Sekretariat DPRK Aceh Tengah Jalan Yos Sudarso No. 10 Telp (0643)22862,
Fax (0643) 23272 Takengon
PROFIL DPRK ACEH TENGAH
PERIODE 2014-2019
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
PROFIL ANGGOTA DPRK ACEH TENGAH MASA JABATAN 2014 -2019 Diterbitkan oleh Sekretariat DPRK Aceh Tengah
Susunan Tim Penyusun Penanggung Jawab : Tawar,SE.MM Ketua :
Anuar,SH.MH Wakil Ketua : Teuku Syahrizal,SH Sekretaris :
Suarniwati,SH Anggota :
1. Drs. Islamuddin Fajri 2. Drs. Muhammad Daud,MM 3. Sukma Nurya Dewi,S.STP 4. Nurmawati,SE
5. Nurhaidawati,S.Sos 6. Rika Suryani,S.Hi. MH 7. Nora Hastuti,SH 8. Rusli.P,SE.MM Fotografer
1. Jurnalisa (Harian Rakyat Aceh)
2. Wen Yusri Rahman (Harian Medan Bisnis) 3. Putra Muhady (LingePost Com)
KATA SAMBUTAN Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat dan Karunia-Nya kepada kita bersama, Shalawat beserta salam kita sanjungkan keharibaan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabat beliau yang telah mengangkat harkat dan martabat manusia dari alam yang tidak berilmu pengetahuan kealam yang berilmu pengetahuan sebagaimana yang kita rasa sekarang ini.
Kami merasa bangga dan berbahagia atas terbitnya buku PROFIL ANGGOTA DPRK ACEH TENGAH MASA JABATAN 2014 -2019, yang bertujuan sebagai media untuk memperkenalkan para wakil rakyat Kabupaten Aceh Tengah masa jabatan 2014-2019 dengan aktivitas kelembagaannya sesuai dengan fungsi yang dimiliki yaitu Legislasi, Penganggaran dan Pengawasan sebagai wujud pertanggungjawaban moral dan etika kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tengah.
Kami menyadari bahwa aktivitas keparlemanan yang kami lakoni dalam waktu yang singkat ini masih jauh dari kesempurnaan dan untuk itu kami mengharapkan saran dan dukungan dari semua elemen masyarakat Kabupaten Aceh Tengah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Tanoh Gayo tercinta ini.
Selanjutnya atas nama pimpinan dan seluruh Anggota DPRK Aceh Tengah masa Jabatan 2014-2019 mengucapkan terima kasih kepada pihak Sekretariat DPRK Aceh Tengah dan semua pihak yang telah membantu tersusunnya Buku Profil Anggota DPRK Aceh Tengah ini.
Akhirul Kalam kami ucapkan terima kasih, semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua.
Ketua DPRK Aceh Tengah
MUCHSIN HASAN, MSP
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
KATA SAMBUTAN
Assalamualaikum Wr.Wb.
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya atas kemudahan dan kelancaran yang diberikan dalam rangka proses penyusunan Profil Anggota DPRK Aceh Tengah masa jabatan 2014-2019.
Kami menyadari dalam penyelesaian penyusunan buku Profil Anggota DPRK Aceh Tengah ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan , terutama karena keterbatas waktu dan kegiatan harian maupun rapat-rapat dan persidangan serta aktivitas lainnya dalam memfasilitasi kegiatan DPRK Aceh Tengah. Namun kami yakin dengan dukungan Pimpinan dan seluruh Anggota DPRK Aceh Tengah penyusunan buku Profil Anggota DPRK masa Jabatan 2014 – 2019 dapat kami susun dan harapan kami bahwa buku ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi kita semua untuk mengenai para anggota DPRK Aceh Tengah dan segala aktivitas keparlemenannya.
Selanjutnya atas nama Sekretariat DPRK Aceh Tengah kami mengucapkan teriman kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan buku profil ini.
Sekretaris DPRK Aceh Tengah
TAWAR,SE.MM
DAFTAR ISI
I. GAMBARAN UMUM KABUPATEN ACEH TENGAH 1. Sejarah Kabupaten Aceh Tengah
2. Visi dan Misi Kabupaten Aceh Tengah 3. Kondisi geografis
4. Jumlah penduduk
II. DPRK KABUPATEN ACEH TENGAH 1. Hasil Pemilihan Umum
2. Peresmian Anggota DPRK 3. Fraksi
4. Pimpinan DPRK 5. Komisi
6. Badan Musyawarah 7. Badan Anggaran 8. Badan Legislasi Daerah 9. Badan Kehormatan
III.PROFIL ANGGOTA DPRK MASA BHAKTI 2014-2019 LAMPIRAN
Foto- foto kegiatan DPRK Aceh Tengah
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
I. GAMBARAN UMUM KABUPATEN ACEH TENGAH
1. Sejarah Kabupaten Aceh Tengah A. Masa pra Kolonial
Pada masa Pra Kolonial hingga awal tahun 1904, sebutan reje dan kejurun di Kabupaten Aceh Tengah digunakan pada orang yang mengatur organisasi/persekutuan hukum yang relatif besar seperti kerajaan Linge, sedangkan sebutan penghulu digunakan untuk orang yang mengatur organisasi/persekutuan hukum yang relatif kecil seperti kerajaan bukit, Cik (bebesen) dan lain-lain. Reje dan Kejurun dalam menjalankan pemerintahan dibantu oleh suatu majelis penasehat yang terdiri dari unsur cerdik pandai, alim ulama dan orang-orang terkemuka dalam masyarakat.
Penghulu (reje) dibantu oleh Petue (Petua), Imem ( Imam) dan Rayat (Rakyat) yang disebut dengan Sarakopat.
Sarakopat juga dibantu pula oleh beberapa orang yang disebut dengan Hariye. Reje berfungsi sebagai Musiddik sasat (menyelidiki dan meneliti keadaan rakyat), Imem (Imam) berfungsi sebagai Muperlu Sunet (melaksanakan ajaran agama) dan Rayat (Rakyat) berfungsi sebagai Genap Mufakat (musyawarah untuk mencapai kata mufakat)
Pada masa Pra Kolonial , Pemerintahan di Tanoh Gayo dilaksanakan secara demokratis dengan semboyan “ Sudere Genap Mufakat”. Pada masa ini yang mengatur dan mengurusi masyarakat adalah :
1. Penghulu Musuket Sipet (Raja yang menjalankan peraturan yang baik dan adil).
2. Imem Muperlu Sunet (menjalankan ajaran agama).
3. Petue Musiddik Sasat (Kebijakan kaum tua).
4. Rayat Genap Mufakat (melaksanakan musyawarah)
B. Masa Kolonial
Pada zaman Hindia Belanda (1904 – 1942) wilayah Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu dari Order Afdeeling Noordkust Van Atjeh, dengan ibukota negerinya Sigli. Sedangkan Order Afdeeling Takengon dengan ibukotanya Takengon yang dibagi atas empat Landschap (daerah( yaitu :
1. Landschap Bukit dengan ibu negerinya Mampak.
2. Landschap Linge dengan ibu negerinya Isaq.
3. Landschap Syaih Utama dengan ibu negerinya Nosar.
4. Landschap Cik dengan ibu negerinya Kemili.
Setelah berakhir masa pendudukan Belanda, pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) pembagian wilayah tidak berubah sebagaimana masa pendudukan Belanda, Jepang hanya mengganti nama seperti :
1. Order Afdeeling diganti menjadiGun (dipimpin oleh pribumi yang disebut dengan Gunco).
2. Landschap diganti dengan Sun (dipimpin oleh pribumi yang disebut Sunco).
C. Masa Kemerdekaan
Pada awal masa kemerdekaan Order Afdeeling diganti namanya menjadi Wilayah yang dipimpin oleh Kepala Wilayah dan Landschap diganti menjadi Negeri. Selanjutnya wilayah diganti dengan Kabupaten dan Negeri diganti menjadi Kecamatan.
Secara Hukum Kabupaten Aceh Tengah dengan Undang-Undang (drt) Nomor 7 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Sumatera Utara, dengan kecamatan Sebagai Berikut :
1
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
1. Kecamatan Bebesen dengan Ibukotanya Kemili 2. Kecamatan Linge dengan Ibukotanya Isaq
3. Kecamatan Kota Takengon dengan Ibukotanya Kota Takengon
4. Kecamatan Timang Gajah dengan ibukotanya Lampahan.
5. Kecamatan Silih Nara dengan ibukotanya Angkup.
6. Kecamatan Bukit dengan ibukotanya Simpang Tiga Redelong.
7. Kecamatan Bandar dengan ibukotanya Janarata.
Sehubungan dengan luasnya wilayah, dan sulitnya trasportasi serta aspirasi masyarakat pada tahun 1974 melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1974 tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Tengah dimekarkan. Dengan terjadinya pemekaran Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Aceh Tenggara, maka kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah terdiri dari 7 (tujuh) kecamatan dan 2(dua) perwakilan kecamatan yaitu :
1. Kecamatan Kota dengan ibukotanya Kota Takengon.
2. Kecamatan Bukit dengan ibukotanya Simpang Tiga Redelong.
3. Kecamatan Bebesen dengan ibukotanya Kemili.
4. Kecamatan Timang Gajah dengan ibukotannya Lampahan.
5. Kecamatan Silih Nara dengan ibukotanya Angkup.
6. Kecamatan Linge dengan ibukotanya Isaq.
7. Kecamatan Bandar dengan ibukotanya Janarata.
8. Perwakilan kecamatan Bebesen adalah Pegasing dengan ibukotanya Simpang kelaping.
9. Perwakilan Kecamatan kota adalah Bintang dengan Ibukotanya Bintang.
Selanjutnya dengan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1981 perwakilan Kecamatan Bebesen dan Perwakilan Kecamatan Kota Takengon statusnya ditingkatkan menjadi kecamatan Pegasing dan kecamatan Bintang
Salah satu upaya untuk mempercepat laju pembangunan ditinjau dari aspek pertumbuhan ekonomi daerah, pemerataan hasil-hasil pembangunan, melalui Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 6 tahun 2000, Kecamatan Silih Nara dan Kecamatan Bandar dimekarkan menjadi Kecamatan :
1. Kecamatan Syiah Utama dengan ibukotanya Rusip, dan 2. Kecamatan Ketol dengan ibukotanya Rejewali.
Selanjutnya pada tahun 2002, dengan qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 12 Tahun 2002,Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melakukan pemekaran 6 kecamatan baru yaitu :
1. Kecamatan Permata dengan ibukotanya Wih Tenang Uken.
2. Kecamatan Pintu Rime Gayo dengan ibukotanya Blang Rakal.
3. Kecamatan Wih Pesam dengan ibukotanya Pante Raya.
4. Kecamatan Celala dengan ibukotanya Berawang Gading.
5. Kecamatan Kebayakan dengan ibukotanya Gunung Bukit.
6. Kecamatan Kute panang dengan ibukotanya Ratawali.
Dalam rangka mewujudkan aspirasi masyarakat Kabupaten Aceh Tengah, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan dan pembangunan kemasyarakatan,pada tahun 2003 melalui Undang-Undang Nomor 41 tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bener Meriah Di Provinsi Nanggroe Aceh Darusslam, Kabupaten Aceh Tengah dimekarkan kembali menjadi 2 (dua) Kabupaten yaitu 2
3
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.
Dengan terjadinya pemekaran Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Bener Meriah maka dari 17 (tujuh belas) kecamatan yang ada 7 (tujuh) kecamatan menjadi wilayah Kabupaten Bener Meriah dan 10 (sepuluh)) kecamatan menjadi wilayah Kabupaten Aceh Tengah, yaitu :
1. Kecamatan Linge dengan ibukotanya Isaq.
2. Kecamatan Bintang dengan ibukotanya Bintang.
3. Kecamatan Kebayakan dengan ibukotanya Gunung Bukit.
4. Kecamatan Lut Tawar dengan ibukotanya Takengon Timur.
5. Kecamatan Pegasing dengan ibukotanya Simpang Kelaping.
6. Kecamatan Bebesen dengan ibukotanya Kemili.
7. Kecamatan Kute Panang dengan ibukotanya Ratawali.
8. Kecamatan Silih Nara dengan ibukotanya Angkup.
9. Kecamatan Ketol dengan ibukotanya Reje Wali.
10. Kecamatan Celala dengan ibukotanya Berawang Gading.
Selanjutnya dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna pemerintahan dan pembangunan yang lebih merata, dengan qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 1 Tahun 2007, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali melakukan pemekaran 4 (empat) kecamatan baru yaitu : 1. Kecamatan Jagong jeget dengan ibukotanya Jeget Ayu.
2. Kecamatan Atu Lintang dengan ibukotanya Merah Mege.
3. Kecamatan Bies dengan ibukotanya Atang Jungket.
4. Kecamatan Rusip Antara dengan ibukotanya Pantan Tengah.
Sehingga sampai dengan saat ini Kabupaten Aceh Tengan dengan luas wilayah 4.318.39 km² memiliki 14 (empat belas) kecamatan yaitu :
1. Kecamatan Linge 2. Kecamatan Bebesen.
3. Kecamatan Silih Nara.
4. Kecamatan Bintang.
5. Kecamatan Pegasing.
6. Kecamatan Ketol.
7. Kecamatan Kute Panang.
8. Kecamatan Celala.
9. Kecamatan Lut Tawar.
10. Kecamatan Kebayakan.
11. Kecamatan Bies.
12. Kecamatan Rusip Antara.
13. Kecamatan Jagong Jeget.
14. Kecamatan Atu Lintang.
Sejak zaman kemerdekaan hingga saat ini Kabupaten Aceh Tengah telah dipimpin oleh 22 (dua puluh dua) orang Bupati sebagaimana tercantum dalam tabel berikut :
No. Nama Tahun menjabat
1 2 3
1. Abdul Wahab 1945 s/d 1949
2. Zaini Bakri 1949 s/d 1952
3. M.Husin 1952 s/d 1953
4. Mude Sedang 1953 s/d 1957
5. M.Sahim Hasyimi 1957 s/d 1958
6. Abdul Wahab 1958 s/d 1964
7. Aman Sari 1964 s/d 1966
8. M.Isa Amin 1966 s/d 1970
9. Nyak Abbas 1970 s/d 1971
10. Nurdin Sufi 1971 s/d 1975
11. M. Beni Bantacut,BA 1975 s/d 1985
12. M.Jamil 1985 s/d 1990
13. Drs. Zainuddin Mard 1990 s/d 1991 14. Drs.T.M Yoesoef Zainoel 1991 s/d 1992 15. Drs. Buchari Isaq 1992 s/d 1998
5 6
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
16. Drs.H.Mustafa M.Tami,MM 1998 s/d 2004 17. Ir.H.Nasaruddin,MM (Pj) 2004 s/d 2005 18. Drs.H.Syahbuddin BP.MM (Pj) 2006 19. Ir.H.Nasaruddin,MM 2007 s/d 2012 20. Ir.Mohd.Tanwier (Pj) 2012
21. Ir.H.Nasaruddin,MM 2012 s/d sekarang
2. Visi dan Misi Kabupaten Aceh Tengah
Dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang sesuai dengan amanat Undang-Undang dasar 1945, maka Pemerintah Daerah diharapkan dapat mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan sebagai upaya untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui peningakatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kerangka inilah visi dan misi Kabupaten Aceh Tengah diwujudkan dalam program kerja Bupati/wakil Bupati terpilih untuk lima tahun kedepan yang merupakan tahap kedua Rencana Pembangunan Jangka panjang Kabupaten Aceh Tengah 2005 – 2025, diarahkan untuk membawa masyarakat Kabupaten Aceh Tengah menuju suatu kehidupan masyarakat yang sejahtera, berakhlak, bermartabat, berkarakter dan bermakna. Dengan melihat kondisi kekinian Aceh Tengah dengan permasalahan dan tantangan serta isu-isu strategis yang dihadapi dalam 5 (lima) tahun mendatang dengan memperhitungkan potensi daerah yang dimiliki oleh masyarakat Aceh Tengah, maka visi pembangunan Kabupaten Aceh Tengah tahun 2012-107 adalah “Terwujudnya Kemakmuran dan Terhalaunya Kemiskinan Menuju Masyarakat Aceh Tengah Sejahtera pada Tahun 2017”
Visi pembangunan Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2012-2017 ini menjadi arah cita-cita bagi pembangunan yang secara sistematis bagi penyelenggara Pemerintah Daerah dan segenap pemangku kepentingan pembangunan Kabupaten Aceh Tengah.
Dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2012-2017, ditempuh melalui 6 (enam) misi Pembangunan sebagai berikut :
1. Melanjutkan peningkatan pelaksanaan Syariat Islam dan memantapkan peningkatan dan penghayatan serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Misi pertama ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah serta mensinergikannya dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat Aceh Tengah. Selain itu setiap pelaksanaan pembangunan di daerah harus benar-benar dilaksanakan dengan niat amar makruf nahi mungkar, baik pembangunan fisik maupun non fisik.
2. Melanjutkan pemantapan perekonomian rakyat, mengurangi angka pengangguran dan membuka lapangan kerja di berbagai sektor.
Misi kedua ini dilakukan dalam rangka percepatan dan penyaluran modal usaha ekonomi mikro dan usaha makro menengah (UKM), mewujudkan konsep perekonomian yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir dalam berbagai bidang yang melibatkan .
3. Melanjutkan pembangunan sarana dan prasarana transportasi strategis serta infrastruktur lainnya.
Misi ketiga di desain untuk mewujudkan peran (fungsi) darana dan prasarana yang proporsional sesuai dengan pertumbuhan
7
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
penduduk sehingga memberikan dampak yang positif bagi laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, perlu perhatian juga terhadap infrastruktur lain seperti pengolahan limbah sampah, pembukaan jalur transportasi lokal, penambahan sarana pendidikan dan kesehatan dasar serta pembangunan drainase, irigasi dan pengairan sebagai upaya menjaga dan melestarikan lingkungan.
4. Melanjutkan peningkatan kualitas pendidikan dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang beriman, berilmu pengetahuan dan mampu menguasai teknologi.
Misi ini dimaksudkan untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat Aceh tengah yang beriman, berkualitas dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi kekinian.
5. Melanjtkan peningkatan dan pemantapan kualitas pelayanan kesehatan serta pemerataan pembangunan infrastruktur kesehatan.
Misi ini dimaksudkan untuk menyempurnakan aspek-aspek kesehatan masyarakat dari kesehatan dasar hingga kesehatan yang berwawasan lingkungan dengan meningkatkan pelayanan dan kualitas tenaga medis dan paramedik sehingga terwujud pelayanan prima.
6. Melanjutkan pemantapan perwujudan iklim kehidupan masyarakat yang damai,tertib, kreatif, inovatif dan mandiri.
Misi ini dimaksudkan untuk menguatkan keberlanjutan perdamaian, peningkatan pemahaman tentang keberlanjutan perdamaian dan melanjutkan penguatan integrasi sosial dan toleransi yang tinggi serta terwujudnya masyarakat yang kreatif, inovatif dan mandiri.
3. Kondisi Geografis
Secara geografis Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu Kabupaten/Kota dari 23 (dua puluh tiga) di Provinsi Aceh yang
terletak diantara 4° 22’ – 4° 42’ 40.8’ Lintang Utara dan 96° 15’
23,6” - 97° 22’ 10.76” Bujur Timur dengan luas wilayah 445.404,27 Ha. Kabupaten Aceh Tengah berada di ketinggian 200 – 2.600 m dari atas permukaan laut. Kabupaten Aceh Tengah merupakan Kabupaten yang terletak ditengah-tengah provinsi Aceh dengan batas-batas administrasi yang meliputi :
Sebelah Utara : Kabupaten Bener Meriah, Bireuen dan Pidie.
Sebelah Selatan : Kabupaten Gayo Lues,Aceh Barat dan Nagan Raya
Sebelah Timur : Kabupaten Aceh Timur dan Gayo Lues.
Sebelah Barat : Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Gayo Lues dan Pidie
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
II. DPRK ACEH TENGAH
DPRK Aceh Tengah merupakan lembaga Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.Sebagai presentasi rakyat, DPRK Aceh Tengah mempunyai fungsi Legislasi, Anggaran dan Pengawasan.
Dalam menjalan fungsinya, DPRK Aceh Tengah mempunyai tugas dan wewenang :
a. membentuk qanun yang dibahas dengan Bupati untuk mendapat persetujuan bersama;
b. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan qanun dan peraturan perundang-undangan lainya;
c. melaksanakanan pengawasan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten dalam melaksanakan program pembangunan Kabupaten, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lain, serta penanaman modal dan kerja sama internasional;
d. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Bupati/wakil Bupati kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan dan/atau pemberhentian;
e. memberitahukan kepada KIP Kabupaten mengenai akan berakhirnya masa jabatan Bupati/Wakil Bupati;
f. memilih Wakil Bupati dalam hal terjadinya kekosongan jabatan Wakil Bupati;
g. memberikan pendapat, pertimbangan dan persetujuan bersama kepada pemerintah Kabupaten terhadap rencana kerja sama internasional di Kabupaten Aceh Tengah;
h. memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap rencana kerjasama antar daerah dan/atau dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan Kabupaten;
i. mengusulkan pembentukan KIP Kabupaten dan membentuk Panitia Pengawas Pemilihan;
j. melakukan pengawasan dan meminta laporan kegiatan dan penggunaan anggaran kepada KIP Kabupaten tentang penyelenggaraan pemilihan Bupati/Wakil Bupati;
k. meminta laporan keterangan pertanggungjawaban bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan untuk penilaian kinerja pemerintahan;
l. melaksanakan kewenangan lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Sejak terbentuknya Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah hingga saat ini DPRK Aceh Tengah telah dipimpin oleh 19 (Sembilan Belas) orang Ketua DPRK sebagaimana tercantum dalam tabel berikut :
No. Nama Tahun menjabat
1 2 3
1. Kali Kebet 1945-1949
2. Mat Rahim Djidan 1949-1951
3. Syeh Hasan 1951-1953
4. Tgk.H.Abu Bakar Bangkit 1953-1956 5. Tgk.H.Mohd. Ali Djadun 1956-1961
6. M.Daus Syis 1961-1966
7. Tgk. H. Arifin Hasan 1966-1971
8. H.Abdul Latif 1971-1974
9. Ahmad Armodja 1974-1977
10. Zam-Zam Putih 1977-1982
11 12
10
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
11. H.Abdul Latief 1982-1987
12. Abu Bakar Sungkit 1987-1992
13. Kadim Abdurrachman 1992-1997
14. M.Hasan 1997-1999
15. Drs.M.Din. A. Wahab 1999-2004
16. Anwar,SH 2004
17. Ir.Syukur Khobath 2004-2009
18. Zulkarnain 2009-2014
19. Muchsin Hasan,MSP 2014 s/d sekarang 1. HASIL PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014
Penyelenggaraan Pemilihan Umum legislatif tanggal 9 April 2014 di Kabupaten Aceh Tengah telah berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Kesuksesan penyelenggaraan pemiliu ini tentu saja berkat peran serta semua pihak utamanya masyarakat Kabupaten Aceh Tengah. Pemilu yang berjalan demokratis ini telah menghasilkan pilihan rakyat sebanyak 30 (tiga puluh ) orang Anggota DPRK terpilih yang berasal dari 4 daerah pemilihan yaitu :
1. Aceh Tengah 1 yang meliputi Kecamatan Lut Tawar, Kecamatan Kebayakan dan Kecamatan Bintang.
2. Aceh Tengah 2 yang meliputi kecamatan Pegasing, Kecamatan Jagong Jeget ,Kecamatan Atu Lintang dan Kecamatan Linge.
3. Aceh Tengah 3 yang meliputi kecamatan Rusip Antara;
4. Aceh Tengah 4 meliputi Kecamatan Bebesen, Kecamatan Kute Panang dan Kecamatan Bies.
Sesuai dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor : 171.2/642/2014 tentang Peresmian Pemberhentian dan pengangkatan Aggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah, tanggal 20 Agustus 2014 telah ditetapkan sebanyak 30 (tiga puluh) orang.
Perolehan kursi anggota DPRK Aceh Tengah dari partai pemenang hasil pemilu legislatif tahun 2014 adalah Partai Golongan Karya 4 kursi, Partai Demokrat 4 kursi, Partai Nasional Demokrat 4 kursi, Partai Amanat Nasional 4 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya 3 kursi, Partai PDI Perjuangan 3 kursi, Partai Aceh 2 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat 2 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa 2 kursi dan Partai Persatuan Pembangunan 2 kursi.
Dari 30 (tigapuluh) orang anggota DPRK terpilih itu berasal dari 10 (sepuluh) partai politik yang terdiri dari 9 (Sembilan) Partai politik Nasional dan 1 (satu) partai Politik Lokal, dengan rincian sebagaimana tercantum pada tabel berikut :
No. Nama Partai Politik Daerah
Pemilihan
1 2 3 4
1. Taqwa,SH Partai Golkar Aceh Tengah 1 2. Ansaruddin Syarifuddin
Naldin
Partai Golkar Aceh Tengah 2 3. H.Hasbullah Partai Golkar Aceh Tengah 3 4. Muchsin Hasan, MSP Partai Golkar Aceh Tengah 4 5. Zulkarnaen Partai Demokrat Aceh Tengah 1 6. Ismail,SE Partai Demokrat Aceh Tengah 2 7. Ir.Amiruddin Partai
Demokrat
Aceh Tengah 3
8. Mukhlis Partai
Demokrat
Aceh Tengah 4 9. Win Konadi Partai Nasdem Aceh Tengah 1 10. Anda Suhada.MM.Tamy Partai Nasdem Aceh Tengah 2 11. Wahyuddin Partai Nasdem Aceh Tengah 3 12. H.Hamdan,SH Partai Nasdem Aceh Tengah 4 13. Syirajuddin Partai Amanat
Nasional
Aceh Tengah 1 14. Ilhamuddin,S.Hut Partai Amanat
Nasional
Aceh Tengah 2
13 14
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
15. Sastra Mahyadi Partai Amanat Nasional
Aceh Tengah 3
16. Salman Partai Amanat
Nasional
Aceh Tengah 4 17. H. Zulfikar,AB,SE Partai Gerinda Aceh Tengah 1 18. Edi Kurniawan Partai Gerinda Aceh Tengah 2 19. Muhammad Syahrul,SE Partai Gerinda Aceh Tengah 3 20. Ikhwanussufa PDI Perjuangan Aceh Tengah 1 21. Samsuddin,S.Ag,M.Pd PDI Perjuangan Aceh Tengah 2 22. Sukurdi Iska PDI Perjuangan Aceh Tengah 3 23. Ismail Partai Aceh Aceh Tengah 3 24. M.Nazar Partai Aceh Aceh Tengah 4 25. Asmayanti,A.Md Partai Hanura Aceh Tengah 2 26. Drs. Yurmiza Putra Partai Hanura Aceh Tengah 4
27. Halidin PKB Aceh Tengah 1
28. Hamzah Tun.MR PKB Aceh Tengah 1
29. Muhammad Alamsyah Yakub
PPP Aceh Tengah 3
30 Anwar PPP Aceh Tengah 4
2. PERESMIAN ANGGOTA DPRK
Pelaksanaan peresmian anggota DPRK Aceh Tengah dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2014 dalam rapat Paripurna Istimewa yang bertempat di ruang sidang DPRK Aceh Tengah peresmian Anggota DPRK Aceh tengah dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor : 171.2/642/2014 tentang Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Aggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah.
3. PIMPINAN DPSRK
Sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD dan Tata Tertib DPRD dan Peraturan DPRK Aceh Tengah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Tata Tertib DPRK Aceh Tengah,Pimpinan DPRK Aceh Tengah terdiri dari satu orang Ketua dan dua orang wakil ketua, yang berasal dari Partai Politik yang memperoleh kursi terbanyak di DPRK. Pengisian pimpinan DPRK berdasarkan usulan dari Pimpinan Partai Politik kepada pimpinan sementara untuk diumumkan dan ditetapkan dalam forum rapat paripurna, yang kemudian diusulkan kepada Gubernur Aceh melalui Bupati Aceh Tengah.
Usulan calon pimpinan diajukan oleh partai Politik yang memiliki kursi terbanyak dari urutan 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) yaitu dari Partai Golongan Karya adalah Muchsin Hasan.MSP, dari Partai Demokrat yaitu Zulkarnain dan dari Partai Nasional Demokrat yaitu Anda SuhadaMM.Tamy.
Acara Pelantikan Anggota DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
13
15
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Berdasarkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor : 171.21/22/2015 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah maka pada tanggal 9 Februari 2015 melalui sidang paripurna istimewa yang bertempat di ruang
sidang DPRK Aceh Tengah dilakukan pelantikan Pimpinan DPRK Aceh Tengah masa bakti 2014 – 2019, sebagai berikut :
a. Muchsin Hasan,MSP dari Partai Golongan Karya sebagai Ketua DPRK Aceh Tengah;
b. Zulkarnain dari Partai Demokrat sebagai Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah;
c. Anda SuhadaMM.Tamy dari Partai Nasional Demokrat sebagai Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah.
4. FRAKSI
Setelah acara pengambilan sumpah anggota DPRK pertama dilakukan adalah pembentukan fraksi di DPRK. Fraksi merupakan wadah berhimpunnya anggota DPRK agar dapat secara optimal melaksanakan fungsi, tugas dan wewenang serta hak dan kewajibannya.Setiap anggota DPRK wajib menjadi salah satu anggota fraksi, dimana setiap fraksi beranggotakan paling sedikit sama dengan jumlah komisi yaitu empat.
Setelah melalui berbagai pembicaraan antar maupun interen partai yang memperoleh kursi di DPRK, akhirnya disepakati untuk membentuk 4 (empat) fraksi yang diumumkan dalam rapat paripurna DPRK , yaitu :
1. Fraksi Golongan Karya : 6 anggota (Partai Golongan karya dengan 4 anggota bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan 2 anggota).
2. Fraksi Demokrat : 8 Anggota ( Partai Demokrat dengan 4 anggota bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa dengan 2 anggota dan Partai Aceh dengan 2 anggota).
3. Fraksi Nasional Demokrat : 4 anggota ( Partai Nasdem berdiri sendiri)
4. Fraksi Partai Amanat Nasional : 12 anggota ( Partai Amanat Nasional dengan 4 anggota bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya dengan 3 anggota, Partai Hati Nurani Pelantikan Pimpinan DPRK Aceh Tengah
Periode 2014-2019 16
17
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Rakyat dengan dengan 2 anggota dan PDI Perjuangan dengan 3 anggota).
Adapun susunan keanggotaan keempat Fraksi yang telah terbentuk tersebut adalah sebagai berikut:
1. FRAKSI GOLONGAN KARYA
Ketua : Ansyaruddin Syarifuddin Naldin Wakil Ketua : Taqwa,SH
Sekretaris : H.Hasbullah
Anggota : Muchsin Hasan,MSP H. Alamsyah Yacup Anwar
2. FRAKSI DEMOKRAT
Ketua : Ismail,SE
Wakil Ketua : Hamzah Tun, MR Sekretaris : Ir. Amiruddin Anggota : Mukhlis
Zulkarnain Halidin Ismail M.Nazar 3. FRAKSI NASDEM
Ketua : H.Hamdan,SH
Wakil Ketua : Win Konadi Sekretaris : Wahyuddin
Anggota : Anda Suhada,MM.Tamy 4. FRAKSI PAN
Ketua : Ilhamuddin,S.Hut Wakil Ketua : Sastra Mahyadi Sekretaris : Salman,ST Anggota : Syirajuddin.AB
: 1. H.Zulfikar. AB : 2. Edi Kurniawan
: 3. Muhammad Syahrul,SE : 4. Ikhwanussufa
: 5. Syamsuddin,S.Ag.M.Pd : 6. Sukurdi Iska,SH
: 7. Asma Yanti,A.Md : 8. Drs. Yurmiza Putra 5. KOMISI
Dengan jumlah anggota sebanyak 30 orang DPRK Aceh Tengah, membentuk 4 Komisi yaitu :
1. Komisi A yang membidangi tugas-tugas di bidang Pemerintahan;
2. Komisi B yang membidangi tugas-tugas di bidang Perekonomian;
3. Komisi C yang membidangi tugas-tugas di bidang keuangan dan pembangunan;
4. Komisi D membidangi tugas-tugas di bidang Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat).
A. Komisi A
Komisi A yang membidangi pemerintahan yang meliputi pemerintahan umum, ketertiban dan keamanan , catatan sipil, penerangan/pers,hukum/perundang-undangan,
kepegawaian/aparatur, perizinan, politik, organisasi masyarakat dan pertanahan.Susunan pimpinan dan anggota Komisi A DPRK Aceh Tengah adalah sebagai berikut :
Ketua : H.Hasbullah
Wakil Ketua : Hamzah Tun.MR
Sekretaris : Ansaruddin Syarifuddin Naldin Anggota : 1. H. Hamdan,SH
2. Ismail,SE
3. Samsuddin,S.Ag,M.Pd 4. Syirajuddin.AB
18 19
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
5. Ilhamuddin,S.Hut B. KOMISI B
Komisi B yang membidangi Perekonomian yang meliputi perindustrian dan perdagangan, pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, pengadaan pangan, logistik, koperasi, pariwisata, perhubungan, kependudukan, ketenagakerjaan, transmigrasi, pertambangan , energi dan dunia usaha.
Susunan pimpinan dan anggota Komisi B DPRK Aceh Tengah adalah sebagai berikut :
Ketua : Wahyuddin
Wakil Ketua : Halidin Sekretaris : Ismail
Anggota : 1. Muhammad Alamsyah Yacob 2. Sukurdi Iska
3. Ikwanussufa 4. Santra Mahyadi C. KOMISI C
Susunan pimpinan Komisi C yang membidangi keuangan dan Pembangunan yang meliputi keuangan daerah, perpajakan, retribusi, perbankan, perusahaan daerah, perusahaan patungan, penanaman modal, asset daerah, pekerjaan umum, pemetaan, tata kota, pertamanan, kebersihan, perumahan rakyat dan lingkungan hidup.
Susunan pimpinan dan anggota Komisi C DPRK Aceh Tengah adalah sebagai berikut :
Ketua : Ir. Amiruddin Wakil Ketua : Win Konadi Sekretaris : Mukhlis
Anggota : 1. H. Zulfikar.AB,SE 2. Taqwa,SH
3. Muhammad Syahrul,SE 4. Drs. Yurmiza Putra
D. KOMISI D
Komisi D yang membidangi Keistimewaan dan Kesejahteraan yang meliputi pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, Agama, adat, kepemudaan dan olah raga, kebudayaan, sosial, kesehatan, keluarga berencana dan peranan wanita, pelaksanaan syariat Islam, harta agama (Baitul Mal) dan waqaf, keulamaan, museum dan cagar budaya.
Susunan pimpinan dan anggota Komisi D DPRK Aceh Tengah adalah sebagai berikut :
Ketua : Salman
Wakil Ketua : Edi Kurniawan Sekretaris : Asmayanti,A.Md Anggota : 1. M. Nazar
2. Anwar 6. BADAN MUSYAWARAH
Badan musyawarah merupakan salah satu alat kelengkapan DPRK yang menjadi tempat dimana rencana kegiatan DPRK dirancang dan ditetapkan. Badan Musyawarah mempunyai tugas :
a. memberikan pertimbangan tentang penetapan program kerja DPRK baik diminta atau tidak;
b. menetapkan kegiatan dan jadwal acara rapat-rapat DPRK, memutuskan pilihan mengenai isi risalah rapat apabila timbul perbedaan pendapat;
c. memberikan saran dan pendapat untuk memperlancar kegiatan dan merekomendasikan pembentukan panitia khusus.
Susunan pimpinan dan anggota Badan Musyawarah DPRK Aceh Tengah adalah sebagai berikut :
Ketua : Muchsin Hasan,MSP Wakil Ketua : Zulkarnain
20
21
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Wakil Ketua : Anda Suhada,MM Tamy
Sekretaris : Sekretaris DPRK Aceh Tengah (bukan Anggota)
Anggota : 1. Anwar 2. H.Hasbullah 3. Ir. Amiruddin
4. Mukhlis 5. M. Nazar 6. Win Konadi 7. Syirajuddin. AB 8. Sastra Mahyadi
9. Muhammad Syahrul,SE 10. Sukurdi Iska
11. Asmayanti,A,Md 12. Ikhwanussufa 7. BADAN ANGGARAN
Badan Anggaran memiliki fungsi yang cukup strategis di lembaga DPRK dalam mengawal fungsi anggaran. Badan Anggaran mempunyai tugas sebagai berikut :
a. memberikan saran pendapat berupa pokok-pokok pikiran DPRK kepada Bupati dalam mempersiapkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (RAPBK) selambat-lambatnya lima bulan sebelum ditetapkannyan APBK;
b. memberikan saran dan pendapat kepada Bupati dalam mempersiapkan penetapan, perubahan dan perhitungan APBK sebelum ditetapkan dalam rapat paripurna;
c. memberikan saran dan pendapat kepada DPRK mengenai pra rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten, rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten
perubahan dan perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten yang telah disampaikan oleh Bupati;
d. Memberikan saran dan pendapat terhadap rancangan perhitungan anggaran yang disampaikan oleh Bupati kepada DPRK; dan
e. Menyusun anggaran belanja DPRK dan memberikan saran terhadap penyusunan anggaran belanja sekretariat.
Susunan pimpinan dan anggota Badan Anggaran DPRK Aceh Tengah adalah sebagai berikut :
Ketua : Muchsin Hasan,MSP Wakil Ketua : Zulkarnain
Wakil Ketua : Anda Suhada,MM Tamy
Sekretaris : Sekretaris DPRK Aceh Tengah (bukan Anggota Anggota : 1. Ansaruddin Syarifuddin Naldin
2. Taqwa,SH
3. Muhammad Alamsyah Yakub 4. Ismail,SE
5. Ismail
6. Hamzah Tun.MR 7. Halidin
8. H.Hamdan,SH 9. Ilhamuddin,S.Hut 10. Wahyuddin 11. Salman
12. H.Zulfikar .AB.SE 13. Edi Kurniawan
14. Samsuddin,S.Ag, M.Pd 15 . Drs.Yurmiza Putra 8. BADAN LEGISLASI
22
23
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Badan Legislasi memiliki fungsi yang sangat penting di DPRK untuk mengawal fungsi legislasi. Badan Anggaran mempunyai tugas sebagai berikut :
a. menyusun rancangan program legislasi daerah yang menurut daftar urutan dan prioritas rancangan qanun beserta alasannya untuk setiap tahun anggaran di lingkungan DPRK;
b. berkoordinasi untuk penyusunan program legislasi daerah antara DPRK dan Pemerintah Daerah;
c. menyiapkan rancangan qanun usul DPRK berdasarkan program yang ditetapkan;
d. melakukan pengharmonisan, pembulatan dan pemantapan konsepsi rancangan qanun tersebut disampaikan kepada pimpinan DPRK;
e. memberikan pertimbangan terhadap rancangan qanun yang diajukan oleh anggota, Komisi dan/atau gabungan komisi, diluar rancangan qanun yang terdaftar dalam program Legislasi daerah;
f. mengikuti perkembangan dan melakukan evaluasi terhadap pembahasan materi muatan rancangan qanun melalui koordinasi dengan komisi dan/atau panitia khusus;
g. memberikan masukan kepada pimpinan DPRK atas rancangan qanun yang ditugaskan oleh Badan Musyawarah;
h. membuat laporan kinerja dan inventarisasi masalah dibidang perundang-undangan pada akhir masa keanggotaan DPRK.
Susunan pimpinan dan anggota Badan Legislasi DPRK Aceh Tengah adalah sebagai berikut :
Ketua : Taqwa,SH Wakil Ketua : Mukhlis
Sekretaris : Sekretaris DPRK Aceh Tengah (bukan Anggota)
Anggota : 1. Ansaruddin Syarifuddin Naldin 2. H.Hamdan,SH
3. Wahyuddin 4. Ir. Amiruddin
5. Syirajuddin.AB 6. Salman, ST 9. BADAN KEHORMATAN
Dengan jumlah anggota DPRK 30 orang, maka berdasarkan Peraturan Tata Tertib dibentuk Badan Kehormatan dengan anggota sebanyak 3 (tiga) orang, dimana setiap fraksi dapat mengajukan anggotanya sebagai anggota Badan Kehormatan.
Oleh karena jumlah fraksi di DPRK Aceh Tengah sebanyak 4 Fraksi, maka dilakukan pemilihan secara voting untuk menentukan 3 orang anggota Badan Kehormatan.Berdasarkan voting dalam rapat paripurna DPRK akhirnya diputuskan keanggotaan Badan Kehormatan sebagai berikut :
Ketua : H.Hamdan,SH Wakil Ketua : Ismail,SE
Anggota : Ansaruddin Syarifuddin Naldin Badan Kehormatan mempunyai tugas :
a. Mengamati, mengevaluasi disiplin, etika dan moral pimpinan dan Anggota DPRK dalam menjaga martabat,kehormatan, citra dan kredibilitas sesuai dengan kode etik DPRK;
b. Meneliti dugaan pelanggaran yang dilakukan pimpinan dan anggota DPRK terhadap kode etik dan Peraturan Tata Tertib DPRK serta sumpah/janji;
c. Kode Etik dibuat secara bersama-sama anggota DPRK;
d. Melakukan penyelidikan, verifikasi, klarifikasi atas pengaduan pimpinan DPRK,masyarakat dan/atau pemilih;
e. Menyampaikan laporan atas keputusan Badan kehormatan pada rapat paripurna DPRK, dan
24 25
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
f. Dapat menjatuhkan sanksi kepada anggota DPRK yang terbukti melanggar kode etik DPRK.
Selain mempunyai tugas sebagaimana dimaksud diatas, setiap anggota Badan Kehormatan mempunyai kewenangan sebagai berikut :
a. Memanggil anggota DPRK yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan dan pembelaan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan, dan
b. Meminta keterangan pelapor,saksi dan/atau pihak-pihak lain yang terkait, termasuk untuk meminta dokumen atau bukti lain.
26
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
III. Profil Anggota DPRK
1. MUCHSIN HASAN, S.Pd.I, MSP
Nama lengkap : Muchsin Hasan, S.Pd.I, M.SP.
Tempat tanggal lahir : Takengon, 10 Maret 1979
Alamat : Jl. Takengon-Isaq, Burni Jimat KampungKebet Kecamatan Bebesen No. 79
Istri : Vitriani
Anak : 1. Lutfi Fayruzy
2. Fitra Ramadhan 3. Rifky Al Faresi
Pendidikan : S 2
Partai politik : Golongan Karya
Fraksi : Golongan Karya
No. Hp : 085270052333
Dapil : Aceh Tengah 4
Jumlah Suara : 1.720
Pengalaman kerja : Anggota DPRK Aceh Tengah Periode 2009-2014
Tanda jasa : -
Terlahir dan besar di keluarga pendidik. Ayahtokoh masyarakat, pendiri Pondok Pasantren Darul Muhklisin, dengan ibu yang selalu memberi perhatian pada keluarga kurang mampu. Besar dan belajar, menghabiskan banyak waktu bersama kaum santri.
Mendidik dan berbaur bersama anak kurang mampu merupakan aktifitas yang telah mendarah daging dalam diri seorang Muchsin Hasan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah periode 2014-2019.
Putra bungsu pasangan Drs. Tgk. H. M. Hasan Tan dan Hj.
Nurjannah tidak pernah terbesit dalam benaknya akan menjadi pimpinan DPRK Aceh Tengah. Pasalnya, ia hanya ingin mengabdi pada masyarakat dengan apa yang dia miliki dan kemampuan yang telah ia raih sejak kecil di lingkungan pasantren.
Tempat tinggalnya adalah Pasantren Darul Muhklisin yang didirikan Hasan Tan pada tahun 1990 di Burni Jimet, Kampung Kebet, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Sejak kecil, keseharian Muchsin Hasan tidak lepas dari pertemanan dengan para santri asuhan ayahnya. Pada saat itu, ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri
27
28
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
(SDN) 7 Takengon, sangat akrab dengan para santri maupun para ustadz di pesantren tersebut.
Besar di lingkungan pesantren dan menempuh pendidikan juga di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Darul Mukhlisin, membuatnya sangat dikenal oleh semua santri. Usai menamatkan MAS pada tahun 1998, Muchsin Hasan coba menimba ilmu di beberapa pondok pasantren, serta kuliah tingkat sarjana (Ma’had ‘Ali) di Wali Songo, Tebu Ireng Jombang, hingga mengikuti pendidikan di Institut Studi Islam Gontor.
Karena tidak ingin menjadi anak yang tidak patuh kepada orang tua, Muchsin Hasan memutuskan kembali ke Aceh Tengah guna membantu orang tua untuk mengasuh anak santri di Ponpes Darul Mukhlisin. “Saya belajar di beberapa pesantren di Jawa untuk melihat perkembangan pendidikan Islam. Namun karena keinginan orang tua (ibu) akhir tahun 1999 saya kembali ke Takengon,” kata Muchsin Hasan.
Sekembalinya dari Pulau Jawa, Muchsin Hasan melanjutkan pendidikan strata satu (sarjana) di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Gajah Putih Takengon, Fakultas Tarbiyah, tamat pada tahun 2004.
Semasa kuliah, ia aktif dalam berbagai organisasi kampus serta organisasi sosial kemasyarakatan, namun kehidupan di pesantren tidak pernah ia tinggalkan. Sepulang kuliah, ia tetap membantu orang tua mengurus pesantren hingga menjadi pengajar bagi ratusan santri dalam berbagai bidang ilmu. Mata pelajaran Nahwu, Fiqih, Syaraf, Bahasa Inggris serta Bahasa Arab menjadi makanan sehari-harinya dalam menuangkan ilmu kepada kalangan santriwan dan santriwati.
Saat masih duduk di bangku SD,Muchsin Hasan kerap membantu orang tua dalam pengembangan pasantren semampunya.
Meski masih belum masuk usia remaja, Muchsin Hasan kecil sudah sering ikut proses belajar di pasantren. Disanalah ia belajar mandiri, untuk makan sehari-hari harus masak terlebih dahulu. Oleh sebab itu, alumni Darul Mukhlisin sudah menjadi keluarga besar Muchsin Hasan yang tidak pernah dilupakan, dimana setiap tahun ada sekitar 250 orang yang menjadi alumni. Kini sudah banyak yang berkiprah di berbagai profesi, ada yang mendirikan pasantren, menjadi PNS, civitas akademika, imam kampung, aparatur kampung dan lainnya. Semua alumni menjadi perpanjangan tangan seorang Muchsin Hasan dalam bermasyarakat dan silaturahmi.
Kehidupan pasantren dengan latar santri yang kurang mampu, membuat Muchsin Hasan dan keluarga besar bekerja keras untuk pembiayaan pesantren. Bahkan pada tahun 2015, ada sekitar 30 anak yatim piatu yang tidak dipungut biaya (gratis). Bagi santri yatim juga diberi berbagai kemudahan dalam menimba ilmu. “Saat ini santri hanya membayar Rp 50 ribu perbulan, kalau dihitung untuk listrik saja tidak cukup tapi, karena niat untuk membantu warga yang kurang mampu, pengurus pesantren terus melakukan berbagai usaha demi para santri,” kata Muchsin Hasan yang menikahi Vitriani tahun 2004, perempuan tangguh yang pernah aktif sebagai atlet olahraga Taekwondo.
Keseriusan soal pendidikan juga dibuktikan Muchsin Hasan dengan menempuh program pascasarjana. Dalam waktu satu tahun delapan bulan, ia berhasil mendapatkan gelar Master Studi Pembangunan (M.SP.) dari Universitas Sumatera Utara (USU) dengan IPK 3.8. Bahkan sempat ditawari langsung untuk melanjutkan program
29
30
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
doktoral. Namun seiring dengan tanggungjawab atas jabatan yang diemban, ia memilih untuk mundur terlebih dahulu. “Satu saat, kalau ada umur dan kesempatan program S3 akan kita upayakan dapat dijalani karena wadah sudah ada dan latar belakang keluarga yang konsen terhadap pendidikan, S3 tetap menjadi pertimbangan nantinya,” kata Muchsin Hasan, yang telah lulus sebagai mahasiswa doktoral (S3) tahun 2013 di USU yang kemudian mengundurkan diri.
Sebelumnya, usai meraih gelar sarjana (S1), Muchsin Hasan secara tidak langsung mulai terjun dan dilibatkan masuk ke dunia politik. Hal itu terjadi pasca mundurnya Hasan Tan dari kursi DPRK sebelum pelantikan anggota DPRK periode 2004-2009. Dimana, Hasan Tan pernah meraih suara terbanyak pada pemilu legislatif pada tahun 2004 bersama partai politik pengusung Partai Bulan Reformasi (PBR).
Keterlibatan Hasan Tan di politik membawa dampak pada Muchsin Hasan. Dari orang terdekat seperti orang tuanya, para kolega, kemudian diminta memegang surat mandat pengurus partai bahkan sebagai Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Meski tidak pernah belajar ilmu politik, Muchsin Hasan mulai melakoni pekerjaan sebagai pengurus partai. Pada pemilu legislatif tahun 2009, ia masuk daftar calon anggota DPRK dan berhasil duduk menjadi anggota dewan yang terhormat periode 2009-2014, bahkan dipercaya sebagai Ketua Komisi A serta Ketua Fraksi Gabungan dengan 11 orang bergabung dari berbebagai partai politik. Saat itu, Muchsin Hasan mencalonkan diri dari daerah pemilihan (dapil) dua dengan nomor urut dua (Kecamatan Bebesen, Bies, Kute Panang, Atu Lintang, Jagong, Linge dan Pegasing). PKNU berhasil meraih dua kursi (Muchsin Hasan dan Samsuddin).
Diakhir periode 2009-2014, Muchsin Hasan di-PAW (pergantian antar waktu) karena PKNU tidak lagi menjadi partai peserta pemilu.
Terlebih saat itu aroma politik sangat kental di DPRK Aceh Tengah, ia tidak dapat mempertahankan posisinya. Selanjutnya menggunakan perahu lain, partai dengan lambang pohon beringin dan keidentikkan berwarna kuning.
Keluar dari PKNU, Muchsin Hasan yang selalu bertutur sapa ramah dan santun, dilamar banyak partai untuk menjadi calon anggota legislatif. Atas beberapa pertimbangan, restu orang tua dan saran beberapa tokoh politik, ia akhirnya menerima tawaran dari Dewan Pengurus Daerah Tingkat II (DPD) Golkar Aceh Tengah dan diijinkan masuk daftar caleg nomor urut 2. Muchsin Hasan kembali menunjukkan sikap anak santun, ia tidak neko-neko soal pencalonan dengan menerima keputusan partai, tanpa pernah melakukan lobi- lobi untuk urusan nomor caleg meski peluangnya saat itu bisa ditempatkan pada nomor urut satu.
Usai penghitungan suara pemilu legislatif, Muchsin Hasan tercatat berhasil mengumpulkan 1.820 suara, urutan ke tiga terbanyak dari 30 anggota DPRK Aceh Tengah periode 2014-2019. Keberhasilan itu tidak lepas dari peran alumni Pasantren Darul Mukhlisin di seluruh wilayah Aceh Tengah. Meski semua orang punya hak suara, namun dengan adanya kedekatan dengan para alumni, tanpa dimintapun alumni dan santri aktif tetap mendukung langkah politik Muchsin Hasan duduk di DPRK.
Setelah pemilihan umum legislatif, seluruh Pengurus Partai DPD II Golkar Aceh Tengah melakukan rapat internal, Muchsin Hasan salah satu pengurus baru di Golkar yang diusulkan menduduki kursi
31 32
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
pimpinan DPRK Aceh Tengah. “Saat itu diusulkan juga calon pendamping saudara Ansaruddin Syarifuddin Naldin, tapi seluruh pengurus sepakat menyetujui kita (Muchsin Hasan-red) sabagai pimpinan DPRK. Berselang beberapa waktu, Surat Keputusan dikeluarkan DPP Golkar yang ditandatangani Abu Rizal Bakrie,”
kenang ayah dari Lutfi Faeruzi. Bertepatan dengan lima bulan bergabung dengan Partai Golkar, ia pun dipercaya menjabat Wakil Ketua DPD II Golkar Aceh Tengah, mendampingi Nasaruddin sebagai Ketua Umum-nya.
Muchsin Hasan tetap menjadi anak yang patuh terhadap orang tua, meski telah menjadi pimpinan DPRK Aceh Tengah. Pesan ibunda untuk membuka diri dan menjadi pribadi yang terbuka tetap ia ingat. Oleh sebab itu sebagai Ketua DPRK, ia menunjukkan sikap tidak anti kritik dan lebih sering meminta berbagai pendapat dari semua pihak demi kemajuan lembaga yang ia pimpin serta dapat terlaksana pembangunan Aceh Tengah yang merata. Disadarinya, sebagai manusia biasa, selalu merasa kurang terhadap apa yang dijalani, selalu mengevaluasi diri dan menerima gagasan segenap masyarakat luas, sebagai cambuk baginya untuk bekerja sekuat tenaga dengan otoritas dan kewenangan yang ada dipundaknya.
Awal menduduki kursi pimpinan DPRK Aceh Tengah, anak santri itu mendapat masukan dari dalam keluarga. Tanggung jawab sebagai Ketua DPRK tentunya menyita waktu mengurus pasantren yang 80 persen dihuni santri dari orang tua yang tingkat ekonomi rendah. Dengan tanggung jawab yang berat itulah, keluarga memberi pertimbangan untuk menolak posisi tersebut, khawatir akan menjadi fitnah di kemudian hari. Namun Muchsin Hasan juga mempertimbangkan amanah partai politik pengusungnya yang juga representasi sebahagian masyarakat yang tidak ingin dilukai.
Di tangan Muchsin Hasan, DPRK butuh kritikan dan masukan supaya lembaga bisa dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat. Kritikan bisa disampaikan kepada lembaga atau pribadi 30 anggota dewan bahkan bisa juga disampaikan pada sekretariat DPRK Aceh Tengah. Ia ingin DPRK sebagai mitra berbagai unsur hingga pihak eksekutif, demi Kabupaten Aceh Tengah yang lebih baik dalam bidang pembangunan.
Sebagai pimpinan lembaga representasi masyarakat, Muchsin Hasan bercita-cita dapat tercapainya standarisasi pendidikan di seluruh wilayah Aceh Tengah demi seluruh masyarakat. Struktur pendidikan, baginya adalah kunci keberhasilan hidup, melalului pendidikan formal yang digandeng dengan pendidikan agama, guna menempa anak didik berakhlak mulia. Salah satu digagas Muchsin Hasan ialah menghadirkan lembaga pendidikan pembinaan dayah dan pengajian di Kabupaten Aceh Tengah, sebagai salah satu cara untuk mengimbangi pendidikan formal dengan pendidikan agama melalui pelaksanaan pengajian ba’da magrib, dan program pembinaan pengajian sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan rohani generasi muda serta perlunya kesopanan dan kesantunan harus tetap diajarkan kepada anak-anak.
Sebagai petugas partai yang ditugaskan sebagai pimpinan DPRK dan kedekatan emosional dengan Ketua DPD II Golkar yang tak lain adalah Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan sempat digadang- gadang sebagai penerus kursi nomor satu Dataran Tinggi Tanoh Gayo.
Meski belum ada peluit panjang tanda dimulainya pemilihan kepala daerah (pilkada) dari penyelenggara pemilu tahun 2017. Nama Muchsin Hasan kian nyaring diperbincangkan meski dirinya sendiri belum pernah berucap sepatah kata akan isu mencalonkan diri sebagai bupati.
33
34
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Dengan lemah lembut, Muchsin Hasan menyampaikan hanya ingin mengabdi untuk masyarakat sesuai ilmu yang diperolehnya serta amanah dari orang tua. Sebagai anak, Muchsin Hasan berharap bisa membangggakan kedua orang tuanya dengan menunjukkan keberhasilan memimpin DPRK. Kelak bila partai menugaskan lebih dari sekedar Ketua DPRK, perlulah meminta restu orang tua dan keluarga besar. Sebab, ia tidak pernah bermimpi dan niat menjadi bupati. “Bila sudah menyelesaikan dua periode di DPRK Aceh Tengah, demi pengabdian bisa dimana saja dan mungkin kembali ke pasantren,” sebut Muchsin Hasan.
Muchsin Hasan pernah juga menerima penghargaan Indonesia Best Leadership Award 2015. Ia satu dari 25 orang penerima yang menyisihkan sekian banyak putra-putri Indonesia. Award itu diterimanya dalam acara yang dilaksanakan oleh Citra Prestasi Anak Bangsa, di Ball Room Grand Cempaka Hotel Jakarta, Jumat (8 Mei 2015). Atas penghargaan itu, sama sekali tidak terduga. “Saya tidak tahu kapan tim mereka datang ke Aceh Tengah dalam melihat semua yang selama ini saya lakukan, saya ucapkan terima kasih kepada yayasan dan semua yang telah memberikan masukan kepada tim yang turun ke Takengon,” tutur Muchsin Hasan yang kini menjadi koordintaror (Korwil) Provinsi Aceh, Asosiasi DPRD kab/kota Seluruh Indonesia (Adkasi).
Yayasan Citra Prestasi Anak Bangsa adalah salah satu lembaga yang bersifat independen, non politik, nirlaba dan bergerak di bidang sosial. Kegiatan utama lembaga ini adalah melakukan hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia dengan melalui sentuhan psykoligis yang bersifat mulia. Memprakarsai memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat dari berbagai kalangan profesi
yang berprestasi dan telah memberikan kontribusi sumbangsih bagi kemajuan pembangunan di negeri ini dari berbagai bidang kehidupan.
Selama menempuh pendidikan hingga pascasarjana, Muchsin Hasan selalu berusaha menjadi pribadi yang ikhlas, mandiri, amanah dan jujur, sesuai pesan dari ayahnya. Terlebih saat mulai menjadi anggota dewan dan kini menjabat Ketua DPRK Aceh Tengah, ia dipesan untuk dekat dengan semua masyarakat dalam posisi apapun.
Buah hasil didikan Hasan Tan dan Nur Jannah kini telah terbiasa menjalani hidup, berbaur dengan orang-orang dari kalangan bawah.
Terhadap ibunda tercinta Nur Jannah, Muchsin Hasan merupakan sosok anak yang dekat dengan “cahaya surga”. Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara itu terkadang lebih disayang tentunya. Kini dengan aktivitas politik, sosial masyarakat, Muchsin Hasan tidak pernah luput dari meminta restu ibunda bila akan bepergian.
Hj. Nurjannah ibunda tercinta hanya berpesan, agar Muchsin Hasan ikhlas melaksanakan tugas meski itu berat dan apapun resikonya. Pernah keberatan atas jabatan putranya sebagai Ketua DPRK, kini mulai memahami tugas dan tanggung jawab yang diemban sang anak terkasih untuk pengabdian tiada henti demi masyarakat.
35 36
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
2. ZULKARNAIN, SE, MSP
Nama : ZULKARNAIN
Tempat Tanggal Lahir : Takengon, 10 September 1958
Agama : Islam
Alamat : Takengon
Istri : Ir. Hj. Nauwar
Anak : Rifqi Muttaqin
Pendidikan : S2
Parpol : Partai Demokrat
Fraksi : Demokrat
No Hp : 0811 6000 100
Dapil : Aceh Tengah 1
Jumlah Suara :
Pengalaman Kerja : - Anggota DPRKAceh Tengah 2Periode
- Ketua DPRK 2009-2014 - Ketua PRSI Aceh Tengah - Wakil Ketua GAPENSI - Direktur CV. Zunion - Mantan Pengurus KNPI
Sosoknya sederhana, selalu tampil segar. Pria yang selalu mengenakan kacamata ini hadir di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah sudah untuk kedua kali di percaya rakyat untuk mengemban aspirasi.
Priode pertama 2009-2014 pria berkulit putih dengan tubuh ramping ini, dengan jumlah kursi di DPRK empat kursi, dari praksi Demokrat “mencapai” puncak untuk duduk sebagai Ketua lembaga.
Zulkarnain, memastikan turun ke dunia politik dengan kepercayaan penuh, tanpa ragu.
Berkibar dengan bendera Partai Demokrat, manta pengurus KNPI ini selalu mengedepankan kebersamaan dalam menyahuti aspirasi masyarakat di dalam gedung parlemen. Pandangan politiknya untuk saat ini, akan tetap membela kaum yang lemah dan selalu akan mengritisi kebijakan pemerintah yang lari dari “rel” yang sudah di tentukan.
37 38
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Mantan direktur CV. Zunion ini, berharap kepada pemerintah dan masyarakat serta sticholder lainya agar senantiasa membangun perekonomian masyarakat Gayo, seperti apa yang di cita-citakan oleh pendahulu bangsa ini. Lahir dari pasangan Almarhum Hamzah dan Almarhumah Hamidah, Zulkarnain selalu berpanutan terhadap sosok ayah dan ibu yang sangat di cintai.
Harapannya selalu akan dan berusaha menjadi terbaik dari yang sudah-sudah. Keberhasilanya dalam mengapai cita-cita sudah tentu ada campur tangan masyarakat serta dukungan kuat dari keluarga. Menurutnya kesuksesan yang diraihnya sekarang adalah baik. Dan yang lebih baik adalah dalam hadirnya di gedung parlemen dalah lebih baik jika bermanfaat bagi masyarakat banyak. Karena bisa membahagiakan hati orang lain adalah badah dalam menjalani kehidupan ini.
Jabatan atau pangkat bukanlah warisan, tapi merupakan amanah yang di capai karena adanya doa dan dukungan orang banyak, oleh karena itu jangan terbiasa mempersoalkan jabatan.
39
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
3. ANDA SUHADA MM TAMY
Nama lengkap : Anda Suhada MM Tamy Tempat tanggal lahir : Banda Aceh, 19 Juli 1975
Istri : Niariana
Anak : 1. Pratama Naufal C.D,
2. Rafly Pradana Suhada 3. Sultan Farizq Aldana Pendidikan : SMAN 3 Jakarta Selatan Partai politik : Nasional Demokrat (NASDEM)
Fraksi : Nasional Demokrat (NASDEM)
No. Hp : 081360807999
Dapil : Aceh Tangah 2
Jumlah Suara : 735
Pengalaman kerja : -
Tanda jasa : -
Irit bicara tapi tidak miskin ilmu. Pribadinya asik diajak berdiskusi, ditambah dengan pengalaman hidupnya yang sudah terbilang matang di usia muda. Cerdas berpikir demi cita-cita kesejahteraan rakyat serta tidak menyukai perselisihan dan permusuhan. Politik cerdas nan sehat adalah motto dalam politiknya.
Hal itu tergambar pada anakke empat dari mantan Bupati Aceh Tengah Mustafa M Tamy, Anda Suhada.
Sosoknya mulai dikenal luas sejak berkeinginan mendaftar sebagai bakal calon Bupati Aceh Tengah periode 2012-2017. Dengan satu tekad ingin meneruskan cita-cita sang ayah, membawa Kabupaten Aceh Tengah ke arah mandiri dan berdikari, ialah Anda Suhada, pimpinan DPRK Aceh Tengah periode 2014-2019.
Sejak kecil, Anda panggilan akrabnya, sering berpindah tempat tinggal sesuai penempatan tugas orang tuanya Mustafa Tamy, bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Transmigrasi. Pernah menetap di Irian Jaya selama tiga tahun, kemudian di Banda Aceh, Pekan Baru, Palembang, Jakarta dan tinggal di Bandung. Tatkala menempuh pendidikan sarjana dan berkeluarga ia mulai menetap lama di Jakarta namun sering ke Medan untuk urusan bisnis dan keluarga.
40
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Sejak kecil, Anda Suhada terbiasa hidup mandiri. Selama bersekolah di SDN 06 Jakarta Selatan, SMPN 73 dan SMAN 3 Setia Budi Jakarta Selatan, ia sering ditinggal orang tua karena pekerjaan.
Pernah juga merasakan bagaimana hidup dikos-kosan selama menjadi mahasiswa. Kemandirian hidup itu tercermin hingga saat ini, tidak manja dan mau melakukan pekerjaan seringan apapun tanpa perlu bantuan orang lain. Di masa jelang pemilihan umum kepala daerah (pilkada) tahun 2012, Anda diketahui sering mencuci pakaian sendiri meski saat itu banyak saudara dan pendukungnya bisa melakukannya.
Karena status, tidak menjadikan dirinya sebagai pemalas dan mau mengerjakan pekerjaan rumah.
Sebelum terjun ke dunia politik, Anda adalah pekerja swasta dan berwiraswasta. Pernah menjabat Direktur C.V. Nuri, Direktur Utama P.T. MM serta menjadi pebisnis yang bermitra dengan P.T.
Pertamina, serta menggeluti usaha perkebunan. Anda juga pernah mengasah ilmu dan pengalaman melalui berbagai organisasi.
Bergabung dengan organisasi Pemuda Pancasila saat menetap di Jakarta dan menjadi bagian Barisan Muda Demokrat.
Pemilihan umum (pemilu) presiden tahun 2009 adalah pengalaman pertama Anda di politik. Ia ditugaskan untuk memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono di Provinsi Aceh, yang diusung oleh Partai Demokrat. Dinilai berhasil memperoleh suara di Aceh untuk SBY, ia kemudian dipercaya masuk daftar calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR Aceh dengan nomor urut dua pada tahun 2009, mewakili daerah pemilihan Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireun. Meski bisa mengantongi sebanyak 30 ribuan suara, ia tidak dilantik karena suaranya direlakan untuk caleg nomor satu.
Berdasakan amanah Mustaf M Tamy, berpolitik harus sehat maka sebagai politikus, Anda tidak mempunyai target pribadi. Capaian karier politik hanya amanah yang perlu disyukuri.
“Politik yang sehat adalah bagaimana menyatukan perbedaan pendapat” kata Anda Suhada.
Pemilu legislatif 2014, karier politik Anda semakin cemerlang dengan keberhasilan meraih 735 suara dari dapil Aceh Tengah 2 (Pegasing, Atu Lintang, Jagong dan Linge). Menggunakan perahu Partai Nasional Demokrat (NasDem), kini dipercaya menduduki salah satu kursi pimpinan DPRK Aceh Tengah periode 2014-2019.
Sebagai perwakilan masyarakat, keinginan kuatnya ialah pembangunan Kabupaten Aceh Tengah harus digenjot dan pendapatan daerah (PAD) harus lebih besar. Pejabat sebagai pelayanan masyarakat tidak boleh banyak “tidur”, karena di depan mata telah menanti penghapusan dana otonomi khusus (otsus) yang diprediksi akan berakhir pada tahun 2027. Dengan berakhirnya otsus, pembiayaan pembangunan, hingga gaji guru, maupun honorer menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.Pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif harus berpikir keras, bekerja maksimal dengan waktu yang telah ditentukan untuk membuat kebijakan untuk menghasilkan PAD.“Bila PAD masih kurang, akan banyak pegawai, tenaga kontrak dan honorer yang dirumahkan,” kata Anda Suhada.
Peningkatan PADadalah persoalan pokok yang selalu disoroti Anda Suhada. Ia khawatir jika dana otsus sudah tidak ada, maka pemerintah akan kesulitan menanggung belanja daerah untuk pembangunan atau sekedar menggaji pegawai. Satu saja dipilih maka akan membawa dampak yang tidak baik untuk daerah.Untuk mengantisipasi berakhirnyadanaotsus, Pemerintahan Kabupaten 41
42
43
Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019
Aceh Tengah, menurut Anda, harus memikirkan kemajuan sektor pariwisata dan pertanian. Dengan sumber daya alam yang ada maka sektor pariwisata salah satu yang bisa menyumbang PAD terbesar.
“Mendukung pariwisata Aceh Tengah maka infrastruktur jalan harus diperbaiki. Serta membuka jalan seperti jaring laba-laba karena letak Aceh Tengah sangat strategis,” kata Anda.
Selain mengandalkan pariwisata, pendapatan dari sektor perkebunan, kopi, hortikultura juga alternatif untuk PAD yang besar.
Jika pemerintah mengandalkan pendapatan daerah dari hasil bumi, maka harus membuat regulasi yang memudahkan petani dari segi pajak, retribusi, serta membantu petani melalui subsidi pupuk dan hal kemudahan lainnya untuk mendorong peningkatan kuantitas hasil bumi itu sendiri.
Sebagai perwakilan rakyat, Anda juga memberi sumbangsih pemikiran, dimana ia menilai Kawasan Ketapang yang diprogram sebagai sentral peternakan sapi, anggaran yang telah terserap mencapai puluhan milyar rupiah, harus dilakukan perubahan sistem pengelolaan ke sistem swastanisasi. Nantinya, pemerintah melalui instansi terkait tidak harus lepas begitu saja namun dapat belajar dengan pihak ketiga yang berpengalaman dalam peningkatkan produksi daging di Ketapang, dan mempelajari metode penanganan daging sapi hingga produksi secara modern. Hal itu dilakukan guna menghindari kerugian yang lebih besar dan meminimalisir pemborosan anggaran.
KabupatenAceh Tengah, menurut Anda, perlu kawasan terbuka hijau sebagai keseimbangan alam, bisa dijadikan tempat semua pihak sebagai areal rekreasi dan berkreasi.Manfaatnya bagi dunia bermain anak-anak sangat besar, yang perlu mendapat porsi
lebihagar kelak generasi Aceh Tengah tidak lagi mencari kesenangan semata, namun dapat bekerja pada usia muda.
Untuk cita-cita daerah, perlu menyatukan persamaan pandangan politik, program pemerintah sesuai visi dan misi jika ingin pembangunan daerah bergulir dengan baik. Anda yang berkeinginan pembangunan bisa maju pesat, mendorong keras semua pihak seperti keharusan mengayomi pemuda kreatif, supaya dapat bekerjasama dan tidak ada istilah pengkotak-kotakan.
Gedung kesenian, juga salah satu yang sangat diharapkan Anda bisa berdiri di Aceh Tengah. Anak-anak muda dan generasi mendatang bisa mengharumkan nama Aceh Tengah melalui pentas kesenian hingga bisa menjadi pelaku seni yang ternama. Bila wadah tidak disediakan, Aceh Tengah akan redup dalam dunia kreatifitas dan industri kreatif.
Tanggungjawab pemerintah sangat besar terhadap masyarakat, sebab pemerintah mengelola uang yang bersumber dari rakyat. “Apa yang diambil pemerintah, harus ada jaminan juga terhadap masyarakat,” kata Anda yang mendasari pemikirannya untuk berbuat lebih banyak terhadap kepentingan masyarakat.
Di Aceh Tengah, Anda menilai event seperti pacuan kuda seharusnya bisa lebih baik dilaksanakan. Ketertiban, keselamatan penonton dan fasilitas pendukung seharusnya lebih baik meski menguras anggaran sangat besar. Pedagang diberiporsi tersendiri, pemilik kuda juga diperhatikan dan penonton harus diberikan kenyamanan saat menikmati hiburan pacuan kuda. Penyelesaiannya, dengan pembangunan dan anggaran untuk event tahunan tersebut harus besar, satu atau dua kali penganggaran. Nantinya, anggaran yang telah digelontorkan bisa kembali menjadi pendapatan asli daerah
44
45