• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Disusun Oleh: AGHASTA JESICA KORN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. Disusun Oleh: AGHASTA JESICA KORN"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Sumatera Utara)

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

Disusun Oleh:

AGHASTA JESICA KORN 130907172

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2017

(2)

HALAMAN PERSETUJUAN

Hasil skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dan diperbanyak oleh:

Nama : AGHASTA JESICA KORN

NIM : 130907172

Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Judul : Pengaruh Lifestyle dan Fitur Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Apple (Studi Pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara)

Medan, Februari 2017

Dosen Pembimbing Ketua Program Studi

Harris Pinagaran Nasution, SE, MM Prof. Dr. Marlon Sihombing, M.A NIP: 19750110 200912 1 003 NIP: 19590816 198611 1 003

Dekan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si NIP: 19740930 200501 1 002

(3)

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : AGHASTA JESICA KORN NIM : 130907172

Menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul:

Pengaruh Lifestyle dan Fitur Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Apple (Studi Pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara). Merupakan hasil karya dan pekerjaan saya sendiri serta seluruh sumber yang dikutip maupun yang dirujuk telah saya nyatakan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan. Apabila terbukti tidak demikian, saya bersedia menerima sanksi yang berlaku.

Medan, 27 Februari 2017

Aghasta Jesica Korn

(4)

PENGARUH LIFESTYLE DAN FITUR PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK APPLE

(Studi Pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara)

Nama : Aghasta Jesica Korn NIM : 130907172

Jurusan : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Pembimbing : Harris Pinagaran Nasution, SE, M.M

Persaingan yang ketat antar pebisnis membuat para pebisnis terus-menerus meningkatkan kualitas produknya serta melakukan inovasi-inovasi dalam hal fitur produknya agar sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan, lifestyle (gaya hidup), dan selera konsumen saat ini, tidak terkecuali bagi perusahaan Apple Inc, salah satu bisnis di bidang elektronik yang turut menghadapi persaingan bisnis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis secara kuantitatif bagaimana pengaruh lifestyle (gaya hidup) terhadap keputusan pembelian produk Apple, bagaimana pengaruh fitur produk terhadap keputusan pembelian produk Apple, dan bagaimana pengaruh lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk secara simultan terhadap keputusan pembelian produk Apple pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 orang responden.

Analisis data yang digunakan adalah uji istrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian produk Apple pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara. Secara parsial, lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk berpengaruh positif signifikan. Fitur produk merupakan faktor yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian produk Apple pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara. Nilai R Square sebesar 0,468, berarti 46,8% keputusan pembelian produk Apple dapat dijelaskan oleh lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk, dan sisanya 53,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Kata Kunci: Lifestyle, Fitur Produk, Keputusan Pembelian.

(5)

THE EFFECTS OF LIFESTYLE AND PRODUCT FEATURES ON PURCHASING DECISION OF APPLE PRODUCTS

(Study on Bussines Administratiton FISIP University of Sumatera Utara Student)

Name : Aghasta Jesica Korn NIM : 130907172

Departement : Business Administration Faculty : Social and Political Science

Advisor : Harris Pinagaran Nasution, SE, M.M

The intense competition between businessman made every businessman constantly improve the quality of its products and make innovations in terms of features products that correspond to what the people needs, lifestyle, and the tastes of today's consumers, not least for the company Apple Inc., one of the electronics businesses faces this competition. The purpose of this research was to determine and analyze quantitatively the effect of lifestyle on purchasing decisions of Apple products, the effect product features on purchasing decisions of Apple products, and the effect of lifestyle and product features simultaneously on product purchasing decisions Apple on Bussines Administratiton FISIP University of Sumatera Utara Student.

This research uses 100 respondents as a sample. This research is using istrumen test, classic assumption test, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing as analyzing method. As the results of this research, based on simultaneous test, it is proved that lifestyle and product features have a significant positive effect on the purchase decision of Apple products on Bussines Administratiton FISIP University of Sumatera Utara Student. Partially, lifestyle and product features have a significant positive effect on Bussines Administratiton FISIP University of Sumatera Utara Student. The products features is a dominant factor that have an effect purchasing decisions of Apple products on Bussines Administratiton FISIP University of Sumatera Utara Student. The value of Rated R Square is 0.468, meaning 46.8% of Apple product purchasing decisions can be explained by lifestyle and product features, while the remaining 53.2% is explained by other factors which were not examined in this research.

Key Word: Lifestyle, Product Features, Purchasing Decisions.

(6)

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada Yesus Kristus atas berkat, kebaikan, dan anugerah-Nya yang selalu menyertai penulis selama menjalani masa perkuliahan di Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara, hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Lifestyle dan Fitur Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Apple (Studi Pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara)”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari bahwa karena pertolongan dan campur tanganNyalah yang memampukan penulis selama proses perkuliahan dan penulisan skripsi ini.

Skripsi ini terkhusus penulis persembahkan untuk orangtua terkasih, yaitu papa John Edward Korn dan mama Juliana Saragi yang telah begitu banyak memberikan dukungan kepada penulis selama masa perkuliahan dan penyusunan skripsi dan sebagai ucapan terima kasih penulis kepada kedua orangtua terkasih atas kasih sayang, motivasi, dan doa yang selalu menyertai penulis karena jarak yang memisahkan selama masa perkuliahan, serta dukungan moril maupun materil yang tidak ternilai harganya dari dahulu hingga saat ini, serta kepada abang Johann Waldemar Korn yang selalu memberikan semangat, nasihat dan motivasi yang selalu diberikan selama ini.

Penulis juga menyadari akan adanya bantuan dan dukungan yang dating dari banyak pihak baik yang disadari maupun yang tidak disadari yang sedikit

(7)

1. Bapak Prof. Dr Runtung Sitepu, SH, M.Hum selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.SP selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

4. Ibu Dr. Beti Nasution, M.Si selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

5. Bapak Harris Pinagaran Nasution, SE, M.M selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan waktu, ilmu, dan bimbingan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini sampai pada akhir penulisan.

6. Ibu Siswati Saragi, S.Sos, M.SP selaku Dosen dan pegawai bidang administrasi dan Bapak Farid, SH sebagai pegawai administrasi Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

7. Seluruh Staff Pengajar Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmu yang dimiliki kepada penulis.

8. Seluruh keluarga besar penulis yang selalu memberikan doa yang menguatkan penulis.

(8)

semangat, dan motivasi.

10. Kepada Agnes Nova N. Silalahi, Hartati Siahaan, Roslena Manurung, Timbul Munte, Akhirul Mukmin Silalahi, Syukur Kurniawan Gea, Aditya Aldo Arireza Bangun terimakasih sudah menjadi teman setia sejak MABA hingga saat ini.

11. Kepada teman-teman seperjuangan dari sambuk 2013 kelas C Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP USU terima kasih atas kebersamaan, bantuan dan dukungan selama ini.

12. Kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah dengan tulus ikhlas memberikan doa dan dukungan hingga skripsi ini dapat terselesaikan.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat kekurangan baik dari segi penulisan maupun dari segi ilmiah. Untuk itu penulis dengan hati terbuka menerima segala kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya adalah membangun dalam penyempurnaan penulisan skripsi ini dan untuk kepentingan penelitian dikemudian hari. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak.

Medan, Februari 2017 Penulis,

Aghasta Jesica Korn 130907172

(9)

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang... 1

1.2 RumusanMasalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Lifestyle (Gaya Hidup) ... 6

2.1.1 Pengertian Lifestyle (Gaya Hidup) ... 6

2.1.2 Klasifikasi Lifestyle (Gaya Hidup)... 6

2.1.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lifestyle (Gaya Hidup)... 8

2.1.4 Dimensi Lifestyle (Gaya Hidup) AIO ... 8

2.2 Fitur Produk ... 9

2.2.1 Pengertian Fitur Produk ... 9

2.2.2 Dimensi Fitur Produk ... 11

2.3 Keputusan Pembelian ... 11

2.3.1 Pengertian Keputusan Pembelian ... 11

2.3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian ... 12

2.3.3 Peran Dalam Pembelian ... 17

2.3.4 Jenis-Jenis Perilaku Pembelian ... 18

2.3.5 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian ... 18

2.4 Kerangka Berpikir ... 20

2.5 Hipotesis ... 21

2.6 Penelitian Terdahulu ... 22

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian... 25

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 25

3.3 Populasi dan Sampel... 25

3.3.1 Populasi ... 25

3.3.2 Sampel... 26

3.4 Definisi Konsep ... 27

3.5 Definisi Operasional ... 28

3.6 Teknik Pengumpulan Data ... 29

(10)

3.8.1.2 Uji Reliabilitas ... 32

3.8.2 Uji Asumsi Klasik ... 32

3.8.2.1 Uji Normalitas... 32

3.8.2.2 Uji Multikolonieritas... 33

3.8.2.3 Uji Heteroskedastisitas ... 33

3.8.3 Analisis Regresi Linier Berganda ... 34

3.8.4 Uji Hipotesis ... 35

3.8.4.1 Uji Signifikan Parsial (Uji – t) ... 35

3.8.4.2 Uji Signifikan Simultan (Uji – f) ... 35

3.8.4.3 Koefisien Determinasi(R2) ... 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan dan Lokasi Penelitian ... 37

4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Apple Inc ... 37

4.1.2 Sejarah Singkat Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis ... 40

4.2 Penyajian Data ... 41

4.2.1 Deskripsi Data Responden ... 41

4.2.2 Deskripsi Data Variabel Penelitian ... 43

4.2.2.1 Variabel Lifestyle (Gaya Hidup) (X1) ... 44

4.2.2.2 Variabel Fitur Produk (X2) ... 45

4.2.2.3 Variabel Keputusan Pembelian (Y) ... 46

4.3 Analisis Data ... 48

4.3.1 Uji Instrumen ... 48

4.3.1.1 Uji Validitas ... 48

4.3.1.2 Uji Reliabilitas ... 49

4.3.2 Uji Asumsi Klasik ... 50

4.3.2.1 Uji Normalitas... 50

4.3.2.2 Uji Multikolonieritas... 53

4.3.2.3 Uji Heterokedastisitas ... 54

4.3.3 Analisis Regresi Linier Berganda ... 55

4.3.4 Pengujian Hipotesis ... 57

4.3.4.1 Uji Parsial (Uji-t) ... 57

4.3.4.2 Uji Simultan (Uji-f) ... 58

4.3.4.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)... 60

4.4 Pembahasan ... 61

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 63

2.2 Saran ... 64 DAFTAR PUSTAKA

(11)

Halaman

Gambar 1.1 Model Proses Pembelian Lima Tahap ... 2

Gambar 2.1 Model Terperinci Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembeliaan ... 12

Gambar 2.2 Model Proses Pembelian Lima Tahap ... 18

Gambar 2.3 Tahap diantara evaluasi alternatif dan keputusan pembelian ... 19

Gambar 2.4 Kerangka Berpikir ... 21

Gambar 4.1 Histogram Uji Normalitas ... 52

Gambar 4.2 Grafik Normal P-Plot ... 52

Gambar 4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Dengan Scatterplot ... 54

(12)

Halaman

Tabel 2.1 Dimensi Gaya Hidup ... 9

Tabel 3.1 Definisi Operasional ... 28

Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert ... 30

Tabel 4.1 Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 41

Tabel 4.2 Frekuensi Responden Berdasarkan Stambuk ... 42

Tabel 4.3 Frekuensi Responden Berdasarkan Uang Saku Tiap Bulan... 42

Tabel 4.4 Frekuensi Responden Berdasarkan Produk Apple Yang Dimiliki... 43

Tabel 4.5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Lifestyle (Gaya Hidup) ... 44

Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Fitur Produk .... 45

Tabel 4.7 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Keputusan Pembelian ... 46

Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas ... 48

Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas ... 50

Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas Kolgomorov Smirnov ... 51

Tabel 4.11 Hasil Uji Multikolonieritas ... 53

Tabel 4.12 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ... 55

Tabel 4.13 Hasil Uji Parsial (Uji-t) ... 57

Tabel 4.14 Hasil Uji Simultan (Uji-f) ... 59

Tabel 4.15 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 60

(13)

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian

Lampiran 2 Tabulasi Data Karakteristik Responden Lampiran 3 Tabulasi Data Jawaban Responden Lampiran 4 Frekuensi Jawaban Responden

Lampiran 5 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Lampiran 6 Surat Permohonan Pengajuan Judul Skripsi Lampiran 7 Surat Penunjukkan Dosen Pembimbing Lampiran 8 Berita Acara Seminar Proposal

Lampiran 9 Daftar Hadir Peserta Seminar Proposal Lampiran 10 Lembar Nilai Seminar Proposal

Lampiran 11 Kartu Kendali Bimbingan

(14)

1.1 Latar Belakang

Kemajuan teknologi saat ini membuat arus informasi semakin berkembang pesat. Setiap individu semakin dituntut untuk memperoleh akses informasi secara cepat dan tepat melalui sumber-sumber informasi yang kini semakin banyak jumlahnya. Situasi ini tentu saja menjadi sebuah tantangan bagi para pelaku dunia usaha di bidang elektronik berbasis teknologi, tidak heran bila saat ini begitu banyak merek-merek baru yang masuk ke pasar, situasi persaingan ini tentu saja akan membawa dampak kepada konsumen maupun produsen itu sendiri. Para pebisnis (pengusaha) bersaing untuk memasarkan produknya agar laku dipasaran, mulai dari memberikan nilai tambah pada produknya, memberikan harga yang terjangkau, serta mempromosikan produknya agar konsumen mengetahui keberadaan produk tersebut dan membeli produk tersebut. Saat ini salah satu produk yang sangat berkembang dan menarik minat konsumen untuk membelinya adalah elektronik, dikarenakan berkembangnya era digital saat ini yang membuat semuanya menjadi mudah.

Persaingan yang ketat antar pebisnis membuat konsumen tidak hanya sebagai pihak yang pasif hanya menerima dan menggunakan produk saja, karena konsumen harus bertindak sebagai pengambil keputusan produk yang dipilihnya ditengah banyaknya produk yang dapat dipilih. Persaingan ini membuat para pebisnis terus-menerus meningkatkan kualitas produknya serta melakukan inovasi-inovasi dalam hal fitur produknya agar sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan, lifestyle (gaya hidup), dan selera konsumen saat ini.

(15)

Salah satu perusahaan elektronik yang sedang berkembang saat ini adalah Apple Inc, yang berasal dari Amerika Serikat. Apple Inc Selalu mengembangkan produknya. Produk-produk dari Apple Inc adalah laptop (macbook), smartphone (iphone), tablet (ipad), ipod, dan smartwatch (apple watch).

Sumber: The Statistics Portal, 2016

Gambar 1.1 Pertumbuhan Pendapatan Apple Sejak 1977-2015

Berdasarkan gambar 1.1 Apple Inc relatif mengalami peningkatan penjualan, hal ini dibuktikan dari meningkatnya pendapatan Apple yang sangat tinggi di 10 (sepuluh) tahun terakhir. Peningkatan penjualan tersebut sejalan dengan penggunaan produk Apple yang digunakan masyarakat. Penggunaan produk Apple memiliki manfaat yang baik khususnya untuk mengakses informasi edukatif seperti riset, e-journal, e-book, maupun digital library yang harus diakses menggunakan produk elektronik teknologi seperti yang di produksi oleh Apple Inc.

Salah satu fenomena yang menarik perhatian yaitu semakin meningkatnya penjualan Apple setiap tahunnya. Menurut Hasan (Amelia, 2016:19) lifestyle

(16)

(gaya hidup) merupakan keseluruhan pola hidup seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, minat dan opini yang berinteraksi dengan lingkungannya.

Lifestyle (gaya hidup) pada dasarnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan

waktu dan uangnya. Kini alat elektronik telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari bagi sebagian anak muda dan remaja, hal ini dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari dimana mereka sudah mempunyai berbagai elektronik teknologi seperti laptop, smartphone, tablet, ipod, maupun smartwatch dan menjadi barang kebutuhan umum untuk semua kalangan, dan bukan merupakan barang mewah lagi khususnya di lingkungan masyarakat kota.

Selain lifestyle (gaya hidup) ternyata mahasiswa saat ini juga melihat kelengkapan ataupun keragaman fitur yang diberikan oleh teknologi-teknologi tersebut. Fitur merupakan sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk perusahaan dengan pesaing. Menurut Tjiptono (Barita, 2014:28) fitur adalah karakteristik produk yang melengkapi produk tersebut. Kelengkapan fitur yang ditawarkan akan membuat konsumennya bergantung pada produk tersebut. Fitur- fitur dalam produk tersebut akan menciptakan tingkatan yang lebih tinggi dimata konsumen. Fitur menjadi unsur penting karena dapat memberikan keunggulan dan keistimewaan dibanding produk lain yang sejenis (Barita, 2014:28).

Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan cukup banyak mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara yang menggunakan produk Apple, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian agar mengetahui sejauh mana lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen Apple. Untuk itu peneliti melakukan penelitian dengan judul: PENGARUH LIFESTYLE DAN FITUR

(17)

PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK APPLE (Studi Pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Apakah lifestyle (gaya hidup) berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Apple pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara ?

2. Apakah fitur produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Apple pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara ?

3. Apakah lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Apple pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara ?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh lifestyle (gaya hidup) terhadap keputusan pembelian produk Apple pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara.

2. Untuk mengetahui pengaruh fitur produk terhadap keputusan pembelian produk Apple pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara.

(18)

3. Untuk mengetahui pengaruh lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk terhadap keputusan pembelian produk Apple pada Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP Universitas Sumatera Utara.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi Perusahaan Apple

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran berupa informasi tambahan mengenai seberapa besar pengaruh lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk terhadap keputusan pembelian produk Apple.

2. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan mengenai elemen-elemen pengaruh keputusan pembelian yaitu lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk.

3. Bagi Kalangan Akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kalangan akademik dalam melakukan penelitian sejenis dan pengembangan studi administrasi niaga/bisnis khususnya mengenai pengaruh lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk terhadap keputusan pembelian.

(19)

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1 Lifestyle (Gaya Hidup)

2.1.1 Pengertian Lifestyle (Gaya Hidup)

Menurut Suratno dan Rismiati, 2001 (Yuniarti, 2015:27) lifestyle adalah pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat, dan pendapat yang bersangkutan. Lifestyle (gaya hidup) melukiskan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungannya.

Lifestyle (gaya hidup) mencerminkan sesuatu yang lebih dari kelas sosial di satu

pihak dan kepribadian di pihak lain.

Menurut Mowen dan Minor (2002:282) lifestyle (gaya hidup) menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana mereka membelanjakan uangnya, dan bagaimana mereka mengalokasikan waktu mereka. Lifestyle (gaya hidup) dan kepribadian sangat erat hubungannya.

Menurut Rhenald Kasali (Amir, 2005:53) lifestyle (gaya hidup) adalah bagaimana orang menghabiskan waktu dan uangnya, dan semua tercermin pada aktivitas-aktivitas, minat, dan opini mereka. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan lifestyle (gaya hidup) adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam aktivitas, minat, dan opini, serta ditunjukkan dengan bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya.

2.1.2 Klasifikasi Lifestyle (Gaya Hidup)

Menurut Fournier et al, ”Nine Consumtion Lifestyles” (Mowen dan Minor, 2002:295), terdapat sembilan gaya hidup konsumsi

(20)

1. Functionalists. Menghabiskan uang untuk hal-hal yang penting. Pendidikan rata-rata, pendapatan rata-rata, kebanyakan pekerja kasar (buruh). Berusia kurang dari 55 tahun dan telah menikah serta memiliki anak.

2. Nurturers. Muda dan berpendapatan rendah. Mereka berfokus pada membesarkan anak, baru membangun rumah tangga dan nilai-nilai keluarga.

Pendidikan diatas rata-rata.

3. Aspirers. Berfokus pada menikmati gaya hidup tinggi dengan membelanjakan sejumlah uang di atas rata-rata untuk barang-barang berstatus, khususnya tempat tinggal. Memiliki karakteristik “Yuppie” klasik.

Pendidikan tinggi, pekerja kantor, menikah tanpa anak.

4. Experientials. Membelanjakan jumlah di atas rata-rata terhadap barang- barang hiburan, hobi, dan kesenangan (convenience). Pendidikan rata-rata tetapi pendapatannya di atas rata-rata karena mereka adalah pekerja kantor.

5. Succeeders. Rumah tangga yang mapan. Berusia setengah baya dan berpendidikan tinggi. Pendapatan tertinggi dari kesembilan kelompok ini.

Menghabiskan banyak waktu pada pendidikan dan kemajuan diri.

Menghabiskan uang di atas rata-rata untuk hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan.

6. Moral majority. Pengeluaran yang besar untuk organisasi pendidikan, masalah politik dan gereja. Berada pada tahap empty-nest. Pendapatan tertinggi kedua. Pencari nafkah tunggal.

7. The golden years. Kebanyakan adalah para pensiunan, tetapi pendapatannya tertinggi ketiga. Melakukan pembelian tempat tinggal kedua atau me-

(21)

remodelling tempat tinggal. Melakukan pengeluaran yang besar pada

produk-produk padat modal dan hiburan.

8. Sustainers. Kelompok orang dewasa dan tertua. Sudah pensiun. Tingkat pendapatan terbesar dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari dan alkohol.

Pendidikan rendah, pendapatan terendah kedua.

9. Subsisters. Tingkat sosial ekonomi rendah. Presentase kehidupan pada kesejahteraan di atas rata-rata. Kebanyakan merupakan keluarga-keluarga dengan pencari nafkah dan orang tua tunggal. Jumlahnya di atas rata-rata kelompok minoritas.

2.1.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lifestyle (Gaya Hidup)

Kotler dan Armstrong (2012:48) mengemukakan bahwa gaya hidup seseorang dapat dilihat dari perilaku yang dilakukan oleh individu seperti kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan atau mempergunakan barang-barang dan jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Lebih lanjut Kotler dan Armstrong (2012:48) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup seseorang ada 2 faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu (internal) dan faktor yang berasal dari luar diri individu (eksternal). Faktor internal yaitu sikap, pengalaman, dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif, dan persepsi. Sedangkan faktor eksternal yaitu kelompok referensi, keluarga, dan kelas sosial.

2.1.4 Dimensi Lifestyle (Gaya Hidup) AIO (Activity, Interest, Opinion)

Psikografik adalah ilmu tentang pengukuran dan pengelompokkan lifestyle (gaya hidup) konsumen (Kotler, 2002:193). Sedangkan psikografik menurut Sumarwan (2003:58), adalah suatu instrumen untuk mengukur lifestyle (gaya

(22)

hidup), yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Analisis psikografik biasanya dipakai untuk melihat segmen pasar. Analisis psikografik sering juga diartikan sebagai suatu riset konsumen yang menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan, pekerjaan dan aktivitas lainnya. Psikografik berarti menggambarkan psikologis konsumen.

Psikografik adalah pengukuran kuantitatif lifestyle (gaya hidup), kepribadian dan demografik konsumen. Psikografik sering diartikan sebagai pengukuran AIO (activity, interest, opinion), yaitu pengukuran kegiatan, minat, dan pendapat konsumen. Psikografik memuat beberapa pernyataan yang menggambarkan kegiatan, minat, dan pendapat konsumen.

Tabel 2.1 Dimensi Gaya Hidup

Activity (Aktivitas) Interest (Minat) Opinion (Opini)

Setelah kerja Hobi

Kegiatan sosial Liburan

Hiburan

Keanggotaan club Komunitas

Belanja Olahraga

Keluarga Rumah Pekerjaan Komunitas Rekreasi Pakaian Makanan Media Prestasi

Diri sendiri Sosial Politik Bisnis Ekonomi Pendidikan Produk Masa depan Budaya Sumber: Joshep Plummer (Amir, 2005: 110)

2.2 Fitur Produk

(23)

2.2.1 Pengertian Fitur Produk

Fandy Tjiptono (2001:25) mengatakan bahwa fitur adalah karakteristik produk yang melengkapi produk tersebut. Fitur produk dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan pembelian.

Sedangkan menurut Kotler dan Armstrong (2012:273) fitur adalah sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk perusahaan dari produk pesaing.

Menjadi produsen pertama yang memperkenalkan fitur baru yang bernilai adalah salah satu cara paling efektif untuk bersaing (Kotler dan Armstrong, 2012:273).

Fitur menjadi unsur penting karena dapat memberikan keunggulan dan keistimewaan dibanding produk lain yang sejenis.

Dalam menciptakan suatu fitur baru ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah berapa banyak konsumen yang membutuhkan fitur tersebut, berapa lama waktu yang diperlukan untuk memperkenalkan fitur tersebut, dan apakah fitur yang telah diciptakan akan mudah ditiru oleh pesaing.

Kotler dan Keller (2009:8) menjelaskan bahwa perusahaan harus secara cermat dan teliti memprioritaskan fitur-fitur yang tercakup dan menemukan cara yang tepat untuk memberikan informasi kepada konsumen bagaimana menggunakan dan memanfaatkan fitur tersebut.

Menurut Amir (2005:145) fitur berperan menambah manfaat utama sebuah produk. Dengan demikian, fitur juga bisa berfungsi membedakan sebuah produk dengan produk sejenis, tergantung sejauh mana fitur yang ditawarkan dapat memenuhi harapan konsumen, dapat menjadi penentu menangnya sebuah produk dalam persaingan. Hal yang penting adalah tambahan biaya yang kita korbankan

(24)

untuk sebuah fitur selalu memberikan manfaat yang lebih baik di mata konsumen sehingga ia rela mengeluarkan uang tambahan.

2.2.2 Dimensi Fitur Produk

Menurut Isliko (Sari, 2016:49) fitur produk diukur melalui tiga indikator yaitu:

1. Keragaman fitur

2. Fitur sesuai dengan harapan 3. Fitur memiliki keunggulan

Sedangkan menurut Mullins et al, 2005 (Puteri, 2015:35) apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk mebedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing.

Dimensi fitur terdiri dari:

1. Kinerja produk 2. Pelengkap produk 2.3 Keputusan Pembelian

2.3.1 Pengertian Keputusan Pembelian

Menurut Schiffman dan Kanuk (2004:547) keputusan pembelian adalah pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian, artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan, haruslah tersedia beberapa alternatif pilihan. Dengan kata lain, keputusan pembelian adalah saat dimana seseorang

(25)

akanmenentukan apakah ia akan membeli atau tidak membeli terhadap suatu produk.

Keputusan pembelian adalah sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada kegiatan manusia untuk membeli suatu barang atau jasa dalam memenuhi keinginan dan kebutuhannya yang terdiri dari pengenalan kebutuhan dan keinginan, pencarian informasi, evaluasi terhadap alternatif pembelian, keputusan pembelian, dan tingkah laku setelah pembelian (Swastha dan Handoko, 2000:15).

Dari beberapa pernyataan para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian adalah kegiatan seseorang untuk memilih dan menerapkan keputusan dari dua atau lebih alternatif untuk membeli suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya.

2.3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian

Menurut Abdullah dan Tantri (2016:112) ada beberapa faktor utama yang memengaruhi perilaku pembelian. Gambar berikut memperlihatkan sebuah model terinci dari faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pembelian konsumen

Sumber: Abdullah dan Tantri, 2016 Budaya

Sosial

Pribadi

Psikologis Kultur

Subkultur

Kelas Sosial

Kelompok Acuan

Keluarga

Peran dan Status

Umur dan Tahap Siklus Hidup Pekerjaan Kondisi

Ekonomi Gaya Hidup Kepribadian dan Konsep Diri

Motivasi Persepsi Pengetahuan Keyakinan

dan Sikap PEMBELI

(26)

Gambar 2.1 Model Terperinci Mengenai Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Pembelian

1. Faktor Budaya

Faktor-faktor budaya mempunyai pengaruh yang paling luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen.

Kultur, kultur (kebudayaan) adalah determinan paling fundamental dari keinginan dan perilaku seseorang. Seseorang memperoleh serangkaian nilai (values), persepsi, dan perilaku melalui keluarganya dan institusi-institusi utama lainnya.

Subkultur, setiap kultur terdiri dari sub-subkultur yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik bagi para anggotanya. Subkultur mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan daerah geografis. Banyak subkultur membentuk segmen pasar yang penting, dan para pemasar kerapkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Kelas Sosial, semua masyarakat manusia menunjukkan stratifikasi sosial.

Stratifikasi kadang-kadang berupa sistem kasta, namun yang lebih sering adalah stratifikasi dalam bentuk kelas sosial. Kelas sosial adalah divisi atau kelompok yang relatif homogen dan tetap dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan anggota-anggotanya memiliki nilai, minat, dan perilaku yang mirip.

2. Faktor Sosial

Perilaku seseorang konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan (kelompok referensi), keluarga, serta peran dan status sosial.

(27)

Kelompok Acuan, banyak kelompok memengaruhi perilaku seseorang.

Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau pengaruh tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang. Kelompok-kelompok yang mempunyai pengaruh langsung terhadap seseorang disebut kelompok keanggotaan (membership groups). Ini merupakan kelompok di mana orang tersebut ikut serta dan

berinteraksi. Sebagian merupakan kelompok primer, seperti keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja, yang mana orang tersebut secara terus- menerus berinteraksi dengan mereka. Kelompok primer cenderung bersifat informal. Seseorang juga termasuk dalam kelompok sekunder, seperti kelompok religius, kelompok profesi, dan kelompok asosiasi perdagangan, yang cenderung bersifat lebih formal dan mempunyai interaksi yang tidak begitu rutin. Orang-orang juga dipengaruhi oleh kelompok-kelompok di mana mereka bukan anggotanya. Kelompok seseorang yang ingin masuk disebut kelompok aspirasional. Kelompok disokiatif adalah kelompok yang nilai atau perilakunya ditolak oleh seorang individu. Kelompok acuan menghubungkan seorang individu dengan perilaku dan gaya hidup baru, juga mempengaruhi sikap dan konsep diri seseorang karena biasanya seseorang berhasrat untuk menyesuaikan diri dengan kelompoknya, dan kelompok acuan menciptakan tekanan untuk keseragaman yang mungkin memengaruhi pilihan produk dan merek aktual seseorang.

Keluarga, anggota keluarga merupakan kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Keluarga dapat dibedakan menjadi dua dalam kehidupan pembeli. Keluarga orientasi (family of orientation) terdiri dari orang tua

(28)

seseorang. Dari orang tua, seseorang memperoleh orientasi terhadap agama, politik, dan ekonomi serta pemahaman atas ambisi pribadi, penghargaan pribadi dan cinta. Pengaruh yang lebih langsung terhadap perilaku pembelian sehari-hari adalah keluarga prokreasi (family of procreation) seseorang, yakni pasangan hidup dan anak-anaknya.

Peran dan Status, seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya – keluarga, klub, organisasi. Posisi orang tersebut dalam setiap kelompok dapat ditentukan berdasarkan peran dan status. Suatu peran terdiri atas kegiatan-kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh seseorang.

Setiap peran membawa suatu status. Orang akan memilih produk yang mengomunikasikan peran dan status mereka dalam masyarakat.

3. Faktor Pribadi

Keputusan seseorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, yaitu usia pembeli dan tahap siklus hidup, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

Usia dan Tahap Siklus Hidup, orang membeli barang dan jasa yang berbeda sepanjang hidupnya. Selera orang akan pakaian, perabot mebel, dan rekreasi juga berhubungan dengan usia. Konsumsi juga dipengaruhi oleh tahap-tahap dalam siklus hidup keluarga.

Pekerjaan, pekerjaan seseorang juga memengaruhi pola konsumsinya. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang mempunyai minat lebih dari rata-rata pada produk dan jasa mereka. Sebuah perusahaan bahkan dapat mengkhususkan produk mereka hanya untuk kelompok pekerjaan tertentu.

(29)

Kondisi Ekonomi, pilihan produk sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi seseorang. Kondisi ekonomi meliputi pendapatan yang bisa dibelanjakan (tingkat pendapatan, stabilitas, dan pola waktunya), tabungan dan kekayaan, utang, kemampuan untuk meminjam, dan sikap terhadap belanja versus menabung.

Gaya Hidup, orang-orang yang berasal dari subkultur, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda.

Kepribadian dan Konsep Diri, banyak pemasar menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian – konsep diri seseorang. Teori konsep pribadi memiliki berbagai variasi catatan keberhasilan dalam memprediksi respon konsumen terhadap suatu produk.

4. Faktor Psikologis

Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi pula oleh empat faktor psikologis utama – motivasi, persepsi, pengetahuan, serta keyakinan dan sikap.

Motivasi, seseorang memiliki banyak kebutuhan pada setiap waktu tertentu.

Sebagian kebutuhan bersifat biogenik. Kebutuhan yang demikian berasal dari keadaan psikologis berkaitan dengan tensi atau ketegangan. Kebutuhan yang lain bersifat psikogenik. Kebutuhan yang demikian berasal dari keadaan psikologis berkaitan dengan tensi seperti kebutuhan akan pengakuan, penghargaan, atau rasa kepemilikan. Sebagian besar kebutuhan psikogenik tidak cukup kuat untuk memotivasi orang tersebut untuk bertindak secara langsung. Suatu kebutuhan menjadi motif bila telah mencapai tingkat intensitas yang memadai. Motif adalah kebutuhan yang cukup untuk

(30)

mendorong seseorang agar bertindak. Pemenuhan kebutuhan tersebut akan mengurangi rasa ketegangannya.

Persepsi, seseorang yang termotivasi akan siap bertindak. Bagaimana orang yang termotivasi tersebut akan benar-benar bertindak dipengaruhi persepsinya mengenai situasi tertentu. Persepsi didefinisikan sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang bermakna. Persepsi tidak hanya tergantung pada stimuli fisik, tetapi juga pada stimuli yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan kondisi individu tersebut.

Keyakinan dan Sikap, melalui bertindak dan belajar, orang-orang memperoleh keyakinan dan sikap. Kedua faktor ini kemudian memengaruhi perilaku pembelian mereka. Keyakinan adalah pikiran deskriptif yang dianut seseorang mengenai suatu hal. Keyakinan ini mungkin didasarkan pada pengetahuan, opini, atau kepercayaan. Keyakinan ini mungkin ada atau mungkin pula tidak mengandung unsur emosional.

2.3.3 Peran Dalam Pembelian

Ada lima peran yang dimainkan orang dalam keputusan pembelian menurut Abdullah dan Tantri (2016:124), yaitu:

1. Pencetus ide (initiator), orang yang pertamakali mengusulkan untuk membeli produk atau jasa tertentu.

2. Pemberi pengaruh (influence), orang yang pandangan atau pendapatnya memengaruhi keputusan pembelian.

(31)

3. Pengambil keputusan (decider), orang yang memutuskan setiap komponen dalam keputusan pembelian.

4. Pembeli (buyer), orang yang melakukan pembelian aktual.

5. Pemakai, orang yang mengonsumsi atau menggunakan produk atau jasa yang dibeli.

2.3.4 Jenis-Jenis Perilaku Pembelian

Pengambilan keputusan konsumen bervariasi sesuai dengan jenis keputusan pembelian. Assael (Abdullah dan Tantri, 2016:125) membedakan empat jenis perilaku pembelian konsumen berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan antara berbagai merek, yaitu:

1. Perilaku pembelian kompleks, konsumen mempunyai perilaku pembelian kompleks jika mereka sangat terlibat dalam suatu pembelian dan menyadari adanya perbedaan signifikan antara berbagai merek.

2. Perilaku pembelian mengurangi ketidaksesuaian (Disonansi), kadang-kadang konsumen sangat terlibat dalam suatu pembelian, tetapi tidak melihat banyak perbedaan dalam merek.

3. Perilaku pembelian menurut kebiasaan, banyak produk yang dibeli dengan keterlibatan konsumen yang rendah dan tidak ada perbedaan merek yang signifikan.

4. Perilaku pembelian mencari variasi, beberapa situasi pembelian ditandai dengan keterlibatan konsumen yang rendah, tetapi perbedaan mereknya signifikan.

2.3.5 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian

(32)

Menurut Abdullah dan Tantri (2016:129) proses pembelian konsumen melalui lima tahap: pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku purnabeli.

Sumber: Abdullah dan Tantri, 2016

Gambar 2.2 Model Proses Pembelian Lima Tahap

1. Pengenalan Kebutuhan, proses pembelian dimulai ketika pembeli menyadari adanya masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dengan keadaan yang diinginkannya.

2. Pencarian Informasi, seseorang konsumen yang tergerak oleh stimuli akan berusaha untuk mencari lebih banyak informasi, yang dapat dibedakan menjadi dua tingkatan. Keadaan pencarian informasi yang lebih ringan disebut perhatian yang memuncak (heightened attention).

3. Evaluasi Alternatif, sebagian besar model terbaru dari proses evaluasi konsumen berorientasi secara kognitif, yaitu mereka menganggap bahwa konsumen sebagian besar melakukan penilaian produk secara sadar dan rasional.

4. Keputusan Pembelian, dalam tahap evaluasi, konsumen membentuk preferensi di antara merek-merek dalam kelompok pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk minat pembelian untuk membeli merek yang paling disukai. Ada dua faktor yang berintervensi di antara minat pembelian dan keputusan pembelian. Faktor-faktor ini ditunjukkan dalam gambar di bawah ini:

Pengenalan Kebutuhan

Pencarian Informasi

Evaluasi Alternati

f

Keputusan Pembelian

Perilaku Purnabel

i

Sikap Orang Lain

(33)

Sumber: Abdullah dan Tantri, 2016

Gambar 2.3 Tahap-tahap di antara Evaluasi Alternatif dan Keputusan Pembelian

Faktor sikap orang lain menentukan sejauh mana sikap orang lain dapat mengurangi alternatif yang disukai seseorang.

a. Perilaku Setelah Pembelian, setelah membeli produk, konsumen akan merasakan tingkat kepuasan atau ketidakpuasan tertentu.

b. Perilaku Purnabeli, setelah membeli suatu produk, konsumen mungkin akan menemukan kekurangan atau cacat. Sebagian pembeli tidak akan mengiginkan produk cacat, sementara yang lain mungkin indeferen terhadap kekurangan tersebut, dan sebagian lagi bahkan mungkin menganggap kekurangan tersebut menambah nilai produknya.

2.4 Kerangka Berpikir

Menurut Uma Sekaran (Sugiyono, 2012:88) kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.

Dalam suatu proses pembelian, seorang konsumen akan mempertimbangkan lebih dahulu tentang produk apa yang akan dibelinya, apa manfaatnya, apa kelebihannya dari produk lain, sehingga konsumen memiliki keyakinan untuk mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen, seperti fitur produk. Selain

(34)

itu lifestyle (gaya hidup) juga merupakan salah satu faktor pendorong keputusan pembelian. Seperti yang dikemukakan Kotler (1996:241) bahwa lifestyle (gaya hidup) seseorang mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen.

Berdasarkan teori maka dapat dilihat kerangka berpikir yang menggambarkan hubungan dari variabel independen, dalam hal ini adalah lifestyle (gaya hidup) (X1), dan fitur produk (X2) terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian (Y) yang dilakukan oleh konsumen.

Variabel-variabel tersebut akan dianalisis dalam penelitian sehingga diketahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel tersebut dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kerangka berpikir dapat dilihat sebagai berikut:

Sumber: Diolah Peneliti (2016)

Gambar 2.4 Kerangka Berpikir 2.5 Hipotesis

Menurut Sugiyono (2012:93), hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.

Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan Lifestyle (Gaya Hidup)

(X1) Fitur Produk

(X2)

Keputusan Pembelian (Y)

(35)

masalah penelitian belum jawaban empirik. Berdasarkan kerangka berpikir, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:

H1 : Lifestyle (gaya hidup) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Apple pada mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Sumatera Utara.

H2 : Fitur produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Apple pada mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Sumatera Utara.

H3 : Lifestyle (gaya hidup) dan fitur produk berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian produk Apple pada mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2.6 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu merupakan faktor pendukung bagi sebuah penelitian.

Demikian penelitian ini juga dibuat dengan dukungan penelitian terdahulu diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Winda Clarinda (2014), “Pengaruh Gaya Hidup, Merek, Dan Kelompok Referensi Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Iphone Di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara”. Hasil penelitian ini adalah:

a. Secara simultan, gaya hidup, merek, dan kelompok referensi

berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian smartphone iphone di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Sumatera Utara

(36)

b. 55% variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh gaya hidup, merek, dan kelompok referensi.

2. Silfanus Barita (2014), “Pengaruh Kualitas Produk, Desain Produk, Dan Fitur Produk Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Samsung Pada Staff Whana Visi Indonesia Jakarta”. Hasil penelitian ini adalah:

a. Secara serempak variabel kualitas produk, desain produk, dan fitur produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian

b. Variabel kualitas produk dan desain produk berpengaruh positif dan tidak signifikan. Sedangkan variabel fitur produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

c. 27,1% variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel kualitas produk, desain produk dan fitur produk.

3. Hutami Permita Sari (2016), “Pengaruh Citra Merek, Fitur, Dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Smartphone Xiaomi di DIY)”. Hasil penelitian ini adalah:

a. Terdapat pengaruh positif citra merek terhadap keputusan pembelian.

Hal ini dibuktikan dari nila t hitung sebesar 5,763.

b. Terdapat pengaruh positif fitur terhadap keputusan pembelian. Hal ini dibuktikan dari nilai t hitung sebesar 2,481.

c. Terdapat pengaruh positif persepsi harga terhadap keputusan pembelian.

Hal ini dibuktikan dari nilai t hitung sebesar 6,393.

(37)

d. Citra merek, fitur, dan persepsi harga secara simultan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Hal ini dikuktikan dengan hasil pengujian diperoleh nilai F hitung sebesar 68,043.

4. Nanda Amelia (2016), “Pengaruh Citra Merek, Harga, Dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion Imitasi (Studi Pada Mahasiswa Strata I FISIP USU)”. Hasil penelitian ini adalah:

a. Secara serentak citramerek, harga dan gaya hidup, berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk fashion imitasi.

b. Harga dan gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk fashion imitasi, sedangkan citra merek tidak berpengaruh signifikan.

c. Citra merek, harga dan gaya hidup mempengaruhi keputusan pembelian produk fashion imitasi sebesar 29,5%.

5. Memori Karina Hasugian (2016), “Pengaruh Gaya Hidup, Harga, Dan Kelompok Referensi Terhadap Keputusan Pembelian Pada Bioskop The Premiere (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)”. Hasil penelitian ini adalah:

a. Gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada bioskop the premiere.

b. Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada bioskop the premiere.

c. Kelompok referensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada bioskop the premiere.

(38)

d. Secara simultan gaya hidup, harga, dan kelompok referensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada bioskop the premier

(39)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksplanasi asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2012:100). Adapun yang dihubungkan dalam penelitian ini adalah variabel independen yaitu lifestyle (gaya hidup), fitur produk dan variabel dependen yaitu keputusan pembelian.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2012:13), penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang terletak di Jalan Dr. A. Sofyan No. 1 Kampus USU – Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2016 – Januari 2017.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi, populasi bukan hanya

(40)

jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh objek/subjek itu (Sugiyono, 2012:115).

Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Sumatera Utara Angkatan 2013-2016 yang masih aktif kuliah dan menggunakan produk Apple yang jumlahnya tidak diketahui.

3.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative (mewakili) (Sugiyono, 2012:116). Sampel yang diambil pada

penelitian ini harus Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Sumatera Utara Angkatan 2013-2016 yang menggunakan produk Apple, Untuk menentukan jumlah sampel yang mewakili populasi dalam penelitian digunakan rumus Rao Purba karena jumlah populasinya tidak diketahui, maka jumlah sampel minimal ditentukan dengan rumus Rao Purba (Sujarweni, 2015:155), yaitu:

Keterangan:

n : Ukuran Sampel

Z : Tingkat distribusi normal pada taraf signifikan 5% = 1,96

moe :Margin of Error Max, yaitu tingkat kesalahan maksimal yang ditolerir sebesar 10%

Berdasarkan rumus tersebut, maka diperoleh perhitungan sebagai berikut:

= 96,04 atau 96 responden

(41)

Berdasarkan rumus di atas, maka jumlah sampel 96 responden. Namun, karena ada unsur pembulatan dan untuk memudahkan perhitungan maka peneliti mengambil sebanyak 100 responden.

Maka sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah nonprobability sampel dengan dengan teknik sampling yang digunakan adalah Sampling Insidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang

secara kebetulan atau incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2012:122).

3.4 Definisi Konsep

Defenisi konsep merupakan istilah khusus untuk menggambarkan secara tepat fenomena yang diteliti. Konsep ini digunakan untuk menggambarkan secara abstrak yang dibentuk dengan jalan membuat generalisasi terhadap sesuatu yang khas. Defenisi konsep ini dilakukan agar ada batasan terhadap masalah variabel yang diteliti dan menyederhanakan pemikiran sehingga tujuan dan arah penelitian jelas dan tidak menyimpang. Defenisi konsep dalam penelitian ini adalah:

1. Lifestyle (gaya hidup)

Lifestyle (gaya hidup) adalah keseluruhan pola hidup seseorang yang

diekspresikan dalam aktivitas, minat dan opini yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian dari produk Apple.

2. Fitur Produk

Fitur Produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan seringkali digunakan oleh konsumen sebagai dasar dan pertimbangan untuk membuat keputusan pembelian.

(42)

3. Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian adalah proses pengintegrasian yang mengombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua perilaku alternatif atau lebih dan memilih salah satu diantaranya.

3.5 Definisi Operasional

Menurut Sujarweni (2015:77), defenisi operasional adalah penelitian dimaksudkan untuk memahami arti setiap variabel penelitian sebelum dilakukan analisis instrumen serta sumber pengukuran berasal darimana. Adapun defenisi operasional dalam penelitian ini adalah:

1. Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dalam penelitian ini adalah Lifestyle (gaya hidup) (X1).

2. Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dalam penelitian ini adalah Fitur Produk (X2).

3. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen, dalam penelitian ini adalah Keputusan Pembelian (Y).

Tabel 3.1 Defenisi Operasional

Variabel Definisi Indikator Skala

Pengukuran

Lifestyle (gaya hidup)

(X1)

Lifestyle (gaya hidup) adalah keseluruhan pola hidup seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opini yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Apple.

1. Activity (Aktivitas) 2. Interest (Minat) 3. Opinion (Opini)

Skala Likert

(43)

Lanjutan Tabel 3.1 Defenisi Operasional

Variabel Definisi Indikator Skala

Pengukuran

Fitur Produk (X2)

Fitur produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan seringkali

digunakan oleh

konsumen sebagai dasar dan pertimbangan untuk mengambil keputusan pembelian.

1. Keragaman fitur 2. Fitur sesuai

dengan harapan 3. Fitur memiliki

keunggulan

Skala Likert

Keputusan Pembelian

(Y)

Keputusan pembelian

adalah proses

pengintegrasian yang mengombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua perilaku alternatif atau lebih dan memilih salah satu diantaranya.

1. Pemenuhan kebutuhan 2. Pencarian

informasi 3. Evaluasi

alternatif 4. Keputusan

pembelian 5. Pembelian ulang

Skala Likert

Sumber: Abdullah dan Tantri (2016), Sumarwan (2002), Thom W. A. Isliko (2008), diolah peneliti (2016)

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data untuk mendapatkan data-data ataupun informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu :

1. Data Primer

Data primer adalah data yang berasal langsung dari responden/objek penelitian (Sunyoto,2013:10). Data responden sangat diperlukan untuk

(44)

Apple. Dalam hal ini data diperoleh secara langsung dengan membagi kuesioner atau daftar pernyataan kepada mahasiswa yang menggunakan produk Apple.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui data yang diteliti dan dikumpulkan oleh pihak lain yang berkaitan dengan permasalahan penelitian (Sunyoto, 2013:10). Data sekunder juga sifatnya melengkapi atau mendukung data primer. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal, buku-buku, penelitian terdahulu, serta tulisan-tulisan yang ada relevansinya dengan masalah yang diteliti.

3.7 Skala Pengukuran

Skala pengukuran data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2012:132). Skala yang digunakan untuk mengukur respon subjek ke dalam 5 (lima) poin skala dengan jumlah interval yang sama.

Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert

No Keterangan Skor

1 Sangat Setuju 5

2 Setuju 4

3 Netral 3

4 Tidak Setuju 2

5 Sangat Tidak Setuju 1

Sumber : Sugiyono, (2012 :133)

3.8 Teknik Analisis Data

(45)

Data penelitian yang terkumpul akan dianalisis melalui pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik sebagai berikut :

3.8.1 Uji Instrumen

Untuk memastikan apakah instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan alat ukur yang akurat dan dapat dipercaya, maka digunakan dua macam pengujian, yaitu : uji validitas dan uji reliabilitas.

3.8.1.1 Uji Validitas

Validitas atau kesahihan menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur (valid measure if it successfully measure the phenomenon) (Siregar, 2016:162). Uji validitas adalah tingkat keandalan alat

ukur yang digunakan. Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir- butir dalam suatu daftar pertanyaan atau pernyataan dalam mendefinisikan variabel. Langkah selanjutnya adalah secara statistik, angka korelasi yang diperoleh dengan melihat tanda bintang pada hasil skor total, atau membandingkaan dengan angka bebas korelasi nilai r yang menunjukkan valid.

Pada penelitian ini uji validitas akan dilakukan dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Sciences). Untuk menentukan nomor-nomor item yang valid dan yang gugur, perlu dikonsultasikan dengan tabel r produk momen.

Kriteria penilaian uji validitas adalah :

1. Apabila r hitung > r tabel, maka item kuesioner tersebut valid.

2. Apabila r hitung< r tabel, maka dapat dikatakan item kuesioner tidak valid.

3.8.1.2 Uji Reliabilitas

(46)

Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama pula (Siregar, 2016:173). Untuk mengetahui kuesioner tersebut sudah reliabel akan dilakukan pengujian reliabilitas kuesioner dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Sciences). Kriteria penilaian uji reliabilitas adalah:

1. Apabila hasil koefisien Alpha lebih besar dari taraf signifikan 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut reliabel atau terpercaya.

2. Apabila hasil koefisien Alpha lebih kecil dari taraf signifikan 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut tidak reliabel atau tidak terpercaya.

3.8.2 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk melihat atau menguji model yang termasuk layak atau tidak layak digunakan dalam penelitian. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

3.8.2.1 Uji Normalitas

Menurut Suliyanto (2011:69), uji normalitas dimaksudkan untuk menguji apakah nilai residual yang telah distadarisasi pada model regresi berdistribusi normal atau tidak. Nilai residual dikatakan berdistribusi normal jika nilai residual terstandarisasi tersebut sebagian besar mendekati nilai rata-ratanya. Pengambilan kesimpulan untuk menentukan apakah suatu data mengikuti distribusi normal atau tidak adalah dengan menilai signifikannya. Jika signifikan > 0,05 maka variabel berdistribusi normal dan sebaliknya jika signifikan < 0,05 maka variabel tidak berdistribusi normal (Ghozali dalam Sujarweni, 2015:225).

3.8.2.2 Uji Multikolonieritas

(47)

Menurut Kurniawan dan Yuniarto (2016:185), Uji multikolonieritas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan antar variabel independen dalam suatu model. Kemiripan antar variabel independen akan mengakibatkan korelasi yang sangat kuat. Selain itu, uji ini juga untuk menghindari kebiasaan dalam proses pengambilan keputusan mengenai pengaruh uji parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Untuk multikolonieritas dapat dilakukan dengan melihat nilai TOL (Tolerance) dan VIF (Variance Inflation Factor) dari masing-masing variabel bebas dan variabel terikatnya. Jika nilai VIF tidak lebih dari 10 dan nilai TOL lebih dari 0,1 maka model dinyatakan tidak terdapat gejala multikolonier.

3.8.2.3 Uji Heteroskedastisitas

Menurut Kurniawan dan Yuniarto (2016:186–187), heteroskedastisitas menguji terjadinya perbedaan variance residual suatu periode pengamatan ke periode yang lain. Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastisitas pada suatu model dapat dilihat dengan pola scatterplot, regresi yang tidak terjadi heteroskedastisitas jika :

1. Titik-titik data menyebar di atas dan di bawah atau di sekitar angka 0.

2. Titik-titik data tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja.

3. Penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.

4. Penyebaran titik-titik data tidak berpola.

Jika titik-titik data tidak terdapat pola yang jelas dan menyebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, dapat disimpulkan bahwa tidak ada heteroskedastisitas.

(48)

3.8.3 Analisis Regresi Linier Berganda

Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisa kuantitatif. Dimana mencapai tujuan pertama yaitu menganalisis pengaruh lifestyle (gaya hidup), fitur produk terhadap keputusan pembelian produk Apple

dengan menggunakan analisis regresi berganda (Multiple regresional analisis).

Pada penelitian ini menggunakan alat bantu program SPSS (Statistical Package for Social Sciences) untuk mempermudah proses pengolahan data-data

penelitian dari program tersebut akan didapatkan output berupa hasil pengolahan dari data yang telah dikumpulkan, kemudian output hasil pengolahan tersebut di interpretasikan akan dilakukan analisis terhadapnya. Setelah dilakukan analisis barulah kemudian diambil sebuah kesimpulan sebagai hasil dari penelitian.

Regresi berganda dilakukan untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. Pada regresi berganda terdapat satu variabel terikat dan lebih dari satu variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikatnya adalah keputusan pembelian produk Apple, sedangkan yang menjadi variabel bebas adalah lifestyle (gaya hidup), fitur produk. Model hubungan keputusan pembelian dengan variabel-variabel tersebut dapat disusun dalam fungsi atau persamaan sebagai berikut :

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + e

Dimana :

Y : Keputusan pembelian produk Apple a : Konstanta

b : Koefisien regresi X1 : Lifestyle (gaya hidup)

(49)

X2 : Fitur produk e : Error term 3.8.4 Uji Hipotesis

Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini diuji dengan regresi linier berganda. Adapun cara yang digunakan untuk menganalisis,yaitu :

3.8.4.1 Uji Signifikan Parsial (Uji – t)

Menurut Ghozali dalam Sujarweni (2015:229), uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen.

Apabila nilai probalitas signifikan lebih kecil dari 0,05 (5%) maka suatu variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Adapun kriteria adalah :

1. Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.

2. Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.

3.8.4.2 Uji Signifikan Simultan (Uji – f)

Menurut Sujarweni (2015 :228), signifinan model regresi secara simultan diuji dengan melihat nilai signifikan (sig) di mana jika nilai sig di bawah 0,05 maka variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Adapun kriteria adalah :

1. Jika f hitung > f tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.

2. Jika f hitung < f tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.

3.8.4.3 Koefisien Determinasi (R2)

Menurut Ghozali dalam Sujarweni (2015:228), koefisien determinasi

Gambar

Gambar 1.1 Pertumbuhan Pendapatan Apple Sejak 1977-2015
Tabel 2.1 Dimensi Gaya Hidup
Gambar 2.2 Model Proses Pembelian Lima Tahap
Gambar 2.4 Kerangka Berpikir  2.5 Hipotesis
+7

Referensi

Dokumen terkait

2 Putri eka sari 2015 Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Pada Pembelian Produk- Produk Online Shop (Studi Pada Mahasiswa- Mahasiswi Fakultas Ilmu

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk Mie Instan Merek Sedaap (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmer Malang) *). Univ

“Pengaruh Green Marketing Terhadap Citra Merek Dan Dampaknya Pada Keputusan Pembelian (Survei Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi 2012/2013 Universitas Brawijaya

Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Kepercayaan dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Online

Setelah diketahui faktor-faktor dari atribut produk, lalu faktor-faktor tersebut diregresikan dan diketahui bahwa atribut produk mempengaruhi keputusan pembelian

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian smartphone merek iPhone pada mahasiswa Ilmu

Untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari ekuitas merek terhadap keputusan pembelian produk kartu SimPATI Telkomsel di kalangan mahasiswa Ilmu komunikasi angkatan

Koefisien Regresi Variabel Produk b1 Berdasarkan Tabel 12 dapat diketahui bahwa variabel produk X1 berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian Y karena nilai koefisien regresi