Pepesnasi Juara
2020 1
Pepesnasi Juara
2020 I
TIM PENYUSUN
PEPESNASI JUARA adalah akronim dari Pedoman Penulisan Narasi Jabar Juara merupakan buku panduan untuk penulisan narasi untuk produk kehumasan berupa rilis dan konten media sosial, bagi petugas kehumasan di lingkungan Pemerin- tah Daerah Provinsi Jawa Barat.
Pengarah
Hermansyah
Penanggung Jawab
Faiz Rahman
Redaktur Pelaksana
Viky Edya Martina S
Tim Redaksi dan Kontributor
Karina Nur Shabrina Okky Ardiansyah Rianthi Herani Putri Feggy Nurdiansyah Andhika Pratama Sonjaya Nurika Sukandi, S.Sos Ririn
Brian Al Afwan Fery Firmansyah
Desain dan Ilustrasi
Guntur Rofika Muhsin
Alamat Redaksi:
Bagian Publikasi, Peliputan dan Dokumentasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Jl. Diponegoro No. 22 Kota Bandung
Telepon (022) 4232448 – 4233347 – 4230963 Faksimil (022) 4203450
www.humas.jabarprov.go.id [email protected]
Penerbit
Biro Humas dan Keprotokolan
Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
I
Pepesnasi Juara
II 2020
ISI
I. TIM PENYUSUN II. DAFTAR ISI III. PRAKATA
BAB 1 NARASI SEBAGAI PELURU PRODUK KEHUMASAN
BAB 2 MENYUSUN NARASI RILIS PEMERINTAH DAERAH - PELIPUTAN
- PENULISAN - PENYUNTINGAN - PUBLIKASI
BAB 3 “BERMAIN” MEDIA SOSIAL
- PENTING! ETIKA BERMEDSOS BAGI INSTANSI PEMERINTAH - FORMULA INSPIRASI KONTEN
- KARAKTERISTIK PLATFORM MEDIA SOSIAL - MEMAHAMI 5 JENIS KONTEN
- KONTEN TULISAN - KONTEN GAMBAR - PAKAI HASHTAG - ISI BRIEF DESAIN
BONUS:
MENGELOLA MEDSOS PEMERINTAH, HINDARI INI!
DAFTAR PUSTAKA
I II III 1
4 6 9 13 15
16 17 19 21 29 31 33 35 36
39 42
Pepesnasi Juara
2020 III
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita sekalian
Alhamdulillahi rabbil’alamin, buku Pedoman Penulisan Narasi Jabar Juara (PEPESNASI JUARA) dalam bentuk buku elektronik (e book) dapat selesai dan segera dimanfaatkan oleh para petugas kehumasan in- ternal Humas Jabar, maupun di perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
Humas pemerintah mempunyai tugas menyampaikan informasi tentang program, kebijakan, serta kegia- tan pemerintah, baik yang sudah, yang sedang, dan akan dilaksanakan oleh pemerintah. Namun seringka- li para petugas kehumasan khususnya di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengalami kesulitan dalam menerjemahkan program dan pencapaian instansinya ke bahasa yang lebih dipahami oleh masyarakat sesuai dengan saluran komunikasi/media yang dipergunakan.
Ada tiga media yang dipergunakan oleh Biro Humas dan Keprotokolan (Humas Jabar) serta instansi pe- merintah lainnya untuk menyampaikan informasi yaitu media massa, media sosial, dan media luar ruang (termasuk di dalamnya brosur, leaflet, poster, pamflet, dsb). Di buku elektronik (e book) ini akan diulas hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan narasi pada dua media: media massa dan media sosial.
Keduanya ini merupakan media dengan karakteristik berbeda, untuk itu narasi yang disusun harus pula berbeda. E Book ini akan menyajikan bagaimana cara menyusun narasi untuk rilis dan narasi-narasi pada media sosial sesuai platformnya yang telah dipraktikan oleh Humas Jabar dalam melaksanakan tugas, pokok, fungsi kehumasannya.
E book ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memenuhi tugas utama Humas Jabar dengan efektif dan op- timal, dan lebih jauh lagi dapat diimplementasikan oleh petugas kehumasan di masing-masing perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Lebih khusus, E book ini sebagai pedoman turunan teknis dari Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 29 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Melalui Media Sosial di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
E book ini mengambil banyak referensi dan inspirasi dari sedikitnya dua e book serupa yang diterbitkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI, yaitu Memaksimalkan Penggunaan Me- dia Sosial Dalam Lembaga Pemerintah (2018) dan Government Social Media (GSM) Handbook (2019), yang telah disesuaikan dengan kebijakan internal di Pemda Prov Jabar, dalam hal ini Humas Jabar.
Semoga keberadaan buku ini dapat menjadi pedoman dan bermafaat untuk memudahkan para petugas kehumasan dalam menyusun narasi yang efektif, informatif, dan tepat sasaran.
Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bandung, Oktober 2020
Tim Penyusun
KATA
Pepesnasi Juara
2020 1
BAB N ARASI SEBAGAI 1
PELURU PRODUK KEHUMASAN
1
Pepesnasi Juara
2 2020
Setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan informasi, bahkan hak tersebut dilindungi oleh undang-undang. Kewajiban negara untuk memfasilitasi hak tersebut, bahkan lebih jauh untuk membentuk masyarakat yang terinformasi dengan baik (a well informed society) dengan melakukan pengaturan sistem komunikasi; pembangunan in- frastruktur komunikasi; dan melaksanakan komunikasi publik (Widiastuti, Rosarita Niken;
Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo RI, 2010).
Pelaksanaan komunikasi publik sejatinya adalah kesadaran pemerintah untuk berkomuni- kasi dengan masyarakat dengan menciptakan komunikasi dua arah untuk mendapatkan input dari masyarakat, serta meningkatkan kapasitas pemerintah.
Untuk komunikasi publik ini, Presiden RI Joko Widodo bahkan memberikan perhatian khu- sus dengan menerbitkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 Ten- tang Pengelolaan Komunikasi Publik dan memberikan arahan kepada Humas K/L/D/BUMN poinnya antara lain adalah Humas K/L/D/BUMN bekerja berorientasi pada kepentingan rakyat untuk menginformasikan apa yang akan, sedang, dan telah dikerjakan pemerintah, dengan tempo yang secepat-cepatnya, terutama untuk mendapatkan kepercayaan dari rakyat.
Kepercayaan dan partisipasi masyarakat adalah modal penting keberhasilan pemba- ngunan. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, Humas Pemerintahan mendapatkan banyak sekali tantangan yang mengancam integrasi bangsa, diantaranya adalah derasnya arus informasi serta berita bohong (hoaks).
Dalam menjawab tantangan inilah pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memperkuat lini Government Public Relations (GPR). GPR merupakan pro- gram prioritas untuk memastikan masyarakat mengetahui apa yang dilakukan pemerintah dan berpartisipasi dalam pembangunan. Implementasi GPR dilaksanakan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik.
Basis kerja GPR adalah pengelolaan informasi yang berkelanjutan untuk memperoleh pe- mahaman dan dukungan publik terhadap program dan kebijakan pemerintah. Salah satu program kerjanya adalah menyusun narasi untuk agenda setting (penentu agenda) isu-isu di masyarakat untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah sebagai sum- ber informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Pepesnasi Juara
2020 3
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informa- tika, Widodo Muktiyo, menekankan pentingnya pengelola media pemerintah harus meng- hasilkan narasi yang berkualitas dalam setiap kontennya. Agar, pesan yang disampaikan terkait dengan program pemerintah dapat dipahami sepenuhnya oleh setiap lapisan mas- yarakat di berbagai wilayah.
Narasi yang berkualitas merupakan konten yang dibuat dapat menarik perhatian mas- yarakat untuk membaca lebih mendalam. Dengan membacanya, masyarakat dapat me- mahami setiap program strategis yang dirumuskan pemerintah.
Setelah membacanya, diharapkan narasi yang dibuat dapat mempengaruhi perilaku mas- yarakat pada umumnya untuk mengikuti setiap program pemerintah yang telah dirumus- kan. Hal ini penting, mengingat adanya partisipasi masyarakat kunci utama dalam suksesn- ya program pemerintah.
Kemudian, setiap narasi yang dibuat dapat mendorong masyarakat untuk mempercepat peralihan peradaban baru yang lebih baik. Sebagai contoh, bagaimana narasi Humas Pe- merintahan di masa Covid-19 masyarakat harus mampu menjalankan adaptasi kebiasaan baru dalam mencegah terinfeksi virus tersebut. Misalnya lewat kampanye penerapan 3 M:
Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak.
Mengingat pentingnya peran narasi sebagai alat utama penyampai pesan dalam komuni- kasi publik, perlu adanya standardisasi kualitas narasi yang memenuhi kriteria akademis dan praktis untuk dipergunakan oleh para pelaksana humas pemerintah untuk menghasil- kan produk komunikasi yang berkualitas.
PEPESNASI JUARA (Pedoman Penulisan Narasi Jabar Juara) disusun dalam bentuk e book ini memiliki tujuan sebagai pedoman penulisan narasi sebagai alat/tools komunikasi publik bagi pelaksana kehumasan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Panduan ini digunakan untuk pembuatan rilis resmi untuk media massa dan narasi kampanye di media sosial.
Dengan demikian penyebaran informasi positif mengenai program dan kinerja Pemerin- tah Daerah Provinsi Jawa Barat yang lebih terstruktur, sistematis, serentak, dan massif.
Pepesnasi Juara
4 2020
BAB M ENYUSUN 2
NARASI RILIS PEMERINTAH DAERAH
NEWS
4
Pepesnasi Juara
2020 5
Ada perbedaan antara berita dengan rilis. Hubungan Masyarakat (Humas) pemerintahan kerap dihadapkan pada pertanyaan apa yang membedakannya?
Dalam buku bertajuk Public Relations, Frank Jeffkins menulis, rilis merupakan usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi yang dikirim Humas kepada reporter atau editor surat kabar dalam rangka menciptakan penge- tahuan dan pemahaman masyarakat tentang instansi yang bersangkutan.
Sedangkan Kriyantono dalam buku berjudul Public Relations Teknik Produksi Media Public Relations dan Publisitas Korporat menekankan jika rilis berisi informasi-informasi yang su- dah dirancang dengan sebaik-baiknya oleh Humas untuk membangun citra instansi yang positif.
Dari dua pernyataan tersebut, ada dua kesimpulan. Pertama, rilis bertujuan untuk mem- bangun citra instansi melalui informasi yang disebarkan kepada media massa (baik online/
elektronik maupun cetak). Kedua, rilis berisi kepentingan instansi. Maka, hasil akhirnya mesti dirancang sedetail mungkin.
Bagaimana Humas Pemerintah berkerja membuat rilis yang komprehensif? Mengingat Hu- mas Pemerintah tidak hanya berfungsi membangun citra instansi, tetapi juga menyosial- isasikan program-program dan mengedukasi masyarakat.
2
Pepesnasi Juara
6 2020
P ELIPUTAN
Perencanaan itu penting. Peliputan atau penggalian bahan agar lebih terarah harus be- rangkat dan disesuaikan dengan perkembangan isu di media massa. Isu terhangat, wa- cana teraktual dan diskursus terbaru. Tujuannya, agar persentase rilis dimuat di media massa besar.
Dengan mengikuti perkembangan isu di media massa, Humas Pemerintah dapat mempre- diksi sejauh mana potensi pemberitaan akan mempengaruhi citra instansi bersangkutan.
Setiap kebijakan pemerintahan, langkah pemerintahan, dan respon pemerintahan terha- dap persoalan di tengah masyarakat akan muncul setiap hari di media massa.
Setelah mengetahui perkembangan dan mendapatkan prediksi, Humas Pemerintah mulai menyusun informasi apa saja yang akan dimuat dalam rilis. Informasi harus disesuaikan dengan kepentingan instansi, pengaruh kepada masyarakat, relevansi dengan isu terkini, dan daya jangkau pada masyarakat.
Kemudian, Humas Pemerintah harus menentukan narasumber yang tepat. Selain nara- sumber dalam instansi bersangkutan, narasumber dari pihak luar, seperti ahli, pengamat, dan masyarakat, diperlukan untuk memperkuat informasi dalam rilis. Ambil contoh, rilis soal pengadaan 10 juta masker yang melibatkan pelaku UMKM di Jawa Barat, dapat diper- kaya dengan wawancara pelaku UMKM terkait.
Muncul pertanyaan? Kenapa Humas Pemerintah mesti menyusun informasi lebih dulu ke- timbang menentukan narasumber? Bukankah informasi berasal dari narasumber?
Jawabannya, rilis dibuat berdasarkan kepentingan. Informasi yang merusak citra harus benar-benar dihindari. Disini letak penting perencanaan bekerja.
Selain merancang perencanaan rilis berdasarkan perkembangan isu di media massa, Hu- mas Pemerintah mesti juga membuat perencanaan rilis berdasarkan agenda pimpinan meskipun tidak sedetail sebelumnya. Humas Pemerintah hanya membuat perencanaan soal berapa jumlah personel yang diturunkan dan menampung keinginan pimpinan saat agenda berlangsung.
Pepesnasi Juara
2020 7
Hal pertama yang perlu disiapkan adalah daftar pertanyaan. Pertanyaan harus disusun dan disesuaikan dengan informasi yang akan digali. Daftar pertanyaan sendiri akan menjadi penuntun dalam proses wawancara sehingga pembicaraan tidak melebar. Batasan per- tanyaan dalam wawancara penting agar kita bisa menakar informasi mana saja yang pent- ing dan layak masuk dalam rilis.
Berikutnya adalah menghubungi narasumber. Kesulitan dalam proses wawancara yang bi- asa dialami jurnalis adalah membuat kesepakatan waktu dan tempat dengan narasumber pejabat kedinasan atau instansi. Terlebih, jika ada keharusan protokoler. Di mana permo- honan wawancara diajukan melalui surat resmi.
Akan tetapi, bagi Humas di Perangkat Daerah (PD), menghubungi narasumber akan lebih mudah. Karena kunci atau narasumber utama dalam rilis Humas PD pasti Kepala Dinas atau Kepala Badan atau Kepala Biro.
Permohonan wawancara biasanya diajukan melalui pesan singkat kepada yang bersang- kutan. Jika tak kunjung mendapatkan respon diupayakan menghubungi sekretaris pribadi atau ajudan narasumber. Kendati akan memakan waktu, proses tersebut perlu dilakukan.
Penting diperhatikan: Dalam proses wawancara adalah pertanyaan yang kita ajukan dan bagaimana kita merespon jawaban narasumber. Pewawancara tidak boleh terlihat paling tahu dari narasumber atau tidak tahu informasi apapun terkait yang ditanyakan. Kita ha- rus memberikan tanggapan yang secukupnya. Bagaimana jika narasumber irit berbicara?
Cairkan suasana. Kita bisa membuka wawancara dengan membahas hal-hal di luar tema wawancara yang bersifat ringan.
Hindari seolah-olah meneror narasumber dengan pertanyaan yang bersifat to the point.
Karena itu pengetahuan kita tentang karakter maupun prestasi narasumber sebelum wawancara menjadi modal penting.
Situasi berbeda terjadi manakala kita mewawancarai narasumber saat agenda pimpinan.
Selain mewawancarai pimpinan, kita harus bisa memilih narasumber lain yang dapat men- guatkan pernyataan pimpinan. Wawancara bisa dilakukan setelah acara selesai dengan langsung menghampiri dan meminta izin untuk wawancara.
Caranya bagaimana? Saat acara berlangsung, selain mencatat dan merekam pernyataan pimpinan, kita coba menyusun pertanyaan untuk narasumber. Pertanyaan bisa seperti meminta tanggapan atau respon terkait pernyataan pimpinan.
Pepesnasi Juara
8 2020
Data menjadi elemen penting dalam rilis. Semakin lengkap data yang disajikan, semakin besar kemungkinan media massa mempublikasikan rilis. Namun, untuk mencari data yang komprehensif, bukan hal mudah.
Kita mesti tekun untuk mencari data yang benar dan lengkap dengan meminta pada in- stansi atau bagian yang bersangkutan. Dengan data yang komprehensif, akan mudah bagi kita dalam menyusun rilis. Data juga menjadi pedoman kita dalam melakukan
proses wawancara.
Selalu ada kejadian yang mengejutkan dalam setiap peliputan. Kerap ada hambatan mun- cul yang membuat rencana dan persiapan wawancara sulit direalisasikan. Misal padatnya agenda pimpinan dan lokasi agenda ke agenda lain yang berjauhan.
Apa yang harus dilakukan Humas agar informasi yang dibutuhkan tetap didapatkan?
Salah satunya dengan merangkum informasi dari sambutan tertulis maupun tidak tertulis pimpinan. Humas juga harus rajin mencatat, apa yang disampaikan pimpinan baik dalam sambutan atau di luar acara.
Catatan ini berguna untuk memperkaya informasi saat melakukan peliputan. Penting! jan- gan lupa siapkan buku catatan kecil dan pulpen dalam saku. Itu tentu memudahkan kita mencatat hal-hal kecil tapi penting saat sepanjang acara berlangsung.
Datang lebih cepat ke tempat agenda adalah solusi lainnya. Ketika sampai di tempat aca- ra lebih cepat, kita dapat mencari narasumber untuk diwawancara sekaligus
menyusun bahan pertanyaan.
Pepesnasi Juara
2020 9
P ENULISAN
Siaran pers atau pers release (rilis) merupakan produk jurnalistik yang sama seperti berita langsung (straight news). Setelah semua proses liputan selesai, reporter menulis rilis den- gan kerangka tulisan yang terdiri dari: (1) Judul; (2) Lead; (3) Tubuh; dan (4) Ekor.
• Judul merupakan tulisan pertama yang akan dibaca pembaca. Buatlah judul yang menarik dan sesuai dengan informasi terpenting (lead) dari rilis tersebut.
Sebagai produk akhir dari sebuah agenda pimpinan, rilis pemerintahan harus bisa menjadi informasi komprehensif bagi publik. Terhadap sebuah agenda baik itu seremoni, pelantikan, rilis produk hukum, dan lain sebagainya, rilis yang
dikeluarkan OPD juga memiliki tanggung jawab sebagai acuan atau fakta.
• Lead atau teras berita merupakan paragraf pertama atau hingga kedua yang berisi informasi terpenting dari rilis. Hampir semua lead mengandung asdikamba yaitu apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana (5W1H). Usahakan judul dan lead terkait satu sama lain.
• Tubuh atau isi rilis menjelaskan lebih banyak mengenai informasi yang menjadi topik utama dalam lead. Tubuh rilis bisa berisi detail acara, pesan pimpinan, latar, bukti, argumen, hingga data pendukung.
• Ekor merupakan informasi tambahan yang dicantumkan dalam rilis. Contohnya siapa saja pejabat yang mendampingi pimpinan dalam acara, data atau rilis terkait yang sudah dikeluarkan sebelumnya, hingga informasi tindak lanjut dari isi rilis yang ditulis.
NEWS
Pepesnasi Juara
10 2020
Sebuah rilis akan lebih baik jika menerapkan struktur piramida terbalik. Dalam sejarahnya, struktur piramida terbaik digunakan oleh pers dengan mempertimbangkan ruang di me- dia cetak. Dengan struktur informasi terpenting di awal tulisan, hal itu akan memudahkan media untuk memangkas paragraf-paragraf akhir jika lahan tulisan tidak banyak. Piramida terbalik juga mengefiensikan waktu membaca berita.
Namun, dalam rilis PD, piramida terbalik terkadang sulit diterapkan jika semua informasi dianggap penting. Menyiasatinya, buat subjudul-subjudul dalam satu rilis, yang mana mas- ing-masing subjudul itu ditulis dengan struktur piramida terbalik. Sehingga, satu rilis berisi rangkaian beberapa berita langsung yang digabungkan.
1. Judul
Agenda pemerintahan kerap bersifat repetitif. Misalnya agenda rapat mingguan, rapat koordinasi rutin, penerimaan bantuan, dan lainnya. Namun, banyak juga agenda yang memiliki informasi penting dan menarik bagi publik yang sifatnya insidentil atau bahkan darurat.
Judul memegang peran kunci sebagai gerbang pertama sebuah rilis untuk dibaca. Judul mencerminkan informasi apa yang akan didapatkan oleh pembaca. Berikut tips untuk menulis judul rilis:
Pertama, judul merupakan informasi atau hal terpenting, paling menarik, dan paling bermanfaat dari agenda tersebut. Hal itu bisa diperkuat dengan memunculkan nominal dalam judul.
Kedua, jika tidak ada hal menarik, maka judul boleh hanya berupa nama atau kegiatan acara, namun usahakan tetap ada pembeda, misalnya lokasi, waktu, maupun pemilihan kata.
Ketiga, terkadang judul yang normatif dibutuhkan dalam rilis, misalnya peresmian, pelantikan, dan agenda pertama lainnya
Contoh Judul:
a. Terdapat Hal Paling Menarik atau Penting Gubernur Jabar Perpanjang PSBB Bodebek
Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Jabar Turun 28 Persen Pekan Ini
Pepesnasi Juara
2020 11
b. Tidak Ada Poin Utama yang Diangkat
Gubernur Jabar Terima Donasi Penanganan COVID-19
Bantuan Penanganan COVID-19 untuk Warga Jabar Terus Mengalir Wagub Jabar Hadiri Ziarah Nasional dalam Rangka HUT ke-75 TNI
Ridwan Kamil Tinjau Fasyankes di Kota Bandung c. Bersifat Repetitif, Pertama, atau Komprehensif
Ridwan Kamil Jalani Penyuntikan Kedua sebagai Relawan Uji Klinis Vaksin COVID- 19 Pikobar Terintegrasi LaporCovid-19
Di Tengah Pandemi, Jabar Tetap Jadi Suaka Menarik Bagi Investor 2. Lead
Sama seperti memilih judul, lead juga bisa ditulis bagi informasi terpenting dan paling menarik, bisa juga bersifat repetitif atau normatif. Pemilihan atau gaya penulisan untuk lead bisa tergantung kepada konteks acara serta gaya OPD tersebut.
Contoh:
a. Menegaskan judul dan informasi paling utama
Tujuh Daerah di Jabar Sudah Lakukan Pengetesan PCR Sesuai Standar WHO
KOTA BANDUNG -- Sebanyak tujuh kota di Jawa Barat (Jabar) yakni Kota Bandung, Cimahi, Sukabumi, Banjar, Bekasi, Bogor, dan Cirebon telah mencapai target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam melakukan pengetesan COVID-19 terhadap populasinya melalui uji usap (swab test) metode Polymerase Chain Reaction (PCR).
b.General
Wagub Jabar Resmikan Desa Wisata Kampung Tipar di Sukabumi
KOTA SUKABUMI – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Desa Wisata Kampung Tipar di Lapangan Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Sabtu (26/9/20).
2. Paragraf
Dalam rilis, usahakan satu paragraf terdiri dari tiga hingga lima kalimat yang lugas, jelas, dan hemat. Setelah itu, paragraf harus memiliki kesatuan, kepaduan, kelengkapan, keruntutan, dan konsistensi.
Keputusan perpanjangan PSBB secara proporsional wilayah Bodebek diselaraskan dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB transisi sampai 10 September 2020. Keputusan didasarkan juga pada berbagai hasil kajian epidemiologi.
“Ada penambahan kasus yang cukup banyak dalam tujuh hari terakhir di kawasan Bodebek,” ucap Daud.
Berdasarkan data PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) pada Selasa (1/9/20) pukul 13:30 WIB, jika diakumulasikan, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di kawasan Bodebek dalam tujuh hari terakhir bertambah 1.085.
Pepesnasi Juara
12 2020
4. Ekor
a. Menutup Rilis dengan Informasi Tambahan
1 Juta Pelaku UMKM Jabar Dapat Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro ...
Pembelian masker UMKM dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama masker yang dibeli sebanyak 2 juta masker dari 200 UMKM. Tahap kedua, Pemda Provinsi Jabar memesan 8 juta masker dari sekitar 400 UMKM. “Pelatihan pun terus kami berikan kepada UMKM.
Bagaimana mereka menjual produknya secara online. Peningkatan kapasitas SDM pelaku UMKM terus dilakukan agar aktivitas UMKM tidak meredup selama pandemi,”
kata Kusmana.
b. Menutup Rilis dengan Informasi Lanjutan
Pilkada 2020: Gubernur Jabar Kukuhkan 7 Penjabat Sementara Bupati/Wali Kota ...
Pilkada Serentak 2020 di Jabar akan digelar pada 9 Desember di delapan daerah yaitu
Kabupaten Bandung, Pangandaran, Tasikmalaya, Karawang, Indramayu, Cianjur, Sukabumi, serta Kota Depok. Tidak terdapat pengukuhan penjabat sementara kepala daerah
Kabupaten Bandung karena tidak ada kekosongan jabatan selama masa kampanye berlangsung.
Pepesnasi Juara
2020 13
P ENYUNTINGAN
A. Konteks dan Kaidah Bahasa
Konteks bahasa adalah berbahasa yang baik, sementara kaidah bahasa itu benar. Dilansir Narabahasa, konteks bahasa dibedah ke dalam:
(1) situasi, yaitu resmi dan nonresmi;
(2) sarana, berupa lisan dan tulisan;
(3) bidang, mulai dari hukum, ilmiah, bisnis, jurnalistik, seni, hingga sastra;
(4) kelompok, suku bangsa atau slang; dan
(5) suasana, yakni khidmat, duka, gembira, maupun krisis.
Sementara kaidah bahasa yang benar menggunakan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI), Ejaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), Peristilahan Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI), dan Kata Baku Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
B. Kesalahan Naskah Rilis 1. Kesalahan Nalar
Kesalahan nalar menjadikan isi rilis dicerna dan dimengerti, sehingga saat mengedit nas- kah rilis harus cermat, fokus, dan peduli. Karena itu reporter harus bisa memahami kon- teks acara, menangkap iinformasi penting selama acara, dan rajin mengecek fakta, agar naskah yang ditulis jelas dan tidak ambigu.
2. Kesalahan Data
Kesalahan data biasanya muncul ketika kita tidak fokus. Kesalahan data mengurangi kred- ibilitas rilis. Misalnya salah menulis tempat, tanggal, atau angka. Kesalahan ini bisa dimin- imalisir dengan meriset data serta wawasan pengetahuan umum yang membuat kita me- mahami banyak hal.
Pepesnasi Juara
14 2020
3. Kesalahan Gramatika
Kesalahan gramatika atau tata bahasa mencakup kesalahan pemilihan kata, perangkaian kalimat, dan pemaduan paragraf. Misalnya menggunakan kata “masing-masing” ketika seharusnya menggunakan “tiap-tiap”. Kesalahan ini bisa dikurangi dengan peningkatan pengetahuan tata bahasa dari penulis dan editor.
4. Kesalahan Tik
Kesalahan tik atau ejaan mencakup kesalahan penulisan huruf, kata, dan tanda baca, serta bentuk baku kata. Misalnya menulis “antre” menjadi “antri” yang tidak baku. Kesalahan ejaan bisa diatasi dengan kecermatan dan disiplin mengecek kata baku dalam KBBI.
B. Rujukan Bahasa
Dalam menulis rilis pemerintahan, kerap muncul istilah-istilah yang sulit dipahami mas- yarakat umum. Untuk itu, perkaya perbendaharaan kosakata dengan menggunakan ruju- kan glosarium (kamus istilah) hingga tesaurus (kamus sinonim dan antonim).
C. Bahasa Adalah Budaya
Bahasa bukan rumus. Bukan sesuatu yang dipaksakan untuk diikuti. Bahasa lahir dari ke- biasaan-kebiasaan masyarakat. Dalam metode deskriptif, ketika banyak orang memiliki budaya, kebiasaan, maupun sudut pandang yang sama, maka itu bisa dirumuskan menjadi kaidah bahasa. Setelah kaidah itu diperoleh, bahasa diajarkan kepada orang lain dan men- jadi kebijakan bersama.
Adapun dalam penulisan rilis pemerintahan, konteks yang digunakan menyesuaikan agen- da masing-masing acara. Sementara kaidah dalam menulis rilis PD memang merupakan kesepakatan atau konsensus internal, tetapi untuk tetap dalam rambu-rambu formal pe- merintahan, akan lebih baik jika menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Pepesnasi Juara
2020 15
A. Persetujuan Rilis
Setelah melewati proses penyuntingan oleh editor, naskah rilis diserahkan kepada peja- bat terkait untuk diperiksa terakhir kalinya, terutama soal kebenaran informasi, hingga mendapatkan persetujuan untuk disebarkan kepada media, publik, hingga instansi lain.
B. Penyebaran Rilis
Rilis merupakan produk akhir sebuah agenda sehingga saat disebarkan, biasanya dis- ertai dengan dokumentasi foto, ilustrasi, dan atau video yang terkait. Adapun sara- na penyebaran rilis kepada awak media bisa melalui email dan WhatsApp Group atau aplikasi chat lainnya. Setelah disebarkan, rilis tersebut harus tampil di situs web OPD mau- pun menjadi sebuah advertorial atau wajib naik di media yang bekerja sama.
P UBLIKASI
15
Pepesnasi Juara
16 2020
BAB 3
“ B ERMAIN”
MEDIA SOSIAL
- PENTING! ETIKA BERMEDSOS BAGI INSTANSI PEMERINTAH - FORMULA INSPIRASI KONTEN
- KARAKTERISTIK PLATFORM MEDIA SOSIAL - MEMAHAMI 5 JENIS KONTEN
- KONTEN TULISAN - KONTEN GAMBAR - PAKAI HASHTAG
16
Pepesnasi Juara
2020 17
3 ETIKA BERMEDSOS BAGI
INSTANSI PEMERINTAH
Penggunaan sosial media pada lembaga pemerintahan mempunyai etika yang berbeda dengan penggunaan media sosial untuk pribadi.
Seperti yang diingatkan dalam E Book Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial Dalam Lembaga Pemerintah yang diterbitkan oleh Kemenkoinfo, 2018, Kementerian Pendaya- gunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi telah mengeluarkan pedoman penggu- naan media sosial yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Neg- ara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah.
Dalam peraturan ini kita dapat petunjuk etika berikut:
1. Menjunjung tinggi kehormatan instansi pemerintah.
2. Memiliki keahlian, kompetensi, objektivitas, kejujuran, dan integritas.
3. Menjaga rahasia negara dan melaksanakan sumpah jabatan.
4. Menegakkan etika yang berlaku agar tercipta citra dan reputasi instansi pemerintah.
5. Menghormati kode etik pegawai negeri.
6. Menyampaikan dan menerima informasi publik yang benar, tepat, dan akurat.
7. Menghargai, menghormati, dan membina solidaritas serta nama baik instansi dan per orangan.
8. Melaksanakan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan peraturan perundang-un dangan.
Lebih khusus lagi untuk di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat telah diatur di Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 29 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Melalui Media Sosial di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pasal 9, yang berbunyi:
PENTING!
Pepesnasi Juara
18 2020
Dalam pengelolaan Media Sosial, Pengelola harus mempunyai etika sebagai berikut:
a. memegang teguh ideologi Pancasila, setia, dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pemerintahan yang sah, mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia, setrta menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;
b. memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur, memegang nilai dasar ASN, dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN;
c. menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi, mem berikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlu kan informasi terkait kepentingan kedinasan;
d. tidak menyalahgunakan informasi intern Pemerintah Daerah Provinsi untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
e. menggunakan sarana media sosial secara bijaksana, serta diarahkan untuk mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesaturan Republik Indonesia;
f. memastikan bahwa informasi yang disebarluaskan jelas sumbernya, dapat dipastikan kebenarannya, dan tidak mengandung unsur kebohongan ;
g. tidak membuat dan menyebarkan hoaks, fitnah, provokasi, radikalisme, terorisme, dan pornografi melalui media sosial atau media lainnya;
h. tidak memproduksi dan menyebarkan informasi yang memiliki muatan yang menimbul kan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan, melanggar kesusilaan, perju dian, penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman;
dan
i. melaksanakan Keterbukaan Informasi Publik sesuai ketentuan peraturan perundang-un dangan.
Pepesnasi Juara
2020 19
Tupoksi:
Potensi dari instansi
Related issue (Trend): yang sedang ramai dibicarakan/
viral
Audiens:
follower dan target sasaran (follower) yang
ditentukan
“Tupoksi dan kegiatan kami terbatas, jadi postingan ya segitu-gitunya saja. Kami posting apalagi ya?”
Pernyataan ini adalah pernyataan yang paling sering terdengar dan dikeluhkan oleh pen- gelola media sosial (admin/mimin medsos) di instansi pemerintah, khususnya perangkat dinas teknis.
Ada formula sederhana namun efektif untuk menstimulasi kreativitas dan ide-ide konten, yang dapat dicoba ketika melakukan brainstroming/briefing pembahasan konten minggu- an maupun harian:
1 . Mindmapping tiga besar hal utama yang memiliki pengaruh terhadap akun media sosial:
Tiga hal ini kemudian diuraikan masing-masing dengan metode mind mapping atau den- gan kata lain dikembangkan seluas-luasnya hingga mendapatkan irisan yang merupakan ide konten.
FORMULA
INSPIRASI
KONTEN
Pepesnasi Juara
20 2020
2. Koleksi Data. Konten-konten media sosial instansi memiliki ciri khas dan kekuatan dari jenis informasi yang disajikan, berupa data yang akurat dan aktual.
Jenis-jenis data yang dibutuhkan dalam pembuatan konten media sosial lembaga pada umumnya berupa:
1. Data internal lembaga tersebut, misalnya laporan tahunan dokumentasi kegiatan lem baga, dll.
2. Agendadanprogramkerjalembaga.
3. Siaranpersdandokumentasiterkinilembaga.
4. Data hasil penelitian lembaga.
5. Artikel-artikelmediadaring.
6. Data hasil tinjauan literatur.
7. Data dari program media sosial sebelumnya.
8. Data hasil social media listening: dengan membandingkan beberapa tipe konten untuk melihat selera audiens dari postingan mana yang paling banyak mendapatkan likes dan engagement paling tinggi.
9. Data dari lembaga atau institusi lainnya.
Data-data yang telah dikoleksi ini bisa dipilih dan dipilah serta disesuaikan relevansinya dengan tupoksi instansi, maupun posisi instansi sebagai bagian dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
Pepesnasi Juara
2020 21
Platform media sosial menjadi andalan bagi Humas Pemerintahan dalam menyebarkan informasi di luar media massa konvensional.
Masing-masing kanal memiliki karakternya tersendiri. Berikut be- berapa platform yang rutin digunakan dan tips membagikan in- formasi di dalamnya:
Media sosial hits satu ini merupakan salah satu yang mengandalkan caption untuk mem- buat postingan/kontennya semakin menarik. Admin bisa menggunakan caption panjang untuk bercerita dari sebuah foto, atau cukup buat caption singkat untuk menyertai se- buah infografis dan video kreatif.
Pembawaan dalam caption menyesuaikan dengan postingan, namun alangkah baiknya jika ada karakter yang sesuai dengan brand instansi yang diusung. Penggunaan nama panggi- lan untuk netizen dan Admin dapat menunjukkan karakter dan keramahan akun instansi.
Sifat: Konsisten, Gaya Visual Jelas, dan Responsif Tips:
• Sajikan gambar (foto dan video) menarik dengan resolusi tinggi dan caption yang menjelaskan gambar secara humanis tanpa seremoni
•Lakukan publikasi/posting minimal 1 – 3 kali dalam sehari
K ARAKTERISTIK PLATFORM
MEDIA SOSIAL
Pepesnasi Juara
22 2020
1. Buat Caption yang Singkat, tapi Penuh Makna
Tidak salah membuat caption Panjang, namun sejak Instagram semakin hits, para peng- guna lebih menyukai caption yang singkat, padat dan bermakna. Makna disini adalah yang bisa dirasakan oleh followers, seperti informasi yang bermanfaat untuk mereka, atau ten- tang sesuatu yang ‘ngena’ di hati sehingga mereka merasa “ini caption gue banget.”
Caption seperti ini akan mengundang banyak like dan komentar dalam feed instagram.
2. Akhiri Setiap Caption dengan Kalimat Tanya
Pancing followers dengan kalimat tanya untuk banyak berkomentar. Misalnya dengan mengunggah 2 foto/produk jenis yang sama tapi desainnya berbeda, kemudian lanjutkan dengan caption seperti ini “Wargi lebih suka yang kanan atau kiri?”
Admin juga bisa membuat pertanyaan lain yang mengundang komentar lebih banyak.
Penggunaan kalimat tanya, akan memancing followers untuk menjawab dan ikut berinter- aksi. Kemudian, ingat selalu untuk membalas komentar mereka agar interaksi lebih intens.
3. Jangan Lupa Juga Sematkan Hashtag
Setelah menulis caption yang sesuai, buatlah hashtag yang sesuai untuk menyertainya.
Tidak perlu terlalu banyak, karena instagram sekarang membatasi penggunaan hashtag dalam sebuah postingan.
Hashtag yang sesuai dan simple akan memberikan efek elegan sebuah caption dan akan memudahkan pencarian postingan jika ditelusuri melalui hashtag tertentu yang telah disi- sipkan di caption. Secara tidak langsung, orang akan menyukai dan bahkan turut mengo- mentari konten tersebut.
4. Wajib Menggunakan Emoji
Emoji menjadi sarana yang cukup penting untuk membuat caption yang kamu buat terli- hat manis, lucu dan menguatkan kesan admin adalah orang yang ramah.
Penggunaan emoji-emoji ini juga harus sewajarnya. Jangan terlampau banyak. Emoji ini berfungsi sebagai penguat pesan. Misalnya, menulis tentang kesedihan, maka di akhir ka- limat itu ditambahkan emoticon sedih dan sebagainya.
5. Hati-hati Dengan Typo
Setelah membuat caption, bacalah ulang untuk meminimalisir tulisan yang typo. Setiap admin tidak ingin pesan yang disampaikan miss dimata followers bukan? Jadi telitilah saat membuat caption sebelum diposting, karena akan dilihat banyak orang.
Pepesnasi Juara
2020 23
6. Buat Tulisan Terputus
Jika ingin memancing keingintahuan followers, buatlah kata-kata diawal yang mengun- dang orang penasaran, kemudian berikanlah titik-titik dan enter ke bawah sedikit agak banyak. Hal tersebut akan mengundang orang untuk klik “see more” agar bisa membaca caption yang menarik itu.
Dengan begitu, interaksi akan terbangun dengan baik. Tentu saja caption harus bagus dan bermanfaat agar orang tidak menyesal telah penasaran dengan caption tersebut.
7. Sesuaikan Caption Dengan Foto atau Video
Caption adalah pendukung foto atau video yang diupload di instagram. Jadi antara apa yang diunggah dengan caption yang dibuat harus seiring, tidak boleh berseberangan.
Sesuaikan caption instagram yang dibuat dengan nuansa, suasana dan pesan yang ingin disampaikan foto atau video yang akan diupload.
Konten Khas Instagram a. Kutipan Inspirasi (quotes)
Ini adalah jenis konten yang paling sering mendapat likes. Kutipan dari orang terkenal dapat menjadi salah satu bahan kutipan yang mendapat atensi tinggi.
b. Pemandangan
Foto suatu destinasi yang indah akan selalu menarik perhatian. Kita bisa menggabungkan konten yang menarik pada caption untuk meningkatkan minat pengikut.
c. Makanan
Unggahan makanan merupakan salah satu konten instagram dengan peminat yang ting- gi. Kita bisa mengaitkan konten yg berkaitan dengan kuliner sebagai pemantik minat dan jembatan menuju konten.
d. Foto Sejarah
Foto sejarah adalah salah satu konten dengan kategori informasi. Karenanya, kebenarann- ya harus dipastikan. Foto sejarah ini dapat kita optimalkan penggunaannya sesuai dengan tanggal penting yang terjadi.
Pepesnasi Juara
24 2020
Karakteristik narasi dan caption untuk Twitter dapat dikatakan jauh berbeda dengan Ins- tagram. Admin platform ini harus lebih luwes dan pandai mengolah kata dalam berinter- aksi karena Twitter identik sebagai tempat “rambling thoughts” atau curhatan-curhatan individual, maka Admin pun harus dapat memposisikan akun instansi ini sebagai persona.
Berkomunikasi ramah dan menyenangkan layaknya diri sendiri namun tetap sopan dan formal karena mewakili nama instansi terkait.
Di sisi lain, Twitter pun memiliki keterbatasan karakter dalam setiap cuitan. Hal ini mem- buat Admin harus mampu menyampaikan informasi secara jelas dan padat. Walau demiki- an, hal ini dapat disiasati dengan membuat kultwit atau rangkaian cuitan yang saling ber- hubungan mengenai topik tertentu.
Sifat: Informatif, Interaktif, dan Otentik Tips:
• Cuitan di bawah 100 karakter memiliki kinerja 18% lebih tinggi dibanding cuitan di atas 100 karakter
• Menunggangi tagar atau perbincangan yang sedang viral/trending topic
• Diselingi humor ‘receh’
• Buat tagar sesingkat mungkin Konten Khas Twitter
a. Kutipan
Kita bisa melihat akun @pepatah tiap kali melakukan tweet, selalu ada retweet di setiap unggahannya. Masyarakat Indonesia senang berbagi dan kutipan positif adalah salah satu favoritnya.
b. Kultwit (Kuliah Twitter)
Strategi konten ini sering digunakan oleh akun twitter yang ingin membangun “brand”
nya di dunia twitter. Dalam kelembagaan, kultwit berhubungan dengan identitas organi- sasi atau terkait dengan topik yang diperdalam.
c. Berita terkini
Konten ini sepertinya sangat umum dilakukan oleh akun yang lebih bersifat media, dalam hal ini divisi humas lembaga yang menangani publikasi dapat memanfaatkan konten jenis ini.
Pepesnasi Juara
2020 25
Penggunaan Facebook sebagai sarana penyebarluasan informasi pemerintahan lebih ban- yak menggunakan fitur Facebook Fanpage. Hal ini diperuntukkan untuk penjangkauan au- diens yang lebih luas dan branding instansi.
Penulisan caption pada facebook fanpage sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pada Instagram. Admin bebas memilih ingin bercerita secara singkat atau panjang lebar. Meski- pun demikian, caption panjang lebih sesuai dengan karakteristik facebook untuk bercerita lebih detail karena tidak ada batasan karakter.
Sifat: Informatif, Responsif, dan Terkurasi Tips:
• Konten teks di bawah 400 karakter
• Lakukan penyesuaian untuk ukuran layar ponsel disertai konten visual yang mudah dibagikan ulang atau diviralkan. Jangan copy-paste dari situs web instansi!
Facebook Fanpage
Fanpage atau Halaman Fans (dalam bahasa Indonesia) bertujuan untuk mengumpulkan fans / audiens. Melalui fanpage jangkauan / reach postingan akan dilihat lebih banyak orang, mulai dari ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan orang sesuai target.
Fungsi Facebook Fanpage antara lain:
- Menjangkau lebih banyak audiens - Media branding
- Media selling d. Lawakan
Jokes seperti “ Kamu itu kayak Sunlight, mampu menghilangkan kenangan mantan yang membandel” adalah satu dari sekian banyak Jokes yang di- retweet. Jenis konten seperti ini dapat menjangkau segala kalangan dan mempunyai sentimen positif
e. Gerakan Perubahan (Movement)
Ajakan untuk melakukan perubahan atau tindakan yang mengarah pada hal positif seperti akun twitter akademiberbagi , jakartaberkebun, indonesiabercerita dan gerakan lainnya selalu mendapatkan respon dalam bentuk RT yang banyak. Ini disebabkan sifat pengguna twitter yang mempunyai karakteristik berbagi.
f. Kuis
Sama halnya dengan media platform lain, kuis merupakan salah satu konten yang paling diminati. Dalam platform twitter, kuis dapat digunakan dengan memaksimalkan fitur poll- ing atau komentar tercepat.
Pepesnasi Juara
26 2020
Konten yang dapat disebarkan melalui kanal Fanpage Facebook resmi akun pemerintah, diantaranya:
- Berita Harian Pimpinan Daerah Jawa Barat - Penyebaran grafis: Video dan Infografis
- Penyebaran link streaming YouTube Humas Jabar bila sedang ada kegiatan live - Pelaksanaan PR Campaign menggunakan Facebook Ads
Caption untuk menyertai setiap konten disesuaikan dengan konten yang diposting.
Pelaksanaan penyebaran informasi fanpage facebook Humas Jabar melakukan postingan standar dan lebih banyak ragamnya, karena tidak ada pembatasan karakter, karakteristik khusus maupun hastag pendukung yang wajib terkait sebuah materi.
! PENTING UNTUK DIINGAT !
Penggunaan Facebook sebagai media penyebaran informasi pemerintah janganlah meng- gunakan level profil user, kita harus membuat fanpage sendiri atas nama organisasi yang kita naungi.
Mengapa demikian? Karena semakin banyak penyalahgunaan pemakaian nama instansi atau nama orang atau nama lembaga ketika oknum membuat sebuah profil, hingga dapat terjadi penipuan dan hal lainnya. Dan juga ketika membuat nya level profil user, itu akan mudah diretas passwordnya.
Penggunaan Facebook Fanpage relatif lebih aman karena sifatnya yang open profile, di mana banyak orang/akun dapat menjadi admin dari Fanpage tersebut. Berbeda dengan private user yang tidak bisa diakses lebih dari satu orang/akun. Admin fanpage bisa lebih dari 2 orang dan memungkinkan pejabat struktural atau fungsional menjadi penanggung jawab akun fanpage tersebut.
Konten Khas Facebook:
a. Konten di balik layar
Konten ini menonjolkan keseharian, kegiatan dan juga aktivitas dari kelembagaan dalam merancang suatu program/event.
b. Bercerita melalui foto
Mengunggah foto dengan caption yang tepat akan mendapat simpati dari para pengguna facebook
c. Membahas peristiwa terkini
Orang-orang suka menggunakan facebook untuk mengikuti suatu kejadian penting dan aktual, kita dapat mengikuti topik yang sedang aktual melalui hashtag dan mengaitkannya dengan konten yang sesuai dengan peran dan fungsi kelembagaan kita.
Pepesnasi Juara
2020 27
d. Kuis
Salah satu jenis konten yang juga berpotensi meningkatkan interaksi adalah jenis konten kuis atau kontes. Konten kuis atau kontes memang cukup terbukti efektivitasnya dalam dalam meningkatkan engagement dan reach pada media sosial karena sifatnya yang
cukup mendorong aktifitas warganet.
Kuis atau kontes yang umum ditemukan di media sosial adalah kuis berhadiah yang men- awarkan hadiah bagi peserta yang beruntung maupun kuis trivia yang sifatnya tidak terla- lu kompetitif.
Konten kuis di Facebook dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan memaksimalkan kolom komentar mau pun mengumpulkan konten- konten (seperti foto, video, tulisan) respon dari warganet. Selain itu Facebook juga menyediakan beberapa fitur seperti fitur polling atau fitur quiz maker.
Caption/narasi pada Youtube akan ditempatkan di bagian “Deskripsi” atau descriptions pada setiap konten video yang di upload. Deskripsi yang baik dan efektif di Youtube akan membantu memudahkan pencarian dan tersebarnya konten kita. Beberapa hal yang ha- rus diperhatikan dalam penulisan deskripsi untuk konten Youtube seperti:
1. Tuliskan deskripsi yang mudah dicari Deskripsi yang mudah dicari bukan berarti deskripsi yang hanya bertuliskan beragam kata kunci terkait video. Namun, dituliskan dengan nat- ural layaknya bercerita atau membuat caption. Tempatkan 1-2 kata kunci utama di awal deskripsi dan judul. Sematkan hashtag juga baik untuk membuat video kita mudah dicari.
2. Maksimalkan isi deskripsi Youtube menyediakan 5.000 karakter dalam kolom deskripsi yang bisa dimanfaatkan. Tuliskan inti dari konten video pada permulaan deskripsi. Kemu- dian, tambahkan detail informasi tentang channel Youtube akun kita hingga link media sosial atau website agar masyarakat bisa mengenal lebih baik instansi kita.
3. Buat deskripsi yang interaktif bagi viewers Deskripsi yang interaktif memberikan kesan tersendiri di hati viewers. Menambahkan fitur seperti time stamps, yang dapat membantu viewers langsung melompat ke bagian favorit dan penting dari video kita, serta link playlist yang berkaitan dengan video kita, adalah dua hal yang bisa kita lakukan untuk membuat deskripsi interaktif. Ini dapat meningkatkan jumlah views dan subscriber lho.
Pepesnasi Juara
28 2020
Sifat: Momentum, Konsisten, dan Kematangan Konsep Tips:
• Durasi video maksimal 10 menit dan buat 3 – 10 detik pertama untuk menarik perhatian audiens
• Lakukan penyesuaian untuk ukuran layar ponsel
• Terus bereksperimen, konsisten tanpa memedulikan jumlah Subscriber/pengikut
• Data YouTube di awal 2019, konten dengan performa tinggi adalah tentang makanan, jalan-jalan, dan seputar kecantikan.
Konten Khas Youtube a. Ulasan (Review)
Ulasan suatu benda atau pengalaman merupakan salah satu video youtube dengan pemir- sa yang sangat banyak. Video ini merupakan testimoni dari seseorang ketika melakukan sesuatu atau mencoba hal yang baru.
b. Kompilasi dan Daftar Peringkat
Video kompilasi ini sangat diminati oleh orang-orang yang mempunyai waktu senggang banyak dan menonton youtube untuk hiburan. Video seperti ini cocok ditayangkan di ru- ang tunggu atau tempat-tempat umum.
c. Cara Mengerjakan Sesuatu (How to)
Video ini merupakan salah satu pencarian yang paling tinggi di YouTube. Saat ini terdapat kecenderungan orang-orang untuk mencari cara melakukan sesuatu di YouTube karena lebih jelas dan aplikatif. Dalam lembaga pemerintahan, contohnya kita bisa menayangkan langkah-langkah mengurus perijinan di Samsat misalnya. Kita dapat menjelaskan langkah- langkah rincinya.
24
Pepesnasi Juara
2020 29
Konten itu penting. Setiap pesan yang disampaikan dalam konten harus sesuai dengan tema, pesan, audiens sampai penggunaan bahasa dan konteks yang tepat, dan lain se- bagainya.
Konten terbagi menjadi 5 jenis yang penggunaannya dapat disesuaikan dengan rencana editorial (editorial plan) dan strategi media sosial masing-masing akun media sosial instan- si.
Berikut ini adalah 5 jenis konten dan contoh implementasinya:
• Pembicaraan, contoh implementasinya: talk show, wawancara narasumber, tanya jawab.
• Edukasi, contoh implementasinya: penjelasan tentang istilah-istilah program instansi, penjelasan tentang manfaat program dan kebijakan pemerintah.
• Inspirasi, contoh implementasinya: sosok penggerak program di masyarakat, sosok pen- gayom atau inspiratif di tengah masyarakat yang mendukung program pemerintah, sosok berprestasi.
• Promosi, contoh implementasinya: ajakan kampanye 3 M, ajakan membuat gambar/vid- eo, lomba, kuis.
• Hiburan, contoh implementasinya: keseharian ASN instansi, cerita pimpinan, di belakang layar, blooper, meme, film pendek ringan, humor ringan, pantun, kuis trivia
Setelah memahami batasan masing-masing jenis konten pada setiap kanal media sosial, tim media sosial akan menentukan jenis media yang digunakan tentunya dengan berpato- kan pada tujuan pembuatan dan topik yang ingin disampaikan berdasarkan perencanaan editorial yang sudah dibuat sebelumnya.
M EMAHAMI
5 JENIS
KONTEN
Pepesnasi Juara
30 2020
Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah tren yang tengah muncul di media sosial itu sendiri. Tim Humas dapat membuat konten serupa tren atau dikenal dengan istilah riding the waves.
Jika tidak ada tren yang bisa diadaptasi untuk mendukung topik yang hendak disampaikan oleh lembaga, tim media sosial Humas Pemerintah juga dapat mencari tahu gambaran umum jenis konten yang berhasil di masing-masing media sosial. Menurut Alfred Lua dari Buffer (https://www. entrepreneur.com/article/305168), berikut ini adalah konten-konten yang terbukti berhasil di media sosial:
• Facebook: Video dan Konten Terkurasi (Kompilasi video / foto, dll)
• Instagram: Foto beresolusi tinggi, quotes, dan stories
• Twitter: Konten berita, blog posts, dan GIF
• Youtube (Indonesia): Video yang mengandung berita dan kontroversi (Pengamatan video trending, bukan berdasarkan Buffer)
Masing-masing platform memiliki preferensi konten yang paling menarik bagi para penggunanya.
Pepesnasi Juara
2020 31
K ONTEN
TULISAN
E-book Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial dalam Lembaga Pemerintahan yang di- terbitkan oleh Kemenkominfo RI, konten di media sosial memiliki peran yang krusial. Lebih lanjut kita akan kupas dari mulai konten tulisan, gambar, hingga video. Awali dengan tu- lisan meskipun masing-masing media sosial mendukung berbagai macam jenis media un- tuk diunggah oleh penggunanya. Maka setelah jenis media postingan ditentukan, langkah selanjutnya adalah content writing dan copywriting.
Content writing dan copywriting sebenarnya tidak terlalu berbeda. Perbedaan mendasar antara content writing dan copywriting adalah tujuan akhir penulisannya.
Dalam content writing, tugas utama seorang content writer adalah memberikan informasi kepada pembaca. Jadi, artikel yang ditulis harus mampu memberikan informasi yang dib- utuhkan oleh pembaca.
Sedangkan dalam copywriting, seorang copywriter dituntut mampu “membius” para pembaca melalui tulisan sehingga melakukan tindakan yang diharapkan muncul setelah melihat konten tersebut.
Ada banyak metode yang dapat dilakukan untuk dalam penulisan konten. Salah satu yang mudah diaplikasikan Humas Pemerintahan adalah metode AIDA:
Attention (Atensi/Perhatian)
Tulisan yang dibuat harus berhasil memberikan impresi pertama sehingga konten tersebut diperhatikan oleh warganet.
Interest (Minat)
Ketika para pembaca sudah diperoleh melalui tampilan yang menarik. Kita harus menjaga minat warganet untuk menikmati konten tersebut hingga akhir.
Pepesnasi Juara
32 2020
Desire (Hasrat)
Setelah berhasil menarik minat warganet untuk terus menikmati konten, penulisan kont- en yang baik harus dapat membangkitkan hasrat warganet. Hasrat inilah nantinya yang akan berkembang menjadi aksi.
Action (Tindakan)
Tahapan ini adalah inti dari suatu teknik copywriting. Suatu tulisan dianggap berhasil keti- ka para pembacanya tergerak untuk melakukan sesuatu yang diinginkan oleh penulis.
Dalam konteks marketing, teknik ini sering diterjemahkan sebagai aksi ketika pembaca mau membeli suatu produk. Sedangkan dalam konteks institusi pemerintah, tindakan dapat dikaitkan pada konteks penggunaan layanan yang bertambah atau dapat dilihat dari tingkat penerimaan informasi di masyarakat yang lebih tinggi.
Pepesnasi Juara
2020 33
K ONTEN
GAMBAR
Selain berupa teks atau tulisan, konten digital juga dapat berupa konten visual. Salah satu bentuknya adalah konten gambar. Konten gambar yang tersebar di media sosial cukup bervariasi. Berikut ini adalah beberapa jenis konten gambar yang populer di media sosial dan cocok digunakan dalam akun lembaga pemerintah.
a. Foto dokumentasi
Sebagai lembaga pemerintahan tentu banyak sekali kegiatan yang bisa didokumentasikan dalam bentuk foto. Tim media sosial lembaga pemerintah dapat menayangkan beberapa foto dokumentasi kegiatan lembaga secara berkala.
b. Foto kutipan
Foto kutipan atau photoquote adalah konten digital berbasis gambar dan tulisan yang umumnya berisi kutipan menarik yang memiliki makna atau pesan yang kuat dari seorang tokoh. Konten foto kutipan ini selain cukup menarik atensi masyarakat juga terbukti efek- tif digunakan pemerintah untuk menyampaikan kebijakan ataupun program pemerintah.
Kita bisa mengambil foto dan kutipan ketika Gubernur, Wagub, Sekda, maupun Kepala instansi memberikan sambutan pada acara seremoni kedinasan.
c. Poster
Konten gambar poster penting dilakukan untuk publikasi kegiatan lembaga yang melibat- kan banyak pihak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menayangkan foto
kutipan menggunakan akun media sosial lembaga adalah:
• Buatlah gambar yang menarik dengan komposisi warna yang sesuai dengan karakter lembaga atau kegiatan tersebut secara khusus.
• Rincian kegiatan tidak harus dimasukkan sepenuhnya dalam satu konten visual
poster. Rincian konten dapat dibagi dalam beberapa poster atau dimaksimalkan dalam tulisan caption.
Pepesnasi Juara
34 2020
• Buat beberapa variasi sehingga sehingga pengikut media sosial lembaga tidak jenuh jika poster suatu acara ditayangkan berulang kali secara berkala.
• Beberapa konten tulisan yang harus ada dalam poster sebenarnya hanya: judul acara, tema atau topik acara, serta waktu dan tempat pelaksanaan. Sisanya bisa dicantumkan dalam keterangan atau caption gambar.
• Tentukan beberapa sorotan utama sebagai “nilai jual” dari kegiatan yang akan dijad ikan fokus dalam masing-masing variasi poster acara.
d. Infografis
Sesuai dengan asal katanya infographics (information + graphics), infografis merupakan bentuk visualisasi data yang bertujuan untuk menyampaikan informasi kompleks kepada pembaca agar lebih mudah dipahami.
Keunggulan utama infografis adalah kemampuannya menjelaskan hal-hal yang tidak dapat diceritakan oleh teks atau video. Menurut buku “Kiat Bikin Infografis Keren dan Berkual- itas Baik” yang disusun oleh tim Kemenkominfo, infografis yang berkualitas baik harus dibuat dengan memenuhi kriteria- kriteria berikut ini:
• Berorientasi pada tujuan infografis
• Berdasarkan riset dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan tanggal produksi sebagai referensi akuntabilitas
• Relevansi dengan kebutuhan pembaca
• Struktur visual yang harmonis dan menarik
• Keterbacaan (Readability)
• Unsur persuasi
• Lugas (Simplicity)
• Konsistensi dengan brand guideline atau dalam pembahasan buku ini diwakili ole pesan utama dan karakter lembaga
• Kemudahan dibagikan (Shareability)
e. Meme
Meme atau lebih tepatnya internet meme, merupakan konten digital yang bisa berupa kutipan, gambar, video atau mungkin tokoh yang menjadi terkenal melalui penyebaran di internet.
Umumnya meme akrab dengan konten-konten lawakan yang sifatnya lebih ringan. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan meme untuk media sosial lembaga, yaitu:
• Ingat kembali pesan utama serta karakter media sosial lembaga yang ingin dibangun.
• Pelajari dan pahami benar-benar asal-usul meme tersebut. Hindari terburu-buru mengadaptasi meme yang sedang populer sehingga berakibat pesan yang
disampaikan tidak jelas atau malah mengundang komentar negatif dari warganet.
• Hindari konten-konten berbau politik maupun isu SARA.
• Usahakan tidak menyerang lembaga maupun tokoh tertentu atau kemungkinan- kemungkinan munculnya cyberbullying.
Pepesnasi Juara
2020 35
P AKAI
HASHTAG
Penggunaan hashtag akan berbeda bagi masing-masing platform. Di Instagram, Twitter, dan Youtube, memasukkan hashtag ke dalam caption dapat membantu meningkatkan jangkauan hingga engagement sebuah postingan. Namun tidak dengan Facebook, hashtag di Facebook tidak terlalu berpengaruh pada jangkauan da
engagement postingan.
Hashtag juga berfungsi sebagai branding, khususnya pada suatu program atau kegiatan yang sedang gencarnya dikampanyekan oleh instansi terkait. Melalui hashtag, kita dapat mengetahui seberapa luas jangkauan hingga engagement konten yang telah dibagikan.
Beberapa ahli media sosial bahkan mengatakan bahwa penempatan hahtag pada Cap- tion, khususnya Instagram berdampak pada peningkatan engagement postingan. Admin dapat menempatkan hashtag dengan 2 cara:
• Ditunjukkan (shown), pada caption atau kolom komentar
• Disembunyikan (hidden), pada caption atau kolom komentar
Tips pemakaian hashtag di Instagram yang dapat meraih lebih banyak engagement, jang- kauan, dan impression (kesan) :
- Akun berfollowers di bawah 5k
Pakai 6 hashtag yang disembunyikan pada caption - Akun berfollowers 5k-10k
Pakai 5 hashtag yang ditunjukkan pada kolom pertama komentar - Akun berfollowers 10k-50k
Pakai 2 hashtag yang disembunyikan pada caption - Akun berfollowers 50k-100k
Pakai 8 hashtag yang disembunyikan pada caption - Akun berfollowers di atas 100k
Pakai 6 hashtag ditunjukkan pada kolom pertama komentar
Pepesnasi Juara
36 2020
Objective (Tujuan)
Tuliskan tujuan dari pembuatan infografis tersebut. Lebih baik dibuat spesifik, bukan ha- nya sekedar untuk menyebarkan informasi, namun apa yang kita harapkan masyarakat lakukan setelah melihat infografis tersebut. Siapkan juga judul/headline infografis yang akan dibuat.
Target Audience (Target Audiens)
Target audiens dibutuhkan untuk mempermudah desainer menentukan warna, ornament, dan desain yang cocok dalam infografis.
Big Idea (Ide Pokok)
Menuliskan ide pokok akan mempermudah desainer menonjolkan pesan yang ingin kita sampaikan di dalam desainnya. Hal ini juga akan membantu masyarakat lebih mudah me- mahami informasi yang disampaikan melalui infografis.
I SI DESAIN
BRIEF
Do:Tentukan secara spesifik target audiens infografis, tidak hanya sekedar umur dan gender. Ceritakan juga secara singkat kaitan antara konten dengan kebutuhan target audiens
Do:Ceritakan pesan inti dari konten yang ingin disampaikan melalui infografis tersebut. Bisa dibuat dalam 1-2 kalimat, atau dalam poin-poin
Don’t:
Target audiens terlalu umum, bahkan kita tidak paham targetnya siapa
Don’t:
Jangan membuat infografis tanpa ide utama yang ingin disampaikan
Pedoman Penulisan Design Brief
Design brief pada umumnya adalah panduan bagi desainer dalam membuat sebuah kont- en infografis. Infografis yang bagus berasal dari design brief yang jelas menyebutkan apa arah dan tujuan serta bagaimana bentuk infografis tersebut akan dibuat. Setiap pembuat konten memiliki ciri khasnya sendiri dalam membuat design brief, namun ada beberapa hal yang wajib masuk ke dalam isi design brief .
Pepesnasi Juara
2020 37
Content (Konten)
Konten merupakan ‘daging’ dari informasi yang kita sampaikan melalui infografis. Lakukan penelitian dan kumpulkan data sehingga informasi yang disampaikan valid dan berdasar- kan fakta. Dalam design brief, menyusun konten dapat dilakukan sesuai dengan bayangan kita terhadap desain yang kita inginkan. Berikan juga kata-kata (narasi / copytext) yang se- suai dengan data, namun tidak terlalu panjang. Pikirkan keseimbangan antara data, gam- bar dan desain.
Visual Specs (Tampilan Visual)
Pembuat konten dapat menyerahkan tampilan visual kepada desainer. Namun, akan lebih baik jika ada referensi seperti apa desain yang diinginkan oleh pembuat konten.
Detail Tambahan
Berikan informasi detail yang perlu dimasukkan di dalam infografis, seperti sumber dan footnote jika ada. Detail lainnya yang juga perlu desainer ketahui adalah kanal penyeba- ran dan format infografis. Tiap media sosial memiliki gayanya tersendiri sehingga ukuran infografis pun bisa berbeda.
Do:Mulai dari konten dan data yang telah di- urutkan dan siap design, kemudian baru bayangkan akan dibuat seperti apa in- fografisnya.
Do:Berikan referensi atau contoh untuk ban- tu menginspirasi desainer agar hasil in- fografis sesuai harapan kita.
Don’t:
Mengutamakan tampilan dan vibe dari in- fografis dibandingkan konten
dalamnya.
Don’t:
Memberikan arahan yang tidak jelas atau bahkan tidak ada sama sekali bayangan infografis akan dibuat seperti apa
33
Pepesnasi Juara
38 2020
BONUS O B
U S
BONUS O B
U S
BONUS O B
U S
34
Pepesnasi Juara
2020 39
MENGELOLA MEDSOS
PEMERINTAH, HINDARI INI!
Ada catatan penting yang disarikan oleh Karina Kusumawardani dalam e book Govern- ment Social Media (GSM) Handbook yang dibagikan pada acara GSM Summit 2019 lalu terkait kesalahan umum yang dilakukan akun instansi pemerintah yang mempengaruhi integritas/reputasi suatu akun media sosial:
1. Mengabaikan hak cipta/menggunakan gambar/lagu tanpa sumber yang jelas dan/ atau tanpa memunculkan kredit kepada pembuat gambar/pemilik lagu.
Di media sosial terdapat etika penggunaan karya cipta yang bisa dilakukan oleh pengelo- la media sosial pemerintah tanpa royalti yaitu:
• Sebelum melakukan publikasi, cari dan pastikan benar bahwa yang diunduh adalah sumber inspirasi asli atau karya pertama
• Selalu kedepankan etika yaitu sebelum menggunakan karya cipta tersebut mengajukan izin ke pembuatnya dengan semudah mengirimkan email/direct message ke akun pem- buat karya cipta
• Pencantuman/pemberian kredit di media sosial bisa dengan menuliskan, me-mention, atau me-tagging pembuat karya cipta tersebut
• Ingat, bila tidak mendapatkan izin itu berarti kita harus mencari ide konten lain
• Bila konten yang digunakan dimodifikasi sehingga berbeda sama sekali dari sumber asli maka tidak perlu mencantumkan kredit karena itu sudah menjadi karya cipta sendiri dari akun instansi, walau mungkin tetap harus diakui sumber inspirasinya
2. Mengabaikan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Akun media sosial pemerintah berkewajiban menggunakan dan menjadi panutan dalam penggunaan bahasa Indonesia.
Pengecekan KBBI dapat secara mudah dilakukan dengan mencari kata yang digunakan di dalam buku KBBI atau mengakses secara daring situs web KBBI di kbbi.kemdikbud.go.id.
Dari KBBI bisa diketahui apakah kata tersebut baku/tidak baku dan sudah diserap belum diserap.
Pepesnasi Juara
40 2020
Menggunakan kata baku bahasa Indonesia tidak selalu berarti kaku, dan pada praktik nya bisa dipadukan dengan bahasa percakapan/gaul yang sedang berkembang di media sosial.
3. Mengabaikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
4. Melakukan praktik membeli bot pengikut (follower)/engagement/trending topic.
5. Mengabaikan empati.
Berinteraksi di media sosial layaknya berbicara secara personal dengan individu yang mer- upakan bagian dari masyarakat. Menjadi penting untuk berhati-hati dalam memilih kata dan selalu mencoba menempatkan diri di berbagai posisi seseorang.
Pengetahuan, privilese, dan fasilitas lain yang dimiliki ASN (Aparatur Sipil Negara) belum tentu dimiliki juga oleh non-ASN, terutama terkait layanan publik atau permintaan data/in- formasi. Empati harus terus dilatih semudah selalu memikirkan untuk menempakan diri di posisi orang lain/warganet dari berbagai latar belakang dan selalu mengajukan pertanyaan terhadap kelayakan kata/konten untuk dinaikkan ke media sosial.
6. Mengabaikan pertanyaan dari warganet lebih dari 1x24 jam.
Ketika bertanya ke akun media sosial pemerintah, warganet dapat dipastikan menghara- pkan jawaban.
Di satu sisi, pertanyaan warganet seringkali berulang. Di sisi lain, seorang ASN juga memiliki beban pekerjaan yang tidak hanya terbatas pada mengelola media sosial.
Untuk itu terdapat beberapa cara dan anjuran dalam menghadapi pertanyaan dari war- ganet:
- Siapkan daftar pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh warganet (FAQs) beserta jawabannya dalam file yang bisa diakses melalui ponsel.
- Bila pertanyaan tidak ada pada FAQs namun bisa langsung dijawab, maka dianjurkan agar langsung menjawab.
- Bila pertanyaan tidak ada pada FAQs dan tidak bisa langsung dijawab karena harus berkoordinasi dengan pihak teknis, maka dianjurkan merespon minimal dengan jawaban bahwa akun sudah memahamipertanyaan dan diharapkan warganet menunggu jawaban dalam hitungan jam/hari tertentu.
- Memiliki dan menjaga pertemanan/koordinasi antara humas internal dengan pihak teknis di dalam instansi dan sesama instansi pemerintah untuk memudahkan komunikasi di “be- lakang layar” pengelolaan media sosial pemerintah.
- Bila pertanyaan warganet salah alamat, arahkan kepada instansi pemerintah yang ber- wenang dengan me-mention akun instansi pemerintah tersebut. Namun sebelum melaku- kan hal tersebut, koordinasikan dahulu dengan sesama pengelola akun media sosial dan pastikan adanya kesanggupan langsung menjawab. Bila tidak langsung dijawab, hal ini akan mengurangi integritas akun instansi karena dianggap sekadar melempar pertanyaan ke pihak lain tanpa memberikan solusi.
Pepesnasi Juara
2020 41
7. Menganggap bahwa warganet tahu tugas pokok fungsi dan posisi setiap instansi pe- merintah.
Perlu dipahami bahwa warganet hanya memahami pemerintah sebagai 1 institusi be- sar yang seharusnya saling berkomunikasi, berkoordinasi, dan seirama dalam pelaksanaan maupun pembuatan kebijakan publik.
Tidak semua warganet mengetahui apalagi memahami tugas pokok, fungsi, dan posisi mendetail setiap instansi pemerintah baik dari pemerintah pusat eksekutif, yudikatif, leg- islatif, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, hingga dinas-dinas di pemerintah daerah.