NO. CPBS CPMK Materi/Topik Sub Materi/Sub Topik Indikator
Level Cognitif
"C"
1
Mampu melaksanakan tugas keprofesian sebagai pendidik yang memesona, yang dilandasi sikap cinta tanah air, berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, samapta, disertai dengan jiwa kesepenuhhatian, dan kemurahhatian.
Membiasakan sikap cinta tanah air sebagai pendidik yang memesona dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Sikap Cinta Tanah Air Sikap nasionalisme.
1. Menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
2
2. Mempertahankan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
5
3 Sikap patriotisme.
3. Menjunjung tinggi keunggulan bangsa Indonesia dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
3
4
4. Mengembangkan sikap rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
6
5 Sikap menghargai
perbedaan.
5. Menciptakan persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan warna kulit dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
6
"C"
6 Sikap mengutamakan
kepentingan bersama.
6. Mengkarakteristikkan keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan kepentingan bersama dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
7 Sikap mempertahankan
kekayaan alam Indonesia.
7. Mempertahankan kekayaan alam Indonesia dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
8
Mengapresiasi kekayaan budaya bangsa lain sehingga memperkuat jati diri bangsa Indonesia.
8. Mengapresiasi kekayaan budaya bangsa lain sehingga memperkuat jati diri bangsa Indonesia dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
5
9
Membiasakan sikap berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, samapta sebagai pendidik yang memesona dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Sikap berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, dan samapta.
Sikap berwibawa.
9. Menunjukkan keberanian dalam membela kebenaran dan keadilan pada proses mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
4
10
10. Mengembangkan pribadi yang taat serta menghormati hukum dan aturan pada proses mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
6
11 Sikap tegas.
11. Mengatakan benar atau salah sesuai dengan yang sebenarnya dalam mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
3
"C"
12
12. Menampilkan perilaku yang bijaksana meskipun dalam situasi yang sulit pada proses mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
5
13 Sikap disiplin
13. Memberikan penghargaan atau hukuman kepada peserta didik sesuai tata tertib sekolah dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
5
14 Sikap penuh panggilan
jiwa.
14. Menampilkan sikap senang dan nyaman dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
15 Sikap samapta.
15. Menunjukkan sikap kesiap-siagaan dalam proses mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
16
Membiasakan sikap kesepenuhhatian dan
kemurahhatian sebagai pendidik yang memesona dalam
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Sikap kesepenuhhatian
dan kemurahhatian. Sikap kesepenuhhatian.
16. Menampilkan tanggapan sebagaimana yang dihayati peserta didik dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
5
17
17. Merancang berbagai usaha untuk menuntaskan pekerjaan dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
6
18 Sikap kemurahhatian.
18. Menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan peserta didik dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
19
19. Mendeteksi situasi yang membutuhkan bantuan dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
4
"C"
20
20. Mendemonstrasikan sikap tanggung jawab pribadi terhadap situasi yang membutuhkan bantuan dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
3
21
mampu merumuskan indikator ketercapaian
kemandirian melalui layanan bimbingan dan konseling yang berorientasi masa depan (adaptif dan fleksibel), yang terdiri atas aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif) berdasarkan hasil asesmen kebutuhan
Memilih instrumen dan melaksanakan asesmen untuk kepentingan perancangan layanan bimbingan dan konseling;
Instrumen Asessmen Instrumen tes
1. Disajikan data hasil pengadministrasian tes, peserta dapat menggunakan hasilnya untuk pelayanan bimbingan dan konseling
3
22
2. Disajikan jenis-jenis data hasil pengadministrasian tes, peserta mampu menafsirkan hasilnya menjadi profil potensi peserta didik
5
23 Instrumen Non-tes
3. Disajikan jenis-jenis instrumen non-tes, peserta dapat memilih secara tepat instrumen untuk meng-ases/mengungkap aspek-aspek psikologis tertentu.
4
24
Mengidentifikasi tahapan dan tugas perkembangan, serta karakteristik lingkungan perkembangan peserta didik kekinian
Tahap dan tugas-tugas perkembangan serta karakteristik lingkungan
perkembangan peserta didik kekinian
Tahap dan tugas perkembangan peserta didik.
4. Disajikan data perkembangan aspek moral peserta didik, peserta mampu membandingkan perkembangan yang normal dengan perkembangan menyimpang
4
25
5. Disajikan data perkembangan aspek sosial peserta didik, peserta mampu membandingkan perkembangan yang normal dengan perkembangan menyimpang
4
26
6. Disajikan data perkembangan aspek tertentu (fisik, kognitif, atau sosio- emosional) peserta didik , peserta mampu membandingkan perkembangan yang normal dengan perkembangan menyimpang.
5
"C"
27
Karakteristik lingkungan perkembangan pesert didik kekinian
7. Disajikan kasus perkembangan individu terkait dengan lingkungan perkembangan (mikro sistem / meso sistem / ekso sistem / makro sistem), peserta mampu menganalisis faktor-faktor penyebab masalah
perkembangan individu.
4
28
Merancang tujuan bidang layanan dan materi layanan bimbingan dan konseling berdasarkan hasil asesmen kebutuhan peserta didik, guru, kepala sekolah dan
orangtua/wali murid
Asemen Kebutuhan Peserta peserta didik, guru, kepala sekolah dan orangtua/wali murid
Data Kebutuhan peserta didik, guru, kepala sekolah dan orangtua/wali murid
8. Disajikan data mentah hasil asesmen kebutuhan, peserta dapat menentukan prioritas kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling
3
29
Prioritas Kebutuhan untuk Layanan Bimbingan dan Konseling
9. Disajikan data prioritas kebutuhan, peserta dapat mendistribusikan kebutuhan- kebutuhan tersebut ke dalam komponen layanan
4
30
Tujuan bidang layanan dan materi layanan bimbingan dan konseling
Tujuan bidang layanan bimbingan dan konseling dalam komponen layanan dasar
10. Disajikan hasil asesmen kebutuhan, peserta dapat menyusun tujuan bidang bimbingan pribadi dalam komponen layanan dasar
4
31
menguasai materi bidang layanan bimbingan dan konseling yang meliputi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier, termasuk advance materials secara bermakna yang dapat menjelaskan aspek “apa”
(materi/masalah layanan bimbingan dan konseling),
“mengapa” (filosofi hakikat materi layanan bimbingan dan konseling dalam kaitannya dengan karakteristik peserta didik), dan “bagaimana” (cara
mengkomunikasikan dan penerapan materi layanan bimbingan dan konseling) dalam kehidupan sehari- hari berdasarkan hasil asesmen kebutuhan
Menyusun materi untuk layanan bimbingan kelompok,
bimbingan klasikal, bimbingan kelas besar/lintas kelas,
Materi Layanan Bimbingan
Materi Layanan Bimbingan Kelompok atau Klasikal
11. Disajikan hasil analisis kebutuhan dan tujuan bimbingan dan konseling, peserta dapat menentukan topik layanan bidang bimbingan belajar dalam bimbingan kelompok, atau klasikal, atau bimbingan lintas kelas.
5
32
12. Disajikan hasil asesmen kebutuhan, peserta dapat menyusun tujuan bidang bimbingan belajar dalam komponen layanan dasar
5
33
13. Disajikan data hasil pengadministrasian intrumen non tes, peserta dapat
menggunakan hasilnya untuk pelayanan bimbingan dan konseling
3
"C"
34
14. Disajikan jenis-jenis instrumen tes, peserta dapat memilih secara tepat instrumen untuk meng-ases/mengungkap aspek-aspek psikologis tertentu.
4
35
15. Disajikan hasil asesmen kebutuhan, peserta dapat menyusun tujuan bidang bimbingan karier dalam komponen layanan dasar
5
36
16. Disajikan hasil analisis kebutuhan dan tujuan bimbingan dan konseling, peserta dapat menentukan topik layanan bidang bimbingan sosial dalam bimbingan kelompok, atau klasikal, atau bimbingan lintas kelas.
4
37
17. Disajikan hasil analisis kebutuhan dan tujuan bimbingan dan konseling, peserta dapat menentukan topik layanan bidang bimbingan pribadi dalam bimbingan kelompok, atau klasikal, atau bimbingan lintas kelas.
4
38
18. Disajikan hasil analisis kebutuhan dan tujuan bimbingan dan konseling, peserta dapat menilai topik layanan bidang bimbingan karier dalam bimbingan kelompok, atau klasikal, atau bimbingan lintas kelas.
5
39
19. Disajikan hasil analisis materi bimbingan dalam komponen layanan dasar dan komponen layanan peminatan dan perencanaan individual, peserta mampu memnyusun RPL Bimbingan Kelompok bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier
5
40 Memilih teknik bimbingan
kelompok
Teknik Bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan
bimbingan lintas kelas
Teknik-teknik Bimbingan Klasikal
20. Disajikan hasil analisis kebutuhan dan tujuan bimbingan, peserta dapat
menentukan teknik bimbingan klasikal secara tepat.
3, 4
"C"
41
21. Disajikan deskripsi implmentasi suatu teknik bimbingan klasikal untuk
mengembangkan keterampilan belajar peserta didik, peserta dapat menentukan pihak-pihak yang tepat dilibatkan dalam layanan tersebut.
3
42 Teknik-teknik Bimbingan
Lintas Kelas
22. Disajikan hasil analisis kebutuhan dan tujuan bimbingan, peserta dapat
menentukan teknik bimbingan lintas kelas secara tepat.
4
43
23. Disajikan deskripsi implmentasi suatu teknik bimbingan klasikal besar/lintas kelas untuk mengembangkan kematangan karir peserta didik SMA, peserta dapat menilai ketepatan implementasi teknik tersebut.
5
44 Teknik-Teknik Bimbingan
kelompok
24. Disajikan tujuan bimbingan, peserta dapat menilai secara tepat teknik bimbingan kelompok yang digunakan
5
45
25. Disajikan data potensi siswa dan upaya pencegahan munculnya masalah, peserta mampu menentukan teknik bimbingan kelompok secara tepat
3
46
26. Disajikan deskripsi proses bimbingan menggunakan salah satu teknik bimbingan kelompok (psikodrama, sosiodrama, games, diskusi, home room), peserta dapat mengevaluasi kelemahan proses bimbingan tersebut.
3
47
Menetapkan masalah berdasarkan pendekatan konseling yang tepat
Layanan Konseling Individual, Konseling Kelompok
Permasalahan dalam Layanan Konseling Individual menurut pendekatan-pendekatan konseling yang meliputi:
psikoanalisis, behavioral, person centered, Rational Emotive Behavioral, Realitas, Gestalt, SFBT
27. Disajikan deskripsi kasus konseli, peserta dapat mendiagnosis masalah berdasarkan pendekatan Feminis therapy
3
"C"
48
28. Disajikan deskripsi kasus beserta rencana penggunaan pendekatan person centered, peserta dapat menilai ketepatan pemilihan pendekatan tersebut.
5
49
29. Disajikan deskripsi kasus konseli, peserta dapat mendiagnosis masalah berdasarkan pendekatan SFBT
4
50
30. Disajikan deskripsi kasus konseli, peserta dapat mendiagnosis masalah berdasarkan pendekatan konseling Cognitive behavior
4
51
31. Disajikan deskripsi kasus konseli, peserta dapat mendiagnosis masalah berdasarkan pendekatan konseling Rational Emotive Behavioral
4
52
32. Disajikan deskripsi kasus, peserta dapat mendiagnosis masalah berdasarkan pendekatan konseling Gestalt
4
53
33. Disajikan deskripsi kasus, peserta dapat mendiagnosis masalah berdasarkan pendekatan konseling Naratif
4
54
34. Disajikan deskripsi kasus, peserta dapat mendiagnosis masalah berdasarkan pendekatan konseling person centered
4
55
35. Disajikan deskripsi kasus, peserta dapat mendiagnosis masalah berdasarkan pendekatan konseling Rational Emotive Behavioral (REB)
4
56
36. Disajikan deskripsi kasus, peserta dapat mendiagnosis masalah berdasarkan pendekatan konseling Realitas
4
57
37. Disajikan deskripsi kasus, peserta dapat menentukan masalah berdasarkan
pendekatan konseling behavioral
3
58
38. Disajikan deskripsi kasus, peserta dapat menetapkan masalah berdasarkan
pendekatan konseling psikoanalisis
4
"C"
59
39. Disajikan respon konselor terhadap ungkapan verbal konseli yang mengandung pikiran-pikiran konseli atas masalah yang sedang konseli alami, peserta dapat menilai ketepatan respon reflection of thinking yang diungkapkan konselor
5
60
40. Disajikan ungkapan konseli yang menggambarkan kesedihannya atas kemalangan yang dialami, peserta mampu menilai respon empati konselor terhadap konseli
5
61
41. Disajikan kasus perkembangan individu terkait dengan lingkungan perkembangan meso sistem / ekso sistem, peserta mampu menganalisis faktor-faktor penyebab masalah perkembangan individu.
3
62
42. Disajikan kasus perkembangan individu terkait dengan lingkungan perkembangan makro sistem, peserta mampu menganalisis faktor-faktor penyebab masalah
perkembangan individu.
3
63
43. Disajikan data perkembangan aspek religius peserta didik, peserta mampu membandingkan perkembangan yang normal dengan perkembangan menyimpang
3, 4
64
44. Disajikan data perkembangan aspek kognitif peserta didik, peserta mampu membandingkan perkembangan yang normal dengan perkembangan menyimpang
4
65 Strategi dalam advokasi
45. Disajikan hasil analisis kebutuhan, tujuan BK, dan kasus kritis peserta didik, peserta dapat merancang strategi layanan advokasi
3
66 Strategi dalam Konsultasi
46. Disajikan hasil analisis kebutuhan, tujuan BK, dan kasus peserta didik yang membutuhkan layanan konsultasi, peserta dapat merancang strategi layanan konsultasi
3
"C"
67
47. Disajikan data hasil asesmen kebutuhan, tujuan layanan, paparan masalah spesifik pada RPL konsultasi, perserta dapat menentukan pihak-pihak yang seharusnya terlibat dalam pengentasan masalah tersebut.
3
68
48. Disajikan data hasil asesmen kebutuhan, tujuan layanan, paparan masalah spesifik pada RPL konsultasi dan RPL konseling individual, peserta dapat menganalisis perbedaan layanan konsultasi dengan layanan konseling individual.
4
69
Teknik dalam Layanan Konseling Kelompok menurut berbagai pendekatan
49. Disajikan kasus-kasus riil peserta didik, dan tujuan konseling yang ingin dicapai, peserta dapat menentukan teknik konseling kelompok
3, 4
70
50. Disajikan catatan konseling kelompok (lanjutan) atas diagnosis masalah sejumlah konseli menurut pendekatan realitas, peserta mampu mengevaluasi rancangan konseling tersebut
4
71
51. Disajikan komponen RPL konseling kelompok lanjutan (working stage) yang meliputi diagnosis masalah sejumlah konseli menurut pendekatan konseling behavioristik, tujuan layanan, teknik yang akan digunakan, serta indikator
keberhasilan, peserta mampu me
4, 5
72
Membuat media layanan bimbingan dan konseling berbentuk cetak dan berbasis ICT.
Media Layanan Bimbingan dan Konseling
Media bimbingan dan konseling cetak
53. Disajikan topik dan sasaran layanan bimbingan dan konseling, peserta dapat merancang media bimbingan dan konseling cetak
3, 6
73 Media bimbingan dan
konsleing berbasis ICT
52. Disajikan topik dan sasaran layanan bimbingan dan konseling, peserta dapat merancang media berbasis ICT
6
"C"
74
Menyusun program tahunan bimbingan dan konseling yang berisi rasional, dasar hukum, visi dan misi, deskripsi kebutuhan, tujuan, komponen program, bidang layanan, rencana operasional, pengembangan
tema/topik/materi, rencana evaluasi, pelaporan dan tindak l
Program Tahunan Bimbingan dan Konseling
Program Tahunan Bimbingan dan Konseling
54. Disajikan hasil analisis kebutuhan, peserta dapat menentukan pokok-pokok rasional program tahunan bimbingan dan konseling
3
75
55. Disajikan deskripsi kebutuhan berdasarkan hasil asesmen, peserta mampu menyusun deskripsi tujuan layanan yang tepat
3
76
56. Disajikan daata mentah hasil asesmen kebutuhan, peserta mampu menganalisis statistik deskriptif dari hasil tersebut
4
77
57. Disajikan salah satu tugas perkembangan individu usia tertentu, peserta mampu merancang kondisi lingkungan ideal kekinian untuk memfasilitasi perkembangan indvidu.
4, 6
78
58. Disajikan hasil asesmen kebutuhan dan beberapa komponen RPL seperti tujuan layanan, dan garis besar materi materi layanan bimbingan kelas besar/lintas kelas dalam komponen layanan dasar bidang sosial, peserta mampu mengevaluasi kelayakan RPL tersebut.
5
79
59. Disajikan garis besar rencana kegiatan komponen layanan peminatan, peserta mampu merancang garis besar action plan pengembangan komponen dukungan sistem
4
80
60. Disajikan garis besar rencana kegiatan komponen layanan dasar, layanan
peminatan dan perencanaan individual, serta layanan responsif, peserta mampu
merancang garis besar action plan
pengembangan komponen dukungan sistem 5
"C"
81
mampu merancang layanan bimbingan dan konseling dengan menerapkan prinsip memadukan materi layanan bimbingan dan konseling, pedagogik, serta teknologi informasi dan komunikasi layanan bimbingan dan konseling atau Technological Pedagogical and Content Knowledge, dan pendekatan lain yang relevan dengan program bimbingan dan konseling;
mampu melakukan asesmen kebutuhan
Asesmen kebutuhan dan penentuan prioritas
Data kebutuhan peserta didik dan sekolah
61. Berdasarkan kondisi awal yang ada di sekolah, peserta mampu mengidentifikasi data apa saja yang harus dieksplorasi dengan pendekatan asesmen tertentu
3, 5
82 Prioritas kebutuhan layanan
bimbingan dan konseling
62. Disajikan data prioritas kebutuhan, peserta dapat mendistribusikan kebutuhan- kebutuhan tersebut ke dalam komponen layanan
4
83 mampu merancang layanan
bimbingan kelompok
Rancangan Layanan Konseling Kelompok dengan pendekatan behavioral, kognitif, dan postmodern
RPL Konseling Kelompok dengan Pendekatan Konseling Kognitif (REBT atau Cognitive-Behavioral)
63. Disajikan catatan konseling kelompok (lanjutan) atas diagnosis masalah sejumlah konseli menurut pendekatan cognitive behavior, peserta mampu mengevaluasi rancangan konseling tersebut
4
84
Rancangan layanan bimbingan kelompok yang padu antara materi, strategi pedagogik, dan ICT
RPL Bimbingan Kelompok untuk bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier
64. Disajikan deskripsi tujuan, teknik dan gambaran proses dalam RPL Bimbingan Kelompok salah satu bidang bimbingan (pribadi, sosial, belajar, atau karier), peserta mampu mengevaluasi kelayakan RPL tersebut.
5
85 mampu merancang layanan
bimbingan klasikal
Rancangan layanan bimbingan klasikal dengan memadukan antara materi, stragtegi pedagogik, dan ICT
RPL Bimbingan Klasikal untuk bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karieR
65. Disajikan hasil analisis kebutuhan, tujuan, dan materi layanan bimbingan klasikal dalam komponen layanan dasar dan komponen layanan peminatan dan
perencanaan individual, peserta mampu menyusun RPL Bimbingan klasikal untuk bidang bimbingan pribadi, so
5
86 mampu merancang layanan
konseling individual
Rancangan Layanan Konseling Individual dengan pendekatan behavioral, kognitif, dan postmodern
RPL Konseling Individual dengan Pendekatan Konseling Kognitif (REBT atau Cognitive-Behavioral)
66. Disajikan suatu deskripsi masalah, peserta mampu menganalisis aspek/data apa yang hendak digali dari siswa berdasarkan konseling REB
4
"C"
87
RPL Konseling Individual dengan Pendekatan Konseling Postmodern (SFBT atau Narrative Counseling)
67. Disajikan komponen RPL konseling individual lanjutan yang meliputi diagnosis masalah menurut pendekatan konseling SFBT, tujuan layanan, teknik yang akan digunakan, serta indikator keberhasilan, peserta mampu mengevaluasi ketepatan rancangan tersebut.
5
88
RPL Konseling Individual dengan Pendekatan Konseling Behavioral (behavioral counseling atau reality counseling)
68. Disajikan paparan kasus hasil interview suatu sesi konseling, peserta mampu menentukan teknik yang tepat pada pendekatan konseling behavioristik dalam RPL konseling lanjutan.
3
89
69. Disajikan suatu deskripsi masalah, peserta mampu menganalisis aspek/data apa yang hendak digali dari siswa berdasarkan konseling behavioral
4
90 mampu merancang layanan
konseling kelompok
Rancangan Layanan Konseling Kelompok dengan pendekatan behavioral, kognitif, dan postmodern
RPL Konseling Kelompok dengan Pendekatan Konseling Kognitif (REBT atau Cognitive-Behavioral)
70. Disajikan komponen RPL konseling kelompok lanjutan (working stage) yang meliputi diagnosis masalah sejumlah konseli menurut pendekatan konseling REBT, tujuan layanan, dan indikator keberhasilan, peserta mampu menentukan teknik konseling secara tepat
3
91
mampu melaksanakan layanan bimbingan dan konseling yang memandirikan, melalui aktivitas layanan individual, kelompok, klasikal dan kelas besar/lintas kelas dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membangun sikap (karakter Indonesia), pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dalam mengembangkan potensi, mencegah, dan memecahkan masalah serta pemeliharan dan pengembangan potensi diri secara humanis, kritis, kreatif, inovatif, kolaboratif, dan komunikatif, dengan menggunakan model, sumber, dan media layanan bimbingan dan konseling yang didukung hasil penelitian;
mampu memilih dan menerapkan strategi, metode, dan teknik konseling individual untuk membantu agar peserta didik atau konseli
menyelesaikan masalah- masalahnya.
Strategi, Metode, dan Teknik Konseling Individual pada setiap pendekatan konseling (behavioral, kognitif, dan postmodern)
Teori dan teknik Konseling
74. Disajikan suatu problem yang dialami oleh peserta didik, peserta dapat
menganalisis problem tersebut menggunakan perspektif behavioral
4
92
75. Disajikan suatu problem yang dialami oleh peserta didik, peserta dapat
menganalisis problem tersebut menggunakan perspektif kognitif
4
"C"
93
mampu memilih dan menerapkan strategi, metode, dan teknik konseling kelompok untuk membantu agar peserta didik atau konseli
menyelesaikan masalah- masalahnya.
Strategi, Metode, dan Teknik Konseling kelompok pada setiap pendekatan konseling (psikodinamik, behavioral, kognitif, dan postmodern)
Teknik-teknik konseling kelompok untuk setiap pendekatan konseling
76. Disajikan kasus yang mirip dialami oleh beberapa konseli, peserta dapat menentukan salah satu teknik yang tepat untuk konseling kelompok dengan pendekatan konseling gestalt.
3
94
mampu memilih dan menerapkan strategi, metode, dan teknik layanan konsultasi untuk membantu agar peserta didik atau konseli
menyelesaikan masalah- masalahnya melalui bantuan konsultan.
Strategi, metode, dan teknik layanan konsulasi
Keterampilan komunikasi dalam layanan konsultasi
77. Disajikan paparan kasus seorang konseli yang penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan ahli lain, peserta mampu menyusun kalimat secara tepat dalam mengkonsultasikan masalah konseli kepada ahli yang lain yang tepat.
6
95 Teknik-teknik layanan
konsultasi
78. Disajikan contoh proses konsultasi antara konselor dan orangtua siswa, peserta mampu menentukan peran konselor sebagai konsultan
3, 6
96
mampu memilih dan menerapkan strategi, metode, dan teknik layanan referal untuk membantu agar peserta didik atau konseli menyelesaikan masalah-masalahnya melalui bantuan individu/lembaga referal.
Stakeholder layanan
referal Stakeholder layanan referal
79. Disajikan kasus dimana masalah yang dihadapi konseli berada di luar kewenangan konselor, peserta dapat mnentukan ahli yang tepat untuk layanan referal guna membantu penyelesaian masalah konseli.
3
97
mampu merancang dan menerapkan penelitian tindakan untuk layanan bimbinan (PTK)
Penelitian tindakan layanan bimbingan dan konseling
Penelitian Tindakan Kelas untuk Layanan Bimbingan Kelompok dan Bimbingan Klasikal
80. Disajikan suatu judul penelitian tindakan bimbingan dan konseling, peserta dapat menyusun tujuan penelitian tindakan BK dengan tepat
6
98
mampu memilih dan menerapkan strategi, metode, dan teknik bimbingan klasikal untuk mengembangkan potensi dan mencegah timbulnya masalah peserta didik dan sekolah
Strategi, Metode, dan Teknik Bimbingan Klasikal
Strategi, Metode, dan Teknik Bimbingan Klasikal untuk topik bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier
71. Disajikan deskripsi implmentasi suatu teknik bimbingan klasikal untuk
mengembangkan penerimaan diri peserta didik, peserta dapat menilai ketepatan implementasi teknik tersebut.
5
"C"
99
72. Disajikan deskripsi topik layanan bimbingan klasikal tentang kompetensi sosial, peserta dapat menganalisis kesesuaian topik layanan tersebut dengan kompetensi capaian sosial yang diharapkan
4
100
mampu memilih dan menerapkan strategi, metode, dan teknik bimbingan kelas besar atau lintas kelas dalam memberikan informasi untuk mengembangkan potensi dan mencegah timbulnya masalah peserta didik dan sekolah
Strategi, metode, dan teknik bimbingan kelas besar atau lintas kelas
Strategi, Metode, dan Teknik Bimbingan Kelas Besar/Lintas Kelas untuk topik bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier
73. Disajikan deskripsi implmentasi suatu teknik bimbingan klasikal besar/lintas kelas untuk mengembangkan kematangan penggunaan media sosial peserta didik SMP, peserta dapat menentukan pihak- pihak yang tepat dilibatkan dalam layanan tersebut.
3
101
mampu mengevaluasi masukan, proses, dan hasil layanan bimbingan dan konseling yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dengan menerapkan asesmen otentik, serta memanfaatkan hasil evaluasi proses dan hasil untuk perbaikan kualitas layanan bimbingan dan konseling;
mampu mengevaluasi program bimbingan dan konseling
Evaluasi proses layanan bimbingan dan konseling
Kriteria keberhasilan proses layanan bimbingan dan konseling
81. Disajikan data evaluasi layanan BK, peserta dapat memanfaatkan hasil evaluasi proses untuk perbaikan kualitas layanan bimbingan dan konseling
4
102
82. Disajikan data evaluasi layanan BK, peserta dapat menentukan kriteria
keberhasilan proses layanan bimbingan dan konseling
3
103
83. Disajikan paparan tentang kebutuhan pengembangan program, peserta dapat menentukan kriteria keberhasilan proses layanan bimbingan dan konseling
3
104
Evaluasi hasil layanan bimbingan dan konseling
Kriteria keberhasilan hasil layanan bimbingan dan konseling
84. Disajikan data evaluasi suatu layanan BK dan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan, peserta dapat menilai keberhasilan layanan tersebut
5
105
85. Disajikan keberhasilan layanan bimbingan dan konseling, peserta dapat menggunakannya sebagai strategi pengembangan kegiatan berikutnya
3
106
86. Disajikan tujuan layanan bimbingan dan konseling, peserta dapat memanfaatkan hasil evaluasi hasil untuk perbaikan kualitas layanan bimbingan dan konseling
5
"C"
107
mampu menyusun laporan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling
Penyusunan Laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling
Pemberian Rekomendasi atas laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling
87. Disajikan data hasil evaluasi, peserta mampu menyusun rekomendasi kepada instansi lain atas dasar laporan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling
4
108
88. Disajikan data hasil evaluasi, peserta mampu menyusun rekomendasi kepada orang tua/masyarakat atas dasar laporan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling
4
109
89. Disajikan data hasil evaluasi, peserta mampu menyusun rekomendasi kepada pihak terkait atas dasar laporan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling
4, 5
110
mampu menerapkan
tindaklanjut dari hasil evaluasi bimbingan dan konseling
penerapan tindak lanjut hasil evaluasi
bimbingan dan konseling
Bentuk-bentuk kegiatan tindak lanjut hasil Evaluasi layanan bimbingan dan konseling
90. Disajikan data hasil evaluasi
pelaksanaan BK, peserta dapat menentukan bentuk-bentuk kegiatan tindaklanjut dari hasil evaluasi bimbingan dan konseling (baik dalam bentuk perbaikan ataupun pengembangan)
3, 4, 5
111
mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru profesional melalui penelitian, refleksi diri, pencarian informasi baru, dan inovasi dalam komponen dukungan sistem
Memanfaatkan hasil-hasil
penelitian Hasil penelitian
Hasil-hasil Penelitian (PTK, Eksperimen, Survey, dan lainnya)
92. Disajikan masalah perilaku yang dialami oleh sebagian siswa yang perlu segera diatasi dengan menggunakan suatu teknik intervensi tertentu, peserta dapat mengeksplorasi hasil penelitian yang mendukung teknik intervensi tersebut
4
112
93. Disajikan problem remaja secara umum berdasarkan hasil-hasil survey di tingkat lokal ataupun nasional, peserta diharapkan mampu mengembangkan poster dan selebaran untuk memotivasi siswa di sekolah
4
113 Memanfaatkan hasil-hasil
penelitian Hasil penelitian
Hasil-hasil Penelitian (PTK, Eksperimen, Survey, dan lainnya)
91. Disajikan hasil-hasil penelitian, peserta dapat menyusun garis besar artikel jurnal penelitian guna pengembangan karir lebih lanjut
3, 5, 6
"C"
114 Refleksi diri Hasil refleksi diri
Hasil refleksi diri dalam praksis layanan bimbingan dan konseling
94. Disajikan tantangan-tantangan profesi BK sebagai akibat perkembangan teknologi dan perubahan kehidupan masyarakat yang terus terjadi, serta hasil refleksi diri konselor tentang potensi dan kelemahan diri, peserta dapat menyusun rencana pengembangan d
5, 6
115 Pencarian informasi baru Informasi baru tentang
perkembangan BK
Informasi peluang pengembangan
profesionallitas bidang BK
95. Disajikan paparan usaha seorang konselor dalam mencari informasi peluang pengembangan diri melalui studi lanjut, peserta dapat menyeleksi pilihan program yang tepat untuk mendukung upaya tersebut.
3
116
96. Disajikan paparan usaha seorang konselor dalam mencari informasi peluang pengembangan diri pelatihan peningkatan kompetensi, peserta dapat menyeleksi jenis- jenis kegiatan peningkatan kompetensi yang mendukung upaya tersebut
3
117
97. Disajikan paparan usaha seorang konselor dalam mencari informasi peluang pengembangan diri melalui studi lanjut, pelatihan peningkatan kompetensi, dan peningkatan profesionalisme secara mandiri, peserta dapat menyeleksi pilihan program yang tepat untu
3
118 Inovasi layanan bimbingan dan
konseling
Inovasi layanan Bimbingan dan Konseling
Inovasi berbasis ICT dan cetak
98. Disajikan perkembangan terbaru dalam dunia teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi, peserta dapat menentukan layanan bimbingan dan konseling yang dapat memanfaatkan perkembangan tersebut
4
119
99. Disajikan perkembangan terbaru dalam dunia teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi, peserta dapat memilih aplikasi dan platform yang tepat untuk mendukung layanan bimbingan dan konseling
4
"C"
120
100. Disajikan perkembangan dalam dunia teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi, peserta dapat menyusun langkah-langkah kegiatan dalam memanfaatkan perkembangan tersebut
4