• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM "

Copied!
103
0
0

Teks penuh

(1)

i

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S.1)

Dalam Ilmu Ekonomi Syariah

Disusun Oleh :

Mizin Azrori

Nim: SES.141909

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

TAHUN 2018M/1439H

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

UCAPAN TERIMA KASIH

Selesainya skripsi ini tentunya tidak terlepas dari campur tangan banyak pihak, maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan hidayahnya serta kemudahan, sehingga selesainya skripsi ini dengan sangat baik.

2. Dosen pembimbing sk ripsi saya Ibu Dr. Rofiqoh Ferawati, SE. ME.I selaku dosen pembimbing 1 saya dan Bpk Hansen Rusliani, S. Th.I, M.Sh selaku dosen pembimbing 2 saya. Yang selalu menyediakan waktu untuk saya dalam berkonsultasi mengenai apapun yang terkait dengan skripsi saya.

3. Ayah dan Ibu saya tercinta yang selalu memberikan support kepada saya, selalu memberikan semangat, dukungan moril maupun materil, serta kasih sayang dan Do‟anya sampai saat ini.

4. Adik-adik saya yang tersayang: Lisa Wulandari, Dwi Sulis fiyawati, dan Akila Cantika.

5. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Bpk Dr. Subhan Rahman, MA Yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melaksanakan penelitian skripsi, yang merupakan salah satu syarat dalam meraih gelar Sarjana Strata satu (S1) pada Program Studi Ekonomi Syariah bidang Akuntansi Syariah.

6. Ketua Jurusan FEBI, Bpk Dr. Sucipto, MA. Yang telah memberikan banyak pemahaman, penjelasan, serta sosialisasi mengenai pembuatan skripsi.

(6)

vi

7. Dosen pembimbing akademik saya Bpk Dr. Nazori, Yang selalu menyediakan waktu untuk saya dalam berkonsultasi mengenai apapun yang terkait dengan akademik.

8. Kabag. TU Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Drs. Najmi, M.HI, yang telah bersedia membantu saya memberikan informasi tentang jumlah mahasiswi FEBI Tahun 2017/2018 untuk keperluan penelitian skripsi saya.

9. Teman dekat saya yang selalu ada dalam kondisi apapun. Serta teman-teman seperjuangan, anak-anak Akuntansi D yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu.

(7)

vii

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahirrabbil`alamin sebuah langkah telah usai, satu cita telah ku gapai, Namun.itu bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah perjuanganku.

Sujud syukur ku persembahkan untuk Mu tuhan Yang Maha Agung nan Maha Tinggi nan Maha Adil nan Maha Penyayang, atas takdirMu telah Kau jadikan aku manusia yang senantiasa berfikir, berilmu, beriman dan bersabar dalam menjalani kehidupan ini. Semoga keberhasilan ini menjadi satu langkah awal bagiku untuk meraih cita-cita besarku.

Lantunan al-fatihah beriring shalawat dalam silahku merintih, menadahkan tangan do‟a dalam syukur yang tiada terkira, terimakasihku untukMu. Kupersembahkan karya sederhana ini kepada orang yang sangat kukasihi dan kusayangi sebagai tanda bakti, hormat, cinta maupun sayang, dan rasa terima kasih yang tiada terhingga kupersembahkan karya keci ini kepada:

Ibuku yang bernama Siti Zainab dan ayah ku yang bernama M Yusuf yang telah memberikan kasih sayang, do‟a yang selalu ayah dan ibu kirimkan untukku di setiap sujud dalam sholat kalian, segala dukungan, dan cinta kasih yang tiada terhingga yang tidak mungkin dapat kubalas hanya dengan selembar kertas yang bertuliskan kata cinta dan persembahan. Semoga ini menjadi langkah awal untuk membuat ibu dan ayah bahagia, karena ku sadar selama ini belum bisa berbuat yang lebih. Untuk ibu dan ayah yang selalu membuatku termotivasi dan selalu menyirami kasih sayang, selalu mendoakanku, selalu menasehatiku menjadi lebih baik,

… Terima kasih Ibu .. Terima kasih Ayah ..

(8)

viii

Untuk Adik-adik kandungku Lisa Wulan Dari, Sulis Tiawati, Akila Cantika, Adik ipar Afriki dan ponakanku Adib Hidayatullah yang lucu, tiada hal yang paling indah melainkan berkumpul bersama kalian, terimakasih atas do‟a, motivasi, dan bantuan materi maupun non materi kalian selama ini, hanya karya kecil ini yang dapat kupersembahkan. Maaf belum bisa menjadi yang terbaik tetapi aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk kalian.

Untukmu calon Bidadari Surgaku, kupersembahkan karya kecil ini untukmu, terimakasih atas kasih sayang, do‟a, perhatian, dan kesabaranmu yang telah memberikanku semangat dan inspirasi dalam menyelesaikan tugas akhir ini, semoga engkau pilihan terbaik untukku dan masa depanku

“ Terima kasih “

Terimakasih kuucapkan kepada GAJE SQUAD (Sighit, Safar, Dino, Hasyim, Julianto & Rahmat) Karena kalian sudah menjadi sahabat serta adikku dikala suka dan cita, selalu bersama dalam meraih gelar S.Pd ini. Dan teman seperjuanganku khususnya MPI 2014B yang sudah bersama-sama selama 4 tahun ini kita lalui bersama. Semoga kita semua bisa meraih dan menggapai cita-cita kita kelak.

Amiin

Skripsi ini kupersembahkan….

“ Salam kecup cintaku untuk kalian semua‟‟

(9)

ix MOTTO

ِلِطاَبْلاِب ْمُكَنْ يَ ب ْمُكَلاَوْمَأ ْاَوُلُكْأَت َلا ْاوُنَمآ َنيِذّلا اَهّ يَأ اَي ًةَراَجِت َنوُكَت نَأ ّلاِإ

ْمُكْنّم ٍضاَرَ ت نَع

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. [QS. An-Nisaa‟: 29].

“Akal adalah timbangan yang cermat dan hasilnya pasti dapat dipercaya”

~Ibnu Khaldun~

(10)

x

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan secara parsial terhadap Keputusan Pembelian dan pengaruh Inovas Produk dan Kualitas Pelayanan secara simultan terhadap Keputusa Pembelian. Adapun jenis penelitian ini adalah kuantitatif-deskriptif. Penelitian ini di lakukan di Batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh consumen Batik Jambi Zhorif dari bulan April-Juli 2018 yang berjumlah 105 orang. Sedangkan sampel penelitian berjumlah 51 orang Konsumen dengan teknik sampling Purposive Samplin.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan berpengaruh secara signifikan baik parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian.

Kata Kunci: Inovasi Produk, Kualitas Pelayanan dan Keputusan Pembelian

(11)

xi

KATA PENGANTAR ميحرلا نمحرلا الله مسب

Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan hidayah-Nya atas selesainya skripsi ini, dengan judul “Pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian pada Batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang” untuk memenuhi tugas akhir pada program studi Ekonomi Syariah konsentrasi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Untuk melaksanakan tugas tersebut saya sebagai penulis menjalankannya dengan sungguh-sungguh, namun tidak terlepas dari berbagai hambatan-hambatan dan rintangan, maka dari itu penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan-kesalahan baik dalam pelaksanaan nanti maupun dalam pembuatan skripsi ini.

Selesainya skripsi ini juga tidak lepas dari adanya berbagai pihak yang telah memberi petunjuk, bimbingan dan pengarahan sehingga skripsi ini selesai.

Maka dari itu penulis mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan pihak yang telah membantu baik dari segi moril maupun materil.

Keikhlasan hati semuanya semoga Allah SWT mencatatnya sebagai amal shaleh, karena Dia-lah sebaik-baiknya pemberi balasan. Akhirnya dengan mengharap ridha-Nya semoga skripsi ini bermanfaat meskipun dengan berbagai keterbatasan yang terdapat didalamnya.

Jambi, Oktober 2018

(12)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

PERNYATAAN KEASLIAN ... i

NOTA DINAS ... ii

UCAPAN TERIMAKASIH... iii

PERSEMBAHAN……….iv

MOTTO ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian……….………..6

D. Kegunaan Penelitian………..7

E. Batasan Masalah………7

F. Kerangka Teori………..8

(13)

xiii

G. Tinjauan Pustaka………...26

H. Kerangka Pemikiran………..27

I. Hipotesis………....28

BAB II METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian………...30

B. Pendekatan Penelitian………30

C. Jenis dan Sumber Data………..30

D. Teknik Pengumpulan Data……….31

E. Populasi dan Sampel……….…….33

F. Instrumen Penelitian……….…..35

G. Metode dan Teknik Analisis Data………..….36

H. Sistematika Penulisan………..38

BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Profil Batik Jambi Zhorif……….40

B. Visi dan Misi Batik Jambi Zhorif……….42

C. Kelebihan Batik Jambi Zhorif………...42

D. Letak Geografis Batik Jambi Zhorif……….43

E. Logo Batik Jambi Zhorif………..43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Hasil Penelitian………44

B. Pembahasan………..55

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan………63

(14)

xiv

B. Saran………..64 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN CURICULUM VITAE

(15)

xv

DAFTRA TABEL

Tabel 1.1 Data Pembatik Jambi di Jambi………4

Tabel 1.2 Kuisioner Jawaban Konsumen………...31

Tabel 1.3 Jumlah konsumen batik Zhorif pada Bulan April-Juli 2018…………..33

Tabel 1.4 Karakteristik Konsumen Berdasarkan Jenis Kelamin………....43

Tabel 1.5 Karakteristik Konsumen Berdasarkan Usia………...44

Tabel 1.6 Karakteristik Komsumen Berdasarkan Pendidikan………...44

Tabel 1.7 Karakteristik Konsumen Berdasarkan Pekerjaan………..45

Tabel 1.8 Karakteristik Konsumen Berdasarkan Pendapatan………46

Tabel 1.9 Hasil Uji Validitas Variabel Inovasi Produk (X1)……….47

Tabel 1.10 Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Pelayanan (X2)………....48

Tabel 1.11 Hasil Uji Validitas Variabel Impulse Buying Behavior (Y)…………48

Tabel 1.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Inovasi Produk (X1)………...49

Tabel 1.13 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kualitas Pelayanan (X2)………50

Tabel 1.14 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Keputusan Pembelian (Y)…………..50

Tabel 1.15 Hasil Uji Multikolinearitas………..52

Tabel 1.16 Hasil Uji T………...54

(16)

xvi

Tabel 1.17 Hasil Uji F……….57 Tabel 1.18 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R Square)………58

(17)

xvii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran………..28

Gambar 2.2 Logo Batik Jambi Zhorif………..42

Gambar 2.3 Hasil Uji Normalitas………..51

Gambar 2.4 Scatterplot Hasil Uji Heterokedastisitas………53

(18)

1

Globalisasi dan perkembangan dunia usaha mengakibatkan berkembangnya berbagai profesi dan bidang pekerjaan. Tingkat persaingan antara para tenaga kerjapun meningkat karena mereka dituntut untuk dapat memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang diharapkan di tiap-tiap bidang pekerjaan yang mereka jalani. Hal ini berpengaruh secara langsung terhadap kompetensi yang harus dimiliki oleh para tenaga kerja.1

„‟Dunia tanpa batas‟‟ demikian salah satu bunyi iklan dari sebuah produk, itu menandakan bahwa kini kita sudah memasuki persaingan bebas antar negara. Persaingan yang semikin sengit saat ini menjadikan konsumen semakin penting bagi kelansungan hidup perusahaan/organisasi. Kini konsumen dihadapkan pada banyak pilihan, dalam mempengaruhi konsumen, selain melalui promosi yang gencar, perusahaan juga harus mampu menunjukkan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. Saat ini konsumen semakin kritis dan mengerti kebutuhan mereka.2

Di era perdagangan bebas dan persaingan global ini, memaksa setiap perusahaan untuk siap menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.

Persaingan yang semakin ketat dan konsumen yang semakin kritis dalam

1 Dyan Puspitasari Sunaryo Putri, “Akuntan Memenangkan Persaingan di Era MEA”, (Program Pascasarjana Universitas Pamulang, 2016), hlm. 4.

2 Endar Sugiarto, „‟Psikologi Pelayanan dalam Industri Jasa’’, (Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama, 2002), hlm. 162.

(19)

memilih produk, menuntut perusahaan untuk lebih inovatif dalam menghasilkan suatu produk, dengan kata lain perusahaan harus mampu menawarkan produk baru yang berbeda dan jauh lebih baik dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.

Inovasi sangat penting untuk daya tahan bisnis, apapun bisnisnya.

Inovasi yang terus menerus diterapkan oleh produsen batik memegang peranan penting untuk terus dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat ini dan terus meningkatkan kinerja pemasarannya. Inovasi dalam ragam motif, corak, serta warna, merupakan salah satu inovasi yang paling penting diterapkan dalam industri batik yang tergolong produk seni dan mengandung unsur budaya lokal ini.3

Kualitas pelayanan yang baik adalah kualitas yang bisa membuat konsumen merasa nyaman, bila konsumen merasa tidak nyaman, pelayanan yang diberikan tidak sesuai keinginan konsumen, dan bahkan membuat konsumen merasa kecewa maka berpengaruh pada keputusan pembelian.

Misal, meskipun produk yang dihasilkan baik, sesuai selera konsumen namun pelayanan yang diberikan lambat, tidak ramah, lokasi jauh, hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian.

Dengan demikian masalah pelayanan menjadi faktor yang juga penting dan harus diperhatikan dengan baik.

Terdapat banyak pengaruh yang mendasari seseorang produk atau merek tertentu. Dimana pelaku usaha setiap kategori bisnis dituntut untuk

3 Dhewanto, Wawan, dkk, „‟Manajemen Inovasi untuk Usaha Kecil dan Mikro‟‟, (Bandung, CV. Alfabeta, 2015), hlm. 40.

(20)

memiliki kepekaan terhadap setiap perubahan yang terjadi dan menempatkan orientasi kepada kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama. Inovasi produk merupakan suatu proses-proses baik pembuatan produk baru, produk lama yang diperbarui maupun pengembangan produk yang sudah ada, sedangkan kualitas pelayanan adalah interaksi antara produsen dan konsumen yang sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian.4

Saat ini demam batik sedang melanda dunia fashion Indonesia, terlebih semenjak batik ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada tinggkat dunia yang dimiliki Indonesia pada 2 Oktober 2009.

Fenomena demam batik yang sedang melanda dunia fashion Indonesia saat ini, tentu saja selain meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap batik, juga meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan dari industri batik yang ada di Indonesia.

Selama ini batik identik dengan pulau Jawa, seperti Yogya, Solo, Pekalongan, Cirebon, Madura, Tuban dan Banyuwangi, akan tetapi, salah satu provinsi yang juga mengembangkan kreatif kerajinan batik adalah provinsi Jambi Batik Jambi juga tidak kalah menarik dengan batik pulau Jawa. Beberapa motif batik Jambi yang terkenal antara lain motif kapal sangat, burung kuau, durian pecah, merak ngeram dan tampok manggis.

Selain motif yang beragam, para pengrajin batik senantiasa mengembangkan usahanya sesuai dengan perkembangan zaman dan permintaan konsumen.

4Dwi Saputra dan Musthofa Hadi, “Pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian pada Cv. Sumber Makmur Pakis-Malang”, (Politeknik Negeri Malang, 2016). Hlm, 7.

(21)

Selaras dengan perkembangan dunia perbatikan, para pengusaha dan pengrajin batik pesisiran mempunyai tantangan sekaligus peluang untuk terus berkreasi mengembangkan motif-motif terbarukan untuk dapat mengantisipasi dinamika pasar batik. Agar batik Pesisiran mampu bertahan dan menjadi salah satu basis penguatan perekonomian kreatif. Namun tentu saja persaingan dalam industry batik semakin ketat, seiring dengan terus bertumbuhnya industri batik di Indonsia.Persaingan yang semakin ketat ini memicu produsen produsen batik untuk melakukan terobosan-terobosan atau inovasi, dengan tujuan meningkatkan kinerja pemasaran batik yang di hasilkannya. Berdasarkan uraian di atas maka betapa pentingnya inovasi produn dan pemberian kualitas pelayanan yang baik pada konsumen agar

\

(22)

konsumen melakukan pembelian pada produk yang ditawarkan.

Tabel 1.1

Data Pembatik Jambi di Jambi Sumber: Disperidag Provinsi jambi

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, jumlah perajin batik di daerah itu mencapai 224 orang, dengan jumlah unit usaha 49. Para perajin ini tersebar di Kota Jambi 129 orang, Batanghari (52), Sarolangun (15). Sedangkan di Kabupaten Merangin ada 10 orang, Tebo (4), dan Bungo (14). Secara keseluruhan, nilai investasi industri batik di

Jambi mencapai Rp 588 miliar, kapasitas produksi mencapai 92.773 meter per tahun.

Batik Zhorif adalah sebuah familiy business yang telah berdiri cukup lama (1981) yang berlokasi di Jl. KH. M. Saleh Rt. 01 No. 52, Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang yang memproduksi batik khas Jambi.

Batik Zhorif dari tahun ketahun berusaha mengembangkan Inovasi- inovasinya. Inovasi yang dilakukan pemilik batik akan sia-sia jika tidak

No Kabupaten/Kota Pengrajin Batik Jambi

1 Kota Jambi 129 Orang

2 Batang Hari 52 Orang

3 Sarolangun 15 Orang

4 Merangin 10 Orang

5 Tebo 4 Orang

6 Bungo 14 Orang

Jumlah 224 Orang

(23)

digemari konsumen, untuk itu pemilik atau produsen harus mempelajari selera pasar dengan baik. Jika inovasi yang dilakukan sesuai selera konsumen maka konsumen akan memutuskan melakukan pembelian bahkan poin tambahannya adalah pemasaran secara langsung yakni ajakan dari konsumen pada calon pembeli lainnya.

Berdasarkan penelitian awal yang peneliti lakukan di usaha Batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Sebrang dalam mempertahankan usaha batik yang dijalani selama lebih kurang 37 tahun harus lebih ditingkatkan lagi mengingat persaingan usaha batik dari tahun ketahun semakin meningkat, hal ini dibuktikan dengan penurunan omset penjualan yang signifikan. Bahkan sampai pernah dalam dua bulan tidak terjadi produksi akibat jumlah pembelian yang menurun drastis. Dalam mempertahankan usaha batik perlu memahami Segmentasi pasar, kebutuhan konsumen, memberikan layanan terbaik bagi konsumen dan inovasi-inovasi baru sehingga usaha batik akan dapat dipertahankan.

Batik Jambi Zhorif memasarkan produk produk yang ditawarkan kepada konsumen melalui promosi dari mulut ke mulut, mendatangi konsumen secara lansung, serta menjual batik jambi sesuai dengan pesanan dari konsumen. Batik Jambi Zhroif juga sering mengikuti pameran-pameran batik Jambi di bergagai pameran, ciri khas batik Jambi Zhorif terlihat pada motif-motif yang di tawarkan seperti Motif Batang Hari, Angso Duo, Durian Pecah, Kapal Layar/Sanggat Cepiring sedangkan motif-motif lain tergantung dengan ide-ide yang muncul dengan sendirinya, namun dalam proses pembuatan batik seringkali gagal disebabkan ide-ide yang timbul atau warna warna yang diminta tidak bisa diulang kembali.

Motif- motif yang ditawarkan pada batik Jambi Zhorif ini terbuat dari pewarna alami dan zat kimia. Pewarna alami ini bisa dibuat dengan bahan seperti kulit kayu dan kulit jengkol, sedangkan zat kimia

(24)

terbuat dari pewarna buatan, yang diproses melalui metode cap atau ukir dibuat pada kain seperti dasar katun, sutera dan semi sutera.

(wawancara 17 Oktober 2018)

Berdasarkan wawancara terkait masalah diatas perlu adanya perbaikan dan membuat inovasi-inovsi baru terkait dengan pemecahan masalah, oleh sebab itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang Pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian pada Batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang dalam bentuk judul skripsi.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan secara Parsial Terhadap Keputusan Pembelian pada Batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang?

2. Bagaimana Pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan secara Simultan Terhadap Keputusan Pembelian pada Batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui Pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan secara Parsial Terhadap Keputusan Pembelian pada Batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang

2. Untuk mengetahui Pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan secara Simultan Terhadap Keputusan Pembelian pada Batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang

(25)

D. Kegunaan Penelitian

1. Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan keilmuan dalam mengetahui pengaruh inovasi produk dan kualiitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Sebrang

2. Secara praktis dapat memberikan penambah wawasan, dan imformasi perihal inovasi produk dan kualiitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Sebrang

3. Sebagai syarat menyelesaikan program sarjana Strata Satu (S1) di jurusan Ekonomi Syari‟ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

E. Batasan Masalah

Agar permasalahan penelitian ini menjadi lebih spesifik, maka penulis melakukan pembatasan masalah, dimana penelitian ini memfokuskan pada pengaruh inovasi produk yang ditawarkan dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Sebrang. Adapun responden dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen di batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang.

(26)

F. Kerangka Teori

1. Pengertian Inovasi Produk

Menurut Business Dictionary inovasi produk bukan hanya merupakan sebuah pengembangan produk, namun inovasi produk juga dapat berupa pengenalan produk baru, mengonsep ulang dalam rangka meningkatkan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.

Glossary of statistical term, dalam situsnya mendefenisikan inovasi produk sebagai sebuah pengenalan atas barang atau jasa yang baru.

Peningkatan karekteristik atau kegunaan produk tersebut juga dianggap sebagai nilai tambah hasil dari inovasi produk yang dilakukan perusahaan.

Peningkatan tersebut juga termasuk pada peningkatan secara teknis, peningkatan komponen barang, bahan baku, soffware dan kemudahan pengunaannya, atau karakteristik fungsional yang lainnya.

Cambridge Dictionart mendefenisikan inovasi produk sebagai sebuah proses perancangan produk baru atau membuat pembaharuan dari produk yang sebelumnya sudah hadir. Berdasarkan defenisi dari beberapa kamus bisnis diatas, sebuah kesimpulan dapat diambil bahwa sebuah inovasi produk bukan hanya merupakan bentuk dari penciptaan produk baru yang dihasilkan perusahaan, namun dapat diartikan pula sebagai peningkatan mutu baik dari segi bahan baku, bentuk fisik ataupun kemampuan barang yang sebelumnya sudah pernah dipasarkan.

Inovasi produk bukan hanya dapat dilakukan pada barang yang tangible, namun juga dapat dilakukan pada barang yang intangible (berupa

(27)

service atau jasa), atau juga berupa dari kombinasi dari keduanya. Barang yang tangible sangat berpengaruh bagi para pengunannya. Sebagai contoh produk tangible yang inovatif dan sudah banyak membantu hidup banyak orang adalah bidang teknologi, seperti komputer, telepon genggam, internet dan lain sebagainya. Barang-barang yang intagible namun sebagai inovatif juga melengkapi barang-barang tangible tersebut, seperti contohnya soffware yang dibutuhkan komputer untuk menjalankan fungsi barang tersebut.

Seorang peneliti dari Amerika Serikat, Jose Briones menyimpulkan bahwa inovasi pada produk bukan hanya sekedar menemukan hal atau produk yang baru, namun hal baru tersebut harus berpotongan dengan added value atau nilai tambah dalam barang. Jadi bila terciptanya produk baru atau penemuan baru yang tidak menawarkan nilai tambah di dalamnya, maka produk tersebut hanya dapat digolongkan sebagai produk baru, dan belum bisa disebut sebagai inovasi produk.5

Banyak hal yang berkaitan dengan inovsi produk, seperti misalnya proses pencapaian, ide yang muncul dan atribut dari inovasi produk.

Penulis buku “principles of marketing”, yaitu Kotler dan Armstrong menyebutkan bahwa terdapat 3 atribut yang menempel pada inovasi produk. Kualitas produk, fitur produk, yang terahir yaitu gaya dan desain produk menjadi atribut-atribut yang dimaksud.

5 Dhewanto, Wawan, dkk. “Manajemen Inovasi untuk Usaha Kecil dan Mikro”.

(Bandung, CV. Alfabeta, 2015), hlm.105.

(28)

a. Fitur produk

Varian produk dapat dianggap sebagai sebuah sarana atau alat yang kompotitif dan pembeda antara produk yang diciptakan oleh sebuah perusahaan dengan produk pesaingnya. Fitur dari sebuah produk agar dapat bersaing untuk memenangkan perhatian konsumen, yang dimaksud dengan fitur dari sebuah produk ialah suatu yang unik, istimewa dan kekhasan yang dimiliki produk tersebut sebagai nilai jual tambahan. Karakteristik yang melekat dengan sempurna pada sebuah produk merupakan hasil dari pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus.

b. Desain dan rancangan produk

Desain produk merupakan cara yang lain untuk mendapatkan nilai tambah produk di mata penggunanya. Desain adalah cara untuk konsep yang mampu mewakili dan mengambarkan sebuah produk. Desain tidak hanya memiliki kontribusi terhadap penampilan namun juga pada kegunaan produk. Sebuah produk di desain dengan tujuan agar dapat menarik perhatian konsumen, dapat pula sebagai strategi untuk memotong biaya produksi, desain juga dapat memberikan keunggulan bersaing. Kotler dan Armstrong mengartikan desain atau perancangan produk sebagai sebuah keistimewaan yang dapat mempengaruhi bukan hanya penampilan namun juga fungsi produk dari segi kebutuhan konsumen.

(29)

c. Kualitas

Kualitas produk merupakan subuah tingkatan dari produk yang mampu melakukan fungsi-fungsinya semaksimal mungkin. Fungsi yang dimaksud di antaranya adalah daya tahan produk, kehandalan dan ketelitian dari produk yang dihsilkan. Daya than mencerminkan umur ekonomis dari produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ide dalam Inovasi Produk

Umumnya ide yang muncul saat ini bukanlah sebuah ide yang baru. Ide-ide tersebut berasal dari hasil daur ulang, atau merupakan sebuah kombinasi ide-ide lama yang sebelumnya sudah ada, namun belum dapat diaplikasikan. Hal tersebut bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya waktu yang tidak tepat, teknologi yang belum bisa diterima dan lain sebagainya. Artinya tidak banyak inovasi produk yang berasal dari ide spontan atau bisa disebut eureka moments.6

Namun sebuah ide yang menarik dan inovatif, baik berasal dari ide baru maupun daur ulang, dapat dirangsang dengan bantuan. Beberapa aspek yang dapat mempengaruhi ide ialah:

a. Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi suatu kelompok. Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang penting untuk menuju kepada tercapainya tujuan organisasi yang ditentukan sebelumnya.

6 Dhewanto, Wawan, dkk. “Manajemen Inovasi untuk Usaha Kecil dan Mikro”. (Bandung, CV.

Alfabeta, 2015), hlm. 112.

(30)

b. Dinamika Lingkungan

Dinamika lingkungan dijabarkan sebagai sebuah perubahan dan ketidakstabilan lingkungan yang sulit diramalkan. Kesuksesan sebuah industri bergantung bagaimana hubungan industry tersebut dengan lingkunganya. Lingkungan bisnis selalu berubah dan dinamis, hal tersebut didasari oleh banyak faktor.7

3. Inovasi Produk pada Usaha Kecil dan Mikro

Tantangan dalam menghadapi pasar global sudah berada di hadapan mata. Bukan hanya menjadi hal yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan besar, namun para pelaku usaha kecil dan mikro pun harus memikirkan siasat yang tepat agar usaha agar usaha yang mereka bangun tidak dapat kalah bersaing dengan bisnis dari negara lain.

Para pelaku usaha kecil dan mikro perlu menciptakan inovasi agar tidak kalah bersaing dengan produk serupa. Inovasi produk yang berhasil dan sukses ialah produk yang dapat menghasilkan sebuah konfigurasi yang berbedah dari hanya sekedar perubahan biaya dan mamfaat. Dalam pasar persaingan bebas yang sempurna, hasil dari produk yang dikembangkan lebih baik memiliki HKI (Hak Kekayaan Intelektual), karena bila tidak maka akan memberikan dampak negative bagi perusahaan inovator.

7 Ibid, hlm 112.

(31)

4. Manfaat Inovasi

Nilai inovasi yang selanjutnya dari Bab ini adalah manfaat yang bisa diperoleh jika sudah melkukan inovasi, apapun jenisnya, apakah itu inovasi produk, proses, pemasaran, atau bahkan organisasi. Usaha kecil mikro perlu untuk mengetahui mamfaat inovasi ini sehingga alasan dalam mengunakannya bisa lebih kuat lagi. Tidak jarang usaha kecil dan mikro terjebak dengan kondisi maupun keterbatasan yang ada, dipelukan kreatifitas sehingga bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki saat ini.

Selain beberapa manfaat yang sudah dijelaskan sebelumnya, ternyata inovsi juga bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi yang di tunjang oleh sektor usaha kecil dan mikro, seperti berikut:

a. Terjadinya peningkatan investasi (adanya peralatan, mesin, pabrik, dan bentuk investasi lainnya yang lebih banyak).

b. Terjadinya peningkatan kualitas tenaga kerja (dibandingkan kuantitasnya).

c. Mendorong pemerintah dan institusi lainya dalam menyediakan Infrastruktur yang menunjang usaha.

d. Penggunaan sumber daya yang tersedia lebih efektif.

e. Meningkatkan kinerja maupun keuntungan finansial suatu usaha yang pada ahirnya berimbas kepada kenaikan pendapatan negara.

f. Mendorong lahirnya inovasi-inovasi lainnya yang skalanya lebih besar (teknik baru, teknologi baru, pengetahuan baru) sehingga dampaknya pun lebih besar.

(32)

5. Kegagalan dalam Inovasi Produk

Setiap perusahaan tentu saja ingin bertahan di dalam bisnis salah satu hal yang harus dicapai oleh sebuah perusahaan dalam rangka mendapatkan kesuksesan jangka panjang adalah inovasi, pada perusahaan manufaktur, inovasi produk merupakan hal yang mutlak dan dibutuhkan.

Karen salah satu ciri perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang selalu mengembangkan produk yang dihasilkannya. Perusahaan- perusahaan yang mengenalkan produk yang inovatif memiliki kemungkinan berkembang yang lebih baik.8

John T. Gourville dalam tulisannya “The Curse of Innovation: Why Innovative New Product Fail”, menjelaskan bahwa kegagalan dalam inovasi produk berawal dari fakta sederana, dimana produk baru yang tingkat inovasinya tinggi dapat menyebabkan kegagalan kemungkinan datang dari dua sisi. Undervaluing dari sisi konsumen secara sistematis, dan overvaluing dari sisi perusahaan atas inovasi yang dihasilkan dibandingkan hasil analisis objektif atas inovasi tersebut.

Mengetahui sejumlah faktor yang dapat mencegah terjadinya sebuah inovasi diharapkan dapat membantu para pelaku usaha kecil dan mikro. Sehingga ketika terdapat kemungkinan munculnya faktor-faktor tersebut pelaku usaha kecil dan mikro diharapkan dapat menghindari dan membantu untuk menciptakan budaya yang inovatif. Sebuah artikel

8 Dhewanto, Wawan, dkk. “Manajemen Inovasi untuk Usaha Kecil dan Mikro”. (Bandung, CV.

Alfabeta, 2015), hlm. 116.

(33)

berjudul “Introduction to Innovation” dalam majalah Forbes dan situs Small Business Tool Kit menyebutkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegagalan dalam inovasi diantaranya adalah:

a. Menghalangi ide kreatif

Hambatan paling umum dalam menciptakan inovasi ialah ketika kita dengan sadar ataupun tidak menghalangi orang lain untuk berpikir kreatif, tidak mengapresiasi atau menganggap ide kreatif yang diusulkan merupakan sebuah ide yang aneh dapat menyebabkan terhalangnya ide kreatif yang selanjutnya, sehingga inovasi, khusunya inovasi produk akan sulit untuk tercipta. Ketika ide kreatif datang sebaiknya ide tersebut diberikan kesempatan. Sebuah hal yang unik dan beberapa tidak selalu menjadikan hal tersebut menjadi buruk.

b. Sibuk dengan rutinitas

Seseorang yang terlalu fokus dengan rutinitasnya akan lebih sulit untuk menghasilakan ide-ide kreatif. Mereka biasanya merasa tidak memiliki waktu yang cukup untuk memikirkan hal-hal yang lain di luar rutinitasnya. Adapun ketika mendapatkan ide, orang-orang tersebut akan cenderung untuk tidak melakukannya, karena menganggap ide tersebut terlalu beresiko untuk dikerjakan.

c. Biaya yang mahal

Biaya sering kali menjadi hambatan bagi ide kreatif yang diciptakan oleh seseorang. Banyak ide kreatif yang dipandang terlalu mahal untuk terlaksana, khusunya bagi para pelaku usaha kecil dan

(34)

mikro. Namun tidak lebih baik bila pelaku tersebut langsung menolak ide yang bisa jadi menghasilkan. Oleh karena itu diperlukan penilaian terhadap inovasi produk yang diajukan, dengan melihat potensi keuntungan yang mungkin tercipta.

d. Tidak memiliki arah dalam berinovasi

Menentukan arah dalam berinovasi adalah hal yang penting bagi sebuah organisasi apalagi pada usaha kecil dan mikro, disamping dapat membantu fokus organisasi dan orang-orang yang berbeda di dalamnya, inovasi yang terarah juga dapat membantu menekan biaya yang dikeluarkan oleh organisasi.

e. Tidak mampu mengkomersialkan ide dalam bentuk produk

Halangan yang paling besar dalam sebuah perusahaan adalah ketika inovasi yang dihasilkan tidak dapat diterapkan atau dikomersialkan ketika sebuah perusahaan, baik perusahaan kecil maupun besar, telah menghabiskan banyak waktu, biaya, dan sumber daya untuk mengembangkan ide, namun mereka gagal dalam langkah terahir. Artinya perusahaan tidak mampu mengkomunikasikan produk ciptaannya dengan baik, dan tidak akan timbul minat pasar terhadap produk yang mereka ciptakan.

f. Konsumen tidak puas dengan hasil inovasi produk

Kesan pertama merupakan hal yang sangat krusial dan penting sehingga dalam memperkenalkan produk yang inovatif setiap perusahaan perlu memastikan untuk memberikan kesan yang baik bagi

(35)

konsumenya. Umumnya kualitas dan harga menjadi pertimbangan yang penting bagi konsumen, karena kualitas dan harga merupakan du faktor yang seiring.

g. Konsumen menemukan produk yang lebih baik

Dalam kondisi pasar yang terbuka, konsumen dapat meninggalkan pengusaha kapanpun mereka ingikan. Artinya persaingan di pasar sangat tinggi, begitu banyak penawaran yang dilakukan kepada konsumen sehingga yang menguasai dan mengemudikan pasar adalah konsumen. Sehingga penawaran yang menarik selain harga dan kualitas barang dapat menjadi faktor pendorong konsumen untuk mengunakan produk yang ditawarkan. Sepertinya penawaran diskon harga, bonus produk lainya, atau bahkan penawaran layangan purna jual atau after sale service.9

6. Pengertian Kualitas Pelayanan

Layanan pelanggan meliputi berbagai aktivitas di seluruh area bisnis yang berusaha mengkombinasikan mulai dari pemesanan, pemrosesan, hingga pemberian hasil jasa melalui komunikasi untuk mempererat kerjasama dengan pelanggan. Menurut Tjiptono kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

Kualitas merupakan perpaduan antara sifat dan karakteristik yang

9 Dhewanto, Wawan, dkk. “Manajemen Inovasi untuk Usaha Kecil dan Mikro”.

(Bandung, CV. Alfabeta, 2015), hlm. 116.

(36)

menentukan sejauh mana keluaran dapat memenuhi persyaratan kebutuhan pelanggan 10

Kualitas layanan harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir dengan kepuasan pelanggan serta persepsi positif terhadap kualitas layanan. Untuk pelayanan, menurut Kotler pelayanan adalah setiap tindakan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak yang lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Kualitas pelayanan adalah tingkatk eunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan.

Faktor utama yang mempengaruhi kualitas layanan. Pertama, persepsi pelanggan atas layanan yang nyata mereka terima (Perceived service). Kualitas harus dimulai kebutuhan konsumen dan berakhir pada persepsi pelanggan. Hal ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang atau persepsi pihak penyedia jasa, melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi pelanggan. Kedua, layanan yang sesunguhnya diharapkan/diinginkan (expected service).

Dalam konteks kualitas dan kepuasan, telah tercapai konsensus bahwa harapan pelanggan memiliki peranan yang besar sebagai faktor perbandingan evaluasi kualitas.11

10 Lupiyoadi, Rambat, “Manajemen Pemasaran Jasa: Berbasis Kompetensi”. (Jakarta, Salemba Empat, 2014), hlm. 52.

11 Tjiptono, Fandy, Andi, “Strategi Pemasaran”. (Yogyakarta, 2006), hlm. 20.

(37)

7. Indikator Kualitas Pelayanan

Menurut Parasuraman kualitas pelayanan memiliki delapan dimensi pengukuran yang terdiri dari aspek-aspek berikut:

a. Berwujud (tangible),

yaitu kemampuan perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan yang dapat diandalkan keadaan lingkungan sekitarnya merupakan bukti nyata dari playanan yang diberikan oleh pemberi jasa. Hal ini meliputi fasilitas fisik (contoh: gedung, gudang, dan lain-lain).

b. Reliabilitas,

yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akuirat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.

c. Ketanggapan (Responsiveeness),

yaitu suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat (responsive) dan tepat kepada pelanggan menunggu menciptakan persepsi yang negatif dalam kualitas pelayanan.

d. Jaminan dan kepastian (assurance),

yaitu pengetahuan, kesopan santunan, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan

(38)

kepada perusahaan. Hal ini meliputi komponen antara lain komunikasi (communication), keamanan (security), kompetensi (competence) dan sopan santun (courtesy).

e. Empaty (empathy),

yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan mereka. Hal ini mengharapkan bahwa suatu perusahaan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.

8. Pengertian Keputusan Pembelian

Menurut Sunyoto orientasi pemasaran yang di berikan penekananannya pada pilihan pembelia konsumen. Konsumen dihadapkan pada pilihan membeli atau tidak membeli. Seringkali pilihan tidak membeli justru menjadi keputusan pembelian oleh konsumen. Keputusan pembelian merupakan kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh penjual. Proses keputusan konsumen bukanlah berakhir dengan pembelian, namun berlanjut hingga pembelian tersebut menjadi pengalaman bagi konsumen dalam menggunakan produk

(39)

yang dibeli tersebut. Pengalaman itu akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan pembelian di masa depan.12

a. Faktor yang mempengaruhi Keputusan Pembelian

Menurut Sunyoto keputusan pembelian dari pembelisangat di pengaruhi oleh faktor kebudayaan, kelas sosial, pengaruh pribadi faktor keluarga, dan faktor situasi.

1) Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalampada perilaku konsumen. Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seoranganggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub budaya-sub budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuksegmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produkdan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Kelas-kelas sosial adalah masyarakat

12 Ma‟ruf, Hendri, “Pemasaran Ritel”. (Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama, 2006), hlm. 170.

(40)

yang relatifpermanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasipendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain.

2) Faktor Kelas Sosial

Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen.Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama. Keluarga dapat pempengaruhi perilaku

Pembelian keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan pembelian keluarga, tergantung pada produk, iklan dan situasi. Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya- keluarga, klub, organisasi. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat di identifikasikan dalam peran dan status. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang di berikan oleh masyarakat.

(41)

3) Faktor pengaruh Pribadi

Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis. Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada sa‟at mereka menjalani hidupnya.

Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya.

Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu. Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya (termasuk presentase yang mudah dijadikan uang). Gaya hidup seseorang adalah pola hidup didunia yang di ekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang.

Gaya hidup menggambarkan “seseorang secara keseluruhan” yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang.

Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berada dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang

(42)

relatif konsisten. Kepribadian dapat merupakan suatu variabel yang sangat berguna dalam menganalisa perilaku konsumen. Jenis-jenis kepribadian dapat di klasifikasikan dan memiliki korelasi yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau merek.

4) Faktor Keluarga

Keluarga sebagai unit masyarakat yang terkecil yang perilakunya sangat mempengaruhi dan menentukan dalam pengambilan keputusan membeli.13

5) Faktor situasi

Situasi konsumen juga melibatkan orang dan benda (produk, iklan) sehingga kita perlu membedakan pengaruh yang disebabkan konsumen dan objek dengan pengaruh yang unik terhadap situasi itu sendiri. Sama halnya dengan pendapat di atas, menyatakan bahwa perilaku konsumen dalam memutuskan pembelian dipengaruhi oleh empat faktor yaitu budaya (budaya, sub-budaya dan kelas sosial), sosial (kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status), pribadi (usia, tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri), serta

13 Sunyoto, Danang, “Perilaku Konsumen dan Pemasaran”. (Jakarta, CAPS, 2015), hlm.

132.

(43)

psikologis (motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap).14

9. Indikator Keputusan Pembelian

Dalam penelitian ini menggunakan empat indikator untuk menentukan keputusan pembelian yang diambil dari yaitu:

a. Kemantapan pada sebuah produk dalam melakukan pembelian, konsumen akan memilih salah satu dari beberapa alternatif yang ada.

Pilihan tersebut didasarkan pada kualitas, mutu, harga yang terjangkau, dan faktor-faktor lain yang dapat memantapkan keinginan konsumen untuk membeli produk apakah produk tersebut benar-benar ingin digunakan atau dibutuhkan.

b. Kebiasaan dalam membeli produk kebiasaan konsumen dalam membeli produk juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Konsumen merasa produk tersebut sudah terlalu melekat di benak mereka karena mereka sudah merasakan manfaat dari produk tersebut.

Oleh karena itu, konsumen akan merasa tidak nyaman jika mencoba produk baru dan harus menyesuaikan diri lagi. Mereka cenderung memilih produk yang sudah biasa digunakan.

c. Memberikan rekomendasi kepada orang lain dalam melakukan pembelian, jika konsumen mendapatkan manfaat yang sesuai dengan

14 Kotler Philip dan Keller Kevin Lane, Alih bahasa Benjamin Molan, “Manajemen Pemasaran”. (Jakarta, PT. Indeks, 2009), hlm. 72.

(44)

sebuah produk, mereka pasti akan merekomendasikan produk tersebut dengan orang lain. Mereka ingin orang lain juga merasakan bahwa produk tersebut sangat bagus dan lebih baik dari produk lain.

d. Melakukan pembelian ulang kepuasan konsumen dalam menggunakan sebuah produk akan menyebabkan konsumen melakukan pembelian ulang produk tersebut. Mereka merasa produk tersebut sudah cocok dan sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan harapkan.15

Ada tiga aktivitas yang berlangsung dalam proses keputusan pembelian oleh konsumen yaitu:

1) Rutinitas konsumen dalam melakukan pembelian.

2) Kualitas yang diperoleh dari suatu keputusan pembelian.

3) Komitmen atau loyalitas konsumen untuk tidak akan mengganti keputusan.

G. Pengaruh Inovasi dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian

Untuk melakukan pembelian, konsumen tidak terlepas dari karakteristik produk baik mengenai penampilan, gaya, mutu dan harga dari produk tersebut. Penetapan harga oleh penjual akan berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen, sebab harga yang dapat dijangkau oleh konsumen akan cenderung membuat konsumen melakukan pembelian terhadap produk tersebut.

15 Kotler Philip dan Keller Kevin Lane, Alih bahasa Benjamin Molan, “Manajemen Pemasaran”. (Jakarta: PT. Indeks, 2009), 75.

(45)

Kemajuan teknologi secara global mengakibatkan aktivitas inovasi pada produk turut mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Berdasarkan revolusi tersebut, banyak produk yang beredar di pasaran yang mencoba untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada.

Inovasi produk merupakan sesuatu yang dipersepsi konsumen sebagai hal yang baru.Sebagai produk baru, produk inovasi diharapkan bisa memenuhi harapan konsumen. Harapan konsumen yang dimaksudkan antara lain mewakili harga, gaya hidup, dan motivasinya16.

G. Tinjauan Pustaka

Ginanjar Suendro (2010), Pinta Gustiana Masda (2013) dan Prasetyo (2016) menyatakan bahwa atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian, dimana atribut produk meliputi merek, kemasan, jaminan (garansi), pelayanan, dan sebagainya.

Adapun penelitian sebelumnya yang mendukung adalah menunjukkan bahwa inovasi merupakan bagian dari kerangka kerja yang menghubungkan aspek budaya perusahaan dengan kemampuan berinovasi serta meningkatkan kinerja perusahaan melalui keputusan membeli konsumen. Demikian juga penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan inovasi produk terhadap keputusan membeli, semakin tinggi inovasi produk maka semakin tinggi keputusan membeli.

16 Bagus Dwi Prasetyo, “Pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian pada Batik Zhorif”, (Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jambi, 2016), hlm. 37.

(46)

Selain inovasi, keputusan pembelian dipengaruhi oleh kualitas pelayanan. Kulitas pelayanan sangat krusial dalam mempertahankan pelanggan dalam waktu yang lama (Aryani dan Rosinta, 2010). Pelayanan yang tidak maksimal akan menimbulkan ketidak puasan konsumen tidak hanya pelannggan tetapi juga berdampak kepada orang lain karena dia akan bercerita pada orang lain.

Dari uraian di atas maka antara inovasi produk dan kualitas pelayanan akan mempengaruhi keputusan pembelian yang dilakukan konsumen. Batik dengan berbagai inovasi menarik dapat menjadi pilihan para konsumen. Dengan inovasi produk dan didukung pelayanan yang memuaskan, cepat dan memenuhi keinginan konsumen maka konsumen merasa lebih dihargai dan nyaman untuk melakukan pembelian bahkan menjadi pelanggan dari perusahaan tersebut.

H. Kerangka Berfikir

Kerangka teoritis adalah model konseptual yang berkaitan dengan bagaimana seseorang menyusun teori atau menghubungkan secara logis beberapa faktor yang dianggap penting untuk masalah. Kerangka teoritis membahas saling ketergantungan antara variabel yang dianggap perlu untuk melengkapi dinamika situasi yang sedang diteliti, dalam penelitian ini, inovasi produk dan kualitas pelayanan pada batik Jambi Zhorif sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Inovasi produk dan kualitas pelayanan menjadi faktor utama dalam menarik konsumen dilihat dari beberapa pandangan yang mana Zhorif akan

(47)

terus berusaha dalam membuat inovasi-inovasi baru dan meningkatkan kualitas pelayanan dengan cara membuat berbagai jenis motif batik yang sesuai dengan permintaan konsumen. Berdasarkan pemikiran diatas maka dalam penelitian ini dapat digambarkan kerangka pemikiran sebagai berikut:

Gambar 1.1

(X1)

Inovasi Produk

Keputusan Pembelian (Y)

Kualitas Pelayanan(X2)

Berpengaruh secara simultan

Berpengaruh secara parsial

(48)

I. Hipotesis

Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan ada tidaknya pengaruh positif antara Variabel X dengan Variabel Y, maka pengujian yang dilakukan adalah:

1. H1 : Secara parsial, inovasi produk dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pada batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang

H2 : Secara simultan, inovasi produk dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pada batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang.

(49)

BAB II

METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan secara langsung kepada pemilik usaha batik Jambi Zhorif dan konsumen batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Seberang.

B. Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini dilihat dari metodenya adalah penelitian kuantitatif.

Penelitian kuantitatif menekankan pada fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi efektivitas desain penelitian kuantitatif menurut sugiono dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.17

C. Jenis dan Sumber Data 1. Data Primer

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer merupakan data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian, yakni Zhorif dan konsumen yang akan memberikan data tentang inovasi-inovasi dan pelayanan yang dibuat dalam meningkatkan kualitas pembelian.

17 Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif”. (Yogyakarta, Alfabeta, 2011), hlm. 26.

32

(50)

2. Data Sekunder

Data dan sumber data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan. Data sekunder dalam penelitian ini pengelolaan diperoleh dengan menggunakan studi literatur yang dilakukan terhadap banyak buku dan diperoleh berdasarkan catatan-catatan yang berhubungan dengan penelitian, serta dari sumber internet, jurnal dan lain-lain.18

D. Tehnik Pengumpulan Data

Sesuai dengan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan metode studi lapangan dan studi pustaka untuk memperoleh data yang diperlukan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah:

1. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu dilakukan dua pihak yaitu pewancara dan yang diwawancarai yang memberi jawaban atas pertanyaan itu. wawancara bisa secara terstruktur dan tidak terstruktur.

Tehnik wawancara merupakan tehnik pengumpulan data dengan menggunakan instrument yaitu pedoman wawancara. Untuk memperoleh

18 Burhan Bungin, “Metodologi Penelitian Kuantitatif komunikasi, Ekonomi dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya”. (Jakarta, Kencana Prenadamedia Group, 2014), hlm. 132.

(51)

data yang memadai peneliti dapat menggunakan beberapa tehnik wawancara yang sesuai dengan situasi dan kondisi.19

2. Kuisioner atau angket

Kuisioner adalah suatu alat pengumpulan informasi dengan cara menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk menjawab secara tertulis pula oleh responden.20 Kuisioner yang dipakai disini adalah model tertutup karena jawaban telah disediakan dan pengukurannya menggunakan skala likert, yaitu skala yang berisi lima tingkat preferensi jawaban dengan pilihan jawaban dengan tabel sebagai berikut.21

Tabel 1.2 Kuisioner Jawaban Konsume

Kuisioner dalam penelitian ini akan diberikan kepada para konsumen batik Jambi zhorif di Jambi kota sebrang terkait dengan Pengaruh inovasi

19 Iskandar, Metode Penelitian Kualitatif “. (Jakarta, Gaung Persada, 2009), hlm. 129

20Margono, “Metodologi penelitian pendidikan”. (Jakarta‟ Rineka Cipta, 2010), hlm.

167.

21 Karlina, “Teknik Penyusunan Skala Likert”. (Jakarta, Fatwa Publishing, 2013), hlm. 18

Simbol Alternatif Jawaban Skor

SS Sangat Setuju 5

S Setuju 4

KS Kurang Setuju 3

TS Tidak Setuju 2

STS Sangat Tidak Setuju 1

(52)

produk dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada batik Jambi Zhorif.

3. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah lalu. Dokumen dapat berupa tulisan, gambar. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode wawancara dalam penelitian kuantitatif. Dokumentasi digunakan untuk mengungkapkan data sejarah berdirinya usaha batik Jambi zhorif.22

E. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Menurut Hadari Nawawi sebagai mana dikutip oleh Margono populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh- tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes, atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karekteristik tertentu dalam suatu penelitian.23populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan konsumen yang membeli pada usaha batik Jambi Zhorif sebanyak 105 orang, dihitung dari jumlah unit pembelian (Data Bulan April 2018- Juli 2018).

22 Sugiyono, “Metode penelitian kuantitatif kualitatif”. (Bandung, Alfabeta, 2014), hlm.

240.

23 Margono, “Metodologi penelitian pendidikan”. (Jakarta, Rineka Cipta, 2010), hlm.

118

(53)

Tabel 1.3

Jumlah konsumen batik Zhorif pada Bulan April-Juli 2018

Bulan pembelian Jumlah pembelian

April 30 orang

Mei 30 orang

Juni 25 orang

Juli 20 orang

Jumlah Total 105 orang

Sumber: batik Jambi zhorif 2. Sampel

Sampel merupakan sebagian dari populasi atau elemen-elemen yang ada didalam populasi. Berdasarkan pada teknik tersebut, maka seluruh konsumen pada batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Sebrang dijadikan sampel dalam penelitian ini.24 Adapun sampel pada penelitian ini adalah 51 orang konsumen batik Zhorif.

Untuk menentukan besaran sampel, peneliti menggunakan rumus Slovin. Oleh karena waktu, tenaga, dana kemungkinan adanya hambatan- hambatan, maka penulis mengambil sampel dengan besaran 10 %.25 Jumlah sampel yang diambil dengan menggunakan rumus Slovin adalah sebagai berikut:

24 Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif”. (Yogyakarta, Alfabeta, 2011), hlm. 7.

25 Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif”. (Bandung: Alfabeta, 2016), hlm.

80-82.

(54)

n= 2 Dimana:

n = Sampel

N = Jumlah Populasi

e = error (kesalahan yang diterima)

Dengan menggunakan margin of error sebesar 10%, maka jumlah sampel yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

= 51,21 dibulatkan menjadi 51.

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, maka jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini sebanyak 51 responden.

F. Instrumen penelitian 1. Uji Validitas

Untuk memastikan bahwa kuisioner yang digunakan dalam penelitian mampu mengukur variabel penelitian dengan baik agar mendapatkan hasil yang sesuai.

(55)

2. Uji Reliabilitas

Suatu kuisioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.26 Pengujian realibilitas dalam penelitian ini menggunakan cornbach`s alpha, dimana jika a > 0,6 menunjukkan instrument tersebut reliable.27

G. Metode dan Teknik Analisis data 1. Metode analisis data

Pada penelitian ini, alat analisis yang digunakan oleh penulis yaitu dengan menggunakan uji Asumsi Klasik dan logit binner.

a. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model logit binner, variabel pengganggu atas residual memiliki distribusi normal.

2. Uji Multikolonieritas

Bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi ditemukan ada korelasi antara variabel bebas.

26 Imam Ghazali, “Aplikasi Analisis Multivariate Program IBM SPSS 21”. (Semarang, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2013), hlm. 47.

27 Nur Asnawi dan Masyhuri, “Metodolgi Riset Manajemen Pemasaran”. (Malang, UIN Maliki press, 2011), Hlm. 171.

(56)

3. Uji Heterokedastisitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya.

b. Uji hipotesis 1. Uji Parsial (Uji T)

Uji T dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari masing- masing variable independen terhadap variable dependen. Ha yang diuji adalah suatu parameter yang tidak sama dengan nol dan Ho adalah suatu parameter yang sama dengan nol. Cara melakukannya adalah degan membandingkan nilai statistik t dengan titik kritis menurut tabel, apabila t hitung > t tabel maka Ha diterima.

2. Uji Simultan (Uji F)

Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah variable-variable independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variable dependen. Hipotesis alternatof (Ha) tidak semua parameter simultan sama dengan nol dan hipotesis nol (Ho) yang di uji adalah apakah semua parameter dalam model sama dengan nol.

3. Koefisien Determinasi (R2)

R2 bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variable dependen. Dalam penelitian ini perhitungan R2 untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variable independen dalam menjelaskan variable dependen.

(57)

2. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah logit binner. Bentuk model logit binner adalah sebagai berikut28 :

+ e X1 : Inovasi produk

X2 : Kualitas pelayanan Y : keputusan pembelian e : eror

Demi ketepatan dan mendapatkan kemudahan hasil penelitian, maka untuk logit binner ini menggunakan program statistik SPSS yang dapat menjelaskan model logit binner dan uji signifikansinya sehingga hipotesis dapat disimpulkan.

H. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ini digunakan untuk memudahkan penulis dalam penyusunan dan pemahaman tentang skripsi, agar nantinya penelitian ini dapat berjalan sesuai dengan setting yang telah penulis tentukan sebelumnya.

Maka dari itu terlebih dahulu ditentukan susunan dan sistematika penulisan skripsi sebagai berikut:

28 Bambang Juanda, “Ekonometrika Pemodelan dan Pendugaan”. (Bogor, IPB press, 2009), hlm. 175.

(58)

BAB I : Pendahuluan, Bab ini berisi mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, batasan masalah, kerangka teori, dan tinjauan pustaka.

BAB II : Metode penelitian, pada Bab ini berisi mengenai tempat dan waktu penelitian, pendekatan penelitian, jenis dan sumber data, dan instrumen pengumpulan data sistematika penulisan dan jadwal penelitian.

BAB III : Gambar Umum Tempat Penelitian, Bab ini berisi mengenai sejarah berdiri Batik Jambi Zhorif.

BAB IV : Analisis Dan Pembahasan, Bab ini berisi pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Pada Batik Jambi Zhorif di Kecamatan Danau Teluk Jambi Kota Sebrang

BAB V : Penutup, Bab ini bagian akhir dari skripsi berisi tentang kesimpulan dan saran.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Puslitkes Atmajaya dengan Rifka Annisa (Hayati, 1999), tampak bahwa 76% dari 125 korban yang berkonsultasi ke RAWCC

Diketahui bahwa kegiatan PPL program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman

Gugatan tim sukses Jusuf Kalla-Wiranto terhadap hasil pemilu presiden bisa dipahami sebagai salah satu dinamika demokrasi yang terus berkembang di

Keberadaan vila yang menjadi suatu fenomena dalam industri pariwisata di Kabupaten Badung dan Bali pada umumnya, secara tidak langsung telah memberikan nilai lebih bagi

Penulis mengikuti program S-1 pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi Ekonomi Syariah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Penulis mengikuti program pendidikan S-1 pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi Ekonomi Syariah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh

Penulis mengikuti program S-1 pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Program Studi Ekonomi Syariah dan mengambil judul Skripsi "PENGARUH HARGA DAN

Penulis mengikuti program S1 pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan program studi Perbankan Syariah dan mengambil judul skripsi “Pengaruh Promosi Dan