Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2017 547
ANALISIS PENAWARAN BUAH APEL DI INDONESIA
Muhamad S1; Istis B2
1,2 Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang
ABSTRAK
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis trend dan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran buah apel di Indonesia selama 7 tahun (2008-2014). Jenis data dalam penelitian ini mengunakan sumber data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Holtikultura, Kementrian Pertanian dan UN Comtrade. Metode analisis data menggunakan analisis trend dan regresi linear berganda. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa: (1) Penawaran buah apel Indonesia dan jumlah produksi apel lokal memiliki trend positif, sedangkan jumlah buah apel import memiliki trend negatif. (2) Harga buah apel lokal tidak berpengaruh, sedangkan luas panen berpengaruh terhadap penawaran buah apel di Indonesia.
Kata kunci : Trend, Penawaran, Harga Apel Lokal , Luas Panen
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Apel di Indonesia pertama kali ditanam di Asia Tengah, kemudian berkembang luas di wilayah yang lebih dingin. Apel yang dibudidayakan memiliki nama ilmiah Malus domestica yang menurut sejarahnya merupakan keturunan dari Malus sieversii dengan sebagian genom dari Malus sylvestris apel hutan yang ditemui hidup secara liar di pegunungan Asia Tengah, di Kazakhstan, Kirgiztan,Tajikistan, dan Xinjiang, Cina.
Tanaman buah apel masuk ke Indonesia sekitar tahun 1930-an dibawa oleh orang Belanda bernama Kreben kemudian menanamnya di daerah Nongkojajar Kabupaten Pasuruan pada tahun 1953, Bagian Perkebunan Rakyat (sekarang bernama Lembaga Penelitian Hortikultura) mendatangkan beberapa jenis apel dari luar negeri, termasuk Rome Beauty dan Princess Noble. Sejak tahun 1960 tanaman apel sudah banyak ditanam di Batu, Malang untuk mengganti tanaman jeruk yang mati diserang penyakit. Sejak saat itu tanaman buah apel terus berkembang hingga sekarang di dataran tinggi Kota Batu, Poncokusumo (Malang) dan Nongkojajar (Pasuruan) masa kejayaannya pada sekitar tahun 1970. Sekarang buah apel telah tersebar luas di seluruh Indonesia, disukai banyak orang, dan harganya relatif terjangkau. Globalisasi perdagangan menyebabkan kita di Indonesia dapat mengkonsumsi apel dari Amerika, Australia, Cina, ataupun Taiwan disamping apel lokal dari Malang ketersediaannya yang melimpah di pasaran nyaris tidak tergantung musim.
Produk import buah apel segar selalu mengusai pangsa pasar dalam negeri sehingga buah apel segar lokal tidak dapat melakukan pemasaran secara bebas dalam negeri. Buah apel import yang di datangkan dari berbagai negara produsen apel dapat mengekspor buah apel segarnya ke berbagai negara konsumen buah apel segar dalam hal ini negara Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar memilki tingkat konsumsi yang juga tinggi, buah apel import merupakan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan apel di dalam negeri. Negara Indonesia sebagai negara import buah apel segar dari berbagai negara dapat kita lihat seperti yang ditunjukan oleh table berikut ini:
Tabel.1.Negara-Negara Terbesar Pengimport Buah Apel Segar Tahun 2014.
Peringkat Negara Nilai Import (USD)
1 Russia $620,810,906
548 SENASPRO 2017 | Seminar Nasional dan Gelar Produk
2 Jerman $594,437,828
3 Inggris $540,474,942
4 Belanda $350,329,857
5 Mesir $308,068,527
6 Uni
Eropa $692,806,048
7 Amerika
Serikat $283,752,414
8 Meksiko $277,467,258
9 Kanada $250,276,711
10 Other
Asia, nes $245,600,294
11 India $234,375,879
12 Belarusia $216,853,300
13 Spanyol $215,510,689
14 Indonesia $200,243,139
Sumber : Diolah dari UN Comtrade, (2016)
Tabel di atas menunjukan bahwa Indonesia berada pada peringkat keempat belas setelah negara spanyol pada tahun 2014 sebagai negara import buah apel segar. Tabel diatas menunjukan bahwa negara Indonesia masih bergantung besar pada produk buah apel segar dari luar negeri dengan jumlah sebesar $200,243,139 jumlah ini sangatlah besar jika dibandingkan dengan produk buah apel lokal mengingat negara Indonesia memilki berbagai buah tropis sebagai pengganti buah apel import seperti buah pisang, buah mangga dan masih banyak lagi buah segar yang sangat melimpah di dalam negeri.
Penawaran buah apel sebagai banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar di Indonesia, pada periode tujuh tahun, dan pada tingkat harga tertentu. Penawaran buah apel di Indonesia berkaitan dengan jumlah produksi apel lokal,kebutuhan apel di dalam negeri dan jumlah buah apel yang diimport dari berbagai negara penghasil buah apel. Produksi buah apel lokal tergolong rendah dengan tingkat konsumsi penduduk Indonesia yang tinggi sehingga produk-produk buah apel import mendominasi pasar dalam negeri. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul “Analisis Penawaran Buah Apel di Indonesia”.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang ada, yaitu:
1. Bagaimana trend penawaran buah apel di Indonesia selama 7 tahun (2008-2014)?
2. Apakah faktor-faktor mempengaruhi penawaran buah apel di Indonesia selama 7 tahun (2008 - 2014)?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yaitu:
1. Untuk menganalisis trend penawaran buah apel di Indonesia selama 7 tahun (2008 - 2014).
2. Untuk menganalisis apakah faktor-faktor mempengaruhi penawaran buah apel di Indonesia selama 7 tahun (2008 - 2014).
METODE PENELITIAN Metode Pengumpulan Data
Jenis data penelitian ini mengunakan sumber data sekunder yang bersifat time series yang mulai dari tahun 2008-2014 berupa data statistik. Data tersebut diperoleh dari berbagai publikasi dan instansi-instansi tertentu yang terkait dengan penelitian ini yaitu : Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Holtikultura, Kementrian Pertanian, dan UN Comtrade (United Nations Commodity Trade Statistics Database) dari tahun 2008-2014. Sebagai penunjang penelitian ini,
Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2017 549 pengumpulan data dari berbagai dokumentasi yaitu pengumpulan data dari berbagai media on-line selain dari buku refrensi dan literatur yang berkaitan dengan penelitian ini.
Metode Analisis Data
Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini menggunakan metode.
Analisis Trend
Menurut Surharyadi dan Purwanto S.K (2007). Trend adalah suatu gerakan kecenderungan naik atau menurun dalam jangka panjang yang diperoleh dari rata-rata perubahan dari waktu ke waktu dan nilainya cukup rata atau mulus (smooth). Tren data berkala bisa berbentuk tren yang meningkat dan menurun secara mulus. Tren yang meningkat disebut tren positif dan tren yang menurun disebut tren negatif.
Y’ = a + b X Dimana:
Y’ = Penawaran buah apel Indonesia dalam satuan ton a = Intersep atau nilai trend pada tahun dasar tertentu b = Slop atau besarnya perubahan trend tiap tahun
X = Variabel independen,yang menunjukan unit waktu (tahun) Dengan kriteria sebagai berikut :
Trend Positif
Trend positif mempunyai kecenderungan nilai ramalan (Y’) meningkat dengan meningkatnya waktu (X) persamaan trend positif adalah :
Y’ = a + b X
Berdasarkan persamaan diatas dapat dijelaskan a=konstanta dan b = adalah tingkat kecenderungan. Apabila X naik 1 satu satuan, maka Y’ akan naik sebesar b satuan. Trend positif mempunyai slope atau kemiringan garis yaitu dari bawah ke atas.
Trend Negatif
Trend negatif mempunyai kecenderungan nilai ramalan (Y’) menurun dengan meningkatnya waktu (X) persamaan trend negatif adalah :
Y’ = a - b X
Berdasarkan persamaan diatas dapat dijelaskan a=konstanta dan b adalahtingkat kecenderungan.Apabila X naik 1 satu satuan, maka Y’ akan turun sebesar b satuan. Trend negatif mempunyai slope atau kemiringan garis yaitu dari atas ke bawah.
Regresi Linear Berganda
Analisis ini digunakan untuk melihat seberapa jauh pengaruh suatu variabel bebas (x) terhadap variabel terikat (y) dengan persamaan sebagai berikut :
S = a + b1 X1 + b2 X2 + ei Dimana :
S = Penawaran jumlah buah apel Indonesia (Ton) X1= Harga apel lokal (Rp)
X2= Luas panen buah apel (Ha ) a = Konstanta
b1= Koefesien regresi harga buah apel lokal b2= Koefesien regresi luas panen buah apel ei = Variabel penggangu
Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel independent (X1,X2,X3,X4....Xn) terhadap variabel dependent (Y’) secara serentak. Koefesien ini menunjukan seberapa besar hubungan yang yang terjadi antara variabel independent (X1,X2,X3, X4....Xn) secara serentak terhadap variabel dependent (Y’). Nilai R berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekat 1 berarti hubugan yang terjadi semakin kuat, sebaliknya nilai yang mendaki 0 maka hubunngan semakin lemah. Menurut Sugiyono, (2013) pedoman untuk memberikan interpretasi koefesien korelasi sebagai berikut :
0,00 – 0,199 = sangat rendah
550 SENASPRO 2017 | Seminar Nasional dan Gelar Produk 0,20 – 0,399 = rendah
0,40 – 0,599 = sedang 0,60 – 0,799 = kuat 0,80 – 1,000 = sangat kuat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Trend Penawaran Buah Apel di Indonesia Tahun 2008-2014
Konsumsi masyarakat terhadap buah apel semakin meningkat, disisi lain ketidak mampuan petani apel nasional dalam mengimbangi permintaan konsumen diikuti dengan kebijakan pemerintah dalam memperlakukan buah apel import untuk memenuhi kebutuhan nasional, terhadap buah apel import pemerintah berfungsi sebagai pengendali pelaksana import tersebut dengan tujuan menjaga harga buah apel lokal pada tingkat yang cukup tinggi upaya ini untuk menaikan minat petani agar menanam buah apel lokal sebagai buah unggulan beberapa daerah di Indonesia.
Selama beberapa tahun terakhir produksi buah apel dalam negeri belum mencukupi kebutuhan dalam negeri sehingga memaksa pemerintah untuk mengimport buah apel dari luar negeri. Data tahun 2008-2014 menunjukan bahwa penawaran buah apel mengalami peningkatan dari tahun ke tahun penawaran ini dipenuhi dari produksi buah apel lokal dan buah apel import selama kurun waktu yang sama. Import buah apel juga terus meningkat karena produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, disisi lain kebutuhan buah apel tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan industri olahan buah apel.
Tabel.2. Penawaran Buah Apel Indonesia Tahun 2008-2014
Tahun Apel
Lokal (Ton)
Apel Import (Ton)
Penawaran (Ton)
2008 160.794 139.818,88 300.612,88
2009 262.009 153.511,90 415.520,90
2010 190.609 197.487,18 388.096,18
2011 200.173 212.684,70 412.857,70
2012 247.073 183.859,44 430.932,44
2013 255.245 129.932,37 385.177,37
2014 242.915 139.920,75 382.835,75
Total 1.558.818 1.157.215 2.716.033
Sumber: Dioalah dari UN Comtrade,Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura.(2016).
Gambar.1.Perkembangan Produksi Buah Apel Lokal, Buah Apel Import dan Penawaran Buah Apel di Indonesia.
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 0
50000 100000 150000 200000 250000 300000 350000 400000 450000 500000
Tahun Apel Lokal (Ton)
Apel Import (Ton) Penawaran (Ton)
Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2017 551 Berdasarkan data dan pada tabel delapan kemudian dianalisis mengunakan grafik sebagaimana pada gambar enam puncak tertinggi penawaran buah apel di indonesia terjadi pada tahun 2012 sebesar 430.932,44 Ton dimana sumbangan terbesar terbesar dari penawaran ini dari buah apel lokal sebesar 247.073 produksi buah apel nasional pada tahun 2012 mendekati rata-rata produksi buah apel secara keseluruhan selama 2008-2014. Sedangkan untuk perkembangan produksi buah apel lokal dan buah apel import di Indonesia dapat di gambarkan sebagai berikut:
Gambar.2. Perkembangan Produksi Buah Apel Lokal dan Buah Apel Import di Indonesia.
Berdasarkan data pada tabel delapan kemudian dianalisis mengunakan grafik sebagaimana pada gambar tujuh, puncak tertinggi produksi buah apel lokal terjadi pada tahun 2009 sebesar 262.009 Ton dan jumlah buah apel import terbesar terjadi pada tahun 2011 sebesar 212.684,70 Ton.
Besarnya trend dapat diketahui dengan perubahan jumlah penawaran buah apel di Indonesia selama rentang waktu 2008-2014 maka dilakukan analisis regresi. Jumlah penawaran dapat diperoleh dari penjumlahan produksi buah apel lokal secara nasional dan jumlah import buah apel dari luar negeri. Hasil regresi menunjukan bahwa persamaan garis linear yang diperoleh adalah Y’= a +bX dengan nilai konstanta (a) = 388044,7443 dan Koefesien regresi (b) = 8172,063857X.
Berdasarkan rumus Y’= a + bX dapat dilihat trend penawaran buah apel di Indonesia pada tahun 2008-2014 memilki slope (kemiringan) positif artinya setiap X (tahun) terjadi penawaran buah apel di Indonesia sebesar 8172,063857 Ton secara grafik dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Gambar.3.Grafik Trend Penawaran Buah Apel Indonesia 2008-2014.
2008 2009 20102011 20122013 2014
0 50000 100000 150000 200000 250000 300000
Tahun Apel Lokal (Ton) Apel Import (Ton)
2008 2009 2010 2011 20122013 2014 0
100000 200000 300000 400000
500000 Y'= 388004,7443 +8172,063857X Trend Penawaran Buah Apel
Indonesia
Tahun
Penawaran Buah Apel Indonesia (Ton) Y
552 SENASPRO 2017 | Seminar Nasional dan Gelar Produk
Berdasarkan grafik trend penawaran buah apel tersebut dapat kita lihat bahwa jumlah penawaran buah apel tersebut merupakan total dari produksi dalam negeri dan jumlah buah apel import selama 2008-2014. Hal ini disebabkan oleh produksi apel lokal belum mencukupi kebutuhan dalam negeri,import buah apel memang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat namun memperhatikan harga buah apel yang juga terus meningkat maka Indonesia harus mencermati fenomena ini apakah Indonesia akan terus menjadi negara konsumen buah apel import.
Berikut ini hasil analisis trend produksi buah apel lokal dan import selama rentang waktu tahun 2008-2014. Hasil analisis menunjukan bahwa trend produksi buah apel lokal naik dan fungsi regresinya adalah Y= a+bX.
Gambar.4. Grafik Trend Produksi Buah Apel Indonesia 2008-2014
Trend produksi buah apel Indonesia yang ditunjukan oleh gambar diatas terlihat produksi buah apel lokal mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2008-2014 trend produksi buah apel Indonesia memilki slope positif yang mana menggunakan persamaan Y' = a + bX di peroleh hasil:
Y'=222688,2857+10332,10714X a = 222688,2857 a = ∑Y/n b = 10332,10714X b = ∑ Y.X / ∑X²
Dimana:
Y' = Produksi Buah Apel Indonesia a = Nilai Konstanta
b = Nilai Trend Produksi Buah Apel Indonesia
X = Periode Tahun
Trend produksi buah apel Indonesia mempunyai trend positif di mana kecenderungan nilai produksi buah apel lokal menaik dengan bertambahnya waktu. Berdasarkan persamaan diatas dapat dijelaskan a = 222688,2857 dan b = 10332,10714 adalah tingkat kecenderungan, apabila perode tahun naik satu satuan, maka jumlah produksi buah apel lokal akan naik sebesar 10332,10714 ton.
Trend positif diatas mempunyai slope atau kemiringan garis yaitu dari bawah ke atas. Sedangkan untuk menganallisis trend pertumbuhan buah apel import Indonesia tahun 2008-2014 dapat dijelaskan pada gambar grafik berikut ini:
2008 2009 2010 2011 2012 20132014 0
50000 100000 150000 200000 250000
300000 Y'=222688,2857+10332,10714X Trend Produksi Buah Apel Lokal
Tahun Produksi Buah Apel Lokal (Ton)
Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2017 553 Gambar.5.Grafik Trend Buah Apel Import Indonesia 2008-2014
Trend jumlah buah apel import yang dilihat pada gambar sembilan menunjukan bahwa trend jumlah buah apel import mengalami trend negatif dengan persamaan Y' = a - bX di peroleh hasil :
Y’= 165316,459 - 2160,043286X a = 165316,459 a = ∑Y/n b = -2160,043286X b =∑
Y.X / ∑X² Dimana :
Y' = Jumlah Buah Apel Import Indonesia
a = Nilai Konstanta
b = Nilai Trend jumlah Buah Apel Import Indonesia
X = Periode Tahun
Trend negatif mempunyai kecenderungan jumlah buah apel import menurun dengan bertambahnya waktu. Berdasarkan persamaan diatas dapat dijelaskan a=165316,459 dan b = - 2160,043286 adalah tingkat kecenderungan, apabila perode tahun naik satu satuan, maka jumlah buah apel import akan turun sebesar 2160,043286 ton . Trend negatif diatas mempunyai slope atau kemiringan garis yaitu dari atas ke bawah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Buah Apel di Indonesia
Analisis faktor-faktor yang memengaruhi penawaran buah apel di Indonesia dengan memasukkan variabel-variabel independen (independent variable) yang diduga mempengaruhi penawaran buah apel di Indonesia (dependent variable) ke dalam model persamaan regresi. Variabel independen yang digunakan ada dua variabel yaitu variabel harga apel lokal (Rp) dan luas panen buah apel (Ha).
Tabel.3.Hasil Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Buah Apel di Indonesia N
o
Variabel Bebas
Ko efesien Regresi
t hitung
Sig.
Konstanta 210
113,023
2008 2009 2010 2011 20122013 2014 0
50000 100000 150000 200000 250000
Y'= 165316,459-2160,043286X Trend Buah Apel Import
Indonesia
Buah Apel Import Indonesia (Ton) Y Tahun
554 SENASPRO 2017 | Seminar Nasional dan Gelar Produk 1 Harga Apel
Lokal
2,883 0,835 0,450
2 Luas Panen 39,420 1,442 0,223
R² :
F hitung : t tabel : 2,78
Sig.Anova : 0,250
0,500 F tabel : 6,94 1,998 Signifikansi pada α 5%
Sumber : Diolah dari SPSS, (2016)
Berdasarkan uji statistik pada tabel diatas, data dianalisis dengan menggunakan SPSS (Statistical Program for Social Science) meliputi uji serempak (uji F), uji parsial (uji t), dan melihat model secara keseluruhan dari koefisien determinasi (R2). Hasil analisis penawaran buah apel di Indonesia, dilihat dari koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0.500 artinya sebesar 50 persen variasi variabel dependen dapat dijelaskan oleh variasi variabel-variabel independennya. Sisanya yaitu sebesar 50 persen dijelaskan oleh faktor-faktor (variable) lain diluar persamaan ini yang berkaitan dengan penawaran buah apel di Indonesia secara keseluruhan dengan adanya kebijakan pemerintah memberlakukan buah apel import.
Nilai probabilitas F-hitung yaitu sebesar 1,998 yang lebih kecil dari nilai F tabel sebesar 6,94 kemudian dilihat dari nilai sig sebesar 0,250 yang lebih besar dari probabilitas 0,05 maka model yang dipakai dalam penelitian ini tidak lulus uji-F artinya, variabel-variabel independen dalam model secara bersama-sama tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependennya pada taraf nyata 5 persen.
Hasil analisis uji t, dilakukan dengan melihat t hitung dan t tabel pada setiap masing-masing variabel dimana diperoeh t tabel sebesar 2,78 sehingga t tabel pada harga apel sebesar 0,835 dan luas panen sebesar 1,442 dapat dilihat bahwa t tabel lebih besar dari t hitung masing-masing variabel ini menunjukan bahwa tidak ada pengaruh terhadap penawaran buah apel di Indonesia, pengaruh variabel lainya yang dapat mempengaruhi penawaran secara keseluruhan dari variabel penawaran buah apel di Indonesia. Nilai signifikan masing-masing variabel independen yang lebih besar dari taraf nyata 5 persen. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel harga buah apel lokal dan luas panen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pernawaran buah apel di Indonesia.
Persamaan regresi Y’= 210113,023 + 2,883X1 + 39,420X2 dengan konstanta sebesar 210113,023 menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel harga apel lokal dan luas panen nilai penawaran buah apel di Indonesia adalah 210113,023 ton.
Hasil uji korelasi dari penawaran buah apel di Indonesia dari variabel dependent dan independent seperti berikut ini:
Harga buah apel lokal dan penawaran buah apel di Indonesia memiliki nilai 0,490 artinya korelasi yang sedang.
Luas panen dan penawaran buah apel di Indonesia memiliki nilai 0,642 artinya korelasi kuat.
Harga apel lokal dan luas panen memiliki nilai 0,328 artinya memliki korelasi yang rendah.
Berikut ini akan diuraikan seberapa besar pengaruh masing-masing variabel independent terhadap penawaran buah apel di Indonesia 2008-2014:
a. Harga Buah Apel Lokal (X1)
Harga buah apel lokal tidak berpengaruh nyata terhadap penawaran buah apel di Indonesia pada tingkat kepercayaan 95% yang ditunjukan dari nilai t hitung 0,835 lebih kecil dari t tabel 2,78. Berarti tinggi rendahnya harga apel lokal tidak mempengaruhi besar kecilnya penawaran buah apel di Indonesia tetapi berpengaruh nyata negatif pada taraf kepercayaan 50% artinya harga buah apel lokal akan berpengaruh terhadap penawaran buah apel di Indonesia pada signifikansi pada α 50% atau 0,5 adapun besarnya pengaruh harga buah apel lokal di Indonesia sebesar 2,883 artinya apabila harga buah apel lokal meningkat satu rupiah per kilogram maka penawaran buah apel di Indonesia meningkat sebesar 2,883 ton, hal ini dikarenakan buah apel lokal merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh pada daerah-daerah tertentu di Indonesia.
Kebijakan pemerintah memperlakukan import buah apel untuk memenuhi kebutuhan nasional terhadap buah apel import pemerintah berfungsi sebagai pengendali buah apel import tersebut dengan tujuan menjaga harga buah apel lokal pada tingkat yang cukup tinggi upaya ini untuk
Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2017 555 menaikan minat petani untuk menanam buah apel lokal sebagai buah unggulan di Indonesia.
Kebijakan pemerintah juga sangat berpengaruh dalam penawaran buah apel di Indonesia dalam hal ini ialah harga buah apel lokal, pemerintah tidak lagi sepenuhnya menetapkan harga buah apel melalui aturan, maka harga buah apel juga dipengaruhi oleh mekanisme harga pasar buah di daerah.
Pemerintah berperan dalam menjaga harga buah apel agar tetap terjadi peningkatan jumlah produksi buah apel lokal dalam negeri.
b. Luas Panen (X2)
Luas panen buah apel di Indonesia tidak berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 95% yang ditunjukan dari nilai t hitung 1,442 lebih kecil dari t tabel 2,78. Berarti luas panen di Indonesia tidak mempengaruhi besar kecilnya penawaran buah apel di Indonesia tetapi berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 75% artinya luas panen akan berpengaruh terhadap penawaran buah apel di Indonesia pada signifikansi pada α 25% atau 0.25, adapun besarnya pengaruh luas panen di Indonesia sebesar 39,420 artinya apabila luas panen meningkat satu hektar maka penawaran luas panen buah apel di Indonesia meningkat sebesar 39,420 ton, hal ini dikarekan luas panen buah apel tidak dapat mencukupi kebutuhan jumlah produksi buah apel dalam negeri sehingga pemerintah memberikan buah apel import untuk menambah kebutuhan buah apel didalam negeri.
Produksi buah apel lokal di dalam negeri belum mencukupi kebutuhan konsumen karena buah apel lokal hanya dapat memenuhi sebagian kebutuhan dalam negeri selain itu buah apel lokal hanya minat bebarapa konsumen dalam negeri ini di mungkinkan beberapa konsumen lebih memiliki ketertarikan akan buah apel import yang memiliki tampilan yang menarik, sehingga pemerintah memberikan peluang untuk buah apel import masuk dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Luas panen buah apel lokal di Indonesia harus dapat ditingkatkan agar jumlah produksi buah apel lokal dapat meningkat, namun beberapa lahan buah apel di Indonesia terus berkurang hal ini dikarenakan terjadi peralihan fungsi lahan menjadi lahan pertanian komoditi lainnya yang lebih menguntunkan serta harga buah apel yang naik turun secara cepat sesuai dengan jumlah yang ditawarkan, pemerintah harus mengambil tindakan secepat mungkin agar buah apel lokal dapat terus menjadi unggulan wisata dibeberapa daerah penghasil buah apel lokal, selain itu jumlah produksi hanya dapat memenuhi sebagian kebutuhan buah apel di Indonesia.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian analisis penawaran buah apel di Indonesia, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Penawaran buah apel Indonesia dan jumlah produksi buah apel lokal memiliki trend positif, sedangkan jumlah buah apel import memiliki trend negatif.
2. Harga buah apel lokal tidak berpengaruh, sedangkan luas panen berpengaruh terhadap penawaran buah apel di Indonesia.
Saran
Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil analisis serta pembahasan, yaitu:
1. Untuk menjaga trend penawaran buah apel terus meningkat diperlukan peran serta pemerintah dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan agar petani apel lokal dapat termotivasi untuk menanam buah apel lokal sebagai komoditi unggulan di daerah penghasil buah apel lokal sehingga dapat mengurangi jumlah buah apel import dari luar negeri.
2. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan mampu memberikan refrensi dan wawasan yang berkaitan dengan penawaran buah apel di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Anonimus,http://www.ejurnal.com/2013/12/sejarah-buah-apel-di-indonesia.html.Diakses tanggal 28 Januari 2016.
[2] ________,http://www.klasifikasitanaman.com/2014/10/klasifikasi-tanaman-apel.html Diakses tanggal 28 Januari 2016.
556 SENASPRO 2017 | Seminar Nasional dan Gelar Produk
[3] ________,https://infokebun.wordpress.com/2008/06/10/budidaya-apel/.Diakses tanggal 7 Februari 2016
[4] ________,http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-buah-apel-komposisi- nutrisi-bahan-makanan.html.Diakses tanggal 7 Februari 2016
[5] ________,http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/demografi/item67.Diakses tanggal 24 Februari 2016.
[6] ________,http://suplier-sayur.blogspot.co.id/2013/09/buah-apel-lokal-dan-buah-apel- import.html.Diakses tanggal 24 Februari 2016.
[7] ________,http://cybex.pertanian.go.id/materilokalita/detail/8919.Diakses tanggal 16 Mei 2016.
[8] Intan Nur C. P. S, 2013. Analisis Produksi dan Penawaran Kopi diIndonesia.SKRIPSI.
Fakultas Pertanian dan peternakan
[9] Jatmiko, Priyo ,2003.Analisis Trend dan Respon Penawaran Padi di Indonesia Tahun 19952002.SKRIPSI.Fakultas Pertanian dan peternakan
[10] UN Comtrade.2016.United National Commodity Trade Statistics Database
(COMTRADE)-Statiscs Division.Exchange Rate Data 2014.(Internet) Diakses pada tanggal 12 Februari 2016.
[11] ______.2016.United National Commodity Trade Statistics Database (COMTRADE)- Statiscs Division.2008-2014.(Internet) Diakses pada tanggal 12 Februari 2016.
[12] SUSENAS,BPS,https://aplikasi2.per tanian.go.id/konsumsi/tampil _susenas_kom2_th.php.Diaks es tanggal 7 Februari 2016
[13] Sholehudin. M.2006. Analisis Trend Penawaran Cabai Besar (Capsicum a nnum. L) (Studi Kasus Didesa Sukomaju Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi SKRIPSI.Fakultas Pertanian dan peternakan
[14] Sutopo,2013.http://kpricitrus.wordpress.com/2013/11/11/panduan-budidaya-apel-di- indonesia/ Panduan Budidaya Tanaman, Diakses tanggal 12 januari 2016.
[15] Sukirno, S. 2013. Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
[16] Suharyadi, Purwanto S.K. 2013.Statistika untuk Keuangan dan Keuangan Modern Edisi Kedua.Jakarta:SalembaEmpat
[17] Sugiyono,2013.Statistik Untuk Penelitian.Bandung :CV.Alfabeta Soelarso, B.1997.
Budidaya Apel. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
[18] Suryawati. 2006. Teori Ekonomi Mikro . Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan (UPP) AMP YKPN.
[19] Untung,O.1994.Jenis dan Budi Daya Apel.Jakarta: PT.Penebar Swadaya,Anggota IKAPI.
[20] Widayati.S, 2014.http://www.g-excess.com/letak-geografis-indonesia.html Diakses tanggal 24 Februari 2016.