• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PELAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PELAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

SMA N 1 BANTARSARI TERAKREDITASI A

Alamat : Jl. K. H. Sarbini Hasan No. 2 Bulaksari, Kecamatan Bantarsari Telp 0821 3555 5050, Kode Pos 53258

RENCANA PELAKSANAAN PELAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

Sekolah : SMA N 1 Bantarsari Cilacap Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling Kelas/ Semester : XII/ Ganjil

Alokasi Waktu : 1 x 45 menit

A Komponen Layanan Layanan Dasar B Bidang Layanan Pribadi-Sosial C Topik/

Judul Layanan

Kematangan Emosi/Kelola Stress Kamu Yuks D Fungsi Layanan Pemahaman, Pencegahan dan Pengembangan

E Tujuan Umum Peserta didik mampu mengekspresikan perasaan dalam cara-cara yang bebas,terbuka dan tidak menimbulkan konflik

F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/Konseli dapat menguraikan definisi, jenis, gejala,dampak stress (C4)

2. Peserta didik/Konseli dapat mengelola stress pada diri (A4) 3. Peserta didik mampu mengimplementasikan pengelolaan

stress dalam kehidupan sehari-hari (P5) G Sasaran Layanan Kelas XII

H Materi Layanan 1. Definisi dan jenis stress (Eustress dan Distress) 2. Gejala-gejala Distress

3. Dampak Stress 4. Mengelola stress

I Waktu 1 Kali Pertemuan x 45 Menit

J Sumber Materi Bimbingan Konseling SMA kelas XII, Aspirasi (Pegangan Guru) http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stress/apakah- yang-dimaksud-stres-itu

https://syekhnurjati.ac.id › article › download (jurnal pola penanganan stres dalam aktivitas belajar)

K Metode/Teknik Cooperative Learning Teknik Grup Investigation L Media / Alat 1. Media Slide (PPT) dan Poster

2. Media Proyeksi (penggunaan Laptop dan LCD) M Pelaksanaan

1. Tahap Awal /Pedahuluan a. Pernyataan Tujuan

1. Guru BK/Konselor membuka dengan salam dan berdoa 2. Membina hubungan baik dengan peserta didik

(menanyakan kabar, absensi, ice breaking bila diperlukan)

3. Melakukan Apersepsi terhadap materi yang akan disampaikan 4. Menyampaikan tujuan-tujuan khusus yang akan dicapai

(2)

b. Penjelasan tentang langkah-langkah kegiatan

.1. Memberikan langkah-langkah kegiatan, tugas dan tanggung jawab peserta didik

2. Kontrak layanan (kesepakatan layanan). Kegiatan seharusnya dilakukan 2 jam pelajaran, namun di buat dalam 2x pertemuan. Dan hari ini kita akan melakukan kegiatan selama 1 jam layanan, kita sepakat akan melakukan dengan baik.

c.Mengarahkan

kegiatan konsolidasi)

Guru BK/Konselor memberikan penjelasan tentang topik yang akan dibicarakan

d. Tahap peralihan ( Transisi)

Guru BK/Konselor menanyakan kesiapan peserta didik melaksanakan kegiatan, dan memulai ke tahap inti

2. Tahap Inti

Isi kegiatan Pertemuan pertama

Tahap 1.

a. Guru BK menerangkan tentang materi umum mengenai Stress dan sub dari topik yang di bahas melalui slide powerpoin dan atau poster

b. Guru BK membagi siswa menjadi 5 kelompok, setiap kelompok beranggotakan 7-8 orang

c. Peserta didik memilih topic tertentu sesuai dengan permasalahan yang ditetapkan guru BK

a. Peserta didik bergabung dengan kelompok sesuai pembagian yang ditentukan.

Tahap 2. Pembelajaran kooperatif

Masing masing kelompok mendiskusikan tentang tugas dan materi yang sudah disampaikan

Tahap 3. Implementasi

Peserta didik melaksanakan rencana yang sudah disusun di tahap 2 Tahap 4. Analisis dan Sintesis

Peserta didik menganalisis, membahas dan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari tahap 3, kemudian merencanakan cara menyajikan dan mempresentasikan hasilnya kepada teman- teman.

Tahap 5. Presentasi produk akhir

Setiap kelompok mempresentasikan topik-topik yang telah diinvestigasi.

Tahap 6. Evaluasi

Peserta didik melakukan evaluasi dengan menilai kontribusi masing-masing kelompok ke hasil pekerjaan kelas secara keseluruhan.

3. Tahap Penutup 1. Peserta didik dan guru BK menyimpulkan pemahaman tentang stress dan cara mengatasinya

2. Guru BK memberikan tugas secara kelompok dan individu sekaligus untuk mengetahui pencapaian materi

3. Peserta didik merefleksi kegiatan dengan mengungkapkan kemanfaatan dan kebermaknaan kegiatan secara lisan

4. Guru BK memberi evaluasi, penguatan dan rencana tindak lanjut

5. Guru BK menutup kegiatan layanan dengan mengajak peserta didik bersyukur/berdoa dan mengakhiri dengan salam

(3)

N Evaluasi

1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan menggunakan instrument pedoman observasi. Instrumen tersebut memperhatikan proses yang terjadi, yaitu :

a. Melakukan Refleksi hasil, dengan memberikan pertanyaan b. Mengamati sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti

kegiatan

c. Mengamati cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau bertanya

d. Mengamati cara peserta didik dalam memberikan penjelasan terhadap pertanyaan guru BK

2. Evaluasi Hasil Evaluasi dengan instrumen yang sudah disiapkan, antara lain:

a. Peserta didik mengisi instrument evaluasi hasil yang berisi pertanyaan tentang pemahaman, perasaan, dan rencana tindak lanjut setelah melaksanakan bimbingan klasikal.

b. Peserta didik/konseli mengisi instrumen evaluasi hasil pemahaman peserta didik tentang materi stress dan cara mengatasinya

LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Handout bahan Ajar 2. Instrumen Evaluasi Proses 3. Instrumen Evaluasi Hasil 4. LKPD

Mengetahui Kepala Sekolah

Drs. Mardiyono, M.Pd

Bantarsari, Juli 2022 Guru BK

Ida Ratna Estuning Rahayu, S. Pd NIP. 19670505 199903 1 004 NIP. 19880217 202221 2 003

(4)

HANDOUT BAHAN AJAR :

KELOLA STRESS KAMU YUKs

A. Apakah STRESS itu?

Stres adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional (mental/psikis) apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri.

Stres adalah bagian alami dan penting dari kehidupan, tetapi apabila berat dan berlangsung lama dapat merusak kesehatan kita. Remaja bereaksi terhadap stres dengan cara yang berbeda-beda. Meskipun stres dapat membantu menjadi lebih waspada dan antisipasi ketika dibutuhkan, namun dapat juga menyebabkan gangguan emosional dan fisik.

B. Jenis stress

Seperti yang kita ketahui, stres berasal dari situasi negatif. Namun ternyata, ada pula stres positif (eustress) yang berasal dari situasi positif pula. Stres ini menimbulkan kegembiraan dan memberi harapan. Contohnya stres karena sering membantu atlet untuk meraih prestasi yang lebih baik dalam pertandingan. Contoh lainnya ialah mendapatkan pekerjaan baru dan melahirkan anak.

Di sisi lain, stres negatif (distress) terjadi jika kita merasa lepas kendali atau berada di bawah tekanan yang terus menerus sehingga menjadi sulit berkonsentrasi dan merasa kesepian. Keluarga, keuangan, dan kesehatan merupakan beberapa penyebab umum stres negatif. Oleh karena itu sebenarnya semua orang membutuhkan stres tertentu dalam hidup untuk membuat hidup tetap menarik. Masalah selanjutnya ialah bagaimana menemukan keseimbangan yang tepat. Intinya, kita harus mampu mengelola dan mengetahui jenis stres yang baik sehingga bisa lebih produktif dan bahagia.

1. Apa itu stres positif (eustress)?

Perbedaan mendasar dari eustress dan distress adalah dari cara kamu mengolah kejadian yang menimpa dirimu. Jika kamu menerimanya dengan perasaan berat hati, rasa takut, rasa ingin kabur, maka kemungkinan kamu mengalami distress.

(5)

Hal paling bijak yang dapat kamu lakukan adalah menghadapi masalah langsung ke intinya atau “kabur” dan mencari hal yang dapat menjauhkanmu dari sumber stres. Tapi jika kamu menerimanya tanpa rasa takut dan malah menjadi termotivasi, merasa hidupmu penuh dengan tantangan yang harus kamu selesaikan seperti bermain video game, itulah eustress.

2. Ciri-ciri stres yang baik (eustress).

Perlu diketahui ada beberapa karakterisik eustress agar kamu lebih memahaminya dengan contoh kondisimu sehari-hari. Berikut adalah karakteristik dari eustress:

a. Memotivasi dirimu.

b. Membuatmu merasa tergugah.

c. Menaikkan performa kamu dalam bekerja.

d. Biasanya terjadi hanya sebentar.

e. Merupakan cara untuk menanggulangi stres itu sendiri.

f. Stres yang buruk bisa diubah jadi stres yang baik.

Kamu harus merasa bahwa dirimu “bisa”, dan melihat bahwa dari semua yang kamu alami sekarang pasti akan ada pelajaran yang kamu dapatkan demi masa depan yang lebih baik. Dengan mengubah pandanganmu ke arah yang lebih positif, diharapkan kamu juga dapat memerangi rasa takutmu menjadi rasa tertantang.

3. Efek positif dari Eustress

Stress positif bernama eustress merupakan tantangan untuk diri sendiri agar dapat berkembang dalam tiga aspek ini :

a. Emosional

Eustress dapat memberikan perasaan positif pada diri sendiri, seperti merasa bangga, puas, terinspirasi dan termotivasi. Contohnya, ketika kamu mendapatkan kepercayaan untuk terlibat dalam sebuah proyek baru dan dituntut untuk mempelajari hal baru yang menarik bagimu. Kamu akan merasa bangga karena dapat terpilih, termotivasi untuk dapat melakukannya dan akan merasa puas ketika berhasil mengerjakannya. Bahkan, hal ini dapat memberikan dampak positif pada kinerjamu dan memungkinkan kamu untuk meningkatkan karirmu lho.

b. Psikologis

Manusia merupakan makhluk yang memiliki rasa ingin tahu dan kemampuan untuk belajar. Ketika akhirnya kamu memahami dan melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan, maka ini bisa membangun pikiran bahwa diri sendiri layak dalam mempelajari hal baru. Sehingga kamu akan lebih percaya diri, ‘tahan banting’

dan cepat beradaptasi dengan lingkungan.

c. Fisik

Eustress, si stres positif, dapat membantu membentuk tubuh melalui keinginan untuk berolahraga dan sering bergerak sehingga dapat meningkatkan fokus dan menurunkan tingkat distress-mu, lho. Kamu juga dapat menjadi lebih sehat karena terhindar dari berbagai jenis penyakit yang timbul karena distress seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

(6)

4. Tantangan meningkatkan Eustress

Tantangan agar mampu meningkatkan eustress pada diri diantaranya yaitu : a. Mengubah perspektif ketika menghadapi masalah

Perubahan perspektif memungkinkan dirimu melakukan manajemen stres. Contohnya, ketika terdapat hambatan dalam menyelesaikan suatu tugas, cobalah untuk berpikir bahwa itu merupakan tantangan yang dapat memberikan pelajaran baru. Pemikiran bahwa itu merupakan suatu tantangan yang dapat kamu lalui akan meningkatkan antusiasme dan menimbulkan eustress.

b. Keluar dari zona nyaman

Eustress dapat timbul dari hasil usaha kita untuk yang mencoba mengembangkan diri dengan keluar dari zona nyaman. Cobalah untuk mempelajari hal-hal baru atau hal lama yang sudah tidak pernah kamu lakukan lagi. Tidak perlu langsung dalam hal yang besar, paling tidak mencoba 1% setiap harinya sudah menjadi sebuah langkah dalam prosesmu c. 3. Coba buat target

Eustress akan sangat berguna dalam proses mencapai target. Dengan adanya target dalam hidupmu, kamu akan lebih merasa tertantang dan termotivasi untuk terus berkembang. Kemudian, ketika kamu berhasil mencapai targetnya, kamu akan merasa bangga pada diri sendiri dan menjadi lebih optimis.

d. Kenali batasan kemampuan diri

Dengan mengenali kemampuan dirimu sendiri, kamu dapat menentukan target dan keluar dari zona nyaman tanpa perlu memaksakan diri. Jika kamu terlalu memaksakan diri, nanti kamu malah akan merasa tertekan dan beralih ke distress.

C. Faktor penyebab distress

Stres yang dialami setiap orang bisa berbeda-beda. Beberapa orang menganggap ujian sekolah dapat menyebabkan stres, tetapi beberapa orang akan lancar menghadapinya.

Penyebab distress belum diketahui secara pasti. Namun, ada 3 sumber faktor risiko yang dapat menimbulkan distress, yaitu:

1. Lingkungan : Lingkungan kehidupan memberi berbagai tuntutan penyesuaian diri.

Lingkungan rumah, lingkungan pertemanan di media social, lingkungan belajar apalagi pembelajaran jarak jauh secara daring

2. Fisiologis : perubahan kondisi tubuh. Pada masa remaja pastinya ada perubahan fisiologis yang akan berkembang. Dengan situasi pandemic yang mengharuskan kalian tetap dirumah, menjaga jarak dalam bersosialisa menyebabkan perubahan fisiologis yang baru kita sadari berkembang dengan cepat, jika kita tidak menerima perubahan itu pastinya akan bikin stress.

3. Pikiran kita : Dengan situasi pandemic kadangkala kita dihinggapi dengan pikiran- pikiran yang negative, mulai dari pikiran takut tergejala mengalami covid 19, pikiran merasa ditekan saat pembelajaran di rumah, jarang bisa bergaul dengan teman sebaya atau mungkin tekanan dari media social yang menyuguhkan berita membuat pikiran kita jadi stress.

(7)

D. Gejala-gejala remaja mengalami distress

Stres ditandai dengan adanya perubahan fisik dan mental. Gejala yang muncul saat seseorang mengalami stres dapat berbeda-beda, tergantung cara menyikapinya.

Gejala atau tanda stres dapat dibedakan menjadi:

1. Gejala emosi a. Mudah gusar b. Frustrasi

c. Suasana hati yang mudah berubah d. Sulit untuk menenangkan pikiran e. Bingung

f. Perasaan tidak berguna

g. Cenderung menghindari orang lain h. Depresi

i. Marah j. Panik 2. Gejala fisik

a. Lemas b. Pusing c. Mual d. Diare e. Sembelit f. Nyeri otot g. Jantung berdebar h. Gangguan tidur

i. Hasrat seksual menurun j. Tubuh gemetar

k. Telinga berdenging

l. Kaki atau tangan dingin dan berkeringat m. Mulut kering

n. Sulit menelan 3. Gejala kognitif

a. Sulit fokus b. Sering lupa c. Pesimis

d. Cenderung berpandangan negatif

e. Sering membuat keputusan yang tidak baik

(8)

4. Gejala perilaku

a. Perubahan pola makan

b. Kebiasaan menghindari tanggung jawab c. Sikap gugup seperti menggigit kuku d. Jalan mondar-mandir

e. Kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan

Apakah kalian mengalami salah satu gejala stress seperti diatas ? jika kalian mengalami gejala seperti diatas maka segeralah minta bantuan orang yang kalian percaya untuk membantu menyelesaikan stress yang kalian alami, atau carilah penyebab gejala stress yang kalian alami dan cari cara mengatasinya. Karena jika kalian tidak mencari cara mengatasi gejala stress yang kalian alami maka akan berdampak kurang baik untuk kalian di masa yang akan datang.

E. Dampak Akibat distress

Dampak stress dibedakan dalam 3 kategori, dampak Fisiologik, dampak psikologik dan dampak perilaku behavioral.

1. Dampak Fisiologis

Secara umum orang yang mengalami stress mengalami sejumlah gangguan fisik seperti : mudah masuk angin, mudah pening-pening, kejang otot (kram), mengalami kegemukan atau menjadi kurus yang tidak dapat dijelaskan, juga bisa menderita penyakit yang lebih serius seperti , hypertensi, dst. Secara rinci dapat diklasifikasi sebagai berikut:

a. Gangguan pada organ tubuh

 Muscle myopathy: otot tertentu mengencang/ melemah

 Tekanan darah naik: kerusakan jantung dan arteri

 Sistem pencernaan: mag, diarrhea.

b. Gangguan pada sistem reproduksi

 Amenorrhea; tertahannya menstruasi

 Kegagalan ovulasi pada wanita, impoten pada pria, kurang produksi semen pada pria

 Kehilangan gairah sex.

 Gangguan pada sistem pernafasan : asthma, bronchitis

 Gangguan lainnya, seperti pening (migrane), tegang otot, rasa bosan, dst.

(9)

2. Dampak Psikologis

a. Keletihan emosi, jenuh, penghayatan ini merupakan tanda pertama dan punya peran sentral bagi terjadinya burn out.

b. Terjadi depersonalisasi, dalam keadaan stress berkepanjangan, seiring dengan kelelahan/keletihan emosi, kita dapat melihat ada kecenderungan yang bersangkutan memperlakuan orang lain sebagai sesuatu ketimbang sesorang.

c. Pencapaian pribadi yang bersangkutan menurun, sehingga berakibat pula menurunnya rasa kompeten & rasa sukses.

3. Dampak Perilaku

a. Manakala tress menjadi distress, prestasi belajar menurun dan sering terjadi tingkah laku yang tidak berterima oleh masyarakat.

b. Level stress yang cukup tinggi berdampak negative pada kemampuan mengingat informasi, mengambil keputusan dan langkah tepat

c. Mahasiswa yang over-stressed stress berat seringkali banyak membolos atau tidak aktif mengikuti kegiatan pembelajaran.

F. Tips kelola stres dengan sehat

Stres dapat dicegah dengan menjalani pola hidup yang sehat. Cara yang bisa dilakukan adalah:

a. Beristirahat dan tidur yang cukup setiap hari. Istirahat yang baik akan membuat tubuh dan pikiran segar kembali saat bangun.

b. Berolahraga secara rutin (selama minimal 15 menit setiap hari). Hal ini menghasilkan kimiawi dalam tubuh yang disebut “endorfin” yang membuat kita merasa lebih rileks c. Meluangkan waktu untuk bersantai dengan melakukan hal-hal yang disukai, seperti

membaca buku, menikmati teh hangat, mendengarkan musik, atau menonton film

d. Kerjakan tugas sekolah/pekerjaan rumah secara teratur dan jangan ditunda sehingga tidak menumpuk

e. Kenali kemampuan diri kita untuk mengerjakan pekerjaan sekolah dan kegiatan sekolah lainnya

f. Coba kendalikan kekhawatiran

g. Maafkan diri sendiri dan orang lain. Rasa bersalah dan penyesalan yang berlebihan atau dendam dapat meningkatkan stres

h. Mengonsumsi makanan yang sehat, bergizi lengkap dan seimbang

i. Berbafas dengan pelan dan panjang. Tidnakan ini dapat menurunkan tingkat kecemasan j. Bersosialisasi dengan orang yang menyenangkan dan memberikan dampak positif.

(10)

k. Meminta bantuan kepada orang yang di percaya atau kepada yang ahli jika nampak tidak mampu untuk menyelesaikan sendiri.

l. Tidak perlu mendramatisasi keadaan, jangan emosional dalam menafsirkan peristiwa yang menimpa. Coba dahulu meredamnya dengan instrospeksi.

m. Melakukan meditasi atau teknik relaksasi

n. Meluruskan niat, Mendekatkan diri kepada Tuhan/Allah SWT baik secara kuantitatif maupun kualitatif karena semua yang terjadi sudah diatur sebagai takdir terbaik. Hanya cara pandang kita yang perlu di ubah dalam menyikapi situasi yang ada. Karena apa telah terjadi karena separah apapun peristiwa yang menimpa kita pasti ada hikmahnya.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Bimbingan Konseling SMA kelas XII, Aspirasi (Pegangan Guru)

https://www.alodokter.com/stres#:~:text=Stres%20adalah%20perubahan%20reaksi%20tubuh ,cepat%2C%20serta%20otot%20menjadi%20tegang.

https://www.bimbingankonseling.web.id/2020/05/stress-dan-cara-mengatasinya.html

https://www.brilio.net/creator/mengenal-lebih-dalam-mengenai-stres-positif-dan-negatif- 17762e.html

https://www.buanis.com/stress-dan-cara-mengatasinya

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stress/apakah-yang-dimaksud-stres-itu

https://syekhnurjati.ac.id › article › download (jurnal pola penanganan stres dalam aktivitas belajar)

(12)

Evaluasi Proses

PEDOMAN OBSERVASI Topik : Kematangan emosi

Tema : Stress dan cara mengatasinya Materi : Kenali Stress Kamu Yuks

Nama :………..

Kelas :.……….

No. Absen :………..

Petunjuk :

1. Beri tanda centang ( √ ) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda.

NO. PERNYATAAN SKALA

1 2 3 4 1. Peserta didik antusias dalam dalam menyimak penjelasan

Materi

2. Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi 3. Peserta didik aktif menyampaikan argumennya cara

bergaul dengan teman sebaya sesuai dengan etika yang berlaku

4. Peserta didik aktif bertanya tentang hal yang belum

dipahami berkaitan dengan materi Kenali Stress Kamu Yuks 5. Peserta didik dapat menghargai pendapat dari siswa yang

Lain

6. Layanan terselenggara sesuai dengan alokasi waktu

Kriteria penilaian:

Skor 4 : sangat baik Skor 3 : baik

Skor 2 : cukup baik skor 1 : kurang baik Keterangan :

Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 4 = 4, dan skor tertinggi adalah 4 x 6 = 24 Kategori hasil

a. Sangat baik = 19 – 24 b. Baik = 13 – 18 c. Cukup = 7 - 12 d. Kurang = 6

(13)

Evaluasi Hasil Individu

ANGKET EVALUASI HASIL Topik : Kematangan Emosi

Tema : Stress dan cara mengatasinya Materi : Kelola Stress Kamu Yuks

Nama :………..

Kelas :.……….

No. Absen :………..

Petunjuk :

1. Beri tanda centang ( √ ) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda.

NO. PERNYATAAN SKALA

1 2 3 4 1. Saya merasa senang mengikuti kegiatan layanan bimbingan

klasikal mengenai Kelola Stress Kamu Yuks

2. Saya merasa kegiatan layanan bimbingan klasikal dengan materi Kelola Stress kamu yuks sesuai dengan apa yang di butuhkan 3. Saya mengetahui pengertian tentang stress, jenis, gejala, dampak

dari stress

4. Saya mengetahui cara mengelola stress dengan baik

5. Saya dapat mendeskripsikan perilaku terkait pengelolaan stress yang tepat

6. Saya berusaha melaksanakan unsur dari materi kelola stress kamu yuks

Kriteria penilaian:

Skor 4 : sangat sesuai Skor 3 : sesuai

Skor 2 : cukup sesuai Skor 1 : tidak sesuai Keterangan :

Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 6 = 6, dan skor tertinggi adalah 4 x 6 = 24 Kategori hasil

a Sangat baik = 19 – 24 b. Baik = 13 – 18 c. Cukup = 7 - 12 d. Kurang = 6

(14)

Evaluasi Hasil ( Kelompok )

Silahkan kepada masing-masing kelompok untuk menyimpulkan hasil diskusi hari ini tentang materi Kelola Stress Kamu Yuks

(15)

LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK)

TUGAS KELOMPOK 1

1. Pahami dan deskripsikan tentang EUSTRESS 2. Sebutan Ciri dari EUSTRESS

3. Bagaimana efek positif dari EUSTRESS 4. Cara meningkatkan EUSTRESS

TUGAS KELOMPOK 2

1. Pahami dan deskripsikan tentang DISTRESS 2. Sebutkan ciri dari DISSTRESS

3. Sebutkan apa saja gejala dari DISSTRESS

TUGAS KELOMPOK 3

1. Sebutkan dampak dari DISTRESS

2. Sebutkan Cara mengelola STRESS agar kondisi diri lebih baik di masa depan

(16)

TUGAS KELOMPOK 4 ( ANALISIS Kasus DISTRESS)

Analisis kasus distress dibawah ini. Sebutkan ciri, gejala, dampak yang terjadi dari permasalahan tersebut

KASUS

Bagi Lia, 16, siswa kelas XI di sekolah swasta di Gowa, Sulawesi Selatan, tak banyak yang diingatnya dari hari terakhirnya bersekolah secara tatap muka pada Maret tahun lalu.

"Seingatku, terakhir sekolah nggak ada ji yang berkesan. Cuma ke sekolah, belajar sampai sore tanpa pegang handphone, terus pulang sekolah barengan sama teman," kata Lia.

"Besoknya baru dapat notif WA (WhatsApp) dari guru kalau sekolah diliburkan dua minggu."

Sebagaimana anak seusianya, Lia sempat merasa senang bahwa sekolah diliburkan, meski juga merasa was-was.

"Lebih ke khawatir soalnya awal corona pada panik, tapi senang juga karena libur dua minggu nggak ada tugas-tugas. Eh… tau-taunya setahun liburnya."

Kini, hari-hari biasa di sekolah pun terasa begitu berharga baginya, yang hampir setahun ini harus belajar jarak jauh.

"Banyak yang dikangenin. Kangen masa-masa kerja kelompok di kelas, berorganisasi, kangen juga jam istirahat, ke kantin, nyanyi-nyanyi bareng."

Lia, yang bergabung dengan English Club di sekolah mengatakan sering merasa sedih, kesepian, dan putus asa karena harus belajar sendiri di rumah.

Menggunakan kata yang sering digunakan kaum Z, ia menggambarkan perasaannya

"random banget".

"Soal merasa stres kadang ada, sampai down, bahkan sampe pasrah, sudah nggak mau kerjain apa- apa. Nilai anjlok pun nggak peduli lagi. Padahal, sebelum pandemi, ada tugas dikit aja langsung kerjain.

"Jujur, tingkat kemalasanku meningkat. Kalau sudah stres, seharian nggak kerjain apa-apa. Walau begitu, alhamdulillah sampai sekarang nilaiku aman. Walau kebanyakan [tugas dikumpulkan] sudah lewat tenggat," ujarnya.

Kasus kematian anak selama PJJ

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sejumlah kasus kematian yang diduga terkait dengan depresi anak selama pembelajaran jarak jauh.

Pada November tahun 2020, KPAI mencatat ada seorang siswa kelas 12 di sebuah sekolah di Kabupaten Tangerang, yang dirawat di salah satu rumah sakit, lalu dirujuk ke RSJ Grogol, Jakarta Barat, karena diduga mengalami depresi.

Menurut pernyataan KPAI, keluarga menduga anak itu depresi karena banyaknya tugas belajar daring selama pandemi Covid-19.

KPAI juga mencatat seorang siswi di Gowa, Sulawesi Selatan, dan seorang siswa MTs di Tarakan, Kalimantan Utara, yang bunuh diri karena diduga depresi selama pembelajaran jarak jauh.

Terkait kasus siswa Mts Alkhairaat Tarakan yang bunuh diri pada bulan Oktober 2020, polisi mengatakan siswa yang disebut pendiam itu pernah mengeluh karena banyak tugas dari sekolah, sebagaimana diberitakan kantor berita Antara.

(17)

Namun, kemudian pihak sekolah membantah tugas menjadi alasan anak itu bunuh diri.

Kepala Mts Alkhairaat Tarakan, Mahmud Shaleh, mengatakan siswa itu bunuh diri karena "alasan keluarga", yakni ia sempat dimarahi ibunya karena terlalu sering bermain gim daring dan menonton animasi selama pembelajaran jarak jauh.

Ibunya pun sempat mengancam akan meninggalkannya, kata Mahmud.

"Kalau sekolah fleksibel. Kalau tugas-tugas bebas saja [kapan dikumpulkan] selama pandemi," kata Mahmud.

Terkait kasus di Gowa, meski sebelumnya polisi menduga motif bunuh diri adalah terkait dengan pembelajaran daring, dinas pendidikan setempat kemudian membantah dan menduga adanya motif percintaan, seperti diberitakan Kompas.com.

Meski dibantah, komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan bahwa faktor bunuh diri seorang anak "tidak pernah tunggal".

"Kasus bunuh diri ini memang dibantah-bantah. Walau dibantah, sebenarnya kan ada indikator PJJ menjadi penyebab," kata Retno.

Ia juga menyayangkan kasus bunuh diri anak seringkali dianggap hanya masalah anak bersangkutan.

"Ketika mengatasi masalah psikologis anak, perlu diingat tidak semua anak sama. Ada anak-anak yang bisa melewati, ada yang tak bisa memecahkan masalah yang ada.

"Saya menganggap jangan-jangan yang punya gangguan kesehatan mental itu silent (diam) dan nggak ketahuan, jangan-jangan ini masalah gunung es.

Melihat masih tingginya jumlah kasus Covid-19, sejumlah daerah masih menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Ia mengatakan ketika belajar di rumah, anak-anak dibatasi secara sosial, padahal sebagai anak mereka perlu untuk bermain dan belajar.

Kondisi itu, yang diperparah faktor lain, seperti ketidakmampuan anak mengikuti pelajaran, hingga kondisi ekonomi keluarga yang sulit karena pandemi Covid-19, membuat beberapa anak mencari pelarian.

Bagi yang mampu, mereka bisa saja mencari pelarian ke gim-gim daring, hal yang disebut Retno bisa berujung pada 'kecanduan'.

Sementara, ada anak yang mengambil jalan untuk menyakiti diri sendiri, yakni dengan melakukan bunuh diri.

"Satu anak meninggal gara-gara PJJ itu sudah masalah, apalagi lebih dari satu," ujarnya.

Retno mengatakan sangat penting bagi guru-guru bimbingan konseling di sekolah untuk aktif memantau kesehatan mental anak-anak selama pandemi.

(18)

TUGAS KELOMPOK 5

Analisis kasus Austress dibawah ini. Sebutkan ciri, gejala, dampak yang terjadi dari permasalahan tersebut

Diki salah satu siswa yang memiliki hobi basket, bersepeda, dan catur. Sejak kecil potensi dalam dirinya sudah terlihat dan mulai diasah dengan mengikuti berbagai macam even perlombaan.

Orangtua diki sangat mendukung potensi dan bakat diki tersebut dengan memberikan saran sarana yang mendukung. Seperti mengikutkan les catur seminggu 2x, menyediakan lapangan basket dirumahnya agar diki bisa berlatih setiap waktu dirumah seperti yang diinginkan. Orangtua diki juga memfasilitasi dengan membelikan sepeda yang diinginkan diki untuk kegiatan bersepedanya.

Orangtua diki menyayangi karena diki anak semata wayang. Disisi lain meskipun diki didukung untuk hobi, diki pun di tuntut untuk belajar maximal agar nilainya juga bagus, agar nantinya bisa masuk sekolah favorit. Saat ini diki duduk di bangku SMA. Diki termasuk siswa populer di sekolahnya dengan segudang prestasi non akademis yang sudah diraihnya hingga tingkat nasional.

Sebenarnya diki sering merasa kewalahan dengan tugas sekolah dan juga even-even perlombaan yang harus dia ikuti ketika waktunya bersamaan. Namun, karena komunikasi dalam keluarga diki bagus, orangtua diki meskipun menuntut diki tetap prestasi akademik maupun non akademik, memberikan dukungan, kasih sayang, juga bantuan jika diki mengalami kesulitan.

Karena dukungan keluarga dan juga harapan besar orangtuanya, maka diki berusaha untuk bisa mengelola dirinya agar bisa menyeimbangkan diri antara belajar dan juga even perlombaan yang dia harus ikuti. Diki merasa ada tantangan yang harus dia taklukkan agar impian dia tercapai di masa yang akan datang. Juga karena waktu diki banyak digunakan untuk hal yang positif, selain dia berlatih rutin untuk catur dan basket, diki juga punya kelompok belajar bersama-teman nya yang sering membantu dan mengingatkan diki terkait tugas-tugas sekolahnya, juga karena diki mencoba untuk bisa terbuka dan berdiskusi dengan guru BK terkait persiapan masa depan nya ketika lulus SMA. Bahwa dia ingin kuliah dijurusan yang diinginkan yaitu di jurusan Olahraga. Maka untuk mendukung cita-cita nya ini, diki harus bisa memiliki prestasi tinggi minimal tingkat nasional dari sisi non akademik, yang itu sangat mendukung sekali sebagai syarat masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan.

Referensi

Dokumen terkait

keberhasilan yang lebih penting daripada bekerja dengan giat pada setiap tingkatan dan peran di lingkungan organisasi untuk membuat AEGON unggul di antara para pemangku

Adanya maksud di adakan event tersebut karna kami ingin memberikan hiburan sekaligus informasi kepada masyarakat yang sedang melakukan social distancing dengan memberikan

a.Menurut Hamalik (1992:173), Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi

Adapun prestasi akademik dinyatakan sebagai pengetahuan yang dicapai atau keterampilan yang dikembangkan dalam mata pelajaran tertentu di sekolah, biasanya

 Peserta didik membuat resume (CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi Gerak dasar

(S.Nasution.2011) gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukam oleh seorang peserta didik dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengikat, berfikir,

Guru Bimbingan konseling mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi layanan bimbingan klasikal kecerdasan ganda ( multiple intelligence)3. Guru

1) Guru BK/Konselor memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait materi layanan yang akan disampaikan. 2) Guru BK/Konselor memberikan penjelasan mengenai materi kesalahan sebagai