III.4 Bagian osilator ………... 22

Gambar IV.1 Rangkaian Pemancar FM dengan toroida dan inti udara……….... 26

Gambar IV.2 Bentuk toroida dan ukurannya………... 27

Gambar IV.3 Rangkaian listrik dari inti Toroida………... 28

Gambar IV.4 Toroida tanpa celah ……….... 29

Gambar IV.5 Toroida dengan satu celah udara 0,3 mm ………... 30

Gambar IV.6 Toroida dengan dua celah udara 0,3 mm..………... 31

Gambar IV.7 Toroida dengan satu celah udara 1 mm ………. 32

Gambar IV.8 Toroida dengan dua celah udara 1 mm ………... 33

Gambar IV.9 Keluaran inti udara tanpa memperhatikan L dan C parasiter... 37

Gambar IV.10 Keluaran inti udara tanpa memperhatikan L dan C parasiter... 38

Gambar IV.11 Inti udara dengan L = 5 µH pada scan width = 100 MHz/DIV.... 39

Gambar IV.12 Inti udara dengan L = 5 µH pada scan width = 50 MHz/DIV... 40

Gambar IV.13 Inti udara dengan L = 2 µH pada scan width = 100 MHz/DIV...41

Gambar IV.14 Inti udara dengan L = 2 µH pada scan width = 50 MHz/DIV...42

Gambar IV.15 Inti udara dengan L = 1,5 µH pada scan width = 100 MHz/DIV..43

Gambar IV.16 Inti udara dengan L = 1,5 µH pada scan width = 50 MHz/DIV....44

(8)

Gambar IV.17 Inti udara tanpa memperhatikan L dan C parasiter... 45

Gambar IV.18 Inti udara dengan besar L = 1,5 µH... 45

Gambar IV.19 Keluaran toroida 2 celah 1 mm yang tidak rata permukaan

celahnya... 46

Gambar IV.20 Keluaran toroida tanpa celah pada scan width = 100 MHz/DIV.. 47

Gambar IV.21 Keluaran toroida tanpa celah pada scan width = 50 MHz/DIV.... 48

Gambar IV.22 Keluaran toroida 1 celah 0,3 mm pada scan width = 100

MHz/DIV... 49

Gambar IV.23 Keluaran toroida 1 celah 0,3 mm pada scan width = 50

MHz/DIV... 50

Gambar IV.24 Keluaran toroida 2 celah 0,3 mm pada scan width = 100

MHz/DIV... 51

Gambar IV.25 Keluaran toroida 2 celah 0,3 mm pada scan width = 50

MHz/DIV... 52

Gambar IV.26 Keluaran toroida 1 celah 1 mm pada scan width = 100

MHz/DIV... 53

Gambar IV.26 Keluaran toroida 1 celah 1 mm pada scan width = 50

MHz/DIV... 54

Gambar IV.27 Keluaran toroida 2 celah 1 mm dengan scan width = 100

MHz/DIV... 55

Gambar IV.28 Keluaran toroida 2 celah 1 mm dengan scan width = 50

MHz/DIV... 56

Gambar IV.29 Keluaran toroida 2 celah 1 mm yang tidak rata permukaan

celahnya... 57

Gambar IV.30 Keluaran toroida 2 celah 0,3 mm...57

Gambar IV.31 Keluaran toroida tanpa celah dengan scan width = 100

MHz/DIV... 58

Gambar IV.32 Keluaran toroida tanpa celah dengan scan width = 50

MHz/DIV... 59

Gambar IV.33 Keluaran toroida 2 celah 0,3 mm dengan scan width = 100

(9)

Gambar IV.34 Keluaran toroida 2 celah 0,3 mm dengan scan width = 50

MHz/DIV... 61

Gambar IV.35 Keluaran toroida 2 celah 0,3 mm... 62

Gambar IV.36 Toroida tanpa celah... 62

Gambar IV.37 Keluaran toroida 2 celah 0,3 mm dengan puntiran kawat... 63

Gambar IV.38 Keluaran inti udara tanpa memperhatikan L dan C parasiter... 63

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel II.1 Alokasi Frekuensi (Spektrum Frekuensi)... 10

Tabel IV.1 Nilai-nilai frekuensi pada semua jenis inti... 36

(11)
(12)

Spektrum Analyzer Yang Digunakan

(13)

Spektrum Analyzer Model HP/Agilent 8560E

Tampilan Spektrum Analyzer Model SR760

(14)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi saat ini sudah menuju pada peralatan yang

berukuran kecil atau teknologi nano, sehingga alat yang dibuat menjadi lebih

kecil, efisien, serta cukup murah harganya. Teknologi nano ini berkembang

dengan adanya campuran metal atau yang biasa disebut sebagai ferrit yang

mampu mengubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi dan mampu

membangkitkan frekuensi tinggi. Selain itu, bahan magnet tersebut mampu

meredam noise melalui keping elektromagnetik, dimana material tersebut mampu

membangkitkan ggl dan sebagai sumber tegangan sedangkan energi gap (celah)

sebagai pembangkit dielektrik yang bisa membangkitkan energi flux sesuai

dengan kebutuhan. Saat ini celah tersebut berfungsi sebagai kapasitor dengan

interaksi diantara bahan magnet tersebut.

Pada saat sekarang ini banyak sekali peralatan yang berhubungan dengan

frekuensi. Sebagai contoh diantaranya komputer, sound system, pemancar dan

penerima radio, pemancar siaran televisi dan lain sebagainya. Pada peralatan

tersebut ada satu hal penting yang harus diperhatikan, yaitu kondisi sinyal

keluaran yang dihasilkan oleh peralatan tersebut. Sinyal yang baik idealnya adalah

sinyal yang tidak mengandung noise dan apabila suatu alat dapat menghasilkan

sinyal tanpa noise tersebut, maka alat tersebut memiliki kualitas yang baik.

Didalam komputer, apabila menghasilkan sinyal dengan noise tinggi maka proses

didalamnya akan sering terjadi error, misalnya kesalahan dalam menentukan nilai

bit satu atau nol karena gangguan noise. Contoh peralatan lain yang sangat perlu

memperhatikan kualitas sinyal yaitu sound system. Alat ini perlu memperhatikan

kualitas sinyal output untuk menghasilkan suara yang jernih. Sama halnya dengan

(15)

Dengan adanya permasalahan diatas, penulis merasa tertarik untuk

mengetengahkan permasalahan tersebut dengan mengambil judul

Meredam Noise Pada Pemancar FM Dengan Inti Toroid”.

1.2 Identifikasi Masalah

1. Bagaimana kondisi sinyal keluaran pada pemancar FM tanpa

menggunakan inti toroid?

2. Bagaimana kondisi output yang dihasilkan bila menggunakan toroida

yang tidak bercelah?

3. Bagaimana kondisi output yang dihasilkan bila menggunakan toroida

satu celah toroida 0,3 mm, 1 mm dan dua celah toroida 0,3 mm, 1 mm?

4. Apakah pengaruh yang terjadi apabila toroida dililit dengan sudut

puntir?

1.3 Tujuan

Meredam noise pada pemancar FM.

1.4 Pembatasan Masalah

1. Pemancar FM yang bekerja pada frekuensi 95,1MHz

2. Menggunakan toroida dengan satu celah 0,3 mm, 1 mm dan dua celah

0,3 mm, 1mm serta toroida tidak bercelah.

3. Menggunakan toroida dengan puntiran kawat.

4. Menggunakan sumber tegangan antara 9V sampai 12 V.

1.5 Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan pemahaman dari penulisan tugas akhir ini, penulis

membagi penulisan kedalam lima sub pokok bahasan yang meliputi:

BAB I PENDAHULUAN

Menjelaskan tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah,

pembatasan masalah, maksud dan tujuan serta sistematika penulisan.

(16)

BAB II DASAR TEORI

Pada Bab II ini berisikan tentang dasar teori yang berhubungan

dengan pemancar FM dan toroida.

BAB III PEMANCAR FM

Dalam bab ini penulis diuraikan rangkaian pemancar FM dan

bagian-bagian utama dari pemancar FM.

BAB IV PEMANCAR FM DENGAN INTI TOROID DAN UDARA

Pada bab ini membahas pemancar FM dengan menggunakan inti

toroid dan udara serta menyajikan hasil yang diperoleh dari

percobaan dengan menggunakan spektrum analyzer.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan kesimpulan akhir dari hasil percobaan setelah

dilakukan pengukuran dan pengamatan, dan saran lebih lanjut untuk

menyempurnakan hasil percobaan pada pemancar FM dengan

(17)

DAFTAR PUSTAKA

1. Allen Nussbaum, “Electromagnetic Theory for Engineers and scientist”

Prentice-Hall, Inc, New Jersey, 1965.

2. Hayt, William H., Elektromagnetika teknologi , Erlangga, Jakarta, 1994.

3. http://www.electronics-lab.com, 15 Juni 2006

4. http:/www.microwave101.com, 9 November 2006

5. http://www.sencore.com/products/pdf/SA1501.pdf, 2 November 2006

6. Jawad Faiz, “Lumped Complete Equivalent Circuit of a Coreless

High-Frequency Transformer”, IEEE Magazine, 1997.

7. Jean, Michel Lourtioz., Photonic crystals, Hermes Science, Prancis, 2003.

8. Wasito S, “Vademekum Elektronika”, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,

2004.

Referensi

Dokumen terkait

Saya menyadari bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak tidak mungkin dapat menyelesaikan pembuatan Tugas Akhir ini.Untuk itu9. saya mengucapkan terima kasih atas bimbingan

Penulis sangat bersyukur karena telah mendapat banyak dukungan, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga penyusunan laporan ini dapat selesai dengan baik untuk

Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini, penulis banyak memperoleh bantuan yang sangat berarti dari berbagai pihak yang telah berperan serta baik secara langsung maupun

Penulis menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, dari masa perkuliahan sampai pada penyusunan laporan Tugas Akhir ini, akhirnya penulis

Selanjutnya, dalam menyelesaikan Laporan Akhir ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan serta masukan baik secara langsung

Penulisan tugas akhir ini tidak dapat terselesaikan tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih

Dalam penyelesaian Laporan Tugas Akhir ini tidak akan dapat diselesaikan tanpa ada dukungan dari berbagai pihak dan saya ucapkan terima kasih atas pihak/orang yang

Penulis menyadari bahwa dalam melakukan penyusunan skripsi ini tidak akan selesai tanpa bantuan, bimbingan, saran dan dukungan dari berbagai pihak yang membantu sehingga skripsi ini