SUSUNAN REDAKSI
Penanggung Jawab
Apolinaris Samsudin Geru, SP, M.Si
Pimpinan RedaksiYanuar Henry Pribadi, M.Si
Tim Redaksi Devi Febrianty, ST
Yuningsih, ST Sugiyanti, S.Si Selvy Yolanda, SST Mutiara Halida, S.Tr Ratri Widyastuti, S.Tr Qurrata A’yun Kartika, S.Tr Sri Septiani Debora Saragih, S.Tr
Yosik Norman, M.Si Dyah Ajeng Sekar Pertiwi, S.Tr
Sirly Oktarina, S.Tr Farhan Dharmansyah, S.Tr
Arya Putra Pratama, S.Tr Anisafitri Amalia, S.Tr.Klim
Distribusi
Tonny Satria Wijaya Kusuma, S.kom Kusairi, S.Si
Alamat Redaksi
Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan Jln. Raya Kodam Bintaro No.82
Kelurahan Pondok Betung Kecamatan Pondok Aren
Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten
Telp: (021) 7353018 / Fax: 7355262 E-mail: [email protected]
Website: www.iklimbantendki.id
KATA PENGANTAR
Buletin ini merupakan laporan rutin setiap bulan yang berisikan informasi mengenai analisis hujan bulan sebelumnya, informasi prakiraan hujan untuk tiga bulan kedepan, analisis kekeringan tiga bulan sebelumnya, prakiraan tingkat kekeringan dua bulan ke depan dan analisis kadar air tanah bulan sebelumnya. Untuk edisi kali ini berisi analisis hujan bulan Maret 2022, prakiraan hujan bulan Juni – Agustus 2022, analisis indeks kekeringan 3 bulanan (Februari s/d April 2022), prakiraan indeks kekeringan 3 bulanan (April s/d Juni 2022).
Analisis hujan diketahui dengan melihat kondisi yang terjadi pada bulan tersebut. Untuk Analisis Sifat hujan bulan April 2022 di wilayah Banten bervariasi dari Bawah Normal – Atas Normal, sedangkan wilayah DKI Jakarta bervariasi dari Normal – Atas Normal.
Analisis indeks kekeringan tiga bulanan (Februari s/d April 2022) dengan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Provinsi Banten dan DKI Jakarta pada umumnya berada pada kategori Normal, kecuali Sebagian besar Kab Tangerang bagian Barat dan Barat Daya, Kab Serang bagian Timur dan Tenggara, Kota Serang bagian Timur, dan Kab Lebak bagian Timur Laut dan Timur berada pada kategori Agak Kering hingga Sangat Kering, Sedangkan Kota Tangerang bagian Barat, Kota Serang bagain Barat Daya, Kab Serang bagian Selatan, Kab Pandeglang bagian Utara dan Barat, dan Kab Lebak bagian Tenggara dan Barat Daya berada pada kategori Agak Basah hingga Sangat Basah.
Informasi prakiraan hujan dihasilkan dari pengolahan data hujan yang ada (time series) kemudian dibandingkan dengan kondisi dinamika atmosfer yang mempengaruhi wilayah Banten dan DKI Jakarta. Hasil prakiraan hujan Juni – Juli 2022 menunjukkan wilayah Banten dan DKI Jakarta didominasi oleh kategori Normal hingga Atas Normal, sedangkan prakiraan hujan Agustus 2022 menunjukkan wilayah Banten dan DKI Jakarta didominasi oleh kategori Bawah Normal hingga Normal
Prakiraan indeks kekeringan bulan Mei s/d Juli 2022 merupakan prakiraan SPI dengan menggunakan data curah hujan bulan April 2022, serta prakiraan curah hujan bulan Mei - Juni 2022. Prakiraan tingkat kekeringan dan kebasahan bulan April s/d Juni 2022 Provinsi Banten dan DKI Jakarta pada umumnya berada pada kategori Normal, kecuali Kab Tangerang bagian Barat Laut, Kota Tangerang bagian Barat, Jakarta Utara bagian Selatan, Jakarta Pusat bagian Timur dan Jakarta Selatan bagian Barat Laut berada pada kategori Agak Basah hingga Basah.
Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Harapan kami semoga informasi ini bermanfaat sebagai bahan acuan dalam pengambilan kebijakan bagi semua pihak yang berkepentingan.
Segala kritik dan saran sangat kami harapkan guna peningkatan kualitas publikasi ini.
Semoga bermanfaat.
Tangerang Selatan, Mei 2022 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI
TANGERANG SELATAN
DAFTAR ISI
SUSUNAN REDAKSI ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
1 TINJAUAN UMUM... 1
1.1 Curah Hujan ... 1
1.2 Curah Hujan Kumulatif Satu Bulan... 1
1.3 Sifat Hujan ... 1
1.4 Intensitas Hujan ... 1
1.5 Cuaca Ekstrim ... 1
1.6 SOI (Southern Oscillation Index) ... 2
1.7 DMI (Dipole Mode Index) ... 2
1.8 Kekeringan ... 2
1.9 Jenis-jenis kekeringan ... 2
1.10 Standardized Precipitation Index (SPI) ... 3
1.11 Peta Normal Curah Hujan ... 4
2 ANALISIS HUJAN BULAN APRIL 2022 ... 5
2.1 Analisis Sifat Hujan Bulan April 2022 ... 5
2.2 Analisis Curah Hujan Bulan April 2022 ... 6
2.3 Informasi Cuaca/Iklim Ekstrem Bulan April 2022 ... 7
2.4 Iklim Mikro Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan Bulan April 2022 ... 8
2.5 Data Iklim Bulan April 2022 Stasiun BMKG Provinsi Banten dan DKI Jakarta ... 10
3 PRAKIRAAN HUJAN BULAN JUNI – AGUSTUS 2022... 11
3.1 Kondisi Dinamika Atmosfer Secara Global ... 11
3.2 Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Bulan April 2022 ... 13
3.2.1 Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian I April 2022 ... 13
3.2.2 Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian II April 2022 ... 14
3.2.3 Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III April 2022 ... 15
3.4 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Juni 2022 ... 16
3.5 Prakiraan Curah Hujan Bulan Juni 2022 ... 17
3.6 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Juli 2022 ... 18
3.7 Prakiraan Curah Hujan Bulan Juli 2022 ... 19
3.8 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Agustus 2022 ... 20
3.9 Prakiraan Curah Hujan Hujan Bulan Agustus 2022 ... 21
4 PRAKIRAAN POTENSI BANJIR PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA ... 22
4.1 Prakiraan Potensi Banjir Bulan Juni 2022 ... 22
4.2 Prakiraan Potensi Banjir Bulan Juli 2022 ... 23
5 ANALISIS INDEKS KEKERINGAN DAN KEBASAHAN BULAN FEBRUARI - APRIL 2022 DI PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA ... 24
6 PRAKIRAAN INDEKS PRESIPITASI TERSTANDARISASI (SPI) 3 BULANAN PERIODE APRIL 2022 - JUNI 2022 DI PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA ... 31
7 ANALISIS KADAR AIR TANAH BULAN APRIL 2022 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA ... 34
8 ANALISIS KIMIA AIR HUJAN (KAH) ... 36
9 ANALISIS SUSPENDED PARTICULATED MATTER (SPM) ... 37
LAMPIRAN 1. ANALISIS HUJAN WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA BULAN APRIL 2022 ... 38
LAMPIRAN 2. PRAKIRAAN HUJAN WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA BULAN JUNI 2022 .... 39
LAMPIRAN 3. PRAKIRAAN HUJAN WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA BULAN JULI 2022 ... 41
LAMPIRAN 4. PRAKIRAAN HUJAN WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA BULAN AGUSTUS 2022 ... 42
LAMPIRAN 5. INDEKS SPI TIGA BULANAN DI PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA ... 43
LAMPIRAN 6. PETA SEBARAN POS HUJAN UNTUK EVALUASI BULANAN ... 43
1 TINJAUAN UMUM 1.1 Curah Hujan
Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang jatuh pada tempat yang datar dengan asumsi tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan 1 (satu) mm adalah air hujan setinggi 1 (satu) mm yang jatuh (tertampung) pada tempat yang datar seluas 1m2 dengan asumsi tidak ada yang menguap, mengalir dan meresap.
1.2 Curah Hujan Kumulatif Satu Bulan
Curah hujan kumulatif 1 (satu) bulan adalah jumlah curah hujan yang terkumpul selama 28 atau 29 hari untuk bulan Pebruari dan 30 atau 31 hari untuk bulan-bulan lainnya.
1.3 Sifat Hujan
Sifat hujan merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan kumulatif selama satu bulan di suatu tempat dengan rata-ratanya atau normalnya pada bulan dan tempat yang sama.
Sifat hujan dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu :
a. Sifat Hujan Atas Normal (AN) : jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya.
b. Sifat Hujan Normal (N) : jika nilai curah hujan antara 85% - 115%
terhadap rata-ratanya.
c. Sifat Hujan Bawah Normal (BN) : jika nilai curah hujan kurang dari 85%
terhadap rata-ratanya.
Rata-rata curah hujan bulanan didapat dari nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan minimal periode 10 tahun. Sedangkan normal curah hujan bulanan didapat dari nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
1.4 Intensitas Hujan
Intensitas hujan merupakan besarnya hujan harian yang terjadi pada suatu waktu.
Umumnya memiliki satuan mm/jam.
Intensitas hujan dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu : a. Ringan : jika nilai curah hujan kurang dari 13 mm/jam b. Sedang : jika nilai curah hujan antara 13 - 38 mm/jam c. Lebat : jika nilai curah hujan lebih dari 38 mm/jam
1.5 Cuaca Ekstrim
Cuaca ekstrim, yaitu keadaan cuaca yang terjadi bila:
1. Jumlah hari hujan yang tercatat paling banyak melebihi harga rata-rata pada bulan yang bersangkutan di stasiun tersebut.
2. Intensitas hujan terbesar dalam 1 (satu) jam selama periode 24 jam dan intensitas dalam 1 (satu) hari selama periode satu bulan yang melebihi rata-ratanya.
Curah hujan Ekstrim :
Curah Hujan dengan intensitas >50 milimeter per hari menjadi parameter terjadinya hujan dengan intensitas lebat. Sedangkan curah hujan ekstrim memiliki curah hujan >100 milimeter per hari.
(Jaja Supiatna, Diklat Meteorologi Publik 2008)
1.6 SOI (Southern Oscillation Index)
Indeks ini menunjukan perbedaan tekanan udara antara daerah Tahiti (mewakili daerah Amerika Selatan) dan Darwin (mewakili India-Australia). Jika nilai SOI negatif, berarti tekanan udara permukaan sepanjang Amerika Selatan lebih tinggi daripada wilayah India-Australia, dan jika SOI positif akan terjadi sebaliknya.
1.7 DMI (Dipole Mode Index)
Fenomena Dipole Mode Indeks (DMI) yaitu fenomena yang ditandai dengan interaksi laut-atmosfer di Samudera Hindia, dimana terjadi penurunan suhu muka laut dari keadaan normalnya di Samudera Hindia tropis bagian timur (pantai barat Sumatera) dan kenaikan temperatur dari normalnya di Samudera Hindia tropis bagian barat atau bagian timur Afrika, Menganalisis kejadian DMI digunakan indeks sederhana, yaitu berupa dipole anomali suhu muka laut yang didefinisikan sebagai perbedaan anomali suhu muka laut Samudera Hindia bagian timur (90° - 110°BT / 10°LS – ekuator) dan Samudera Hindia bagian barat(50° - 70°BT / 10°LS - 10°LU).
Pada saat DMI (+) terjadi penurunan curah hujan di wilayah Indonesia Bagian Barat, sebaliknya apabila DMI (-) terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia Bagian Barat.
1.8 Kekeringan
Kekeringan merupakan salah satu jenis bencana alam yang terjadi secara perlahan (slow-onset disaster), berdampak sangat luas, dan bersifat lintas sektor (ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain). Kekeringan merupakan fenomena alam yang tidak dapat dielakkan dan merupakan variasi normal dari cuaca yang perlu dipahami.Variasi alam dapat terjadi dalam hitungan hari, minggu, bulan, tahun, bahkan abad. Dengan melakukan penelusuran data cuaca dalam waktu yang panjang, akan dapat dijumpai variasi cuaca yang beragam, misalnya: bulan basah-bulan kering, tahun basah-tahun kering, dan dekade basah- dekade kering.
Berkurangnya curah hujan biasanya ditandai dengan berkurangnya air dalam tanah sehingga pertanian merupakan sektor pertama yang akan terpengaruh. Cukup sulit untuk mengetahui kapan kekeringan akan dimulai atau berakhir, dan kriteria apa yang digunakan untuk menentukannya. Apakah kekeringan itu berakhir ditandai dengan faktor-faktor meteorologi dan klimatologi atau ditandai dengan berkurangnya dampak negatif yang dialami oleh manusia dan lingkungannya.
1.9 Jenis-jenis kekeringan a. Kekeringan Meteorologis
Kekeringan ini berkaitan dengan tingkat curah hujan yang terjadi berada dibawah kondisi normalnya pada suatu musim. Perhitungan tingkat kekeringan meteorologis merupakan indikasi pertama terjadinya kondisi kekeringan.
Intensitas kekeringan berdasarkan definisi meteorologis adalah sebagai berikut;
1. Kering: apabila curah hujan antara 70% - 85% dari kondisi normal (curah hujan dibawah normal)
2. Sangat kering : apabila curah hujan antara 50% - 70% dari kondisi normal (curah hujan jauh dibawah normal)
3. Amat sangat kering : apabila curah hujan < 50% dari kondisi normal (curah hujan amat jauh dibawah normal)
b. Kekeringan Pertanian
Kekeringan ini berhubungan dengan berkurangnya kandungan air dalam tanah (lengas tanah) sehingga tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan air bagi tanaman pada suatu periode tertentu. Kekeringan pertanian ini terjadi setelah terjadinya gejala kekeringan meteorologis. Intensitas kekeringan berdasarkan definisi pertanian adalah sebagai berikut :
1. Kering : apabila ¼ daun kering dimulai pada bagian ujung daun (terkena ringan s/d sedang)
2. Sangat kering : apabila ¼ - 2/3 daun kering dimulai pada bagian ujung daun (terkena berat)
3. Amat sangat kering : apabila seluruh daun kering (terkena puso) c. Kekeringan Hidrologis
Kekeringan ini terjadi berhubungan dengan berkurangnya pasokan air permukaan dan air tanah. Kekeringan hidrologis diukur dari ketinggian muka air sungai, waduk, danau dan air tanah. Ada jarak waktu antara berkurangnya curah hujan dengan berkurangnya ketinggian muka air sungai, danau dan air tanah, sehingga kekeringan hidrologis bukan merupakan gejala awal terjadinya kekeringan. Intensitas kekeringan berdasarkan definisi hidrologis adalah sebagai berikut :
1. Kering : apabila debit air sungai mencapai periode ulang aliran dibawah periode 5 tahunan
2. Sangat kering : apabila debit air sungai mencapai periode ulang aliran jauh dibawah periode 25 tahunan
3. Amat sangat kering : apabila debit air sungai mencapai periode ulang aliran amat jauh dibawah periode 50 tahunan
d. Kekeringan Sosial Ekonomi
Kekeringan ini terjadi berhubungan dengan berkurangnya pasokan komoditi yang bernilai ekonomi dari kebutuhan normal sebagai akibat dari dari terjadinya kekeringan meteorologis, pertanian dan hidrologis.
1.10 Standardized Precipitation Index (SPI)
Standardized Precipitation Index (SPI) adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya dalam susatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst). Nilai SPI dihitung menggunakan metode statistik probabilitas distribusi gamma.
Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh SPI adalah :
SPI dapat dihitung untuk skala waktu yang berbeda
Dapat memberikan peringatan dini kekeringan
Dapat membantu menilai tingkat keparahan kekeringan
SPI lebih sederhana daripada Palmer Drought Severity Index
Berdasarkan nilai SPI, ditentukan kategori tingkat kekeringan dan kebasahan sebagai berikut:
Tingkat Kekeringan
1. Sangat Kering : Jika nilai SPI ≤ -2,00 dengan probabilitas 2,3%
2. Kering : Jika nilai SPI –1,50 s/d -1,99 dengan probabilitas 4,4%
3. Agak Kering : Jika nilai SPI -1,00 s/d -1,49 dengan probabilitas 9,2%
Normal : Jika nilai SPI -0,99 s/d 0,99 dengan probabilitas 68,2%
Tingkat Kebasahan
1. Sangat Basah : Jika nilai SPI ≥ 2,00 dengan probabilitas 2,3%
2. Basah : Jika nilai SPI 1,50 s/d 1,99 dengan probabilitas 4,4%
3. Agak Basah : Jika nilai SPI 1,00 s/d 1,49 dengan probabilitas 9,2%
Curah Hujan Tiga Bulanan adalah jumlah curah hujan selama tiga bulan, yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung nilai SPI.
1.11 Peta Normal Curah Hujan
Gambar 1. Peta Normal Hujan Bulan April Provinsi Banten dan DKI Jakarta
Gambar 3. Peta Normal Hujan
Bulan Juli Provinsi Banten dan DKI Jakarta Gambar 4. Peta Normal Hujan Bulan Agustus Provinsi Banten dan DKI Jakarta
Gambar 2. Peta Normal Hujan Bulan Juni Provinsi Banten dan DKI Jakarta
2 ANALISIS HUJAN BULAN APRIL 2022
Berdasarkan data curah hujan yang diterima dari Stasiun/Pos hujan di Provinsi Banten dan DKI Jakarta, maka analisis curah hujan bulan April 2022 dapat diinformasikan sebagai berikut:
2.1 Analisis Sifat Hujan Bulan April 2022
PROVINSI BANTEN SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal (BN)
Kota Tangerang Selatan bagian Barat Daya, Kab
Tangerang bagian Tenggara, Selatan dan Barat Laut, Kab Serang bagian Utara, Timur Laut, Timur dan Barat Daya, Kota Serang bagian Barat, Kota Cilegon bagian Timur, Kab Pandeglang baian Utara, Timur Laut, Tenggara dan Barat, dan Kab Lebak bagian Utara, Timur, Barat Daya dan Barat Laut.
Normal (N)
Kota Tangerang Selatan bagian Utara, Timur dan Selatan, Sebagian kecil Kota Tangerang bagian Tenggara dan Barat Daya, Kab. Tangerang bagian Utara, Timur dan Barat Daya, Kab Serang bagian Utara, Selatan dan Barat, Kota Serang bagian Utara dan Barat Daya, Kota Cilegon bagian Utara, Kab Pandeglang bagian Timur, Selatan, Barat Daya dan Barat, dan Kab Lebak bagian Tenggara, Selatan dan Barat.
Atas Normal (AN)
Sebagian besar Kota Tangerang kecuali bagian Barat Daya, Kab Tangerang bagian Timur dan Barat, Kab Serang bagian Barat, Kota Serang bagian Timur, Kota cilegon bagian Selatan, dan Kab Pandeglang baian Barat Daya.
2.2 Analisis Curah Hujan Bulan April 2022
PROVINSI DKI JAKARTA SIFAT HUJAN WILAYAH Bawah Normal
(BN) -
Normal (N)
Jakarta Pusat bagian Barat Daya, Jakarta Selatan bagian Utara dan Barat, Sebaian Jakarta Barat bagian Selatan.
Atas Normal (AN)
Sebagain besar DKI Jakarta kecuali Jakarta Pusat bagian Barat Daya, Jakarta Selatan bagian Utara dan Barat, dan Jakarta Barat bagian Selatan.
PROVINSI BANTEN CURAH HUJAN WILAYAH
Rendah (0 – 100 mm)
Kab Tangerang bagian Utara dan Barat Laut, Kab Serang bagian Utara, Timur Laut dan Timur, Kota Serang bagian Barat Laut, dan Sebagian kecil Kota Cilegon bagian Timur.
Menengah (201 – 300 mm)
Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kab.
Tangerang bagian Timur Laut, Timur, Selatan dan Barat, Kab Serang bagian Tenggara, Selatan dan Barat, Kota Serang bagian Utara, Timur, Selatan dan Barat, Sebagian besar Kota Cilegon kecuali sebagian wilayah Timur, Kab Pandeglang bagian Utara, Timur, Tenggara dan Barat, dan Kab Lebak.
Tinggi (301 – 500 mm)
Kab Pandeglang bagian Selatan, Barat Daya dan Barat.
Sangat Tinggi
> 500 mm -
2.3 Informasi Cuaca/Iklim Ekstrem Bulan April 2022
KRITERIA TERJADI TANGGAL
Angin dengan kecepatan >45 km/jam - Stamet Halim Perdanakusuma tgl 19 dan 30 : 50 km/jam
Suhu Udara > 35OC - Stamet Halim Perdanakusuma tgl 25: 35.6 0C
Suhu Udara < 17OC -
Kelembaban Udara < 40 % -
Curah Hujan Harian > 100 mm
- Pos Hujan Cinangka tgl 20 April 2022 : 105 mm - Pos Hujan Kec Cimarga tgl 28 April 2022 : 117 mm - Pos Hujan Pabuaran tgl 28 April 2022 : 133 mm - Pos Hujan Warung Gunung tgl 28 April 2022 : 134
mm
PROVINSI DKI JAKARTA CURAH HUJAN WILAYAH Rendah
(0 – 100 mm) -
Menengah (151 – 300 mm)
Sebagian besar DKI Jakarta kecuali Jakarta Timur bagian Timur, Selatan dan Barat, dan Jakarta Selatan bagian Timur dan Tenggara.
Tinggi (301 – 400 mm)
Sebagian besar wilayah Jakarta Timur kecuali bagian Utara, dan Jakarta Selatan bagian Timur dan Tenggara.
Sangat Tinggi
> 500 mm -
2.4 Iklim Mikro Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan Bulan April 2022
Gambar 5. Intensitas Hujan Harian pada Area Tangerang Selatan Bulan April 2022
Pada grafik disamping menunjuk- kan bahwa selama bulan April 2022 Tidak Terjadi Hujan sebesar 20%, Hujan Ringan sebesar 57%, Hujan Sedang sebesar 17%, dan Hujan Lebat sebesar 7%.
Gambar 6. Suhu Udara Harian pada Area Tangerang Selatan Bulan April 2022
Pada bulan April 2022 suhu udara rata-rata di wilayah Tangerang Selatan berkisar antara 23.9 – 29.0 oC. Suhu maksimum absolut ditunjukkan dengan garis merah terjadi pada tanggal 25 dan 26 sebesar 34.6
oC. Sedangkan suhu minimum absolut ditunjukkan dengan garis biru terjadi pada tanggal 6, 28 dan 29 sebesar 23.4 oC.
Gambar 7. Kelembaban Udara Harian pada Area Tangerang Selatan Bulan April 2022
Kelembaban Udara yang tercatat di Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan pada bulan April 2022 rata-rata sebesar 82%. Nilai maksimum tercatat pada tanggal 22 sebesar 95% sedangkan nilai minimum tercatat pada tanggal 18 sebesar 74%.
Gambar 8. Windrose Area Tangerang Selatan Bulan April 2022
Gambar windrose bulan April 2022 menunjukkan bahwa angin yang terjadi pada bulan tersebut sebagian besar berasal dari arah Barat Daya, sedangkan untuk frekuensi kejadian kecepatan anginnya antara lain dengan kategori 0-2 knots sebesar 3.3%, 2-4 knots sebesar 30.0%, 4-6 knots sebesar 60.0% dan kategori 6-8 knots sebesar 6.7 %.
Gambar 9. Lama Penyinaran Matahari Harian pada Area Tangerang Selatan Bulan April 2022
Dari gambar disamping terlihat bahwa rata-rata lama penyinaran matahari pada bulan April 2022 ialah sebesar 54%. Nilai maksimum terjadi pada tanggal 6 sebesar 100% sedangkan nilai minimum tercatat pada tanggal 1 sebesar 0%.
Gambar 10. Penguapan Udara pada Area Tangerang Selatan Bulan April 2022
Nilai rata-rata penguapan yang terukur pada Panci Penguapan bulan April 2022 sebesar 3.6 mm.
Nilai maksimum tercatat pada tanggal 26 sebesar 6.8 mm dan bernilai minimum pada tanggal 22 sebesar 1.0 mm. Sedangkan untuk penguapan yang terukur pada ruangan (Piche) rata-rata sebesar 2.5 mm. Nilai maksimum tercatat pada tanggal 30 sebesar 4.7 mm dan bernilai minimum pada tanggal 22 sebesar 0.8 mm.
Wind Class Frequency Distribution 70
30 20
0Calms0-2 2-4 6-8 8-10 >=12 3.3
60.0 NORTH
EAST WEST
SOUTH 14%
21%
28%35%
% 30.0
6.7 4-6 60
50 40
10
Calms: 0.00%
WIND SPEED (Knots)
0-22-4 4-66-8 10=128-10
Wind Class (Knots) 7%
>=12
10-12
Waktu Pengamatan
(WIB)
Suhu Tanah Gundul (°C) Suhu Tanah Berumput (°C) 5 cm 10 cm 20 cm 5 cm 10 cm 20 cm
07.30 26.6 27.2 28.3 28.0 28.2 29.3
13.30 33.6 32.1 30.0 30.8 30.7 29.4
17.30 29.4 31.1 30.4 29.4 29.9 29.3
Gambar 11. Temperatur Tanah Gundul dan Tanah Berumput Rata-rata pada Area Tangerang Selatan Bulan April 2022
2.5 Data Iklim Bulan April 2022 Stasiun BMKG Provinsi Banten dan DKI Jakarta
No Pos Hujan Temperatur Rata - rata(0C) Kelembaban
Udara (%) Penyinaran Matahari (%)
Hujan
Rata-rata Maks Min Jumlah
(mm) Hari Hujan (hari) 1 Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan 27.6 34.6 23.4 82 54 216.8 24
2 Stasiun Meteorologi Curug 27.1 35.0 22.3 83 51 140.4 20
3 Stasiun Meteorologi Maritim Serang - - - -
4 Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok 28.8 33.7 24.6 78 82 153.9 17
5 Stasiun Geofisika Tangerang 28.2 34.4 22.8 81 58 191.2 22
6 Stasiun Meteorologi Cengkareng 27.7 34.8 21.6 80 63 160.2 16
7 Stasiun Meteorologi Kemayoran 28.5 34.4 24.0 78 61 258.3 22
Sumber : UPT BMKG Banten dan DKI Jakarta TEMPERATUR TANAH GUNDUL
BULAN APRIL 20222 TEMPERATUR TANAH BERUMPUT BULAN APRIL 20222
Temperatur (OC) Temperatur (OC)
39.0 37.0 35.0 33.0 31.0 29.0 27.0 25.0
32.0 31.0 30.0 29.0 28.0 27.0 26.0 5 cm 10 cm 20 cm
Kedalaman (cm)
07.30 13.30 17.30
5 cm 10 cm 20 cm Kedalaman (cm)
07.30 13.30 17.30
3 PRAKIRAAN HUJAN BULAN JUNI – AGUSTUS 2022 3.1 Kondisi Dinamika Atmosfer Secara Global
Pada bulan April 2022 posisi semu matahari masih berada di Ekuator, diprakirakan suhu muka laut di wilayah equator mulai menghangat. Suhu muka laut yang hangat di wilayah tersebut berimplikasi terhadap terhadap munculnya pusat tekanan udara rendah dan jumlah uap air yang dihasilkan sehingga memungkinkan terbentuknya awan hujan disekitarnya.
Kondisi cuaca di Indonesia termasuk wilayah Banten dikendalikan / dipengaruhi oleh fenomena-fenomena dinamika atmosfer berskala global, regional hingga lokal yang saling berinteraksi dan membentuk pola serta variabilitas cuaca dan iklim. Berikut adalah berbagai indeks prakiraan kondisi yang menguraikan keadaan dinamika atmosfer sebagai bahan pertimbangan kondisi untuk bulan Mei s/d Agustus 2022 :
1. Anomali Suhu Muka Laut (SST):
Kondisi Anomali SST Perairan Indonesia pada Mei 2022 diprediksi didominasi kondisi netral hingga hangat, Juni 2022 anomali positif semakin menguat dan mendominasi seluruh wilayah perairan Indonesia hingga Oktober 2022 kecuali perairan barat hingga utara Sumatera, perairan barat Kalimantan, Selat Makasar dan perairan utara hingga timur Papua.
Gambar 12. Anomali Suhu Muka Laut Sumber: NCEP-USA
2. ENSO (El-Nino Southern Oscillation) :
Berdasarkan Gambar 13, diketahui bahwa Indeks ENSO bulan April 2022
tercatat pada kisaran -1.07 menunjukkan ENSO dalam kondisi La Nina Moderat
dan BMKG memprakirakan fenomena ENSO akan mulai berangsur Netral pada
April - Agustus 2022.
Gambar 13. Prakiraan Indeks ENSO 3. IOD (Indeks Ocean Dipole) :
Kondisi IOD (Indeks Ocean Dipole) bulan April 2022 sebesar -0.27 yang menunjukkan IOD pada posisi Normal. BMKG memperkirakan kondisi IOD akan negatif pada Mei – September 2022.
Gambar 14. Prakiraan Indeks Dipole Mode
3.2 Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Bulan April 2022
3.2.1 Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian I April 2022
Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian I April 2022 di wilayah Banten pada umumnya didominasi kategori Sangat Pendek (1-5 hari). Terdapat beberapa wilayah yang berada pada kategori Pendek (6-10 hari) yaitu di Kab Tangerang bagian Utara, Kota Serang bagian Timur, Kota Cilegon bagian Timur.
Kategori Menengah (11-20 hari) terdapat di wilayah Kab Serang bagian Timur, dan Kab Lebak bagian Timur. Kategori Masih ada hujan sampai tanggal update terdapat di Sebagian Kab Tangerang, Kota Tangerang, Kota Serang bagian Utara, Kota Cilegon bagian Utara, dan Kab Lebak bagian Tengah.
Gambar 15. Peta Monitoring HTH Provinsi Banten Dasarian I Bulan April 2022
Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian I April 2022 di wilayah DKI Jakarta umumnya didominasi kategori Sangat Pendek (1-5 hari), kecuali di sebagian besar Kota Jakarta Selatan bagian Selatan dana Jakarta Timur bagian Selatan berada pada kategori Masih Ada Hujan sampai dengan tanggal update.
3.2.2 Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian II April 2022
Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian II April 2022 di wilayah Banten pada umumnya didominasi kategori Masih Ada Hujan sampai tanggal update dan kategori Sangat Pendek (1-5 hari). Terdapat beberapa wilayah yang berada pada kategori Pendek (6-10 hari) yaitu di Sebagian Kab Serang bagian Utara, Kota Cilegon bagian Utara, Kota Serang bagian Utara, Kab Pandeglang bagian Utara, dan Kab Lebak bagian Timur Laut.
Gambar 17. Peta Monitoring HTH Provinsi Banten Dasarian II Bulan April 2022
Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian II April 2022 di wilayah DKI Jakarta umumnya didominasi kategori Masih Ada Hujan sampai dengan tanggal update. Terdapat beberapa wilayah yang berada pada kategori Sangat Pendek (1-5 hari) yaitu sebagian besar Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Terdapat beberapa wilayah yang berada pada kategori Pendek (6-10 hari) yaitu di sebagian kecil Jakarta Utara bagian Utara.
Gambar 18. Peta Monitoring HTH Provinsi DKI Jakarta Dasarian II Bulan April 2022
3.2.3 Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III April 2022
Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian III April 2022 di wilayah Banten pada umumnya didominasi kategori Masih Ada Hujan sampai tanggal update dan kategori Sangat Pendek (1-5 hari).
Gambar 19. Peta Monitoring HTH Provinsi Banten Dasarian III Bulan April 2022 Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian III April 2022 di wilayah DKI Jakarta umumnya didominasi kategori Sangat Pendek (1-5 hari) sampai dengan tanggal update.
Gambar 20. Peta Monitoring HTH Provinsi DKI Jakarta Dasarian III Bulan April 2022
3.4 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Juni 2022
PROVINSI BANTEN SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal
(BN) -
Normal (N)
Kab. Tangerang bagian Utara, Barat dan Barat Laut, Kab Serang bagian Utara, Timur Laut dan Timur, Kota Serang bagian Timur dan Barat Laut, Kota Cilegon bagian Timur, dan Kab Pandeglang bagian Timur.
Atas Normal (AN)
Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kab.
Tangerang bagian Timur Laut, Timur, Selatan dan Barat, Kab Serang bagian Utara, Selatan dan Barat, Kota Serang bagian Utara, dan Selatan, Sebagian besar Kota Cilegon kecuali bagian Timur, Sebagian besar Kab Pandeglang kecuali sebagian wilayah Timur, dan Kab Lebak.
PROVINSI DKI JAKARTA SIFAT HUJAN WILAYAH Bawah Normal
(BN) -
Normal (N) Jakarta Barat bagian Barat.
Atas Normal (AN)
Sebagian besar DKI Jakarta kecuali sebagian Jakarta Barat bagian Barat.
3.5 Prakiraan Curah Hujan Bulan Juni 2022
PROVINSI BANTEN CURAH HUJAN WILAYAH
Rendah (51 – 100 mm)
Kota Tangerang bagian Utara dan Timur Laut, Kab.
Tangerang bagian Utara, Timur Laut dan Barat, Kab Serang bagian Utara, Timur Laut, Timur dan Barat Laut, Kota Serang bagian Utara, Timur dan Barat, dan Kota Cilegon bagian Utara dan Timur.
Menengah (101 – 300 mm)
Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang bagian Timur, Selatan dan Barat, Kab. Tangerang bagian Timur, Selatan dan Barat, Kab Serang bagian Selatan dan Barat, Kota Serang bagian Selatan dan Barat, Kota Cilegon bagian Selatan dan Barat, Kab Pandeglang, dan Sebagian besar Kab Lebak bagian kecuali sebagian wilayah Timur.
Tinggi
(301 – 400 mm) Sebagian Kab Lebak bagian Timur.
Sangat Tinggi
> 500 mm -
PROVINSI DKI JAKARTA CURAH HUJAN WILAYAH
Rendah (51 – 100 mm)
Jakarta Utara bagian Selatan dan Barat, Jakarta Pusat bagian Utara dan Timur, Jakarta Timur bagian Barat Laut, Jakarta Barat bagian Barat dan Barat Laut.
Menengah (101 – 300 mm)
Sebagian besar DKI Jakarta kecuali Jakarta Utara bagian Selatan dan Barat, Jakarta Pusat bagian Utara dan Timur, Jakarta Timur bagian Barat Laut, Jakarta Barat bagian Barat dan Barat Laut.
Tinggi
(301 – 500 mm) -
Sangat Tinggi
3.6 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Juli 2022
PROVINSI BANTEN SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal
(BN) -
Normal (N)
Kab. Tangerang bagian Utara, Kab Serang bagian Utara dan Timur, Kota Serang bagian Barat Laut, dan Kota Cilegon bagian Timur.
Atas Normal (AN)
Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Sebaian Kab. Tangerang kecuali bagian Utara, Sebagian besar Kab Serang kecuali sebagian wilayah Utara dan Timur, Sebagian besar Kota Serang kecuali bagian Barat Laut, Kota Cilegon bagian Utara, Selatan dan Barat, Kab Pandeglang, dan Kab Lebak.
PROVINSI DKI JAKARTA SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal
(BN) -
Normal (N) -
Atas Normal
(AN) Seluruh DKI Jakarta.
3.7 Prakiraan Curah Hujan Bulan Juli 2022
PROVINSI BANTEN CURAH HUJAN WILAYAH
Rendah (51 – 100 mm)
Sebagian besar Kota Tangerang kecuali bagian Tenggara, Kab. Tangerang bagian Utara, Timur dan Barat, Kab Serang bagian Utara dan Timur, Sebaian besar Kota Serang kecuali sebagian wilayah Selatan, dan Kota Cilegon bagian Utara, Timur dan Barat.
Menengah (101 – 300 mm)
Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang bagian Tenggara, Kab. Tangerang
bagian Tenggara dan
Selatan, Kab Serang
bagian Tenggara, Selatan dan Barat, Sebagian kecil Kota Serang bagian Selatan, Kota Cilegon
bagian Selatan, Kab
Pandeglang, dan Kab Lebak.
Tinggi
(301 – 500 mm) -
Sangat Tinggi
> 500 mm -
PROVINSI DKI JAKARTA CURAH HUJAN WILAYAH
Rendah (51 – 100 mm)
Jakarta Utara bagian Utara, Timur, Selatan dan Barat, Jakarta Timur bagian Utara, dan Jakarta Barat bagian Barat dan Barat Laut.
Menengah (101 – 200 mm)
Jakarta Utara bagian Utara dan Selatan, Jakarta Pusat, Sebagian besar Jakarta Timur kecuali bagian Utara, Jakarta Selatan, dan Sebagian besar Jakarta Barat kecuali bagian Barat dan Barat Laut.
Tinggi
(301 – 500 mm) -
Sangat Tinggi -
3.8 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Agustus 2022
PROVINSI BANTEN SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal (BN)
Sebagian besar Kota Tangerang Selatan kecuali bagian Barat Daya, Kota Tangerang, Sebagian besar Kab. Tangerang kecuali sebagian wilayah Selatan, Kab Serang bagian Utara, Timur dan Barat Daya, Kota Serang, Sebaian Kota Cilegon kecuali bagian Selatan, Sebagian besar Kab Pandeglang kecuali bagian Utara dan Timur Laut, dan Kab Lebak bagian Selatan dan Barat.
Normal (N)
Kota Tangerang Selatan bagian Barat Daya, Kab.
Tangerang bagian Selatan, Kab Serang bagian Selatan, Kota Cilegon bagian Selatan, Kab Pandeglang bagian Utara dan Timur Laut, dan Kab Lebak bagian Utara, Timur dan Barat.
Atas Normal (AN)
Kab Serang bagian Selatan, dan Kab Lebak bagian Utara.
PROVINSI DKI JAKARTA SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal
(BN) Seluruh DKI Jakarta.
Normal (N) -
Atas Normal
(AN) -
3.9 Prakiraan Curah Hujan Hujan Bulan Agustus 2022
PROVINSI BANTEN CURAH HUJAN WILAYAH
Rendah (51 – 100 mm)
Kab. Tangerang bagian Utara, Timur dan Barat Laut, Kab Serang bagian Utara, Timur dan Barat Laut, Sebagian besar Kota Serang kecuali sebagian wilayah Selatan, dan Kota Cilegon bagian Utara dan Timur.
Menengah (101 – 300 mm)
Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kab.
Tangerang bagian Timur Laut, Timur, Selatan dan Barat Daya, Kab Serang bagian Tenggara, Selatan dan Barat, Sebagian kecil Kota Serang bagian Selatan, Kota Cilegon bagian Selatan dan Barat, Sebagian besar Kab Pandeglang kecuali bagian Timur Laut, dan Sebagian besar Kab Lebak kecuali bagian Timur dan Barat Laut.
Tinggi (301 – 400 mm)
Kab Pandeglang bagian Timur Laut, dan Kab Lebak bagian Timur dan Barat Laut.
Sangat Tinggi
> 500 mm -
PROVINSI DKI JAKARTA CURAH HUJAN WILAYAH Rendah
(51 – 100 mm)
Jakarta Utara bagian Utara, Timur dan Selatan, Jakarta Timur bagian Utara.
Menengah (101 – 200 mm)
Sebagian besar DKI Jakarta, kecuali Jakarta Utara bagian Utara, Timur dan Selatan, Jakarta Timur bagian Utara.
Tinggi
(301 – 500 mm) -
Sangat Tinggi -
4 PRAKIRAAN POTENSI BANJIR PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA
Prakiraan potensi banjir bulan Juni dan Juli 2022 Provinsi Banten dan DKI Jakarta berada pada kategori Aman hingga Menengah.
4.1 Prakiraan Potensi Banjir Bulan Juni 2022
Gambar 21. Peta Prakiraan Potensi Banjir Bulan Mei 2021 Provinsi DKI Jakarta
Gambar 22. Peta Prakiraan Potensi Banjir Bulan Mei 2022 Provinsi Banten
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui pada bulan Juni 2022 potensi banjir di Provinsi Banten dan DKI Jakarta seluruhnya masuk dalam kategori Aman - Rendah.
4.2 Prakiraan Potensi Banjir Bulan Juli 2022
Gambar 23. Peta Prakiraan Potensi Banjir Bulan Juni 2022 Provinsi DKI Jakarta
Gambar 24. Peta Prakiraan Potensi Banjir Bulan Juni 2022 Provinsi Banten
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui pada bulan Juli 2022 potensi banjir di Provinsi Banten dan DKI Jakarta seluruhnya masuk dalam kategori Aman - Rendah.
5 ANALISIS INDEKS KEKERINGAN DAN KEBASAHAN BULAN FEBRUARI – APRIL 2022 DI PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA
Monitoring Tingkat Kekeringan Berdasarkan Metode SPI
DAERAH
TINGKAT KEKERINGAN SANGAT
KERING KERING AGAK KERING NORMAL
Jakarta - - Pakubuwono,
Pulogadung
Halim, Kemayoran, Tanjung Priok, Depok, Karet,Kedoya, Manggarai, Pasar Minggu, Rorotan, Setiabudi Timur, Sunter Kodamar, Sunter
Rawabadak, Waduk Melati
Tangerang - Kresek
Caringin, Jatiwaringin,
Balaaja, Cipondoh,
Sepatan
Cengkareng, CurugTangerang Selatan, Tangerang, BPP Sepatan ,
UPTD Benda Sukamulya , UPTD Bendung Ciputat, UPTD Kronjo,
UPTD Rajeg , UPTD Serpong , UPTD Teluknaga
Serang Carenang - Walantaka
Serang, Anyer, Baros, Cicinta, Cinangka, Ciomas, Ciruas, Kasemen
Kilasah, Kragilan Kalenpetung, Kramatwatu Pegadingan, Mancak,
Padarincang, Pamarayan, Petir, Pontang, RagasHilir, Singamerta,
Tirtayasa
Pandeglang - - - Cibaliung, Cimanuk, Labuhan,
Mandalawangi, Munjul, Pagelaran, Pandeglang
Lebak - Sajira -
Banjar Irigasi, Bojong Leles, Bojong Manik, Bpp Leuwidamar, Cilaki/Ciminyak, Cilemer, Cimarga Palayangan, Cisalak baru, Cisangu
atas, Kecamatan Cimarga, Lebak Parahiang, Malingping Utara, Panyaungan, Pasir Ona Rangkas,
Sampang Peundeuy, Warung Gunung
Monitoring Tingkat Kebasahan Berdasarkan Metode SPI
DAERAH TINGKAT KEBASAHAN
AGAK BASAH BASAH SANGAT BASAH
Jakarta - - -
Tangerang Tegal Kemiri - -
Serang - - Pabuaran
Pandeglang Bendung Ciliman, Cimanggu,
Menes - -
Lebak Bayah, Cijaku - -
Gambar 25. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Provinsi Banten
Gambar 26. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Provinsi DKI Jakarta
Gambar 27. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan
Wilayah Tangerang (Kota Tangerang, Kab. Tangerang, Kota Tangerang Selatan)
Gambar 28. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Wilayah Serang (Kota Serang, Kab. Serang, Kota Cilegon)
Gambar 29. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Kabupaten Pandeglang
Gambar 30. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Kabupaten Lebak
6 PRAKIRAAN INDEKS PRESIPITASI TERSTANDARISASI (SPI) 3 BULANAN PERIODE APRIL - JUNI 2022 DI PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA
Gambar 31. Peta Prakiraan Indeks Kekeringan Provinsi Banten
Gambar 32. Peta Prakiraan Indeks Kekeringan Provinsi DKI Jakarta
Prakiraan Tingkat Kekeringan Berdasarkan Metode SPI
DAERAH TINGKAT KEKERINGAN
SANGAT KERING KERING AGAK KERING
Jakarta - - -
Tangerang - - -
Serang - - -
Pandeglang - - -
Lebak - - -
Prakiraan Tingkat Kebasahan Berdasarkan Metode SPI
DAERAH
TINGKAT KEBASAHAN
AGAK BASAH BASAH SANGAT BASAH
Jakarta Kemayoran, Rorotan- Sunter Rawabadak -
Tangerang Benda Sukamulya,
Tangerang Tegal Kemiri -
Serang - - -
Pandeglang - - -
Lebak - - -
7 ANALISIS KADAR AIR TANAH BULAN APRIL 2022 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA
I. DKI JAKARTA 1 Kemayoran (BMKG) 100 sangat cukup
2 Tangerang Selatan (BMKG) 100 sangat cukup
3 Tanjung Priok (BMKG) 58 sedang
4 Cengkareng (BMKG) 77 cukup
5 Halim (TNI AU) 100 sangat cukup
6 Pakubuwono 100 sangat cukup
7 Karet 100 sangat cukup
8 Manggarai 100 sangat cukup
9 Rorotan 100 sangat cukup
10 Sunter III Rawa Badak 82 cukup
11 Sunter Kodamar 100 sangat cukup
12 Pulo Gadung 67 cukup
13 Depok 100 sangat cukup
II. TANGERANG 14 Serpong 95 sangat cukup
15 Curug (BMKG) 96 sangat cukup
16 Stageof Tangerang/Stasiun BMKG 100 sangat cukup
17 BPP Caringin 100 sangat cukup
18 BPP Sepatan 63 cukup
19 UPTD Balaraja 100 sangat cukup
20 UPTD BendaSukamulya/Balaraja/Buniayu 91 sangat cukup
21 UPTD Bendung Ciputat 100 sangat cukup
22 UPTD Cipondoh/Sambidoyong 87 cukup
23 UPTD Jatiwaringin/Mauk/JambuKarya/Kosambi 38 kurang
24 UPTD Kresek 16 kurang
25 UPTD Kronjo/Ringleding -100 sangat kurang
26 UPTD Rajeg-Banyawakan 66 cukup
27 UPTD Sepatan/Pondok Jaya/CisadaneBaratLaut 66 cukup
28 UPTD Sindang Jaya/pasar kemis 99 sangat cukup
29 UPTD Tegal Kemiri/Pasar Baru 58 sedang
30 UPTD Rajeg 58 sedang
III. S E R A N G 31 C i o m a s 100 sangat cukup
32 Ciruas (Singamerta) 66 cukup
33 Pamarayan 100 sangat cukup
34 Anyer 100 sangat cukup
35 Padarincang 100 sangat cukup
36 Baros 100 sangat cukup
37 Walantaka 42 sedang
38 Kramatwatu 61 cukup
39 Pabuaran 100 sangat cukup
40 Mancak 100 sangat cukup
IV. PANDEGLANG 41 Pandeglang 100 sangat cukup
42 Labuhan 100 sangat cukup
43 Menes 100 sangat cukup
44 Cibaliung 100 sangat cukup
45 BD Ciliman 100 sangat cukup
46 Cikeusik 100 sangat cukup
47 Cimanuk 100 sangat cukup
48 Jiput 100 sangat cukup
49 Cilemer 100 sangat cukup
50 Bojong 100 sangat cukup
V. L E B A K 51 Banjar Irigasi-Cipanas 100 sangat cukup
52 Bayah 100 sangat cukup
53 Lebak Parahiang-Leuwidamar 100 sangat cukup
54 Malingping 100 sangat cukup
55 BPP Sajira 91 sangat cukup
56 Panyaungan Panggarangan 100 sangat cukup
57 Cisalak Baru 77 cukup
58 Kec Cimarga 100 sangat cukup
59 Kecamatan Cipanas 100 sangat cukup
60 Pagelaran 100 sangat cukup
61 Sampang Peundeuy 100 sangat cukup
62 Warung Gunung 100 sangat cukup
63 Pasir Ona/Rangkas 96 sangat cukup
Ket : - = defisit
WILAYAH NO STASIUN PENGAMATAN % ATI Kategori
Gambar 33. Peta Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan April 2022 Provinsi Banten
Gambar 34. Peta Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan April 2022 Provinsi DKI Jakarta
8 ANALISIS KIMIA AIR HUJAN (KAH)
Data Kimia Air Hujan (KAH) dapat mengetahui informasi pertukaran polutan di atmosfer dengan permukaan bumi, dan sebagai bahan evaluasi model perpindahan polutan dari suatu daerah ke daerah lain (long range transport), serta sebagai bahan penilaian dampak deposisi asam terhadap ekosistem dan struktur perkotaan.
Pemantauan Kimia Air Hujan (KAH) di Indonesia dilakukan di 52 (Lima Puluh Dua) stasiun. Pengambilan sampel air hujan menggunakan Metode Wet Deposition dan Wet & Dry Depositition dengan alat Automatic Rain Water Sampler (ARWS).
Adapun parameter-parameter yang termasuk dalam KAH adalah : 1. Derajat Keasaman (pH)
2. Daya Hantar Listrik (DHL) dalam satuan (µS/cm)
3. Konsentrasi ion negatif (SO
42-, NO
3-, Cl
-) dalam satuan mg/L.
4. Konsentrasi ion positif (NH
4+, Na
+, K
+, Mg
2+, Ca
2+) dalam satuan mg/L
Parameter yang dianalisis di Lab Mini Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan yaitu derajat keasaman (pH), dan Daya Hantar Listrik (DHL). Metode analisis pH menggunakan metode elektroda gelas dengan instrumen analisis pH Meter. PH air hujan hujan menurut WMO berkisar antara 3,0 hingga 7,5 dengan pH ideal air hujan 5,6 bersifat asam. Bila pH air hujan terukur dibawah (asam) atau diatas pH ideal (basa), mengindikasikan bahwa air hujan tercemar polutan. Alat pengukuran analisis DHL berupa DHL Meter dengan metode sel konduktivitas. Rentang nilai pengukuran DHL menurut WMO 0,1 sampai 1000 µS/cm (BMKG, 2018).
Gambar 35. Grafik Kualitas Air Hujan (pH & Daya Hantar Listrik ) Tangerang Selatan Bulan April 2022
Pada Bulan April 2022, terdapat 4 periode sampling air hujan yaitu tanggal 4, 11, 18, dan 25 April 2022. Hasil analisis pH air hujan pada bulan April bersifat asam (dibawah pH ideal air hujan), dengan nilai sampel secara berurutan yaitu senilai 3.722, 5.708, 3.594,dan 3.767. Hasil pengukuran DHL pada sampel air hujan tanggal 4 April 2022 sebesar 165.1 µS/cm, 11 April 2022 sebesar 35.5 µS/cm, tanggal 18 April 2022 sebesar 73.4 µS/cm, dan tanggal 25 April 2022 sebesar 45.5 µS/cm.
9 ANALISIS SUSPENDED PARTICULATED MATTER (SPM)
Pemantauan Suspended Particulated Matter (SPM) di Indonesia dilakukan di 31 stasiun. pemantauan SPM dilakukan dengan metode sampling menggunakan High Volume Sampler (HVS), sedangkan untuk analisis laboratorium menggunakan Neraca Analitik (Analytical Balance). Nilai baku mutu untuk (SPM) Suspended Particulated Matter sebesar 230 µg/m3 (BMKG, 2018)
Hasil analisa laboratorium pada bulan April 2022 di Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan menunjukkan bahwa kadar partikulat di Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan pada umumnya berada di bawah nilai baku mutu (230 µg/m3).
Hasil pengukuran konsentrasi SPM pada tanggal 3 April 2022 sebesar 103.4 µg/m3, tanggal 9 April 2022 sebesar 185.8 µg/m3, tanggal 15 April 2022 sebesar 194.2.
µg/m3, tanggal 21 April 2022 sebesar 264.9 µg/m3, dan tanggal 27 April 2022 sebesar 90.8 µg/m3.
Gambar 36. Grafik Analisis Suspended Particulated Matter (SPM) April 2022
Lampiran 1. Analisis Hujan Wilayah Banten dan DKI Jakarta Bulan April 2022
Keterangan : X : Rata-rata curah hujan bulanan (mm); Tahun 1991-2020 N : Normal curah hujan (antara 0.85 X – 1.15 X)
RR : Curah hujan bulan berjalan (mm)
*) : Data curah hujan belum masuk
I. DKI JAKARTA 1. BMKG Kemayoran 163 139 - 187 259 AN
2. Tangerang Selatan (BMKG) 245 208 - 282 217 N
3. Tanjung Priok (BMKG) 115 98 - 132 154 AN
4. Cengkareng (BMKG) 132 112 - 152 161 AN
5. Halim (TNI AU) 252 214 - 290 381 AN
6. Pakubuwono 225 191 - 259 232 N
7. Kedoya Selatan 174 148 - 200 291 AN
II. TANGERANG 8. Curug (BMKG) 250 213 - 288 138 BN
9. Stageof Tangerang 164 139 - 189 190 AN
10. Mauk 98 83 - 113 94 N
11. Kresek 105 89 - 121 59 BN
12. Balaraja 140 119 - 161 241 AN
III. S E R A N G 13. Serang (BMKG) 137 116 - 158 BN
14. C i o m a s 241 205 - 277 186 BN
15. Cinangka 198 168 - 228 BN
16. Ciruas (Singamerta) 126 107 - 145 192 AN
17. Kramat Watu 121 103 - 139 88 BN
18. Pamarayan 184 156 - 212 202 N
19. Kasemen 94 80 - 108 101 N
20. Mancak 161 137 - 185 213 AN
21. Carenang 106 90 - 122 19 BN
22. Padarincang 309 263 - 355 193 BN
IV. PANDEGLANG 23. Pandeglang 303 258 - 348 BN
24. Labuan 245 208 - 282 173 BN
25. Menes 355 302 - 408 316 N
26. Cibaliung 331 281 - 381 438 AN
27. Munjul 334 284 - 384 320 N
28. Cikeusik 324 275 - 373 194 BN
V. L E B A K 29. Banjarsari (Bd. Cilemer) 229 195 - 263 229 N
30. Rangkasbitung 235 200 - 270 147 BN
31. Banjar Irigasi-Cipanas 303 258 - 348 BN
32. Bayah 274 233 - 315 266 N
33. Lebak Parahiang-Leuwidamar 264 224 - 304 169 BN
34. Malingping 278 236 - 320 BN
35. BPP Sajira 264 224 - 304 139 BN
36. Panyaungan Panggarangan 267 227 - 307 234 N
N RR
WILAYAH STASIUN PENGAMATAN X (mm) SIFAT
Lampiran 2. Prakiraan Hujan Wilayah Banten dan DKI Jakarta Bulan Juni 2022
Keterangan : X : Rata-rata curah hujan bulanan (mm); Tahun 1991-2020 N : Normal curah hujan (antara 0.85 X – 1.15 X)
I. DKI JAKARTA 1. BMKG Kemayoran 71 60 - 82 51 - 100 AN
2. Tangerang Selatan (BMKG) 108 92 - 124 201 - 300 AN
3. Tanjung Priok (BMKG) 63 54 - 72 101 - 150 AN
4. Cengkareng (BMKG) 62 53 - 71 51 - 100 N
5. Halim (TNI AU) 90 77 - 104 201 - 300 AN
6. Pakubuwono 104 88 - 120 151 - 200 AN
7. Kedoya Selatan 114 97 - 131 151 - 200 AN
II. TANGERANG 8. Curug (BMKG) 135 115 - 155 151 - 200 AN
9. Stageof Tangerang 85 72 - 98 101 - 150 AN
10. Mauk 67 57 - 77 51 - 100 N
11. Kresek 61 52 - 70 51 - 100 N
12. Balaraja 88 75 - 101 101 - 150 AN
III. S E R A N G 13. Serang (BMKG) 73 62 - 84 101 - 150 AN
14. C i o m a s 148 126 - 170 201 - 300 AN
15. Cinangka 99 84 - 114 151 - 200 AN
16. Ciruas (Singamerta) 80 68 - 92 51 - 100 N
17. Kramat Watu 59 50 - 68 51 - 100 N
18. Pamarayan 110 94 - 127 151 - 200 AN
19. Kasemen 52 44 - 60 51 - 100 AN
20. Mancak 78 66 - 90 101 - 150 AN
21. Carenang 56 48 - 64 51 - 100 N
22. Padarincang 111 94 - 128 151 - 200 AN
IV. PANDEGLANG 23. Pandeglang 170 145 - 196 201 - 300 AN
24. Labuan 105 89 - 121 151 - 200 AN
25. Menes 131 111 - 151 201 - 300 AN
26. Cibaliung 133 113 - 153 201 - 300 AN
27. Munjul 152 129 - 175 151 - 200 N
28. Cikeusik 137 116 - 158 151 - 200 AN
V. L E B A K 29. Banjarsari (Bd. Cilemer) 88 75 - 101 101 - 150 AN
30. Rangkasbitung 123 105 - 141 151 - 200 AN
31. Banjar Irigasi-Cipanas 195 166 - 224 301 - 400 AN
32. Bayah 132 112 - 152 201 - 300 AN
33. Lebak Parahiang-Leuwidamar 135 115 - 155 151 - 200 AN
34. Malingping 116 99 - 133 151 - 200 AN
35. BPP Sajira 167 142 - 192 201 - 300 AN
36. Panyaungan Panggarangan 124 105 - 143 201 - 300 AN
WILAYAH STASIUN PENGAMATAN X (mm) N RR SIFAT
Lampiran 3. Prakiraan Hujan Wilayah Banten dan DKI Jakarta Bulan Juli 2022
Keterangan : X : Rata-rata curah hujan bulanan (mm); Tahun 1991-2020 N : Normal curah hujan (antara 0.85 X – 1.15 X)
RR : Prakiraan curah hujan (mm)
I. DKI JAKARTA 1. BMKG Kemayoran 80 68 - 92 101 - 150 AN
2. Tangerang Selatan (BMKG) 97 82 - 112 151 - 200 AN
3. Tanjung Priok (BMKG) 63 54 - 72 51 - 100 AN
4. Cengkareng (BMKG) 65 55 - 75 51 - 100 AN
5. Halim (TNI AU) 74 63 - 85 101 - 150 AN
6. Pakubuwono 82 70 - 94 101 - 150 AN
7. Kedoya Selatan 86 73 - 99 101 - 150 AN
II. TANGERANG 8. Curug (BMKG) 95 81 - 109 101 - 150 AN
9. Stageof Tangerang 70 60 - 81 51 - 100 AN
10. Mauk 61 52 - 70 51 - 100 N
11. Kresek 49 42 - 56 51 - 100 AN
12. Balaraja 57 48 - 66 51 - 100 AN
III. S E R A N G 13. Serang (BMKG) 69 59 - 79 51 - 100 AN
14. C i o m a s 95 81 - 109 151 - 200 AN
15. Cinangka 83 71 - 95 101 - 150 AN
16. Ciruas (Singamerta) 54 46 - 62 51 - 100 AN
17. Kramat Watu 68 58 - 78 51 - 100 N
18. Pamarayan 97 82 - 112 101 - 150 AN
19. Kasemen 45 38 - 52 51 - 100 AN
20. Mancak 87 74 - 100 101 - 150 AN
21. Carenang 68 58 - 78 51 - 100 N
22. Padarincang 100 85 - 115 101 - 150 AN
IV. PANDEGLANG 23. Pandeglang 196 167 - 225 201 - 300 AN
24. Labuan 76 65 - 87 101 - 150 AN
25. Menes 84 71 - 97 101 - 150 AN
26. Cibaliung 103 88 - 118 151 - 200 AN
27. Munjul 95 81 - 109 101 - 150 AN
28. Cikeusik 82 70 - 94 101 - 150 AN
V. L E B A K 29. Banjarsari (Bd. Cilemer) 71 60 - 82 101 - 150 AN
30. Rangkasbitung 111 94 - 128 101 - 150 AN
31. Banjar Irigasi-Cipanas 181 154 - 208 201 - 300 AN
32. Bayah 64 54 - 74 201 - 300 AN
33. Lebak Parahiang-Leuwidamar 119 101 - 137 101 - 150 AN
34. Malingping 130 111 - 150 151 - 200 AN
35. BPP Sajira 118 100 - 136 201 - 300 AN
36. Panyaungan Panggarangan 102 87 - 117 201 - 300 AN
WILAYAH STASIUN PENGAMATAN X (mm) N RR SIFAT