Tahun 2021
Direktorat Pengaduan Pengawasan dan Sanksi Administrasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
LAPORAN KINERJA
Direktorat PPSALHK
LAPORAN KINERJA
KATA PENGANTAR
Direktorat Pengaduan Pengawasan dan Sanksi Administrasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPSALHK) mempunyai komitmen untuk mewujudkan institusi yang akuntabel dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Komitmen yang harus dicapai Direktorat PPSALHK telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) 2020-2024, Rencana Kerja Tahun 2021, dan Perjanjian Kinerja Tahun 2021.
Laporan Kinerja (LKj) Direktorat PPSALHK Tahun 2021 disusun sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instans i Pemerintah.
Dengan tersusunnya Laporan Kinerja Direktorat Pengaduan Pengawasan dan Sanksi Administrasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2021 ini, diharapkan dapat menjadi sarana evaluasi atas pencapaian kinerja organisasi sehingga ke depan dapat lebih produktif, efektif, dan efisien baik dari aspek perencanaan, pengorganisasian, manajemen keuangan maupun koordinas i pelaksanaannya untuk mencapai kinerja yang lebih baik.
Kepada para pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Direktorat PPSALHK Tahun 2021 ini, kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas waktu, tenaga dan pemikirannya. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sekalian.
Jakarta, Januari 2022 Plt. Direktur,
Vinda Damayanti, S.Si., M.Sc NIP 196912041995032002
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI... ii
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GAMBAR... iv
I. PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Maksud dan Tujuan ... 3
C. Tugas,Fungsi dan Struktur Organisasi ... 3
D. Sumber Daya Manusia ... 4
E. Sarana dan Prasarana Penunjang ... 6
II. PERENCANAAN KINERJA ... 7
A. Rencana Strategis Direktorat PPSALHK 2020 s.d. 2024 ... 7
B. Rencana Kinerja Direktorat PPSA Tahun 2021... 8
C. Anggaran Kegiatan ... 10
D. Perjanjian Kinerja... 10
III. AKUNTABILITAS KINERJA ... 12
A. Capaian Kinerja Organisasi... 12
A1. IKK 1 ... 13
A2. IKK 2 ... 21
B. Realisasi Anggaran dan Fisik ... 24
C. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 25
D. Evaluasi Akuntabilitas Kinerja ... 26
IV. PENUTUP ... 29
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Sasaran Kegiatan Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan
Sanksi Administrasi... 9
Tabel 2. Kegiatan Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi ... 9
Tabel 3. Proyek Prioritas Nasional ... 9
Tabel 4. Anggaran Direktorat PPSALHK Tahun 2021... 10
Tabel 5. Perjanjian Kinerja Direktorat PPSALHK Tahun 2021... 11
Tabel 6. Target dan Realisasi IKK Direktorat PPSALHK Tahun 2021 ... 14
Tabel 7. Usaha dan/atau Kegiatan yang Diawasi Ketaatannya terhadap Peraturan Bidang LHK ... 13
Tabel 8. Komponen Kegiatan, Target dan Realisasi Direktorat PPSALHK 2021 ... 14
Tabel 9. Penanganan Pengaduan Tahun 2021 (Dit.PPSALHK dan BPPHLHK) ... 15
Tabel 10. Status Ketaatan dan Rekomendasi Tindak Lanjut Pengaduan Tahun 2021 ... 16
Tabel 11. Perusahaan yang Diawasi Tahun 2021 Berdasarkan Sektor ... 18
Tabel 12. Penerapan Sanksi Administratif Tahun 2015-2021 Berdasarkan Tipologi ... 19
Tabel 13. Penerapan Sanksi Administratif Tahun 2015 s.d 2021 ... 20
Tabel 14. Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan SA terkait DAS Citarum ... 21
Tabel 15. Jumlah PPLH yang Ditingkatkan Kapasitasnya Sebanyak 165 Orang... 21
Tabel 16. Capaian IKK Jumlah PPLH yang Ditingkatkan Kapasitasnya... 22
Tabel 17. Pelaksanaan Bimbingan Teknis Tahun 2021 ... 23
Tabel 18. Pelaksanaan Dukungan Teknis Tahun 2021 ... 23
Tabel 19. Kegiatan, Anggaran dan Realisasi pada Direktorat PPSALHK Tahun 2021 ... 24
Tabel 20. Perbandingan Anggaran dan Realisasi Direktorat PPSALHK Tahun 2018-2021... 24
Tabel 21. Realisasi Fisik Direktorat PPSALHK Tahun 2021 ... 25
Tabel 22. Perhitungan Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 26
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Struktur Organisasi Direktorat PPSALHK ... 4
Gambar 2. Jumlah dan Komposisi Pegawai Direktorat PPSALHK Berdasarkan Pangkat/Golongan dan Jenis Kelamin ... 5
Gambar 3. Peta Sebaran Pengawas Lingkungan Hidup Ditjen Gakkum ... 5
Gambar 4. Penjabaran Sasaran Strategis sampai dengan Kegiatan PPSALHK ... 8
Gambar 5. Kegiatan, Sasaran Kegiatan dan Indikator Kegiatan Direktorat PPSALHK ... 8
Gambar 6. Penanganan Pengaduan (PPSALHK dan BPPHLHK) Tahun 2015-2021 ...15
Gambar 7. Status Penanganan Pengaduan Tahun 2021 ...16
Gambar 8. Pengawasan Penaatan Dit. PPSALHK Tahun 2021...17
Gambar 9. Pengawasan Penaatan (PPSALHK dan BPPHLHK) Tahun 2015-2021...19
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Permasalahan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan kian beragam.
Pencemaran dan perusakan lingkungan, pembuangan dan/atau penimbunan limbah secara ilegal, kebakaran hutan, perdagangan tumbuhan dan satwa liar, perambahan hutan dan lahan, penebangan liar serta berbagai tindak pelanggaran perizinan dan peraturan bidang lingkungan hidup dan kehutanan lainnya menjadi permasalahan serius yang sangat merugikan lingkungan dan kesehatan manusia. Pandemi Covid-19 yang terus berlanjut di tahun 2021 turut berkontribusi dalam permasalahan tersebut.
Gelombang kedua Covid-19 di Indonesia yang terjadi pada pertengahan tahun 2021 lalu mendorong terjadinya peningkatan jumlah timbulan limbah infeksius baik dari rumah sakit maupun rumah tangga, masih adanya limbah infeksius yang tidak terkelola dengan baik semakin memperparah permasalahan lingkungand dan kesehatan di masyarakat . Oleh karena itu, untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, maka diperlukan upaya penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan.
Sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 15 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja KLHK, fungsi penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum). Di dalam struktur organisasi Ditjen Gakkum terdapat Direktorat Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPSALHK) sebagai salah satu unit eselon II yang memiliki peran sangat strategis dalam pelaksanaan penegakan hukum administrasi yang mendukung pelaksanaan asas ultimum remedium di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Direktorat PPSALHK memiliki tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengaduan, pengawasan dan penerapan sanksi administrasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Adapun fungsi yang dimiliki yaitu penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyiapan koordinasi dan sinkronisasi, penyiapan penyusunan NSPK, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengaduan, pengawasan penaatan perizinan dan penerapan sanksi administrasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Penanganan pengaduan dan pengawasan penaatan terdiri dari Pengawas Lingkungan Hidup (PLH) sebagai kelompok jabatan fungsional sebagai pelaksana tugas dan fungsinya. Penanganan pengaduan meliputi kegiatan penelaahan, verifikas i dan upaya penegakan hukum terhadap pengaduan kasus di bidang lingkungan hidup dan kehutanan dan memberikan kepastian kepada pengadu apakah pengaduan tersebut terbukti atau tidak terbukti. Sedangkan pengawasan penaatan dapat dikatakan sebagai salah satu upaya preventif terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan dengan memastikan ketaatan usaha dan/atau kegiatan dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam Izin Lingkungan dan juga Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta peraturan dan ketentuan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Penerapan Sanksi Administrasi merupakan langkah tindak lanjut hasil verifikasi pengaduan dan juga pengawasan penaatan perizinan lingkungan hidup apabila terjadi pelanggaran terhadap perizinan maupun peraturan perundang- undangan. Sanksi Administratif ini merupakan perangkat hukum administrasi yang bersifat pembebanan kewajiban/perintah dan/atau penarikan kembali keputusan tata usaha negara yang dikenakan kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan atas dasar ketidaktaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Direktorat PPSALHK telah menyusun Rencana Strategis (renstra) Direktorat Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi Tahun 2020-2024 sebagaimana telah disahkan melalui Keputusan Direktur Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi Nomor SK.22/PPSA/PPN/GKM.0/11/2020. Renstra tersebut berisi target dan indikator kinerja kegiatan yang hendak dicapai serta perencanaan anggarannya. Renstra dijabarkan setiap tahunnya dalam bentuk Rencana Kinerja (Renja) untuk target serta indikator yang hendak dicapai pada dan diikrarkan di dalam dokumen Perjanjian Kinerja. Pertanggungjawaban pelaksanaan Renja dan perjajian kinerja dituangkan dalam Laporan Kinerja (LKJ).
Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor: 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan sesuai dengan Permen PAN dan RB Nomor: 53 Tahun 2014, setiap Kementerian/Lembaga (K/L) diwajibkan melaporkan pelaksanaan akuntabilitas kinerjanya sebagai wujud pertanggungjawaban dalam mencapai misi dan tujuan organisasi, dan menyampaikan Laporan Kinerja (LKj) pada setiap akhir tahun kepada Presiden melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud disusunnya Laporan Kinerja ini adalah sebagai pertanggungjawaban kepada publik (akuntabilitas publik) secara administrasi atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Direktorat PPSALHK Tahun 2021.
Tujuan penyusunan Laporan Kinerja adalah:
1. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai,
2. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.
C. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: 15 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat PPSALHK mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengaduan, pengawasan, dan sanksi administrasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Dalam melaksanakan tugas tersebut Direktorat PPSALHK menyelenggarakan fungsi:
1. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengaduan, pengawasan penaatan perizinan, dan penerapan sanksi administrasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
2. pelaksanaan kebijakan di bidang pengaduan, pengawasan penaatan perizinan, dan penerapan sanksi administrasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
3. penyiapan koordinasi dan sinkronisasi di bidang pengaduan, pengawasan penaatan perizinan, dan penerapan sanksi administrasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
4. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang pengaduan, pengawasan penaatan perizinan, dan penerapan sanksi administrasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
5. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengaduan, pengawasan penaatan perizinan, dan penerapan sanksi administrasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
6. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengaduan, pengawasan penaatan perizinan, dan penerapan sanksi administrasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan; dan
7. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.
Struktur organisasi pada Direktorat Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administras i sebagaimana pada gambar berikut ini.
Gambar 1.
Struktur Organisasi Direktorat PPSALHK
D. SUMBER DAYA MANUSIA
Direktorat PPSALHK per Desember 2021 memiliki jumlah pegawai sebanyak 62 orang (PNS), 13 orang (PPPK) dan 3 orang (tenaga kontrak) yang tersebar dimasing- masing Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. Secara lebih rinci, komposisi sumber daya manusia yang dimiliki Direktorat PPSALHK berdasarkan pangkat, golongan dan jenis kelamin dijelaskan pada gambar 2. di bawah ini:
Gambar 2. Jumlah dan Komposisi Pegawai Direktorat PPSALHK Berdasarkan Pangkat/Golongan dan Jenis Kelamin
Di samping jumlah pegawai tersebut, Direktorat PPSALHK membawahi jabatan fungsional Pengawas Lingkungan Hidup (PLH) dan jabatan fungsional Analis Hukum . Jabatan fungsional PLH memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan pengawasan dan/atau penegakan hukum lingkungan hidup sebagaimana fungsi penanganan pengaduan dan pengawasan yang dimiliki Direktorat PPSALHK.
Secara keseluruhan, per Desember 2021 jumlah PLH Ditjen Gakkum yang telah dilantik sebanyak 147 orang yang tersebar di seluruh Indonesia baik di kantor pusat maupun UPT dengan sebaran sebagai berikut:
Gambar 3. Peta Sebaran Pengawas Lingkungan Hidup Ditjen Gakkum
Adapun jabatan fungsional analis hukum mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan analisis dan evaluasi hukum terkait pelaksanaan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan yang dilakukan oleh Direktorat PPSALHK. Per Desember 2021 jumlah analis hukum yang ada pada Direktorat PPSALHK sebanyak 6 (enam) orang.
E. SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG
Sarana dan prasarana yang digunakan Direktorat PPSALHK untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya meliputi barang bergerak antara lain kendaraan, perangkat perkantoran, dan barang milik negara lainnya.
Direktorat Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi menempati lokasi perkantoran yaitu Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lantai 4 Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Nilai dari sarana dan prasarana atau Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola oleh Direktorat Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi adalah sebesar Rp18.172.446.422,00.
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. Rencana Strategis Direktorat PPSALHK 2020 s.d. 2024
Di dalam Rencana Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2020-2024, disampaikan 4 (empat) tujuan yaitu:
a. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kehutanan serta ketahanan terhadap perubahan iklim;
b. Meningkatkan pemanfaatan potensi ekonomi dari sumber daya hutan lingkungan hidup;
c. Meningkatkan akses kelola hutan bagi masyarakat baik laki-laki maupun perempuan secara adil dan setara dengan tetap menjaga keberadaan dan kelestarian fungsi hutan;
d. Meningkatkan tata kelola, inovasi dan daya saing bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Berdasarkan tujuan pembangunan ini, ditetapkan sasaran strategis Kementerian LHK untuk kurun waktu tahun 2020 s.d. 2024 adalah sebagai berikut:
a. Terwujudnya lingkungan hidup dan hutan yang berkualitas serta tanggap terhadap perubahan iklim;
b. Tercapainya optimalisasi pemanfaatan sumber daya hutan dan lingkungan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan;
c. Terjaganya keberadaan, fungsi dan distribusi manfaat hutan yang berkeadilan dan berkelanjutan;
d. Terselenggaranya tata kelola dan inovasi pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang baik serta kompetensi SDM LHK yang berdaya saing.
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.16/Menlhk/Setjen/Set.1/8/2020 tentang Rencana Strategis Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sasaran Strategis tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program, salah satunya adalah “Program Kualitas Lingkungan Hidup”, yang pengelolaannya dikuasakan kepada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PHLHK).
Direktorat PPSALHK sebagai bagian dari Ditjen PHLHK bertanggung jawab mengawal Indikator Kinerja Program tersebut dengan menjabarkannya pada Kegiatan
berupa: “Penanganan pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi”.
Penjabarannya dapat dijelaskan pada gambar berikut.
Gambar 4. Penjabaran Sasaran Strategis sampai dengan Kegiatan PPSALHK
Berdasarkan kegiatan tersebut, Direktorat PPSALHK telah menyusun Rencana Strategis tahun 2020 s.d. 2024 dengan menjabarkan melalui sasaran kegiatan dan indikator kegiatan sebagai berikut.
Gambar 5. Kegiatan, Sasaran Kegiatan dan Indikator Kegiatan Direktorat PPSALHK
B. Rencana Kinerja Direktorat PPSALHK Tahun 2021
Direktorat PPSALHK sebagai penanggung jawab Kegiatan Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi difungsikan untuk mengawal dan melaksanakan pencapaian Indikator Kinerja Program Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dilakukan dengan menetapkan Kegiatan Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi. Dalam rangka mendukung kegiatan yang hendak dicapai, ditetapkan Sasaran Kegiatan Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi dengan Indikator Kinerja Kegiatan sebagaimana disajikan pada tabel berikut.
Sasaran Strategis
• Terselenggarany a Tata Kelola dan Inov asi Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan y ang Baik serta Kompetensi SDM LHK y ang Berday a Saing
Indikator Kinerja Utama
• Jumlah Kasus LHK y ang Ditangani melalui Penegakan Hukum
Sasaran Program
• Meningkatny a ketaatan pelaku usaha/kegiatan terhadap izin lingkungan dan peraturan perundang- undangan
Kegiatan
• Penanganan pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi
KEGIATAN 4
Penanganan Pengaduan, Pengaw asan dan Sanksi Administrasi
INDIKATOR KEGIATAN
Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
INDIKATOR KEGIATAN
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diaw asi
ketataannya terhadap peraturan bidang LHK
SASARAN KEGIATAN 1
Teraw asinya usaha dan/atau kegiatan terhadap ketaatan izin lingkungan dan peraturan perundang-undangan terkait bidang LHK
SASARAN KEGIATAN 2
PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
Tabel 1. Sasaran Kegiatan Penanganan, Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi
Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Tahun 2021 Terawasinya Usaha dan/atau
kegiatan terhadap ketaatan izin lingkungan dan peraturan perundang undangan terkait bidang lHK
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK
Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
Sesuai dengan Renstra Ditjen Gakkum tahun 2020 – 2024, sasaran kegiatan Direktorat PPSALHK tahun 2021 dipastikan pencapaiannya dengan mengurai langkah- langkah pencapaiannya di setiap kegiatan sedemikian rupa sehingga seluruh kegiatan yang telah disetujui pada proses trilateral meeting (KLHK-BAPPENAS-Kemenkeu) dan sesuai dengan hasil RKP memiliki kontribusi yang relevan terhadap pencapaian sasaran kegiatan seperti disajikan pada tabel berikut.
Tabel 2. Kegiatan Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi Kegiatan K/L Sasaran Kegiatan Output Target Penanganan
Pengaduan, Pengawasan Izin dan Sanksi Administrasi
Terawasinya Usaha dan/atau kegiatan terhadap ketaatan izin lingkungan dan peraturan
perundang
undangan terkait bidang LHK
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK
152 perusahaan
Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
79 orang
Tabel 3. Proyek Prioritas Nasional
Proyek PN Sasaran Kegiatan Output Target
Membangun
lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim
Terawasinya Usaha dan/atau kegiatan terhadap ketaatan izin
lingkungan dan
peraturan perundang undangan terkait bidang LHK
Jumlah usaha
dan/atau kegiatan
yang diawasi
ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK
152 perusahaan
Jumlah PPLH yang ditingkatkan
kapasitasnya
79 orang
C. Anggaran Kegiatan
Selama tahun 2021 dilakukan refocussing anggaran dan target IKK sebanyak 4 (empat) kali untuk dialihkan ke prioritas penanganan Covid-19. Untuk pelaksanaan kegiatan sesuai tugas dan fungsi Direktorat PPSALHK pada tahun 2021 mendapatkan anggaran sebesar Rp 9.581.500.000,00 (sembilan milyar lima ratus delapan puluh satu juta lima ratus ribu rupiah) dengan rincian seperti dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 4. Anggaran Direktorat PPSALHK Tahun 2021
No Komponen Kegiatan Anggaran
(Rp)
1 Penanganan Pengaduan Perusahaan Rp 1.286.400.000
2 Penanganan Pengaduan non Perusahaan Rp 1.135.100.000 3 Pengawasan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rp 3.162.700.000
4 Sanksi Administrasi Rp 1.931.000.000
5 Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi DAS
Citarum Rp 445.500.000
6 Peningkatan Kapasitas PPLH bidang LH Rp 148.000.000 7 Dukungan teknis Pengaduan, Pengawasan dan SA Rp 1.472.800.000
Jumlah Rp 9.581.500.000
D. Perjanjian Kinerja
Perjanjian kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Perjanjian kinerja ini menjadikan komitmen penerima amanah dalam hal ini Direktur Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah yaitu Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap perencanaan kinerja yang telah ditetapkan di dalam dokumen Renja dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Direktorat PPSALHK
Tahun 2021, maka Direktur PPSALHK telah menandatangani dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2021 dengan target pada tabel berikut.
Tabel 5. Perjanjian Kinerja Direktorat PPSALHK Tahun 2021 No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Target
1
Terawasinya Usaha dan/atau kegiatan terhadap ketaatan izin
lingkungan dan
peraturan perundang undangan terkait bidang LHK
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya
terhadap peraturan bidang LHK 152 perusahaan
Jumlah PPLH yang ditingkatkan
kapasitasnya 79 orang
Pada perjanjian kinerja tersebut juga telah ditetapkan bahwa Kegiatan Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi mendapatkan alokasi total anggaran senilai Rp 9.581.500.000,00.
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
Akuntabilitas Kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan Program dan Kegiatan yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran/target Kinerja yang telah ditetapkan melalui laporan kinerja instansi pemerintah yang disusun secara periodik.
Pengukuran capaian kinerja dilakukan Direktorat PPSALHK untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja pada tahun-tahun berikutnya.
Terhadap kelebihan ataupun kekurangan dari capaian kinerja dilakukan analisa untuk melakukan perbaikan-perbaikan atau peningkatan kinerja secara berkesinambungan (continuous improvement).
Pengukuran capaian kinerja dilakukan setiap tahun untuk mengetahui capaian kinerja yang dihasilkan dalam rangka mendukung program yang ditetapkan dalam Renstra Ditjen PHLHK Tahun 2020-2024, Renstra Direktorat PPSALHK Tahun 2020- 2024 dan Renja Direktorat PPSALHK Tahun 2021.
Direktorat PPSALHK sebagai penanggung jawab salah satu kegiatan Program Penegakan Hukum LHK, yaitu Kegiatan penanganan pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi telah menetapkan 2 (dua) Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) yang harus dicapai pada tahun 2021.
IKK Direktorat PPSALHK dituangkan dalam dokumen yang ditandatangani Direktur PPSALHK sebagai komitmen pertanggungjawaban kepada Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK atas pencapaian kinerja kegiatan tahun 2021. Adapun hasil pengukuran capaian kinerja kegiatan Direktorat PPSALHK seperti disajikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 6. Target dan Realiasi IKK Direktorat PPSALHK Tahun 2021 No Sasaran
Kegiatan
Indikator Kinerja
Kegiatan Target Realisasi Persentase 1 Terawasinya
Usaha dan/atau kegiatan
terhadap
ketaatan izin lingkungan dan peraturan
perundang undangan terkait bidang LHK
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK
152 perusahaan
269
perusahaan 176 %
Jumlah PPLH yang ditingkatkan
kapasitasnya 79 orang 165 orang 208 %
A1. IKK 1 : Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK
Pencapaian IKK 1 yaitu pengaduan yang masuk tertangani sebanyak 269 perusahaan tersaji pada tabel berikut.
Tabel 7. Usaha dan/atau Kegiatan yang Diawasi Ketaatannya Terhadap Peraturan Bidang Lhk
Indikator Kinerja Kegiatan Target Realisasi Persentase
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK
152 Perusahaan 269 perusahaan 176 %
IKK jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK terdiri dari 5 (lima) komponen yaitu penanganan pengaduan perusahaan, penanganan pengaduan non perusahaan, pengawasan bidang lingkungan hidup dan kehutanan, sanksi administrasi, serta pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi terkait DAS Citarum yang ditangani. Secara rinci, capaian dari masing- masing komponen tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 8. Komponen Kegiatan, Target dan Realisasi Direktorat PPSALHK 2021 No Suboutput
kegiatan Komponen kegiatan Target Realisasi
1
Pengawasan Ketaatan LHK terhadap Badan Usaha
Penanganan pengaduan perusahaan
68 perusahaan
149 perusahaan Penanganan
pengaduan non perusahaan
150 pengaduan
147 pengaduan Pengawasan bidang
lingkungan hidup dan kehutanan
66 perusahaan
86 perusahaan Sanksi administrasi 100 sanksi 201 sanksi
Pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi terkait DAS
Citarum
18 perusahaan
34 perusahaan
Total 269
perusahaan
Berlanjutnya pandemi Covid-19 di tahun 2021 berpengaruh terhadap mekanisme penanganan pengaduan, pengawasan dan penerapan sanksi administrasi oleh Direktorat PPSALHK, terutama untuk pelaksanaan kegiatan di lapangan. Adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah, adanya gelombang kedua penularan Covid-19 dan adanya penyesuaian sistem kerja dalam lingkup KLHK berimplikasi pada pelaksanaan verifikasi pengaduan dan pengawasan di lapangan yang lebih fleksibel dan adaptif dengan kondisi di berbagai wilayah. PLH dalam melaksanakan kegiatan di lapangan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan sebagaimana tertuang di dalam SOP Pengawasan pada Mas a Pandemi Covid-19. Berbagai penyesuaian pelaksanaan kerja tersebut secara keseluruhan tidak menghambat pencapaian target IKK Direktorat PPSALHK.
Selama tahun 2021 jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK sebanyak 269 perusahaan atau sekitar 176% dari target yang ditetapkan, kegiatan tersebut terdiri dari komponen pengaduan perusahaan, pengaduan non perusahaan, pengawasan bidang LHK, sanksi administrasi serta pengaduan, pengawasan dan SA terkait DAS Citarum. Jumlah realisasi tersebut melebihi target cukup signifikan dikarenakan banyaknya pengaduan yang masuk dan tertangani. Pengaduan dikatakan tertangani apabila sudah dalam tahapan pengaduan baru, dilakukan verifikasi administrasi, verifikasi lapangan, direkomendasikan ke unit ladin yang terkait, maupun pengaduan yang ditindaklanjuti sampai selesai dan
dikeluarkan sanksi oleh KLHK. Oleh karena itu, adanya tren peningkatan jumlah aduan yang masuk dari tahun ke tahun berimplikasi pada peningkatan capaian kinerja tahun 2021, khususnya pada capaian komponen penanganan pengaduan perusahaan.
Secara keseluruhan, jumlah pengaduan yang tertangani dalam kurun waktu tahun 2015-2021 sebanyak 6.166 pengaduan dengan rincian sebagai berikut:
Gambar 6. Penanganan Pengaduan (PPSALHK dan BPPHLHK) Tahun 2015 -2021
Secara lebih rinci, penanganan pengaduan yang dilakukan Direktorat PPSA dan BPPHLHK tahun 2021 sebanyak 956 pengaduan berdasarkan tipologinya tergambar pada tabel berikut:
Tabel 9. Penanganan Pengaduan Tahun 2021 (Dit.PPSALHK dan BPPHLHK)
UNIT KERJA
Perusahaan Non Perusahaan
Kehutanan LH Jumlah Kehutanan LH Jumlah
Jabalnusra 13 55 68 50 17 67
Kalimantan 37 46 83 84 18 102
Mapua 4 16 20 1 1 2
PPSA 30 151 177 54 93 147
Sulawesi 22 34 56 36 17 53
Sumatera 41 46 84 73 17 90
Jumlah 147 348 495 298 163 461
562
684
529
902
1458
1075
956
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Penanganan Pengaduan
Tahun 2015-2021
Adapun status penanganan seluruh pengaduan tersebut adalah sebagai berikut:
Gambar 7. Status Penanganan Pengaduan Tahun 2021
Pengaduan perusahaan dan non perusahaan yang diterima kemudian diproses dan ditindak lanjuti dengan memberikan rekomendasi kepada pihak lain yang berwenang. Penentuan rekomendasi tindak lanjut ini didasarkan pada hasil telaah maupun verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan. Rekomendasi tindak lanjut untuk 670 pengaduan dengan status selesai di atas adalah sebagai berikut:
Tabel 10. Status Ketaatan dan Rekomendasi Tindak Lanjut Pengaduan Tahun 2021 Rekomendasi Tindak Lanjut Jumlah
Data Tidak Lengkap 61
Non LHK 5
Pemda 137
Sektor Lain 43
Taat 76
Tidak Taat (SA KLHK) 113
Unit Lain 235
Jumlah 670
Berdasarkan data rekomendasi tindak lanjut di atas, dapat diidentifikasi dari 670 pengaduan perusahaan dan non perusahaan yang selesai ditangani, jumlah perusahaan yang taat sebanyak 76 (11,3%) dan pengaduan yang tidak taat sebanyak 113 (16,8%) dari seluruh pengaduan yang selesai ditangani. Adapun kategori pengaduan tidak taat apabila pengaduan direkomendasikan untuk dikenakan sanksi administrasi oleh Direktorat PPSALHK.
28 670
100 158
Verifikasi Lapangan
Verifikasi Administratif
Baru
Selesai
a. Penanganan pengaduan perusahaan
Pengaduan perusahaan dikategorikan untuk aduan yang subyek terlapornya berupa suatu perusahaan dan/atau kegiatan berbadan usaha. Selama tahun 2021, Direktorat PPSALHK menangani 149 pengaduan perusahaan dengan capaian sebesar 219% dari target yang telah ditetapkan. Jumlah capaian pada tahun 2021 jauh melebihi target dikarenakan jumlah pengaduan yang masuk mengalami peningkatan. Jumlah pengaduan yang masuk mengalami tren peningkatan salah satunya disebabkan karena media pengaduan yang semakin beragam baik melalui aplikasi, sosial media, email, website pengaduan, datang langsung ke posko pengaduan, SMS, surat, telepon dan media komunikasi lainnya.
b. Penanganan pengaduan non perusahaan
Pengaduan non perusahaan dikategorikan untuk aduan yang subyek terlapornya berupa perorangan (bukan merupakan kegiatan berbadan usaha). Selama tahun 2021, Direktorat PPSALHK menangani 147 pengaduan non perusahaan dengan capaian sebesar 98% dari target IKK yang ditetapkan.
c. Pengawasan bidang LHK
Selama tahun 2021, Direktorat PPSALHK melakukan pengawasan penaatan terhadap 86 usaha dan/atau kegiatan yang terdiri dari pengawasan penaatan perizinan yang dilakukan secara reguler serta pengawasan penaatan kewajiban SA.
Dari hasil pengawasan tersebut, terdapat 24 perusahaan yang taat (27,9%) dan 61 perusahaan yang tidak taat (70,9%), dan 1 perusahaan ditolak (1,2%) untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.
UNIT KERJA
Perusahaan
IPJ SDA Karhutla Jumlah
Jabalnusra 55 4 0 59
Kalimantan 8 19 0 27
Mapua 1 4 0 5
PPSA 72 10 4 86
Sulawesi 24 21 1 46
Sumatera 18 6 0 24
Jumlah 180 64 5 247
Gambar 8. Pengawasan Penaatan Dit.PPSALHK Tahun 2021
Besarnya perusahaan pemegang izin yang tidak mentaati hasil pengawasan yang dilaksanakan Direktorat PPSALHK, diantaranya disebabkan karena kurangnya perhatian dari pihak manajemen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup, sehingga harus diterapkan upaya penegakan hukum berupa sanksi administrasi.
Hal ini menjadi tantangan untuk Direktorat PPSALHK dalam melakukan upaya penegakan hukum melalui penerbitan sanksi administrasi agar memberikan efek jera, sebagaimana pelaksanaan prinsip ultimum remedium dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan sebagai implikasi dari terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja.
Pengawasan ketaatan perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan selama tahun 2021 dilakukan terhadap beberapa sektor industri, prasarana dan jasa serta sektor sumber daya alam.
Tabel 11. Perusahaan yang Diawasi Tahun 2021 Berdasarkan Sektor No Sektor yang diawasi Perusahaan Yang diawasi
1 Industri, Prasarana dan Jasa 72 perusahaan
2 Kebakaran Hutan dan Lahan 4 perusahaan
3 Sumber Daya Alam 10 perusahaan
Jumlah 86 perusahaan
Secara keseluruhan, Direktorat PPSALHK dan BPPHLHK sejak tahun 2015-2021 melakukan pengawasan penaatan terhadap 1.830 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah pengawasan tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang mengalami penurunan cukup signifikan dari tahun- tahun sebelumnya semenjak adanya pandemi Covid-19. Secara rinci capaian pengawasan yang dilakukan Direktorat PPSALHK dan BPPHLHK selama tahun 2015-2021 berdasarkan tipologinya tergambar sebagai berikut:
Gambar 9. Pengawasan Penaatan (PPSALHK dan BPPHLHK) Tahun 2015-2021
d. Sanksi Administrasi
Selama tahun 2021, Direktorat PPSALHK telah berhasil menerbitkan 201 sanksi administrative sebagai tindak lanjut dari penanganan kasus pengaduan dan pengawasan perizinan lingkungan hidup, serta 21 pengaduan terkait DAS Citarum.
Adapun jenis sanksi administratif yang terbit terdiri dari 14 sanksi teguran tertulis dan 208 sanksi paksaan pemerintah. Di samping itu, pada tahun 2021 telah dilakukan pencabutan terhadap 107 sanksi administratif yang terdiri dari 14 sanksi teguran tertulis dan 93 sanksi paksaan pemerintah.
Berdasarkan tipologi kasusnya, penerapan sanksi administrasi tahun 2015-2021 secara rinci sebagai berikut.
Tabel 12. Penerapan Sanksi Administratif Tahun 2015-2021 Berdasarkan Tipologi
NO TIPOLOGI KASUS 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total 1 Pencemaran/
Kerusakan
19 87 115 121 425 130 184 1.081
2 DAS Citarum 0 0 0 27 40 24 21 112
3 Karhutla 23 18 11 10 35 11 11 119
4 Permasalahan
penggunaan kawasan hutan (keterlanjuran)
0 0 0 0 0 0 6 6
Jumlah 42 105 126 158 500 165 222 1.318
17
89
226
308
411
168
240
0 0 0
44 54
25 4
53 30
13 42 58 43
5
0 100 200 300 400 500
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Pencemaran DAS Citarum Karhutla
Pengawasaan Penaatan
Tahun 2015-2021
Selama kurun waktu 2015 s.d. 2021 jumlah sanksi administrasi yang diterbitkan Direktorat PPSALHK sebanyak 1.318 sanksi. Dalam periode tahun 2017-2019 jumlah sanksi administrasi yang diterbitkan mengalami peningkatan, berbanding terbalik dengan tahun 2020 yang mengalami penurunan. Tejadinya fluktuasi jumlah penerbitan sanksi administratif ini berbanding lurus dengan tingkat pengaduan dan jumlah izin yang diawasi setiap tahun. Capaian penerapan sanksi administrasi periode 2015-2021 selengkapnya tercantum pada tabel berikut.
Tabel 13. Penerapan Sanksi Administratif Tahun 2015 s.d. 2021
NO TIPOLOGI KASUS 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total
1 Teguran Tertulis 8 15 0 0 153 12 14 202
2 Paksaan Pemerintah 15 90 125 158 347 153 208 1.096
3 Pembekuan Izin 16 0 0 0 0 0 0 16
4 Pencabutan Izin 3 0 1 0 0 0 0 4
Jumlah 42 105 126 158 500 165 222 1.318
Kenaikan penerapan sanksi administrasi dari tahun 2017 tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, Direktorat PPSALHK pada tiap tahunnya berhasil meningkatkan jumlah pengawasan yang dilaksanakan terhadap perusahaan/iz in dari berbagai bidang. Kedua, pelaksanaan peningkatan kapasitas PPLH menunjukan adanya peningkatan kualitas dari personil, baik yang berada di pusat dan didaerah yang semakin kompeten dan profesional dalam melaksanakan tugasnya. Ketiga, sarana dan prasarana pengawasan semakin lengkap untuk mendukung kegiatan pengawasan, dan Keempat anggaran kegiatan yang terus meningkat.
Sementara penurunan cukup signifikan terjadi sejak tahun 2020 disebabkan oleh terjadinya pandemi Covid-19 yang berimplikasi pada penyesuaian pelaksanaan kegiatan lapangan dan penyesuaian anggaran.
e. Pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi terkait DAS Citarum
Di samping pelaksanaan penanganan pengaduan, pengawasan dan penerapan SA dari kegiatan pengawasan regular dan/atau verifikasi pengaduan yang telah diuraikan di atas, Direktorat PPSALHK juga melakukan penanganan pengaduan, pengawasan dan penerapan SA terkait dan Citarum sebagai salah satu komponen kegiatan di tahun 2021. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap terbitnya
Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.
Selama tahun 2021, Direktorat PPSALHK melakukan penanganan pengaduan, pengawasan dan penerapan SA terkait DAS Citarum terhadap 55 perusahaan, dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
Tabel 14. Penanganan Pengaduan, Pengawasan dan SA terkait DAS Citarum
No Kegiatan Tahun 2021
1 Penanganan Pengaduan di DAS Citarum 32 perusahaan 2 Pengawasan Penaatan Perusahaan di
DAS Citarum 2 Perusahaan
3 Penerapan SA terkait DAS Citarum 21 sanksi
Jumlah 34 Perusahaan
Sebagai bentuk dukungan penanganan permasalahan lingkungan di DAS Citarum, selain pelaksanaan penanganan pengaduan, pengawasan dan penerapan SA di DAS Citarum, pada tahun 2021 Ditjen Gakkum juga memberikan dukungan berupa pemberian mobil pengawasan beserta sarana prasarana pengawasan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat.
Diharapkan dengan penyediaan sarana prasarana yang memadai dapat semakin meningkatkan upaya pengawasan penaatan perusahaan di sepanjang DAS Citarum untuk mendorong percepatan pemulihan kualitas air di DAS Citarum.
A2. IKK 2: Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
Pencapaian IKK 2 Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya sebanyak 165 orang, tersaji pada tabel berikut.
Tabel 15. Jumlah PPLH yang Ditingkatkan Kapasitasnya Sebanyak 165 orang Indikator Kinerja Kegiatan Target Realisasi Persentase Jumlah PPLH yang ditingkatkan
kapasitasnya 79 Orang 165 Orang 208 %
Pada tahun 2021, jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya melebihi target yang ditetapkan yaitu sebanyak 165 orang (208%). IKK ini dijabarkan untuk komponen
kegiatan peningkatan kapasitas PPLH bidang lingkungan hidup serta dukungan teknis Pengaduan, Pengawasan dan SA. Secara rinci, capaian dari masing-masing komponen tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 16. Capaian IKK Jumlah PPLH yang Ditingkatkan Kapasitasnya No Indikator Kinerja
Kegiatan Komponen kegiatan Target Realisasi
1 Jumlah PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
Peningkatan kapasitas
PPLH bidang LH 79 orang 165 orang Dukungan teknis
Pengaduan, Pengawasan dan SA
1 kegiatan 1 kegiatan
a. Peningkatan kapasitas PPLH bidang LH
Pada tahun 2021, pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas PPLH bidang LH sebagian besar dilakukan secara online melalui video conference serta secara offline untuk beberapa kegiatan yang mendesak dan memungkinkan untuk bertatap muka dengan keseluruhan PPLH yang dilibatkan sebanyak 147 PPLH KLHK dan 18 PPLH daerah. Bertepatan dengan telah diundangkannya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja disertai dengan terbitnya berbagai peraturan turunan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, maka peningkatan kapasitas yang dilakukan berfokus pada sosialisasi dan bimbingan teknis terkait muatan peraturan - peraturan baru tersebut. Hal ini dimaksudkan agar PPLH dapat memiliki pemahaman yang baik terkait muatan peraturan yang baru sehingga menjadi pegangan dalam pelaksanaan pengawasan dan verifikasi pengaduan ke depannya.
Sosialisasi dan bimbingan teknis yang dilaksanakan tahun 2021 diikuti oleh PPLH dari KLHK dan PPLH daerah dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 17. Pelaksanaan Bimbingan Teknis Tahun 2021
No Judul Kegiatan Jumlah
Peserta Waktu Peserta Pelaksanaan 1 Bimtek pengendalian pencemaran air 44 18 Maret 2021 PPLH KLHK
(pusat)
Online 2 Bimbingan Teknis Muatan PP 22
Tahun 2021 (Pengawasan dan SA)
299 3 Juni 2021 PPLH pusat dan daerah
Online dan offline 3 Bimbingan Teknis Muatan Permenlhk
No. 5 Tahun 2021
120 21 Juni 2021 PPLH KLHK Online 4 Bimbingan Teknis Muatan Permenlhk
No 3 Tahun 2021 dan Permenlhk No 4 Tahun 2021
135 16 Agustus 2021
PPLH KLHK Online
5 Bimbingan Teknis Muatan Permenlhk No 6 Tahun 2021
135 27 Agustus 2021
PPLH KLHK Online 6 Bimbingan Teknis Muatan PP 24
Tahun 2021
135 6 September 2021
PPLH KLHK Online
b. Dukungan teknis pengaduan, pengawasan dan sanksi administrasi
Pada tahun 2021 pelaksanaan dukungan teknis dapat dilakukan sesuai dengan perencanaan, adapun pengadaan sarana prasarana diperuntukan bagi PPLH baik di Direktorat PPSALHK maupun BPPHLHK. Hal ini bertujuan untuk menunjang kinerja pengaduan, pengawasan dan penerapan sanksi administrasi menjadi lebih efektif dan efisien serta PPLH memiliki standar penggunaan sarana prasarana yang sama. Di samping itu, pada tahun 2021 dilakukan pengadaan sarana prasarana untuk jabatan fungsional analis hukum lingkup Direktorat PPSALHK. Secara rinci, pelaksanaan dukungan teknis yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Tabel 18. Pelaksanaan Dukungan Teknis Tahun 2021
No Nama Barang Jumlah
1 HACH Multiparameter HQ400 2 unit
2 HACH Colorimeter DR900 3 unit
3 Kamera waterproof (Nikon Coolpix W300) 4 unit 4 Drone (DJI Mavic 2 Pro dan DJI Mavic 2 Pro
Hasselnlad)
3 unit 5 Kamera Mirorrless (Sonny Alpha a6000) 1 unit 6 Sound level meter LUTRON SL-4013 7 unit 7 Laptop (macbook Air & Lenovo All in One Idea
Centre 3)
19 unit
8 Scanner Epson DS-410 2 unit
9 Printer Hp Laserjet Pro M107A dan M15a 2 unit
10 Perlengkapan meetup conference 1 unit
11 Oksigen 3 unit
B. Realisasi Anggaran dan Fisik 1) Realisasi Anggaran
Pelaksanaan kegiatan pada Direktorat PPSALHK Tahun 2021 didukung dengan anggaran sebesar Rp 9.581.500.000,- dengan realisasi Rp 9.575.423.401 (99,9%).
Kegiatan, anggaran dan realisasi pada Direktorat PPSALHK dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 19. Kegiatan, Anggaran dan Realisasi pada Direktorat PPSALHK Tahun 2021 No Komponen Kegiatan Anggaran Realisasi Presentase
1 Penanganan pengaduan perusahaan 1.286.400.000 1.285.605.292 99,9 2 Penanganan pengaduan non
perusahaan
1.135.100.000 1.133.556.763 99,8
3 Pengawasan bidang lingkungan hidup dan kehutanan
3.162.700.000 3.162.425.620 99,9
4 Sanksi administrasi 1.931.000.000 1.929.694.598 99,9
5 Penanganan pengaduan DAS Citarum
445.500.000 444.651.788 99,8
6 Peningkatan kapasitas PPLH bidang LH
148.000.000 147.669.300 99,7 7 Dukungan teknis Pengaduan,
Pengawasan dan SA
1.472.800.000 1.471.821.040 99,9
TOTAL 9.581.500.000 9.575.423.401 99,9
Anggaran pelaksanaan kegiatan pada tahun 2021 mengalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun 2020 senilai Rp 14.184.025.000,00. Penurunan anggaran ini disebabkan adanya refocussing anggaran sebanyak 4 (empat) kali selama tahun 2021 untuk penanggulangan Covid-19. Perbandingan anggaran dan realisasi tahun 2018- 2021 secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 20. Perbandingan Anggaran dan Realisasi Direktorat PPSALHK Tahun 2018 -2021
No Tahun Anggaran
(Rp)
Realisasi (Rp)
Persentase (%) 1 Tahun 2018 19.841.494.000 19.200.601.746 96,28%
2 Tahun 2019 31.528.400.000 31,145,081,774 98,78%
3 Tahun 2020 14.184.025.000 14.057.169.770 99,10%
4 Tahun 2021 9.581.500.000 9,575.423.401 99,9%
2) Realisasi Fisik
Berdasarkan volume yang telah ditargetkan, realisasi fisik pada kegiatan yang dilaksanakan Direktorat PPSALHK selama tahun 2021 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 21. Realisasi Fisik Direktorat PPSALHK Tahun 2021
No
Indikator Kinerja Kegiatan
Suboutput Kegiatan
Komponen
Kegiatan Target Realisasi Presentase
1 Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap peraturan bidang LHK
Pengaduan, Pengawasan
dan Sanksi Administrasi yang ditangani
Penanganan pengaduan perusahaan
68 perusahaan
149
perusahaan 219 Penanganan
pengaduan non perusahaan
150 pengaduan
147
pengaduan 98
Pengawasan bidang lingkungan
hidup dan kehutanan
66 perusahaan
86
perusahaan 126
Sanksi
administrasi 100 sanksi 201 sanksi 201 Penanganan
pengaduan DAS Citarum
18 perusahaan
34
perusahaan 188 2 Jumlah
PPLH yang ditingkatkan kapasitasnya
- Peningkatan kapasitas PPLH
bidang LH
79 orang 165 orang 208 Dukungan teknis
PPSA 1 kegiatan 1 kegiatan 100
C. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Pengukuran Efisiensi Penggunaan Sumber Daya menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu dengan membandingkan persentase capaian kinerja (fisik) dengan persentase realisasi anggarannya dengan rumus:
Efisiensi Persentase Capaian Kinerja Tahun Berjalan Sumber = --- Daya Persentase Capaian Keuangan Tahun Berjalan
Apabila rasio yang dihasilkan > 1 maka pelaksanaan pencapaian sasaran termasuk kategori efisien. Apabila rasio yang dihasilkan < 1 menunjukkan pencapaian kinerja sasaran kurang efisien.
Berdasarkan rumus diatas, maka perbandingan persentase capaian efisiensi penggunaan sumber daya pada Direktorat PPSALHK dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 22. Perhitungan Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
No Kegiatan Presentase
Capaian Fisik
Presentase Capaian Keuangan
Efisiensi Sumber Daya 1 Penanganan pengaduan
perusahaan 219 99,9 2,19
2 Penanganan pengaduan non
perusahaan 98 99,8 0,98
3 Pengawasan bidang
lingkungan hidup dan kehutanan
126 99,9 1,26
4 Sanksi administrasi 201 99,9 2,01
5 Penanganan pengaduan, pengawasan dan SA terkait DAS Citarum
188 99,8 1,88
6 Peningkatan kapasitas PPLH
bidang LH 208 99,7 2,08
7 Dukungan teknis Pengaduan,
Pengawasan dan SA 100 99,9 1,01
Berdasarkan tabel diatas jumlah rata-rata efisiensi penggunaan sumber daya adalah 1,73. Karena penggunaan sumber daya > 1, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan sumber daya termasuk kategori efisien.
D. Evaluasi Akuntabilitas Kinerja
Evaluasi akuntabilitas kinerja dilaksankan untuk mengukur keberhasilan yang dicapai dan hambatan yang dihadapi serta upaya pemecahannya. Untuk keberhasilan capaian kinerja berdasarkan uraian Bab III, dapat disimpulkan bahwa semua Indikator Kinerja Kegiatan telah mencapai atau melebihi dari target yang telah ditetapkan.
Disamping keberhasilan-keberhasilan pencapaian target yang telah ditetapkan, Dit.
PPSALHK masih menemui beberapa hambatan dan kendala yang dihadapi dalam
melaksanakan kegiatannya. Berikut adalah hambatan yang dihadapi dan alternatif solusi untuk penyelesaian masalah.
1. Masih terdapat Pengaduan yang penangananya belum maksimal, yaitu melebihi standar waktu yang ditetapkan (30 hari) sebagaimana ketentuan Permenlhk Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pengelolaan Pengaduan.
Walaupun realisasi penanganan melampaui target yang telah ditetapkan, namun tidak dapat dipungkiri masih terdapat penanganan pengaduan yang belum sesuai standar waktu yang telah ditetapkan. Kedepannya Direktorat PPSALHK akan menerapkan sistem kerja sesuai dengan SOP Penerimaan Pengaduan, SOP Verifikasi Pengaduan, dan SOP Aplikasi yang telah disusun. Di samping itu, akan dibuat akun operator pengaduan untuk DLH dan Dinas Kehutanan di Kabupaten/Kota serta DLH Provinsi.
2. Pengawasan Proper Peringkat Merah dan Hitam memiliki izin yang diterbitkan daerah.
Hal ini terkait dengan adanya pembagian kewenangan antara pusat dan daerah, sementara diperlukan mekanisme pengawasan lapis kedua untuk KLHK dapat mengawasi izin yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.
3. Masih diperlukannya peningkatan kompetensi PPLH dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan.
Mengacu pada hasil evaluasi terhadap hasil pengawasan tahun 2021, dimana PPLH perlu untuk lebih mengeksplor fakta di lapangan tidak hanya terbatas pada checklis pengawasan. Di samping itu, masih ditemukan penulisan informasi di berita acara yang kurang tepat dan lengkap untuk dapat ditindaklanjuti dengan penerapan SA yang akurat.
4. Waktu penyusunan laporan hasil pengawasan, verifikasi pengaduan, dan penyusunan sanksi administrasi relatif lama yang berimplikasi pada belum adanya efek jera dari penerapan sanksi administrasi.
Pada tahun 2021 mekanisme verifikasi pengaduan, pengawasan penaatan serta penyusunan SA dilakukan oleh petugas yang berbeda sehingga berimplikas i lamanya waktu yang diperlukan untuk masing-masing tahapan. Ke depannya penanganan pengaduan/pengawasan penaatan hingga penyusunan SA akan dilakukan oleh petugas yang sama sehingga waktu pelaksanaan menjadi lebih efisien.